Posts tagged with ‘cerita sex bersama sama’

  • Threesome yang Tidak di Sengaja

    Threesome yang Tidak di Sengaja


    659 views

    Threesome yang Tidak di Sengaja

    Gambaran tentang kejadian malam itu masih teringat jelas di dalam pikiran ku. Cerita ini dimulai ketika Shelly, istri ku dan aku menyewa seorang babysitter dari sebuah perusahaan penyedia jasa lokal. Saat itu akan menjadi malam pertama kami pergi keluar semenjak sang bayi lahir.

    Shelly masih merasa sedikit cemas tentang meninggalkan si bayi berdua saja dengan seorang babysitter, tapi kami berdua butuh hiburan. Aku memutuskan untuk membawa istri ku yang cantik keluar untuk makan malam dan minum-minum.

    Sang babysitter muncul tepat waktu. Aku membukakan pintu. Aku merasa sangat senang saat melihat seorang wanita muda yang sangat cantik. “Hello, nama ku Stephanie,” katanya dengan riang.

    Aku mengulurkan tangan ku. “Aku Kyle, senang bertemu dengan mu,” kata ku. Meskipun cuaca di luar sangat dingin tapi tangannya terasa lembut dan hangat.

    Shelly keluar dari kamar tidur, sambil memasang anting-anting. “Terima kasih banyak sudah datang,” kata Shelly kepada Stephanie sambil mengedipkan matanya dan setelah itu kami buru-buru menuju ke pintu untuk keluar.

    Shelly tampak jauh lebih cantik dibanding sebelumnya, saat aku mengikutinya dari belakang, pantatnya yang sempurna menggoda ku dengan mengintip keluar dari rok mininya yang sangat pendek. Aroma parfum Shelly mengelilingi ku dan mengingatkan aku kembali akan aktivitas seksual kami di masa lalu.

    Shelly memesan makanan favoritnya, lobster. Aku memesan sebuah steak dan segelas anggur. Wajah Shelly tampak bersinar saat dia memandang ke sekeliling ruangan restoran itu. Dia menyukai keramaian dan sangat senang pergi keluar.

    Sedangkan aku sebaliknya, lebih suka duduk di rumah sambil menonton TV. Shelly menikmati lobsternya sedikit demi sedikit. Aku sudah menyelesaikan steak ku dalam waktu yang sangat singkat dan memesan sebotol anggur lagi.

    Satu hal yang sangat menyenangkan tentang menikah adalah aku jadi tidak perlu lagi berusaha keras hanya untuk bisa melakukan hubungan seks.

    Shelly sangat senang melakukan hubungan seks dan hampir selalu merasa horny, dan saat dia minum nafsu birahinya jadi semakin besar. Dia seperti jadi seperti tidak lagi bisa mengendalikan diri dan sangat liar.

    Dia akan ngomong kotor untuk menggoda ku tentang pria lain di depan ku saat kontol ku sedang berada jauh di dalam memeknya. Terkadang dia akan menyebut ku dengan berbagai istilah dan meminta ku untuk melakukan banyak hal misalnya memasukkan jari ku ke dalam pantatnya.

    Aku mulai mengisi gelasnya lagi setiap kali dia meneguk minumannya, aku ingin dia minum lebih cepat lagi. Aku sudah tidak sabar untuk segera membawa pulang pengantin ku dan menelanjanginya.

    Akhirnya, setelah beberapa lama, dia menghisap potongan lobster terakhir ke dalam mulutnya. Dia menenggak anggurnya yang terakhir dan mengatakan bahwa dia sudah siap untuk pulang. Dia mencubit pantat ku diperjalanan menuju ke mobil, aku tahu itu adalah sebuah pertanda yang bagus.

    Saat kami sampai di rumah, Stephanie sedang duduk di sofa sambil menonton TV. Dia mengatakan bahwa si bayi sudah tidur. Secara insting Shelly segera menuju ke kamar si bayi untuk memeriksanya. Shelly berterima kasih kepada Stephanie sambil memberikan yang 20 dollar.

    “Terima kasih dia sama sekali tidak membuat ku kerepotan,” kata Stephanie.

    Shelly mengundang Stephanie untuk minum segelas anggur dan Stephanie menerimanya dengan senang hati. Aku berharap Stephanie segera pulang supaya aku bisa berdua saja dengan istri ku.

    Shelly menunjuk ke lemari pendingin dan mengambil sebotol anggur. Dia terlihat frustasi saat dia mulai menuangkan botol yang hampir kosong tersebut. “Sayang, kenapa kau tidak bilang kalau kita kehabisan anggur?” dia bertanya pada ku. “Apa kau bisa keluar untuk membelinya?” dia memohon.

    Aku ini adalah suami yang selalu penurut. Aku akan selalu melakukan apapun yang dia inginkan karena jika dia merasa tidak bahagia maka aku juga yang akan sengsara. Aku mengambil mantel ku lalu pergi ke toko minuman terdekat. Aku harus mengantri disana kemudian buru-buru pulang sambil membawa botol-botol ku.

    Saat aku membuka pintu, aku mendengar suara erangan. Aku berjalan masuk ke ruang tengah dan tidak menumukan Shelly maupun Stephanie. Aku mendengar suara erangan lagi dan mengikutinya ke ruang makan.

    Disana, Shelly sedang berlutut di lantai dan Stephanie sedang berdiri dengan kedua kaki yang terentang lebar diatasnya. Wajah Shelly sedang berada di memek Stephanie. Dia sedang menjilati clitoris Stephanie dan menghisapnya.

    Kaki-kaki Stephanie terentang lebar saat Shelly memainkan lidahnya keluar masuk di lubang Stephanie yang berwarna pink itu. Aku tidak tahu kalau Shelly juga menyukai wanita. Aku awalnya merasa sedikit marah saat melihat istri ku sedang menikmati babysitter kami.

    Kepala Stephanie terangkat kebelakang dan matanya tertutup sehingga tidak satupun dari mereka yang menyadari kalau aku sudah kembali. Aku mengamati mereka selama beberapa menit dan menjadi sangat terangsang oleh skenario yang ada di depan ku itu.

    Kemudian aku memutuskan kenapa aku harus marah? Pria umumnya akan sangat menginginkan moment seperti ini. Aku berpikir bahwa jika istri ku bisa melakukan itu dengan babysitter kami yang masih muda belia itu, maka aku mungkin juga bisa melakukannya.

    Aku melangkah ke arah mereka lalu menaruh tangan ku diwajah Stephanie. Dia membuka matanya yang tampak dipenuhi dengan nafsu birahi. Dia terkejut saat melihat ku. Aku menciumnya bibirnya lalu menyelipkan lidah ku ke dalam mulutnya. Bibirnya terasa hangat dan lembut dan lidahnya melilit lidah ku.

    Aku menaruh jari ku ke bibirnya dan dia menghisapnya seperti sebuah kontol. Secara perlahan aku menggerakkan ujung jari ku ke atas payudaranya dan mulai membuka bajunya.

    Shelly memandang ke arah ku, wajahnya tampak di penuhi dengan cairan vagina Stephanie dan tersenyum. “Aku tahu kau tidak akan marah,” bisiknya. Dia mulai membuka celana ku saat bibir ku sedang menghisap puting-puting Stephanie yang lezat.

    Shelly meraih kontol ku lalu menghisapnya. Dia sudah sering menghisap kontol ku tapi kali ini tampaknya dia jauh lebih menikmatinya. Pasti karena rasa memek Stephanie yang lezat dan masih muda belia itulah yang membuatnya merasa sangat horny.

    Aku mengangkat Stephanie ke atas meja makan lalu dia menelentang. Aku membuka kedua kakinya lebar-lebar dan menjilati memeknya. Rasa memeknya memang sangat nikmat jadi karena itulah Shelly sangat menyukainya.

    Shelly menghisap kontol ku dengan liar. Dia memasukkan semua batang kontol ku ke dalam tenggorokannya. Aku mengambil giliran untuk menikmati memek Stephanie.

    Tiba-tiba, Shelly berhenti menghisap kontol ku lalu berdiri. Dia bergerak ke sisi lain dari meja makan itu, menunduk lalu menciumi bibir Stephanie. Shelly menatap dengan cemas saat aku menjilati clitoris Stephanie dan memasukkan jari ku ke dalam lubang memeknya. Kemudian Shelly berkata, “Aku juga ingin seperti itu.”

    Aku ingin mengentot Stephanie!! Aku sudah sangat sangat sering mengentot Shelly dan kesempatan ku untuk bisa mengentot Stephanie mungkin hanya kali ini saja. Kenapa istri ku sangat senang menjilati memek Stephanie?

    “OK,” kata ku dengan enggan, tapi kemudian aku akan mengentotnya, menggangguk kepada Stephanie. Shelly kembali ke sisi lain dari meja dan mengambil tempat ku untuk menjilati memek Stephanie. Aku berdiri di dekatnya sambil menonton dan mengocok kontol ku.

    Stephanie mengerang dan mengangkat pantatnya dari meja itu untuk menyambut bibir istri ku. Sesekali Shelly akan berhenti dan menghisap kontol untuk sejenak. Dia mulai melakukannya secara sistematis, berpindah-pindah dari memek Stephanie ke kontol ku, lalu kembali ke memek Stephanie.

    Akhirnya, Shelly berkata, “Ok kau bisa mengentotnya sekarang.” Shelly meraih kontol ku lalu membasahi kontol itu dengan air liurnya. Kemudian dia memandu ujung kontol ku ke arah lubang memek Stephanie yang kecil, sempit dan basah. Aku mendorong kontol ku hingga jauh ke dalam lubang memek Stephanie itu.

    Stephanie mengerang dengan keras saat aku mengentotnya. Aku mulai mengayunkan pantat ku, meluncurkan kontol ku keluar masuk di lubang memek yang sempit itu. Lubang memek Stephanie terasa begitu sempit dan hangat, kontol ku terasa seperti sedang di remas-remas dengan sangat kuat setiap kali aku menghujamkannya.

    Beberapa lama kemudian Shelly menarik keluar kontol ku yang basah dari dalam memek Stephanie lalu menjilati dan menghisapi cairan yang membasahi seluruh batang kontol ku, dan kemudian menjilati memek Stephanie. Shelly tampaknya sangat menikmati campuran dari rasa air mani ku dengan cairan vagina Stephanie itu.

    Kemudian Shellu kembali memasukkan kontol ku ke dalam lubang memek Stephanie. Aku pun kembali mengentot Stephanie dengan keras dan cepat.

  • THREESOME DENGAN PEGAWAI HOTEL

    THREESOME DENGAN PEGAWAI HOTEL


    611 views

    CERITA SEKS – THREESOME DENGAN PEGAWAI HOTEL

    Nama gw Denny, gw kerja sebagai roomboy di sebuah hotel berbintang empat. Kerjaan yang enak sebenernya, bisa liat-liat kamar orang sembarangan, dan cerita ini adalah saat gw dapet jackpot di sebuah kamar .

    Pagi itu seperti biasa setelah menyiapkan trolley gw mulai menyatroni kamar satu persatu. sekitar jam 9 setelah kelar 2 kamar, gw parkir trolley di depan kamar ketiga, setelah 3 kali mencet bel gak ada yang keluar gw masuk. Dari dalam kamar mandi terdengar suara shower, begitu nyampe ke kasur gw lihat seorang wanita dbalik selimut lagi asyik maenan hp.

    “mau dibersihkan kamarnya mbak?” tanya gw berusaha sopan,

    “oh boleh mas, umm saya harus keluar dari ranjang nih?”

    “iya mbak, sepreinya kan harus diganti” yup gw saat itu lagi megang seprei di tangan gw

    Memberi isyarat tunggu, kemudian wanita itu mengambil baju yg diletakan di meja kecil di sisi ranjang. Kemudian ia beranjak bangkit setelah memakai baju itu, baju yg sangat kebesaran, wanita berdarah chinese dengan rambut coklat sebahu, umur mungkin sekitar 20-24an, tinggi kekira 160cm, mungil memang, namun memiliki dada yang (sangat) besar, bahkan dari balik baju yang sangat kebesaran itu dadanya masih terlihat menonjol, dengan puting yang perlahan menceplak dibalik baju.

    Wanita itu kemudian berdiri di sudut ruangan, memperhatikan handycam yg berdiri dengan tripod di sudut ruangan, sementara gw mengganti seprei sambil sesekali mencuri lihat kearah wanita itu. junior gw mulai tegang ga karuan ngeliat wanita hanya berbalut baju putih tipis.

    Ga lama sesosok pria paruh baya berbadan agak gemuk keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk. Ia langsung berjalan menghampiri wanita itu.

    “tuh kaan om, jelek hasilnyaaaa” wanita itu memperlihatkan hasil rekaman kepada pria itu.

    “mau gimana lagi, kan tripod, kalo dipegang lebih jelek lagi”

    Kemudian mereka berdua berbisik, entah apa yang mereka bicarakan ga kedengeran. Hanya akhir perbincangan yg gw denger

    “tapi aku malu om…” “gapapa, anggep aja salah satu temen om”

    Kemudian pria itu menghampiri gw yang baru saja kear mengganti seprai mereka (maklum 3 lapis, agak lama).

    “mas, bisa bantu saya ga?” tanya pria itu

    “bantu apa ya pak?”

    “saya mau minta tolong, rekamin saya ama si eneng dong, buat kenang-kenangan, nanti malam saya harus terbang pulang”

    “rekamin….apa ya pak?” gw kembali bertanya untuk memastikan

    “rekamin kami main lah mas, di tripod jauh banget, kalo saya pegang ga fokus, butuh orang yang rekamin”

    “kenapa ga make jasa juru rekam aja pak?”

    “saya mau bikin koleksi pribadi, bukan film bokep buat ditonton orang, ga perlu ampe

    profesional gtu kan, saya minta kamu karena kamu ga mungkin berani macem2, bisa masuk penjara kamu kalo berani macem2”

    “kenapa harus saya pak…”

    “gini deh mas, saya bayar, mau apa gak?”

    Widih, ngeliat gadis telanjang, dibayar pula, siapa yang nolak rejeki gini!

    Gw kemudian meminta izin untuk merapikan trolley. Gw sembunyikan trolley di ruang pantry, kemudian memasang tanda “privacy” di pintu, dan menguncinya. Kami kemudian melakukan briefing sebentar. Dari situ gw tau wanita itu bernama cindy, umur 21, dan pria itu mengaku bernama Sam (di daftar tamu namanya Samsuri)

    Dai briefing singkat itu diputuskan gw boleh mengambil video sedekat mungkin, tangan gw juga boleh ngasih isyarat biar gambar yg diambil bagus, tapi gaboleh megang daerah terlarang Cindy, agak kentang juga sih sebenarnya, tapi gapapalah lumayan. Video ini tanpa cut sama sekali jadi gw gaboleh ampe bad angle, damn juga sih.

    Setelah semua setuju, gw ngambil handycam yang masih berdiri tegak di tripod, sedangkan cindy berdiri menghadap jendela, membelakangi gw. Sam kemudian memeluk Cindy dari belakang dan perlahan menaikan kaos yang dipakai Cindy. Gw lihat Cindy masih nampak malu, namun sam sepertinya tanpa ragu membuka kaos yg dipakai Cindy. Tangan Cindy langsung menutupi dada dan vaginanya, Sam langsung membisikan sesuatu di telinga Cindy. Nampak sekali Cindy masih malu untuk telanjang di depan orang yang baru dikenalnya.

    Dan gw hanya memperhatikan mereka dari ¾ belakang. Setelah beberapa saat membisikan sesuatu, tangan cindy nampak mulai turun, berganti kedua tangan Sam yang memegang penuh kedua dada Cindy. Secara perlahan mereka berbalik arah. Kini mereka berdiri tepat berhadapan dengan gw. Kedua tangan Sam menutupi dada Cindy, namun telapak tangan Sam tidak cukup besar untuk menutupi dada Cindy yang memang besar, sedangkan kedua tangan Cindy menutupi vaginanya, ia hanya tertunduk malu.

    “udah gapapa hunny, anggep aja ga ada orang, kita berdua doang”, bujuk Sam lembut

    “gapapa gimana, aku malu sayang…. “ cindy menjawab dengan wajah yg masih tertunduk

    Cindy yg berdiri di hadapan gw nampak berbeda dengan cindy yang gw liat ketika pertama masuk kamar ini.

    “gini, gimana kalo kita mulai dari pakaian lengkap? Biar mbak Cindy agak lebih biasa, juga

    biar hasilnya ga rekaman ml doang, kan menggairahkan banget tuh proses bugilnya” gw berusaha memberi masukan, dan mereka nampaknya setuju.

    Cindy kemudian menarik handuk yang masih melingkar di pinggang Sam, ia menggunakan handuk tersebut untuk menutupi tubuh bagian depannya dan melangkah cepat menuju lemari, sedangkan Sam masih berdiri dengan penis yang sudah mulai menegang (sialnya gw liat)

    Adegan dimulai, sam bersandar ke kepala ranjang dengan posisi duduk. Gw mengambil gambar kearah lemari, dan Cindy mulai berjalan masuk ke dalam frame. Ia mengenakan piyama satin berwarna merah padam. Raut wajahnya masih agak malu. Sam memberi isyarat pada cindy untuk duduk di samping kirinya. Kemudian Sam mulai melumat bibir Cindy, awalnya Cindy masih kaku ketika berciuman disorot kamera, namun seiring libidonya bangkit ia membalas ciuman Sam.

    Mereka berdua semakin ganas saling melumat, gw menyorotnya cukup dekat. Sam kemudian melingkarkan tangannya di sekitar perut cindy, memposisikan Cindy tidur telentang sambil terus berciuman dengan ganasnya. Tangan kanan Sam kemudian meremas dada kiri Cindy. Nafas cindy semakin memburu, dan junior gw mulai menegang merekam adegan ini.

    Gw kemudian menginstruksi posisi mereka, Sam sepertinya paham dengan kode yg gw kasih. Ia kemudian duduk bersandar dengan posisi kaki diregangkan, ia memeluk Cindy dari belakang. Sam lalu menjilati leher cindy, sesekali mencupangnya hingga menimbulkan bekas kemerahan. Kedua tangan Sam sibuk meremas kedua dada Cindy. Suara lenguhan mulai terdengar, tangan Cindy berada di paha Sam, namun Cindy terus menutup matanya, mungkin ia sedang memotivasi diri dengan ga liat gw.

    Ya memang gw duduk bersila tepat di hadapan mereka. tangan kiri Sam beranjak turun, sepertinya Cindy paham, ia langsung meregangkan kakinya untuk mempermudah Sam. Tangan kiri sam masuk ke dalam celana Cindy, sesaat tubuh Cindy terhentak seperti mendapat rangsangan hebat, yup jemari Sam kini bermain di bibir vagina cindy. Sementara tangan kanan Sam mulai melepas kancing piyama Cindy satu persatu. tanpa menunggu perintah, Cindy membantu melepaskan atasan piyamanya ketika semua kancing terbuka, kini ia mengenakan bra berwarna krem, bra itu tak cukup menahan kedua dadanya yang seperti siap melompat keluar.

    Kedua tangan Sam kembali meremas dada Cindy, seperti terganggu dengan bra yang dipakai, sam melepaskan pengait dan dalam sekejap bra itu dilempar Sam ke sembarang arah. Kini nampak dada Cindy bergerak liar. Sam meremasnya dengan ganas, ia kemudian memainkan puting cindy yang sudah menegang berwarna pink kecoklatan. Juniorku sepertinya sudah berdiri tegak ketika melihat dada Cindy yang begitu besar dan kenyal. Sam kemudian memberi instruksi agar Cindy menghisap penisnya.

    Cindy kemudian membalikan badannya, tangannya perlahan mengocok penis Sam. Lalu Cindy mulai memasukan penis itu kedalam mulutnya, perlahan ia mengulum penis itu sambil tangan kanannya mengocok pangkal penisnya. Kuluman Cindy semakin cepat ketika tangan Sam kembali meremas remas dada Cindy. Kini Cindy sudah berani melihat kamera. Ia bahkan seperti tersenyum ketika melepas kulumannya dan mengocok penis Sam dengan

    cepat lalu kembali mengulumnya.

    Beberapa menit berlalu dan Sam menarik kepala cindy untuk berhenti mengulum penisnya, haha sepertinya dia mau keluar. Kemudian mereka berganti posisi, Cindy tidur telentang. Sam kembali melumat bibir cindy, lalu turun menjilati leher hingga dadanya. Sam menjilati dada Cindy dengan ganas, ia bahkan beberapa kali menggigit kecil puting cindy.

    Lalu jilatan Sam kembali turun, sebentar ia menjilati pusar Cindy, kemudian sampai di batas celana. Kedua tangannya kemudian menggenggam dua sisi pinggang Cindy dan dengan ganas menurunkan celana beserta CD cindy. Dan nampaklah vagina Cindy yang berwarna pink merekah hampir tak ditumbuhi bulu. Sepertinya cindy sangat rajin mencukur vaginanya.

    Mereka kini bertelanjang bulat, dan junior gw sudah berdiri sangat tegak melihat tubuh Cindy yang begitu luar biasa. Sam nampak kesulitan menjilati vagina cindy, ya memang posisinya membuat vagina itu agak tertutup. Kemudian Sam mengangkat dan merentangkan kedua kaki Cindy, membuat vagina Cindy mudah untuk dijilati. Dan tak butuh waktu lama untuk kepala Sam tenggelam diantara pangkal paha Cindy. Sesaat tubuh cindy membusur dan lenguhan terdengar cukup nyaring.

    Gw bingung gimana nyorot vagina cindy karena semua yg terlihat Cuma kepala Sam dengan rambut yang mulai menipis. Akhirnya gw sorot Cindy yang terus melenguh. Kedua tangannya meremas memainkan dadanya sendiri. Cindy terus mendesah, matanya merem melek keenakan. Sekian detik cindy ga sadar gw nyorot dadanya begitu dekat, udah di ubun ubun gw pengen meremas dada Cindy yang nampak besar dan kenyal itu. tapi apa daya karir taruhannya.

    Gw nyorot naik, biar dapet ekspresi dan lenguhan Cindy. Ia nampaknya sadar gw nyorot begitu deket ke wajahnya, gw berlutut di kasur tepat di samping Cindy. Ia melihat kearah handycam dan memasang muka menggoda. Ia menggigit kecil bibir bawahnya. Entah Cindy sebenernya menggoda gw atau ekspresi ke handycam, yg jelas ia sudah sama sekali ga menunjukan ekspresi malu.

    Libidonya sudah sangat tinggi sepertinya. Beberapa saat ia kembali membusur dan meracau keras. “aaahhhhh” nampaknya ia mengalami orgasme pertamanya. Dan tak diduga tangan kanannya tetiba mencengkram junior gw. Mukanya sedikit kaget bercampur sange. Yup ukuran penis gw jauh lebih besar dari Sam. Jemari Cindy perlahan mengocok penis gw yang masih terbungkus celana.

    Cindy memberi kode untuk gw merubah posisi merekam, gw yg tadinya di sebelah kanan Cindy kini berlutut di sebelah kirinya. Ia kemudian menyilangkan kakinya, mengunci kepala Sam diantara pangkal pahanya, dan Sam semakin ganas menjilati vagina Cindy. Tangan kanan Cindy menjambak mesra rambut Sam, lalu ia membenamkan kepala Sam di pangkal pahanya.

    Tangan kiri Cindy perlahan menarik tangan kiri gw yang memang ga memegang handycam. Ia menariknya kearah dadanya, dan tanpa ragu gw meremas dada Cindy. Begitu besar kenyal dan lembut, gw meremasnya semakin keras sambil sesekali memilin putingnya. Cindy meracau tak karuan. Gw berusaha keras memikirkan bagaimana cara menjilati dada Cindy. namun terlambat, Sam menengadahkan kepalanya dan dengan cepat gw menarik tangan gw dari dada Cindy. Sam sepertinya ingin langsung menusukan penisnya kedalam vagina Cindy.

    Gw berusaha menahan agar Sam tak buru buru ml. Gw kemudian nyorot tubuh Cindy, dari dada turun hingga atas vaginanya. Sam tau maksud gw, jemarinya memainkan bibir vagina Cindy, gw menyorotnya dengan jarak yang sangat dekat. Dua jari Sam mencoba membuka bibir vagina Cindy. Terlihat sangat jelas vagina pink merekah itu sudah sangat basah, entah liur Sam atau memang dari cairan vagina Cindy.

    “sayaang kiss me” cindy tetiba merajuk. Sam hanya tersenyum sesaat, ia yang telah duduk di samping Cindy kemudian kembali melumat bibir mungil Cindy. Tangan Sam kembali memainkan dada Cindy, sedangkan Cindy memeluk Sam sangat erat, salah satu tangannya mendorong kepala Sam aga tak menghentikan ciuman mereka. kaki Cindy yang sempat merapat tetiba direntangkan sangat lebar, well gw tau nih maksudnya.

    Kemudian gw mengarahkan kamera sangat dekat dengan dada Cindy yang sedang diremas remas oleh Sam, sementara tangan kiri gw perlahan menyentuh bibir vagina Cindy. Ga ada respon apapun seperti menutup kakinya, berarti memang boleh, dan tanpa buang waktu gw memasukan jari tengah gw ke liang vagina Cindy. Terasa sempit dan sangat basah. Tetiba Cindy merapatkan kakinya, bersamaan dengan kepala Sam yang bangkit.

    Sam sepertinya sudah tak sabar, dengan segera ia memposisikan tubuh Cindy dan mengarahkan penisnya ke bibir vagina Cindy, setelah beberapa gesekan penis itu masuk ke dalam liang vagina cindy. Perlahan Sam memompa vagina Cindy, ia kemudian mempercepat temponya. “mmppff, ahhhh…..” Cindy meracau keras sambil kedua tangannya meremas dadanya.

    Beberapa menit berlalu, Sam seperti kehabisan tenaga. Ia membalikan posisi, kini mereka berada di posisi WOT. Tubuh Cindy bergerak naik turun, dadanya bergoyang bebas. Cindy kemudian mempercepat tempo permainannya, kedua tangan Sam meremas dada Cindy, membuat libido Cindy semakin meninggi

    “ahhh oomm….mau keluaar”

    “mppff ahhh…om juga sayaang…”

    Dan tubuh mereka meregang bersamaan, beberapa detik kemudian Cindy yang sudah lemas menjatuhkan diri ke ranjang. Ga mau kehilangan momen gw langsung menyorot vagina Cindy, tangan kiri gw meregangkan paksa kaki Cindy. Terlihat jelas cairan putih meleleh keluar dari lubang vagina Cindy. Nafas Sam nampak sudah terengah engah, begitu pula Cindy, tapi entah kenapa lebih terdengar seperti nafas yang masih memburu. Ya memang permainan mereka terbilang cukup singkat, jauh lebih lama foreplaynya. Dan CUT..!! pengambilan video selesai. Gw melipat layar handycam dan mematikannya.

    Sam berusaha bangkit untuk melihat hasil rekaman, sedangkan Cindy membersihkan sisa cairan kental yang masih keluar dari vaginanya dengan tisue. mata gw masih gabisa berpaling dari tubuh Cindy yg telanjang bebas di atas ranjang. Sam nampak puas dengan hasil rekaman gw. Setelah ia selesai menonton rekaman tersebut, ia kembali memberikan handycam ke gw. Sam beranjak menuju kamar mandi, katanya sih mau mandi, siapa peduli. Gw duduk di tepi ranjang, ngeliat hasil rekaman gw barusan, well menggoda banget ampe buat junior gw kembali naik. Cindy juga beranjak duduk di samping kiri gw, kami nonton rekaman itu bersama.

    Tetiba tangan Cindy menggenggam junior gw yg udah berdiri keras dibalik celana. “pengen ya?” goda cindy. “banget lah, siapa yg ga mau ama cewek secantik kamu” gw hanya menjawab seadanya, takut juga karir taruhannya. “yuk.. aku masih pengen nii…. om Sam cepet bangeet keluarnya, bete kan” Cindy kembali menggoda. Tangannya masih memainkan junior gw dari luar celana. Memang permainan mereka tadi jauh lebih sebentar dibanding foreplaynya. Maklum umur, hahaha. “takut mbak, bisa dipecat kalo ketauan” gw menjawab berusaha menguatkan diri dan nyari motivasi.

    Kemudian tangan Cindy melepaskan kait celana dan menurunkan restleting gw. “gapapa, om Sam kalo mandi itu lama banget…. kalo mp3nya dah kedengeran berati udah mulai mandi, kalo lagunya mati berati selesai mandinya” Cindy berusaha meyakinkan gw. Well kepalang tanggung, nafsu udah di ubun ubun gini.

    “wah gede banget penis kamu den, jauh ama om Sam…” Cindy memuji sambil tangannya mengocok penis gw. Gw meliat handycam yang masih gw pegang dan menaruhnya di meja kecil samping ranjang. Cindy langsung inisiatif, kepalanya mendekati penis gw, terasa kemudian bibirnya di kepala penis gw, dan mulai masuk hingga setengah. Perlahan tapi pasti Cindy mulai mengulum penis gw. Semakin cepat Cindy mengulum penis gw, nafasnyapun terdengar semakin memburu.

    Cindy melepaskan kulumannya, ia segera beranjak berdiri dan memposisikan diri, tangannya memegang penis gw, mengarahkan vaginanya untuk dimasuki penis gw. Setengah duduk membelakangi gw ia menggesekan penis gw sebenta ke vaginanya, dan perlahan penis gw masuk kedalam vaginanya. Terasa basah, hangat dan amat sempit. Dan blesss…seluruh penis gw masuk ke liang vagina Cindy. Tangan cindy bertopang di paha gw, dan badannya mulai naik turun perlahan. Kedua tangan gw meremas dada Cindy yang bergoyang bebas. Sesekali gw mainkan putingnya.

    Goyangan Cindy semakin cepat, begitu pula gw meremas dada cindy semakin kencang. Nafas Cindy yang sangat memburu berganti menjadi lenguhan. Mppff, aahhhh….. 5 menit berlalu dan lenguhan Cindy menjadi semakin kencang… “aahhh mau keluaaar” beberapa detik kemudian kurasakan penis gw dibanjiri cairan hangat, meleleh keluar hingga membasahi paha gw.

    Tempo permainan Cindy semakin lambat, agak lemas sepertinya, namun lenguhannya masih cukup kencang. Ngeri juga kalo ampe kedengeran Sam. Gw sedikit menarik badan gw ke tengah kasur kemudian melempar tubuh gw ke kasur. Cindy membalikan tubuhnya, kami berganti menjadi WOT. Cindy nampak bersemangat kembali, ia bergoyang maju mundur, atas bawah dengan tempo yang lumayan cepat. tangan gw kembali meremas kedua dada Cindy. Ia mulai kembali melenguh, gw pun mulai meracau. Segera kutarik kepalanya, dan melumat bibirnya. Ia membalas dengan liar.

    Tubuh kami bergoyang cukup cepat, dan gw ga melepaskan ciuman kami. Gw takut juga kalo dia melenguh terlalu keras. 4menit berlalu, cindy menggigit bibir bawah gw, tubuhnya meregang. Dan kembali kurasakan ogasme kedua Cindy. Cairan hangat itu kembali menyembur kearah penis gw. Kali ini lebiih banyak dari yang sebelumnya. Cindy berhenti bergoyang “aku capek…kamu kenapa belom keluar juga sih?” dan gw hanya tersenyum sambil mulai bergoyang. Cindy mulai terangsang kembali hingga ia mulai melenguh. “jangan kelamaan, ntar Sam keburu keluar” daaan kata2 Cindy seketika membuyarkan kenikmatan gw.

    Gw menggulingkan tubuh Cindy hingga penis gw keluar dari vaginanya. Gw memberi instruksi agar ia mengambil posisi menungging di bibir ranjang. Gw berdiri di belakangnya, pas posisinya. Segera gw arahkan penis gw masuk ke vaginanya. Kini kami dalam posisi doggie style. Kupegang erat pinggulnya dan perlahan memompanya. Perlahan dan semakin cepat. Cindy mulai kembali melenguh. Gw tau gw gapunya banyak waktu, kedua tangan gw kemudian memegang dan meremas perlahan dada Cindy yang bergantung bebas, dan gw percepat pola permainan gw. Tangan Cindy seketika mengambil bantal yang tergeletak di dekatnya dan menutupi wajahnya. Gw pompa semakin cepat.

    Suara erangan Cindy cukup kencang namun diredamkan oleh bantal. Sedangkan gw berusaha menahan lenguhan sebisanya sambil terus memompa cepat vaginanya. Vagina yang sudah sangat basah itu mengeluarkan bunyi yg cukup kencang ketika penis gw memompanya.

    “shhh aahhh mau keluar neng…” cindy melepaskan bantal dari wajahnya dan menjawab “

    mff aaaaaah aku juga…di dalem ajaaa”

    Kembali terasa cairan hangat membanjiri vagina, dan nyaris bersamaan gw mencapai orgasme, croot croot croot croot…6 tembakan bersarang langsung ke dalam liang vagina Cindy. Gw masih tetap memompa dengan tempo yang semakin lambat. Semenit kemudian barulah gw cabut penis gw yang mulai menyusut dari vagina cindy. Dan gw lihat cairan putih sperma gw bercampur cairan vagina cindy meleleh keluar dari vaginanya.

    Cindy tergolek lemas sesaat, dan berusaha bangkit. Gw masih berdiri di tepi ranjang, mencoba mengatur nafas. Cindy duduk bersila di hadapan gw. Vaginanya masih terus mengeluarkan cairan kental kami. Ia menjilati penis gw dan mengulumnya sebentar, mencoba membersihkan gw rasa. “u’re the greatest” puji Cindy… “kamu juga”

    Gw kembali memakai celana gw, sementara cindy membersihkan vaginanya. “mending kamu buruan deh sebelum Sam selesai mandi” dan gw menjawab dengan memegang lembut dagunya dan kembali menciumnya. “okeh, thx bgt…” gw beranjak keluar dari kamar tersebut. gw tau tugas gw sangat terbengkalai dan gw akan ngelembur ampe magrib, tapi gapapalah untuk sebuah kesenangan yang sangat langka ini.

  • NIKMATNYA THREESOME

    NIKMATNYA THREESOME


    489 views

    NIKMATNYA THREESOME

    Sebelumnya perkenalkan diriku bernama Athi, karena aku keturunan Betawi aku suka dipanggil dengan nama Neng Athi. Aku saat ini ingin bercerita akan pengalamanku yang kejadiannya sudah sangat lama tapi hingga saat ini masih sering teringat dalam pikiran ku, mungkin sudah sekitar 4 tahun yang lalu aku mengalaminya. Kejadian ini terjadi sekitar bulan maret 4 tahun lalu, saat itu setelah lama tidak bertemu ada seorang teman lama menelponku sambil menangis.

    “hiks,, hiks,, Neng tolong Wiwi,,”, terdengar suara isak tangisnya di telponku.

    Mendengar temanku menanggis aku jadi bingung dan menanyakan kenapa dia menangis dan minta tolong apa, “Iya wi,, ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba menangis seperti ini”, jawabku.

    “hiks,, hiks,, Neng apa aku bisa minta tolong untuk pinjam uang, aku butuh uang saat ini neng pleasee,, hiks,, hiks,,??, tangis wiwi kepadaku.

    “Pinjam uang?? buat apa si wi,,” tanyaku kembali ke Wiwi.

    “Aku perlu untuk membayar sesuatu Neng, tolong Wiii,, hiks,, hiks”, dia menjawab menjelaskan detailnya kepadaku untuk keperluan apa hingga dia menangis seperti itu.

    Namun akupun tidak terlalu ingin lebih tau lebih jauh karena sepertinya Wiwi enggan menceritakan permasalahanya kepadaku saat ini.

    “Memang kamu perlunya berapa wi”, tanyaku kembali.

    “2 juta,,” Wiwi menjawab.

    “Woooww”, pekik ku dalam hatii,

    “Maaf wi, aku juga lagi ngak punya duit wi kalau sebanyak itu”, mendengar jawabanku itu meledaklah tangisan Wiwi sambil berkata,

    “toolong neng cariin, Wiwi perlu banget”, tangisnya kepadaku dengan nada memelas.

    “haah,,” aku sedikit menghela napas

    “Ok wi,, kasih waktu 2 hari yaa, aku coba hubungin teman mungkin nanti dari sana aku dapat pinjaman untuk kamu,” aku menjawab sekenanya untuk membuat wiwi berhenti menangis dan itulah penutup pembicaraan kami.

    Setelah 2 hari wiwi kembali menelepon ku lg, “gimana neng sudah ada kabar ga?? perlu banget neng,”.

    “haah gilaa,,,” gumamku, aku pikir setelah 2 hari wiwi ngak inget lagi atau dia sudah mendapat pinjaman yang lain ternyata dia inget banget.

    Aku juga bingung sebenarnya karena aku memang sudah coba tanya teman tapi semua memberi jawaban yang sama, “ga adaa yg lg pegang uang,”

    “Waduh wi sorry banget ya,, neng coba pinjam tapi ga adaa yg pegang duit wi”, aku coba memberi alasan kepada wiwi dan meledaklah tangisnya

    “Waduh pusing juga neh,” aku jadi stress sendiri kalo gini bhatinku.

    Akhirnya untuk coba mencairkan suasana aku menyeletuk sambil bercanda, “Wii,, kalau uang halal ngak adaa kalau uang haram mau ga, hahaha,, ” bercanda ku kepada wiwi agar dia berhenti menangis.

    Tapi aku salah menduga ternyat dengan antusias dan putus asa wiwi menjawab “Wiwi ngak peduli mau uang halal atau haram ngak jadi masalah tolong cariin neng karena dead line Nya 3 hari lg”

    “Waduuh” gumamku bikin tambah pusing nih mulut kadang keceplosan.

    “Oke tar Neng kabarin”, janjiku kepada wiwi

    Dengan nada girang wiwi menjawab, “wiwi tunggu ya neng and thanks ya sebelumnya”.

    Akhirnya selesai ditelpon oleh wiwi aku coba mengingat ingat siapa orang yang bisa aku hubungi. Tidak lama aku teringat sama seorang pria sebut saja om bal, aku kenal dia waktu lagi ada pameran produk dari perusahaan tempat aku kerja, om bal ini bekerja di sebuah BUMN dan kebetulan saat itu perusaahanku mengikuti pameran produk yang diselanggarakan oleh instansi tempat dia berkerja. Om bal ini sangat sering menelepon ku sejak perkenalan di pameran itu dan sering mengajak aku jalan tapi semua aku tolak dengan halus, entah kenapa sekarang cuma dia yang ada di pikiran ku.

    Aku akhirnya coba memberanikan diri mengirimnya sms hanya untuk berbasa-basi. Karena siapa dia lagi berada dijakarta,

    “hai apa kabar om bal”, itulah isi dari sms yang aku kirimkan.

    Cukup lama juga akhirnya dia membalas sms yang sudah aku kirimkan “hai neng pa kabar dah lama neh ga pernah angkat telepon aku eh sekarang sms waduh kaya mimpi”

    Waduh mampus pikirku, ketahuan nih aku modus Nya. Tapi sudahlah terlanjur basah akhirnya aku coba beranikan diri untuk membalas kembali,”baik om bal,om aku ada perlu neh, bisa bantu aku ngak”.

    Tidak lama setelah aku kirim SMS yang kedua hapeku berdering dan akun liat itu dari Om bal.

    “Halo,,” jawabku dengan sedikit gugup karena modusku sepertinya telah dia ketahui.

    “Ya halo neng sayang, apa yang bisa om bantu,”balasnya menjawab ku ditelpon.

    Akhirnya aku pun coba menceritakan soal Wiwi temanku dan permasalahan yang sedang dia hadapi.

    Setelah aku ceritakan panjang lebar om bal menyahut, “Ok neng aku bantu,, tapi ada syaratnya”

    Waah seperti yang aku duga sebelumnya om satu ini pasti mau bantu dengan syarat bathinku, “apa om syaratnya??” tanyaku ke om bal dengan pura-pura bodoh, padahal aku sudah tau pasti tidak jauh dari masalah selangkangan.

    “Syaratnya aku akan bantu asal temennya mau nemanin aku di hotel,” mendengar itu aku tersenyum sendiri karena dugaanku tepat. “Kebetulan aku ada waktu besok cuma 3 jam sebelum berangkat ke Singapore, hotel kamu yang boking ya neng ntar aku transfer duit nyaa tapi sms no rek kamu ya,” sambungnya lagi.

    “oke bos” jawabku girang karena berhasil mendapatkan bantuan untuk wiwi dan langsung aku sms no rekening ku ke dia.

    Setelah aku sms om bal aku segera telpon wiwi dan kasih kabar ini kepadanya.

    “Halo,, wi,, aku sudah mendapatkan orang yang mau membantumu, tapi kamu harus layanin dia diHotel besok pagi’, segera aku sampaikan apa tadi syarat yang diberikan om bal kepadaku.

    Hanya basa basi karena wiwi pasti tidak akan menolak tawaran om bal ini, dan benar wiwi tertawa dengan girang dia bilang terima kasih kepadaku, “mau neng, mau,, wiwi bakal terima syaratnya,, makasih ya neng”, akhirnya kami pun janjian jam 10 pagi ketemu di lobi sebuah hotel untuk bertemu dengan om bal.

    Pagi harinya aku segera ke ATM untuk mengambil uang transferan si om buat boking hotel seperti yang dia janjikan, aku melihat jam yang ada di hape ku

    “hmm sudah jam 10 kurang”, gumamku. Aku kemudian melonggok kedalam lobby hotel dan kulihat si wiwi sudah adaa di lobi hotel.

    “Neng,,”, panggilnya kepadaku sambil tersenyum. Wiwi menghampiriku, sambil menjitak kepalaku dia berkata “makasih ya neng”.

    Aku pun segera keresepsionis dan melalukan cek in kamar atas namaku, selesai cek in dan mendapatkan nomor kamar aku segera SMS om bal nomor kamar yang sudah aku bookingkan untuk mereka berdua. Sembari menunggu kedatangan om bal aku bersama wiwi mulai berjalan menuju kamar dan memesan minum serta cemilan dan sambil sambil menunggu kedatangan om bal.

    Setelah 30 menit waktu berselang pintu kamar hotel ada yang mengetuk “took,, tok,, tok,,”

    “Ya sebentar,” jawabku sambil menuju ke arah pintu kamar untuk membukanya. Setelah kubuka ternyata benar yang datang adalah Om bal.

    Segera om bal pergi masuk kedalam kamar, sambil masuk kedalam kamar dia memeluk dan mencium pipiku dan dengan nada bercanda aku berkata “aduh om yang seharusNya di sosot tuh teman aku si wiwi bukan neng,aduh salah neh,,”

    Mendengar candaan ku dengan genitnya om bal mencubit pipi ku dan tertawa, Aku pun segera mengenalkan Wiwi kepadanya.

    “Wi ini kenalin om bal yang tadi aku ceritakan ke kamu, ayo sini jangan malu-malu gitu”, tanganku menarik tangan wiwi untuk bersalaman dengan om bal.

    “Bagaimana om bal, kok malah bengong gitu,” tanya ku kepada om bal yang terdiam ketika melihat perawakan tubuh wiwi yang walaupun bertubuh lebih kecil dariku hanya 160 cm tapi dengan besaran Cup payudaranya yang berukuran 38 B itu pria mana yang tidak akan kehilangan kata-kata melihatnya.

    “Hayoo,, malah bengong,, tutup tuh mulutnya ntar ada laler yang masuk hihihi,” candaku kepada om bal yang terlihat bernafsu melihat wiwi.

    “Eh iya.. ya,,” jawab om bal gugup.

    Setelah kenalan dan berbasabasi sebentar om bal duduk di samping wiwi sambil tangannya kulihat sedang bergerilya dada wiwi, aku hanya tersenyum saja melihatnya, sepertinya om bal lupa kalau aku masih ada didalam kamar itu.

    Kamar yang aku pesan tadi memang kebetulan kamar doubel bed, jadi saat om bal dengan penuh nafsu meremas remas dada wiwi di bed satu lagi aku masih duduk dihadapan mereka yang berada, setelah suasana semakin memanas aku permisi mau nunggu di lobi.

    “Om,, wii,, aku ga enak nih takut ganggu,,” aku ke lobi dulu ya.

    “Jangan neng,, temenin aku disini,, aku masih takut,,” cegah wiwi yang tidak mau di tinggal olehku.

    Mendengar permintaan wiwi itu aku malah jadi bingung dan melihat ke Om bal.

    “Udah neng kalo wiwi maunya seperti kamu disini aja ya buat nemenin dia,” pinta om bal kepadaku sepertiny si om juga tidak keberatan dengan permintaan wiwi itu.

    “haah,, wiwi kamu ini aneh,, aneh saja,,” aku menghela napas panjang, dan akhirnya aku duduk diam dikamar dan mengambil remote Tv dan menghidupkannya.

    Sambil menonon TV, aku sempat melirik kearah wiwi dan om bal. Kulihat wiwi yang lagi asik mengoral kontolnya si om. “wih gede juga panjang agak bengkok lagi,” aku membathin dan berdecak melihatnya.

    Aku mencoba memalingkan pandangan ku kelayar TV kembali tapi kembali konsentrasi ku hilang ketika aku mendengar desahan si om yang ke enakan.

    “Aaahh,, uuhh,, terus wi enak banget mulut kamu”, desahnya

    “Uhh,,, iya wi trus,, aah,,” desahan itu terus berlanjut membuat ku kembali melirik kearah mereka.

    Namun kali ini lirikan ku kali ini ketahuan om bal dan dia mulai menggodaku, “kenapa neng,, kok lirik-lirik mau juga ya??”

    “Idiih,, enak aja,,” aku membalas godaanya dan dengan bercanda aku berkata “aku Cuma mau bilang om ko di oral tapi masih pada pakai baju sih,ga enak dong”

    Om bal tertawa mendengar candaan ku dan sambil menarik tangan ku di bilang “neng yg bukain baju aku dong”

    “Wah om kalau pakai asisten bayarannya beda nih” candaku. Tapi tetap aku melepaskan baju, celana sampai sempaknya dan kugantung dilemari.

    Wiwi yang melihatku melepas pakaian om bal ikut-ikutan memintaku hal yang sama “neng wiwi juga dong neng sekalian, kan neng asisten wiwi”

    “Sialan,ya udah lah aku gantung juga baju,celana dan under wear Nya kamu wi,, sini,,” sambil bercanda ku tepak pantat si wiwi ketika melepas underwearnya.

    “Wii,, kalau main yang hot dong,, masak kalah sama anak SMP ” ledekku ke wiwi.

    Kontan si wiwi cemberut dan si om ketawa terbahak-bahak, “iya niih malu kali adaa kamu neng”

    “Wah kalau malu malah aku tinggal ke lobi loh wi, bikin malu aja, rekomendasi aku tuh kamu main nyaa hot” sambilku colek kontol si om yang lagi di oral oleh wiwi, jujur saat itu akupun merasa penasaran dengan kontol Om bal.

    Merasa di ledek si wiwi menjawab “Okay,, Wiwi mainnya yang hot,, biar ntr neng juga horny liat nya”

    “hahaha,, coba aja kalau bisa,” ejekku sambil bercanda ke wiwi.

    Tidak lama dari ledek-ledekan dan candaan tadi, benar saja setelah itu wiwi dan om bal berciuman dan saling main lidah.

    “glekkk,,” melihat adegan itu aku tanpa sadar menelan ludah.

    Setelah puas berciuman aku melihat om bal menjilati lehet wiwi, dia mencium dan dan menjilati leher wiwi hingga kepundaknya. “Uhhh,,, ooh,,” aku mendengar suara wiwi mendesah nikmat saat om bal melakukan itu.

    Dari leher dan pundak ciuman om bal mulai perlahan tapi pasti mendarat di dada wiwi yang super besar. Dadanya yang berukuran 38 B itu seakan menantang untuk dijamah dengan pentil yang sudah tegak menantang

    Dengan rakus om bal menyedot dan memainkan lidah didada wiwi, “Uhh, Enakk omm,, Ehmm,,” wiwi terus mendesah.

    Om bal terus memainkan lidahnya di dada wiwi dipentilnya , aku melihat om bal menghisap dan bahkan menggigit pentil wiwi, “Argghh,,, enak omm,, trus om,,” wiwi terus meracau keenakan.

    “Uuuh,, terus om,, remas oom,,” seakan sudah lupa keberadaan ku disana wiwi terus mengerang keenakan.

    Aku melihat tangan om bal mulai mengelus-elus memeknya wiwi yang berbulu lebat. “Aahhh,, enak oomm,,”desar wiwi saat jari-jari om bal mulai memainkan memeknya.

    Wiwi trus mengelinjang dan mendesah, “Ahhh,,, nikmat om,, enak banget,, trus oomm,,”

    Mendengar desahan wiwi dengan semangat 45 om bal terus menghisap pentil si wiwi dan tangannya semakin cepat mengocok memek wiwi sampai terdengar bunyi keciprak..

    “Clapp,, clapp,,”, memek wiwi bunyi berkeciprak karena rangsangan luar biasa hingga menjadi sangat basah.

    Tanpa sadar aku mulai meremas dan memegang memekku sendiri, “Ehmm,,” aku mendesis karena merasa horny.

    Setelah 10 menit om bal melakukan foreplay dan rangsangan di dada dan memek wiwi, 2 titik wilayah kenikmatan seoarang wanita. Wiwi akhirnya mulau mengejang bibirnya mulai meracau tidak jelas “Oouugh.. om,, Enak,, Omm,, trus,, Arrrgghh,, Om trus,, wiwi mau keluar Aauchhhhhhhhhhhh,,” diiringin dengan teriakan panjang aku melihat badan wiwi mulai mengejang sambil menjambak rambut om bal.

    “Hmmphh,,” tenggorokanku menjadi kering melihat wiwi yang orgasme. Aku hanya bisa melirik dan menahan nafas.

    “Gila live show Nya panas, wiwi yang puas aku yang panas dingin”, aku membathin kesal.

    Aku kembali melirik mereka berdua dan aku lihat om bal kembali beraksi, dia menarik menarik badan wiwi keatas badannya dan membenam kan muka wiwi k selangkanganya mereke melakukan posisi 69.

    Wiwi yang sudan mulai bernafsu mengerti apa yang diinginkan om bal, dengan nafsunya yang sedang naik sampai puncaknya aku meliha wiwi langsung dengan nafsunya mengoral kontol om bal, dia menjilati kontolnya dari ujung lobang kencingnya sampai ke buah zakarnya om bal.

    “Ouuhhhhh….”, aku mendengar om bal mendesah rupanya wiwi sudah melancarkan serangannya disekitar selangkangannya, menjilati dan bahkan menghisap daerah sensitif om ba..

    “akhhhh….ouffffhhhhh….” om bal terus mendesah keenakan saat kontolnya dihisap bak seekor anjing yang baru menemukan tulang diantara sampah oleh wiwi… “ternyata wiwi bisa ganas kek ini juga,” aku membathin.

    “Uhhhh,,, Ehmmm,,” semakin lama memekku semakin berdenyut dan basah melihat om bal dan wiwi.

    “Ouhh,, Enak wi terus,, terus”, aku semakin horny mendengar desahan om bal, aku lihat wiwi terus mengemut kontol om bal, sedotan dan kocokan mulut wiwi membuat si om menarik nafas ke enakan.

    Tidak mau kalah Om bal pun menjilati dan menciumin Memek wiwi “Hmmm,, memek mu harum juga wi” puji om bal ke wiwi.

    Aku melihat wiwi tersenyum dipuji seperti itu oleh om bal, “Iyaa omm, jilatin memek wiwi om,,”

    Aku menjadi penasaran dengan pujian om bal dan ku lirik memeknya wiwi, ternyata walau berbulu lebat , bulu memek wiwi tertata indah dan rapi. Aku lihat om bal penuh gairah yang semakin menjadi menusuk-nusuk lidahnya kememek wiwi, menciumnya, menjilatinya, dan bahkan mengisapi cairan-cairan yang mulai menumpah membasahi memek wiwi tersebut.

    “Uhhmm,, Ahh,,” wiwi mendesah menikmati perlakukan om bal kedirinya.

    Aku melihat wiwi juga kembali melancarkan serangan ke om bal seakan tidak mau kalah. Selain mengocok kontol om bal, wiwi juga terlihat terlihat tidak jijik menjilati anus om bal.

    “hmm,, aah,,” aku semakin tidak bisa mengontrol diriku, ternyata wiwi bisa juga seliar ini pikirku, dan dia berhasil membuatku semakin merasa horny.

    Wiwi dengan semakin gencar melakukan kocokan batang kontolnya om bal hingga membuat si om bergetar badannya.

    Aku lihat kontol om bal menjadi sangat tegang, mengkilat karena basah oleh air ludah wiwi yang baru saja mengulumnya. Aku melihat wiwi berinisiatif naik ke atas badan om bal dan mulai memasukkan kontol om bal kedalam memeknya.

    ‘Uhhmm,,,” Wiwi mendesah begitu kontol om bal mencoba memasuki rongga memeknya.

    “Ahhhffff…ouhhh…” desah wiwi, kemudian kembali ia menarik tubuh om bal kearah tubuhnya serta mengarahkan kontolnya ke “gawang” kenikmatannya.

    “Blessshhhh….” kontol om bal sudah berada di memek wiwi, aku melihat wiwi pun meremas dadanya dan menggonyangkan pantatnya. Om bal mencoba mengimbangi wiwi dengan membantu gerakan maju mundur.

    “Ahh,,,” desah wiwi sambil mulai menggoyang pantat dan pinggulnya, naik dan turun,kadang kedepan dan kebelakang,

    “Claapp,, clapp,,” suara kelamin yg ketemu bersuara, tercium sensasi aroma khas wanita dah Wiwi mendesah dan nafas mereka sama2 terdengar ngos2an.

    “Sleeppsss…slupppss…ahhhhh” desah wiwi saat om bal menginstruksikan padanya untuk mempercepat gerakan.

    “Ohhhh… ahhhh..yaaa” desah wiwi.

    “Ayo dong wiii dipercepat lagi gerakannya…ohhh… dah mau keluar nih” pinta om bal.

    “Iya om wiwi juga mau keluar nich..oh..ouw”, racau wiwi menahan nikmat.

    “Tahan wi aku juga mau keluar, bareng-bareng” teriak om bal

    Mereka berpelukan sambil terus menggoyang pinggul dan pantatnya dengan tempo semakin lama semakin ceatt

    “Aahhhrggg,,,,,,, Wiiiiiiiii,,,, Ooomm,,,,,, Aaaaaahh” Keduanya mengerang bersamaan sambil berpelukan dan sedikit demi sedikit erangan itu mulai mereda.

    “Uhh,,” aku terus mengelus memekku sendiri melihat mereka mencapai. Tapi aku tidak peduli, aku ingin ikut bergabung tapi aku masih gengsi keinginan akan seks dan harga diriku saling berkecamuk dalam bathinku.

    Setelah mereka sedikit segar setelah klimaks yang dasyat yang baru saja mereka dapatkan wiwi bangkit dan berjalan kekamar mandi sambil tertawa dan berkata “betah banget neng cuma ngeliat doang, mau gabung ngak si om kontolnya gede banget, enak neng”

    “Uhhh,,” aku yang masih mengelus-elus memekku dan meremas dadaku sendiri. Jadi kehilangan akal karena ditantang seperti itu oleh wiwi.

    “Ok ronde ke 2 neng gabung tapi om bayarannya nambah dong masa beli 1 gratis 1. kaya d mini market”, candaku ke pada om bal, tentu itu hanya taktikku. Aku tidak mau dibilang cewe murahan dan soal harga diri aku tidak mau mengaku kalah dari wiwi dan mengakui bahwa aku tengah sangat horny.

    “Hahaha,,” Om bal ketawa mendengar permintaanku

    “Ok ntar di tambahin buat extra, om emang sudah lama juga neh ngerayu si neng tapi ngak pernah mau eh sekarang malah nantangin”, om bal berkata dengan wajah sangat senang, memang sudah sangat lama dia mengiginkan tubuhku dan aku tahu itu.

    Tidak lama setelah om bal dan wiwi selesai membersihkan diri dikamar mandi, tanganku di tarik oleh om bal dan si om mulai mencium bibir ku dengan penuh nafsu.

    “Mmmhh,,” aku mendesah nikmat.

    Sambil tangannya meraba-raba dan memencet puting putingku, wiwi pun tidak mau kalah dia mulai ikut menciumi dadaku. Dia meremas-remas dadaku.

    “Ahh,, uuhh,,” aku terus mendesah keenakan diperlakukan seperti itu oleh mereka berdua.

    “Uuuh,,Anjrit dobel fight neh” bathinku keenakan, setelah selesai berciuman om bal menyuruhku tidur di ranjang.

    Sepertinya dia sudah tidak tahan ingin mencoba bermain denganku setelah selama ini aku terus menolaknya.

    Aku tersenyum dan sambil terus diciumin oleh om bal serta wiwi aku berbisik ke wiwi “wi,, gimana kalau kita bikin si om ga bisa nginjak pedal gas mobil yu”

    Dengan ketawa si wiwi menjawab “ok bos,siap,,”

    Wiwi dengan ganasnya kemudian naik ke atas mulut om bal dengan sigap si om menyeruput memek wiwi sampai wiwi mendesis seperti orang kepedasn “ssttt,,, oo,, enak om”

    Melihat wiwi bersikap agresif seperti itu aku jadi ikut mengganas. Aku melihat kontol om bal sedang mengganggur aku langsung saja menjilati kontolnya dari ujung hingga ke pangkalnya dengan lidah sambil berputar membuat si om mengelinjing keenakan.

    “Mmmmh,, Uff,, ennaaak,, Neng,” om bal mengerang nikmat.

    Wiwi melihatku seperti itu akhirnya ikut-ikutan menaik turunkan selangkangannya dan mendesah nikmat, “Uhh,,, enak om,, terus omm”

    Ternyata om bal yang menerima service atas dan bawah membuat si om kewalahan juga, dia tidak tahan lagi dan dia menarik wiwi agar duduk d atas penis Nya yang menegang dan kembali di goyang oleh wiwi.

    “Uhh,, ayo wii,, goyang terus,,,” sambil om bal meremas-remas dada wiwi.

    Wiwi memang sangat mahir bergoyang dan menaik turun kan memeknya membuat si om mendesah, “aah,, enak,, wii,, terus goyang sayang”

    Aku pun tidak mau kalah dan segera kucium bibir om bal, menerima ciuman ku tangan om bal memegang dan meremas dadaku sedangkan tangan satunya lagi mengobok-obok liang vaginaku, “uhh nikmat sekali, om,, terus om”.

    Tanganku yang bebas kugunakan untuk memegang dan mengocok clistoris wiwi yang sedang bergoyang dengan hotnya. “Aahh,, neng apa yang kamu lakukan,,, Ahhh enak neng terus,,“

    Aku semakin cepat menggosok klitorisnya mendapat perlakuan seperti itu pertahanan wiwi akhrinya jebol juga wiwi ambruk di dada si om setelah berkata “Oouh.. wiwi mau ke luar lagi om enak,,,”.

    Nafasnya wiwi ngos-ngosan dia mengalami klimaksnya, Om bal yang masih belum mendapatkan orgasme bangkit dan menarik tanganku ke ranjang yg satunya lagi, meninggal kan wiwi yang masih tergeletak lemas,

    Dia menaiki badanku dan dengan sekali sentak kontolnya amblas ditelan memekku “Uuhh Uuuh,, Anjrit,, ayo om entotin neng om”, aku mendesah dan mengeluarkan kata kotor benar kata wiwi kontol om bal besar, panjang dan agak bengkok, ini membuat sensasi sendiri saat dia menggesek2an maju mundur, “Uuh,, nikmat,,” ini seakan membawa ku kelangit ke 7.

    “Oouhgg nikmat om,, terus entotin neng”, aku mulai terbawa nafsu, terus mengenjotkan pinggung dan bokongku.

    “Ahhkk…ahhkkk…ouhhh..” Erangku sambil melumat bibir om bal secara ganas.

    Goyangan demi goyangan membuatku semakin tidak tertahankan untuk mengeluarkan larva hangatku.

    “Akkkkhhhhh…..ougghhhhh…” desah panjangku mulai keluar

    “Eehmmm….ahhhhh..ouuu shitt,, ” Nikmat tiada tara kurasakan.

    “Ssst…ahhhhhhhhh”, om bal pun mengerang panjang dibarengi keluarnya sperma yang memuncrat dimemekku.

    “Ahhhhhh.. ouuuuu…. AAAah.” Hanya itu kata-kata yang dia ucapkan

    “Gila wi si eneng punya empot ayam, baru sebentar aja om dah ga kuat lawan dia, wah benar-benar ngak bisa nginjak pedal gas mobil neh,lemes banget”, om bal memujiku.

    Kami berdua pun ketawa karena om bal sampai sempoyongan jalan ke kamar mandi, Setelah kami bersih-bersih si om pun sudah kembali memakai baju dan celana Nya, dia mengeluarkan dompet dan berkata ambil semuanya neng, dan terima kasih ya sambil mencium pipi ku dan memeluk erat serta mencium pipi wiwi, dia pergi karna mau kembali ke kantornya dan besiap-siap ke singapore untuk meting

    Uang yang aku terima dari om bal aku kasih semua ke wiwi, dengan bingung dia berkata “neng aku cuma perlu 2 juta ini ada 5 juta, berarti 3 jutanya punya kamu”

    Dengan tersenyum aku bilang kepadanya “ga usah wi buat kamu aja semua,kamu kan perlu”

    “Gila kamu neng,, kamu kan juga abis di pake si om masa ga terima duit Nya” aku ketawa mendengar wiwi bilang seperti itu.

    “hahaha, wi,, neng tadi ikut-ikutan ML ama dia bukan buat d bayar tapi fun-fun aja,, neng tadi beneran pengen karena liat kalian berdua, ngak apa-apa duit itu buat kamu, Neng tau masalah kamu wi, sepupu kamu dah cerita ama neng kalau wiwi di kejar-kejar depcolector buat bayar kartu kredit yang di pake laki wi kan, ya sekarang wi tutup semua utang wi ke bank deh, ga enak punya utang sama yg begituan bikin pusing”

    Wiwi nangis dan memeluk ku sambil berkata “makasih neng,biar ini jadi rahasia kita ber dua ya” dengan mengerdipkan mata aku jawab “ok bos,siap” kami pun tertawa sambil keluar dari kamar itu.

  • Trisome Aku Istriku dan Temanku

    Trisome Aku Istriku dan Temanku


    436 views

    Trisome, Aku,Istriku dan Temanku …

    Istriku, Della dan aku telah berumah tangga selama beberapa tahun lamanya dan sering dalam tahun-tahun perkawinan kami tersebut aku berfantasi tentang dia bercinta dengan pria lain. Seorang pria sempurna yang menyetubuhinya dengan hebat dan membuat istriku mengerang keenakan menikmatinya.

    Dalam setahun belakangan ini, aku selalu mengungkapkan fantasiku ini ketika berada di atas ranjang dan kurasakan dia selalu menjadi lebih bergairah karenanya dan akan diikuti dengan permainan seks yang liar dan ledakan multi orgasme setiap kalinya. Masalahnya, jika diluar area ranjang Della tidak pernah mau mendiskusikan hal tersebut denganku, yang hal itu membuatku cukup merasa frustrasi. Jika aku berusaha untuk mengajak dia untuk mendiskusikannya dia langsung marah dan pergi. Della memang seorang wanita dengan latar belakang keluarga yang sangat ketat pendidikan agamanya.

    Istriku Della saat ini berusia 35 tahun. Tinggi dan berat badannya yang rata-rata tetap terjaga bentuknya karena rutinnya dia pergi ke pusat kebugaran dua kali dalam seminggu. Payudaranya juga sedang-sedang saja, tapi dia memiliki puting susu yang cukup besar saat gairahnya terbakar. Dan yang paling membuatku bangga beristrikan dia adalah wajahnya yang sangat manis dan teramat menarik, disamping kepribadiannya yang baik dan senyumannya yang selalu dapat meredakan amarahku. Dia juga seorang pasangan bercinta terbaik yang pernah kudapatkan.Akhirnya, kuputuskan agar fantasiku tentang dia bercinta dengan pria lain dapat terwujud, aku harus mencoba cara yang berbeda dengan jalan yang kupakai selama ini. Aku tahu dia sangat selektif terhadap pria. Maksudku selama perkawinan kami aku ingat ada sekitar empat atau lima pria lain yang mampu menarik perhatiannya. Kesemuanya dengan kepribadian yang unik, dapat kukatakan begitu, tinggi, gagah, dan menarik. Hasilnya, setelah sedikit ‘kembali ke masa lalu’, aku akhirnya menjatuhkan pilihanku pada seorang pria berumur sekitar tiga puluhan yang aku yakin memenuhi deskripsi tentang seorang pria yang dapat menarik perhatian Della. Aku bertemu dengannya saat sedang berkeliling di seputar kota. Namanya Thomas, dia sangat gagah dan tinggi dengan kulit yang kecoklatan, dan sangat menarik menurutku. Satu hal yang dapat menarik perhatian Della dari Thomas adalah tak hanya dia seangat menarik dan berkharisma, dia seorang pria bertipe jantan dan ‘jalanan’ yang sangat kontras dengan kami yang berpendidikan dan mapan.

    Di salah satu kafe di sudut kota, waktu pertama kali bertemu dengan Thomas, kukeluarkan selembar foto Della dan mengatakan padanya kalau aku ingin agar dia bercinta dengan Della. Dia menyukai fotonya dan kalau dia bersedia, syaratnya dia boleh bercinta dengannya sesuai gayanya, tapi pertama-tama kami harus membuat Della bersedia melakukannya.

    Kami membuat sebuah rencana agar Thomas dan Della dapat bertemu, disamping rasa takutku kalau Della takut dan marah dan semua kerja kerasku ini akan sia-sia. Akhirnya kami memutuskan kalau dia akan datang ke rumah besok malamnya dan pura-pura menjadi seorang teman lama yang sekian tahun tak pernah bertemu dan sedang singgah di kota ini dan mampir sejenak di rumahku.

    Malam yang kunantikan serasa tak kunjung tiba, aku tenggelam dalam hayalanku membayangkan bagaimana malam tersebut akan berlangsung. Disamping rasa takutku kalau Della akan marah besar padaku karena telah menyusun rencana ini tanpa persetujuannya, aku lebih takut kalau dia tak bersedia berhubungan seks dengan Thomas. Kuhabiskan waktu untuk menyalakan lilin, menghidupkan CD player dan memilih lagu yang tepat untuk menjaga situasi hatinya. Kemudian kubujuk dia agar memakai sepatunya yang berhak tinggi yang selalu membuatku bergairah saat bercinta dengannya. Kurebahkan dia di atas karpet lantai ruang keluarga dan mulai mencumbu vaginanya selama kurang lebih 15 menit hingga dia mendapatkan orgasme pertamanya. Dia mulai hanyut dalam irama yang aku buat, dengan cepat jadi sangat basah saat aku mulai menyetubuhinya dengan gerakan lambat dan panjang. Aku mulai khawatir tak mampu bertahan lebih lama lagi. Saat orgasmenya yang kedua mulai datang lagi akhirnya terdengar Thomas mengetuk pintu depan.

    Ketukan itu membuatnya langsung bangkit dengan sedikit ketakutan dan langsung bertanya siapa yang mengetuk itu, saat itu sekitar pukul 10 malam. Aku tak tahu, jawabku tapi aku akan segera mencari tahu dan mengusirnya pergi. Dia segera merapikan pakaiannya dan kutenangkan dia, aku tak akan mengijinkan siapapun masuk kemari, maka dia kembali rebah di karpet menggosok kelentitnya menungguku kembali dan menyelesaikan apa yang telah kami mulai tadi.

    Kubuka pintu dan menjumpai Thomas berdiri di sana dengan maskulin dan mata yang bercahaya. Kukedipkan mataku padanya dan segera menyuruhnya masuk dengan tenang. Kubisikkan padanya agar segera ke ruang keluarga. Saat ini Della pasti sudah mendengar kedatangan kami.

    Kami berjalan memasuki ruang keluarga dan kuperkenalkan Thomas pada Della yang duduk di sana memandanginya untuk beberapa waktu, bertanya-tanya siapa gerangan pria ini… dan apa yang sebenarnya sedang terjadi? Lalu dia memandangku, dan berbalik memandangi kami berdua bergantian. Aku takut dia akan marah tapi dia mengejutkanku dengan tenangnya berdiri membiarkan pakaiannya yang berantakan tadi terjatuh dikarpet. Dan kemudian berjalan mendekat lalu memberi Thomas sebuah pelukan sebelum kembali berbalik lagi dengan pantat dan payudaranya yang bergoyang saat dia berjalan untuk duduk di karpet itu lagi. Belakangan aku tahu kalau dia sudah menyadari saat aku menjawab ketukan pintu itu kalau semua ini sudah aku rencanakan. Saat pertama kali dia melihat Thomas, dia tahu kalau aku menunggu pria ini datang untuk bercinta dengannya. Dia akhirnya memutuskan untuk melakukannya saat mengetahui kalau Thomas seorang pria yang mampu menarik hatinya dan dia sudah siap untuk itu…

    Setelah dia duduk di atas karpet, kami bertiga akhirnya juga duduk di atas karpet sekitar satu jam agar merasa nyaman berbicara tentang sesuatu selain seks meskipun kami dapat merasakan aura seksual semakin terbangun naik. Della duduk dengan tenang meskipun hanya memaki sepatu bertumit tingginya dan payudaranya yang terpampang dengan bebas di depan kami berdua dengan sangat menggoda. Aku memergoki Thomas selalu memandangi payudaranya. Dapat kukatakan Della menikmati pengalaman ini karena dia juga malah menggoda kami berdua dengan mengatakan kalau wajah kami merah dan terangsang. Dia terlihat sangat santai dan mengontrol situasi ini, yang itu sangat membuatku tekejut.

    Dapat kulihat tonjolan besar di celana Thomas. Ukuran penis di baliknya terlihat besar (belakangan Della bilang padaku dia menyadari hal itu juga dan itu membuatnya sangat terangsang, membantunya memutuskan untuk bercinta dengan Thomas). Tidak ada seorangpun yang tergesa-gesa meskipun aku sangat ingin melihat Thomas berada diantara pahanya mengocoknya berulang-ulang untuk memberinya multi orgasme. Della kelihatan sangat menikmati setiap waktunya dan melakukannya dengan perlahan dan itu semakin membuatku frustrasi. Ini diambang titik dimana aku mengharapkan fantasiku menjadi nyata.

    Saat Della akhirnya benar-benar merasa nyaman, dia rebah tengkurap dan meminta agar punggungnya dipijat. Ini adalah tanda yang kami tunggu-tunggu dan dalam keadaan ini tak mengejutkanku jika Della lah yang mengambil inisiatif tersebut. Dengan cepat aku memberi Thomas kesempatan memberi pijatan pada paha dan pantat Della, sedangkan aku dengan berdebar-debar terfokus pada leher dan bahunya. Kubiarkan Thomas memberikan akses menyeluruh terhadapnya.

    Thomas mulai membelai pahanya dengan lembut. Setelah beberapa saat tangannya mulai bergerak naik hingga semakin mendekati vaginanya. Terlihat tubuh Della sering menggelinjang, tapi lalu dengan cepat Della menyembunyikan reaksinya tersebut. Setelah beberapa menit kemudian Thomas memindahkan sasarannya dan mulai meremasi pantat Della dengan kedua tangannya. Dapat kulihat area di sekitar vagina Della sudah menjadi basah saat Thomas menjalankan aksinya.

    Akhirnya, Thomas kembali pada gerakan awalnya tadi pada bagian dalam paha Della dan membiarkan jarinya berada di dekat vaginanya. Dia benar-benar tahu apa yang sedang diperbuatnya dan dia tahu reaksi yang diberikannya terhadap Della yang mulai menekankan pinggulnya dengan pelan ke karpet. Mereka berdua terlihat sangat menikmati permainan kucing dan tikus ini. Dapat kulihat penis Thomas mendesak keluar dari celananya dan membuat celananya seakan hendak robek karenanya. Dengan cepat diturunkannya risleting celananya dan segera mengeluarkan penis itu. Akhirnya dia tak mampu menahannya lebih lama lagi dan bergerak menaiki tubuh Della dan mulai menggosokkan penisnya naik turun di belahan pantat Della. Dapat kukatakan Della berada dalam dunianya sendiri saat ini, dan jika aku pernah berfantasi tentang dia yang bercinta dengan pria lain, mereka mewujudkannya saat ini. Della sangat sensitive perasaannya saat bercinta dan dia bisa merasakan betapa besar dan kerasnya penisnya yang menekan pada pantatnya itu. Dengan pelan Della mulai menggoyangkan pantatnya pada penis itu dengan mata terpejam, tapi apa yang tergambar pada wajahnya memberitahukanku betapa apa yang tengah dirasakannya sungguh menakjubkan.

    Tak lama kemudian, kulucuti pakaianku dan bergerak ke sofa didepan Della. Dengan cepat Della bengkit dan dengan bertumpukan kedua lengan dan kakinya dia mulai menghisap penisku. Della sungguh sangat terbakar gairahnya, dimasukkannya seluruh batang penisku hingga menyodok di tenggorokannya. Dengan posisinya itu membuat pantat Della tepat berada di depan Thomas. Della sepertinya memang menginginkan Thomas berada di belakangnya, berada tepat di belakang vaginanya yang sudah gatal. Aku tahu Della terlalu malu untuk ‘meminta’ begitu juga denganku agar Thomas segera menyetubuhinya dan dengan cara inilah Della mengungkapkannya… Thomas mulai membuat langkah pertamanya!

    Aku mengisyaratkan pada Thomas untuk melepaskan sisa pakaian yang masih melekat di tubuhnya. Aku tahu dia memiliki tubuh yang tegap, tapi saat dia melepaskan pakaiannya, tubuhnya terlihat sangat menakjubkan bagiku. Aku tahu Della juga akan menyukai bentuk tubuhnya Thomas dan apalagi penis besarnya itu nanti saat dia memalingkan wajahnya ke belakang melihatnya.

    Penis Thomas perlahan tumbuh membesar saat dia melepaskan pakaiannya. Kupegang bahu Della, mengehentikan hisapannya pada penisku, dan menyuruhnya berbalik menghadap pada Thomas yang berlutut di hadapannya. Rasa cintaku padanya sungguh meluap saat ini. Dia menerima Thomas dan menggenggam bola zakarnya dengan tangannya yang halus dan memasukkan penis Thomas yang masih belum erkesi penuh ke dalam mulutnya. Penis Thomas dengan cepat mengeras dalam mulutnya. Dia suka menghisap penisku hingga ke tenggorokannya, tapi saat dia mencoba untuk memasukkan penis Thomas sampai ke tenggorokannya, dapat kulihat dia mengalami kesulitan dengan ukurannya, dan dia hampir tersedak untuk beberapa waktu. Tapi itu malah membuatnya semakin terangsang dan dia terus berusaha memasukkan penis Thomas ke dalam sampai tenggorokannya dapat beradaptasi dengan ukurannya. Belakangan Della menceritakan padaku, jika saja ukuran penis Thomas se inchi saja lebih panjang, dia tak mungkin dapat menampungnya. Saat Della sibuk dengan ‘pekerjaannya’, kusingkirkan lepas celana dalamnya dan mulai menggosok vaginanya dari belakang. Salah satu fantasi terbesarku adalah menggosok Della saat dia menghisap penis besar pria lain dan sekarang aku tahu aku sangat menyukainya. Aku lihat Della sangat asyik dengan ‘pekerjaannya’. Kehangatan cengkeraman dinding vagina Della langsung kurasakan begitu kulesakkan penisku ke dalamnya.

    Aku mengayun pelan, kedua tanganku memegangi pinggulnya agar penisku dapat lebih dalam masuk ke dalam vaginanya saat tengan Thomas berada pada kepala Della menggerakkan seperti keinginannya saat dia menyetubuhi mulut Della. Dalam waktu yang bersamaan aku menyetubuhi Della dengan lembut dari arah belakang, Thomas menggoyangnya dengan keras, memasukkan batang penisnya sedalam-dalamnya ke mulutnya dengan tangannya menahan gerakan kepala Della. Della tersedak waktu Thomas berusaha merangsak semakin dalam. Aku dapat mendengar suara kekurangan nafasnya itu, tapi seperti seorang ‘jalang’ yang baik Della tak berhenti dan aku mulai dapat mendengar lenguhannya diantara suara nafasnya yang tersedak saat dia menggoyangkan pinggulnya mengimbangi ayunanku.

    Dengan semua yang tengah berlangsung ini dan pemandangan Thomas yang sedang menyetubuhi mulut Della, membuatku tak memerlukan waktu lama untuk berejakulasi di dalam tubuhnya, melumuri dinding vagina Della dengan semburan spermaku. Rasanya seperti kudapatkan orgasme terbesar dalam hidupku. Bisa kulihat orgasmeku dan oral yang diberikan Della mendekatkan orgasme Thomas. Aku ingin menyaksikan Thomas menyetubuhi Della dan keluar dalam vaginanya, maka dengan cepat aku segera bangkit dan menyuruh Della naik ke atas sofa, merangkak untuk baralih menghisap penisku, agar Thomas dapat menyetubuhinya dari belakang. Akan selalu kuingat saat Thomas menyelipkan penisnya ke vagina Della, seperti hal itu berhenti untuk beberapa waktu. Ini adalah fantasi yang sudah lama kudambakan.

    Yang membuatku kagum adalah betapa cepatnya gerakan Thomas yang sudah berada di belakang Della dan langsung melesakkan penisnya ke dalam vaginanya. Sepertinya dia hanya mengenal satu kecepatan, dan itu adalah mendorong masuk dengan cepat dan keras. Aku tak tahu apa dia pernah berpikir kalau kami akan menghentikannya menyetubuhi Della, atau kami menyuruhnya untuk memakai kondom terlebih dulu. Sebelum kami sempat bereaksi dengan apa yang dilakukannya dia sudah berada di belakang Della dengan sekejap. Dan seperti yang Della katakan padaku kemudian… Thomas bukannya memasukkan penisnya… Dia menghentakkan seluruh batang penisnya ke dalam vaginanya dengan hanya sebuah dorongan saja. Della juga mengungkapkan padaku kalau dia belum pernah meraskan sebuah penis yang begitu besar, begitu nikmat, dan belum pernah merasa terisi penuh seperti yang dirasakannya akibat penis Thomas saat itu, saat dia melesakkannya dari belakang. Itu membuat nafas Della terhenti sejenak dan dia memutuskan tak perduli apa Thomas memakai kondom atau tidak, atau kalau-kalau dia bisa jadi hamil karenanya. Della ingin dia menyetubuhinya dan merasakan dia menghantam dinding vaginanya dengan penis besarnya tersebut (dan Della belakangan juga menambahkan kalau dia suka dengan bola zakarnya, yang lebih besar dan lebih berat dari milikku dan lebih jauh menggantung, hingga saat dia sedang menyetubuhinya, kantung bola zakarnya itu akan menampar kelentitnya yang membuatnya menggelinjang kegelian).

    Tak perlu dikatakan lagi menyaksikan momen ini dan melihat ekspresi wajah Della saat dia menghisapku mendorongku dengan cepat ke batas akhir untuk yang kedua kalinya. Sepertinya aku keluar lebih keras dan lebih lama dari yang pernah kualami, yang menyebabkan Della membuka matanya dan menatapku dengan mimik yang lucu. Aku terus mengisi mulutnya dengan berjuta sperma yang dihisap dan ditelannya. Sebuah pengalaman pertama dalam hidupku yang sangat menguras staminaku dan membuat aku dua kali orgasme dengan hebatnya.

    Saat aku berejakulasi dalam mulut Della, Thomas menyetubuhinya dengan keras dan cepat dari belakang. Aku bangkit dan menyingkir dari medan pertempuran mereka, dengan cepat Thomas langsung membalikkan tubuh Della agar rebah pada punggungnya. Lalu Thomas kembali memasukkan penisnya yang terlihat semakin bertambah besar saja, dan mereka mulai berciuaman dengan rapat, kaki Della berada di bahu Thomas. Dengan kaki Della yang berada di bahunya, Thomas mulai mengayun dengan tenaga yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Lengan Della melingkari leher Thomas saat dia menghentak tubuhnya.

    Saat itu aku ingin menghentikan Thomas dan menyuruhnya agar memakai kondom agar Della tidak hamil. Tapi saat kulihat mereka berdua, dapat kulihat bahwa Della sudah terlalu jauh untuk dihentikan dan Thomas tengah berada dalam iramanya yang tak kutemukan celah untuk menghentikannya sebentar. Setelah beberapa menit melihat mereka berdua bergerak semakin keras, itu membuatku semakin terangsang hingga tak mampu berkata apapun, apalagi Della tak pernah meminta Thomas untuk memakai kondom. Mungkin saat ini bukan masa suburnya atau dia bahkan tak memusingkan hal itu. Disamping itu, hal ini sangat liar dan seksi bercampur menjadi saru menyaksikan seorang pria asing menyetubuhi istriku tepat di depan mataku sendiri… dan di rumahku sendiri… dengan seijinku. Kepala Della terlempar ke sana-kemari dan kedua kelopak matanya terpejam rapat saat dia dengan rela membiarkan Thomas menyetubuhinya. Yang membuatku sedikit terkejut ternyata jika Della sedang berada di puncak gairahnya, dia bias mengumpat sepeti seorang wanita jalang dan saat dia tahu Thomas akan segera orgasme dia menyuruhnya agar keluar jauh di dalam vaginanya! Aku hanya duduk di samping mereka, melihat, tapi aku tahu kalau aku mengingatkan Della tentang kondom, itu akan merusak semuanya dan dia akan sangat marah. Belakangan dia mengatakan kalau itu terasa sangat aneh merasakan penis Thomas mengisi penuh vaginanya tanpa kondom. Setiap Thomas mendorong, rasanya dia mendapatkan sebuah orgasme kecil. Saat akhirnya Thomas orgasme, dia dapat merasakan penisnya berdenyut meledakkan spermanya, dan spermanya menghantam jauh ke tempat yang belum pernah diraskannya sebelumnya. Waktu Thomas mulai oberejakulasi, Della mengerang keras, dia dapat merasakan penisnya menjadi bertambah besar, dan dia semakin keras menjerit merasakan sperma Thomas mengahantam jauh di dalam tubuhnya. Della mendapatkan orgasmenya sendiri karenanya, tubuhnya bergetar hebat, dia menyentakkan pinggulnya semakin merapat pada tubuh Thomas agar dia semakin masuk ke dalam.

    Ini membuatku terangsang sekaligus membuatku takut. Belakangan Della meyakinkanku kalu saat itu memang dia sedang tidak dalam masa suburnya dan syukurlah ternyata dia benar.

    Ini adalah permulaan dari serangkaian persetubuhan yang panas dan setiap kalinya tak kurang dari empat jam non stop kecuali untuk mandi berendam dengan air panas.

    Saat Thomas orgasme, dia rebah pada punggungnya tapi Della tak mengijinkannya beristirahat. Rambutnya terlihat basah oleh keringat melekat pada wajah, leher dan bahu dan dadanya yang semuanya terlihat bersemu merah setelah mendapatkan begitu banyak orgasme. Setiap saat spermanya akan meledak, Della segera menghisap penisnya jauh ke dalam tenggorokannya hingga penisnya mengeras kembali. Dengan penis besarnya tersebut, Thomas tak banyak mendapatkan wanita yang dapat menghisap penisnya hingga jauh ke dalam tenggorokan, maka setiap Della berusaha memasukkan penisnya ke dalam tenggorokannya membuat Thomas bergairah dan ereksi segera. Della belakangan mengatakan kalau dia belum pernah meraskan penis yang terasa begitu lembut dalam mulutnya.

    Yang membuat Della begitu bergairah saat berhubungan seks dengan Thomas adalah kenyataan bahwa Thomas mampu menyetubuhinya dengan sangat keras. Dan juga Thomas selalu menampar bongkahan pantat Della setiap kali dia mengayun sampai pantatnya merah dibuatnya. Serta gigitannya pada putting Della yang sangat sensitive, yang hanya dengan menggosoknya saja dapat memberinya orgasme, sangat menaikkan kenikmatannya. Della selalu menyuruhku agar berbuat lebih keras lagi terhadapnya saat bercinta tanpa harus menjadi kejam. Entah bagaimana, perlakuan Thomas itu membuatku khawatir sampai di mana batas ketahanan yang dimiliki Della. Aku menyadari hal itu saat melihat betapa sosok pria jalanan yang dimiliki Thomas selalu membuatnya bergairah kembali dengan perlakuannya yang keras dan cenderung kasar itu. Itu sangat kontras dengan gambaran percintaan kami selama ini. Meskipun sejak kusuruh Thomas untuk menyetubuhinya dengan caranya sendiri dan itu memang membuat Della bergairah dan liar.

    Della adalah satu-satunya wanita yang pernah kutemui yang benar-benar menyukai menghisap penis hingga ke dalam tenggorkannya dan menelan sperma seorang pria, dan dapat kulihat dia ingin Thomas agar keluar jauh di dalam tenggorokannya. Saat menghisapnya, Della mulai memasukkan jarinya ke dalam lubang anus Thomas diiringi dengan remasan tangannya pada kantung bola zakarnya yang membuat Thomas mengerang keenakan. Setiap kali Della menambah dorongan jarinya masuk ke dalam lubang anusnya, Thomas menggelinjang, lalu mengerang. Sangat erotis buatku, Della ingin merasakan spermanya seperti yang dikatakannya padaku kemudian. Aku terpesona menyaksikan mereka berdua yang terlihat sangat indah dan seksi dan tubuh Thomas yang selalu menggelinjang karena perlakuan Della. Dan akhir dari pertahanannya, dia mengangkat pantatnya naik dari atas karpet dan mengerang keras mengiringi ledakan spermanya. Thomas menahan belakang kepala Della agar tak bergerak. Belum pernah kudengar suara yang seperti ini, Thomas mengerang dengan nyaring, suaranya hampir menyerupai suara seorang wanita. Reaksi tubuh Thomas membakar gairah Della, dan dia tak akan melepaskan Thomas saat dia menghisap habis sperma Thomas hingga tetesan terakhir.

    Della menceritakan padaku berulang kali setelahnya bahwa dia menyukai rasa dari spermanya itu. Kupikir memang jelas Della menyukai apapun yang dimiliki Thomas. Setelah Thomas cukup pulih, dengan bercanda dia mengatakan bahwa dia keluar dengam dahsyat hingga dapat membuat langit-langit ruang keluarga ini jebol jika Della tak mengisapnya tadi. Della suka dengan antusiasnya dan mengatakan tidak apa-apa sekeras apapun dia keluar dalam tenggorokannya.

    Kami bertiga perlu istirahat dan pergi berendam dengan air panas dalam bak mandi. Aku pikir mereka berduia sudah selesai, tapi mereka mulai saling menyentuh, saat bibir mereka saling melumat, membuatku ereksi keras untuk yang ke empat kalinya. Rasanya aneh melihat mereka tak merasakan kelelahan dalam berhubungan seks. Mereka memasuki sebuah level yang baru. Della sedang bercinta dengan Thomas dan aku merasakan cemburu dan terangsang dalam waktu yang sama.

    Akhirnya, aku mengajak mereka keluar dari kamar mandi dan meneruskan kesenangan ini. Kami keluar dari kamar mandi dan hisapan Della membuat Thomas mengeras lagi dan Della naik ke atas tubuh Thomas yang duduk di atas sofa dan dia menyetubuhinya dengan liar sampai kupikir sofa itu akan patah dibuatnya. Nafas Della terdengar memburu saat dia berusaha meraih orgasmenya lagi dengan cara yang cepat. Jelas Thomas nampak belum selesai dengan Della karena saat Della akhirnya rebah dalam pelukannya dengan orgasme yang diraihnya, Thomas langsung mendorong tubuh Della merangkak di atas karpet dan memposisikan dirinya di belakang Della.

    Kupikir dia akan memasuki Della dari belakang lagi, tapi akau salah. Dengan lemah Della berusaha mencegah Thomas yang berusaha memasukkan penisnya ke dalam lubang anusnya, tapi Della terlalu lemah setelah orgasme tadi. Dengan mudah Thomas menepis penolakan yang diberikan Della dan meneruskan usahanya untuk masuk. Aku melihat saat dia melebarkan lubang anusnya dan menekan kepala penisnya yang besar membelah otot lubang anus Della yang rapat. Della menggelinjang dan dengan lemah memohonnya untuk berhenti, tapi Thomas tak mendengarkannya. Kupikir ini saatnya aku maju dan menghentikannya… tapi aku tak mampu, aku sudah sangat terangsang. Aku sudah tersihir dengan apa yang kusaksikan dan berharap dia memberikan anal seks pada Della. Della meronta berusaha menjauh dari penisnya, tapi kemudian Thomas mencengkeram dengan erat pinggul Della sampai meninggalkan bekas di sana. Lalu dia mulai memasukkan penisnya membelah lubang anus Della. Della tak menyadarinya, tapi matanya terpejam rapat ketakutan, yang malah membuat Thomas dan aku semakin bergairah. Della menatapku, mengisyaratkan agar aku menghentikan Thomas, tapi aku tak bertenaga, tak mampu bergerak atau bereaksi, aku begitu terangsang. Dia kembali menatapku dan aku mamberinya pandangan tak berdaya. Dia sadar kalau aku tak akan melakukan apapun dan akhirnya dia pejamkan matanya dan mencoba untuk tenang.

    Pada akhirnya usaha Thomas berhasil dan mendorong kepala penisnya masuk ke dalam lubang anus Della membuatnya merintih kesakitan, meremas karpet dengan kedua tangannya. Thomas terus mendorong sampai akhirnya batang penisnya masuk ke dalam lubang anus Della seluruhnya hingga kantung bola zakarnya dengan mengejutkan menghantam kelentit Della. Della lebih membenamkan wajahnya di karpet dan menjerit. Sekujur tubuhnya bergetar, dan dia mulai merintih kesakitan. Aku melihat mendekat dan dapat kutemui air matanya keluar membasahi pipinya. Dengan penisnya yang sudah seluruhnya tertanam dalam lubang anus Della, Thomas memegangi pinggul Della dengan erat dan memandangku dengan tersenyum lebar. Aku tak akan melupakan wajah puasnya yang menggambarkan kekuasaannya terhadap seorang wanita dan mendominasinya secara menyeluruh. Dia dapat melakukan apapun terhadap Della. Thomas mulai menyetubuhi lubang anusnya dan dapat kulihat Della akhirnya menangis dan masih tetap berusaha mengeluarkan penis Thomas dari dalam anusnya. Dia tak menikmati paksaan Thomas terhadap anusnya. Kukira mungkin Thomas akan berhenti, tapi dia terlihat yakin dengan apa yang dilakukannya meskipun Della masih berontak menolaknya, yang malah membuat lubang anusnya semakin merapat… dan semakin merangsang aku dan Thomas.

    Dengan senyuman dan pandangan yang mengatakan ‘lihatlah saat aku membuat istrimu menjerit dan orgasme yang tak pernah di alaminya sebelumnya,’ kemudian dia semakin mempererat pegangannya pada pinggul Della dan mulai bergerak mengayun keluar masuk dalam lubang anusnya yang kecil. Tak bisa kupercaya Thomas dapat memasukkan penisnya yang besar itu ke dalam lubang anus Della yang rapat dan kecil itu, tapi entah bagaimana dai dapat melakukannya. Belum ada yang sebesar itu memasukinya sebelumnya dan itu membuatnya kesakitan. Air matanya terus mengalir dan tubuhnya yang terus mengejang, tapi aku tak mampu menghentikan Thomas, karena belum pernah kurasakan se-terangsang ini dalam hidupku sebelumnya. Gerakan mengayunnya membuat suara aneh saat kantung bola zakarnya menghantam kelentit dan vagina Della berulang-ulang.

    Setelah beberapa ayuna panjang dalam lubang anus Della, akhirnya dapat kudengar suara basah yang keluar dari dalam lubang anusnya dan bersamaan dengan itu Della mulai terlihat tenang. Perlahan mulai dilepaskannya cengkeraman tangannya pada karpet, seiring dia yang mulai menggerakkan pinggulnya mengimbangi gerakan mengayun Thomas. Aku benar-benar terkejut! Thomas tak pernah menghentikan gerakannya dan kemudian yang terjadi sungguh tak dapat dipercaya… Della mulai mengeluarkan gumaman kata-kata dan suara yang belum pernah kudengar. Belum pernah aku merasa begitu bangga terhadapnya seperti sekarang ini. Aku lihat lubang anusnya melebar dengan rapat mencengkeram batang penis Thomas yang membuatku yakin mengira kalau lubang anusnya akan robek lebar. Setiap kali Thomas menarik penisnya keluar, anusnya akan tertarik keluar dengan rapat bersamanya. Stamina yang dimiliki Thomas sungguh mengagumkan (sejak dia mengalami orgasme berulang kali sepengetahuanku, kali ini dia masih mampu bertahan selama ini)

    Tiba-tiba sebuah erangan keras keluar dari mulut istriku saat dengan tanpa henti Thomas menyodok penisnya dengan sebuah hentakan keras ke dalam lubang anus Della sambil tangannya melebarkan bongkahan pantatnya agar dia dapat masuk sedalam mungkin. Kepala Della terlempar ke belakang dan dia mengerang berusaha menarik nafasnya yang terhenti. Dia tak lagi seperti seorang wanita yang kutahu selama ini saat bercinta. Thomas telah membawanya pada level yang belum pernah dimasukinya. Suara erangannya bagaikan seekor hewan. Thomas melihatku dari balik punggungnya, memastikan apakah aku melihat jelas lubang anus istriku yang di masuki oleh penisnya. Perhatianku terpecah antara melihat lubang anus istriku yang sedang dikerjai Thomas dan konsentrasiku pada masturbasi yang kulakukan saat ini. Dengan sebuah senyuman yang tak kumengerti artinya, dia meneruskan ‘pekerjaannya’ terhadap istriku tersayang, Della yang tak hentinya mengerang dan mendapatkan orgasme beruntun.

    Setelah 3 atau 4 kali orgasmenya kini tiada hentinya dia mendapatkan orgasme lagi secara berkesinambungan. Belum pernah kulihat seorang wanita di film atau dimanapun yang mendapatkan orgasme berkesinambungan seperti yang dialami Della malam ini. Tak dapat kupalingkan mataku dari penis Thomas yang bergerak keluar masuk dalam lubang anus istriku yang rapat. Cairan cinta Della terus mengalir pada pahanya. Tubuhnya terus menggelinjang dibawah ayunan pria yang menyetubuhinya tanpa henti

    Aku tak menghitung lagi berapa kali dia membuat Della orgasme, tapi Della mendapatkan orgasme berulang kali hingga dia dengan lemah berusaha merangkak, sedangkan penis Thomas masih menancap dengan mantap dalam lubang anusnya. Thomas tak ingin melepaskannya dan mengikutinya hingga Della merebahkan tubuh bagian atasnya di atas sofa. Dengan sigap Thomas langsung memegangi pinggulnya dan kembali menyetubuhinya hingga getaran orgasme menggoyang tubuhnya lagi. Della tak mampu lagi mengendalikan tubuhnya yang terbaring lemas di atas sofa membiarkan Thomas terus menyetubuhinya. Aku kagum pada stamina Thomas, aku harap dia mau berbelas kasihan barang sebentar terhadap Della, tapi dia tidak. Dia tetap mencengkeram pinggul Della dengan keras dan langsung mengocok lubang anusnya dengan tanpa ampun. Saat akhirnya dia mencapai orgasmenya sendiri, bagian matanya yang hitam seolah hilang lenyap ke dalam rongga matanya, dan dia mengerang keras sampai-sampai aku takut tetangga sebelah akan mendengarnya. Della tahu kalau Thomas akhirnya keluar dan dia menggoyangkan pantatnya dan mulutnya mulai mengerang memohon agar Thomas keluar jauh di dalam lubang anusnya. Dia meledakkan bom sperma yang amat dahsyat, dan kemudian jatuh terhempas di atas pantat Della, seiring Della yang kembali mendaparkan orgasme terbesarnya malam ini.

    Pemandangan ini terlihat sangat erotis dengan cairan cinta Della yang membasahi semua tempat, dan sperma Thomas yang meleleh keluar dari lubang anusnya. Saat Thomas berbaring kecapaian di atas lantai, Della tergeletak di atas sofa dengan sebuah lelehan sperma yang panjang turun dari pantatnya. Aku memandangi sperma tersebut yang tak terputus hingga akhirnya jatuh menetes di atas karpet dan membentuk sebuah pola basah yang semakin membesar.

    Setelah berejakulasi dia tergeletak di atas lantai membiarkan Della yang masih lemah dengan tubuh yang setengahnya berada di atas sofa. Dia juga teramat lelah untuk bergerak. Tak dapat kulupakan pemandangan setelah Thomas menarik keluar penisnya dan Della hanya diam terbaring di sana. Lubang anusnya tebuka lebar hingga anda dapat melihat ke dalamnya. Anal seks yang baru saja mereka lakukan meyakinkanku saat kulihat spermanya yang meleleh keluar dari dalam lubang anus Della kalau aku menyukai segala yang terjadi. Pemandangan tadi membuatku segera menaiki tubuh Della dan ‘menyumbangkan’ spermaku ke lubang anusnya yang sudah merekah. Lubang anusnya terasa sudah kendor dan membuka lebar.

    Sejak saat itu tiga kali lagi kami bersama menghabiskan waktu dengan bercinta dan bercinta lagi. Della jadi ketagihan menjadi budak seksnya dan bersedia melakukan apapun keinginannya. Dia menjadi sangat penurut terhadapnya dan menelan sperma se sering yang Thomas kehendaki, atau Della mengijinkannya menyetubuhi lubang anusnya. Sangat menarik mengamati perubahan yang terjadi pada diri Della, kuperhatikan dia menyukai di dominasi secara menyeluruh saat berhubungan seks. Thomas menyukai lubang anus Della dan dia sering menyetubuhi lubang anus Della saat kita bertiga melakukan persetubuhan dan Della selalu mendapatkan multi orgasmenya setiap kali Thomas melakukan itu padanya.

    Suatu kali Thomas mengikuti Della berjalan menuju ke kamar kami untuk mandi setelah bersetubuh selama 3 jam non stop. Thomas masuk ke dalam kamar mandi bersamanya dan mereka kembali bersetubuh di dalam kamar mandi tersebut. Aku melihatnya dari balik kaca kamar mandi, pemandangan yang kusaksikan semakin bertambah erotis dengan butiran-butiran air yang ada di sekujur tubuh mereka dan dia menyetubuhi Della dari belakang.

    Tiba-tiba, membuat kami kecewa, Thomas harus segera meninggalkan kota ini. Kami merindukan seks bersama Thomas, tapi selalu berterima kasih dengan pertolongannya terhadap Della dan aku sadar kami berdua menikmati ada seorang pria lain yang bercinta dengan Della. Pengalaman seksual Della bersama Thomas merubah seluruh kehidupan seksualnya dan bagaimana terbukanya dia terhadap eksplorasi kehidupan seksual kami. Untungnya dia tidak hamil setelah bersama Thomas.

    Aku sangat berhutang budi terhadap Thomas yang telah membebaskan gairah seksual Della. Pengalamani bersamanya dalam ‘permainan bertiga’ kami membuat Della menyukai melakukan hubungan seks dengan dua orang pria bersamaan, dan sekarang bahkan dengan wanita juga. Sejak dengan Thomas… dia sudah melakukannya dengan beberapa pria lain yang ukuran penisnya bahkan lebih besar dari penis raksasanya Thomas. Dia tak lagi merasa takut bersama dengan pria lain selain aku untuk bercinta. Dia menikmatinya. Dia menikmati seks, tapi kami berdua sepakat kalau dia tak akan melakukannya tanpa kehadiranku.

    Sekarang dia suka berpakaian seksi saat bertemu dengan pria lain untuk membuatnya terangsang. Kami melakukannya beberapa kali dengan pria lain dan itu sangat erotis bagiku melihatnya. Hidup rasanya jadi semakin baik dan semakin bertambah baik saja sekarang karena dia sangat berantusias dan senang dipuaskan oleh dua pria sekaligus dan bersikap seperti seorang putri saat melakukannya. Kami mengharapkan ada pasangan lain yang mau mencobanya bersama kami…

  • Threesome Sama Pembantu Sendiri

    Threesome Sama Pembantu Sendiri


    431 views

    Cerita Dewasa Seks Threesome Sama Pembantu Sendiri

    Di sebuah rumah di kota P, terdapat laki-laki muda yang masih single. Pria tersebut bernama Bonsa (samaran). Perawakannya ganteng dan berbody atletis, berkulit putih dan memiliki batang kemaluan yang besar dan panjang, dengan panjang 18 cm dan diameter 5 cm. Dia mempunyai libido sex yang tinggi, tidak jarang melakukan onani sampai setiap hari jika sedang bernafsu. Di rumahnya dia ditemani 3 orang pembatu yang masih muda dan seksi.

    Pembantunya semua wanita, yang pertama (dari umur), Mirna asal Malang, umurnya 25 tahun, sudah menikah (suaminya tetap di Malang) dan mempunyai dua orang anak. Walau sudah menikah, tubuhnya masih bagus, body seksi dan kulitnya putih susu. Payudaranya masih kencang, berisi, dan montok dengan ukuran 36B. Lubang kemaluannya masih rapat walau sudah pernah melahirkan 2 anak. Kedua, Marni asal Lumajang, status janda tanpa anak (cerai), umur 19 tahun, tubuhnya tinggi sekitar 175 cm. Bodynya seksi, payudaranya berukuran 36B juga tapi sudah menggantung, alat vitalnya bagus dan sedikit sudah longgar, tapi masih enak, rapih karena bulu kemaluannya dicukur habis. Ketiga, Parni asal Jember, umur 16 tahun belum menikah tapi sudah tidak perawan lagi, tubuhnya biasa dibandingkan dengan yang lain, tetapi sangat menggairahkan. Payudaranya besar berukuran 39A, kulitnya putih dan liang senggamanya masih sempit (baru satu kali melakukan hubungan sex).

    Hari kamis Bonsa pulang kerja lebih awal, tetapi dia sampai di rumahnya baru sore hari, karena dia tadi bersama temannya nonton film biru dulu di kantornya (ruangannya). Setelah sampai di rumah, Bonsa ingin langsung masuk kamar untuk melepaskan nafsunya yang terbendung dengan melakukan onani. Tetapi ketika hendak masuk kamar, Bonsa melihat pembantu-pembatunya bersenda gurau dengan menggenakan baju yang seksi, dengan hanya memakai rok mini dan atasannya “you can see”. Dia memperhatikan senda gurau pembantunya yang bercanda dengan memegang payudara temannya. Otak Bonsa cepat berpikir kotor, apalagi sudah dari tadi dia sedang bernafsu.

    Bonsa berjalan mendekati pembantunya yang berada di taman belakang, dia mengendap-ngendap mendekati Marni yang paling dekat dan membelakangiinya. Setelah dekat, dipeluk tubuh Marni yang berdiri dan langsung bibirnya bergerilya di leher Marni.
    “Tuann.. lepaskan Tuan, saya pembantu Tuan..” katanya.
    Tapi Bonsa tetap acuh saja dan terus menciumi leher bagian belakang milik Marni, sedangkan yang lain hanya diam saja ketakutan.
    “Aug..!” desah Marni saat Bonsa mulai meremas payudara miliknya.
    “Kamu semua harus melayaniku, aku sedang ingin bercinta..!” kata Bonsa seraya melepaskan pelukannya tapi tidak melepaskan genggamannya di tangan Marni.
    “Tappii.. Tuuan..” jawab mereka ketakutan.
    “Tidak ada tapi-tapian..” jawab Bonsa sambil kembali memeluk Marni dan mulai menciumnya.
    “Augghh..” desah Marni saat tangan Bonsa menyelinap ke selangkangannya dengan mereka tetap berciuman, sementara Parni dan Mirna hanya melihatnya tanpa berkedip (mungkin sudah terangsang), tangannya pun mulai masuk ke dalam roknya masing-masing.

    Ciuman Bonsa mulai turun ke arah payudara milik Marni, dikecupnya payudara Marni walau masih tebungkus BH dan kaosnya, sedangkan tangan Bonsa meremas-remas susunya yang kiri dan tangannya yang satunya sudah berhasil melewati CD-nya.
    “Augh..” desah Marni.
    Dibuka bajunya dan BH-nya, “Wau besar juga susumu Mar..” kata Bonsa sambil tangannya memainkan susu Marni dan memelintir puting susunya.
    “Ah, Tuaan bisaa aja, ayo dong nyusu duluu.. augh..!” jawab Marni sambil mendorong kepala Bonsa higga susunya langsung tertelan mulut Bonsa.
    “Augghh..” desah Marni merintih kenikmatan, sedang tangannya Marni masuk ke celana Bonsa dan langsung mengocok batang kejantanan Bonsa.

    Dijilat dan dihisap payudara Marni, tangannya meremas serta mempermainkan puting susunya, kadang digigit dan disedot payudara Marni.
    “Auughh..!” Marni berteriak kencang saat susunya disedot habis dan tangan Bonsa masuk ke liang senggamanya.
    Ciuman Bonsa turun setelah puas menyusu pada Marni, dijilatnya perut Marni dan membuka roknya. Setelah terbuka, terlihat paha putih dan liang senggamanya yang telah basah yang sangat membuat nasfu Bonsa bertambah. Sedangkan Mirna dan Parni sudah telanjang bulat dan melakukan masturbasi sendiri sambil melihat tuannya bercinta dengan temannya.

    Diciuminya bibir kemaluan Marni yang masih terbungkus CD.
    “Augghh..” desah Marni tidak kuat.
    Karena tidak kuat lagi, Marni mendorong kepala Bonsa dan langsung menurunkan CD-nya, setelah itu didorong masuk kepala Bonsa ke liang senggamanya.
    “Auughh.. ughh..” desah Bonsa saat lidah Bonsa menjilati bibir kemaluannya.
    Lidah Bonsa semakin liar saja, dimasukkan lidahnya ke liang itu dan dijilati semua dinding kemaluan itu tanpa ada sedikitpun yang terlewati. Klitorisnya pun tidak ketinggalan digigit dan dijilati.

    “Aauugghh.. aagghh..!” desah Marni.
    Lidah Bonsa terus menjilati bagian dalam vagina Marni. Marni mulai mengejang bagai tersambar petir jilatan lidah Bonsa. Tangannya mulai menjabak rambut Bonsa, tapi Bonsa tidak marah dan sebaliknya malah mempercepat jilatan lidahnya.
    “Aagghh.. aku mau keeluu.. uuaarr.. Tuua.. an..” rintih Marni.
    Dijilati terus Marni dengan lidahnya, dan akhirnya, “Croott.. crroott..!” cairan kental, panas, dan asin keluar dengan deras di lidah Bonsa, dijilati cairan itu dan ditelan Bonsa.

    Setelah itu Bonsa berjalan ke arah Parni yang sedang tiduran dan masturbasi. Ditidurinya langsung tubuh Marni, dicium payudaranya yang sudah mengeras. Dijilat dan digigit puting susu Parni dan Parni hanya mendesah saja, tapi tangannya masih di dalam liang kemaluannya. Sedangkan Marni masih menjilati tangannya yang habis membersihkan ciran yang keluar dari lubang senggamanya. Tangan Bonsa bergerak turun membelai semua sudut pahanya dan jilatannya mulai turun dari payudara Parni.

    Setelah puas menjilati bagian bawah dari payudara Parni (perut dan sekitarnya), Bonsa mulai memasukkan lidahnya ke liang kemaluan Parni yang sudah banjir.
    “Aaugghh..!” desah Parni ketika lidah Bonsa menjilati dinding kemaluannya.
    Tangan Parni meremas susunya sendiri menahan geli dan nikmat, dipelintir-pelintir sendiri puting susunya. Lidah Bonsa ditarik keluar dan digantikan tangannya, langsung masuk tiga jari sekaligus dan mulutnya beraksi lagi di susu Parni.
    “Auugghh.. aagghh.. ugghh.. ugh..!” desah Parni yang bergerak ke kanan ke kiri, menahan nikmat yang luar biasa.

    “Aagghh.. Parni.., mau.. kee.. luar Tuaa.. ann..!” teriak Parni sambil memasukkan tangannya ke liang senggamanya.
    Dengan maksud membantu mempercepat keluar karena Bonsa mengetahui Parni mau keluar, tangan Bonsa diganti dengan lidahnya dan tangannya memelintir serta meremas payudara Parni.
    “Aaaghh.. Parni.. keluu.. uarr..! Croott.. ccrroott..!” cairan panas membasahi lagi lidah Bonsa dan langsung Bonsa bersihkan serta menelannya (prinsip Bonsa menelan cairan dari kemaluan wanita adalah dapat membuat awet muda). Parni lemas sekitika, dia hanya meremas pelan buah dadanya, dan Bonsa mengecup bibir Parni.

    Kemudian Bonsa bergerak ke Mirna yang sedang berciuman dengan Marni temannya. Kaki Mirna sudah terbuka lebar dan terlihat lubang kemaluannya yang merah menyala, memperlihatkan banjir oleh cairan kental. Tangan Mirna terus meremas-remas payudara Marni dan demikian sebaliknya. Karena sudah terbuka kaki Mirna, maka Bonsa berlutut dan langsung menancapkan lidahnya ke liang milik Mirna.
    “Agghh..!” desah Mirna saat lidah Bonsa sudah menjilati liangnya dan juga menghisap klitorisnya.
    Mirna dan Marni terus berciuman, sedangkan Parni melakukan masturbasi lagi.

    Bonsa terus menjilati dan memasukkan tanganya ke kemaluan Mirna, dijilat dan dihisap terus sampai Mirna berhenti berciuman dan mengejang. Tubuhnya bergerak ke kanan dan ke kiri. Tangan Marni meremas susu Mirna, dan mulutnya menjilati susunya yang sebelah lagi, sedangkan tangannya masuk ke kemaluannya sendiri sambil dimaju-mundurkan.
    “Aagh.. uugghh.. saya mau.. keluar Tuu.. ann..!” jerit Mirna, dan Bonsa masih terus menjilati dengan cepat dan terus bertambah cepat.
    “Ccrrott.. ccrroott..!” keluar cairan panas membasahi lidah dan wajah Bonsa lagi, dan seperti sebelumnya, dijilati dan ditelan cairan yang keluar dari kemaluan Mirna.

    Setelah selesai menjilati kemaluan Mirna, Bonsa menarik tangan Marni dan menyuruhnya berposisi nungging atau doggy style. Dipukul pantat Marni dengan batang kejantanannya dan tangannya meremas susu Marni agar membangkitkan rangsangan lagi. Setelah terlihat merekah lubang kemaluan Marni, batang keperkasaan Bonsa pun langsung ditancapkan ke vagina Marni.
    “Aaagghh..!” desah Marni saat batang kejantanan Bonsa masuk semua ke lubang senggamanya.
    Bonsa pun mulai memompa secara teratur dan stabil, diselingi hentakan-hentakan yang tiba-tiba,”Aaagghh..!” desah Marni.

    Bonsa terus memompa dan sekarang mulai bertambah cepat, karena melihat Marni yang kepalanya mendangak ke atas dan berteriak semakin keras mengucapkan kata-kata kotor.
    “Agghh.. Tuan, rudal Tuan ennakk banget.. Saya mau keluar Tuu.. an..!” teriak Marni yang malah mempercepat sodokan Bonsa ke liang senggamanya.

    “Aagh.. saya keluu.. arr..!” tubuh Marni mengejang dan cairan keluar membasahi batang kemaluan Bonsa, terasa panas cairan tersebut.
    Dan setelah selesai, Bonsa mencium punggung Marni dan berkata, “Liang kamu juga enak, kapan-kapan layani tuan lagi ya..?”
    Marni hanya diam berbaring di rumput dan tangannya meremas susunya sendiri.

    Bonsa merangkak ke arah Parni yang duduk dan sedang masturbasi sendiri, sedangkan Mirna sedang menikmati jilatan lidah Marni yang bangun lagi ke kemaluannya. Diacungkan batang keperkasaan Bonsa ke arah Parni dan disuruh memasukkan ke mulutnya. Parni langsung menyambar batang kemaluan tuannya dan mulai menjilati serta memasukkan ke mulutnya.
    “Aagghh..!” desah Bonsa, “Kamu hebat juga ya kalau ngemut beginian..!” kata Bonsa memuji hisapan pembantunya.
    Parni memang ahli, dia menjilat dari ujung sampai ke buah zakar tuannya, kadang dimasukkan semua batang tuannya ke mulutnya dan disedot serta dimaju-mundurkan mulutnya. Setelah puas dengan kepunyaan tuannya, Parni meminta tuannya memasukkan keperkasaannya ke lubang kenikmatannya. Bonsa berbaring di rumput dan menyuruh Parni berada di atasnya. Parni menuntun batang kejantanan tuannya ke liangnya dalam posisi dia duduk di atas tuannya.

    “Aggh..!” desah Bonsa dan Parni saat kejantanan Bonsa masuk ke liang Parni.
    Bonsa mendorong pinggulnya untuk menekan kemaluannya masuk dan Parni menggoyangkan pinggangnya agar batang tuannya bisa maraba semua bagian dalam vaginanya. Naik turun dan bergoyang memutar Parni untuk mengimbangi sodokan liar tuannya. Tangan Bonsa pun meremas susu Parni yang bergoyang mengikuti gerakan Parni.
    “Agghh.. uuggkkhh..!” desah Parni.

    Parni pun terus berteriak mengeluarkan kata-kata kotor dan mendesah ketika dia merasa sudah mau keluar.
    “Aaghh.. ruu.. dall.. Tuan.. enak, saya.. mau.. keluarr..! Enakk..!”
    Bonsa mempercepat gerakannya dan demikian juga Parni.
    “Croott.. croott..” keluar cairan panas yang kali ini lebih panas dari milik Marni ke batang kemaluan Bonsa.
    “Kamu hebat Parni..” kata Bonsa sambil mengecup susu Parni.
    “Aghh.. Tuan juga hebat, kontol Tuan enak..!”

    Bonsa menarik Mirna yang menjilati bibir kemaluan Marni dan digantikan Parni. Setelah mengistirahatkan kemaluannya, Bonsa menyuruh Marni menjilati dan menyedot rudalnya agar berdiri kembali. Dan setelah berdiri, maka Bonsa memasukkan batang kejantanannya ke lubang kenikmatan Mirna dalam posisi tiduran (Mirna di bawah dan Bonsa di atas menindih).
    “Agghh..!” desah Marni saat batang kemaluan tuannya baru masuk setengah.
    “Rapet banget lubangmu Mir..!” kata Bonsa ketika agak kesulitan memasukkan seluruh batang kemaluannya.
    Dihentakkan dan disodok rudal Bonsa ke pembatunya, dan secara spontan Mirna berteriak merintih kesakitan karena milik tuannya terlalu besar dan dimasukkan secara paksa.

    “Aaghh.. iighh..!” teriak Mirna.
    Bonsa mendiamkan sebentar rudalnya yang telah masuk ke kemaluan Mirna. Setelah itu mulai dipompa pelan dan semakin lama semakin cepat.
    “Aghh.. uugghh.. koonn.. tooll Tuaann.. enakk..!” teriak Mirna saat sodokan Bonsa mulai tambah cepat dan mulut tuannya menghisap susunya.
    Bonsa terus menghisap dan memompa cepat rudalnya, dan Mirna mulai bergerak ke kiri ke kanan dan kemaluannya secara spontan mulai menjepit rudal tuannya yang berada di dalam sarangnya.

    “Aaaghh, sayaa.. keluarr.. uughh.. ughh..!” Mirna menjerit kencang tidak beraturan karena nafasnya mulai kehabisan menahan kenikmatan sodokan batang rudal tuannya.
    Akhirnya, “Crroott.. ccrroott..!” keluarlah cairan panas ke kemaluan Bonsa, dan cairannya sangat banyak hingga keluar mengalir dari liang senggamanya.
    “Boleh juga memek kamu dan susu kamu, nanti malam ke kamarku..!” kata Bonsa setelah mengecup bibir kemaluan Mirna yang sudah banjir dan masih mengeluarkan cairan.
    “Ah Tuan bisa aja, memang saya hebat..? Nanti malam saya akan jadi pembatu sexx tuan, dan saya berikan layanan super special dari memek saya ini, Tuan..”

    Karena masih berdiri tegak dan masih belum ejakulasi, maka Bonsa menyuruh pembantunya bertiga untuk menghisap dan menjilat kemaluannya sampai mengeluarkan sperma. Marni, Parni dan Mirna berebutan menghisap dan memasukkan batang kemaluan tuannya ke mulut mereka. Bonsa sudah merasa mau keluar dan ditariknya kemaluannya sambil mulai mengocok dengan cepat di hadapan wajah pembantu-pembantunya.
    “Aaaghh..!” desah Bonsa saat dia mengeluarkan beban sex-nya yang ada di alat vitalnya.
    Semburan sperma tadi mengenai wajah Mirna, Parni dan Marni. Karena sperma yang dikeluarkan sangat banyak, maka sampai mengalir ke susu mereka bertiga. Bonsa menyuruh Parni membersihkan sisa sperma di batang kejantanannya dengan mulut Parni, sedangkan Parni membersihkan kemaluan tuannya. Yang lainnya menjilati dan menelan sperma yang mengalir dan menempel di mulut, wajah, dan susu mereka masing-masing.

    Setelah selesai, Bonsa berkata, “Kalian semua hebat dan terima kasih atas pelayanan kalian. Kalian akan mendapatkan bonusku setiap akhir minggu atau semau kalian atau saya. Dan Mirna, jangan lupa nanti malam..!”
    Bonsa berrjalan mengambil pakaiannya dan masuk ke dalam untuk mandi.
    “Terimah kasih Tuan telah memuaskan kami, dan kami akan mengambil bonus Tuan.” jawab pembantu Bonsa ketika melihat tuannya masuk ke rumah.
    Mereka bertiga saling mencumbu, dan setelah itu masuk dan mandi bertiga.

    Demikianlah pengalaman sex Bonsa dan pembantunya yang masih berlangsung sampai sekarang, walaupun Bonsa sekarang sudah mempunyai istri dan dua orang anak laki-laki. Mungkin anak laki-lakinya meneruskan perilaku ayahnya.

  • Threesome Istriku dengan Laki-laki lain

    Threesome Istriku dengan Laki-laki lain


    331 views

    Threesome Istriku dengan Laki-laki lain

    Saya sekeluarga pernah tinggal di luar negeri selama 17 tahun dan sekarang kami sudah kembali ke Jakarta dan mempunyai tiga orang anak. Di bawah adalah cerita dari pengalaman seks saya dan istri saya dan ini benar-benar terjadi.

    Perkawinan kita bisa dibilang sangat bahagia demikian juga dengan kehidupan seks kami. Kita berdua sangat menyukai dan menikmati hubungan seks. Sampai saat ini pun kami masih menikmati dan menyenanginya. Keinginan untuk mencoba hubungan seks selain dengan pasangan sendiri selalu muncul dalam pembicaraan kita berdua. Dan bilamana itu dilakukan ketika kita sedang senggama, akan menambah gairah dan semangat. Kita sering membayangkan bagaimana enaknya bila kita disenggama atau senggama dengan orang lain. Oh iya perkenalkan nama saya Edo dan istri saya SANTI.
    Pada satu hari SANTI pulang dari jalan-jalan dan mengatakan bahwa dia ketemu dengan pria mix China Amerika yang sangat seksi. Saya memberanikan diri menanyakan apa dia tertarik dan ingin berhubungan badan dengan pria itu. Dia menjawab tentu mau dong.
    Akhirnya dia berhasil mengajak si pria tersebut ke rumah ketika saya sedang tugas keluar negeri. Saya sering bertugas keluar negeri untuk beberapa hari. Pada saat saya sampai di tempat tujuan saya, langsung saya telepon ke rumah dan menanyakan tentang rencana dia. Ceritanya nanti malam si pria akan datang sekitar jam 8 malam.
    Semalaman di hotel saya terpaksa bermain sendiri sampai keluar beberapa kali. Besoknya waktu saya sampai di rumah, langsung saya tanya tentang pria itu. Namanya Derrick. Kebetulan anak saya sedang tidur siang. Penis saya pada saat itu sudah sangat keras dan ingin cepat-cepat dimasukkan ke vaginanya.
    Derrick datang sekitar jam 9 malam, anak lelaki kita sudah tidur. Mereka mengobrol di ruang tamu dan mulai saling meraba badan masing-masing. Derrick mulai mencium dan meremas payudara SANTI. Vagina SANTI sudah mulai basah dan terasa di celana dalamnya. SANTI menganjurkan pindah ke kamar tidur untuk lebih nyaman. Sesampainya di kamar, Derrick melepaskan baju SANTI dan bajunya sendiri. SANTI bilang bahwa badan Derrick berbau harum bayi, terlebih lebih di sekitar penisnya. Yang sangat disayangkan oleh SANTI adalah ukuran penis Derrick. Langsung saja oleh SANTI penis Derrick dihisap agar menjadi keras dan besar. Tetapi penisnya tetap saja kecil.
    Derrick mulai mencium payudara dan badan SANTI dan turun ke bawah ke paha, SANTI mengharapkan bahwa Derrick akan menjilat vagina dan kelentitnya. Tetapi Derrick ternyata hanya lewat saja. Kebetulan pada saat itu SANTI memakai pembalut wanita karena dia baru saja selesai mens, tetapi vaginanya sudah bersih. Hanya saja Derrick mungkin merasa jijik. Derrick kemudian naik ke atas dan mencoba memasukkan penisnya yang kecil ke vagina istriku. Sangat sulit untuk Derrick memasukkan penisnya karena ukuran yang kecil dan vagina SANTI yang sudah terlalu basah karena rangsangan dari dia.
    Setelah berhasil memasukkan penisnya ke dalam, dia hanya bisa mempompa beberapa kali sebelum akhirnya mengeluarkan penisnya dari vagina SANTI. Ia bilang mau ke kamar kecil dan akan kembali secepatnya. Pengalaman SANTI dengan Derrick ternyata tidak memuaskan dan dia belum sampai orgasme kemarin. Penis saya pada saat itu sudah sangat keras. Langsung saja saya memasukkan penisku ke vaginanya yang telah basah dan siap untuk disetubuhi. Tidak lama untuk membuat kita berdua keluar bersamaan. Walaupun penis Derrick kecil tapi pengalaman tersebut cukup untuk membuat kita berdua terangsang sebelum bersenggama.
    Satu bulan setelah berhubungan badan dengan Derrick, pada satu malam kita berdua sedang mendengarkan radio kesukaan kita, SANTI mengatakan bahwa suara penyiar laki-laki sangat seksi. Saya bertanya apa yang akan dia lakukan? Tanpa mengatakan apapun juga, dia menghubungi stasiun radio dan berbicara dengan penyiar yang namanya Rick. Saya tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan. Tapi yang saya bisa lihat adalah SANTI sering sekali melipat pahanya.
    Setelah selesai berbicara, SANTI mendatangiku sambil berkata, Rick akan datang kira-kira 15 menit lagi. Saya merasa panik dan sangat terangsang. Sambil menunggu Rick datang, kita mulai memegang alat vital dan berciuman. Pikiran saya pada saat itu sangat bingung dan ada rasa cemburu. SANTI akan bermain cinta di depan mata saya.
    Tidak lama kemudian pintu diketuk dari luar. Saya bersembunyi di kamar anakku, dimana saya masih bisa melihat ke ruang tamu. Mereka berdua duduk di ruang makan dan saya hanya bisa mendengar suara mereka berbicara. Tidak lama kemudian mereka pindah ke ruang tamu dan duduk di sofa. Rick memeluk SANTI dan mulai menciumnya, pada saat bersaman tangannya bermain dengan payudara SANTI. Mata SANTI terpejam dan terlihat sangat menikmati apa yang dilakukan oleh Rick. Tangan SANTI mulai menggerayangi badan Rick dan mengelus-elus. Rick membuka baju atas SANTI dan mulai menghisap pentil payudara sambil memeras payudara yang lainnya. SANTI memeluk Rick dengan keras dan mulai memegang kepala dan mendorong ke arah payudaranya dengan lebih keras. Terdengar dia mendesah dan merintih-rintih kenikmatan.
    Tidak lama kemudian mereka berdua berjalan ke ruang tidur kita, sambil melihat kepadaku dan terseyum. Rick berbaring sambil menghisap payudara SANTI seperti anak bayi sedang menyusu. Setiap kali Rick ingin memegang vaginanya SANTI mendorong dan tidak mengijinkan Rick memegang vaginanya. Tangan SANTI terlihat menuju ke celana Rick yang pada saat itu memakai celana pendek. Tangannya langsung masuk dan terlihat meremas-remas penis Rick. Matanya tertutup dan menikmati hisapan Rick. SANTI kemudian melepaskan kancing celana Rick dan menurunkan celana ke bawah. Penis Rick dengan sendirinya keluar dan ukuran penisnya sangat besar, kira kira 13 inchi. Dengan diameter 3 inchi. Tangan SANTI terus meloco penis Rick dan semakin besar saja.
    Rick berusaha untuk memegang vaginanya tapi selalu disorong jauh. SANTI terus turun dan menjilat sambil mengulum penis Rick. Awalnya terlihat sangat sulit untuk dia memasukkan ke dalam mulutnya yang kecil. Penis Rick terlalu besar. Tapi dia berhasil juga mengulum walaupun tidak seluruhnya.
    Tidak lama kemudian Rick menarik SANTI ke atas dan menciumnya, tangan SANTI tidak berhenti mengocok penis Rick dan akhirnya sperma Rick keluar juga membasahi tempat tidur kita. Setelah itu Rick berpakaian dan pulang. Setelah dia pulang saya keluar dan mencium SANTI, terasa asin dan bau penis tetapi saya sudah terlalu terangsang untuk memikirkan lainnya. Saya memegang vaginanya dan basah sekali sampai licin sekali. Dia langsung menghisap penis saya dan menempatkan vaginanya ke mulut saya. Rasanya sangat nikmat menjilat vagina yang basah dan licin. Saya membayangkan bahwa hampir saja vagina ini dimasukin oleh penis yang sangat besar. SANTI mengatakan bahwa dia sebenarnya kaget juga melihat penis Rick yang sangat besar itu.
    Tiga hari kemudian, Rick menelepon ketika saya ada di rumah kira-kira jam satu siang. SANTI bilang kalau Rick mau datang ke rumah sebentar lagi dan dia minta ijin. Saya bilang silakan saja. SANTI bilang bahwa Rick akan datang kira-kira setengah jam lagi. Anak saya sedang tidur dan buru-buru kami siapkan kasur di ruang tamu untuk dipergunakan oleh mereka, ini agar saya bisa lihat dengan jelas apa yang dilakukan oleh mereka berdua. Cd-nya saya lepaskan dan segera menjilat vagina SANTI. Dia sudah siap dan sangat basah karena siang ini dia akan mainkan oleh penis yang begitu besar. Penisku dijilat dengan sangat rakus. SANTI sangat pintar menghisap penis dan membuat laki-laki kenikmatan. Saya lalu memasukkan penis saya ke vaginanya dan mulai memompa. Vaginanya membuat suara yang sangat seksi. Bell rumah berbunyi dan saya buru-buru melepaskan penis saya dari vaginanya, dan bersembunyi di belakang pintu. Dari balik pintu saya bisa melihat kasur dengan jelas.
    Rick masuk dan langsung duduk di kasur. SANTI menjelaskan bahwa dia baru saja tidur dengan anak kita dan sekarang sudah dipindahkan ke kamar. Tentu suatu kebohongan yang sangat membantu. Rick tidak membuang waktu segera dia mencium SANTI dan meraba-raba badannya. Payudaranya diremas-remas dan baju disingkap, puting payudara sudah keras dan siap untuk dihisap. Baju SANTI dilepas dan langsung putingnya dihisap oleh Rick. Mata SANTI merem-melek kenikmatan. Kepalanya goyang ke kiri-kanan dan dia mendesah-desah yang cukup keras.
    Tangan Rick turun ke bawah dan melepaskan rok mini SANTI. Terlihat di CD-nya basah mungkin karena tadi dia sudah saya persiapkan. Tangannya menyingkapkan CD ke samping dan mulai bermain dengan kelentit SANTI. Jari lainnya mulai keluar masuk ke dalam vagina SANTI dan SANTI menggoyangkan pantatnya mengikuti jari Rick. CD SANTI dilepas agar dia dapat memegang dengan mudah, mulutnya langsung menjilat kelentit SANTI dan terdengar erangan yang sangat keras dari mulut SANTI. Rambut Rick diremas dan kepalanya ditekan ke vagina. Kedua kaki diangkat ke atas sehingga Rick mendapatkan pandangan yang jelas dari vagina SANTI. Tangan SANTI kemudian memegang penis Rick dan mulai meremas-remasnya. Rick memutar dan memasukkan penisnya ke mulut SANTI. Saya di dalam kamar bermain sendiri dan hampir keluar. Penis Rick masih lemas sehingga mudah masuk ke dalam mulut SANTI. Perlahan-lahan penisnya menjadi besar dan dia memompa penisnya ke dalam mulut SANTI.
    Rick kemudian berjongkok dan menempatkan dirinya di atas SANTI dengan penisnya digosok-gosokkan ke vagina SANTI. Pantat SANTI diangkat ke atas dan pahanya dibuka selebar-lebarnya. Terlihat vagina SANTI merekah, setelah menggosok untuk beberapa saat, Rick mencoba memasukkan penisnya ke lubang vagina SANTI. Saya khawatir kalau-kalau penisnya terlalu besar dan akan menyakitkan SANTI. Rick menekan perlahan-lahan dan mengeluarkan lagi. SANTI mengangkat pantatnya ingin memasukkan penisnya sekaligus. Saya rasa Rick berhati-hati agar tidak menyakiti SANTI. Pelan-pelan penis Rick masuk ke dalam vagina SANTI dan terlihat vagina SANTI menjadi sangat besar dan lebar. Kelihatannya Rick sulit untuk memasukkan seluruh penisnya ke dalam vagina SANTI karena penisnya tidak sekeras kemarin. SANTI terlihat menikmati penis Rick dan mengerang sangat keras, sampai-sampai aku takut membangunkan anak dan tetangga. Kemudian Rick mencabut penisnya yang basah oleh lendir SANTI dan dia sendiri dan memasukkan ke mulut SANTI. Rick meminta SANTI untuk menghisap penisnya.
    Saya tidak percaya bahwa Rick melakukan hal demikian, selama ini SANTI tidak mau menghisap penisku setelah masuk ke dalam vaginanya. SANTI dengan tenang menghisap penis Rick dan menjilatnya bersih. Ini adalah pertama kalinya dia menjilat cairan vaginanya sendiri. Memang vagina SANTI tidak bau sama sekali, dia sangat menjaga kebersihan vaginanya.
    Penis Rick menjadi keras dan dia melepaskan dari mulut SANTI dan memasukkan kembali ke vagina SANTI. Kali ini penisnya masuk dengan mudah ke dalam vagina SANTI. Seluruh penis hilang ke dalam vagina SANTI, saya tidak percaya bahwa dia bisa menerima penis sebesar itu. SANTI bergerak dengan keras mendorong pantatnya ke atas setiap kali Rick menekan penisnya. Terlihat dia sangat menikmati penis Rick. Kakinya melingkar di pinggang Rick. Dari kamar saya bisa melihat dengan jelas penis Rick keluar masuk vagina SANTI. Pemandangan yang sangat seksi.
    SANTI mengerang dengan keras, saya yakin bukan karena sakit tetapi karena kenikmatan. Mereka berguling-guling di atas kasur tanpa melepaskan penis dari vagina SANTI. Sepertinya ini adalah pertama kali Rick memasukan ke vagina yang kecil dan ketat. Rick mencabut penisnya dan mengangkat SANTI ke atas dan memakan vaginanya. SANTI memutar badannya dan menghisap penis Rick yang berlumuran dengan cairan dari penis dan vaginanya sendiri. SANTI kemudian memutar badannya dan memegang penis Rick dan memasukkan ke dalam vaginanya lagi. Sekarang SANTI berada di atas Rick.
    Tangan Rick terlihat mengelus punggung SANTI dan meremas pantatnya yang sekal. Sekali-kali terlihat tangan Rick memegang vagina SANTI dan mencari kelentitnya. Jari Rick terlihat di luar lubang pantat SANTI, dan membasahinya dengan cairan dari vagina. Setelah basah dia memasukkan jari tengah ke dalam lubang pantat SANTI, SANTI berhenti bergoyang dan melihat muka Rick. Dia tidak menolak sama sekali ketika Rick memasukkan jarinya ke lubang pantat. Jari Rick terlihat keluar masuk di pantat SANTI. SANTI kemudian mencium Rick dengan intense, aksi Rick memasukkan jari ke pantat membuat SANTI tambah terangsang. Ini adalah pertama kalinya dia dikerjain lubang pantatnya.
    Pemandangan yang sangat seksi, kedua lubang SANTI dimainkan. SANTI menggoyangkan pinggul dan pantatnya sambil menekan penis Rick, saya ingat kalau SANTI sangat pintar mengecilkan vaginanya waktu penis saya di dalam vaginanya. Aksi memeras penis terlihat berdampak besar pada Rick, penisnya keluar masuk dengan lebih cepat dan badan SANTI terangkat ke atas beberapa kali. Penisnya masuk seluruhnya ke dalam vagina SANTI yang kecil itu. SANTI mengalami kesulitan bertahan tetap di atas badan Rick. Yang menjaga agar dia tidak jatuh hanyalah vaginanya yang terpaku pada penis Rick yang besar dan panjang itu.
    Dengan dorongan yang keras dan sekaligus, Rick mengeluarkan spermanya di dalam vagina SANTI, SANTI mengerang dan menggeliat kenikmatan. Dia selalu mengatakan bahwa yang paling dia suka adalah ketika sperma keluar dari penis dan menembak dinding di dalam vaginanya. Rick terus menerus memompa vagina SANTI, seakan-akan ini adalah orgasme yang terpanjang yang pernah Rick alami. Akhirnya dia berhenti juga. Rick memeluk dan mencium SANTI sambil mengelus badannya. Ketika penisnya dicabut, terlihat sperma Rick mengalir keluar vagina SANTI. Dengan mempergunakan tissue, sperma Rick dibersihkan dari vagina luarnya. Rick membantu membersihkan vagina SANTI. Badan SANTI terlihat menggelinjang ketika jari Rick menyentuh vaginanya. Tak lama kemudian Rick pulang meninggalkan SANTI di kasur.
    Begitu Rick pulang, saya buru-buru keluar dan tiduran di sebelah SANTI, vaginanya sangat basah dan lembek. SANTI pergi ke kamar mandi membersihkan vaginanya. Sekeluarnya dari kamar mandi SANTI langsung menghisap dan menjilat penisku yang sudah sangat keras. Saya meminta SANTI untuk memberikan vaginanya kepadaku, dia memutar tubuhnya dan menempatkan vaginanya di mulut saya. Terlihat merah dan lembek dan basah. Tercium bekas penis di vagina SANTI, tetapi aku sudah tidak bisa menahan diri lagi. Kujilat dan minum dari vagina SANTI. Rasanya nikmat dan menggairahkan. SANTI menggosok dan menekan vaginanya ke muka saya membuat muka saya basah oleh cairan vaginanya. Vagina luarnya terlihat sangat merah dan sedikit bengkak, saya rasa karena baru saja dia dimaini oleh monster penis dengan keras.
    Saya meminta SANTI untuk memasukkan penis saya ke dalam vaginanya persis seperti apa yang dia lakukan bersama Rick. Sebelum saya keluar, saya menarik penis dan memasukkan ke dalam mulutnya, betapa enaknya rasa penisku, setelah keluar masuk vagina sekarang dihisap oleh mulut SANTI. Saya menarik SANTI dan menciumnya, saya bertanya kenapa dia mau menghisap penis Rick setelah masuk di vaginanya, SANTI bilang karena dia sudah terlalu terangsang.
    SANTI kemudian memintaku untuk bermain lagi karena tadi dia tidak keluar ketika Rick menyetubuhinya. SANTI mengatakan bahwa penis Rick adalah penis yang ternikmat yang pernah dia rasakan, sampai saat ini SANTI telah merasakan 6 penis, empat sebelum kita menikah, dua orang bule dan dua orang Indonesia. Penis Rick terasa sangat dalam dan menyentuh peranakannya. Vaginanya terasa sangat lebar saat ini tetapi sangat nikmat. Awalnya terasa sedikit sakit ketika Rick memasukkan kepala penisnya yang besar, seakan-akan merobek vaginanya. SANTI masih mengharapkan untuk setubuhi oleh Rick karena tadi penis Rick tidak begitu keras seperti malam pertama. Malam itu saya dan SANTI habis-habisan menjilat dan senggama sampai pagi.
    Karena tidak mendapatkan penis Rick yang keras, SANTI berniat untuk mencobanya lagi. Pada satu malam SANTI menelepon stasiun radio dan berbicara dengan Rick. SANTI mengatakan kepada Rick bahwa saya sedang tidak di rumah. Rick datang sekitar jam 9 malam, anak kita sudah tidur dan saya sudah siap di kamar untuk mengintip. Ruang tamu sudah dipersiapkan dengan lampu baca yang mengarah ke kasur.
    Sebelum Rick datang, saya sudah menghangatkan vagina SANTI dan membuatnya basah. Sedikit dari sperma saya tertinggal di dalam vaginanya. Penis saya diusapkannya keseluruh mukanya. Ketika Rick datang mereka seperti biasa berbicara sambil tiduran di kasur. Rick melepaskan baju SANTI dan mereka berdiri di lutut mereka. Bajunya dilepaskan dan langsung saja penisnya keluar dan terlihat sangat keras. SANTI mencium dan menjilat penis Rick yang sudah besar dan keras. Kuluman SANTI membuat Rick hampir saja mengeluarkan spermanya, erangan Rick sangat keras, sebelum sperma Rick keluar, SANTI mencabut dari mulutnya dan SANTI tidur telentang di atas kasur.
    Rick langsung turun dan menjilat vagina SANTI yang sudah basah oleh sperma saya. Saya bertanya apakah Rick merasakan dan mencium bau sperma di vagina SANTI? Rasanya hal itu bukan masalah untuk Rick, dia dengan lahapnya menjilat dan mengulum kelentit SANTI. Saya rasa sangat sulit untuk menemukan kelentit SANTI, kelentitnya sangat kecil tidak seperti kelentit wanita lainnya. Mungkin terpotong waktu SANTI disunat. SANTI menggapai penis Rick dan mulai meremas-remasnya. Terlihat cairan putih bening keluar dari penis Rick, SANTI mempergunakan cairan untuk meloco Rick. Gerakan tangan SANTI membuat Rick menggoyangkan pantatnya seakan-akan sedang memainkan vagina. Tiba-tiba Rick merubah posisi dan memasukkan penisnya langsung ke dalam vagina SANTI dalam satu gerakan yang sangat cepat.
    Gerakannya terlihat sangat kasar, hilang sudah lemah lembut yang pernah dia perlihatkan. Mulai saat ini Rick bermain sama SANTI dengan sangat keras dan kasar. SANTI benar-benar dipergunakan sebagai objek seks. Saya sudah takut kalau-kalau Rick menyakiti SANTI, tetapi dilihat dari ekspressi muka dan gerakan SANTI ternyata SANTI menyukai dan menikmati apa yang dilakukan oleh Rick. Rick mencabut penisnya dan memasukkan ke dalam mulut SANTI sambil memegang belakang kepala SANTI, dia membantu SANTI naik turun sambil memasukkan penisnya kemulut.
    Rick kemudian berdiri dan mengangkat SANTI, mereka saling berpelukkan sambil berdiri. SANTI diangkat oleh Rick dan langsung memasukkan penisnya ke dalam vagina SANTI. Ini merek melakukan sambil berdiri. SANTI terlihat seperti anak kecil dalam gendongan Rick. Kaki SANTI terlihat merangkul pinggang Rick, berat badannya disanggah oleh penis Rick. Rick berusaha memompa sambil berdiri dan sekaligus mencium SANTI. Pantat SANTI terlihat merekah dan memberikan kemudahan bagi Rick untuk memasukkan jarinya ke lubang pantat SANTI. SANTI terlihat sangat menikmati coitus depan belakang. Pemandangan yang sangat seksi.
    Ketika Rick merasa capai, SANTI diturunkan dan Rick merebahkan diri di kasur. SANTI diangkat dan memasukkan penis Rick dari atas. Dari kamar saya bisa lihat penis Rick memaksa masuk ke dalam vagina SANTI yang kecil dan ketat. Vaginanya menjadi sangat lebar dan penis Rick menyentuh paha SANTI. SANTI menoleh ke kamar dan tersenyum ke saya sambil mengeluarkan lidahnya. SANTI memompa penis Rick secara teratur, setiap kali penis Rick masuk, terlihat vaginanya ikut masuk ke dalam dan cairan putih terbentuk di pinggir bibir vaginanya. Ketika penisnya keluar, terlihat vaginanya mengembang dan menjepit penis Rick. Mereka melakukan posisi ini cukup lama.
    Kemudian Rick mendorong SANTI dan bertumpu pada lutut dan tangan. Rick akan bermain doggy style. Ini adalah posisi yang paling disukai oleh SANTI. Rick mempompa vagina SANTI dengan sangat keras dan dalam, semua penisnya amblas ke dalam vagina SANTI. Tangan Rick yang lain dimasukkan ke dalam lubang pantat. SANTI setengah berteriak dan sangat menikmati penis Rick. Badannya menjulur ke depan, Rick tidak mau melepaskan penisnya mengikuti arah badan SANTI. SANTI benar-benar dalam keadaan yang sangat nikmat, desahan sudah berubah menjadi erangan dan erangan sudah berubah menjadi teriakan. Rick mencapai payudara SANTI dan mulai meremas-remasnya. Tak lama kemudian Rick mencabut penisnya dan menjilat vagina SANTI dari belakang. Vagina SANTI dibersihkan oleh lidah Rick.
    SANTI direbahkan di kasur dan Rick memasukkan penisnya dari atas, tangan SANTI membantu memasukkan penis Rick ke vaginanya. Kaki SANTI diangkat dan dilingkarkan ke pinggang Rick. Rick terus menerus memompa vagina SANTI. Badan SANTI yang kecil tenggelam ditutupi oleh badan Rick, yang terlihat oleh saya hanya pantat dan lubang vagina yang sudah diisi oleh penis Rick. Kadang-kadang terlihat tangan SANTI meraba dan meremas pantat Rick, sekali-kali jarinya dimasukkan ke dalam pantat Rick. Gerakan Rick bertambah cepat dan cepat, dengan erangan yang cukup keras Rick mengeluarkan spermanya di dalam vagina SANTI. Rick kemudian merebahkan diri di samping SANTI tanpa melepaskan penisnya dari vagina SANTI. SANTI melihat ke saya dan memberikan tanda bahwa yang satu ini sangat nikmat.
    Setelah Rick pulang, SANTI mencuci vaginanya dan meminta saya mengulang apa yang baru saja dilakukan oleh Rick. SANTI bilang bahwa dia belum keluar ketika Rick menyetubuhinya. Saya dengan senang hati memasukkan penis saya dan menjalankan tugas untuk membuat SANTI keluar. Penis Rick yang besar ternyata tidak dapat membuat SANTI keluar, mungkin terlalu besar.

     

  • Threesome Dengan Istri

    Threesome Dengan Istri


    207 views

    Cerita Sex Threesome Dengan Istri

    Siang di hari Sabtu itu terasa panas sekali, tiupan AC mobil yang menerpa langsung ke arahku dan ‘istriku’ kalah dengan radiasi matahari yang tembus melalui kaca-kaca jendela. Aku sedang melaju kencang di jalan tol menuju arah Bogor untuk suatu keperluan bisnis.

    Seperti telah direncanakan, kubelokkan mobil ke arah pom bensin di Sentul. setelah tadi tak sempat aku mengisinya. Dalam setiap antrian mobil yang cukup panjang terlihat ada gadis-gadis penjaja minuman berenergi. Sekilas cukup mencolok karena seragamnya yang cukup kontras dengan warna sekelilingnya.,

    Dari sederetan gadis-gadis itu tampak ada seorang yang paling cantik, putih, cukup serasi dengan warna-warni seragamnya. Ia terlalu manis untuk bekerja diterik matahari seperti ini walaupun menggunakan topi. Tatkala tersenyum, senyumnya lebih mengukuhkan lagi kalau di sini bukanlah tempat yang pantas baginya untuk bekerja.

    Aku sempat khawatir kalau ia tidak berada di deretanku dan aku masih hanyut dalam berbagai terkaan tentangnya, aku tidak sempat bereaksi ketika ia mengangguk, tersenyum dan menawarkan produknya. Akhirnya dengan wajah memohon ia berkata, “Buka dong kacanya..” Segera aku sadar dengan keadaan dan refleks membuka kaca jendelaku. Istriku hanya memperhatikan, tidak ada komentar.

    Meluncurlah kata-kata standar yang ia ucapkan setiap kali bertemu calon pembeli. Suaranya enak didengar, tapi aku tak menyimaknya. Aku malah balik bertanya, “Kamu ngapain kerja di sini?”

    “Mom, kita kan masih perlu sekretaris, kenapa tidak dia aja kita coba.”
    “Ya, boleh aja”, jawab istriku.
    “Gimana mau?” tanyaku kepada gadis itu.
    “Mau.. mau Mas”, katanya.

    Setelah kenalan sebentar dan saling tukar nomor telepon, kulanjutkan perjalananku setelah mengisi bensin sampai penuh. Istriku akhirnya tahu kalau maksudku yang utama hanyalah ingin ‘berkenalan’ dengannya. Ia sangat setuju dan antusias.

    Malam sekitar jam 20:00 HP istriku berdering, sesuai pembicaraan ia akan datang menemui kami. Setelah diberi tahu alamat hotel kami, beberapa saat kemudian ia muncul dengan penampilan yang cukup rapi. Ia cepat sekali akrab dengan istriku karena ternyata berasal dari daerah yang sama yaitu **** (edited), Jawa Barat.

    Tidak sampai setengah jam kami sudah merasa betul-betul sebagai suatu keluarga yang akrab. Ia sudah berani menerima tawaran kami untuk ikut menginap bersama. Ia sempat pamit sebentar untuk menyuruh sopir salah satu keluarganya untuk pulang saja, dan telepon ke saudaranya bahwa malam itu ia tidak pulang.

    Setelah cerita kesana-kemari akhirnya obrolan kami menjurus ke masalah seks. Setelah agak kaku sebentar kemudian suasana mencair kembali. Kini dia mulai menimpali walau agak malu-malu. Singkat cerita dia masih perawan, sudah dijodohkan oleh keluarganya yang ia belum begitu cocok.

    Keingintahuannya terhadap masalah seks termasuk agak tinggi, tapi pacarnya itu sangat pemalu, termasuk agak dingin dan agak kampungan walau berpendidikan cukup. Kami ceritakan bahwa dalam masalah seks kami selalu terbuka, punya banyak koleksi photo pribadi, bahkan kali ini kami ingin membuat photo ketika ‘bercinta’.

    “Udah ah, kita sambil tiduran aja yuk ngobrolnya”, ajak istriku.
    “Nih kamu pakai kimono satunya”, kata istriku sambil memberikan baju inventaris hotel.

    Sedangkan aku yang tidak ada persiapan untuk menginap akhirnya hanya menggunakan kaos dan celana dalam. Ia dan istriku sudah merebahkan badannya di tempat tidur, kemudian aku menghampiri istriku langsung memeluknya dari atas. Kucumbu istriku dari mulai bibir, pipi, leher, dan buah dadanya.

    Istriku mengerang menikmatinya. Aku menghentikan cumbuanku sejenak kemudian meminta tamu istimewaku untuk mengambil photo dengan kamera digital yang selalu kami bawa. Tampak ia agak kikuk, kurang menguasai keadaan ketika aku menolehnya.

    Setelah aku mengajarinya bagaimana menggunakan kamera yang kuberikan itu, kemudian kuteruskan mencumbu istriku. Dengan telaten kucumbu istriku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kini tamuku tampaknya sudah menguasai keadaan, ia dengan leluasa mengintip kami dari lensa kamera dari segala sudut. Akhirnya istriku mencapai klimaksnya setelah liang senggamanya kumainkan dengan lidah, dengan jari, dan terakhir dengan batang istimewaku. Sedangkan aku belum apa-apa.

    “Sekarang gantian Rin, kamu yang maen aku yang ngambil photonya”, kata istriku.
    “Ah Mbak ini ada-ada aja”, kata Rini malu-malu.

    Sebagai laki-laki, aku sangat paham dari bahasa tubuhnya bahwa dia tidak menolak. Dalam keadaan telanjang bulat aku berdiri dan langsung memeluk Rini yang sedang memegang kamera. Tangan kirinya ditekuk seperti akan memegang pinggangku, tapi telapaknya hanya dikepal seolah ragu atau malu. Kuraih kamera yang masih di tangan kanannya kemudian kuberikan kepada istriku.

    Kini aku lebih leluasa memeluk dan mencumbunya, kuciumi pipi dan lehernya, sedang tanganku terus menggerayang dari pundak sampai lekukan pantatnya. Pundaknya beberapakali bergerak merinding kegelian. Kedua tangannya kini ternyata sudah berani membalas memelukku.

    Kemudian aku memangkunya dan merebahkannya di tempat tidur. Kukulum bibir mungilnya, kuciumi pipinya, kugigit-gigit kecil telinganya, kemudian kuciumi lehernya punuh sabar dan telaten. Ia hanya mendesah, kadang menarik nafas panjang dan kadang badannya menggelinjang-gelinjang.

    Tidak terlalu susah aku membuka kimononya, sejenak kemudian tampak pemandangan yang cukup mempesona. Dua bukit yang cukup segar terbungkus rapi dalam BH yang pas dengan ukurannya. Kulitnya putih, bersih dengan postur badan yang cukup indah. Sejenak aku menoleh ke bawah, tampak pahanya cukup menawan. Sementara itu onggokan kecil di selangkangan pahanya yang terbungkus CD menambah panorama keindahan.

    Ia tidak menolak ketika aku membuka BH-nya, demikian juga ketika aku melepaskan kimononya melewati kedua tangannya. Kuteruskan permainanku dengan mengitari sekitar bukit-bukit segar itu. Seluruh titik di bagian atasnya telah kutelusuri tidak ada yang terlewatkan, kini kedua bukti itu kuremas perlahan. Ia mendesah, “Eeehhh..”

    Tatkala kukulum puting susunya, badannya refleks bergerak-gerak, desahnya pun semakin jelas terdengar. Kuulangi lagi cumbuanku dari mulai mengulum bibirnya, mencium pipinya, kemudian lehernya. Kemudian kuciumi lagi bukit-bukit indah itu, dan kemudian kupermainkan kedua puting susunya dengan lidahku. Gelinjangnya semakin terasa bergerak mengiringi desahannya yang terasa merdu sekali.

    Petualanganku kuteruskan ke bagian bawahnya. Ia mencegah ketika aku akan membuka CD-nya yang merupakan pakaian satu-satunya yang tersisa. “Ya nggak usah dibuka” ujarku, “Aku elus-elus aja ya bagian atasnya pakai punyaku”, bujukku. Ia tidak bereaksi, tapi aku langsung saja menyingsingkan CD-nya ke bawah.

    Tampaklah dua bibir yang mengapit lembah cintanya dihiasi bulu-bulu tipis. Kupegang burungku sambil duduk mengangkang di atas kedua pahanya, kemudian kuelus-eluskan burung itu ke ujung lembah yang sebagian masih tertutup CD. Agak lama dengan permainan itu, akhirnya mungkin karena ia juga penasaran, maka ia tidak menolak ketika kulepaskan CD-nya.

    Kini kami sama-sama telanjang, tak satu helai benang pun yang tersisa. Kuteruskan permainan burungku dengan lebih leluasa. Tak lama kemudian cairan kenikmatannya pun sudah meleleh menyatakan kehadirannya. Burungku pun lebih lancar menjelajah. Tapi karena lembahnya masih perawan agak susah juga untuk menembusnya.

    Ketika kucoba untuk memasukkan burungku ke dalam lembah sorganya, tampak bibir-bibir kenikmatannya ikut terdorong bersama kepala burungku. Menyadari alam yang dilaluinya belum pernah dijamah, aku cukup sabar untuk melakukan permainan sampai lembah kenikmatannya betul-betul menerimanya secara alami.

    Gelinjang, desahan, dan ekspresi wajahnya yang sedang menahan kenikmatan membuatku semakin bersemangat dan lebih percaya diri untuk tidak segera ejakulasi. Ia sudah tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Akhirnya kepala burungku berhasil menembus lubang kenikmatan itu.

    Kuteruskan permainanku dengan mengeluarkan dan memasukkan lagi kepala burungku. Ia merintih kenikmatan, ia pasrah saja dengan keadaan yang terjadi, karena itu aku yakin bahwa rintihan itu bukan rintihan kesakitan, kalaupun ada, maka akan kalah dengan kenikmatan yang diperolehnya. Selanjutnya kulihat burung yang beruntung itu lebih mendesak ke dalam. Aku sudah tidak tahan untuk memasukkan seluruh burungku ke tempatnya yang terindah.

    Kemudian kurebahkan badanku di atas tubuhnya yang indah, kuciumi pipinya sambil pantatku kugerakkan naik turun. Sementara burungku lebih jauh menjangkau ke dalam lembah nikmatnya. Akhirnya seluruh berat badanku kuhempaskan ke tubuh mungil itu. Dan.., “Blesss….” seluruh burungku masuk ke dalam surga dunia yang indah. Ia mengerang, gerakan burungku pun segera kuhentikan sampai liang kewanitaannya menyesuaikan dengan situasi yang baru.

    Setelah agak lama aku pun mulai lagi memainkan gerakan-gerakanku dengan gentle. Kini ia mulai mengikuti iramaku dengan menggerak-gerakkan pinggulnya. Selang berapa lama kedua tangannya lekat mencengkram punggungku, kakinya ikut menjepit kedua kakiku. Kemudian muncul erangan panjang diikuti denyut-denyut dari lembah sorganya.

    “Eeehhh…” desahnya. Aku pun sudah tidak tahan lagi untuk menumpahkan seluruh kenikmatan, segera kucabut burungku kemudian kumuntahkan di luar dengan menekan ke selangkangannya. “Eeehhh…” erangku juga. Kami berdua menarik nafas panjang.

    Setelah agak lama kemudian aku duduk, kuraih kaos dalamku kemudian aku mengelap selangkangnya yang penuh dengan air kenikmatanku. Tampak tempat tidurnya basah oleh cairan-cairan bercampur bercak-bercak merah. Ia pun segera duduk, sejenak dari raut wajahnya tampak keraguan terhadap situasi yang telah dialaminya. Aku dan istriku memberi keyakinan untuk tidak menyesali apa yang pernah terjadi.

    Besok paginya aku sempat bermain lagi dengannya sebelum check out. Betul-betul suatu akhir pekan yang susah dilupakan. Akhirnya ia kutitipkan bekerja di perusahaan temanku.

     

  • Threesome Dita Hani dan Aku

    Threesome Dita Hani dan Aku


    286 views

    Cerita Dewasa Threesome Dita, Hani dan Aku
    Butuhsex kali ini menceritakan pengalaman Cerita Sex Threesome Antara Seorang Pemilik bengkel dengan seorang pelanggan wanita bengkel itu. Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini. Awal mula Kisahku ini berawal kurang lebih 3 tahun yang lalu. Dengan kepandaianku mengelola bengkel saat itu aku telah memiliki banyak pelanggan di bengkelku. Kebanyakan pelangganku adalah para karyawan yang bekerja di wilayah perkantoran dekat bengkelku. Salah satu pelanggan setiaku sebut saja namanya Dita , dia berusia 33 tahun, dia adalah seorang manager di suatu perusahaan swasta yang ada didekat bengkelku. Kebetulan sekali dia mempunyai wajah yang cukup cantik, selain cantik ddiajuga mempunyai kulit putih bersih, berbodi bohay. Dan yang selalu menjadi pusat perhatianku adalah payudaranya. Ukuran Payudaranya cukup besar kira-kira ukuran 35b lah, tapi itu terlihat serasi sekali dengan postur tubuhnya yag cukup tinggi untuk ukuran wanita. Entah kenapa aku sering membayangkan jika suatu saat aku dapat merasakan dadanya yang montok itu, dan meremas bahkan mengulum putingnya susunya yang nampaknya terasa nikmat sekali. Hha
    Singkat cerita ketika malam itu setelah saya selesai menutup bengkel, saya berniat untuk pulang, karena saat itu mobil yang biasa saya pakai dipinjam oleh adik saya, sayapun berniat menggunakan Taksi untuk pulang. Ketika saya sedang menunggu Taksi tiba-tiba datang mobil sedan menghampiriku, lalu kaca mobil itu terbuka, setelah terbuka kacanya ternyata Dita yang ada dalam mobil sedan itu, kemudian diapun memanggilku, lalu…
    ” Hey Der, kog kamu disini emang nunggu apa dan mau kemana? mau aku antar nggak kamu ?” ujar Dita,
    “ Oh mbak Dita, saya kirain siapa mbak.hhe.. Boleh deh mbak kebetulan saya juga butuh tumpangan..hhe “ jawabku,
    Tanpa banyak berfikir dan basa-basi sayapun langsung memasuki mobil Dita itu. Selama dalam perjalanan kamipun mengobrol di dalam mobil dengan akarabnya karena memang Dita adalah pelanggan setdiabengkelku. Singkat cerita kemudian Ditapun mengajakku ke sebuah tempat Dugem didaerah Kota, sebut saja Kota A, kebetulan pada malam itu adalah malam minggu. Sngkat cerita sampailah kami di tempat dugem itu, Kemudian kamipun brgegas masuk dan mencari meja yang kosong dan strategis . Setelah mendapatkan tempat Ditapun berpamitan sebentar untuk mencari sesuatu. Tak lama kemudian Ditapun datang dan meengatakan,
    ” Kamu doyan Inexkan Der, aku udah pesenin 1 lagi untuk kamu,” kata Dita,
    “ Wah mbak tahu aja kalau saya doyan Inex ..hhe .. hanks ya Mbak “ jawabku,
    Kebetulan Untuk Dugem saya memang butuh dorongan inex, tapi cukup setengah, sementara satu setengahnya lagi untuk Dita. Ternyata takaran satu setengah baru cukup untuk Dita. Ternyata Dita suka triping. Tak lama Pesanan kamipun datang. Lalu akupun membayar bill-nya. Ditanganku sekarang ada dua butir pil inex, yang satu saya bagi dua. Dita segera menelan satu setengah, dan sisanya untukku. Setelah setengah jam, Dita terlihat semakin on. Maka kami berjoget, menari-nari, dan berteriak gembira di dalam diskotik yang penuh dengan orang yang sama-sama triping.
    Ketika saya berdiri, saya melihat Dita yang sudah “ON” berjoget dengan erotisnya, tak lama kemudian Dita menghampiri dan merapatkan tubuhnya yang mulus itu ke depanku. Dia mengenakan t-shirt putih dan celana warna gelap. Dalam keremangan dan kilatan lampu diskotik, dia nampak manis dan anggun. Saya kembali menyibukkan diri dengan bergoyang dan memeluknya belakang tubuhnya. Sesekali tangan ku dengan nakal meremas dada Dita yang masih tertutup kemeja, Tanganku kian nakal mencoba berkelana dibalik kemejanya dan meremas ke dua gunung kembarnya yang masih terbalut BH. Tanganku akhirnya dapat merasakan halus dari payudara Dita, jari-jari ku mencari-cari puting payudara Dita dengan menyusup ke dalam BH Dita.
    Dengan cepat sayapun meremas dada Dita dengan perasaan, lalu tanganku bergerak ke punggung Dita berusaha membuka pengait bra itu, aku sudah berhasil melepas pengait BH nya sehingga dengan bebas tangan kananku membelai dan meremas buah dadanya yang keras sementara tangan kiriku masih tetap mendekapnya dan mulutku pun menciumi leher jenjang itu, sambil tanganku memainkan puncak puting susu itu hingga memerah akibat remasan tanganku. Sementara Dita hanya memejamkan matanya meresapi setiap jamahan tangan dan terus bergoyang mengikuti irama, sembari saya terus mengelus dadanya sehingga membuat Dita dari gerakan tubuhnya Dita memang kelihatan ingin sekali dipuaskan, terlihat dari pantatnya yang montok dan masih terbalut rok, terus merapat menggesek-gesekan ke arah Penisku.
    ” Der, Kamu sudah on berat ya?” Ujarnya padaku,
    Akupun hanya tersenyum dengan pertanyaanya. Lalu kubeDitakan diri untuk memeluk tubuhnya sembari nencium pipinya. Pada pukul 01.00 pagi, DJ mengumumkan discothique akan terus buka sampai pukul 04.3 0. Pengunjung bersorak-sorai riang gembira. Tapi Dita kelihatannya sudah mulai Droop,
    ” Der aku capek nih,” keluh Dita.
    ” Masak iya sih kamu udah capek Mbak,” ucapku sambil terus memeluk erat dan menciumi leher nya,
    ” Der kita pulang yuk aku pingin istirahat nih” ” ujar dita padaku,
    ” Emang kamu mau pulang ke mana?” tanyaku,
    ” Terserah kamu aja deh mau ajak aku pulang kemana ” jawabnya,
    Setelah dia mengatakan seperti itu sayapun baru mengerti bahwa dia ingin melanjutkan malamnya ke tempat tidur bersamaku,
    ” Oh iya Der, sebenarnya aku udah booking kamar hotel di dekat sini Der, kesana aja yuk ” ujarnya,
    ” Okey deh Kalau begitu kita ke sana aja ” jawabku,
    Kemudian kamipun bergegas keluar dari diskotik tersebut dipenuhi dengan rasa puas dan senang. Kamipun segera menuju ke hotel yang sudah di Booking Dita. Sesampainya dikamar tiba-tiba Dita langsung berjoget, tapi kali ini tanpa musik , ditapun bernyanyi sembari melucuti pakaiannya pas seperti orang sedang menari striptis, saya hanya melihat dan duduk disebuah kursi sofa yang ada tepat didepan jendela. Sambil menari dan melucuti pakaiannya Dita menghampiri saya dan segera jongkok didepan saya sambil membuka resleting celana saya, saya hanya memperhatikan apa yang akan dilakukannya,
    ” Wuihhh…. besar sekali Penis kamau Der, mantap, Aku kulum ya penis kamu ” ujarnya,
    Belum sempat aku menjawab Ditapun langsung mengulum penisku yang sudah menegang sejak tadi,
    ” Ahhhh… Ssss… aaahhh… enak sekali dit kulumanmu… ooohhhh… “, ucapku,
    Kemudian Dita mengisap penisku dengan penuh nafsu, memang Dita sangat lihai dalam memainkan isapannya, sambil mengisap lidahnya terus menari dan meliuk diteruskan ke buah zakar saya, setelah 10 menit naik dan turun ddiaisap dan jilatin penis saya, Dita melemparkan tubuhnya ke atas kasur, dan jatuh telentang. Langsung saya menyergapnya, dan kami bercumbu dengan dorongan nafsu sangat tinggi karena pengaruh inex. Kemudian kamipun berciuman, beradu lidah dan bergantian mengisapnya. Kuciumi pipinya, matanya, keningnya, dagunya. Kujilati daun teHangaya, dan kusodok-sodok lubang teHanganya dengan lidahku. Tanganku tak diam. Mengelus dan meremas rambutnya, menyusuri leher dan belahan dadanya. Kuusuap-usap perutnya, punggungnya, dan bokongnya. Kubekap vaginanya yang ditumbuhi bulu halus nan rimbun. Jari manis dan telunjukku merenggangkan pinggiran vagina Dita. lalu jari tengahku mengorek-ngorek klitorisnya dengan penuh perasaan.
    ” Uuuh.. sshh.. aahh.. ” desah Dita,
    ” Ssshhhh,,, ahhhhh… ” desahku sembari terus mencumbunya,
    Kemudian aku menarik tanganku dari vagina Dita. Kini kedua tanganku mengelus-elus pinggiran payudaranya. Berputar sampai akhirnya meremas bagian putingnya. Akhirnya tanganku tercapai,
    ” Oooh..ssss… ahhhh… terus Der.. sss… ahhhh… ” desah Dita lagi,
    Saya jilati pinggiran buah dadanya, lalu menghisap putingnya,
    “Oohh.. Der.. ” Dita merintih nikmat. Dita bangkit dan mendorong aku supaya telentang,
    Kemudian Ditapun melakukan cumbuan meniru caraku. Diapun membekuk penisku dan mengelusnya dengan tekanan yang membangkitkan birahi. Dita memutarkan badan di atas tubuhku yang telentang. Diamenciumi dan menjilati penisku sementara vaginanya disumpalkan ke mulutku. Akhirnya Dita menjatuhkan diri ke tempat tidur dan menarik tanganku. Sementara buah dadanya kian kencang. Putingnya kian memerah. Nafasnya tersengal-sengal. Keringat sudah membasahi sekujur tubuhnya. Seperti keringatku. Juga nafasku. Juga si nagaku yang sudah meronta. Dia sepertinya bingung ketika kuambil dua bantal. Dengan lembut kuangkat tubuhnya, lalu bantal itu kuletakkan di bawah pantatnya untuk Menyangga tubuh bagian bawahnya. Membuat pahanya yang putih mulus kian menantang. Terlebih ketika bukit venus dengan bulu-bulu halusnya menyembul ke atas. Membuat magmaku terasa mau meledak. Ditapun mengerang saat lidahku kemudian jemariku mengelus-elus bulu-bulu itu. Ddiamenjerit saat kucoba menguak kemaluannya dengan jari telunjukku. Otot pahanya meregang saat kuhisap klitorisnya,
    ” Uhhh… Ssss…Ahhhh… Masukkan penismu Der, cepat der, ahhhh… ” rintihnya,
    Terdengar rintihan kenikmatannya kali ini terdengar nyaris seperti jeritan. Aku jongkok di pinggir tempat tidur, kutarik kaki Dita sampai bokongnya berada di tepi ranjang. Kusingkap selangkangannya, dan kulumat vaginanya yang sudah becek. Lalu Kubalikkan tubuhnya, kujilati bokongnya sambil sesekali setengah menggigitnya. Kukorek-korek anusnya dengan jari tengahku,
    “Ouuwww.. ooh.. sshh.. sayang, cepet masukan!” katanya memelas-melas,
    Semakin Dita memanas birahi, aku semakin terus mempermainkannya dan belum mau melakukan penetrasi. Aku melihat Dita sampai meneteskan air mata menahan orgasme,
    Dipegangnya penisku yang sudah membesar ini. Terasa penisku telah menyentuh bibir kemaluannya, akupun bergegas memasukan penisku dengan kudorong sedikit penisku kedalam Vagina Dit, dan
    ” Blesssssssss…. Ssss…ahhhhh… ” masuklah Penisku kedalam Vagina Dita,
    Kemudian akupun mulai memompa Penisku, Ketika kupacu dengan irama yang lambat dia mengerang, menjerit, merintih terus. Lalu aku berinisiatif untuk merubah Posisi Sexku. Kini kedua tanganku berada di belakang punggungnya. Membuat kaitan diantara ketiaknya. Dia meremas rambutku seiring dengan naik turunnya tubuhku. Kukunya mencengkram punggungku ketika kukayuh pantatku penuh irama. Naik dan turun. Tarik dan dorong. Rintihan dan jeritannya seakan tak kupedulikan. Aku berhenti di tengah jalan. Ddiameronta. Membuka matanya. Dengan wajah kuyu. Dari keringat kami yang menyatu. Tanpa diduga, dia mulai mengikuti irama permainanku. Dengan menahan rasa sakit dia menggerakkan pinggulnya memutar dan memutar. Sesekali menyentak tubuhku yang di atasnya. Tak lama kemudian Dita merubah posisi menduduki pahaku, memegang penisku dan dimasukkannya pelan ke vaginanya,
    ” Ahhh… Ohhhh… enak sekali Mbak goyanganmu ” ujarku,
    Tanpa merespon eranganku Dita terus bergoyang sambil menjerit kecil. Dadanya yang naik turun langsung kuremas. Lalu kubalikkan posisinya kebawah.Dan aku gantian memompanya dari atas. Aku terus memompa sampai akhirnya ddiamengerang panjang. Otot vaginanya berkontraksi meremas penisku,
    ” Ssss…Ahhhh… aku udah keluar Der… Ahhhh…” erang Dita,
    Ketika kami sedang asik-asiknya, tiba-tiba pintu kamar ada yang mengetuk, Akupun kaget dan sempat terhenti mencumbu Dita,
    ” Dit.. Dita ada suara cewek didepan kamar kita ” ujarku,
    ” Udah Terussin aja Der !!! Itu temanku, biarkan saja,” kata Dita,
    Kemudian pintu kamar kamipun diketuk lagi dan diikuti suara panggilan cewek,
    ” Masuk aja, Han, Pintunya enggak dikunci, kok” ujar Dita,
    ” Gila kamu yah Dit, Kitakan lagi ML, masa temenmu disuruh masuk sih …?” ujarku,
    ” Udah biarin aja, cuek aja aja sih …” kata Dita enteng sambil tersenyum manis,
    Kemudian teman Ditapun masuk begitu saja dengan cueknya,
    ” Idihh.. rupanya lagi pada asyik nih sori ya ganggu kalian,” kata Hani begitu membuka pintu dan masuk ke dalam kamar, ketika itu aku masih dalam posisi jongkok dan penisku masih di dalam vagina Dita,
    “Mana cowokmu tadi?” tanya Dita,
    ” Kalau ahu kamu pulang ke hotel bawa cowok, yah aku dibawa ke hotel lain” sahut Hani,
    Aku masih bengong mendengar percakapan dua cewek cantik itu. Tiba-tiba tangan Dita menarik tanganku yang tersampir di pahanya,
    “Ayo sayang goyangin penismu, jangan kalah sama Hana” desak Dita,
    Aku berdiri dan mengangkat tubuh Dita ke tengah tempat tidur. Penisku yang sudah tegang dari tadi, segera saya tembakkan lagi ke dalam lubang vagina Dita yang sudah tidak perawan tapi masih terasa lengket. Kami sama-sama merasakan kehangatan yang nikmat,
    ” Ahhhh.. Masukin yang dalem Penis kamu Der, cepet… Sssss…ahhhh… ” pinta Dita,
    Kemudian aku mulai memopakan penisku dengan penuh gairah. Sementara Hani pergi ke kamar mandi dan mengurung diri disana. Pengaruh inex membuat daya tahan persenggamaanku dengan Dita cukup lama. Berbagai gaya kami lakukan. Dita beberapa kali mengerang dan menggigit pundakku saat mencapai orgasme. Sementara penisku masih anteng di dalam vagina Dita,
    ” Uhhhh… Ssss… Ahhhh.. Aku capek Der kita istirahat dulu yah !!? ” rintih Dita,
    ” Bentar dong Dit, nanggung banfet nih, aku sangat menikmati hangatnya vaginamu,” rayuku sembari terus memompa penisku ke Vagina Dita,
    Kemudian Ditapun pasrah, tidak kuasa lagi menggerak-gerakkan tubuhnya yang lagi kugarap. Matanya terpejam. Aku semakin terangsang melihatnya tak berdaya. Kami sudah bermandikan keringat. Tapi penisku masih tegang, belum mau memuntahkan sperma. Akhirnya aku kasihan juga sama Dita yang sudah keletihan dan nampak tertidur meski aku masih menggagahinya. Aku mendengar bunyi keciprak-kecipruk di kamar mandi. Spontan aku bangkit dan melepas penisku dari vagina Dita. Dengan langkah pelan supaya tidak membangunkan Dita dari tidurnya, aku berjalan dan perlahan membuka pintu kamar mandi. Benar saja Hani sedang berendam di bathtup dengan tubuh bugil. Dia nampak sedang menikmati kehangatan air yang merendamnya. Kepalanya bersender pada ujung bath tub. Aku menghampirinya dengan penis yang masih tegang. Mata Hanipun terbuka dan kaget melihatku berdiri di sisi bathtup menghadap ke arahnya,
    ” Hahh, kok kamu kesini Emang Dita dimana ?” tanyanya setengah berbisik sambil matanya turun naik melihat ke arah muka dan penisku yang ngaceng itu,
    ” Tuh dia dia tidur, Ssssttt… jangan berisik,” kataku sambil naik ke dalam bathtup dan langsung menindih tubuh Hani yang sintal dan pasrah.
    Kemudian Kamipun mulai bergumul dalam cumbuan yang hot,
    ” Han kamu diatas yah.. ” ujarku pada Hani,
    Sekarang posisiku ada di bawah, ddiasegera naik keatas perutku dan dengan segera di pegangnya penisku sambil diarahkan kevaginanya, kulihat vaginanya indah sekali, dengan bulu-bulu pendek yang menbuat rasa gatal dan enak waktu bergesekan dengan vaginanya,
    ” Sssss…. Ahhhh… enak banget vagina kamu Han ” ujarku kepada Hani,
    ” Ahhh… Gombal kamu. Emang Enak mana sama punya Dita ? ” Tanya Hani padaku sembari memutar pantatnya yang semok,
    Rasanya penisku mau patah ketika diputar didalam vaginanya dengan berputar makin lama makin cepat,
    ” Ssss…ahhhh…Ohhhh.. Han… enak banget Goyanganmu Han ….ahhhh…” pujiku pada Hani,
    Kemudian aku bergegas bangun ssembari mulutku mencari pentil susunya, setelah kutemukan segera kuemut putting susu Hani,
    ” Ohhhh… yeah… ahhhh…aku mau keluar Der…Ssss…ahhh… Rasanya mentok Der… ahhhh…”” ujar hani mulai nampak akan orgasme,
    Memang dengan posisi ini terasa sekali ujung batangku menyentuh samapai ke peranakannya,
    “Ah.. ah.. eh..” suaranya setiap kali aku menyodok vaginanya.
    Lalu kugenjot vaginanya dengan cepat. Dia seperti kesurupan setiap dia naik turun diatas batangku yang dijepit erat vaginanya,
    ” Uhhhh… Ssss… ahhhh.. Aku mau keluar Han… Aaahhhh…” Desahku,
    Lalu kupeluk erat Hani Sembari aku melumat putting susunya. Kupompa vaginanya sampai kami tak sadar mengeluarkan desahaan dan rintihan birahi yang sampai membangunkan Dita. Dita tiba-tiba berdiri di pintu kamar mandi dengan tubuh bugil dan matanya menatap aku dan Hani yang lagi bersetubuh,
    ” Oh begitu cara kamu Der ya, enggak puas dengan aku kamu melampiaskan nafsu sexmu dengan Hana,” tegur Dita dengan nada manja, pura-pura marah,
    Dengan tiba-tiba Ditapun kini masuk ke dalam bathtup,
    ” Dit, ayo sini cepet gantian, aku sudah dua kali dibikin orgasme sama cowok kamu, sampai lemes nih rasanya, Cowokmu ini terlalu perkasa,” kata Hani,
    kemudian Hanipun menyingkir dan,
    ” Cepet sekarang giliran sama aku lagi, kita terusin yang tadi, sekarang aku bakalbuat penismu muntah penis kamu,” kata Dita,
    Segera Dita hampiri saya di dalam bathtub yang penuh dengan air, Sedangkan Hani menonton kami dan duduk di ujung bathtup sambil membasuh vaginanya. Ditapun kusuruh nungging, maka terlihatlah lubang vaginanya yang basah dan berwarna merah, kuarahkan kepala penisku ke lubang Vaginanya secara perlahan-lahan. Kutekan penisku lebih dalam lagi, dia menggoyangkan pantatnya sambil menahan sakit. Terdengar suara “ Cropp…crop “ bila kutarik dan kumasukan penisku di lubang vaginanya, mungkin itu karena suara air , hha. Ditapun semakin berteriak histeris. Lalu sembari memegang pinggiran Bathtub Ditapun menggoyangkan pinggulnya semakin cepat, dan tak lama kemudian Dita,
    ” Ohhh… ahhhh… Aduh Der aku nggak tahan lagi nih, rasanya pingin keluar,
    ” lebih cepat kamu yah gerakin penisnya…. Ssss..aaaaaaaaaaahhhhhhhhhh, aku keluar sayng… ohhh… ” ujar dita yang sudah Orgasme lagi,
    Tidak lama kemudian Ditapun terkulai lemas dan vaginanya kurasakan semakin licin, sehingga pahaku basah oleh cairan vaginanya yang keluar sangat banyak. Sebenarnya aku juga sudah nggak tahan ingin keluar, apalagi mendengar desahan-desahan yang erotis pada saat Dita akan orgasme. Cairan hangat terasa masih mengalir dari dalam vagina Dita. Aku masih terus menggenjot vaginanya. Wajah Dita terlihat pucat karena sudah keseringan orgasme. Melihat wajah cantik yang melemah itu, genjotanku semakin kupercepat,
    ” Ahhhh…. Dit… Ahhhh… aku mau keluar nih… Sssssahhhh…” ujarku sembari memompa Penisku kedalam Vagina Dita,
    ” Ssss… ahhhh… Keluarkan di dalam aja Der, kita keluarin bersamaan, Aku juga mau keluar lagi nih … ahhhh… ” ujar santi dengan desahanya,
    Kurasakan spermaku mulai mendesir ke batang Zakar nampaknya aku akan mencapai orgasme ,
    “ Ahhhhhh…. Crottt… Crottt… Crottt… Crottt… Ahhhhh…. “ desah kami bersama,
    Akhirnya tersemburlah spermaku kedalam Vagina Dita dan diikuti pula dengan Dita yang orgasme bersamaan denganku. Air maniku keluar dengan derasnya ke dalam vagina Dita dan Dita pun menikmatinya,
    “Akhirnya saya berhasil membuatmu mencapai puncak kenikmatan sayang,” kata Dita sambil memeluk dan menciumi bibirku. Terasa nikmat, licin, geli bercampur jadi satu menjadi sensasi yang membuatku ketagihan. Kami bertahan pada posisi itu sampai kami sama-sama melepaskan air mani kami.
    Setelah Penisku terlepas dari Vagina Dita kemudian akupun memanggil Hani,
    ” Han sini emut penisku, kamu sedit nih sisa pejuhku…” ujarku pada Hani,
    Kemudian Hanipun bergegas mendekat kepadaku dan melumat penisku,
    ” Eummm… ahhhhh… enak sekali pejuhmu” katanya sambil mengocok ngocok penisku mencari sisa air pejuhku,
    ” Sebentar lagi, nagaku akan bangun lagi lho. Lihat nih, sudah mulai menggeliat lagi…” kataku menggoda Hani,
    ” Wkwkwkwkwk.., ” tawa Dita dan Hani bersamaan dengan kompak karena candaanku tadi,
    Kemudian aku segera keluar dari bathtup mendekati Hani dan menyuruhnya membelakangiku. Dari belakang aku mengarahkan penisku ke vaginanya yang sudah basah lagi karena nafsu melihat saya dan Dita. Kemudian dengan terburu-buru Aku langsung memasukkan penisku kedalam Vagina Hani,
    ” Auww… Aduuh… pelan-pelan dong Der.., sakit nih Vagina aku … huhhh… ” katanya agak merintih,
    ” Upsss… Sorry ya Han, aku tadi terlalu nafsu sama kamu..hhe… ” kataku sambil tertawa kecil,
    Setelah itu tanganku mulai menyambar susunya yang menggelantung indah. Lalu aku mulai memaju-mundurkan pantatku sambil tanganku berpegangan pada susunya dan meremasnya,
    ” Sssss… ahhhh… Uhhhh… ahhhh…” Desah nikmat Hani ,
    ” Han.. vaginamu sempit sekali … nikmat Han… Ahhhh…. ” ujarku mengiringi kenikmatanku,
    Terdengar suara ” Zleeb…. bles… plak.. plak.. plak..” irama persetubuhan kami sungguh indah.
    ” Sssss… ahhhh.. Der, Hani mau keluar nih… Ahhhh…” katanya sambil kepalanya mendongak kebelakang,
    ” Iya Hani sayang, aku juga mau keluar nih, aku keluarin didalam ya han…. Ssss… ahhh…” kataku sembari terus menghunjamkan penisku dalam dalam vagina Hani,
    Kemudian kupercepat lagi gerakan Penisku ke Vagina Hani, Tak lama kemudian,
    “ Croot… Croot… Croot… “
    Akhirnya keluarlah Lendir nikmat kami bersamaan, lalu akupun mencabut penisku dari vagina Hani dan penisku terlihat basah dengan lendir kenikmatan kami. Singkat cerita kemudian kamipun berendam didalam Bathtupsembari menikmati sisa kenikmatan yang tadi kami lalui.  TAMAT.

     

  • Terbuai Sex Threesome

    Terbuai Sex Threesome


    223 views

    Terbuai Sex Threesome

    Cerita Dewasa – Di sebuah Bank asing, salah satu karyawan wanita yang bernama Rosa ini adalah salah seorang manager bagian pembehandaraan. Usia Rosa 32 tahun, dia adalah wanita berdarah Sunda. Status Rosa saat ini sudah tidak singgle lagi, dia sudah mempunyai anak 1laki-laki dan dia telah bersuami. Bebicara tentang gambaran Rosa adalah sebagai berikut, tubuh langsing tinggi badan 160 cm, dan dengan berat 48 kg.

    Rosa ini mempunyai kulit kuning langsat, berwajah cantik khas sunda. Selain canrik Wanita yang bernama Rosa ini mempunyai bentuk dan ukuran payudara yang tidak terlalu besar, walaupun dia sudah mempunyai anak namun payudaranya masih terlihat sangat padat dan kencang sekali. Ditambah lagi bentuk tubuhnya masih singset sekali layaknya seorang remaja yang masih segar dan menggairahkan.

    Pada saat itu Rosa dan Bryan ( atasan Rosa ) pergi ke Jogja untuk bertemu beberapa nasabah besar . Sesampainya di Jogja Rosa dan Bryan-puncheck in di hotel yang sudah di Booking sebelumnya. Setelah mereka Check-in, maka Bryan dan Rosa-pun langsung mengadakan kunjungan pada beberapa nasabah yang berlangsung sampai dengan setelah Dinner.

    Seusai selesai acara dengan beberapa nasabah tadi, Bryan-punkembali ke hotel bersama salah satu para nasabah wanita yang bernama Fani. Pada saat Fani dan Bryan melanjutkan acara mereka Di Bar untuk sekedar minum dan mengobrol saja. Pada awalnya Rosa diajak oleh Bryan, namun karena saat itu Rosa merasa sangat lelah, dan lagi Rosa tidak enak bila nanti mengganggu acara mereka, maka Rosa-pun kembali lebih dulu kembali ke kamar hotel untuk istirahat.

    Menjelang tengah malam, pada saat itu Rosa tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Rosa terbangun dikarenakan pada saat itu dia merasa tempat tidurnya bergoyang-goyang dan dia mendengar suara-suara aneh dikamarnya. Dengan perlahan-lahan Rosa membuka matanya untuk dan mengintip dari balik selimutnya bermaksud melihat apa yang sedang terjadi. Ketika dia mengintip, didalam hatinya sanagt terkejut, karena pada saat itu ternyata Bryan dan Fani sedang bergerumul di ranjang kamar hotel dimana disitu adalah tempat tidur Rosa. Saat itu Fani yang bertubuh mungil itu, berposisi di atas Bryan seperti layaknya penunggang kuda. Dengan naik turunya pantat Fani, saat itu Fani-pun mendesah liar tapi agak tertahan,

    “ Ssss…Aggghhh… Ughhh… ”, desah fani tertahan.

    Mungkin Fani takut terdengar oleh Rosa ketika dia menahan desahnya yang nampak tak tertahan dengan nafsu liarnya itu. Ketika itu kedua tangan Bryan-pun meremas-remas kedua payudara FAni yang kecil tetapi padat berisi itu. Rosa yang saat itu merasa kagok dan berada dalam posisi yang serba salah, dia hanya bisa diam dan berpura-puramasih tertidur.

    Dalam hati Rosa saat itu mengharapkan agar mereka cepat selesai dan Bryan segera kembali ke kamarnya, dan jika ini selesai dia bermaksud akan menegur Bryan dan Fani agar tidak melakukan hal seperti itu lagi di kamar Rosa. Seharusnya mereka dapat melakukan hal itu di kamar Bryan sehingga mereka dapat melakukannya dengan bebas tanpa terganggu oleh siapa pun.

    Dari aroma nafas mereka saat itu tercium aroma alkohol oleh Rosa, saat itu keduanya masih berada dalam keadaan mabuk. Saat itu Rosa berusaha keras untuk dapat tidur kembali, walaupun sebenarnya dia merasa sangat terganggu dengan gerakan-gerakan sexs dan suara-suara yang ditimbulkan oleh mereka. Pada saat Rosa mulai terlelap, tiba-tiba dia merasakan sesuatu sedang merayap pada bagian pahanya.

    Saat itu secara spontan Rosa-pun sangat terkejut dan tubuhnya tiba-tiba mengejang begitu saja. Karena pada saat dia melihat apa yang dirasakan, ternyata tangan kanan Bryan sedang mencoba untuk meraba-raba kedua paha Rosa yang masih tertutup selimut itu. Saat itu Rosa masih berpura-pura terlelap dan mencoba mengintip apa yang sebenarnya sedang terjadi.

    Rupanya permainan Bryan dan Fani sudah selesai dan Fani dalam saat itu keadaan kelelahan serta menikmati kepuasan yang baru didapatnya, lalu Fani-pun sudah tergolek tidur. Bryan yang masih berada dalam keadaan telanjang bulat dengan posisi badan setengah tidur disamping Fani. Dengan posisi bertumpu pada siku-siku tangan kiri, dan tangan kanannya sedang berusaha menyingkap selimut yang dipakai Rosa.

    Saat itu Rosa menjadi panik, pada awalnya dia akan bangun dan menegur Bryan untuk menghentikan perbuatannya, akan tetapi di pihak lain dia merasa tidak enak karena pasti akan membuat Bryan malu, karena dipikirnya Bryan melakukan hal itu lebih disebabkan karena Bryan masih berada dalam keadaan mabuk.

    Sampai pada akhirnya Rosa memutuskan untuk tetap berpura-pura tidur dengan harapan Bryan akan menghentikan kegiatannya itu. Akan tetapi harapannya itu ternyata sia-sia belaka, bahkan secara perlahan-lahan Bryanangkit dan duduk di samping Rosa. Tangannya menyingkap selimut yang menutupitubuh Rosa dengan perlahan-lahan dan dari mulutnya menggumam perlahan,

    “ Rosa Akung, mari kubantu menikmati sesuatu yang baru, sini aku bantu melepaskan celana dalam kamu, pakai celana dalam disaat tidur itu tidak baik ”,Ucap Bryan pada Rosa.

    Lalu sembari tangannya yang tadi meraba paha atas Rosa bergerak naik dan memegang tepi celana dalam Rosa, kemudian menariknya dengan perlahan-lahan ke bawah meluncur di antara kedua kaki Rosa. Badan Rosa menjadi kaku dan dia tidak tahu harus berbuat bagaimana. Rosa seakan-akan berubah menjadi patung, pikirannya menjadi gelap dan matanya dirasakannya berkunang-kunang.

    Bryan melihat kedua gundukan bukit kecil dengan belahan sempit di tengahnya, yang ditutupi oleh rambut hitam kecoklatan halus yang tidak terlalu lebat di antara paha atas Rosa. Jari-jari Bryan membuka satu persatu kancing daster Rosa,gairahsex.com sambil tangannya bergerak terus ke atas dan sekarang dia menyingkapkan seluruh selimut yang menutupi tubuh Rosa.

    Dengan tersingkapnya selimut itu maka terlihatlah payudara Rosa yang membukit kecil dengan putingnya yang kecil berwarna coklat tua. Sekarang Rosa tergolek dengan tubuhnya yang tanpa busana, tungkai kakinya yang panjang dan pantat yang penuh berisi, serta payudara yang kecil padat dan belahan di antara paha atas yang membukit kecil, benar-benar sangat merangsang nafsu birahi Bryan.

    Dia sudah tidak sanggup menahan nafsu, Torpedonya yang baru saja terpuaskan oleh Rosa, sekarang bangkit lagi, tegang dan siap tempur. Sejak saat itu Bryan bertekad untuk tidak akan membebaskan Rosa. Ia terlalu berharga untuk di biarkan, Bryan akan menikmati tubuh Rosa berulang-ulang pada malam ini. Kemolekan tubuh Rosa terlalu akung untuk disimpan oleh Rosa sendiri pikir Bryan.

    Bryan mendorong tubuh Rosa dan mulai meremas-remas payudara Rosa yang telah terbuka itu,

    “ Dengerin akung, kamu akan aku ajarin bagaimana cara menikmati sesuatu yang nikmat, asal kamu baik-baik da turuti apa yang akan aku tunjukkan ”, ucap Bryan.

    Kesadaran Rosa mulai kembali secara perlahan-lahan dan dengan tubuh gemetar Rosa perlahan-lahan membuka matanya dan memperhatikan Bryan yang sedang merangkak di atasnya. Rosa mencoba mendorong badan Bryan sambil berkata,

    “ Bryan, apa yang sedang kau lakukan ini? ,Sadarlah Bryan, aku sudah bersuami, jangan kau teruskan perbuatanmu ini! ”, ucap Rosa pada Bryan.

    Karena menganggap Bryan berada dalam keadaan mabuk, Rosa mencoba membujuk dan menggugah kesadaran Bryan. Akan tetapi Bryan yang telah sangat terangsang melihat tubuh Rosa yang molek halus mulus dan bugil di depan matanya mana mau mengerti, apalagi Torpedonya telah dalam keadaan sangat tegang.

    “ Woww… So Beautiful !!! Lihat payudaramu akung, padat dan kenyal sekali pas sekali dengan seleraku. Kamu memang benar-benar pintar merawat tubuh ”, kata Bryan sambil menekan tubuhnya pada tubuh Rosa.

    Rosa berusaha bangun berdiri, akan tetapi tidak bisa dan dia tidak berani terlalu bertindak kasar, karena takut Bryan akan membalas berlaku kasar padanya. Sedangkan dalam posisinya itu saja ia sudah tidak ada lagi kemungkinan untuk lari. Sambil menjilat bibirnya Bryan berbaring di sisi Rosa.

    “ Rosa, lebih baik kamu mengikuti kemauanku dengan spermas, kalau tidak aku akan paksa kamu dan aku perkosa kamu habis-habisan. Kalau kamu turutin, kamu akan merasakan kenikmatan dan tidak akan sakit ”, ucap Bryan sedikit menggertak Rosa.

    Lalu tangannya ditangkupkan di payudara Rosa, sambil meremas-remasnya dengan sangat bernafsu, sambil merasakan kehalusan dan kepadatan payudara Rosa.

    “ Body kamu oke banget! ”, kata Bryan.

    “ Coba kamu berputar Rosa! ”, perintah Bryan .

    Perlahan-lahan dengan perasaan yang putus asa Rosa berputar membelakangi Bryan. Dan dirasakanya tangan Bryan sekarang ada di pantatnya meremas dan meraba-raba.
    Kemudian Bryan menyibakkan rambut Rosa, dan dihirupnya leher Rosa dengan hidungnya sementara lidahnya menelusuri leher Rosa. Sambil melakukan hal itu tangan Bryan berpindah menuju kemaluan Rosa.

    Pada bagian yang membukit itu, tangannya bermain-main, mengelus-elus dan menekan-nekan, sambil berkata,

    “ Kasihan kamu, Rosa, pasti suami kamu tidak tahu cara membahagiakan kamu? , Tapi tenang aja akung, dengan aku, kamu nggak bakalan bisa lupa seumur hidup, kamu bakalan merasakan bagaimana menjadi wanita sejati! ”, ucap Bryan sembari memutar kembali tubuh Rosa.

    Setelah itu Bryan mengambil tangan Rosa dan meletakkannya di kemaluannya yang telah sangat tegang itu. Ketika merasakan tangannya menyentuh benda hangat yang besar lagi keras itu, tubuh Rosa tersentak, belum sempat Rosa dapat berpikir dengan jelas, terasa badannya telah ditelentangkan oleh Bryan dan dengan cepat. Kemudian dengan cepat Bryan telah memposisikan diri dengan posisi yang strategis.

    Dengan jongkok di antara kedua kaki Rosa, maka posisi Rosa-pun secara otomatis terkangkang akibat tekanan lutut Bryan. Lalu dengan sebelah tangannya Bryan-pun menuntun Torpedo-nya yang besar, Bryan lalu menempelkan ujung Torpedonya ke bibir vagina Rosa,

    “ Apa kamu mau aku masukin itu? ”,

    “ Aghhhhh… jangaaann… jaaangaaann… Bryan… ”, ucap Rosa dengan suara iba-nya masih berusaha mencoba menghalangi niat Bryan yang liar itu
    .
    Rosa mencoba mengeser pinggulnya ke samping, berusaha menghindari Torpedo Bryan agar tidak dapat menerobos masuk ke dalam liang kewanitaannya. Sambil tersenyum Bryan berkata lagi,

    “ Kamu tidak dapat kemana-mana lagi, lebih baik kamu diam-diam saja dan menikmati permainan aku ini..! ”, ucap Bryan menggertak Rosa.

    Lalu Bryan memajukan pinggulnya dengan cepat dan menekan ke bawah, sehingga Torpedo besarnya yang telah menempel pada bibir kemaluan Rosa dengan cepat menerobos masuk ke dalam liang vagina Rosa dengan tanpa dapat dihalangi lagi.
    Testis Bryan mengayun-ayun menampar bagian bawah vagina Rosa, sementara Rosa megap-megap karena dorongan keras Bryan.

    Rosa belum pernah merasakan saat seperti ini, setiap bagian tubuhnya serasa sangat sensitif terhadap rangsangan. Payudaranya terangsang saat ditindih oleh dada Bryan. Dirinya sudah lupa kalau sedang diperkosa, ia tidak peduli pada tubuh besar Bryan yang sedang bergerak naik turun menindih tubuhnya yang langsing. Rosa mulai merasakan suatu sensasi kenikmatan yang luar biasa di bagian kewanitaan-nya.

    Saat itu liang senggama Rosa yang telah terisi oleh Torpedo Bryan yang besar, panjang dan perkasa Rosaik Bryan, saat itu Rosa merasa menggelitik dan menyebar ke seluruh tubuhnya, sehingga Rosa hanya bisa menggeliat-geliat dan mendesis mirip ular yang sedang kawin. Rosa hanya berusaha menikmati seluruh rasa nikmat yang dirasakan tubuhnya.

    Sekarang Rosa mencoba untuk berusaha aktif dengan ikut menggerakkan pinggulnya mengikuti irama gerakan Bryan di atasnya. Bryan melihat Rosa mengerang, merintih dan mengejang setiap kali dia bergerak. Dan Rosa sudah mulai terbiasa mengikuti gerakannya. Bryan merasakan tangan Rosa merangkul erat pada punggung bawahnya mengelus-elus ke bawah dan meremas-remas pantatnya serta menariknya ke depan agar semakin merapat pada tubuh Rosa.

    Bryan terus menggosok-gosokkan Torpedonya pada Clitoris Rosa. Bryan sekarang ingin membuat Rosa klimaks terlebih dahulu. Rosa semakin terangsang dan tak terkendali lagi setiap kali bagian tubuhnya bergerak mengikuti tekanan dan sodokan Bryan. Sekarang wajahnya terbenam di dada bidang Bryan.

    Mulutnya terangah-angah seperti ikan terdampar di pasir pantai, dengan perlahan mulut Rosa-pun bergeser pada dada Bryan. Dengan terus sembari terus menjilat, sampai pada akhirnya tiba pada puting susu Bryan. Sekarang Rosa secara refleks mulai menyedot dan menghisap puting susu Bryan, sehingga badan Bryan mulai bergetar juga saking merasa nikmatnya.

    Torpedo Bryan terasa semakin keras, sehingga Bryan semakin ganas saja menggerakkan pantatnya menekan pinggul Rosa dalam-dalam. Rosa merasakan vaginanya berkontraksi, sambil berusaha menahan rasa geli yang tidak terlukiskan menggelitik seluruh dinding liang kemaluannya dan menjalar ke seluruh tubuhnya, perasaan itu makin lama makin kuat menguasainya.

    Sehingga seakan-akan menutupi kesadarannya dan membawanya melayang-layang dalam kenikmatan yang tidak pernah dialaminya selama ini. Rasa nikmat yang dirasakan Rosa sampai tidak dapat dilukiskan ataupun diuraikan dengan sebuah kata-kata. Kenikmatan yang dialami Rosa tercermin pada gerakan tubuhnya yang menggeliat liar tanpa terkendali bagaikan ikan yang terdampar di pasir pantai.

    Lalu desahan panjang penuh kenikmatan keluar dari mulutnya yang mungil itu,

    “ Aghhhhhh… Ssss… aghhhhhh… Aow… Ughhh… ”, Desah Rosa merasakan klimaks yang luar biasa.

    Kedua pahanya melingkari pantat Bryan dan dengan kuat menjepit serta menekan ke bawah, disertai tubuhnya yang mengejang dan kedua tangannya mencengkeram alas tempat tidur dengan kuat, benar-benar suatu klimaks yang dahsyat telah melanda Rosa. Bryan merasakan Torpedonya terjepit dengan kuat oleh dinding kemaluan Rosa yang berdenyut-denyut disertai isapan kuat seakan-akan hendak menelan batang Torpedonya.

    Terasa benar jepitan dinding vagina Rosa dan di ujung sana terasa ada tembok, yang mengelus kepala Torpedonya. Setelah beristirahat sejenak dan melihat Rosa sudah agak tenang, Bryan mulai memompa lagi. Pompaan Bryan kali ini segera dibalas oleh Rosa, pinggulnya bergerak-gerak aneh, tapi efeknya luar biasa.

    Torpedo Bryan serasa dilumat dari pangkal sampai kepalanya. Lalu masih ditambah dengan variasi, ketika pinggul Rosa berhenti dari gerakan aneh itu, tiba-tiba Bryan merasakan Torpedonya terjepit dengan kuat dan dinding-dinding liang senggama Rosa berdenyut-denyut secara teratur, sekitar 4-5 kali denyut menjepit, baru kemudian bergoyang aneh lagi.

    Sungguh sensasi itu melanda perasaan Bryan, suatu hubungan intim yang belum pernah dinikmatinya dengan wanita manapun juga selama ini. Menyesal Bryan karena tidak dari dulu-dulu menikmatinya. Gerakan aneh di dalam lubang senggama Rosa makin bervariasi. Terkadang Bryan malah meminta Rosa berhenti bergoyang untuk sekedar menarik nafas panjang.

    Lumatan dinding kemaluan Rosa pada Torpedo Bryan membuatnya geli-geli dan serasa akan meledak. Bryan tidak ingin cepat-cepat sampai, karena masih ingin menikmati elusan, vagina Rosa. Tetapi gerakan-gerakan di dalam liang kewanitaan Rosa semakin menggila dan semakin liar. Hingga akhirnya Bryan harus menyerah, tak mampu menahan lebih lama lagi perasaan nikmat yang melandanya.

    Dengan semakin cepat Bryan bergerak mengimbangi goyangan pinggul Rosa, semakin terasa pula rangsangan yang akan meletupkan lahar panas yang sedang menuju klimaks, mendaki puncak, saat-saat yang paling nikmat. Pada akhirnya, pada tusukan yang terdalam, Bryan menyemprotkan spermanya kuat-kuat di dalam liang kewanitaan Rosa, sambil mengejang, melayang, bergetar.

    Pada detik-detik saat Bryan melayang tadi, tiba-tiba kaki Rosa yang pada awalnya mengangkang, diangkatnya dan menjepit pinggul Bryan kuat-kuat. Amat sangat kuat.
    Lalu tubuhnya ikut mengejang beberapa detik, mengendor dan terus mengejang lagi, lagi dan lag, Rosa pun tidak sanggup menahan dorongan klimaks yang melandanya lagi, punggungnya melengkung ke atas, dan matanya terbeliak-beliak.

    Saat itu keseluruhan tubuhnya bergetar dengan hebat tanpa terkendali, seiring dengan meledaknya kenikmatan klimaks di vaginanya. Klimaks kedua dari Rosa.

    “ Bryan… Aoww… Sss… Aghhhh… Bryan… Ughhhh… Aghhhh… nikmaaatt.. Bryan… Terusss… Ahghhhh… !!! ”, ucap Rosa ditengah kenikmatannya.

    Ketika itu Bryan tersenyum puas melihat tubuh Rosa terguncang-guncang karena klimaks selama 15 detik tanpa henti-hentinya. Kemudian tangan Rosa dengan eratnya menekan pantat Bryan ke arah selangkangannya sambil kakinya menggelepar-gelepar ke kiri kanan. Bryan pun terus menggerakkan Torpedonya untuk menggosok Clitoris Rosa. Setelah klimaksnya selesai, tubuh Rosa langsung terkulai lemas tak berdaya.

    Dia terkapar, dengan kedua tangan dan kakinya terbentang melebar ke kiri dan kanan. Rosa merasa bagian-bagian tubuhnya seolah terlepas dan badannya tidak dapat digerakkan sama sekali. Setelah gelombang dahsyat kenikmatan yang melandanya surut, Rosa kembali ke alam nyata dan menyadari bahwa dia sedang terkapar di bawah tindihan badan kekar lelaki bule berkulit putih yang bukan suaminya.

    Suatu perasaan malu dan menyesal melandanya, bagaimana dia bisa begitu gampang ditaklukkan oleh lelaki tersebut. Tanpa terasa air mata penyesalannya bergulir keluar dan Rosa mulai menangis tersedu-sedu. Dengan tubuhnya yang masih menghimpit badan Rosa, Bryan mencoba membujuknya dengan memberikan berbagai alasan antara lain karena dia terlalu banyak minum sehingga tidak dapat mengontrol dirinya.

    Sambil membujuk dan mengelus-elus rambut Rosa dengan perlahan-lahan Torpedonya mulai tegang lagi dan dengan halus Torpedonya yang memang telah berada tepat di depan kemaluan Elis ditekan perlahan-lahan agar masuk ke dalam kewanitaan Rosa. Pada saat merasakan Torpedo Bryan mulai menerobos masuk ke dalam kewanitaannya.

    Saat itu Rosa bereaksi sedikit dengan mencoba memberontak lemah tapi akhirnya diam pasrah dan membiarkan Torpedo besar tersebut masuk sepenuhnya ke dalam liang senggamanya. Dengan perlahan-lahan Bryan menggerakkan badannya naik-turun. Sehingga lama-kelamaan tubuh Rosa mulai terangsang kembali dan bereaksi, dan pergumulan kedua insan tersebut semakin lama semakin seru.

    Mereka merasa seolah mendaki puncak kepuasan dan kenikmatan, dan seakan mereka lupa akan segala penyesalan. Pertarungan mereka terus berlanjut sepanjang malam dan baru berhenti menjelang sang fajar mulai datang. Pada jam 09.00 pagi keduanya baru terbangun dan terlihat Rosa telah berpakaian rapi dan saat itu Rosa sedang menikmati sarapan paginya sambil mengerling ke arah mereka dengan senyum-senyum penuh misteri. Selesai.

     

  • KETAGIHAN THREESOME

    KETAGIHAN THREESOME


    1288 views

    KETAGIHAN THREESOME (KISAH NYATA)

    Ini adalah kisah nyata yang kualami di usia menginjak kepala 4 yang katanya masa puber kedua. Memang sesuatu yang tidak layak untuk kulakukan, namun justru aku terjerat oleh kenikmatan dunia ini. Semua yang kuceritakan disini 90% kisah nyataku, 10% adalah kamuflase nama pelaku dan sedikit bumbu penyedap rasa. Cara penulisanku harap dimaklumi karena bukan seorang writer professional.

    Aku seorang top manager di perusahaan agribisnis khususnya di bidang marketing, perusahaanku memiliki beberapa cabang di kota-kota besar dan aku sering melakukan perjalanan dinas untuk mengontrol para kepala cabang yang ada dan aku seorang Chinese, menurut teman SMA aku lumayan awet mudan dan masih cukup gantneg, dengan tinggi yang lumayan tetapi badan tidak gendut bahkan tergolong slim walaupun tidak kurus kering hehehe.

    Semua ini berawal dari kegiatan browsing internet, khususnya di forum-forum dewasa dimana aku menjadi salah satu membernya. Ternyata banyak sekali variasi seks yang bisa kita lakukan sebagai pasangan suami istri terutama saat hubungan menjadi sedikit hambar. Apalagi di usiaku sekarang. Salah satu yang sering kubaca dan dapat menaikkan tensi syahwatku adalah dunia threesome, yaitu kegiatan seks bertiga dengan melibatkan seorang wanita FFM atau dengan seorang lelaki MMF saat kita melakukan hubungan seks sebagai pasutri.

    Saat aku membaca FR dari rekan-rekan pasutri yang sudah terlebih dulu terjun ke dunia 3S ini, ternyata hubungan mereka semakin membara, semakin hangat dan membangkitkan kejenuhan. Satu persatu mulai kubaca dan semakin lama gairah ini mulai timbul, hasrat untuk mencoba mulai membuncah.

    Mulailah aku mencoba mengutarakan keinginan ini kepada istriku, memang sangat berat rasanya, mulut rasanya tertutup dan tenggorokan terkunci. Ternyata untuk mengutarakan hal ini, paling pas saat kita melakukan hubungan seks, dimana hormone seksual kita berdua meningkat, mulailah aku utarakan dan ternyata benar, rasanya setiap wanita atau istri hamper pasti mempunyai keinginan untuk berhubungan seks dengan orang lain. Saat aku bertanya dan aku minta dijawab dengan jujur, sambil terus kupompa vagina istriku, dan jawabannya memang luar biasa Ya, akum au, aku ingin. Dan kita berdua semakin bernafsu, semakin becek dan aku semakin tegang dan membesar kontolku. Semakin cepat juga kugoyang dan akhirnya mempercepat ejakulasiku. Tetapi yang menyedihkan, di saat selesai bersenggama dan kutanyakan lagi, kapan bisa direalisasikan, jawabannya sungguh sangat bertolak belakang. No, No dan No, hahahaha …. Wanita oh wanita ….

    Berulang kali persenggamaan kami terjadi, berulang kali pula diskusi terjadi, hasilnyapun tetap sama sampai hari ini. Akhirnya aku merasa putus asa dan mulai mencoba kulupakan fantasy threesome ini. Namun aku tetap mengikuti forum-forum ini dan sedikit memberikan komentar, kadang secara iseng aku memberikan komentar kepada pasutri yang lagi mencari partner baru, ada yang newbie dan pengen memulai dengan sensual massage, akupun menawarkan diri karena aku merasa bisa teknik sensual massage, biasanya juga aku lakukan ke istriku tercinta dan hasilnya luar biasa. Ada pula yang sudah berpengalaman dan mereka mencari partner baru, aku juga berusaha menawarkan diri walaupun tidak secara serius, karena yang aku inginkan adalah mengundang lelaki lain untuk menjadi partner kami, bukan aku yang menjadi partner pasutri lain. Dan memang tidak ada yang tertarik dengan orang sesusiaku ini, kebanyakan para pasutri penggemar 3S lebih mengutamakan stamina pria muda.

    Suatu saat ada private message dari seorang member dengan ID cewek yang masuk ke inboxku,

    Mas, bisa massage ? kemudian aku jawab Bisa.

    Ada pin BB ? demikian juga aku balas dengan memberikan pin BB ku

    Akhirnya obrolan berlanjut melalui blackberry messenger. Dan ternyata yang inbox adalah seorang pria yang memakai ID wanita, dan dia sedang mencari kandidat partner 3S buat istrinya. Namun mereka baru pertama kali ingin mencoba melakukan 3S, yaitu dengan melakukan sensual massage buat sang istri. Obrolan terus berlanjut sampai beberapa hari, kami melakukan tukar menukar foto, termasuk foto rudak tempurku dan beberapa batasan-batasan yang tidak diperbolehkan. Akhirnya kami sepakati tanggal pelaksanaan di kota mereka, yaitu Ibukota Jakarta. Dan aku yang harus terbang ke sana, akhirnya aku sinkronkan dengan jadwal meetingku dengan rekanan di Jakarta.

    Hari yang kami sepakati tiba dan aku sudah menginap di hotel langgananku di bilangan Pangeran Jayakarta, member disini aku rasa pasti pernah kesana karena hotel ini memiliki Spa dengan berbagai variasi menu. Seharian setelah bekerja, akupun cepat-cepat kembali ke hotel, mempersiapkan moment penting dalam hidupku, walaupun tidak ada jaminan untuk melakukan penetrasi jika sang istri keberatan.

    Setelah mempersiapkan diri, aku mulai menunggu sambil chat dengan sang suami untuk menginformasikan posisi hotelku. Cukup lama aku menunggu di kamar, ternyata mereka sangat terlambat, maklum Jakarta. Perutku sudah sangat keroncongan, akhirnya aku turun menuju restorant untuk memesan sepiring nasi goring, saat aku makan mereka baru tiba, telat sekitar 1.5 jam dari waktu yang disepakati.

    Sambil makan aku ngonrol dengan mereka, pasangan yang baru kukenal sambil mengenal lebih jauh, suami ternyata tidak terlalu tinggi bahkan boleh aku katakana pendek untuk ukuran lelaki, istri juga begitu aku nilai cukup cantic walaupun badannya kurus dan aku taksir ukuran dadanya tidak lebih dari 32B, tocil, toket kecil sebenarnya bukan seleraku. Sekalian mereka aku ajak makan, sambil ngobrol dan kadang suami meninggalkan kami berdua, memberikan kesempatan kepada kami untuk lebih dekat. Dan aku Tanya ke isrinya, apakah kamu sudah siap berbagi dan apakah aku cocok dengan seleramu ? kalau tidak sesuai tidak masalah, kita bisa ngobrol disini saja, tidak ada salahnya menjalin pertemanan. Tapi ternyata sang istri dengan malu-malu pengen mencoba juga tapi dengan sensual massage terlebih dahulu, Akupun juga katakana sama mereka, jika nanti di tengah jalan kalian merasa tidak nyaman atau sang suami tidak rela melihat istrinya digarap pria lain, silakan diinfo, aku tidak keberatan untuk menghentikannya.

    Beriutnya kami bertiga kembali ke kamarku, sang istri masuk ke kamar mandi untuk melepas sebagian pakaiannya dan keluar mengenakan handuk, aku lihat tali BH masih ada di pundaknya berarti dia masih belum melepasnya dan aku yakin, CD juga belum dilepas.

    Aku persilahkan istri untuk tiduran tengkurap, suami duduk di kursi yang cukup dekat dengan tempat tidur, aku Tanya ke mereka, apakah sudah bisa dimulai ? eh malah mereka saling bertanya dan akhirnya kita semua tertawa.

    Mulailah pemijatan dari ujung kaki, aku gunakan hand body yang biasa aku bawa. Perlahan lahan dan dengan tekanan yang sedang aku mulai pijatanku dari betis dan naik ke paha, Suami bertanya ke istrinya, Ma, gimana ? enak ?

    “Enak Pa, ternyata Koko memang bisa pijet, beneran enak seperti tukang pijet beneran” jawab istrinya

    Berarti si istri sudah mulai nyaman, naiklah pijatanku ke arah paha dan pantat, tangan nakalku mulai bergerilya di paha bagian dalam. Kuminta ijin untuk membuka handuk yang membelit, ternyata benar CD nya masih dipake, CD polkadot hitam putih. Bisa kulihat dengan jelas, pantatnya elatif kecil sehinggan diremas kurang mantap krn tidak berisi juga. Tetapi aku professional, kukerjakan tugasku dengan sepenh hati. Mulailah kusenggol bibir vaginanya, kuolesi dengan hand body agak banyak seupaya memperlicik dan mempergeli usapan tanganku. Semakin lama pantatnya digerak-gerakan sendiri dan tangan sang istri meremas kain sprei. Tanpa meminta ijin, langsung kubuka celana dalamnya, hanya saat aku mulai mengexplore vagina istrinya, aku meminta ijin dengan isyarat ke suaminya, dia cuman mengacungkan jempolnya saja. Artinya setuju dan mulai ku obok-obok tempiknya. Erangan dari mulut istri mulai mengeras tanpa malu, pantatnya semakin sering diangkat dan kurasakan jari jemariku mulai lengket dengan cairan pelumas vagina. Saat mendekati puncaknya, aku beralih memiijat pinggang dan punggungnya, jelas terlihat kekecewaan sang istri. Kubuka kaitan BHnya dan mulai kupijat dari sisi samping tubuhnya dan sedikit masuk ke susunya, makin lama makin kusenggol tepian ke arah dalam dan akhirnya kusentuh putingnya, susunya kecil, benar dugaanku. Mulailah kubuat mainan putingnya, gairah istri meningkat kembali, tangan kiriku memainkan susunya, tangan kananku kembali ke vaginannya untuk mengobok-obok lagi, dan tiba-tiba istrinya membalikkan diri dan melucuti celana dalamku dan mulai mengoral kontolku dengan demikian ganasnya, kulihat suaminya mukanya merah padam sambil mulutnya mengangga, seakan tidak percaya istrinya berbuat seperti itu. Si itri sudah tidak memperdulikan lagi, terus mengoral kontolku dengan rakusnya, tiba-tiba juga dia bilang sama suaminya, “Pa aku mau kontolnya koko ngentot aku ya ? boleh ya Pa, please aku ga tahan Pa” akupun merasa ga enak dan menoleh ke arah suaminya, lagi-lagi si suami hanya memberikan isyarat tangan untuk terus melanjutkan. Tanpa menunggu lama kontolku udah menancap di vagina sang istri, dengan posisi doggy style. Terus kugenjot dan goyangannya semakin liar, aku tusuk ke depan, pantatya selalu bergoyang ke belakang, suara tepukan pantatnya dan pahaku semakin lama semakin keras dan semakin cepat hingga suatu saat dia berhenti dan berteriak cukup kencang aaaaaaaahhhhhhhhh. Sambil memberhentikan goyangannya. Akhirnya dia berbaring sejenak dan aku mulai menaikinya dengan posisi misionari, kembali kugenjot sambil kepermaikan putin susunya yang semakin meruncing, tanda nafsunya masih tinggi. Makin lama makin becek sekali dan terasa sangat longgar. Akhirnya aku ambil tissue dank u lap bersih lendir di permukaan vagina dan kontolku. Kuganti posisi WOT, dia mulai diatas dan bergoyang pelan-pelan dan semakin lama semakin cepat, disinilah pria bisa melihat jam terbang wanita saat dia di posisi WOT, bagaimana goyangan yang dilakukan dan aku merasa kontolku dipilin-pilin, enaaaak sekali. Kemudian dia putar-putar, ganti sodok keras, pelan dan keras lagi, wah bener-bener melayang dan akhirnya aku ga tahan, muntahlah cairan kenikmatan dari kontolku. Kami berdua cukup lemas, tak terasa 30 menit kami sudah bergumul.

    Aku lihat suami sudah naik juga tensinya, dia melepas celananya dan meminta istrinya mengoral dan berganti dia mengoral istrinya tanpa meras jijik karena masih ada sedikit sisa air maniku di vagina istrinya walaupun sudah dibersihkan dengan tisu. Mulailah mereka bermain, aku hanya sebagai penonton, kulihat betapa semangat dan bernafsunya si suami, dia genjot dengan posisi diatas, aku membantu memainkan putting sang istri. Ga beberapa lama muncratlah lahar panas dari kontol suaminya.

    Setelah itu kami bertiga ngobrol membahas apa yang barusan terjadi. Aku tanya bagaimana rasanya, istri di entot orang lain. Awalnya memang sangat cemburu dan tidak bisa menerima, apalagi tadi istrinya yang memulai lebih dulu. Ada perasaan lain yang ga bisa dia gambarkan dimana dia sangat bergairah sekali lain dari biasanya. Dan ternyata memang luar biasa.

    Kemudian aku bertanya ke istrinya, rasanya memang aneh dan gila, masak suamiku mengijinkan bahkan menyuruhku untuk ngentot dengan orang lain, awalnya memang aku menolaknya, walaupun sebenarnya aku juga pengen mencoba bagaiman rasanya kontol lain menerobos memekku. Karena dia terus merayu, ya udahlah apa salahnya dicoba.

    Terus ……

    Ya aku dikasih tau kalau Koko kandidatnya dan dia sudah buat janji sendiri, akhirnya sampailah aku di kamar ini dan barusan yang terjadi sungguh luar biasa, enaknya minta ampun. Aku bisa sebinal itu, sungguh malu sebenarnya tapi enak banget. Apalagi Kontol koko panjang sekali rasanya mentok tok.

    Akhirnya mereka pulang dan tidak lupa meningatkan jika kembali ke Jakarta lagi, harus kontak mereka untuk mengulangi 3S ini.

    Sampai saat ini aku tidak tau nama sang istri, hanya nama suaminya saja. Akhirnya terbalik apa yang kuingikan tidak kesampaian tetapi judulnya tetap sama Threesome. Berikutnya akan aku tulis kembali cerita 3S kedua, ketiga dan beberapa kali lagi sampai saat ini tidak berhenti.