TOKET

  • Toket Gede yang Membuatku Begitu Terangsang

    Toket Gede yang Membuatku Begitu Terangsang


    4436 views

    Toket Gede yang Membuatku Begitu Terangsang

    Cerita Hot – Hari Minggu siang ini aku sedang santai membaca buku, ketika aku mendengar suara mobil istriku berhenti didepan garasi. Suaranya yang nyaring itu, terdengar ketika ia memanggil pembatuku untuk membuka pintu garasi. Aku melongokkan kepalaku kearah garasi ketika dia masuk dengan membawa bebarap kantung belanjaan.

    “Inah, masukkan barang-barang ini ke kulkas segera ya..” perintahnya kepada pembantuku. Inah adalah pembantuku satu-satunya, setelah kemarin Warni minta ijin untuk berhenti karena mau dikawinkan oleh kedua orang tuanya.. Tak lama kemudian istriku datang menghampiriku yang sedang santai membaca sambil nonton acara TV.. “Pa ini pembantu baru yang gantiin si Warni, aku baru ambil dari yayasan di Depok. Namanya Siti pa,” jelas istriku.

    Dibelakangnya berjalan dengan kepala tertunduk si pembantu baru ini. Sosok tubuhnya cukup tinggi, dengan wajah yang mencerminkan gadis dari desa dan perawakan yang cukup bagus. Yang membuat aku agak memberikan perhatian lebih lama adalah bongkahan daging yang sangat menonjol didadanya itu. Aku memang gak bisa menahan diri, jika melihat toket gede yang membusung seperti itu. Wah enak nih kalau bisa meremas dan mengulum toket gede seperti ini, pikirku..

    “Umurnya baru 20 pa, tapi dia dah pengalaman jadi TKW ke Arab,” jelas istriku. “Ini bapak ya Ti, kamu mesthi layani Bapak dengan baik lho..” “Iya bu, saya akan lakukan,” jawabnya sambil tetap menundukkan kepalanya, sehingga membuatku lebih leluasa untuk mengamati tonjolan toket gede nya yang bulat itu. “Ya sudah sana,” kataku, “kamu bantu Inah di belakang. Yang penting kamu kerja yang baik.”

    “Iya pak, terima kasih saya boleh kerja disini..” sahutnya sambil membalikkan badan dan berjalan kearah dapur. Sempat aku perhatikan perawakannya dari belakang, ternyata dia punya pantat yang cukup bundaar dan sekal, paha dan betisnya sangat bagus bentuknya walau kulitnya tidak terlalu putih. Ini jenis body yang sangat membangkitkan selera nafsu birahiku. Tak terasa adikku sudah mulai bangun dan menggeliat ketika membayangkan pembantu baruku tanpa sehelai benang ditubuhnya.. Aaaargghh….!!!

    Pekerjaanku sebagai konsultan lepas untuk beberapa perusahaan membuatku lebih sering berada dirumah, dan mengerjakan segala sesuatunya dirumah. Aku keluar rumah ketika ada klien atau mitra yang harus kutemui, selebihnya aku lebih senang menghabiskan waktuku dengan bermain bersama anak-anaku. Sehari-hari setelah mengantar anak-anakku kesekolah, aku kembali kerumah dan mulai mengerjakan tugas-tugasku .

    Aku sedang diruang kerjaku menulis analisa tentang perusahaan telekomunikasi A yang merupakan kompetitor dari klien utamaku, ketika Siti melewatiku dengan membawa peralatan pembersih, “Permisi pak, mau bersihin kamar dan kamar mandi Bapak..” jelasnya lirih sambil menundukkan kepalanya. Kupandangi wajahnya yang masih tetap menunduk, an kemudian turun kedadanya yang membusung, padat dan tegak.

    “Kamu umur berapa sih sekarang Ti?” tanyaku sambil tetap tidak melepaskan pandanganku dari dadanya. “Saya mau 21 tahun pak, tahun ini,” jawabnya sambil masih tetap menundukkan kepalanya. “Kamu dah kawin ya,” tebakku sambil bersuara agak tegas, walau ngakunya pada istriku masih gadis. “Jangan bohong kamu sama aku ya..” tegasku.

    Dia makin menundukkan kepalanya dan kemudian menjawab lemah, “Sudah pak, tapi jangan bilang ibu ya pak, saya sangat butuh banget kerjaan ini pak. Anak saya sangat perlu uang untuk beli susu dia pa..” “Ya sudah, sana.. Tapi kerja yang baik dan nurut disini ya, sama aku.. Jangan bantah..

    Tolong klosetnya jangan lupa kamu gosok yang bersih, ya Ti..” kataku, sambil tak lepas menatap dadanya yang nampak lebih membusung hari ini dengan kaus oblong putih yang agak kekecilan itu.. “Makasih pak, saya akan nurut bapak, tapi jangan bilang ibu ya pak..” pintanya lirih. He….he…he.. ada kartu truf ni buat aku untuk muasin sikecil yang sudah mulai tegak.. Oke untuk hari ini kamu aku biarkan lolos dari incaranku, sambil mulai memikirkan cara untuk dapat menikmati tubuhnya, terutama dadanya sang sangat tegak, padat dan sekal itu..

    Pagi itu aku sedang mengetik kerjaan didepan komputer ketika Siti lewat untuk membersihkan kamarku.. Hemmhh.. Masiih dengan kaus yang agak ketat, dadanya tampak sangat membusung dan menggairahkan.. “maaf pak mau bersihkan kamar dan kamar mandi bapak..” pintanya sambil masih menunduk.. “Ya sudah sana,” jawabku sambil tak lepas menatap toket gede nya yang indah..

    Aku melanjutkan pekerjaanku sambil memikirkan cara yang tepat untuk menikmati toket gede pembantu baruku ini.. Ketika kudengar dia memasuki dan membersihkan kamar mandiku, aku segera bangkit dan menyusul masuk ke kamar mandi..

    “Ti tolong kamu potongi bulu rambut yang ada ditelingaku ini ya.. Hati-hati tapi kamu, jangan sampai luka..” kataku. Dengan hati-hati dia mulai memotongi rambut di telingaku, dan dengan sengaja kuangkat sikuku, sambil berpura-pura meringis kesakitan, hingga menyentuh tonjolan didadanya..

    Dia agak mundur sedikit, tapi kembali sikuku mengejar toket gede yang kesat itu. Wah masih padat dan kenyal sekali, sehingga adikku mulai tegak.. Ketika kusuruh dia pindah kekuping kiriku, sekarang dengan telapak tanganku kananku kusentuh, kutekan, dan mulai kuremasi toket gede yang sudah beberapa hari ini menghantuiku..

    Dia menjauhkan tubuhnya dan berhenti memotong rambut kupingku.. “Paakk, jangan pak..”pintanya lemah.. Tapi aku segera menghardiknya “Ayo, lanjutkan motongnya!!!” Dengan takut-takut dia melanjutkan kegiatannya dengan hati-hati, dan kembali aku menjulurkan telapak tanganku untuk meremas dadanya.

    Meski dia berusaha menghindar tapi aku malah berusaha untuk memasukkan tanganku kebalik kaus ketatnya, dan akhirnya berhasil kusentuh dan kuremas dengan nikmat toket gede nya yang sebagian lagi masih tersembunyi dibalik BHnya. “Pakk, jangan pakk.. nanti dimarahin ibu pakk…”pintanya lirih sambil berusaha lari keluar kamar mandi..

    Karena takut nanti dia berteriak, akhirnya ku biarkan di keluar dari kamar mandi.. Uhh… ini toket gede yang terkenyal dan terpadat yang pernah kurasakan… Awas kamu nanti Ti, janjiku pada diriku sendiri.. Aku harus bisa menikmati lebihhh…..

    Biasanya anak-anak memang tidak tidur bersama aku dan istriku..Dan Siti setiap malam tidur dikamar tidur anakku, dan menemani mereka ketika mereka tidur dikamar itu.. Tapi malam itu anak-anak tidur dikamarku, jam 21.00 mereka sudah terlelap dikeloni oleh istriku. Aku masih didepan komputer, ketika kudengar suara langkah kaki Siti menaiki tangga dan masuk kekamar anakku..

    Ah.. malam ini aku harus menikmati lagi kenyalnya toket gede si Siti pikirku.. Tiga jam kemudian, setelah yakin istriku lelap dalam tidurnya, aku mengendap-endap mendekati kamar anakku dan menempelkan kupingku kepintu.. Aku yakin Siti sudah tidur, karena dari dalam kamar anakku hanya suara desis AC saja yang terdengar.. Kunci pintu kamar anakku memang sengaja aku sembunyikan, sehingga dengan leluasa aku masuk dan segera menutup kembali pintu..

    Kulihat Siti tidur dengan nyenyaknya, dan dada yang membusung itu nampak dengan jelas dibalik setelan dasternya yang longgar.. Kucoba untuk membuka kancing atas dasternya, ternyata dia tidak mengenakan BH malam ini.. Waaahh….pucuk dicinta ulam tiba, pikir ku.. Setelah lima kancing terbuka semua, maka menyembullah toket gede yang bulat dan tegak..

    Aku yakin ukurannya tidak kurang dari 36c, dan yang membuatku tambah terangsang karena toket gede nya tetap tegak kencang walau dia dalam posisi telentang.. Kutangkupkan telapak tangan ku pelan-pelan diatas dada indah itu, dan pelan-pelan aku mulai meremasnya.. Wahhh adikku sudah mengeras dengan cepatnya, dan nafsuku makin tak tertahan..

    Segera kuhentikan remasanku, ketika dia bergerak hendak pidah posisi walau masih dalam keadaan tidur. Ternyata posisinya malah makin membuatku spaneng.. Sekarang dia telentang sepenuhnya, dan kedua kakinya membuka agak lebar, dengan toket gede nya membusung tegak tanpa tertutupi daster atasnya yang telah kubuka kancingnya..

    Aku sudah tak dapat menahan lagi nafsuku yang memuncak, segera kuaposisikan kedua lututku diantara kedua pahanya dan kutindih dia seraya mulutku tanpa basa-basi lagi segera mengulum dan mengisapi toket gede nya..

    Siti terbangun tapi masih belum sadar apa yang terjadi, dan ketika kesadarannya pulih keadaan sudah terlambat karena toket gede nya sudah sepenuhnya tenggelam dalam kuluman mulutku dan kedua tanganku segera menahan kedua tangannya yang hendak mendorong kepalaku..

    Ahhhhh memang enak benar susu pembantu baruku ini.. Benar-benar kenyal dan padat sekali, pantas tetap tegak walau dia dalam posisi telentang dan tanpa penyangga apapun.. Inilah toket gede yang selama ini kuidam-idamkan.. Mulutku tak henti mengulum dan mengisap susu Siti, putingnya kekecap-kecap dengan lidahku..

    Awalnya Siti masih berusaha memberontak, tapi ketika kukunci pinggangnya dengan pinggangku yang berada diantara kedua pahanya, dan kedua tangannya kutahan dengan tanganku, akhirnya dia pasrah dan mengendurkan pemberontakannya.. Aku makin menggila dan mulutku makin gencar menghajar kedua buah dadanya bergantian..

    Nampaknya dia tak bisa menghindar dari rangsangan yang timbul dari kuluman dan isapanku pada kedua buah dadanya, sebab matanya muai memejam dan dia seakan menggigit bibirnya sendiri menahan rangsangan itu.. Nafsuku juga makin memuncak melihat ekspresi wajahnya yang mencoba menahan rangsangan yang timbul, dan akhirnya aku coba untuk menarik celana pendek longgar yang dia kenakan sedikit..

    Dia menahan tanganku yang mencoba menarik turun celana pendeknya, tapi segera kutingkatkan serangan mulut dan lidahku pada buah dada yang membuncah itu. Dari susunya yang kanan, aku berpindah lagi kekiri dan terus tidak berhenti, sambil kembali aku berusaha menarik turun celana pendeknya..

    Akhirnya dengan masih tetap menindihnya aku berhasil menarik turun celana pendek sekaligus celana dalamnya hingga ke pergelangan kakinya, dan akhirnya lepaslah celana itu dari tubuhnya.. Yeessss….. terpampanglah tubuh bugil pembantu baruku tetap dibawah tindihanku, dan masih juga mulut dan tangan ku bergantian menghajar kedua buah dadanya tanpa henti..

    Kuhentikan sebentar kegiatanku dengan masih dalam posisi dimana aku duduk diantara bentangan pahanya yang sudah telanjang, dan mulai aku melepaskan kaus dan celana pendek dan celana dalam hingga akhirnya aku dalam keadaan telanjang bulat..

    Siti nampak kaget dan agak ketakutan melihat kelakuanku, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena aku masih tetap mengunci posisinya dibawahku.. Aku mulai lagi mengulum susu Siti bergantian kiri kanan, sambil menindihnya aku mulai menempatkan kontolku tepat diatas vaginanya..

    Sambil meningkatkan seranganku pada susunya, kontolku yang sudah mengeras dengan sempurna kutekankan pada mulut vaginanya.. “Paakkk….jangaaann paaakkk….” keluh Siti agak lirihhh.. Nafsuku yang sudah diubun-ubun membuatku gelap mata dan tak menghiraukan desah lirihnya..

    Kupegang kontolku dengan tangan kananku, dan mulai kutekankan kemulut vaginanya pelan-pelan.. “Aaahhhh …..sakiiiittt paaakkkkk..” jerit Siti lirih dengan berusaha menggeser pinggangnya kekiri menghindari tekanan kontolku dimulut vaginanya..

    “Udah Ti jangan gerak-gerak lagi…” bujukku pelan, sambil kembali menempatkan kontolku pada posisi yang tepat dimulut vaginanya dan kebali kutekan hingga masuk kepalanya saja.. “Addduuuhhh paakk… sakkiiitt paakk..” Kembali Siti hendak menggeser pinggangnya, dan segera aku menahannya sambil sedikit membentaknya dengan galak

    “Diaamm aja kamu Ti…” Dengan ketakutan akhirnya dia menghentikan usahanya untuk menggeser pinggangnya, dan dengan nikmatnya kembali aku menekankan kepala kontolku kedalam mulut vaginanya.. Yeeessss…. mulai masuk setengahnya, rasanya luar biasa enaakkk..

    Kulihat dia memejamkan kedua matanya dan gigi atasnya menggigit bibir bawahnya menahan sakit dan nikmat ketika kontolku yang berdiameter 5 cm dan panjang 16cm mulai menyeruak makin kedalam… Akhirnya dengan sentakan yang agak kuat akhirnya kontolku masuk sepenuhnya kedalam vagina Siti… Ahhhh..

    Benar-benar nikmattt cengkraman vagina Siti, dia mengejan menahan rasa sakit ketika seluruh batang kontolku masuk menghunjam kedalam vaginanya… Rasa-rasanya seperti dipijat dan disedot-sedot.. Akhirnya pelan-pelan aku mulai menggerakan kontolku mundur separo, berhenti sedetik dan mulai maju lagi hingga habis tenggelam dalam cengkeraman nikmat vagina Siti..

    Kutingkatkan pelan-pelan kecepatan gerakan maju-mundurku, dan nampaknya Siti mulai merasakan nikmat yang luar biasa ketika batang kontolku menggesek bagian dalam vaginanya.. Rasa sakit ketika kontolku yang besar habis tenggelam dalam vaginanya, mulai tergaintikan dengan rasa nikmat tadi…

    Mulai kupacu keras dan cepat hunjaman batang kontolku kedalam vaginanya..”Adduhh… ppaaakkk…” desahnya lirih yang makin meningkatkan nafsuku, sehingga sambil tetap mengayunkan batangku kembali kedua susunya menjadi bulan-bulanan mulut dan tanganku.. “Aaahhhh ….. ini bener-bener enak Ti…” kataku…

    Setelah lebih 15 menit aku mengayun dengan kecepatan yang bervariasi, akhirnya kuhentikan ayunanku dan kulepaskan kontolku dari cengkeraman vaginanya yang luar biasa peret… “Ayo kamu telungkup dan agak nungging Tii..” perintahku agak galak, sambil membantunya telungkup dan menarik agak keatas pantatnya yang sekal, indah, dan membulat itu..

    Kuposisikan kembali kontolku yang masih keras kearah mulut vaginanya, dan “…bblleesss…” suara itu mengiringi amblesnya lagi batang kontolku kedalam vagina Siti.. Dan kembali rasa seperti disedot dan dicengkeram otot-otot vagina Siti yang kencang dan masih sempit itu melanda seluruh rangsang syarafku.. Mungkin dia kembali mengejan untuk menahan rasa sakit yang masih terasa dari sodokanku kedalam vaginanya…

    Pelan kembali kuayun pinggangku kedepan dan kebelakang, sambil tanganku menahan dan meremas pantat Siti yang bulat, sekal, dan padat itu.. Pemandangan itu membuat nafsuku makin kuat, apalagi ketika melihat susunya terayun-ayun tegas mengikuti ayunan pinggangku ke pantat sekalnya, serta erangannya ketika aku menekan habis batang kontolku kedalam vaginanya..

    “Aaahhhhh….aahhhhh…. paak sudaaahhh…. paakkk….”erangnya lirih… Justru erangannya menambah nafsuku untuk menghajar dengan cepat dan kuat pantat dan vaginanya, dan kembali kuremas-remas susunya dari arah belakang… Luaaarrrr…biaaassaa……… ..!!!!!!!!!!!

    Setelah lebih dari dua puluh menit aku menghajar pantat dan vaginanya dari belakang, sambil meremas-remas susunya yang indah, aku lepaskan lagi batang kontolku dari cengkeraman vaginanya yang masih erat dan kuat pelan-pelan.. AAHhhhh.. benar-benar nikmat.. Kembali kubalikan tubuh Siti telentang dan kuangkat kakinya sedikit keatas, kembali kudekatkan batang kontolku yang masih keras kemulut vaginanya…

    Siti sudah benar-benar pasrah dan membiarkan aku mengatur seluruh posisinya dalam persetubuhan ini, walau masih terdengar kembali erangan lirihnya memintaku menyudahi permainan nikmat ini.. “Paakk….suudaaahh ..paakkk..”

    Kuacuhkan permintaannya, dan kembali kuhantamkan batang kontolku kedalam vagina peret dan seret itu.. Ayunanku semakin cepat dan kadang bervariasi dengan ayunan pelan, tiada henti dengan diiringi erangan dan desahannya bercampur dengan suara indah beradunya pangkal kontolku menghantam pangkal pahanya “..plookkkhh…ploookkkhhh…” Pemandangan ayunan tegas kedua susu Siti, seirama dengan ayunan pinggangku, membuat nafsuku memuncak cepat..

    Apalagi cengkeraman otot vagina dan raut wajahnya yang mengejan menahan rasa sakit dan rangsangan yang timbul, membuatku tak dapat menahan lagi untuk meremasi dan mengulumi kembali kedua susunya.. Kadang kugigit kecil karena tak mampu menahan rasa nikmat dan gemasku atas kekenyalan susunya.. Akhirnya setelah lebih dari 20 menit dalam posisi MOT, rangsangan itu memuncak dan kepala kontolku terasa luuaar biiaasssaa nikmat..

    Gerakan ayunanku semakin cepat dan akhirnya aku tak dapat menahan lebih lama lagii, persis ketika air maniku sampai diujung mulut kontolku, segera kutarik keluar dan kumuntahkan air maniku diatas perut, dada busung, dan sebagian wajahnya..”croott..crooot…cr oottttt…crrrooottt thhh ….”

    ”Aaahhhh….. niikmmaaaaaaatttttt……”eran gku tak dapat menahan rasa luar biasa yang timbul ketika air maniku keluar deras menyemprot perut, dada, dan wajahnya… Setelah habis air maniku keluar, aku rebahkan diriku disamping tubuh Siti yang lemah tergolek telentang setelah kugarap hampir satu jam penuh..

    Dia segera menarik selimut yang tergeletak disampingnya, dan menutupi tubuh telanjangnya dengan selimut itu.. Sepintas sempat kulihat dia menitikkan air mata, dan suara tangis yang ditahannya beradu dengan napasnya yang tersengal..

    “Udah Ti, gak usah nangis segala..” kataku, seraya mengenakan celana dalam dan pakaianku.. Dia berusaha menahan tangisnya, dan segera kutinggalkan kamar anakku kembali ke kamar kerja untuk mematikan komputer dan masuk kekamar tidurku..

    Kulihat istri dan anakku masih tertidur dengan nyenyaknya, kala kulihat jam telah menunjukkan pukul 1.. Kurebahkan diriku disamping anakku, dan kucoba untuk tidur.. Tapi kenikmatan yang baru saja kurasakan masih membayang jelas dalam pikiranku, dan menghalangiku untuk segera tidur..

    Kapan-kapan aku harus mengulanginya lagi menikmati toket gede nya, pikirku.

  • Multiple Orgasme yang Kualami Saat ML dengan Teman Suami

    Multiple Orgasme yang Kualami Saat ML dengan Teman Suami


    1521 views

    Multiple Orgasme yang Kualami Saat ML dengan Teman Suami

    Cerita hot – Heru, 32 th, adalah teman sekantor suamiku yang sebaya dengannya sedangkan aku berumur 28 th. Mereka sering bermain tenis bersama, entah mengapa setiap Heru datang kerumah menjemput suamiku ia selalu menyapaku dengan senyumnya yang khas, sorotan matanya yang dalam selalu memandangi diriku sedemikian rupa apalagi sewaktu aku memakai daster yang agak menerawang tatapannya seakan menembus menjelajahi seluruh tubuhku.

    Aku benar benar dibuat risih oleh perlakuannya, sejujurnya aku merasakan sesuatu yang aneh pada diriku, walaupun aku telah menikah 2 tahun yang lalu dengan suamiku, aku merasakan ada suatu getaran dilubuk hatiku ditatap sedemikian rupa oleh Heru.

    Suatu hari suamiku pergi keluar kota selama 4 hari. Pas di hari minggu Heru datang kerumah maksud hati ingin mengajak suamiku bermain tenis, pada waktu itu aku sedang olahraga dirumah dengan memakai hot pant ketat dan kaos diatas perut.

    Ketika kubuka pintu untuknya ia terpana melihat liku liku tubuhku yang seksi tercetak jelas di kaos dan celana pendekku yang serba ketat itu. Darahku berdesir merasakan tatapannya yang tajam itu. Kukatakan padanya suamiku keluar kota sejak 2 hari lalu, dia hanya diam terpaku dengan senyumannya yang khas tidak terlihat adanya kekecewaan diraut mukanya, tiba-tiba ia berkata,

    “..Hesty mau tidak gantiin suamimu, main tenis dengan saya..” Giliran aku yang terpana selama menikah belum pernah aku pergi keluar dengan laki laki selain suamiku tetapi terus terang aku senang mendengar ajakannya, dimataku Heru merupakan figure yang cukup ‘gentleman’.

    Sementara aku masih ragu-ragu tiba tiba dengan yakin ia berkata “..Cepet ganti pakaian aku tunggu disini..” Entah apa yang mendorongku untuk menerima ajakannya aku langsung mengangguk sambil berlari kekamarku untuk mengganti pakaian.

    Dikamar Aku termangu hatiku dagdigdug seperti anak SMU sedang berpacaran lalu aku melihat diriku dicermin kupilih baju baju tenisku lalu ketemukan rok tenis putihku yang supermini lalu kupakai dengan blous ‘you can see’ setelah itu kupakai lagi sweater, wouw.. cukup seksi juga aku ini.., setelah itu aku pakai sepatu olahragaku lalu cepat cepat aku temui Heru didepan pintu “..Ayo Her aku sudah siap..” Heru hanya melongo melihat pakaianku. Jakunnya terlihat naik turun.

    Singkat kata aku bermain tenis dengannya dengan penuh ceria, kukejar bola yang dipukulnya, rok miniku berkibar, tanpa sungkan aku biarkan matanya menatap celana dalamku, ada perasaan bangga dan gairah setiap matanya menatap pantatku yang padat bulat ini.

    Saking hotnya aku mengejar bola tanpa kuduga aku jatuh terkilir, Heru menghampiriku lalu mengajakku pulang. Setiba di rumah, kuajak Heru untuk mampir dan ia menerimanya dengan senang hati. Heru memapahku sampai ke kamar, lalu membantuku duduk di ranjang. Dengan manja kuminta ia mengambilkan aku minuman di dapur, Heru mengambilkan minuman dan kembali ke kamar mendapatkan aku telah melepas sweater dan sedang memijat betisku sendiri.

    Ia agak tersentak melihatku, karena aku telah menanggalkan sweaterku sekarang tinggal memakai blous “you can see” longgar yang membuat ketiak dan buah dadaku yang putih mulus itu mengintip nakal, posisi kakiku juga menarik rokmini olahragaku hingga pahaku yang juga putih mulus itu terbuka untuk menggoda matanya.

    Tampak sekali ia menahan diri dan mengalihkan pandangan saat memberikan minuman kepadaku. Memang “gentleman” pria ini. penampilannya agak kaku tetapi disertai sikap yang lembut, kombinasi yang tak kudapatkan dari suamiku, ditambah berbagai macam kecocokan di antara kami. Mungkin inilah yang mendorongku untuk melakukan sesuatu hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang wanita yang sudah bersuami.

    Aku menggeser posisiku mendekatinya, lalu kucium pipinya sebagai ucapan terimakasihku. Heru terkejut, namun tak berusaha menghindar bahkan ia menggerakan wajahnya sehingga bibirku beradu dengan bibirnya. Kewanitaanku bangkit walaupun aku tahu ini adalah salah tetapi tanpa kusadari ia mencium bibirku beberapa saat sebelum akhirnya aku merespon dengan hisapan lembut pada bibir bawahnya yang basah.

    Kami saling menghisap bibir beberapa saat sampai akhirnya aku yang lebih dulu melepas ciuman hangat kami. “Her..” kataku ragu. Kami saling menatap beberapa saat. Komunikasi tanpa kata-kata akhirnya memberi jawaban dan keputusan yang sama dalam hati kami, lalu hampir berbarengan, wajah kami sama-sama maju dan kembali saling berciuman dengan mesra dan hangat, saling menghisap bibir, lalu lama kelamaan, entah siapa yang memulai, aku dan Heru saling menghisap lidah dan ciuman pun semakin bertambah panas dan bergairah.

    Ciuman dan hisapan berlanjut terus, sementara tangan Heru mulai beralih dari betisku, merayap ke pahaku dan membelainya dengan lembut. Darahku semakin berdesir. Mataku terpejam. Entah bagaimana pria bukan suamiku ini bisa menyentuh ragaku selembut ini, semakin kupejamkan mataku semakin melayang perasaanku, dan menikmati kelembutan yang memancing gairah ini.

    Kembali Heru yang melepas bibirnya dari bibirku. Namun kali ini, dengan lembut namun tegas, ia mendorong tubuhku sambil satu tangannya masih terus membelai pahaku, membuat kedua tanganku yang menahanku pada posisi duduk tak kuasa melawan dan akupun terbaring pasrah menikmati belaiannya, sementara ia sendiri membaringkan tubuhnya miring di sisiku.

    Heru mengambil inisiatif mencium bibirku kembali, yang serta merta kubalas dengan hisapan pada lidahnya. Mungkin saat itu gairahku semakin menggelegak akibat tangannya yang mulai beralih dari pahaku ke selangkanganku, membelai barang milikku yang paling sensitif yang masih terbalut celana dalam itu dengan lembut namun pasti.

    “Mmhh.. Heruu..sudah terlalu jauh Her..” desahku di sela-sela ciuman panas kami. Aku agak lega saat tangan kekarnya meninggalkan selangkanganku, namun ia mulai menarik blousku hingga terlepas dari jepitan rokku, lalu ia loloskan dari kepalaku.

    Buah dadaku yang montok dan puting susuku membayang menggoda dari BH-ku yang tipis dan seksi, membuatnya semakin penasaran. Ia kembali mencium bibirku, namun kali ini lidahnya mulai berpindah-pindah ke telinga dan leherku, untuk kembali lagi ke bibir dan lidahku.

    Permainannya yang lembut dan tak tergesa-gesa ini membuatku terpancing menjadi semakin bergairah, sampai akhirnya ia mulai memainkan tangannya meraba-raba dadaku dan sesekali menyelipkan jarinya ke balik BH menggesek-gesek putingku yang saat itu sudah tegak mengacung.

    Tanpa kusadari aku mulai memainkan kaos bajunya, dan setelah bajunya kusingkap terlihat tampilan otot di tubuhnya. Aku melihat dada bidang dan kekar, serta perut sixpacknya di depan mataku. Tak lama ia pun memutuskan untuk mengalihkan godaan bibirnya ke buah dadaku yang masih terbalut BHku.

    Diciumi buah dadaku sementara tangannya merogoh ke balik punggungku untuk melepas kait BH-ku. Sama sekali tidak ada protes dariku iapun melempar BH-ku ke lantai sambil tidak buang waktu lagi mulai menjilati putingku yang memang sudah menginginkan ini dari tadi. “Ooohh.. sshh.. aachh.. Heruu..” desahku langsung terlontar tak tertahankan begitu lidahnya yang basah dan kasar menggesek putingku yang terasa sangat peka.

    Heru menjilati dan menghisap dada dan putingku di sela-sela desah dan rintihku yang sangat menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang semakin lama semakin menggelora ini, “..Oooh Heru suuddhaah.. Herr.. stoop..!!” tetapi Heru terus saja merangsangku bahkan tangannya mulai melepas celananya, sehingga kini ia benar-benar telanjang bulat.

    Penisnya yang besar dan berotot mengacung tegang, karuan aku terbelalak melihatnya, besar dan perkasa lebih perkasa dari penis suamiku, vaginaku tiba tiba berdenyut tak karuan. Oh..tak kupikirkan akibat dari keisenganku tadi yang hanya ingin mencium pipinya saja sekarang sudah berlanjut sedemikian jauh.

    Heru melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Ia menarik rokku dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. Kembali bibirnya yang basah dan lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang merebak ke seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di pahaku.

    Apalagi ketika lidahnya menggoda selangkanganku dengan jilatannya yang sesekali melibas pinggiran CD ku, semili lagi menyentuh bibir vaginaku. Yang bisa kulakukan hanya mendesah dan merintih pasrah melawan gejolak birahi, rasa penasaranku menginginkan lebih dari itu tapi akal sehatku masih menyatakan bahwa ini perbuatan yang salah.

    Akhirnya, dengan menyibakkan celana dalamku, Heru mengalihkan jilatannya kerambut kemaluanku yang telah begitu basah penuh lendir birahi. “ggaahh.. Heeruu..stoop..ohh..” bagaikan terkena setrum rintihanku langsung menyertai ledakan kenikmatan yang kurasakan saat lidah Heru melalap vaginaku dari bawah sampai ke atas, menyentuh klitorisku.

    Kini kami sama-sama telanjang bulat. Tubuh kekar berotot Heru berlutut di depanku. Lobang vaginaku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat batang penisnya yang tegang besar kekar berotot berbeda dengan punya suamiku yang lebih kecil. Oohh..betul betul luar biasa napsu birahiku makin mengebu gebu.

    Entah mengapa aku begitu terangsang melihat batang kemaluan yang bukan punya suamiku.Oooh begitu besar dan perkasa, pikiranku bimbang karena aku tahu sebentar lagi aku akan disetubuhi oleh sahabat suamiku, anehnya gelora napsu birahiku terus mengelegak.

    Kupasrahkan diriku ketika Heru membuka kakiku hingga mengangkang lebar lebar, lalu Heru menurunkan pantatnya dan menuntun penisnya ke bibir vaginaku. Kerongkonganku tercekat saat kepala penis Heru menembus vaginaku.”Hngk! Besaar..sekalii..Heer..” Walau telah basah berlendir, tak urung penisnya yang demikian besar kekar berotot begitu seret memasuki liang vaginaku yang belum pernah merasakan sebesar ini, membuatku menggigit bibir menahan kenikmatan hebat bercampur sedikit rasa sakit.

    Tanpa terburu-buru, Heru kembali menjilati dan menghisap putingku yang masih mengacung dengan lembut, kadang menggodaku dengan menggesekkan giginya pada putingku, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menjilati dan menghisap putingku, membuatku tersihir oleh kenikmatan tiada tara, sementara setengah penisnya bergerak perlahan dan lembut menembus vaginaku.

    Ia menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur dengan perlahan, memancing gairahku semakin bergelora dan lendir birahi semakin banyak meleleh di vaginaku, melicinkan jalan masuk penis berotot ini ke dalam liang kenikmatanku tahap demi tahap.

    Lidahnya yang kasar dan basah berpindah-pindah dari satu puting ke puting yang lain, membuat kepalaku terasa semakin melayang didera kenikmatan yang semakin bergairah. Akhirnya napsu birahikulah yang menang laki laki perkasa ini benar benar telah menyeretku kepusaran kenikmatan menghisap seluruh pikiran jernihku dan yang timbul adalah rangsangan dahsyat yang membuatku ingin mengarungi permainan seks dengan sahabat suamiku ini lebih dalam.

    “Ouuch.. sshh.. aachh.. teruuss.. heeruu.. masukin penismu yang dalaam..!! oouch.. niikmaat.. heerr..!! Baru kali ini lobang vaginaku merasakan ukuran dan bentuk penis yang bukan milik suamiku, yang sama sekali baru ..besaar dan perkasaa.., aku merasakan suatu rangsangan yang hebat didalam diriku. Seluruh rongga vaginaku terasa penuuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding vaginaku digesek batang penisnya yang keras dan besaar..!

    Akhirnya seluruh batang kemaluannya yang kekar besar itu tertelan kedalam lorong kenikmatanku, memberiku kenikmatan hebat, seakan bibir vaginaku dipaksa meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini. Melepas putingku, Heru mulai memaju-mundurkan pantatnya perlahan,

    “..oouch.. niikmaat.. heeruu..!!” aku pun tak kuasa lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini dengan membalas menggerakan pantatku maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, dan akhirnya napasku semakin tersengal-sengal diselingi desah desah penuh kenikmatan.

    “hh.. sshh.. hh.. Heerruu.. oohh ..suungguuhh.. niikmmaat sahyangghh..” Heru membalas dengan pertanyaan “Ohh.. Hestyy nikmatan mana dengan penis suamimu..?” otakku benar benar terhipnotis oleh kenikmatan yang luar biasa..! jawabanku benar benar diluar kesadaranku “Ohh ssh Heruu. penismu besaar sekalii..! jauh lebih nikmaat ..!!

    Heru makin gencar melontarkan pertanyaan aneh aneh, “..hh..Hesty lagi diapain memekmu sama kontolnya Heru..?” aku bingung menjawabnya, “Bilang lagi dientot..!” Heru memaksaku untuk mengulangnya, tapi dasar aku lagi terombang ambing oleh buaian birahi akupun tidak malu malu lagi mengulangnya “hh.. hh.. sshh.. mmhh..lagi dientot sayaang..”

    Terus menerus kami saling memberi kenikmatan, sementara lidah Heru kembali menari di putingku yang memang gatal memohon jilatan lidah kasarnya. Aku benar benar menikmati permainannya sambil meremas-remas rambutnya. Rasa kesemutan berdesir dan setruman nikmat makin menjadi jadi merebak berpusat dari vagina dan putingku, keseluruh tubuhku hingga ujung jariku.

    Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu dahsyat sehingga terasa seakan tubuhku melayang. Penisnya yang dahsyat semakin cepat dan kasar menggenjot vaginaku dan menggesek-gesek dinding vaginaku yang mencengkeram erat.

    Hisapan dan jilatannya pada putingku pun semakin cepat dan bernapsu. Aku begitu menikmatinya sampai akhirnya seluruh tubuhku terasa penuh setruman birahi yang intensitasnya terus bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya seluruh tubuhku bergelinjang liar tanpa bisa kukendalikan saat kenikmatan gairah ini meledak dalam seluruh tubuhku. Desahanku sudah berganti dengan erangan erangan liar kata kataku semakin vulgar.

    “Ahh.. Ouchh.. entootin terus sayaang.. genjoott.. habis memekku..!! genjoott.. kontolmu sampe mentok..!!” Ooohh.. Herruu.. bukan maiin.. eennaaknyaa.. ngeentoot denganmu..!!” mendengar celotehanku, Heru yang kalem berubah menjadi semakin beringas seperti banteng ketaton dan yang membuat aku benar benar takluk adalah staminanya yang bukan maiin perkasaa.., tidak pernah kudapatkan seperti ini dari suamiku.

    Aku benar benar sudah lupa siapa diriku yang sudah bersuami ini, yang aku rasakan sekarang adalah perasaan yang melambung tinggi sekali yang ingin kunikmati sepuas puasnya yang belum pernah kurasakan dengan suamiku. Heru mengombang ambingkan diriku di lautan kenikmatan yang maha luas, seakan akan tiada tepinya.

    Akhirnya aku tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhku yang begitu dahsyatnya menggulung diriku “Ngghh.. nghh .. nghh.. Heruu.. Akku mau keluaar..!!” pekikanku meledak menyertai gelinjang liar tubuhku sambil memeluk erat tubuhnya mencoba menahan kenikmatan dalam tubuhku,

    Heru mengendalikan gerakannya yang tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan batang kemaluannya dalam dalam dengan memutar mutar keras sekalii.. Clitorisku yang sudah begitu mengeras habis digencetnya. “..aacchh.. Heruu.. niikmaat.. tekeen.. teruuss.. itilkuu..!!”

    Ledakan kenikmatan multiple orgasme ku terasa seperti ‘forever’ menyemburkan lendir multiple orgasme dalam vaginaku, kupeluk tubuh Heru erat sekali wajahnya kuciumi sambil mengerang mengerang dikupingnya sementara Heru terus menggerakkan sambil menekan penisnya secara sangat perlahan, di mana setiap mili penisnya menggesek dinding vaginaku menghasilkan suatu kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan dalam tubuhku yang tidak bisa kulontarkan dengan kata kata.

    Beberapa detik kenikmatan yang terasa seperti ‘forever’ itu akhirnya berakhir dengan tubuhku yang terkulai lemas dengan penis Heru masih di dalam vaginaku yang masih berdenyut-denyut di luar kendaliku. Tanpa tergesa-gesa, Heru mengecup bibir, pipi dan leherku dengan lembut dan mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemasku dengan erat, membuatku benar-benar merasa aman, terlindung dan merasa sangat disayangi. Ia sama sekali tidak menggerakkan penisnya yang masih besar dan keras di dalam vaginaku. Ia memberiku kesempatan untuk mengatur napasku yang terengah-engah.

    Setelah aku kembali “sadar” dari ledakan kenikmatan multiple orgasme yang memabukkan tadi, aku pun mulai membalas ciumannya, memancing Heru untuk kembali memainkan lidahnya pada lidahku dan menghisap bibir dan lidahku semakin liar. Sekarang aku tidak canggung lagi bersetubuh dengan teman suamiku ini.

    Gairahku yang sempat menurun tampak semakin terpancing dan aku mulai kembali menggerak-gerakkan pantatku perlahan-lahan, menggesekkan penisnya pada dinding vaginaku. Respon gerakan pantatku membuatnya semakin liar dan aku semakin berani melayani gairahnya yang memang tampaknya makin liar saja.

    Genjotan penisnya pada vaginaku mulai cepat, kasar dan liar. Aku benar-benar tidak menyangka bisa terangsang lagi, biasanya setelah bersetubuh dengan suamiku setelah klimaks rasanya malas sekali untuk bercumbu lagi tapi kali ini Heru memberiku pengalaman baru walau sudah mengalami multiple orgasme yang maha dahsyat tadi tapi aku bisa menikmati rangsangannya lagi oleh genjotan penisnya yang semakin bernapsu, semakin cepat, semakin kasar, hingga akhirnya ledakan lendir birahiku menetes lagi bertubi-tubi dari dalam vaginaku.

    Lalu Heru memintaku untuk berbalik, ooh ini gaya yang paling kusenangi “doggy style” dengan gaya nungging aku bisa merasakan seluruh alur alur batang kemaluan suamiku dan sekarang aku akan merasakan batang yang lebih besar lebih perkasa oohh..! dengan cepat aku berbalik sambil merangkak dan menungging kubuka kakiku lebar, kutatap mukanya sayu sambil memelas “..Yeess..Herr..masukin kontol gedemu dari belakang kelobang memekku..”

    Heru pun menatap liar dan yang ditatap adalah bokongku yang sungguh seksi dimatanya, bongkahan pantatku yang bulat keras membelah ditengah dimana bibir vaginaku sudah begitu merekah basah dibagian labia dalamku memerah mengkilat berlumuran lendir birahiku mengintip liang kenikmatanku yang sudah tidak sabar ingin melahap batang kemaluannya yang sungguh luar biasa itu.

    Sambil memegang batang penisnya disodokannya ketempat yang dituju ”Bleess..” ..Ooohh.. Heruu.. teruss.. Herr.. yang.. dalaam..!! mataku mendelik merasakan betapa besaar dan panjaang batang penisnya menyodok liang kenikmatanku, urat urat kemaluannya terasa sekali menggesek rongga vaginaku yang menyempit karena tertekuk tubuhku yang sedang menungging ini. Hambatan yang selalu kuhadapi dengan suamiku didalam gaya ‘doggy style’ ini adalah pada waktu aku masih dalam tahap ‘menanjak’ suamiku sudah terlalu cepat keluar, suamiku hanya bisa bertahan kurang dari dua menit.

    Tetapi Heru sudah lebih dari 15 menit menggarapku dengan gaya ‘doggy style’ ini tanpa ada tanda tanda mengendur. Oh bukan maiin..! bagai kesurupan aku menggeleng gelengkan kepalaku, aku benar benar dalam keadaan ekstasi, eranganku sudah berubah menjadi pekikan pekikan kenikmatan, tubuhku kuayun ayunkan maju mundur, ketika kebelakang kusentakan keras sekali menyambut sodokannya sehingga batang penis yang besaar dan panjaang itu lenyap tertelan oleh kerakusan lobang vaginaku. kenikmatanku bukan lagi pada tahap “menanjak” tapi sudah berada di awang-awang di puncak gunung kenikmatan yang tertinggi.

    “Hngk.. ngghh..Heruu..akuu mau keluaar lagii.. aargghh..!!” aku melenguh panjang menyertai multiple orgasme yang kedua yang kubuat semakin nikmat dengan mendorong pantatku ke belakang keras sekali menancapkan penisnya yang besar sedalam-dalamnya di dalam vaginaku, sambil kukempot kempotkan vaginaku serasa ingin memeras batang kemaluannya untuk mendapatkan seluruh kenikmatan semaksimum mungkin.

    Setelah mengejang beberapa detik diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku melemas dipelukan Heru yang menindih tubuhku dari belakang. Berat memang tubuhnya, namun Heru menyadari itu dan segera menggulingkan dirinya, rebah di sisiku. Tubuhku yang telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di ranjang, penuh dengan rasa kepuasan yang maha nikmat yang belum pernah aku rasakan sebelumnya dengan suamiku.

    Heru memeluk tubuhku dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman dan puas. “Hesty aku belum keluar sayang..! tolongin aku isepin kontolku sayaang..!” Aku benar benar terkejut aku sudah dua kali multiple orgasme tapi Heru belum juga keluar, bukan main perkasanya. biasanya malah suamiku lebih dulu dari aku klimaksnya kadang kadang aku malah tidak bisa klimaks dengan suamiku karena suamiku suka terburu buru.

    Merasa aku telah diberi kepuasan multiple orgasme yang luar biasa darinya maka tanpa sungkan lagi kuselomot batang kemaluannya kujilat jilat buah zakarnya bahkan selangkangannya ketika kulihat Heru menggeliat geliat kenikmatan, “..Ohh yess Hes.. nikmat sekalii.. teruss hes.. lumat kontolku iseep yang daleemm.. ohh.. heestyy.. saayaangg..!!”

    Heru mengerang penuh semangat membuatku semakin gairah saja menyelomot batang kemaluannya yang besar, untuk makin merangsang dirinya aku merangkak dihadapannya tanpa melepaskan batang kemaluannya dari mulutku, kutunggingkan pantatku kuputar putar sambil kuhentak hentakan kebelakang, benar saja melihat gerakan erotisku Heru makin mendengus dengus bagai kuda jantan liar, dan tidak kuperkirakan yang tadinya aku hanya ingin merangsang Heru untuk bisa cepat ejakulasinya malah aku merasakan birahiku bangkit lagi vaginaku terasa berdenyut denyut clitorisku mengeras lagi.

    Ohh.. beginikah multiple orgasme yang banyak dibicarakan teman temanku? Selomotanku makin beringas, batang yang besar itu yang menyumpal mulutku tak kupedulikan lagi kepalaku naik turun cepat sekali, Heru menggelinjang hebat, akhirnya kurasakan vaginaku ingin melahap kembali batang kemaluannya yang masih perkasa ini, dengan cepat aku lepas penisnya dari mulutku langsung aku merangkak ke atas tubuhnya kuraih batang kemaluannya lalu kududuki sembari ku tuju ke vaginaku yang masih lapar itu. Bleess.. aachh..aku merasakan bintang bintang di langit kembali bermunculan.

    “..Ooohh..Hesty..kau sungguuh sexy.. masuukin kontolku..!!” Heru memujiku setinggi langit melihat begitu antutiasnya aku meladeninya bahkan bisa kukatakan baru pertama kali inilah aku begitu antusias, begitu beringas bagai kuda betina liar melayani kuda jantan yang sangat perkasa ini. “..Yess.. Heruu.. yeess.. kumasukkan kontolmu yang perkasa ini..!” kuputar-putar pinggulku dengan cepatnya sekali kali kuangkat pantatku lalu kujatuhkan dengan derass sehingga batang penis yang besar itu melesak dalaam sekali..

    “..aachh.. Heestyy.. putaar.. habiisiin kontoolku.. eennakk.. sekaallii..!!” giliran Heru merintih mengerang bahkan mengejang-ngejangkan tubuhnya, tidak bisa kulukiskan betapa nikmatnya perasaanku, tubuhku terasa seringan kapas jiwaku serasa diombang ambing di dalam lautan kenikmatan yang maha luas kucurahkan seluruh tenagaku dengan memutar menggenjot bahkan menekan keras sekali pantatku, kali ini aku yang berubah menjadi ganas dan jalang, bagaikan kuda betina liar aku putar pinggulku dan bagai penari perut meliuk meliuk begitu cepat.

    Batang kemaluannya kugenjot dan kupelintir habiss.. bahkan kukontraksikan otot-otot vaginaku sehingga penis yang besar itu terasa bagai dalam vacum cleaner terhisap dan terkenyot didalam liang vaginaku. Dan yang terjadi adalah benar benar membuatku bangga sekali,

    Heru bagai Layang-layang putus menggelinjang habis kadang mengejangkan tubuhnya sambil meremas pantatku keras sekali, sekali-kali ingin melepaskan tubuhku darinya tapi tidak kuberikan kesempatan itu bahkan kutekan lagi pantatku lebih keras, batang penisnya melesak seluruhnya bahkan rambut kemaluannya sudah menyatu dengan rambut kemaluanku, clitorisku yang lapar akan birahi sudah mengacung keras makin merah membara tergencet batang kemaluannya. Badanku sedikit kumiringkan ke belakang, buah zakarnya kuraih dan kuremas-remas, “..Ooohh.. aachh.. yeess.. Heess.. yeess..!!”

    Heru membelalakan matanya sama sekali tidak menyangka aku menjadi begitu beringass..begitu liaar.. menunggangi tubuhnya, lalu Heru bangkit, dengan posisi duduk ia menylomot buah dadaku… aachh tubuhku semakin panaas.. kubusungkan kedua buah dadaku. “..selomot.. pentilku.. dua. duanya.. Herr..yeess..!! …sshh.. …oohh..!! mataku menjadi berkunang kunang, “..Ooohh.. Hestyy.. nikmatnya bukan main posisi ini..! batang kontolku melesak dalam sekali menembus memekmu..!”

    Heru mendengus-dengus kurasakan batang penisnya mengembung pertanda spermanya setiap saat akan meletup, “..Ohh.. sshh..aahh.. Heruu ..keluaar.. bareeng..sayaannghh..!! jiwaku terasa berputar putar..! “..yess..Hess..aku… keluarkan diluar apa didalam..?”. “..Ohh.. Heru kontoolmu.. jaangaahhn..dicabuut..keluarin.. didalaam..!!

    Tiba tiba bagaikan disetrum jutaan volt kenikmatan tubuhku bergetar hebat sekalii..! dan tubuhku mengejang mengalami multiple orgasme ketika kurasakan semburan dahsyat di dalam rahimku, “..aachh. jepiit kontoolku.. yeess.. sshh.. oohh.. nikmaatnya.. memekmu Hestyy..!!” Heru memuncratkan air maninya di dalam rongga vaginaku, terasa kental dan banyak sekali. Akupun mengelinjang hebat sampai lupa daratan

    “..Nggkkh.. sshh.. uugghh.. Heerru.. teekeen kontoolmu.. sampe mentookkhh.. sayaahng.. aarrgghh..!! gelombang demi gelombang kenikmatan menggulung jiwaku, ooh benar benar tak kusangka makin sering multiple orgasme makin luar biaasaa rasa nikmatnya jiwaku serasa terbetot keluar terombang ambing dalam lautan kenikmatan yang maha luas. Kutekan kujepit kekepit seluruh tubuhnya mulai batang penisnya pantatnya pinggangnya bahkan dadanya yang kekar kupeluk erat sekali.

    Seluruh tetes air maninya kuperas dari batang kemaluannya yang sedang terjepit menyatu di dalam liang vaginaku. aarrgghh.. Nikmatnya mengalami multiple orgasme sungguh luar biaasaa!! Oohh Heru aku kuatir akan ketagihan dengan batang penismu yang maha dahsyat ini!!

    Akhirnya perlahan lahan kesadaranku pulih kembali, klimaks yang ketiga ini membuat tubuhku terasa lemas sekali, Heru sadar akan keterbatasan tenagaku, akhirnya ia membaringkan tubuhku di dadanya yang kekar, aku merasakan kenyamanan yang luar biasa, kepuasanku terasa sangat dihargainya. Tiga kali klimaks bukanlah hal yang mudah bagiku untuk mendapatkannya didalam satu kali permainan seks.

    Heru telah menaklukan diriku luaar.. dalaam..!! akan kukenang kejadian ini selama hidupku. Tiba tiba Heru melihat jam lalu dengan muka sedih ia mengatakan kepadaku bahwa ia harus menemui seseorang 10 menit lagi, akupun tak kuasa menahannya, aku hanya mengangguk tak berdaya.

    Sepeninggal Heru dari rumah, aku termenung sendirian di ranjang. Suatu kejadian yang sama sekali tak terpikir olehku mulai merebak dalam kesadaranku. Aku telah menikmati perbuatan seks dengan sahabat suamiku bahkan harus kuakui, aku betul betul menikmati kedahsyatan permainan seks dengan sahabat suamiku itu. Tetapi aku telah mengkhianati suamiku.

    Aku mulai merasakan sesuatu yang salah, sementara di lain pihak, aku sangat menikmati multiple orgasme dan sangat mengharapkan Heru memberikan multiple orgasme lagi terhadapku. Hati dan akal sehat terpecah dan menyeretku ke dua arah yang berlawanan. Pergumulan batin terjadi membuatku limbung. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba melupakan Heru.

    Setelah beberapa minggu dalam kondisi seperti ini, hatiku makin tidak menentu, makin kucoba melupakannya makin terbayang seluruh kejadian multiple orgasme hari itu, aku masih merasakan tubuhnya yang kekar berkeringat napasnya yang mendengus dengus terngiang sayup sayup terdengar suaranya memanggilku ‘sayang’.

    Heru berhenti bertugas di kantor suamiku. Entah itu keinginannya sendiri atau memang ia dialih tugaskan, aku tidak tahu. Namun hingga kini, pergumulan batin dalam diriku masih terus berlangsung. Di lain pihak aku tetap ingin mencintai suamiku, walaupun ia tak bisa memberikan multiple orgasme yang telah diberikan Heru padaku.

    Aku masih merindukan dan menginginkan multiple orgasme yang diberikan Heru, dimanakah kau berada Heru.

  • Menyetubuhi Ibu Mertua disamping Istriku yang Tidur di Satu Ranjang

    Menyetubuhi Ibu Mertua disamping Istriku yang Tidur di Satu Ranjang


    3619 views

    Menyetubuhi Ibu Mertua disamping Istriku yang Tidur di Satu Ranjang

    Cerita Hot – Halo pembaca setia CeritaSeks15.com, perkenalkan namaku Alma, usiaku 25 tahun, karyawan sebuah perusahaan binafit di bandung, kali ini adalah kisah nyata dalam kehidupanku yang cukup unik dan tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Aku adalah lelaki yang sangat beruntung memiliki seorang istri yang cantik, baik, dan sangat setia.

    Tapi entah kenapa aku malah bisa-bisanya menghianati kesetiaannya, meskipun dia tidak pernah tahu. Kisahku terjadi 1,5 tahun lalu ketika kami baru saja pindah rumah. Dan rumah yang kami tempati memang jadi cukup jauh dengan orang tua kami.

    Sehingga hampir sebulan dua kali ibu mertuaku suka menginap di rumah kami, sekedar untuk menengok istri dan anakku. Ibu mertuaku orang biasa sewajarnya wanita berusia 37 tahun, dia memiliki tubuh gempal dengan tinggi sekitar 160 cm.

    Wajahnya manis dan kulitnya putih mulus, sangat serasi dengan penampilan jilbab dan baju kurung yang tertutup nya. Hubunganku dengannya biasa saja, terlelu dekat tidak, jauh pun tidak. Hari itu aku sudah mengira kalo di rumah akan ada ibu mertuaku yang biasa ku panggil mamah Lilis. Ternyata tebakanku tepat, dia tengah memasak dengan istriku.

    Entah kenapa malam itu mertuaku ingin tidur bareng istriku, dan menyuruhku tidak pindah tapi bertiga saja sekamar. Aku sih tidak ada masalah, dan mau-mau saja, kebetulan ranjang kami besar dan lebar, bahkan muat untuk 4 orang juga.

    Istriku dan mertuaku tidur di tengah karena dia tidak biasa kalo tak tidur di tengah-tengah. Mertuaku pun tidak mempermasalahkannya dan kami pun tidue dengan posisi ibu mertuaku tidur di tengah antara aku dan istriku dan kamipun mulai tertidur.

    Sekitar pukul setengah 12 malam aku terbangun karena ingin buang air kecil. Setelah itu aku kembali ke kamar dan aku melihat mertuaku yang tidur membalik ke arah istriku. Kulihat jelas pantatnya yang besar yang kala itu dia menggunakan baju kurung warna biru. Dia juga mengenakan kerudung sekalipun lagi tidur.

    Akupun melihat betisnya yang putih mulus dan berisi. Pikiran negatifku pun kembali muncul dan membuatku berpikir untuk mencumbunya. Aku segera berbaring mengarah ke mertuaku yang posisis tidurnya membelakangiku. Penisku semakin berdiri dan ingin sekali rasanya menancapkannya ke liang anusnya yang bulat dan besar itu.

    Akupun perlahan mendekati dan mengenakan kakiku ke betisnya yang lembut itu. Aku diamkan sejenak kemudian aku coba gesekkan perlahan. Rupanya dia memang tidur, dan akupun mulai bergerak perlahan mendekatinya. Aku memperhatikan istriku yang tertidur pulas dan kurasa aman. Lalu aku mencoba menempelkan penisku yang masih terbungkus celana pendekku ke pantat mertuaku. Mertuaku masih diam saja bahkan ketika kumulai gerakkan penisku yang begesekkan dengan pantatnya.

    Kemudian akupun mulai menggerakan tanganku negarah ke pahanya dan perlahan aku elus-elus. Tiba- tiba istriku bergerak membuatku kaget dan langsung menghentikan gerakanku. Ternyata dia mengigau. Ah sial pikirku yang sudah melepaskan kaki dan tanganku dari tubuh mertuaku. Akupun ingin melakukannya lagi tapi takut kali ini mertuaku terbangun.

    Beberapa menit kemudian mertuaku bergerak merapat kepadaku, rupanya dia bangun karena dia batuk. Aku heran kenapa dia bergerak padaku. Langsung saja otak mesumku bereaksi dan menggerakan tanganku untuk merabanya lagi. Saat aku merabanya, mertuaku batuk dan mengagetkanku.

    Tapi dia hanya diam saja. Lalu kulihat dia menyingkapkan rook nya sedikit keatas sehingga terlihat sampai ke belakang lutunya. Aku yakin kalo dari tadi mertuaku bangun dan sadar kalo aku meraba-rabanya. Kemudian aku nekad bertanya padanya.

    “mamah dari tadi nggak tidur?” bisikku

    Dia hanya diam saja, padahal aku tahu pasti kalo dia tidak tidur. Aku berpikir kalo dia pasrah kalo sekalipun aku lakukan sesuatu kepadanya. Kemudian aku lebih merapatkan tubuhku ke mertuaku. Aku buka perlahan penisku yang sudah kembali keras. Aku raih tangan mertuaku dan mengarahkannya ke penisku, dan aku biarkan dia genggam penisku.

    Dia hanya diam saja.aku buak perlahan celanaku sehingga aku hanya mengenakan baju tanpa celan dan memeng tertututpi sama selimut. Kemudian aku naikkan rok mertuaku sambil aku usap pahanya yang mulus dan lembut. Dia sedikit bergerak karena mungkin terangsang olehku.

    “gerakin dong mah tangannya” bisikku padanya.

    Kemudian dia melakukan apa yang aku minta. Dia remas dan kocok penisku pelan-pelan. Tanganku mulai masuk ke daerah vaginanya yang ternyata telah basah. Akupun semakin bergairah untuk melakukan hubungan seks gila ini. Kulepaskan tangannya dari penisku dan langsung saja kudekatkan pada anusnya.

    Aku coba memasukkanya ke lobang vaginanya, tapa ternyata susah karena posisi kami dan juga kami lakukan dengan hati-hati karena takut istriku bangun. Aku biarkan saja penisku digencet oleh kedua paha mertuaku yang besar dan berisi. Sementara itu aku meulai membuka risleting bajunya yang terletak di punggungnya. pelan-pelan sekali aku lepaskan busananya berikut bra dan cd nya. Kini dia telanjang bulat diantara aku dan istriku, aku ciumi punggung dan lehernya.

    Beberapa menit kemudian aku nekad dan berbisik “mah aku naikki aja mamah ya”

    Kemudian dia bergerak dan merubah posisi nya jadi berbaring. Akupun pelan-pelan menaiki tubuhnya yang besar itu. Dia masih menutup matanya seakan tak mau tahu kalo aku sedang menungganginya. Sesekali dia mendesah kecil ketika kuremas dadanya. Akupun mulai menciuminya dan menjilati leher samapi ketiaknya. Kemudian aku mulai mengarahkan penisku ke vaginyanya.

    Tidak butuh waktu lama bagiku untuk meluputkan penisku ke liang kenikmatannya karen memang vaginanya sudah nggak sempit lagi.aku kocokkan perlahan dan seseklai dpercepat. Aku lakukan itu sekitae 10 menitan hingga terasa cairan hangat menyembur penisku. Rupanya dia telah mencapai surganya.

    Akupun menyuruhnya merubah possisi. Kini dia diatas menindihku, dan mengulang lagi gerakanku tadi. Sampai beberapa menit kemudian aku orgasme dan meledakannya di dalam vagina mertuaku itu. Setelah itu barulah dia berani mebuka matanya dan tersenyum manis padaku. Aku hanya bisa bilang “maaf mah!”

    Kemudian dia menciumiku dan memelukku erat. Kami berpelukan sangat lama sekali sampai akhirnya dia memakai kan kembali busananya pelan-pelan, begitu pula aku karena takut istriku curiga. Setelah itu kami berciuman lagi beberapa lamanya. Kemudian kami tertidur karena letih dengan permainan gila kami. Bagaimana tidak, aku menyetubuhi mertuaku disamping anaknya sekaligus istriku yang tengah tertidur di ranjang yang sama.

    Besok paginya aku bangun paling akhir. Dan kuliahat istri dan mertuaku tengah mengobrol di teras depan. Kemudian setelah membasuh muka,aku menghampiri mereka. Kulihat mertuaku tersenyum tipis, dan aku balas senyumnya.

  • Cerita Panas Gara Gara Penunggu Pohon Tua

    Cerita Panas Gara Gara Penunggu Pohon Tua


    454 views

    Cerita Panas Gara Gara Penunggu Pohon Tua

    Di usianya yang baru 25 tahun, Susi sdh menjadi seorang Dokter. Telah menikah dgn Fendi, yang jg seorang Dokter. Usia Susi terpaut tiga tahun dari suaminya Pasangan ini belum dikaruniai anak,mereka baru menikah selama 2 tahun.

    Pada suatu hari, susi mendapatkan kabar dari kerabatnya dari solo bahwa neneknya meninggal dunia, kabar itu membuatnya sedih, karena sang nenek lah yang merawat dan membesarkannya. Krn saat susi berumur 12 tahun kedua orang tuanya tewas saat kecelakaan mobil.

    Keluarga Susi terbilang keluarga yang berada. krn tdk ada yang mewarisi kekayaan orang tuanya, jg harta yang ditinggalkan neneknya. Susi menjadi pewaris tunggal harta harta itu. Salah satunya adalah sebuah Villa yang berada di daerah wisata Tawangmangu.

    Setelah pemakaman neneknya dan besilaturahmi dgn kerabatnya maka Susi pun berkunjung ke villa neneknya di daerah Tawangmangu itu.

    Dihari yang telah di rencanakannya itu Susi bersama suaminya Fendi mengunjungi villanya itu. Villa yang besar itu, selamai ini di jaga oleh Ranu. Usianya kira kira 55 tahun. Seorang laki laki penduduk sekitar yang telah cukup lama bekerja pada neneknya. Ranu jg di beri amanah utk mengurus villa dan perkebunan keluarga itu.

    Hari itu, seperti yang direncanakan Susi dan suaminya akan bermalam disitu utk beberapa hari. Kebetulan mereka telah mengambil cuti. Pasangan ini pun selalu terkesan amat mesra dan romantis. Maklum mereka pasangan muda, yang belum lama menikah.

    Sore hari itu, Susi dan suaminya di temani Ranu berkeliling, Villa besar itu. Di kebun belakang villa itu, dekat paviliun, tempat Ranu tinggal, mata Susi menangkap, image pohon besar, yang rindang. Dgn akar akarnya yang sebagian keluar dari dlm tanah. seperti tak terawat. Di sana ada taburan bunga bunga.

    “pak Ranu, pohon apa ini, koq tampaknya ngga terawat” tanya Susi.
    “oh, ini pohon sdh tua sekali, yah memang dari dulu sdh begitu, dari zaman eyang non Susi” jawab Ranu.
    “wah, sepertinya merusak pemandangan, tebang saja pak Ranu” kata Susi lagi.
    “oh JANGAN.. “jawab pak Ranu keras.

    Susi terkejut mendengar jawaban pak Ranu. Suaminya jg menatap pak Ranu.

    ” maaf, maksud saya, eyang non pernah berpesan, pohon itu tdk boleh di tebang” jawab pak Ranu.

    Susi diam saja, kemudian, berjalan kembali ke depan, bersama suaminya.

    ” mas, aku ngga suka sama pohon itu, bulu kudukku merinding, sepertinya ada sesuatu di situ” ujar Susi pada suaminya.
    “Susi, Susi, makanya kalau nonton TV, jangan acara mistis yang di tonton, kamu itu seorang dokter, pakai logika dong” jawab suaminya enteng.

    Susi menatap suaminya, matanya melotot.

    Suaminya pun tersenyum, lalu melumat bibir Susi,

    ”ah, udeh deh..” kata Susi.
    “yah sdh, kalau ngga suka yah kamu tebang saja, nanti..” kata Suaminya.

    Udara sangat dingin, di kawasan itu, membuat mereka bercinta di malam itu. Di mulai dgn ciuman ciuman mesra dari suaminya, serta rabaan lembut di paha mulus Susi.

    Baju tidur Susi, tanpa terasa, mulai tersingkap. Menampakkan kedua paha mulusnya, serta pangkal pahanya yang masih terbalut CD putih. Bukan hanya mata suaminya yang melihat, tanpa sepengetahuan mereka ada sepasang mata yang mengintip, sepasang mata milik Ranu.

    Satu sentuhan jari Suaminya, di selangkangan Susi, membuatnya mendesah keras. Jari itu terus bermain di atas CDnya. Bercak bercak basahan mulai tampak di selangkangan CD Susi.

    Dgn cepat Susi melepas baju tidurnya, menyodorkan toketnya yang bulat padat, dgn putting memerah, telah menonjol keras, ke mulut suaminya.

    “mas, mau nete dong.. “kata Susi dgn nafsu. Mulut Suaminya, pun menyedot putting susunya.
    “ohhh … mas.. Susi, nafsu banget mas.. nikmat…” erangnya.

    Suara suara erotic Susi, membuat Ranu yang mendengar samar samar, membuatnya meraba raba selangkangannya sendiri.

    Fendi, masih saja, menjilati dan menyedot toketistrinya, begitu jg jarinya yang masih terus, merangsang selangkangannya.

    “mas, celana Susi, di buka aja..” pintanya.

    Suaminya lalu melepas CD istrinya. Dan melihat memek, dgn bulu bulu, di atasnya. Bibir memek yang rapat, dan basah.

    Suaminya sdh mengerti kebiasaan Susi. Setelah tubuh Susi, bugil total, Fendi, merenggangkan ke dua belah kakinya. Lalu, dgn lidahnya, dia menjilati memek istrinya, dgn lembut.

    “mass, ooohhh.. Susi.. nikmat.. . mass…” erangnya.

    Suaminya terus menjilati memek istrinya.

    Jari jarinya jg tak tinggal diam, jari itu bergerak memasuki liang memek istri tercintanya maju dan mundur, bergetar lembut, membuat Susi, semakin mendesah desah, menuju puncak birahinya. Lidahnya bermain di klitorisnya, sedang jarinya terus mencolok colok liang memeknya yang semakin basah.

    ”ooohhh…. Mas, Susi udah ngga tahan … oohh” erang Susi, yang semakin mendekati fase orgasmenya.

    Jilatan suaminya semakin liar, tubuh Susi pun bergetar, mengejang, satu erangan panjang, membawanya ke puncak kenikmatannya.

    Saat, Susi terbaring lemas, Fendi membuka pakaiannya. K0ntolnya tampak sdh tegang. Tanpa perlu komando, Susi segera membelai belai k0ntol suaminya itu, menjilati ujung k0ntolnya yang tegang, membuat suaminya mengerang nikmat. Susi pun mengulum kepala k0ntol suaminya, dgn nafsu.

    Kepala Susi, bergerak, maju mundur, dan k0ntol itu mendapat kenikmatan yang tinggi.

    “aaahhh.. sayang… aaahhhhh…” erang suaminya. Permainan Susi yang begitu, hebat, membuat suaminya melepas benihnya di mulutnya.

    Tak satu tetes yang lepas dari mulut Susi, semuanya tertelan habis.

    Kini mereka berbaring bersama, Susi pun kembali menciumi suaminya. Mereka bercumbu kembali, sampai k0ntol Fendi, siap kembali utk permainan babak kedua.

    Kembali Susi, membuka lebar kakinya, memperlihatkan memek indah miliknya. Suaminya sdh siap, dgn k0ntolnya yang telah menegang, tepat di depan pintu memek Susi. Perlahan k0ntol itu masuk membelah bibir memek Susi.

    ” aaahhhh tekan … terus mas oooohhhhhh” erang Susi.

    Dorongan, demi dorongan, dari k0ntol suaminya, terus membawa kenikmatan bagi Susi Pantat indahnya ikut bergoyang, selaras dgn goyangan suaminya. K0ntol Fendi terus bergerak keluar masuk, di iringin desah desah erotis dari bibir indah Susi. Walau udara dingin, tp peluh tampak membasahi dahi Fendi.

    ” eemmmmhhhh, Susi aku ngga tahan lagi nih …” kata suaminya.

    Goyangannya pun semakin liar, dan akhirnya tubuhnya ambruk, menindih tubuh istrinya. Dan memek Susi pun di siram benih benih cinta mereka.

    Kedua insan itu pun lemas, mereka tertidur, berpelukan di bawah selimut tebal.

    Pagi pagi sekali, Fendi telah terlihat, berjogging di sekeliling villa. Dan Susi, hanya melihat, pemadangan sekeliling villa itu, sambil berjalan pelan. Tiba tiba, matanya kembali menatap, pohon besar yang terlihat angker itu. Tiba tiba Susi meraih kempak, yang tergeletak bersama cangkul milik Ranu.

    Sambil menenten kapak itu, Susi mendekati pohon itu. Saat itu terdengar teriakan Ranu

    ” jangannn nonnnn…. “. Terlambat, kampak itu telak membacok dahan pohon besar itu, kulit pohon itu terluka.

    Susi terdiam, matanya menatap dahan itu mengeluarkan darah segar.

    Ranu berlari menghapiri Susi

    ”kan sdh saya bilang pohon ini tak boleh di tebang” kata Ranu dgn nada tinggi.

    Susi tak memperdulikan ocehan Ranu, matanya terus menatap dahan itu yang mengeluarkan darah.

    “kenapa Rin, ada apa, koq bengong begitu” tanya Fendi.
    “darah.. darah..daraaahhhh “jawab Susi dangan suara bergetar.

    Fendi menghampiri pohon itu, melihat lebih jelas, jarinya mencolek darah itu, menciumnya

    ” Rin, ini cuma getah pohon.. kenapa kamu ?” kata Fendi.
    ” Lihat, masa harus aku bawa ke lab, utk membuktikannya, ini getah pohon, warnanya kecoklatan, lihat” kata Fendi sambil memperlihatkan jarinya yang berlumuran getah pohon itu.

    Susi pun berjalan, menuju villanya, dia masuk kamar, duduk dgn tenang di pinggir ranjang.

    “mas, aku merasa ada sesuatu, tentang pohon itu” ujar Susi.
    “sdh sdh, tenang aja, ngga ada apa apa koq, hanya perasaan kamu saja..” kata suaminya berusaha menenangkan Susi.

    Malam hari itu, setelah makan malam, pasangan suami istri itu, masuk ke kamar. Fendi, berbaring di samping Susi. Tangan Susi mengelus elus dada suaminya, tp sayangnya suaminya sepertinya tak mood malam itu.

    “Sus, besok saja yah, aku ngantuk sekali” kata Fendi. Susi hanya tersenyum.

    Sebentar saja, Fendi telah tiba di alam mimpinya. Sedang mata Susi masih terbelak lebar. Dia hanya diam, matanya menatap langit langit kamarnya.

    Tiba tiba Keanehan terjadi, Susi merasakan adanya suara suara yang memanggilnya. Namun ia tdk melihat wujut suara itu. Dgn memanfaatkan indra, pendengarannya, Susi memberanikan diri, melangkahkan kakinya, mencari sumber bunyi itu.

    Dia berjalan keluar kamar, suara itu semakin jelas, kakinya terus melangkah, ke arah belakang, suara semakin jelas, dan Susi tiba di pohon angker itu. Pohon itu tampak bersinar ke hijauan. Jelas terlihat Ranu duduk bersila di bawah pohon rindang itu,

    Susi diam terpaku.

    “Suusssii, ke mari mendekatlah” demikian suara magis itu memanggilnya.

    Susi pun melangkah dgn gontai. Setelah tubuhnya mendekat pohon itu, Ranting pohon itu bergerak, melilit tangan dan kakinya. Susi tak bisa bergerak. Lilitan pohon sangat kuat

    Ranu pun berdiri, dgn wajahnya yang memerah, dan menyeringai seram. Dia mengambil dahan dari pohon angker itu. Satu sabetan telak mendarat di perutnya. Susi menjerit kesakitan, sabetan itu terasa begitu panas dan menyakitkan.

    “ampun.. tolong lepaskan…” erang Susi.

    “aku sdh bilang, jangan gangu pohon ini, kenapa kamu masih nekat” suara Ranu terdengar lantang.
    “maaf, ampun, saya tdk ganggu lagi, tolong lepaskan saya.. “pinta Susi.

    Tp yang di dapat, satu sabetan dahan pohon itu lagi, kali ini punggungnya terasa panas.

    “sakit… ampunn….” jerit Susi.

    Ranu menyeringai sadis, tanganya meraik gaun tidur Susi, merobeknya hingga lepas dari tubuhnya. Mata Ranu liar menatap toketSusi yang indah itu. Bekas luka sabetan dahan itu pun jelas terlihat, memanjang di perutnya. Lidah Ranu menjulur, menjilat bekas luka itu, Susi kembali menjerit jerit

    ” perih.. ampun… perih….” erangnya.

    Ranu pun, menjilati luka di punggung Susi, membuat Susi mengeluarkan air mata, krn rasa pedih. Luka itu bagai terkena tetesan jeruk nipis. Ranu benar benar menyiksa Susi. Tubuh Susi terasa lemas, krn menangggung beban pedih itu.

    Puas dgn siksaannya, Ranu membiarkan tubuh Lemah Susi, yang berdiri, terikat ranting pohon angker itu. Tiba tiba, lidah Ranu menjilati putting susu Susi. Seketika itu jg, birahi Susi menjadi tinggi. Susi mendesah kenikmatan. Lumatan mulut Ranu pada toketSusi semakin membuatnya bernafsu. Selangkangan Susi mulai terasa lembab.

    Tangan Ranu, perlahan menurunkan CDnya. Dan tiba tiba, jari Ranu menyentuh memeknya, Ranu tersenyum, merasakan basah memek Susi. Dan tubuh Susi bagai terkena sengatan listrilk, tubuhnya bergetar, kenikmatan.

    “Susi.. Susi.. kamu suka … kamu suka Susi..” ujar Ranu.

    Yang hanya bisa di jawab oleh desahan desahan Susi.

    Jari Ranu pun menerobos masuk liang memek Susi, membuat Susi menjerit. Mulut Ranu melumat toketindah milik Susi, sedang jarinya bermain dgn liar, di dlm liang memeknya. Tubuh Susi tak mampu menahan nikmat yang di berikan Ranu.

    Sebentar saja, Ranu telah membawa Susi ke puncak birahinya.

    Tubuh Susi mengejang, kemudian dia lemas. Tubuhnya akan ambruk, tp dahan pohon itu menahan tubuhnya erat.

    Ranu pun melepas celananya, memperlihatkan k0ntolnya yang hitam, besar dan panjang.

    “apa, apa yang, kau kau lakukan…” kata Susi terbata bata. Ranu tersenyum sinis, Tubuhnya mendekat, sebelah kaki Susi dgn mudah di angkatnya, dan dgn sekali hentak, k0ntol besarnya telah masuk ke dlm tubuhnya. Susi menjerit keras.

    “Sakkitttt” jeritnya.

    Ranu hanya tersenyum, senyum kenikmatan. K0ntol itu bergerak ke luar masuk dgn liar, membuat tubuh Susi terguncang keras. Susi menjerit kesakitan, memeknya tak terbiasa dgn k0ntol besar itu.

    Tp Ranu terlihat jelas, sangat menikmati tubuh Susi. Dia terus mengoyangkan k0ntolnya. Susi merasakan adanya perubahan, rasa sakitnya hilang, sepertinya memeknya tiba tiba merasakan nikmat k0ntol Ranu. Susi mengigit bibirnya, rasa nikmat itu dgn cepat menyerang tubuhnya.

    Susi tak kuasa, dia mengerang, kenikmatan, seakan akan memberitahukan Ranu, dia menikmati permainan ini. Tubuhnya bergoyang, kepalanya bergerak ke kiri dan kekanan. Ranu terus mengoyang k0ntolnya. “ahhh … ahhh.. aku tak tahan… aku tak tahan…” tiba tiba Susi mengerang. Dan tubuhnya kembali mengejang, mengejet.

    Susi orgasme, dan terus Ranu memacu k0ntolnya di dlm liang memek Susi. Ranu mendengus dengus, menikmati memek Susi. Tak lama Susi pun kembali mendapat orgasme, yang kemudian di susul oleh Ranu. Susi bisa merasakan jelas, panasnya cairan birahi Ranu, memasuki rahimnya.

    Ranu yang telah puas melepaskan tubuh Susi. Dia tersenyum, Tangannya telah kembali memegang dahan yang tadi di gunakan utk menyabet tubuhnya. “jangan, tolong jangan pukul” ibanya. Ranu tersenyum, tangannya mengusap usap dahan pohon itu, tiba tiba saja, dahan pohon itu membesar.

    Lebih besar dari k0ntol Ranu.

    “kamu bersalah, kamu mesti merasakan hukuman ini” hardik Ranu.

    Ranu kembali mengangkat sebelah kaki Susi. Dahan pohon yang besar itu di sodok keras ke memeknya. Susi menjerit keras, Memeknya terluka, berdarah. Susi menjerit kesakitan.

    “AHHHH…. SAKITTTT ….”.

    Susi terjaga, tubuhnya berkeringat, suaminya pun menenangkannya.

    Paginya diam diam, dia menganalisa kejadian semalam, semuanya tampak nyata, tp dia bermimpi. Tdk ada bekas luka di perut, atau punggungnya. Yang ada jelas, sisa sisa sprema yang membasahi memeknya. Susi jelas bisa membedakan antara sperma dan cairan memeknya. Dia benar benar binggung dgn fenomena ini.

    ” mas, saya pikir lebih baik menjual villa ini” kata Susi, yang mebuat suaminya mengenyitkan dahinya. “jual, kamu gak salah, villa ini peninggalan eyang kamu, masa sih mau di jual?” suaminya bertanya dgn binggung.
    ” yah, aku serius, bisa bantu aku pasarin villa ini” kata Susi lagi.
    “yah bisa saja sih, tp apa kamu yakin mau menjualnya?” tanya suaminya lagi. “yah” jawab Susi singkat
    ” silakan bu, pak, di minum selagi hangat” kata Ranu yang membawakan dua cangkir tah hangat.

    Mata Ranu, menatap Susi. Tatapannya itu membuat Susi, tampak tegang, ada sesuatu kekuatan kasat mata, dlm tatapannya.

    HP Fendi berbunyi, rupa kabar dari rumah sakit tempatnya bekerja. Rupanya ada pasien gawat yang harus segera ditangani Fendi. Padahal Fendi masih berkeinginan utk tinggal di sana bersama Susi 3-4 hari lagi.

    Suaminya menanyakan pada Susi, mau ikut, atau masih mau di sini. Susi memutuskan utk tetap di villa itu. Akhirnya Fendi berangkat ke Semarang sendirian. Fendi pun berpesan pada Susi utk hati hati dan minta Ranu menjaga Susi. Ranu pun dgn senang hati menerima pesan Fendi itu.

    Setelah Fendi berangkat pagi itu, Susi pun minta pak Ranu menemaninya meninjau perkebunan milik neneknya. Susi memberanikan diri, toh dia berpikir, ini siang hari, jadi lebih aman. Ranu yang selama ini di beri tugas mengawasi perkebunan itu bersedia mengantar Susi, dgn menaiki bukit yang dipenuhi batang batang kayu yang rindang itu. Selama perjalanan Ranu bertindak sangat sopan dgn Susi.

    Mereka berbicara santai, dan anehnya Susi merasa tenang di samping Ranu. Dan Susi mulai merasa suka dgn sikap Ranu, yang jika dilihat dari umurnya, pantas menjadi ayahnya.

    Merekapun kembali pulang ke villa dgn menuruni bukit bukit itu. Namun krn kurang hati hati, Susi terpeleset di jalan yang berumputan yang licin krn embun. Dgn sigap, Ranu refleks menangkap tubuh Susi yang hampir bergulingan ke bawah. Tubuh ramping dan berisi itu,jatuh kedalam pelukannya.

    Selanjutnya krn takut terpeleset lagi Susi pun minta Ranu utk membimbing tangannya dgn memegangnya selama penurunan. Kembali Ranu merasakan kehalusan dan kehangatan tangan dokter cantik itu dgn bebas.

    Malam harinya, Ranu masuk kedalam ruang utama villa itu. Ia menemukan Susi yang sedang menerima telpon dari suaminya. Mata Ranu menatap tubuh Susi, yang terlihat sexy, dgn gaun tidur pink, agak tipis. Setelah pembicaraannya selesai,

    Susi bertanya pada Ranu

    “ada apa pak Ranu”.
    “oh engak bu, hanya mengecek, sepertinya kemarin ada bola lampu yang putus” jawab Ranu.

    Setelah selesai Ranu mengecek, lampu lampu di ruang utama itu, Ranu pamitan. Tp Susi memanggilnya. Pak Ranu menghentikan langkahnya. Dan berbalik

    ” ada apa bu..”.
    “ah, engak cuma mau tanya sedikit” kata Susi, sambil duduk di kursi, antik yang terbuat dari kayu jati.

    Mata Ranu menatap, paha putih Susi, yang agak terbuka, krn gaun tidur itu terangkat sedikit. Tp Susi segera mengantipasi, dia mengabil bantal, sandaran kursi, dan menutup pahanya.

    ” pak Ranu, saya merasakan ada misteri di balik pohon tua itu, apa pak Ranu menyadarinya?” tanya Susi. “eh, anu, kalau soal itu saya kurang tahu bu, yang saya tahu, eyang bu Susi, wanti wanti pesan sama saya apapun yang terjadi, pohon itu tak boleh di ganggu” pak Ranu menjawab pertanyaan Susi panjang lebar.

    Susi pun mendengar keterangan Ranu dgn seksama, Susi jg bertanya tentang mimpi anehnya. Susi bercerita secara detail, membuat Ranu terperangah.

    “Maksud ibu, saya memperkosa ibu dgn batuan pohon angker itu?” tanya Ranu.
    ” yah, dlm mimpi itu, tp mimpi itu begitu nyata” jawab Susi. Ranu menghela nafas,” saya rasa itu cuma bunga tidur bu..” ujar Ranu.
    “tdk Ranu, otak saya masih mampu berpikir, realistis, ini mimpi yang benar benar aneh” kata Susi.

    Ranu diam sesaat, dia menatap Susi, akhirnya dia membuka suara, Ranu mengakui bahwa di villa ini memang ada penunggunya,namun krn telah sering dan lama tinggal di situ ia pun tdk terganggu lagi.

    Mereka terus berbincang bincang, sampai agak larut, akhirnya Susi minta diri utk istirahat krn badannya agak lelah dan mulai ngantuk. Lalu Susi masuk kekamarnya. Ia lalu menyelimuti tubuhnya yang terbaring dgn selimut tebal yang ada dikamar itu.

    Beberapa saat kemudian ia tertidur. Namun tdk lama kemudian serasa bermimpi ia melihat pintu jendela kamarnya terkuak dan dahan dahan pohon angker itu merayap cepat, berusaha mendekati ranjangnya dan akan mencekiknya. Susi terbangun dan berteriak teriak minta tolong.

    Susi meloncat dari ranjangnya. dan tiba tiba terbagun dari mimpinya, namun ia tak melihat dahan dahan pohon angker itu dan tdk meninggalkan jejak sama sekali. Jendela kamarnya pun tetap tertutup rapi. Mimpi buruk itu semakin membuatnya takut.

    Susi yang masih di hinggapi perasaan takut lalu keluar dari kamarnya. Ia berlari dan membuka pintu rumah. Susi langsung berlari ke belakang, mengetuk pintu kamar Ranu. Susi tak berani melihat ke arah pohon angker itu. Begitu daun pintu terbuka,Susi langsung menghambur ke tubuh Ranu dan memeluknya.

    Dgn sangat takut ia menangis dan menceritakan apa yang baru saja di alaminya. Ranu dgn bebas lalu membelai rambut Susi. mendudukkan Susi di kursi yang ada di dlm kamarnya. Malam itu Susi tak berani pindah ke dlm kamarnya di rumah villa itu. Susi merasa lebih aman di kamar tidur Ranu.

    Seiring malam yang merangkak, Susi kini telah pindah posisi, tdk lagi duduk di kursi, tp duduk tepat di sebelah Ranu di pingir ranjang. Sambil terus membelai rambut sebahu Susi, Ranu pun mulai berani berbuat lebih. Entah krn udara dan suasana yang dingin atau kesepian Susi yang datang tiba tiba. Ranu tiba tiba saja telah mengulum bibir Susi.

    Tanpa menolak, Susi membalas ciuman Ranu, Mata Susi memejam, lidah Susi dgn nakal bermain lincah di dlm mulut Ranu. Tentu saja semuanya di layani Ranu dgn nafsu. Seperti ada yang merasuki tubuhnya, tangan Susi meraba raba selangkangan Ranu, mencari cari k0ntol besarnya, tanpa rasa ragu ataupun malu.

    Satu tatapan, tajam bola mata Ranu, memerintahkan Susi berbuat lebih. Sambil berjongkok, melebarkan kakinya, Susi mengulum k0ntol Ranu. yang telah ereksi keras.

    Mata Ranu liar, menatap selangkangan Susi yang masih terbungkus CD pinknya. Susi tak memperdulikannya, yang jelas, Susi sangat menikmati, mengulum batang k0ntol Ranu.

    Ranu pun mengerang, menikmati sedotan, dan jilatan nafsu Susi. Tanpa merasa lelah, kepala Susi bergerak maju mundur, memberi Ranu kenikmatan. Usaha Susi tak sia sia, Semburan sperma Ranu, memenuhi mulutnya, Semua Spermanya, di telan habis oleh Susi, seperti tanah tandus, yang membutuhkan siraman air, di musim kemarau.

    Ranu tersenyum puas, Dia mengangkat, tubuh Susi, melepas baju tidurnya. Dan menatap toketbulat padat Susi. Kedua tangan Ranu, meremas toketSusi, membuat dia mengerang. Dan jilatan lidah Ranu, di putting susunya membuat birahi Susi semakin meninggi.

    Tubuh Susi di baringkan, Ranu pun melepas CD pink Susi. Sambil memegang CD pink itu, Ranu melihat selangkangan CD pink itu.

    “hem, anak muda zaman sekarang, baru di jilat sedikit udah basah..” seloroh Ranu.

    Muka Susi memerah, dia malu, tp birahinya mengalahkan semua rasa malunya.

    Jari telunjuk Ranu bergerak masuk ke liang basah memek Susi, rasa tersengat aliran listrik di alami secara nyata oleh Susi. Jari itu bergerak, menyodok nyodok liang memeknya. Susi mengerang ngerang, kenikmatan. Jari Ranu seperti mempunyai kekuatan magis, sebentar saja, tubuh Susi mengejang di buatnya.

    Susi mendapat orgasmenya, di sertai jeritan nikmat Susi. Ranu tersenyum puas, melihat tubuh Susi, mengejang, dgn nafas tersengal sengal. Sekarang k0ntol Ranu telah berhapan dgn memek Susi. Ujung k0ntol itu telah menyetuh bibir memek Susi. Ranu menghentak, jerit Susi terdengar keras.

    K0ntol itu bergerak cepat, keluar masuk liang memek Susi. Kedua tangan Susi mencengkram erat bahu Ranu, seakan tak mau melepaskan tubuh Ranu, yang tengah menyetubuhinya. Susi terus mengerang kenikmatan, dan Susi pun kembali mendapat orgasme. Ranu tampak masih belum apa apa, K0ntol besarnya masih terus bergerak cepat, menghentak liang memek Susi.

    Semua bagian tubuh Susi, seakan menjadi begitu sensitif, Bibir memeknya seakan menebal, klitorisnya membesar, krn nafsu birahinya. Didalam kamar Ranu itu, entah berapa kali Susi mendaki puncak orgasme yang dihantarkan Pak Ranu. Ia seakan kewalahan mengalahkan gairah laki laki tua itu.

    Saat saat, dimana Susi sdh sangat lemas, Ranu pun melepaskan seluruh cairan birahinya. Liang memek Susi, terasa hangat, oleh sperma Ranu. Saat sebelum Ranu mencabut batang k0ntolnya, Ranu masih merasakan denyut denyut dinding memek Susi, meremas batang k0ntolnya.

    Malam itu Susi, terlelap dlm pelukan seorang Ranu. Tdk ada mimpi seram. Hanya kenikmatan sexual yang mengairahakan Susi.

    Selama beberapa hari kemudian menjelang di jemput suaminya Susi selalu ditemani Ranu. Susi pun akhirnya berani tidur dikamarnya itu krn ada yang menemaninya yaitu Ranu. Selama Ranu menemaninya, Susi selalu di hibur Ranu dgn kemesraan dan menghantarkannya ke puncak hubungan pria dan wanita seutuhnya. Ranu pun dgn bebas telah menumpahkan cairan birahinya di dlm rahim Susi.

    Susi mengurungkan, niat utk menjual villa warisan itu.

    “nah, aku jg bilang apa, masa villa warisan di jual” ujar suaminya, saat akan menjemput istrinya.
    “iyah, mas pikir pikir sayang jg, biarlah Pak Ranu yang bantu urus villa ini” kata Susi.
    “Iyah bu Susi, saya selalu akan menjaga villa ini” kata Ranu.
    “lagian kalau week end kita bisa main ke sini mas” kata Susi lagi. Fendi hanya tersenyum
    ” iyah, ayo sdh mau berangkat belum..” tanya suaminya.
    “sdh mas, tunggu sebentar yah, aku mau ambil koper dulu, ada satu ketinggalan. , mas tunggu di sini yah” kata Susi. Suaminya mengangguk.
    “ayo pak Ranu, bantu saya” kata Susi.

    Ranu mengikuti Susi yang masuk ke dlm Villa. Dan terus masuk ke kamar. Ada sebuah koper besar merah di sana. Susi duduk di atas koper itu, sambil tersenyum genit, Susi melebarkan kakinya. Memperlihatkan CD hitamnya pada Ranu.

    Tangan Susi menyibak CDnya,

    “Ranu, tolong beri aku kenikmatan, sebelum aku pulang” pintanya.

    Ranu tersenyum, dia jongkok, menjilati memek Susi. Susi mengigit bibirnya. Setelah memek itu di buat basah oleh Ranu, dgn jari telunjuknya, Bergerak menyodok nyodok liang memeknya, Susi di buat orgasme.

    “Terima kasih Ranu, minggu depan aku akan kemari” ujar Susi.

    Ranu pun tersenyum, dan mengangkat koper besar itu membawanya, dan meletakkan di bagasi mobil mereka. Pasangan suami istri segera melaju pulang.

    Susi menyadari telah berbuat curang pada Fendi. Tp, belum pernah dia bermain sex, sedasyat ini. Susi selalu ingin mengulangi lagi, persetubuhan dgn Ranu. Susi selalu merindukan ke hangatan Ranu.

  • Cerita Panas Pasrah

    Cerita Panas Pasrah


    58506 views

    Cerita Panas Pasrah

    Pada suatu hari, aku pulang sekolah agak malam yaitu sekitar pukul delapan, soalnya banyak tugas club yg harus dikerjakan dan besoknya harus dikumpulkan. Akhirnya malam itu aku bersama teman-temanku selesai mengerjakan tugas membuat web site club sepak bola di sekolahku.

    Ooo.. iya aku lupa berkenalan. Asalku Bandung, dan aku sekarang masih duduk dibangku kelas 1 SMU. Namaku Santi. Lalu aku menyerahkan flash disk itu kepada temenku (ketua kelompok) untuk diserahkan kepada guruku besoknya. Lalu setelah pulang, aku dan temenku berpencar, karena rumahku dekat, maka aku memilih untuk mengambil jalan pintas sebab aku jalan kaki.

    Pada saat aku melewati gang yg gelap, maka aku sepertinya dibius oleh seseorang. Setelah aku sadar, aku sudah berada di tempat tidur dan aku tdk tahu dimana aku sekarang. Yg kutahu sekarang aku berada dengan 3 orang laki-laki. Laki-laki itu membawa kamera dan handycam. Pada saat itu aku nggak tahu aku mau diapakan, dan kepalaku masih sangat pusing dan tubuhku lemas sekali. Lalu salah satu laki-laki itu mendatangiku dan melepas bajunya sampai telanjang bulat.

    Saat itu pula aku sadar kalau aku mau diperkosa. Lalu laki-laki itu ganti melucuti pakaianku satu persatu, sampe pada saat mau melepas BH dan CD-ku aku berusaha untuk melawan tetapi aku tdk bisa karena kepalaku masih sangat pusing dan tubuhku masih lemas. Lalu akhirnya pria itu berhasil melepas semua pakaian yg ada di tubuhku, dan akhirnya aku telanjang bulat.

    Dia lalu mulai meraba-raba seluruh lekuk tubuhku, aku melihat penisnya yg mulai membesar dan menegang, lalu penisnya digesek-gesekkan ke kaki, perut dan payudaraku. Entah kenapa tubuhku merasa geli dan payudaraku merasa mengeras.

    Setelah puas meraba-raba tubuhku yg telanjang bulat, lalu dia mulai memasang semacam alat. Dia berkata kepada temannya,

    “Ambilkan aku alat kondom”. Dan ternyata aku baru sadar bahwa tujuannya berikutnya adalah di vaginaku. Dan aku baru sadar pula bahwa sejak tadi aku telah direkam oleh HandyCam dan oleh kamera foto.

    Lalu orang itu memasang alat kontrasepsi tersebut ke penisnya yg tegang. Dan seketika itu juga vaginaku dimasuki oleh penisnya bagaikan pesawat roket yg meluncur ke lubang kecil. Pada saat pertama kalinya penisnya masuk ke vaginaku, vaginaku terasa sakit, tetapi setelah beberapa menit berlalu vaginaku terasa nikmat dan geli.

    Orang itu memompa terus penisnya ke vaginaku, dan akhirnya vaginaku mengeluarkan cairan putih kental, dan sedikit darah, aku tahu mungkin vaginaku sudah berlobang karena dimasuki oleh roket yg ditembakkannya padaku. Seketika itu juga badanku terasa lebih lemas, dan baru pertama kalinya dalam hidupku ada perasaan yg bercampur aduk semacam ini.

    Aku semakin meronta dan mendesah, “Ahh.. ahh.. ahh”, tetapi dia belum puas dan terus menciumiku dan meraba-raba payudaraku yg mengeras. Setelah beberapa menit berlalu aku sampai tdk bisa apa-apa karena tubuhku sudah tdk bisa digerakkan karena terlalu lemasnya. Setelah sekitar satu jam dia meniduriku, dia kelihatannya sudah puas dan memberi aku waktu untuk bernafas.

    Dia memberiku istirahat selama kurang lebih dua jam, setelah sadar aku melihat pria yg satunya lagi membuka bajunya sampai telanjang bulat. Aku takut sekali jangan-jangan mereka bertiga akan memperkosaku bergantian.

    Tetapi ketakutanku ini menjadi kenyataan, pria yg kedua itu kembali meniduriku dan meraba-raba tubuhku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dia juga membawa bulu sulak, dan mengesek-gesekkan bulu itu ke kakiku dan setelah itu ke payudaraku dan setelah itu baru ke vaginaku.

    Aku merasa geli luar biasa di dalam hidupku. Setelah puas bermain-main dengan tubuhku, maka ia mulai memasukkan roketnya ke dalam vaginaku, dan ini roket dari jenis yg ke 2 yg masuk ke dalam vaginaku. Setelah itu dia memompa dengan sekuat tenaga sampai keluar cairan lagi dan tubuhku kembali lemas, dia meniduriku selama kurang lebih satu jam dengan posisi tubuh tengkurap.

    Setelah itu aku diberi waktu istirahat kembali kurang lebih 1 jam. Setelah ini aku berfikir bahwa orang ketiga ini akan memperkosaku seperti yg lainnya, dan aku akan pasrah. Dan benar, dia kemudian memompa penis yg sudah dilengkapi dengan alat kontrasepsi. Tetapi orang ini liar sekali. Dia ini lain dari kedua temannya yg membuat aku nikmat. Dia ini memompa penisnya dengan liar dan dengan sekuat tenaga, dia mengabaikan rontaanku dan desahanku yg semakin keras suaranya.

    Dia menikmati tubuhku selama kurang lebih 2 jam. Dan entah rasanya ini apa, tetapi aku sangat mengantuk atau aku sedang pingsan aku tdk tahu. Setelah aku bangun, kamar ini dalam keadaan kosong, dan aku melihat tubuhku sendiri yg masih dalam keadaan telanjang bulat dan dengan penuh cairan-cairan kental.

    Lalu aku berniat bangun dari tempat tidur itu, tetapi aku mengalami kesulitan karena tubuhku masih lemas karena telah diperkosa oleh 3 orang secara bergantian. Tetapi aku berusaha kembali dengan sekuat tenagaku untuk bangun, dan aku mencari pakaian seragamku yg kupakai tadi malam. Tetapi seragam itu sudah tdk ada.

    Lalu aku berjalan ke pintu keluar, dan aku terkejut karena rumah ini begitu besar. Dengan tubuh yg telanjang maka aku menuju ke suatu ruangan, mungkin ini adalah ruang tamu, dan aku mendengar seseorang telah menelepon seseorang.

    Katanya,

    “Ya, aku telah menikmati tubuh gadis itu, kalau kamu tdk percaya aku dapat memperlihatkan rekaman kejadian yg nikmat semalam kepada kamu, dia lumayan cantik dan rasanya nikmat sekali, tubuhnya putih sekali, lebih putih di luar dugaanku kalau kamu mau mencoba, kamu boleh datang ke rumahku. Apa? Minggu depan? Tdk usah kuatir itu bisa diatur. Sekarang kamu kalah dan aku beri waktu sampai nanti sore untuk memberikan uangnya kepadaku”.

    Aku baru sadar bahwa aku adalah barang taruhan, dan jika dia berhasil menikmati tubuhku maka di menang. Lalu aku memberanikan diri untuk mengintip ruangan itu dan aku melihat pakaianku di dekatnya. Maka aku menemuinya dan memintanya, tetapi dia berkata, “Baik ini ambil pakaianmu, tetapi CD, kaos dalam, dan BH mu aku bawa untuk kenang kenangan.

    Jangan mencoba untuk melaporkan kejadian ini ke polisi, kalau kamu tdk ingin tahu semua temanmu tahu akan hal ini. Kalau kamu kusuruh datang ke sini, maka kamu harusa datang, jika kamu menolak, maka aku akan menyebarkan rekaman dan foto-foto itu kepada seluruh teman-temanmu. Aku sudah membuat surat palsu bahwa kamu tdk masuk ke sekolah hari ini karena sedang sakit.

    Setiap jam istirahat pertama kamu harus menemui aku di kelasku, di 3 IPA 2, dan kamu setiap sekolah jangan memakai CD dan BH, terutama pada saat olahraga. Kalau kamu tdk menaati peraturan ini, kamu akan kukimkan ke tempat pelacuran selama semalam”.

    Aku menyetujuinya, dan setelah itu dia memberikan pakaianku. Aku merasa deg-degan dan payudaraku kembali mengeras karena aku telanjang bulat di depan seorang laki-laki. Lalu aku memakai pakaian OSIS, dan rasanya aneh sekali, rasanya seperti tdk memakai pakaian sebab payudaraku masih agak terlihat transparan, dan aku tdk memakai CD.

    Setelah itu aku pulang dengan taksi, dan aku berusaha menutupi payudaraku yg besar dengan lengan tanganku supaya tdk dilihat oleh supir taksi itu. Tetapi payudaraku masih terasa keras dan tegang sehingga putingnya masih dapat terlihat walaupun transparan. Aku sampai di rumah sekitar jam 10-an, dan aku tahu bahwa ayah dan ibuku sedang kerja dan tdk ada di rumah. Lalu pembantuku membukakan pintu, tetapi aku masih berusaha menutupi payudaraku agar tdk terlihat.

    Setelah masuk ke dalam rumah, maka aku langsung ke kamar, lalu mandi dan ganti baju. Aku berusaha mencari alasan jika ditanya oleh ayahku mengapa aku kemarin tdk pulang. Akhirnya aku mendapatkan alasan yg tepat. Aku khan sering pergi ke rumah saudaraku di dekat sekolahku dan kadan-kadang tanpa izin terlebih dulu. Lalu aku tidur sampai sore, dan ayahku pulang, lalu aku bilang kepada ayahku bahwa aku kemarin tdk pulang ke rumah karena sudah terlalu malam dan aku menginap ke rumah saudara.

    Setelah besoknya aku sekolah maka sesuai persetujuan, aku tdk memakai BH dan CD untuk ke sekolah, dan aku hanya memakai kaos dalam dan seragam pramuka. Sesampai di sekolah aku merasa asing dan malu jangan-jangan ada yg tahu kalau aku diperkosa. Tetapi aku berusaha PD, dan tdk memikirkan kejadian itu, tetapi aku tdk bisa, bahkan di dalam pelajaran pun aku tetap memikirkan kejadian semalam.

    Setelah istirahat pertama, maka aku mencari kelas 3 IPA 2, dan aku tahu bahwa mereka bertiga adalah teman sekelas. Lalu mereka pura-pura baik padaku, dan akhirnya aku tahu nama-nama mereka satu per-satu. Yg memperkosaku pertama kali bernama Andi, yg kedua bernama Erick, yg ketiga bernama Deni.

    Lalu Andi memperkenalkan aku kepada teman-teman sekelasnya seolah-olah aku ini adalah pacarnya. Mereka lalu mengatakan bahwa mereka mengincar aku sejak lama, dan sejak aku bertugas sebagai pengibar bendera, maka mereka melihat ada murid baru yg cantik dan bodynya bangkok, dengan payudara yg besar pula untuk gadis seumuranku.

    Lalu setelah ia tahu bahwa aku akan pulang malam pada saat itu, maka mereka merencanakan niat itu. Lalu aku dipaksa duduk di sebelahnya dan memasukkan tangannya ke dalam rokku untuk memastikan bahwa aku tdk memakai CD. Ternyata tdk cuma itu saja dia terus-terusan meraba-raba Vaginaku sehingga terasa geli dan akhirnya Payudaraku mengeras lagi. Lalu Andi membuat jadual aku harus disuruh ke rumahnya hari selasa, kamis, dan sabtu.

    Kalau selasa untuk Erik, kalau Kamis untuk Deni, dan kalau sabtu untuk Andi. Dan Andi bilang kalau besok sabtu aku akan dijemput, pacaran dulu baru buka-bukaan. Aku tahu bahwa mereka itu cuma ingin menikmati tubuhku dan nggak akan membuat telanjang. Pada saat berhubungan bersama Andi aku terkejut mengapa Andi nggak pake kondom? Lalu aku sangat takut klo aku bakal hamil, dan ternyata Andi memompa penisnya di bawah payudaraku, di atasnya perut, dan tubuhku penuh dengan cairan lengket.

    Lalu Andi mengambil kondomnya dan memasangnya, lalu memompanya di dalam Vaginaku sampai Pagi. Aku juga merasa hubungan itu hubungan yg nikmat dan enak, membuat tubuh terasa geli. Dan aku sekarang tahu banyak dari pengalaman sex bersama mereka. Dan aku diajari bermacam-macam gaya, seperti gaya 69. Setelah nanti keluar cairan pasti tubuh ini akan lemas sedikit, tetapi akan merasa nikmat.

    Pernah juga aku diolok-olok sama teman sekelas gara-gara aku nggak pake BH saat olahraga. Pada saat itu olahraga sedang latihan lari, dan temanku melihat dan memperhatikan bahwa payudaraku terlihat bergoyg kencang sekali dan terlihat besar.

    Maka mereka bertanya kepadaku,

    “San, kamu nggak pake BH ya?”. Aku berbohong dan menjawab,
    “Pake koq”. Karena teman-temanku banyak yg nakal, setelah gurunya pergi lalu mereka bersama-sama memegangi tubuhku dan lainnya membuka bajuku untuk membuktikan bahwa aku nggak pake BH. Lalu kaos olahragaku dibuka dan mereka melihat bahwa aku benar-benar tdk pake BH.

    Lalu teman-teman pada mengejekku dan menertawakanku. Lalu aku cepat-cepat menutupi payudaraku dan dalam pikiranku adalah menunggu mereka pergi dulu baru memakai kaos lagi. Tetapi si Susan tdk puas dan dia menghasut teman-teman begini katanya, “Jangan-jangan dia juga nggak pake CD, kita lepas celananya aja yuk.” Lalu mereka kembali memegangi tubuhku dan melempar kaos yg sedang kupegang ke lapangan, dan si Susan langsung melepas celanaku dan melempar celanaku ke tengah lapangan.

    Pada saat itu aku merasa malu yg luar biasa selama hidupku. Aku pada saat itu telanjang bulat di hadapan teman-teman sekelasku. Dan mereka pada tertawa, mereka malah menggodaku dengan membawa lari kaos dan celanaku. Dan aku mengejar mereka dengan tubuh tanpa busana di lapangan basket sekolahku. Lalu rasanya aku hampir menangis. Dan setelah puas menggoda aku, maka si Dewi mengembalikan baju dan celana kepadaku.

    Ini pengalaman pertamaku lari bugil di lapangan dan dilihat banyak orang. Aku malu sekali, karena vaginaku sudah berbulu dan payudaraku menjadi besar karena telanjang di hadapan orang banyak. Lalu teman-temanku mengejekku bahwa payudaraku besar sekali untuk gadis yg baru berusia 16 tahun.

    Yg menjadi beban mentalku yg lain adalah aku seringkali digoda oleh teman-temanku dan menyuruh aku menari telanjang di depan kelas jika guru tdk ada atau pada saat pelajaran kosong. Dan kalau aku tdk mau maka mereka menjadi liar, mereka mengunci pintu keluar kelas, dan menyuruh satu orang untuk mengawasi jika ada guru yg datang, lalu mereka menggendongku, melepas semua pakaianku sampai telanjang bulat, dan mengikatku di atas meja, dan bukan cuma laki-laki yg mengerumuniku tetapi juga banyak juga yg perempuan, mereka semuanya mempermainkan tubuhku, menggeraygi semua tubuhku dari ujung rambut sampai telapak kaki.

    Mereka mencubiti aku bagaikan barang dagangan. Ada pula yg mempermainkan payudaraku bagaikan susu sapi. Bahkan ada yg membawa gunting untuk menggunting bulu-bulu vaginaku. Tubuhku terasa geli sekali dan merasa bahwa aku ini hanyalah seperti barang dagangan yg dipertontonkan orang banyak.

  • Cerita Panas Mbak Sari

    Cerita Panas Mbak Sari


    1507 views

    Cerita Panas Mbak Sari

    Namaku Bagus, waktu itu aku masuh berumur 21 tahunan dan aku bekerja di salah satu perusahaan swasta. Aku datang dari sebuah kota di Jawa Barat. Karena saudara-saudaraku jauh dari tempat kerjaku, terpaksa aku harus mencari tempat kost yg dekat dgn tempat berkerjaku.

    aku mendapatkan tempat kost di wilayah kwitang, jakarta pusat. Lumayan sih tempatnya ngga jelek-jelek banget tp bisa nyenyak tidur, murah lagi sewanya, cuma ya kamar mBagusnya masih bareng-bareng dgn warga sekitar. Kebetulan yg punya kost adalah orangtuanya temen kerjaku.

    Tak terasa hampir 6 bulan sdh aku kost, makin banyak kenal juga aku dgn warga sekitar. Tp herannya kenapa aku susah kenalnya dgn tetangga samping rumah kostku. Kalo ketemu sih saling sapa cuma ngga pernah ngobrol, dia adalah istri seorang pegawai swasta juga, kalo dgn suaminya sih akrab, malah suka nongkrong dan ngobrol-ngobrol bareng ketika santai, sedangkan istrinya yg berwajah cantik yg kebetulah kelahiran daerah Jawa Tengah tdk begitu akrab, padahal kalo berpapasan….oooohhhhh pandangannya itu menjadi tanda tanya bagi insting nakalku….menusuk hati.

    Si istri tersebut bernama Sari, aku memanggilnya Mbak Sari, kegiatan sehari-harinya mengelola salon kecantikan yg tak jauh lokasinya dari tempat kostku. Hampir setiap berpapasan tatapan matanya tak pernah lepas dari pandanganku sampai aku malu sendiri dan kalah pandangan. Dia selalu memandang dgn senyumnya yg manis. Kebetulan memang orangnya hitam manis.

    Pada suatu hari aku pulang larut dari kerjaan, sekitar jam 11 malam, aku selalu melewati daerah kamar mBagus menuju ke kamar kost ku…. terkejut hatiku melihat sosok wanita jongkok sedang cebok.. krecek krecek… krecek bunyi airnya kala itu. Dia tak memperhatikan suasana sekitar dan tak tahu aku sedang mengamatinnya sambil pura-pura membetulkan tali sepatu………. dia langsung bangun dan membetulkan CD-nya setelah cebok. Dag dig dug jantungku melihat pantat mulusnya.

    “Eh..ada orang… kirain sepi”, terkejut dia ketika melihatku….
    “Eh mbaakkk” agak gugup aku,
    “tali sepatuku terlepas mbak… aku kira juga ngga ada orang”, kataku sambil menyeringai agak malu.
    “Hmmmm, betulin sepatu apa hmmmmm”, katanya kepadaku.

    Semakin malu aku dibuatnya..

    “Bagus, kamu ngeliatin mbak yah tadi”, katanya pelan.
    “Engga mbak, emang mbak lagi ngapain”, jawabku.
    “yg benneerrrr”, serunya lagi.
    “Emmm dikit mbak hehehehehehe” kataku sambil nyengir. Tak sadar si otong sdh mengeras, sehingga celana bagian depan menyembul.
    “Dasar kamu tuh yah”, katanya lagi sambil mencubit tanganku dan langsung masuk ke rumahnya.

    Setelah kejadian itu, malamnya aku ngga bisa tidur membayangkan bercinta dgn Mbak Sari. Tak tahan aku, akhirnya onani sambil membayangkan apa yg baru aku lihat beberapa jam yg lalu.

    Semakin hari semakin terbayang wajah Mbak Sari, tak tahan rasanya ingin menyentuh mbak Sari.

    Ketika malam tiba aku duduk santai di depan kamar kostku, aku berharap bertemu mbak Sari, sejam dua jam hingga 9 malam kala itu, terlihat mbak Sari turun dari taxi, berdebar rasa jantungku, memikirkan rencana bagai mana caranya bisa dekat denganya.

    Hampir sampai dia ke dekatku, aku berdiri pura pura mau jalan ke arahnya…. seperti biasa tatapan dan senyumnya yg menggoda menusuk hatiku..

    “Dari mana mbak, kok malam pulangnya” tanyaku.
    “Abis belanja perlengkapan, kebetulan jalannya padat jadi kemalaman deh”, jawabnya sambil tersenyum.

    Sambil berpapasan kuberanikan diri tuk menempelnya agak bertubrukan, …nyelllll terasa ada benda yg kenyal menyentuh sikutku… detik itu juga si otong pun tegang.

    “mmaaff mbak ngga sengaja”, kataku….
    “hehehe kamu tuh bisa aja, ngga papa kok Gus, ngga sengaja kan”, jawabnya sambil tersenyum dan melangkah menuju rumahnya.

    Ampuuunnnnnnnnn, makin bingunk aku dgn sikap mbak Sari, seolah olah meberi harapan padaku. Semakin liar imajinasiku terhadap mbak Sari. Semakin hari semakin senewen.

    Akhirnya pada suatu hari aku mempunya ide tuk bertemu langsung dgn Mbak Sari, dgn cara mendatangi salonnya, dgn alasan memotong rambut. Hari itu aku libur kerja, demi menjalankan misiku yg penuh gairah. Kudatangi salon mbak Sari sekitar jam sepuluh siang. Kebetulan dia bekerja sendiri tanpa asisten.

    “Siang Mbak Sari”, salamku terhadapnya.
    “Siang, eh Ada apa Gus, tumben kesini”, jawabnya.
    “Mau potong rambut mbak, dan terlalu panjang neh biar rapih aja”.
    “oowwhh, boleh tunggu yah”, kata mbak Sari.

    Waktu itu Mbak Sari mengenakn rok hitam dan kaos putih bak orang training, senyum dan pandangannya tdk berubah tetap menusuk hatiku.

    “Ayo Gus katanya mau potong rambut” tanya nya.

    Iya mbak, langsung aku duduk di kursi, dan mbak Sari siap memotong rambutku. Tak karuan rasa hatiku ketika mbak Sari mulai memotong rambutku. Berkeringat tubuhku,

    “kenapa Gus, gerah”, tanyanya.
    “Ngga Mbak Sari, ngga gerah kok”, jawabku.
    “Nah itu berkeringat” tanya Mbak Sari lagi sambil tersenyum.

    “Emmmm, aku berkeringat karena dekat dgn mbak Sari “, upsss kelepasan aku ngomong….
    “hihihihi mbak Sari ketawa geli, kenapa kok deket saya jadi gerah emangnya saya kompor” katanya lagi.

    Tak tahan dgn hasrat ku, kulepaskan penutup tubuhku yg dijadikan alas rambut. Kutarik mbak Sari ke bagian belakang… sini dulu bentar mbak… Bagusyyy, ada apa sih, kata mbak Sari tp tetap menuruti ajakanku.

    Setibanya di belakang, langsung kupeluk Erat Mbak Sari, ohh mbak ini yg aku harapkan dari mbak,

    “Gus, apa-apan sih kamu nanti takut ada orang nih” gumam mbak Sari.

    Tp tak kulepaskan pelukanku, semakin liar diriku, ku pegang pantatnya yg membuat aku tergila-gila setelah dia kencing dulu. Dia sedikit berontak dan malah terjatuh ke dipan tempat creambath, dan posisi kami sekarang berubah. Dia berada dibawahku sementara aku menindih. Kusingkapkan rok nya dan uuhhhhh terlihat sembulan indah yg terhalang CD tipis warna putih.

    Semakin jalang saja aku sambil menindih tangan kananku menyelinak ke CDnya. ku raba dan kuelus-elus memeknya….hmmm mulai basah oleh cairan kenikmatannya..

    “Gus kamu nih, pintunya masih terbuka biar aku tutup dulu pintunya” gumamnya dgn wajah yg mulai memerah.

    Takut itu hanya alasan akhirnya aku bilang, biar aku yg tutup pintunya, kalo mbak Sari yg tutup nanti malah kabur mbak. sebelum pergi menutup pintu, kupelorotkan dulu CD nya….oooohhh indahnya pemandangan ini, bulu memeknya tipis. Langsung aku bergegas menutup pintu yg hanya berjarak 3 meter dari belakang.

    Dgn penuh gairah aku bergegas menuju belakang, alangkah terkejutnya aku melihat mbak Sari tdk ada di tempat Creambath….. langsung aku sibak gorden penghalang dekat kamar mBagus belakang.

    Oh my god, lebih terkejut lagi mbak Sari ternyata malah sdh bugil sambil tersenyum padaku…..langsung saja aku menyergapnya, oohhh putingnya sdh berdiri dan langsung saja aku menghisapnya, ohhhh..ohhhh, mbak Sari menggeliat, tak kuhiraukan, bibirku menghisap terus putingnya yg mencuat, sementara tangan kiriku meremas-remas toket kirinya. Tangan kananku tak mau kalah… bergerilya di sekitar memeknya yg sdh basah.

    Begitu juga mbak Sari, dia tak mau kalah, tangannya memegang batang kont0lku dgn penuh perasaan…..

    15 menit kami melakukan pemanasan.

    “Mbak, aku mau masukin yah” pintaku dgn penuh nafsu..mbak Sari hanya mengangguk.

    Kutuntun mbak Sari ke tempat creambath, kuterlentangkna mbak Sari… oohhh memeknya mengangga, tanpa basa basi langsung saja kumasukan batang kont0lku… sleeeeeebbbbbb, mbak Sari sedikit tersentak sambil menyeringai…. sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp ooohhh sleepp sleepp sleepp ku keluar masukan kont0lku dlm memek mbak Sari……..

    “oooocccchhhhh Gus”, mbak Sari baru terdengar suara kerasnya…..
    “ssssttttt jangan keras-keras nanti kedengaran orang”, kataku.

    Kulanjutkan pergerakan ku, kulipat kaki mbak Sari keatas sehingga memeknya menyempit kugoyang kont0lku dgn penuh rasa….slekk slekk slekk slekk slekk kutahan dan ku putar kont0lku dlm memeknya…

    “mbbaakk bunggaaaa aku…oooocchhhh”

    Crooottt Crooottt Crooottt ooogghhh mbak Sari memeluku dgn eratt ooggghhh dia juga berteriak, ternyata dia juga merasakan ejakulasi. ooooh tubuh akmi berdua penuh basah kuyup oleh keringat. ku kecup bibir mbak Sari….

    “makasih mbak” kataku….
    “sama-sama Gus harusnya mbak yg berterima kasih….
    “loh kok”, tanyaku bingung.
    “begini Gus , aku ngga pernah mendapatkan kepuasan dari suamiku, selain dia ejakulasi dini, kont0lnya itu loh, kecil banget kealingan perutnya yg buncit. Makanya aku berterima kasih sama kamu karena sdh hampir 1 tahun mbak ngga ejakulasi dari ML. Cuppppppppph” katanya sambil mengecup bibirku.

    Berarti lain waktu bisa ML lagi dong mbak hehehehe….pintaku…

    “terserah kamu Gus”, mbak jadi suka sama kamu, lalu kami berdua berpelukan lagi dgn erat… dah dulu yah Gus, takut ada tamu… katanya.

    Aku langsung mengenakan pakaian dan mengelap keringat, setelah itu aku langsung pulang ke kost an dgn hati yg riang atas keberhasilanku bisa ML sama mbak Sari. Hampir ngga percaya semua itu akan terjadi dan ternyata memang mbak Sari membutuhkanku.

  • Cerita Panas Nonik Hot

    Cerita Panas Nonik Hot


    771 views

    Cerita Panas Nonik Hot

    Nonik namannya, dia istri teman kantorku yg usianya lebih tua 2 tahun dariku, dia sosok perempuan yg menarik, dgn tinggi badan 160 cm dan memiliki kulit yg bisa dibilang lebih putih daripada orang-orang Indonesia kebanyakan, tp dia bukanlah keturunan chinese

    Di kantor aku satu-satunya keturunan chinese, tinggi badan 172 cm dan tdk gemuk, yah, wajar lah. Di kantor ini aku menduduki jabatan sebagai wakil kepala akunting. Aku sebenarnya tergolong baru bekerja di perusahaan ini, sekitar 1 tahun dan aku sdh cukup akrab dgn salah satu pegawai yg bernama Herman. Aku pernah diajak berkunjung ke rumahnya di daerah Jakarta Utara. Disinilah awalnya perkenalan aku dgn Nonik.

    Pada pandangan pertama, aku memang sdh menyadari kecantikan Nonik namun pikiran itu aku buang jauh-jauh karena menyadari bahwa dia adalah istri teman aku. Pembicaraan di rumah Herman berlangsung cukup lama dan cukup akrab sekali. Herman tinggal bertiga dgn pembantunya dan istrinya. Aku sendiri sempat makan malam di rumah mereka.

    Ku akui, sambutan mereka di rumahnya benar-benar membuat aku merasa betah dan ingin berlama-lama terus disitu tp akupun akhirnya harus pulang jg ke rumah. Setelah pertemuan itupun sikap aku terhadap Herman dan sebaliknya pun biasa-biasa saja, tdk ada istimewanya. Sampai suatu minggu sore jam 3-an hp ku berdering , ternyata dari rumah Herman. Aku pikir Herman yg menghubungi karena perlu sesuatu, ternyata yg kedengaran adalah suara perempuan.

    “Halo, ini Ridwan ya?”, kata suara perempuan disana.
    “Ya benar, ini siapa ya?”, jawabku.
    “Aku Nonik, istri Herman. Masih inget ngga?”
    “Oh, iya, masih inget. Aku kira siapa..? ada apa ya Nik?”
    “Begini Wan, aku ingin ketemu dgn kamu. Boleh aku ke rumahmu? Kamu lagi sendirian di rumah?”
    “Boleh, dulu aku pernah ke rumah kamu, sekarang boleh aja kalian main ke rumah aku. Kalian datang berdua?”
    “Ngga, aku sendiri saja. Herman sedang pergi dgn temannya.”

    Sempet terkejut jg aku mendengar pernyataan itu. Ada maksut apa? Mau apa Nonik ke rumah aku sendirian sore-sore begini? pikiranku jadi campur aduk di otakku.

    “Halo..Ridwan halo.. haloo.. Ridwan, kamu masih disitu?”
    “Eh.. oh.. iya Nik.. Oke oke, kamu boleh ke rumahku kok sekarang. Aku cuman bingung aja mau siapin makanan apa buat kamu.”
    “Ngga usah repot-repot Wan, biasa aja. Aku berangkat sekarang yah.”

    Jarak rumahku dgn rumah Herman cukup jauh, rumahku di daerah Jakarta Barat sedangkan rumah Herman di Jakarta Utara. Perlu waktu sekitar 1 jam utk sampai ke rumahku jika dari Jakarta Utara.

    Aku tinggal sendiri di rumah dgn seorang pembantu yg tdk menginap, pembantuku ini hanya datang pada pagi dan sore Ridwan setelah aku pulang kerja dan pada Ridwan sabtu atau minggu, dia datang pagi Ridwan utk membersihkan rumah.

    Setelah bersih-bersih rumah seadanya, aku menunggu kedatangan Nonik sambil nonton acara tv. Sambil menunggu, pikiranku tdk bisa konsen ke TV. Banyak pikiran yg berkecamuk dlm otakku mengenai kunjungan Nonik yg sendirian ke rumahku. Sekitar 1 jam menunggu akhirnya terdengar suara mobil di depan rumah. Aku segera keluar utk melihat; ternyata memang Nonik yg datang seorang diri. Langsung saja aku persilahkan dia masuk, begitu melihat ada tamu, langsung saja anjingku pada ribut (kebetulan aku dirumah memelihara sepasang anjing jenis ukuran yg tdk bisa besar).

    “Ehh.. kamu punya anjing ya, lucu-lucu bangeet anjingnya”, kata Nonik sambil mendekati anjingku lalu mengelusnya.
    “Iya. Kamu suka anjing jg”
    “Suka banget”

    Kemudian aku persilahkan Nonik utk masuk dan duduk di ruang tamu sementara aku menyiapkan minuman utk dia.

    “Kamu kok tdk datang bersama Herman? Biasanya kemana-mana berdua melulu?”
    “Memangnya harus sama Herman terus kalau kemana-mana?”
    “Iya dong, apalagi kamu sekarang datang ke rumahku, kalau ketauan sama dia kan, ntar gimana jadinya nanti?”
    “Ah.. sdhlah, kayak begituan biar aku yg urus dgn Herman”, Kata Nonik lebih lanjut.
    “Gini Wan, aku ingin ngobrol sama kamu nih tentang bisnis.”

    Kami berduapun berbicara masalah bisnis, ternyata dia kerumahku utk berbicara soal bisnis baru yg akan dirintisnya dan meminta bagaimana pendapat aku dari segi akunting dan manajemennya. Pembicaraan tersebut berlangsung kurang lebih selama 1 jam. Sambil berbicara konsentraasiku agak terganggu karena duduk bersebelahan dgn Nonik dan hampir berdekatan. Kadang-kadang kalau sedang bicara bertatapan ingin sekali rasanya melumat bibirnya soalnya hanya berjarak sekitar 45 cm.

    Saat itu Nonik berpakaian cukup sederhana, hanya mengenakan kaos dan celana jeans. Namun aku suka sekali apabila melihat wanita yg berpenampilan seperti itu. Sedangkan aku sendiri tadinya hanya memakai celana hawaii dan kaos tp setelah kedatangan Nonik, aku langsung mengganti dgn celana panjang.

    Akhirnya pembicaraan mengenai bisnis pun bearkhir, kamipun bersandar lega di sofa yg kami dudukin. Sekarang otakku benar-benar sdh gak karuan deh, pengen sekali rasanya utk mencium Nonik tp bagaimana caranya? Otakku memutar dgn keras dan akhirnya aku mengambil keputusan utk mencoba menyenggol tubuhnya. Tanganku dgn sengaja aku bentangkan kedepan badan dia seakan-akan aku sedang meregangkan otot dan menyentuh tangannya.

    “Kamu lelah ya Wan setelah ngomongin bisnis?”, kata Nonik.
    “Iya nih, kalo dipijit enak nih kayaknya”, pancingku.
    “Sini aku pijitin”, kata Nonik sambil memegang punggungku.
    “Ntar dulu ah, mao muter musik dulu”

    Akupun mulai memutar musik, maksduku supaya suasananya nyaman. Kemudian aku mulai duduk membelakangi Nonik dan ia mulai memijit punggungku.

    “Gimana Wan? Enak ngga pijitanku?”, kata Nonik disamping telingaku.
    “Enaak Nik..”

    Akupun memalingkan wajah menghadap Nonik maksudnya ingin bicara sesuatu tp karena wajah kita berdekatan seperti itu, aku lupa tdk tau mau omongin apa. Situasi saat itu sempat hening sebentar, lalu entah siapa yg mulai, kamipun saling berciuman dgn penuh hasrat. Langsung aku membalikkan badan dan memeluk tubuh Nonik dan membaringkan dia di sofa. Nonik hanya diam saja diperlakukan seperti itu. Sepertinya dia menikmati ciuman ini. Aku tdk mendengar suara apapun dari Nonik, hanya..

    “Mmmmpphhhh.. ssstthhh.. sshhh..”

    Itulah yg terdengar pada waktu kami ciuman. Aku menciumi bibirnya dgn sangat lembut meskipun aku sebenarnya bernapsu banget. Dgn lembut aku mainkan lidahnya, bibirnya. Aku memainkan lidahku didlm mulutnya, kadang-kadang aku tarik lidahnya dgn gigiku saat ada di dlm mulutku. Sambil berciuman aku melihat matanya, ternyata dia menciumku sambil memeramkan matanya, sungguh pemandangan yg menambah laju birahiku.

    Aku terus menciumi bibirnya, kadang ciumanku lari ke kupingnya serta lehernya. Sengaja aku tdk terlalu napsu menciumi lehernya supaya tdk meninggalkan bekas yg bisa mencurigakan. Demikian jg dgn Nonik, ia menciumi seluruh wajah dan leherku dgn bibirnya, saat itu perasaan geli seakan-akan ingin memeluk Nonik erat-erat sungguh tak tertahankan.

    Sejenak kemudian kami mengehentikan akivitas kami karena handphone Nonik berbunyi,

    “Kamu angkat dulu deh telponya, siapa tahu Herman”, kataku sambil tersenyum.
    “Oke”, jawabnya tersenyum pula. -sex selingkuh-

    Lalu Nonik mengangkat telpon dan memang benar dari Herman suaminya. Begitu tau dari suaminya, aku langsung mendekati dia, maksudnya utk mendengarkan pembicaraan mereka dan membantu kalau-kalau Nonik tdk bisa jawab. Tp aku tiba-tiba berubah pikiran dan mendekati Nonik dan memeluk dia dari belakang sambil menyiumi telinganya.

    Nonik sempat berbalik dan memelototi aku tp aku tdk perduli. Aku tetap mendekati dia dan menjilati lehernya. Tangankupun mulai menyusup ke dlm kaosnya dan lebih dlm lagi menyusup ke dlm BH-nya. Akupun bisa menjamah putingnya. Begitu aku merasakan putingnya, aku pun mulai memainkannya dgn jari-jari tanganku.

    Sementara itu Nonik sdh tdk bisa mencegahku lagi, diapun mulai menikmatinya dan malahan dia membuka kaosnya dan duduk di sofa kembali. Semua itu dilakukan sambil ia berbicara dgn suaminya di telpon. Nonik memberikan alasan bahwa dia sedang jalan-jalan di sebuah gallery busana. Aku jg segera melepaskan baju dan celana panjangku.

    Ketika Nonik sdh duduk di sofa, akupun mulai menciumi tetenya, aku meremas-remas toket Nonik dgn napsu, aku jilatin putingnya dan kadang aku gigit putingnya dgn bibirku. Aku lalu melihat ke wajah Nonik.. wahh.. wajah yg pasrah tp dia masih melihat ke aku sambil memberi isyarat bahwa dia lagi telpon.

    Sebenarnya dia sdh tdk tahan lagi ingin melepas semuanya tp karena ia masih nelpon maka ia terpaksa menahan semua gejolak tersebut. Aku tau bahwa saat ini dia sedang berusaha sekuat tenaga utk tdk berteriak ataupun mendesah karena rangsanganku; yg Nonik bisa lakukan adalah menggeliat-geliat tdk keruan berbaring di atas sofa di bawah tubuhku.

    Ketika kemudian telpon sdh selesai, Nonik langsung mengeluarkan gejolak yg tertahan dari tadi,

    “Oohhhh.. Ridwaannnn..”, teriak Nonik.
    “Gila kamu ya Wan, itu tadi kan si Herman, kalau aku kebablasan tadi gimana coba?”, katanya memarahi tp dgn nada menggoda.

    Aku hanya tersenyum saja,

    “Tp kamu suka kan Nik?”
    “Iya sih..heheheheh”, lanjutnya tersenyum.

    Lalu kami pun melanjutkan kegiatan yg tertunda itu. Aku mulai membuka celana jeansku dan celana jeans Nonik beserta dgn CDya. Aku menciumi paha Nonik yg bagian kiri dan meremas pahanya yg kanan. Aku jilatin sambil terus bergerak bergerak ke bagian selangkangannya. Selama itu jg tubuh Nonik tdk bisa diam, selalu bergerak dan mendesah. Sampai akhirnya aku menjilati pas di meqinya Nonik. Aku terus melakukan kegiatan ini dgn penuh napsu, aku memainkan klitorisnya sambil kadang-kadang aku hisap dlm-dlm dan aku kulum dgn bibirku.

    Selama aku melakukan ‘serangan’ kepada Nonik, dia terus berteriak, mendesah, dan menekan kepalaku kuat-kuat seakan-akan tdk mau membiarkan kepalaku pindah dari selangkangannya. Suara yg ditimbulkan oleh Nonik membuat aku tambah bergairah dlm melakukan kegiatanku tersebut. Aku menjilati meqi Nonik makin liar, aku permainkan meqinya sampai dlm dgn lidahku dan jari-jari tanganku jg mulai masuk ke dalamnya sampai akhirnya.. aku merasakan kaki Nonik menjepit kepalaku dan tangannya menekan kepalaku sangat kuat serta pinggulnya terlihat menggelinjang dgn dahsyat.

    “Ooohhhh, Ridwannn, Aahhhhh”

    Ternyata Nonik sdh mencapai klimaksnya yg pertama dlm permainan ini. Aku melihat sebentar ke arah Nonik dan dia menatapku sambil tersenyum.

    “Kamu hebat Ridwan, aku suka banget”, katanya.
    “Masa sihh? Aku belum apa-apa nih”, jawabku sambil mencium bibirnya.
    “Aku maenin yah penismu?”,
    “Itu yg aku tunggu-tunggu sayang”, bisikku di telinganya

    Maka akupun segera mengambil posisi duduk bersandar di sofa dan dia perlahan mulai jongkok di hadapanku. Mula-mula ia mengelus penisku dgn tangannya, penisku dielus olehnya dari bijinya sampai ke ujung kepala penisnya. Lalu ia mulai menjulurkan lidahnya ke ujung penisku. Begitu lidahnya menyentuh penisku, aku merasa agak sedikit geli. Kemudian Nonik langsung memasukkan seluruh penisku ke dlm mulutnya.

    Wah, perasaanku saat itu benar-benar nikmat sekali, urat-urat penisku yg bergesekkan dgn bibir dan lidahnya memberikan suatu sensasi yg sulit utk diungkapkan dgn kata-kata. Saat itu yg bisa aku lakukan hanyalah menggeliat-geliat kenikmatan sambil membelai-belai rambutnya Nonik. Terkadang giginya Nonik menyentuh salah satu bagian penisku, sakit dikit sih, namun itu tdk mempengaruhi sensasi nikmat yg diberikan.

    Saat itu penisku benar-benar diberikan sensasi yg begitu dahsyat, titik-titik syaraf yg ada di seluruh penisku tdk ada yg tdk tersentuh oleh bibir dan lidahnya Nonik, benar-benar permainan yg membuat aku tdk dapat bertahan lama dan akhirnya aku mulai merasakan sesuatu yg mendorong dari dlm dan mengeluarkannya.

    “Ooohhhh..”

    Hanya itulah kata yg bisa keluar dari dlm mulutku saat semuanya tertumpah keluar. Akupun terbaring lemas namun terasa rilex banget dgn Nonik bersandar di dadaku. Tdk ada kata yg keluar dari mulut kami berdua saat itu. Setelah diam selama sekitar 10 menit, Nonik mulai meremas-remas penisku lagi sambil memandangku.

    “Kamu mau lagi ya Nik?”
    “Hmm..”, jawabnya sambil terus meremas penisku.

    Diberi rangsangan seperti itu, tdk berapa lama kemudian penisku sdh mulai kekar berdiri lebih tegak daripada tadi. Menurut pengalamanku dan cerita teman-teman, penis seorang lelaki akan lebih kekar pada ronde kedua daripada ronde pertama dan akan berlangsung lebih lama. Nonik terus meremas-remas dan mengelus penisku kemudian mengulumnya di dlm mulutnya. Akupun mulai mencari-cari daerah dada Nonik utk memainkan kembali tetenya. Begitu aku mendapatkannya, langsung aja aku membaringkan Nonik di sofa kembali dan melanjutkan mengulum puting susunya.

    “Oooccchhh..”, Nonik menjerit keras-keras ketika aku menggigit-gigit putingnya

    Rambutku diacak-acak olehnya dan dia mendekap erat-erat kepalaku di dadanya sehingga aku agak kesulitan utk bernapas. Setelah puas memainkan dadanya, akupun kembali turun ke selangkangannya. Pertama-tama aku mainkan bulu-bulu yg mengitari selangkangannya, aku jilatin bibir meqinya dan aku mainkan klitorisnya. Saat itu, Nonik sdh mendesah dan menggeliat-geliat tdk karuan. Aku sdh merasakan meqinya Nonik sdh basah lagi dan sepertinya dia akan mencapai klimaksnya kembali. Namun dgn segera aku menghentikan kegiatan menjilatku dan berdiri.

    “Kenapa Wan..?”, tanyanya lemas.
    “Ah, tdk”, jawabku tersenyum.

    Kemudian aku membuka selangkangannya dan mengarahkan penisku ke lubang itu. Mula-mula aku mengusap-usapkan ujung penisku ke bibir selangkangannya dan pelan-pelan aku masukkan penisku ke meqinya Nonik.

    “Ooohhhh.. Wan.. ayo..”, desah Nonik.
    “Aku masukkin yah yaangg..”, kataku.
    “Iyaah.. Ooocchh.. c’mon honey..”
    “Oke..”

    ‘Slleebbb..’ penisku langsung aku masukkan ke dlm meqi Nonik.

    “Ooocchhh..”, teriak Nonik.
    “Gimana sayang..?”, kataku sambil menciumi bibirnya.
    “Wann.. oocchhhhhhh.. yesshh.. terusinn..”

    Kemudian aku mulai menggerakkan penisku dlm meqinya, aku putar, aku goyang dgn berbagai macam cara, pendek kata aku mencoba utk memberikan kenikmatan pada Nonik dgn penisku itu.

    “Wann.. oohhhh.. nikmat bangett.. uhh..”, desah Nonik sambil memandangku
    “Enak yah Nik..?”
    “Iyah.. ohh.. goyang terus.. Wan..”,

    Kami melakukannya dgn penuh gairah, kadang aku mengambil posisi di atasnya menindih badannya sambil memegang telapak tangannya di telentangkan kiri kanan, kadang jg dia yg di atas menindih tubuhku dan aku mendekap dia erat-erat sambil meremas-meremas pantatnya dan dia terus bergoyang kadang berirama kadang tdk. Sampai akhirnya kami sama-sama merasakan ada sesuatu yg keluar dari diri kami masing-masing. Perasaan itu benar-benar merupakan sensasi yg luar biasa bagi kami berdua.

    Kamipun terbaring lemas di sofa itu, Nina berbaring didekapan dadaku. Pengalaman ini sungguh-sungguh diluar dugaanku sebelumnya ternyata aku telah mengkhianati temanku dgn meniduri istrinya dan mungkin jg pikiran Nonik sama dgnku bahwa ia sdh mengkhianati suaminya hanya karena selingan belaka.

    “Nik, kamu menyesal sdh ngesex dgnku?”, tanyaku padanya.
    “Sedikit sih ada perasaan menyesal, tp aku tau kok kalau Herman itu sering selingkuh di belakangku”, jawabnya lagi.
    “Jadi aku lakukan ini karena ingin membalasnya saja.”
    “Ohh begitu”

    Tdk kusangka sama sekali, Herman yg aku kenal sebagai orang yg baik ternyata sdh menyakiti istrinya beberapa kali.

    “Ridwan, kamu jangan marah ya dgn kelakuanku ini”
    “Tentu saja tdk”, jawabku tersenyum.
    “Lain waktu Kalau kamu butuh sesuatu aku siap mbantu kamu kok.”
    “Makasih ya”

    Waktu jglah yg memisahkan kami Ridwan itu, setelah membersihkan diri kemudian Nonik pulang meninggalkanku yg penuh dgn pikiran, apa yg akan aku lakukan? Apakah aku akan terus berhubungan dgn Nonik? Apakah aku akan berteman terus dgn Herman? Apakah yg akan terjadi kalau kami ketahuan Herman? Pusing aku memikirkan hal itu, akhirnya aku putuskan utk menjaNonik saja semuanya sesuai dgn alurnya nanti, namun yg pasti aku menikmati masa-masa bersama Nonik tadi sore.

    Dan akhirnya akupun pergi tidur dgn lelap malam itu memimpikan kejadian yg mungkin akan terjadi Ridwan-Ridwan berikutnya dgn Nonik atau dgn siapapun.

  • Cerita Panas Pelampiasan Yang Salah

    Cerita Panas Pelampiasan Yang Salah


    262 views

    Cerita Panas Pelampiasan Yang Salah

    Perkenalkan namaku Rida umurku sekarang 30 tahun tinggi badan 165cm dan paytudaraku termasuk besar karena berukuran 34b, aku juga termasuk seksi….aku sudah berkeluarga dan memiliki dua anak suamiku bekerja di perusahaan swasta aku tinggal di sebuah kota M di Jawa Tengah.

    Perlu pembaca seksigo ketahui keseharianku adalah ibu rumah tangga tiap hari cuma antar jemput sekolah anakku. kehidupan rumah tanggaku termasuk normal-normal saja termasuk dlm berhubungan sex, aku termasuk wanita engan gairah seks yg cukup tinggi.

    Aku mempunyai teman akrab bernama Ana kira-kira dia seusia dgnku dia bekerja disebuah perusahaan swasta sedang suaminya bekerja diinstansi pemerintah. aku sangat dekat sekali dgn Ana setiap ada waktu pasti kuluangkan utk bermain dgnya jalan ke mall kalau tdk juga cuma curhat-curhat biasa…paling enggak saya sering menghubungi dia lewat chat atau bbm aku pun juga akrab dgn suaminya yg bernama mas Didik sampai-sampai aku sering bercanda dgn nya tp seringnya lewat bbm sih.

    aku sering cerita dgn Ana perihal birahik sexu yg cukup tinggi itu sampai-sampai aku sering lupa waktu bila sedang ingin bersetubuh dgn suamiku…Ana pun sering bercerita mengenai kehidupan sex nya yg dia katakan normal-normal saja.

    Awal cerita sex terbaru ini ketika hari jum’at siang sekitar jam dua aku akan menjemput anaku yg sekolah.siang itu sehabis mandi aki berganti dgn setelan G-String CD dan BRA yg serasi berwarna Putih dipadu dgn rok panjang karena siang itu aku berharap suamiku pulang lebih awal dan aku akan memberi kejutan utk pakain ku ini berharap bisa berhubungan sex dgn suamiku…dan sewaktu mau berangkat suamiku telp pulangya agak malam karena dia akan keluar kota utk meeting dikantor pusat diluar kota katanya pulang sekitar jam sepuluh malam.dgn terpasa aku mengiyakanya walaupun aku sangat kecewa karena libidoku sedang naik.

    waktu mau berangkat jemput ternyata langit sangat gelap mendung menggelayut aku lupa bawa mantol waktu berjalan sekitar 200m hujanpun turun dgn derasnya karena tanggung aku numpang berteduh dirumah Ana temanku itu motor kuparkir dan aku berlari menuju kerumah Ana dan ternyata mas Didik sudah pulang kerja dia sambil duduk menikmati rokok dan bermain hp. karena hujan sangat deras dan petir menyambar-nyambar aku pun dipersilahkan masuk. kutunggu sekitar setengah jam ternyata hujan belum reda-reda malah tambah deras disertai petir…akhirnya kuputuskan utk menelpon adiku utk jemput anakku kesekolah karena aku sedang berteduh dan gak bawa jas hujan.

    Aku disuruh masuk dan dibuatkan minum oleh mas Didik karena aku nampak kedinginan akupun berbincang-bincang denganya mulai dari kerjaan suamiku sampai masalah sex, aku mulai terangsang dgn obrolan itu sampai aku kebelet pipis dan meminta ijin kebelakang waktu kubuka celana dlmku aku sudah basah dgn cairan bening lengket…ohhh ternyata aku mulai terangsang. setelah selesai dari kamar mandi aku keluar karena licin aku terjatuh dan kakiku agak terkilir spontan aku berteriak memanggil mas Didik.

    dia tanya

    “kenapa Ri kok bisa jatuh”
    “iya mas ini licin jd aku terjatuh….” sambil duduk dilntai kakiku kutekuk satu aku diurut mas Didik ternyata rokku agak tersingkap dan celana dlmku kelihatan aku tdk sadar kalau mas Didik sambil tertunduk malu dan sesekali melirik pahaku.

    Mas Didik memapah aku disofa dan sambil mengurut dia bertanya

    “yg sakit sebelah mana Ri?” sambil dia melirik ke arah pangkal pahaku yg kelihatan sedikit celana dlm seksi ku kulirik dicelana pendeknya sepertinya k0ntolnya mulai berdiri setelah melihat celana dlmku.-cerit sex hot-

    Akupun diurut sambil meringis kesakitan….tak terasa urutanya semakin keatas.aku pun berkat

    “jangan keatas-atas mas aku gak kuat gelinya” sambil bercanda dia berkata
    “emang yg dicari kan gelinya”aku pun diam saja.

    sambil rebahan di sofa diiringin hujan yg sangant lebat mas Didik terus mengurut betisku…rabaan itu membuat otot memekku berdenyut tak terasa memekku mulai basah kulirik jam menunjuka pukul 3 sore.pijatanya mulai keatas sampai pangkal pahaku dan rokku tersingkap mulai keatas dan jarinya menyentuh Celana dlmku aku mulai terbuai…tak terasa mas Didik mulai meraba-raba cdku aku bilang

    “jangan mas nanti kalo Ana pulang bisa berabe”tanganya terus memaksa masuk kedlm roku…

    akhirnya pertahannku jebol juga dia muliai memijat-mijat memekku dari luar cd mas Didik pun mulai mendekatkan wajahnya dan kamipun bepagutan…bibirnya mulai menyentuh bibirku dia mulai mencium bibirku tangan kanannya mulai memijat klitorisku aku meulai melayg..dlm batinku aku berkata

    “maafkan aku Ana aku telah mengkhianati persahabatan kita” tanganku mulai memijat k0ntol mas Didik dari luar celananya.

    tangan kanan mas Didik meremas paDidikraku..aku terus memijit pensisnya.mas Didik terus menyerabg leher dan bibirku.roku mulai disingkap sampai atas dan mulai terlepas kini hanya tingal bra dan cd gstring putihku…aku pun kaget ternyata sampai sejauh ini aku sama mas Didik.

    sambil terus berpagutan mas Didik melepas celana pendek dan kaos yg dipakainya.kita sekaranga sama-sama hanya memakai cd saja.ciumanya mulai turun ke perut dan akhirnya turun ke selangkangnku aku tak kuasa menolak walaupun aku gak risih karena selama ini aku tdk pernah melakukanya dgn suamiku.mas yudda mulai menciumi memekku dari luar cdku.memekku mulai basah karena banjir orgasme.

    aku tdk mau ketinggalan kupelorotkan cd mas Didik dan ternyata k0ntolnya lebih besar dan panjang dari suamiku kutaksir panjangnya 17cm.kujilati tanpa rasa risih.kamipun melakukan gaya 69 mas Didik mulai menari G-Strings putihku dan menjilati klitorisku aku semakin terbuai ke awang-awang. sambil ku plintir-pilintir putingku sendiri.

    setelah puas sambil telanjang kami beradu muka dan berciuman sangat rakus seperti pengantin baru…dia menidurkanku disofa dan mulai menggesek-gesek kan k0ntolnya ke memekku…kepala k0ntolnya mulai menerobos bibir memekku aku melayg dibuatnya dlm hati aku memohon maaf kepada Ana karena telah bersetubuh dgn suaminya…

    mas Didik mulai memasukan kepala k0ntolnya kedlm memekku sambil memijit klitorisku.aku bertambah melayg-layg…dan setelah 5 menit akhirnya blesss…ouuughhh masssss mulutku mulai merancu…terus mass aku udahhh gak tahann sogok terussss….sambil terus memompa memekku yg telah basah sedari tadi sekitar 15 menit aku disogok dia meminta aku nungging kita bergaya doggy style aku disetubuhi dari belakang….sambil berdiri mas Didik terus memompa memekku….

    setelah puas gantian aku yg di diatas aku bergoyang seperti penari striprtise sampai mas Didik merancu”Ri terusss goyang terusss Ri aku seperti melayg Ri….oughhhh.setelah pergumulan sekita 45 menit aku gantian dibawah mas Didik diatas sambil meremas-remas payudaraku sendiri mas Didik memompaterus entah sudah berapa kali aku orgasme dibuatnya….mas Didik muali mempercepat gerakanya sambil berkata

    “Ri aku udah mo keluar…..kita keluar barengan ya….” aku hanya mngangguk saja dan benar sekita 5 menit mas Didik orgasme dan Creeett….Creeett…Creeett…sekita 8 kali sperma mas Didik menembak dinding memekku….kamipun terkulai lemas…sambil pamit ke belakang mas Didik mengelap k0ntolnya yg basah bercampur sperma dan cairan kewanitaanku.

    didlm kamar mndi aku hanya bisa merenung da berkata dlm hati “apa yg baru saja aku lakukan..kenapa aku tdk bisa menahan nafsuku…Ana maafkan aku” setelah selesai membersihkan sperma yg masih mengalir di memekku.

    aku keluar kamar mandi…mas Didik bilang padaku…maafkan aku Ri…akupun membalas dgn senyuman….sambil pamitan karena huajn telah reda kami berciuman sebentar dan tangan mas Didik meremas memekku….aku pun berlalu pulang kerumah, dgn senyum senyum sendiri membayangkan hal yg baru saja terjadi…

  • Cerita Panas Sisil Cewek Jakarta Doyan Dugem dan Ngentot

    Cerita Panas Sisil Cewek Jakarta Doyan Dugem dan Ngentot


    327 views

    Cerita Panas Sisil Cewek Jakarta Doyan Dugem dan Ngentot

    Perkenalkan Nama Saya Bernard.. Seperti cerita – cerita lainnya.. saya adalah salah satu mahasiswa Ilmu Komputer Semester 4 di perguruan tinggi swasta di daerah jakarta barat.

    2 tahun yang lalu ialah masa2 SMA saya akan berakhir.. yah.. itu kelas 3.. dan kata orang masa – masa SMA itu masa yang paling indah… . Mungkin memang paling indah… masa SMA masa dimana seorang beranjak dewasa.. mulai mengenal dunia luar… dunia gelap.. dunia gemerlap.. narkotika.. kejam.. memang kejam.. tapi sangat mengasyikan.. Saya adalah orang yang cukup di bilang.. seminggu sekali untuk datang ke salah satu diskotik di jakarta.. awalnya saya pun di ajak oleh salah satu teman saya.. tapi lama2 ketagihan.. cukup sedikit menghilangkan stresss…

    Singkat saja.. kami ber 5.. merupakan teman atau team dugem.. hohoho.. adi,dani,dono,dan cicil.. yahh… kami ber 5 memang cukup dekat dalem pertemanan..seperti biasa.. malam minggu pun tiba.. dan mulai mempersiapkan untuk pesta tar malem… dari permen karet, minyak angin, minyak sayurr dann segala jenis macam nya… katanya si biar “kenceng” on nya.. Setelah siap… saya pun mulai menjemput sisil.. wow… Dengan Rok Mini Putih.. yang menurut saya super pendekk… dan tengktop putih… dengan menggunakan topi putih.. dia siap bergoyang.. dalam hatiku.. “wahh nti malam bakal panaz ni..”

    Singkat cerita kami sudah sampai table.. nice.. ntah sisil kemana.. biasa wanita slalu berkeliaran mencarii barangnya sendiri.. akhirnya kami mulai party… ON… kenceng… dan pada jam 01.00 sisil dateng ke table.. dengan sempoyongan.. ku papah dia.. sambil ku pegang pantat nya untuk memapahnya.. “bitch! Ternyata make g-string” dalem hatiku.. karena tidak ada belahan tali kolor saat ku pegang pantat nya.. Setelah ku papah agar dia duduk di tempatku.. ternyata dia tidak mao.. dan inggin bergoyang.. sambil bergoyang pantatnya yang sekel itu… nempel ke Torpedo ku..

    Kata orang kalo lagi ON.. Torpedo gak bakal bisa berdiri.. ternyata salah.. kalo kebawa nafsu.. tetep aja berdiri.. ON ku mulai tak sehat.. memikirkan nafsu.. nafsu kepada temannya sendiri.. Jam menunjukan pukul 03.00.. Mulai sepi.. karena pada waktu itu bulan puasa.. diskotik tutup lebih awal… akhirnya.. aku mengajak teman2ku untuk bermalam di kost-ku.. sambil melanjutkan acara tripingnya.. Sampai di kost.. ternyata semua sudah lelah.. tidak ingin melanjutkan tripingnya..

    Akhirnya memilih untuk tidur.. ke 3 temanku tidur di lantai.. dan aku yg punya kost tidur di atas beserta sisil… karena kamar ku ini sangat sempit.. AC kost sengaja ku kecilkan ke 26 drajat.. biar pada mrasa dingin.. Sisil pun mulai kedinginan.. dan aku menawarkan masuk ke dalam badcover ku… Dia pun masuk… jadi kami tidur di dalam badcov er yg sama.. ohh!! Pikiranku melayang.. bukan tidur… malah nafsu yang ada di benaku.. Ku lihat dia mulai terlelap… Akhirnya ku coba memeluk pinggang dia..

    ternyata diam saja.. lalu pelan2 tanganku kunaek-an ke atas.. sehingga tangan kiri ku menindih payudara dia.. Dia masi diam saja.. jantungku terus berdetak cepat.. tiba2 dia membalik.. menghadap ke arahku… mungkin karena dingin… ohh… mukanya menghadapku… ku cium keningnya perlahan.. uh… temanku yg seksi.. akhirnya bisa menciumnya.. lalu ku turun kan kebibir… ehmm… dia masi tetap diam.. ntah neken berapa dia malam..

    Tangaknku mulai turun… meraba pantatnya.. aku sengaja… karena ingin menjalajahi tubuhnya perhalah2.. Rok mininya ku naekan.. ku masukan tanganku ke dalam rok mininya.. ku raba pantatnya perlahan2.. Setelah puas.. Aku mulai naek keatas.. tanganku masuk ke dalam tangktopnya.. mencari pengait Branya.. dan membuknya.. jantungku berdetak cepat….

    Dan akhirnya… terbuka juga bra nya.. stlh itu ku dorong dirinya.. agar dia telentang.. lalu perlahan2.. tanganku mulai masuk dari perutnya.. pelan2 tanpa menyentuh perutnya.. dan akhirnya…. Ku pegang payudaranya.. ohh.. begitu pas dengan tanganku.. di dalam badcoverku,, ku terus melakukan aksiku.. stlah puas meraba payudara sisil… tanganku mulai nekat.. turun ke bawah.. begitu mudahnya karena dia hanya menggunakan rok mini.. langsung tersingkap begitu saja.. ku raba langsung ke pintu surganya… oh…. Botakkk… aku suka vagina botak… stlh ku tarik g-stringnya.. ku dapati vaginanya basah.. aku berpikir apa dia sadar.. atau tidak… lalu ku coba menghisap putingnya dari balik tengktop putihnya.. slurpp..

    Ohh…. Ku gesek2an ***** di kakinya… sambil tanganku mencoba mencari celah klitorisnya..pikiranku mulai melayang.. takut2 dia bangun.. dan teman2ku bangun.. rusak semua pertemananku.. Rasanya ingin ku masukan jariku ke dalam vaginannya.. tapi takut dia terbangun..
    Aku terus menggesekkk jari2ku di klitorisnya.. sambil menghisap putting susunya dari balik tengtop putihnya.. dan sesekali ku cium bibirnya saat tiba2 terbuka.. ohh…
    Tapi tiba2.. Tanganku di tepakk dia…
    Sisil : “Ngapain lu nard!! Kurang ajarr siall!!”
    Sorry2..!! gw kebawa nafsu.. barangnya bkin horny..
    (sambil berisik.. karena takut ke tiga temanku bangun…)
    Sisil : “ horny si horny.! Tp masa temen lu sendiri lu embad.! Gila apa..!!”
    Iyah2!! Sorry2.. dah2 tidur…
    Akhirnya sisil kembali tidur.. tapi kali ini menghadap ke tembok.. dan pantatnya menghadapku.. 1 jam berlalu.. aku mulai gelisah.. ku coba peluk dia dr belakang.. tidak ada perlawanan..
    Ku coba berbisik ke dia.. “gw peluk lu boleh yah sil..” yah dah gw jg masi dingin ni.!
    Akhirnya ku peluk dirinya lalu aku berkata… “maafin gw yah sil.. gw kebawa nafsu., “ sambil ngmg di dekat telinganya.. iyah2 udah tidur sana… karena ku pikir lampu hijao… akhirnya ku cium lehernya…
    Sisil : “apaan si lu!!”
    Sorry2..!! Cuma ciuman biasa sie..!!
    Sengaja torpedoku, ku tempelkan dengan pantatnya.. pasti dia merasakan betapa tegaknya torpedoku..
    Sisil : “barang lu awasin tuh! Ganjel tau!” (sambil tetap berbisik)
    Gw : “gpp gini aja.. gw gk ngapa2in de..”
    SiSil : “yah udah! Awas lu macem2..!”
    Akhirnya sisil tidur lagi.. tapi kali ini nafsuku makin menjadi..
    Ku raba dada dia.. (bra nya masi blm di kaitkan..) uhh.. lalu ku tarik rok blakangnya..
    Karena sudah kepalang tanggung.. ku keluarkan torpedoku.. ku jepit di antar kedua kakinya.. lalu mulai ku gesekan pelan2.. ! sambil ku cium lehernya…
    Dan “sisil..! : ahh…! Luu begitu terus lama2 gw jd ikutan horny..”
    Masukin sekarang aja udah!! Dah ngantuk gw.!
    Wahhh!! Hatiku bersorak… ku masukan torpedoku ke dalam vaginanya..
    “ouchh!! Pelan2 nard..!! ughh gede juga titid lu.. “
    Dah msk blm sil..
    “udah2.. dah mentok ini.. goyang pelan2 nard.. takut pada bangun..”
    Lalu ku goyangkan pantatku.. sambil ku cium bibir sisil.. ternyata dia membalas ciumanku… sambil tanganku memilin putting susunya..
    “ouchh nard..!!’
    Sstt..! tar pada bangun sil.!
    “uhhh… cpt… !
    “ouchhh nard… gw mw keluar!!”
    “sabarrr… gw juga… gw keluarin dmn ni…”
    “ di luar lah bego..!! lu mao gw hamilll hah..??”
    Ups..! sorry.. kirain lu dah makan pil apa gitu!
    “pala lu!! Uhhh.. ahhh ouch…. Gw… samp…pe…”
    Ku rasakan basah di palkon ku.. ternyata dia dah keluar..
    Dann..
    “gwww jugaaa sil…”
    Lalu ku keluarkann dan ku arahkan ke atas.. sehingga spermaku nempel di tengktopnya..
    Sisil : “udah puas..??”
    Gw : “udah2.. thanks yah!
    Sisil : “skrg boleh tidur gw.??”
    Gw : “boleh2!”
    Sisil : “awas lu blg anak2.. jaga tuh bacot yah! Tar pada nagih mati gw.!”
    Gw : ok2!

    -pagii hariii-
    Semua dah pada bangun.. tinggal aku.. sisil juga dah bangun.. lagi merokok di teras kostku..
    Gw : “ yg laen pada kemana sil..”
    Sil : “noh di bawah.! Lg pada makan mie..”
    Gw : oh.. (wahhh! Keqnya dia lupa sama semalam nie..
    Sil : “ gw pinjem anduk donk..mw mandi nie..”
    Gw : “ohh noh ambil aj di lemari gw..

    Dia pun mandi dalam kamar kostku…
    (kamar kost ku memiliki kamar mandi dalam..)
    Saat dia mandi ku coba ketuk pintunya..
    Gw : “sil..”
    Sisil.. : “ kenapa.. sambil buka pintu..”
    Gw : “ gw… horny… tolong coliin aja dnk.. “
    Sisil : “coliin aja yah! Gk macem2..! yah dah! Konci sono pintu lu tar pada masuk gaswat..”
    Gw : ok..!
    Akhirnya di coliin.. stlh.. di kocok 10 menit tidak keluar2…
    Sisil :”lama amat siii!! Keluarnya..!”
    Gw : “gw pegang badan lu yah biar cpt keluarnya.”
    Sisil : “ haduh!! Okeh2..!! toket aja! Gk pake bawah..”
    Akhirnya gw memegang toketnya.. gw pilin2 putingnya…

    Gw : “isep donk sill..!”
    Sisil : “yah dah!..”
    Akhirnya ku isap putingnya.. sambil menunduk menghisap payudaranya.. dan dia tetap mengocok torpedoku.. uhhh.. oh…hh.. terus sil… ehmm…
    Ternyata sisil juga horny.. karena dia tidak mw ML lagi… dia masukan ke dalam mulutnya..
    “my god!! Ohh!! Terus sil2…” ohhh…!!
    5 menit blm keluar2.. ternyata sisil mulai merasa lelah…
    Dan akhirnya dia berikan vagina nya sekali lagi di pagi itu..

  • Cerita Panas Kenikmatan Tiada Tara

    Cerita Panas Kenikmatan Tiada Tara


    664 views

    Cerita Panas Kenikmatan Tiada Tara

    ketika gw menjahili supervisor gw yang cantik… Nama gw galan karyawan call center bank swasta terkemuka di di indonesia. Jabatan gw hanya sbgai agent biasa yg kerjanya dimaki-maki nasabah setiap harinya, tapi beruntungnya gw dapet supervisor yang cantik dan seksi bernama Serma. Cewek putih,langsing dan berdada montok ditambah bongkahan pantat yang sangat sensual ini sungguh menggoda. Dengan tinggi 168 cm dan berdada 34 B ditambah kemeja ketat dan rok pendeknya selalu membuat hancur konstrasi gw.

    To the point aja, bos gw si serma yang cantik itu tiba-tiba memanggil gw untuk ke mejanya, gw kira gw bakal kena omelan karena kerjaan gw yang berantakan tetapi ternyata hanya untuk dicekin smartphone nya yang katanya sering ngeheng.
    ” Lan lo bisa bantu liatin HP gw ga? Ko sering ngehang ya? Trus sinyalnya sering ilang?” tanyanya dengan raut wajah bingung, sungguh ekspresi kebingungannya bikin gw gemes,seolah-olah pengen gw jilat itu muka dengan lidah gw.
    ” Ya udh sini gw liatin tapi HPnya gw bawa dulu ya nanti pas makan siang klo udah bener gw kasih lagi.” balas gw untuk permintaan dia.

    Smartphonenya gw bawa ke meja gw, gw coba otak-atik dikit padahal gw juga ga ngerto-ngerti bgt soal beginian bingung juga gw kenapa si serma tiba-tiba minta tolong ke gw.
    Setelah lama gw oprek HPnya akhirnya gw ga nemu penyakit dr smartphonenya, selintas muncul pemikiran jelek gw, mumpung HPnya ada di gw, gw cek aja foto2 dalam galerinya. Dan apa yang gw dapet, gw liat ada beberapa foto hotnya. Ada pose saat dia lagi tiduran dengan BHnya aja,ada foto di kaca kamar mandi dengan toketnya yang putingnya yang coklat mengagumkan dan 1 lagi yang paling mantep ada 1 pose dimana ada foto Serma lagi tiduran di kasur dengan hanya menggunakan g-string hitam dan tanpa BH.

    Niat jahat gw timbul, foto-foto ini bisa jadi modal buat gw untuk merasakan tubuh nya yang sensual itu. Dengan cepat gw kirim foto-foto itu ke smartphone gw. Setelah selesai gw balikin smartphonenya.
    ” Ka serma gw ga ngerti nih,dari tadi gw oprek tapi masih lemot aja, coba lo bawa ke counter aja deh.” sapa gw dengan pemikiran sebentr lagi gw akan dapetin tubuh moleknya.
    ” Yahh lu gimana sih kirain gw lu ngerti. Ya udah deh gapapa nnti gw bawa. Makasih ya.”.dengan wajah kecewa.

    Sehari berselang tepatnya pukul 8 malam saat suanasana kantor mulai sepi, hanya ada beberapa orang shift malam, tanpa pikir panjang gw kirim balik foto-foto hotnya dia ke smartphonenya dia dengan fasilitas messanger. Gw liat dia lagi duduk sambil menatap serius PC dan kaget setelah mendapat pesan gw.
    Dan dengan cepat dia balas pesan gw, dengan mata yang melotor ke arah gw.”KURANG AJAAAARRRRR APA-APAAN INI?? BERANINYA LO NGAMBIL FOTO-FOTO GW. GW LAPORIN LO KE KABAG….” Balasnya denga emosi.

    ” Silahkan, dengan senang hati palingan kalo kaka bilang efek ke gw cuma di pecat, untuk ngelapor ke polisi kayanya ga bakal, apa mau Perusahaan membuka aib karyawannya? Dan klo kaka lapor apa kaka gak malu?” dengan perasaan penuh kemenangan.
    ” Hapus sekarang juga, dan jangan bikin gw marah. Inget gw supervisor lo.” ancamnya sambil tetap menatap tajam ke arah gw, gw pun hanya senyum sinis.
    ” Gw akan hapus setelah gw bisa menjamah tubuh seksi lu.” ancam gw.
    “Bajingan, jadi lu ancem gw” balasnya dengan cepat di mesangger.
    ” Ya terserah apa penilaian kaka..mau saya jamah sedikit atau kaka malu dan ga mungkin kaka pun akan di pecat.”
    Keadaan gw udah diatas angin sekarang dan ka serma membalas.
    ” Apa mau lo sekarang?” Balasan dengan kata2 menyerah.
    ” Saya tunggu kaka di toilet wanita sekarang, jangan lapor siapa pun atau kita hancur bersama.” balas gw dengan kontol yang sudah menegak membayangkan sesaat lagi menatap tubuh seksi ka serma.
    Gw pun segera meninggalkan meja gw dan beranjak ke toilet wanita, mengapa gw pilih disana krna gw tau jam segitu toilet itu sudah sepi karna hanya ada beberapa wanita saja yang tersisa di kantor.
    Gw pun membuka pintu kamar mandi secara mengendap-endap, lalu gw pilih bilik kamar mandi yang paling ujung.
    Gw kirim pesan ka serma ” gw udah dikamar mandi dan gw ada dibilik ujung, cepet kesini kontol gw udah tegang ” kiriman pesan gw semakin cabul.
    5 menit berselang tidak ada balasan dan gw makin panik, jangan jangan dia lapor satpam atau panggil karyawan lain untuk grebek gw.
    Dan tiba-tiba pintu kamar mandi kebuka, jantung gw bedegup kencang, siapa kah yang membuka pintu itu.
    Dan tak lama ketukan bilik kamar mandi berbunyi,gw buka pintunya ka Serma udah ada di depan bilik.
    Gw: ” silahkan masuk kaka cantik.”
    Dia pun mengikuti bagai kerbau yang ditusuk hidungnya, dengan muka yang sangat marah dia masuk. Bilik kamar mandi yang sempit membuat jarak kamu sangat dekat. Gw liat dia menggunakan kemeja putih yang ketat sehingga toketnya menonjol dengan menantang. Ditambah rok mininya yang sejengkal diatas lutut membuat bokongnya semakin terlihat besar.
    Serma : ” apa yang lu mau?”
    Gw : ” tubuh lu ka serma, puasin gw sekarang dan gw persilahkan lu hapus foto2 lu sendiri di hp gw.”
    Sema : ” gw supervisor lo, gw atasan lo, sampai hati lu kaya gini?”
    Kedua tangan gw langsung gw tempelin ke toketnya, luar biasa sintalnya toket dia, dia kaget dengan apa yang gw lakuin.
    Gw : ” gw ga peduli, gw cuma butuh tubuh lu skrg aja, setelah itu gw akan lupain kejadian.”
    Secara perlahan tapi pasti gw raba toketnya secara perlahan, matanya menatap dendam ke gw. Semakin lama rabaan gw semakin cepat dan memjurus brulat. Gw pun membuka kancing kemejanya dan langsung melucuti bajunya.
    Gw liat toketnya luar biasa menantang dengan bh berwarna hitam berenda sedikit di tepiannya. Gw buka kaitan di belakang dan gw cantelkan di pintu bilik. Dua buah bukit kembar dan puting yang coklat sungguh membuat kontol gw makin membesar. Segera saja gw jilati puting kanan dan toket kiri gw raba dengan tangan gw.
    Gw isep terus toketnya, gw jilat dengan rakus dan sesakli gw digigit. Puting satunta pun gw pilin sampai akhirnya nafasnya mulai tak beraturan. Gw tukar posisi sekarang toket kirinya yang gw jilat dan ise, toket kanan yang sudah basah gw raba secara keras dan gw puter-puter putingnya.
    Keluarlah suara dari mulutnya. ” Aaaaaahhhhhhhh….”, gak gw sangka dia menikmati juga apa yang gw lakukan.
    Sambil terus menmenjelajahi toketnya yang ranum dengan jilatan,hisapan dan pelitiran puting. Kaitan rok belakng perlahan gw buka dan seletingnya pun gw turunkan. Secara otomatis turun lah rok kak serma.
    Oh my god ternyata dia sedang menggunakan g-string hitamyang hanya menutupi memeknya dengan bentuk segitiga dan tali tipis menyelip di balahan pantatnya.
    Toketnya semakin brutal gw jilat dan sering kali gw gigit kecil yang membuat dia mendesah kenikmatan. Tanganku sekarang keduanya ada di pantatnya, kuraba pantat semoknya dengan tangan kiri dan tangan kananku kuraba memeknya yang mulai basah dengan cairan kewanitaannya, ternyata ka serma terangsang juga..
    Setelah puas merasakan toketnya kusuruh ka serma duduk diatas toilet yang terlebih dahulu aku tutup agar dia bs duduk.
    Kubuka g-stringnya, mukanya gamang antara menuruti tetapi disisi lain dia tidak ikhlas. Dan setelah kubuka kulihat memeknya yang dihiasi bulu sedikit dan tertata rapih.
    Aku langsung bertjongkok dihadapnya, ku jilati memeknya yang basah, kumainkan klirotisnya dengan lidah ku dan sesekali aku sapu memeknya. Tangan ku tak mau diam,ku maikan jariku di anusnya, keluar lah desahan kembali dari mulutnya, ” ahh galan, lu jahat, lu bikin gw sange, lu harus tanggung jwab puasin gw sekarang…ahhhhh…terus lan…enakkk…ooohhhhh…”
    Ternyata dia sambil memilin kedua putingnya sendiri.
    Gw masukin lidah gw ke memknya dan jari yang kiri memaikan itilnya, dia kelojotan dengan apa yang gw lakuin. Ga bertahan lama pahanya menjepit kepala gw dan membuat gw sulit bernafas. Gw tau di mau orgasme dan gw isep itilnya dengan kuat dan secra bersamaan dia melungguh panjang ” ooohhhhhh galannnnn gw keluaarrrr, ” keluarlah cairan hangat secara perlahan yang menandakan dia orgasme, dia bersandar di toilet dengan kaki mengakang dengan wajah lemas.
    ” Bangsat lu lan,lu bikin gw orgasme.”.
    Gw: ” tapi lu suka kan????sekarang giliran gw ya.”
    Gw buka celana gw, cd dan kemeja gw secara cepat dan menyembulah kontol gw yang standar dengan panjang 14 cm ini.
    Gw jambak rambutnya dan mengarahkan mulutnya ke kontol gw.
    ” Jangan kasar dong, pake jenggut segala, gw tau kok apa yang harus gw lakuin” sanggaj ka serma.
    Gw hanya tersenyum dengan responya.
    Dia mulai memegang kontol gw dengan tangan kirinya dan mulai mencium kepala kontol gw, tangan kirinya mengocok-ngocok pelir gw yang membuat gw terbang ke enakan.
    ” Kontol lo boleh juga, kapan-kapan klo gw mau lagi boleh ya?”.pinta kak serma.
    Gw kaget dengan permintaannya dan gw hanya berkata.
    ” Ga usah bawel ka, sepong gw sekarang gw udah sange. Masa’ yang ngecrot lu doank. Gw juga mau.” Tandas gw.
    Dengan cekatan dia mulai memasukan kontol gw kemulutnya secara beraturan, dia jilatin lubang kebcing gw, dia jilatin semua bagian kontol gw tanpa ada basa-basi lagi. Mulutnya sudah penuh dengan kontol gw, dia keluar masukan kontol gw dari mulutnya. Gak sangaka jago dia nyepong. Setelah 5 menit dia sepong gw, akhirnya gw mau ngecrot juga dan gw gak rela klo harus ngecrot dengan cara ini.
    Gw tarik kontol gw dari mulutnya, dia pun protes. ” Apa-apaan sih gw lagi enak ini.”
    Gw: ” gw akan kasih yang lebi enak, nungging lu sekarang.”
    Dia pun menurutinya, gak sangka gw betapa mudahnya gw menyuruh supervisor gw ini bertindak cabul.
    Sekarang dia udah nungging dan gw bisa liat anus dan memeknya dr belakang, pantatnya gw cubit dan dia marah, ” brengsek,sakit tau cepet masukin kontol lu, kerjaan gw masih banyak.”
    Tanpa berpikir panjang gw arah kontol gw ke memeknya secara perlaha, dan ternyata dia udah ga perawan, memeknya cukup mudah dimasukin tapi tetep pijatan daging memeknya cuku lumayan.
    Kontol gw udah masuk semua dan gw dieimin sebentar, setelah itu mulai gw genjot maju mundur dengan ritma perlahan.
    ” Ooohhhh lan terus entotin gw, masukin semua kontol lo, puasin gw.” Pintanya.
    Gw ketawa dalam hati, ga gw sangka bahasa pelacur juga klo udah sange. Ritme mulai gw tingkat kan genjotannya. Sambil toketnya gw raba dari belakang. Dia semakin mendesah, ” oooohhhhhh galan bangsattt, cepet lan…cepet……enak sayang…..perkosa gw….sekarang gw pnya lo sayang….pake gw sesuka lu…aaaaaaahhhhhhh…terussssss….bangsaattt…. ” Celoteh ka serma terdengar cabul tapi semakin membuat gw terngsang.
    Bosen dengan gaja blowjob,sekarang gw cabut kontol gw, sekarang gw duduk diatas toilet dan gw minta ka serma berdiri diatas gw, tanpa diminta dia mengerti dan mengarahkan kontol gw memeknya.
    Bleeeessssssssss…..masuklah semua kontol gw di memeknya, dia diam menikmati kontol gw berada di memeknya. Gw cium bibirnya secara brutal dan dia mulai menaik turunkan pinggulnya. Ciuman gw beralih ek toket, gw emut putingnya dan gw grebek toket satunya, ” ahhhhh galaannnnnnn lu gilaaaaa gw nikmat banget, ooohhhhhhhhhhh isep terus lann….teruuuuuusssss….”
    Genjotannya semakin mengiila sehingaa keluar suara keceplaaakkk…..kecplaaakkk…kecplaaaakkkkk,, suara campuran lendir kewanitaan dia yang mulai membasahi paha kami.
    Dia sangat buas, genjotannya semokin meningkat.
    ” Galaaaaannn….galannnn….gw mau keluarrrrr gw ga kuat….ooooohhhhhh….” Pintanya.
    ” Sebentar ka kita keluarin bareng. Sebentar lagiiiiiiii, ohhhhhhhh lo pelacur gw malem ini…” Balas gw..
    Dia tidak merespon perkataan bejat gw dan tak lama, ” galaaaannn gw keluaaaaaaaaarrrr.n….aaaargghhtttttttttttttt…. …” dia orgasme, cairan hangat keluar dari memeknya.
    Dan tak sempat bertanya kontolku pun ngecrot di dalam rahimnya.
    ” Ka sermaaaa gw keluaaaaarrrrr ooooooohhhhhhhhhhh….”
    Kami pun orgasme bersama dan dia memeluk tubuh gw yang terkulai lemas diatas tolilet.
    2 menit keheningan terjadi, kontol gw masih di memeknya sampai mengkerut. Dia mulai mengeluarkan perkataan dengan nafas terengah

    Ka serma : ” hapus fotonya sekarang dan gw ikhlas klo lo minta hal ini kapan pun itu.”
    Gw : ” serius lo?”
    Ka serma : ” gw seriusss…selama ini gw hanya bisa puasin diri gw dengan jari, tapi sekarang gw pnya kontol lo yang bisa puasin gw. Tapi inget ini rahasia kita berdua.”
    Gw: ” siaaapppp,, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ka.” Sahut gw dengan bercanda.
    Dan dia tak membalas dan mencium bibir gw. setelah itu kita berpakaian dan keluar secara bergantian dan bekerja kembali seolah tidak ada yang terjadi.
    Setelah kejadian itu kamu sering bertemu di kosan ku untuk bercinta dan saling memuaskan.

  • Cerita Panas Nikmati Tubuh Tante Istri Simpanan

    Cerita Panas Nikmati Tubuh Tante Istri Simpanan


    1188 views

    Cerita Panas Nikmati Tubuh Tante Istri Simpanan

    Ah, lega rasanya, setelah hampir setahun penuh berkutat dengan pelajaran, akhirnya aku dapat menyelesaikan Ujian Akhir Sekolahku dengan baik,yah walau pun aku tak berani menjamin aku dapat nilai tinggi pada ujian itu, yang penting semua telah berlalu dan aku sekarang bebas. Nafsuku juga sudah tak tertahankan lagi, selesai ujian aku langsung mencari “istri-istriku” tapi mereka semua hilang entah kemana, katanya sih pergi hura-hura, bahkan Putri, yang biasanya tak pernah menolak pun, dengan memelas mengatakan malam ini ia tak bisa karena besok harus pergi ke luar kota utuk mendaftar di universitas.

    “Ya sudahlah” batin ku dalam hati, dan aku sangat bersyukur saat teman-teman kostku yang umumnya sudah kuliah mengajak hang out di kafe sambil nonton live band. Tak apalah, toh aku sudah lama tidak jalan bareng mereka, maklum, semenjak nilai kelulusan UAN dipertinggi, aku seketika jadi kutu buku yang terus belajar.

    Akhirnya dengan sedikit malas-malasan aku mandi, berpakaian seadanya lalu pamit pada Ibu kost yang masih saudara jauhku, lalu tanpa terasa, akibat obrolan akrab yang rileks, akhirnya kami sudah mengambil tempat di salah satu meja di kafe tersebut. Aku masih sangat asing dengan kafe tersebut, karena mamang baru saja dibuka sewaktu aku sedang berkutat dengan soal-soal.

    Waktu terus bejalan, sampai tak terasa kami sudah duduk selama 2 jam di kafe itu, dan karena ini bukan malam minggu, kafe tersebut sudah lumayan sepi, dan kami sadari hanya kamilah saat itu yang masih menyandang status remaja, selain musisi band kafe tentunya. Lainnya merupakan orang kantoran yang sedang bersantai sehabis lembur, beberapa pasangan, yang semuanya berusia jauh diatas ku.

    Tiba-tiba seorang pelayan kafe menghampiriku, dengan setengah bebisik ia menyampaikan sebuah pesan untukku

    “Permisi mas, ini ada titipan” ujarnya sambil menyerahkan secarik kertas padaku

    “Dari siapa mbak?”

    “Maaf, dia menolak untuk diberitahu” jawab pelayan tersebut yang membuatku semakin penasaran, langsung saja aku buka memo itu

    “MISCALL KE NO INI DONG 081********”

    Seketika dahiku mengerut membaca memo itu, lalu karena penasaran aku langsung menghubungi nomor itu, setelah tersambung dan saat aku hendak bertanya siapa disana, tiba-tiba dia menutup teleponnya. Penasaran aku mencoba menghubungi kembali, namun yang ada hubungan diputuskan sebelum tersambung.

    Setengan jengkel aku memasukkan hpku ke saku kembali, lalu kembali tenggelam dalam cerita seru teman-temanku, yang ternyata tidak tahu kejadian barusan. Sedang asik-asiknya bercanda, tiba-tiba hpku berdering, lalu dengan segera aku melihat ke panel untuk mengetahui siapa yang menelepon, ternyata nomor yang tadi.

    “Hallo”

    “Hai, sori yah mengganggu, tapi boleh kenalan ga`?”

    “Ya boleh saja, tapi kamu dimana?”

    “Lihat saja kearah jam 4” lalu dengan refleks aku berbalik dan menemukan sesosok wanita sedang melambai kearahku.

    “Kesini dong”

    Langsung saja aku mencuil lengan temanku dan mengatakan aku ingin ke toilet, dan akupun berjalan menuju wanita itu,dia mengenakan baju coklat dengan pundak terbuka serta celana jins dan tak pakai lama aku ketahui namanya ternyata Linda, dan yang membuat aku terkejuta adalah umurnya ternyata sudah mencapai 34, padahal dari tadi aku menyangka paling banyak dia berumur 25 tahun, cantik, menarik, dan kalau aku boleh bilang, seksi. Dan untuk menghormatinya aku merubah panggilan kakak menjadi tante Linda.

    Aku tak pandai menaksir tinggi berat dan tinggi tubuh seseorang, tapi aku amat tertarik pada kedua bukit kembarnya yang menjulang dan masih terlihat kencang

    “Mand, kalo ngomong ma orang tuh, yang di perhatiin tu mukanya bukan toket nya” ujar tante Linda di sela-sela omongan

    “Astaga”kataku dalam hati

    “Eh… sori tan, abis bagus banget si, gede, padet,asik kali yah kalo bisa ngeremes” ujarku spontan sambil pasrah apabila tante Linda langsung menempeleng mukaku, karena berkata kurang ajar, tapi ternyata

    “Eh jadi toket aku masih menarik yah” tanyanya sambil melirik ke toketnya, aku yang merasa dapat angin langsung melanjutkan

    “Iya tante, masi bagus, tante pandai yah merawatnya”

    Saat sedang asik-asik ngobrol, teman-temanku mencuil lenganku lalu mengajakku pulang, sekalian saja aku mengenalkan mereka pada tante Linda, dan entah bagai mana sepertinya tante Linda meyakinkan mereka kalau kami punya hubungan saudara dan sudah lama tak bertemu, temanku yang tadinya ingin mengajakku pulang jadi meninggalkan aku dengan tante Linda, setelah tante Linda meyakinkan dia yang akan mengantarku pulang.

    “Tapi kamu mo ngeremes toket tante, jadi ga` pa pa kan tante ngaku jadi saudara kamu” ujarnya seperti bisa membaca keherananku setelah teman-temanku pergi

    “Eh… iya” jawabku agak grogi mendengar perkataan tante Linda

    “Hihihi… ko malah grogi si?”

    “Eh… enggak ko tan, biasa aja, j…jadi mand boleh ngeremes ni tan?” kataku mencoba berkata selurus mungkin tapi aku yakin dan pasti suaraku seperti orang ketakutan, dan aku makin yakin pada hal itu saat mendengar tawa tante Linda

    “Hahaha… jangan grogi gitu dong, biasa aja”

    “Yuk ah, kita pergi, kafenya juga dah mau tutup ni” kata tante Linda lalu menarik tanganku keluar kafe dan langsung menuju parkiran.

    Akhirnya kami sudah berada dalam BMW m3 silver kepunyaan tante Linda, lalu setelah memutar musik klasik di tape mobilnya ia dengan tiba-tiba menurunkan pundak bajunya sampai ke perutnya sehingga terlihatlah bh putihnya, tak pakai lama, bh itu sudah terlepas dan tergeletak begitu saja di jok belakang, aku hanya menelan ludah melihat sepasang tonjolan, lebih tepatnya gundukan besar di dadanya, menggantung tegak menjulangkan putting coklat muda di tengah-tengah gundukan itu

    “Lho, ko cuma diliatin? Katanya mau ngeremes?” kata tante Linda

    Langsung saja aku menerkam gundukan nafsu itu dengan liarnya, yang membuat tante Linda menjadi merintih-rintih seketika. Seolah terpacu oleh sura rintihan itu, aku semakin liar menggarap toket itu, yang kanan ku jilati, kugigit puttingnya, sedang yang kiri aku tangani dengan tangan kiri, aku remas dengan lembut tapi penuh nafsu, sambil terkadang menjentil-jentil putingnya.

    “Sayang, sabar dulu yah, kita kerumah aku aja, kalo disini ntar kepergok lagi” ujar tante Linda, dan aku pun menggauk tanda setuju, tapi aku tetap menahan tangan tante Linda saat ia hendak membenahi bajunya, jadilah sementara tante Linda mengemudi tanganku tetap mempermainkan toketnya itu.

    Tak lama, mobil tante Linda sudah memasuki gerbang sebuah rumah besar di pinggir kotaku. Bukan besarnya rumah yang membuatku terkejut, tapi aku sudah sangat kenal dengan rumah ini, karena aku sering menggarap Putri disini, ya, ini rumah keluarga Putri, dengan penuh tanda tanya aku menunggu tante Linda membukakan pintu.

    Setelah didalam, keterkejutanku belum hilang, dan tampaknya tante Linda sadar akan hal itu, sehingga di berkata

    “Kenapa? Kok heran sih? Ini memang rumah keluarga Putri”

    “Em… tante nyewa disini yah?”

    “Bukan, gini yah, aku ini simpananya papanya Putri, jadi aku dibuat seolah-olah ngontrak disini, pas kemaren kamu main ma PUtri disini aku juga liat ko, pasti kalian ngira rumah ini kosong kan? Waktu itu aku sudah ada dirumah ini” ujar tante Linda menjelaskan panjang lebar

    “Jadi tante liat aku dengan Putri…..”

    “Semuanya!” kata tente Linda menegaskan

    “Makanya aku jadi kepengen nyobain ma kamu, abis Putri keliatannya nikmat banget sih”

    “Ah tante curang, tante dah liat aku tapi aku cuma dapet toket doang”

    Selesai berkata begitu tante Linda mendorongku ke sofa lalu memasang memasang musik

    “Tenang aja sayang, aku ngajak kesini bukan cuma buat toketku aja”

    Musik mengalun, irama dance mengiringi langakah perlahan tante Linda yang mengeluarkan aura kesexyannya, bajunya yang tadi aku buka entah sejak kapan melekat kembali dibadannya. Setelah tiba didepanku, ia menatapku menggoda, lama sekali rasanya sebelum ia mulai mengusap-usap selangkangannya dan mulutnya mengulum tanganya yang satu lagi, sambil sesekali memukul pantatnya.

    Saat yang dikirannya aku sudah panas berat, ia mulai bergoyang mengikuti irama dance, meliuk-liuk erotis, sambil memainkan pinggiran bawah bajunya, sesekali ia mengkat baju itu hingga perut mulusnya kelihatan. Jantungku semakin cepat berpacu saat ia mengangkat baju itu dan mencampakkannya entah kemana, begitu juga dengan celananya sudah tak menutupi paha mulusnya lagi.

    Sekarang dengan hanya tertutupi oleh bh dan cd ia menari lebih liar, sehingga toketnya berguncang-guncang, sepeti hendak jatuh. Akhirnya ia membalikkan badannya, lalu menungging persis di depan hidungku, dengan perlahan ia tarik kesamping penutup vaginanya sehingga memperlihatkan sorga bagi ****** pria. Sebelum lidahku mencapai vagina itu, ia menarik pantatnya. Setelah menari sedikit lagi, tante Linda menggapai pengait bhnya dibelakan, dan dengan satu hentakan bh itu seketika menjadi longgar dan toketnya seperti terloncat.

    Setelah bermain-main dengan toketnya sebentar, ia berjalan kearahku, lalu duduk di pangkuanku. Sempat bertatap mata sebentar, ia menempelkan bibirnya ke bibirku, lalu dengan agresif meluamatnya. Lidahnya mulai menyelinap ke dalam mulutku, lalu dengan tiba-tiba aku menyedot lidah itu sekuat tenaga, sehingga tante Linda tersentak kaget, dan sebagai ekspresi kenikmatannya pantatnya digesek-gesekannya ke selangkanganku.

    Seketika ******ku berdenyut dengan hebatnya, lalu mulai berevolusi menjadi senjata tempur. Sepertinya tante Linda merasakan desakan di pantatnya, sehingga ia turun dan mulai melepaskan resletingku, saat tanganya menyelinap di cd ku, ia menarik keluar ******ku yang hampir berevolusi sempurna itu

    “Waduh, hebat banget, kamu masih kecil tapi ******nya dah gede gini, wah bulunya nyampe batang yah? asik ni, bakal nikmat” ujar tante Linda tanpa bisa menghentikan ekspresi keterkejutannya. Memang, akibat kebodohanku di waktu kecil dibatangku juga tumbuh bulu, tapi akhir-akhir ini, aku tahu bahwa itu membawa kenikmatan ekstra bagi vagina wanita, apa lagi bulu itu aku pangkas pendek, sehingga menjadi berdiri dan tajam-tajam, seperti kumis atau jenggot yang baru dicukur.

    Sementara itu tante Linda keliahatan berkonsentrasi memasukkan ******ku ke mulutnya, ia hanya berani memasukkan sampai batas bulu batangku, mungkin dia tak dapat menahan geli-geli akibat bulu-bulu itu. Sambil meremas-remas pelirku dengan lembut, ia menaik turunkan kepalanya di selangkanganku.

    Bosan dengan kevakumanku, tante Linda membimbing ku kelantai lalu berbalik untuk posisi 69. Cd hitamnya kini terpampang di depan wajahku, dengan perlahan aku gosok tengah cdnya dengan jariku. Seketika aku sudah melepaskan cd itu, dan kini terpampanglah vagina yang bersih dari bulu dihadapanku. Aku telusuri belahanya dengan jariku lalu aku kuakkan celah itu sehingga memperlihatkan daging merah muda yang tersimpan dibaliknya.

    Tanpa menhiraukan bau khas vaginanya aku menjilatinya perlahan, sehingga tante Linda yang sedang mengerjai ******ku mendesah-desah keenakan. Ia mengangkat tubuhnya lalu pindah ke sofa. Seakan memanasi aku, ia mengusap-usap vaginanya sambil medesah-desah.

    Tanpa disuruh aku langsung menerkam vagina itu, kali ini aku tak sungkan untuk berlaku liar pada vaginanya, sehingga kelembutan yang tadi aku tunjukan hilang seketika. Tante Linda tampaknya terkejut akan perubahan itu, sehingga memaksa mulutnya megeluarkan desahan-desahan hebat, untuk mengekspresikan kenikmatan yang dia rasakan.

    “Uohh… sayang, enak sayang, terus…. ya disitu” Ucapnya berkali-kali saat lidahku mengenai klitnya. Terikan itu bagai penyemangatku untuk melakunnya lebih liar lagi, sehingga desahan itu semakin tak terkotrol lagi keluar dari mulut tante Linda.

    “Ukh… sayang aku tak kuat lagi, masukkan sayang… sekarang”

    Mendengar itu aku, langsung mengendurkan seranganku di vaginanya, dan hanya menciumi bagian dalam pahanya. Menyadari hal itu, tante Linda terlihat kecewa,

    “Sayang, masukkan sekarang aku sudah ga kuat lagi” rintihnya setengah memohon

    Aku yang memang menyukai keadaanya itu, seolah tak menghiraukannya. Lalu tante Linda terlihat kalap, ia berdiri lalu menidurkan aku di lantai, dan tanpa banyak tanya lagi, ia meraih ******ku lalu dengan setengah berjongkok ia menempelkan ******ku ke bibir vaginanya yang sudah basah itu, dengan sekali entakan, setengah ******ku menerobos liang vaginanya. Lalu ia mencoba menekankan agar ******ku masuk lebih dalam, tapi saat bibir vaginanya menyentuh batas bulu batangku ia sontak menarik pantatnya, terlihat ia menggigit bibir bawahnya menahan kenikmatan.

    Iba melihanya, aku raih tubuhnya lalu aku kecup bibirnya, sesaat sebelum aku hentakkan pantatku keatas aku peluk dia erat-erat sambil tetap menciumi bibirnya

    “Mmph…” terdengar jeritan tertahan keluar dari mulutnya saat aku dorong pinggulku keatas, dan pinggulnya terlihat menegang. Aku peluk di lebih erat, dan pantatnya aku tekankan kebawah sehingga ******ku sekarang sepenuhnya tersarung di vaginanya. Aku renggangkan pelukanku, dan membiarkan tante Linda menikmati bulu batangku di vaginanya.

    Tak lama, tante Linda bangkit, dan mulai menggerak-gerakan pinggulnya, terasa bagai sengatan listrik kenikmatan itu menjalar di seluruh tubuhku. Makin lama gerakannya semakin cepat dan liar, tak jarang ia menggoyangkan pinggulnya kekiri dan kekanan seakan ingin mereamas ******ku dengan vaginanya.

    Sekian lama bergoyang kenikmatan sesaat menjelang keluarnya sperma mulai kurasakan, tapi tiba-tiba saja tante Linda melenguh dan vaginanya meremas ******ku kuat

    “Arghh….. sayang aku dah keluarrrrr” teriaknya diiringi desakan air hasil orgasmenya di ******ku, toketnya yang besar itu jatuh menimpa dadaku setelah tubuhnya mengejang. Aku biarkan dia menikmati keadaan ini sebentar, aku peluk dia sambil lehernya kukecup.

    Setelah tante Linda tenang, dengan ******ku masih bersarang di vaginanya aku balikkan dia secara tiba-tiba. Belum hilang kekagetanya, aku raih kedua tanganya lalu aku tahan diatas kepalanya, dan tanpa ampun aku langsung mengenjotnya sekuat tenaga, kali ini aku betul-betul buas melihat toketnya yang menjulang karena tanganya aku letakkan diatas kepala, sambil pinggulku terus bergerak turun naik, mulutku terus melahap toketnya, aku jilati, aku hisap sekuat tenaga.

    Tampaknya tante Linda setengah mati menerima seraganku, pinggulnya bergoyang kegelian, tubuhnya menggeliat, tanganya berusaha melepaskan peganganku agar bisa meremas sesuatu untuk meredam nikmatnya, tapi aku aku tak mau tau, aku tetap mengenjotnya sambil menghisap-hisap putingnya, sehingga tante Linda hanya bisa teriak-teriak untuk mengekspresikan kenikmatan yang dia rasakan.

    Dalam beberapa menit, teriaknya semakin liar dan ditandai teriakan keras ******ku kembali dibasahinya dengan air orgasmenya. Aku yang juga merasakan hampir sampai tak mengurangi seranganku sedikit juga, tak peduli hentakan tante Linda yang semakin kuat untuk melepaskan belengguku. Akhirnya saat itu akan tiba, ******ku serasa hendak meledak

    “Tante, aku keluarrrrrr…..arghhh…..” teriaku sesaat sebelum ******ku meledak. Lalu diawali dengan tusukan kuat yang membenamkan ******ku penuh ke vaginanya aku muntahkan spemaku di dasar terdalam vagina tante Linda, tak cukup sekali, aku kembali menghentak seiring tembakan kedua di vaginanya, terus ketiga, dan akhirnya berhenti di hentakan kelima.

    Tangan tante Linda terlepas dan seluruh badanku menjadi lemas, hanya satu yang masih berdiri tegak, ******ku masih terasa menegang di vagina tante Linda. Menyadari hal itu tante Linda kembali membalikan tubuhnya, lalu mengenjot pantatnya. Aku yang sudah tak kuat lagi berusaha melepaskannya, tapi seakan ingin balas dendam,tante Linda menahan tangaku, dan ia terus menaik turunkan pantatnya. Seakan tubuhku dialiri listrik yang keluar dari vagina tante Linda, tapi ia tak mau tau, tante Linda terus menaik turunkan pantatnya, hingga akhirnya ia orgasme buat yang ketiga kalinya.

    Tante Linda tampaknya juga kelelahan sehingga ia langsung merebahkan diri di atas dadaku, lalu setelah bericiuman aku memeluk tante Linda dan tidur karena kecapean. ******ku yang masih di dalam vagina tante Linda perlahan mengecil dan akhirnya terlepas, dan dari vaginanya menetes cairan, aku tak dapat melihanya, hanya merasakan cairan itu di ******ku. Melihat tante Linda yang membiarkanya, aku pun melanjutkan tidurku.

    Saat aku terbangun, aku sudah diselimuti, dan tante Linda tak tampak, lalu setelah berkeliling, aku menemukan dia sedang memasak telur di dapur, perlahan aku dekati dia, aku peluk dari belakang, lalu tanpa permisi lagi aku buka celananya lalu aku tusuk dari belakang, tante Linda melenguh keenakan, ia mematikan kompor lalu berbalik dan menciumku

    “Sabar dulu sayang, kita masih banyak waktu, sarapan dulu, biar kuat” ujarnya lembut, aku pun menungguinya masak dengan tetap telanjang sambil tetap mempereteli tubuhnya, toketnya, bahkan menusukan jariku di vaginanya yang sudah tak berpenutup.

    Kami sarapan bersama, aku hanya mengenakan celan pendek tante Linda, sehingga selesai sarapan, tante Linda dengan mudah menemukan ******ku dibawah meja lalu mengulumnya. Hari itu kami melakukannya 3 kali, sampai hari menunjukkan pukul 2 siang. Kalau aku tak ingat ada janji dengan teman-temanku, aku pasti akan menyetubuhi tante Linda lebih banyak.

  • Cerita Panas Spesialisasi Perkosa Wanita Jilbab

    Cerita Panas Spesialisasi Perkosa Wanita Jilbab


    2511 views

    Cerita Panas Spesialisasi Perkosa Wanita Jilbab

    Sebelumnya aku bukanlah seorang lelaki pemerkosa. Aku juga bukan seorang hipersex yang hobi jajan di lokalisasi. Aku adalah seorang lelaki beristri. Tetapi ada suatu kejadian yang telah membuatku menjadi seorang yang terobsesi pada sex dengan kekerasan. Tepatnya, kini aku jadi soerang pemerkosa. Spesialisasi memperkosa perempuan berjilbab.

    Waktu itu, aku berhenti di depan sebuah warung kecil mau membeli rokok. Baru sekali ini aku mampir ke warung ini. Saat aku mendekat ke warung itu kulihat seorang perempuan tengah nungging membelakangiku. Kayaknya sih dia sedang menata barang dagangan.

    Pasti yang ada dipikirkan kalian aku melihat paha putih mulus yang tersingkap dibalik rok.Salah besar!!! Aku justru melihat wanita dengan pakaian serba tertutup. Dia memakai pakaian model gamis panjang sampai mata kaki. Tapia ada yang menarik dari pakaian itu. Gamis itu terbuat dari bahan yang tipis dan halus berwarna pink. Jilbabnya panjang, berwarna putih.

    Yang membuatku melihat sampai tak berkedip adalah bokongnya. Terlihat bundar. Dan disitu aku melihat cetakan garis CDnya. Sekitar lima menitan aku terus melihat gerakan bokong itu. Yang ada dipikiranku aku melihat bokong bulat yang sedang telanjang. Parah lagi ketika sesekali perempuan itu menggaruk bokongnya tanpa sadar ada yang mengawasi dari belakang. Tangan terasa gatal, ingin rasanya aku menggaruk,mengelus dan eremas bokong bundar itu. Akhirnya, perempuan itu menyadari kehadiranku. Dia menoleh ke belakang dan terkejut.

    “Maaf pak, mau beli apa ya pak ?” katanya di tengah keterkejutannya.

    Tapi aku lebih terkejut lagi. Ternyata, perempuan ini berwajah sangat cantik. Memang usianya sudah tak muda lagi, kira-kira sekitar 32 tahunan. Tapi wajahnya masih terlihat segar, tak bosan aku memandangnya. Putih bersih dan lembut. Aku berpura-pura mencari barang yang akan kubeli, padahal niat semula cuma mau beli rokok aja.hehehe…. Sambil terus menerus mencuri kesempatan memandang wajahnya. Sesekali kuajak ngobrol dia juga. Suaranya pun terdengar lembut, selembut wajahnya. Pikiranku ngeresku timbul lagi. Membayangkan suara rintihannya ketika memeknya ditembus kontolku.

    Dari obrolan yang kita buat disitu kutahu kalau dia soerang ibu beranak tiga. Kaget juga aku waktu kutahu dia sudah punya 3 anak. Menurutku, dia masih pantas jadi mahasiswi. Saat itu suaminya kerja danpulangnya sore. Sementara anak-anaknya sedang sekolah. Warungnya jadi satu sama rumah tempat tinggalnya.

    “Ni di warung sendirian ya mbak ?” komentarku, keceplosan saking semangatnya.
    “Iya, Pak. Paling sebentar lagi anak-anak juga pulang,” jawabnya tanpa curiga.

    Pikiranku masih membayangkan tubuhnya kalau sedang telanjang. Tiba-tiba ide jahatku melintas begitu saja ketika kulihat sebilah pisau dagangan yang dipajang. Cepat sekali itu terjadi. Lalu aku mengambil dagangan asal-asalan kemudian kutaruh di meja kasir dihadapannya.

    “Mbak ada toilet gak, tiba-tiba aku kebelet pipis nih?” kataku, mulai menjalankan ide jahatku.
    “Aduh gimana ya?” katanya bingung. Aku tahu kalau dia bingung, karena dia sendirian di rumah.
    “Aduh mbak aku sudah gak tahan nih” kataku sambil pura-pura meremas selangkanganku di hadapannya.
    Kulihat wajahnya memerah.
    “Tapi tunggu sebentar ya pak… Biarku bersihakan dulu kamar mandinya,” sahutnya sambil berjalan ke dalam.

    Ketika dia berjalan ke belakang, aku langsung menutup pintu warung dan menguncinya. Lalu, kuambil pisau dagangan yang dipajang dan menyusul ke belakang perempuan tadi. Kulihat dia keluar dari kamar mandi dan menaruh BH ke mesin cuci.

    “Udah belum mbak? Udah gak tahan ni.” kataku lagi sambil meremas selangkanganku dan melangkah ke arahnya.
    Perempuan itu kelihatan jengah karena aku di dalam rumahnya.
    “Emm, sudah pak silakan.” katanya dengan wajah menunduk.

    Karena menunduk itu,dia jadi sangat kaget waktu aku berhenti di depannya. Dia mengangkat wajahnya dan seketika terlihat pucat waktu aku mengacungkan pisau ke arah perutnya.

    “Cepat angkat tanganmu dan jangan melawan!” kataku mengancam..

    Dia benar-benar ketakutan. Setelah tangannya diangkat lalu kusuruh dia berbalik menghadap ke tembok.

    Tapi lalu kedua tangannya kuturunkan dan kuikat dengan BH yang dia taruh di mesin cuci tadi. Kuputar tubuhnya hingga menghadapku.

    “Tolong pak lepaskan saya…jangan apa-apakan saya.” katanya dengan suara gemetar.
    “Jangan takut mbak, saya cuma ingin senang-senang dengan mbak,” kataku sambil menjulurkan tanganku ke toket kanannya yang tertutup jilbab lebar.
    “Wow ternyata kamu tak pakai BH ya ?” kataku sambil mencubit putingnya dari luar jilbab. Dia menggeliat smabil menjerit kecil
    “Oy mbak, kita kan belum kenalan, siapa namamu ?” kataku sambil memencet putingnya agak keras.
    “Auww…sakit..namaku Retno…” ia merintih-rintih.

    Aku menhentikan cubitanku pada putingnya. Tanganku lalu pindah ke perutnya dan turun di selakangan. Kuelus dan kuremas gundukan memeknya.

    “Aaah hentikan…tolong hentikan…” Retno menggeliat.
    “Tenang mbak jangan takut…saya Cuma mau main-main sebentar saja kog.” kataku sambil berlutut di hadapannya.

    Kemudian tanganku masuk dari bawah gamisnya. Menyusuri tungkainya yang mulus. Lalu kuturun CDnya. Retno mulai terisak. Apalagi, kupaksa dia untuk mengangkangkan kedua kakinya. Kuangkat gamisnya sampai ke pinggang. Wow menakjubkan. Memeknya mulus tanpa rambut, montok dan terlihat rapat. Akupun tak sabar untuk segera menciumi memek itu. Retno menangis dan memohon agar aku menghentikan aksiku. Dia pun berusaha untuk menghindar. Tetapi dia tak berdaya karena badannya ku tekan ke tembok. Mulutku sudah lekat dengan pangkal pahanya. Kujilati semua permukaan memeknya Lidahkupun berusaha untuk masuk ke memeknya. Agak sulit juga sih dengan posisi seperti itu. Maka, kutuntun Retno masuk ke kamarnya. Kudorong tubuhnya ke ranjang. Retno menjerit pelan ketika dengan kasar kucabik-cabik gamisnya dengan pisau. Sampai akhirnya, tak ada sehelai kainpun menempel di tubuhnya kecuali jilbabnya.

    Kupandangi tubuh Retno yang putih mulus itu. Kedua kakinya kutarik ke tepi ranjang. Toketnya begoyang-goyang ketika dia menangis. Dengan penuh nafsu kucengkeram kedua toketnya. Lalu kuciumi kedua putingnya secara bergantian. Sesekali kugigit puting itu.

    “Mbak retno jangan teriak-teriak ya…cukup mendesah pelan saja. Kalau mbak Retno berani coba-coba untuk teriak maka akan kupotong puting mungil mbak Retno ini.” kataku sambil menarik puting kanannya dan menempelkan mata pisau ke sisinya. Retno tampak ketakutan dan menggigigit bibirnya.

    Lalu aku berganti posisi turun ke selangkangannya. Kuangkat dan kubuka paha Retno hingga terentang lebar. Kini pahanya terangkat ke arah wajahku. Perlahan, lidahku menjilat lubang memeknya dari bawah ke atas.

    “Auuuhhhh….” terdengar erangan Retno.

    Tak sabar, lalu aku membuka lubang memeknya dengan jariku. Kubuka selebar-lebarnya hingga terlihat bagian dalam dari memeknya yang berwarna pink dan lembab. Jantungku berdetak dengan kencangnya. Baru kali ini aku melihat dari dekat bagian dalam lubang memek selain milik istriku. Dan yang lebih membuatku merasa deg-degan yaitu memek yang kumainkan adalah memek seorang perempuan alim dan berjilbab. Antara deg-degan dan nafsu yang saat ini kurasakan. Kumasukan lidahku sedalam-dalamnya ke lubang memeknya. Soal rasa tidak penting untuk kuceritakan. Tetapi, sensasinya itu yang luar biasa. Tubuh Retno menggelinjang hebat diiringi dengan erangan dari mulutnya. Tak henti-hentinya dia menangis

    “Cukup hentikan…aahhh…kumohon hentikan “

    Eranganya makin menjadi-jadi saat lidahku bermain di klitorisnya. Kalau klitoris istriku kumainkan dia bisa menjerit menahan nikmat. Mataku sambil melirik ke muka Retna. Kulihat dia mengigit mulut bawahnya dan kepalanya menggeleng-geleng. Kumasukan dua jariku ke lubeng memeknya. Retnopun mengerang lebih hebat lagi. Kedengaranya mirip seperti desahan istriku waktu menjelang orgasme. Memeknya terasa sangat basah. Kusodokan jariku makin cepat. Sambil kusedot-sedot klitorisnya. Tiba-tiba, Retno mengerang panjang dan kedua pahanya menjepit kepalaku. Tubuhnya menggelinjang hebat. Saat itulah kugigit bibir memeknya dengan gemas. Terdengar suara Retno kesakitan. Dari menggelinjang kenikmatan, kini dia meronta-ronta kesakitan, berusaha menjauhkan pangkal pahanya dari gigitanku.

    “Aduh… sakit tolong lepaskan.” rintihnya memelas.

    Lalu kulepaskan gigitanku, kedua lututku pun kemudian menekan pahanya hingga mengangkang. Terlihat di memeknya ada bekas gigitanku.

    “Kamu suka ya dengan gaya permainku ini ?” kataku sambil menusukkan tiga jariku ke memeknya yang basah.

    Rupanya orgasme Retno tertunda tadi. Buktinya, ketika tiga jariku menusuk memeknya, otot memeknya langsung bereaksi seperti meremas ketiga jariku. Retnopun kembali mengerang dan merintih….

    “Aaahhhh… hentikan ….oummmmhhhh…” desahannya makin menjadi ketika lidahku menjilati puting kanannya dan menghisapnya kuat-kuat.

    Kudengar dari suara rintihannya kutahu kalau Retno orgasme. Karena suaranya mirip istriku saat orgasme. Otot memeknya mencengkeram tiga jariku sementara pinggulnya bergerak tak terkontrol. Kupandangi wajah sayu Retno dengan penuh nafsu. Dia menggigit bibirnya sendiri. Matanya terpejam. Tiga jariku masih berada di dalam memeknya yang terasa amat becek. Tubuh Retno masih bergetar menahan sisa-sisa orgasmenya.

    Sampai akhirnya, Retno benar-benar lemas dan terkapar. Kedua tangannya masih terikat di belakang punggung, sehingga mengganjal pantatnya dan bagian pinggulnya mendongak ke atas. Tubuhnya bermandikan keringat. Kedua pahanya terbuka lebar. Kutarik keluar tiga jariku tadi, kupemandangan lubang memeknya yang membentuk huruf O yang perlahan mengatup kembali.

    “Oke Retno sekarang giliran kontolku,” kataku sambil menindih badannya.

    Retno cuma menggeleng lemah saat kepala kontolku mulai masuk di lubang memeknya. Kupaksa dia untuk mengulum tiga jariku tadi yang berlumur lendir dari memeknya sendiri.

    “Kamu pasti belum pernah mengulum lender memekmu kan ?” kataku.

    Retno menangis sambil mengulum tiga jariku yang berlumur lendir kemaluannya sendiri. Terlihat keningnya berkerut. Kepala kontolku sudah masuk sedikit di lubang memeknya yang sudah basah terkena lendirnya. Aku ingin memberinya sedikit kejutan. Tanpa memberitahu dia, langsung kuhentakkan kontolku masuk jauh sampai ke dasar memeknya. Kontolku terasa menerobos lorong sempit yang berlendir. Suara benturan biji pelirku dengan pangkal pahanya terdengar cukup keras. Reaksi Retno juga luar biasa. Kedua matanya tiba-tiba membelalak. Kalau saja mulutnya tidak sedang mengulum jariku, mungkin keluar suara jeritan dari mulutnya dengan cukup keras. Tetapi yang terdengar hanya rintihan yang tak jelas. Bahkan, jariku terasa sakit karena digigit ibu muda ini. Tetapi yang jelas, kontolku terasa seperti diremas-remas oleh otot-otot memek perempuan berjilbab lebar ini. Luar biasa nikmatnya.