TOKET

  • Kutemukan Kenikmatan di Kos teman ku

    Kutemukan Kenikmatan di Kos teman ku


    942 views

    BONUS BOKEP + GAMBAR BUGIL


    Cerita Sex Dewasa | Kutemukan Kenikmatan di Kos teman ku –

    Cerita ini terjadi waktu aku datang ke wisuda teman aku, nah setelah selesai di wisuda ceritanya aku dan dia itu ke tempat kostnya di daerah Palmerah. Nama temanku Tina (sudah disamarkan). Secara garis besar dia adalah seorang gadis yang cantik dengan ukuran dada 36B, lalu dengan tinggi 159 cm dan berat 48 kg, dan rambut hitam legam sepundak, memang 2 tahun lebih tua dari aku, aku kenal sama dia pas waktu dia mengulang salah satu mata kuliah di semester 2 sejak itu aku cukup akrab dengan dia, dan dia adalah satu-satunya orang yang tahu pengalaman misteriusku dengan Vita. Tina adalah anak seorang pengusaha sukses di Bali, tapi karena dia ingin sekali kuliah jurusan komputer di Jakarta, akhirnya dia kost di dekat kampus, karena memang Tina tidak mempunyai keluarga di Jakarta Sesampainya di tempat kostnya terus terang aku kagum banget karena rumah kost Tina itu bagus banget, memang sih Tina pernah bilang tempat kostnya tuh mahal sekali satu bulan bayarnya sekitar 600.000-an tapi aku tidak menyangka bahwa rumah kostnya sebagus ini, soalnya biasanya dimana-mana tempat kost identik dengan rumah sederhana, tapi kali ini ternyata aku melihat sebuah rumah kost yang megah. Akhirnya terpaksa aku menyudahkan lamunkanku karena aku mendengar teriakan 3 orang wanita, yang ternyata teman kostnya Tina, setelah itu aku dikenalkan Tina dengan ketiga teman kostnya itu. Nama ke tiga anak kost itu ada Silvi, Anna, Sonia. Silvi adalah seorang wanita yang aku perkirakan berusia sekitar 23 tahun, cukup cantik dengan rambut ikal sebahu. Anna seorang wanita berusia 22 tahun, mahasiswi tingkat akhir di kampus yang sama dengan aku dan Tina, walaupun tidak terlalu cantik tapi dada dan pantatnya terlihar padat dan menantang lalu Sonia seorang wanita yang berusia 24 tahun dan terlihat paling cantik diantara Silvi dan Anna.

     cewek-sma-kalimantan-toketnya-montok-banget-i-susu-montok-i-sma-bugil-i-i-cewek-sma-i-sma-hot-i-abg-bugil-i-abg-hot-i-foto-bugil-i-foto-hot-5

    Singkat cerita akhirnya kami berlima pesta pora merayakan wisuda Tina, memang aku sempat tanya ada berapa anak kost di rumah ini menurut mereka ada 5 orang semuanya wanita tapi yang satu sekarang sedang pulang ke kampung halamannya. Lalu aku juga sempat tanya dimana majikannya, lalu kata mereka majikannya ada di Canada, dan segala keperluan rumah sudah diserahkan kepada seorang pembantu rumah tangga yang sengaja disiapkan disana.

    Lalu disela-sela obrolan kami, aku sempat melihat ada seorang gadis yang berusia sekitar 21 tahun keluar dari dalam, aku pikir ini juga anak kost disini karena dia terlihat amat cantik hanya bedanya kecantikan gadis yang baru kulihat ini lebih alami dan natural. Dan rupanya Tina melihatku sedang memperhatikan gadis itu sehingga dia berkata “Hei Tom, sudah donk masa lu ngeliatin si Susi saja”, “Oh, jadi dia namanya Susi toch, apa dia juga anak kost disini?” tanyaku. Eh mereka semua malah pada senyum, lalu Sonia bilang “Tommy…, Tommy…, sudah aku bilang disini cuma ada 5 orang plus 1 pembantu, dan sekarang teman kami yang satu sedang pulang kampung!”. “Jadi artinya Susi itu pembantu kalian donk”, potongku dan mereka semua menjawab serempak “Pinter”, dan setelah itu mereka mengolok-ngolokku, karena menurut mereka aku tuch naksir sama Susi.

    cewek-sma-kalimantan-toketnya-montok-banget-i-susu-montok-i-sma-bugil-i-i-cewek-sma-i-sma-hot-i-abg-bugil-i-abg-hot-i-foto-bugil-i-foto-hot-1-1

    Lalu mungkin gara-gara itu kami jadi ngelantur bercerita tentang Susi, dan akhirnya mereka berempat mengajakku taruhan bisa tidak aku mengajak Susi yang masih virgin dan tidak pernah pergi sama laki-laki itu ML denganku. Aku sempat bilang lu orang pada gila yach, tapi karena aku diolok-olok dan dikatain chicken, dll akhirnya aku sanggupin juga dech untuk mencobanya, lalu aku bilang “Tapi dengan syarat lu orang harus membantu rencanaku, dan kalau aku berhasil taruhannya apa donk?” dan akhirnya setelah mikir sejenak Sonia bilang “Kalau kamu berhasil kamu boleh minta apa saja”, “Oke…” jawabku.

    Lalu aku bilang, “Aku punya rencana begini, nanti aku pura-pura sakit dan tidur di kamar Tina, terus lu suruh dia tolong kerokin aku, lalu pas lagi di kerokin aku akan suruh dia nyalahin VCD yang tentu saja isinya film bokep”. Dan akhirnya Tina dan Sonia yang menuju ke dalam mencari Susi, sedang aku Anna, dan Silvi menuju ke kamar Tina, disana aku tiduran sambil pura-pura pakai balsem, dan seperti orang masuk angin. Tidak beberapa lama kemudian, aku lihat Susi dan bersama Tina dan Sonia, lalu akhirnya mereka berempat keluar tinggal aku dan Susi berdua di kamar. Lalu aku dengar ada suara yang sangat lembut menyapaku “Ada apa Mas?”, lalu dengan gugup aku menyahut “Nggak nich Mbak, saya sepertinya masuk angin, bisa minta tolong kerokin nggak yach?”. “Boleh Mas”, jawab Susi lagi, lalu dia mengambil minyak kayu putih dan uang logam seratusan, dan dia menyuruh aku membuka baju lalu dia mulai mengeroki badanku. Dan seperti rencanaku akhirnya aku meminta tolong padanya mengambilkan remote, lalu aku menyalakan TV dan VCD.

    cewek-sma-kalimantan-toketnya-montok-banget-i-susu-montok-i-sma-bugil-i-i-cewek-sma-i-sma-hot-i-abg-bugil-i-abg-hot-i-foto-bugil-i-foto-hot-2-1

    Dan setelah menyala, langsung dech terlihat adegan syur di TV, dan aku merasakan seketika itu juga uang logam yang dipegang Susi jatuh ke lantai, lalu aku bilang ke Susi. “Sus, maaf yach saya mau nonton film ini soalnya besok pagi sudah harus dikembaliin, kamu nggak ‘pa-‘pa kan yach?”. Lalu dengan gugup aku lihat dia bilang “Nggakk pappaa kok, Mas”, lalu aku tanya lagi “Kamu pernah nonton film beginian Sus?”, “Dan dia bilang belum pernah, Mas”, lalu aku lihat dia mengambil duit logam dan kembali mengerokiku dan aku kembali menikmati adegan syur di depan mataku, tapi lama kelamaan aku merasakan kerokan Susi semakin melemah dan nafasnya kian memburu dan lalu aku pikir ini adalah saat terbaik untuk memulainya, lalu akhirnya tanganku mulai menyentuh pahanya, dan karena tidak ada reaksi menolak lalu tangan aku mulai semakin naik dan akhirnya sampai di payudaranya dan lagi-lagi dia diam, lalu aku langsung balik badan dan langsung memeluk dan menciumnya, dan karena dia masih virgin dia agak lama baru membalas ciumanku, dan walaupun tampak kaku, aku merasakan kenikmatan tersendiri, setelah itu aku mulai perlahan-lahan membuka kaos dan roknya, dan lalu aku mulai meremas-remas payudaranya yang hanya dilapisi oleh BH warna krem, dan aku lihat dia tuch meringis kenikmatan, dan setelah puas bermain di payudaranya tanganku segera kebawah dan meraba-raba CD-nya yang sudah basah, lalu aku mulai mengesekkan jariku perlahan-lahan dan aku lihat dia tuch semakin menggelinjang kenikmatan, setelah itu aku membuka CD-nya dan kemudian mulai menjilat-jilat liang kewanitaannya, dan mencari clitnya.

    Dan sewaktu lidahku bermain di dalam liang kewanitaannya tanganku kembali bergerak ke atas dan membuka BH-nya dan bermain di atas payudaranya 15 menit kemudian, aku sudahi permainanku di liang kewanitaannya, dan aku-pun mulai mencopot kemeja dan celanaku di depan Susi, dan mungkin karena tidak tahu apa yang harus dilakukannya Susi diam saja, dan pas aku menurunkan CD-ku, Susi berteriak kecil “Ahh..” dan aku jadi kaget, dan aku bilang “Ada apa Sus?”, dan dia bilang “Saya ngeri ngeliat barang Mas”. Dan lalu dengan senyum aku bilang tidak apa-apa, lalu aku bawa tangannya ke penisku, dan lalu dengan malu-malu dia memegang penisku dan mengocoknya pelan-pelan. Dalam hati aku berkata wah nich anak pinter juga, baru sekali nonton BF tahu apa yang harus dilakukannya.

    Dan tidak beberapa lama kemudian aku suruh dia mengisap penisku, tapi mula-mula dia bilang nggak mau karena geli tapi karena terus di paksa akhirnya dia lakukan juga. Dan untuk seorang pemula hisapan Susi cukup hebat (walaupun tidak sehebat Vita), setelah puas aku lalu menyuruhnya udahan dan kemudian aku bersiap-siap untuk memasukkan penisku ke liang senggamanya, dan sesampainya di depan liang kenikmatannya dia langsung bangun dan bilang “Nggak boleh donk Mas kan saya masih perawan”. Dalam hati aku berkata sial nich cewek bisa kalah dech aku, tapi akhirnya aku nggak kehabisan akal lalu perlahan-lahan aku bilang kalau dia nggak mau yach sudah saya nggak masukin semua hanya ujungnya saja dan itu nggak merusak selaput daranya. Akhirnya dengan perjuangan keras aku diijinkan untuk memasukkan kepala penisku di liang surganya, dan lalu aku mulai memasukkannya perlahan-lahan. Dan seperti dugaanku liang senggamanya amat sempit sehingga aku agak menemui kesusahan memasukkan kepala penisku.

    cewek-sma-kalimantan-toketnya-montok-banget-i-susu-montok-i-sma-bugil-i-i-cewek-sma-i-sma-hot-i-abg-bugil-i-abg-hot-i-foto-bugil-i-foto-hot-3-1

    Dan setelah masuk aku mulai menarik dan memasukkannya perlahan-lahan, dan seperti dugaanku Susi keenakan, dan dia lalu berkata “Mas masukkin semua donk masa kepalanya doank!” lalu dengan pura-pura bodoh aku bilang “Kata kamu kepalanya saja, tapi lalu dia bilang “Nggak ‘pa-‘pa dech Mas ayo donk cepat Mas!”. Akhirnya aku memasukkan sisa penisku ke liang kewanitaannya. Setelah masuk aku mulai menggoyangkannya, beberapa menit kemudian aku menarik penisku dan menyuruh dia nungging dan aku melakukannya dengan posisi dog style, sekitar 10 menit kemudian aku dengar Susi bilang “Mas kok saya tiba-tiba mau pipis sich yach?” terus aku bilang “Kalau itu bukan pipis tapi tandanya kamu hampir orgasme”. Dan aku suruh dia tahan sebentar karena aku juga sudah mau keluar dan 3 menit kemudian aku keluar barengan dengan dia.

    Setelah itu aku dan dia jatuh ke ranjang, dan aku sempat lihat spermaku yang berceceran di lantai beserta beberapa bercak darah, setelah itu aku bilang terima kasih ke dia, dan dia lalu keluar kamar dan aku pun ke kamar mandi untuk membersihkan badanku yang penuh dengan keringat.

    Setelah aku selesai mandi, aku lalu keluar kamar dan aku nggak menemui Tina, dan ketiga kawannya di ruang depan, dan aku sempat clingak-clinguk dech nyariin mereka, dan tiba-tiba aku dengar ada suara yang memanggilku dari arah sebelah kiriku, “Tom, sini donk Tom, kita juga mau ngerasain barang kamu donk”. Spontan aku menghadap ke asal suara tersebut dan aku lihat Silvi yang sudah berada dalam keadaan polos memanggilku di muka pintu kamarnya. Langsung dech adikku yang tadinya sudah kembali tidur tegak lagi, dan segera aku menyamperi Silvi yang memang sudah menungguku, sesampainya di dalam kamar aku sampai kaget melihat ternyata di dalam kamar itu bukan hanya terdapat Silvi saja tetapi juga ada Tina, Sonia, dan Anna, hanya mereka bertiga masih berpakaian lengkap. Aku bilang ke Tina, “Tuch kan Tin, aku berhasil kan naklukin Susi” Iya dech Tom, kita percaya sekarang”. Setelah itu aku langsung bilang “Ayo sekarang aku minta hadiahku”. Lalu jawab mereka “Eloe minta hadiah apa?”. Langsung dech otakku mikir minta apa yach, terus aku bilang “Aku pengen tidur bareng kalian bertiga sekaligus”, dan reaksinya mereka berempat langsung teriak “Yes, siapa takut memang itu kok yang kami harapkan”, lalu Silvi sempat nambahin, “Tahu nggak Tom, kenapa aku bugil supaya lu nafsu lihat aku dan minta ML sama aku ternyata siasat aku berhasil, lagian tadi kan pas lu ML sama Susi kita pada ngintip lho”, dan aku langsung dech berpura-pura terkejut padahal sich aku tahu kok he he he, tapi aku diam saja sok cool.

    Setelah itu Anna, Tina dan Sonia mulai striptease di depanku sambil perlahan-lahan membuka bajunya satu persatu sampai mereka semua benar-benar bugil, dan akibatnya adikku yang memang dari tadi sudah bangun jadi semakin tegak, dan setelah mereka selesai dengan baju mereka sendiri mereka dengan ganas langsung menyerbuku, dan dengan penuh nafsu birahi, mereka mempreteli baju dan celanaku satu demi satu, dan ketika celana dalamku diturunkan mereka sempat terpesona melihat barangku, lalu tiba-tiba Tina menunduk dan langsung menjilat-jilat penisku sementara Anna langsung mengarahkan liang kewanitaannya ke mulutku yang langsung saja kusambut dengan jilatan-jilatan di sekitar liang kewanitaannya, sementara itu tanganku menggerayangi payudara Sonia, sementara itu pula Sonia menjilat payudara Silvi, lalu kami saling berganti-ganti posisi, setelah puas dengan gaya tersebut aku mulai bangkit dan mula-mula aku mengarahkan penisku ke arah liang kewanitaan Tina, dan sumpah aku menemui kesulitan untuk memasukkan penisku tersebut tapi dengan upaya keras akhirnya aku berhasil untuk memasukkannya, setelah beberapa lama aku dengar Tina merintih dengan keras dan akhirnya dia orgasme, lalu kucabut penisku dari liang senggamanya, dan aku sempat lihat ada bercak darah di penisku, dan aku sempat tanya “Tin, lu masih virgin yach?” dan Tina menjawab katanya “Kami berempat masih virgin Tom”, busyet aku hoki benar dalam semalam dapat 5 cewek masih virgin semua.

    Lalu aku mulai mencoba memasukkan penisku ke liang kewanitaan Silvi, kali ini aku lebih pelan-pelan dan santai, walaupun sulit tapi tidak sesulit sewaktu aku memasukkan penisku ke liang kewanitaan Tina, mungkin karena penisku sekarang sudah basah, dan kulihat liang kewanitaan Silvi pun sudah sangat basah, lalu aku kembali memaju mundurkan pantatku, sekitar 10 menit aku merasa bahwa spermaku akan segera keluar, lalu aku langsung menurunkan tempo goyanganku, dan segera aku mulai mengalihkan permainanku ke arah payudara Silvi, setelah beberapa lama aku kembali mulai mempercepat goyangan pantatku, tapi itupun tak bertahan lama karena 5 menit kemudian aku sudah ingin mengeluarkan sperma lagi, sebetulnya ingin aku tahan tapi karena aku kasihan sama Silvi orgasmenya tertunda melulu, terpaksa aku malah mempercepat laju permainanku dan 3 menit kemudian aku bilang sama dia “Aku sudah mau keluar nich, aku keluarin di dalam atau di luar?”. Lalu dia jawab “Di dalam saja”. Akhirnya aku dan dia keluar secara bersamaan.

    cewek-sma-kalimantan-toketnya-montok-banget-i-susu-montok-i-sma-bugil-i-i-cewek-sma-i-sma-hot-i-abg-bugil-i-abg-hot-i-foto-bugil-i-foto-hot-4-1

    Setelah itu aku merebahkan diri ke tempat tidur, tapi baru sepuluh menit aku tiduran aku merasakan barangku saja yang dijilat-jilat, dan ternyata aku lihat kali ini Anna yang menjilat-jilat barangku, akhirnya adikku bangun lagi dech dan aku langsung melepas barangku dari mulutnya dan langsung mengarahkan barangku ke kemaluannya, dan kali ini aku kembali menemui kesulitan, karena liang kewanitaan Anna benar-benar sempit, dan kecil, penisku sampai perih rasanya, akhirnya dengan sedikit paksaan aku berhasil juga memasukkan barangku ke dalam liang surganya, sekitar 15 menit kemudian Anna teriak Tom, aku mau orgasme nich, dan aku langsung bilang “Tunggu donk aku juga sudah mau orgasme nich”. Akhirnya aku mempercepat pola permainan, dan akhirnya aku keluar barengan dia di dalam liang senggamanya. Setelah itu aku langsung tiduran lagi, tapi aku liat kali ini Sonia menyamperi aku dan bilang “Tom giliran aku kapan?” “terus aku bilang besok saja yach aku cape nich”. Tapi sebagai jawabnya dia malah merenggut dan langsung mengocok-ngocok barangku, dan secara perlahan barangku kembali bangun, setelah bangun secara maksimal, Sonia lalu berdiri dan duduk tepat diatas barangku sambil tangannya perlahan membuka bibir kemaluannya, dan aku merasakan perih di sekitar barangku, karena Sonia memasukkannya dengan agak keras, setelah itu dia mulai mengoyang-goyangkan pantatnya naik turun sambil sesekali dia mengoyang-goyangkannya ke depan dan ke belakang, karena merasa nikmat sekali nggak sampai 10 menit aku merasa aku sudah mau orgasme, dan aku bilang ke Sonia “Son, aku sudah mau orgasme nich”, dan sebagai jawabannya dia mencabut barangku dan mengulum kembali barangku dan akhirnya aku memuntahkan spermaku di mulutnya dan kemudian diminum semua oleh Sonia “Obat awet muda katanya” Dan aku sich tersenyum saja mendengarnya.

    Nggak lama kemudian aku tidur bersama mereka berempat dalam keadaan bugil. Sekitar Jam 7 pagi aku bangun dan menuju kamar mandi untuk mandi karena terus terang badanku lengket semua keringatan. Lalu aku mulai mandi dan menyabuni penisku, mungkin karena terkena tanganku eh adikku malah bangun lagi, dan ketika itu pintu kamar mandi terbuka, lalu aku lihat Tina masuk ke dalam, dan kaget “Gila lu Tom, mau onani yach, ngapain Tom, sayangkan lu buang gitu saja, mending buat aku, lalu setelah itu Tina nyamperin aku dan mulai memain-mainkan barangku sebentar lalu dia mulai mengulum penisku, sekitar 15 menit dia mengulum penisku, sampai akhirnya aku mengeluarkan spermaku di dalam, dan kemudian diminum seluruhnya oleh Tina, nggak beberapa lama kemudian dia malah nungging dan minta di fuck dengan posisi doggy style, tadinya aku sudah mau nolak dan jelasin bahwa sebenarnya aku lagi bersihin barangku bukan onani, tapi karena nafsu lihat pantat mulus akhirnya aku masukin juga barangku ke liang kewanitaannya, dan kali ini aku nggak sesulit sewaktu memasukkan barangku tadi malam, dan setelah puas dengan doggy style dia malah minta fuck dengan gaya monyet, dimana aku ngefuck sambil ngegendong dia, yach sudah dech akhirnya aku lakukan juga permintaan dia, 5 menit kemudian aku merasa bahwa aku mau orgasme, dan dia bilang “Yach sudah Tom keluarin di dalam saja, aku pengen ngerasain sperma kamu kok” Akhirnya aku keluarin juga dech spermaku di dalam liang kewanitaannya, lalu setelah itu kita malah mandi bersama dan sekitar pukul 9 pagi aku balik ke rumah dan tidur sampai malam.

  • cerita ngewek di kampus saat ospek

    cerita ngewek di kampus saat ospek


    20015 views

    Seperti yang terjadi pada setiap perguruan tinggi, di universitasku setiap tahunnya terdapat mahasiswa baru dan sudah menjadi tradisi kami bahwa akan ada acara penggojlokan (pemloncoan) sebagai alat untuk para mahasiswa baru agar dapat bersosialisasi dengan mahasiswa lainnya dan untuk pengakraban.

    Kebetulan aku menjadi anggota panitia sekaligus koordinator bidang perlengkapan. Acara pemloncoan berlangsung selama 2 minggu, satu minggu berada di lingkungan kampus dan berikutnya selama 4 hari 3 malam berada di luar kampus tepatnya di tempat perkemahan, kami biasa menyebutnya malam pengakraban (makrab).

    Makrab kali ini benar-benar menyenangkan karena banyak mahasiswi baru cewek yang cantik-cantik. Maklum karena semua fakultas makrabnya dilebur menjadi satu sehingga fakultas-fakultas dengan mayoritas cewek seperti program sekretaris dan bisnis juga psikologi ikut jadi satu bagian.

    Singkatnya aku sudah mengincar setidaknya 5 cewek yang menurutku paling menarik diantara semua mahasiswa baru. Salah satu dari cewek tersebut adalah Leony, angkatan 2003 fakultas sekretary. Wajahnya putih bersih dan kulitnya mulus putih, bahenol abis deh pokoknya. Makrab mengambil tempat di sebuah bumi perkemahan di dekat lereng gunung, dan karena saat itu acara makrab kami sedikit lebih cepat daripada acara-acara serupa milik universitas lain maka saat kami datang ke tempat makrab, tempat itu sangat sepi dan nampaknya hanya kami saja yang menggunakan tempat itu sekalipun kadang tampak beberapa anak pramuka SMP di beberapa spot tertentu tapi jumlahnyapun sedikit.

     

    Bagian utara adalah sebuah gunung dengan hutan yang sangat lebat dan sebelah timur merupakan lereng yang didasarnya terdapat sungai yang hebatnya sungai itu masih bersih, mungkin karena tidak adanya pemukiman penduduk didekat tempat ini. Pemukiman penduduk terdekat kurang lebih satu kilometer selatan dari tempat kami makrab.

    Malamnya setelah semua tenda telah berdiri, kami para panitia dan koordinator berkumpul untuk technical meeting dengan ketua koordinator dan setelah itu dilanjutkan dengan makan malam. Karena aku koordinator perlengkapan yang notabene punya banyak anak buah maka pekerjaanku sangatlah santai, aku sering meluangkan waktu untuk berjalan dari satu tenda ke tenda yang lain hanya untuk mengecek siapa tahu ada gadis cantik. Dan benar saja tidak sampai satu jam aku berkeliling, aku sudah bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Amanda, anak psikologi. Kami mengobrol sebentar sambil berbasa basi aku goda-goda dia sedikit. Entah karena aku panitia dan dia junior atau karena hal lain, nampaknya dia enjoy saja aku godain.

    Jam 10 malam sudah, saat untuk melakukan pembagian tugas malam, di tiap tenda dipilih seorang ketua regu untuk mengambil tugas yang akan dikerjakan dan harus dikumpulkan pada pagi harinya. Malam itu semua sibuk mengerjakan tugas masing-masing. Saat itu aku sedang jalan-jalan menyusuri sungai yang juga merupakan tempat kami mengambil air bersih. Samar-samar kudengar langkah beberapa orang mendekat, iseng-iseng aku bersembunyi untuk mengagetkan mereka. Ternyata itu adalah sekelompok anak SMU dan dilihat lebih lanjut sepertinya mereka anak kelas 3 . Sementara itu dari sisi lain sungai dibalik bebatuan muncul 2 orang gadis peserta makrab. Aku mengenal salah satunya, yup dia adalah Leony, salah satu idola angkatan 2003.

    Urung niatku untung mengagetkan mereka saat aku melihat ketiga anak SMP tersebut mendekati Leony dan temannya, yang akhir-akhir ini baru kuketahui namanya adalah Ratna. Dengan cepat anak SMU yang bertubuh jangkung segera mendekap Ratna sementara dua yang lain yang berambut cepak dan yang berbadan kurus segera mendekap Leony.

    Apa-apaan ini? Mau apa kalian? seru Leony keras. Lepaskan! Kalo nggak gua teriak. Ratna tak mau kalah meneriaki mereka. Dengan cepat si jangkung membungkam mulut Ratna dengan kain setangan leher pramuka nya sementara Leony ditindih tangan dan kakinya oleh kedua anak yang lain. Maaf mbak, tapi kita-kita sudah gak tahan. Mbaknya tadi pas mandi bodynya keren banget sih. kata seorang anak yang berambut cepak. Ternyata mereka sudah lama mengintip Leony dan Ratna mandi. Ugh . Ratna berusaha untuk melepaskan diri namun sia-sia karena walaupun si jangkung yang mendekapnya tidaklah gede-gede amat namun dia tetap cowok yang bertenaga lebih dari cewek.

     

    Aku tidak begitu jelas mendengar apa yang mereka bicarakan karena mataku terfokus pada pemandangan luar biasa dimana Ratna dengan liarnya dugumuli oleh si jangkung dan akhirnya lepas juga kausnya dan juga celana pendeknya. Sementara Leony sudah tanggal celana pendeknya. Tak sampai beberapa menit kedua dara cantik ini sudah bugil. Kupikir mereka akan segera memperkosa kedua gadis ini namun pemikiranku benar-benar salah. Sementara si jangkung menindih Ratna dan si cepak menindih Leony, si kurus yang akhirnya kutahu bernama Bambang hanya menduduki kaki Leony dan melakukan mansturbasi sambil meremas-remas bagian tubuh Leony. Hal yang sama dilakukan oleh kedua temannya.

    Sialan! Apa-apaan iani ? pikirku. Aku segera keluar dari persembunyianku dan membuat semua orang itu kaget. Hah ampun mas. kata si Bambang. Mereka ketakutan karena aku muncul sambil membawa parang terhunus. Parang itu sengaja aku gunakan terus untuk berjaga-jaga dan membabat ilalang dan nampaknya dapat menciutkan nyali ketiga orang bocah ini. Kak panitia, tolong saya. isak Ratna. Leony pun ikut menimpali, Mereka mau memperkosa kita kak, tolong rintihnya sambil kedinginan.

    Ampun kak. pinta si jangkung yang ternyata bernama Rudi. Sesaat aku memandang tubuh kedua gadis ini. Jujur saja nafsuku saat itu sudah diujung ubun-ubun. Kalian goblok yah? bentakku kepada ketiga anak SMP itu. Ngapain ngerjain cewek kalo cuman buat onani? Dasar goblok! bentakku lagi. Mereka bertiga kaget melihat reaksiku dan Leony dan Ratna lebih kaget lagi.

     

    Aku segera menyingkirkan Bambang dari kaki Leony dan menyuruhnya membantu Rudi memegangi Ratna. Sana loe! Ini cewek dah lama gua taksir, enak aja lo maen sembarangan. seruku sambil menduduki paha Leony yang putih mulus itu. Kak kakak gimana sih? Kenapa nggak bantuin kita? isak Leony. Lah ini juga dah aku bantuin non. kataku sambil tersenyum.

    Segera kusuruh ketiga bocah itu untuk melapas baju mereka semua, Nanggung kalau cuman onani, ga ada seninya dodol. Mending perkosa sekalian. seruku pada mereka. Tapi mas, ntar kalau ketahuan bisa bahaya. si cepak menjawab takut-takut. Gua ada kamera digital, kalau dah selesai tinggal jepret aja, dijamin ga bakalan ngadu mereka. kataku sambil meyeringai. Seolah tak percaya dengan apa yang baru saja kuucapkan, Leony dan Ratna berteriak namun tak lama karena dengan setangan leher pramuka segera kami bungkam mulut kedua dara ini.

    Montok juga kamu Ny. kataku pelan sambil meremas buah dadanya. Sementara kami semua sudah telanjang bulat segera mulai mengerjai kedua cewek ini. Aku gesek-gesekkan penisku kemulut vagina Leony dan dia tak dapat berkata apa-apa karena mulutnya tersumpal dan hanya dapat bergumam tak jelas. Segera kulesakkan batang kejantananku kedalam liang senggamanya. Sesaat Leony mendongak tersentak dan matanya membelalak menahan rasa sakit. Gila, gede amat punya mas. celetuk si cepak yang bernama Bimo itu. Heh .kalian ngapain diem aja? Tuh ada cewek satu lagi nganggur. kataku. Dalam hati bangga juga aku dibilang berpenis gede karena aku melihat kemaluan ketiga anak SMP itu jelas jauh dibawahku. Setidaknya hanya separuh milikku panjang dan besarnya. Oh enak nih .kenyal. Aku masukin ya mbak. kata Bambang kepada Ratna sambil membimbing penisnya kearah vagina Ratna yang bersih dari rambut itu, nampaknya dia rajin mencukurnya. Dan bleshhhh .dalam beberapa hunjaman saja penis milik si Bambang segera masuk semuanya kedalam vagina Ratna.

    Hmmm ..achhh .ohhhh. racau Bambang sambil menggenjot Ratna. Darah keperawananpun mengalir deras keluar dari liang kewanitaan Ratna seiring dengan pompaan penis Bambang. Kulihat mereka masih canggung saat melakukan persenggamaan dengan gadis.

    Kulihat Leony sudah lemas karena sudah kuhajar liang senggamanya selama duapuluh menitan. Darah segar perawan dan cairan-cairan kewanitaannya keluar luber bersama dengan cairan dari penisku. Memekmu dihajar darimanapun juga nikmat Ny. kataku. Air mata mulai membasahi pipinya. Kubalik posisinya menjadi doggy style dan semakin kupercepat dorongan penisku masuk ke liang vaginanya yang putih bersih itu. Vagina yang tadinya putih berubah kemerahan karena gesekan dan cipratan darah perawannya tadi. Clok .clok clok. suara benturan penisku dan bibir vaginanya semakin jelas terdengar dan menarik perhatian ketiga anak yang lain. Mereka nampak terpana melihat permainan panasku dengan Leony yang selalu berubah-ubah gaya. Kulihat Bambang sudah tidak kuat menahan dirinya lagi dan sambil memeluk erat Ratna, dia mempercepat sodokannya. Mbak aku keluar nih. serunya dan segera dia cabut batang kemaluannya dan disodorkan penis itu keperut Ratna. Crottt ctottt! entah berapa semburan sperma yang keluar dari ujung penis itu menumpahi perut dan pusar Ratna.

    Melihat temannya selesai, Rudi segera ambil posisi. Kali ini dia membalik tubuh Ratna, nampaknya dia terinspirasi pada gaya permainan doggy style milikku. Sementara batang kemaluankupun bergetar dahsyat. Segera kupercepat goyangan pinggulku dan kubuka sumpalan mulut Leony dan kucium dia dalam-dalam sambil memperdalam sodokan penisku didalam vaginanya dan selang beberapa detik keluarlah cairan cinta itu memenuhi seluruh ruangan liang senggamanya. Crott ..croottttt crottt .crottt! keluar dengan sangat banyak, bahkan jauh lebih banyak daripada saat aku berhubungan dengan pacarku.

    Selama satu setengah jam kami berempat bergantian mengerjai kedua gadis ini. Ratna aku kerjai dengan posisi berdiri dengan menyandarkan tubuhnya pada batu kali. Kami bercinta didalam air sungai yang mengalir. Ini kali pertamanya aku bercinta didalam air. Benar-benar sensasi yang luar biasa. Rasa dingin diluar namun hangat membara didalam. Sementara aku mengerjai Ratna, Leony diperkosa tiga orang sekaligus. Baik vagina, mulut dan anusnya di masuki penis secara bersamaan dan mereka mengocok disaat bersamaan pula. Benar-benar pemandangan yang sangat hebat batinku. Tuh, temenmu di entotin tiga bocah langsung. kataku ke Ratna yang menggigil kedinginan dan terisak-isak.

    Neh kontol gue. Emut dong! perintahku kepada Ratna secara paksa. Aku paksa dia mengoral penisku yang menegang dari dalam air. Kontan dia gelagapan dan tersedak. Lalu kubalik tubuhnya dan kuperkosa dia dari belakang. Sepuluh menit kemudian aku merasa akan segera mencapai klimaks. Aku dah mau keluar nih. Keluarin di muka lo yah. kataku. Kupercepat goyanganku dan kucabut dengan cepat lalu kuarahkan kewajah Ratna dan muncratlah cairan putih kental itu membanjiri wajahnya yang manis itu. Sementara itu kulihat ketiga bocah SMP itu sudah selesai mengerjai Leony. Tubuh dara cantik itu belepotan sperma dimana-mana. Segera kuambil kamera digital dan aku portet tubuh telanjang mereka. Sebagai pengaman agar mereka tidak lapor kesiapapun mengenai hal ini atau bakal disebarkan semua foto-foto ini.

    Begitulah malam pertama makrabku yang indah. Malam itu aku mendapat tubuh 2 dara cantik dari fakultas sekretary. Benar-benar malam yang indah.

    Malam kedua makrab diisi dengan acara mencari jejak. Tentu saja tidak serius-serius amat karena ini hanya untuk melatih kekompakan dan meningkatkan rasa persaudaraan saja antar peserta. Rutenya tidak jauh-jauh banget hanya saja banyak jalan memutar sehingga terasa jauh.

    Singkatnya aku bertugas sebagai pengawas saja jika-jika ada anggota yang pingsan atau mendapat masalah di jalan. Aku bersama seorang temanku bernama Joni, nama lengkapnya Joni Everrat. Namanya sangat aneh menurutku, tapi maklum orang tuanya yang pria adalah keturunan orang Amerika Latin sehingga menamai anaknyapun tidak mau nama yang normal-normal saja.

     

    Aku dan Joni menggunakan rute kecil yang berada dekat dengan rute makrab. Dingin nih Di. Bosen gua kalau sepi gini. kata Joni padaku. Beh! Kita tugas bro, lo mau ntar dimaki-maki sama si Johan ketua panitia kalau sampai ada yang ilang? sahutku pelan. Iye seh, tapi bosen abis neh bro. By the way ntar kalau ada yang nyasar kita kerjain yuk biar seru. Biar tambah nyasar hahahahaha tawanya, syukur lah dalam hatiku berkata akhirnya dia sudah ga menggerutu lagi bosan aku mendengarnya.

    Sekitar satu jam setelah kami nongkrong di tempat persembunyian, ada suara beberapa anak mendekat. Ada 6 orang anak disitu, setelah habis makrab aku baru tahu nama mereka adalah: Antony, Silvia, Rasti, Iman, Nugroho dan Ashanti. Gie! panggil Antony kepada Nugroho yang panggilannya Nugie. Apaan? sahut Nugie. Gila neh. Lo yakin ini bener jalannya? sahut Antony lagi. Nugie menyahut, Lah, mana gua tahu. Gua khan bukan panitia. Lagian semua tandanya bikin kepala gua puyeng nih. Mana didepan ada perempatan pula. ****** nih panitia-panitia, ngerjain kita semua nih. umpatnya berkepanjangan.

    Silvia menengahi, Sudah-sudah! Ga ada gunanya kalian semua nih cowok-cowok. Gini aja, kita bagi regu menjadi 3. Trus kita lihat jalan didepan buntu atau kagak, kalau sudah yakin dengan jalan didepan baru kita balik ke perempatan ini lagi. Gimana?
    Iman yang dari tadi diam menjawab, Masuk akal nih, gua setuju. Lah, ntar yang cewek-cewek gimana dong? Aku ogah jalan sendirian ma cewek, ntar kalau kenapa-kenapa bisa gawat. kata Rasti. Silvia menyahut, OK! Tiap regu terdiri dari satu cewek dan satu cowok. Lalu merekapun berpencar. Anthony bersama dengan Ashanti, Silvia bersama Nugie, Iman bersama Rasti.

    Dilihat dari arah yang mereka tuju, sudah jelas bagi aku dan Joni bahwa arah yang dituju Nugroho dan Silvia adalah jalan menuju kepuncak gunung. Jelas mereka tak akan sampai di tempat perkemahan sebelum sadar dan itu bakalan lama karena lingkungan jalannya benar-benar menipu mata para pendaki pemula. Sementara itu Antony dan Ashanti menempuh jalan yang nantinya akan buntu karena dibatasi sungai, yang jalannya hanya bisa dilalui oleh orang-orang yang bisa berenang saja dan aku yakin Ashanti tak akan pernah mau. Hanya Iman dan Rasti yang berhasil memilih jalan.

    Bro! Lo denger gak tadi mereka ngomong apa? kata Joni. Emang napa seh? sahutku. Belagu tuh anak-anak kemaren sore. serunya dan kulihat dia benar-benar jengkel dengan ucapan si Nugie. Aku tersenyum padanya, Lah terus mau ngapain lagi? Kita khan panitia, masak mau marahin mereka. Ga pada tempatnya. sahutku lagi.

    Joni lalu mengikuti Anthony dan Ashanti pergi. Hoi, mau kemana loe? tanyaku pada Joni. Udah ikut aja bro. Gua pengin tahu ngapain mereka pilih jalan buntu ini, jelas-jelas arahnya melenceng keluar dari arah perkemahan. ujarnya. benar juga batinku, ngapain mereka mau pilih jalan itu.

    Tak lama kemudian aku dan Joni sudah mencapai jalan buntu yang dilewati sungai itu. Alirannya tidak deras-deras banget tapi kedalamnya hampir satu setengah meter, mau tak mau buat orang jeri juga bagi mereka yang tidak bisa berenang.

    Ssssttt! Tuh denger! Joni berbisik sambil membuat tanda diam dimulutnya. Dan benar saja aku melihat Anthony dan Ashanti sedang bercumbu di atas sebuah batu kali yang lebar dan lempeng. Pas bener nyari tempatnya? Gua berani tebak, mereka pasti sudah melihat kalau ada tempat asik disini pas waktu santai tadi siang. Gila tuh cewek, pahanya mulus coi, toketnya juga gede putih dan mulus. kata Joni sambil menelan ludahnya. Bah! Sialan, malam-malam gini malah bermesum ria. gerutuku. Kerjain yuk? kata Joni sambil senyum-senyum. Ntar! Kita liat dulu aja mereka mau ngapain. sahutku.

    Sssshhh achhh sshhh .achhhhh!!! Ton, kalau temen-temen liat gimana? Ashanti mencoba bicara ditengah gelora nafsunya. Anthony sambil terus menciumi lehernya dan meremas buah dada gadis cantik itu hanya tersenyum dan mempreteli seluruh pakaian gadis itu dan pakaiannya sendiri. Hanya dalam beberapa detik mereka sudah bugil dan permainan bertambah panas karena Anthony dengan batang kemaluan yang sudah membesar itu segera melakukan penetrasi ke liang vagina Ashanti.

    Say, aku masukin yah. kata Anthony pada gadis itu yang ternyata merupakan kekasihnya sejak di SMU kelas 3. Iya deh honey. Kita main cepetan yah, takut kalau ada yang tahu. ucap Ashanti disela-sela desahan kenikmatannya.

    Achhh terus ..te .te .rus .sayang .honey .ochhhh h! racau Ashanti saat penis Anthony menerobos liang senggamanya dan mulai digoyangkan pinggulnya naik turun. Laksana lokomotif, dia menggenjot tubuh kekasihnya itu diatas batu kali. Ahhh ..ohhh ahhhhh . racau Ashanti semakin menjadi-jadi saat kekasihnya semakin liar menyodokkan penisnya kedalam vaginanya. Enak yah say? canda Anthony ditengah-tengah goyangannya yang semakin cepat. Achhhh ..ahhhhhhhhhhhhhhh!!! racauan Ashanti berubah menjadi sebuah suara yang cukup keras. Nampaknya dia sudah mencapai orgasmenya yang pertama. Sementara itu Anthoni hanya senyum-senyum saja, dilanjutkannya penetrasinya dengan sodokan-sodokan yang mulai melemah lalu medadak menjadi liar kembali. Penis berukuran kurang lebih 13-15 sentimeter itu benar-benar membuat lubang vagina Ashanti yang putih bersih itu menjadi kemerah merahan karena efek gesekan yang sangat cepat. Clap, clap, clap, clap. bunyi saat penis milik Anthony menjarah liang kewanitaan Ashanti kekasihnya itu. Tak lama kemudian baru dia mencabut batang kejantanannya dan mengocoknya diatas perut kekasihnya dan, Crottt, crot, crottt! keluarlah semua spermanya dan membasahi perut gadis putih itu bahkan pusarnyapun tertutup cairan mani yang putih kental itu.

    Say, kamu bener-bener lihai bercinta sekarang. kata Anthony sambil mengecup bibir gadisnya. Ashanti yang lemas hanya dapat tersenyum.

    Srakkkk . suara semak-semak terinjak oleh Joni yang keluar dari persembunyian. Sepasang burung madu itupun kaget dan mencoba menutupi tubuh mereka dengan pakaian, tapi apa daya karena Joni sudah merengut pakaian mereka yang berjatuhan di bebatuan dan melemparkannya kesungai kecuali pakaian dalam sang cewek dan beberapa barang seperti dompet dan handphone. Hilang sudah semua pakaian mereka berdua.

    Mau apa lo? bentak Anthony lantang menutupi kagetnya dan juga perasaan takut. Bah! Bocah kemaren sore belagu. Mau cari mati lo hah? Malam-malam makrab malah dibuat *******. seru Joni lebih lantang. Ton Ashanti bersembunyi dibalik tubuh kekasihnya guna menutupi tubuhnya yang telanjang bulat dan dia terisak-isak.

    Akupun keluar dari semak-semak, Heh kalian! Apa kalian gak tau aturan disini? seruku pada sepasang kekasih itu. Disini kalau mau bersenang-senang kagak boleh sendirian. tambahku.

    Anthony menjauh dan berusaha untuk mecari alat buat menutupi tubuhnya. Mau apa kalian? serunya kali ini tidak selantang yang tadi. Aku tersenyum sambil melihat body Ashanti yang telanjang itu, Gua cuman mau cewek lo aja buat malam ini. tandasku padanya. Hah! Apaaaa? Anthony kaget namun aku yakin dia sudah memikirkan kemungkinan itu sebelumnya. Kalau kagak mau juga ga apa apa seh. Cuman cewek lo bakalan jadi bulan-bulanan disini karena dia bakalan pulang telanjang bulat karena celana dalam dan bra nya bakalan kami buang kesungai. seruku.

    Anthony berusaha menyerang Joni dengan harapan dapat merebut barang kekasihnya namun aku juga sigap dengan segera aku memukul tengkuk pria itu hingga dia pingsan. Lalu kami mengikat Anthony di sebuah pohon besar agak jauh dari tempat kami bertemu mereka sambil membawa paksa Ashanti yang bugil dan kedinginan.

    Nah. Kalau disini ntar kalau temen-temen lo pada balik nyariin gak bakalan ada yang nemuin lo. kataku pada Ashanti Lo kalau kedinginan ngapain pakai acara ******* malem-malem dihutan? lanjutku sambil mencium paksa bibirnya. Luar biasa lembut, gadis cantik ini benar-benar membuatku terpesona. Ampun kak. Saya minta pakaian dalamnya lagi, saya nggak akan bilang siapa-siapa soal ini asal saya dilepasin kak. katanya padaku sambil berlinangan air mata. Beh! Emang lo masih perawan apa? Anggap aja ngelayanin kami sama aja ngelayanin cowok lo. seru Joni sambil mempreteli bajunya. Menurut undian aku lebih dulu yang dapat jatah.

    Segera setelah aku melepaskan bajuku, aku segera menindih cewek bahenol ini dan mulai melakukan penetrasi. Sambil kuciumi payudara dan leher juga bibirnya aku berkata, Gua jamin, pelayanan gua lebih memuaskan daripada cowokmu itu.

    Jangan kak. Ampun! Kak janga ..an ..achhhhhh .achhhhhhhhh !!! ucapannya berubah menjadi rintihan saat penisku menerobos liang kemaluannya. Tak butuh waktu lama hingga seluruh penisku yang panjangnya 18 senti itu masuk semua kedalam vagina Ashanti. Sekarang enak khan? Penis gua lebih gedean khan dari punya cowok lo? kataku pelan sambil memulai sodokan-sodokan penisku kearah dalam vaginanya.

    Ach, ohhh, achhh, ochhh, jangan kak! Ahhhh ohhh Ashanti mulai tak terkendali, nampaknya walaupun dia ingin menolak tetapi dia tetap merasakan kenikmatannya. Tak sampai sepuluh menit dia mencapai orgasme keduanya malam ini. Achhhh, kak ahhhh! serunya diiringi tubuhnya yang mengejang kuat dan tanpa sadar tangannya menekan bahuku. Heheh! Ternyata menikmati juga yah? ejek Joni pada Ashanti.

    Lalu kupercepat gerakan sodokanku, kali ini kurubah gaya menjadi woman on top sehingga dia bisa bergoyang lebih bebas dan dengan gaya ini dia orgasme untuk ketiga kalinya. Cairan cinta dari vaginanya bercampur dengan cairan pelumas yang keluar dari batang kejantananku menimbulkan bunyi-bunyian yang berkesan becek saat kedua kelamin kami berbenturan.

    Kemudian kuakhiri petualanganku malam ini dengan doggy style dimana di kuposisikan menghadap kekasihnya yang masih pingsan dan kusuruh dia mendesah seliar mungkin. Tak lama kemudian aku merasakan spermaku akan keluar. Say, aku keluarin didalam yah. kataku padanya namun tak ada jawaban. Crot, crot, crot, crottt! spermaku menyemprot liang vaginanya setidaknya 4 sampai 5 kali.

    Selang 2 menitan Ashanti langsung disuruh jongkok oleh Joni dan dimembersihkan vagina cewek itu dengan air sungai. Bah! Tercemar sudah. serunya sambil terkekeh. Lalu tanpa aba-aba lagi dia langsung menyodokkan penisnya kedalam vagina Ashanti yang sudah lemas itu dengan posisi doggy style.

    Ach, ach, ohhh! Ashanti kembali meracau tidak karuan. Saat itu kekasihnya bangun dari pingsan dan melihat betapa liarnya Joni menggenjot kekasihnya. Nih liat! Cewekmu aduhai bener bodynya, goyangannya juga mantap. kata Joni pada Anthony sambil memperliar sodokannya sehingga kadang membuat Ashanti mengaduh kesakitan. Ahhh, yes, ohhh .yessss! kali ini giliran Joni yang meracau tak karuan. Aku segera ambil posisi, Kalau kamu mau pakaian dalam kamu balik, kamu harus mengoral penis gua dulu. Nih! kataku sambil menyodorkan batang kejantananku yang mengeras lagi kedepan bibir mungilnya yang menurutku sangat seksi.

    Dia lalu membuka bibirnya perlahan dan mulai memasukkan penisku kedalam mulutnya. Ahhh, gitu dong dari tadi. seruku sambil memaju mundurkan pinggangku mengerjai mulut Ashanti gadis manis ini. Tak lama kemudian Joni mempercepat goyangannya dan langsung meremas buah dada Ashanti dengan keras hingga gadis ini mengaduh keras. Ahhh gua keluar nih. Memek lo emang legit abis Shan, kalau jadi lonte dah bakalan laris lo. Joni berkata sambil melakukan sodokan pamungkasnya yang mendalam dan keluarlah seluruh cairan haram itu didalam vagina Ashanti. Gadis ini hanya bisa menutup mata namun tak lama dia terpaksa harus membuka matanya karena aku berejakulasi saat penisku dioral mulutnya. Dia mencoba melepaskan penisku namun gagal dan akhirnya harus menerima sebagian besar maniku keluar dimulutnya.

    Setelah puas, aku dan Joni berpakaian dan memberikan pakaian dalam Ashanti tapi sebelumnya aku kembali menggunakan kamera digitalku untuk memotret mereka berdua dalam kondisi telanjang bulat. Kalau lo pada buka mulut, foto-foto ini bakalan gua kirimin kesemua relasi kalian and tentu saja keseluruh kampus dan keluarga kalian. Ngerti! bentakku. Udah! Ayo pergi! Dah puas gua ngentotin tuh anak baru. kata Joni sambil ngeloyor pergi. Sebelum aku pergi aku berbisik pada Ashanti, Lain kali kalau kamu butuh kepuasan, cari saja aku. OK? bisikku.

    Kejadian itu merupakan kejadian yang sangat berkesan, karena aku bisa memperoleh tubuh cewek angkatan baru ketigaku. Lalu aku dan Joni segera pergi kearah Silvia dan Nugie pergi. Ceritanya cukup seru juga.

    Setelah menempuh setidaknya satu jam perjalanan, aku dan Joni memutuskan untuk berhenti mencari Silvia dan Nugie. Tapi benar-benar takdir, aku dan Joni mendengar ada suara ribut-ribut didekat kami dan kamipun mencari arah suara tersebut. Hmmm, tuh mereka berdua. Malah perang sendiri. kata Joni padaku.

    Anak baru emang ga berguna semua, nyari jalan saja pakai berantem. ucapku. Kami berdua lalu mendekati kedua anak itu. Mereka kaget tapi lega dan senang melihat ada panitia didekat mereka. Untung ada kakak panitia. kata Nugie pada Silvia. Silvia ini tidak begitu cantik paras wajahnya, namun dia sangat modis cara berpakaiannya dan body nya itu yang aduhai, jauh lebih seksi daripada Ashanti yang padahal menurutku sudah cukup seksi.

    Kami berencara untuk turun gunung namun ternyata jalan yang kami lalui tadi tertutup kabut. Bener-bener deh! Tadi waktu diatas ga ada kabutnya kok dibawah sekarang ada. gerutu Joni lagi. Aneh juga, baru kali ini ada yang beginian. Kalian juga sih pake acara naik gunung, dah tahu perkemahannya di kaki gunung. kataku kesal. Seolah mengakui kesalahan mereka, kedua bocah itu diam. Akhirnya kami berempat harus menunggu sampai kabut hilang karena jalan yang dilalui ada beberapa bagian yang curam dan jarak pandang hanya 2 meter didepan.

    Dah! Kita diam disini dulu saja sampai kabut ilang. kataku sambil duduk disebuah potongan ranting kayu yang besar yang nampaknya jatuh dari sebuah pohon. Joni terdiam lalu angkat bicara, Jangan! Gue kayaknya masih inget ada tempat persinggahan disini, pos buat para pendaki. Kami lalu mencari pos tersebut dan ternyata Joni benar dan letaknya tidak jauh dari tempat kami berdiri tadi.

    Pos berukuran 5×5 meter yang sederhana sekali, hanya terdapat sebuah tempat tidur dari semen yang bisa digunakan buat tidur, duduk ataupun bersantai sambil menaruh bawaan. Malam semakin larut dan kabut diluar pos semakin tebal saja. Karena hanya membawa lampu senter multifungsi tanpa membawa oncor, obor atau sebagainya maka hawa dingin semakin merajalela.

    Anjing! Dingin abis disini. Mana kaga ada perapian pula. Nugie mulai menyumpah serapahi keadaan. Aku melihat Silvia mulai mendekatiku dan berbagi jaket gunung bersamaku. Maklum diantara kami berempat, akulah yang menggunakan jaket gunung paling tebal, tapi jujur saja suasana dingin sudah biasa bagiku karena aku lahir didaerah pegunungan juga. Hih! Dingin, dingin banget. Silvia kini mulai berani memeluk tanganku. Kurasakan tonjolan menyentuh lengan atas tanganku. Dada Silvia yang cukup besar, 36B setidaknya menurut tebakanku menyentuh tanganku. Disuasana sedingin ini sebuah kehangatan merupakan surga.

    Hmm! Silvia. panggilku padanya dan dia menoleh. Dia terkejut karena tanganku sudah memasuki jaket dan baju kausnya bahkan sudah melewati himpitan branya dan menyentuh buah dadanya yang montok itu. Kakak! Kakak apa-apaan sih? bentaknya padaku namun tak berpengaruh bahkan aku semakin berani mereka payudaranya kali ini menggunakan kedua tanganku. Kamu tau nggak Silv, di cuaca sedingin ini kehangatanlah yang penting. Dari pada aku mati beku mending kita bekrja sama. aku beralasan. Tanpa di komando lagi, Joni segera memegangi kedua tangan Silvia dari belakang sementara aku membuka bra nya. Kali ini dada Silvia tidak tertutupi bra lagi walaupun dia masih mengenakan jaket dan kaus. Tak hanya itu, aku langsung memelorotkan celana jeansnya dan juga celana dalamnya. Setelah tubuh bawahnya telanjang dia baru dapat berteriak. Hentikan! Kalian sudah pada gila! Apa-apaan ini? Jangan macam-macam. serunya namun tak ada gunanya. Bahkan Nugie yang dari tadi bengong jadi ikut bereaksi meremas-remas payudara Silvia. Sementara mulutku mencumbu bibirnya dengan french kiss. Nampaknya mau tak mau dia pasrah juga melihat dirinya dikerumuni tiga pria dan semuanya berebutan untuk merangsang diri mereka dengan tubuhnya yang akhirnya berbalik merangsang diri Silvia sendiri.

    Tak menunggu lama segera aku pasang posisi, Jangan khawatir Silvi, yang penting kenikmatannya kok dan kehangatan kita semua. kataku sambil membuka resleting celana jeansku dan segeralah batang kejantananku mengacung tegak seolah menantang dinginnya malam berkabut itu. Gila! Gede amat. tanpa sadar Nugroho berceletuk dan ditanggapi dingin oleh aku dan Joni.

    Blessshhh. Segeralah batang penisku itu menerobos masuk kedalam vagina Silvia. Achh, sakit mas. Silvia mulai terbata-bata. Kala itu baru kepala penisku yang bisa masuk. Kamu masih perawan yah Sil. aku tersenyum melihat dia menahan rasa sakit namun tak sanggup memberikan perlawanan. Dan dalam selang satu sampai dua menit akhirnya seluruh batang kemaluanku berhasil sukses melesak masuk kedalam liang kewanitaan Silvia.

    Ah, achhh, ahhh. Silvia mulai mengejang menahan sensasi kenikmatan dan menahan rasa perih di liang senggamanya. Ukuran vaginanya memang lebih kecil dari semua cewek yang pernah kutiduri dan ditambah ukuran penisku yang cukup lumayan itu membuat terasa sangat seret dan sulit saat akan penetrasi.

    Benar-benar situasi yang luar biasa dimana Silvia yang hanya menggunakan atasan dan diriku yang masih berpakaian lengkap ini bersenggama di sebuah ruangan yang dingin berkabut. Karena kondisi maka aku memilih doggy style sehingga tidak perlu terlalu ribet. Tiap sodokan demi sodokan dari penisku membuat kedua payudara sang dara ini berguncang hebat. Achhh, mas, ahhh, ahhhh hentikan mas achhh. racaunya ditengah goyangan mautku. Bener mau berhenti? godaku padanya sambil senyum-senyum. Sambil meremas-remas payudaranya dari belakang, aku benar-benar mencapai kepuasan yang tiada tara. Gadis bertubuh molek ini akhirnya dapat aku garap dengan seekstrim ini. Dua puluh menti kemudian aku mencapai klimaksku dan ku semprotkan seluruh cairan kemaluanku didalam vaginanya. Saking banyaknya hingga ada tetesan yang keluar.

    Setelah diriku, Joni lalu kemudian Nugroho juga melampiaskan hasrat terpendam mereka ketubuh Silvia dan sama sepertiku mereka menggunakan doggy style. Sperma-sperma yang memenuhi liang kewanitaan Silvia seolah menjadii saksi kebrutalan tiga pria dalam satu malam yang dingin. Banyak sekali pose saat Silvia disodok yang terekam kameraku. Enak yah Sil? Nyari kehangatan sambil nyari kenikmatan. kataku padanya. Kalau kamu ntar mau ******* lagi, bisa ngomong ke aku OK Sil. aku manambahi.

    Setelah kurang lebih pukul 4 pagi, kabut mulai hilang dan kami berempat berani untuk turun. Malam itu selama kurang lebih 2 sampai 3 jam kami mengerjai Silvia dari segala sisi. Setidaknya aku sudah berejakulasi dirahim, anus dan dadanya. Begitu juga dengan dua orang yang lain, bahkan Nugie lebih rakus karena dia memaksa Silvia melayaninya hingga 5 kali. Entah sudah berapa banyak sperma yang memasuki rahim Silvia waktu itu. Malam itu selain mendapatkan servis dari Ashanti, aku juga memperoleh servis dari Silvia plus keperawanannya. Rekorku sepertinya melebihi rekor Yusak temanku dalam hal memerawani cewek.

    Hari ketiga waktu sore hari tiba, banyak peserta makrab yang menyiapkan acara mereka masing-masing karena tiap-tiap regu diharuskan menampilkan sebuah atraksi hiburan yang akan digunakan pada malam api unggun. Malamnya saat acara api unggun dimulai, suasana sangat meriah dan tidak ada lagi acara bentak-bentak dari para senior. Semuanya membaur menjadi satu baik senior maupun junior. Aku, aku memilih menyendiri di salah satu tenda panitia. Terus terang aku cukup lelah dengan aktifitas pagi waktu itu dimana kelompok tugasku diberikan tugas untuk menyiapkan keperluan dan perlengkapan untuk acara api unggun.

    Saat aku mendekati salah satu tenda panitia dari bagian dokumentasi, aku mendengar ada suara orang bercakap-cakap, setidaknya ada 3 orang disana. Kudengar samar-samar dan aku mulai dapat memastikan kalau suara itu adalah suara Joni dan Anwar temanku sementara suara satu lagi adalah suara perempuan yang aku tidak kenal. Tapi itu bukan yang membuatku terkejut, karena yang membuatku sangat terkejut adalah suara-suara yang muncul dari mulut ketiga orang itu.

    Jangan kak! Saya benar-benar nggak sengaja kok. kata si cewek yang ternyata bernama Ivone. Gak sengaja gimana? Jelas-jelas kamu bawa benda ginian ditas kamu, emangnya benda seperti ini isa masuk dewe? bentak Anwar dengan logat jawanya.

    Terdengar suara tangis kecil dan sesenggukan dari sang cewek. Aku segera masuk untuk mengetahui apa yang terjadi dan kudengar dari penuturan kedua rekanku itu bahwa bocah yang bernama Ivone ini ternyata membawa minuman keras Jack Daniels dan juga beberapa linting rokok berisi ganja.

    Sinting! Kamu pikir ini tempat apaan? bentakku. Emosi juga kumelihat ada junior yang berani bertingkah jauh diambang batas seperti gadis ini. Gadis berkulit putih ini hanya bisa terdiam. Ivone adalah gadis keturunan cina, tinggi tubuhnya 165 an dan berambut panjang lurus di cat warna merah dipinggirnya.

    Saya menyesal kak. Tolong jangan dilaporin. pintanya setengah merayu walaupun tangisnya masih juga keluar. Heh, dia pake acara merayu pula. ejek Anwar pada Ivone sambil duduk yang lalu pergi keluar untuk mecari udara diluar tenda. Aku lihat tubuh Ivone cukup bagus dan wajahnya juga lumayan karena didukung kulitnya yang putih bersih. Hng! Emangnya kamu mau ngerayu kami pake cara apaan? kataku padanya sambil melirik kearah buah dadanya. Saat itu dia memakai kaus lengan pendek dengan lingkar leher cukup besar sehingga dari lingkar leher kausnya dapat terlihat dadanya saat dia merunduk.

    Nampaknya Ivone cukup tanggap akan hal tersebut dan dia segera membuka kausnya hingga terlihat payudaranya yang dibalut bra berwana krem. Kakak boleh lihat tubuh Vony tapi jangan lapor tentang rokoknya sama minumannya. Please yah kak, ntar aku bisa dikeluarin. pintanya memelas. Joni menimpali, Lo bukan cuman bakal dikeluarin tapi juga dipenjara. Kita-kita bisa saja ngomong kalau lo mau mengedarkan ganja itu di lingkungan kampus. serunya pada dara tersebut.

    Sambil meletakkan tas cangklongku aku perlahan mendekati dia, Kamu, kalau cuman bisa buka segini ga ada gunanya. Ga setimpal. Kalau mau buka semuanya! seruku padanya. Akhirnya walau dengan enggan akhirnya dia mau mencopot seluruh pakaiannya didepan kami berdua. Payudara putihnya segera menjadi pemandangan utama dan ukurannya cukup besar sekitar 36B, belum lagi pusarnya yang ditindik membuat dia semakin seksi saja.

    Wah, kalau gini baru kita-kita bisa berpikir jernih tentang masalah lo. Joni terkekeh sambil menjulurkan tangannya memegang-megang payudara Ivone. Tapi dikebaskan tangan Joni oleh tangan Ivone. Sialan! Lo mau gua laporin apa? bentak Joni tidak terima. Namun suasana saat itu terhenti saat ada seseorang yang masuk yang ternyata adalah Anwar.

    Dia terkejut dan tak dapat melepaskan pandangannya dari tubuh bugil Ivone, Gila, apa-apaan neh? Kok jadi gini? Anwar bingung. Selang beberapa detik kemudian ada panggilan dari radio komunikasi kami dari HT salah satu teman kami diluar, isinya adalah buat Joni untuk segera datang keacara api unggun karena dia kebagian tugas mengabadikan acara tersebut dengan handycam panitia. Segera kusuruh Joni keluar walalaupun enggan tapi hal tersebut agar tidak membuat kecurigaan dikubu panitia.

    Sekarang tinggal kita bertiga. kataku pelan sambil membuka celanaku dan segera terpampang penisku yang sudah lama ereksi karena melihat tubuh telanjang Ivone. Kak, jangan! Tadi khan katanya cuman mau lihat. Bukan yang lain kak. kata Ivone patah-patah karena gugup. Anwar masih bengong dari tadi baru bisa menguasai dirinya, Di! Kowe sudah edan yah? Ntar kalau yang lain kesini bisa mampus kita. katanya panik dengan logat lucunya itu. Aku hanya meringis sambil menyergap Ivone yang mencoba berontak. Kupegang kedua tangan dara tersebut sementara kedua pahanya kutekan dengan kakiku sehingga tak dapat bergerak lagi.

    Von, sekarang kamu harus buat aku senang kalau tidak aku laporin semua barang bukti ini ke temen-temen panitia yang laen. Gak enak lho dipenjara bertahun-tahun apalagi buat gadis muda kayak kamu. Dipenjara bisa jadi bulan-bulanan. kataku menakut-nakutinya dan berhasil, dia menjadi minder ketakutan akan akibat yang mungkin terjadi jika aku melaporkan semuanya.

    Kuciumi mulutnya yang tipis itu sambil kuremas-remas payudaranya yang putih mulus itu. Kujilat dan kuhisap-hisap puting susunya sehingga mengeras dan sedikit demi sedikit dia sudah mulai merasakan kenikmatan cumbuanku. Vaginanya mulai basah dan saat inilah yang kutunggu. Kuarahkan penisku kearah bibir vaginanya dan segera kudorong melewati labia minora tersebut.

    Ach, ahhh !!! rintihnya pelan saat batang kejantananku melesak kedalam vaginanya. Ahhh, nikmat sekali. kataku pelan sementara dia hanya membisu dan membuang muka kesamping. Dari saat aku memasukkan penisku hingga saat aku mulai memompa batang kemaluanku itu, aku dapat merasakan kalau dia sudah pernah berhubungan dengan pria lain. Tak ada darah dan kesulitan memasukkannya tidak sesusah saat bersama dengan gadis yang masih perawan.

    Kugenjot semakin cepat sambil kuangkat kedua pahanya dan kusandarkan di pundakku sementara dia berbaring pasrah menerima hunjaman-hunjaman penisku di liang kemaluannya. Ahhh, achh, ohhh rintihnya pelan. Selama sepuluh menit aku hajar vaginanya dengan posisi itu dan karena tempat yang sempit aku enggan berpindah posisi. Ahh, aku mau keluar nih. Keluarin mana nih? kataku padanya. Dia hanya menjawab pasrah, Terserah kakak mau dikeluarin dimana.

    Ahhh, ahhh !!! aku mengerang cukup keras sebelum aku menegang dan penisku menyemburkan cairan sperma yang cukup banyak didalam vaginanya. Crot, crott, crottt, crottt .!!! Sekarang liang vaginanya dipenuhi cairan putih kental yang akhirnya sebagian besar mengalir keluar dari dalam liang senggama Ivone melalui bibir vaginanya. Aku lalu memakai celanaku lagi dan duduk agak jauh dari Ivone.

    Kamu nggak mau nyobain nih cewek? kataku pada Anwar yang dari tadi cuman tertegun menonton permainan panasku dengan Ivone. Akhirnya dia juga ambil bagian. Dengan sigap dia copot semua pakaiannya dan langsung mengarahkan penisnya yang berwana coklat kehitaman itu kearah bibir vagina Ivone yang putih kemerahan yang masih belepotan sperma itu, tapi nampaknya temanku itu tak peduli lagi.

    Ahhh, ahhh, akhirnya hilang juga perjakaku. Kentu ma cewek cina lagi. Ngimpi juga gak pernah aku. katanya padaku. Aku hanya tersenyum melihat kelakuan polos temanku itu. Batang kemaluan yang berwarna gelap itu kontras sekali dengan liang memek Ivone yang putih kemerahan. Setiap kali penis Anwar menyodok dalam vagina Ivone, gadis itu bergetar keras sambil mendesah entah desahan sakit atau kenikmatan.

    Ahhh, keluarin didalam yah non. kata Anwar dan benar saja hanya dalam waktu lima menit dia ******* dengan gadis itu dia langsung mencapai klimaksnya. Sekali lagi cairan sperma milik seorang pria membanjiri liang senggama Ivone. Setelah itu kami berdua menyuruhnya mengoral penis kami hingga kami berejakulasi diwajah dan mulutnya.

    Sekitar dua jam kemudian, Joni datang bersama tiga orang panitia yang lain. Semuanya pria dan semuanya menjadi horny saat melihat tubuh telanjang Ivone yang lemas karena melayani aku dan Anwar tanpa henti. Seakan kerasukan setan, keempat rekanku itu mencopot celana mereka masing-masing dan menggagahi Ivone secara bergantian. Kali ini bukan cuma vagina dan mulutnya yang dihajar dengan sumpalan penis, tapi juga lubang anusnya yang disodomi oleh keempat temanku ini. Benar-benar brutal sekali, karena sempat aku melihat saat vagina Ivone dijejali dua penis sekaligus. Saat itu dia menangis keras namun segera dibungkam oleh salah seorang dari mereka. Sekitar jam 12 malam tepat saat acara api unggun mendekati selesai, mereka berempat selesai mengerjai Ivone dan meninggalkannya dengan tubuh belepotan sperma baik dimulut, payudara, perut, paha, punggung bahkan anusnya, terlebih di liang kewanitaannya dibanjiri oleh sperma dari 6 orang pria berbeda. Karena terlalu banyak hingga meluber keluar. Malam itu Ivone lolos dari jerat hukum tetapi dia masuk kedalam jerat kami para panitia. Benar-benar malam yang menyenangkan.

     

  • cerita ngentot dengan kakak sepupu

    cerita ngentot dengan kakak sepupu


    57993 views

    Kisahku bersama kakak sepupuku tapi ini pas aku masih baru masuk kuliah dia juga kuliah tapi belum lulus ketika itu dan itu pertama kali aku menyetubuhinya. Kakak sepupuku ini namanya Winda, bodinya manteb banget toket kira-kira 36 C.

    Aku sebenernya kalo bukan saudara udah ku embat ni kakakku walopun jarak umurku sekitar 6 tahunan.
    Awal mula ceritanya aku memutuskan berlibur ke rumah nenekku untuk beberapa minggu dengan alasan lagi mau minggu tenang ujian biasanya kan aku kerumah nenek mungkin hanya waktu lebaran. Ternyata waktu itu si Winda juga liburan kesana jadilah kami berdua dirumah nenek kami. Nenek kami itu tinggal disebuah desa sendirian karena kakek sudah meninggal lama di desa itu nenek juga tinggal jauh dari tetangga. Aku sampai di nenek lebih dulu siang dan kakakku sampai disana sorenya. Sesampai disana kakakku bener-bener aduhai bikin kontol ngaceng,gimana gak ngaceng kalo di pake kaos ketat yang nonjolin toketnya yang besar itu.

    “udah lama ngga datengnya” kata Winda

    “ya siang tadi lah mbak,berangkat habis subuh soalnya aku” jawabku

    “udah mandi sana Sar, cepet mandi cepet istirahat” kata nenekku

    “Iya nek,bentar lagi nunggu keringetnya kering..nanti malah masuk angin” jawab Winda

    Gak lama kemudian si Winda berangkat mandi dan nenek katanya pamit mau ke tetangga mau pesen kue camilan. Setelah nenek berangkat aku langsung ke kamar mandi dengan ide kotorku buat ngintip tubuh Winda yang bugil lagi mandi. Kebetulan kamar mandi di rumah nenekku itu memang ada lubang di pintu kamar mandinya yang memang sengaja dibuat tapi sampai sekarang aku juga gak tahu fungsinya buat apa. Kalo aku sih buat ngintip kakakku ini aja,Hehehehe….

     

    Pas aku ngintip aku nggak lupa kunci pintu kalau nenek dateng jadi tahu. Mataku mulai mengintip ternyata dia baru lagi buka udah mau buka BH,aduh jadi ngaceng ni kontol ngebayangin kalo toket itu aku kenyot-kenyot. Satu persatu mulai lepas sampai akhirnya celana dalam yang terakhir dan tampaklah memeknya kakakku ini yang bulu jembutnya tercukur rapi. Mungkin Kakakku ini rajin merawat memeknya dan terbayang gimana wangi dan rasa memeknya gimana rasanya. Biar bisa terus terbayang akhirnya kuambil Hpku dan kurekam semua adegan mandinya. Kusudahi ngerekamku mungkin sudah cukup pikirku buat bayangin kakakku. Dan gak lama kemudian nenekku ternyata datang pas aku sudah selesai ngintip kakakku yang mandi.

    “Mbakmu dimana? Belum selesai mandinya?” tanya nenekku

    “Belum nek” jawabku

    Akhirnya kakakku itu selesei juga mandinya,dan segera masuk kamar untuk ganti baju. Sementara itu aku bantu nenekku masak buat makan malam. Selesei ganti baju dia segera bantu masak juga,tertegun aku ngeliat dia pake daster tipis panjangnya pun gak sampe selutut. Gak konsen masak jadinya apalagi pas duduk dibawah kadang-kadang keliatan paha mulusnya dan terawang juga dalemannya.
    Jam 7 kami bertiga bersama makan malam,dan cerita masing-masing kuliah kami ke nenek. Selesai makan lanjutlah kami bertiga nonton tv bersama. Nenek yang mungkin capek dengan kegiatannya seharian segera masuk kamar dan tidur. Jadi tinggal aku sama kakakku Winda, kami berdua cerita-cerita sambil kucuri-curi pandang pahanya yang mulus karena baru kusadari dan dia gak sadari kalau rok.nya tersingkap.

    Dia cerita kalau banyak masalah jadi kuliahnya pun malas-malasan, mulai dari masalah sama bapaknya juga pacarnya. Baru tahu aku kalo dia sering dimarahi, dihina bahkan dilecehkan bapaknya walaupun gak sampai disetubuhi terus sama pacarnya yang baru putus karena selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Lebih parahnya lagi selingkuhnya pas dia main ke kontrakan sahabatnya ternyata pacarnya lagi ngentot sama sahabatnya itu dan akhirnya saat itu juga dia putus dan malas ke kampus buat ketemu sama sahabat juga mantan pacarnya itu.

    “Sabar ya mbak, sebaiknya tetep kamu jalani kuliahmu jangan hiraukan asalahmu sama sahabatmu sm mantanmu itu” kataku

    “iya sih, kalau yang sama mantanku itu mungkin salahku juga. Terus sama bapakku itu aku juga takut,takut sendiri juga takut ngomong ibu” jawabnya

    “iyaa mbak kamu jaga diri aja kalau dirumah,terus ngomong-ngomong kalau sama pacarmu kok km ngerasa salah sih mbak?”

    “sebenernya sih itu salahku karena aku gak mau diajak ML sama dia,tapi aku belum siap…walaupun…” jawab Winda
    “walaupun apa mbak?” tanyaku kepo, hehehe

    “walaupun pingin banget buat gituan,eh sorry jadi cerita aneh2 gini…udah deh aku ngantuk mau nyusul nenek tidur” jawabnya

    Akhirnya dia masuk kamar nenekku dan nyusul nenekku buat tidur memang dia tidur sama nenek biasanya, mungkin dia capek perjalanan tadi. Tapi aku sendiri masih belum ngantuk jadi kuterusin nonton TV. Sambil kubuka hasil rekaman tadi ngintip Winda mandi,ternyata body.nya menggiurkan banget. Pantes aja mantannya pingin banget buat ngentot sama dia, gini aja aku udah pingin banget buat coli.

    Sambil mikirin kata-kata si Winda tadi pingin ngentot kenapa yaa. Sejam kemudian aku baru berasa ngantuk akhirnya aku masuk kamar buat tidur. Pagi harinya aku bangun tapi udah agak siang sekitar jam 9 dan keadaan rumah sepi kulihat kedapur gak ada orang kebelakang rumah gak ada tapi di meja makan ada masakan. Akhirnya aku ke ruang tengah buat nonton TV tapi sebelum TV aku nyalain terdengar seperti suara desahan dari kamar nenekku. Ku intip akhirnya,pelan pelan kudekati pintu kamar nenekku dan kubuka. Ternyata kakakku Winda lagi masturbasi dan bajunya dan BH sudah keangkat ngeremesin toketnya sedangkan satunya lagi mainin itilnya. Gak lama kemudian aku balik lagi keluar dan kututup pintunya juga sambil pura-pura cari-cari orang rumah.

    “mbak…mbak…nekkk…pada dimana sih?” teriakku

    “apasih?? Aku dikamar kok, nenek lagi arisan koperasi sambil lanjut ke kota ada acara nikahan tetangga yang acaranya di kota” jawab kakakku sambil keluar dari kamar

    “oalah…pantes sepi amat ni rumah” kataku

    “Itu kalau mau mau sarapan udah disiapin sama nenek tadi” kata kakakku

    “Beres mbak..masih belum laper kok” kataku

    Akhirnya nonton TV berdua aku sama kakakku itu, sambil kutanya-tanya lagi yang masalah semalem.

    “Mbak pingin ngentot yaa? Semalem waktu cerita katanya pingin” tanyaku dengan penuh keberanian

    “Eh kamu kok tanyanya gitu sih tiba-tiba? Kamu aneh-aneh aja sih” jawabnya

    “Udah deh mbak jangan boong, tadi aku juga liat kamu lagi masturbasi” kataku sambil mendekatkan dudukku di dekat dia

    “Jadi kamu tadi ngintip aku yaa?” jawabnya sambil mukanya memerah

    Langsung setelah jawaban itu kusergap dan kucium dia,lumatan bibirnya sungguh menawan. Mmhhhh mmmhhh….desahan yang keluar dari bibirnya.

    “Sudahlah mbak, aku siap buat muasin kamu… aku mau kok ngentot sama kamu” kataku sambil ciuman sama dia

    “iyaa ngga, ajari aku yaa puasin akuu.. mmhhhh… mmmhhhhhh” itu jawaban yang keluar dari mulutnya

    Langsung lebih semangatlah aku, kuciumi dia sambil tanganku ngeremesin toketnya yang montok. Kuciumi dia mulai kening,pipi,bibir,dan lehernya.

    Akhirnya kuajak dia pindah kekamarku, biar lebih aman sebelumnya kukunci pintu rumah biar nanti aman tidak ada orang yang masuk. Langsung aja setelah dikamar kuciumi kulucuti juga bajunya sekarang tanganku juga mulai ngobel memeknya.

    Aacchhhh aaacchhhhh….ouuggghhhhhh desahanya semakin keras.

    Aku melepaskan BH dan celana dalam dan dilanjut menjilati memeknya.

    Aacchhh…oouugghhhh…ouuugghhhhh.

    Kami melakukan kegiatan itu kira-kira 1/2 jam. Lama juga. Pokoknya aku melakukannya dengan sangat pelan, biar dia juga lebih menikmati.

    “Mbak…aku masukin yaa??” kataku

    “iyaa cepet masukin tapi…pelan-pelan yaa? Mbak masih perawan” kata Mbak Winda

    “Wuah… Yakin kamu mbak kasih perawanmu buat aku?” tanyaku

    “iyaa cepet gih masukin… aku udah gak tahan… achhhh… acchhhh” jawabnya sambil mendesah karena tanganku ngobel-ngobel memeknya

    Akhirnya kukangkangin pahanya dan pelan-pelan kumasukin kepala kontolku ke memeknya. Pelan-pelan dan sedikit-sedikit kutekan kepala penisku, terus dan terus….

    “Ahh…. sakit ngga….” kata Mbak Winda.

    Akhirnya blesss… dan masuklah semua batang kemaluanku diiringi sedikit teriakan kecil Mbak Winda…aaacchhhhhhhhhhhhhhhhhh…. disaat itu kuliat Mbak Winda meneteskan sedikit air matanya.

    Kubiarkan kontolku nancep sebentar didalem memeknya sebelum ku pompa karena kasian pada kakakku yang perawannya pecah dan kulihat memang darahnya mengalir di memek juga batang kontolku.

    “Tenang mbak,aku akan puasin kamu… ini mungkin sedikit sakit tapi juga bakal enak juga akhirnya” kataku
    “iyaa adekku Angga… ayoooo sayang sodok aku sekarang…puasin aku” kata dia

    Langsung aja kupompa kontolku… slebbbb…. sllebbbb… sslleeebbbb… kupompa dengan sekuat tenaga. Selain itu toketnya aku remas jilati biar dia tambah terangsang.

    15 menit kemudian dia orgasme. “aacchhhhh aku keluar Angga sayang” kata Winda
    Sambil menunggu dia kembali lagi tenaganya kusuruh dia ngulum kontolku. Dia ternyata sangat jago ngulum kontol dikeluar masukin sampai di deepthroat juga ni kontol. Ternyata dia jago karena dia memang hanya sebatas blowjob kalau sama mantannya dulu. 5 menit di blowjob aku udah gak sabar aku suruh Mbak Winda nungging,dan kujilati sebentar memeknya biar basah dan kumasukkan lagi kontolku. Langsung tancap gas kupompa kontolku…sambil kuremas-remas toket yang selalu jadi idamanku ini. Memek kakakku bener-bener enak banget rapet bangettttt…..

     

    Gak lama ni kontol udah kerasa mau muntah aja. Dan kulihat sepertinya kakakku ini juga mau orgasme lagi. “Tahan ya Mbak, aku juga udah mau keluar”, kataku. Kira-kira setelah menyetubuhinya sekitar 15 menit. Lama-lama si Winda sudah tidak tahan, aku juga sudah tidak tahan. Spermaku sudah siap menembak. Akhirnya aku dan Winda sama-sama sampai klimaksnya. Tapi pas dia orgasme langsung kutarik batang kontolku dan kukeluarin spremaku di punggungnya. Aku langsung dekap tubuhnya, kucium bibirnya, sambil kuucap terimakasihku ke dia.

    “Terima kasih sayang, aku puas ngentot sama kamu” kataku dengan berani ku panggil sayang

    “Iya sama-sama sayang, makasih juga sudah ngajari dan muasin aku…kapan-kapan lagi yaa!” jawabnya

    Dengan semangat ku jawab “Beres mbakku Sayang, ayo udah beres-beres nanti keburu kalau ada nenek dateng”
    Kami pun bebersih bersamaan dan kami mandi bersama. Dikamar mandi nafsuku naik lagi jadi kuentot lagi kakakku dan kami pun orgasme bebarengan lagi. Dan langsung lanjut mandi atau saling mandiin tepatnya.

    Setelah mandi kami sarapan bareng padahal jam sebenernya udah nunjukkin sekitar jam 1. Dan gak lama kemudian nenek dateng. Kami pura-pura gak terjadi apa-apa,selama di rumah nenek aku sering quick Sex dengan kakakku curi-curi kesempatan dari nenekku. Hubungan itu sering berlanjut sampai sekarang dan entah tak tau kapan akan berakhir walaupun aku sekarang sudah punya pacar.

     

  • cerita dewasa pegawai bank yang sexy dan cantik

    cerita dewasa pegawai bank yang sexy dan cantik


    5612 views

    Sinta, seorang wanita muda berusia 25 tahun, dengan langkah gontai menembus kerumunan para peserta jalan sehat yang masih terus mondar-mandir kesana kemari dengan ramai menunggu hasil pengumuman door prize undian. Sejak tadi malam, kondisi badan Sinta memang sedang kurang fit, namun karena ia telah berjanji dengan temannya untuk mengikuti acara ini, ia pun memaksakan diri untuk mengikuti acara ini. Berbeda dengan hari kemarin yang terus menerus dirundung hujan, Kota Jakarta hari ini benar-benar terbasuh dengan terik mentari yang begitu dahsyat. Akibat perubahan cuaca yang begitu ekstrim ini, dapat dipastikan kondisi tubuh Sinta kian bertambah parah. Untuk mengistirahatkan diri, ia pun terduduk sejenak di pinggiran trotoar di sekitar lapangan tempat berkumpulnya peserta jalan sehat. Tas punggung yang hanya berisi barang seadanya itu, ia sampirkan di sampingnya.

    Sinta adalah seorang supervisor call center bank swasta terkemuka di indonesia. Ia adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Hari ini ia memakai setelan kaus dan celana training berwarna ungu yang memanjang hingga ke mata kakinya yang terbungkus kaus kaki berwarna krem yang agak transparan. Selain itu ia juga menali rambutnya gaya ekor kuda , sehingga tampak lehernya yang putih dan jenjang. Wajahnya bulat dihiasi dengan poni rambut, kulitnya kuning langsat, bola matanya hitam tajam. Tampak begitu manis walaupun dengan mimik yang lesu seperti itu. Hidungnya yang sedikit mancung nampak begitu mempesona. Sesaat ia mengeluarkan lidahnya dan menjilati bibir bawahnya, ia tampak kehausan.

    Tanpa ia sadari, seorang lelaki bertubuh gempal telah mengawasinya sejak awal acara jalan sehat. Lenggak-lenggok tubuh Sinta di balik baju sportinya telah mampu membuat darah muda lelaki berusia 20 tahunan itu menggelegak. Tejo namanya, Ia hanya cleaning service di gedung tempat Sinta bekerja. Jabatannya hanya sebagai pegawai biasa yg kerjanya bersih-bersih kantor, ia ikut gerak jalan ini karena ajakan rekan kerjanya yang lain dan ia mendengar Sinta ikut serta. Selama ini Tejo memendam rasa tertarik pada Sinta tapi segan karena perbedaan status yang mencolok. Namun kali ini, kemolekan body pegawai bank yang memang aduhai ini, ditambah dengan wajahnya yang mempesona, membuat rasa haus dan lapar Tejo hilang seketika. Berkali-kali ia meneguk liurnya sendiri memandang Sinta dari belakang. Perlahan ia mendekati Sinta dan menyapanya, “Kenapa Mbak, tampangnya pucat begitu? Mau diambilkan air?“

    “Eemmm, tak usah Mas. Nanti biar saya cari minum sendiri“ jawab Sinta sekenanya.

    “Nggak apa-apa Mbak, sebentar ya” Secepat kilat Tejo si pria muda itu telah kembali dari tempat pembagian air minum. Ia membawa dua botol Aqua sekaligus, satu untuk dirinya dan satu untuk Sinta, yang telah menggoda imannya.

    “Terima kasih banyak ya Mas” Tanpa persetujuan Sinta terlebih dahulu, Tejo langsung duduk tepat di samping pegawai bank cantik tersebut. Sinta pun menjadi sedikit risih dibuatnya. Ia sedikit menggeser pantatnya ke arah berlawanan. Karena merasa tidak enak sudah diambilkan minum, ia pun membiarkan lelaki itu duduk bersebelahan dengannya walaupun tetap dengan menjaga jarak. Karena ia telah demikian haus, ia pun menenggak air minum itu hingga setengah botol. Entah mengapa mendadak kepala Sinta menjadi pusing. Matanya berkunang-kunang, pandangannya kabur dan tenaganya melemah.

    Terdengar cekikikan dari mulut Tejo. Ternyata pria muda itu telah mencampurkan sesuatu di minuman Sinta sebelum ia menyantapnya. Dengan santainya ia mengalungkan tangannya ke leher Sinta dan menarik tubuh molek si pegawai bank yang cantik itu ke dalam pelukannya. Orang-orang masih sibuk lalu-lalang mengikuti menunggu pengumuman door prize undian. Walaupun ada orang melihat Tejo yang memeluk Sinta, mereka hanya menyangka kalau mereka adalah sepasang kekasih, karena umur keduanya tidak terpaut begitu jauh, selain itu karena akting Tejo yang meyakinkan. Apalagi wajah Sinta yang demikian lemah membuat para peserta lain tak berani mengganggu pasangan itu.

    Sinta merasa geli merasakan usapan-usapan tangan kasar Tejo di pipinya. Ia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Tubuhnya terasa lemah dan kaku. Ia merasa bingung akan apa yang terjadi padanya. Setelah minum air mineral tadi, kesadarannya terasa tertahan. Ia tidak bebas menggerakkan anggota badannya padahal ia masih dapat melihat dan merasakan segala sesuatu di sekelilingnya. Keringat semakin deras membasahi wajah dan kaus yang dikenakannya. Hampir-hampir pegawai bank nan molek itu basah kuyup oleh keringatnya sendiri.

    Melihat hewan buruannya telah begitu jinak di pelukannya, Tejo malah makin bernafsu. Kemaluan yang sudah beberapa bulan tidak dipakai itu kini berontak dengan dahsyat dari balik celana panjangnya. Bau keringat Sinta yang semakin menyengat membuat gelegak birahi Tejo makin meletup-letup. Ia membayangkan dirinya menyetubuhi pegawai bank cantik dan menawan itu dengan liar hingga Sinta bergetar hebat dibuatnya. Ia dekap tubuh indah itu lebih erat dan diciuminya bau keringat Pegawai bank yang merangsang itu. Ditempelkannya hidungnya di pipi Sinta dan sesekali Tejo mengeluarkan lidahnya dan menjilati wajah Sinta. Sinta pun hanya bisa meringis dan menikmati perlakuan Tejo pada dirinya.

    “Akkhhh …” terdengar sedikit lenguhan Sinta begitu pelan namun telah cukup membuat denyut nadi Tejo berdenyut-denyut. Pegawai bank yang kini makin basah bermandikan keringat itu, campuran dari keringat bekas mengikuti acara jalan sehat dan keringat dingin akibat dijamah oleh Tejo, itu terlihat begitu gelisah. Tubuhnya yang basah menjadi makin menggiurkan bagi pria muda yang tengah meraba-raba tubuhnya. Kegiatan mereka makin mendapat perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Tejo sedikit khawatir dengan hal itu, ia pun memikirkan jalan agar bisa menikmati tubuh Sinta dengan lebih leluasa.

    Tejo pun memutuskan untuk membawa Sinta ke sebuah tempat sepi, mumpung pegawai bank nan menawan itu masih dalam pengaruh bayang-bayang campuran obat bius dan obat perangsang yang tadi diberikannya. Dengan cepat ia melepas pelukannya pada Sinta dan bergegas mengambil motor bebeknya yang diparkir tak jauh dari situ. Ia pun membimbing Sinta untuk berdiri dari trotoar dan mengajaknya untuk naik motor bersamanya. Dengan lembut Tejo membisikkan sesuatu di telinga Sinta, “Sayang, bila kau ingin merasakan kenikmatan yang jauh lebih indah dari ini, ikutilah kata-kataku. Sekarang naiklah ke motor ini dengan membonceng padaku”

    Layaknya seorang kerbau yang dicocok hidungnya, Sinta pun menuruti semua yang diperintahkan Tejo. Ia merasakan adanya dorongan yang begitu dalam dari dirinya untuk merasakan kembali sentuhan dan belaian seorang Tejo. Ia merasakannya seperti gairah. Mungkin ini adalah efek dari obat perangsang yang diberikan oleh Tejo tadi. Sinta yang tadinya merupakan seorang pegawai bank yang anggun, menawan, cantik, dan santun kini telah tergila-gila dengan perbuatan cabul Tejo. Setelah Tejo naik motor pun, Sinta dengan pasrah menurutinya dan duduk menyamping sambil memeluk pinggang Tejo dengan erat.

    Merasakan hal tersebut, Tejo begitu girang. Selama perjalanan ia hanya memakai tangan kanan untuk menarik gas dan mengerem, sementara tangan kirinya terus mengelus-elus tangan perawan nan cantik yang melingkari pinggangnya. Sinta telah begitu jauh terperosok ke dalam jebakan yang dibuat Tejo. Mereka berdua begitu dilanda birahi yang menggebu-gebu di atas motor tua itu. Mereka sudah sama-sama tidak sadar untuk melampiaskan nafsunya masing-masing. Tanpa sadar tangan Sinta pun dengan lembut mengelus-elus bagian perut Tejo membuat pria muda itu belingsatan dibuatnya. Untung rumah kontrakan Tejo tidak begitu jauh sehingga 10 menit kemudian mereka telah sampai.

    Begitu sampai di dalam rumah, Tejo langsung menyiapkan segalanya. Pintu rumah ia kunci, motor ia masukkan, dan Sinta ia baringkan di atas kasur rumah kontrakannya. Kini hidangan lezat telah menantinya di atas ranjang itu dengan gairah yang menggelora.

    Tejo pun langsung membuka kaus dan celana panjangnya. Tinggal celana dalam saja yang tersisa ia pakai. Ia terlihat begitu sangat bernafsu dengan wanita yang tengah tergolek lemas di hadapannya. Ia pun merangkak di atas wanita itu dan membelai wajah Sinta yang cantik itu. “Siapa namamu manis?”

    “Sinta, Mas” jawab Sinta sambil menggigit bibir bawahnya. Ia juga tampak telah begitu tegang dengan Tejo yang telah menanggalkan busananya. Ia sadar semua ini sudah tidak bisa ditolak lagi. Pergolakan batin terus berlomba di dalam hatinya. Ia begitu bingung untuk memilih lari, karena raganya mengatakan sebaliknya. Baru kali ini ia diperlakukan seperti ini, dan baru kali ini seorang pria menanggalkan busana di hadapannya dan mendekatinya hingga begitu dekat di atas ranjang.

    “Nama yang bagus, Sayang. ”

    “Terima Kasih, Mas” Tejo pun menurunkan jari-jemarinya ke bawah menuju bagian buah dada Sinta yang menggunung. Besarnya ia taksir sekitar ukuran 36C. Sinta memang mempunyai ukuran payudara yang lebih besar dari teman-teman sesama pegawai bank. Bisa dibilang ialah pegawai bank terseksi di antara rekan kerjanya. Sebenarnya itu bukan masalah di kalangan rekan kerjanya, tapi setelah bertemu orang seperti Tejo yang begitu menggilai payudara besar, Sinta sadar bahwa itu adalah bahaya besar.

    Perlahan Tejo meremas-remas payudara yang masih tertutup kaus Sinta itu dengan nafsu yang begitu menggebu. Ia merasakan puting di payudara Sinta yang sebelah kanan, puting itu telah begitu tegang sehingga nampak menonjol dari balik kausnya. “Kamu udah horny yah say?”

    Sinta hanya diam saja diperlakukan seperti itu, ia tak mampu menyangkal bahwa ia telah takluk dalam dekapan pria muda yang lebih layak menjadi adiknya itu. Ia pun tetap diam ketika tangan Tejo mampir ke ujung celama panjangnya dan menariknya perlahan ke atas. Tangan yang kasar itu pun dengan lancangnya menjamah betis dan paha mulus Sinta yang belum pernah dilihat sekalipun oleh lelaki lain. Tangan itu bergerak naik turun sehingga membuat Sinta akhirnya mengeluarkan desahan yang begitu menggairahkan, “Aaaahhhh … “

    Tejo begitu senang mendengarnya. kemaluannya pun semakin keras dan tegang. Ia makin berani mengerjai pegawai bank nan cantik itu dengan menurunkan celana dalam Sinta ke bawah. Ia pun kini mengelus-elus lembut kemaluan yang sudah tidak tertutup apa-apa lagi itu dari balik celana panjang yang masih terpasang. Tejo memang belum berniat melepas pakaian Sinta, ia makin terangsang dengan mengerjai Sinta dalam keadaan masih lengkap berpakaian sporty.

    Tejo pun mendekati wajah sang pegawai bank nan anggun tersebut. Bibir mereka telah begitu dekat. Sinta pun dapat merasakan bau badan Tejo yang begitu tak sedap, tapi entah kenapa Sinta pun ikut mendekatkan bibirnya yang indah itu ke bibir pria yang sama sekali tidak dikenalnya itu. Tejo membelai mesra rambut Sinta dan memagut bibir sang pegawai bank dengan lembut dan penuh nafsu serta gairah. Pria muda itu pun semakin berani dengan mengeluarkan lidahnya agar dijilat oleh Sinta. Sinta pun tanpa malu menyambutnya dengan gairah yang tidak kalah besarnya. Persetubuhan serasa tinggal menunggu waktu bagi mereka berdua.

    Sambil memagut bibir indah nan seksi itu, tak lupa Tejo pun meremas-remas payudara Sinta dari kausnya. Bergantian dari kanan ke kiri dan sesekali memelintir putingnya. Sinta pun merasakan sensasi yang begitu menakjubkan.

    Serasa tak ada waktu lagi, dengan buasnya Tejo melumat bibir suci nan menawan milik seorang pegawai bank ternama itu. Sinta, sang pegawai bank rupawan, kini sedang berpacu dengan gairah dan birahinya sendiri. Campuran dari obat perangsang yang diminumkan saat menunggu pengumuman door prize undian tadi dan jamahan yang terus dilakukan Tejo membuat jantungnya berdenyut begitu cepat. Ia seperti lupa rasa bencinya pada laki-laki sudah ia rasakan sejak lama. Padahal dalam setiap kesempatan, ia selalu menghindari hubungan cinta dengan laki-laki karena trauma pernah dikhianati mantan tunangannya yang sangat ia cintai. Tapi kini Sinta tampak malah meminta tubuhnya sendiri untuk dijamah oleh lelaki bejat seperti Tejo yang sedari tadi telah menanggalkan pakaiannya.

    Sinta meletakkan tangannya di punggung Tejo. Dielus-elusnya punggung pria muda yang telah mengundang birahi jalangnya untuk keluar itu. Tejo pun makin panas merasakan elusan sang pegawai bank idaman itu di bagian tubuhnya yang cukup sensitive. Namun ia tak mau kehilangan tempo, ia akan berusaha memancing gairah Sinta agar ia bertingkah lebih binal lagi. Ia ingin Sinta tak hanya menyerahkan keperawanannya namun juga bisa merasakan puncak kenikmatan dunia darinya, siapa tahu nanti Sinta menjadi ketagihan dan mau menjadi pemuas nafsu seksual dirinya yang sewaktu-waktu bisa meledak. Apalagi ia sudah jarang menikmati tubuh bibinya karena ngak enak mengkhianati kepercayaan pamannya dan bibinya terlalu banyak selingkuhan jadi memeknya ngak seret lagi.

    Sehingga selepas SMU ia memilih tinggal sendiri dan berkerja sebagai cleaning service sambil kuliah di dekat tempatnya bekerja. Sesekali memang ia masih berkunjung ke rumah pamannya untuk mendapat uang saku tapi ia selalu berusaha menghindari ajakan bibinya untuk selingkuh. Memang sesekali ia masih meladeni godaan bibinya tapi jauh menurun drastis daripada saat ia masih menumpang di rumahnya pamannya. Kadang-kadang Tejo dan rekan kerjanya juga main dengan kenalan mereka yang bisa dipakai tapi jarang yang bisa memuaskan Tejo.

    “Sebentar ya Mbak,” Tejo dengan nekat memasukkan tangannya yang hitam legam ke kaus ungu Sinta. Tangan Tejo pun langsung bergerilya di daerah itu. Payudara Sinta yang besar dan sensitive itu diremasnya dari balik kausnya. Sinta pun mendesah ringan sebelum kausnya disingkap hingga diatas dada dan tubuhnya resmi dimasuki oleh tangan nakal Tejo.

    “Mass, ohhh, geli mas” begitulah erangan Sinta ketika Tejo mulai intens meremas-remas payudara pegawai bank muda yang begitu ranum itu. Segaris senyum menempel di bibir mesum Tejo ketika Sinta menekan kepalanya begitu kencang ke arah payudaranya sendiri. “Ufhhh, ampunn Mas …. !”

    Tanpa pikir panjang lagi, Tejo langsung memasukkan kepalanya ke balik kaus ungu Sinta. Disingkapnya pakaian terusan Sinta, kemudian dengan perlahan ia mengeluarkan payudara Sinta yang telah begitu membuncah dari bra krem yang masih menempel di tubuhnya. “Mbak, toketnya ca’em banget … warnanya pink, lagi tegang gitu, ukurannya berapa sih?” Ledek Tejo sambil terus meremas-remas dan memainkan putting payudara Sinta.

    Ucapan kotor Tejo semakin membangkitkan birahinya. Satu persatu pertahanan keimanannya telah runtuh. Mimik wajahnya yang biasanya penuh keanggunan kini perlahan berubah menjadi begitu erotis dan merangsang. “Iya mas, ukurannya 36C … ohhh, enak mas diremes gitu”

    “Ohh, Mbak cantik suka yah? Kenapa gak bilang tadi waktu di monas, kan bisa sekalian mas entot di sana?” Jawab Tejo makin berani.

    “Apa mas? Entot ?? ahh …” Sinta lemas begitu Tejo mengucapkan kata-kata kotor itu. Ia sadar kalau dirinya sudah di ambang birahi, dan Tejo pun sudah tidak tahan untuk melepaskan gairahnya. Ia pun memperbaiki posisi berbaringnya agar Tejo bisa lebih mudah menyetubuhi dirinya. Ia telah benar-benar kehilangan akal sehatnya.

    Merasakan geliat tubuh indah yang ada dalam dekapannya, Tejo pun ikut bergeser hingga wajahnya tepat berada di atas payudara Sinta. “Liat deh Mbak, toketnya dah penuh neh, Mas kurangin sedikit yah susunya …” Ujar Tejo sambil menyibak sedikit kaus Sinta hingga ia bisa melihat payudaranya sendiri.

    “Ahh Mas …” Sinta pun mendesah ketika bibir Tejo mulai menyentuh putting payudaranya. Seketika selembar lidah nan panas dan kasar menjulur keluar dan menggerayangi payudara Sinta yang begitu mulus, belum terjamah seorang pria pun. Sinta pun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya menahan desakan birahi yang begitu menggebu. Erangannya sudah tak bisa dibendung, matanya memejam menunggu ledakan gairah dari dalam tubuh seksinya.

    Tejo melakukannya dengan begitu perlahan-lahan. Ia ingin ini menjadi sesuatu yang tak akan ia lupakan seumur hidup. Kapan lagi kan, bisa menyetubuhi seorang pegawai bank cantik seperti Sinta ini. Dengan ganasnya Tejo mengulum putting payudara Sinta mulai dari yang sebelah kiri, kemudian berlanjut ke payudara sebelah kanan.

    “Ahhh, Mas. Geli banget …”

    “Mbak suka kan, kalo suka Mas kulum terus yah.” Tejo sudah tidak segan-segan lagi mengatakan kata-kata cabul di hadapan Sinta. Dan respon Sinta pun bukannya berusaha memberontak, tapi malah seakan membuka pintu lebar-lebar bagi Tejo untuk merobek keperawanannya di sebuah rumah yang terkesan sedikit kumuh itu.

    “Iya, Mas. Suka.” Mendengar kata-kata itu, Tejo pun menganggapnya sebagai sebuah izin untuk melakukan hal yang lebih jauh. Ia pun melepaskan kulumannya di payudara Sinta sang pegawai bank manis, dan kemudian diikuti lenguhan panjang Sinta yang menandakan kekecewaannya akan perlakuan Tejo itu. Dengan langkah cepat, Tejo langsung turun ke bagian bawah tubuh Sinta dan kemudian menarik perlahan celana panjang Sinta.

    Ternyata Sinta masih memakai celana dalam, celana dalam itu berwarna biru muda dan terbuat dari bahan yang tipis. “Mas buka ya Mbak, celana dalamnya.” Sinta yang telah dilanda birahi yang benar-benar menggelegak itu pun hanya mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya.

    Dengan sekali tarik, celana dalam itu pun terlepas dari tempatnya. Selain karena bahannya yang tipis dan kekuatan Tejo, Sinta pun ikut memberikan sedikit bantuan dengan mangangkat bokongnya untuk memudahkan Tejo. Ia seperti telah pasrah, bahkan malah benar-benar menginginkan untuk disetubuhi untuk pertama kalinya oleh Tejo.

    Dalam sekejap, betis dan paha mulus Sinta pun terpampang dengan jelas di hadapan Tejo. Bagian bawah tubuh indah pegawai bank itu benar-benar putih terawat. Mungkin karena tak pernah terkena sinar matahari langsung atau memang Sinta sengaja merawat bagian bawah tubuhnya tersebut. Selama ini para kekasih lesbinya selalu kagum dengan keindahannya, tapi kini seorang pria muda sedang memandanginya tanpa sehelai pun pembatas.

    Tejo semakin merasa takjub melihat Sinta dalam keadaan telanjang bagian bawah badannya. Sungguh, laki-laki ini tidak pernah menyangka kalau sore ini akan melihat kemulusan badan Sinta yang selama ini ia perhatikan dari jauh. Pertama kali Tejo melihat Sinta, pria ini memang sudah tergetar dengan kecantikan wanita berkulit putih ini walaupun sebenarnya Tejo juga punya beberapa kenalan wanita, tapi tidak apa-apanya apabila dibandingkan Sinta.

    “Mbak, pahanya mulus banget sih, Mas elus-elus yah?” Sebuab pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban. Tejo langsung mulai menjamah bagian terlarang dari seorang pegawai bank yang cantik seperti Sinta.

    Namun Sinta sendiri pun tidak melakukan perlawanan dan malah menyodorkan paha dan betis indahnya untuk dinikmati sang penjantan muda itu. “Iya Mas. Sinta selalu perawatan di salon. Ahhh, Mas, Udah yah, Sinta malu”

    Sebuah penolakan yang tampaknya tak berarti mengingat Sinta tak berusaha sedikitpun untuk menutupi bagian terlarang yang sudah terbuka lebar dan siap untuk dinikmati. Tejo langsung meraba-raba paha putih itu dan menjilat-jilat betis Sinta yang mulus. “Hmm, Mbak Sinta bener-bener kayak bidadari yah. Orangnya cantik, tubuhnya indah banget pula”

    “Ahh, ahhh, Mas … “ Desahan Sinta pun akhirnya keluar begitu saja tanpa mampu ia bendung.

    “Ada apa Mbak? Udah gak tahan yah …” Tejo pun tak mau berbasa-basi lagi, ia pun langsung mengangkangi bagian pinggul pegawai bank yang manis tersebut. Dengan bersemangat, ia pun menggesek-gesekkan kontolnya di memek Sinta, yang tampaknya sudah basah oleh lendir gairah itu.

    “Akhhh, geli banget Mas,” Sinta pun merasakan sensasi yang benar-benar baru dan luar biasa. Dalam kehidupan cintanya, ia tidak pernah berhubungan cinta dengan lawan jenis, apalagi menyentuh kemaluan lawan jenisnya. Namun kini, seorang pria muda tengah mengangkanginya, sambil menggesek-gesekkan kontolnya ke memek Sinta, membuaat Sinta benar-benar hilang akal. Ia pun hanya bisa pasrah ketika Tejo melepas kausnya, hingga payudaranya yang besar dan indah itu pun telah terpampang dan siap untuk dinikmati.

    Tejo pun terkesiap dengan apa yang ada di hadapannya. Sinta, seorang pegawai bank cantik dan jelita yang berstatus sebagai supervisor, kini sedang mengerang dan mendesah dengan banal di hadapannya. Dilihatnya kemaluan sang pegawai bank yang tanpa bulu sehingga dapat terlihat dengan jelas olehnya di mana letak klitoris dan lubang kelamin suci sang wanita. Memek Sinta ternyata telah berdenyut-denyut kencang tanpa bisa dikontrol si empunya, tanda bahwa empunya sedang mengalami gejolak birahi yang luar biasa.

    Tanpa memikirkan apa-apa lagi, Tejo langsung mendorong penisnya ke dalam memek suci Sinta . Diperlakukan seperti itu, Sinta tambah bergairah dan sedikit berteriak, “Ahhhhh, Massss ….” Tangannya menggenggam ujung seprei tempatnya berbaring sekarang, tempatnya dikerjain oleh seorang pria seperti Tejo yang sedang mengangkangi keperawanannya.

    “Mbak, toketnya nganggur tuhh, Mas remes-remes yahh …”

    “Ohhh, ohhh, tolong Mas, jangan lanjutkan ini … kasihani saya” Tampaknya Sinta telah berangsur-angsur sadar dari efek obat perangsang yang telah diminumnya. Namun sayangnya itu semua telah terlambat, dan keperawanannya telah di ujung penis Tejo.

    “Tanggung, Mbak, dikit lagi masuk neh. Sekali Mbak ngerasain kontol Tejo, pasti minta nambah deh nanti,” Tejo cekikikan ketika merasakan selaput dara pegawai bank itu telah berada tepat di depan kontolnya. Dengan menambah kekuatan remasan pada payudara Sinta, sehingga membuat Sinta sedikit menggelinjang, Tejo pun memusatkan konsentrasinya pada memek Sinta dan … “Akhhhhh, memek Mbak Sinta memang mantap …. Akhhhhh”

    “Akhhhhh, Masss …” Merasakan selaput daranya telah jebol, Sinta pun belingsatan. Rangsangan yang diberikan Tejo kepadanya begitu hebat. Bukannya berontak, Sinta memilih untuk melanjutkan persetubuhan ini sampai akhir, ia merasakan semuanya sudah terlanjur baginya. Selain itu ia tidak mengira kalau persetubuhan dengan lelaki ternyata sangat nikmat sekali.

    Tejo merupakan lelaki yang berpengalaman dalam masalah seks. Ketika merasakan aliran darah merembes di sela-sela kontolnya dan dinding vagina Sinta, Tejo pun sedikit menarik kontolnya keluar dari sarang yang hangat itu. Sinta pun terkesiap dan berusaha memasukkan kembali burung nakal Tejo kembali ke dalam tubuh seksinya. Mimik wajah Sinta telah berubah menjadi begitu binal dan jalang. Namun rambut yang dikuncir ekor kuda serta poni rambutnya nampak rapi tetap menghiasi paras manis dan cantik khas pegawai bank ini. Tejo benar-benar tak tahan akan mangsanya kali ini. Ia pun kehilangan control dan langsung menyambar bibir Sinta dengan bibirnya.

    Sekitar 15 menit lamanya Tejo menyetubuhi Sinta dengan posisi konvensional. Dengan buas ia melumat bibir dan lidah Sinta. Sinta pun tak kalah liar membalas kuluman bibir pria muda itu. Sementara itu, kontol Tejo terus mengocok vagina Sinta tanpa henti. Sinta pun membantu sang pejantan dengan mengangkat pinggulnya yang gemulai itu menjemput kontol Tejo yang berukuran dua kali ukuran normal ini. Dua insan berbeda jenis kelamin dan status social itu tampak menikmati persetubuhan terlarang itu. Sinta dengan tanpa malu mendesah-desah kenikmatan ditindih mesra oleh Tejo yang kekar dan gempal itu.

    “Ahhh, Ahhh, Ahhh, Mass, enakk Mas, enakk, Ohhh, Ohhh …”

    “Enakk ya Mbak, Ahhh, Ahhh, memek Mbak Sinta legit banget, Akhh, Tejo mau keluar Mbak …”

    “Ahh, iya Mas, kontolnya enakk Mas … Apanya yang mau keluar mas?”

    “Spermaaa Mbak, Pejuu Tejo …”

    Tiba-tiba Sinta bagai tersambar petir. Ia sadar betul bila sperma Tejo sampai masuk ke dalam rahimnya, maka besar kemungkinan ia akan hamil dan mengandung anak Tejo. Ketika terpikir hal itu, Sinta pun hendak berontak, Tapi saat itu juga ia mengalami orgasme. Cukup lama sekali Sinta menahan nafsunya karena sibut dikejar target menggaet nasabah untuk program asuransi. Kini tiba-tiba ada penis yang memasuki memeknya, apalagi memang dia dalam keadaan birahi tinggi, akibat pengaruh obat perangsang serta pemainan Tejo yang sudah cukup berpengalaman, dan sudah hampir klimaksnya, maka ketika Tejo menghujamkan penisnya dalam-dalam, maka Sinta mencapai orgasme yang begitu hebat yang belum pernah dirasakannya sebelumnya.

    Tejo merasa dirinya di surga ketujuh. Kini kontolnya sudah ambles masuk ke memek sinta. Dirasakannya liang senggama Sinta menjadi begitu sempit meremas batang kontolnya. Dinding liang senggama Sinta basah oleh cairan kewanitaan dan terasa seperti pipa lembut yang menjepit keras kontolnya. Apalagi sekarang Sinta sedang orgasme.

    Tejo dapat merasakan pinggul Sinta yang sedikit bergetar seperti menggigil, sementara dinding lubang kencing Sinta berdenyut-denyut meremas kontolnya seakan ingin menyedot habis isi kontolnya. Tejo terus mengaduk lubang memek Sinta dengan lembut dan membuat Sinta makin terbuai. Lalu, dengan geraman panjang, ia menusukkan kontolnya sejauh mungkin ke dalam kemaluan pegawi bank yang seksi ini.

    “Ohhh …mmhhh …enghhh”desah Sinta ketika sekali cairan kemaluannya menyembur menyiram penis Tejo yang sedang mengaduk aduk kemaluannya.

    Sinta yang masih dibuai gelombang kenikmatan, kembali merasakan sensasi aneh saat bagian dalam lubang memeknya gantian disembur cairan hangat mani dari penis Tejo yang terasa banyak membanjiri lubang lubang memeknya. Sinta kembali merintih, saat perlahan Tejo menarik keluar kontolnya yang lunglai.

    Sementara hujan diluar turun dengan deras disertai dengan Guntur. Rupanya Tejo belum puas setelah menyebadani badan montok wanita yang selama ini diperhatikan dari jauh tersebut. Sesaat kemudian Tejo meremas remas buah dada Sinta yang menegang seperti dua buah gunung kembar.

    “mas sudah mas… aku lelah banget” pinta Sinta sambil menoleh ke Tejo
    “satu ronde lagi aja mbak… tanggung nih..” kata Tejo sambil meremas buah dada pegawai bank tersebut. Lidah Tejo kini menyapu leher Sinta. Sinta menggelinjang karena perasaan geli bercampur nikmat, apalagi jilatan lidah Tejo itu terkadang disertai cupangan-cupangan yang membuat lututnya lemas. Kedua tangannya tetap meremas rambut Tejo. Lidah Tejo kini menyusuri dadanya. Tejo menjilat belahan dada Sinta yang seperti lembah kecil sambil sesekali mencupang daerah itu juga. Kemudian tanpa membuang waktu Tejo kemudian melucuti BH masih yang dipakai Sinta dan dengan rakus melahap payudara kanan Sinta sambil tangan kanannya meremas payudara Sinta yang sebelah kiri. Sinta makin menanjak birahinya ketika dirasakannya lidah Tejo memutar-mutar di puting payudaranya dan diselingi dengan hisapan mulut. Terkadang mulut Tejo menyedot pinggir payudara Sinta, bagian bawah payudara Sinta, bagian atasnya, pokoknya setiap jengkal dada kanannya dijelajahi oleh lidah dan mulut Tejo sehingga kini di sana-sini terlihat bekas cupangan. Nasib yang sama juga dialami oleh payudara kirinya. Tejo menyerang payudara kirinya dengan buas dan terkadang terlihat seakan Tejo sedang makan buah atau makanan nikmat karena mata Tejo itu merem melek.

    Puas dengan payudara Sinta kini perhatiannya pindah ke selangkangan, Matanya melotot buas ketika memperhatikan lubang memek Sinta yang tampak membukit. Gundukan di tengah selangkangan yang tampak menonjol membuat penis Tejo terasa kian keras menegang oleh birahi dan Tejo tak tahan mengulurkan tangannya meremas-remas bukit kemaluan yang montok milik Sinta. Sinta tersentak ketika tangan Tejo meremas-remas bagian selangkangannya yang masih berlepotan mani Tejo, darah perawan dan cairan kewanitaannya, namun pengaruh obat perangsang sex yang diminumnya membuat Sinta ini hanya bisa mendesah.

    Badan Sinta ini hanya menggeliat-geliat saat selangkangannya diremas remas oleh tangan Tejo tanpa jemu. Mulutnya mendesah-desah dengan ekspresi yang membuat libido Tejo kembali semakin terangsang. Tejo terkekeh melihat gelinjangan pegawai bank muda yang cantik ini saat bagian selangkangannya diremas-remas. Puas meremas-remas tonjolan bukit kemaluan sinta tersebut, mata Tejo kembali memandang Sinta yang terlentang di atas kasur ini dari ujung kepalanya yang masih tampak manis dengan rambut poni yang masih tertata rapi dan rambut yang dikuncir ekor kuda.

    Sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan dan muncul sebuah sensasi sendiri saat Tejo berhasil melihat bagaimana kemaluan wanita cantik seperti Sinta. Tangan dan penis Tejo memang telah merasakan kekenyalan bukit kemaluan Sinta, saat meremas-remas dan kemudian memasukinya sebelumnya. Tetapi ketika melihat bentuknya pada saat terlentang dalam keadaan telanjang ternyata sangat merangsang birahi. Tejo memperhatikan muka Sinta yang terlentang di depannya, muka ayu itu terlihat semakin ayu menggemaskan.

    Muka Sinta tersebut memperlihatkan ekspresi wanita yang tengah terlanda birahi. Tejo menyeringai sejenak sebelum kemudian kembali membenamkan mukanya di tengah selangkangan Sinta yang terasa hangat. Hidungnya mencium bau kewanitaan Sinta yang segar dan wangi, jauh sekali perbedaannya dibanding bau kewanitaan kenalan Tejo. Tejo semakin mendekatkan mukanya ke arah bukit kemaluan Sinta, bahkan hidungnya telah menyentuh kelentit pada kemaluan Sinta. Dengan nafas yang terengah-engah menahan birahi, lidahnya terjulur menjilati kelentit yang menonjol di antara bibir kemaluan Sinta. Saat lidahnya mulai menyapu kelentit Sinta, tiba-tiba pinggul Sinta ini menggelinjang dibarengi desahan pegawai bank yang cantik ini.

    “Ahh…ahhhhh..ahhh”desah Sinta yang membuat libido Tejo semakin menggelegak.
    Tejo semakin bernafsu menjilati dan menciumi bukit kemaluan Sinta yang semakin becek oleh cairan kemaluannya. Setiap kali lidahnya menyapu permukaan kemaluan Sinta atau bibir Tejo menciumnya dengan penuh nafsu, wanita berkulit putih ini menggelinjang dan mendesah- desah penuh birahi. Lidah dan bibir Tejo seakan berebut merambah sekujur permukaan bukit kemaluan Sinta .
    “Ouhhhh….Mbak Sinta……”desis Tejo melihat lagi gundukan bukit kemaluan Sinta yang makin basah akibat aksi Tejo.

    Bibir kemaluan Sinta terlihat merekah kemerahan dengan kelentit menonjol kemerahan semakin menawan dengan putihnya bukit kemaluan pegawai bank tersebut. Tejo melihat kemaluan Sinta sudah basah oleh persetubuhan sebelumnya, bahkan ketika Tejo menguakkan bibir kemaluan pegawai bank ini cairan kenikmatannya yang bercampur dengan darah keperawanan dan sperma Tejo jatuh menetes membasahi kasur. Tejo menjadi sangat terangsang melihat hal ini. Dengan birahi yang kian menggelegak lidah Tejo menyapu kemaluan telanjang di antara paha wanita cantik ini. Tejo merasa paha Sinta bergetar lembut ketika lidahnya mulai menjalar mendekati selangkangan pegawai bank lebar ini. Sinta menggeliat kegelian ketika akhirnya lidah Tejo sampai di pinggir bibir kemaluannya yang telah terasa menebal. Ujung lidah Tejo menelusuri lepitan-lepitan di situ, menambah becek kemaluan yang memang telah basah itu.

    Terengah-engah Sinta mencengkeram kasur menahan nikmat yang tiada tara. Sinta menggelinjang hebat ketika lidah dan bibir Tejo menyusuri sekujur kemaluan ibu muda ini. Mulut pegawai bank ini mendesah-desah dan merintih-rintih saat bibir kemaluannya di kuak lebar-lebar dan lidah Tejo terjulur masuk menjilati bagian dalam kemaluannya. Bahkan ketika lidah Tejo menyapu kelentit Sinta yang telah mengeras itu, kemudian di teruskan dengan menghisapnya dengan lembut Sinta merintih hebat. Badannya mengejang sampai punggungya melengkung bagaikan busur panah membuat dadanya yang montok membusung.

    11

    “Ahhhhh….ahhhhhh….ahhhhh”rintih Sinta dengan jalangnya disertai badan yang menggelinjang.
    Kembali cairan kenikmatan membasahi kemaluan pegawai bank ini, hal ini lidah dan bibir Tejo makin liar menjilati di daerah paling pribadi milik Sinta yang kini sudah membengkak kemerahan. Gundukan kemaluan yang putih kemerah- merahan itu menjadi berkilat-kilat basah dan bulu-bulu kemaluan pegawai bank ini pun menjadi basuh kuyup oleh jilatan Tejo. Lidah Tejo menyusuri belahan kemaluan yang telah membengkak lantas ke sekujur permukaan kemaluan yang membukit montok hingga ke sela-sela kedua pahanya, kemudian menyusuri ke bawah hingga ke belahan pantat yang tampak montok.

    Tejo menjadi semakin gemas melihat belahan pantat Sinta yang terlihat sebagian, sehingga dengan bernafsu Tejo membalikkan badan pegawai bank yang terlentang menjadi tengkurap. Mata Tejo melotot liar melihat pemandangan indah setelah pegawai bank lebar tersebut tengkurap. Pantat pegawai bank yang montok dan telanjang tampak menggunung menggiurkan. Tejo terengah penuh birahi memandang kemontokan pantat bundar Sinta yang putih mulus itu. Dengan gemas Tejo meremas-remas bukit pantat Sinta tersebut dengan tangan lantas Tejo mendekatkan mukanya pada belahan pantat pegawai bank tersebut . Lidahnya terjulur menyentuh belahan pantatnya kemudian dengan bernafsu Tejo mulai menjilati belahan pantatnya yang putih mulus tersebut. Sinta mendesah-desah dengan badan menggelinjang menahan birahinya, saat lidah Tejo menyusuri belahan pantatnya hingga belahan kemaluannya yang kemerahan. Belahan pantat mulus Sinta yang putih dalam sekejap menjadi basah berkilat oleh jilatan lidah Tejo.

    Kemudian bibir dan lidah Tejo secara bergantian menyusuri sekujur pantat montok Sinta tersebut. Tangannya juga menguak belahan pantat Sinta dan selanjutnya lidahnya menyapu daerah anus dan sekitarnya yang membuat Sinta tersebut mengerang penuh birahi. Puas menikmati pantat Sinta yang montok, Tejo kembali menelentangkan pegawi bank yang cantik ini. Mata Tejo terarah pada sepasang payudara montok yang seperti gunung hendak meletus. Tangan Tejo dengan lincah jari-jari tangannya meremas remasbuah dada Sinta yang tegak bagai gunung kembar tersebut.

    Buah dada Sinta nampak sangat montok dan indah. Buah dada yang putih mulus dengan puting susu yang kemerahan membuat Tejo tak sabar untuk meremas dan menyedot putting susunya. Sedetik kemudian, payudara pegawai bank ini telah berada dalam mulut Tejo yang menyedot dengan nafsu secara bergantian. Puting susu yang telah tegak mengeras tersebut di hisap dan diremas-remas membuat Sinta terpekik kecil menahan kenikmatan birahinya. Payudara Sinta yang putih mulus itu dalam sekejap basah oleh liur Tejo. Tejo sudah tak tahan menahan nafsunya.

    Tejo tidak menyangka kalau saat ini Tejo berhasil menelanjangi wanita yang selama ini ia kagumi. Birahinya sudah menggelegak di ubun-ubun dengan penis yang tegang mengeras. Tejo melihat pegawai bank ini mempunyai badan yang indah dan terlihat masih kencang.Tejo menyusuri keindahan badan telanjang wanita muda ini dari muka hingga ke kakinya. Kemudian mata Tejo kembali menatap kemaluan Sinta yang indah itu, tangan Tejo kembali terulur menjamah bagian kewanitaan pegawi bank yang telanjang ini. Tejo merasakan kewanitaan Sinta berdenyut liar, bagai memiliki kehidupan tersendiri. Warnanya yang merah basah, kontras sekali dengan warna putih bukit kemaluannya. Dari jarak yang sangat dekat, Tejo dapat melihat betapa lubang kewanitaan wanita muda tersebut membuka-menutup dan dinding-dindingnya berdenyut-denyut, sepertinya jantung Sinta telah pindah ke bawah. Tejo juga bisa melihat betapa otot-otot di pangkal paha Sinta menegang seperti sedang menahan sakit.

    Begitu hebat puncak birahi melanda Sinta, sampai dua menit lamanya perempuan yang menggairahkan ini bagai sedang dilanda ayan. Ia menjerit tertahan , lalu mengerang, lalu menggumam, lalu hanya terengah-engah. Batang kejantanan Tejo segera terlihat tegak bergerak-gerak seirama jantungnya yang berdegup keras. Sinta masih menggeliat-geliat dengan mata terpejam, menampakkan pemandangan sangat seksi di atas kasur ini.

    Tangan Sinta ini mencengkram kasur bagai menahan sakit, kedua pahanya yang indah terbuka lebar, kepalanya mendongak menampakkan ekspresi muka menggairahkan, rambut ekor kudanya yang kini menjuntai ke kanan dan kiri, sementara wajahnya yang sedang berkonsentrasi menikmati puncak birahi. Tejo menempatkan dirinya di antara kedua kaki Sinta, lalu mengangkat kedua pahanya, membuat kemaluan Sinta semakin terbuka.

    Sesaat kemudian dengan cepat penis Tejo yang tegang segera melesak ke dalam badan Sinta melalui lubang memeknya. Tejopun segera menunaikan tugasnya dengan baik, mendorong, menarik kejantanannya dengan cepat. Gerakannya begitu ganas dan liar, seperti hendak meluluh-lantakkan badan Sinta yang sedang menggeliat-geliat kegelian itu. Tak kenal ampun, batang penis Tejo menerjang-nerjang, menerobos dalam sekali sampai ke dinding belakang yang sedang berkontraksi menyambut orgasme. Wanita cantik ini merintih dan mengerang penuh kenikmatan. Tejo mengerahkan seluruh tenaganya menyebadani wanita yang cantik ini. Otot-otot bahu dan lengannya terasa menegang dan terlihat berkilat-kilat karena keringat. Pinggang Tejo bergerak cepat dan kuat bagai piston mesin-mesin di pabrik.

    Suara berkecipak terdengar setiap kali badannya membentur badan Sinta, di sela-sela desah dan erangan Sinta. Sinta merintih dan mengerang begitu jalang merasakan kenikmatan yang ganas dan liar. Seluruh badannya terasa dilanda kegelian, kegatalan yang membuat otot-ototnya menegang. Kewanitaannya terasa kenyal menggeliat-geliat, mendatangkan kenikmatan yang tak terlukiskan. Dengan mata merem melek, Sinta mengerang dan merintih penyerahan sekaligus pengesahan atas datangnya puncak birahi yang tak terperi. Tejo merasakan batang kejantanannya bagai sedang dipilin dan dihisap oleh sebuah mulut yang amat kuat sedotannya. Tejo tak mampu menahan lagi, Kenikmatan yang didapatkan dari jepitan kemaluan wanit cantik ini tidak mungkin dilukiskan. Dengan geraman liar Tejo memuncratkan seluruh isi kontolnya dalam lubang memek Sinta, bercipratan membanjiri seluruh rongga kewanitaan wanita cantik yang sedang megap-megap dilanda orgasme. Sinta mengerang merasakan siraman birahi panas dari ujung penis Tejo ke dalam dasar kemaluannnya. Tejo merasakan jepitan Sinta kian ketat berdenyut-denyut pada batang kontolnya dan cairan kewanitaan wanita cantik ini terasa mengguyur batang kontolnya yang datang bergelombang. Tejo menggeram liar disusul Sinta yang mengerang dan mengerang lagi, sebelum akhirnya terjerembab dengan badan bagai lumat di atas kasur.

    Tejo menyusul roboh menimpa badan motok Sinta yang licin oleh keringat itu. Nafas Tejo tersengal-sengal ditingkahi nafas Sinta yang juga terengah bagai perenang yang baru saja menyelesaikan pertandingan di kolam renang. Badan Tejo lunglai di atas badan telanjang Sinta yang juga lemas.
    “Oh, nikmat sekali. Betul-betul ganas…” kata Sinta akhirnya, setelah ia berhasil mengendalikan nafasnya yang memburu.

    “bagaimana mbak Sinta… nikmat kan? Bagaimana jika sekali lagi mbak…” ujar Tejo sambil terengah-engah sementara kedua tangan sibuk meremas – remas buah dada Sinta.

    “jangan mas… aku dah gak kuat… kapan-kapan lagi aja mas” sahut Sinta diantara nafasnya yang memburu. Sementara badannya sudah bagaikan kehilangan tulang.

    Tetapi Tejo yang tengah asyik meremas-remas payudara Sinta seolah tak mendengar keluhan Sinta, Tejo justru tersenyum buas sambil tangan kanannya bergerak mengelus-elus paha dan kemaluan Sinta yang berlepotan sperma. Diperlakukan seperti itu Sinta hanya bisa pasrah, matanya merem melek sementara badannya sudah tak berdaya.

    Tejo menjadi tak tahan. Laki – laki ini segera menindih Sinta yang tengah pasrah. Sinta sempat melirik penis besar Tejo sebelum penis besar dan panjang itu mulai melesak ke dalam lubang memeknya untuk yang ketiga kalinya. Wanita cantik ini mengerang dan merintih kenikmatan saat dirasakannya penis Tejo menyusuri lubang memeknya kian dalam, dan wanita ini terpaksa kembali membuka pahanya lebar-lebar untuk menerima sodokan penis yang besar dan panjang seperti milik Tejo. Tak berapa lama kemudian, Tejo menaik turunkan pantatnya diatas kemaluan Sinta. Kini Tejo mulai menggerak-gerakkan kontolnya naik-turun perlahan di dalam lubang kamaluan wanita cantik yang hangat itu. Lubang yang sudah sangat becek itu berdenyut- denyut, seperti mau melumat kemaluannya. Rasanya nikmat sekali. Tejo mendekatkan mulutnya menciumi muka ayu Sinta. Tangan Tejo juga menggerayangi payudara putih mulus yang sudah mengeras bertambah liat itu. Diremas- remasnya perlahan, sambil sesekali dipijit-pijitnya bagian putting susu yang sudah mencuat ke atas. Pinggul wanita cantik yang besar ini ikut bergoyang-goyang sehingga Tejo merasakan kenikmatan di dalam selangkangannya. Sementara lubang memeknya sendiri semakin berlendir dan gesekan alat kelamin kedua manusia lain jenis ini itu menimbulkan bunyi yang seret-seret basah.

    “Prrttt… prrrttt… prrttt.. ssrrrtt… srrrttt… srrrrttt… ppprttt… prrrttt…”
    penis besar Tejo memang terasa sekali, membuat kemaluan Sinta seperti mau robek. Lubang memek wanita berusia 25 tahun ini menjadi semakin membengkak besar kemerah-merahan seperti baru melahirkan. Membuat syaraf-syaraf di dalam lubang senggamanya menjadi sangat sensitif terhadap sodokan kepala penis laki – laki ini. Sodokan kepala penis itu terasa mau membelah bagian selangkangannya. Belum lagi urat-urat besar seperti cacing yang menonjol di sekeliling batang kemaluan Tejo membuat Sinta merasakan nikmat yang luar biasa. Meski agak pegal dan nyeri karena sudah ketiga kalinya disebadani oleh Tejo tapi rasa enak di kemaluannya lebih besar. Lendirnya kini makin banyak keluar membanjiri kemaluannya, karena rangsangan hebat pada wanita cantik ini. Ketika Tejo membenamkan seluruh batang kemaluannya,Sinta merasakan seperti benda besar dan hangat berdenyut- denyut itu masuk ke rahimnya. Perutnya kini sudah bisa menyesuaikan diri tidak mulas lagi ketika saat pertama tadi laki – laki ini menyodok- nyodokkan kontolnya dengan keras.

    Sinta kini mulai menuju puncak orgasme. Lubang memeknya kembali menjepit-jepit dengan kuat penis Tejo. Kaki wanita cantik ini diangkat menjepit kuat pinggang Tejo dan tangannya mencengkram kasur. Dengan beberapa hentakan keras pinggulnya, Sinta memuncrakan cairan dari dalam lubang memeknya menyiram dan mengguyur kemaluan Tejo disertai erangan panjang penuh kenikmatan. Setelah itu Sinta terkulai lemas di bawah badan berat Tejo. Kaki wanita cantik tersebut mengangkang lebar lagi pasrah menerima tusukan-tusukan kemaluan Tejo yang semakin cepat. Tanpa merasa lelah Tejo terus memacu kontolnya dan sesekali menggoyang-goyangkan pinggulnya. Sepertinya ia ingin mengorek-ngorek setiap sudut kemaluan wanita cantik ini. Suara bunyi becek makin keras terdengar karena lubang memek Sinta itu kini sudah dibanjiri lender kental yang membuatnya agak lebih licin. Sinta mulai merasakan pegal di kemaluannya karena gerakan Tejo yang bertambah liar dan kasar. Badannya ikut terguncang-guncang ketika Tejo menghentak-hentakkan pinggulnya dengan keras dan cepat.

    “Plok.. plokk… plok.. plookk…
    crrppp… crrppp… crrrppp… srrrpp… srrppp…” Bunyi keras terdengar dari persenggamaan ketiga kalinya oleh Tejo dan Sinta .
    “Mas Tejo….. ouhhh pelan, …!” desis Sinta sambil meringis kesakitan.
    Kemaluannya terasa nyeri dan pinggulnya pegal karena agresivitas Tejo yang seperti kuda liar. Akhirnya Tejo mulai mencapai orgasme. Dibenamkannya muka Tejo pada buah dada Sinta dan ditekankannya badannya kuat-kuat sambil menghentakkan pinggulnya keras berkali-kali membuat badan Sinta ikut terdorong. Muncratlah air mani dari kontolnya mengguyur rahim dan kemaluan pegawai bank tersebut. Karena banyaknya sampai-sampai ada yang keluar membasahi permukaan kasur. Sinta dari tadi diam, terdengar pelan isak tangisnya terdengar sementara hujan masih turun dengan derasnya. Tejo cuma menggumam, menenggelamkan kepalanya di antara dua payudara Sinta yang lembut. Begitu gelombang kenikmatan berlalu, kesadaran kembali memenuhi ruang pikiran wanita cantik ini. Sinta hanya bisa terlentang tak berdaya, meskipun hanya sekedar memakai pakaiannya kembali. Melihat tersebut Tejo tersenyum puas namun tiba-tiba sebuah rencana masuk ke pikiran bejat Tejo. Tejo kemudian bangkit berdiri memakai pakaiannya kembali dan pergi ke kamar mandi. Beberapa saat kemudian kekuatan Sinta sudah mulai pulih, tapi Sinta jadi bingung karena celana dalam dan BHnya hilang

    “BH dan celana dalammu tak cuci di kamar mandi mbak, habis kotor kepakai ngelap sepermaku tadi. Mbak Sinta tak beli makanan jadi aku keluar dulu ya….” Ujar Tejo sambil tersenyum. Tak lama sesudah mandi ia tampak keluar rumah untuk membeli sesuatu.

    Setelah memastikan Tejo sudah keluar rumah, Sinta minum air yang ada di gelas dekat kasur dan memakai pakaiannya walaupun tanpa celana dalam dan BH, sehingga tampaklah cetakan pantat dan buah dadanya, dengan gontai Sinta berjalan ke kamar mandi untuk mengambil celana dalam serta BHnya dan mandi karena jarum jam menunjukkan pukul 3.00 sore.

    Bagian tiga : Di kamar mandi itu

    Setelah mandi badan Sinta nampak segar, namun tiba-tiba pakaian yang disampirkan di pintu jatuh di sisi luar. Ketika ia membuka pintu untuk mengambilnya, Tejo yang sudah menunggu tidak ingin membuang kesempatan emas itu. Dengan sigapnya ia meyerobot masuk, tangan Sinta ditarik dan tubuhnya disandarkan ke tembok. “Mbak.. aku masih ingin menikmati keindahan tubuhmu.. Pasti Mbak Sinta sudah segar kembali.. Nah sekarang tiba saatnya kita lanjutkan kembali..”

    Mendengar itu Sinta kaget setengah mati. Ia tidak menyangka bahwa Tejo masih belum puas. “Tapi Mas.., Sinta sudah capek nih.., lagian tadi kan sudah.., masa Mas tega pada Sinta?”

    “Oh.., jangan kuatir Mbak.., cuma sebentar kok.. aku masih pengen sekali lagi..”, kata Tejo. “Ja.., jangan Mas.., tolong jangan.., Sinta masih capek..”, jerit Sinta. “To.., tolong.., tolong..!”, tampak Sinta berusaha meronta-ronta karena tangan Tejo mulai meremas-remas payudaranya yang berukuran besar. Dan dengan sekali hentakan, BH Sinta barusan dipakai sudah lepas dan dilempar keluar. Walau sudah berusaha mendorong dan menendang tubuh gempal itu, namun nafsu Tejo yang sudah demikian buas terus membuatnya bisa mencengkeram tubuh mulus Sinta yang kini hanya mengenakan celana dalam dan terus menghimpitnya ke tembok WC itu.

     

    Karena merasa yakin bahwa ia sudah tidak bisa lari lagi dari sana, Sinta hanya bisa pasrah. Sekarang mulut Tejo sudah mulai menghisap-hisap puting susunya yang besar. Persis seperti bayi yang baru lahir sedang menyusu ke ibunya. Mulut Tejo juga kadang mengecup dan mengenyot payudara Sinta yang bermandikan peluh dan sekarang, bermandikan ludah Tejo juga. Sehingga payudara mulus Sinta makin penuh bekas-bekas merah akibat cupangan dari persetubuhan yang sebelumnya dan yang barusan dicupang Tejo. Jilatan kini sudah sangat melebar hingga ketek dan leher Sinta, cupangan dan sedotannya juga makin kencang, sehingga menimbulkan bunyi kecipokan yang keras dan bekas cupang dimana-mana. Gairah dalam diri Sinta tiba-tiba muncul dan bergejolak, tampaknya obat perangsang yang dicampurkan Tejo ke air minum yang diminum Sinta mulai bereaksi. Dengan sengaja diraihnya batang kemaluan Tejo yang sudah berdiri dari tadi. Dan dikocok-kocokknya dengan pelan. Memang penis itu amat besar dan panjang. “Wah, tadi enak banget waktu ngisi memekku.., ngak ngira dimasukin kontol sebesar ini ngak sakit sama sekali tapi malah bikin ketagihan..”, pikir Sinta dalam hati.

    Sementara itu tangan Tejo pun melepaskan celana dalam biru muda yang dikenakan Sinta… Dan Tejo pun ikut membuka semua pakaiannya.., hingga kini keduanya sama-sama dalam keadaan tanpa busana selembar benangpun. Tejo mengangkat kaki kanan Sinta ke pingggangnya lalu dengan perlahan ia memasukkan batang kemaluannya ke memek Sinta. Bles.., bless.., jebb.., setengah dari penis itu masuk dengan sempurna ke memek wanita yang barusan kehilangan keperawanannya itu. Sinta terbeliak kaget merasakan penis itu kembali masuk memeknya. Tejo terus saja mendorong maju batang kemaluannya sambil mencium dan melumat bibir Sinta yang seksi itu. Sinta tak mau kalah. Ia pun maju mundur menghadapi serangan Tejo. Jeb.., jeb.., jebb..! Penis yang besar itu keluar masuk berkali-kali.. Sinta sampai terpejam-pejam merasakan kenikmatan yang tiada taranya tubuhnya terasa terbang ke awang-awang kini ia sudah kecanduan penis ajaib Tejo…

    Sepuluh menit kemudian, mereka berganti posisi. Sinta kini berpegangan ke bagian atas kloset dan pantatnya di hadapkan ke Tejo. Melihat pemandangan menggairahkan itu, tanpa membuang-buang waktu lagi Tejo segera memasukkan batang kemaluannya dari arah belakang kemaluan Sinta.., bless.., bless.., jeb.., jebb..! Tejo dengan asyik melakukan aksinya itu. Tangan kanannya berusaha meraih payudara Sinta sambil terus menusukkan penis supernya ke kewanitaan Sinta.

    “Mas duduk aja sekarang di atas kloset ini.., biar sekarang gantian Sinta yang aktif..”, kata Sinta di tengah-tengah permainan mereka yang penuh nafsu. Tejo itu pun menurut. Tanpa menunggu lagi, Sinta meraih penis yang sudah 2 kali lebih keras dan besar itu, untuk segera dimasukkan ke liang kenikmatannya. Ia pun duduk naik turun di atas penis ajaib itu. Sementara kedua mata Tejo terpejam-pejam merasakan kenikmatan surgawi itu. Kedua tangannya meremas-remas gunung kembar Sinta. “Ooh.., oh.., ohh..”, erang Sinta penuh kenikmatan.

    Penis itu begitu kuat, kokoh dan keras. Walau sudah berkali-kali ditusukkan ke depan, belakang, maupun dari atas, belum juga menunjukkan akan menyemburkan cairan putih kentalnya, sementara Sinta sudah orgasme beberapa kali. Melihat itu, Sinta segera turun dari pangkuan Tejo itu. Dengan penuh semangat ia meraih penis itu untuk segera dimasukkan ke mulutnya. Dijilatnya dengan lembut kemudian dihisap dan dipilin-pilin dengan lidahnya… oooh.., oh.., oohh.., kali ini ganti Tejo yang mengerang karena merasakan kenikmatan. Lima belas menit kemudian, wajah Tejo tampak menegang dan ia mencengkeram pundak Sinta dengan sangat erat.. Sinta menyadari apa yang akan terjadi.., tapi ia tidak menghiraukannya.., ia terus saja menghisap penis ajaib itu.., dan benar.., crot.., crot.., crott..! Semburan air mani masuk ke dalam mulut seksi Sinta tanpa bisa dihalangi lagi. Sinta pun menelan semua mani itu termasuk menjilat yang masih tersisa di penis Tejo itu dengan lahapnya…

    Sejak peristiwa di rumah kontrakan itu, mereka tidak henti-hentinya berhubungan intim di mana saja dan kapan saja mereka bernafsu.., di mobil, di hotel, di rumah Sinta. Sinta kini mulai meninggalkan dunia lesbinya karena sekarang ada Tejo yang selalu sukses membawanya merasakan surga dunia. Sebaliknya Tejo juga ngak pusing lagi kalau lagi sange karena ada memek Sinta yang peret, wangi, halal dan aman.

  • CERITA NGENTOT DENGAN KAK VANIA YANG CANTIK

    CERITA NGENTOT DENGAN KAK VANIA YANG CANTIK


    4528 views

    Cerita seks dewasa bercinta dengan kakakku vania yang cantik – Namaku Adi aku mahasiswa perguruan tinggi swasta di kota Jakarta dan sekarang masih semester 2 jurusan yang aku ambil Teknik Informatika dari pertama kuliah aku tinggal bersama kakaku Vania usiaku terpaut lima tahun, dia memang bukan kakak kandungku tapi bagiku dia adalah sosok yang perhatian dan kami jauh dari orang tua.

     Rumah yang kami tempati, baru satu tahun dibeli kak Vania. Tidak terlalu besar memang, tapi lebih dari cukup untuk kami tinggali berdua. Setidaknya lebih baik dari pada kost-kostan. Kak Vania saat ini bekerja disalah satu KanCab bank swasta nasional. Meskipun usianya baru 24 tahun, tapi kalau sudah mengenakan seragam kantornya, ia kelihatan dewasa sekali. Berwibawa dan tangguh. Matanya jernih dan terang, sehingga menonjolkan kecantikan alami yang dimilikinya

    Dua bulan pertama aku tinggal dirumah kak Vania, semuanya berjalan normal. Aku dan kak Vania saling menyayangi sebagaimana adik dan kakak. Pengahasilan yang lumayan besar memungkinkan ia menangung segala keperluan kuliah ku. Memang sejak masuk kuliah, praktis segala biaya ditanggung kak Vania.

    Namun dari semua kekagumanku pada kak Vania, satu hal yang aku herankan. Sejauh ini aku tidak melihat kak Vania memiliki hubungan spesial dengan laki-laki. Kupikir kurang apa kakaku ini ? cantik, sehat, cerdas, berpenghasilan mapan, kurang apa lagi ?
    Seringkali aku menggodanya, tapi dengan cerdas ia selalu bisa mengelak. Ujung-ujungnya ia pasti akan bilang, “Gampang deh soal itu, yang penting karier dulu…!”, aku percaya saja dengan kata-katanya. Yang pasti, aku menghomati dan mengaguminya sekaligus.

    Hingga pada suatu malam. Saat itu waktu menunjukan pukul 9.00, suasana rumah lengang dan sepi. Aku keluar dari kamarku dilantai atas, lalu turun untuk mengambil minuman dingin di kulkas. TV diruang tengah dimatikan, padahal biasanya kak Vania asyik nongkrongin Bioskop Trans kesayangannya.

    Karena khawatir pintu rumah belum dikunci, lalu aku memeriksa pintu depan, ternyata sudah dikunci. Sambil bertanya-tanya didalam hati, aku bermaksud kembali ke kamarku. Namun tiba-tiba terlintas dibenakku,
    “kok sesore ini kak Vania sudah tidur ?”, lalu setengah iseng perlahan aku mencoba mengintip kak Vania didalam kamar melalui lubang kunci.
    Agak kesulitan karena anak kunci menancap dilubang itu, namun dengan lubang kecil aku masih dapat melihat kedalam.

    Dadaku berdegup kencang, dan lututku mendadak gemetar. Antara percaya dan tidak pada apa yang kulihat. Kak Vania menggeliat-geliat diatas spring bad. Tanpa busana sehelaipun !!!

    Ya Ampun ! Ia menggeliat-geliat kesana kemari. Terkadang terlentang sambil mendekap bantal guling, sementara kedua kakinya membelit bantal guling itu. Kemudian posisinya berubah lagi, ia menindih bantal guling.

    Napasku memburu. Ada rasa takut, malu, dan entah apalagi namanya. Sekuat tenaga aku tahan perasaan yang bergemuruh didadaku. Kualihkan pandanganku dari lubang kunci sesaat, pikiranku sungguh kacau, tak tahu apa yang harus kuperbuat. Namun kemudian rasa penasaran mendorongku untuk kembali mengintip. Kulihat kak Vania masih menindih batal guling.

     

    Pinggulnya bergerak-gerak agak memutar, lalu kemudian dengan posisi agak merangkak ia menumpuk dan memiringkan bantal dan guling, lalu meraih langerie-nya. Ujung bantal itu ditutupinya dangan langerie. Kembali aku mengalihkan pandanganku dari lubang kunci itu. Ngapain lagi tuh ?!!, aku tertegun.

    Entah kenapa, rasa takut dan jengah perlahan berganti dengan geletar-geletar tubuhku. Tanpa sadar ada yang memanas dan mengeras di balik training yang aku kenakan. Aku meremasnya perlahan. Ahhh…

    Ketika kembali aku mengintip ke dalam kamar, kulihat Kak Vania mengarahkan selangkangannya pada ujung bantal itu, hingga posisinya benar-benar seolah menunggangi tumpukan bantal itu.

    Lalu tubuhnya terutama bagian pinggul bergoyang goyang dan bergerak-gerak lagi, setiap goyangan yang dilakukanya secara reflek membuat aku semakin cepat meremas batang kemaluanku sendiri. Entah berapa lama aku menyaksikan tingkah laku kak Vania didalam kamar.
    Nafasku memburu, apalagi manakala aku melihat gerakan kak Vania yang semakin cepat. Mungkin ia hendak mencapai orgasme, dan benar saja, beberapa saat kemudian tubuh kak Vania nampak berguncang beberapa saat, jemari kak Vania mencengkram seprai.

    Aku tak tahan lagi. Bergegas aku menuju kamarku sendiri. Lalu kukunci pintu. Kumatikan lampu, lalu berbaring sambil memeluk bantal guling dengan nafas memburu. Pikiranku kacau. Bagaimanapun aku laki-laki normal. Aku merasakan gelombang birahi menyala dan semakin menyala didalam tubuhku.

    Dan makin lama makin membara. Ah… aku tak tahan lagi. Dengan tangan gemetar aku membuka seluruh pakaian yang kukenakan, lalu aku berguling-guling diatas spring bad sambil mendekap bantal guling. Aku merintih dan mendesah sendirian. Diantara desahan dan rintihan aku menyebut-nyebut nama kak Vania. Aku membayangkan tengah berguling-guling sambil mendekap tubuh kak Vania yang putih mulus. Pikiranku benar-benar tidak waras.

    Aku membayangkan tubuh kak Vania aku gumuli dan kuremas remas. Sungguh aku tidak tahan, dengan sensasi dan imajinasiku sendiri, aku merintih dan merintih lalu mengerang perlahan seiring cairan nikmat yang muncrat membasahi bantal guling. (Besok harus mencuci sarung bantal…masa bodo…!!!!)

    Sejak kejadian malam itu, pandanganku terhadap kak Vania mengalami perubahan. Aku tidak saja memandangnya sebagai kakak, lebih dari itu, aku kini melihat kak Vania sebagai wanita cantik. Ya wanita cantik ! wanita cantik dan seksi tentunya. Ah…….! (maafkan aku kak Vania !)

     

    Terkadang aku merasa berdosa manakala aku mencuri-curi pandang. Kini aku selalu memperhatikan bagian-bagian tubuh kak Vania. . ! mengapa baru sekarang aku menyadari kalau tubuh kak Vania sedemikian putih dan moligh. Pinggulnya, betisnya, dadanya yang dihiasi dua gundukan itu.

    Ah lehernya apalagi, mhhh rasanya ingin aku dipeluk dan membenamkan wajah dilehernya.
    “Hei, kenapa melamun aja ? Ayo makan rotinya !“, kata kak Vania sambil menuangkan air putih mengisi gelas dihadapanya, lalu meneguknya perlahan.
    Air itu melewati bibir kak Vania, lalu bergerak ke kerongkonganya…. Ahhh kenapa aku jadi memperhatikan hal-hal detail seperti ini ?

    “Siapa yang melamun, orang lagi …. ammmm mmm enak nih, selai apa kak ?”, aku mengalihkan perhatian ketika kedua bola mata kak Vania menatapku dengan pandangan aneh.

    “Nanas ! itu kan selai kesukaanmu. awas abisin yah !”, kak Vania bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan membelakangiku menuju wastafel untuk mencuci tangan.

    “OK, tenang aja !”, mulutku penuh roti, tapi pandangan mataku tak berkedip menyaksikan pinggul kak Vania yang dibungkus pakaian dinasnya. Alamak, betisnya sedemikian putih dan mulus…

    “Kamu gak pergi kemana-mana kan ?“, kata kak Vania. Hari sabtu aku memang gak ada mata kuliah.

    “Enggak…!”, kataku sesaat sebelum meneguk air minum.

    “Periksa semua kunci rumah ya Ted kalo mau pergi. Kemarin di blok C11 ada yang kemalingan….!”.

    “Mmhhh… iya, tenang aja…”, kataku sambil merapikan piring dan gelas bekas sarapan kami.

    Beberapa saat kemudian suara mobil terdengar keluar garasi. Lalu suara derikan pintu garasi ditutup. Dan ketika aku keteras depan, Honda Jazz warna silver itu berlalu meninggalkan pekarangan.

    Setelah memastikan kak Vania pergi, aku kemudian mulai mengamati atap dan jarak antar ruangan. Sejak kemarin aku telah memiliki suatu rencana.

    Aku mau memasang Mini Camera kekamar kak Vania, biar bisa online ke TV dikamarku, he he !.

    Sebulan berlalu, otakku benar-benar telah rusak.

    Aku selalu menunggu saat-saat dimana kak Vania bermasturbasi. Dengan bebas aku melihat Live Show, lewat mini kamera yang telah kupasang dilangit-langit kamar Kak Vania. Aman ! sejauh ini kak Vania tak menyadari bahwa segala gerak-geriknya ada yang mengamati.

    Benar rupanya hasil survai sebuah lembaga bahwa 60 % dari wanita lajang melakukan masturbasi. Kalau kuhitung bahkan ka Vania melakukanya seminggu dua kali. Pasti tidak terlewat ! malam rabu dan malam minggu.

    Kasihan kak Vania. Ia mestinya memang sudah berumah tangga. Tapi biarlah, kak Vania toh sudah dewasa, ia pasti tahu apa yang dilakukannya. Dan yang terpenting aku punya sesuatu untuk kunikmati. Kalau kak Vania melakukannya dikamarnya, pasti aku juga. Ahh….

    Seringkali ditengah kekacauan pikiranku, ingin rasanya aku bergegas kekamar kak Vania ketika kak Vania tengah menggeliat-geliat sendiri.

    Aku ingin membantunya. Sekaligus membantu diriku sendiri. Gak usah beneran, cukup saling bikin happy aja. Tapi aku gak berani. Apa kata dunia ?

    Malam ini. Aku tak sabar lagi menunggu, sudah hampir jam sembilan. Tapi kok gak ada tanda-tandanya. Kak Vania masih asyik nongkrongi TV diruang tengah. Aku kemudian bergegas keluar rumah bermaksud mengunci gerbang.

    “Mau kemana di ?”,

    “Kunci gerbang ah, udah malem !”, kataku sambil menggoyangkan anak kunci .

    “Jangan dulu dikunci, temen kak Vania ada yang mau kesini !”,

    “Mau kesini ? siapa kak ?”,

    “Santi…yang dulu itu lho !”,

    “Ohh…!”, aku mencoba mengingat. Angel ? ah masa bodo… tapi kalo dia kesini, kalo dia nginep, berarti …? Yah…! hangus deh.

    Aku bergegas kembali kedalam. Dan ketika aku menaiki tangga ke lantai atas, HP kak Vania berdering. Kudengar kak Vania berbicara, rupanya temennya si Angel brengsek itu udah mau datang. Huh !
    Aku hampir aja ketiduran. Atau mungkin memang ketiduran. Kulihat jam menunjukan pukul 10.30 malam, ya ampun aku memang ketiduran.

    Cuci muka di wastafel, lalu aku ambil sisa kopi yang tadi sore kuseduh. Dingin tapi lumayan daripada gak ada. Lalu seteguk air putih. Lalu sebatang Class Mild.

    Dan, asap memenuhi ruang kamar. Kubuka jendela, membiarkan udara malam masuk kekamarku. Sepi. Temennya kak Vania udah pulang kali ?!.

     

    Kunyalakan TV, tapi hampir seluruh chanel menyebalkan, Kuis, Lawakan, Ketoprak, Sinetron Mistery, fffpuih ! kuganti-ganti channel tapi emang semua chanell menyebalkan, lalu kutekan remote pada mode video…lho apa itu…?!

    Ya ampun ! sungguh pemandangan yang menjijikan.

    Apa yang akan dilakukan kak Vania dan temannya itu. Aku geleng-geleng kepala, ada rasa marah, kesal. Aku tidak menyangka kalau kak Vania ternyata menyukai sesama jenis (Lesbian).

    Apa kata Mama. Ya ampuuuuun…!

    Kumatikan TV. Aku termenung beberapa saat.

    Aku ambil gelas kopi, satu tetes, kering. Ah air putih saja. Aku habiskan air digelas besar sampai tetes terakhir.

    Tapi…., aku tekan lagi tombol power TV, Upps… masih On Line ! Aku melihat kak Vania dengan temannya berbaring miring berhadapan. Aku yakin mereka tanpa busana. Meskipun berselimut, bagian pundak mereka yang tak tertutup menunjukan kalau mereka tak berpakaian. Mereka saling menatap dan tersenyum.

    Tangan kiri kak Angel mengelus-elus pundak kak Vania. Sementara kuperhatikan tangan kak Vania nampaknya mengelus-elus pinggang kak Angel, tidak kelihatan memang tapi gerakan-gerakan dari balik selimut menunjukan hal itu.
    Lama sekali mereka saling pandang dan saling tersenyum. Mungkin mereka juga saling berbicara, tapi aku tak mendengarnya karena aku tidak memasang Mini Camera dengan Mic.

    Perlahan kepala kak Angel mendekat, tangannya menghilang kedalam selimut dan menelusuri punggung kak Vania. Aku Cemburu ! Mereka berciuman dengan penuh perasaan, perlahan saling mengulum dan melumat. fffpuih ! Ternyata benar-benar ada tugas pria yang dilakukan oleh wanita.

    Untuk beberapa saat mereka berciuman dan saling meraba. Aku jadi menahan nafas. Mungkin aku juga ketularan tidak waras, rasanya ada satu gairah yang perlahan bangkit didalam tubuhku. Bahkan, aku mulai mendidih !

    Sesaat kak Angel nampak menelusuri leher kak Vania dengan bibir dan lidahnya, aku mengusap leherku sendiri.

    Entah kenapa aku merasa merinding nikmat. Apalagi melihat ekpresi kak Vania yang pasrah tengadah, sementara kak Angel dengan lembut bolak-balik menjilat leher, dagu, pangkal telinga.
    Aku tak tahan melihat kak Vania diperlakukan seperti itu. Setelah mematikan lampu, aku kemudian beranjak ke atas spring Bad, mendekap bantal guling, sementara mataku tak lepas dari layar TV.

    Situasi semakin seru, kak Vania kini yang beraksi, ia kelihatan agak terlalu terburu-buru. Dengan penuh nafsu ia menjilati dan menciumi leher kak Angel yang kini terlentang ditindih kak Vania. Kepala kak Angel mendongak-dongak, aku yakin ia tengah merasakan gelenyar-gelenyar nikmat dilehernya.

    Kemudian kak Vania berpindah menciumi toket gede kak Angel, sekarang baru nampak jelas wajah kak Angel. Ia ternyata cantik sekali, bahkan sedikit lebih cantik dari kak Vania. Ah aku terangsang. Tonjolan dibalik kain sarung yang kukenakan makin mengeras. Agak ngilu terganjal ujung bantal guling, sehingga perlu kuluruskan.

    Kak Vania benar-benar beraksi, ia menciumi dan melahap payudara kak Angel. Wajah kak Angel mengernyit, dan mulutnya terbuka, apalagi ketika kak Vania mengemut putting susunya. Ia Menggeliat-geliat sementara kedua tangannya mendekap kepala kak Vania.
    Bergantian kak Vania mengerjai kedua payudara kak Angel. Kak Angel menggeliat-geliat. Semakin liar, apalgi ketika kak Vania menyelinap ke dalam selimut.

    Tiba-tiba kepala Kak Vania muncul lagi dari balik selimut, tengadah mungkin ia tersenyum atau tengah mengatakan sesuatu, karena kulihat kak Angel tersenyum, lalu sebuah kecupan mendarat dikening Kak Vania.

    Sesaat kemudian kak Vania menghilang lagi ke dalam selimut. Kak Angel tampak membetulkan posisi badannya, selimutnya juga dirapihkan, aku tak dapat melihat apa yang tengah dilakukan kak Vania, tapi menurut perkiraanku kepala kak Vania tepat diantara selangkangan kak Angel. Entah apa yang tengah dilakukannya.

    Namun yang terlihat, kak Angel mendongak-dongak, kedua tanganya meremas-remas kepala kak Vania. Kepala kak Angel bergerak kekanan dan kekiri. Tubuhnya juga menggelinjang kesana sini. Kondisi seperti itu berlalu cukup lama.

    Aku keringatan. Nafasku memburu. Tanpa sadar kubuka kaus yang kukenakan, lalu kulemparkan kain sarungku. Kemaluanku mengeras, menuntut diperlakukan sebagaimana mestinya. Ah… edan !

    Tiba-tiba aku lihat kak Angel mengejang beberapa kali. Pinggulnya mengangkat, kedua pahanya menjepit kepala kak Vania. Mengejang lagi, sementara kepalanya mendongak kekanan dan kiri. Ia terengah-engah, lalu sesaat kemudian terdiam.

    Matanya terpejam. Kemudian kak Vania muncul dari balik selimut, ia nampak mengelap mulutnya dengan selimut. Paha kak Angel tersingkap karenanya.

    Kak Angel kemudian meraih kedua bahu kak Vania, mendaratkan kecupan dikening, pipi kanan dan kiri kak Vania, lalu merangkul kak Vania ke dalam pelukannya. Beberapa saat mereka berpelukan. Aku yang menyaksikan kejadian itu hanya dapat menahan napas, sementara tangan kananku meremas-remas dan mengurut kemaluanku sendiri.

    Dan, kemudian mereka nampak berbincang lagi, lalu kak Vania membaringkan badanya. Terlentang. Kak Angel menarik selimut, lalu menyingkirkannya jauh-jauh.

    Kak Vania kelihatan protes, tapi protes kak Vania dibalas dengan lumatan bibir kak Angel. Tubuh kak Angel menindih tubuh kak Vania. Aku melihat, dengan mata kepalaku sendiri. Dua wanita cantik, dua tubuh indah dengan kulit putih mulus, tanpa busana, tanpa penutup apapun.

    Saling menyentuh. Kak Angel kini yang bertindak aktif, ia kini menjilati leher, pangkal leher, bahu, dada, payudara kanan dan kiri.

    Kak Vania nampak pasrah diperlakukan seperti itu. Kak Angel nampak lebih terampil dari kak Vania, hampir setiap inci tubuh kak Vania dijilati dan dikecupnya. Bahkan kini ia menelusuri pangkal paha kak Vania dari arah perut dan terus bergerak ke awah.

    Kak Vania hendak bangun, kedua tanganya seolah menahan kepala kak Vania yang terus bergerak ke bawah, entah mungkin karena geli atau nikmat yang teramat sangat. Tapi tangan kak Angel menahanya, akhirnya kak Vania menyerah. Dihempaskannya tubuhnya ke atas spring bad.

    Kak Angel kini menciumi paha, lutut, bahkan telapak kaki kak Vania. Tangan kanan kak Vania mengusap-usap kemaluannya, sementara jari-jari tangan kirinya dimasukan kedalam mulutnya sendiri. Ia mengeliat-geliat.

    Tubuh kak Angel kemudian berubah lagi. Ia kini telah siap berada diantara paha kak Vania. Kak Angel menarik bantal dan meletakannya, dibawah pinggul kak Vania, sehingga tubuh bagian bawah kak Vania makin terangkat. Kepala kak Vania terjepit persis diantara selangkangan kak Vania.

    Sebelah tangannya meremas-remas payudara kak Vania. Aku lihat tubuh kak Vania mengelinjang-gelinjang. Tak sadar aku turut merintih. Semakin kak Vania menggelinjang, nafasku semakin memburu. Tubuhku kini mendekap dan mengesek-gesek bantal guling, dan batang kemaluanku menggesek-gesek ujungnya.

    Nikmat, entah apa yang kini berada didalam pikiranku. Yang pasti aku turut larut dalam situasi antara kak Vania dan kak Angel.

    “Kak Vaniaii… kak Angel……, ini Adi… asssshhh..ahh kak…aku juga..!”, aku merintih dan terus merintih.
    Semakin lama kak Vania kulihat semakin liar, badannya bergerak-gerak, naik-turun searah pinggulnya. Kedua tangannya menangkup kepala kak Angel.

    Semakin lama gerakan kak Vania semakin liar, lalu pessss, TV mendadak padam. Sialan ! lampu diluar juga padam. Gelap gulita. PLN sialan ! Brengsekkkkkk !!!

    Aku terengah-engah, dalam kegelapan. Sudah kadung mendidih, aku teruskan aksiku meski tanpa sensasi visual. Aku merintih dan mendesah sendiri dalam kegelapan. Aku yakin disana kak Vania dan kak Angel pun tengah merintih dan mendesah, juga dalam kegelapan.

    Dok! Dok ! Dok !

    “Adi… bangun, udah siang !“, suara ketukan atau entah gedoran pintu membangunkan aku. Rupanya sudah siang.

    “Bangun…!”, suara kak Vania kembali terdengar.

    “Iya..! udah bangun…”, teriakku. Lalu terdengar langkah kaki kak Vania menjauh dari pintu kamarku.

    Ya ampun ! aku terkaget. Berantakan sekali tempat tidurku. Dan bantal guling…, bergegas aku buka sarungnya. Wah nembus !

    Dengan terburu-buru kurapikan kamarku, jam menunjukan pukul 8 pagi.

    Kalau tidak khawatir mendengar kembali teriakan kak Vania yang menyuruh sarapan mungkin aku memilih untuk tidur lagi. Akhirnya aku keluar kamar, mengambil handuk, dan bergegas kekamar mandi.

     

  • tante muda cantik penjual es buah

    tante muda cantik penjual es buah


    2531 views

    IBU MUDA PENJUAL ES BUAH SEGAR

    Ibu muda cantik penjual es buah – memek sempitnya seger kaya es buah Namaku Ari, seorang mahasiswa jurusan Psikologi tingkat ahkir yang tinggal di rumah kos yang bisa dibilang elite dan sangat bebas, banyak teman teman kos yang sering bawa pacar atau cewe buat sekedar ngobrol ataupun sampai ML, termasuk saya juga, tapi sekarang keadaan sedang tidak mendukung 3 bulan ini seperti sedang menjomblo karena pacar diterima kuliah diPTN kota lain, yah demi masa depan OK lah. Cerita bermula dari kesepianku saat hanya sering sendirian dikostan, kost ini termasuk sepi dan tidak terlihat dari luar kalau rumah ini adalah rumah kost pemiliknya pun seorang yang disegani dikota kami tapi memang kurang ketat jadi kesempatan buat anak anak kos buat ngapain aja. di depan rumah kost ada yang jualan es buah yah baru buka kira kira 2 minggu, awal awalnya sih saya nggak pernah minat buat beli, eh setelah beberapa waktu pas naik motor mau masuk kost sempet nglirik sedikit “kog kayanya ada yang cantik” jadi penasaran, setelah masukin motor dan naruh barang bawaan dikamar iseng iseng saya keluar coba beli, setelah sampai diwarung es buah ahhhh… kecewa… ternyata anak smp, memang sih cantik kulitnya putih mulus tapi ga enak ati klo mau pdkt, yah terlanjur sampai warung sekalian pesen es buah, “dek es buah ya” ujar ku “iya mas, silahkan duduk dulu” jawab adek penjual es buah dengan manisnya. “adek jualan sendirian” tanyaku “ah… nggak mas sama ibu, saya cuma bantuin kalau pulang sekolah aja, ini ibu lagi pulang sebentar ambil susu kaleng, habis soalnya” jawab adek cantik ini sambil nyrocos. ternyata adek ini memang cantik banget mukanya bersih dengan bibir merah walau tanpa lipstik, tubuhnya nggak kurus dan nggak gemuk pas pokoknya, sambil nunggu es buah sambil lirik lirik tubuh adek cantik ini, lumayan lah buat cuci mata. “Silahkan mas” suara lembut adek cantik ini memecahkan lamunanku. “oo..oohh.. ii.. iya” jawabku dengan sedikit kaget, Saat sedang menikmati es buah yang ternyata nikmat dan segar sekali, terdengar suara wanita lain, ah ternyata ini ibu adek cantik ini.

    seorang wanita yang memang pantas jadi ibu adek cantik ini, karena memang ibunya cantik juga, ibu muda kira kira berumur 40an dengan kulit putih rambut panjang yang dikuncir kebelakang, memakai kaos merah ketat hingga toketnya yang lumayan besar menonjol dengan indahnya bawahannya memakai jeans 3/4 yang ketat terlihat betisnya yang putih mulus dan kaki yang seksi hingga bokongnya yang montok yang terlihat belahan pantatnya, “hmmm… es buah ini kog jadi tambah nikmat ya, bakalan sering mampir kesini nih” kataku dalam hati, sambil iseng iseng ambil hp dan diam diam foto si ibu cantik ini yang lagi duduk sambil mencatat sesuatu. Misi hari pertama selesai, setelah jepret beberapa foto langsung aku berdiri, dan bertanya “udah bu, habis berapa ya” ujar ku “es buah aja kan mas” jawab si ibu muda cantik ini “iya” “5000 aja mas” jawabnya sambil tersenyum saat didekat ibu muda ini hidungku serasa dimanja dengan bau parfum yang baunya seger banget, sambil iseng biar agak lama aku keluaring uang 50 ribuan hahaha…. “wah, nggak ada uang kecil mas?” tanya ibu cantik ini “duh maaf bu, nggak ada nih” “sebentar” jawab ibu cantik ini sambil mengeluarkan uang dari dompetnya, “maaf pecahan dua ribuan ya” ujar ibu cantik ini “nggak papa bu, makasih” ujarku sambil tersenyum dan berbalik pulang. didalam kamar ku buka buka hasi foto yang tadi diambil, semakin diperhatikan ibu muda cantik ini semakin hati berdebar debar, “ah besok kesana lagi” kataku dalam hati.

    keesokan harinya pagi sampai siang aku dikampus menunggu dosen buat konsultasi skripsi, sambil liat foto ibu cantik ini, penasaran banget siapa sih namanya, sama ada suaminya nggak ya, coba nanti ngobrol ah. setelah selesai dikampus, aku langsung meluncur pulang, tapi kali ini aku tidak masuk kost dulu tapi langsung ke warung es karena langit mendung takutnya malah hujan, rejeki memang tidak kemana, ibu cantik ini sendirian warungnya sepi dan anaknya yang cantik itu juga tidak kelihatan, saat itu pukul 14:45 jalan depan kost lagi rame sama kondisi mendung kayanya pada buru buru, ibu cantik penjual es buah ini terlihat melamun sambil melihat jalan yang ramai. setelah parkir motor aku langsung melangkah ke warung, si ibu cantik ini berdiri sambil tersenyum “mari, silahkan mas, es buah ya?” ujarnya. “ah…, nggak bu, saya cuma mau numpang duduk” jawabku becanda, dan si ibu cantik ini jadi bengong. “hahhaha… becanda bu iya es buah, susunya yang banyak ya” ujarku sambil ngelirik toket ibu cantik ini yang kali ini memakai kaos putih agak longgar dengan kerah melingkar yang lebar jadi bagian tulang dadanya terlihat, memang mulus luar dalam ni ibu cantik. “baru pulang kuliah mas” ujar ibu cantik ini sambil meracik es buah, “iya, bu, ketemu dosen buat konsultasi” “oh udah mau lulus ya, ambil jurusan apa mas” ujarnya sambil menaruh mangkok es buah dihadapanku, dan wangi itu kembali menggoda hidungku. “iya bu tinggal skripsi, jurusan psikologi” ujarku sambil menyeruput sendokan es buah pertama. “wah, hebat ada psikolog ni disini, boleh konsultasi nggak mas, tapi gratis ya?” ujar ibu cantik ini, dan ibu cantik ini juga tau tau duduk dikursi deketku cuma dia menghadap kejalan sambil bercerita kisah hidupnya yang cukup menyedihkan ternyata.

    setelah beberapa saat ngobrol baru aku tau ibu cantik ini bernama Mirna dan suaminya pergi entah kemana, sudah 2 tahun tidak pulang cuma kadang menelpon Adelia (itu nama adek cantik putri satu satunya bu mirna ini). tak terasa udah sejam lebih duduk disini, melihat bu mirna malah ga enak hati matanya yang indah terlihat berkaca kaca menahan tangis, bu mirna yang cantik ini terlihat sibuk melayani pembeli lain, dan aku pun berdiri sambil mengambil sesobek kertas kecil dan kutulis pin bbm ku dan nomer hp, sambil membayar ku berikan kertas ini, “bu, kalau nanti masih butuh tempat curhat ini pin bbm dan no saya” bu mirna pun tersenyum, sambil berkata “iya pasti nanti saya bbm, tapi agak malam boleh nggak?, soalnya masih banyak kerjaan dirumah” “nggak papa bu, saya besok juga libur, tidurnya juga malem kog” “ya sudah, saya permisi dulu ya” “iya, makasih ya Rie” ujarnya, dan akupun berlalu. Dikost menunggu bbm ibu mirna cantik ini dan benar saja, jam 10:30 malam ada permintaan kontak baru, ternyata memang bu mirna, langsung aja kuterima, eh dia pajang foto bareng adelia, sebelum diganti disave dulu buat koleksi, malam itu bu mirna cerita dan bertanya banyak lewat bbm, aku pun jawab sebisaku, walau aku juga belum lulus kuliah psikologi setidaknya aku bisa beri jawaban yang pas, capek ngetik ahkirnya aku minta ijin buat telpon dia, dan bu mirna pun mengiyakan, dengan semangat kutelpon ibu cantik ini mendengar suaranya yang lembut membuatku konak untung punya handsfree jadi tangan bebas mau ngapain aja, sambil dengar suara bu mirna yang lembut dan memandangi foto nya akupun melepas celanaku, sambil tiduran kontolku yang udah tegang ku elus elus lalu ku kocok kocok dengan lembut sambil membayangkan tubuh mulus bu mirna, “bisa nggak ya ngentot ibu cantik ini” tanya ku dalam hati, bu mirna masih aja nyerocos cerita aku pun cuma menjawab seperlunya, karena masih menikmati kocokan kontolku yang mulai terasa nikmat sampai ahkirnya tak tahan lagi dan spermaku pun nyemprot dan tanpa sadar ternyata aku mendesah cukup kencang

    “Kenapa Rie” bu mirna kaget dan bertanya akupun kelimpungan cairan pejuku nyemprot kemana mana “ahh… nggak papa bu, ini sambil minum kopi hangat, seger banget” aku pun mencari alasan, takut kalau dia sadar hehehe… “owh… ini udah jam 1 rie, besok pagi saya harus kepasar beli buah pagi pagi, disambung besok lagi ya” kata bu mirna “ah… iya iya… ke pasar mana bu, jam berapa?” lah kog aku tanya gituan kenapa nih wah otak error nggak kekontrol “Ke pasar B, subuh rie kalo kesiangan takut ga kebagian yang bagus”, “owh… sendirian, mau dianter?” udah terlanjut basah lah sekalian aja siapa tau dia mau hehehe… “ah nanti ngrepotin, lagian subuh kamu juga paling belum bangun” “kalau ibu mirna mau, ya saya anterin nggak papa, sekalian saya cari sarapan” strategi PDKT kayanya tembus ni. “hmmm…. ok lah subuh saya bbm ya nanti ditunggu di warung aja, soalnya nggak enak sama tetengga kalau ketemu dirumah” Jawab bu mirna aku pun dengan semangat menjawab “Siappp!!! sekarang pasang alarm” setelah pamitan bu mirna menutup telponnya, dan akupun masih bingung membersihkan cairan peju yang tadi nyemprot kemana mana. Keesokan hari, benar bu mirna udah menunggu di warung aku juga nggak telat, bu mirna terlihat cantik dia memakai jaket dan legging ketat yang membuat lekukan tubuh bawahnya terlihat langsung aja kusuruh naik dan motor pun melaju, sesekali iseng dilampu merah kurem agak mendadak, dan tubuh bu mirna terhentak kedepan hingga toketnya menyentuh punggungku, lumayan, empuk, bu mirna tidak berkomentar mungkin dia nggak sadar kalau ku sengaja. selesai dari pasar bu mirna kuturunkan di warung dan aku pun masuk kos.

    Siang harinya, pintu kamar kost ku diketuk setelah kubuka ternyata bu mirna, aku kaget sekali “eh bu” “kog tau kamarku disini” “iya itu tadi tanya sama pembantu pak kost, ini es buah buat kamu” jawab bu mirna “lah saya kan nggak pesen bu” jawabku “iya, itu hadiah spesial karena udah bantuin belanja dan angkat angkat tadi” jawab bu mirna sambil melihat kedalam kamar ku. “kamarmu bagus ya?, nyaman banget kayanya, sebulan berapa?” cecar bu mirna. “eh… mari masuk duduk dulu didalam kalau mau bu” jawabku terbata bata karena masih bingung dan kaget. “ah kapan kapan aja ya, itu adelia sendirian diwarung kasian” jawab bu mirna “nanti kalau ada waktu ke warung ya” kata bu mirna lagi “eh… ada apa lagi bu” jawabku agak bingung “Balikin mangkok es nya hehehehe….” jawab bu mirna sambil tertawa dan beranjak pergi. Hatiku semakin deg degan, ini beneran bu mirna kayanya kepancing atau memang dia ngerasa kesepian karena sudah lama tidak merasakan perlindungan dan belaian lelaki, bisa jadi juga. ah entahlah, jalani aja dulu. Dua jam kemudian terdengar gemuruh dilangit dan mulai gerimis, akupun bergegas lari sambil bawa mangkok kewarung, diperjalanan ternyata hujan deras, terlihat dari jauh bu mirna sendirian mengemasi peralatan warungnya, saat aku tiba bu mirna berkata. “Untung kamu datang rie, tau tau ujan deres pakai angin gini saya takut” ujar bu mirna “sini saya bantuin” ujarku sambil masukin barang barang kedalam gerobak, “dah selesai, udah dikunci kan gerobaknya?” tanyaku “udah rie” jawab bu mirna sambil menengadah melihat pohon didepan warungnya yang gergoyang tertiup angin. “Masuk ke kost dulu yuk, disini bahaya takut pohonnya ambruk” kataku, dan tanpa basa basi bu mirna pun mengangguk mau. dengan payung yang dibawa bu mirna kami berdua pun berjalan berdempetan, sesampai dikamar baju kami ternyata basah kuyup, kasihan bu mirna kalau masuk angin, lalu ku tawarkan ganti baju pakai kaos dan celana pendekku, “bu ganti baju ya? ini pakai kaosku, masih baru kog belum pernah dipakai, dari pada masuk angin” ujarku memaksa. “ah nggak usah rie nanti ngrepotin” jawabnya “alah ngrepotin apa ini ganti baju sana, itu kamar mandi” kataku sambil menunjuk kamar mandi didalam kamar kost ku.

    bu mirna pun tidak membantah lagi dia meraih kaos yang ku beri dan melangkah ke kamar mandi, 5 menit kemudian dia keluar rambutnya basah. “aku numpang keramas ya, takut pusing kehujanan” ujar bu mirna “hahahaha…. udah mandi baru bilang” candaku bu mirna pun ikut tertawa. “lha adelia kemana bu apa dirumah sendirian?” tanya ku basa basi “adelia kerumah neneknya, pulang besok pagi besok kan minggu sekalian nemenin neneknya sekali kali” ujarnya wah kesempatan ini nggak ada gangguan dan cuaca mendukung. “bu mirna suka nonton film nggak, ini aku ada film baru baru, atau mau nonton TV, itu hujan angin belum reda” tanyaku “apa aja deh nggak papa”, “ngobrol aja juga nggak papa” jawab bu mirna sambil melihat sekeliling kamar. dan tiba tiba matanya tertuju pada layar laptopku yang masih menyala disitu terbuka program ACD SEE untuk melihat gambar gambar, dan terlihat thumbnail gambar foto foto dia, dia pun mendekat dengan jalan berjongkok karena kamarku memang lesehan semua :D, dan bu mirna pun sedikit kaget, “kog banyak foto ku sama adelia disini” tanya nya penuh curiga “aaa… aanu…” aku bingung mau jawab gimana “kamu suka ya sama adelia” tanya bu mirna “aaa… enggak… bu… bukan…” jawabku terbata bata. “Terus kog banyak fotoku sama adelia?” bu mirna semakin curiga “se… se… sebenarnya” aduh omong nggak ya, ini kondisi lagi mendukung banget, jadi bingung… “hahaha… udah nggak papa, adelia memang cantik kog” ujarnya “hehehe… nggak bu… cantikan ibunya kog” jawab ku lirih bu mirna cuma tersenyum mendengar kata kataku, kemudian dia berkata “panggil mirna aja rie”, “nggak enak kedengerannya dipanggil ibu” ujar bu mirna “oohh.. ya bu” jawabku “lah masih bu” kata bu mirna sambil tertawa setengah jam berlalu hujan masih deras diluar, saat itu pukul setengah lima sore, bu mirna beberapa kali menelpon adelia tanya rumah udah dikunci belum tadi. dan sepertinya bu mirna udah terlihat tenang mendengar rumah sudah dikunci. kemudian aku menyodorkan bantal aku suruh dia tiduran sambil lihat TV nggak enak duduk tanpa sandaran pastinya capek. “Bu… eh mir tiduran sini dikasur biar aku yang dikarpet, istirahat dulu aja capek kan kamu?” ujarku sedikit memaksa sambil menarik tangannya dengan lembut. “ah… udah kamu aja nggak enak kalau ada yang lihat” ujarnya “siapa yang lihat? kos sepi malam minggu semua pulang, pak kos juga ga bakal keliling, santai aja, lagian pintu juga ditutup”, “sini” kataku sambil aku berpindah ke karpet dari kasur, sambil mendorong sedikit punggung bu mirna. bu mirna pun perlahan pindah kekasur dan merebahkan dirinya, sambil memandangku entah apa yang ada dipikirannya saat ini. Sudah hampir malam akupun beranjak ke kamar mandi beberapa saat bu mirna masih terdengar tertawa kecil melihat tontonan ditv, setelah aku selesai mandi terlihat bu mirna terpejam, sepertinya dia ketiduran.

    yang membuatku kaget hpku ada ditangannya, dan kucoba mengambilnya perlahan supaya dia tidak terbangun, ya ampun… dia membuka gallery dan disitu ada foto foto bu mirna lebih banyak dari pada yang dilaptop, hatiku semakin bingung aku cuma terduduk disamping kasur sambil memandangi bu mirna yang tertidur pulas, mungkin dia lelah, kasihan wanita secantik ini harus berjuang sendirian. Bu mirna terlihat cantik banget saat tidur, bu mirna tidur terlentang kakinya terbuka, celana pendek ku yang dipakainya tergulung keatas hingga terlihat pahanya yang putih mulus. hatiku berdebar kencang, pengen rasanya mengelus paha mulusnya, sambil terus memandanginya pandanganku mengarah keatas puting payudara bu mirna terlihat menonjol, aku baru sadar, ternyata BH nya memang basah dan dijemur dikamar mandi. ini benar benar kesempatan emas, tapi gimana ya aku bingung…. kalau aku apa apain kalau bu mirna nggak mau dan teriak gimana… duh… ahkirnya perlahan ku tiduran kasur tepat disebelahnya sambil nonton tv, tak beberapa lama bu mirna berpindah posisi kearahku tangannya yang lembut memeluk dadaku, kakinya diatas kakiku dengkul dan paha tepat berada diatas burungku, hariku semakin berdebar, entah bu mirna ini sadar atau tidak, aku terdiam beberapa saat bau parfum nya yang kusuka itu tercium sekali perasaanku semakin kacau, kontolku sudah berdiri tegang. Perlahan kuberanikan diri mengelus rambutnya, kepala bu mirna bergerak perlahan masuk diantara pundak dan leherku, tangan kiriku mengelus rambut tangan kananku berusaha mengelus punggung bu mirna, 5 menit ku elus elus punggungnya ahkirnya kuberanikan diri tanganku masuk kedalam kaosnya dan mengelus punggung bu mirna dari dalam, kepala bu mirna kadang bergerak, mungkin dia sadar, tapi tak apalah sudah kepalang tanggung. tangan kananku semakin berani ku selipkan masuk kebagian celana belakang bu mirna dan merasakan gumpalan besar pantat yang lembut, dan dengan lembut pula ku raba dan ku elus, sampai ahkirnya ku beranikan diri meraih memeknya dari belakang, perlahan ku elus elus kucoba meraih klitorisnya, tapi susah tanganku terjepit, perlahan kudorong tubuh bu mirna supaya terlentang, bu mirna pun terlihat tidur pulas. tanpa berlama lama, ku tarik sedikit demi sedikit celana bu mirna sampai ke mata kakinya, celana dalam bu mirna pun sudah tidak ada apa mungkin basah juga, ah bodo amat, ini udah terbuka lebar jangan disia siakan pikirku.

     

    perlahan ku kangkangkan kaki bu mirna indah sekali memek bu mirna ini, bersih terawat dengan sedikit bulu halus seperti bulu abg ku elis perlahan dengan jari tanganku bu mirna masih belum sadar dan kemudian akupun menunduk mengarahkan lidahku kememek bu mirna, kujilat perlahan, jilatan kuarahkan ke itil bu mirna yang memeknya kubuka sedikit dengan jemariku, ku jilat lembut dari bawah keatas sesekali kumasukkan lidahku kedalam lubang memeknya, perlahan kurasakan kaki bu mirna bergerak, tapi aku cuek tetep menjilati memeknya yang sudah mulai basah sambil mengelus perut dan meremas toket bu mirna. Tiba tiba “aaaahhh…. Arieee… ” bu mirna setengah berteriak kaget “kamu ngapain….” Secara refleks tanganku menutup mulut bu mirna sambil tubuhku menindihnya supaya dia tidak berontak “maaf mir aku ga tahan, sepertinya aku jatuh cinta sama kamu”, “tadi kamu tidur meluk aku aku kira kamu sadar dan aku terbawa suasana” “aku buka tanganku kamu jangan teriak ya” Bu mirna mengangguk kencang, dan langsung kubuka bekapan tanganku, “ARIIIEE… APPAA APAAN KAMU…” dia sedikit marah… dan gelagatnya seperti mau berteriak, tanganku kembali ke mulutnya tapi tiba tiba tangan nya menahan tanganku. Tanpa menghiraukan bu mirna aku malah mencium bibirnya yang hampir nyerocos lagi “Hmmp…arr…rr…iii mmm..hhmmmpp” ku pagut bibir tipisnya dan tangan kananku turun kebawah dan meraih itil memek bu mirna lagi hingga bu mirna diam dan ga lagi bicara, kaki bu mirna berusaha menahan tanganku tapi selalu kutahan kutindih tubuhnya dengan badanku yang lebih besar darinya. jemariku sibuk mengelus itil yang sudah licin dan basah karena rangsangan yang hebat bu mirna mulai diam ku lepas bibirku dari bibirnya, dan mulai bibirku bergerilya di sekitar leher bu mirna, ku ciumi leher kiri dan depan bu mirna kali ini bu mirna terlihat pasrah.

    perlahan ku raih kaos bajunya, dan kuangkat supaya toketnya kelihatan, tiba tiba tangan bu mirna bergerap berusaha melepas kaosnya “biar ku buka sendiri riee… kamu kasar” kata bu mirna dengan nada sedikit marah Kaospun telah terlepas posisiku duduk diatas perutnya sambil melepas bajuku dan berusaha melepas celanaku, bu mirna cuma diam, setelah aku pun telanjang dan kontolku bebas aku menindihnya kembali dan menjilati daun telinga bu mirna, mungkin bu mirna juga sudah sangat terangsang, berbulan bulan atau mungkin tahun, dia tidak merasakan hal seperti ini, lidahku kembali gerilya dari telinga leher kemudian menjilati puting susunya sambil meremas toket bu mirna yang sudah tegang. Bu mirna berusaha memelukku sambil mengelus punggungku dan terdengar desahan desahan lembut tanda dia juga menikmati persetubuhan ini. Jam menunjukkan pukul setengah enam sore, hujan masih terdengar walau sudah berkurang, desahan nafas bu mirna terdengar lebih kencang dari suara hujan diluar, aku takut kalau terdengar dari luar ku berdiri sebentar memutar mp3 lagu lagu romantis dengan sedikit kencang, dan menyiapkan tissue kalau kalau spermaku muncrat lagi.

    bu mirna meraih kotak tissue dan mengambil selembar dia mengelap keringat dikeningku dan melempar kotak tissue agak jauh dari kasur. “loh kog dibuang” tanyaku “Kamu laki laki kan? nanti keluarin didalam aja” jawab bu mirna “tt…ttaa ppiii…” jawabku bingung tanpa bicara bu mirna meraih kontolku yang lemes lagi dan merebahkan ku diatas kasur, sembari dia bangkit dan duduk disamping tubuhku yang sudah telanjang bulat, perlahan kontolku dielus dengan lembut dan dikocok naik turun perlahan, hingga kontolku secara langsung tegang kembali, kocokan bu mirna semakin kencang dan rasanya nikmat sampai ke ubun ubun, aaaahhhhh…. aku hampir tidak kuat…. “bu… eh… mir… aakkk… sttoopp sttopp” , “aku mau keluar” pintaku perlahan Bu mirna memelankan kocokannya, dan kembali mengelus elus batang kontolku kemudian bu mirna rebahan disampingku memelukku dan berbisik, “kamu sengaja ya merencanakan ini semua?” tanyanya lirih “sengaja gimana bu… eh … mir”, “enggak lah”, “cuma….” “Cuma apa?” tanya bu mirna dengan tegas “iya, aku suka kamu dari awal ketemu” jawabku “suka apa nafsu?” tanya bu mirna lagi “aku udah lihat foto fotoku dihpmu”, “foto itu foto pertama kamu datang ke warung kan?” tanya nya kembali sebelum aku sempat jawab lagi bu mirna udah nyerocos lagi “Gini, aku mau sekarang juga ngelakuin sama kamu, tau kenapa?” tanya nya “enggak…” jawabku polos “dasar bego, emang aku ini pelacur apa buatmu?” jawab bu mirna terlihat marah “aku deket ma kamu karena aku ngerasain kehangatan seorang pria, yang udah lama nggak aku rasain” “cinta? bukan cinta!!! aku nggak tau tapi aku ngerasa kamu bisa meluluhkan hatiku, dan membuatku tenang” cerocos bu mirna “kalau kamu cuma anggap aku sekarang ini pemuas nafsu mu, aku pulang sekarang” katanya sambil berdiri akupun ikut berdiri dan memeluk tubunya yang masih telanjang. dan berbisik ketelinganya, “aku nggak tau mir, diantara kasihan, iba akan kisah hidupmu dan nafsu”, “tapi aku janji, kalau kamu butuh aku selama aku bisa aku akan ada untukmu” “Riiee aku sadar umurku jauh diatasmu, bukan aku pengen kamu tanggung jawab jadi suamiku tapi aku pengen kamu ga ninggalin aku setelah kamu nikmati tubuhku” “cuma itu” bisik bu mirna lirih ketelingaku.

    Perlahan kudorong tubuh bugil bu mirna ketembok dan menciumi bibirnya dengan lembut, bu mirna pun membalas, lidah kami pun saling menjilat, sambil ku raba seluruh tubuhnya yang mulus telanjang tanpa busana. “Masukkan riiee, aku pengen banget…” bisik bu mirna ke telingaku. Perlahan kuraih burungku yang sudah tegang mengencang lagi, dan berusaha kumasukkan kedalam lubang vagina bu mirna, ku gesek gesek kepala kontolku kebibir vagina nya yang sudah basah dan licin, dan kudorong masuk perlahan, ahhhh… susah sekali, mungkin akibat lama nggak dimasuki kontol memek bu mirna jadi menyempit, sekali lagi kumasukkan kepala penis berhasil masuk, perlahan lahan ku sodok keluar masuk dan ahkirnya “Ah… arrr…rriieee… aaahhh….” bu mirna mendesah hampir seluruh batang kontolku tenggelam dalam memek bu mirna, dalam posisi berdiri ku angkat sebelah kaki bu mirna sambil kusodok keluar masuk dengan kencang memek bu mirna, kontol besarku terasa terjepit dilubang vagina bu mirna yang semakin licin, desahan bu mirna semakin kencang dan dekapan tangan di punggungku terasa semakin kencang seirama dengan sodokan keluar masuk kontolku. “Rrr…Riiiieee, aku keluar rrriiee…” bu mirna berbisik sambil mendesah, tubuh bu mirna terasa bergetar sesaat kemudian melemas, bu mirna mencapai orgasme, Syukurlah bukan aku dulu yang keluar.

     

    perlahan kubaringkan tubuh bu mirna dikasur, sambil aku juga meredakan nikmat yang hampir tak bisa kutahan, ku tunggu 5 menit sambil mengelap cairan dimemek bu mirna yang sangat banyak, dan membuat kurang enak karena terlalu licin. setelah beberapa saat kukocok lagi kontolku supaya tegang sambil memandangi tubuh mulus bu mirna yang terkulai lemas, perlahan kumasukkan kontolku kedalam memek bu mirna lagi, kali ini tangan bu mirna seperti menahan menolak, tapi tetap ku paksa. sambil ku berjongkok kukangkangkan kaki wanita cantik ini, dan mulai menyodok nyodok memek sempitnya, kepala bu mirna terlihat bergerak kekanan kekiri dan mendongak ku bungkukkan tubuhku dan menciumi toket bu mirna yang bulat mengencang, mengulum puting susunya sambil mendengarkan desahan lirih dari bibir bu mirna, tak lama tubuh bu mirna menegang kembali kontolku kali ini terasa terjepit lebih erat nikmat terasa sampai ke ubun ubun, dan ku mempercepat gerakan ku menyodok memek bu mirna keluar masuk sampai terdengar desahan lembut yang lebih kencang dari yang pertama tadi tanpa menghiraukannya kupegang perut bu mirna dan ku genjot lebih kencang memeknya sampai ahkirnya dorongan kencang spermaku keluar muncrat didalam memek bu mirna, perlahan lahan tetep ku gerakkan maju mundur sambil memandangi wajah cantik bu mirna, dan kucabut perlahan kontolku dari vagina wanita cantik ini, terlihat cairan putih kental mengalir keluar dari dalam memek wanita cantik ini, kemudian tubuhku terkulai lemas dan rebahan disamping tubuh bu mirna yang sudah lemas. kami pun tertidur pulas, tanpa sadar terbangun pukul setengah enam minggu pagi, bu mirna pun pamit pulang. Setelah kejadian itu, kami sering berkencan sampai nginep dihotel hanya untuk bercinta, pada ahkirnya bagi kami berdua semua ini hanyalah pemuas nafsu belaka, dan setiap malam minggu kami selalu bertemu walau cuma satu jam untuk saling memuaskan nafsu.