TOKET

  • Cerita Panas Akibat Ke Dukun

    Cerita Panas Akibat Ke Dukun


    74 views

    Cerita Panas Akibat Ke Dukun

    Aku dilahirkan dalam keluarga pengusaha. Papa dan Mamaku adalah seorang pengusaha. Mereka membangun bisnis bersama dari bawah. Usaha keluarga kami cukup menghasilkan. Kami mampu membeli rumah di daerah Kelapa Gading dan beberapa rumah peristirahatan di luar kota Jakarta. Keluarga kami terdiri dari Papaku, Budiawan berusia 40 tahun, Mamaku, Sinta berusia 36m tahun dan aku, sekarang umurku 18 tahun. Namaku Kenny, tp sering dipanggil Koko.

    Kami keturunan Tionghoa. Papaku tampak seperti pengusaha biasa, dgn rambut mulai membotak dan perut buncit. Mama, di lain pihak, adalah seorang wanita yg senang merawat diri. Tubuh Mama tdk pernah gendut. Ia tampak langsing dan memiliki postur yg tegap bagai peragawati. Walaupun dadanya tdk terlalu membusung, namun tetap saja terlihat indah dan mancung di balik pakaiannya. Kulit Mama yg putih mulus dgn rambut dan wajah yg runcing dan cantik, seringkali membuat teman-temanku membicarakan Mamaku sebagai obyek seks. Hal yg sering membuatku bertengkar dgn teman-temanku.

    Tetapi jujur saja, aku sangat mengagumi kecantikan Mamaku. Pernah jg aku onani membayangkan tubuh Mamaku namun setelah itu aku merasa bersalah. kami punya kolam renang dan biasa berenang. Biasanya Mama memakai baju renang one piece. Dan karena biasa aku jadi tdk terlalu memikirkannya, namun suatu kali Mama memakai bikini kuning dan aku dapat melihat tubuh Mama yg hampir telanjang.

    Buah dada Mama memang tdk besar, namun gundukkan buah dadanya cukup jelas terlihat dan bentuknya tegak bukan kendor, dgn puting menyembul di kain penutup dadanya. Perut Mama begitu rata dgn pinggang ramping, namun pantat sedikit besar. Tinggi badannya 160 cm, lebih pendek dariku yg bertinggi 170 cm. Kulitnya begitu putih mulus bagai pualam. Tiba-tiba saja aku ngaceng dan akhirnya aku ke kamar mandi untuk onani.

    Saat itu aku berusia 17 tahun. Aku saat itu kelas 3 SMA. Berhubung aku sdh dewasa dan memiliki KTP, aku dihadiahkan mobil sedan yg sering kupakai untuk sekolah maupun jalan-jalan.

    Pada saat itu, usaha Papa dan Mama mengalami penurunan, penurunan ini mulai semenjak 3 tahun belakangan. Kami tertipu ratusan juta rupiah. Selain itu, banyak jg rekan bisnis yg memilih untuk berbisnis dgn saingan kami. Jg ada investasi yg tdk menguntungkan, maka makin lama, keuangan kami mulai menipis. Bahkan dua rumah peristirahatan kamipun dijual untuk menutupi hutang-hutang.

    Segala cara telah dicoba, mulai dgn menawarkan discount ke rekan bisnis ataupun customer, berhutang ke bank untuk ditanam sebagai modal (yg membuat hutang semakin menambah) dan bahkan pergi ke orang pintar untuk meminta bantuan. Namun semuanya tdk berhasil mengangkat perekonomian keluarga kami.

    Pada suatu hari, teman dekat Mamaku datang berkunjung. Mereka asyik berbincang ngalor ngidul. Akhirnya sampai pada topic keuangan. Teman Mamaku itu jg memiliki bisnis keluarga yg dibangun bersama suaminya. Mama bertanya kepada temannya mengenai kiat mereka sehingga dalam jaman susah begini usahanya makin maju.

    Sungguh terperanjat Mama ketika tahu, bahwa temannya itu pergi ke dukun di luar kota. Mulanya Mama tdk percaya, namun temannya tetap bersikukuh bahwa semua karena dukun itu. Akhirnya setelah bicara panjang lebar, Mama menjadi yakin dan ingin mencoba dukun itu. Anehnya, teman Mama berkata,

    “Tetapi, Ci. Ada syaratnya.”
    “Syarat? Syaratnya apa ya?”
    “Cici harus berangkat berdua ke dukun itu. Harus membawa teman pria, tetapi tdk boleh membawa suami.”
    “Loh, emang kenapa?”
    “Itu memang syaratnya. Pokoknya cici percaya saja. Saya sdh membuktikan sendiri. Dan segala perkataan dukun itu terbukti semua.”
    “Terus harus sama siapa?”
    “Pokoknya harus pria dewasa yg bukan suami sendiri. Cici kan punya sopir? Saya sarankan bawa sopir aja. Kan sekalian ada yg ngatar jg. Nah, begitu sampai, Cici dan supir Cici harus menghadap dukun itu.”

    Tak lama kemudian teman Mama pulang setelah memberitahukan alamat dukun itu dgn peta buram untuk mencapai ke sana. Malamnya, Mama dan Papa berembuk. Papa yg jg sdh tak berdaya menghadapi keadaan akhirnya setuju.

    “Tp, Ma,” kata Papa,” Papa ga mau Mama dianter sopir ke tempat dukun itu di luar kota. Papa ga merasa nyaman.”
    “Loh, Pak Har itu kan sdh lama jadi supir kita? Hampir 10 tahun.”
    “Papa tetap ga setuju.”
    “Tp syaratnya kan harus ada lelaki yg ngantar Mama.”
    “Begini saja, deh. Si Koko itu kan sdh besar, lagian dia jg sdh bisa bawa mobil. Mending kalian berdua saja yg pergi. Papa merasa kalau Koko yg nganter, maka lebih aman dan nyaman. Baik bagi Mama maupun bagi Papa.”

    Akhirnya mereka menyetujui hal ini. Aku jadi sopirnya Mama. Pada mulanya aku menolak, berhubung akhir minggu aku ada kencan dgn pacarku. Tp Papa malah marah dan mengatakan aku anak durhaka yg tak mau menolong keluarga. Akhirnya aku terpaksa menurut jg dgn hati penuh rasa sebal dan marah.

    Malam Sabtu kami berangkat sore. Perjalanan ke tempat dukun itu memakan waktu sekitar 5 jam. Sekitar pukul 10 kami sampai di tempat itu. Tampak banyak pengunjung. Ada sekitar 20an pasangan menunggu. Setelah kamipun ada sekitar 5 atau 6 pasangan yg datang.

    Dari kesemua pasien dukun itu, tampak sepertinya adalah majikan dan sopir. Namun ada jg yg bagaikan suami isteri yg sepantaran. Mungkin jg supir tp ganteng, entahlah. Mama dan aku berpandangan. Jgn-jgn harus dgn sopir. Wah bisa berabe nih. Namun karena nasi sdh menjadi bubur, maka kami tetap menunggu giliran kami dipanggil dukun itu.

    Akhirnya kami dipanggil masuk kamar dukun itu. Dukun itu tampak sedikit terkejut. Kami bersila di depannya dgn tempat kemenyan yg berasap di antara kami dan dukun itu. Setelah jeda yg agak lama ia berkata,

    “Maaf, Mama. Mama membawa siapa?”
    “Ini anak saya, Ki.”

    Dukun itu mengangguk-angguk dan terdiam berfikir selama beberapa saat. Akhirnya ia berkata,

    “Biasanya yg datang adalah pasien dgn sopirnya atau temannya. Tp Mama bawa anak sendiri. Bagus, bagus.”
    “Apanya yg bagus, dok?” tanyaku penasaran. Tp dukun itu tdk menjawab malah menerawang jauh seperti sedang memikirkan sesuatu yg berat. Akhirnya ia berkata lagi,
    “Ada keinginan apa, sehingga Mama datang ke sini?”

    Mamaku menjawab,

    “Begini, Ki. Kami sekeluarga memiliki usaha yg besar. Tetapi akhir-akhir ini terus merugi. Kami sdh melakukan segalanya untuk memperbaiki usaha kami, tp selalu gagal. Nah, menurut teman saya, Aki ini katanya pintar sekali dan manjur. Maka kami ke sini minta bantuan Aki agar usaha kami sukses.”

    Dukun itu manggut-manggut. Setelah terdiam (lagi) beberapa saat ia berkata,

    “Bisa. Bisa. Tp, syarat untuk mencapai keinginan ini berat sekali. Kalian harus bersumpah kepada Aki untuk melakukan syaratnya. Bila syarat ini tdk dilakukan, maka hasilnya adalah harta kalian akan habis sekejap dan kalian akan jadi miskin.”
    “Syarat apa itu, Ki? Kalau tdk berat maka kami pasti akan melakukannya,” kata Mamaku.
    “Syarat ini jelas berat. Namun, Aki tdk boleh membicarakan syarat sebelum kalian bersumpah dahulu. Ini adalah keharusan dari ilmu yg Aki miliki.”
    “Maksudnya, kami harus bersumpah tanpa tahu syaratnya apa?” Tanya Mama.
    “Betul.”
    “Gimana, ya Ki? Kami harus tahu dulu agar kami bisa menentukan bisa atau tdknya. Contoh, bila syaratnya membunuh orang, tentu kami tdk akan melakukannya.”
    “tdk perlu membunuh. Syarat ini tdk akan menyakiti orang lain malahan akan memberikan kebaikan pada diri sendiri.”
    “Aki tdk akan bilang syaratnya sebelum kami bersumpah?”

    Dukun itu mengangguk-angguk lagi.

    Mama menatapku dan bertanya,

    “Gimana?”
    “Koko sih setuju aja bila tdk harus menyakiti orang lain. Kan semua demi keluarga.”

    Akhirnya kami setuju. Dan ritual sumpah itu dilakukan. Kami bersumpah sendiri-sendiri dgn sang dukun memegang jidat kami dan mengasapi dgn kemenyan. Anehnya, aku hanya bersumpah akan melakukan satu syarat, sementara Mama harus bersumpah melakukan dua syarat. Barulah kemudian ia kembali duduk di tempat semula dan berkata,

    “Perlu diingat bahwa kalian sdh bersumpah. Dan dalam sumpah itu, kalian jg menerima bahwa apabila menolak melakukan syarat-syarat, maka harta kalian akan hilang dari muka bumi.”

    Kami berdua mengangguk.

    “Sebenarnya syaratnya adalah kalian harus melakukan ritual dalam sebulan tiga kali, untuk membuat jin-jin membantu kalian mengumpulkan uang. Bila ritual ini tdk dijalankan, maka jin-jin itu akan menghabiskan uang kalian, alias akan merugikan kalian sendiri. Ritual itu harus dilakukan kalian berdua sebagai pasangan yg datang kemari minta bantuan.”

    Sang dukun berdehem dan kemudian melanjutkan pembicaraan,

    “Ritual ini adalah ritual seks.”
    “Apaaaa?”

    Kami berdua kaget setengah mati. Ritual seks? Mama dan anak?”

    “Tp, Ki. Kami Mama dan anak!” kata Mamaku.
    “Justru disitulah kuncinya. Selama ini, Aki menganjurkan ritual dgn lelaki yg bukan suami. Demikian tuntutan ilmu itu. Berselingkuh dgn lelaki lain membuat jin-jin itu akan datang menonton dan bekerja kepada pasangan tdk sah itu. Sedangkan bila Mama dgn anak melakukan ritual, dapat dipastikan jin-jin yg datang akan lebih banyak. Karena selain berselingkuh itu adalah sesuatu yg disukai jin-jin itu, maka berselingkuh dgn anak sendiri adalah hal yg paling disukai mereka. Dipastikan akan lebih banyak Jin yg datang.”
    “Tp…… tp………..”

    Sang Dukun memotong,

    “Yg perlu diingat sumpah si lelaki hanya satu syarat, tetapi sumpah si perempuan ada 2 syarat. Yg satu adalah melakukan ritual dgn pasangan yg di bawa ke sini, yg satu adalah untuk menghentikan hubungan seksual dgn suami sendiri. Ini adalah kesenangan Jin yg lain, melihat bahwa si suami tdk mendapatkan tubuh isterinya, sementara isterinya memberikan diri kepada orang lain.”

    Mama tambah membelalakan matanya. Seks dgn anak sdh parah, kini tdk boleh berhubungan seks dgn suaminya. Rupanya dukun ini adalah dukun ilmu hitam. Ada rasa penyesalan yg terlihat di wajah Mama. Aku pun kaget jadinya.

    Dukun ini berwajah angker dan berwibawa. Mama tdk berani menolak melainkan hanya mengangguk saja untuk memperlihatkan persetujuan. Akhirnya Mama membayar mahar sekitar sepuluh juta rupiah lalu kami pergi dari situ.

    Sepanjang jalan Mama ngomel-ngomel. Untung saja Pak Har, supir kami tdk ikut. Pak Har itu sdh tua dan tampangnya jg jelek. Mama mana nafsu dgn lelaki itu. Aku sepanjang jalan terdiam karena ketika mendengar syarat itu aku terkejut seperti Mama, namun aku tdk semarah Mama, melainkan aku menjadi membayangkan tubuh Mama saat memakai bikini dan penisku langsung bangun. Sungguh tak percaya aku mendengarnya. Aku malahan Bahagia. Moga-moga saja Mama mau melakukannya ketika sampai rumah.

    Namun, dalam perjalanan kami itu, Mama menekankan bahwa kami tdk akan berhubungan seks. Dukun itu memang gila. Masa harus begituan dgn anak sendiri? Aku menjadi kecewa dan sedih, namun aku berusaha tdk menunjukkannya.

    Kami sampai di Jakarta keesokan paginya. Aku langsung tidur karena letih dan begitu jg Mama. Sampai beberapa minggu hal ini tdk pernah kami bicarakan.

    Tiga minggu kemudian, saat itu malam hari. Mama mengetuk pintu kamarku dan masuk ke kamarku. Mama memakai daster yg panjang ke lutut namun bagian atasnya merupakan gaun berleher rendah dgn tali daster yg tipis memeluk bahunya. Sayangnya Mama pakai BH, dapat kulihat tali BHnya yg ada di bawah tali dasternya dan sedikit cup BH yg menyembul karena leher gaun yg cukup rendah. Aku sedang nonton TV sambil tiduran dgn hanya memakai celana boxer, karena memang seperti itu kebiasaanku.

    “Ko, kamu inget dukun yg pernah kita datangi bersama-sama waktu itu?”
    “Oh, yg gila itu?” kataku sambil terus menonton TV untuk menunjukkan aku tdk terlalu memikirkan hal itu, padahal selama ini aku selalu masturbasi membayangkan Mama semenjak pulang dari dukun itu.
    “Begini, Ko. kamu inget ga, apa kata dukun itu bila kita tdk melakukan ritual?”

    Aku belagak mendengus tak percaya, padahal aku ingat sekali semua perkataan dukun itu. Dukun itu bilang, kalau kami berdua tdk jg berhubungan seks, maka keluarga kami akan bangkrut. Aku diam-diam berharap sekali bahwa usaha keluarga kami merugi agar aku bisa tidur dgn Mama.

    “Dukun itu benar, Jun. tiga minggu ini, usaha kita rugi terus. hampir 1 M melayg selama tiga minggu ini. Dan bila ini terus terjadi, kita terpaksa harus menjual hampir seluruh harta kita.”
    “Apa?” aku berkata dgn memasang muka sedih, kecewa, kaget dan lain-lain.

    Namun hatiku berbunga-bunga. Pucuk dicinta ulam tiba, kata orang tua. Dalam hati aku begitu bahagianya hingga aku susah payah menahan senyum di wajahku. Rasanya ingin berteriak. Apakah ini berarti Mamaku mengajakku ML?

    Mama mendehem sekali. Tampak ia gugup.

    “Nah, Mama dan Papa tak pernah menyimpan rahasia. Dulu sewaktu pulang, Papamu telah Mama beritahu tentang dukun ini. Maka, sekarangpun Papamu tahu bahwa kita merugi karena ulah sumpah kita sendiri.”
    “Terus?” dalam hati aku berteriak kegirangan. Tampaknya, harapanku akan segera terwujud.
    “Mama dan Papa sepakat untuk mengikuti ritual ini selama sebulan ini. Terus kita lihat apakah ada perubahan? Bila tdk ada, maka kami berdua mohon agar kamu melupakan semua ini dan memaafkan kami berdua.”
    “Bila ada perubahan dan usaha kita untung?”

    Mama hanya menggeleng,

    “Kita lihat saja nanti.”

    Kemudian Mama menghampiriku. Aku deg-degan sekali. Mama menarik boxerku sehingga lepas. Kaget jg ia ketika melihat penisku yg besar sdh tegak berdiri akibat pembicaraan ini. Terlihat di raut mukanya bahwa ia kaget.

    “Mama agak bingung bagaimana seharusnya kita melakukannya. Tp Mama berpendapat, kita tdk boleh melakukan hubungan seksual dgn percintaan, karena kita Mama dan anak.”

    “Maksud Mama?”

    “Kita tdk perlu ciuman, buka seluruh pakaian dan lain-lain seperti sepasang kekasih. Mama tetap akan pakai daster. Kamu tdk boleh memegang Mama. Biar Mama di atas saja. Kamu diam saja di bawah.”

    Maka aku berbaring diam. Mamaku menekan penisku sampai menempel di perutku dgn tangan kirinya, lalu ia menduduki penisku. Ternyata di balik daster Mama, tdk ada celana dalam sehingga batang penisku merasakan bibir Meki Mama menekan di batang penisku.

    “Kemaluan perempuan harus basah dulu. Jadi, mama akan gesek-gesek sebentar sampai kemaluan Mama basah, lalu kita akan melanjutkan ke ritual.”

    Lalu Mama menopang tubuhnya dgn memegang dadaku, kemudian ia mulai menggesekkan Mekinya di batang penisku. Aku dapat merasakan bibir Mekinya membuka dan penisku kini dijepit bibir itu, sementara bagian bawah batang penisku menekan bagian dalam Meki Mama, tepatnya dinding di mana labium minoranya terletak.

    Lama kelamaan keluar cairan pelumas. Aku dapat merasakan Meki Mama perlahan mulai lembap dan licin lalu basah karena lendir yg keluar dari Mekinya. Selama proses ini Mama memejamkan matanya. Akhirnya setelah beberapa menit, selangkangan Mama dan batang penisku sdh licin karena lendir Mama.

    Pengalaman ini terus kuingat sepanjang hidupku. Walaupun Mama tdk membuka pakaiannya, namun aku merasakan sensualitas yg sangat tinggi menguasai tubuhku. Saat vagina Mama sdh basah dan membasahi batang penisku, aku dapat mencium bau badan Mamaku yg perlahan memasuki hidungku. Selain itu, tubuh Mama hari itu wangi karena tampaknya baru saja mandi. Jadi, aku dapat mencium wangi sabun dan jg wangi kemaluan Mamaku tercampur di udara.

    Setelah yakin bahwa Mekinya telah licin dan siap untuk dimasuki penisku, Mama berlutut sebentar, tangannya memegang penisku dan diacungkan ke atas, lalu ia memposisikan penisku di depan lubang Mekinya. Setelah posisinya pas, maka ia duduk perlahan di penisku.

    Nikmatnya merasakan penisku perlahan menembus Meki Mama. Pertama-tama lingkar luar lubang vagina Mama dilewati oleh kepala penisku dgn susah payah. Untuk beberapa saat ujung penisku tdk berhasil masuk lubang kecil itu, lalu plop! Tiba-tiba kepala penisku sdh masuk ke dalam liang senggama Mama. Lubang Meki Mama sempit sekali, kepala penisku bagai sedang dijepit tabung silinder yg sempit. Mama mendesah bagai sedang makan cabe. Lalu perlahan menurunkan tubuhnya lagi sampai tiga perempat penisku menggeleser lebih jauh dalam lubang kencingnya itu. Namun, tiba-tba saja gerakan Mama berhenti karena penisku menancap di lingkaran lubang masuk ke rahim milik Mama.

    “Punya kamu besar dan panjang. Belum masuk semua udah ada di ujung rahim Mama,” kata Mama dgn nafas tersengal. Sementara itu, Meki Mama berdenyut-denyut, dan menjepit penisku begitu kuatnya. Aku merasa linu di lututku dan aku mengerang nikmat sekali walaupun penisku berasa sedikit sakit karena sempitnya Meki Mamaku.

    Desahan Mama makin jelas, lalu tiba-tiba Mama menghempaskan tubuhnya ke bawah sehingga kini penisku ambles ke dalam liang persenggamaan Mamaku. Aku dapat merasakan kepala penisku melewati lubang masuk rahim Mama dan kini kepala penisku dan sedikit bagian batang penisku sdh ada di dalam rahim Mama.

    Mama melenguh kecil,

    “Uuuuuuuhhhhh………………. Belum pernah ada yg masuk sejauh ini………… tahan sebentar, ya………”

    Mata Mama terpejam erat. Wajahnya meringis. Nafas Mama memburu. Sementara itu, Aku menjadi serba salah. Ingin rasanya kupeluk Mama lalu kuentot dgn buas tubuhnya, namun aku takut dimarahi. Kepalaku pusing menahan birahi ini. Dinding vagina Mama yg halus dan basah itu begitu kuat menjepit penisku lagi lubang itu seakan mengenyot batangku karena membuka dan menutup seiring irama nafas Mama. Beberapa saat kemudian barulah Mama mulai menaik turunkan pantatnya. Mamaku mulai mengentoti aku dgn perlahan-lahan.

    Kedua tanganku meremas seprai, sementara mataku berusaha melihat selangkangan kami berdua, namun daster Mama menghalangi. Kupandangi wajah Mama yg cantik itu. Dahi Mama mengerut seakan menahan sakit dan matanya terpejam rapat. Nafasnya yg mulai memburu mengeluarkan suara desahan nafas yg ditahan. Semakin lama nafas Mama semakin cepat dan hembusannya makin terasa di wajahku. Nafas Mama begitu segar dalam indera penciumanku.

    Meki Mama masih mengocoki burungku. Selangkanganku kini sdh basah oleh lendir vagina Mamaku. Bau tubuh Mama yg menguar dari dalam kemaluannya menjadi makin kuat, mengalahkan wangi sabun yg merebak dari tubuhnya. Bau tubuh Mama yg sedang birahi, Bau yg Belum pernah kucium sebelum malam ini, karena selama ini Mama selalu memakai parfum mahal, sehingga aku tdk pernah tahu bau tubuh Mama yg sebenarnya.

    Aku merasakan sesuatu yg belum pernah kurasakan. Penisku yg tadinya perjaka kini sdh mengalami hubungan seks dgn perempuan. Meki Mamaku menyedot-nyedot penisku, mengirimkan sensasi sensual yg menjalar dari burungku hingga ke seluruh ujung tubuhku. Aku seakan berada di suatu tempat fantasi yg indah, bukan lagi di bumi. Suatu perasaan yg begitu nikmatnya sehingga barulah aku setuju dgn orang-orang bahwa ngentot itu adalah pekerjaan yg paling enak dilakukan.

    Makin lama pantat Mama makin cepat digoyang. Selangkangan Mama menumbuki selangkanganku dgn bunyi yg terdengar makin keras. Mulut Mama mulai membuka dan desahan mulutnya mulai berubah menjadi erangan.

    “aaaaaaahhhhhhhhhhhh………….. mmmmmpppphhhhhhh…………. Aaaaaaaaaaaahhh……..”

    Tiba-tiba Mama merebahkan diri di tubuhku dgn mata masih terpejam. Kedua tangannya memeluk pundakku dari luar kedua tanganku, sehingga menjepit kedua tanganku di samping tubuhku dgn telapak tangan mengarah kedepan sehingga ia memegang pundakku dari belakang. Dapat kurasakan kedua payudara Mama menekan dadaku dari balik daster dan BHnya. Aku tdk tahu kekenyalan yg kurasakan apakah karena busa BH ataukah karena tetek itu sendiri. Maklum, inilah pertama kalinya aku ngentot sehingga masih buta segala sesuatunya.

    Bau tubuh Mama yg begitu erotis dan sensual membuatku gila, Aku ingin sekali merengkuh tubuh Mama dan balas mengentotinya dgn liar. Aku pikir karena Mama sdh memelukku, maka akupun tak apa memeluknya. Oleh Karena itu, ku peluk Mama dgn telapak tanganku memegang pantatnya.

    Ketika aku mulai meremasi pantat Mama, Mama kurasakan kaget karena menarik nafas tiba-tiba. Kupikir ia akan marah, namun ternyata ia melanjutkan erangannya.

    “Yeeeeaaaaaaaaaaah…… mmmmmpppphhhhhhh………. Ahhhhhhhhhhhh………..”

    Pipi kami berdua kini menempel. Pelukan Mama makin erat saja, dan selangkangan kami kini sdh basah kuyup oleh cairan vagina Mama. Suara selangkangan kami yg beradu begitu cepatnya dank eras memenuhi kamar tidurku.

    “clekclekclekclekclekclek……..”

    Ditingkahi erangan Mama yg terus menerus mengatakan ‘yeah’ dan ‘ah’ diulang-ulang. Aku jg menjadi ikut terbawa suasana. Aku memberanikan diri mengerang jg.

    “aaaaahhhhhh….. mmmmmpppphhhhhhh…… maaaa…………. Aaaaaaaaaaaahhhhhh……… Maaaa……”

    Sengaja kupanggil Mama disela-sela eranganku karena hal ini membuat aku makin bernafsu. Dgn memanggil Mama, maka tersirat bahwa aku menyadari bahwa aku sedang bersetubuh dgn Mamaku dan aku menyukai bersenggama dgn Mamaku. Entah apakah Mama menyadarinya…

    Namun reaksi Mama hanya terus mengerang, namun pipinya kini diusap-usapkan ke pipiku. Sementara pelukan Mama kurasa kini sdh erat sekali. Pantat Mamapun kini digerakkan naik turun begitu cepat dan keras, untungnya spring bed ku mahal sehingga mengikuti gerakan tubuh kami sehingga aku tdk merasa sakit.

    Tiba-tiba Mama menekan pantatnya dalam-dalam sambil memeluk erat sekali. Pipinya pun ditekan keras-keras jg di pipiku. Dan kini Mama tdk mengerang, melainkan berteriak keras-keras,

    “Aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh………………..”

    Kurasakan selangkangannya dan terutama dinding Mekinya bergetar bagaikan tubuh orang yg kedinginan sambil menjepit penisku erat-erat. Kejadian berikutnya berlangsung begitu cepat. Aku tak kuasa menahan birahi yg sedari tadi coba kutahan-tahan. Rasanya begitu nikmat dijepit Mekinya yg hangat dan licin itu. Entah bagaimana, naluriku yg mengambil alih, aku lepas kedua tangan dari pantat Mama, lalu kupeluk tubuhnya erat-erat, kemudian aku putar badan, bagaikan pegulat professional sehingga kini aku yg ada di atas tubuh Mama. Mama masih orgasme namun membalas dgn merangkulku dgn satu tangan mendekap belakang kepalaku sementara satu tangan memeluk bahuku, dan kedua kakinya kini merangkul bagian bawah tubuhku dgn kedua tumit kaki ditekan ke pantatku.

    Setelah Mama kutindih, dgn secepat mungkin dan sekuat mungkin aku kocok lubang meki Mama. Kusedot leher Mama dgn mulutku pula. Mama masih mengerang dgn keras dan memelukku erat-erat. Kulit leher Mama begitu halus di mulutku. Kucupang leher itu dgn mengenyotinya keras-keras. Sementara Meki Mama yg sempit itu kuhujami berkali-kali sekuatnya. Akhirnya aku sampai jg. Kutumpahkan maniku di dalam rahim Mama.

    Kami terdiam beberapa lama. Lalu tanpa bicara, Mama mendorong tubuhku sehingga tak lagi menindihnya, lalu ia pergi ngeloyor keluar. Di antara perasaan kecewaku, ada perasaan Bahagia dan puas jg. Akhirnya, pikirku. Lalu aku tertidur.

    Keesokan harinya, sarapan pagi dgn kedua orangtuaku menjadi canggung. Kami bertiga tdk banyak bercakap-cakap seperti biasanya. Mama dan Papa hanya berbicara seperlunya saja. Aku sendiri malah hanya terdiam saja sambil mengunyah. Kami bertiga tahu apa yg terjadi tadi malam, sehingga masing-masing terbelenggu dgn fakta bahwa Mama dan anak tadi malam baru saja melakukan perhubungan yg tabu.

    Papa pergi bekerja, sementara Mama menyMamakkan diri di dapur untuk cuci piring dan lainnya. Aku tdk tahu apa yg harus aku lakukan sehingga memutuskan untuk sekolah tanpa berbicara apa-apa lagi. Hubungan keluarga kami sekarang sdh berbeda dan tdk dapat dirubah lagi. Entah aku ini senang atau tdk, namun kini, tiap kali aku lihat Mama maka aku pasti ngaceng.

    Ketika hari makin cepat berlalu, aku jadi semakin kecewa. Karena Mamaku tdk pernah lagi datang ke kamarku untuk begituan. Apakah dukun itu gagal? Pikirku. Apakah Papa masih merugi walaupun aku dan Mama telah melakukan ritual? Aku menjadi sangat sedih ketika kulihat pada bulan ini, tinggal tersisa dua hari lagi. Malam ini akan terlihat apakah Mama akan meneruskan ritual itu, karena sesuai pesanan pak dukun, kami harus melakukannya tiga kali dalam sebulan.

    Hari telah malam dan menunjukkan pukul sepuluh. Aku duduk di kamar dgn hanya memakai celana boxer saja. Jantungku berdetak kacau menunggu Mama. Di satu pihak aku berharap sangat Mama akan datang, di lain pihak aku ketakutan bila Mama tdk datang hari ini.

    Tiba-tiba saja pintu perlahan terbuka, dan Mama masuk ke dalam kamar dgn memakai daster yg sama. Aku merasa lega sekali. Perasaanku berbunga-bunga dan perlahan burungku mulai mengeras. Aku menanti-nanti dgn jantung yg berdebar-debar ketika Mama naik ke tempat tidur pelan-pelan tanpa mengeluarkan suara, matanya tak pernah menatap mataku, lalu ia memelorotkan celanaku sampai lepas dan menduduki penisku seperti sebelumnya. Hanya saja, saat ini aku sedang duduk di tempat tidur dan bukan tiduran seperti sebelumnya.

    Kini posisinya Mama menduduki kedua pahaku dan kemaluannya menempel di batang penisku yg kini mengacung ke atas terjepit antara Meki Mama dan perutku sendiri, lalu Mama memeluk kepalaku sehingga jatuh di pundaknya. Namun aku dapat melihat bahwa kini teteknya tdk ditutupi BH sehingga aku menjadi girang tak terkira. Apalagi saat dadaku merasakan tetek Mama yg hanya berlapiskan daster untuk pertama kalinya. Tetek Mama begitu empuk dan kenyal dgn puting yg menonjol bagaikan pensil.

    Mama tdk bau sabun. Tampaknya ia tdk mandi sebelum ke sini seperti sebelumnya, tp aku tdk kecewa. Malah aku senang jadinya. Aroma Meki Mama yg pernah kucium sedikit tercium dari ketiak Mama. Mama mulai menggesekkan kemaluannya di batang penisku. Namun, kali ini gesekkannya lebih cepat dan nafas Mama pun kali ini memburu lebih cepat dibandingkan sebelumnya dan lagi pelukan Mama begitu eratnya. Akupun memeluk badan Mama dan Mama tampaknya tdk marah.

    Apakah Mama sdh horny duluan? Pikirku dalam hati. Ada kemungkinan begitu, karena aku ingat bahwa dukun bilang Mama hanya boleh bersenggama dgnku, sementara sdh duapuluh hari yg lalu kami berdua melakukan hubungan seksual. Kemungkinan selama ini Mama seringkali berhubungan seks dgn Papa. Aku pun kalau menjadi Papa akan selalu ingin berhubungan seks dgn isteri secantik Mama.

    Tak lama Meki Mama sdh basah sekali. Kemudian Mama melepaskan pelukannya, lalu sedikit menaikan pantat, memegang penisku dan akhirnya memasukkan Mekinya ke penisku yg sdh tegang dari tadi hingga kepala penisku memasuki liang senggamanya. Mama lalu menaruh kedua tangannya di pundakku lalu perlahan-lahan merendahkan tubuhnya sehingga perlahan Mekinya membungkus penisku.

    Sepanjang perjalanan masuknya penisku, Mama memejamkan matanya dan melenguh,

    “mmmppphhhhhhhhh…………. Yeaaaaaahhhhhhhhhh……..”

    “Maaaamaaaaahhhhh…..” kataku tak mau kalah,” yeeeaaaaaaah…… Maaaaa……….”

    Ketika penisku sampai lagi di ujung rahimnya, Mama melingkarkan tangannya di leherku dan dgn satu tangan mendekap kepalaku. Lalu tiba-tiba pantatnya dihenyakkan ke bawah sehingga penisku menghujam masuk rahimnya secara cepat.

    Reaksiku adalah memeluk Mama erat-erat karena kaget dan sedikit sakit. Rangkulan Mamapun jg makin erat. Mama mengerang-ngerang dan aku mendesah-desah merasakan sensasi penisku yg dMamangkus dinding Meki Mama sedang dipijat-pijat dinding Meki itu.

    Lalu Mama mulai menggoyang pantatnya. Aku merasakan nikmat sekali. Apalagi kini kami dalam posisi duduk dan berpelukan. Rasanya kami adalah dua pasang kekasih. Kuingat Mama tdk mau berciuman dgnku, namun aku tak tahan dgn keintiman tanpa cinta ini. Aku ingin sekali menciumi tubuh Mamaku. Akhirnya aku masa bodo dan mulai mengenyot pundak Mama yg telanjang.

    Mama mulai mendesis-desis seperti kepedesan. Aku kini menjilati pundak Mama dan mengarah ke lehernya. Kukecupi dan kujilati leher Mama yg halus. Wajahku terbenam di lehernya, rambut Mama menutupi kepalaku. Wangi shampoo Mama dan bau tubuh Mama bercampur di hidungku. Ini adalah bau surgawi, pikirku dalam hati. Mulutku tdk pernah tinggal diam. Leher Mama sdh habis aku ciumi, jilati dan kenyoti. Mama makin keras mendesahnya. Semakin lama Mama mempercepat goyangannya pula.

    Kedua tanganku kugerakkan ke bawah sehingga meremas kedua pantat Mama yg bahenol. Otot pantat Mama sungguh kenyal dan tdk lembek. Ini mungkin karena Mama rajin ke gym untuk berolahraga. Sementara itu, kedua pantat Mama yg masih ditutupi daster telah kuremas-remas sambil kutarik-tarik seirama dgn goyangan pantat Mama.

    Suatu saat ketika aku meremas-remas pantat Mama, tak sengaja kain daster Mama sdh tertarik ke atas. Aku baru menyadari ketika ujung jari tangan kiriku menyentuh kulit Mama. Aku serentak mendapatkan ilham. Aku mulai meremasi pantat Mama sambil berusaha menyingkap daster Mama ke atas lagi. Usahaku perlahan berhasil. Pada akhirnya kedua tanganku berhasil menggenggam kedua pantat Mama tanpa dihalangi kain daster itu.

    Mama masih sMamak menggoyangkan pantat dan mengerang-erang kenikmatan. Aku mengambil kesempatan dgn menyusupkan tangan kananku ke atas sehingga kini tangan kananku sdh berada dalam daster dan memegang punggung Mamaku secara langsung.

    Tiba-tiba Mama memelukku begitu eratnya aku sampai aku merasa sedikit sesak. Selangkangan Mama tiba-tiba berhenti bergerak. Mama menekan penisku keras sekali sambil berseru,

    “Yeeeeaaaahhhhhh…… Mama sampaaaaiiiiiiii……………”

    Mamaku orgasme duluan. Akhirnya Mama melepaskan pelukannya beberapa saat kemudian. Aku kecewa begitu Mamaku menarik kedua tanganku sampai lepas dari tubuhnya. Ia menatapku lalu berkata,

    “Ko, kamu itu bandel ya. Kamu kok cium-cium leher Mama kayak gitu. Kan Mama sdh bilang, kita ini bukan kekasih. Kita ini Mama dan anak. Jgn berperilaku ga sopan gitu donk.”

    Aku hanya menunduk saja karena kecewa. Tp setdknya tanganku yg menggerepe dia tdk diprotes. Artinya aku boleh lagi nanti. Mama meninggalkan pangkuanku, untuk sementara aku kecewa sekali karena belum sampai orgasme, namun Mama tdk keluar kamar melainkan ia merangkak di tempat tidur bagai anjing, hanya saja sedikit nungging karena kepalanya ia taruh di bantal. Mama lalu menoleh ke arahku yg berada di belakangnya dan berkata,

    “Kamu masukkin dari belakang saja ya. Biar kamu ga cium-cium Mama lagi.”

    Tanpa disuruh kedua kalinya, Aku segera memposisikan diri di belakang Mama, berhubung aku lebih tinggi dari Mama, maka aku hanya sedikit menekuk lutut agar penisku sejajar dgn Mekinya. Aku menyingkap dasternya yg saat itu menutup pantatnya. Karena Mama tdk bilang apa-apa, aku beranikan diri menyingkap daster itu hingga tersingkap hingga setengah punggungnya. Aku belum berani terlalu jauh takut dimarahi.

    Aku tekan penisku di depan lubang Meki Mama dgn dipandu tangan kananku, tangan kiriku menyibak pantatnya agar terlihat lubang itu. Setelah pas posisinya, aku dorong pantatku perlahan demi menikmati sensasi gesekan penisku yg memasuki liang vagina Mamaku, suatu sensasi gerakan menggeser di mana gesekkan antara dinding vagina Mama dan batang penisku menyebabkan nafsu birahiku yg sdh tinggi menjadi semakin tinggi lagi.

    Gerakanku terhenti ketika penisku sdh di ujung lubang dalam vagina Mama dan mencapai awal rahimnya. Kini kedua tanganku memegang kedua pinggul Mama. Sambil menghentakkan pantatku ke depan, kedua tanganku menarik pinggulnya untuk menambah tenaga tumbukkan. Dgn suara plok tanda selangkanganku menampar pantat Mama, kepala penisku kini sdh memasuki rahim Mama.

    “Ooooooooh……………” teriak Mama perlahan,” dalam banget rasanya…………….”

    Dalam posisi seperti ini, aku rasakan seluruh kepala penisku masuk ke rahim Mama, sementara sebelumnya hanya tiga perempat saja yg masuk. Posisi ini ternyata memberikan jarak penetrasi yg lebih jauh.

    Aku terpaku pada pemandangan indah di bawahku. Mamaku yg sedang setengah telanjang dgn daster terbuka setengah punggung dan bagian bawah yg telanjang, dalam posisi doggy style dgn penisku ambles memasuki Mekinya. Aku tarik kedua pantatnya menggunakan kedua tanganku agar pemandangan ini lebih jelas. Kulihat anus Mama begitu rapat tanda Mama sedang mengencangkan otot vaginanya yg membuat penisku merasa nikmat karena diremas otot vaginanya itu.

    Perlahan kutarik penisku hingga hanya setengah yg keluar dari Meki Mama, lalu kudorong lagi sehingga seluruh penisku terbenam di sana. Kulakukan berulang-ulang masih dgn gerakan pelan, karena pemandangan penisku keluar masuk lubang kehormatan Mamaku itu begitu indah di mataku. Begitu sucinya selangkangan Mama. Begitu sucinya kemaluan Mama. Kemaluan yg hanya pernah dijelajah oleh ayahku dan kini aku yg menjelajahi tiap jengkalnya. Bahkan Papaku itu belum pernah menjelajah sampai ke dalam rahim Mama.

    Aku menjelajahi alat reproduksi Mama lebih jauh daripada siapapun di dunia ini! Saat itulah aku berketetapan dalam hati, bahwa Mama harus menjadi milikku dan bukan milik orang lain. Perempuan keturunan Tionghoa ini harus menjadi milikku. Seluruh jengkal tubuh perempuan ini harus jadi milikku. Aku harus menjelajahi tiap senti tubuh seksi ini. Tubuh seorang bidadari yg turun dari surga.

    Entah beberapa menit aku asyik menarik dan mendorong penisku untuk menggeleser dalam lubang kenikmatan Mamaku, aku baru sadar ketika Mamaku mulai balas mendorong dan menarik pantatnya. Selain itu, suara Mama mulai terdengar lagi,

    “Yeaaah…… yeaaaaaaaaaaaaah……. Lebih cepat….. lebih cepat…….. yeaaaahhhhh..”

    Maka aku mulai mempercepat gerakanku. Di samping tempat tidurku ada lemari dgn kaca besar di salah satu pintunya. Aku melihat bayangan kami berdua di cermin itu. Cermin yg menunjukkan seorang remaja sedang mengentot perempuan dewasa dalam posisi doggy style. Kepala perempuan itu bergerak-gerak dan di wajahnya tampak kenikmatan dalam bersenggama. Aku lihat dasternya yg terbuka sampai setengah tubuh Mama. Mungkin kalau aku dorong sedikit-sedikit, aku dapat melihat tetek Mama dari cermin.

    Aku segera bertindak. Kedua tanganku yg sedang memegang pantatnya mulai kugerakan untuk meremas-remas pantat itu. Mama mulai memperkeras suaranya, kurasa Mama tdk sengaja melainkan kenikmatan ini sdh menguasai pikirannya.

    “Yeeeeahhhhhhhhhh!! Cepaaat……….!! Teruuuuus……… Yeeeeaaaaaaaaaaahhhh…….”

    Kedua tanganku kini mulai mengusap-usap pantatnya diselingi oleh remasan. Makin lama kedua telapakku bergerak ke atas. Kini punggung bawahnya aku belai. Sebenarnya belai tdk tepat, melainkan aku mengusap-usap punggungnya. Akhirnya usapanku makin memanjang, dari bawah punggung ke bagian tengah punggung Mama tepat di kain dasternya yg terlipat di sana.

    Punggung Mama begitu licin karena Mama sdh keringatan. Kulit putihnya mengkilat dijilat oleh cahaya lampu kamar. Begitu erotis, pikirku. Usapanku itu terus ku lakukan hingga jari tanganku mulai mendorongi daster Mama sedikit demi sedikit. Namun agak susah mendorongnya karena daster itu terlipat. Aku mendapat ilham lagi lalu aku mengusap ke atas lagi namun kali ini bukan mendorong daster melainkan tanganku menyusup. Setelah setengah telapakku menyusup di balik daster di bagian tengah punggung di antara belikatnya, aku segera mengusap balik ke bawah dan menunggu reaksi Mama. Mama tetap hanya mengerang-ngerang.

    “Yeaaaaah……… teruuuuuusssss!!!!”

    Aku susupkan lagi tanganku di bawah dasternya, namun kali ini ketika jariku hendak masuk, aku menggerakkan kedua telunjukku ke atas dan aku mengkaitkan kain daster itu di kedua telunjukku, menyebabkan bagian bawah daster mama terjepit antara telunjuk dan jari tengahku, lalu kuteruskan mengusap ke atas dgn kedua tanganku, sehingga kini kain daster Mama ikut bergerak ke atas. Untung saja posisi Mama sedikit nungging, sehingga daster itu kini berjumbel di dada bagian atasnya dan tdk kembali jatuh ke bawah.

    Dari cermin kulihat toket Mama yg bulat dan mancung menjuntai. Yg menakjubkan adalah toket itu tampak lebih besar daripada yg tersirat ketika Mama memakai baju. Aku ingin sekali meraba dada itu namun takut dimarahi. Makanya aku kini kembali mengusap-usap punggung Mama. Tak terasa karena aku semakin bernafsu, aku kini mengentoti Mama dgn kuat. Selangkanganku menumbuki pantat Mama dgn mengeluarkan suara PLOK! PLOK! PLOK! Yg keras terdengar.

    “YEAAAH……!” tahu-tahu kini suara Mama keras sekali. Mama sdh berteriak dan suaranya memenuhi ruangan kamarku,
    ”TERUUUUSS……. KOCOK TERUUUUS…….. KOCOK MEKI MAMAAAA……. MAMA SAMPAIIIII……..”

    Aku kaget. Kemarin Mama tdk seliar ini. Entah apa yg ada dipikirannya. Aku menjadi gelap mata. Kuraih kedua payudaranya dari belakang. Kurasakan bulatan payudara Mama melebihi kapasitas genggamanku. Ternyata cukup lebar lingkar payudara Mama. Aku remasi payudara Mama yg lembut dan kenyal itu. Dan aku tiba-tiba saja tak dapat menahan lagi dan memuntahkan peju di dalam rahim Mama.

    Setelah beberapa saat aku merebahkan diri di samping Mama. Entah bagaimana aku merasa sangat puas dan tenteram sehingga tak lama kemudian aku tertidur.

  • Cerita Panas Perkosaan Di Malam Pertama

    Cerita Panas Perkosaan Di Malam Pertama


    140 views

    Cerita Panas Perkosaan Di Malam Pertama

    Malam ini merupakan malam pertama D & L sebagai suami istri. Di kamar, D & L mengganti pakaiannya dengan piyama tidur yg nyaman dan santai dipakainya. Begitu rebah ke ranjang, keduanya langsung saling berpagut. Saat itu Teguh merasakan adanya hal yg aneh pada dirinya. Sepertinya jantungnya berdegup lebih cepat dan lebih keras.

    Semangat libidonya menjadi sangat menyala-nyala. Nafsu birahinya menjadi demikian membara. Malam itu mata Teguh yg nampak menjadi merah seakan terbakar menyaksikan Emi istrinya yg teramat sangat seksi. Saat menyaksikan pengantinnya tergolek di ranjang, dia ingin secepatnya menggagahinya. Menyetubuhinya.

    Kemudian dengan serta merta tanpa menunjukkan kelembutan atau sentuhan-sentuhan awal, bahkan dengan cara agak kasar, dilucutinya pakaian tidur istrinya Emi, kemudian juga pakaiannya sendiri. Perasaan yg menggebu-gebu ini ternyata juga melanda Emi sendiri.

    Saat Teguh melucuti pakaiannya, dengan desahan yg keras Emi juga menunjukkan ketdksabarannya. Diraihnya tonjolan besar pada selangkangan Teguh yg nampak menggunung. Sebelum sempat Teguh menelanjangi dirinya sendiri, di betotnya k0ntol Teguh dari sarangnya. Langsung di kulumnya. Mereka, para pengantin ini nampak dikuasai nafsu birahi yg sudah tdk dapat mereka kendalikan sendiri.

    Mereka saling merangsek, saling mencengkeram dan meremas, saling menjilat dan menyedoti, saling melampiaskan dendam birahinya. Suasana riuh rendah oleh desah dan rintih pasangan ini sungguh sangat erotis bagi siapapun yg mendengarnya.

    Mungkinkah hal itu disebabkan oleh suasana romantis villa mewah ini”. Suasana romantis yg memilik kekuatan untuk mendongkrak libido mereka dengan tajam sehingga nafsu birahi mereka sepertinya begitu terbakar. Nampak Emi yg telah telanjang bulat menunjukkan buah dadanya yg sangat ranum mengencang.

    Putingnya yg memerah mencuat keras tegak di bukit ranum kencang itu, seakan menanti siapapun yg bersedia mengulum dan menyedotinya. Sementara itu k0ntol Teguh demikian pula. Darahnya telah penuh terpompa pada urat-urat batangnya. k0ntol Teguh ngaceng dengan keras sekali. Urat-uratnya bertonjolan di sekeliling batang itu.

    Kepalanya yg cukup besar berkilatan yg disebabkan darahnya menekan keluar hingga membuat kulitnya tegang dan mengkilat. k0ntol itu terus mengaduk-aduk wilayah selangkangan istrinya. Dia mencari lubang vagina Emi yg juga sudah merekah kehausan menunggu k0ntol Teguh untuk menembusnya.

    Pagutan, ciuman, gigitan yg disertai erangan, desahan dan rintihan dari Teguh dan Emi saling bersambut. Keduanya benar-benar tenggelam dalam nafsu birahi yg sangat tinggi.

    “Ayyooo Teguhyy, masukkan k0ntolmuuuu.. ayyooo Dann…”.
    “Mana vaginamu sayangggg… K0ntolku sudah tdk dapat tahan nihhh. ingin secepatnya memasuki lubang surganmuuuu… EMIAAAAA!

    Tak pelak lagi, dengan penuh ketdk sabaran, mereka, Teguh dan Emi ini sepertinya telah dirasuki kegilaan birahi. Mereka nyaris seperti hewan, yg melampiaskan nafsunya berdasarkan naluri hewaniahnya. Berbagai obsesi seksual yg sesungguhnya bersifat sangat pribadi dan tersimpan dalam-dalam di sanubari masing-masing, tdk dapat tersembunyikan lagi tumpah di malam pertama bulan madu mereka di Villa Forest Green yg sangat romantis ini.

    Ujung k0ntol Teguh sudah tepat di bibir lubang vagina Emi ketika tiba-tiba dengan sangat mengejutkan terdengar pintu kamar digedor-gedor dengan sangat kasar dan keras.

    “Haaiiiii, yg di dalam kamarrr! Bukaa! Buka pintunyaa! Atau aku yg akan buka dengan paksa! Ayyyooooo bukkaa!”.

    Amukan birahi seksual D & L yg sedang memuncak langsung runtuh. Dengan geragapan mereka langsung diserang kecemasan dan ketakutan hebat. Mereka sama sekali tdk pernah memperhitungkan adanya kemungkinan seperti ini. Di villa mewah yg sejuk dan penuh kesan tenang dan aman ini sama sekali tdk menyiratkan kemungkinan-kemungkinan seperti ini. Teguh langsung mendekap istrinya yg nampak langsung gagap histeris penuh ketakutan.

    Kemudian menyusul gedoran lagi dan gedoran yg semakin kasar lagi. Dengan gemetar dan ketakutan yg hebat kedua pengantin pria dan wanita itu serta merta menarik selimut seakan dapat bersembunyi sambil menutupi ketelanjangannya.

    Dan akhirnya terdengar tendangan-tendangan yg sangat kuat. Pintu kamar tidur itu jebol. Daun pintunya terbanting ke lantai dengan mengeluarkan suara yg sangat keras. Teguh dan Emi menggigil. Mata mereka terpaku tajam ke arah lubang pintu yg telah jebol tebuka itu.

    Mereka melihat ada 2 orang bertopeng setengah telanjang kecuali cawat-cawat mereka yg menutupi aurat mengayun-ayunkan kapak di tangannya. D & L semakin ketakutan, menggigil gemetar. Kedua orang itu menutupi kepalanya dengan semacam rajutan kaos gelap, persis seperti yg terjadi di film-film kriminal atau peristiwa-peristiwa teror di TV. Yg nampak hanya mata mereka yg beringas dan suara mereka yg terdengar keras, kasar dan brutal.

    “Ho, ho, ho, ha, ha, ha…, rupanya sepasang pengantin cantik dan tampan ini sedang bercumbu… uhhhh… Uhhh nikmatnya nihhh…”.

    Kemudian salah satu dari mereka mendekat ke ranjang. Dengan kekuatan tangannya dia renggut selimut yg menutupi Teguh dan Emi. Dengan sekali renggut selimut itu langsung terbuka dan tampaklah Teguh dan Emi yg bugil saling berpelukan histeris. Langsung dilemparkannya selimut itu ke lantai.

    “Ampuuunnnnnnn Paakk… Jangan diapa-apakan kamiii… ampunnnn.. a.. mpuunn …”, Emi menangis dan gagap karena didera ketakutan yg amat sangat.

    Seolah-olah tdk mendengar suara-suara iba tersebut, ketakutan maupun sikap protes dari Teguh dan Emi, kedua orang itu langsung membuka kedoknya. Dan betapa terperanjatnya Teguh dan Emi ketika melihat siapa kedua begundal itu.

    Mereka adalah Ricky dan Rama yg sebelumnya dianggap sangat santun dan menyenangkan oleh pasangan D & L ini.

    Tanpa dapat dicegah lagi Teguh yg dalam keadaan bugil langsung bangkit hendak mengamuk dan melawan kedua orang itu. Tapi dari penglihatan sepintas sudah jelas, Teguh bukanlah lawan mereka berdua. Tubuh Ricky dan Rama yg kekar dan penuh otot bukan lawan Teguh. Dengan mudah dia dilumpuhkan, tangan-tangan kuat Rama meringkusnya kemudian kedua tangan dan kaki Teguh diikat dan tubuhnya dibiarkan tergeletak di lantai.

    Mereka tdk mengacuhkan segala protes, hujatan dan caci maki Teguh. Dengan tertawa penuh kemenangan mereka merasa puas dengan lancarnya perbuatan keji mereka. Selanjutnya Ricky dan Rama lebih tertarik untuk memusatkan perhatian pada pengantinnya yg cantik, yg juga bugil dan tanpa daya tergolek di ranjangnya. Permohonan ampun dan tangisan ketakutan penuh pilu dari bibir mungil Emi sama sekali tdk menggetarkan hati para begundal itu. Mungkin hati mereka memang telah mereka buang jauh-jauh.

    Tangan-tangan Ricky dan Rama tdk sabar lagi untuk menjamah tubuh cantik mulus Emi itu. Tapi saat Rama mendekat untuk meraih pahanya, tanpa dia duga kaki Emi menendang matanya. Gelagapan dan kepedihan pada matanya membuat Rama terduduk sambil menutup mukanya. Melihat hal itu dengan sigap Ricky langsung merangkul Emi.Pe

    ngantin yg berontak dan berteriak-teriak histeris ketakutan itu ditindihnya. Tubuh putih mulus telanjang itu dipeluk dan diringkusnya tanpa banyak kesulitan, bahkan nampaknya Ricky ini sangat menikmati apa yg harus dia lakukan. Tangan kanan Emi direnggutnya. Dia keluarkan tali dari kantongnya. Tangan itu diikatnya kuat-kuat ke tiang bagian atas ranjang itu. Dan tangan kirinya kembali direnggut untuk diikatkan ke tiang ranjang di bagian sebelah atas yg lain.

    Tentu saja Emi yg dilanda ketakutan yg amat sangat langsung berontak dan meronta seperti kuda betina yg Emir. Kaki-kakinya menendang-nendang apa saja yg ada di dekatnya. Tapi semua perlawanan itu hanya sia-sia. Kaki-kaki itu, oleh Rama yg sudah baik matanya direnggut dan diikatkannya ke kaki ranjang bagian bawah kanan dan kiri.

    Peristiwa itu sungguh menjadi penampakkan yg sangat erotis baginya. Emi, sang pengantin, bidadari yg mulus, dewi berkulit kuning putih tanpa cacat, perempuan jelita yg mengamuk dengan Emir, melawan dua begundal setengah telanjang dengan tubuh hitamnya yg berkilat karena keringatnya. Para begundal brutal itu nampak kewalahan saat meringkus Emi.

    Dengan cara merangkulkan tangan-tangannya serta menekankan wajah-wajah mereka sekenanya pada tubuh yg sangat merangsang birahi milik si jelita, Ricky dan Rama memerlukan kerja keras sambil menikmati sensual tubuh Emi. Akhirnya sang korban yg jelita itu benar-benar tak berdaya.

    Dan kini, kaki dan tangan Emi telah terikat kuat-kuat pada ranjang pengantinnya. Dan untuk keberhasilannya, para pendatang brutal itu langsung disuguhi pemandangan yg sangat spektakuler, merangsang dan erotis sekali. Tangan Emi yg terikat ke bagian atas kanan dan kiri ranjang membuat ketiaknya yg indah nampak terbuka.

    ‘Uuhhh… Akan kubenamkan hidungku ke lembah ketiakmu yg indah itu.. lidahku, bibirku akan menjilati dan menyedotmu Emiaa…’, begitu begitu pikir begundal-begundal tersebut.

    Dan paha Emi yg kini telah mengangkang terbuka, memamerkan vaginanya yg ranum menggunung yg langsung mendongkrak nafsu birahi kedua serigala lapar dan brutal itu. Keduanya tercekat menyaksikan dengan penuh takjub kemaluan Emi yg ditutupi bulu-bulu tipis merekah yg seakan menunggu jamahan tangan-tangan kasar mereka atau jilatan lidah dan sedotan bibir tebal mereka atau bahkan tusukan k0ntol-k0ntol kedua begundal brutal itu.

    Tak tahan menyaksikan tindakan brutal yg dilakukan Rama dan Ricky pada istrinya, Teguh berteriak-teriak dengan harapan ada orang lain yg mendengarkannya di tengah hutan sepi itu. Ulah itu hanya jadi tertawaan para begundal.

    Ricky menyuruh Rama untuk menyumpal mulut Teguh dan menyeretnya ke kamar sebelah. Rama langsung bertelanjang melepas cawatnya sendiri yg dekil dan pesing untuk di sumpalkan pada mulut Teguh. Tentu saja Teguh jadi gelagapan panik menerima perlakuan kotor Rama itu. Tetapi mana dapat ia melawan dengan kaki dan tangannya yg masih terikat erat-erat.

    Dan Ricky juga langsung bertelanjang melepas cawatnya. Dia sumpalkan cawatnya yg sama dekilnya ke mulut Emi yg langsung berkelojotan karena jijik dan ingin muntah. Tetapi sia-sia pula. Dan akhirnya tanpa daya pasangan D & L ini menjadi tawanan Rama dan Ricky.

    Dan tanpa terhindarkan, Teguh maupun Emi dihadapkan pada pemandangan yg selama ini dianggapnya sangat tabu. Kedua orang ini menyaksikan k0ntol lelaki lain, k0ntol Rama dan Ricky yg telah ngaceng berat. k0ntol-k0ntol mereka yg nampak tegak dan kaku itu sungguh luar biasa. Mengingatkan pada pisang tanduk di sepanjang jalan Bogor. Besar dan panjangnya tak kurang dari 20 cm dengan garis tengah sekitar 4,5 cm.

    Bagi seorang wanita semacam Emi, k0ntol sebesar itu membuat khayalannya langsung melayg. Emi membaygkan bagaimana rasa pedih dan sakitnya apabila k0ntol itu dipaksakan menembus vaginanya yg masih perawan. Akankah hal itu akan terjadi pada dirinya yg hingga kini bahkan suaminya pun belum pernah benar-benar menjamah vaginanya itu”.

    Akankah Rama dan Ricky mendahului Teguh sebagai pemilik yg sah atas vaginanya secara bergiliran memaksakan k0ntol-k0ntol mereka itu menembus vaginanya” Emi sangat takut dan merasa ngeri dengan pikirannya yg mengkhayal sejauh itu. Dia menggigil kemudian menutup matanya.

    Sementara itu bagi Teguh, melihat Rama dan Ricky yg memiliki k0ntol sebesar dan sepanjang itu rasa percaya dirinya langsung runtuh. Dia baygkan apabila istrinya sempat mereka paksa untuk menerima k0ntol mereka, dan pada akhirnya Emi mendapatkan kenikmatan serta kepuasan dengan k0ntol-k0ntol sebesar itu, dapat dipastikan dia tdk mungkin mampu mengungguli Rama maupun Ricky. Dan di belakang hari dapat dipastikan Emi tdk akan pernah puas berhubungan seks dengan dirinya. Emi akan dengan sebelah mata saja melayani dia sebagai suaminya.

    Teguh sangat terpukul. Membaygkan istrinya Emi mendesah serta merintih mendapatkan kenikmatan birahi dari Ricky dan Rama. Hatinya langsung ciut.

    “Yo, ambil minuman itu lagi. Kita buat mereka lebih galak lagi”, terdengar Ricky menyuruh Rama.

    Kata-kata Ricky itu menjadi pikiran Teguh maupun Emi. Minuman apa itu” Bikin galak lagi” Apakah hal itu yg membuat mereka demikian panas birahinya saat memasuki peraduan setelah makan malam tadi” Mungkinkah Rama dan Ricky memasukkan obat perangsang seks pada makan malam mereka tadi”

    Tak lama kemudian Rama balik dengan sebotol cairan berwarna kuning bening. Pertama-tama pada Teguh. Tangan Ricky memegangi kepala dan membuka sumpal mulut Teguh yg langsung panik ketakutan. Kemudian Rama menjejalkan mulut botol ke mulut Teguh dan memaksakan untuk minum.

    Ketika Teguh berusaha menolak dengan cara memalingkan wajahnya, Ricky memeganginya dan membekap hidungnya. Karena tersedak Teguh terpaksa menelan cairan dari botol itu. Dia merasakan asin dan pesing. Jangan-jangan air kencing mereka ini. Dengan cara yg sama cairan itu juga dijejalkan pula pada mulut Emi.

    “Nahhhh, bapak dan ibu, jangan khawatir… Itu adalah minuman demi kesehatan pak Teguh yg tampan dan bu Emi yg jelita…, sebentar lagi bapak dan ibu pasti akan semakin segar, ha, ha, ha…”.

    Beberapa saat kemudian, pasangan D & L merasakan dunia seakan berputar-putar. Pandangan matanya mengabur. Jantungnya berdegup lebih kencang. Emi merasakan darahnya memanas. Dan gambaran k0ntol-k0ntol Rama serta Ricky yg luar biasa itu mendekat.

    Dia merasakan seakan-akan ujung-ujung k0ntol mereka menyentuh gerbang bibir vaginanya. Dia merasakan rangsangan birahi yg hebat, seperti halnya saat k0ntol Teguh suaminya menyentuh vaginanya. Sementara itu Teguh juga merasakan darahnya yg memanas.

    Nafsu birahinya meledak-ledak. Ingin rasanya menjilati selangkangan Emi istrinya yg saat ini terbuka memamerkan nonoknya di atas ranjang pengantinnya. Ingin rasanya dapat secepatnya terbebas dari para begundal itu untuk kemudian melanjutkan apa yg tadi telah hampir dilakukannya, k0ntolnya menembus vagina istrinya.

    “Lemparkan Teguh ke kamar sebelah”.

    Si Rama kembali melaksanakan perintah Ricky. Dengan mulutnya yg kembali tersumpal cawat Rama dan perasaannya yg mabuk dan ingin muntah akibat minuman yg dijejalkan tadi, Teguh diseret ke kamar sebelah. Kemudian pintunya dikunci. Teguh sangat penasaran, kesal dan marah. Semula dia berharap dapat tetap sekamar dengan istrinya.

    Setdk-tdknya matanya masih dapat menikmati tubuh bugil istrinya yg terikat di ranjang, sehingga ledakan birahinya yg kini melanda nafsunya dapat sedikit tersalurkan.

    Di lain pihak Emi yg ditinggalkan suaminya tak dapat menghindarkan pandangannya pada k0ntol Rama dan Ricky yg nampak sedemikian besar dan panjangnya. Batang k0ntol-k0ntol yg dikelilingi urat-urat itu semakin nampak perkasa.

    Kepala helmnya yg yg tumpul membulat berkilatan kena cahaya lampu kamar. Emi sendiri belum pernah menyaksikan secara langsung k0ntol lelaki dewasa seperti yg dilihatnya sekarang ini. Dia hanya ingat bahwa pernah melihat k0ntol-k0ntol sebesar itu dari VCD porno yg disaksikan ramai-ramai bersama teman-temannya pada saat jam istirahat di kantor.

    Sewaktu vaginanya siap ditembus k0ntol Teguh dia hanya merasakan ujung k0ntol yg hangat merangsang bibir-bibir vaginanya. Dia ingat betapa nikmatnya saat birahinya menjadi demikian memuncak yg disebabkan ujung k0ntol Teguh itu. Dia merasakan keinginannya yg sangat kuat agar Teguh secepatnya menembus kemaluannya. Bibir vaginanya sangat kehausan untuk melahap batang k0ntol Teguh.

    Tapi kini Teguh tdk lagi berada di kamar ini. Yg nampak kini adalah Rama dan Ricky yg sama-sama telah berbugil ria. Dan k0ntol-k0ntol mereka itu, kenapa mata Emi dibuatnya sangat terpesona” k0ntol-k0ntol itu tegak ngaceng dengan kokoh dan tegarnya.

    Emi berpikir akankah mereka juga akan seperti Teguh” Menempelkan atau menusukkan k0ntol-k0ntol yg luar biasa itu ke bibir vaginanya” Akankah dia akan membiarkan dan menerima kehadiran k0ntol-k0ntol yg bukan milik suaminya itu” Akankah dia mampu menerima serangan badai nafsu serigala para brutal itu” Dari celah matanya yg basah karena air mata, Emi melirik ke k0ntol para brutal tersebut.

    Tiba-tiba perasaan seperti yg terjadi pada saat bersama Teguh memasuki kamar usai makan malam tadi melintas. Rasa ingin, ingin, ingin, ingin, keinginan yg kuat, keinginan yg meledak-ledak, ingin Teguh melanjutkan tusukan k0ntolnya ke lubang kemaluannya, melanjutkan kenikmatan birahi yg mulai memuncak. Mungkinkah itu” Bagaimana mungkin”

    Yg nampak jelas siap melakukan itu justru Ricky dan Rama yg telah telanjang bulat dengan k0ntol-k0ntol keras besar panjang mereka itu. Mereka sangat siap dan sangat mungkin memperkosanya. Ooohh…, alangkah ngerinyaaa…

    Emi berusaha menepis perasaan yg sangat menakutkan itu. Dipalingkan wajahnya dari k0ntol-k0ntol itu. Sungguh ngeri membaygkan k0ntol sebesar dan sepanjang milik para brutal itu menembus vaginanya. Apabila hal itu terjadi pasti akan merobek-robek vaginanya.

    Tetapi darah dan jantung ini” Mengapa darah dan jantung Emi terus berdegup kencang sejak makan malam tadi seakan ada yg terus merangsangnya. Dan kini bahkan semakin kencang serta kuat memacu darahnya, setelah Ricky dan Rama mencekoki cairan kuning bening tadi. Apakah itu obat perangsang seksual yg membuat dirinya tdk dapat melepaskan pandangannya atau memalingkan wajahnya dari k0ntol-k0ntol Rama dan Ricky itu”.

    Ah, sangat mungkin…! Bukankah Rama dan Ricky nampak jelas telah mempersiapkan semua rencana jahatnya ini. Topeng itu, kampak itu, gedoran di pintu itu. Semua merupakan bagian rencana jahatnya. Dengan memberikan obat perangsang birahi seksual, korbannya akan cepat takluk dan mengikuti kemauan bejat seksualnya. Korbannya akan patuh untuk menjadi budak seksualnya.

    Emi akan cepat menyerah dan sangat kehausan untuk secepatnya menikmati k0ntol-k0ntol para pejantan itu. Ahhh…, degup jantung ini…, kenapa jadi sulit sekali, membuang keinginannya untuk tdk kembali melirik k0ntol-k0ntol pejantan itu.

    ‘Oohh.., jangannnn… jangannnn…!’

    Emi memejamkan matanya untuk menghapus semua lintasan pikirannya, wajahnya memucat, kemudian memerah, kemudian kembali memucat, kembali memerah. Baygan akan k0ntol-k0ntol besar itu jadi berbalik sangat menggairahkannya.

    Perasaan ngeri, takut, cemas tetapi tdk sepenuhnya ingin benar-benar menghindar, rasa birahi yg terus mengejarnyaa, dirasuki dengan penuh kebimbangan dan keraguan, semuanya serba bercampur aduk. Emi dilanda kebingungan yg amat sangat. Khayalan-khayalan Emirnya yg terus memburu tdk dapat dilenyapkan dari kepalanya. Detak dan degup jantungnya juga tak dapat dikendalikannya.

    ‘Akankah…, Ohhh…, ampuni aku Teguh…, Teguhyyyyyy…, ampuni akuuuu…, aku tdk mampu mengambil keputusan…, tolongggg…, aku membutuhkan kk… kkaamuuu… uuuu.. uuuhhhh…’.

    Dan memang, keputusan akhirnya bukanlah di tangan Emi.

    Begitu terlempar ke kamar buangannya, pertama-tama yg dicari Teguh adalah lubang. Lubang atau celah di dinding, dimana dia dapat mengintip istrinya yg telanjang. Pengaruh minuman yg dijejalkan Rama dan Ricky tadi membuat libido Teguh terangsang dengan hebat, saat ini yg diperlukan Teguh adalah dapat mengintip istrinya telanjang, dia ingin melakukan mastubasi.

    Ternyata dia dapatkan, kamar villa yg seluruhnya dibuat dari kayu dan balok itu memberikan celah di antara dua baloknya. Celah itu cukup longgar. Teguh serta merta beringsut ke celah itu. Tetapi ternyata celah itu terlampau tinggi di atas kepala Teguh. Dengan ikatan tali pada tangan dan kakinya Teguh kesulitan untuk berdiri maupun sekedar jongkok. Sementara celah itu dapat dia raih setdk-tdknya dengan berjongkok. Dia mengamati sekeliling kamar itu.

    Dari kamar sebelah terdengar suara riuh. Terdengar

    ‘hah, huh, hah, huh…’, suara istrinya yg mulutnya terbungkam celana dalam dekil milik Ricky. Teguh jadi panik, dia memastikan sesuatu telah terjadi pada istrinya.

    Dia gulingkan tubuhnya ke sebuah kotak kayu di pojok kamar itu. Dia coba menendang kotak itu dengan kaki terikat agar dapat didekatkan ke dinding. Berhasil. Teguh kembali berguling. Memerlukan perjuangan cukup panjang untuk dapat memanjat kotak itu dengan kaki dan tangan yg terikat.

    Sementara itu suara istrinya sudah terdengar berbeda, dalam waktu singkat suara itu telah berubah menjadi desahan dan rintihan, disamping juga terdengar suara Ricky atau Rama atau kedua-duanya. Mereka terdengar berbicara dalam bahasa daerah mereka yg Teguh sama sekali tdk memahami artinya, tetapi Teguh memastikan mereka sedang melakukan sesuatu hal yg tdk senonoh pada Emi istrinya yg kini terikat dan telanjang bulat di depan mereka.

    Akhirnya setelah berjuang keras untuk memanjat kotak kayu itu, dalam keadaan terikat tangan dan kakinya mata Teguh kini dapat menyaksikan Ricky sedang memeluk dan menciumi kedua payudara istrinya. Dan Rama dari arah lain sedang memeluk paha Emi serta wajahnya tenggelam dalam selangkangannya. Nampak kepala Rama naik turun menjilati arah kemaluan Emi.

    Seketika itu juga seolah-olah ada sejuta petir menghantam kesadaran Teguh. Dia langsung terjungkal ke lantai. Teguh kehilangan kesadarannya. Tetapi hanya sesaat, dalam keadaan terkapar di lantai nampak kelopak mata Teguh yg lelah pelan-pelan terbuka. dan kemudian dengan cepat dia bangkit dan kembali berusaha merangkak ke kotak itu untuk mengintip celah di dinding itu.

    Bermenit-menit dia lalui untuk mampu kembali pada posisi dimana dia dapat mengintip kamar istrinya yg saat ini sedang digarap oleh Ricky dan Rama. Suara erangan yg telah berganti menjadi suara desahan dan rintihan istrinya terus terdengar, juga pembicaraan antara Ricky dan Rama yg tdk diketahui maknanya oleh Teguh terdengar semakin cepat bersahut-sahutan.

    Sementara itu telah terjadi hal yg aneh pada diri Teguh, mungkin pengaruh dari makanan dan minuman yg dicekokkan oleh para begundal itu ke mulutnya atau setelah menyaksikan istrinya dikerjai secara brutal oleh dua begundal itu sehingga membuatnya terjungkal ke lantai, atau mungkin juga campuran dari keduanya.

    Saat dia kembali menaiki kotak itu, dorongan keinginannya sudah berganti. Dia tdk lagi ingin mengintip untuk melihat istrinya yg telanjang atau untuk menyaksikan bagaimana istrinya dengan gigih melawan kedua brutal itu.

    Yg diinginkannya sekarang adalah menyaksikan bagaimana kedua brutal itu yg dengan k0ntol besar dan panjangnya dapat memberikan kenikmatan erotik dan sensasional kepada istrinya. Sekarang dia ingin menikmati pemandangan bagaimana istrinya dientot oleh para begundal itu. Teguh kembali ngaceng berat. Lebih sensasional daripada sebelumnya. Dia ingin secepatnya menyalurkan syahwatnya. Dia ingin melakukan masturbasi sambil menonton istrinya dientot para berandal-berandal di kamar sebelah itu.

    Inikah yg disebut “shock terapy”“ Sebuah peristiwa yg sangat luar biasa yg mampu dengan seketika mengubah mental, selera, cara pandang ataupun keyakinan seseorang. Yg mampu mengubah Teguh, dari ketakutan serta kekhawatiran yg mencekam, menjadi sesuatu yg justru dia harapkan untuk terjadi” Dari yg awalnya berkeinginan untuk menolong menjadi keinginan untuk ikut menikmati”

    Dan itulah yg terjadi. Saat matanya kembali di lubang ingintipan tersebut, kini dia menyaksikan bahwa telah terjadi perkembangan. Nampak sumpal pada mulut istrinya sudah dilepas, walaupun pada tangan dan kakinya masih terikat pada ranjang itu. Nampak istrinya menggeEmit-geEmit tetapi tdk berteriak menolak. Yg terdengar justru desahan dan rintihan dari mulut Emi yg terdengar penuh kenikmatan, bahkan mata Emi nampak memandang Ricky dengan k0ntolnya yg sangat besar, sedang memompa kemaluannya.

    Teguh melihat bagaimana pinggul istrinya sedemikian bergairahnya menjemput keluar masuknya k0ntol Ricky yg kelewat besar itu. Adakah Emi juga telah diterkam obat perangsang itu, sehingga membuatnya kini menyerah dalam jarahan seksual para begundal itu”

    ‘Ah masa bodohlah, aku sendiri punya kebutuhan pula, birahiku ooohhhhh, menyaksikan istriku dientot para begundal itu’, demikian pikir Teguh.

    Jarak lubang dengan posisi istrinya yg terikat ini tdk lebih dari 1 meter di kamar yg relatif sempit itu. Teguh dapat dengan nyata menyaksikan mengkilatnya batang k0ntol Ricky yg keluar masuk menembus vagina Emi istrinya.

    Tanpa dapat dicegah, air liur Teguh menetes saat melihat k0ntol Ricky yg luar biasa itu. Telinganya yg menangkap suara desahan dan rintihan istrinya yg tdk lagi terbungkam itu sebagai pertanda kenikmatan yg sedang melanda istrinya. Teguh tersenyum. K0ntolnya yg ngaceng dipepetkannya ke dinding. Pelan-pelan digosok-gosokkannya. Duhh…, nikmatnyaaaa…

    Dari lubang ingintipan itu, Teguh melihat Ricky semakin cepat memompa. Makin cepat, makin cepat, cepat, cepat… Dan,

    ‘AACCHH…’, terdengar teriakan Ricky… Dan sperma Teguh muncrat berbarengan dengan air mani Ricky yg tumpah-ruah di kemaluan dan tubuh istrinya Emi.

    Itulah kepuasan seksual pertama sejak perkawinannya dengan Emi istrinya, pada hari-hari yg seharusnya penuh bahagia, pada hari-hari bulan madunya.

    Kemudian Teguh lemah terduduk. Tetapi tdk lama. Dia mendengar kembali suara-suara desahan dan rintihan dari kamar sebelah, Teguh kembali mengintip. Kini dia melihat Rama menindih tubuh istrinya. Dia melumat leher, ketiak dan dada Emi. Sementara tangan kanannya memegang k0ntolnya yg bukan main indahnya di mata Teguh kini, dan tangan kirinya memeluk pinggul Emi untuk menempatkan lubang kemaluannya persis di ujung k0ntolnya.

    an yg menjadi sasaran birahi Teguh sekarang adalah menyaksikan istrinya Emi menggeEmit-geEmitkan pinggulnya menahan kenikmatan pada saat vaginanya melahap ujung k0ntol Rama. Tubuhnya dicekal oleh otot-otot lengan Rama. Dan vagina Emi dengan penuh kepasrahan menerima tembusan dan tusukan nikmat dari begundal brutal itu.

    Mata Teguh melotot melihat adegan-adegan itu. K0ntolnya kembali bangkit ngaceng. Obat perangsang yg dicekokkan padanya membuat k0ntolnya tdk dapat tidur. Dan kembali dinding kamarnya menerima gosokan k0ntol Teguh. Dan keadaan Emi sendiri, tak terhindarkan lagi, kebrutalan para begundal itu mulai menjadi, Emi menyaksikan wajah Ricky langsung tenggelam, dia rasakan sedotan bibir tebal dan jilatan-jialatan lidah kasarnya yg merambahi ketiak, leher, dadanya…

    Dia rasakan bagaimana bibir Ricky mencaplok kedua payudaranya. Lidahnya menari-nari pada putingnya. Gigitan kecil tetapi terasa sangat kasar membuat putingnya menjadi perih. Tetapi yg dia rasakan sangat aneh adalah…, perasaan ngeri, takut dan cemas itu, mengapa pupus, ternyata pupus, mengapa yg hadir kini justru rasa haus yg amat sangat.

    Dia diserang rasa kehausan yg amat sangat. Ingin sekali dia mendapatkan air untuk tenggorokannya. Ingin sekali, ingin sekali. Dia sangat menantikan Ricky mengangkat celana pesingnya yg membungkam mulutnya. Dia sangat menantikan bibir tebal Ricky melumat bibirnya. Dia ingin sekali meminum ludah Ricky langsung dari mulutnya.

    ‘Oohhhh Rickyi tolooong… akuuu hauss…, tolong Rickyii, tolongggg…’.

    Dan kehausan itu semakin menjadi ketika dilihatnya Rama menyusul menenggelamkan wajahnya ke selangkangannya. Lidah Rama yg juga kuat dan kasar itu langsung menjilat seluruh bibir kemaluannya. Langsung membor lubang vaginanya.

    Untung saja Ricky tahu…, Ricky yg telah 40tahun itu tahu reaksi perempuan yg kehausan saat menerima jilatan, sedotan, sentuhan lidah maupun bibir atau sodokan k0ntol. Dia tahu bagaimana desakan birahi akan membuat tenggorokannya mengering dan seorang perempuan akan meminta agar secepatnya dilumat bibirnya untuk dapat menyedot ludah lelaki yg menyetubuhinya dan secepatnya kemaluannya ditembus k0ntol besarnya.

    Ricky yg sangat berpengalaman itu serta merta meraih celana dalamnya yg sejak tadi disumpalkan pada mulut Emi. Kemudian secepat kilat bibirnya melumat bibir sensual pengantin cantik itu. Dan serta merta, Emi langsung menyambutnya dengan penuh kelahapan birahinya. Dia dengan histeris menyedot ludah Ricky. Bahkan dari bibirnya juga keluar bisikan-bisikan kehausannya.

    “Pak Rickyi, ayyooo, Emi udah tdkk tahannn…, ayyooo Pak Rickyi…, Emi udah pengin k0ntol Pak Ricky ituu…, ayoooo Pak Rickyiii …”.

    Ricky tahu bahwa Emi sedang dalam keadaan tersiksa oleh deraan nafsu birahinya sendiri, dia tolak Rama dari keasyikannya melumati kemaluan Emi, kemudian dirabanya kemaluan indah itu. Cairan birahinya sudah membanjir. Dan Ricky dengan cepat mengambil posisi. Dia kangkangkan selangkangan Emi, untuk kemudian dia menempatkan k0ntolnya di antara selangkangan Emi itu. Diarahkannya k0ntol itu langsung ke lubang vagina Emi, yg telah sangat kehausan menunggunya.

    Karena Emi masih perawan, sejago-jagonya Ricky tetap saja segalanya masih harus diusahakan dengan keras. k0ntol itu setiap kali meleset dari targetnya. Mungkin licin. Beberapa kali Ricky merasa k0ntolnya sudah tepat berada di mulut vagina Emi, meleset lagi.

    Dan saat berhasil tembus, Emi berteriak kesakitan, dan Ricky melihat darah keperawanan Emi mengalir dari bibir vaginanya. Selaput perawan Emi telah robek. Kemaluan Emi sudah berhasil ditembus k0ntol Ricky. Kemudian Ricky mulai memompa. Pelan…, pelan…, pelan…, tetapi Emi sendiri yg sudah sangat kegatalan ingin lebih cepat… Dan Ricky menurut untuk mempercepat…

    Dari balik kamar, Teguh ternyata ikut menyaksikan saat-saat itu. Hingga dia saksikan bagaimana Ricky memuntahkan bermili-mililiter air maninya ke dalam vagina istrinya Emi itu. Dan dalam kesempatan itu, Teguh juga menyalurkan birahinya hingga spermanya menyemprot dinding tempatnya mengintip istrinya menikmati genjotan Ricky.

    Sungguh suatu pengalaman yg sangat dahsyat bagi perawan seperti Emi ini. Seumur-umur baru kali inilah dia merasakan nikmatnya senggama. Saat Ricky melepas spermanya tumpah di dalam vaginanya, Emi pun mendapatkan orgasme pertamanya. k0ntol Ricky masih berada di dalam lubang vaginanya saat Rama datang. Dia menepuk punggung Ricky, mengisyaratkan meminta ‘jatah’nya.

    Emi menatap kehadiran Rama dengan pandangan penuh gairah dan birahi. Orgasme yg baru saja diraihnya bersama Ricky belum menghabiskan semangat libidonya. Kegatalan birahi pada kemaluannya masih menuntut gesekan batang-batang penuh kejantanan dari para pecundang ini.

    Dan begitu Rama datang serta langsung menembakkan rudalnya pada vagina Emi, ditariknya tubuh Rama. Dia ingin Rama ngentot nonoknya dengan bibir tebal Rama tetap melumat bibirnya. Dia ingin menguras ludah dari mulut Rama. Dia ingin mendengarkan desah dan rintih Rama yg merasa kelimpungan oleh jepitan vaginanya langsung di telinganya.

    Dia ingin hidungnya mengendus seluruh keringat yg keluar dari tubuh Rama. Dia ingin Rama melumat ketiaknya, payudara dan putingnya. Kini Emi telah menjadi kuda betina yg binal. Dia tdk lagi memikirkan Teguh. Dia hanya ingin Teguh bergabung dalam kenikmatan bersama ini.

    Dia ingin Teguh menerima kenyataan dunia ini. Dia ingin Teguh untuk tetap setia dan menurut saja pada dewa-dewa jantan yg begundal dan brutal ini. Emi berkeyakinan kedua brandal begundal brutal ini adalah dewa-dewa jantan yg membawa sejuta kenikmatan. Teguh harus patuh dan tunduk pada mereka.

    Sementara itu di kamar lain…

    Teguh kini menyadari bahwa Rama dan Ricky telah memberikan kenikmatan tak terhingga pada Emi istrinya. Dia berfikir sederhana, kalau k0ntol-k0ntol Rama dan Ricky itu nikmat bagi Emi yg dicintainya, tentunya akan nikmat pula bagi Teguh yg mencintainya khan”

    Suatu logika yg sangat rasional. Kalau Emi meminum dengan rasa segar ludah Rama maupun Ricky, tentunya ludah itu juga akan menyegarkan bagi Teguh khan” Dan pada akhirnya semua bagian tubuh Rama maupun Ricky mestinya nikmat dan layak untuk dinikmati semuanya khan”

    Kini ganti Teguh yg diserang rasa haus…

    Tiba-tiba terdengar kunci kamar itu dibuka oleh seseorang. Nampak Rama dan Ricky masuk dan memeriksa wajah Teguh. Kemudian dia periksa pula k0ntolnya. Mereka tersenyum. Kemudian Rama dan Ricky memeriksa dinding di dekat kotak kayu dimana Teguh tadi mengintip.

    Diamatinya dinding itu. Dan saat ditemukannya sperma Teguh yg masih meleleh pada dinding, kembali Rama dan Ricky tersenyum puas. Teguh berharap sumpal mulutnya dilepaskan seperti halnya Emi istrinya.

    Tapi ternyata tdk. Kedua begundal itu kini menyodorkan k0ntol mereka ke wajahnya.

    ‘Ooohh…, mereka hendak membuang air kencingnya ke wajahku’, pikir Teguh.

    Teguh menunggunya dengan perasaan penuh birahi. Dia amati k0ntol Ricky yg ujungnya bulat seperti jamur merang. Lubang kencingnya menganga lebar. Dan Ujung k0ntol Rama nampak agak belang. Kulupnya masih membungkus, tanda bahwa dia belum ngaceng sempurna.

    Dan akhirnya, seerrr… dan seeerrrrr…, kencing Ricky dan Rama langsung mengguyur wajah Teguh. Celana dalam Rama itu ternyata langsung menyerap cairan kuning itu. Di dalam mulutnya, Teguh merasakan hangat air kencing mereka berdua.

    Dia berusaha menelannya sebanyak mungkin. Inilah obat haus bagi Teguh. Sedemikian banyaknya kencing Rama dan Ricky sehingga membuat Teguh tampak seperti mandi. Seluruh tubuhnya basah kuyup oleh air kencing mereka. Bau pesing air kencing itu seakan-akan menjadi bau sedap bagi Teguh yg sedang horny.

    Setelah selesai, Rama mengambil celana dalam yg menyumpal pada mulut Teguh. Teguh lega. Akhirnya rahangnya dapat beristirahat setelah sekitar 4 jam menganga. Tetapi ternya urusan masih belum selesai. Rama memerintahkan Teguh untuk membuka mulutnya lagi. Diperasnya air kencing Rama dan Ricky yg terserap dalam celana dalam Rama itu ke mulut Teguh. Dan tanpa disuruh lagi Teguh langsung menjilatinya.

    Kemudian Ricky berbicara.

    “Kamu sekarang jadi budakku. Tahu”!”.

    Teguh seakan mendengar berita gembira. Dia mengangguk angguk senang. Kemudian Rama menuntun menuju kamar dimana Emi masih terikat di ranjangnya.

    “Hai, pelayanku, budakku, anjingku… Bersihkan nonok istrimu dari peju-peju (sperma) kami yg tertinggal di dalamnya. Kamu sedot dengan mulutmu sampai bersih. Cepat”.

    Ternyata Ricky dan Rama ini benar-benar seorang ahli kejiwaan yg hebat. Mereka pakar sekali dalam hal mengubah, merusak dab menghancurkan mental orang lain. Dan tampak sekarang…, Teguh telah tercuci otaknya menjadi budak yg penurut dan k0ntol yg siap menunggu perintah tuannya. Dia siap untuk melakukan apapun, termasuk minum air kencing mereka atau bahkan lebih dari itu. Tdk ada lagi rasa tabu, jijik, jorok bagi para budak mereka.

    Emi juga telah diubah sebagai budak seksnya. Pasangan itu akhirnya kembali seperti halnya yg diharapkan oleh para tamu dalam acara pesta kemarin siang, “Semoga Teguh dan Emi selalu saling melengkapi”. Dengan karakter baru setelah melalui garapan Ricky dan Rama, pasangan Teguh dan Emi tetap saling melengkapi. Setdk-tdknya di depan para berandal brutal itu.

    Dan kini Teguh merangkak di lantai menuju tepian ranjang. Dia datangi nonok Emi yg masih basah penuh sperma yg meleleh dari lubang vaginanya. Teguh harus membersihkan dengan lidahnya. Dia dekatkan bibirnya menuju vagina yg penuh lelehan sperma Rama dan Ricky itu. Lidahnya menjilati dan bibirnya langsung menyedotnya hingga nonok Emi kembali kosong.

    Sejak kehadiran Teguh kembali ke kamarnya dan kemudian menjilati kemaluannya dari sisa-sisa sperma yg dibuang Ricky dan Rama ke dalam vaginanya, Emi hanya dapat menyaksikan dengan diam. Pandangannya pada Teguh sudah hambar.

    Bukannya karena Teguh tdk dapat menyelamatkan dia saat-saat menderita. Tetapi Emi kini yakin bahwa Teguh tdk mungkin dapat memberikan kenikmatan ranjang macam Rama dan Ricky. Teguh tdk akan mampu merangsang birahinya untuk meraih orgasmenya. Dan di mata Emi kini, Teguh memang hanya pantas menjadi budak atau k0ntol yg menjilati sperma buangan tuannya.

    Semua yg dilakukan Teguh sepenuhnya berada dalam pengawasan Rama dan Ricky. Mereka puas melihat Teguh. Mereka juga puas melihat Emi. Kini tali-tali mereka akan dilepaskan. Rama dan Ricky yakin bahwa Teguh dan Emi sekarang bukan lagi Teguh dan Emi pada 4 jam yg lalu.

    “Tadi saat kalian datang, kami sepenuhnya melayani kalian. Sekarang kamu menjadi pelayan-pelayan kami, menjadi budak-budak kami, menjadi k0ntol-k0ntol yg setia pada kami. Dengar, kami akan bermurah hati melepaskan tali kalian. Agar kalian selalu siap menjalankan perintah kami berdua”.

    Kemudian tali-tali mereka dilepaskan. Ricky memerintahkan keduanya untuk mandi dan berganti pakaian. Rama dan Ricky akan menunggu mereka untuk makan malam di teras kebun. Tempat itu sengaja dipilih karena malam ini adalah malam purnama. Teguh dan Emi akan disuguhi pemandangan malam yg sangat indah.

    Ricky membisikkan kepada Teguh dan Emi, bahwa dia telah memasak makanan kesukaan mereka. Sebelum meninggalkan pasangan itu, Rama dan Ricky menyampaikan selamat malam dengan sangat santun.

  • Cerita Panas Pelampiasan Yang Salah

    Cerita Panas Pelampiasan Yang Salah


    94 views

    Cerita Panas Pelampiasan Yang Salah

    Perkenalkan namaku Rida umurku sekarang 30 tahun tinggi badan 165cm dan paytudaraku termasuk besar karena berukuran 34b, aku juga termasuk seksi….aku sudah berkeluarga dan memiliki dua anak suamiku bekerja di perusahaan swasta aku tinggal di sebuah kota M di Jawa Tengah.

    Perlu pembaca seksigo ketahui keseharianku adalah ibu rumah tangga tiap hari cuma antar jemput sekolah anakku. kehidupan rumah tanggaku termasuk normal-normal saja termasuk dlm berhubungan sex, aku termasuk wanita engan gairah seks yg cukup tinggi.

    Aku mempunyai teman akrab bernama Ana kira-kira dia seusia dgnku dia bekerja disebuah perusahaan swasta sedang suaminya bekerja diinstansi pemerintah. aku sangat dekat sekali dgn Ana setiap ada waktu pasti kuluangkan utk bermain dgnya jalan ke mall kalau tdk juga cuma curhat-curhat biasa…paling enggak saya sering menghubungi dia lewat chat atau bbm aku pun juga akrab dgn suaminya yg bernama mas Didik sampai-sampai aku sering bercanda dgn nya tp seringnya lewat bbm sih.

    aku sering cerita dgn Ana perihal birahik sexu yg cukup tinggi itu sampai-sampai aku sering lupa waktu bila sedang ingin bersetubuh dgn suamiku…Ana pun sering bercerita mengenai kehidupan sex nya yg dia katakan normal-normal saja.

    Awal cerita sex terbaru ini ketika hari jum’at siang sekitar jam dua aku akan menjemput anaku yg sekolah.siang itu sehabis mandi aki berganti dgn setelan G-String CD dan BRA yg serasi berwarna Putih dipadu dgn rok panjang karena siang itu aku berharap suamiku pulang lebih awal dan aku akan memberi kejutan utk pakain ku ini berharap bisa berhubungan sex dgn suamiku…dan sewaktu mau berangkat suamiku telp pulangya agak malam karena dia akan keluar kota utk meeting dikantor pusat diluar kota katanya pulang sekitar jam sepuluh malam.dgn terpasa aku mengiyakanya walaupun aku sangat kecewa karena libidoku sedang naik.

    waktu mau berangkat jemput ternyata langit sangat gelap mendung menggelayut aku lupa bawa mantol waktu berjalan sekitar 200m hujanpun turun dgn derasnya karena tanggung aku numpang berteduh dirumah Ana temanku itu motor kuparkir dan aku berlari menuju kerumah Ana dan ternyata mas Didik sudah pulang kerja dia sambil duduk menikmati rokok dan bermain hp. karena hujan sangat deras dan petir menyambar-nyambar aku pun dipersilahkan masuk. kutunggu sekitar setengah jam ternyata hujan belum reda-reda malah tambah deras disertai petir…akhirnya kuputuskan utk menelpon adiku utk jemput anakku kesekolah karena aku sedang berteduh dan gak bawa jas hujan.

    Aku disuruh masuk dan dibuatkan minum oleh mas Didik karena aku nampak kedinginan akupun berbincang-bincang denganya mulai dari kerjaan suamiku sampai masalah sex, aku mulai terangsang dgn obrolan itu sampai aku kebelet pipis dan meminta ijin kebelakang waktu kubuka celana dlmku aku sudah basah dgn cairan bening lengket…ohhh ternyata aku mulai terangsang. setelah selesai dari kamar mandi aku keluar karena licin aku terjatuh dan kakiku agak terkilir spontan aku berteriak memanggil mas Didik.

    dia tanya

    “kenapa Ri kok bisa jatuh”
    “iya mas ini licin jd aku terjatuh….” sambil duduk dilntai kakiku kutekuk satu aku diurut mas Didik ternyata rokku agak tersingkap dan celana dlmku kelihatan aku tdk sadar kalau mas Didik sambil tertunduk malu dan sesekali melirik pahaku.

    Mas Didik memapah aku disofa dan sambil mengurut dia bertanya

    “yg sakit sebelah mana Ri?” sambil dia melirik ke arah pangkal pahaku yg kelihatan sedikit celana dlm seksi ku kulirik dicelana pendeknya sepertinya k0ntolnya mulai berdiri setelah melihat celana dlmku.-cerit sex hot-

    Akupun diurut sambil meringis kesakitan….tak terasa urutanya semakin keatas.aku pun berkat

    “jangan keatas-atas mas aku gak kuat gelinya” sambil bercanda dia berkata
    “emang yg dicari kan gelinya”aku pun diam saja.

    sambil rebahan di sofa diiringin hujan yg sangant lebat mas Didik terus mengurut betisku…rabaan itu membuat otot memekku berdenyut tak terasa memekku mulai basah kulirik jam menunjuka pukul 3 sore.pijatanya mulai keatas sampai pangkal pahaku dan rokku tersingkap mulai keatas dan jarinya menyentuh Celana dlmku aku mulai terbuai…tak terasa mas Didik mulai meraba-raba cdku aku bilang

    “jangan mas nanti kalo Ana pulang bisa berabe”tanganya terus memaksa masuk kedlm roku…

    akhirnya pertahannku jebol juga dia muliai memijat-mijat memekku dari luar cd mas Didik pun mulai mendekatkan wajahnya dan kamipun bepagutan…bibirnya mulai menyentuh bibirku dia mulai mencium bibirku tangan kanannya mulai memijat klitorisku aku meulai melayg..dlm batinku aku berkata

    “maafkan aku Ana aku telah mengkhianati persahabatan kita” tanganku mulai memijat k0ntol mas Didik dari luar celananya.

    tangan kanan mas Didik meremas paDidikraku..aku terus memijit pensisnya.mas Didik terus menyerabg leher dan bibirku.roku mulai disingkap sampai atas dan mulai terlepas kini hanya tingal bra dan cd gstring putihku…aku pun kaget ternyata sampai sejauh ini aku sama mas Didik.

    sambil terus berpagutan mas Didik melepas celana pendek dan kaos yg dipakainya.kita sekaranga sama-sama hanya memakai cd saja.ciumanya mulai turun ke perut dan akhirnya turun ke selangkangnku aku tak kuasa menolak walaupun aku gak risih karena selama ini aku tdk pernah melakukanya dgn suamiku.mas yudda mulai menciumi memekku dari luar cdku.memekku mulai basah karena banjir orgasme.

    aku tdk mau ketinggalan kupelorotkan cd mas Didik dan ternyata k0ntolnya lebih besar dan panjang dari suamiku kutaksir panjangnya 17cm.kujilati tanpa rasa risih.kamipun melakukan gaya 69 mas Didik mulai menari G-Strings putihku dan menjilati klitorisku aku semakin terbuai ke awang-awang. sambil ku plintir-pilintir putingku sendiri.

    setelah puas sambil telanjang kami beradu muka dan berciuman sangat rakus seperti pengantin baru…dia menidurkanku disofa dan mulai menggesek-gesek kan k0ntolnya ke memekku…kepala k0ntolnya mulai menerobos bibir memekku aku melayg dibuatnya dlm hati aku memohon maaf kepada Ana karena telah bersetubuh dgn suaminya…

    mas Didik mulai memasukan kepala k0ntolnya kedlm memekku sambil memijit klitorisku.aku bertambah melayg-layg…dan setelah 5 menit akhirnya blesss…ouuughhh masssss mulutku mulai merancu…terus mass aku udahhh gak tahann sogok terussss….sambil terus memompa memekku yg telah basah sedari tadi sekitar 15 menit aku disogok dia meminta aku nungging kita bergaya doggy style aku disetubuhi dari belakang….sambil berdiri mas Didik terus memompa memekku….

    setelah puas gantian aku yg di diatas aku bergoyang seperti penari striprtise sampai mas Didik merancu”Ri terusss goyang terusss Ri aku seperti melayg Ri….oughhhh.setelah pergumulan sekita 45 menit aku gantian dibawah mas Didik diatas sambil meremas-remas payudaraku sendiri mas Didik memompaterus entah sudah berapa kali aku orgasme dibuatnya….mas Didik muali mempercepat gerakanya sambil berkata

    “Ri aku udah mo keluar…..kita keluar barengan ya….” aku hanya mngangguk saja dan benar sekita 5 menit mas Didik orgasme dan Creeett….Creeett…Creeett…sekita 8 kali sperma mas Didik menembak dinding memekku….kamipun terkulai lemas…sambil pamit ke belakang mas Didik mengelap k0ntolnya yg basah bercampur sperma dan cairan kewanitaanku.

    didlm kamar mndi aku hanya bisa merenung da berkata dlm hati “apa yg baru saja aku lakukan..kenapa aku tdk bisa menahan nafsuku…Ana maafkan aku” setelah selesai membersihkan sperma yg masih mengalir di memekku.

    aku keluar kamar mandi…mas Didik bilang padaku…maafkan aku Ri…akupun membalas dgn senyuman….sambil pamitan karena huajn telah reda kami berciuman sebentar dan tangan mas Didik meremas memekku….aku pun berlalu pulang kerumah, dgn senyum senyum sendiri membayangkan hal yg baru saja terjadi…

  • Enaknya Diperkosa

    Enaknya Diperkosa


    12 views

    Gadis pelajar yang masih duduk di kelas 3 SMU di kota Jogya, umurnya yang baru 17 tahun sudah memliki
    tubuh yang padat dan berisi , kulitnya yang putih, rambutnya lurus dengan wajah yang begitu cantiknya,
    dia bernama Hanim anak bungsu dari 4 saudaranya, ayah dan ibunya sekarang tugas di Ibu kota, dan
    saudaranya juga sudah berkeluarga semua jadinya dia tinggal dirumah sendiri.

    cerita-sex-dewasa-enaknya-diperkosa

    Terkadang dia juga ditemani oleh sepupunya yang mahasiswi dari sebuah universitas negeri ternama di
    kota itu. Biasanya, anak ABG yang mengikuti trend masa kini sangat gemar memakai pakaian yang serba
    ketat termasuk juga seragam sekolah yang dikenakannya sehari-hari.

    Rok abu-abu yang tingginya beberapa senti di atas lutut dan ukuran rok yang ketat yang memperlihatkan
    lekuk body tubuh yang sekal menggairahkan. Namun Hanim tidak. Dia adalah seorang muslimah yang taat.

    Seringnya ia bergaul dengan anak-anak ROHIS di sekolahnya membuat dia lebih menyukai untuk memakai
    jilbab panjang sepinggul yang longgar, dan baju lengan panjang serta rok panjang, walaupun,

    Karena peraturan sekolah, roknya tidak bisa ia buat terlalu longgar, sehingga bagaimanapun ia berusaha
    menyembunyikan pantatnya yang montok dan merekah indah, tetap saja terlihat samar menggairahkan dari
    balik rok abu-abu panjangnya.

    Penampilannya yang santun ini tentu mencegah pikiran buruk para laki-laki yang berpapasan dengannya,
    walaupun penampilan gadis berjilbab itu tidak serta merta menghlangkan kecantikan alami yang ia
    miliki.

    Kecantikan alami itulah yang mengundang beberapa lelaki tetap saja meliriknya saat berpapasan. Salah
    satunya adalah Yanto, si tukang becak yang mangkal di depan gang rumah Hanim. Yanto, pria berusia 40
    tahunan itu, memang seorang pria yang berlibido tinggi, birahinya sering naik tak terkendali apabila
    melihat gadis-gadis cantik melintas di hadapannya.Cerita Sex Dewasa

    Dulu, ketika ia sudah tak mampu menahan libidonya, dia pernah menggagahi seorang wanita yang memakai
    jilbab lebar dan jubah longgar, dijalan ketika wanita itu pulang. Ternyata ia menikmati sensasi ketika
    memperkosanya.

    Bagaimana wanita berjilbab itu meronta-ronta saat diperkosa, namun juga menikmatinya. Bagaimana ia
    bisa membuat wanita berjilbab itu orgasme berkali-kali, sehingga pada peristiwa pemerkosaannya yang
    kedua dan ketiga, wanita berjilbab itu hanya pasrah dan malah dengan agak ditahan menikmati permainan
    kasar yang dilakukan Parjo.

    Walaupun berjilbab, sosok pribadi Hanim memang cukup supel dalam bergaul, termasuk kepada Yanto yang
    sering mengantarkan Hanim dari jalan besar menuju ke kediaman gadis SMA berjilbab lebar itu yang masuk
    ke dalam gang.

    Suatu sore, Hanim pulang dari sekolah. Seperti biasa Yanto mengantar gadis berjilbab itu dari jalan
    raya menuju ke rumah. Sore itu suasana agak mendung dan hujan rintik- rintik, keadaan di sekitar juga
    sepi, maklumlah daerah itu berada di pinggiran kota YK.

    Dan Yanto memutuskan saat inilah kesempatan terbaiknya untuk melampiaskan hasrat birahinya kepada
    Hanim, gadis berjilbab yang sudah beberapa hari terakhir ini membuat libidonya memuncak. Ia telah
    mempersiapkan segalanya, termasuk lokasi tempat dimana Hanim nanti akan dikerjai.

    Yanto sengaja mengambil jalan memutar lewat jalan yang lebih sepi, jalurnya agak jauh dari jalur yang
    dilewati sehari-hari karena jalannya memutar melewati areal pekuburan.

    “Lho koq lewat sini Pak?”, tanya Hanim.

    Suaranya yang lembut terdengar pasrah di telinga Yanto, membuat kont0lnya mulai berdiri, embayangkan
    desahan-desahan yang keluar dari mulut gadis berjilbab itu saat ia menyetubuhinya.

    “Di depan ada kawinan, jadi jalannya ditutup”, bujuk Yanto sambil terus mengayuh becaknya.

    Dengan pasrah Hanim pun terpaksa mengikuti kemauan Yanto yang mulai mengayuh becaknya agak cepat.
    Setelah sampai pada lokasi yang telah direncanakan Yanto, yaitu di sebuah bangunan tua di tengah areal
    pekuburan, tiba-tiba Yanto membelokkan becaknya masuk ke dalam gedung tua itu.

    “Lho kenapa masuk sini Pak?”, tanya gadis alim itu.

    “Hujan..”, jawab Yanto sambil menghentikan becaknya tepat di tengah-tengah bangunan kuno yang gelap
    dan sepi itu.

    Dan memang hujan pun sudah turun dengan derasnya.

    Bangunan tersebut adalah bekas pabrik tebu yang dibangun pada jaman belanda dan sekarang sudah tidak
    dipakai lagi, paling-paling sesekali dipakai untuk gudang warga. Keadaan seperti ini membuat Hanim
    menjadi gelisah, wajahnya mulai terlihat was-was.

    “Tenang.. Tenang.. Kita santai dulu di sini, daripada basah-basahan sama air hujan mending kita
    basah-basahan keringat..”, ujar Yanto sambil menyeringai turun dari tempat kemudi becaknya dan
    menghampiri gadis berjilbab yang montok itu yang masih duduk di dalam becak.

    Bagai tersambar petir Hanimpun kaget mendengar ucapan Yanto tadi.

    “A.. Apa maksudnya Pak?”, tanya Hanim sambil terbengong-bengong.

    “Non cantik, kamu mau ini?” Yanto tiba-tiba menurunkan celana komprangnya, mengeluarkan kont0lnya yang
    telah mengeras dan membesar.

    Hanim terkejut setengah mati dan tubuhnya seketika lemas ketika melihat pemandangan yang belum pernah
    dia lihat selama ini. Ia selalu menjaga matanya dan langsung shock melihat benda itu tiba-tiba saja
    disodorkan didepannya.

    “J.. Jaangan Pak.. Jangann..” pinta gadis berjilbab itu dengan wajah yang memucat.

    Sejenak Yanto menatap tubuh Hanim yang terbalut jilbab lebar dan seragam SMU. Pelan-pelan tangannya
    maju dan dengan tenang menyingkapkan rok panjang Hanim, hingga keatas lutut. Kaos kaki putih setinggi
    betis menambah keindahan kaki gadis berjilbab itu.

    Jilbab lebarnya ia singkapkan dan disampirkan ke pundak, sehingga terlihat gundukan payudara gadis
    berjilbab itu yang montok, seolah minta diremas-remas.

    “Ampunn Pak.. Jangan Pak..”, gadis berjilbab berwajah pasrah itu mulai menangis dalam posisi duduknya
    sambil merapatkan badan ke sandaran becak, seolah ingin menjaga jarak dengan Yanto yang semakin
    mendekati tubuhnya.

    Tubuh Hanim mulai menggigil namun bukan karena dinginnya udara saat itu, tetapi tatkala dirasakannya
    sepasang tangan yang kasar mulai menggerayangi betisnya, lalu pelan-pelan naik ke pahanya yang sudah
    terbuka.

    Tangan gadis berjilbab itu secara refleks berusaha menampik tangan Yanto yang mulai menjamah pahanya,
    tapi percuma saja karena kedua tangan Yanto dengan kuatnya memegang kedua paha Hanim.

    “Oohh.. Jangann.. Pak.. Tolongg.. Jangann..”, gadis cantik berjilbab itu meronta-ronta dengan
    menggerak-gerakkan kedua kakinya.

    Akan tetapi Yanto malahan semakin menjadi- jadi, dicengkeramnya erat-erat kedua paha Hanim itu sambil
    merapatkan badannya ke tubuh Hanim.

    Hanim pun menjadi mati kutu sementara isak tangisnya menggema di dalam ruangan yang mulai gelap dan
    sepi itu. Kedua tangan kasar Yanto semakin intens bergerak mengurut kedua paha mulus itu hingga
    menyentuh pangkal paha Hanim.

    Tubuh gadis SMU berjilbab yang montok dan menggairahkan itu menggeliat ketika tangan-tangan Yanto
    mulai menggerayangi bagian pangkal pahanya, dan wajah Hanim yang lembut dan seakan pasrah menyeringai
    ketika jari-jemari Yanto mulai menyusup masuk ke dalam celana dalamnya.

    “eeehhhh..”, desahan Hanim mulai menggema di ruangan itu di saat jari Yanto ada yang masuk ke dalam
    liang mem3knya. Yanto pun sadar bahwa gadis berjilbab itu melai terangsang akan perbuatannya

    Tubuh Hanim menggeliat kencang di saat jari itu mulai mengorek-ngorek lubang kewanitaannya. Desah
    nafas Yanto semakin kencang, dia nampak sangat menikmati adegan ‘pembuka’ ini. Ditatapnya wajah gadis
    berjilbab itu yang nampak pasrah dengan desahan yang keluar dari mulutnya disertai tubuh yang
    menggeliat-geliat akibat jari tengah Yanto yang menari-nari di dalam lubang kemaluannya.

    “Cep.. Cep.. Cep..”, terdengar suara dari bagian selangkangan Hanim.

    Saat ini lubang kemaluan gadis berjilbab itu telah banjir oleh cairan kemaluannya yang mengucur
    membasahi selangkangan dan jari-jari Yanto. Tiba-tiba tubuh gadis berjilbab montok itu menegang. Dari
    mulutnya pekikan tertahan,

    “eehmmmmh……!!!” ternyata gadis itu sudah mendapat orgasmenya yang pertama kali dalam hidupnya. Sesuatu
    yang sangat nikmat ia rasakan, dan tubuhnya terlonka-lonjak untuk beberapa saat, mengalami kenikmatan
    yang sangat.Cerita Sex Dewasa

    Mem3knya terasa geli, dan tubuhnya yang lemas mulai bersandar pasrah pada tubuh Yanto, tukang becak
    yang membuatnya mendapatkan kenikmatan itu dengan paksaan.

    Puas dengan adegan ‘pembuka’ ini, Yanto mencabut jarinya dari lubang kemaluan Hanim. Hanim nampak
    terengah-engah, air matanya juga meleleh membasahi pipinya. Yanto kemudian menarik tubuh Hanim turun
    dari becak, gadis itu dipeluknya erat-erat, kedua tangannya meremas-remas pantat gadis berjilbab itu
    yang sintal sementara Hanim hanya bisa terdiam pasrah, detak jantungnya terasa di sekujur tubuhnya
    yang gemetaran itu. Yanto juga menikmati wanginya tubuh Hanim sambil terus meremas remas pantat gadis
    itu.

    Selanjutnya Yanto mulai menikmati bibir Hanim yang tebal dan sensual itu, dikulumnya bibir gadis
    berjilbab itu dengan rakus bak seseorang yang tengah kelaparan melahap makanan.

    “Eemmgghh.. Mmpphh..”, Hanim mendesah-desah di saat Yanto melumat bibirnya.
    Dikulum-kulum, digigit-gigitnya bibir gadis berjilbab yang sintal itu oleh gigi dan bibir Yanto yang
    kasar dan bau rokok itu.

    Ciuman Yanto pun bergeser ke bagian leher gadis SMU berjilbab itu. Ia naikan sedikit jilbab Hanim, dan
    ketika leher Hanim yang putih bersih terlihat, langsung saja Yanto melumatnya.

    “Oohh.. Eenngghh..”, Hanim mengerang-ngerang di saat lehernya dikecup dan dihisap-hisap oleh Yanto.
    Yanto sengaja tidak membuka jilbab Hanim, karena ia menyukai sensasi yang tercipta dihatinya, ketika
    melihat seorang gadis lugu yang berjilbab lebar mengerang-erang dan mendesis nikmat didepan matanya.

    Cengkeraman Yanto di tubuh Hanim cukup kuat sehingga membuat Hanim sulit bernafas apalagi bergerak,
    dan hal inilah yang membuat gadis berjilbab itu pasrah di hadapan Yanto yang tengah memperkosanya,
    selain karena ia sudah tidak punya tenaga setelah orgasme dahsyatnya yang pertama.

    Setelah puas, kini kedua tangan kekar Yanto meraih kepala Hanim yang masih terbungkus jilbab dan
    menekan tubuh Hanim ke bawah sehingga posisinya berlutut di hadapan tubuh Yanto yang berdiri tegak di
    hadapannya. Langsung saja oleh Yanto kepala gadis alim berjilbab itu itu dihadapkan pada kont0lnya.

    “Ayo.. Jangan macam-macam non cantik.. Buka mulut kamu”, bentak Yanto sambil mencengkeram kepala Hanim
    yang masih berjilbab itu.

    Takut pada bentakan Yanto, Hanim tak bisa menolak permintaannya. Sambil terisak-isak gadis berjilbab
    yang cantik itu sedikit demi sedikit membuka mulutnya dan segera saja Yanto mendorong masuk kont0lnya
    ke dalam mulut Hanim.

    “Hmmphh..”, Hanim mendesah lagi ketika benda menjijikkan itu masuk ke dalam mulutnya hingga pipi gadis
    berjilbab itu menggelembung karena batang kemaluan Yanto yang besar menyumpalnya.

    “Akhh..” sebaliknya Yanto mengerang nikmat.

    Kepalanya menengadah keatas merasakan hangat dan lembutnya rongga mulut Hanim di sekujur batang
    kemaluannya yang menyumpal di mulut gadis berjilbab itu.

    Gadis berjilbab itu menangis tak berdaya menahan gejolak nafsu Yanto. Sementara kedua tangan Yanto
    yang masih mencengkeram erat kepala Hanim yang masih terbungkus jilbab mulai menggerakkan kepala Hanim
    maju mundur, mengocok kont0lnya dengan mulut gadis alim berjilbab yang montok itu. Suara berdecak-
    decak dari liur Hanim terdengar jelas diselingi batuk-batuk.

    Beberapa menit lamanya Yanto melakukan hal itu kepada Hanim, dia nampak benar-benar menikmati. Bahkan
    sensasi yang ia rasakan melihat seorang gadis berjilbab dengan terpaksa mengulum kont0lnya sangatlah
    nikmat.

    Tiba-tiba badan Yanto mengejang, kedua tangannya menggerakkan kepala Hanim semakin cepat sambil
    menjambak-jambak jilbab Hanim. Wajah Yanto menyeringai, mulutnya menganga, matanya terpejam erat dan..

    “Aakkhh..”, Yanto melengking, croot.. croott.. crroott..

    Seiring dengan muncratnya cairan putih kental dari kemaluan Yanto yang mengisi mulut Hanim yang
    terkejut menerima muntahan cairan itu. Gadis lugu berjilbab itu berusaha melepaskan batang kont0l
    Yanto dari dalam mulutnya namun sia-sia, tangan Yanto mencengkeram kuat kepala Hanim.

    Sebagian besar sperma Yanto berhasil masuk memenuhi rongga mulut Hanim dan mengalir masuk ke
    tenggorokannya serta sebagian lagi meleleh keluar dari sela-sela mulut gadis lugu yang berjilbab itu.

    “Ahh”, sambil mendesah lega, Yanto mencabut batang kemaluannya dari mulut Hanim.

    Nampak batang kont0lnya basah oleh cairan sperma yang bercampur dengan air liur Hanim. Demikian pula
    halnya dengan mulut Hanim yang nampak basah oleh cairan yang sama. Gadis manis berjilbab itu meski
    masih dalam posisi terpaku berlutut, namun tubuhnya sudah sangat lemas dan shock setelah diperlakukan
    Yanto seperti itu.

    “Sudah Pak.. Sudahh..” gadis berjilbab montok itu menangis sesenggukan, terengah-engah mencoba untuk
    ‘bernego’ dengan Yanto yang sambil mengatur nafas berdiri dengan gagahnya di hadapan Hanim.

    Nafsu birahi yang masih memuncak dalam diri Yanto membuat tenaganya menjadi kuat berlipat- lipat kali,
    apalagi dia telah menenggak jamu super kuat demi kelancaran hajatnya ini sebelumnya.

    Setelah berejakulasi tadi, tak lama kemudian nafsunya kembali bergejolak hingga batang kemaluannya
    kembali mengacung keras siap menerkam mangsa lagi.

    Yanto kemudian memegang tubuh Hanim yang masih menangis terisak-isak. Gadis belia berjilbab itu sadar
    akan apa yang sebentar lagi terjadi kepadanya yaitu sesuatu yang lebih mengerikan.

    Badan Hanim bergetar ketika Yanto menidurkan tubuh gadis berjilbab itu di lantai gudang yang kotor.
    Hanim yang mentalnya sudah jatuh seolah tersihir mengikuti arahan Yanto.

    Setelah gadis lugu berjilbab itu terbaring, Yanto menyingkapkan rok abu-abu panjang seragam SMU Hanim
    hingga setinggi pinggang. Kemudian dengan gerakan perlahan, Yanto memerosotkan celana dalam putih yang
    masih menutupi selangkangan Hanim.

    Gadis berjilbab itu hanya bisa pasrah akan keadaan, karena tenaga dan keberaniannya sudah hlang entah
    kemana. Kedua mata Yanto pun melotot tajam ke arah kemaluan Hanim. Kemaluan yang merangsang, ditumbuhi
    rambut yang tidak begitu banyak tapi rapi menutupi bibir mem3knya, indah sekali.Cerita Sex Dewasa

    Ia tahu bahwa kemaluan wanita berjilbab selalu bagus, karena tidak pernah tersentuh barangnya laki-
    laki, dan terawat. Tapi milik Hanim, gadis berjilbab lugu yang terbaring dihadapannya itu sangat
    menggairahkan.

    Yanto langsung saja mengarahkan batang kont0lnya ke bibir mem3k Hanim. Gadis berjilbab itu menjerit
    ketika Yanto mulai menekan pinggulnya dengan keras, batang kont0lnya yang panjang dan besar masuk
    dengan paksa ke dalam liang mem3k Hanim.

    “Aakkhh..”, gadis lugu berjilbab itu menjerit lagi, tubuhnya menggelepar mengejang dan wajahnya
    meringis menahan rasa pedih di selangkangannya.

    Kedua tangan Hanim ditekannya di atas kepala, sementara ia dengan sekuat tenaga melesakkan batang
    kemaluannya di mem3k gadis berjilbab itu dengan kasar dan bersemangat.

    “Aaiihh..”, Hanim melengking keras di saat dinding keperawanannya berhasil ditembus oleh batang kont0l
    Yanto. Darah pun mengucur dari sela-sela kemaluan gadis alim itu. Barang yang sangat ia jaga telah
    dirnggut dengan paksa oleh seorang tukang becak. Tangisnya kembali pecah.

    “Ohhss.. Hhsshh.. Hhmmh.. Eehhghh..” Yanto mendesis nikmat.

    Setelah berhasil melesakkan batang kemaluannya itu, Yanto langsung menggenjot tubuh Hanim dengan
    kasar.

    “Oohh.. Oogghh.. Oohh..”, Hanim mengerang- ngerang kesakitan.

    Tubuhnya terguncang-guncang akibat gerakan Yanto yang keras dan kasar. Sementara Yanto yang tidak
    peduli terus menggenjot Hanim dengan bernafsu. Batang kont0lnya basah kuyup oleh cairan mem3k gadis
    berjilbab berkulit putih bersih itu, yang mengalir deras bercampur darah keperawanannya.

    Sekitar lima menit lamanya Yanto menggagahi Hanim yang semakin kepayahan itu, sepertinya Yanto sangat
    menikmati setiap hentakan demi hentakan dalam menyetubuhi gadis berjilbab itu, sampai akhirnya di
    menit ke-delapan, tubuh Yanto kembali mengejang keras, urat-uratnya menonjol keluar dari tubuhnya yang
    hitam kekar itu dan Yanto pun berejakulasi.

    “Aahh..” Yanto memekik panjang melampiaskan rasa puasnya yang tiada tara dengan menumpahkan seluruh
    spermanya di dalam rongga kemaluan Hanim yang tengah menggelepar kepayahan dan kehabisan tenaga karena
    tak sanggup lagi mengimbangi gerakan-gerakan Yanto.

    Dan akhirnya kedua tubuh itupun kemudian jatuh lunglai di lantai diiringi desahan nafas panjang yang
    terdengar dari mulut Yanto. Yanto puas sekali karena telah berhasil melaksanakan hajatnya yaitu
    memperkosa gadis cantik berjilbab yang selama ini menghiasi pandangannya dan menggoda dirinya.

    Baca Juga Cerita Sex Nafsu Tante Etty

    Setelah rehat beberapa menit tepatnya menjelang Isya, akhirnya Yanto dengan becaknya kembali
    mengantarkan Hanim yang kondisinya sudah lemah pulang ke rumahnya. Karena masih lemas dan akibat rasa
    sakit di selangkangannya, gadis berjilbab itu tak mampu lagi berjalan normal hingga Yanto terpaksa
    menuntun gadis itu masuk ke dalam rumahnya.

    Suasana di lingkungan rumah yang sepi membuat Yanto dengan leluasa menuntun tubuh lemah gadis lugu
    berjilbab itu hingga sampai ke teras rumah dan kemudian mendudukkannya di kursi teras.

    Setelah berbisik ke telinga Hanim bahwa dia berjanji akan datang kembali untuk menikmati tubuh gadis
    berjilbab yang montok dan molek itu, Yanto pun kemudian meninggalkan Hanim dengan mengayuh becaknya
    menghilang di kegelapan malam,

    Meninggalkan gadis berjilbab itu yang masih terduduk lemas di kursi teras rumahnya. Tentu saja tidak
    lupa Yanto sudah mengambil gambar telanjang dari gadis berjilbab itu, untuk berjaga-jaga agar Hanim
    tidak membocorkan rahasianya.

  • Cerita Panas Mbak Sari

    Cerita Panas Mbak Sari


    174 views

    Cerita Panas Mbak Sari

    Namaku Bagus, waktu itu aku masuh berumur 21 tahunan dan aku bekerja di salah satu perusahaan swasta. Aku datang dari sebuah kota di Jawa Barat. Karena saudara-saudaraku jauh dari tempat kerjaku, terpaksa aku harus mencari tempat kost yg dekat dgn tempat berkerjaku.

    aku mendapatkan tempat kost di wilayah kwitang, jakarta pusat. Lumayan sih tempatnya ngga jelek-jelek banget tp bisa nyenyak tidur, murah lagi sewanya, cuma ya kamar mBagusnya masih bareng-bareng dgn warga sekitar. Kebetulan yg punya kost adalah orangtuanya temen kerjaku.

    Tak terasa hampir 6 bulan sdh aku kost, makin banyak kenal juga aku dgn warga sekitar. Tp herannya kenapa aku susah kenalnya dgn tetangga samping rumah kostku. Kalo ketemu sih saling sapa cuma ngga pernah ngobrol, dia adalah istri seorang pegawai swasta juga, kalo dgn suaminya sih akrab, malah suka nongkrong dan ngobrol-ngobrol bareng ketika santai, sedangkan istrinya yg berwajah cantik yg kebetulah kelahiran daerah Jawa Tengah tdk begitu akrab, padahal kalo berpapasan….oooohhhhh pandangannya itu menjadi tanda tanya bagi insting nakalku….menusuk hati.

    Si istri tersebut bernama Sari, aku memanggilnya Mbak Sari, kegiatan sehari-harinya mengelola salon kecantikan yg tak jauh lokasinya dari tempat kostku. Hampir setiap berpapasan tatapan matanya tak pernah lepas dari pandanganku sampai aku malu sendiri dan kalah pandangan. Dia selalu memandang dgn senyumnya yg manis. Kebetulan memang orangnya hitam manis.

    Pada suatu hari aku pulang larut dari kerjaan, sekitar jam 11 malam, aku selalu melewati daerah kamar mBagus menuju ke kamar kost ku…. terkejut hatiku melihat sosok wanita jongkok sedang cebok.. krecek krecek… krecek bunyi airnya kala itu. Dia tak memperhatikan suasana sekitar dan tak tahu aku sedang mengamatinnya sambil pura-pura membetulkan tali sepatu………. dia langsung bangun dan membetulkan CD-nya setelah cebok. Dag dig dug jantungku melihat pantat mulusnya.

    “Eh..ada orang… kirain sepi”, terkejut dia ketika melihatku….
    “Eh mbaakkk” agak gugup aku,
    “tali sepatuku terlepas mbak… aku kira juga ngga ada orang”, kataku sambil menyeringai agak malu.
    “Hmmmm, betulin sepatu apa hmmmmm”, katanya kepadaku.

    Semakin malu aku dibuatnya..

    “Bagus, kamu ngeliatin mbak yah tadi”, katanya pelan.
    “Engga mbak, emang mbak lagi ngapain”, jawabku.
    “yg benneerrrr”, serunya lagi.
    “Emmm dikit mbak hehehehehehe” kataku sambil nyengir. Tak sadar si otong sdh mengeras, sehingga celana bagian depan menyembul.
    “Dasar kamu tuh yah”, katanya lagi sambil mencubit tanganku dan langsung masuk ke rumahnya.

    Setelah kejadian itu, malamnya aku ngga bisa tidur membayangkan bercinta dgn Mbak Sari. Tak tahan aku, akhirnya onani sambil membayangkan apa yg baru aku lihat beberapa jam yg lalu.

    Semakin hari semakin terbayang wajah Mbak Sari, tak tahan rasanya ingin menyentuh mbak Sari.

    Ketika malam tiba aku duduk santai di depan kamar kostku, aku berharap bertemu mbak Sari, sejam dua jam hingga 9 malam kala itu, terlihat mbak Sari turun dari taxi, berdebar rasa jantungku, memikirkan rencana bagai mana caranya bisa dekat denganya.

    Hampir sampai dia ke dekatku, aku berdiri pura pura mau jalan ke arahnya…. seperti biasa tatapan dan senyumnya yg menggoda menusuk hatiku..

    “Dari mana mbak, kok malam pulangnya” tanyaku.
    “Abis belanja perlengkapan, kebetulan jalannya padat jadi kemalaman deh”, jawabnya sambil tersenyum.

    Sambil berpapasan kuberanikan diri tuk menempelnya agak bertubrukan, …nyelllll terasa ada benda yg kenyal menyentuh sikutku… detik itu juga si otong pun tegang.

    “mmaaff mbak ngga sengaja”, kataku….
    “hehehe kamu tuh bisa aja, ngga papa kok Gus, ngga sengaja kan”, jawabnya sambil tersenyum dan melangkah menuju rumahnya.

    Ampuuunnnnnnnnn, makin bingunk aku dgn sikap mbak Sari, seolah olah meberi harapan padaku. Semakin liar imajinasiku terhadap mbak Sari. Semakin hari semakin senewen.

    Akhirnya pada suatu hari aku mempunya ide tuk bertemu langsung dgn Mbak Sari, dgn cara mendatangi salonnya, dgn alasan memotong rambut. Hari itu aku libur kerja, demi menjalankan misiku yg penuh gairah. Kudatangi salon mbak Sari sekitar jam sepuluh siang. Kebetulan dia bekerja sendiri tanpa asisten.

    “Siang Mbak Sari”, salamku terhadapnya.
    “Siang, eh Ada apa Gus, tumben kesini”, jawabnya.
    “Mau potong rambut mbak, dan terlalu panjang neh biar rapih aja”.
    “oowwhh, boleh tunggu yah”, kata mbak Sari.

    Waktu itu Mbak Sari mengenakn rok hitam dan kaos putih bak orang training, senyum dan pandangannya tdk berubah tetap menusuk hatiku.

    “Ayo Gus katanya mau potong rambut” tanya nya.

    Iya mbak, langsung aku duduk di kursi, dan mbak Sari siap memotong rambutku. Tak karuan rasa hatiku ketika mbak Sari mulai memotong rambutku. Berkeringat tubuhku,

    “kenapa Gus, gerah”, tanyanya.
    “Ngga Mbak Sari, ngga gerah kok”, jawabku.
    “Nah itu berkeringat” tanya Mbak Sari lagi sambil tersenyum.

    “Emmmm, aku berkeringat karena dekat dgn mbak Sari “, upsss kelepasan aku ngomong….
    “hihihihi mbak Sari ketawa geli, kenapa kok deket saya jadi gerah emangnya saya kompor” katanya lagi.

    Tak tahan dgn hasrat ku, kulepaskan penutup tubuhku yg dijadikan alas rambut. Kutarik mbak Sari ke bagian belakang… sini dulu bentar mbak… Bagusyyy, ada apa sih, kata mbak Sari tp tetap menuruti ajakanku.

    Setibanya di belakang, langsung kupeluk Erat Mbak Sari, ohh mbak ini yg aku harapkan dari mbak,

    “Gus, apa-apan sih kamu nanti takut ada orang nih” gumam mbak Sari.

    Tp tak kulepaskan pelukanku, semakin liar diriku, ku pegang pantatnya yg membuat aku tergila-gila setelah dia kencing dulu. Dia sedikit berontak dan malah terjatuh ke dipan tempat creambath, dan posisi kami sekarang berubah. Dia berada dibawahku sementara aku menindih. Kusingkapkan rok nya dan uuhhhhh terlihat sembulan indah yg terhalang CD tipis warna putih.

    Semakin jalang saja aku sambil menindih tangan kananku menyelinak ke CDnya. ku raba dan kuelus-elus memeknya….hmmm mulai basah oleh cairan kenikmatannya..

    “Gus kamu nih, pintunya masih terbuka biar aku tutup dulu pintunya” gumamnya dgn wajah yg mulai memerah.

    Takut itu hanya alasan akhirnya aku bilang, biar aku yg tutup pintunya, kalo mbak Sari yg tutup nanti malah kabur mbak. sebelum pergi menutup pintu, kupelorotkan dulu CD nya….oooohhh indahnya pemandangan ini, bulu memeknya tipis. Langsung aku bergegas menutup pintu yg hanya berjarak 3 meter dari belakang.

    Dgn penuh gairah aku bergegas menuju belakang, alangkah terkejutnya aku melihat mbak Sari tdk ada di tempat Creambath….. langsung aku sibak gorden penghalang dekat kamar mBagus belakang.

    Oh my god, lebih terkejut lagi mbak Sari ternyata malah sdh bugil sambil tersenyum padaku…..langsung saja aku menyergapnya, oohhh putingnya sdh berdiri dan langsung saja aku menghisapnya, ohhhh..ohhhh, mbak Sari menggeliat, tak kuhiraukan, bibirku menghisap terus putingnya yg mencuat, sementara tangan kiriku meremas-remas toket kirinya. Tangan kananku tak mau kalah… bergerilya di sekitar memeknya yg sdh basah.

    Begitu juga mbak Sari, dia tak mau kalah, tangannya memegang batang kont0lku dgn penuh perasaan…..

    15 menit kami melakukan pemanasan.

    “Mbak, aku mau masukin yah” pintaku dgn penuh nafsu..mbak Sari hanya mengangguk.

    Kutuntun mbak Sari ke tempat creambath, kuterlentangkna mbak Sari… oohhh memeknya mengangga, tanpa basa basi langsung saja kumasukan batang kont0lku… sleeeeeebbbbbb, mbak Sari sedikit tersentak sambil menyeringai…. sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp ooohhh sleepp sleepp sleepp ku keluar masukan kont0lku dlm memek mbak Sari……..

    “oooocccchhhhh Gus”, mbak Sari baru terdengar suara kerasnya…..
    “ssssttttt jangan keras-keras nanti kedengaran orang”, kataku.

    Kulanjutkan pergerakan ku, kulipat kaki mbak Sari keatas sehingga memeknya menyempit kugoyang kont0lku dgn penuh rasa….slekk slekk slekk slekk slekk kutahan dan ku putar kont0lku dlm memeknya…

    “mbbaakk bunggaaaa aku…oooocchhhh”

    Crooottt Crooottt Crooottt ooogghhh mbak Sari memeluku dgn eratt ooggghhh dia juga berteriak, ternyata dia juga merasakan ejakulasi. ooooh tubuh akmi berdua penuh basah kuyup oleh keringat. ku kecup bibir mbak Sari….

    “makasih mbak” kataku….
    “sama-sama Gus harusnya mbak yg berterima kasih….
    “loh kok”, tanyaku bingung.
    “begini Gus , aku ngga pernah mendapatkan kepuasan dari suamiku, selain dia ejakulasi dini, kont0lnya itu loh, kecil banget kealingan perutnya yg buncit. Makanya aku berterima kasih sama kamu karena sdh hampir 1 tahun mbak ngga ejakulasi dari ML. Cuppppppppph” katanya sambil mengecup bibirku.

    Berarti lain waktu bisa ML lagi dong mbak hehehehe….pintaku…

    “terserah kamu Gus”, mbak jadi suka sama kamu, lalu kami berdua berpelukan lagi dgn erat… dah dulu yah Gus, takut ada tamu… katanya.

    Aku langsung mengenakan pakaian dan mengelap keringat, setelah itu aku langsung pulang ke kost an dgn hati yg riang atas keberhasilanku bisa ML sama mbak Sari. Hampir ngga percaya semua itu akan terjadi dan ternyata memang mbak Sari membutuhkanku.

  • Sekretaris ku yang Menggoda

    Sekretaris ku yang Menggoda


    11851 views

    Cerita Sex Dewasa | Sekretaris ku yang Menggoda

    Saking buru-burunya, ia tidak membaca lagi tulisan atau gambar yang menunjukkan bahwa WC itu untuk pria atau untuk wanita. Ia langsung masuk saja. Namun.., begitu tiba di dalam WC itu, ia melihat seorang pria bertubuh atletis sedang pipis. Ups! Pria itu terkejut dan menoleh.., “Eh Shinta.., kamu salah masuk.., ini WC pria..” Shinta terkejut setengah mati. Ternyata sang supervisor sedang pipis di situ. Dan tanpa sengaja, kedua mata Shinta terarah pada benda panjang bulat dari ritsluiting celana panjang yang sedang dipegang sang supervisor. Ternyata batang kemaluan si supervisor belum dimasukkan ke sarangnya. Dengan muka tersipu memerah karena malu, Shinta membuang mukanya dan segera ingin berlalu dari tempat itu. Sial..! gerutunya dalam hati.

    Tapi rupanya si supervisor tidak ingin membuang kesempatan emas itu. Dengan sigapnya tangan Shinta ditarik dan tubuhnya disandarkan ke tembok. “Shin.. sudah lama sebenarnya aku ingin menikmati keindahan tubuhmu.. Pasti kau juga pernah mendengar bahwa di kantor ini yang paling perkasa adalah aku.. Nah sekarang tiba saatnya kita mencoba apa yang kamu dengar dari teman-teman..”
    Mendengar itu Shinta kaget setengah mati. Ia tidak menyangka bahwa supervisor yang sangat dihormati karena kharismanya, memiliki hati yang demikian bejadnya. “Tapi Pak.., saya sedang sakit perut nih.., lagian Bapak ‘khan supervisor saya.., masa Bapak tega melakukannya pada saya?”
    “Oh.., jangan kuatir Shin.., cuma sebentar kok.. Ibu Edi saja pernah melakukannya denganku kok..”, kata si supervisor sambil dengan kasar membuka kancing stelan atas yang dipakai Shinta. “Ja.., jangan Pak.., tolong jangan.., ingat posisi Bapak di kantor..”, jerit Shinta. “To.., tolong.., tolong..!”, tampak Shinta berusaha meronta-ronta karena tangan si supervisor mulai masuk ke dalam BH-nya yang berukuran super besar, 38C. Dan.., bret.., bret.., baju Shinta terlihat sudah sobek di sana sini.. Dan dengan sekali hentakan, BH Shinta turun dan jatuh ke lantai. Walau sudah berusaha mendorong dan menendang tubuh atletis itu, namun nafsu si supervisor yang sudah demikian buas terus membuatnya bisa mencengkeram tubuh mulus Shinta yang kini hanya mengenakan celana dalam dan terus menghimpitnya ke tembok WC itu.

    228117_03
    Karena merasa yakin bahwa ia sudah tidak bisa lari lagi dari sana, Shinta hanya bisa pasrah. Sekarang mulut si supervisor sudah mulai menghisap-hisap puting susunya yang besar. Persis seperti bayi yang baru lahir sedang menyusu ke ibunya. Gairah dalam diri Shinta tiba-tiba muncul dan bergejolak. Dengan sengaja diraihnya batang kemaluan si supervisor yang sudah berdiri dari tadi. Dan dikocok-kocokknya dengan pelan. Memang batang kemaluan itu amat besar dan panjang. “Wah, pasti enak nih kalo ngisi lubang gue.., udah lama gue ngangenin batang kenikmatan yang segini besar dan panjangnya..”, pikir Shinta dalam hati.

    Sementara itu tangan si supervisor pun sudah melepaskan seluruh celana dalam putih yang dikenakan Shinta… Dan si supervisor pun ikut membuka semua pakaiannya.., hingga kini keduanya sama-sama dalam keadaan tanpa busana selembar benangpun. Si supervisor mengangkat kaki kanan Shinta ke pingggangnya lalu dengan perlahan ia memasukkan batang kemaluannya ke liang kewanitaan Shinta. Bles.., bless.., jebb.., setengah dari batang kemaluan itu masuk dengan sempurna ke liang surga wanita yang rupanya sudah tidak lagi perawan itu. Shinta terbeliak kaget merasakan besarnya batang kemaluan itu di dalam liang kewanitaannya. Si supervisor terus saja mendorong maju batang kemaluannya sambil mencium dan melumat bibir Shinta yang seksi itu. Shinta tak mau kalah. Ia pun maju mundur menghadapi serangan si supervisor. Jeb.., jeb.., jebb..! Batang kemaluan yang besar itu keluar masuk berkali-kali.. Shinta sampai terpejam-pejam merasakan kenikmatan yang tiada taranya… Sakit perutnya pun sudah terlupakan.

    Sepuluh menit kemudian, mereka berganti posisi. Shinta kini berpegangan ke bagian atas kloset dan pantatnya di hadapkan ke si supervisor. Melihat pemandangan menggairahkan itu, tanpa membuang-buang waktu lagi si supervisor segera memasukkan batang kemaluannya dari arah belakang kemaluan Shinta.., bless.., bless.., jeb.., jebb..! Si supervisor dengan asyik melakukan aksinya itu. Tangan kanannya berusaha meraih payudara Shinta sambil terus menusukkan batang kemaluan supernya ke kewanitaan Shinta.

    228117_05

    “Bapak duduk aja sekarang di atas kloset ini.., biar sekarang gantian saya yang aktif..”, kata Shinta di tengah-tengah permainan mereka yang penuh nafsu. Supervisor itu pun menurut. Tanpa menunggu lagi, Shinta meraih batang kemaluan yang sudah 2 kali lebih keras dan besar itu, untuk segera dimasukkan ke liang kenikmatannya. Ia pun duduk naik turun di atas batang kemaluan ajaib itu. Sementara kedua mata si supervisor terpejam-pejam merasakan kenikmatan surgawi itu. Kedua tangannya meremas-remas gunung kembar Shinta. “Ooh.., oh.., ohh..”, erang Shinta penuh kenikmatan.

    Batang kemaluan itu begitu kuat, kokoh dan keras. Walau sudah berkali-kali ditusukkan ke depan, belakang, maupun dari atas, belum juga menunjukkan akan menyemburkan cairan putih kentalnya. Melihat itu, Shinta segera turun dari pangkuan supervisor itu. Dengan penuh semangat ia meraih batang kemaluan itu untuk segera dimasukkan ke mulutnya. Dijilatnya dengan lembut kemudian dihisap dan dipilin-pilin dengan lidahnya… oooh.., oh.., oohh.., kali ini ganti si supervisor yang mengerang karena merasakan kenikmatan. Lima belas menit kemudian, wajah si supervisor tampak menegang dan ia mencengkeram pundak Shinta dengan sangat erat.. Shinta menyadari apa yang akan terjadi.., tapi ia tidak menghiraukannya.., ia terus saja menghisap batang kemaluan ajaib itu.., dan benar.., crot.., crot.., crott..! Semburan air mani masuk ke dalam mulut seksi Shinta tanpa bisa dihalangi lagi. Shinta pun menelan semua mani itu termasuk menjilat yang masih tersisa di batang kemaluan supervisor itu dengan lahapnya…
    Sejak peristiwa di WC itu, mereka tidak henti-hentinya berhubungan intim di mana saja dan kapan saja mereka bernafsu.., di mobil, di hotel, di rumah si supervisor (bahkan walau sang isteri sedang hamil).

  • Di Genjot

    Di Genjot


    9 views

    Saya mempunyai kisah seks yang terjadi di tahun 2013 saat itu saya adalah penjual alat alat medis untuk keperluan rumah sakit. Awalnya saat ada pegawai baruku yang mendaftar sebagai karyawan namanya Fanny dia sangat supel dan ceria dia memiliki kesabaran yang sangat tapi matanya yang agak nakal.

    cerita-sex-dewasa-di-genjot

    “Biarin” pikir saya, selama dia mampu menjualkan alat-alat medis perusahaan, dia tetap layak dipertahankan sebagai karyawan marketing yang digaji dengan baik.

    Walaupun kadang melihat Fanny pengin banget ngerasain tubuhnya. tetapi saya tidak mau terlibat cinta dengan karyawati saya, apalagi Making Love, walaupun saya sendiri belum menikah, wibawa saya sebagai boss bisa luntur jadi bubur.

    Alkisah saya memesan alat USG dua minggu yang lalu, dan kini tibalah barang pesanan senilai 450 juta tersebut dihadapan saya. USG (Ultra Sonografi) 3 dimensi berwarna. Fanny tentu saja ikut terlibat dalam transaksi ini.

    Siang itu setelah Fanny menjemput barang pesanan tersebut dari jasa courier, sekarang dua wujud menakjubkan itu ada di depan saya. Yang satu Fanny yang lain CKD-USG yang sangat istimewa itu.
    Kenapa istimewa, karena kalau untuk USG bayi dalam kandungan, wajah bayi pun bisa nampak seperti foto, juga untuk USG alat-alat dalam yang lain, baik itu ginjal, jantung, pembuluh darah yang besar, maupun ovarium dari seorang wanita.

    Sempat saya telpon kepada Rumah Sakit pemesan bahwa barang pesanan mereka sudah datang, karena Direktur Medis sudah pulang. Saya telpon ke rumah beliau, dan beliau perintahkan untuk melakukan pengiriman barang jam 8 pagi besok di Rumah Sakit tempat beliau bekerja. Sambil dia pesan, agar barang yang diterima harus sudah siap dipakai dan dioperasikan.

    “Mati !’ pikir saya, karena itu artinya hari ini juga saya harus merakitnya, karena alat medis elektronik yang mahal seperti ini, semua komponen dalam bentuk lepas (CKD = Completely Knock Down).

    Akhirnya setelah menerima “perintah” dari pembeli, saya panggil bagian service yang Insinyur Elektro untuk mulai merangkai USG ini. Mulai sore tersebut, akhirnya dengan berdebar-debar, selesailah semua jam 12 malam.

    Fanny tentu saja tidak boleh pulang hingga malam tersebut, karena sebagai bagian Marketing diapun akan mendapat share keuntungan 5 % dari nilai transaksi ini. Selain melayani kami dengan membuatkan kopi.

    Pak Sabastian, 10 tahun lebih tua dari saya yang merakit alat ini sudah nampak kelelahan dan ikut tegang ketika saya mulai menancapkan kabel listrik. “ON”…hiduplah alat mahal ini, kami bertiga termangu-mangu didepan alat ini, selain ini untuk pertama kalinya juga perusahaan kami mendapat pesanan alat ini, juga pertama kali Pak Sebastian merakit.

    Tinggal kami bertiga di ruang elektrik perusahaan, semua karyawan tentu sudah pulang dan terlelap dirumah masing-masing.

    Kami bertiga takjub memandangi alat yang sudah hidup tersebut, nampaknya tidak ada trouble sedikitpun, “Ayo kita coba, kita hanya punya waktu 7 jam sebelum menyerahkan barang ini” suara saya memecah keheningan

    “Saya, Pak !” Pak Sebastian langsung menyahut, selain dia sudah hapal alat-alat medis kedokteran, dia juga tahu kecanggihan alat ini dan pemeriksaan yang berharga 500.000 untuk setiap kali total USG seluruh tubuh.

    Dengan bersemangat Pak Sebastian melepas bajunya dan tidur dimeja kerja bagian elektronik yang sebenarnya meja ping-pong..Mulailah saya jadi ahli USG dadakan, berbekal buku manual dan seingat-ingatnya pelajaran Anatomi, saya mulai memeriksanya dengan memberinya lubricant / pelincir agar prop USG yang besar ini bisa digeser dengan mudah di badan pak Sebastian.

    Dari Jantung, Lambung, Kantong Empedu, Pembuluh Darah dan Ginjal.Luar Biasa !, dari layar nampak persis seperti mata saya ada didalam badan Pak Sebastian. Saya dan Fanny tertawa ketika nampak adanya batu kecil di Ginjal sebelah kiri Pak Sebastian, Pak Sebastian langsung meringis kawatir.

    “Tenang saja Pak, masih kecil sekali, pakai obatpun saya harapkan bisa hilang”.

    “Saya gantian, Pak” Fanny ikut-ikutan muncul suaranya setelah takjub melihat percobaan saya pada pak Sebastian.

    Saya mendadak bengong, selain ruang yang penuh dengan alat elektronik dan hanya ada meja pingpong ini, hanya ada Saya, Fanny dan Pak Sebastian.

    Saya memandang Pak Sebastian, nampaknya dia mengerti kejengahan saya,

    “Iya, pak dicoba saja pada Fanny, sekalian untuk dicoba untuk melihat telur dan rahim”,

    “Tapi.”kata saya.

    “Sudahlah pak,

    dicoba daripada nanti kita diklaim nanti saya yang repot” dia menyahu

    “Cobalah Pak, tidak usah sungkan, biar saya pamit pulang dulu” Pak Sebastian matanya nampak serius, tapi nampak diujung bibirnya senyum kecil, pengertian sekaligus menantang saya untuk “memeriksa”

    Fanny. “Pamit Pak !, saya pulang dulu”

    Langsung dia ngeloyor pergi, mungkin kelelahan, mungkin tidak ingin mengganggu “acara” saya dengan Fanny.

    Setelah Pak Sebastian tidak lagi di ruang, tinggal saya bersama Fanny,

    “Jadi, Pak ?” suara Fanny kembali muncul, saya hanya bisa mengangguk-angguk

    ‘Ya, silahkan”.

    Tanpa ragu sedikitpun Fanny melepas kancing bajunya dan membaringkan diri di meja pingpong, nampak BH Krem dan sebagian payudara yang menyembul, kulit yang putih dan sangat bersih. Aduh…”My Dick” mendadak bangkit ditengah malam !.Cerita Sex Dewasa

    Mulailah saya memberikan pelincir di perutnya yang putih dan kencang, “Hi-hi-hi, dingin, pak”. ketika pelincir menetes diperutnya. Saya periksa lambung dan ginjalnya, normal semuanya. Saya tidak berani memeriksanya lebih lanjut.

    “Pak, sekalian yang lain, mumpung gratis”.

    Saya mulai menggerakkan prop USG ke bagian tubuh atasnya, karena BHnya masih ditempat tentu saja saya tidak bisa mengarahkan prop tepat ke Jantungnya

    “Fanny, eh.eh.”.

    ”Oh, ini Pak” Sambil memegang BHnya ” Sebentar, Pak” dengan gaya akrobat seorang wanita, BH Fanny sudah terlepas.

    Nampak payudara yang sangat indah di depan saya , puting yang kencang dan bagus , payudaranya walaupun tidak besar akan tetapi kencang, nampak kenyal dan sangat proporsional kiri dan kanan. Saya mulai mengarahkan prop USG ke arah Jantungnya dengan menggesernya dari daerah perut.

    Nampaknya Fanny menikmati geseran prop USG tersebut, kedua putingnya nampak mengeras menjulang. Lebih gila lagi malahan sekarang dia menutup kedua matanya, sambil berdesis pelan. Saya arahkan prop USG tepat di jantungnya, dengan pembesaran 200 X, saya mulai “membaca” ruang-ruang jantungnya.

    Karena saya mencoba menelusuri bagian kiri dan kanan jantung, tentu saja saya harus berulang-ulang menggeser prop USG, sambil mengatakan padanya apa yang saya baca dari layar monitor. Tak pernah sekejappun Fanny membuka kedua matanya, sambil terus berdesis-desis pelan.

    “My Dick” sudah tidak tahan lagi, lihat keadaan seperti ini. Saat tangan kanan saya memegang dan menggeser prop USG, entah dari mana mendadak refleks tangan kiri meremas payudara kanan Fanny.

    Saya remas-remas dan memain-mainkan pelan payudaranya. Desis Fanny makin jelas kentara,

    “Terus.Pak”…”Terus Pak” Fanny berbisik

    ”Mana tahan” pikir saya.

    Sudah tidak ingat lagi antara boss dan karyawatinya. Saya letakkan prop USG tersebut, sekarang yang memeriksa jantungnya adalah tangan kanan saya di payudara kirinya. Saya isap-isap dan gigit-gigit pelan payudaranya. “Enak Pak.terus.terus” sambil tetap terus menutup mata.

    Saya jilat-jilat dan ciumi perutnya, tangan kanan saya sekarang sudah berpindah ke arah selangkangannya yang masih terbalut rapi dengan rok. Saya elus-elus dengan halus selangkangannya, terasa lembab. “Eh.eh..eh.enak pak”

    Saya masukkan tangan saya kedalam roknya, teraba CD-nya, basah nian, kakinyapun tidak lagi sejajar seperti tadi, sekarang kakinya mementang lebar-lebar memberi kesempatan tangan saya untuk mengeksplorasi selangkangannya lebih lanjut.

    Saya tarik tepi CDnya, teraba vulvanya yang sudah basah, saya gosok pelan-pelan bibir dalam vaginanya. Lendir vaginanya mempermudah saya untuk menggosok-gosok jari tengah saya ke vaginanya, juga kelentitnya. “Ekh..ekh..ekh”..makin keras suara Fanny.

    “Sebentar yaa”..mendadak saya bangkit, saya segera matikan USG dan lampu ruang elektronik yang terang benderang itu dengan segera. Saya lepas segera semua baju yang saya kenakan juga CD saya. Saya sudah tidak sabar lagi.

    Fannypun juga tidak mau kalah, tanpa diperintahkan, langsung dia lepas semua baju, rok, dan CDnya. Dari remang-remang penerangan dari ruang sebelah sekarang nampaklah Fanny yang telanjang bulat dan menakjubkan. Bukit kewanitaannya dipayungi oleh rambut yang lebat,

    “Pantas, alisnyapun lebat” pikir saya. Kini saya langsung mengarahkan mulut saya ke vaginanya, karena lebatnya “hutan” kewanitaannya, saya terpaksa menggunakan kedua tangan saya untuk menyibak “hutan”nya. Gantian sekarang malah Fanny yang mengelus-ngelus dan memilin-milin payudaranya sendiri.

    Memeknya berbau khas yang agak keras dan berasa asin, seperti keju belanda. Maklumlah, kami berdua tidak sempat mandi sejak pagi hari tadi. Tapi sudahlah mulut saya sudah dalam posisi itu. Saya jilat-jilat kelentitnya dan naik turun di bibir dalam vaginanya naik – turun.

    “Pak, masukin.pak” Fanny memohon. Tanpa perintah kedua, saya berdiri. Saya tarik tubuh Fanny ketepi meja pingpong, segera saya masukkan “tongkat naga” saya ke vaginanya.

    “Bless…” tanpa kesulitan saya masukkan

    “My Dick” saya, karena lendir di vagina Fanny sudah membanjir, selain posisi saya yang berdiri mempermudah hal itu. Saya pegang pinggulnya, saya tarik dan dorong tubuh Fanny, sesuai dengan arah laju pinggul saya yang maju mundur.

    “Ekh..ekh..ekh”.terus menerus suara Fanny terdengar keenakan. Setelah 10 menit mendadak tangan Fanny memegang sangat keras kedua tangan saya yang sedang memegang pinggulnya ‘Maaasssss..” Fanny menjerit tertahan…pada saat yang bersamaan, vagina Fanny berdenyut-denyut keras

    “My Dick” saya yang didalamnya seperti diremas-remas dengan lembut oleh vaginanya. Fanny orgasme hebat, pantatnya tidak lagi terletak dimeja pingpong tapi terangkat keras keatas. Rupanya dia sedang menikmati semaksimalnya orgasme dan keheningan sesaat yang timbul pada dirinya.

    Setelah dia agak tenang, saya baru kembali memompanya, terasa agak kering sekarang vaginanya, habis lendirnya

    “Sakit, mas..sakit, mas” dia mengeluh.

    “Tanggung” pikir saya. Segera saya ambil pelincir USG yang tergeletak dekat kami, saya olesi kepala “My Dick” saya dan juga vagina Fanny, segera saya masukkan kembali “My Dick” saya kedalam vaginanya, sekarang kembali licin seperti semula.

    “Terus. mas, enak”…saya tetap dalam posisi semula, sekarang dengan bekal sedikit pelincir diibu jari saya, saya bantu Fanny dengan menggosok-gosok kelentitnya. Kali ini, sungguh sulit saya orgasme, konsentrasi saya buyar total, setelah Fanny memanggil saya dengan sebutan “Mas”, aduh saya ini boss-nya.

    Tapi “what the hell, what will be, will be”. Kembali saya berusaha konsentrasi untuk mengeluarkan semua isi “My Dick” saya. Rupa-rupanya “perkosaan” saya dengan ibu jari kanan saya memakai pelincir di kelentitnya mengundang kembali orgasme Fanny. Sedangkan otak saya masih berperang antara “Mas dan Pak”.

    “Tahan mas.tahan.saya mau keluar lagi”..dalam hitungan menit muncullah “Maaasss.masss..masss.” dan remasan lembut vagina Fanny yang berdenyut-denyut di “My Dick” saya. Fanny orgasme untuk kedua kalinya, tetapi tidak sehebat yang pertama, tangannya meremas keras tangan kiri saya,Cerita Sex Dewasa

    sedangkan tangan kanan saya masih aktif di kelentitnya. “Rugi, kalau saya tidak orgasme” pikir saya. Segera gantian saya menutup mata, konsentrasi penuh membayangkan vaginanya Sharon Stone. Saya percepat pompaan saya di selangkangannya.

    “Akkkkhhhhhhhhhhh..” saya mendengus panjang, saya keluarkan semua isi “My Dick” saya kevaginanya, dan saya tanamkan sedalam-dalamnya “tongkat naga” saya..saya orgasme.
    Saya tergeletak disamping Fanny, dua manusia telanjang bulat dengan vagina dan “My Dick” yang berleleran sperma.

    Baca Juga Cerita Sex Lobi – Lobi

    Fanny memeluk saya , dijilat-jilat pelan telinga saya “Maaf ya mas, sejak tadi malam memang saya lagi “kepengin”” Fanny berbisik. “Puas mas ?, saya puas sekali”. Saya mengangguk.

    “Ayo kita pulang” saya mengingatkan, jam sudah menunjukkan jam 2 malam. Segera kami berdiri dan merapikan baju, Fanny kekamar mandi membersihkan sisa-sisa sperma yang berleleran di vaginanya.

    Saya sekarang sendirian di ruang elektronik, lampu sudah saya hidupkan kembali, sambil merokok dan menunggu Fanny kembali ke ruang ini, saya termangu-mangu. “Aduh, sekarang dia panggil saya Mas, padahal saya bossnya, belum lagi kalau dia hamil”

  • Sekali Dayung 2 Vagina Ternikmati

    Sekali Dayung 2 Vagina Ternikmati


    15 views

    “PermisiiiIII………?” Terdengar suara dari arah pintu depan rumah ku, lalu beberapa suara lain, berbicara pelan, kira-kira tiga suara, 1 laki-laki 2 perempuan, agak asing tapi mirip suara pamanku.
    ” yaaa….” Ku jawab dan Langsung bergegas kutinggalkan meja makan diruang tengah menuju pintu depan, untuk ku buka.

    cerita-sex-dewasa-sekali-dayung-2-vagina-ternikmati

    Setelah terbuka ternyata memang pamanku, adik dari ibuku, bersama 1 orang perempuan yang kukenali sebagai tanteku dan….satunya lagi seorang perempuan muda berjilbab, maklum belum seminggu lebaran, tapi tidak aku kenali.
    “Eh Om Pras, Tante,.” sapaku dan langsung kusalami tangan Om ku , lalu berpindah ke tanteku, wanita yang amat kukagumi sedari aku kecil dulu saat mereka pertama berkunjung kerumah kami, saat itu aku masih duduk dibangku smp, kemudian kusalami juga gadis manis yang datang bersama Om ku, saat kusalami tangannya Om ku berkata
    “ …Dia Sandra, Tom. Anak Om…” lalu kujawab sekenaku
    “oh ya Om”.
    “ hai, saya Tomi..”
    “Sandra” jawabnya,sangat singkat dengan senyum manis seperti ibunya. M

    aklum, aku sering bertemu dengan Om pras dan jelas mengenalinya, tapi tidak putrinya ini. Dulu setiap lebaran berkunjung Sandra tidak pernah ikut, selalu dengan alasan ada di rumah nenek dari ibunya. Jadi ya… baru ini melihat dan kenalan langsung,tapi entahlah kalau saat kami masih sama2 kecil dulu, udah lupa tuh..

    ‘Ayah Ibumu mana?”Tanya tanteku..Cerita Sex Dewasa

    belum sempat kujawab sudah muncul suara ibuku dari arah halaman belakang… nah berhubung lagi pada kangen-kangenan, dan ngobrol ngalor ngidul, aku permisi deh… mau beli rokok,maklum baru abis makan, asem mulut rasanya..

    “Om, Tan..Aku kebelakang dulu ya ?” pamitku diantara mereka,
    “ eh ya Tom” jawab Omku, Lalu” Ajak nih Sandra jalan,Lihat-lihat sekitar..”
    “Iya Om…”

    Sandra pun ikut pamit pada ayah dan ibuku.hingga akhirnya kami kembali lagi kerumah.

    Sesampainya dirumah, ibuku menyambutku dengan pertanyaan

    ” Tom, mau gak kuliah di batam?”saat itu aku tinggal di cilegon.
    “ Pindah , maksud ibu?’jawabku.
    “ iya, nanti tinggal di rumah Om pras, sambil jaga rumah. Om ‘kan jarang pulang trus tantemu juga sibuk, rumahnya sering ditinggal kosong, mau ‘kan?
    “ya, terserah ibu,.. ‘gimana baiknya, aku nurut aja” jawabku saat itu,

    meski sebenarnya aku senang sekali, bisa melihat tanteku yang cantik setiap hari, yang aku impi-impikan dari dulu, yah…tanteku memang cantik, tinggi meski sekarang terlihat agak gemuk, tapi menurutku malah tambah montok, kadang menghayalkan dirinya telanjang.. trus, aku nenen di teteknya…dan….entahlah kenapa aku sangat menyukai tanteku, apa aku Oedipus kompleks, ah bodo amat,laki-laki normal manapun pasti menyukainya. Bahkan nantinya aku akan serumah dengan doi… wow asyiiiik.

    telah berselang 2 minggu dari kedatangan Om dan tanteku kerumah, dan mengurus kepindahan kuliahku, aku berangkat ke pulau batam, berbekal alamat yang diberikan Omku.

    selamat datang di bandara Hang Nadim Batam

    jam masih menunjukan pukul 9 pagi saat kuturuni tangga pesawat yang membawaku dari cengkareng ke pulau batam. setelah mengambil koperku dan sebuah boks berisi oleh-oleh langsung kupesan taxi dengan tujuan,…….. alamat yang pamanku berikan….15 menit berselang, taxi yang kutumpangi telah memasuki sebuak kompleks perumahan dilereng bukit, yah.. kompleks perumahan Bukit Indah Sukajadi.. tak lama taxi berhenti di depan sebuah rumah besar, diujung sisi kiri atas kompleks tersebut. Melihat nomor rumah yang tertera di gapura pagar rumah besar itu, aku yakin ini rumah pamanku.

    Kubayar taxi lalu turun….ku pencet bel di samping nomor rumah itu, beberapa kali, kutunggu sesaat….kupencet lagi…lalu, seseorang datang,karena pagar rumah yang tinggi dan agak tertutup, tak jelas siapa yang datang, setelah pagar terbuka ternyata Om ku yang membukakan…” hei.. Tom, akhirnya sampai juga…, kok gak nelpon dulu?”sapa Omku

    “ ‘kan bisa Om jemput.” Lanjutnya. “ gak Om, ibu bilang takut gak ada orang disini, dan gak repot kok cari alamatnya..” jawabku
    “ ayo masuk..”ajaknya..lalu menyuruh seorang perempuan dengan pakaian sederhana, cukup manis, muda dan yah lumayan seksi, hehehehe….. dasar otak lendir……
    yang kebetulan ada di samping rumah untuk membantuku membawa koper dan bawaan ku yang lain,..
    “kebetulan kamu datang, nanti malam Om harus berangkat lagi ke inggris, untuk kira-kira 6 bulan kedepan, urusan kerja.” Yah.. begitulah, sebagai seorang mekanik kapal tanker perusahaan minyak di inggris, Om pras harus rela bekerja lama tidak pulang.
    “ tenang aja Om, ‘kan ada Tomi di sini” jawabku santai
    “ yah sukurlah, masalah kuliahmu nanti di urus teman Om, nanti Om telponin, biar diurus
    semua olehnya,kamu santai aja,okay.
    “ iya Om”jawabku
    “ nah sekarang Istirahat dulu sana, kamarnya udah disiapin sama juju, kalo perlu apa-apa tinggal minta aja sama juju.”..ooo ternyata nama pembokatnya “juju”, cukup sederhana..

    Kabarnya lagi sih, janda kembang. Aku pamit pada Om ku untuk istirahat, sore nanti mau mengantarnya ke bandara….
    Selamat jalan Om, sampai jumpa 6 bulan yang akan datang…..

    Kan kujaga istrimu, anakmu serta pembantumu yang seksi-seksi itu, siang malam…

    Ohhhhhh.. ini minggu ketiga setelah Om ku pergi…semua biasa-biasa aja, tanteku sibuk dengan aktifitasnya sebagai seorang manajer keuangan perusahaan asing di pulau ini, Sandra sibuk dengan sekolah nya, juju sibuk dengan urusan rumah sedang aku belum ada kegiatan, karena belum ada kabar dari teman Om pras yang mengurus tempat kuliahku yang baruu……………tak ada yang special…..sampai suatu sore.

    “juuuu…” suara tanteku memanggil pembantunya dari dalam kamarnya di lantai 2.

    berselang satu ruang dengan kamarku, terpisah oleh kamar Sandra, disamping kamarku.

    “ya Nya..” jawab juju, sambil bergegas menuju kamar majikannya.

    Setelah itu tak ada suara, sepi,..1 jam kemudian terdengar pintu kamar terbuka, kamar tanteku,

    Karena ingin melihat tanteku, maka aku mengintip dari pintu kamarku yang ku buka sedikt. Ternyata bukan tanteku, tapi juju, keluar kamar dengan terburu-buru meuju kamarnya di lantai bawah. Penasaran, kuikuti perlahan juju dari belakang, melewati kamar Sandra yang selalau kosong di sore seperti ini, lalu pintu kamar tanteku yang tidak tertutup rapat, mungkin karena juju tadi terburu-buru. Kubuat langkahku tidak terdengar saat melewati kamar itu sambil mataku melirik kearah pintu mencoba melihat kedalam.Cerita Sex Dewasa

    Ooops, terlihat tanteku tertidur di ranjangnya dengan wajah menoleh membelakangi pintu namun tak ada sehelai benangpun menempel di tubuhnya yang montok, dengan sedikt lemak diperut, buah dadanya yang montok membuat jantungku deg-degan dan kaki berat unruk melangkah tapi takut kalau ketahuan, tanpa sadar ada yang mengembang didalam celana pendekku sore itu,..oohh.. Mupeng neh dan apa itu….sebuah benda menyerupai pipa berwarna coklat muda tergeletak di sisi paha mulusnya dengan dihiasi jemby yang rapi di pangkal paha, ya… itu penis buatan.

    Lalu apa yang terjadi baru saja di kamar ini… ohhh….ya.. juju pasti tahu, tapi tak mungkin dia akan cerita, aku harus cari tahu semua ini.

    Malam itu kulewati dengan bayangan tubuh tanteku yang aduhai serta sejuta pertanyaan tentang apa yang terjadi tadi sore…hingga tak terasa aku bangun kesiangan.

    Jam 10 pagi, saat aku terbangun karena ada suara dikamarku, ternyata juju.
    Aku terbangun karena kaget, hingga membuat juju nampak takut, kalau aku marah karena mangganggu tidurku,

    “maaf den, “ katanya.
    ” juju Cuma mau bersih-bersih”
    “ gak papa kok” jawabku sambil mencoba bangun dan menyingkap selimut dari tubuhku, ow..dengan cepat kutarik lagi selimut ku,karena tanpa kusadari penisku sedang bangun pagi ini.

    Ternyata juju tahu reaksiku yang batal turun dari tempat tidur

    “kenapa den?’ Tanya juju
    ‘”Gak pa pa kok” jawabku, ternyata juju hanya basa basi, melihat wajahnya yang bersemu merah aku yakin dia sudah melihat penisku yang bangun di dalam celana saat aku masih tertidur tadi. Karena aku tak pernah pakai CD saat tidur.

    Terlebih melihat posisi selimut yang rapi, menutup tubuhku,karena biasanya saat aku bangun, selalu acak-acakan.

    “ ju, jujur ya… kamu lihat ‘kan?” tanyaku…
    “ apa den?’ Tanya juju kembali dengan senyum dan mata yang genit. Kampret…
    “iya, tapi kan gak tahu bentuk aslinya den” tambahnya sambil berjalan menuju kamar mandi kamarku, saat itulah kulihat tubuh bahenolnya melenggok didepanku.

    Membuat darah ku pagi ini langsung naik ke ubun-ubun…..juju pasti memancingku..

    Dengan cepat kubangun dan menyusul juju ke kamar mandi, sampai di pintu ternyata juju sedang menyikat lantai kamar mandi sambil berlutut menyembulkan pantatnya yang bulat membuat penisku semakin tegang seolah ingin merobek celana pendekku, aku harus lampiaskan ini.

    Merasa ada yang memperhatikan, juju membalikakan badannya, dan kali ini memperlihatkan buah dadanya yang hampir jatuh tak tertahan oleh BH nya, dengan leher daster batiknya yang memang lebar membuat dadanya nampak jelas terlihat belahannya.

    “ mau mandi den?” Tanya juju sambil berdiri
    “ ah belum” jawabku sambil tangan ku menekan penisku supaya tidak terlihat nongol

    tiba-tiba juju berjalan hendak keluar kamar mandi, saat itulah kutahan dia dengan menyilangkan tangan kiriku menutupi pintu kamar mandi, membuatnya tak bisa keluar, dan tangan kananku tetap menekan penisku.

    “kenapa Den?” Tanya juju, melihatku meringis.
    “Sakit ya?”tanyanya lagi
    “ enggak “ jawabku
    “trus kenapa dong?” lanjutnya..
    “ini nih” jawabku sambil tangan kananku kuangkat dan kutunjukkan penisku yang menonjol di dalam celana padanya.
    “ih den genit, jangan ah den, gak boleh,” katamya
    “tolonglah juuu” rengekku
    “tolong apa den?”sambil matanya genit melirik kearah penisku.

    Aku tahu juju juga sebenarnya kepengen, karena juju sudah menjanda sekitar 3 tahun.

    “mau ‘kan?” tanyaku sambil menyerangnya dengan ciuman kearah bibirnya dan tangan kiriku kearah dadanya.
    “jangan den, nanti ketahuan nyonya, saya bisa di pecat” pintanya sambil mendorong tubuhku
    “nyonya ‘kan gak ada” lanjutku, dengan tangan kiriku masih menempel di dadanya

    ternyata juju juga udah horny dari tadi saat aku tertidur dengan penis yang terbangun

    “tapi den…” suaranya lemah menahan remasan tanganku didadanya
    “gak apa-apa…” jawabku, sambil menyerang lehernya dengan kecupan dan bermain di sekitar cupingnya.

    Busyeet ni pembantu bisa wangi begini.. tambah nafsu aja jadinya

    “den….” Terdengar lagi suara juju melenguh…sambil menyenderkan tubuhnya kedinding kamar mandi.

    Oops… berani juga nih juju.langsung main pegang aja penis orang. Sesaat matanya terbuka, ketika menggenggam penisku.

    “ wah panjang ya punya aden..” suaranya agak serak terdengar, aku asyik aja terus menjilati lehernya sampai ke cuping juju dengan tanganku masih bermain didada juju.

    Dengan kondisi seperti itu,kuhentikan permainan sambil berdiri tadi dan kutarik juju mendekati kloset duduk kamar mandi. Lalu aku duduk duluan, melihat wajahnya sudah merah menahan horny, kujongkokkan juju menghadap penisku. Tanpa diperintah juju langsung menarik kolorku hingga mencuat penisku yang tegang banget itu.

    Dengan tetap menggenggam penisku, juju sempat melirik nakal kearah ku, kutahu maksudnya, akupun akhirnya menarik daster batiknya untuk kubuka, lalu pengait BH nya, kini juju hanya pakai cd dan jongkok siap mengulum penisku, tanpa basa basi kubuka kakiku lebar-lebar memberikan jalan untuk juju lebih dekat, supaya lebih bebas blow job nya, dan akupun lebih enak mainin dadanya yang masih kenceng. Meski janda tapi juju belum punya anak, pentilnya pun masih kemerahan dan kecil layaknya perawan.

    Gila…sedotanya bersih, gak nyenggol gigi sedikitpun, pengalaman kayaknya neh, sambil terus kuremas dadanya, terlihat juju sesekali merubah posisi kakainya seolah tak tenang. Melihat nya seperti itu kuhentikan blow job nya, akupun ingin melihat yang lain sebelum permainan di lanjutkan. Kugerakkan tanganku memberinya kode untuk berdiri.

    Jujupun berdiri didepanku yang masih duduk di kloset. Kini posisi kepalaku tepat di depan segi tiga mautnya, kurenggangkan kedua kakinya.

    Kuraba selangkangannya…. Ya…memang sudah basah, dengan aroma khas menggiurkan.

    Kumainkan jariku diluar Cd nya yang basah, membuatnya menggoyangkan pinggulnya beberapa saat menahan nikmat, dengan suaranya agak melenguh serak. Lalu kutarik Cd nya ke bawah dan kulepas membuat vaginanya kini jelas terlihat segar dan sedikit mengkilap karena sudah basah, dan jembutnya yang tidak terlalu lebat nampak terawat dan bersih, layaknya perempuan kelas atas. Tanpa berlama-lama langsung kumainkan jariku di klentitnya yang mengkilat, sesekali kumasukkan jariku sedkikit kedalam vaginanya, membuatnya semakin tak tenang berdiri

    “ohhh…den… enak den..” desahnya

    kumainkan juga dadanya sambil kuciumi pusarnya ,yang memang tubuh juju terawat dan bersih, meski doi seorang pembantu. Melihatnya semakin tak tenang berdiri dan vaginanya yang semakin basah, kuhentikan permainan dan kutarik tubuhnya mengangkang di atas penisku yang sudah tak sabar ingin merasakan vagina yang indah itu. Kurapatkan kakiku hingga juju bisa mengangkang diatasku, kuarahkan penisku kearah mememknya yang semakin basah

    “OOOhhh….” Desahnya sedikit teriak saat penisku ku lesakkan masuk ke vaginanya.

    Meski basah tapi tetap seret. Gila …. Susah juga melesakkan penisku langsung kevaginanya, dengan ditekan tubuh juju, dengan pantat yang bulat bahenol, akhirnya masuk juga seluruh batang penisku. Sesaat setelah masuk, kuremaskan tanmganku di pantat bulatnya menariknya semakin rapat ketubuhku, kudiamkan sesaat penisku didalam vagina juju, merasakan sensasi hangat rongganya. Juju mulai bereaksi santai menggerakkan pinggulnya kedepan dan belakang saat ku ciumi dada montoknya yang kian mengencang. Tak ada suara, kulihat juju hanya menggigit bibir bawahnya, dan sesekali menarik nafas panjang. Benar-benar di nikmatinya penisku didalam vaginanya,.

    Juju hanya bergerak santai maju mundur, dan kurasakan penisku seperti di pinjat perlahan, memang nikmat sekali, kuikuti permainan juju yang santai itu sambil terus kucium dan kusedot putting susunya,membuatnya hanya sesekali menyentakkan pantatnya saat kusedot kuat putingnya. Sekitar 10 menit ku ikuti permainan juju hingga terdengar suaranya.

    “den juju pingin pipis”….seiring gerakan pantatnya yang kian cepat dan bahkan terangkat hingga setengah panjang penisku. dan semakit cepat.

    Kuhentikan ciumanku di putingnya, hanya membenamkan wajahku di antara dada montoknya. Kubantu gerakan naik turunnya dengan mengangkat dan meremas pantanya yang bulat kenyal itu. Tangan juju sibuk meremas rambutku, mengacak-acaknya. Juju menuju klimaksnya…..”den…oh…den…..oh….”suaranya melemah seiring gerakkan pantatnya yang juga melemah. Kurasakan ada yang meleleh keluar dari vaginanya saat juju menghentikan goyanganya.

    “maaf ya den, juju gak tahan..udah lama juju gak disetubuhi, 2 tahun lebih..” .. ucapnya sambil berdiri membuat penisku terlepas dari vaginaya yang basah.

    Gila, lama juga vaginanya nganggur…bathin ku. Juju lalu jongkok lagi dan mulai menciumi ,menjilat dan mengulum serta menyedot penisku dengan semangat, lebih heboh dari yang pertama. Sepertinya dia ingin membayar kepuasan yang telah ia dapatkan. Kali ini aku sandarkan tubuhku dan hanya menikmati sedotan di penisku. Setelah beberapa menit, kuhentikan kepala juju, yang lagi nyedot penisku. Kuajak ia berdiri dan kubawa ke tempat tidur. Kubalikkan badannya, kusuruh ia berpegangan pada ranjang dan membuatnya nungging, terlihatlah belahan vaginanya yang kemerahan, sekarang agak kering. Dengan penisku yang masih berdiri tegak dan basah bekas liur juju, kulesakkan masuk ke vagina juju dari belakang.

    Sambil menungging kulihat juju melihatku sambil menggigit bibirnya sendiri lalu terdengar suaranya lirih

    ”oooohhh,,,,”

    kali ini agak lancar melesakkannya. Seperti tadi, kubiarkan beberapa saat penisku didalam vaginanya,merasakan kehangatan sesungguhnya dari perempuan. Sambil kuraih dadanya, kuremas keduanya membuat juju melenguh nikmat beberapa kali , sambil mengangkat tubuh depannya, setengah berdiri, lalu turun lagi keposisi semula. Saat itulah mulai kutarik dan kumasukkan penisku perlahan, kurasakan seret vagina juju saat pertama kusodok namun, lama kelamaan mulai licin kembali, dan juju pun mulai menggoyang pinggulnya memutar, lalu kurasakan denyutan dalam vagina juju, seiring suara juju terdengar serak

    ”juju mau keluar lagi den..ooookhhh…denn enaak dennn…nungging gini enak bangetss uuukkhhh”

    Namun kali ini kubiarkan penisku terus maju mundur dalam vagina juju..meski kurasakan juju makin melemah berdirinya. Merasa juju tak melawan dalam posisi itu, kucabut penisku, lalu, kubalikkan tubuh juju hingga terlentang di ranjang.

    “maafin juju ya den, abis penis den tomi hebat sih.” terdengar juju bicara pelan..
    ”sekarang terserah den tomi deh, juju ladeni..” lanjutnya

    Aku hanya senyum-senyum, sambil kedua tanganku membuka kedua kakinya lebar-lebar, menyembulkan vagina juju yang kian memerah.

    ”gak pa-pa kok” sahutku sambil kudekatkan tubuhku dan kuarahkan penisku ke vaginanya..

    Srrreeet..slup..agak seret vagina juju.. mulai kering setelah klimaksnya

    Seperti biasa aku suka membiarkan penisku beberapa saat diam didalam vagina juju, merasakan kehangatan, sambil ku kenyot puting susunya..

    Terlihat juju kembali menggigit bibirnya menahan terobosan penisku…

    Tanpa suara membiarkan bibirku menyerang dada dan lehernya..

    Setelah beberapa saat kemudian, kurasakan ada gerakan memijat pada penisku, ternyata juju menggoyangkan pinggulnya, barulah aku mulai menarik kontoku setengah lalu kumasukkan lagi membuat juju menarik nafas dalam sambil masih menggigit bibirnya..

    Aku suka gaya bercinta juju yang kalem.. membuatku makin semangat menggali kenikmatan tubuhnya. Kutarik dan kudorong terus penisku membuat juju pun makin menggila menggoyangkan pinggulnya hingga terasa ada yang memijat penisku.. gila nikmat banget… Hebat betul goyangan janda satu ini…

    Lalu kurasaka ada gerakakn memijat dan sedotan yang hebat dalam vagina juju menbuat penisku agak seret keluar masuknya..dan kurasakan juga seperti ada sesuatu yang akan keluar dari penisku…

    ”den… juju mau keluar lagi niih…” rengeknya…
    ”iya, saya juga juuu..“ balas ku

    Juju memang makin menggila menggoyang pinggulnya, hingga terasa bergoyang tempat tidurku itu..

    Tak lama terdengar suara lenguhan setengah menjerit dari bibir juju, bebarengan dengan muncratnya pejuh dari penisku…

    ”deeenn okhh…okhhh… okhh…”

    Kubiarkan pejuhku muncrat didalam vagina juju, sambil terus kugerakakn penisku maju mundur yang semakin pelan… dan kubiarkan diam didalam vagina juju sambil kuciumi dada montoknya.. kurasakan tubuh juju melemah dan memejam sesaat setelah puncaknya yang ketiga itu..

    Kucabut penisku dari vaginanya yang basah dan hangat itu, lalu terlihat ada sedikit cairan kental mengalir keluar,…yah sisa pejuhku… ikut keluar..

    Namun juju masih terlihat terpejam seakan masih menikmati sisa kenikmatan tadi. Kubiarkan juju tergelatak di tepi ranjangku, dan kulangkahkan tubuhku kekamr mandi, lalu langsung kuguyur seluruh tubuhku..segar …setelah sebuah kenikmatan bersama juju, Pembokat seksi Omku.

    Setelah cukup kurasakan segarnya mandi pagi itu, kulangkahkan tubuhku keluar kamar mandi, namun juju sudah tak ditempat tidurku, meninggalkan tempat tidur yang sudah tertata rapi… Yah .. thank you lah juuu… Thank you for your service…

    kuawali hari itu dengan senyum segar , hingga sekitar pukul 3 sore kulihat tanteku sudah datang, pulang dari kerja, namun tidak sendiri, kulihat doi bersama seorang wanita sebayanya, mungkin teman sekantornya, melihat gaya pakaian layaknya wanita kantoran. Duduk sejenak di ruang tamu, basi basi dan sedikit tawa, lalu terlihat mereka berjalan menuju kamar tanteku…Cerita Sex Dewasa

    Tanpa berpikir yang lain langsung kucari tahu, tapi tidak mengintipnya, tapi menanyakan pada Juju..yah pada juju. Langsung kucari juju yang ternyata sudah ada didapur menyiapkan makanan untuk tanteku dan temannya.

    ” Ju, tadi yang datang siapa..” tanyaku pada juju sambil memperhatikan tubuhnya yang sedang sibuk menyiapkan makanan.
    ” itu Ibu Lola, teman nyonya.., kenapa?” juju balik bertanya.
    ”enggak, kok pake naik kekamar segala..?” makin penasaran, sambil memancing juju untuk jujur padaku.
    ” ehh, emang gak boleh..?” jawabnya sambil senyum genit.

    Kali ini kudekati juju sambil kuraba pantat bahenolnya

    ”iya tapi kan, gak mesti di kamar to..?” kilahku makin memancingnya buka mulut.
    ”nah itu dia, terserah Nyonya mau ajak tamunya kemana..” jawab juju centil, dengan tetap membiarkan pantatnya kuremas..
    ”tapi gak terjadi apa-apa ’kan?” Tanyaku lagi, sedikit menyelidik
    ”maksudnya..?” timpal juju
    ”yah.. kamu kan tahu?” lanjutku
    ” tahu apa den?” juju agak serius
    ”jujur deh?’ tambahku
    ”jujur apa den, emang ada apa?” juju tambah serius berlagak gak ngerti.
    ” kamu ’kan tahu kesenengannya Nyonya, kalo udah dikamar sama perempuan lain?” pancingku
    ”ihhh. Aden ini mngomong apa sihh..??/” jawabnya dengan mimik wajah yang berusaha menutupi sesuatu..
    ”ayolah ju, jujur aja..” ucap ku, sambil tambah kencang meremas pantatnya…

    Juju nampak kikuk,… salah tingkah, bukan lantaran remasan tanganku pada pantatnya tapi.. antara ingin terus terang dan takut.

    ’juju takut den” tiba tiba juju bicara lagi setelah cukup lama terdiam.
    ’gak pa-pa” timpalku.. sambil mendekatkan wajaku kesamping wajahnya dari belakang.
    ” kamu kan pernah sama Nyonya” mendengar itu juju langsung membalikkan badan dan menatapku tajam.
    ” aden tahu?” dengan mimik takut bercampur kaget, dengan polosnya juju bertanya.
    ”iya..kemarin sore” jawabku…

    Dengan wajah memerah juju langsung membalikkan badan…

    Lalu terdengar lirih suaranya,

    ” Juju takut di pecat den”
    ”kenapa?” tanyaku berlagak serius
    ”Nyonya memang suka ngajak juju, kalo ndak mau juju nanti di pecat” keluhnya
    ” tapi Cuma pake mainan, kaya penis dari karet kok den” lanjutnya
    ”kamu suka?” tanyaku lagi
    ”enggak, juju Cuma pura-pura suka, takut nyonya marah, abis gimana gitu…, lain sama punyanya aden…” jawab juju genit.
    ”jadi sekarang kira-kira nyonyamu itu lagi main-main di dalam sana?” tanyaku lagi
    ” iya den, juju juga pernah diajak mereka berdua, Ibu Lola itu seneng banget kalo begituan, sampe keluar 3 kali…”

    jawab juju dengan wajah nampak memerah, entah teringat saat nikmat itu datang atau malu.

    ”lama dong mereka nanti?’ terus juju kececar pertanyaan
    ” iya, kadang malam baru keluar kamar, sampe makanan ini dingin” jawabnya
    ”Non sandra tahu nggak?’ lanjutku
    ’Enggak, abis non pulang malam terus, kursus katanya, tapi pernah pulang mabuk den, diantar temannya, Nyonya gak tahu” tambahnya
    ” kasian Non sandra” ucapnyaa lirih.
    ” sejak saya di sini nyonya sering begitu den.” lanjutnya.
    ” ya udah, maksih ya ju, kamu udah mau jujur, nanti aku kasih bonus deh” ujarku genit sambil meremas pantatnya.
    ” kapan den?” tanyaya, sambil membalikkan badan,terseyum genit.
    ”besok pagi yah” jawabku sekenanya, sambil meninggalkan juju di ruang makan sendiri, dipenuhi harapan ngentot besok pagi denganku, hehehehe…

    Malam berlalu, sekitar jam 10 malam terdengar suara mobil meninggalkan halaman rumah besar itu, ya.., Tante Lola sudah pulang, diantar Tanteku sampai gerbang… Akhir selingkuh sejenis Tanteku hari itu… Sambil mengatur rencana untuk besok, kututup mataku malam ini dengan rencana setan di otakku..hehehehe……pagi ini aku bangun lebih pagi dan langsung mandi, saat kemudian kudengar pintu kamar mandiku diketuk seseorang, pasti juju, hehehehe… sudah nagih…

    ”den…den…?’ terdengar suara diseberang pintu, suara juju.
    “masuk aja ju”.. jawabku
    “ enggak ah” balasnya terdengar ragu
    ”udah gak apa-apa” rayuku.

    Lalu seseorang membuka pintu kamar mandi yang tak aku kunci itu.

    Nampak juju masuk, dengan memkai daster kembang-kembang, namun tetap dengan model kerah leher yang sama lebarnya dengan yang kemarin, hehehe

    Dengan tetap kubelakangi menghadap shower, juju pun tetap diam menunduk didepan pintu yang sudah ditutupnya itu.

    ” udah sini” pintaku
    ” nanti aj den” jawabnya

    Mendengar jawabnya itu, langsung ku balik badan dan mendekati juju,telanjang.

    Juju tetap menunduk meski terlihat curi curi pandang kearah penisku yang masih belum bereaksi. Kupegang tangannya, kutarik mendekat air shower, juju agak menahan tarikanku, mungkin takut basah. Tapi akhirnya kutarik kuat, juju kini basah di bawah shower itu, nampak lekuk tubuh indahnya,dibalut pakaian nya yang basah, wow seksi memang pembokat satu ini. Membuat penisku mulai bereaksi,mengembang…

    Juju yang matanya tak lepas dari penisku langsung menyambarnya, jongkok dan mulai menciumi, menjilat dan mulai mengulumnya, dibawah pancuran air itu, sungguh sensasi yang sangat menyegarkan di pagi ini.

    Untuk beberapa menit juju nampak serius menm-blow penisku, yang semakin tegang…. …

    ” oooohhhh enak juuu” ucapku saat juju kulihat melirik kearahku..

    Mendengar itu juju kian kuat menyedot penisku…

    Mungkin juju benar-benar ingin membalas semua kenikmatan yang diraihnya kemarin pagi..

    Saat kurasakan cukup untuk sesion ini, kutarik juju berdiri. Kuciumi lehernya, kujilati cupingnya, sambil kuremas dadanya yang masih terbungkus BH dan daster basahnya, namun terlihat juju menikmatinya.. terus kujilati sampai kedada atas depannya yang montok.

    Tak puas dengan balutan pakaian basahnya itu, kutarik keatas dan kubuka daster basahnya, lalu pengait BHnya namun ternyata juju gak pakai Cd, wow ….

    Kini tubuh telanjang juju telah siap untuk kunikmati, dengan kesan basah dari air shower itu membuat tubuhnya makin nampak indah dan mengkilap mulus.

    Langsung kudaratkan mulutku di puting susunya yang mengeras karena nafsu dan dinginnya air pagi itu…kusedot meski bercampur air, kujilati, terus hingga kurasakan juju menggeliat merasakan sensasi kenyotan bibirku.

    Kulanjutkan permainan bibirku menyusuri perutnya…lalu sampai di hutan kecil yang nampak basah oleh air..terus sampai kesela-sela selangkangannya..yang tanpa kuperintahkan sudah dibuka lebar oleh juju, mengharap aku memasuki area itu dengan lidahku, seperti saat pertama kali kemarin… namun tidak ku lakukan.. sengaja, biar membuatnya sedikit tersiksa…hehehe..

    justru aku bangun lagi dan mematikan kran air shower itu..lalu kutarik tangannya ke kloset duduk, dan menyuruhnya duduk. Nah, barulah kedua kakinya kubuka lebar, dengan duduk yang sedikit kutarik ketepi, supaya mudah buatku bermain lidah divaginanya yang menggairahkan itu…

    Dengan bertumpu lututku, ku mulai mainkan lidahku divaginanya..dengan tangan meremas dada montoknya. Membuat juju terdengar melenguh keenakan, dan kaki yang terus bergoyang menahan sensasi yang kuberikan pada vaginanya.

    Kujilati terus hingga kurasakan kedua paha juju mulai menjepit kepalaku dan berkata

    ”juju, mau keluar den…okhhh…okhhh…okhhh…okhhhh…” dan kurasakan jambakan tangannya di kepalaku pun melemah… yah.. Juju sudah sampai klimaksnya yang pertama.

    Tubuhnya yang mulai mengering dari air shower tadi nampak memunculkan warna kemerahan di wajahnya, akibat sensasi klimaksnya tadi…

    ”enak banget den, sumpah…nikmat den, maaf ya den,…nanti juju balas deh..” ucap juju sambil menarik tubuhku untuk berdiri, kuikuti tarikan tangan nya dan kini aku sudah berdiri dengan penisku tepat di depan wajahnya.

    Tanpa bicara lagi, juju langsung mengulum penisku..

    Hangat kurasa penisku didalam mulut juju.. tapi badan kedinginan nih.Cerita Sex Dewasa

    Untuk beberapa saat kubiarkan rasa dingin menyergapku setelah mandi tadi, sambil menikmati sepongan juju…

    Lalu kuhentikan gerakan kepala juju yang asyik mengulum dan menyedot penisku.

    Ku tarik tangannya ke arah tempat tidur, sambil kusambar handuk yang menggantung tak jauh dari pintu kamar mandi. Kusapu sisa air di badanku lalu kuberikan pada juju untuk dirinya mengeringkan juga sisi air di tubuh montoknya..
    Aku duduk lebih dulu di tepi ranjang, dengan penis yang masih berdiri tegak sambil menikmati pemandangan tubuh juju yang sedang disapu handuk olehnya..

    Kulihat juju senyum genit saat mengeringkan selangkangannya, ku hanya senyum, sambil memegang penisku…

    Dilemparkannya handuk basah ku kelantai oleh juju, lalu dengan senyum genit juju ternyata bergoyang erotis di depanku, wow….wow…., juju memberiku hiburan lain, juju striptease didepanku,.. gila.. belajar di mana nih pembokat, gara2 bergaul dengan majikannya pasti nih.

    Dengan meliuk-liukkan tubuh mulusnya juju terus menari didepanku dengan terus mendekatiku, sambil merangkak juju mendekatiku dengan sorot mata sayu kearah penisku..

    Menikmati tarian telanjang juju membuat penisku semakin tegak berdiri..
    Juju semakin dekat, mendekatkan mulutnya ke penisku…meraba pahaku dengan dada montoknya, dan langsung mengulum penisku dengan menggila.

    ”oookkkhhh…..enak juuuu” desah ku agar juju semakin semangat.

    Ternyata benar, juju makin kuat menyedot penisku yang memenuhi mulutnya..
    Kubiarkan sensasi sedotan juju, benar-benar kunikmati permainan juju pagi ini.
    Setelah sekitar lima menit juju menyedotnya, kuangkat kepala juju.
    Juju berdiri tepat didepanku kini…. memberiku kesempatan memainkan kembali puting susunya, kujilati…membuat juju melenguh perlahan.

    Akupun berdiri sambil terus kuremas dada montoknya, memutar tubuh lalu mendorong juju ketempat tidur sambil tetap menciumi dadanya lalu turun keperut dan hutan lebat di selangkangannya…. juju mulai basah lagi, terangsang.
    Akupun ikut naik ketempat tidur..

    Tiba-tiba juju terbangun dari rebahannya, menarikku hingga terlentang, langsung menyambar penisku dengan bibirnya,… gila gak puas – puas nih juju nyepong… tapi kubiarkan.. enak brur.. juju hebat nyepongnya,..
    Melihat penisku yang total tegang, juju menghentikan sedotannya, merayap naik keatas tubuhku, membuka kakinya dan siap menelan habis penisku dengan vaginanya yang basah itu.

    Kubiarka juju beraksi kali ini, dimasukkan penisku ke vaginanya, dipegang dan dituntun kearah bibir vaginanya,menekan dalam-dalam…

    Sreeettt…sluuuppp….kurasaka penisku melesak masuk..hangat…ooookhhhh
    Tahu akan kesukaanku yang selalu mendiamkan penisku sejenak dalam vaginanya, setelah masuk semua batang penisku dalam mememknya, juju hanya menciumi puting susuku tanpa menggerakakn pinggulnya, hangat terasa vagina juju….

    ”ooohhkkkkhh enak ju, vaginamu hangat banget,,,,” bisikku

    Juju Cuma senyum lalu menggigit bibirnya merasakan sensasi hangat yang sama.

    ” penis aden juga hebat, besar keras…juju suka den, biarin lama didalam ya…” pintanya, Aku hanya tersenyum….

    Namun tiba-tiba kurasaka ada gerakakn memijat pada batang penisku, ternyata juju gak tahan juga, dan mulai
    menggoyang penisku dengan santai, enak gila…

    ” enak juu, goyanganmu mantap…” ucapku

    Mendengar itu juju makin bersemangat,memutar lalu mangangkat pantatnya seolah ingin mematahkan penisku…..

    ”oohh ahhh oohhh ” terdengar suara juju sedikit berisik kali ini
    ”enak den… penis aden enak banget…oh ah oahkkhh…” juju meracau..menikmati batang penisku di dalam vaginanya, akupun juga merasakan sensasi lain dari juju kali ini…
    ”terus juuu” pintaku…

    Juju makin menggila, mungkin juju benar-benar ingin memuaskan ku pagi ini…

    Seiring goyangan juju yang menggoyang seluruh ranjangku pagi ini, kuremas dada montoknya sesekali kuangkat tubuhku mendekati putingnya dengan bibirku, kusedot kuat membuat juju menggelinjang dan makin membuat gerakan memutar dahsyat di pinggulnya….kubantu gerakakn pantatnya dengan remasan di pantat kenyalnya dan kadang kuangkat sedikit lalu turun lagi, mengocok penisku…

    ”deeeenn juju mau pipis lagi niiihh…” seru juju sedikit teriak tertahan.
    ” terus juuu goyang aja…” jawabku

    Kurasaka ada yang meyedot penisku dari dalam vagina juju, membuatku serasa ingin keluar juga…

    ”iya juu, saya juga mau keluar niihhh…” seru ku
    ” iya den… ohhhhh ahhh” jawab juju dengan wajah memerah dan goyangan yang makin menggila….
    ”iya..ya..ya..ya…ohhhh ohhhh ohhh ….” juju meracau dan bergetarrr
    ”terus ju…” pintaku melihat juju menegang dan mulai melemah gerakaknnya….

    Tak lama kurasakan ada yang muncrat dari penisku…sambil ku tarik pantat juju makin rapat ketubuhku…kulepaska pejuhku di dalam vagina juju…

    ”oookkkhhh….ohhhh”….teriakku…

    Kurasakan nikmat sekali vagina juju pagi ini…Seiring robohnya tubuh lemas juju di atas tubuhku, kurasakan ada yang meleleh keluar dari vagina juju….hangat….nikmat… mengiringi akhir pacuan mesum ku bersama pembokat seksi ini…
    Kubiarkan tubuhny tetap diatas tubuhku untuk beberapa menit….kupeluk….. akupun ikut melemah dan memejamkan mata… menikmati sisa-sisa kenikmatan pagi ini….

    Tak lama juju membuka mata…

    “maaf den juju ketiduran, abis capek banget,….keenakkan…”ucapnya sambil senyum dan mengangkat tubuhnya bergerak kesampingku….

    penisku pun terlepas dari vaginanya… sudah melemas…basah, sisa pejuh kaki berdua.

    Baca Juga Cerita Sex Tante Ida Yang Cantik

    “ju, nyonya mu itu apa gak suka lagi sama cowok ya…?” tanyaku
    ”ah enggak kok, Buktinya masih mainin penis mainan itu..” jawabnya lugu
    ”aku pengen ngentot dia ju” ucapku
    ”apa???” juju sedikit mengankat tubuhnya melihat wajahku , kaget
    ”yang bener aja den, masa tante sendiri di embat?’ lanjutnya
    ”kan ada juju den” tambahnya, sambil tangannya memainkan penisku, seperti tak rela kalo aku main dengan perempuan lain, wah gawat…
    ”abis dari dulu, aku tuh udah nafsu banget ama tanteku itu” kilahku
    ”kadang sampe mimpi basah..” ucapku berbohong sambil kulihat wajah juju lalu dadanya yang masih telanjang disampingku..
    ”masak sih den?” juju melongo
    ” iya juuu.., kamu mau bantu kan?’ tambahku
    ”apa…????//// wah aden tambah gila nih?” juju kaget
    ”tenang aja juu, aku yang atur, kamu bantu aja,….” rayu ku
    ” gimana bisa den?” juju tak percaya
    ” bisa ju, pokoknya kamu bantu aja ya…” pintaku sambil kedekatkan bibirku keputing juju, mencoba mencari kenikmatan selanjutnya…..

    jujupun membantu menarik kepelaku tambah menempel didadanya… kusedot…jilat…dan yang lain kuremas dengan tanganku…

    Juju menggelinjang…….kuhabiskan pagi ini dengan juju yang bahenol dan goyangannya yang mantap,sampai dua kali…..lumayan…..pegel…tapi langsung dapat pijatan dari juju…..gila enak banget pagi ini…..ngentot dua kali trus dipijat…. setelah itu akupun tertidur lagi dengan mimpi ngentot ama tanteku…dan rencana sudah kuatur dengan juju…. juju bersedia dengan imbalan gentot….. hahahah hahahaha……. sekali dayung dua vagina ternikmati…..

  • Toket Montok

    Toket Montok


    14154 views

     Pacarku seorang anak bungsu. Kecuali kolokan, dia juga seorang penakut, sehingga sampai jam 10 malam
    minta ditemani. Sehabis mandi sore, aku pergi ke kosnya. Sampai dia berangkat tidur. aku belajar atau
    menulis tugas akhir dan dia belajar atau mengerjakan tugas-tugas kuliahnya di ruang tamu. Kamar kos-nya
    sendiri berukuran cukup besar, yakni 3mX6m.

    Kamar sebesar itu disekat dengan triplex menjadi ruang tamu dengan ukuran 3mX2.5m dan ruang tidur dengan
    ukuran 3mX3.5m. Lobang pintu di antara kedua ruang itu hanya ditutup dengan kain korden.

    lbu kost-nya mempunyai 4 anak, semua cewek. Semua manis-manis sebagaimana kebanyakan perempuan Sunda.
    Anak yang pertama sudah menikah, anak yang kedua duduk di kelas 3 SMA, anak ketiga kelas I SMA, dan anak
    bungsu masih di SMP. Menurut desas-desus yang sampai di telingaku, menikahnya anak pertama adalah karena
    hamil duluan. Kemudian anak yang kedua pun sudah mempunyai prestasi. Nama panggilannya Ika. Dia
    dikabarkan sudah pernah hamil dengan pacarya, namun digugurkan. Menurut penilaianku, Ika seorang
    playgirl. Walaupun sudah punya pacar, pacarnya kuliah di suatu politeknik, namun dia suka mejeng dan
    menggoda laki-laki lain yang kelihatan keren. Kalau aku datang ke kos pacarku, dia pun suka mejeng dan
    bersikap genit dalam menyapaku.

    lka memang mojang Sunda yang sangat aduhai. Uumurnya akan 18 tahun. Tingginya 160 cm. Kulitnya berwarna
    kuning langsat dan kelihatan licin. Badannya kenyal dan berisi. Pinggangnya ramping. Buah dadanya padat
    dan besar membusung. Pinggulnya besar, kecuali melebar dengan indahnya juga pantatnya membusung dengan
    montoknya. Untuk gadis seusia dia, mungkin payudara dan pinggul yang sudah terbentuk sedemikian indahnya
    karena terbiasa dinaiki dan digumuli oleh pacarnya. Paha dan betisnya bagus dan mulus. Lehernya jenjang.
    Matanya bagus. Hidungnya mungil dan sedikit mancung. Bibirnya mempunyai garis yang sexy dan sensual,
    sehingga kalau memakai lipstik tidak perlu membuat garis baru, tinggal mengikuti batas bibir yang sudah
    ada. Rambutnya lebat yang dipotong bob dengan indahnya.

    Sore itu sehabis mandi aku ke kos pacarku seperti biasanya. Di teras rumah tampak Ika sedang mengobrol
    dengan dua orang adiknya. Ika mengenakan baju atas “you can see” dan rok span yang pendek dan ketat
    sehingga lengan, paha dan betisnya yang mulus itu dipertontonkan dengan jelasnya.

    “Mas Bob, ngapel ke Mbak Dina? Wah.. sedang nggak ada tuh. Tadi pergi sama dua temannya. Katanya mau
    bikin tugas,” sapa Ika dengan centilnya.
    “He.. masa?” balasku.
    “Iya.. Sudah, ngapelin Ika sajalah Mas Bob,” kata Ika dengan senyum menggoda. Edan! Cewek Sunda satu ini
    benar-benar menggoda hasrat. Kalau mau mengajak beneran aku tidak menolak nih, he-he-he..
    “Ah, neng Ika macam-macam saja..,” tanggapanku sok menjaga wibawa. “Kak Dai belum datang?”

    Pacar Ika namanya Daniel, namun Ika memanggilnya Kak Dai. Mungkin Dai adalah panggilan akrab atau
    panggilan masa kecil si Daniel. Daniel berasal dan Bogor. Dia ngapeli anak yang masih SMA macam minum
    obat saja. Dan pulang kuliah sampai malam hari. Lebih hebat dan aku, dan selama ngapel waktu dia
    habiskan untuk ngobrol. Atau kalau setelah waktu isya, dia masuk ke kamar Ika. Kapan dia punya
    kesempatan belajar?Cerita Sex Dewasa

    “Wah.. dua bulan ini saya menjadi singgel lagi. Kak Dai lagi kerja praktek di Riau. Makanya carikan
    teman Mas Bob buat menemani Ika dong, biar Ika tidak kesepian.. Tapi yang keren lho,” kata Ika dengan
    suara yang amat manja. Edan si playgirl Sunda mi. Dia bukan tipe orang yang ngomong begitu bukan sekedar
    bercanda, namun tipe orang yang suka nyerempet-nyerempet hat yang berbahaya.

    “Neng Ika ini.. Nanti Kak Dai-nya ngamuk dong.”
    “Kak Dai kan tidak akan tahu..”

    Aku kembali memaki dalam hati. Perempuan Sunda macam Ika ini memang enak ditiduri. Enak digenjot dan
    dinikmati kekenyalan bagian-bagian tubuhnya.

    Aku mengeluarkan kunci dan membuka pintu kamar kos Dina. Di atas meja pendek di ruang tamu ada sehelai
    memo dari Dina. Sambil membuka jendela ruang depan dan ruang tidur, kubaca isi memo tadi. “Mas Bobby,
    gue ngerjain tugas kelompok bersama Niken dan Wiwin. Tugasnya banyak, jadi gue malam ini tidak pulang.
    Gue tidur di rumah Wiwin. Di kulkas ada jeruk, ambil saja. Soen sayang, Dina”
    Aku mengambil bukuku yang sehari-harinya kutinggal di tempat kos Di. Sambil menyetel radio dengan suara
    perlahan, aku mulai membaca buku itu. Biarlah aku belajar di situ sampai jam sepuluh malam.

    Sedang asyik belajar, sekitar jam setengah sembilan malam pintu diketok dan luar. Tok-tok-tok..

    Kusingkapkan korden jendela ruang tamu yang telah kututup pada jam delapan malam tadi, sesuai dengan
    kebiasaan pacarku. Sepertinya Ika yang berdiri di depan pintu.

    “Mbak Di.. Mbak Dina..,” terdengar suara Ika memanggil-manggil dan luar. Aku membuka pintu.
    “Mbak Dina sudah pulang?” tanya Ika.
    “Belum. Hari ini Dina tidak pulang. Tidur di rumah temannya karena banyak tugas. Ada apa?”
    “Mau pinjam kalkulator, mas Bob. Sebentar saja. Buat bikin pe-er.”
    “Ng.. bolehlah. Pakai kalkulatorku saja, asal cepat kembali.”
    “Beres deh mas Bob. Ika berjanji,” kata Ika dengan genit. Bibirnya tersenyum manis, dan pandang matanya
    menggoda menggemaskan.

    Kuberikan kalkulatorku pada Ika. Ketika berbalik, kutatap tajam-tajam tubuhnya yang aduhai. Pinggulnya
    yang melebar dan montok itu menggial ke kiri-kanan, seolah menantang diriku untuk meremas*-remasnya.
    Sialan! Kontholku jadi berdiri. Si “boy-ku” ini responsif sekali kalau ada cewek cakep yang enak
    digenjot.

    Sepeninggal Ika, sesaat aku tidak dapat berkonsentrasi. Namun kemudian kuusir pikiran yang tidak-tidak
    itu.

    Kuteruskan kembali membaca textbook yang menunjang penulisan tugas sarjana itu.

    Tok-tok-tok! Baru sekitar limabelas menit pintu kembali diketok.

    “Mas Bob.. Mas Bob..,” terdengar Ika memanggil lirih.

    Pintu kubuka. Mendadak kontholku mengeras lagi. Di depan pintu berdiri Ika dengan senyum genitnya.
    Bajunya bukan atasan “you can see” yang dipakai sebelumnya. Dia menggunakan baju yang hanya setinggi
    separuh dada dengan ikatan tali ke pundaknya. Baju tersebut berwarna kuning muda dan berbahan mengkilat.
    Dadanya tampak membusung dengan gagahnya, yang ujungnya menonjol dengan tajam dan batik bajunya.
    Sepertinya dia tidak memakai BH. Juga, bau harum sekarang terpancar dan tubuhnya. Tadi, bau parfum harum
    semacam ini tidak tercium sama sekali, berarti datang yang kali ini si Ika menyempatkan diri memakai
    parfum. Kali ini bibirnya pun dipolesi lipstik pink.

    “Ini kalkulatornya, Mas Bob,” kata Ika manja, membuyarkan keterpanaanku.
    “Sudah selesai. Neng Ika?” tanyaku basa-basi.
    “Sudah Mas Bob, namun boleh Ika minta diajari Matematika?”
    “0, boleh saja kalau sekiranya bisa.”Cerita Sex Dewasa

    Tanpa kupersilakan Ika menyelonong masuk dan membuka buku matematika di atas meja tamu yang rendah.
    Ruang tamu kamar kos pacarku itu tanpa kursi. Hanya digelari karpet tebal dan sebuah meja pendek dengan
    di salah satu sisinya terpasang rak buku. Aku pun duduk di hadapannya, sementara pintu masuk tertutup
    dengan sendirinya dengan perlahan. Memang pintu kamar kos pacarku kalau mau disengaja terbuka harus
    diganjal potongan kayu kecil.

    “Ini mas Bob, Ika ada soal tentang bunga majemuk yang tidak tahu cara penyelesaiannya.” Ika mencari-cari
    halaman buku yang akan ditanyakannya.

    Menunggu halaman itu ditemukan, mataku mencari kesempatan melihat ke dadanya. Amboi! Benar, Ika tidak
    memakai bra. Dalam posisi agak menunduk, kedua gundukan payudaranya kelihatan sangat jelas. Sungguh
    padat, mulus, dan indah. Kontholku terasa mengeras dan sedikit berdenyut-denyut.

    Halaman yang dicari ketemu. Ika dengan centilnya membaca soal tersebut. Soalnya cukup mudah. Aku
    menerangkan sedikit dan memberitahu rumusnya, kemudian Ika menghitungnya. Sambil menunggu Ika
    menghitung, mataku mencuri pandang ke buah dada Ika. Uhhh.. ranum dan segarnya.

    “Kok sepi? Mamah, Ema, dan Nur sudah tidur?” tanyaku sambil menelan ludah. Kalau bapaknya tidak aku
    tanyakan karena dia bekerja di Cirebon yang pulangnya setiap akhir pekan.
    “Sudah. Mamah sudah tidur jam setengah delapan tadi. Kemudian Erna dan Nur berangkat tidur waktu Ika
    bermain-main kalkulator tadi,” jawab Ika dengan tatapan mata yang menggoda.

    Hasratku mulai naik. Kenapa tidak kusetubuhi saja si Ika. Mumpung sepi. Orang-orang di rumahnya sudah
    tidur. Kamar kos sebelah sudah sepi dan sudah mati lampunya. Berarti penghuninya juga sudah tidur. Kalau
    kupaksa dia meladeni hasratku, tenaganya tidak akan berarti dalam melawanku. Tetapi mengapa dia akan
    melawanku? jangan-jangan dia ke sini justru ingin bersetubuh denganku. Soal tanya Matematika, itu hanya
    sebagai atasan saja. Bukankah dia menyempatkan ganti baju, dari atasan you can see ke atasan yang
    memamerkan separuh payudaranya? Bukankah dia datang lagi dengan menyempatkan tidak memakai bra? Bukankah
    dia datang lagi dengan menyempatkan memakai parfum dan lipstik? Apa lagi artinya kalau tidak menyodorkan
    din?

    Tiba-tiba Ika bangkit dan duduk di sebelah kananku.

    “Mas Bob.. ini benar nggak?” tanya Ika.

    Ada kekeliruan di tengah jalan saat Ika menghitung. Antara konsentrasi dan menahan nafsu yang tengah
    berkecamuk, aku mengambil pensil dan menjelaskan kekeliruannya. Tiba-tiba Ika lebih mendekat ke arahku,
    seolah mau memperhatikan hal yang kujelaskan dan jarak yang lebih dekat. Akibatnya.. gumpalan daging
    yang membusung di dadanya itu menekan lengan tangan kananku. Terasa hangat dan lunak, namun ketika dia
    lebih menekanku terasa lebih kenyal.

    Dengan sengaja lenganku kutekankan ke payudaranya.

    “Ih.. Mas Bob nakal deh tangannya,” katanya sambil merengut manja. Dia pura-pura menjauh.
    “Lho, yang salah kan Neng Ika duluan. Buah dadanya menyodok-nyodok lenganku,” jawabku.

    lka cemberut. Dia mengambil buku dan kembali duduk di hadapanku. Dia terlihat kembali membetulkan yang
    kesalahan, namun menurut perasaanku itu hanya berpura-pura saja. Aku merasa semakin ditantang. Kenapa
    aku tidak berani? Memangnya aku impoten? ceritasexdewasa.org Dia sudah berani datang ke sini malam-malam sendirian. Dia
    menyempatkan pakai parfum. Dia sengaja memakai baju atasan yang memamerkan gundukan payudara. Dia
    sengaja tidak pakai bra. Artinya, dia sudah mempersilakan diriku untuk menikmati kemolekan tubuhnya.
    Tinggal aku yang jadi penentunya, mau menyia-siakan kesempatan yang dia berikan atau memanfaatkannya.
    Kalau aku menyia-siakan berarti aku band!

    Aku pun bangkit. Aku berdiri di atas lutut dan mendekatinya dari belakang. Aku pura-pura mengawasi dia
    dalam mengerjakan soal. Padahal mataku mengawasi tubuhnya dari belakang. Kulit punggung dan lengannya
    benar-benar mulus, tanpa goresan sedikitpun. Karena padat tubuhnya, kulit yang kuning langsat itu tampak
    licin mengkilap walaupun ditumbuhi oleh bulu-bulu rambut yang halus.

    Kemudian aku menempelkan kontholku yang menegang ke punggungnya. Ika sedikit terkejut ketika merasa ada
    yang menempel punggungnya.

    “Ih.. Mas Bob jangan begitu dong..,” kata Ika manja.
    “Sudah.. udah-udah.. Aku sekedar mengawasi pekerjaan Neng Ika,” jawabku.

    lka cemberut. Namun dengan cemberut begitu, bibir yang sensual itu malah tampak menggemaskan. Sungguh
    sedap sekali bila dikulum-kulum dan dilumat-lumat. Ika berpura-pura meneruskan pekerjaannya. Aku semakin
    berani. Kontholku kutekankan ke punggungnya yang kenyal. Ika menggelinjang. Tidak tahan lagi. Tubuh Ika
    kurengkuh dan kurebahkan di atas karpet. Bibirnya kulumat-lumat, sementara kulit punggungnya kuremas-
    remas. Bibir Ika mengadakan perlawanan, mengimbangi kuluman-*kuluman bibirku yang diselingi dengan
    permainan lidahnya. Terlihat bahkan dalam masalah ciuman Ika yang masih kelas tiga SMA sudah sangat
    mahir. Bahkan mengalahkan kemahiranku.

    Beberapa saat kemudian ciumanku berpindah ke lehernya yang jenjang. Bau harum terpancar dan kulitnya.
    Sambil kusedot-sedot kulit lehernya dengan hidungku, tanganku berpindah ke buah dadanya. Buah dada yang
    tidak dilindungi bra itu terasa kenyal dalam remasan tanganku. Kadang-kadang dan batik kain licin baju
    atasannya, putingnya kutekan-tekan dan kupelintir-pelintir dengan jari-jari tanganku. Puting itu terasa
    mengeras.

    “Mas Bob, Mas Bob buka baju saja Mas Bob..,” rintih Ika.

    Tanpa menunggu persetujuanku, jari-jari tangannya membuka Ikat pinggang dan ritsleteng celanaku. Aku
    mengimbangi, tali baju atasannya kulepas dan baju tersebut kubebaskan dan tubuhnya. Aku terpana melihat
    kemulusan tubuh atasnya tanpa penutup sehelai kain pun. Buah dadanya yang padat membusung dengan
    indahnya. Ditimpa sinar lampu neon ruang tamu, payudaranya kelihatan amat mulus dan licin. Putingnya
    berdiri tegak di ujung gumpalan payudara. Putingnya berwarna pink kecoklat-coklatan, sementara puncak
    bukit payudara di sekitarnya berwarna coklat tua dan sedikit menggembung dibanding dengan permukaan
    kulit payudaranya.

    Celana panjang yang sudah dibuka oleh Ika kulepas dengan segera. Menyusul. kemeja dan kaos singlet
    kulepas dan tubuhku. Kini aku cuma tertutup oleh celana dalamku, sementara Ika tertutup oleh rok span
    ketat yang mempertontonkan bentuk pinggangnya yang ramping dan bentuk pinggulnya yang melebar dengan
    bagusnya. Ika pun melepaskan rok spannya itu, sehingga pinggul yang indah itu kini hanya terbungkus
    celana dalam minim yang tipis dan berwarna pink. Di daerah bawah perutnya, celana dalam itu tidak mampu
    menyembunyikan warna hitam dari jembut lebat Ika yang terbungkus di dalamnya. Juga, beberapa helai
    jembut Ika tampak keluar dan lobang celana dalamnya.

    lka memandangi dadaku yang bidang. Kemudian dia memandang ke arah kontholku yang besar dan panjang, yang
    menonjol dari balik celana dalamku. Pandangan matanya memancarkan nafsu yang sudah menggelegak. Perlahan
    aku mendekatkan badanku ke badannya yang sudah terbaring pasrah. Kupeluk tubuhnya sambil mengulum
    kembali bibirnya yang hangat. Ika pun mengimbanginya. Dia memeluk leherku sambil membalas kuluman di
    bibirnya. Payudaranya pun menekan dadaku. Payudara itu terasa kenyal dan lembut. Putingnya yang mengeras
    terasa benar menekan dadaku. Aku dan Ika saling mengulum bibir, saling menekankan dada, dan saling
    meremas kulit punggung dengan penuh nafsu.

    Ciumanku berpindah ke leher Ika. Leher mulus yang memancarkan keharuman parfum yang segar itu kugumuli
    dengan bibir dan hidungku. Ika mendongakkan dagunya agar aku dapat menciumi segenap pori-pori kulit
    lehernya.

    “Ahhh.. Mas Bob.. Ika sudah menginginkannya dan kemarin.. Gelutilah tubuh Ika.. puasin Ika ya Mas
    Bob..,” bisik Ika terpatah-patah.Cerita Sex Dewasa

    Aku menyambutnya dengan penuh antusias. Kini wajahku bergerak ke arah payudaranya. Payudaranya begitu
    menggembung dan padat. namun berkulit lembut. Bau keharuman yang segar terpancar dan pori-porinya.
    Agaknya Ika tadi sengaja memakai parfum di sekujur payudaranya sebelum datang ke sini. Aku menghirup
    kuat-kuat lembah di antara kedua bukit payudaranya itu. Kemudian wajahku kugesek-gesekkan di kedua bukit
    payudara itu secara bergantian, sambil hidungku terus menghirup keharuman yang terpancar dan kulit
    payudara. Puncak bukit payudara kanannya pun kulahap dalam mulutku. Kusedot kuat-kuat payudara itu
    sehingga daging yang masuk ke dalam mulutku menjadi sebesar-besarnya. Ika menggelinjang.

    “Mas Bob.. ngilu.. ngilu..,” rintih Ika.

    Gelinjang dan rintihan Ika itu semakin membangkitkan hasratku. Kuremas bukit payudara sebelah kirinya
    dengan gemasnya, sementara puting payudara kanannya kumainkan dengan ujung lidahku. Puting itu kadang
    kugencet dengan tekanan ujung lidah dengan gigi. Kemudian secara mendadak kusedot kembali payudara kanan
    itu kuat-kuat. sementara jari tanganku menekan dan memelintir puting payudara kirinya. Ika semakin
    menggelinjang-gelinjang seperti ikan belut yang memburu makanan sambil mulutnya mendesah-desah.

    “Aduh mas Booob.. ssshh.. ssshhh.. ngilu mas Booob.. ssshhh.. geli.. geli..,” cuma kata-kata itu yang
    berulang-ulang keluar dan mulutnya yang merangsang.

    Aku tidak puas dengan hanya menggeluti payudara kanannya. Kini mulutku berganti menggeluti payudara
    kiri. sementara tanganku meremas-remas payudara kanannya kuat-kuat. Kalau payudara kirinya kusedot
    kuat-kuat. tanganku memijit-mijit dan memelintir-pelintir puting payudara kanannya. Sedang bila gigi dan
    ujung lidahku menekan-nekan puting payudara kiri, tanganku meremas sebesar-besarnya payudara kanannya
    dengan sekuat-kuatnya.

    “Mas Booob.. kamu nakal… ssshhh.. ssshhh.. ngilu mas Booob.. geli..” Ika tidak henti-hentinya
    menggelinjang dan mendesah manja.

    Setelah puas dengan payudara, aku meneruskan permainan lidah ke arah perut Ika yang rata dan berkulit
    amat mulus itu. Mulutku berhenti di daerah pusarnya. Aku pun berkonsentrasi mengecupi bagian pusarnya.
    Sementara kedua telapak tanganku menyusup ke belakang dan meremas-remas pantatnya yang melebar dan
    menggembung padat. Kedua tanganku menyelip ke dalam celana yang melindungi pantatnya itu. Perlahan*-
    lahan celana dalamnya kupelorotkan ke bawah. Ika sedikit mengangkat pantatnya untuk memberi kemudahan
    celana dalamnya lepas. Dan dengan sekali sentakan kakinya, celana dalamnya sudah terlempar ke bawah.

    Saat berikutnya, terhamparlah pemandangan yang luar biasa merangsangnya. Jembut Ika sungguh lebat dan
    subur sekali. Jembut itu mengitari bibir memek yang berwarna coklat tua. Sambil kembali menciumi kulit
    perut di sekitar pusarnya, tanganku mengelus-elus pahanya yang berkulit licin dan mulus. Elusanku pun ke
    arah dalam dan merangkak naik. Sampailah jari-jari tanganku di tepi kiri-kanan bibir luar memeknya.
    Tanganku pun mengelus-elus memeknya dengan dua jariku bergerak dan bawah ke atas. Dengan mata terpejam,
    Ika berinisiatif meremas-remas payudaranya sendiri. Tampak jelas kalau Ika sangat menikmati permainan
    ini.

    Perlahan kusibak bibir memek Ika dengan ibu jari dan telunjukku mengarah ke atas sampai kelentitnya
    menongol keluar. Wajahku bergerak ke memeknya, sementara tanganku kembali memegangi payudaranya.
    Kujilati kelentit Ika perlahan-lahan dengan jilatan-jilatan pendek dan terputus-putus sambil satu
    tanganku mempermainkan puting payudaranya.

    “Au Mas Bob.. shhhhh.. betul.. betul di situ mas Bob.. di situ.. enak mas.. shhhh..,” Ika mendesah-desah
    sambil matanya merem-melek. Bulu alisnya yang tebal dan indah bergerak ke atas-bawah mengimbangi gerakan
    merem-meleknya mata. Keningnya pun berkerut pertanda dia sedang mengalami kenikmatan yang semakin
    meninggi.

    Aku meneruskan permainan lidah dengan melakukan jilatan-jilatan panjang dan lubang anus sampai ke
    kelentitnya.
    Karena gerakan ujung hidungku pun secara berkala menyentuh memek Ika. Terasa benar bahkan dinding
    vaginanya mulai basah. Bahkan sebagian cairan vaginanya mulai mengalir hingga mencapai lubang anusnya.
    Sesekali pinggulnya bergetar. Di saat bergetar itu pinggulnya yang padat dan amat mulus kuremas kuat-
    kuat sambil ujung hidungku kutusukkan ke lobang memeknya.

    “Mas Booob.. enak sekali mas Bob..,” Ika mengerang dengan kerasnya.

    Aku segera memfokuskan jilatan-jilatan lidah serta tusukan-tusukan ujung hidung di vaginanya. Semakin
    lama vagina itu semakin basah saja. Dua jari tanganku lalu kumasukkan ke lobang memeknya. Setelah masuk
    hampir semuanya, jari kubengkokkan ke arah atas dengan tekanan yang cukup terasa agar kena “G-spot”-nya.
    Dan berhasil!

    “Auwww.. mas Bob..!” jerit Ika sambil menyentakkan pantat ke atas. sampai-sampai jari tangan yang sudah
    terbenam di dalam memek terlepas. Perut bawahnya yang ditumbuhi bulu-bulu jembut hitam yang lebat itu
    pun menghantam ke wajahku.
    Bau harum dan bau khas cairan vaginanya merasuk ke sel-sel syaraf penciumanku.

    Aku segera memasukkan kembali dua jariku ke dalam vagina Ika dan melakukan gerakan yang sama. Kali ini
    aku mengimbangi gerakan jariku dengan permainan lidah di kelentit Ika. Kelentit itu tampak semakin
    menonjol sehingga gampang bagiku untuk menjilat dan mengisapnya. ceritasexdewasa.org Ketika kelentit itu aku gelitiki dengan
    lidah serta kuisap-isap perlahan, Ika semakin keras merintih-rintih bagaikan orang yang sedang mengalami
    sakit demam. Sementara pinggulnya yang amat aduhai itu menggial ke kiri-kanan dengan sangat
    merangsangnya.

    “Mas Bob.. mas Bob.. mas Bob..,” hanya kata-kata itu yang dapat diucapkan Ika karena menahan kenikmatan
    yang semakin menjadi-jadi.

    Permainan jari-jariku dan lidahku di memeknya semakin bertambah ganas. Ika sambil mengerang*-erang dan
    menggeliat-geliat meremas apa saja yang dapat dia raih. Meremas rambut kepalaku, meremas bahuku, dan
    meremas payudaranya sendiri.

    “Mas Bob.. Ika sudah tidak tahan lagi.. Masukin konthol saja mas Bob.. Ohhh.. sekarang juga mas Bob..!
    Sshhh. . . ,” erangnya sambil menahan nafsu yang sudah menguasai segenap tubuhnya.

    Namun aku tidak perduli. Kusengaja untuk mempermainkan Ika terlebih dahulu. Aku mau membuatnya orgasme,
    sementara aku masih segar bugar. Karena itu lidah dan wajahku kujauhkan dan memeknya. Kemudian kocokan
    dua jari tanganku di dalam memeknya semakin kupercepat. Gerakan jari tanganku yang di dalam memeknya ke
    atas-bawah, sampai terasa ujung jariku menghentak-hentak dinding atasnya secara perlahan-lahan.
    Sementara ibu jariku mengusap-usap dan menghentak-hentak kelentitnya. Gerakan jari tanganku di memeknya
    yang basah itu sampai menimbulkan suara crrk-crrrk-crrrk-crrk crrrk.. Sementara dan mulut Ika keluar
    pekikan-pekikan kecil yang terputus-putus:

    “Ah-ah-ah-ah-ah..”

    Sementara aku semakin memperdahsyat kocokan jari-jariku di memeknya, sambil memandangi wajahnya. Mata
    Ika merem-melek, sementara keningnya berkerut-kerut.

    Crrrk! Crrrk! Crrek! Crek! Crek! Crok! Crok! Suara yang keluar dan kocokan jariku di memeknya semakin
    terdengar keras. Aku mempertahankan kocokan tersebut. Dua menit sudah si Ika mampu bertahan sambil
    mengeluarkan jeritan-jeritan yang membangkitkan nafsu. Payudaranya tampak semakin kencang dan licin,
    sedang putingnya tampak berdiri dengan tegangnya.

    Sampai akhirnya tubuh Ika mengejang hebat. Pantatnya terangkat tinggi-tinggi. Matanya membeliak-*beliak.
    Dan bibirnya yang sensual itu keluar jeritan hebat, “Mas Booo00oob..!” Dua jariku yang tertanam di dalam
    vagina Ika terasa dijepit oleh dindingnya dengan kuatnya. Seiring dengan keluar masuknya jariku dalam
    vaginanya, dan sela-sela celah antara tanganku dengan bibir memeknya terpancarlah semprotan cairan
    vaginanya dengan kuatnya. Prut! Prut! Pruttt! Semprotan cairan tersebut sampai mencapai pergelangan
    tanganku.

    Beberapa detik kemudian Ika terbaring lemas di atas karpet. Matanya memejam rapat. Tampaknya dia baru
    saja mengalami orgasme yang begitu hebat. Kocokan jari tanganku di vaginanya pun kuhentikan. Kubiarkan
    jari tertanam dalam vaginanya sampai jepitan dinding vaginanya terasa lemah. Setelah lemah. jari tangan
    kucabut dan memeknya. Cairan vagina yang terkumpul di telapak tanganku pun kubersihkan dengan kertas
    tissue.

    Ketegangan kontholku belum juga mau berkurang. Apalagi tubuh telanjang Ika yang terbaring diam di
    hadapanku itu benar-benar aduhai. seolah menantang diriku untuk membuktikan kejantananku pada tubuh
    mulusnya. Aku pun mulai menindih kembali tubuh Ika, sehingga kontholku yang masih di dalam celana dalam
    tergencet oleh perut bawahku dan perut bawahnya dengan enaknya. Sementara bibirku mengulum-kulum kembali
    bibir hangat Ika, sambil tanganku meremas-remas payudara dan mempermainkan putingnya. Ika kembali
    membuka mata dan mengimbangi serangan bibirku. Tubuhnya kembali menggelinjang-gelinjang karena menahan
    rasa geli dan ngilu di payudaranya.

    Setelah puas melumat-lumat bibir. wajahku pun menyusuri leher Ika yang mulus dan harum hingga akhirnya
    mencapai belahan dadanya. Wajahku kemudian menggeluti belahan payudaranya yang berkulit lembut dan
    halus, sementara kedua tanganku meremas-remas kedua belah payudaranya. Segala kelembutan dan keharuman
    belahan dada itu kukecupi dengan bibirku. Segala keharuman yang terpancar dan belahan payudara itu
    kuhirup kuat-kuat dengan hidungku, seolah tidak rela apabila ada keharuman yang terlewatkan sedikitpun.Cerita Sex Dewasa

    Kugesek-gesekkan memutar wajahku di belahan payudara itu. Kemudian bibirku bergerak ke atas bukit
    payudara sebelah kiri. Kuciumi bukit payudara yang membusung dengan gagahnya itu. Dan kumasukkan puting
    payudara di atasnya ke dalam mulutku. Kini aku menyedot-sedot puting payudara kiri Ika. Kumainkan puting
    di dalam mulutku itu dengan lidahku. Sedotan kadang kuperbesar ke puncak bukit payudara di sekitar
    puting yang berwarna coklat.

    “Ah.. ah.. mas Bob.. geli.. geli ..,” mulut indah Ika mendesis-desis sambil menggeliatkan tubuh ke
    kiri-kanan. bagaikan desisan ular kelaparan yang sedang mencari mangsa.

    Aku memperkuat sedotanku. Sementara tanganku meremas-remas payudara kanan Ika yang montok dan kenyal
    itu. Kadang remasan kuperkuat dan kuperkecil menuju puncak bukitnya, dan kuakhiri dengan tekanan-tekanan
    kecil jari telunjuk dan ibu jariku pada putingnya.

    “Mas Bob.. hhh.. geli.. geli.. enak.. enak.. ngilu.. ngilu..”

    Aku semakin gemas. Payudara aduhai Ika itu kumainkan secara bergantian, antara sebelah kiri dan sebelah
    kanan. Bukit payudara kadang kusedot besarnya-besarnya dengan tenaga isap sekuat-kuatnya, kadang yang
    kusedot hanya putingnya dan kucepit dengan gigi atas dan lidah. Belahan lain kadang kuremas dengan
    daerah tangkap sebesar-besarnya dengan remasan sekuat-kuatnya, kadang hanya kupijit-pijit dan
    kupelintir-pelintir kecil puting yang mencuat gagah di puncaknya.

    “Ah.. mas Bob.. terus mas Bob.. terus.. hzzz.. ngilu.. ngilu..” Ika mendesis-desis keenakan. Hasratnya
    tampak sudah kembali tinggi.

    Matanya kadang terbeliak-beliak. Geliatan tubuhnya ke kanan-kini semakin sening fnekuensinya.
    Sampai akhirnya Ika tidak kuat mehayani senangan-senangan keduaku. Dia dengan gerakan eepat
    memehorotkan celana dalamku hingga tunun ke paha. Aku memaklumi maksudnya, segera kulepas eelana
    dalamku. Jan-jari tangan kanan Ika yang mulus dan lembut kemudian menangkap kontholku yang sudah berdiri
    dengan gagahnya. Sejenak dia memperlihatkan rasa terkejut.

    “Edan.. mas Bob, edan.. Kontholmu besar sekali.. Konthol pacar-pacarku dahulu dan juga konthol kak Dai
    tidak sampai sebesar ini Edan.. edan..,” ucapnya terkagum-kagum.

    Sambil membiankan mulut, wajah, dan tanganku terus memainkan dan menggeluti kedua belah payudaranya,
    jan-jari lentik tangan kanannya meremas* remas perlahan kontholku secara berirama, seolah berusaha
    mencari kehangatan dan kenikmatan di hatinya menahan kejantananku. Remasannya itu memperhebat vothase
    dan rasa nikmat pada batang kontholku.

    “Mas Bob, kita main di atas kasur saja..,” ajak Ika dengan sinar mata yang sudah dikuasai nafsu birahi.

    Aku pun membopong tubuh telanjang Ika ke ruang dalam, dan membaringkannya di atas tempat tidun pacarku.
    Ranjang pacarku ini amat pendek, dasan kasurnya hanya terangkat sekitar 6 centimeter dari lantai. Ketika
    kubopong. Ika tidak mau melepaskan tangannya dari leherku. Bahkan, begitu tubuhnya menyentuh kasur,
    tangannya menarik wajahku mendekat ke wajahnya. Tak ayal lagi, bibirnya yang pink menekan itu melumat
    bibirku dengan ganasnya. Aku pun tidak mau mengalah. Kulumat bibirnya dengan penuh nafsu yang
    menggelora, sementara tanganku mendekap tubuhnya dengan kuatnya. Kupeluk punggungnya yang halus mulus
    kuremas-remas dengan gemasnya.

    Kemudian aku menindih tubuh Ika. Kontholku terjepit di antara pangkal pahanya yang mulus dan perut
    bawahku sendiri. Kehangatan kulit pahanya mengalir ke batang kontholku yang tegang dan keras. Bibirku
    kemudian melepaskan bibir sensual Ika. Kecupan bibirku pun turun. Kukecup dagu Ika yang bagus. Kukecup
    leher jenjang Ika yang memancarkan bau wangi dan segarnya parfum yang dia pakai. Kuciumi dan kugeluti
    leher indah itu dengan wajahku, sementara pantatku mulai bergerak aktif sehingga kontholku menekan dan
    menggesek-gesek paha Ika. Gesekan di kulit paha yang licin itu membuat batang kontholku bagai diplirit-
    plirit. Kepala kontholku merasa geli-geli enak oleh gesekan-gesekan paha Ika.

    Puas menggeluti leher indah, wajahku pun turun ke buah dada montok Ika. Dengan gemas dan ganasnya aku
    membenamkan wajahku ke belahan dadanya, sementara kedua tanganku meraup kedua belah payudaranya dan
    menekannya ke arah wajahku. Keharuman payudaranya kuhirup sepuas-puasku. Belum puas dengan menyungsep ke
    belahan dadanya, wajahku kini menggesek-gesek memutar sehingga kedua gunung payudaranya tertekan-tekan
    oleh wajahku secara bergantian. Sungguh sedap sekali rasanya ketika hidungku menyentuh dan menghirup
    dalam-dalam daging payudara yang besar dan kenyal itu.

    Kemudian bibirku meraup puncak bukit payudara kiri Ika. Daerah payudara yang kecoklat-coklatan beserta
    putingnya yang pink kecoklat-coklatan itu pun masuk dalam mulutku. Kulahap ujung payudara dan putingnya
    itu dengan bernafsunya, tak ubahnya seperti bayi yang menetek susu setelah kelaparan selama seharian. Di
    dalam mulutku, puting itu kukulum-kulum dan kumainkan dengan lidahku.Cerita Sex Dewasa

    “Mas Bob.. geli.. geli ..,” kata Ika kegelian.

    Aku tidak perduli. Aku terus mengulum-kulum puncak bukit payudara Ika. Putingnya terasa di lidahku
    menjadi keras. Kemudian aku kembali melahap puncak bukit payudara itu sebesar-besarnya. Apa yang masuk
    dalam mulutku kusedot sekuat-kuatnya. Sementara payudara sebelah kanannya kuremas sekuat-kuatnya dengan
    tanganku. Hal tersebut kulakukan secara bergantian antara payudara kiri dan payudara kanan Ika.
    Sementara kontholku semakin menekan dan menggesek-gesek dengan beriramanya di kulit pahanya. Ika semakin
    menggelinjang-gelinjang dengan hebatnya.

    “Mas Bob.. mas Bob.. ngilu.. ngilu.. hihhh.. nakal sekali tangan dan mulutmu.. Auw! Sssh.. ngilu..
    ngilu..,” rintih Ika.

    Rintihannya itu justru semakin mengipasi api nafsuku. Api nafsuku semakin berkobar-kobar. Semakin ganas
    aku mengisap-isap dan meremas-remas payudara montoknya. Sementara kontholku berdenyut-denyut keenakan
    merasakan hangat dan licinnya paha Ika.

    Akhirnya aku tidak sabar lagi. Kulepaskan payudara montok Ika dari gelutan mulut dan tanganku. Bibirku
    kini berpindah menciumi dagu dan lehernya, sementara tanganku membimbing kontholku untuk mencari liang
    memeknya. Kuputar-putarkan dahulu kepala kontholku di kelebatan jembut di sekitar bibir memek Ika.
    Bulu-bulu jembut itu bagaikan menggelitiki kepala kontholku. Kepala kontholku pun kegelian. Geli tetapi
    enak.

    “Mas Bob.. masukkan seluruhnya mas Bob.. masukkan seluruhnya.. Mas Bob belum pernah merasakan memek Mbak
    Dina kan?

    Mbak Dina orang kuno.. tidak mau merasakan konthol sebelum nikah. Padahal itu surga dunia.. bagai
    terhempas langit ke langit ketujuh. mas Bob..”
    Jari-jari tangan Ika yang lentik meraih batang kontholku yang sudah amat tegang. Pahanya yang mulus itu
    dia buka agak lebar.

    “Edan.. edan.. kontholmu besar dan keras sekali, mas Bob..,” katanya sambil mengarahkan kepala kontholku
    ke lobang memeknya.

    Sesaat kemudian kepala kontholku menyentuh bibir memeknya yang sudah basah. Kemudian dengan perlahan-
    lahan dan sambil kugetarkan, konthol kutekankan masuk ke liang memek. Kini seluruh kepala kontholku pun
    terbenam di dalam memek. Daging hangat berlendir kini terasa mengulum kepala kontholku dengan enaknya.

    Aku menghentikan gerak masuk kontholku.

    “Mas Bob.. teruskan masuk, Bob.. Sssh.. enak.. jangan berhenti sampai situ saja..,” Ika protes atas
    tindakanku.

    Namun aku tidak perduli. Kubiarkan kontholku hanya masuk ke lobang memeknya hanya sebatas kepalanya
    saja, namun kontholku kugetarkan dengan amplituda kecil. Sementara bibir dan hidungku dengan ganasnya
    menggeluti lehernya yang jenjang, lengan tangannya yang harum dan mulus, dari ketiaknya yang bersih dari
    bulu ketiak. Ika menggelinjang-gelinjang dengan tidak karuan.

    “Sssh.. sssh.. enak.. enak.. geli.. geli, mas Bob. Geli.. Terus masuk, mas Bob..”

    Bibirku mengulum kulit lengan tangannya dengan kuat-kuat. Sementara gerakan kukonsentrasikan pada
    pinggulku. Dan.. satu.. dua.. tiga! Kontholku kutusukkan sedalam-dalamnya ke dalam memek Ika dengan
    sangat cepat dan kuatnya. Plak! Pangkal pahaku beradu dengan pangkal pahanya yang mulus yang sedang
    dalam posisi agak membuka dengan kerasnya. Sementara kulit batang kontholku bagaikan diplirit oleh bibir
    dan daging lobang memeknya yang sudah basah dengan kuatnya sampai menimbulkan bunyi: srrrt!

    “Auwww!” pekik Ika.

    Aku diam sesaat, membiarkan kontholku tertanam seluruhnya di dalam memek Ika tanpa bergerak sedikit pun.

    “Sakit mas Bob.. Nakal sekali kamu.. nakal sekali kamu…” kata Ika sambil tangannya meremas punggungku
    dengan kerasnya.

    Aku pun mulai menggerakkan kontholku keluar-masuk memek Ika. Aku tidak tahu, apakah kontholku yang
    berukuran panjang dan besar ataukah lubang memek Ika yang berukuran kecil. Yang saya tahu, seluruh
    bagian kontholku yang masuk memeknya serasa dipijit-pijit dinding lobang memeknya dengan agak kuatnya.
    Pijitan dinding memek itu memberi rasa hangat dan nikmat pada batang kontholku.

    “Bagaimana Ika, sakit?” tanyaku
    “Sssh.. enak sekali.. enak sekali.. Barangmu besar dan panjang sekali.. sampai-sampai menyumpal penuh
    seluruh penjuru lobang memekku..,” jawab Ika.

    Aku terus memompa memek Ika dengan kontholku perlahan-lahan. Payudara kenyalnya yang menempel di dadaku
    ikut terpilin-pilin oleh dadaku akibat gerakan memompa tadi. Kedua putingnya yang sudah mengeras
    seakan-akan mengkilik-kilik dadaku yang bidang. Kehangatan payudaranya yang montok itu mulai terasa
    mengalir ke dadaku.
    Kontholku serasa diremas-remas dengan berirama oleh otot-otot memeknya sejalan dengan genjotanku
    tersebut. Terasa hangat dan enak sekali. Sementara setiap kali menusuk masuk kepala kontholku menyentuh
    suatu daging hangat di dalam memek Ika. Sentuhan tersebut serasa menggelitiki kepala konthol sehingga
    aku merasa sedikit kegelian. Geli-geli nikmat.

    Kemudian aku mengambil kedua kakinya yang kuning langsat mulus dan mengangkatnya. Sambil menjaga agar
    kontholku tidak tercabut dari lobang memeknya, aku mengambil posisi agak jongkok. Betis kanan Ika
    kutumpangkan di atas bahuku, sementara betis kirinya kudekatkan ke wajahku. Sambil terus mengocok
    memeknya perlahan dengan kontholku, betis kirinya yang amat indah itu kuciumi dan kukecupi dengan
    gemasnya. Setelah puas dengan betis kiri, ganti betis kanannya yang kuciumi dan kugeluti, sementara
    betis kirinya kutumpangkan ke atas bahuku. Begitu hal tersebut kulakukan beberapa kali secara
    bergantian, sambil mempertahankan rasa nikmat di kontholku dengan mempertahankan gerakan maju-mundur
    perlahannya di memek Ika.Cerita Sex Dewasa

    Setelah puas dengan cara tersebut, aku meletakkan kedua betisnya di bahuku, sementara kedua telapak
    tanganku meraup kedua belah payudaranya. Masih dengan kocokan konthol perlahan di memeknya, tanganku
    meremas-remas payudara montok Ika. Kedua gumpalan daging kenyal itu kuremas kuat-kuat secara berirama.
    Kadang kedua putingnya kugencet dan kupelintir-pelintir secara perlahan. Puting itu semakin mengeras,
    dan bukit payudara itu semakin terasa kenyal di telapak tanganku. Ika pun merintih-rintih keenakan.
    Matanya merem-melek, dan alisnya mengimbanginya dengan sedikit gerakan tarikan ke atas dan ke bawah.

    “Ah.. mas Bob, geli.. geli.. Tobat.. tobat.. Ngilu mas Bob, ngilu.. Sssh.. sssh.. terus mas Bob, terus..
    Edan.. edan.. kontholmu membuat memekku merasa enak sekali… Nanti jangan disemprotkan di luar memek, mas
    Bob. Nyemprot di dalam saja.. aku sedang tidak subur…”

    Aku mulai mempercepat gerakan masuk-keluar kontholku di memek Ika.

    “Ah-ah-ah.. benar, mas Bob. benar.. yang cepat.. Terus mas Bob, terus..”

    Aku bagaikan diberi spirit oleh rintihan-rintihan Ika. tenagaku menjadi berlipat ganda. Kutingkatkan
    kecepatan keluar-masuk kontholku di memek Ika. Terus dan terus. Seluruh bagian kontholku serasa
    diremas*-remas dengan cepatnya oleh daging-daging hangat di dalam memek Ika. Mata Ika menjadi merem-
    melek dengan cepat dan indahnya. Begitu juga diriku, mataku pun merem-melek dan mendesis-desis karena
    merasa keenakan yang luar biasa.

    “Sssh.. sssh.. Ika.. enak sekali.. enak sekali memekmu.. enak sekali memekmu..”
    “Ya mas Bob, aku juga merasa enak sekali.. terusss.. terus mas Bob, terusss..”

    Aku meningkatkan lagi kecepatan keluar-masuk kontholku pada memeknya. Kontholku terasa bagai diremas-
    remas dengan tidak karu-karuan.

    “Mas Bob.. mas Bob.. edan mas Bob, edan.. sssh.. sssh.. Terus.. terus.. Saya hampir keluar nih mas Bob..
    sedikit lagi.. kita keluar sama-sama ya Booob..,” Ika jadi mengoceh tanpa kendali.

    Aku mengayuh terus. Aku belum merasa mau keluar. Namun aku harus membuatnya keluar duluan. Biar
    perempuan Sunda yang molek satu ini tahu bahwa lelaki Jawa itu perkasa. Biar dia mengakui kejantanan
    orang Jawa yang bernama mas Bobby. Sementara kontholku merasakan daging-daging hangat di dalam memek Ika
    bagaikan berdenyut dengan hebatnya.

    “Mas Bob.. mas Bobby.. mas Bobby..,” rintih Ika. Telapak tangannya memegang kedua lengan tanganku seolah
    mencari pegangan di batang pohon karena takut jatuh ke bawah.

    Ibarat pembalap, aku mengayuh sepeda balapku dengan semakin cepatnya. Bedanya, dibandingkan dengan
    pembalap aku lebih beruntung. Di dalam “mengayuh sepeda” aku merasakan keenakan yang luar biasa di
    sekujur kontholku. Sepedaku pun mempunyai daya tarik tersendiri karena mengeluarkan rintihan-rintihan
    keenakan yang tiada terkira.

    “Mas Bob.. ah-ah-ah-ah-ah.. Enak mas Bob, enak.. Ah-ah-ah-ah-ah.. Mau keluar mas Bob.. mau keluar.. ah-
    ah-ah-ah-ah.. sekarang ke-ke-ke..”

    Tiba-tiba kurasakan kontholku dijepit oleh dinding memek Ika dengan sangat kuatnya. Di dalam memek,
    kontholku merasa disemprot oleh cairan yang keluar dari memek Ika dengan cukup derasnya. Dan telapak
    tangan Ika meremas lengan tanganku dengan sangat kuatnya. Mulut sensual Ika pun berteriak tanpa kendali:

    “..keluarrr..!”

    Mata Ika membeliak-beliak. Sekejap tubuh Ika kurasakan mengejang.

    Aku pun menghentikan genjotanku. Kontholku yang tegang luar biasa kubiarkan diam tertanam dalam memek
    Ika. Kontholku merasa hangat luar biasa karena terkena semprotan cairan memek Ika. Kulihat mata Ika
    kemudian memejam beberapa saat dalam menikmati puncak orgasmenya.Cerita Sex Dewasa

    Setelah sekitar satu menit berlangsung, remasan tangannya pada lenganku perlahan-lahan mengendur.
    Kelopak matanya pun membuka, memandangi wajahku. Sementara jepitan dinding memeknya pada kontholku
    berangsur-angsur melemah. walaupun kontholku masih tegang dan keras. Kedua kaki Ika lalu kuletakkan
    kembali di atas kasur dengan posisi agak membuka. Aku kembali menindih tubuh telanjang Ika dengan
    mempertahankan agar kontholku yang tertanam di dalam memeknya tidak tercabut.

    “Mas Bob.. kamu luar biasa.. kamu membawaku ke langit ke tujuh,” kata Ika dengan mimik wajah penuh
    kepuasan.
    “Kak
    Dai dan pacar-pacarku yang dulu tidak pernah membuat aku ke puncak orgasme seperti ml. Sejak Mbak Dina
    tinggal di sini, Ika suka membenarkan mas Bob saat berhubungan dengan Kak Dai.”

    Aku senang mendengar pengakuan Ika itu. berarti selama aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku selalu
    membayangkan kemolekan tubuh Ika dalam masturbasiku, sementara dia juga membayangkan kugeluti dalam
    onaninya. Bagiku. Dina bagus dijadikan istri dan ibu anak-anakku kelak, namun tidak dapat dipungkiri
    bahwa tubuh aduhai Ika enak digeluti dan digenjot dengan penuh nafsu.

    “Mas Bob… kamu seperti yang kubayangkan. Kamu jantan.. kamu perkasa.. dan kamu berhasil membawaku ke
    puncak orgasme. Luar biasa nikmatnya..”

    Aku bangga mendengar ucapan Ika. Dadaku serasa mengembang. Dan bagai anak kecil yang suka pujian, aku
    ingin menunjukkan bahwa aku lebih perkasa dari dugaannya. Perempuan Sunda ini harus kewalahan menghadapi
    genjotanku. Perempuan Sunda ini harus mengakui kejantanan dan keperkasaanku. Kebetulan aku saat ini baru
    setengah perjalanan pendakianku di saat Ika sudah mencapai orgasmenya. Kontholku masih tegang di dalam
    memeknya. Kontholku masih besar dan keras, yang harus menyemprotkan pelurunya agar kepalaku tidak
    pusing.

    Aku kembali mendekap tubuh mulus Ika, yang di bawah sinar lampu kuning kulit tubuhnya tampak sangat
    mulus dan licin. Kontholku mulai bergerak keluar-masuk lagi di memek Ika, namun masih dengan gerakan
    perlahan. Dinding memek Ika secara berargsur-angsur terasa mulai meremas-remas kontholku. Terasa hangat
    dan enak. Namun sekarang gerakan kontholku lebih lancar dibandingkan dengan tadi. Pasti karena adanya
    cairan orgasme yang disemprotkan oleh memek Ika beberapa saat yang lalu.

    “Ahhh.. mas Bob.. kau langsung memulainya lagi.. Sekarang giliranmu.. semprotkan air manimu ke dinding-
    dinding memekku.. Sssh..,” Ika mulai mendesis-desis lagi.

    Bibirku mulai memagut bibir merekah Ika yang amat sensual itu dan melumat-lumatnya dengan gemasnya.
    Sementara tangan kiriku ikut menyangga berat badanku, tangan kananku meremas-remas payudara montok Ika
    serta memijit-mijit putingnya, sesuai dengan mama gerak maju-mundur kontholku di memeknya.

    “Sssh.. sssh.. sssh.. enak mas Bob, enak.. Terus.. teruss.. terusss..,” desis bibir Ika di saat berhasil
    melepaskannya dari serbuan bibirku. Desisan itu bagaikan mengipasi gelora api birahiku.

    Sambil kembali melumat bibir Ika dengan kuatnya, aku mempercepat genjotan kontholku di memeknya.
    Pengaruh adanya cairan di dalam memek Ika, keluar-masuknya konthol pun diiringi oleh suara, “srrt-srret
    srrrt-srrret srrt-srret..” Mulut Ika di saat terbebas dari lumatan bibirku tidak henti-hentinya
    mengeluarkan rintih kenikmatan,

    “Mas Bob.. ah.. mas Bob.. ah.. mas Bob.. hhb.. mas Bob.. ahh..”

    Kontholku semakin tegang. Kulepaskan tangan kananku dari payudaranya. Kedua tanganku kini dari ketiak
    Ika menyusup ke bawah dan memeluk punggung mulusnya. Tangan Ika pun memeluk punggungku dan mengusap-
    usapnya. Aku pun memulai serangan dahsyatku. Keluar-masuknya kontholku ke dalam memek Ika sekarang
    berlangsung dengan cepat dan berirama. Setiap kali masuk, konthol kuhunjamkan keras-keras agar menusuk
    memek Ika sedalam-dalamnya. Dalam perjalanannya, batang kontholku bagai diremas dan dihentakkan kuat-
    kuat oleh dinding memek Ika. Sampai di langkah terdalam, mata Ika membeliak sambil bibirnya mengeluarkan
    seruan tertahan,

    “Ak..!” Sementara daging pangkal pahaku bagaikan menampar daging pangkal pahanya sampai berbunyi: plak!
    Di saat bergerak keluar memek, konthol kujaga agar kepalanya yang mengenakan helm tetap tertanam di
    lobang memek. Remasan dinding memek pada batang kontholku pada gerak keluar ini sedikit lebih lemah
    dibanding dengan gerak masuknya. Bibir memek yang mengulum batang kontholku pun sedikit ikut tertarik
    keluar, seolah tidak rela bila sampai ditinggal keluar oleh batang kontholku. Pada gerak keluar ini
    Bibir Ika mendesah, “Hhh..”Cerita Sex Dewasa

    Aku terus menggenjot memek Ika dengan gerakan cepat dan menghentak-hentak. Remasan yang luar biasa kuat,
    hangat, dan enak sekali bekerja di kontholku. Tangan Ika meremas punggungku kuat-kuat di saat kontholku
    kuhunjam masuk sejauh-jauhnya ke lobang memeknya. beradunya daging pangkal paha menimbulkan suara: Plak!
    Plak! Plak! Plak! Pergeseran antara kontholku dan memek Ika menimbulkan bunyi srottt-srrrt.. srottt-
    srrrt.. srottt-srrrtt.. Kedua nada tersebut diperdahsyat oleh pekikan-pekikan kecil yang merdu yang
    keluar dari bibir Ika:

    “Ak! Uhh.. Ak! Hhh.. Ak! Hhh..”

    Kontholku terasa empot-empotan luar biasa. Rasa hangat, geli, dan enak yang tiada tara membuatku tidak
    kuasa menahan pekikan-pekikan kecil:

    “Ika.. Ika.. edan.. edan.. Enak sekali Ika.. Memekmu enak sekali.. Memekmu hangat sekali.. edan..
    jepitan memekmu enak sekali..”
    “Mas Bob.. mas Bob.. terus mas Bob..” rintih Ika, “Enak mas Bob.. enaaak.. Ak! Ak! Ak! Hhh.. Ak! Hhh..
    Ak! Hhh..”

    Tiba-tiba rasa gatal menyelimuti segenap penjuru kontholku. Gatal yang enak sekali. Aku pun mengocokkan
    kontholku ke memeknya dengan semakin cepat dan kerasnya. Setiap masuk ke dalam, kontholku berusaha
    menusuk lebih dalam lagi dan lebih cepat lagi dibandingkan langkah masuk sebelumnya. Rasa gatal dan rasa
    enak yang luar biasa di konthol pun semakin menghebat.

    “Ika.. aku.. aku..” Karena menahan rasa nikmat dan gatal yang luar biasa aku tidak mampu menyelesaikan
    ucapanku yang memang sudah terbata-bata itu.
    “Mas Bob.. mas Bob.. mas Bob! Ak-ak-ak.. Aku mau keluar lagi.. Ak-ak-ak.. aku ke-ke-ke..”

    Tiba-tiba kontholku mengejang dan berdenyut dengan amat dahsyatnya. Aku tidak mampu lagi menahan rasa
    gatal yang sudah mencapai puncaknya. Namun pada saat itu juga tiba-tiba dinding memek Ika mencekik kuat
    sekali. Dengan cekikan yang kuat dan enak sekali itu. aku tidak mampu lagi menahan jebolnya bendungan
    dalam alat kelaminku.
    Pruttt! Pruttt! Pruttt! Kepala kontholku terasa disemprot cairan memek Ika, bersamaan dengan pekikan
    Ika,

    “..keluarrrr..!” Tubuh Ika mengejang dengan mata membeliak-beliak.
    “Ika..!” aku melenguh keras-keras sambil merengkuh tubuh Ika sekuat-kuatnya, seolah aku sedang berusaha
    rnenemukkan tulang-tulang punggungnya dalam kegemasan. Wajahku kubenamkan kuat-kuat di lehernya yang
    jenjang. Cairan spermaku pun tak terbendung lagi.

    Crottt! Crott! Croat! Spermaku bersemburan dengan derasnya, menyemprot dinding memek Ika yang terdalam.
    Kontholku yang terbenam semua di dalam kehangatan memek Ika terasa berdenyut-denyut.

    Beberapa saat lamanya aku dan Ika terdiam dalam keadaan berpelukan erat sekali, sampai-sampai dari alat
    kemaluan, perut, hingga ke payudaranya seolah terpateri erat dengan tubuh depanku. Aku menghabiskan
    sisa-sisa sperma dalam kontholku. Cret! Cret! Cret! Kontholku menyemprotkan lagi air mani yang masih
    tersisa ke dalam memek Ika. Kali ini semprotannya lebih lemah.

    Perlahan-lahan tubuh Ika dan tubuhku pun mengendur kembali. Aku kemudian menciumi leher mulus Ika dengan
    lembutnya, sementara tangan Ika mengusap-usap punggungku dan mengelus-elus rambut kepalaku. Aku merasa
    puas sekali berhasil bermain seks dengan Ika. Pertama kali aku bermain seks, bidadari lawan mainku
    adalah perempuan Sunda yang bertubuh kenyal, berkulit kuning langsat mulus, berpayudara besar dan padat,
    berpinggang ramping, dan berpinggul besar serta aduhai. Tidak rugi air maniku diperas habis-habisan pada
    pengalaman pertama ini oleh orang semolek Ika.

    Baca JUga Cerita Sex Istri Keponakan

    “Mas Bob.. terima kasih mas Bob. Puas sekali saya. Indah sekali.. sungguh.. enak sekali,” kata Ika
    lirih.

    Aku tidak memberi kata tanggapan. Sebagai jawaban, bibirnya yang indah itu kukecup mesra. Dalam keadaan
    tetap telanjang, kami berdekapan erat di atas tempat tidur pacarku. Dia meletakkan kepalanya di atas
    dadaku yang bidang, sedang tangannya melingkar ke badanku. Baru ketika jam dinding menunjukkan pukul
    22:00, aku dan Ika berpakaian kembali. Ika sudah tahu kebiasaanku dalam mengapeli Dina, bahwa pukul
    22:00 aku pulang ke tempat kost-ku sendiri.
    Sebelum keluar kamar, aku mendekap erat tubuh Ika dan melumat-lumat bibirnya beberapa saat.

    “Mas Bob.. kapan-kapan kita mengulangi lagi ya mas Bob.. Jangan khawatir, kita tanpa Ikatan. Ika akan
    selalu merahasiakan hal ini kepada siapapun, termasuk ke Kak Dai dan Mbak Dina. Ika puas sekali bercumbu
    dengan mas Bob,” begitu kata Ika.

    Aku pun mengangguk tanda setuju. Siapa sih yang tidak mau diberi kenikmatan secara gratis dan tanpa
    ikatan? Akhirnya dia keluar dari kamar dan kembali masuk ke rumahnya lewat pintu samping. Lima menit
    kemudian aku baru pulang ke tempat kost-ku

  • Cerita Panas Kenikmatan Tiada Tara

    Cerita Panas Kenikmatan Tiada Tara


    121 views

    Cerita Panas Kenikmatan Tiada Tara

    ketika gw menjahili supervisor gw yang cantik… Nama gw galan karyawan call center bank swasta terkemuka di di indonesia. Jabatan gw hanya sbgai agent biasa yg kerjanya dimaki-maki nasabah setiap harinya, tapi beruntungnya gw dapet supervisor yang cantik dan seksi bernama Serma. Cewek putih,langsing dan berdada montok ditambah bongkahan pantat yang sangat sensual ini sungguh menggoda. Dengan tinggi 168 cm dan berdada 34 B ditambah kemeja ketat dan rok pendeknya selalu membuat hancur konstrasi gw.

    To the point aja, bos gw si serma yang cantik itu tiba-tiba memanggil gw untuk ke mejanya, gw kira gw bakal kena omelan karena kerjaan gw yang berantakan tetapi ternyata hanya untuk dicekin smartphone nya yang katanya sering ngeheng.
    ” Lan lo bisa bantu liatin HP gw ga? Ko sering ngehang ya? Trus sinyalnya sering ilang?” tanyanya dengan raut wajah bingung, sungguh ekspresi kebingungannya bikin gw gemes,seolah-olah pengen gw jilat itu muka dengan lidah gw.
    ” Ya udh sini gw liatin tapi HPnya gw bawa dulu ya nanti pas makan siang klo udah bener gw kasih lagi.” balas gw untuk permintaan dia.

    Smartphonenya gw bawa ke meja gw, gw coba otak-atik dikit padahal gw juga ga ngerto-ngerti bgt soal beginian bingung juga gw kenapa si serma tiba-tiba minta tolong ke gw.
    Setelah lama gw oprek HPnya akhirnya gw ga nemu penyakit dr smartphonenya, selintas muncul pemikiran jelek gw, mumpung HPnya ada di gw, gw cek aja foto2 dalam galerinya. Dan apa yang gw dapet, gw liat ada beberapa foto hotnya. Ada pose saat dia lagi tiduran dengan BHnya aja,ada foto di kaca kamar mandi dengan toketnya yang putingnya yang coklat mengagumkan dan 1 lagi yang paling mantep ada 1 pose dimana ada foto Serma lagi tiduran di kasur dengan hanya menggunakan g-string hitam dan tanpa BH.

    Niat jahat gw timbul, foto-foto ini bisa jadi modal buat gw untuk merasakan tubuh nya yang sensual itu. Dengan cepat gw kirim foto-foto itu ke smartphone gw. Setelah selesai gw balikin smartphonenya.
    ” Ka serma gw ga ngerti nih,dari tadi gw oprek tapi masih lemot aja, coba lo bawa ke counter aja deh.” sapa gw dengan pemikiran sebentr lagi gw akan dapetin tubuh moleknya.
    ” Yahh lu gimana sih kirain gw lu ngerti. Ya udah deh gapapa nnti gw bawa. Makasih ya.”.dengan wajah kecewa.

    Sehari berselang tepatnya pukul 8 malam saat suanasana kantor mulai sepi, hanya ada beberapa orang shift malam, tanpa pikir panjang gw kirim balik foto-foto hotnya dia ke smartphonenya dia dengan fasilitas messanger. Gw liat dia lagi duduk sambil menatap serius PC dan kaget setelah mendapat pesan gw.
    Dan dengan cepat dia balas pesan gw, dengan mata yang melotor ke arah gw.”KURANG AJAAAARRRRR APA-APAAN INI?? BERANINYA LO NGAMBIL FOTO-FOTO GW. GW LAPORIN LO KE KABAG….” Balasnya denga emosi.

    ” Silahkan, dengan senang hati palingan kalo kaka bilang efek ke gw cuma di pecat, untuk ngelapor ke polisi kayanya ga bakal, apa mau Perusahaan membuka aib karyawannya? Dan klo kaka lapor apa kaka gak malu?” dengan perasaan penuh kemenangan.
    ” Hapus sekarang juga, dan jangan bikin gw marah. Inget gw supervisor lo.” ancamnya sambil tetap menatap tajam ke arah gw, gw pun hanya senyum sinis.
    ” Gw akan hapus setelah gw bisa menjamah tubuh seksi lu.” ancam gw.
    “Bajingan, jadi lu ancem gw” balasnya dengan cepat di mesangger.
    ” Ya terserah apa penilaian kaka..mau saya jamah sedikit atau kaka malu dan ga mungkin kaka pun akan di pecat.”
    Keadaan gw udah diatas angin sekarang dan ka serma membalas.
    ” Apa mau lo sekarang?” Balasan dengan kata2 menyerah.
    ” Saya tunggu kaka di toilet wanita sekarang, jangan lapor siapa pun atau kita hancur bersama.” balas gw dengan kontol yang sudah menegak membayangkan sesaat lagi menatap tubuh seksi ka serma.
    Gw pun segera meninggalkan meja gw dan beranjak ke toilet wanita, mengapa gw pilih disana krna gw tau jam segitu toilet itu sudah sepi karna hanya ada beberapa wanita saja yang tersisa di kantor.
    Gw pun membuka pintu kamar mandi secara mengendap-endap, lalu gw pilih bilik kamar mandi yang paling ujung.
    Gw kirim pesan ka serma ” gw udah dikamar mandi dan gw ada dibilik ujung, cepet kesini kontol gw udah tegang ” kiriman pesan gw semakin cabul.
    5 menit berselang tidak ada balasan dan gw makin panik, jangan jangan dia lapor satpam atau panggil karyawan lain untuk grebek gw.
    Dan tiba-tiba pintu kamar mandi kebuka, jantung gw bedegup kencang, siapa kah yang membuka pintu itu.
    Dan tak lama ketukan bilik kamar mandi berbunyi,gw buka pintunya ka Serma udah ada di depan bilik.
    Gw: ” silahkan masuk kaka cantik.”
    Dia pun mengikuti bagai kerbau yang ditusuk hidungnya, dengan muka yang sangat marah dia masuk. Bilik kamar mandi yang sempit membuat jarak kamu sangat dekat. Gw liat dia menggunakan kemeja putih yang ketat sehingga toketnya menonjol dengan menantang. Ditambah rok mininya yang sejengkal diatas lutut membuat bokongnya semakin terlihat besar.
    Serma : ” apa yang lu mau?”
    Gw : ” tubuh lu ka serma, puasin gw sekarang dan gw persilahkan lu hapus foto2 lu sendiri di hp gw.”
    Sema : ” gw supervisor lo, gw atasan lo, sampai hati lu kaya gini?”
    Kedua tangan gw langsung gw tempelin ke toketnya, luar biasa sintalnya toket dia, dia kaget dengan apa yang gw lakuin.
    Gw : ” gw ga peduli, gw cuma butuh tubuh lu skrg aja, setelah itu gw akan lupain kejadian.”
    Secara perlahan tapi pasti gw raba toketnya secara perlahan, matanya menatap dendam ke gw. Semakin lama rabaan gw semakin cepat dan memjurus brulat. Gw pun membuka kancing kemejanya dan langsung melucuti bajunya.
    Gw liat toketnya luar biasa menantang dengan bh berwarna hitam berenda sedikit di tepiannya. Gw buka kaitan di belakang dan gw cantelkan di pintu bilik. Dua buah bukit kembar dan puting yang coklat sungguh membuat kontol gw makin membesar. Segera saja gw jilati puting kanan dan toket kiri gw raba dengan tangan gw.
    Gw isep terus toketnya, gw jilat dengan rakus dan sesakli gw digigit. Puting satunta pun gw pilin sampai akhirnya nafasnya mulai tak beraturan. Gw tukar posisi sekarang toket kirinya yang gw jilat dan ise, toket kanan yang sudah basah gw raba secara keras dan gw puter-puter putingnya.
    Keluarlah suara dari mulutnya. ” Aaaaaahhhhhhhh….”, gak gw sangka dia menikmati juga apa yang gw lakukan.
    Sambil terus menmenjelajahi toketnya yang ranum dengan jilatan,hisapan dan pelitiran puting. Kaitan rok belakng perlahan gw buka dan seletingnya pun gw turunkan. Secara otomatis turun lah rok kak serma.
    Oh my god ternyata dia sedang menggunakan g-string hitamyang hanya menutupi memeknya dengan bentuk segitiga dan tali tipis menyelip di balahan pantatnya.
    Toketnya semakin brutal gw jilat dan sering kali gw gigit kecil yang membuat dia mendesah kenikmatan. Tanganku sekarang keduanya ada di pantatnya, kuraba pantat semoknya dengan tangan kiri dan tangan kananku kuraba memeknya yang mulai basah dengan cairan kewanitaannya, ternyata ka serma terangsang juga..
    Setelah puas merasakan toketnya kusuruh ka serma duduk diatas toilet yang terlebih dahulu aku tutup agar dia bs duduk.
    Kubuka g-stringnya, mukanya gamang antara menuruti tetapi disisi lain dia tidak ikhlas. Dan setelah kubuka kulihat memeknya yang dihiasi bulu sedikit dan tertata rapih.
    Aku langsung bertjongkok dihadapnya, ku jilati memeknya yang basah, kumainkan klirotisnya dengan lidah ku dan sesekali aku sapu memeknya. Tangan ku tak mau diam,ku maikan jariku di anusnya, keluar lah desahan kembali dari mulutnya, ” ahh galan, lu jahat, lu bikin gw sange, lu harus tanggung jwab puasin gw sekarang…ahhhhh…terus lan…enakkk…ooohhhhh…”
    Ternyata dia sambil memilin kedua putingnya sendiri.
    Gw masukin lidah gw ke memknya dan jari yang kiri memaikan itilnya, dia kelojotan dengan apa yang gw lakuin. Ga bertahan lama pahanya menjepit kepala gw dan membuat gw sulit bernafas. Gw tau di mau orgasme dan gw isep itilnya dengan kuat dan secra bersamaan dia melungguh panjang ” ooohhhhhh galannnnn gw keluaarrrr, ” keluarlah cairan hangat secara perlahan yang menandakan dia orgasme, dia bersandar di toilet dengan kaki mengakang dengan wajah lemas.
    ” Bangsat lu lan,lu bikin gw orgasme.”.
    Gw: ” tapi lu suka kan????sekarang giliran gw ya.”
    Gw buka celana gw, cd dan kemeja gw secara cepat dan menyembulah kontol gw yang standar dengan panjang 14 cm ini.
    Gw jambak rambutnya dan mengarahkan mulutnya ke kontol gw.
    ” Jangan kasar dong, pake jenggut segala, gw tau kok apa yang harus gw lakuin” sanggaj ka serma.
    Gw hanya tersenyum dengan responya.
    Dia mulai memegang kontol gw dengan tangan kirinya dan mulai mencium kepala kontol gw, tangan kirinya mengocok-ngocok pelir gw yang membuat gw terbang ke enakan.
    ” Kontol lo boleh juga, kapan-kapan klo gw mau lagi boleh ya?”.pinta kak serma.
    Gw kaget dengan permintaannya dan gw hanya berkata.
    ” Ga usah bawel ka, sepong gw sekarang gw udah sange. Masa’ yang ngecrot lu doank. Gw juga mau.” Tandas gw.
    Dengan cekatan dia mulai memasukan kontol gw kemulutnya secara beraturan, dia jilatin lubang kebcing gw, dia jilatin semua bagian kontol gw tanpa ada basa-basi lagi. Mulutnya sudah penuh dengan kontol gw, dia keluar masukan kontol gw dari mulutnya. Gak sangaka jago dia nyepong. Setelah 5 menit dia sepong gw, akhirnya gw mau ngecrot juga dan gw gak rela klo harus ngecrot dengan cara ini.
    Gw tarik kontol gw dari mulutnya, dia pun protes. ” Apa-apaan sih gw lagi enak ini.”
    Gw: ” gw akan kasih yang lebi enak, nungging lu sekarang.”
    Dia pun menurutinya, gak sangka gw betapa mudahnya gw menyuruh supervisor gw ini bertindak cabul.
    Sekarang dia udah nungging dan gw bisa liat anus dan memeknya dr belakang, pantatnya gw cubit dan dia marah, ” brengsek,sakit tau cepet masukin kontol lu, kerjaan gw masih banyak.”
    Tanpa berpikir panjang gw arah kontol gw ke memeknya secara perlaha, dan ternyata dia udah ga perawan, memeknya cukup mudah dimasukin tapi tetep pijatan daging memeknya cuku lumayan.
    Kontol gw udah masuk semua dan gw dieimin sebentar, setelah itu mulai gw genjot maju mundur dengan ritma perlahan.
    ” Ooohhhh lan terus entotin gw, masukin semua kontol lo, puasin gw.” Pintanya.
    Gw ketawa dalam hati, ga gw sangka bahasa pelacur juga klo udah sange. Ritme mulai gw tingkat kan genjotannya. Sambil toketnya gw raba dari belakang. Dia semakin mendesah, ” oooohhhhhh galan bangsattt, cepet lan…cepet……enak sayang…..perkosa gw….sekarang gw pnya lo sayang….pake gw sesuka lu…aaaaaaahhhhhhh…terussssss….bangsaattt…. ” Celoteh ka serma terdengar cabul tapi semakin membuat gw terngsang.
    Bosen dengan gaja blowjob,sekarang gw cabut kontol gw, sekarang gw duduk diatas toilet dan gw minta ka serma berdiri diatas gw, tanpa diminta dia mengerti dan mengarahkan kontol gw memeknya.
    Bleeeessssssssss…..masuklah semua kontol gw di memeknya, dia diam menikmati kontol gw berada di memeknya. Gw cium bibirnya secara brutal dan dia mulai menaik turunkan pinggulnya. Ciuman gw beralih ek toket, gw emut putingnya dan gw grebek toket satunya, ” ahhhhh galaannnnnnn lu gilaaaaa gw nikmat banget, ooohhhhhhhhhhh isep terus lann….teruuuuuusssss….”
    Genjotannya semakin mengiila sehingaa keluar suara keceplaaakkk…..kecplaaakkk…kecplaaaakkkkk,, suara campuran lendir kewanitaan dia yang mulai membasahi paha kami.
    Dia sangat buas, genjotannya semokin meningkat.
    ” Galaaaaannn….galannnn….gw mau keluarrrrr gw ga kuat….ooooohhhhhh….” Pintanya.
    ” Sebentar ka kita keluarin bareng. Sebentar lagiiiiiiii, ohhhhhhhh lo pelacur gw malem ini…” Balas gw..
    Dia tidak merespon perkataan bejat gw dan tak lama, ” galaaaannn gw keluaaaaaaaaarrrr.n….aaaargghhtttttttttttttt…. …” dia orgasme, cairan hangat keluar dari memeknya.
    Dan tak sempat bertanya kontolku pun ngecrot di dalam rahimnya.
    ” Ka sermaaaa gw keluaaaaarrrrr ooooooohhhhhhhhhhh….”
    Kami pun orgasme bersama dan dia memeluk tubuh gw yang terkulai lemas diatas tolilet.
    2 menit keheningan terjadi, kontol gw masih di memeknya sampai mengkerut. Dia mulai mengeluarkan perkataan dengan nafas terengah

    Ka serma : ” hapus fotonya sekarang dan gw ikhlas klo lo minta hal ini kapan pun itu.”
    Gw : ” serius lo?”
    Ka serma : ” gw seriusss…selama ini gw hanya bisa puasin diri gw dengan jari, tapi sekarang gw pnya kontol lo yang bisa puasin gw. Tapi inget ini rahasia kita berdua.”
    Gw: ” siaaapppp,, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ka.” Sahut gw dengan bercanda.
    Dan dia tak membalas dan mencium bibir gw. setelah itu kita berpakaian dan keluar secara bergantian dan bekerja kembali seolah tidak ada yang terjadi.
    Setelah kejadian itu kamu sering bertemu di kosan ku untuk bercinta dan saling memuaskan.

  • Kecanduan Memek Babysister Cantik

    Kecanduan Memek Babysister Cantik


    279 views

    BONUS VIDEO BOKEP DAN FOTO BUGIL


    Cerita Dewasa Sex | Kecanduan Memek Babysister Cantik

    Malam telah larut dan jam telah menunjukan pukul 9 malam. Sedari siang tadi kakakku bersama suaminya menghadiri pertemuan sebuah Network Marketing dan diteruskan dengan pertemuan khusus para leaders. Untuk menghilangkan suntuk, aku connect ke internet dan berbagai macam situs aku buka, seperti biasa pasti terdapat banyak situs porno yang asal nyerobot. Biasanya aku langsung close karena aku enggak enak dengan kakakku, tetapi malam ini mereka tidak ada dirumah, hanya bersama dengan seorang baby siters keponakanku, Namanya Imah baru berumur 18Tahun dan berasal dari Wonosobo.

    Memang agak kolotan dan dusun sekali, tetapi kalau aku perhatikan lagi Imah memiliki body yang lumayan bagus dengan wajah yang tidak terlalu jelek. Kami biasa mengobrolkan acara tivi atau terkadang Imah aku ajari internet meskipun hasilnya sangat buruk. Entah kenapa malam ini keinginanku untuk melihat situs porno sangat besar dan libidoku naik saat aku lihat foto-foto telanjang di internet, tanpa aku sadari Im-im keluar dari kamar dan berjalan ke arahku entah sudah berapa lama dia berdiri disampingku ikut memperhatikan foto-foto telanjang yang ada di monitor komputer. “Apa enggak malu ya..?” tanya Imah yang membuatku kaget dan segera aku ganti situsnya dengan yang “normal”.

    113385_06Dengan berusaha tenang, aku minta Imah mengulangi pertanyaannya. “Itu lho tadi, gambar cewek telanjang yang Mas buat, emangnya nggak malu kalau dilihat orang?” Memang Imah sangat lugu dan ndusun kalau soal beginian. Dengan santai aku jawab sembari menyuruhnya duduk disebelahku. “Begini Im, ini foto bukan aku yang buat, orang yang buat ini (sambil aku perlihatkan lagi situs yang memuat foto telanjang tadi), merekakan model yang dibayar jadi ngapain malu kalau dapat duit.” Kemudian Imah melihat lebih seksama satu per satu foto telanjang itu dengan posisi badan agak membungkuk sehingga terlihat jelas bulatan kenyal payudaranya, sudah sejak lama aku menikmati pemandangan ini dan aku sangat terobsesi untuk tidur dengan Imah.

    Aku tersentak kaget saat Imah bertanya soal poto dimana seorang cowol sedang menjilati vagina cewek. “Apa nggak geli ceweknya dijilati kayak gitu terus lagian mau-maunya cowok itu jilatin punya ceweknya padahalkan tempat pipis?”. Dengan otak yang sudah kotor aku mulai berfikir bagaimana aku memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. “Gini Im, vaginanya cewek kalau dijilatin oleh cowok malah enak, memang awalnya geli tapi lama-lama ketagihan ceweknya. Kamu belum pernah coba kan?” tanyaku pada Im-im sambil tanganku membuka foto-foto yang lebih hot lagi. “Belum pernah sama sekali, tapi kalau ciuman bibir dan susuku diremes sudah pernah, aku takut kalau nanti hamil”. (memang Imah sangat terbuka tentang pacarnya yang di Bogor dan pernah suatu hari cerita kalau pacarnya ngajak tidur di hotel tapi Imah nggak mau). “Kalau Cuma kayak gitu nggak bakal bikin hamil, gemana kalau kamu coba, nanti kalau kamu hamil aku mau tanggungjawab dan nggak perlu bingung soal uang, terus kalau ternyata kamu eggak hamil, kamu nanti aku ajari gaya-gaya yang ada difoto ini. Gimana?” Dan Imah cuma diam sambil lihatin wajahku, sebenarnya aku tahu dia naksir aku sudah lama tapi karena posisi dia hanya babysiters yang membuatnya nggak PD. “Benar ya.., janji lho?” pintanya dengan sedikit ragu. Dan dengan wajah penuh semangat aku bersumpah untuk menepati janjiku, meskipun aku enggak ada niat untuk menepati janjiku. Aku putuskan sambungan internet dan mulai “melatih” Im-im dengan diawali teknik berciuman yang sudah pernah dia rasakan dengan pacarnya, sentuhan halus bibirnya yang lembut membuatku membalas dengan ganas hingga tanpa terasa tanganku telah meremas payudara Imah yang memang masih kencang.

    113385_10Desahan halus mulai muncul saat bibirku menelusuri lehernya yang agak berbulu seolah Im-im menikmati semua pelatihan yang aku berikan. Aku merasa cumbuan ini kurang nyaman, aku dan Imah pindah ke dalam kamar Imah, perlahan aku rebahkan tubuhnya dan bibirku bergantian menjelajah bibir dan lehernya sedangkan tanganku berusaha membuka kaos dan BH-nya dan kini separoh tubuh Imah telah bugil membuat libidoku tidak karuan. Tanpa ada keluhan apapun Imah terus mendesah nikmat dan tangannya membimbing tangan kiriku meremas teteknya yang bulat sedangkan payudara kanannya aku lumat dengan bibirku hingga terdengar jeritan kecil Imah.Entah berapa lama aku mencumbu bagian atas tubuhnya dan sebenarnya keinginanku untuk bercinta sudah sangat besar tetapi aku tahu ini bukan saat yang tepat. Perlahan aku turunkan celana pendek dan celana dalamnya bersama hingga Imah sepenuhnya bugil dan ini yang membuat dia malu. Untuk membuat Imah tidak merasa canggung aku mencumbunya lebih ganas lagi sehingga kini Imah mendesah lebih keras lagi dan tangan kanannya meremas kaosku untuk menyalurkan gairahnya yang mulai memuncak. Bibirku kini mulai menjalar kebawah menuju vaginanya yang tertutup kumpulan bulu hitam, perlahan aku angkat kedua pahanya hingga posisi selakangannya terlihat jelas.

    Samar-samar terlihat lipatan berwarna merah di vaginanya dan aku tahu baru aku yang melihat surga dunia milik Imah. Kini bibirku mulai menjilati vaginanya yang mulai banjir dengan halus agar Im-im tidak merasa geli dan ternyata rencanaku berjalan lancar, desahan yang tadi menghiasi cumbuanku dengan Imah kini mulai diselingi lenguhan dan jeritan kecil yang menandakan kenikmatan luar biasa yang sedang dirasakan babysiters keponakanku. Semakin lama semakin banyak lendir yang keluar dari kemaluannya yang membuatku lebih bergairah lagi, tiba-tiba seluruh tubuh Imah kejang dan suara lenguhannya menjadi gagap sedangkan kedua tangannya meremas kuat kasurnya.

    113385_14Dengan diiringi lenguhan panjang Imah mencapai klimak, tubuhnya bergerak tidak beraturan dan aku lihat sepasang teteknya mengeras sehingga membuatku ingin meremasnya dengan kuat. Setelah kenikmatannya perlahan turun seiring tenaganya yang habis terkuras membuat tubuhnya yang bugil menjadi lunglai, dengan kepasrahannya aku menjadi sangat ingin segera menembus vaginanya dengan penisku yang sedari tadi sudah tegang. “Imah merasa sangat aneh, bingung aku jelasin rasanya” katanya dengan perlahan. “Belum pernah aku merasakan hal ini sebelumnya, aku takut kalau terjadi apa-apa,” sambil memelukku erat. Sambil kukecup keningnya, aku jawab kekhawatiranya. “Ini yang disebut kenikmatan surga dunia dan kamu baru merasakan sebagian. Imah nggak perlu takut atau khawatir soal ini, kan aku mau tanggungjawab kalau kamu hamil,” sambil kubalas pelukannya. Sekilas aku lupa libidoku dan berganti dengan perasaan ingin melindungi seorang cewek, kemudian tanpa disengaja tangan Im-im menyentuh penisku sehingga membuat penisku kembali menegang. Wajah Imah tersipu malu saat aku lihat wajahnya yang memerah, kucium bibirnya dan tanpa menunggu komandoku Imah membalasnya dengan lebih panas lagi dan kini Imah terlihat lebih PD dalam mengimbangi cumbuanku. Teteknya aku remas dengan keras sehingga Imah mengerang kecil.

    113385_15Kini bajuku dibuka oleh sepasang tangan yang sedari tadi hanya mampu meremas keras kasur yang kini sudah acak-acakan spreinya dan aku imbangi dengan melepas celana pendekku dan segera terlihat penis yang sudah tegang karena aku terbiasa tidak memakai CD saat dirumah. Melihat pemandangan itu, Imah malu dan menjadi sangat kikuk saat tangannya aku bimbing memegang penisku dan setelah terbiasa dengan pemandangan ini aku membuat gaya 69 dengan Imah berada diatas yang membuatnya lebih leluasa menelusuri penisku. Setelah beberapa lama aku bujuk untuk mengulumnya, akhirnya Imah mau melakukan dan menjadi sangat menikmati, sedangkan aku terus menghujani vaginanya dengan jilatan lidahku yang memburunya dengan ganas.

    Karena tidak kuat menahan rasa nikmat yang menyerang seluruh tubuhnya, Im-im tak mampu meneruskan kulumannya dan lebih memilih menikmati jilatan lidahku di vaginanya dan aku tahu Imah menginginkan kenikmatan yang lebih lagi sehingga tubuh bugilnya aku rebahkan sedangkan kini tubuhku menindihnya sembari aku teruskan bibirku menjelajahi bibirnya yang memerah. Perlahan tanganku menuntun tangan kanan Im-im untuk memegang penisku hingga berada tepat di depan mulut vaginanya, aku gosok-gosok penisku di lipatan vaginanya dan mengakibatkan sensasi yang menyenangkan, erat sekali tangannya memelukku sambil terus mengerang nikmat tanpa memperdulikan lagi suaranya yang mulai parau. Vaginanya semakin basah dan perlahan penisku yang tidak terlalu besar mendesak masuk ke dalam vaginanya dan usahaku tidak begitu berhasil karena hanya bisa memasukkan kepala penisku. Perlahan aku mencoba lagi dan dengan inisiatif Imah yang mengangkat kedua kakinya hingga selakangannya lebih terbuka lebar yang membuatku lebih leluasa menerobos masuk vaginanya dan ternyata usahaku tidak sia-sia.

    Dengan sedikit menjerit Imah mengeluh, “Aduh.., sakit. Pelan-pelan dong” dengan terbata-bata dan lemah kata-kata yang keluar dari mulutnya. Saat seluruh penisku telah masuk semua, aku diam sejenak untuk merasakan hangatnya lubang vaginanya. Perlahan aku gerakkan penisku keluar-masuk liang vaginanya hingga menjadi lebih lancar lagi, semakin lama semakin kencang aku gerakkan penisku hingga memasuki liang paling dalam. Berbagai rancauan yang aku dan Imah keluarkan untuk mengekspresikan kenikmatan yang kami alami sudah tidak terkendali lagi, hampir 15 menit aku menggenjot vaginanya yang baru pertama kali dimasuki penis hingga aku merasa seluruh syaraf kenikmatanku tegang.Rasa nikmat yang aku rasakan saat spermaku keluar dan memasuki lubang vaginanya membuat seluruh tubuhku menegang, aku lumat habis bibirnya yang memerah hingga Imah dan kedua tanganku meremas teteknya yang mengeras. Akhirnya aku bisa merasakan tubuh Imah yang lama ada dianganku. Kami berdua tergolek lemah seolah tubuhku tak bertulang, kupeluk tubuh Imah dengan erat agar dia tidak galau dan setelah tenagaku pulih aku berusaha memakaikan baju padanya karena Imah tidak mampu berdiri lagi.

    Saat aku hendak mengenakan CD aku lihat sedikit bercak merah dipahanya dan aku bersihkan dengan CD ku agar Imah tidak tahu kalau perawannya sudah aku renggut tanpa dia sadari. Kami berdua melakukan hal itu berulangkali dan Imah semakin pintar memuaskanku dan selama ini dia tidak hamil yang membuatnya sangat PD. Tanpa disadari 2 tahun aku menikmati tubuhnya gratis meskipun kini Imah tidak menjadi babysiters keponakanku sebab kakakku telah pindah rumah mengikuti suaminya yang dipindah tugaskan ke daerah lain. Sekarang Imah menjadi penjaga rumahku dan sekaligus pemuas nafsuku saat pacar-pacarku tidak mau aku ajak bercinta.

    113385_16Saat lebaran seperti biasa Imah pulang kampung selama 2 minggu dan yang membuatku kaget dia membawa seorang cewek sebaya dengan Imah dan bernama nina yang merupakan sepupunya. Memang lebih cantik dan lebih seksi dari Imah yang membuatku berpikir kotor saat melihat tubuh yang dimiliki Dina yang lugu seperti Imah 2 tahun yalu. Pada malam harinya, setelah kami melepas rasa kangen dengan bercinta hampir 2 jam, Imah tiba-tiba menjadi serius saat dia mengutarakan maksudnya. “Mas, aku sudah 2 tahun melayani Mas untuk membereskan urusah rumah dan juga memberikan kepuasan diranjang seperti yang aku berikan saat ini,” Imah terdiam sejenak. “Aku ingin tahu, apakah ada keinginan Mas untuk menikahiku meskipun sampai saat ini aku tidak hamil.

    Apa Mas mau menikahiku?” Aku terhenyak dan diam saat disodori pertanyaan yang tidak pernah terlintas sedikitpun selama 2 tahun ini. Lama aku terdiam dan tidak tahu mau berkata apa dan akhirnya Imah meneruskan perkataannya. “Imah tahu kalau Mas nggak ada keinginan untuk menikahiku dan aku nggak menuntut untuk menjadi suamiku, 2 tahun ini aku merasa sangat bahagia dan sebelum itu aku telah mencintai Mas dan menjadi semakin besar saat aku tahu Mas sangat perhatian denganku.” Imah terdiam lagi dan aku memeluknya erat penuh rasa sayang dan Imah pun membalas pelukanku. “Tapi.., aku ingin lebih dari ini. Aku ingin bisa menikmati cinta dan kasih sayang seorang suami dan itu yang membuatku menerima pinangan seorang pria yang rumahnya tidak jauh dari desaku.” Aku terhenyak dan menjadi lebih bingung lagi dan belum bisa menerima kabar yang benar-benar mengagetkanku.

    Kami berdua hanya bisa diam dan tanpa terasa meleleh air mataku dan aku baru merasa bahwa aku ternyata benar-benar menginginkannya, namun ternyata sudah terlambat. Keesokan harinya aku mengantar Imah ke terminal untuk kembali pulang ke desanya dan menikah dengan seorang duda tanpa anak, menurutnya calon suaminya akan menerimanya meskipun dia sudah tidak perawan. Dengan langkah gontai aku kembali ke mobilku dan kini kontolku melalui hari-hariku tanpa Imah.

  • Cerita Panas Perkosa Wanita Berkerudung

    Cerita Panas Perkosa Wanita Berkerudung


    117 views

    Cerita Panas Perkosa Wanita Berkerudung

    Aku seorang lelaki beristri. Tetapi, kejadian spontan telah membuatku menjadi orang yg terobsesi pada sex dengan kekerasan. Tepatnya, aku kini jadi pemerkosa. Spesialisasiku, memperkosa perempuan berjilbab.

    Siang itu, aku berhenti di depan sebuah warung kecil. Mau beli Djarum Super. Baru sekali ini aku ke warung ini. Seperti aku bilang tadi, aku mau beli Djarum Super. Rokok biasanya dipajang di bagian depan warung. Saat itulah kulihat seorang perempuan tengah nungging membelakangiku. Kelihatannya ia sedang menata barang dagangan.

    Kalian pasti membayangkan aku melihat paha yg tersingkap di balik rok. Jangan keliru dulu. Yg kulihat justru perempuan dengan busana serba tertutup. Ia pakai gamis panjang sampai mata kaki. Tetapi justru itu menariknya. Perempuan ini memakai gamis dari bahan halus berwarna biru muda. Kelihatan juga ia berjilbab biru tua. Jilbabnya panjang. Ujungnya sampai ke pinggulnya. Pada posisi menungging gitu, bagian muka jilbabnya jatuh sampai ke lantai. Dari celah jilbab di bawah lengannya terlihat tonjolan teteknya lumayan gede juga.

    yg pertama menarik perhatianku justru bokongnya. Dari belakang terlihat bundar. Di bundaran itulah terlihat cetakan garis celana dalamnya. Entah mengapa aku jadi tertarik mengamati terus gerakan bokong perempuan itu. Sekitar lima menitan aku pandangi bokong itu. Yg terlihat di mataku kini bercampur dengan imajinasi bokong telanjang. Tambah parah lagi karena sekali perempuan itu menggaruk pantatnya tanpa sadar ada yg mengawasi. Tanganku rasanya gatal, ingin mengelus dan meremas pantat bundar itu. Akhirnya, perempuan itu menyadari kehadiranku. Ia menoleh ke belakang dan terkejut.

    “Eh… mau beli apa pak ?” katanya di tengah keterkejutannya.

    Aku lebih terkejut lagi. Ternyata, perempuan ini sangat cantik. Usianya memang tak muda lagi. Mungkin sudah sekitar 30 tahunan. Tapi wajahnya itu lho yg bikin aku nggak bosan memandangnya. Putih, amat putih malah, bersih dan lembut…..Aku berlagak mencari-cari barang sambil terus menerus mencuri kesempatan memandang wajahnya. Sesekali kuajak ngobrol dia. Suaranya juga lembut, selembut wajahnya. Pikiranku mulai ngeres. Membayangkan rintihannya ketika memeknya ditembus k0ntolku.

    Dari ngobrol itulah kutahu bahwa dia seorang ibu dengan tiga anak. Yg paling besar baru kelas 5 SD. Kaget juga aku waktu tahu dia sudah punya 3 anak. Menurutku, dia bahkan pantas jadi mahasiswi semester I. Suaminya kerja dan baru pulang sore. Anak-anaknya sedang sekolah.

    “Jadi sendirian nih, Mbak ?” komentarku, keceplosan saking excitednya.
    “Iya, Pak. Sebentar lagi anak-anak juga pulang,” jawabnya tanpa curiga.

    Aku masih asyik dengan bayangan tubuh telanjangnya ketika ide jahat melintas begitu saja. Itu terjadi ketika kulihat sebilah pisau dagangan yg dipajang. Cepat sekali itu terjadi. Aku asal saja mengambil barang-barang dan kutaruh di meja kasir di hadapannya.

    “Aduh, Mbak… saya kok kebelet pipis. Bisa numpang ke belakang nggak ?” kataku, mulai menjalankan rencana jahatku.
    “Eh… gimana ya….?” katanya ragu. Aku tahu ia ragu, karena ia sendirian di rumah.
    “Gimana nih…. udah nggak tahan, Mbak,” kataku sambil demonstratif meremas selangkanganku di hadapannya.

    Kulihat wajahnya memerah.

    “Eh…. tapi tunggu sebentar ya… kamar mandinya berantakan. Saya rapikan sebentar,” sahutnya sambil bergegas ke dalam.

    Aku langsung menutup pintu warung dan menguncinya. Lalu, kuambil pisau dan menyusul perempuan tadi. Sekilas kulihat ia keluar dari kamar mandi dan menaruh BH ke mesin cuci.

    “Gimana ? Dah nggak tahan nih,” kataku lagi sambil meremas selangkanganku dan melangkah ke arahnya.

    Ibu muda itu kelihatan jengah karena melihatku ada di dalam rumah. “Eh… sudah, silakan,” katanya dengan wajah menunduk.

    Karena menunduk itu, ia kaget betul waktu aku berhenti di depannya. Ia mengangkat wajahnya dan seketika terlihat pucat waktu kuacungkan pisau ke arah perutnya.

    “Angkat tangan dan jangan melawan !” kataku setengah berbisik.

    Ia tampak ketakutan betul. Tangannya segera terangkat. Kusuruh ia berbalik menghadap tembok. Kedua tangannya kemudian kuturunkan dan kuikat dengan BH yg kuambil dari mesin cuci. Lalu, kuputar tubuhnya hingga menghadapku.

    “Jangan… tolong, jangan apa-apakan saya…” katanya dengan suara gemetar.
    “Jangan takut, saya cuma mau senang-senang sedikit,” kataku sambil menjulurkan tangan ke dada kanannya yg tertutup jilbab lebar.

    Ibu muda ini memekik kecil. Wow… teteknya terasa kenyal dan mantap.

    “Kamu nggak pake BH ya ?” kataku sambil mencubit putingnya dari luar jilbab. Ia terus menggeliat-geliat.
    “Siapa namamu ?” kataku sambil memencet putingnya agak keras.
    “Aduh…. aduh… Anisa… aduh, jangan keras-keras….” ia merintih-rintih.

    Kulepaskan jepitanku pada putingnya. Tetapi kini tanganku mulai merayap ke perutnya yg ramping. Terus turun ke pusarnya dan akhirnya berhenti di selangkangannya. Kuremas-remas gundukan memeknya.

    “Ohhh… jangan… jangan….” Anisa menggeliat-geliat.
    “Jangan takut Mbak… saya cuma mau main-main sebentar…” kataku lalu berlutut di hadapannya.

    Tanganku kemudian masuk ke balik gamisnya. Menyusuri kulit tungkainya yg mulus. Lalu perlahan kutarik turun celana dalamnya. Perempuan itu mulai terisak. Apalagi, kini kupaksa kedua kakinya merenggang. Kuangkat bagian bawah gamisnya sampai ke pinggang. Wow… indah sekali. Memeknya mulus tanpa rambut. Gemuk dan celahnya terlihat rapat. Tak sabar kuciumi memek cantik itu.

    Anisa terisak, memohon-mohon agar aku melepaskannya. Ia pun menggeliat-geliat menghindar. Tetapi, mulutku sudah begitu lekat dengan pangkal pahanya. Kujilati sekujur permukaan memeknya sampai basah kuyup. Lidahkupun berusaha menerobos di antara celah memeknya. Agak sulit pada posisi seperti itu. Maka, kugandeng Anisa ke kamarnya. Setengah kubanting tubuhnya ke atas ranjangnya sendiri. Ibu muda itu menjerit-jerit kecil ketika dengan kasar kucabik-cabik gamisnya dengan pisau. Sampai akhirnya, tak ada sehelai kainpun kecuali jilbabnya.

    Kupandangi tubuh yg putih mulus itu. Kedua kakinya menjuntai ke tepi ranjang. Teteknya berguncang-guncang ketika ia menangis. Dengan penuh nafsu kucengkeram kedua teteknya dengan kedua tanganku, lalu kuciumi kedua putingnya. Sesekali kugigit-gigit benda mungil itu.

    “Jangan berteriak keras-keras ya. Cukup mendesah-desah saja. Kalau Mbak Anisa berteriak terlalu keras, aku bisa marah dan kupotong puting Mbak ini,” kataku sambil menjepit puting kanannya, menariknya ke atas dan menempelkan mata pisau ke sisinya. Anisa tampak ketakutan dan menggigigit bibirnya.

    Aku kemudian melorot turun. Wajahku tepat di hadapan selangkangannya. Kuangkat paha perempuan itu hingga terentang lebar, lalu kudorong ke arah tubuhnya. Kini tubuhnya melengkung dan pangkal pahanya terangkat ke arah wajahku. Perlahan, lidahku menjilat alur lubang memeknya dari bawah ke atas.

    “Eungghhhhh….” terdengar Anisa mengerang.

    Tak sabar, aku menguakkan bibir memeknya dengan jemariku. Lebar-lebar sampai terlihat bagian dalam lubang memeknya yg pink dan lembab. Jantungku berdegup kencang. Baru kali ini aku melihat dari dekat bagian dalam lubang memek selain milik istriku. Lebih berdebar lagi, karena memek yg satu ini milik seorang perempuan alim berjilbab lebar.

    Antara degup jantung dan dorongan gairah itu, kujulurkan lidahku sejauh-jauhnya ke lorong itu. Soal rasa tdk penting kuceritakan. Tetapi, sensasinya itu yg luar biasa. Tubuh Anisa bergetar hebat diiringi erangan dari mulutnya. Hampir tak henti-henti ia meratap-ratap diiringi isaknya.

    “Jangan… jangan…. ouhhhh…. jangan…. “

    Ratapannya makin menjadi-jadi saat lidahku menyerang klitorisnya dengan sapuan yg intens. Istriku bisa menjerit-jerit histeris jika itu kulakukan pada klitorisnya. Kulirik Anisa memejamkan mata dan menggigit bibirnya. Kepalanya menggeleng-geleng. Kutusukkan dua jariku dan mengaduk-aduk memeknya. Akibatnya lebih hebat lagi. Anisa merintih-rintih dengan suara yg mirip seperti suara istriku menjelang orgasme. Memeknya terasa amat basah.

    Kugerakkan jariku makin cepat. Lalu, kusedot-sedot klitorisnya. Tiba-tiba, Anisa mengerang panjang dan kedua pahanya mengatup hingga menjepit kepalaku. Tubuhnya mengejang-ngejang. Saat itulah kugigit bibir memeknya dengan gemas. Terdengar Anisa memekik kesakitan. Dari gelinjang kenikmatan, ia kini meronta-ronta kesakitan, berusaha menjauhkan pangkal pahanya dari gigitanku.

    “Sakit….sakit, aduh… sakit… lepaskan….” rintihnya memelas.

    Aku lepaskan gigitanku lalu kedua lututku menekan pahanya hingga mengangkang. Terlihat bekas gigitanku di memeknya. Tetapi bibir memeknya memang terlihat mengkilap oleh cairan memeknya sendiri.

    “Kamu suka ya diperkosa ?” kataku sambil kali ini menusukkan tiga jari ke memeknya yg basah.

    Orgasme Anisa tadi rupanya tertunda. Buktinya, ketika tiga jariku menusuk memeknya, otot-ototnya langsung bereaksi seperti meremas ketiga jariku. Ibu muda itu pun mengerang dan merintih….

    “Ouuhhhh… jangannnhhh…aihhhh….oummmmhhhh…” desahannya makin menjadi ketika bibirku menangkap puting kanannya dan menghisapnya kuat-kuat.

    Aku tahu perempuan ini orgasme saat mendengar rintihannya. Sangat mirip rintihan istriku ketika orgasme. Otot-otot memeknya juga mencengkeram tiga jariku sementara pinggulnya bergerak tak terkontrol. Kupandangi wajah sayu Anisa dengan penuh nafsu. Dia menggigit bibirnya sendiri. Matanya terpejam. Tiga jariku masih menusuk memeknya yg terlihat amat becek. Tubuh telanjang ibu muda berjilbab ini terlihat bergetar menahan sisa-sisa orgasmenya.

    Sampai akhirnya, Anisa benar-benar terkapar lunglai. Kedua tangannya masih terikat di belakang punggung, mengganjal pantatnya sehingga bagian pinggulnya mendongak ke atas. Tubuhnya bermandi peluh. Kedua pahanya mengangkang lebar. Kutarik keluar tiga jariku, kunikmati pemandangan lubang memeknya yg membentuk huruf O dan perlahan mengatup kembali.

    “Ok… sekarang giliranku,” kataku sambil menempatkan diri di tengah pahanya yg mengangkang.

    Anisa cuma bisa menggeleng lemah saat kepala k0ntolku mulai menyusup di celah memeknya. Kupaksa ia mengulum tiga jariku yg berlumur lendir dari memeknya sendiri.

    “Kamu belum pernah menjilat memekmu sendiri kan ?” kataku.

    Anisa terisak-isak sambil mengulum tiga jariku yg berlumur lendir kemaluannya sendiri. Terlihat keningnya berkerut. Kepala k0ntolku sudah terjepit di mulut lubang memeknya yg terasa sangat basah. Aku ingin memberinya sedikit kejutan. Tanpa peringatan sama sekali, langsung kuhentakkan k0ntolku jauh sampai ke dasar memeknya. K0ntolku terasa menerobos lorong sempit yg berlendir. Suara benturan biji pelirku dengan pangkal pahanya terdengar cukup keras.

    Reaksi Anisa juga luar biasa. Kedua matanya tiba-tiba membelalak. Kalau saja mulutnya tdk sedang mengulum jariku, mungkin dari mulutnya akan terdengar jeritan. Tetapi kini yg terdengar hanya gumaman tak jelas. Bahkan, jariku terasa agak sakit karena digigit ibu muda ini.

    Tetapi yg jelas, k0ntolku kini terasa seperti diremas-remas oleh otot-otot memek perempuan berjilbab lebar ini luar biasa.