Threesome

  • Bercinta Dengan Tiga Wanita Sekaligus

    Bercinta Dengan Tiga Wanita Sekaligus


    473 views

    BONUS VIDEO BOKEP DAN FOTO BUGIL


    Cerita Sex Dewasa | Bercinta Dengan Tiga Wanita Sekaligus

    Pada suatu sore di hari libur (liburan dari kerja) aku buang waktu dengan main internet, lebih kurang satu setengah jam bermain internet, tiba-tiba terdengar suara bel. Setengah kesal aku hampiri juga pintu rumahku, dan setelah aku mengintip dari lubang kecil di pintu, kulihat tiga orang gadis. Kemudian kubuka pintu dan bertanya (maaf langsung aku terjemahkan saja ke bahasa Indonesia semua percakapan kami),Bisa saya bantu? kataku kepada mereka.Maaf, kami sangat mengganggu, kami mencari Gamha dan sudah satu jam lebih kami coba untuk telepon tapi kedengarannya sibuk terus, maka kami langsung saja datang.Yang berwajah Jepang nyerocos seperti kereta express di negerinya.Oh, soalnya saya lagi main internet, maklumlah soalnya hanya satu sambungan saja telepon saya, jawabku.Memangnya kalian tidak tahu kalau si Gamha sedang pulang kampung dua hari yang lalu? lanjutku lagi.

    abgimuttogelagipamertoketifotoabgiabgbugilitogemontokifotohotifotobugil3-1Kali ini yang bule berambut sebahu dengan kesal menjawab, Kurang ajar si Gamha, katanya bulan depan pulangnya, Jepang sialan tuh!Eh! Kesel sih boleh, tapi jangan bilang Jepang sialan dong. Gua tersinggung nih, yang berwajah Jepang protes.Sudahlah, memang belum rejeki kita dijajanin sama si Gamha, sekarang bule bermata biru nyeletus.Dengan setengah bingung karena tidak mengerti persoalannya, kupersilakan mereka untuk masuk. Mulanya mereka ragu-ragu, akhirnya mereka masuk juga. Iya deh, sekalian numpang minum, kata bule yang berambut panjang masih kedengaran kesalnya.

    Setelah mereka duduk, kami memperkenalkan nama kami masing-masing.Nama saya Jacky, kataku.Khira, kata yang berwajah Jepang (dan memang orang Jepang).Yang berambut panjang menyusul, Emily, (Campuran Italia dengan Inggris).Saya Eve, gadis bermata biru ini asal Jerman.Jacky, kamu berasal dari mana? lanjutnya.Jakarta, Indonesia, jawabku sambil menuju ke lemari es untuk mengambilkan minuman sesuai permintaan mereka.Sekembalinya saya ke ruang tamu dimana mereka duduk, ternyata si Khira dan Eve sudah berada di ruang komputer saya, yang memang bersebelahan dengan ruang tamu dan tidak dibatasi apa-apa.Aduh, panas sekali nich?! si Emily ngedumel sambil membuka kemeja luarnya.

    Memang di awal bulan Desember lalu, Australia ini sedang panas-panasnya. Aku tertegun sejenak, karena bersamaan dengan aku meletakkan minuman di atas meja, Emily sudah melepaskan kancing terakhirnya. Sehingga dengan jelas dapat kulihat bagian atas bukit putih bersih menyembul, walaupun masih terhalangi kaos bagian bawahnya. Tapi membuatku sedikit menelan ludah. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara si Eve,Jacky, boleh kami main internetnya?Silakan, jawabku.Aku tidak keberatan karena aku membayar untuk yang tidak terbatas penggunaannya.Mau nge-chat yah? tanyaku sambil tersenyum pada si Emily.Ah, paling-paling mau lihat gambar gituan, lanjut Emily lagi.Eh, kaliankan masih di bawah umur? kataku mencoba untuk protes.Paling umur kalian 17 tahun kan? sambungku lagi.

    abgimuttogelagipamertoketifotoabgiabgbugilitogemontokifotohotifotobugil4-1Khira menyambut, Tahun ini kami sudah 18 tahun. Hanya tinggal beberapa bulan saja. Aku tidak bisa bilang apa-apa lagi. Baru saja aku ngobrol dengan si Emily, si Eve datang lagi menanyakan, apa saya tahu site-nya gambar gituan yang gratis. Lalu sambil tersenyum saya hampiri komputer, kemudian saya ketikkan salah satu situs seks anak belasan tahun gratis kesukaanku. Karena waktu mengetik sambil berdiri dan si Khira duduk di kursi meja komputer, maka dapat kulihat dengan jelas ke bawah bukitnya si Khira yang lebih putih dari punyanya si Emily. Barangku terasa berdenyut. Setengah kencang.

    Setelah gambar keluar, yang terpampang adalah seorang negro sedang mencoba memasuki barang besarnya ke lubang kecil milik gadis belasan. Sedangkan mulut gadis itu sudah penuh dengan barang laki-laki putih yang tak kalah besar barangnya dengan barang si negro itu. Terasa barangku kini benar-benar kencang karena nafsu dengan keadaan. Si Emily menghampiri kami berada, karena si Eve dan Khira tertawa terbahak-bahak melihat gambar itu. Aku mencoba menghindar dari situ, tapi tanpa sengaja sikut Khira tersentuh barangku yang hanya tertutup celana sport tipis. Baru tiga langkah aku menghindar dari situ, kudengar suara tawa mereka bertambah kencang, langsung aku menoleh dan bertanya, Ada apa? Eve menjawab, Khira bilang, sikutnya terbentur barangmu, katanya.

    abgimuttogelagipamertoketifotoabgiabgbugilitogemontokifotohotifotobugil5-1Aku benar-benar malu dibuatnya. Tapi dengan tersenyum aku menjawab, Memangnya kenapa, kan wajar kalau saya merasa terangsang dengan gambar itu. Itu berarti aku normal. Kulihat lagi mereka berbisik, kemudian mereka menghampiriku yang sedang mencoba untuk membetulkan letak barangku. Si Eve bertanya padaku sambil tersipu,Jacky, boleh nggak kalau kami lihat barangmu?Aku tersentak dengan pertanyaan itu.Kalian ini gila yah, nanti aku bisa masuk penjara karena dikira memperkosa anak di bawah umur.(Di negeri ini di bawah 18 tahun masih dianggap bawah umur).Kan tidak ada yang tahu, lagi pula kami tidak akan menceritakan pada siapa-siapa, sungguh kami janji, si Emily mewakili mereka.Please Jacky! sambungnya.Oke, tapi jangan diketawain yah! ancamku sambil tersenyum nafsu.

    Dengan cepat kuturunkan celana sport-ku dan dengan galak barangku mencuat dari bawah ke atas dengan sangat menantang. Lalu segera terdengar suara terpekik pendek hampir berbarengan.Gila gede banget! kata mereka hampir berbarengan lagi.Nah! Sekarang apa lagi? tanyaku.Tanpa menjawab Khira dan Emily menghampiriku, sedangkan Eve masih berdiri tertegun memandang barangku sambil tangan kanannya menutup mulutnya sedangkan tangan kirinya mendekap selangkangannya.

    abgimuttogelagipamertoketifotoabgiabgbugilitogemontokifotohotifotobugil6-1Boleh kupegang Jack? tanya Khira sambil jari telunjuknya menyentuh kepala barangku tanpa menunggu jawabanku. Aku hanya bisa menjawab, Uuuh karena geli dan nikmat oleh sentuhannya. Sedang Eve masih saja mematung, hanya jari-jari tangan kirinya saja yang mulai meraih-raih sesuatu di selangkangannya. Lain dengan Emily yang sedang mencoba menggenggam barangku, dan aku merasa sedikit sakit karena Emily memaksakan jari tengahnya untuk bertemu dengan ibu jarinya. Tiba-tiba Emily, hentikan kegiatannya dan bertanya padaku, Kamu punya film biru Jack? Sambil terbata-bata kusuruh Eve untuk membuka laci di bawah TV-ku dan minta Eve lagi untuk masukan saja langsung ke video.

    Waktu mulai diputar gambarnya bukan lagi dari awal, tapi sudah di pertengahan. Yang tampak adalah seorang laki-laki 60 tahun sedang dihisap barangnya oleh gadis belasan tahun. Kontan saja si Eve menghisap jarinya yang tadinya dipakai untuk menutup mulut sedangkan jari tangan kirinya masih kembali ke tugasnya. Pandanganku sayup, dan terasa benda lembut menyapu kepala barangku dan benda lembut lainnya menyapu bijiku.

    Aku mencoba untuk melihat ke bawah, ternyata lidah Khira di bagian kepala dan lidah Emily di bagian bijiku.Uuh ssshh uuuhh ssshhh aku merasa nikmat.Kupanggil Eve ke sampingku dan kubuka dengan tergesa-gesa kaos dan BH-nya. Tanpa sabar kuhisap putingnya dan segera terdengar nafas Eve memburu.Jacky ooohh Jacky terusss ooohhh nikmat Eve terdengar.Kemudian terasa setengah barangku memasuki lubang hangat, ternyata mulut Khira sudah melakukan tugasnya walaupun tidak masuk semua tapi dipaksakan olehnya.Slep slep chk chkItulah yang terdengar paduan suara antara barangku dan mulut Khira. Emily masih saja menjilat-jilat bijiku.

    Dengan kasar Eve menarik kepalaku untuk kembali ke putingnya. Kurasakan nikmat tak ketulungan. Kuraih bahu Emily untuk bangun dan menyuruhnya untuk berbaring di tempat duduk panjang. Setelah kubuka semua penghalang kemaluannya langsung kubuka lebar kakinya dan wajahku tertanam di selangkangannya.Aaahhh Jacky aaahhh enak Jacky teruskan aaahhh terussss Jacky! jerit Emily.Ternyata Eve sudah bugil, tangannya dengan gemetar menarik tanganku ke arah barangnya. Aku tahu maksudnya, maka langsung saja kumainkan jari tengahku untuk mengorek-ngorek biji kecil di atas lubang nikmatnya. Terasa basah barang Eve, terasa menggigil barang Eve.Aaaahhh Eve sampai puncaknya.

    Aku pun mulai merasa menggigil dan barangku terasa semakin kencang di mulut Khira, sedangkan mulutku belepotan di depan barang Emily, karena Emily tanpa berteriak sudah menumpahkan cairan nikmatnya. Aku tak tahan lagi, aku tak tahan lagi, Aahhh Sambil meninggalkan barang Emily, kutarik kepala Khira dan menekannya ke arah barangku. Terdengar, Heeerrkk Rupanya Khira ketelak oleh barangku dan mencoba untuk melepaskan barangku dari mulutnya, tapi terlambat cairan kentalku tersemprot ke tenggorokannya. Kepalanya menggeleng-geleng dan tangannya mencubit tanganku yang sedang menekan kepalanya ke arah barangku. Akhirnya gelengannya melemah Khira malah memaju mundurkan kepalanya terhadap barangku. Aku merasa nikmat dan ngilu sekali, Sudah sudah aku ngiluuu sudah pintaku. Tapi Khira masih saja melakukannya. Kakiku gemetar, gemetar sekali. Akhirnya kuangkat kepala Khira, kutatap wajahnya yang berlumuran dengan cairanku. Khira menatapku sendu, sendu sekali dan kudengar suara lembut dari bibirnya, I Love you, Jacky! aku tak menjawab. Apa yang harus kujawab! Hanya kukecup lembut keningnya dan berkata, Thank you Khira!

    abgimuttogelagipamertoketifotoabgiabgbugilitogemontokifotohotifotobugil7-1Rasa nikmatku hilang seketika, aku tak bernafsu lagi walaupun kulihat Eve sedang memainkan klitorisnya dengan jarinya dan Emily yang ternganga memandang ke arahku dan Khira. Mungkin Emily mendengar apa yang telah diucapkan oleh Khira. Demikianlah, kejadian demi kejadian terus berlangsung antara kami. Kadang hanya aku dengan salah satu dari mereka, kadang mereka berdua saja denganku. Aku masih memikirkan apa yang telah diucapkan oleh Khira. Umurku lebih 10 tahun darinya. Dan sekarang Khira lebih sering meneleponku di rumah maupun di tempat kerjaku. Hanya untuk mendengar jawabanku atas cintanya. Dan belakangan aku dengar Eve dan Emily sudah jarang bergaul dengan Khira.abgimuttogelagipamertoketifotoabgiabgbugilitogemontokifotohotifotobugil8-1

  • Bertiga

    Bertiga


    7 views

    Teman SMA ku dulu yang bernama Gilang kini menjadi suamiku kami dikaruniai anak anak yang sudah remaja
    sekarang dan kuliar di luar kota , sekarang tinggallah kami berdua di rumah terasa sepi , suamiku yang
    bekerja sebagai karyawan PMA sehinga kehidupan kami sudah cukup.

    cerita-sex-dewasa-bertiga

    Aku juga hobi dengan pergi ke salon unutk merawat tubuhku walaupun wajahku tidak cantik banget tapi
    kata orang bodyku tidak boseni jika dilihat, suamiku selalu sering memuji dengan kata kat gombalnya
    “hari ini kamu cantik baget sayangku”

    Suamiku senang olah raga tenis dan golf kalau badan tidak terlalu tinggi 165 cm tapi cukup atletis
    dengan berat badan 63 kg. Urusan diranjang sebenarnya aku cukup bahagia karena suamiku orangnya
    telaten dan sabar dia selalu memberikan kesempatan dulu padaku untuk orgasme seteleh itu baru dia
    melakukan penetrasi sampai aku orgasme yang kedua.

    Pengalaman ini terjadi karena rasa kesepianku di rumah sendiri akhirnya aku usul untuk menerima kost
    toh kamar anakku 2 kamar tidak ada yang nempati.

    Akhirnya suamiku sepakat dia yang cari dan kebetulan ada teman kenalannya seorang pengusaha yang biasa
    mondar-mandir Jakarta ke kotaku karena ada anak perusahaannya di kotaku.

    Pertimbangannya dari pada ke hotel boros karena kadang harus sampai dua minggu. Namanya Rendra
    (samaran) keturunan arab dengan cina orangnya tinggi (176 cm 76 kg) besar dengan kulit putih tapi
    wajah arab kayak Omar Syarif dengan bulu diseluruh tubuhnya, orangnya sangat santun.

    Kami cepat akrab bahkan seperti keluarga sendiri karena makan malam kami selalu bersama bahkan
    pada waktu lapor Pak RT kami mengaku sebagai saudara. Oh iya aku panggilnya Dik karena umurnya baru 38
    tahun.

    Bahkan jika suamiku dan Aku pergi berlibur ke Tawangmangu atau Bandungan dan pas ada di kotaku ia kami
    ajak. Begitu akrabnya kami sehingga tak jarang kami Dik Rendra juga membantu kalau ada kerepotan
    dirumah sehingga lingkungan taunya memang adik saya.

    Untuk sehari-hari setelah berjalan 3 bulan kami makin akrab saja bahkan suamiku suatu hari, ketika
    kami ngobrol habis makan malam.

    “Ajaklah Isterimu jalan-jalan kemari Dik Rendra,” celetuk suamiku, “Biar
    dia kenal mbakyumu” lanjutnya, Dik Rendra hanya diam dan menghela napas
    panjang.

    “Ada apa.. Ada yang salah?” lanjut Mas Gilang melihat gelagat yang kurang
    enak.

    “E.. Anu Mas Aku sebenarnya duda isteriku meninggal 3 tahun yang lalu
    diruamh cuma ada anak-anak dengan pembantu saja” jawabnya dengan mata
    berkaca-kaca.

    Kami akhirnya tahu statusnya dan kami minta suatu ketika kalau liburan sekolah biar anak-anak diajak
    kebetulan anaknya 2 orang masih 7 tahun dan 4 tahun.

    Sejak itu keakraban kami tambah dekat bahkan suamiku sering membisiki aku kalau keturunan arab
    biasanya barangnya besar dan panjang.

    Akupun merasa Dik Rendra makin memperhatikan aku, pernah aku dibawakan hadiah liontin permata yang
    cantik. Bahkan sehari-hari kami makin terbuka misalnya ditengah guyonan, kadang kadang Dik Rendra
    seolah mau memelukku dan bahkan sembunyi-sembunyi berani menciumi pipiku kalau mau pamit pulang
    Jakarta.

    Demikian pula sebaliknya Mas Gilang seolah membiarkan kami bercengkarama kadang kadang bahkan
    ngompori, “Ooo mabkyumu itu biar STW tapi malah tambah punel (maksudnya memeknya) lho Dik Rendra”
    kalau sudah begitu aku yang merah padam, tapi untungnya hanya kami bertiga.Cerita Sex Dewasa

    Seperti kebiasan kami, pada hari libur Sabtu Minggu kami bertiga week end di kebun kami di
    Tawangmangu. Walaupun tidak terlalu luas namun kebun ini cukupanlah untuk hiburan dan cukup nyaman
    untuk beristirahat.

    Entah apa sebabnya Mas Gilang hari itu dengan manja tiduran berbantal pahaku di depan Dik Rendra
    setelah selesai makan malam sambil menonton TV dan ngobrol kesana kemari diruang keluarga.

    Kulihat Mas Gilang sangat atraktif mempertontonkan kemesraannya di depan di Rendra. Aku sebenarnya
    agak kikuk tapi karena sudah seperti adik sendiri aku bisa mengatasi perasaanku, lagian Dik Rendra
    sudah sering melihat kemesraan kami sehari-hari dirumah. Kulihat Dik Rendra acuh saja melihat tingkah
    laku Mas Gilang. Malah akhirnya Dik Rendra mengambil inisiatif mengambil kasur dari kamar tidur untuk
    dihamparkan ke lantai.

    Akhirnya kamipun menonton TV sambil tiduran, aku dan Dik Rendra bersandar didinding berjajar cuma
    berjarak setengah meter sedang Mas Gilang tiduran di pahaku. Acara yang ditayangkan kebetulan agak
    menyerempet-nyerempet hubungan suami isteri.

    Kulihat Dik Rendra tidak bisa konsentrasi, ia lebih sering mencuri pandang ke arah dadaku yang saat
    itu hanya terbungkus daster, aku pura-pura nggak tahu tapi aku sempat melihat arah tengah
    celananya yang aku yakin sudah setengah ereksi.

    Tiba-tiba Mas Gilang memeluk pahaku sambil mengusap usap tonjolan payudara dari luar baju daster yang
    kukenakan, aku bingung.

    “Mas malu ah masa ada Dik Rendra,” protesku sambil melemparkan tangannya
    kasar.

    “Ah nggak apa apa, wong Di Rendra juga pernah merasakan koq.” sahut Mas
    Gilang sambil senyum penuh arti ke Rendra.

    Rendra tersenyum kecut Aku melengos sebel tapi jujur saja rabaan Mas Gilang membuat aku on apalagi
    udara dingin Tawangmangu yang menusuk tulang.

    Sementara Mas Gilang malah nekat dan kepalanya yang menindih pahaku digeser ke arah selangkanganku,
    sehingga tak terhindarkan baju dasterku yang memang pendek makin tersingkap sehingga Rendra makin
    leluasa melahap pahaku yang terbuka lebar..

    “Mbak.. Aku.. Jadi ingin nih..” Rendra bicara padaku.

    Gila batinku aku benar-benar kaya kepiting rebus mendengar kata-kata Rendra hampir saja aku tampar.
    Tapi Mas Gilang malah menimpali, “Nggak pa-pa, ya Mam? Kasihan khan Dik Rendra sudah lama lho nggak
    merasakan” sahutnya.

    “Pap!! apa-apaan sih ini” sahutku nggak kalah seru.

    “Papa boleh kok mam, papa iklas please, ..!” pintanya sambil mengedip ke
    Dik Rendra.

    Rupanya Rendra tanggap langsung saja dia miringkan badannya, karena jarak kami cuma sejengkal maka
    langsung direngkuhnya belakang kepalaku dan diciumnya mulutku dengan paksa.

    Aku ingin menolak tapi Mas Gilang memegang tanganku dan meraba tengah CDku aku terombang-ambing antara
    nafsu dan nilai yang ada dalam diriku tapi aku makin terangsang, tanpa sadar malah
    kumiringkan tubuhku menghadap Dik Rendra sehingga aku bisa berhadapan.

    Melihat reaksiku tanpa segan Dik Rendra menyelusupkan tangannya dibalik dasterku untuk meremas remas
    buah dadaku, sementara Mas Gilang tangannya sudah masuk CD untuk mengelus elus klitorisku yang menjadi
    titik kelemahanku.

    Mendapat seranngan dua orang sekaligus sensasiku melambung tinggi ada kenikmatan yang tiada tara.
    Kucoba memberanikan diri meraba perut Rendra dan turun kebawah pusar, ada rasa penasaran ingin tahu
    ukuran barangnya.

    WAU.. luar biasa rupannya sudah berdiri keras dan tidak pakai CD lagi tanganku tak bisa memegang
    semuanya genggamanku penuh itupun baru separonya.

    Ketika itu Mas Gilang melepaskan seluruh pakaiannya dan mencopoti dasterku, Rendra melepaskan
    pakainnya juga dan menggeser posisinya merapat ke arahku dari sebelah kiri kami berhadapan, sedangkan
    Mas Gilang memiringkan tubuhnya yang bugil sebelah kanan (belakangku).

    Sehingga dengan sendirinya kontol Mas Gilang yang sudah kencang menempel bokongku dan kontol Rendra
    yang luar biasa panjang dan besar menempel pahaku karena Rendra tak mau melepaskan pelukannya padaku
    jadi Mas Gilang hanya merogoh memekku dari belakang.

    Rendra menciumi diriku sambil mengelus payudara penuh nafsu, kulihat Rendra yang penuh dengan gairah,
    aku ikut terhanyut. Aku tak sempat berfikir macam macam, nafsuku telah mendominasi pikiranku,
    kunikmati apa yang dilakukan Rendra padaku tanpa menghiraukan Mas Gilang yang meremas-remas bokongku,
    dan mengelus vaginaku yang sudah basah.

    Aku mendesis desis tak karuan karena keenakan dengan tangan kanannya Rendra mendekap punggungku erat
    erat, sedangkan tangan kirinya mulai menyibak vaginaku rupanya dia
    sudah nggak tahan ingin memasukkan kontolnya ke memekku.

    Dituntunnya penisnya ke arah lubang vaginaku, dan dalam tempo singkat aku sudah melayang kelangit ke
    tujuh menikmati kontol Dik Rendra yang panjang besar ada meskipun rasa perih dan penuh menyesak di
    vaginaku namun kenikmatan yang kurasakan mampu membuatku melupakan rasa perih memekku.

    Otomatis jepitan lobang kemaluanku makin jadi dan denyutan-denyutan memekku yang selama ini dipuja
    oleh Mas Gilang dirasakan oleh Rendra.

    “Oh Mbak memekmu luar biasa, benar-benar punel Mbak” bisik Rendra sambil
    mulai memompa batang kemaluannya secara ritmis.

    Sementara aku mengimbangi mengocoknya perlahan lahan, Rendra mendesis desis keenakan, kini wajah
    Rendra menghadap ke arahku dengan matanya yang terpejam sungguh tampan sekali apalagi desisanya
    membuatku benar-benar melayang.

    Gesekan bulu dada di ujung putingku membuatku seperti kesetrum listrik ribuan watt. Setelah hampir
    sepuluh menit Rendra memompa memekkuaku mulai kesetanan mau meledak tapi dia mulai mengendurkan
    pelukannya.

    “Ganti posisi yuk Mbak, nggak adil kan masa yang punya (Mas Gilang
    maksudnya) nggak kebagian” bisik Rendra padaku.Cerita Sex Dewasa

    Rendra melepaskan kontolnya dari memekku pelan-pelan terasa ada yang hilang dari selanggkanganku,
    Rendra berdiri sambil membimbingku Mas Gilang masih ikut dibelangku sambil meremasi pantatku.

    Aku menoleh memandang suamiku penasaran ingin tahu reaksinya, tapi ternyata kulihat Mas Gilang
    begitu bahagia bahkan dia tersenyum.

    “Kita main bersamaan ya Mas?” ajak Rendra pada suamiku.

    Rendra mengambil posisi duduk bersandar di sofa dengan paha mengangkang, tampak kontolnya yang besar
    panjang dan kokoh dengan topi baja yang mengkilat karena cairan memekku berdiri seperti prajurit siap
    serbu, kemudian ia menyuruhku mengangkang diatasnya dengan menumpangkan pahaku pada pahanya sambil
    membelakanginya.

    Perlahan-lahan aku turunkan bokongku dan Rendra membibing kontolnya untuk memasuki memekku, bles,
    ahh.. Rasanya tambah nikmat dan sudah nggak perih lagi.

    Dengan posisi begitu maka dari depan mencuatlah klitorisku yang sudah keras dan kencang, perlahan-
    lahan aku mulai memompa dengan menaik turunkan bokongku, melihat pemandangan seperti itu Mas Gilang
    langsung duduk jongkok di depanku oh.. Ia menjilati klitorisku yang terbiar menantang.

    Oh.. Luar biasa sensasi yang timbul seluruh tubuhku bergetar kurasakan memekku makin berdenyut keras,
    kuraih kepala Mas Gilang kurapatkan ke selangkanganku sementara Rendra terus menyodokku dari bawah.
    Ahh.. Aku mau meledak.. Mas.. Aku mau meladak..!!

    Rendra menggeram karena kontolnya kucengkeram dengan denyutan memekku yang makin kuat,. Dan dengan
    sambil meremas-remas payudarku kurasakan kontol Rendra dalam memekku berdenyut keras.. Ahh Mbak aku
    mau keluar..

    Ditariknya putingku sambil menyodokku dari bawah kuat-kuat sementara Mas Gilang melumat klitorisku aku
    benar-benar tidak bisa menggambarkan kenikmatan yang kudapat ketika kontol Rendra menyemburkan
    spermanya ke dalam memekku bersamaan orgasmeku dan hisapan-hisapan pada klitorisku.

    Belum selesai sensasiku Mas Gilang menarikku dan memintaku nungging ini kebiasaan Mas Gilang dia mau
    memompaku kalau aku sudah orgasme katanya enak sekali keRendran-keRendran memekku kalau orgasme.

    Aku mengambil posisi nungging dengan bertumpu pada kedua paha Rendra pas kontolnya yang
    berlendir-lendir di mukaku langsung saja aku bersihkan sementara Mas Gilang mulai memasukkan kontolnya
    yang meskipun tidak panjang tapi kepalanya sangat leber sehingga seperti klep pompa.

    Kurasakan sensasi yang lebih hebat lagi ketika Mas Gilang mulai memompaku dari belakang.
    Hampir saja kugigit kontol Rendra kalau saja Rendra tidak berteriak, mengaduh. Entah aku merasa tidak
    kuat lagi menahan ledakankanku yang berikutnya dan segara saat kontol Mas Gilang mulai berkedut-kedut
    akan menyemburkan spermanya akupun juga merasakan diriku akan meledak lagi.

    Dan aahh dengan teriakan panjang Mas Gilang menyemprotkan spermanya ke dalam memekku. Aku segera
    berbalik untuk membersihkan kontol Mas Gilang, rasa sperma dua orang laki-laki yang bercampur membuat
    lidah merasa aneh dan asing.

    Kami terkulai lemas tapi aku merasa lapar dengan tetap bugil aku kedapur untuk masak kulihat dua orang
    laki-laki itu berpelukan saling
    menepuk punggung.

    “Gimana dik?” lamat lamat kudengan suara Mas Gilang menanyakan kesannya
    pada Rendra.

    “Wah luar biasa Mas, aku nggak nyangka kalau Mbak Rin.. Begitu hebat,
    pantas Mas Gilang tidak pernah jajan,” timpal Rendra.

    “Begini aja dik, Dik Rendra nggak usah sungkan lagi sekarang ini mbakyumu ya isterimu, tapi janji Dik
    Rendra nggak boleh jajan, aku jijik kalau mbayangkan Dik Rendra jajan,” sambung Mas Gilang.

    “Sumpah Mas aku nggak pernah jajan sepeninggal isteriku, pernah pembantuku aku pakai itupun cuma
    sekali selebihnya aku pake alat,” lanjut Rendra.

    “Jadi janji betulan lho dik, dan kita nggak boleh cemburu, satu sama lain..”

    “Eh.. Enak aja ngomongin nasib orang nggak ngajak yang diomongin” aku langsung protes nglendot di
    pangkuan Mas Gilang.

    “Tapi Mama setujukann..” lanjut suamiku.

    “Mmm.. Gimana.. Ya.. Mmm” sengaja kubuat-buat jawabanku aku ingin melihat reaksi Rendra.

    “Maaf Mbak, kalau Mbak nggak setuju aku nggak pa-pa kok Mbak” Rendra memelas.

    “Habis.. Habis..” jawabku nggak kulanjutkan.

    “Habis apa Mbak?” Rendra panasaran.

    “Habis.. E n a a k hi.. Hi.. Hi” jawabku sambil cekikikan.

    Rendra langsung menubrukku yang masih dipangkuan Mas Gilang, tanpa sungka lagi diciumnya ibirku
    diremasnya dadaku kulihat kontolnya sudah ngacung. “Eh.. Makan duluu.. Ah aku lapar nih.. Nasi goreng
    sudah masak tuh di meja” pintaku.

    Rendra menghentikan cumbuannya terus membopongku kekursi makan sambil memangkuku dia menghadapi meja
    makan sementara Mas Gilang mengikuti dari belakang dan mereka duduk berimpitan kursi.

    Aku membagi bokongku diatas kedua paha mereka yang berhimpitan satu berbulu yang satu agak licin.
    Mereka dengan sabar bergantian menyuapi aku. Aku benar-benar bahagia mereka berdua sekarang suamiku,
    yang siap memuaskanku.

    Selesai makan kusiapkan sikat gigi dan odol buat mereka, aku mendahului membersihkan diriku di kamar
    mandi sperma yang kering berleleran di pahaku terasa lengket. Setelah itu aku kekamar utama menyisir
    rambut ku di depan cermin.

    Tak lama kemudian kulihat mereka berdua mengendap-endap beriringan masuk kamar aku seolah tak melihat.
    Kurasakan elusan lembut sebuah tangan dengan bulu-bulu halus menelusuri bokongku, bahkan kemudian
    mengarah keselangkangan dan mengelus memekku.

    Aku sudah bisa menduga pemilik tangan itu, dan hatiku berdesir ketika kulihat tangan Rendra lah yang
    sedang mengelus belahan memekku, dan Mas Gilang mengelus batang penisnya, sambil mulutnya menciumi
    dadaku.

    Sambil berubah posisi dengan setengah duduk di depanku Mas Gilang siap dengan selangkanganku yang
    terbuka lebar memperlihatkan vagina merah basah yang sangat indah, sementara tangan kanannya
    menggosokan gosokkan kemaluanya, sementara Rendra tidak tinggal diam buah dadaku yang menggantung
    diremas remas dan diciumi dari belakang.Cerita Sex Dewasa

    Rendra merubah posisinya dengan duduk di meja rias dengan kontol siap dimuka mulutku. Sekarang aku
    baru bisa mengukur panjangnya kontol Rendra yang ternyata ada dua kepalan tanganku dengan kepala agak
    meruncing dan diameter kepala bajanya lebih kecil dari punya Mas Gilang.

    Langsung kugenggam dan ku jilati dan kukocok-kocok. Begitu kulakukan sampai hampir setengah jam dan
    dalam waktu yang tidak terlalu lama gerakan Rendra tak terkendali, bahkan ia membalas menekan kepala
    Mas Gilang yang sedang mengenyot klitorisku dibawah meja pada saat itulah Rendra menghentak hentakkan
    pinggul dan menyorong-nyorongkan kontolnya dimulutku dan..
    Croot.. Croot.. Croot..

    Sperma Rendra memenuhi kerongkonganku. Dia telah orgasme. Ini terlalu cepat, padahal aku merasa masih
    belum apa-apa. Rendra terus turun membopongku ke ranjang dan Mas Gilang sekarang menindihku semetara
    Rendra mempermainkan ku dari bawah ah rupanya mereka telah kompak untuk kerja sama memuaskan diriku.

    Mas Gilang sudah terlengkup ditubuhku, sementara pinggulnya naik turun, mengocok batangnya yang sudah
    melesak ditelan liang kenikmatanku. Sekali kali tangannya meremas bokongku.

    Aku mulai on lagi dan otot-otot vaginaku mulai berdenyut-denyut tapi tiba-tiba Mas Gilang menghentikan
    kocokannya, dan mencabut penisnya, aku masih tanggung tetapi aku memang juga tidak ingin selesai
    sekarang, aku masih berharap Rendra bangkit lagi setelah istirahat.

    Aku ingin Rendra memompaku dulu baru Mas Gilang yang mengakhiri puncaknya. Tapi Mas Gilang minta aku
    dan Rendra melakukan 69 dengan posisi Rendra dibawah begitu aku posisi enam sembilan Mas Gilang
    menusukku dari belakang dan Rendra ganti yang ngenyot klitorisku.

    Sungguh luar biasa rasanya ber 69 sambil memekku dipompa aku tak dapat menahan kenikmatan yang
    menyerbu lubang memekku. Denyutan-denyutan mencengkeram makin keras dan ini yang paling disukai Mas
    Gilang, kemudian kurasakan Mas Gilang mulai mencengkeram bokongku dan melenguh seperti sapi di
    sembelih sambil mempercepat goyangannya, semetara mulut Rendra tak henti menciumi klitorisku dan
    lidahnya menerobos kadang masuk ke memekku disela kontol Mas Gilang.
    Nafasku tersengal, aku mulai masuk kemasa orgasme.

    Tanpa menunggu waktu lagi Mas Gilang mempercepat kocokannya, dan kemaluankupun sudah berdenyut denyut
    kencang, akan segera akan keluar. Mas Gilang merengkuh bokonku, makin kencang, sambil dari mulutnya
    keluar erangan kenikmatan yang panjang dan kemaluannya ditekan keras ke kemaluanku, dia semprotkan
    spermanya..

    Crot.. Crot.. Crot tapi aku belum orgasme.

    Dan segera berlelehanlah air maninya menyemprot didalam vaginaku Pada saat yang sama, aku tak tahan
    menahan orgasmeku, kugenggam kontol Rendra kuat-kuat dan kuhisap sampai batangnya sambil mengejan
    menikmati orgasmeku bersama Mas Gilang mendapat perlakuan begitu Rendra juga orgasme kembali dan
    menyemburkan maninya ke mulutku untuk yang kedua kali.

    Kenikmatan yang luar biasa. ceritasexdewasa.org Walaupun permainan sudah berakhir tetapi Mas Gilang tidak mau mencopot
    kemaluanku dari memekku, aku paham betul dia paling suka menikmati denyutan memekku.

    “Pah.. Aku sudah nggak tahan.. Pahaahh.. Eghh.. Eegghh capek nih kasian Rendra kita tindih”

    Malam ini adalah malam pertama aku merasakan penis orang lain selain punya Mas Gilang apalagi penisnya
    lebih panjang, sebuah pengalaman yang sangat memuaskanku.

    Baca JUga Cerita Sex Tante Vina

    Pembaca terhormat masih banyak pengalaman nikmat yang kualami bersama ke dua suamiku namun sementara
    sampai disini dulu, bila ada kesempatan akan aku ceritakan lainnya.
    Sejak kejadian itu Rendra minta jatahnya padaku setiap ada dikotaku bahkan anak-anaknya sering diajak
    untuk bersama tinggal dikotaku saat libur agar tidak bolak-balik.

    Saat Rendra ada hampir tiap hari sekali aku mendapat giliran dari Mas Gilang
    dan Rendra kadang kami lakukan treesome kadang hanya berdua saja dengan salah sat dari mereka, dan
    kami sepakat hanya dilakukan bertiga saja.

    Pembaca yang terhormat kalau anda wanita disayangi 2 orang pria percayalah mereka bisa akur sabar
    tidak ada rasa cemburu dan yang hebat anda akan dimanja seperti diriku.

    Nggak percaya cobalah. Pengalaman ini benar-benar nyata kami telah 5 tahun bersama tapi kasih sayang
    mereka sangat tulus padaku. Aku jadi rajin jamu dan senam untuk kepuasanku dan kepuasan mereka bagi
    yang ingin tanya silahkan kirim email pasti dijawab. Mau coba aku punya caranya.

  • Cerita Panas Antara Anggie Sonya dan Adiknya

    Cerita Panas Antara Anggie Sonya dan Adiknya


    55 views

    Cerita Panas Antara Anggie, Sonya dan Adiknya

    Suatu hari di saat libur kuliah kemarin, saya berjalan-jalan dengan Anggie di Pondok Indah Mall. Pada saat kami melintasi stand POLO di lantai dasar untuk pulang, saya sangat terkejut karena saya bertemu dengan seorang cewek yang sepertinya pernah saya kenal. Lumayan lama saya amati, ternyata cewek itu adalah Sonya. Saya pun hanya bisa berpura-pura lupa saja saat kami berpapasan.

    Perlu saya ceritakan kilas balik disini bahwa Sonya adalah cewek yang paling ngetop di SMA saya di Bandung dulu. Saat masih kelas 2, banyak sekali cowok di sekolah saya yang mengejar Sonya (termasuk saya juga sihh..) Tapi pas SMA dulu, siapa sih saya ini. Semua orang tahu kalau saya ini hanya anak kost di Bandung. Nilai rapor yang lumayan kurang membuat saya jadi cowok yang dipandang. Sedangkan Sonya, dia anak seorang pengusaha di Bandung. Cewek Bandung asli. Cantik abis, dan rumahnya besar. Pernah suatu hari kami belajar bersama di rumahnya.

    Singkat kata masih ada perasaan segan pada Sonya karena masa lalu. Tapi tanpa saya sangka ternyata Sonya yang duluan menegur saya. “Hai..! Apa kabar loe?” Kami pun berbicara sesaat. Tampak ada keraguan Sonya untuk banyak bertanya pada saya, karena di samping saya ada Anggie. Sonya sendiri saat itu datang bersama adiknya. Perempuan juga dan masih sekolah di sebuah SMA Negeri di Jakarta Selatan. Dari cerita-cerita Sonya, akhirnya saya tahu bahwa dia sekarang kuliah di PTS yang terkenal di Jakarta. Saya sendiri saat ini juga masih kuliah di PTN di Bandung, sedangkan Anggie baru masuk kuliah di PTS yang kebetulan sama dengan Sonya. Dari percakapan kami, tampak ada rasa kagum Sonya pada saya. Kuliah di PTN “top”, lebih dewasa, yah.. pokoknya berbeda jauh dengan pandangannya terhadap saya saat masih SMA dulu.

    Nampak sekali di wajahnya kalau ia menyesal mengapa dulu pernah meremehkan saya. Pikiran saya saat itu, kapan lagi saya bisa ngajak tiga cewek cantik- cantik untuk jalan-jalan. Kalau di kampusku di Bandung, ceweknya boro-boro ada yang cantik, yang menarik pun tidak ada. “Oke, dari sini mau kemana Son..?” tanyaku. “Mau pulang.. boleh nebeng nggak? Soalnya mobil gue lagi di bengkel. Kita tadi ke sini pake taksi.” Dengan persetujuan Anggie saya pun langsung mengiyakan. Kami pun langsung berjalan ke arah parkiran Barat PI Mall. Di mobil, Anggie duduk di depan, sedangkan Sonya dan adiknya duduk di belakang. Dalam perjalanan sesekali saya memegang tangan atau bahu Anggie.

    Anggie pun hanya tersenyum. “Akh.. genit loe..!” Tiba- tiba dari belakang Sonya nyeletuk, “Mau juga dong gue..” Wah, saya pikir-pikir inilah kesempatan saya menebus sakit hati saya di masa lalu. Tiga tahun saat SMA segala daya upaya dilakukan, namun tanpa hasil, sekarang.. “The Past Dream Comes True!” “Oke Kalo gitu kita ke rumah gue dulu yaa..” Saat itu saya tahu bahwa kedua orang tuaku sedang ke luar. Di rumah hanya ada adik perempuan saya dan pembantu saja. Itu pun sorenya adik saya akan berangkat les, jadi tinggal pembantu saja yang ada di rumah. Sampai di rumah saya, saya melihat adik saya sudah bersiap-siap pergi les dan akan diantar oleh sopir di rumah (maklum masih kecil, belum bisa nyetir).

    Saya pun lekas turun untuk sekedar say good bye pada adik perempuan saya yang sangat manja itu. “Bang, bawa cewek kok sampe 3 ekor sihh..?” godanya. Saya hanya bisa tersenyum sambil pura-pura tidak mendengar perkataan adik saya. Singkat cerita kami pun langsung masuk ke rumah saya. Setelah minum kami berbicara di ruang tamu sambil menonton televisi. Saat itu kami menonton sebuah film di channel HBO. Meskipun sangat jarang ada adegan-adegan berbahaya di HBO (lain dengan TF1 atau Televisi Perancis lainnya), namun saat itu ada adegan ciuman yang lumayan lama. Sonya pun nyeletuk lagi, “Loe jago cipokan nggak..?” Saya pun kaget setengah mati, dan perasaan saya ke Anggie saat itu sangat tidak enak.

    “Jago dong.. tanya aja ke si Anggie..” “Jago ke si Anggie sih belum tentu jago kalo ama saya,” balasnya. Si Anggie pun agak panas, “Oke kita buktikan, kalau perlu bukan sekedar cipokan tapi lebih..” Saya pun pura-pura cool saja, tapi dalam hati bahagianya setengah mati. “Loe juga ikut aja Vit..!” ajak saya pada adiknya Sonya, Vita. Kami pun lalu naik ke atas kamar tidur saya. Sampai di kamar saya, Sonya mengeluh, “Ini mah hanya cukup buat elo ama Anggie, khan ada empat orang nih, artinya harus double bed,” katanya mengomentari kamar tidur saya yang hanya single bed. Kami berpindah ke kamar tidur orang tuaku. Sebenarnya bisa sih kami bermain di kamar adik saya, tapi takut aja saya kalau tiba-tiba adik saya cepet balik ke rumah.

    Sampai di situ mereka pun langsung mempreteli baju dan celana saya. Tampak Anggie dan Sonya paling agresif, sedangkan Vita masih malu-malu dengan hanya tersenyum melihat saya seperti laki-laki yang tak berdaya. Saya pun dalam sekejap telanjang bulat di hadapan mereka bertiga yang masih berpakaian lengkap. Anggie masih memakai tangtop, Sonya dengan baju ketat, dan Vita masih dengan T-Shirt. “Uhh, yang anunya gede..” goda Sonya melihat barang saya. Saya pun langsung membuat mereka bertiga berbaring di tempat tidur. Satu persatu saya buka baju dan bra- nya. Namun ada rasa sungkan juga saat membuka baju Vita yang masih beginner. “Udah Vit, enjoy aja kayak Mbak,” hibur Sonya pada adiknya.

    Dalam sekejap, mereka bertiga juga berada dalam keadaan bugil. Sonya lalu bangkit memeluk saya sambil membalikkan posisi kami sehingga saya berada di bawah. Ia lalu merapatkan bibirnya ke barang saya. Dalam sekejap Anggie meraih bibir saya dan melumatnya hingga saya sukar mengatur nafas. Perlu diketahui kami sering sekali beradu ciuman dengan Anggie sehingga ia tahu betul kelemahan saya dalam berciuman. Melihat Vita masih ‘nganggur’, saya lalu menegakkan badan saya, Vita pun lalu memeluk saya dari belakang sambil sesekali mencium daerah leher bagian belakang saya. Saya harap pembaca mendapat gambaran bagaimana posisi kami saat itu. Anggie memeluk dan mencium saya dari depan, Vita dari belakang, dan Sonya di bawah.

    Saya pun hanya bisa membalas ciuman Anggie sambil sesekali mencium balik Vita, dan tangan saya hanya membelai kepala Sonya yang menghisap barang saya. Sesekali posisi kami di tempat tidur bergeser akibat kegelian saya saat main dengan 3 cewek sekaligus. Pikir-pikir inilah pengalaman pertama saya sekali main dengan banyak wanita pada saat yang bersamaan. Sekitar 5 menit permainan berlangsung saya merasakan adanya cairan yang terpercik ke daerah pusar saya. Ternyata Anggie sudah orgasme pertama. Saya pun langsung membalikkan posisi kami sehingga sekarang saya yang berada di atas Anggie, sehingga untuk sementara Sonya harus menghentikan hisapannya pada barang saya.

    Langsung saja saya arahkan barang saya ke lubang kemaluan Anggie. Tampak Anggie kesakitan, tanpa peduli banyak saya langsung menghujamkan kejantanan saya dengan kecepatan tinggi sehingga Anggie sesekali berteriak. Saat itu Sonya hanya bisa mencium pantat saya dari arah samping, sementara Vita hanya melihat-lihat. “Eh, gue udah mau keluar nih Nggie..” kata saya pada Anggie. Angie pun lalu memindahkan tangannya yang semula memeluk punggung saya ke arah bahu saya. “Keluarin di dalam atau di luar nih say..?” tanya saya.

    “Di dalem aja gihh..” jawabnya sambil menutup mata. Akhirnya, “croott.. crott.. crott..” saya mengeluarkan sperma saya lumayan banyak mengakhiri permainan saya berdua dengan Anggie. Setelah beristirahat sekitar 5 menit, saya lalu menyuruh Sonya tengkurap menghadap ke tempat tidur. Sambil meremas payudaranya yang berukuran 36B, saya lalu memeluk badannya dari arah belakangnya. Tanpa membuang waktu lalu saya mengarahkan kemaluan saya ke arah kemaluannya. Terus terang pertama-tama agak sulit karena pantat Sonya lumayan padat. Tapi akhirnya kejantanan yang panjangnya 18 cm dapat masuk ke lubang kemaluannya.

    Saya pun mengocok kemaluan saya yang sudah seluruhnya masuk ke dalam liang senggama Sonya. Tampak sesekali Sonya kesakitan, ia pun lalu melingkarkan kedua tangannya ke leher belakang saya, sehingga kami merasa sangat nyaman dengan posisi kami saat itu. “Kalo bisa keluarnya bersamaan Son..!” kataku pada Sonya, kamipun mengatur irama sehingga saat Sonya bilang sebentar lagi ia akan keluar, saya lalu meningkatkan akselerasi saya sehingga kami berdua bisa keluar pada saat yang bersamaan. Kami pun akhirnya keluar pada saat yang bersamaan. Di hati kecil saya, saya berkata, “Akhirnya nih Miss Universe-nya SMA Negeri*** (edited) Bandung, udah gue pake.” Kami pun saling tersenyum saat kembali ke posisi sebelumnya.

    “Payah nih kirain elo alim, taunya malah gituin gue..” kata Sonya ke gue saat itu. Saya hanya tertawa ringan. Terakhir Vita yang masih tidak percaya dengan pengalaman pertamanya ini. Terus terang saya tidak tega gituin Vita yang masih imut dan -ramalan saya- pada saatnya nanti Vita akan lebih cantik dari Sonya, kakaknya. “Son, adik elo boleh gue gituin nggak?” tanya saya ke Sonya sekalipun terus terang saya juga agak kecapaian. “Jangan dong.. mau loe adik loe digituin? tapi terserah dia ajalah..” jawab Sonya, dan tanpa diduga, Vita lalu mengarahkan mulutnya ke barangku. Pikir-pikir emang mending begitu aja deh, tidak tega saya sama nih anak SMA. “Vit, isep sampe keluar dahh!” kata saya.

    Vita pun langsung menghisap kejantanan saya sambil sesekali menjilat-jilat biji pelirku. Tampak benar kalau dia masih pemula dengan sesekali giginya tanpa sengaja menggigit barangku. “Jangan digigit Vit, ntar lepas anu gue. Sampe lepas, ntar Anggie ama Mpok (Kakak perempuan) loe ngambek berat..” kata saya. Sonya dan Anggie hanya tertawa sambil membaca majalah Femina milik ibu saya. Akhirnya sperma saya keluar dan masuk ke dalam mulut Vita seluruhnya. Vita lalu menjilat-jilat barang saya sampai kering. “Mmmhh.. anak SMA*** (edited) jaman sekarang, masih kelas 2 udah isep anunya cowok..” goda saya pada Vita. “Biarin..” jawab Vita agak kesal. Setelah itu saya merasa sangat kecapaian.

    Akhirnya kami tidur berempat di tempat tidur orang tuaku. Saya di bawah, Anggie di atas, sedangkan Sonya memeluk saya dari arah kanan, dan Vita dari arah kiri. (Mmhh.. seandainya posisi tidurku bisa begini tiap hari..) Sekitar jam 9 malam kami terbangun, dan langsung mandi. Saya sempat panik kalau-kalau adik saya curiga akan apa yang sudah kami lakukan. Tentunya adik saya sudah balik dari tempat lesnya. Setelah mandi dan berpakaian rapi lagi, kami keluar dan untungnya adik saya sedang berada di kamar tidurnya di atas dan sudah tidur terlelap. Mereka pun saya antar pulang ke rumahnya masing-masing dengan aturan mendekati rumah mereka, mereka harus mengocok barangku sampai keluar dan menjilatinya.

    Pada saat mengantarkan Anggie yang rumahnya di daerah Kemang nampak oke-oke aja, namun pada saat mengantarkan Sonya dan Vita, terus terang saya agak ‘menderita’, soalnya saya harus dikocok dua kali sesuai perjanjian kami. Pertama-tama Vita yang mengocok. Setelah keluar, tanpa menunggu waktu Sonya langsung melanjutkan mengocok kemaluan saya sampai keluar lalu menjilatinya. Benar- benar pengalaman yang menyenangkan bagi saya.

  • Cerita Panas Berbagi Istri Tempo Semalam

    Cerita Panas Berbagi Istri Tempo Semalam


    151 views

    Cerita Panas Berbagi Istri Tempo Semalam

    “Tok..tok..tok..tok..” terdengar ketukan pada pintu depanku, istriku yg sedang duduk di sofa segera bangkit dan berjalan utk membuka Pintu,
    ” Eh…kamu Ian.!…” sapa istriku ketika tahu siapa yg baru datang …
    “Pap…Tedi..”istriku memberitahuku.
    “ Ohhh.. suruh masuk!..” jawabku,

    Tak lama kemudian Tedi masuk dan menyalamiku sementara istriku memanggil ketiga anakku dan memberitahukan mereka tentang kedatangan Tedi, 2 anakku berlaTedi memeluk Tedi, hanya anakku yg pertama yg tdk begitu antusias dgn kedatangannya,keluarga kami memang sangat akrab denganya, dia merupakan salah seorang mantan stafku saat aku bekerja di kota C ,sekarang kami sdh Pindah di kota B yg jaraknya 6 jam perjalanan dari kota C, dan baru kali ini kami berjumpa sejak terakhir kali Tedi mengunjungi kami sekitar 8 bulan lalu.

    Saat malam mulai tiba, aku dan istriku mengajak Tedi makan di luar, ketiga anakku ditinggal di rumah bersama kedua pembantuku. kami berangkat menuju sebuah restoran seafood yg paling terkenal dikotaku dgn suasana pinggir pantai yg nyaman, selesai makan kami ber-3 ngobrol tentang masa lalu, terkadang kami bercerita tentang kejadian-kejadian konyol yg kami alami saat masih satu kantor, perbedaan antara pimpinan dan bawahan tdk terlihat antara kami, yg ada seperti sahabat lama yg baru berjumpa,

    Waktu menunjukan pukul 9 malam ketika aku dan istriku mengajaknyaminum di LCC, sebuah tempat hiburan malam yg letaknya di lantai dasar Hotel BS, tempatnya tdk terlalu ramainamun suasananya cukup nyaman utk menjadi pilihan bersantai dan hiburan..aku dan istriku memang sering ke LCC, selain suasananya nyaman, lampu yg redup membuat kami merasa aman karena tdk mudah orang mengenali kami saat berada disitu.

    Suara music dari Band yg membawakan lagu lagu TOP Country menggema di setiap sudut ruangan. jack daniel dan coca cola menemani kami menikmati suasana Pub yg cukup gelap dan udara yg terasa dingin, waiters menuangkan jackdaniels campur Cola ke gelas yg telah disiapkan lalu mempersilahkan kami utk minum. sekali tenggak semua minuman di gelas habis kami minum.. sehingga istriku berinisiatif utk menuangkan kembali minuman ke dlm gelas.demikianlah kami menikmati suasana malam Sabtu sehingga tanpa kami sadari sdh dua botol jack Daniels kami habiskan bertiga dan kamibenar-benar mabuk.

    Jam 11 malam Band digantikan oleh DJ, suara house music mengiringi liukan sexy Dancer diatas panggung, para pengunjung mulai turun ke Dance Floor, istriku berbisik.

    “ turun yuk!…” kata istriku sambil menarik tanganku,
    “ Boleh…Tedi kita ajak jg ya!…” jawabku, dankamipun turun ke dance floor.

    Pengaruh alkohol membuat istriku agak kehilangan kontrol, dia mulai melakukan tarian erotis mengikuti dancer diatas panggung dgn menjadikan badan Tedi sebagai sandaran, sementara Tedi tampak canggung mengimbangi tarian istriku.Hal ini memang biasa dilakukan istriku saat mabuk berat, Sementara aku berjoget ringan.

    Sekitar jam 12 muncul keinginanku utk menunaikan hajat yg tdk bisa kutunda. aku berpamitan kepada istriku dgn berbisik,

    “… aku ketoilet sebentar…” kataku
    ”..ok..” jawab istriku singkatdan akhirnya aku berangkat ke toilet.

    Cukup lama aku berada di toilet, memang sdh menjadi kebiasaanku, kadang aku memainkan Games di HPku saat buang hajat sehingga tak kurangdari setengah jam, aku baru keluar dan kembali ke Pub. Di Dance Floor, Tedi dan Istriku tdk kutemukan, akupun menuju ke Tableku, tetapi disanapun kosong sehingga aku menyapu pandangan ke segala arah.

    Suasana yg cukup gelap menyulitkanku utk menemukan mereka berdua. akupun memutuskan utk berkeliling Sampai akhirnya mata tertuju kepada seorang wanita yg dipeluk dari belakang oleh seorang pria di pojok yg lebih gelap dari area lainnya, tetapi pakaian putih yg dikenakan istriku bercahaya terkena pantulan lampu Disco, aku dapat memastikan kalau itu memang istriku, dan sang pria tiada lain adalah Tedi.

    Perasaan curiga dan cemburu mulai hinggap, bagiku tdk masuk akal merekatinggalkan meja saat aku tdk ada,rasa penasaran membuatku mendekati mereka secara perlahan, dan menyelinap ke table yg lebih dekat supaya dapat mendengar pembicaraan serta mengawasi gerak gerik mereka, saat kuawasi mereka, tiba-tiba kulihat Istriku berbalik dan mencium mulut Tedi dgn bernafsu, darahku terkesiap… apalagi ketika tangan kanan istriku mulai turun ke selangkangan Tedi dan meremasnya dari luar celana.

    Tonjolan di selangkangan Tedi memang tdk kelihatan jelas, tetapi raut muka Tedi jelas memperlihatkan birahi saat tangan istriku memberikan remasan-remasan halus. sementara Tedi dgn ragu mencoba menyusupkan tangan kanannya ke balik baju istriku dan berusaha masuk melalui sela-sela Bra lalu mulai meremas payudara istriku, walau dlm remang tetapi jarak yg dekat cukup memberikan penglihatan yg jelas akan gerak-gerik mereka, setelah beberapa lama perlahan-lahan kutinggalkan mereka dan kembali ke mejaku.

    Akhirnya Mereka bergabung kembali dgnku…

    ”…habis ngajak Tedi Joget…, Gak apa apa kan?..” kilah istriku saat kutanya darimana,
    “..ohhh” jawabku berpura-pura tdk tahu, dan akupun berusaha utk tdk memperlihatkan perasaan curiga
    ” …Kita semua mabuk…. Daripada pulang berbahaya,… bagaimana kalau kita nginap di sini saja?…”usul istriku…
    “ …Terus Tedi…gimana?…” tanyaku.
    “ …ya buka aja dua kamar,.tpyg Conect..biar kita lanjutkan minum,…” istriku meneruskan, akhirnya karena aku sendiripun sdh mabuk berat, aku setuju dgn usul istriku.

    Kejadian di Pub yg kulihat antara Tedi dan istriku mulai terhapus oleh pengaruh alkohol dikepalaku, akhirnya kamipun Check in di dua kamar yg dihubungkan oleh connecting door.

    Tedi tdk segera ke kamarnya, melainkan bergabung dgnku melanjutkan minum di sofa yg ada di kamarku, suasananya sdh sangat berbeda dgn saat kedatangannya sore tadi, Tedi sdh mulai berani mengucapkan bahasa jorok, bercerita tentang hubungan seks antara dia dan pacarnya secara detail kepadaku, dan anehnya akupun tdk merasa terganggu dgn perubahan ini, aku malah tertawa dan ikut bercerita tentang permainan seks kami, sementara istriku hanya menggigit bibirya menahan birahi..

    Entah jam berapa saat aku tertidur, namun jam tanganku menunjukan pukul 02:35 dinihari saat aku terbangun kembali di sofa tempat kami minum, istriku tdk lagi ada di sebelahku.kupejamkanmataku mencoba menguasai diri, pengaruh alkohol masih sangat kuat padaku, aku berdiri sempoyongan menuju ke tempat tidur hendak menyusul istriku. Tp aku tersadar bahwa ternyata istriku tdk ada disitu, aku sama sekali tdk bisa berpikir yg ada di otakku mungkin istriku sedang mengobrol dgn Tedi.

    Akupun mendatangi kamar Tedi lewat Conecting door, tp langkahku terhenti ketika sayup sayup kudengar erangan seorang lelaki…

    “…Ohhhh….Ennakk…, terus sayang….Ohhh…” suara itu jelas suara Tedi dari kamar sebelah.

    aku semakin penasaran, kubuka pintu yg tak terkunci perlahan sampai aku bias melihat dgn jelas… dan terpampanglan didepanku satu pemandangan yg sangat mengejutkan, disela sela erangan Tedi tampak istriku menggunakan kedua tangannya sebagai penopang tubuh mengangkang di atas kepala Tedi dlm posisi 69, kepala istriku naik turun mengoral penis Tedi, suara Decak Lidah yg beradu dgn penis bercampur erangan Tedi yg menikmati oral mulut istriku yg aku tahu sangat mahir melakukannya.

    Mungkin mereka telah menghabiskan seluruh minuman yg ada, karena kedua sejoli itu jelas mabuk parah. ini terbukti dari raut wajah keduannya serta ketdk pedulian mereka akan kehadiranku mengintip melalui pintu yg terbuka sejengkal. Pakaian mereka berserakan dilantai… tinggal CD hitam yg masih dikenakan istriku… sedangkan Tedi sdh telanjang bulat dgn penis besar dan panjang yg tegang, Aku tertegun melihat pemandangan itu, diam diam kuambil Handphone milikku dan mulai merekam adegan tersebut .

    ”…Sedot sayang….Ohhh…” Tedi melenguh.

    Istriku terus mengulum penis sementara Tedi menyingkapkan celana dlm istriku ke samping dan memasukan jari telunjuk dan jari tengah ke lobang meqi istriku terkadang tangan kirinya meraih Tetek istriku dan meremasnya dgn penuh nafsu, sesekali Istriku melepaskan penis dari mulutnya dan merintih menikmati kocokan jari Tedi di meqinya dgn wajah tengadah dan mulut terbuka

    “….ohhh ayo Ted… puaskan aku …” guman istriku .

    Tampak keduanyasangat bernapsu, lalu Tedi menarik celana dlm istriku dgn kedua tangannya dan memelorotkannya sehingga tdk ada lagi kain yg menutupi badan istriku.birahiku mulai bangkit, kubuka celanaku sehingga penisku yg tak kalah besar dgn punya Tedi langsung melonjak keluar dlm keadaan tegang, perlahan tangan kiriku mengocok penisku dgn tetap merekam adegan mereka berdua.

    Tak kuat menahan rangsangan, istriku melepaskan penis dari mulutnya dan berputar searah kepala Tedi, kemudian Tedi menarik kedua tangan istriku serta memeluknya dgn posisi duduk di atas paha, istriku mengangkat pantat dan meraih penis Tedi serta mengarahkannya ke lubang meqinya selanjutnya istriku menurunkan pantatnya sehingga penis Tedi amblas seluruhnya ke dlm memek istriku. perlahan istriku bergerak naik turun dan maju mundursehingga penis Tedi tampak keluar masuk kedlm meqi istriku, sesekali istriku melakukan gerakan memutar membuat Tedi gelagapan menahan nikmat di penisnya, sementara istrikupun merasakan kenikmatan yg tiada tara akibat sodokan penis yg besar dan panjang sambil mengerang tak karuan…

    “ohhh…ohhh…ohhh…sodok terus…mmhhh…” ….
    ”enaakk…mmmpphhhh..”“ …aduh meqiku…mmpphhh… gila….”….
    ”ohh…” ….
    “…ohh yg dalem…psst…mmmh…”Klitorisnya bergesekan dgn bulu bulu halus yg tumbuh diatas pangkal penis Tedi sehingga menambah kenikmatan yg luar biasa.

    Tedi menyambut gerakan pantat istriku dgn mengikuti goyangan istriku,Kedua tangan Tedi meremas belahan pantat istriku, sedang mulutnya menghisap payudara istriku bergantian….

    “mmmppphhhhh…. Goyang Sayang…”….
    “ rasakan keperkasaan Penisku….” Guman Tedi di telinga istriku membuat istriku semakin bernafsu dan menambah kecepatan goyangannya, Kadang sambil berbisik Tedi melumat telinga istriku yg membuatnya menggelinjang keenakan.Hal ini berlangsung beberapa lama sampai akhirnya tiba-tiba tubuh istriku mengejang, kedua tangannya menjambak rambut Tedi dan kedua buah dadanya dibusungkan. Dgn gigi hampir terkatup istriku menjerit panjang…

    ” ….Mmmmmppphhhhh….A..kuuuu… Ke….luuu..a…a..a..auu…rrrr….”kemudian tubuh istriku pun rubuh seperti kain tertiup angin di sebelah Tedi.

    Sebenarnya aku sdh sangat terangsang, tetapi sensasi yg kudapatkan ketika melihat istriku di setubuhi Tedi, membuatku mengurungkan niat utk menghampiri mereka, mataku tak berkedip melihat adegan demi adegan.,Tedi tdk mau lama-lama membiarkan istriku beristirahat, diraihnya kembali pinggang istriku dan dibaliknya, lalu diangkat sehingga posisi tubuh istriku menjadi nungging. Dgn kedua lutut bertumpu pada kasur, Tedi mengarahkan penisnya ke meqi istriku

    “…ooooooogggghhhhh..” istriku menjerit pelan ketika penis Tedi kembali memasuki meqinya.

    Tedi menyodok meqi istriku dari belakang dgn gerakan maju mundur.

    “..Plakk..Plakk…Plakk…” suara beradunya paha dan pantat menambah panas suasana malam, terkadang Tedi membungkuk dan meraih payudara istriku, lalu di remasnya sambil membenamkan penisnya sedlm-dlmnya ke meqi istriku. birahi istriku mulai bangkit kembali, tangan kirinya di julurkan ke belakang dan meremas buah pelir Tedi, aku semakin tak tahan akhirnya kuputuskan utk menghampiri mereka setelah sebelumnya meletakkan HP ku dlm gelas dan mengarahkan kameranya ke tempat adegan berlangsung.

    Tedi dan istriku terkesima melihat kehadiranku, Tedi menghentikan gerakannya dlm keadaan penis masih dlm meqi istriku, sementara wajah istriku pucat tak ada sepatah katapun dari keduanya, tetapi aku tak memberikan kesempatan sedikitpun, kujambak rambut istriku dan kubenamkan penisku ke mulutnya..

    “..isep!…” perintahku.

    Akhirnya istriku mengoral penisku dgn sesekali memandangku dgn ketakutan.Tedi tampak kebingungan tetapi perlahan lahan kembali melakukan gerakan maju mundur menyodok meqi istriku, tp gerakannya tdk seberingas tadi saat aku belum bergabung.

    Aku yakin dlm hati Tedi dan Istriku berkecamuk berbagai pikiran, istriku berkali kali mengeluarkan penisku dari mulutnya dan berkata lirih…

    “…maafin aku ya…” tp aku langsung menyodorkan kembali penisku ke mulutnya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun… sampai akhirnya Tedi mengalami orgasme dgn melolong…
    ”…Ohhhhh….” Tampak pantatnya menekan kuat sehingga penisnya amblas kedlm meqi istriku dgn menyemprotkan sperma di dlmnya.

    Setelah Tedi mendapatkan orgasmenya, Istriku mengambil alih posisi, dia naik ke atasku dan mulai mengocok penisku dgn meqinya dlm posisi duduk, tampaknya istriku ingin memberikan kepuasan kepadaku. Gerakannya yg binal dan penuh nafsu membuatku merasakan kenikmatan yg belum pernah didapatkan sebelumnya, Sementara kulirik Tedi termenung dgn wajah ketakutan, akhirnya istriku mendapatkan orgasme keduanya bersamaan dgn semprotan spermaku di meqinya yg menjadi semprotan kedua malam ini.

    Jam delapan pagi kami semua telah terbangun, Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut Tedi… tp istriku berulang kali meminta maaf padaku, padahal aku sdh menjawab kalau aku memaafkannya… sampai akhirnya suasana mencair setelah aku bicara kepada mereka berdua bahwa aku tdk mempermasalahkan kejadian semalam.

    Para pembaca sekalian… kisah diatas benar-benar terjadi, tetapi dgn alasan privacy saya sengaja memodifikasinama pelaku dan nama kota … aku dan istriku terkadang masih melakukan seks threesome dgn Tedi. terkadang Tedi membawa teman wanitanya utk bergabung bersama kami, keadaan itu berlanjut sampai sekarang.

  • Cerita Panas Cewek Marketing Property Cantik

    Cerita Panas Cewek Marketing Property Cantik


    124 views

    Cerita Panas Cewek Marketing Property Cantik

    Perkenalakn namaku Jimmy Usia 27 tahun dan belum menikah, adalah seorang eksekutif muda. Jujur, banyak cewek yang kukenal di kota Jakarta ini, tp tak satu pun dari mereka yang dapat meluluhkan hatiku. Selama ini teman cewekku sekedar hanya lah teman jalan dan have fun di akhir pekan.

    Berawal dari niatku utk mencari sebuah rumah kontrakan di daerah kelapa gading. Sebenarnya aq sdh memiliki sebuah rumah hanya saja lokasi kantorku yang agak jauh dari rumah membuat diriku harus bertarung dgn waktu kalau pergi dan pulang kantor, belum lagi macetnya. Akhirnya kuputuskan utk mencari sebuah rumah kontrakan di kawasan kelapa gading, hari minggu sore setelah mencari lumayan lama aq menemukan sebuah rumah yang rasanya cocok dgn keinginanku. Dan di rumah itu dipasang nomor telpon marketing property dan namanya “Vera”.

    Iseng-iseng kucoba utk menghubungi nomor telpon itu

    “Halo selamat sore dgn Vera disini, ada yang bisa saya bantu” terdengar suara dari seberang sana,
    ”Halo bu, saya Jimmy, maaf cuma mau tanya apa betul rumah di kelapa gading blok xxx no xx disewakan?” Tnayku lagi dgn seksama.

    Vera mengatur waktu janjian dgnku utk melihat kondisi rumah itu keesokan hari jam tiga sore. Maklum karena kerjaanku lumayan banyak aq sengaja mengatur waktu ketemuanku pas sore hari dgn tujuan setelah itu langsung pulang kerumah lebih awal.

    Keesokan harinya jam 14.15 handpone ku berdering, setelah kulihat ternyata nomor Vera yang menghubungiku.

    “Sore Ko Jimmy, dgn Vera nih, cuma mastiin aja apa nanti jadi ke lokasi rumah yang kemarin ko?” Tanya Vera dgn sedikit iba,
    ”Oh tentu saja jadi bu Vera, tp nanti aja jam 3an karena sekarang aq lagi sibuk” jawabku sekenanya.
    “O ya udah nanti Vera jam 3an langsung ke lokasi ya ko, nanti kita langsung ketemuan disana aja, kebetulan Vera lagi di daerah cengkareng lagi kena macet, sepertinya jam 3 bisa tiba disana. sesaat setelah aq menutup pembicaraan singkatku dgn Vera, timbul pikiran kotorku membayangkan Vera seorang cewek yang seksi, cantik dan bisa bawa mobil sendiri. Wah pasti bukan sembarangan marketing nih pikirku. Ah bodo amat, aq kan mau cari rumah kontrakan bukan cari cewek batinku lagi.

    Dibalut dgn rasa yang sedikit penasaran, jam 14.50 kuputuskan utk menuju lokasi yang telah kami janjikan sebelumnya, ternyata Vera belum ada di loksi. Aq terlalu cepat tanpanya, akhirnya kuputuskan utk tetap menunggu didalam mobilku sambil mendengarkan musik kesukaan dari mobilku. Pukul 15.20 sebuah mobil berwarna merah parker disebelah mobilku, sesaat kemudian keluar lah seorang cewek yang membuatku terkejut, Vera ternyata seorang wanita yang cantik, dan memiliki kulit yang putih bersih dan rambut yang panjang dibiarkan terurai.

    Vera mengenakan blazer hitam, berpadu dgn tanktop warna biru muda, dan rok pendek hitam yang begitu ketat, Aq tak sanggup menahan rasa kagumku, sampai aq tdk tau kalau Vera melihat kearah mobilku sambil tersenyum.

    “Ko Jimmy ya, udah lama nyampenya?”
    “mm, nggak baru aja kok bu” jawabku sedikit gugup.
    “jangan panggil ibu deh, Vera ngerasa tua banget ko, panggil Vera aja” katanya dgn logat manja nya Buset, mimpi apa ya aq hari ini?

    Panjang lebar Vera menjelaskan detail rumah yang mau kukontrakan, tp pikiranku sdh tdk konsentrasi lagi terhadap pembicaraannya, yang terlintas di otakku hanyalah bayangan akan tubuh seksi Vera yang ditopang buah dadanya 36c sepertinya. Betisnya yang jenjang dan putih dan rambutnya yang rebonding agak di warnai ungu, membuat tititku tak tahan seperti mau berontak mencari lawan tanding..

    Setelah berada di dlm teras rumah yang cukup besar itu, Vera menutup pintu pagar rumah itu, biar ngga ada yang datang katanya. soalnya sering ada orang minta sumbangan yang nggak jelas. kemudian Vera tampak sedang memunguti selebaran kertas yang disebarkan oleh tukang renovasi, billing listrik dan air.

    “maaf ko agak berantakan nih” katanya sambil sedikit menunduk sehingga aq dgn jelas dapat melihat belahan buah dada Vera yang padat dan sintal. tanpa dikomando aq ikut membantu Vera memunguti kertas-kertas yang berserakn itu sehingga dgn jelas kali ini aq bisa melihat paha Vera yang mulus, wah putih banget, selama ini teman cewek yang pernah kuajak kencan tdk seperti Vera, kali ini pikiranku semakin kacau. Setan seakan-akan mulai merasuki akal sehatku. “ko, kok diem aja sih?” perkataan Vera membuyarkan lamunanku.
    “eh nggak koq Ver, aq lg agak pusing mikirin kerjaan kantor” ujarku berbohong.

    Sesaat kemudian kami sdh berada di dlm rumah yang terdiri dari 2 lantai yang udah lengkap dgn perabotannya,

    ”rumah ini sdh lengkap dgn furniture-nya jadi koko nggak perlu lagi repot cari perabotan, apalagi kalau mau nikah kan tinggal bawa istrinya aja kesini” perkataan Vera sedikit memancing nih pikirku.
    “ah,boro-boro pikir nikah, pacar aja aq belom ada” jawabku.
    “oyah, masa sih ko blom ada pacar, nggak mungkin bangt deh. pacar belom ada istri dimana-mana ya gak” jawab Vera dgn pandangan penuh gairah.
    “bisa aja lu Ver” jawabku.

    Sesaat kemudian kami sdh berada di lantai 2 rumah itu, gede jg kamar utamanya, layaknya fasilitas hotel berbintang, ada bath tube dan shower jg,

    ”system penataan lampunya jg bagus, bisa membuat suasana tambah romntis” ujar Vera sambil menatapku penuh arti.

    Kubalas tatapan matanya, kulihat Vera sedikit memalingkan wajahnya.

    “Ver,kamu uda punya pacar belum sih”,
    ”emang kenapa ko? “ sesaat kulihat mata Vera berkaca-kaca sepertinya ia menangis,
    ”Ver kamu kenapa?koq nangis sih aq Tanya begitu?” Vera duduk di tepian ranjang kamar sambil mengusap matanya dgn tissue,

    kemudian kutemani dia duduk berdua, dan Vera pun mulai menceritakan kalau dia sebenarnya udah punya pacar dan akan segera menikah beberapa bulan kemudian, tetapi ternyata cowoknya adalah seorang pengedar narkoba, yang baru aja tertangkap polisi dua bulan yang lalu. Nah hingga saat ini dia memutuskan utk melupakan mantan cowoknya itu walaupun dia sdh pernah ngesex dgn cowoknya.

    “ko,Vera boleh jujur nggak ke ko Jimmy?” pertanyaan Vera membuatku sedikit bingung, apa lagi maunya anak ini? “jujur aja Vera selama ini kesepian, semenjak cowok Vera nggak ada, Vera merasa ga punya siapa-siapa,teman curhat sekalipun teman yang bisa bahagiain Vera.” Vera pun merapat kearahku, tangannya memegang pundakku,
    ”Vera suka sama ko Jimmy, dari awal Vera uda ngrasain kalau kita mungkin jodoh” Kesempatan itu tak kusia-siakan, dgn tatapan penuh kasih sayang bercampur nafsu ku peluk Vera, nafasnya memburu membuat irama jantungku berdetak bertambah cepat.
    “sama Ver, aq jg dari awal udah suka sama kamu, kamu mau kan sama aq?”

    Vera mengangguk dgn pandangan yang sayu tanda ia jg suka sama aq. Ntah dari mana semua terjadi begitu cepat,kami saling ciuman mesra,tanganku memegang pinggang Vera dan dia bergelayut di leherku,kami ciuman sekitar 10 menit,nafasnya semakin memburu.

    ”Ver,aq buka ya bajumu?” Vera tak menjawab,langsung kubuka blazernya,menyisakan tanktop birunya,wuih seksi sekali Vera, rambutnya yang harum membuai angan-anganku jauh ke langit ketujuh. buah dadanya yang besar tanpa padat menantang, langsung kubuka tanktop dan BH nya, Vera telanjang dada di depanku. yang kulihat hanyalah ciptaaan Tuhan yang sempurna, buah dada Vera memang padat dan putih, putingnya kecil, seperti ABG.

    Kuciumi sekujur tubuhnya dgn penuh nafsu, perut, leher, dadanya dan tak lupa buah dadanya yang harum.

    “oohhh.. ko, Vera sayang sama koko”
    “Vera mau koko berikan Vera cinta” kubuka rok Vera, tampak celana dalamnya bewarna putih tanpa basah, perlahan-lahan jariku bermain di lipatan vagina Vera. ia menggelinjang keenakan,
    ”terus ko, Vera sayang ama koko” kubuka bajuku, sekarang kami sama-sama tinggal mengenakan celana dlm.kulihat Vera melihat kontolku yang uda mencuat tampak dibalik celana dlmku.
    “wah besar banget” kata Vera membuatku bangga”

    Perlahan-lahan kulorotkan celana dlm Vera, vaginanya yang udah basah oleh cairan kenikmatan Vera, kontolku udah ga sabar mau merasakan lubang kenikmatan Vera. kuambil posisi missionary, tampak Vera menutup mulutnya dgn tangannya.

    ”tenang Ver, semuanya akan baik-baik aja okee” Vera mengangguk, perlahan-lahan kontolku berusaha masuk ke dlm lubang kenikmatan Vera, karena Vera uda terangsang hebat, tdk sulit bagiku utk penetrasi, Vera merintih kesakitan ketika kontolku mulai menusuk ke dlm lubang memeknya. Zleeeppp…arrgghhh..

    Memek Vera walaupun sdh basah oleh cairan, masih saja terasa rapet, mungkin dia belum lama mengenal sex, jadi bisa dibilang belum banyak pengalaman, dilihat dari permainan sexnya aq yang aktif, dia pasif aja.

    Setelah kontolku masuk semua, kucoba utk mengocok dgn perlahan-lahan, Vera mengelinjang menahan kenikmatan “ mmmpphhhh… oohhh.. ssshhhhh…” desahan Vera membuatku semakin bernafsu utk mengocoknya lebih cepat.

    “plakk..plakk..plakk..” bunyi yang indah terdengar disaat kedua senjata kami saling beradu, Vera begitu menikmati kocokanku. Sampai akhirnya ia mendapat orgasmenya yang pertama

    “ oooohhh…oooohhh…ko……….. Verlly nyampee… “

    kurasakan Vera bergetar hebat, sambil mencengkram lenganku dgn kencang, kurasakan jg denyutan memeknya memijit setiap senti dari kontolku, terus aja ku kocok Vera, sehingga dia kelojotan menahan surge yang baru dirasakan”

    Sepuluh menit berlalu, kuajak Vera posisi WO,

    ”koko belum ya” tanya Vera kepadaq.
    “belum Ver, mungkin bentar lagi”
    “bagus deh,Vera pengen sekali lagi rasain kenikmatan dari koko” kata Vera membuatku semakin bergairah.

    Vera mengambil posisi diatasku, ia meringis menahan sakit dan nikmat ketika kontolku kembali menusuk ke dlm memeknya, buah dada yang bulat tampak naik turun menambah indahnya persetubuhan kami, kemudian Vera memelukku, membuat aq semakin mempercepat kocokan kontolku di memek Vera. tanganku memeluk pinggangnya dan Vera memeluk kepalaku, kali ini aq mulai merasakan cairan kenikmatanku mulai bergerak ke ujung kontolku.

    ”Ver, aq uda mau nyampe nih..oooogghhhhh..”
    “sama ko Vera jg, koko cepetin, Vera jg uda mulai nggak tahan nich” sejurus kemudian kupercepat pompaan kontolku, kulihat Vera menceracau tak karuan, oooorrggggg….uuucchhhh… ooohhhh… yeah… ooohhh….” lima belas menit akhirnya aq tak bisa membendung pertahananku. sepertinya akan jebol,
    ”Verl aq mau nyampeee…”
    “didalem aja yak ko,Vera mau ngrasain air kenikmatan koko”
    “Verlllllll…………….. ooooggghhhhhhh……………….”
    “aaagggghhhhhh…………….koko……….. Vera juuugaa……..ko….. ooocchh…ooocchh…”
    “Creeettt…….Creeettt… Creeettt… Creeettt….” Akhirnya mataq terasa gelap,tak bisa kulukiskan bagaimana rasanya saat itu, yang kulihat Vera ambruk diatas tubuhku, sejam kami tiduran dgn posisi Vera diatasku,

    Kurasakan cairan kenikmatan kami berdua meleleh keluar dari lubang memeknya.

    “Verl aq cinta kamu” Vera hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya. kulihat keringat membasahi seluruh tubuhnya.

    Tepat jam 7 malam kami berdua meninggalkan rumah itu, rumah yang menjadi saksi bisu cinta terlarang aq dan Vera, kenangan itu tdk akan kulupakan seumur hidupku.

    Vera masih kerja di broker itu dan kami sering meluangkan waktu utk bertemu kadang di apartemennya, kadang jg liburan kami keluar kota bareng demi menuntaskan hasrat birahi kami.

  • Cerita Panas ML Dengan Pacarku dan Ibunya

    Cerita Panas ML Dengan Pacarku dan Ibunya


    112 views

    Cerita Panas ML Dengan Pacarku dan Ibunya

    Nadia, seorang wanita tetangga kami yang telah berumur jauh lebih tua. Saya dibesarkan didalam keluarga yang sangat taat dalam agama. Saya sebelumnya belum pernah terekspos terhadap hubungan laki-laki dan perempuan. Pengetahuan saya mengenai hal-hal persetubuhan hanyalah sebatas apa yang saya baca didalam cerita-cerita porno ketikan yang beredar di sekolah ketika saya duduk di bangku SMP.

    Pada masa itu belum banyak kesempatan bagi anak lelaki seperti saya walaupun melihat tubuh wanita bugil sekalipun. Anak-anak lelaki masa ini mungkin susah membayangkan bahwa anak seperti saya cukup melihat gambar-gambar di buku mode-blad punya kakak saya seperti Lana Lobell, dimana terdapat gambar-gambar bintang film seperti Ginger Roberts, Jayne Mansfield, yang memperagakan pakaian dalam, ini saja sudah cukup membuat kita terangsang dan melakukan masturbasi beberapa kali.

    Bisalah dibayangkan bagaimana menggebu-gebunya gairah dan nafsu saya ketika diberi kesempatan untuk secara nyata bukan saja hanya bisa melihat tubuh bugil wanita seperti Nadia, tetapi bisa mengalami kenikmatan bersanggama dengan wanita sungguhan, tanpa memperdulikan apakah wanita itu jauh lebih tua. Dengan hanya memandang tubuh Nadia yang begitu mulus dan putih saja sucah cukup sebetulnya untuk menjadi bahan imajinasi saya untuk bermasturbasi, apalagi dengan secara nyata-nyata bisa merasakan hangatnya dan mulusnya tubuhnya. Apalagi betul-betul melihat kemaluannya yang mulus tanpa jembut. Bisa mencium dan mengendus bau kemaluannya yang begitu menggairahkan yang kadang-kadang masih berbau sedikit amis kencing perempuan dan yang paling hebat lagi buat saya adalah bisanya saya menjilat dan mengemut kemaluannya dan kelentitnya yang seharusnyalah masih merupakan buah larangan yang penuh rahasia buat saya.

    Mungkin pengalaman dini inilah yang membuat saya menjadi sangat menikmati apa yang disebut cunnilingus, atau mempermainkan kemaluan wanita dengan mulut. Sampai sekarangpun saya sangat menikmati mempermainkan kemaluan wanita, mulai dari memandang, lalu mencium aroma khasnya, lalu mempermainkan dan menggigit bibir luarnya (labia majora), lalu melumati bagian dalamnya dengan lidah saya, lalu mengemut clitorisnya sampai si wanita minta-minta ampun kewalahan. Yang terakhir barulah saya memasukkan batang kemaluan saya kedalam liang sanggamanya yang sudah banjir.

    Setelah kesempatan saya dan Nadia untuk bermain cinta (saya tidak tahu apakah itu bisa disebut bermain cinta) yang pertama kali itu, maka kami menjadi semakin berani dan Nadia dengan bebasnya akan datang kerumah saya hampir setiap hari, paling sedikit 3 kali seminggu. Apabila dia datang, dia akan langsung masuk kedalam kamar tidur saya, dan tidak lama kemudian sayapun segera menyusul.

    Biasanya dia selalu mengenakan daster yang longgar yang bisa ditanggalkan dengan sangat gampang, hanya tarik saja keatas melalui kepalanya, dan biasanya dia duduk dipinggiran tempat tidur saya. Saya biasanya langsung menerkam pNadiadaranya yang sudah agak kendor tetapi sangat bersih dan mulus. Pentilnya dilingkari bundaran yang kemerah-merahan dan pentilnya sendiri agak besar menurut penilaian saya. Nadia sangat suka apabila saya mengemut pentil susunya yang menjadi tegang dan memerah, dan bisa dipastikan bahwa kemaluannya segera menjadi becek apabila saya sudah mulai ngenyot-ngenyot pentilnya.

    Mungkin saking tegangnya saya didalam melakukan sesuatu yang terlarang, pada permulaannya kami mulai bersanggama, saya sangat cepat sekali mencapai klimaks. Untunglah Nadia selalu menyuruh saya untuk menjilat-jilat dan menyedot-nyedot kemaluannya lebih dulu sehingga biasanya dia sudah orgasme duluan sampai dua atau tiga kali sebelum saya memasukkan penis saya kedalam liang peranakannya, dan setelah saya pompa hanya beberapa kali saja maka saya seringkali langsung menyemprotkan mani saya kedalam vaginanya. Barulah untuk ronde kedua saya bisa menahan lebih lama untuk tidak ejakulasi dan Nadia bisa menyusul dengan orgasmenya sehingga saya bisa merasakan empot-empotan vaginanya yang seakan-akan menyedot penis saya lebih dalam kedalam sorga dunia.

    Nadia juga sangat doyan mengemut-ngemut penis saya yang masih belum bertumbuh secara maksimum. Saya tidak disunat dan Nadia sangat sering menggoda saya dengan menertawakan “kulup” saya, dan setelah beberapa minggu Nadia kemudian berhasil menarik seluruh kulit kulup saya sehingga topi baja saya bisa muncul seluruhnya. Saya masih ingat bagaimana dia berusaha menarik-narik atau mengupas kulup saya sampai terasa sakit, lalu dia akan mengobatinya dengan mengemutnya dengan lembut sampai sakitnya hilang. Setelah itu dia seperti memperolah permainan baru dengan mempermainkan lidahnya disekeliling leher penis saya sampai saya merasa begitu kegelian dan kadang-kadang sampai saya tidak kuat menahannya dan mani saya tumpah dan muncrat ke hidung dan matanya.

    Kadang-kadang Nadia juga minta “main” walaupun dia sedang mens. Walaupun dia berusaha mencuci vaginanya lebih dulu, saya tidak pernah mau mencium vaginanya karena saya perhatikan bau-nya tidak menyenangkan. Paling-paling saya hanya memasukkan penis saja kedalam vaginanya yang terasa banjir dan becek karena darah mensnya. Terus terang, saya tidak begitu menikmatinya dan biasanya saya cepat sekali ejakulasi. Apabila saya mencabut kemaluan saya dari vagina Nadia, saya bisa melihat cairan darah mensnya yang bercampur dengan mani saya. Kadang-kadang saya merasa jijik melihatnya.

    Satu hari, kami sedang asyik-asyiknya menikmati sanggama, dimana kami berdua sedang telanjang bugil dan Nadia sedang berada didalam posisi diatas menunggangi saya. Dia menaruh tiga buah bantal untuk menopang kepala saya sehingga saya bisa mengisap-isap pNadiadaranya sementara dia menggilas kemaluan saya dengan dengan kemaluannya. Pinggulnya naik turun dengan irama yang teratur. Kami rileks saja karena sudah begitu seringnya kami bersanggama. Dan pasangan suami isteri yang tadinya menyewa kamar dikamar sebelah, sudah pindah kerumah kontrakan mereka yang baru.

    Saya sudah ejakulasi sekali dan air mani saya sudah bercampur dengan jus dari kemaluannya yang selalu membanjir. Lalu tiba-tiba, pada saat dia mengalami klimaks dan dia mengerang-erang sambil menekan saya dengan pinggulnya, anak perempuannya yang bernama Linda ternyata sedang berdiri dipintu kamar tidur saya dan berkata, “Ibu main kancitan, iya..?” (kancitan = ngentot, bahasa Solo)

    Saya sangat kaget dan tidak tahu harus berbuat bagaimana tetapi karena sedang dipuncak klimaksnya, Nadia diam saja terlentang diatas tubuh saya. Saya melirik dan melihat Linda datang mendekat ketempat tidur, matanya tertuju kebagian tubuh kami dimana penis saya sedang bersatu dengan dengan kemaluan ibunya. Lalu dia duduk di pinggiran tempat tidur dengan mata melotot.

    “Hayo, ibu main kancitan,” katanya lagi.

    Lalu pelan-pelan Nadia menggulingkan tubuhnya dan berbaring disamping saya tanpa berusaha menutupi kebugilannya. Saya mengambil satu bantal dan menutupi perut dan kemaluan saya .

    “Linda, Linda. Kamu ngapain sih disini?” kata Nadia lemas.

    “Linda pulang sekolah agak pagi dan Linda cari-cari Ibu dirumah, tahunya lagi kancitan sama Bang Johan,” kata Linda tanpa melepaskan matanya dari arah kemaluan saya. Saya merasa sangat malu tetapi juga heran melihat Nadia tenang-tenang saja.

    “Linda juga mau kancitan,” kata Linda tiba-tiba.

    “E-eh, Linda masih kecil..” kata ibunya sambil berusaha duduk dan mulai mengenakan dasternya.

    “Linda mau kancitan, kalau nggak nanti Linda bilangin Abah.”

    “Jangan Linda, jangan bilangin Abah.., kata Nadia membujuk.

    “Linda mau kancitan,” Linda membandel. “Kalo nggak nanti Linda bilangin Abah..”

    “Iya udah, diam. Sini, biar Johan ngancitin Linda.” Nadia berkata.

    Saya hampir tidak percaya akan apa yang saya dengar. Jantung saya berdegup-degup seperti alu menumbuk. Saya sudah sering melihat Linda bermain-main di pekarangan rumahnya dan menurut saya dia hanyalah seorang anak yang masih begitu kecil. Dari mana dia mengerti tentang “main kancitan” segala?

    Nadia mengambil bantal yang sedang menutupi kemaluan saya dan tangannya mengelus-ngelus penis saya yang masih basah dan sudah mulai berdiri kembali.

    “Sini, biar Linda lihat.” Nadia mengupas kulit kulup saya untuk menunjukkan kepala penis saya kepada Linda. Linda datang mendekat dan tangannya ikut meremas-remas penis saya. Aduh maak, saya berteriak dalam hati. Bagaimana ini kejadiannya? Tetapi saya diam saja karena betul-betul bingung dan tidak tahu harus melakukan apa.

    Tempat tidur saya cukup besar dan Nadia kemudian menyutuh Linda untuk membuka baju sekolahnya dan telentang di tempat tidur didekat saya. Saya duduk dikasur dan melihat tubuh Linda yang masih begitu remaja. PNadiadaranya masih belum berbentuk, hampir rata tetapi sudah agak membenjol. Putingnya masih belum keluar, malahan sepertinya masuk kedalam. Nadia kemudian merosot celana dalam Linda dan saya melihat kemaluan Linda yang sangat mulus, seperti kemaluan ibunya. Belum ada bibir luar, hanya garis lurus saja, dan diantara garis lurus itu saya melihat itilnya yang seperti mengintip dari sela-sela garis kemaluannya. Linda merapatkan pahanya dan matanya menatap kearah ibunya seperti menunggu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

    Saya mengelus-elus bukit venus Linda yang agak menggembung lalu saya coba merenggangkan pahanya. Dengan agak enggan, Linda menurut, dan saya berlutut di antara kedua pahanya dan membungkuk untuk mencium selangkangan Linda.

    “Ibu, Linda malu ah..” kata Linda sambil berusaha menutup kemaluannya dengan kedua tangannya.

    “Ayo, Linda mau kancitan, ndak?” kata Nadia.

    Saya mengendus kemaluan Linda dan baunya sangat tajam.

    “Uh, mambu pesing.” Saya berkata dengan agak jijik. Saya juga melihat adanya “keju” yang keputih-putihan diantara celah-celah bibir kemaluan Linda.

    “Tunggu sebentar,” kata Nadia yang lalu pergi keluar kamar tidur. Saya menunggu sambil mempermainkan bibir kemaluan Linda dengan jari-jari saya. Linda mulai membuka pahanya makin lebar.

    Sebentar kemudian Nadia datang membawa satu baskom air dan satu handuk kecil. Dia pun mulai mencuci kemaluan Linda dengan handuk kecil itu dan saya perhatikan kemaluan Linda mulai memerah karena digosok-gosok Nadia dengan handuk tadi. Setelah selesai, saya kembali membongkok untuk mencium kemaluan Linda. Baunya tidak lagi setajam sebelumnya dan sayapun menghirup aroma kemaluan Linda yang hanya berbau amis sedikit saja. Saya mulai membuka celah-celah kemaluannya dengan menggunakan lidah saya dan Linda-pun merenggangkan pahanya semakin lebar. Saya sekarang bisa melihat bagian dalam kemaluannya dengan sangat jelas. Bagian samping kemaluan Linda kelihatan sangat lembut ketika saya membuka belahan bibirnya dengan jari-jari saya, kelihatanlah bagian dalamnya yang sangat merah.

    Saya isap-isap kemaluannya dan terasa agak asin dan ketika saya mempermainkan kelentitnya dengan ujung lidah saya, Linda menggeliat-geliat sambil mengerang, “Ibu, aduuh geli, ibuu.., geli nian ibuu..”

    Saya kemudian bangkit dan mengarahkan kepala penis saya kearah belahan bibir kemaluan Linda dan tanpa melihat kemana masuknya, saya dorong pelan-pelan.

    “Aduh, sakit bu..,” Linda hampir menjerit.

    “Johan, pelan-pelan masuknya.” Kata Nadia sambil mengelus-elus bukit Linda.

    Saya coba lagi mendorong, dan Linda menggigit bibirnya kesakitan.

    “Sakit, ibu.”

    Nadia bangkit kembali dan berkata,”Johan tunggu sebentar,” lalu dia pergi keluar dari kamar.

    Saya tidak tahu kemana Nadia perginya dan sambil menunggu dia kembali sayapun berlutut didepan kemaluan Linda dan sambil memegang batang penis, saya mempermainkan kepalanya di clitoris Linda. Linda memegang kedua tangan saya erat-erat dengan kedua tangannya dan saya mulai lagi mendorong.

    Saya merasa kepala penis saya sudah mulai masuk tetapi rasanya sangat sempit. Saya sudah begitu terbiasa dengan lobang kemaluan Nadia yang longgar dan penis saya tidak pernah merasa kesulitan untuk masuk dengan mudah. Tetapi liang vagina Linda yang masih kecil itu terasa sangat ketat. Tiba-tiba Linda mendorong tubuh saya mundur sambil berteriak, “Aduuh..!” Rupanya tanpa saya sadari, saya sudah mendorong lebih dalam lagi dan Linda masih tetap kesakitan.

    Sebentar lagi Nadia datang dan dia memegang satu cangkir kecil yang berisi minyak kelapa. Dia mengolesi kepala penis saya dengan minyak itu dan kemudian dia juga melumasi kemaluan Linda. Kemudian dia memegang batang kemaluan saya dan menuntunnya pelan-pelan untuk memasuki liang vagina Linda. Terasa licin memang dan saya-pun bisa masuk sedikit demi sedikit. Linda meremas tangan saya sambil menggigit bibir, apakah karena menahan sakit atau merasakan enak, saya tidak tahu pasti.

    Saya melihat Linda menitikkan air mata tetapi saya meneruskan memasukkan batang penis saya pelan-pelan.

    “Cabut dulu,” kata Nadia tiba-tiba.

    Saya menarik penis saya keluar dari lobang kemaluan Linda. Saya bisa melihat lobangnya yang kecil dan merah seperti menganga. Nadia kembali melumasi penis saya dan kemaluan Linda dengan minyak kelapa, lalu menuntun penis saya lagi untuk masuk kedalam lobang Linda yang sedang menunggu. Saya dorong lagi dengan hati-hati, sampai semuanya terbenam didalam Linda. Aduh nikmatnya, karena lobang Linda betul-betul sangat hangat dan ketat, dan saya tidak bisa menahannya lalu saya tekan dalam-dalam dan air manikupun tumpah didalam liang kemaluan Linda. Linda yang masih kecil. Saya juga sebetulnya masih dibawah umur, tetapi pada saat itu kami berdua sedang merasakan bersanggama dengan disaksikan Nadia, ibunya sendiri.

    Linda belum tahu bagaimana caranya mengimbangi gerakan bersanggama dengan baik, dan dia diam saja menerima tumpahan air mani saya. Saya juga tidak melihat reaksi dari Linda yang menunjukkan apakah dia menikmatinya atau tidak. Saya merebahkan tubuh saya diatas tubuh Linda yang masih kurus dan kecil itu. Dia diam saja.

    Setelah beberapa menit, saya berguling kesamping dan merebahkan diri disamping Linda. Saya merasa sangat terkuras dan lemas. Tetapi rupanya Nadia sudah terangsang lagi setelah melihat saya menyetubuhi anaknya. Diapun menaiki wajah saya dan mendudukinya dan menggilingnya dengan vaginanya yang basah, dan didalam kami di posisi 69 itu diapun mengisap-ngisap penis saya yang sudah mulai lemas sehingga penis saya itu mulai menegang kembali.

    Wajah saya begitu dekat dengan anusnya dan saya bisa mencium sedikit bau anus yang baru cebok dan entah kenapa itu membuat saya sangat bergairah. Nafsu kami memang begitu menggebu-gebu, dan saya sedot dan jilat kemaluan Nadia sepuas-puasnya, sementara Linda menonton kami berdua tanpa mengucapkan sepatah katapun. Saya sudah mengenal kebiasaan Nadia dimana dia sering kentut kalau betul-betul sedang klimaks berat, dan saat itupun Nadia kentut beberapa kali diatas wajah saya. Saya sempat melihat lobang anusnya ber-getar ketika dia kentut, dan sayapun melepaskan semburan air mani saya yang ketiga kalinya hari itu didalam mulut Nadia. “Alangkah lemaknyoo..!” saya berteriak dalam hati.

    “Ugh, ibu kentut,” kata Linda tetapi Nadia hanya bisa mengeluarkan suara seperti seseorang yang sedang dicekik lehernya.

    Hanya sekali itu saja saya pernah menyetubuhi Linda. Ternyata dia masih belum cukup dewasa untuk mengetahui nikmatnya bersanggama. Dia masih anak kecil, dan pikirannya sebetulnya belum sampai kepada hal-hal seperti itu. Tetapi saya dan Nadia terus menikmati indahnya permainan bersanggama sampai dua atau tiga kali seminggu. Saya masih ingat bagaimana saya selalu merasa sangat lapar setelah setiap kali kami selesai bersanggama. Tadinya saya belum mengerti bahwa tubuh saya menuntut banyak gizi untuk menggantikan tenaga saya yang dikuras untuk melayani Nadia

  • Cerita Panas Pasrah

    Cerita Panas Pasrah


    14570 views

    Cerita Panas Pasrah

    Pada suatu hari, aku pulang sekolah agak malam yaitu sekitar pukul delapan, soalnya banyak tugas club yg harus dikerjakan dan besoknya harus dikumpulkan. Akhirnya malam itu aku bersama teman-temanku selesai mengerjakan tugas membuat web site club sepak bola di sekolahku.

    Ooo.. iya aku lupa berkenalan. Asalku Bandung, dan aku sekarang masih duduk dibangku kelas 1 SMU. Namaku Santi. Lalu aku menyerahkan flash disk itu kepada temenku (ketua kelompok) untuk diserahkan kepada guruku besoknya. Lalu setelah pulang, aku dan temenku berpencar, karena rumahku dekat, maka aku memilih untuk mengambil jalan pintas sebab aku jalan kaki.

    Pada saat aku melewati gang yg gelap, maka aku sepertinya dibius oleh seseorang. Setelah aku sadar, aku sudah berada di tempat tidur dan aku tdk tahu dimana aku sekarang. Yg kutahu sekarang aku berada dengan 3 orang laki-laki. Laki-laki itu membawa kamera dan handycam. Pada saat itu aku nggak tahu aku mau diapakan, dan kepalaku masih sangat pusing dan tubuhku lemas sekali. Lalu salah satu laki-laki itu mendatangiku dan melepas bajunya sampai telanjang bulat.

    Saat itu pula aku sadar kalau aku mau diperkosa. Lalu laki-laki itu ganti melucuti pakaianku satu persatu, sampe pada saat mau melepas BH dan CD-ku aku berusaha untuk melawan tetapi aku tdk bisa karena kepalaku masih sangat pusing dan tubuhku masih lemas. Lalu akhirnya pria itu berhasil melepas semua pakaian yg ada di tubuhku, dan akhirnya aku telanjang bulat.

    Dia lalu mulai meraba-raba seluruh lekuk tubuhku, aku melihat penisnya yg mulai membesar dan menegang, lalu penisnya digesek-gesekkan ke kaki, perut dan payudaraku. Entah kenapa tubuhku merasa geli dan payudaraku merasa mengeras.

    Setelah puas meraba-raba tubuhku yg telanjang bulat, lalu dia mulai memasang semacam alat. Dia berkata kepada temannya,

    “Ambilkan aku alat kondom”. Dan ternyata aku baru sadar bahwa tujuannya berikutnya adalah di vaginaku. Dan aku baru sadar pula bahwa sejak tadi aku telah direkam oleh HandyCam dan oleh kamera foto.

    Lalu orang itu memasang alat kontrasepsi tersebut ke penisnya yg tegang. Dan seketika itu juga vaginaku dimasuki oleh penisnya bagaikan pesawat roket yg meluncur ke lubang kecil. Pada saat pertama kalinya penisnya masuk ke vaginaku, vaginaku terasa sakit, tetapi setelah beberapa menit berlalu vaginaku terasa nikmat dan geli.

    Orang itu memompa terus penisnya ke vaginaku, dan akhirnya vaginaku mengeluarkan cairan putih kental, dan sedikit darah, aku tahu mungkin vaginaku sudah berlobang karena dimasuki oleh roket yg ditembakkannya padaku. Seketika itu juga badanku terasa lebih lemas, dan baru pertama kalinya dalam hidupku ada perasaan yg bercampur aduk semacam ini.

    Aku semakin meronta dan mendesah, “Ahh.. ahh.. ahh”, tetapi dia belum puas dan terus menciumiku dan meraba-raba payudaraku yg mengeras. Setelah beberapa menit berlalu aku sampai tdk bisa apa-apa karena tubuhku sudah tdk bisa digerakkan karena terlalu lemasnya. Setelah sekitar satu jam dia meniduriku, dia kelihatannya sudah puas dan memberi aku waktu untuk bernafas.

    Dia memberiku istirahat selama kurang lebih dua jam, setelah sadar aku melihat pria yg satunya lagi membuka bajunya sampai telanjang bulat. Aku takut sekali jangan-jangan mereka bertiga akan memperkosaku bergantian.

    Tetapi ketakutanku ini menjadi kenyataan, pria yg kedua itu kembali meniduriku dan meraba-raba tubuhku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dia juga membawa bulu sulak, dan mengesek-gesekkan bulu itu ke kakiku dan setelah itu ke payudaraku dan setelah itu baru ke vaginaku.

    Aku merasa geli luar biasa di dalam hidupku. Setelah puas bermain-main dengan tubuhku, maka ia mulai memasukkan roketnya ke dalam vaginaku, dan ini roket dari jenis yg ke 2 yg masuk ke dalam vaginaku. Setelah itu dia memompa dengan sekuat tenaga sampai keluar cairan lagi dan tubuhku kembali lemas, dia meniduriku selama kurang lebih satu jam dengan posisi tubuh tengkurap.

    Setelah itu aku diberi waktu istirahat kembali kurang lebih 1 jam. Setelah ini aku berfikir bahwa orang ketiga ini akan memperkosaku seperti yg lainnya, dan aku akan pasrah. Dan benar, dia kemudian memompa penis yg sudah dilengkapi dengan alat kontrasepsi. Tetapi orang ini liar sekali. Dia ini lain dari kedua temannya yg membuat aku nikmat. Dia ini memompa penisnya dengan liar dan dengan sekuat tenaga, dia mengabaikan rontaanku dan desahanku yg semakin keras suaranya.

    Dia menikmati tubuhku selama kurang lebih 2 jam. Dan entah rasanya ini apa, tetapi aku sangat mengantuk atau aku sedang pingsan aku tdk tahu. Setelah aku bangun, kamar ini dalam keadaan kosong, dan aku melihat tubuhku sendiri yg masih dalam keadaan telanjang bulat dan dengan penuh cairan-cairan kental.

    Lalu aku berniat bangun dari tempat tidur itu, tetapi aku mengalami kesulitan karena tubuhku masih lemas karena telah diperkosa oleh 3 orang secara bergantian. Tetapi aku berusaha kembali dengan sekuat tenagaku untuk bangun, dan aku mencari pakaian seragamku yg kupakai tadi malam. Tetapi seragam itu sudah tdk ada.

    Lalu aku berjalan ke pintu keluar, dan aku terkejut karena rumah ini begitu besar. Dengan tubuh yg telanjang maka aku menuju ke suatu ruangan, mungkin ini adalah ruang tamu, dan aku mendengar seseorang telah menelepon seseorang.

    Katanya,

    “Ya, aku telah menikmati tubuh gadis itu, kalau kamu tdk percaya aku dapat memperlihatkan rekaman kejadian yg nikmat semalam kepada kamu, dia lumayan cantik dan rasanya nikmat sekali, tubuhnya putih sekali, lebih putih di luar dugaanku kalau kamu mau mencoba, kamu boleh datang ke rumahku. Apa? Minggu depan? Tdk usah kuatir itu bisa diatur. Sekarang kamu kalah dan aku beri waktu sampai nanti sore untuk memberikan uangnya kepadaku”.

    Aku baru sadar bahwa aku adalah barang taruhan, dan jika dia berhasil menikmati tubuhku maka di menang. Lalu aku memberanikan diri untuk mengintip ruangan itu dan aku melihat pakaianku di dekatnya. Maka aku menemuinya dan memintanya, tetapi dia berkata, “Baik ini ambil pakaianmu, tetapi CD, kaos dalam, dan BH mu aku bawa untuk kenang kenangan.

    Jangan mencoba untuk melaporkan kejadian ini ke polisi, kalau kamu tdk ingin tahu semua temanmu tahu akan hal ini. Kalau kamu kusuruh datang ke sini, maka kamu harusa datang, jika kamu menolak, maka aku akan menyebarkan rekaman dan foto-foto itu kepada seluruh teman-temanmu. Aku sudah membuat surat palsu bahwa kamu tdk masuk ke sekolah hari ini karena sedang sakit.

    Setiap jam istirahat pertama kamu harus menemui aku di kelasku, di 3 IPA 2, dan kamu setiap sekolah jangan memakai CD dan BH, terutama pada saat olahraga. Kalau kamu tdk menaati peraturan ini, kamu akan kukimkan ke tempat pelacuran selama semalam”.

    Aku menyetujuinya, dan setelah itu dia memberikan pakaianku. Aku merasa deg-degan dan payudaraku kembali mengeras karena aku telanjang bulat di depan seorang laki-laki. Lalu aku memakai pakaian OSIS, dan rasanya aneh sekali, rasanya seperti tdk memakai pakaian sebab payudaraku masih agak terlihat transparan, dan aku tdk memakai CD.

    Setelah itu aku pulang dengan taksi, dan aku berusaha menutupi payudaraku yg besar dengan lengan tanganku supaya tdk dilihat oleh supir taksi itu. Tetapi payudaraku masih terasa keras dan tegang sehingga putingnya masih dapat terlihat walaupun transparan. Aku sampai di rumah sekitar jam 10-an, dan aku tahu bahwa ayah dan ibuku sedang kerja dan tdk ada di rumah. Lalu pembantuku membukakan pintu, tetapi aku masih berusaha menutupi payudaraku agar tdk terlihat.

    Setelah masuk ke dalam rumah, maka aku langsung ke kamar, lalu mandi dan ganti baju. Aku berusaha mencari alasan jika ditanya oleh ayahku mengapa aku kemarin tdk pulang. Akhirnya aku mendapatkan alasan yg tepat. Aku khan sering pergi ke rumah saudaraku di dekat sekolahku dan kadan-kadang tanpa izin terlebih dulu. Lalu aku tidur sampai sore, dan ayahku pulang, lalu aku bilang kepada ayahku bahwa aku kemarin tdk pulang ke rumah karena sudah terlalu malam dan aku menginap ke rumah saudara.

    Setelah besoknya aku sekolah maka sesuai persetujuan, aku tdk memakai BH dan CD untuk ke sekolah, dan aku hanya memakai kaos dalam dan seragam pramuka. Sesampai di sekolah aku merasa asing dan malu jangan-jangan ada yg tahu kalau aku diperkosa. Tetapi aku berusaha PD, dan tdk memikirkan kejadian itu, tetapi aku tdk bisa, bahkan di dalam pelajaran pun aku tetap memikirkan kejadian semalam.

    Setelah istirahat pertama, maka aku mencari kelas 3 IPA 2, dan aku tahu bahwa mereka bertiga adalah teman sekelas. Lalu mereka pura-pura baik padaku, dan akhirnya aku tahu nama-nama mereka satu per-satu. Yg memperkosaku pertama kali bernama Andi, yg kedua bernama Erick, yg ketiga bernama Deni.

    Lalu Andi memperkenalkan aku kepada teman-teman sekelasnya seolah-olah aku ini adalah pacarnya. Mereka lalu mengatakan bahwa mereka mengincar aku sejak lama, dan sejak aku bertugas sebagai pengibar bendera, maka mereka melihat ada murid baru yg cantik dan bodynya bangkok, dengan payudara yg besar pula untuk gadis seumuranku.

    Lalu setelah ia tahu bahwa aku akan pulang malam pada saat itu, maka mereka merencanakan niat itu. Lalu aku dipaksa duduk di sebelahnya dan memasukkan tangannya ke dalam rokku untuk memastikan bahwa aku tdk memakai CD. Ternyata tdk cuma itu saja dia terus-terusan meraba-raba Vaginaku sehingga terasa geli dan akhirnya Payudaraku mengeras lagi. Lalu Andi membuat jadual aku harus disuruh ke rumahnya hari selasa, kamis, dan sabtu.

    Kalau selasa untuk Erik, kalau Kamis untuk Deni, dan kalau sabtu untuk Andi. Dan Andi bilang kalau besok sabtu aku akan dijemput, pacaran dulu baru buka-bukaan. Aku tahu bahwa mereka itu cuma ingin menikmati tubuhku dan nggak akan membuat telanjang. Pada saat berhubungan bersama Andi aku terkejut mengapa Andi nggak pake kondom? Lalu aku sangat takut klo aku bakal hamil, dan ternyata Andi memompa penisnya di bawah payudaraku, di atasnya perut, dan tubuhku penuh dengan cairan lengket.

    Lalu Andi mengambil kondomnya dan memasangnya, lalu memompanya di dalam Vaginaku sampai Pagi. Aku juga merasa hubungan itu hubungan yg nikmat dan enak, membuat tubuh terasa geli. Dan aku sekarang tahu banyak dari pengalaman sex bersama mereka. Dan aku diajari bermacam-macam gaya, seperti gaya 69. Setelah nanti keluar cairan pasti tubuh ini akan lemas sedikit, tetapi akan merasa nikmat.

    Pernah juga aku diolok-olok sama teman sekelas gara-gara aku nggak pake BH saat olahraga. Pada saat itu olahraga sedang latihan lari, dan temanku melihat dan memperhatikan bahwa payudaraku terlihat bergoyg kencang sekali dan terlihat besar.

    Maka mereka bertanya kepadaku,

    “San, kamu nggak pake BH ya?”. Aku berbohong dan menjawab,
    “Pake koq”. Karena teman-temanku banyak yg nakal, setelah gurunya pergi lalu mereka bersama-sama memegangi tubuhku dan lainnya membuka bajuku untuk membuktikan bahwa aku nggak pake BH. Lalu kaos olahragaku dibuka dan mereka melihat bahwa aku benar-benar tdk pake BH.

    Lalu teman-teman pada mengejekku dan menertawakanku. Lalu aku cepat-cepat menutupi payudaraku dan dalam pikiranku adalah menunggu mereka pergi dulu baru memakai kaos lagi. Tetapi si Susan tdk puas dan dia menghasut teman-teman begini katanya, “Jangan-jangan dia juga nggak pake CD, kita lepas celananya aja yuk.” Lalu mereka kembali memegangi tubuhku dan melempar kaos yg sedang kupegang ke lapangan, dan si Susan langsung melepas celanaku dan melempar celanaku ke tengah lapangan.

    Pada saat itu aku merasa malu yg luar biasa selama hidupku. Aku pada saat itu telanjang bulat di hadapan teman-teman sekelasku. Dan mereka pada tertawa, mereka malah menggodaku dengan membawa lari kaos dan celanaku. Dan aku mengejar mereka dengan tubuh tanpa busana di lapangan basket sekolahku. Lalu rasanya aku hampir menangis. Dan setelah puas menggoda aku, maka si Dewi mengembalikan baju dan celana kepadaku.

    Ini pengalaman pertamaku lari bugil di lapangan dan dilihat banyak orang. Aku malu sekali, karena vaginaku sudah berbulu dan payudaraku menjadi besar karena telanjang di hadapan orang banyak. Lalu teman-temanku mengejekku bahwa payudaraku besar sekali untuk gadis yg baru berusia 16 tahun.

    Yg menjadi beban mentalku yg lain adalah aku seringkali digoda oleh teman-temanku dan menyuruh aku menari telanjang di depan kelas jika guru tdk ada atau pada saat pelajaran kosong. Dan kalau aku tdk mau maka mereka menjadi liar, mereka mengunci pintu keluar kelas, dan menyuruh satu orang untuk mengawasi jika ada guru yg datang, lalu mereka menggendongku, melepas semua pakaianku sampai telanjang bulat, dan mengikatku di atas meja, dan bukan cuma laki-laki yg mengerumuniku tetapi juga banyak juga yg perempuan, mereka semuanya mempermainkan tubuhku, menggeraygi semua tubuhku dari ujung rambut sampai telapak kaki.

    Mereka mencubiti aku bagaikan barang dagangan. Ada pula yg mempermainkan payudaraku bagaikan susu sapi. Bahkan ada yg membawa gunting untuk menggunting bulu-bulu vaginaku. Tubuhku terasa geli sekali dan merasa bahwa aku ini hanyalah seperti barang dagangan yg dipertontonkan orang banyak.

  • Cerita Panas Perkosa Wanita Berkerudung

    Cerita Panas Perkosa Wanita Berkerudung


    117 views

    Cerita Panas Perkosa Wanita Berkerudung

    Aku seorang lelaki beristri. Tetapi, kejadian spontan telah membuatku menjadi orang yg terobsesi pada sex dengan kekerasan. Tepatnya, aku kini jadi pemerkosa. Spesialisasiku, memperkosa perempuan berjilbab.

    Siang itu, aku berhenti di depan sebuah warung kecil. Mau beli Djarum Super. Baru sekali ini aku ke warung ini. Seperti aku bilang tadi, aku mau beli Djarum Super. Rokok biasanya dipajang di bagian depan warung. Saat itulah kulihat seorang perempuan tengah nungging membelakangiku. Kelihatannya ia sedang menata barang dagangan.

    Kalian pasti membayangkan aku melihat paha yg tersingkap di balik rok. Jangan keliru dulu. Yg kulihat justru perempuan dengan busana serba tertutup. Ia pakai gamis panjang sampai mata kaki. Tetapi justru itu menariknya. Perempuan ini memakai gamis dari bahan halus berwarna biru muda. Kelihatan juga ia berjilbab biru tua. Jilbabnya panjang. Ujungnya sampai ke pinggulnya. Pada posisi menungging gitu, bagian muka jilbabnya jatuh sampai ke lantai. Dari celah jilbab di bawah lengannya terlihat tonjolan teteknya lumayan gede juga.

    yg pertama menarik perhatianku justru bokongnya. Dari belakang terlihat bundar. Di bundaran itulah terlihat cetakan garis celana dalamnya. Entah mengapa aku jadi tertarik mengamati terus gerakan bokong perempuan itu. Sekitar lima menitan aku pandangi bokong itu. Yg terlihat di mataku kini bercampur dengan imajinasi bokong telanjang. Tambah parah lagi karena sekali perempuan itu menggaruk pantatnya tanpa sadar ada yg mengawasi. Tanganku rasanya gatal, ingin mengelus dan meremas pantat bundar itu. Akhirnya, perempuan itu menyadari kehadiranku. Ia menoleh ke belakang dan terkejut.

    “Eh… mau beli apa pak ?” katanya di tengah keterkejutannya.

    Aku lebih terkejut lagi. Ternyata, perempuan ini sangat cantik. Usianya memang tak muda lagi. Mungkin sudah sekitar 30 tahunan. Tapi wajahnya itu lho yg bikin aku nggak bosan memandangnya. Putih, amat putih malah, bersih dan lembut…..Aku berlagak mencari-cari barang sambil terus menerus mencuri kesempatan memandang wajahnya. Sesekali kuajak ngobrol dia. Suaranya juga lembut, selembut wajahnya. Pikiranku mulai ngeres. Membayangkan rintihannya ketika memeknya ditembus k0ntolku.

    Dari ngobrol itulah kutahu bahwa dia seorang ibu dengan tiga anak. Yg paling besar baru kelas 5 SD. Kaget juga aku waktu tahu dia sudah punya 3 anak. Menurutku, dia bahkan pantas jadi mahasiswi semester I. Suaminya kerja dan baru pulang sore. Anak-anaknya sedang sekolah.

    “Jadi sendirian nih, Mbak ?” komentarku, keceplosan saking excitednya.
    “Iya, Pak. Sebentar lagi anak-anak juga pulang,” jawabnya tanpa curiga.

    Aku masih asyik dengan bayangan tubuh telanjangnya ketika ide jahat melintas begitu saja. Itu terjadi ketika kulihat sebilah pisau dagangan yg dipajang. Cepat sekali itu terjadi. Aku asal saja mengambil barang-barang dan kutaruh di meja kasir di hadapannya.

    “Aduh, Mbak… saya kok kebelet pipis. Bisa numpang ke belakang nggak ?” kataku, mulai menjalankan rencana jahatku.
    “Eh… gimana ya….?” katanya ragu. Aku tahu ia ragu, karena ia sendirian di rumah.
    “Gimana nih…. udah nggak tahan, Mbak,” kataku sambil demonstratif meremas selangkanganku di hadapannya.

    Kulihat wajahnya memerah.

    “Eh…. tapi tunggu sebentar ya… kamar mandinya berantakan. Saya rapikan sebentar,” sahutnya sambil bergegas ke dalam.

    Aku langsung menutup pintu warung dan menguncinya. Lalu, kuambil pisau dan menyusul perempuan tadi. Sekilas kulihat ia keluar dari kamar mandi dan menaruh BH ke mesin cuci.

    “Gimana ? Dah nggak tahan nih,” kataku lagi sambil meremas selangkanganku dan melangkah ke arahnya.

    Ibu muda itu kelihatan jengah karena melihatku ada di dalam rumah. “Eh… sudah, silakan,” katanya dengan wajah menunduk.

    Karena menunduk itu, ia kaget betul waktu aku berhenti di depannya. Ia mengangkat wajahnya dan seketika terlihat pucat waktu kuacungkan pisau ke arah perutnya.

    “Angkat tangan dan jangan melawan !” kataku setengah berbisik.

    Ia tampak ketakutan betul. Tangannya segera terangkat. Kusuruh ia berbalik menghadap tembok. Kedua tangannya kemudian kuturunkan dan kuikat dengan BH yg kuambil dari mesin cuci. Lalu, kuputar tubuhnya hingga menghadapku.

    “Jangan… tolong, jangan apa-apakan saya…” katanya dengan suara gemetar.
    “Jangan takut, saya cuma mau senang-senang sedikit,” kataku sambil menjulurkan tangan ke dada kanannya yg tertutup jilbab lebar.

    Ibu muda ini memekik kecil. Wow… teteknya terasa kenyal dan mantap.

    “Kamu nggak pake BH ya ?” kataku sambil mencubit putingnya dari luar jilbab. Ia terus menggeliat-geliat.
    “Siapa namamu ?” kataku sambil memencet putingnya agak keras.
    “Aduh…. aduh… Anisa… aduh, jangan keras-keras….” ia merintih-rintih.

    Kulepaskan jepitanku pada putingnya. Tetapi kini tanganku mulai merayap ke perutnya yg ramping. Terus turun ke pusarnya dan akhirnya berhenti di selangkangannya. Kuremas-remas gundukan memeknya.

    “Ohhh… jangan… jangan….” Anisa menggeliat-geliat.
    “Jangan takut Mbak… saya cuma mau main-main sebentar…” kataku lalu berlutut di hadapannya.

    Tanganku kemudian masuk ke balik gamisnya. Menyusuri kulit tungkainya yg mulus. Lalu perlahan kutarik turun celana dalamnya. Perempuan itu mulai terisak. Apalagi, kini kupaksa kedua kakinya merenggang. Kuangkat bagian bawah gamisnya sampai ke pinggang. Wow… indah sekali. Memeknya mulus tanpa rambut. Gemuk dan celahnya terlihat rapat. Tak sabar kuciumi memek cantik itu.

    Anisa terisak, memohon-mohon agar aku melepaskannya. Ia pun menggeliat-geliat menghindar. Tetapi, mulutku sudah begitu lekat dengan pangkal pahanya. Kujilati sekujur permukaan memeknya sampai basah kuyup. Lidahkupun berusaha menerobos di antara celah memeknya. Agak sulit pada posisi seperti itu. Maka, kugandeng Anisa ke kamarnya. Setengah kubanting tubuhnya ke atas ranjangnya sendiri. Ibu muda itu menjerit-jerit kecil ketika dengan kasar kucabik-cabik gamisnya dengan pisau. Sampai akhirnya, tak ada sehelai kainpun kecuali jilbabnya.

    Kupandangi tubuh yg putih mulus itu. Kedua kakinya menjuntai ke tepi ranjang. Teteknya berguncang-guncang ketika ia menangis. Dengan penuh nafsu kucengkeram kedua teteknya dengan kedua tanganku, lalu kuciumi kedua putingnya. Sesekali kugigit-gigit benda mungil itu.

    “Jangan berteriak keras-keras ya. Cukup mendesah-desah saja. Kalau Mbak Anisa berteriak terlalu keras, aku bisa marah dan kupotong puting Mbak ini,” kataku sambil menjepit puting kanannya, menariknya ke atas dan menempelkan mata pisau ke sisinya. Anisa tampak ketakutan dan menggigigit bibirnya.

    Aku kemudian melorot turun. Wajahku tepat di hadapan selangkangannya. Kuangkat paha perempuan itu hingga terentang lebar, lalu kudorong ke arah tubuhnya. Kini tubuhnya melengkung dan pangkal pahanya terangkat ke arah wajahku. Perlahan, lidahku menjilat alur lubang memeknya dari bawah ke atas.

    “Eungghhhhh….” terdengar Anisa mengerang.

    Tak sabar, aku menguakkan bibir memeknya dengan jemariku. Lebar-lebar sampai terlihat bagian dalam lubang memeknya yg pink dan lembab. Jantungku berdegup kencang. Baru kali ini aku melihat dari dekat bagian dalam lubang memek selain milik istriku. Lebih berdebar lagi, karena memek yg satu ini milik seorang perempuan alim berjilbab lebar.

    Antara degup jantung dan dorongan gairah itu, kujulurkan lidahku sejauh-jauhnya ke lorong itu. Soal rasa tdk penting kuceritakan. Tetapi, sensasinya itu yg luar biasa. Tubuh Anisa bergetar hebat diiringi erangan dari mulutnya. Hampir tak henti-henti ia meratap-ratap diiringi isaknya.

    “Jangan… jangan…. ouhhhh…. jangan…. “

    Ratapannya makin menjadi-jadi saat lidahku menyerang klitorisnya dengan sapuan yg intens. Istriku bisa menjerit-jerit histeris jika itu kulakukan pada klitorisnya. Kulirik Anisa memejamkan mata dan menggigit bibirnya. Kepalanya menggeleng-geleng. Kutusukkan dua jariku dan mengaduk-aduk memeknya. Akibatnya lebih hebat lagi. Anisa merintih-rintih dengan suara yg mirip seperti suara istriku menjelang orgasme. Memeknya terasa amat basah.

    Kugerakkan jariku makin cepat. Lalu, kusedot-sedot klitorisnya. Tiba-tiba, Anisa mengerang panjang dan kedua pahanya mengatup hingga menjepit kepalaku. Tubuhnya mengejang-ngejang. Saat itulah kugigit bibir memeknya dengan gemas. Terdengar Anisa memekik kesakitan. Dari gelinjang kenikmatan, ia kini meronta-ronta kesakitan, berusaha menjauhkan pangkal pahanya dari gigitanku.

    “Sakit….sakit, aduh… sakit… lepaskan….” rintihnya memelas.

    Aku lepaskan gigitanku lalu kedua lututku menekan pahanya hingga mengangkang. Terlihat bekas gigitanku di memeknya. Tetapi bibir memeknya memang terlihat mengkilap oleh cairan memeknya sendiri.

    “Kamu suka ya diperkosa ?” kataku sambil kali ini menusukkan tiga jari ke memeknya yg basah.

    Orgasme Anisa tadi rupanya tertunda. Buktinya, ketika tiga jariku menusuk memeknya, otot-ototnya langsung bereaksi seperti meremas ketiga jariku. Ibu muda itu pun mengerang dan merintih….

    “Ouuhhhh… jangannnhhh…aihhhh….oummmmhhhh…” desahannya makin menjadi ketika bibirku menangkap puting kanannya dan menghisapnya kuat-kuat.

    Aku tahu perempuan ini orgasme saat mendengar rintihannya. Sangat mirip rintihan istriku ketika orgasme. Otot-otot memeknya juga mencengkeram tiga jariku sementara pinggulnya bergerak tak terkontrol. Kupandangi wajah sayu Anisa dengan penuh nafsu. Dia menggigit bibirnya sendiri. Matanya terpejam. Tiga jariku masih menusuk memeknya yg terlihat amat becek. Tubuh telanjang ibu muda berjilbab ini terlihat bergetar menahan sisa-sisa orgasmenya.

    Sampai akhirnya, Anisa benar-benar terkapar lunglai. Kedua tangannya masih terikat di belakang punggung, mengganjal pantatnya sehingga bagian pinggulnya mendongak ke atas. Tubuhnya bermandi peluh. Kedua pahanya mengangkang lebar. Kutarik keluar tiga jariku, kunikmati pemandangan lubang memeknya yg membentuk huruf O dan perlahan mengatup kembali.

    “Ok… sekarang giliranku,” kataku sambil menempatkan diri di tengah pahanya yg mengangkang.

    Anisa cuma bisa menggeleng lemah saat kepala k0ntolku mulai menyusup di celah memeknya. Kupaksa ia mengulum tiga jariku yg berlumur lendir dari memeknya sendiri.

    “Kamu belum pernah menjilat memekmu sendiri kan ?” kataku.

    Anisa terisak-isak sambil mengulum tiga jariku yg berlumur lendir kemaluannya sendiri. Terlihat keningnya berkerut. Kepala k0ntolku sudah terjepit di mulut lubang memeknya yg terasa sangat basah. Aku ingin memberinya sedikit kejutan. Tanpa peringatan sama sekali, langsung kuhentakkan k0ntolku jauh sampai ke dasar memeknya. K0ntolku terasa menerobos lorong sempit yg berlendir. Suara benturan biji pelirku dengan pangkal pahanya terdengar cukup keras.

    Reaksi Anisa juga luar biasa. Kedua matanya tiba-tiba membelalak. Kalau saja mulutnya tdk sedang mengulum jariku, mungkin dari mulutnya akan terdengar jeritan. Tetapi kini yg terdengar hanya gumaman tak jelas. Bahkan, jariku terasa agak sakit karena digigit ibu muda ini.

    Tetapi yg jelas, k0ntolku kini terasa seperti diremas-remas oleh otot-otot memek perempuan berjilbab lebar ini luar biasa.

  • Cerita Panas Teteh Khilaf

    Cerita Panas Teteh Khilaf


    136 views

    Cerita Panas Teteh Khilaf

    Siang itu,aku habis pulang dari Serpong untuk urusan bisnis.Karena bakal lewat Pamulang,iseng-iseng aku telpon Mas Rido kakak iparku.Ya sekedar tanya kabar dan kalo bisa pengen mampir gitu.Aslinya pengen ketemu Teh Aida coz dah lama gak ketemu. Hehehe,sekedar ingin menyalurkan hasrat kalo ada kesempatan.

    Tapi mas Rido lagi gak ada di rumah.Dia lagi ngedosenin katanya.Tapi kalo mau mampir,dateng aja.Coz di rumah katanya ada teh Aida istrinya.Yes,yes,yeee….sssss!!!.Ini yg kuharapkan.Jadinya aku bisa ngesextenang bareng teh Aida.

    Sekitar 30 menit kemudian,aku nyampe di komplek perumahan tempat mas Rido dan teh Aida tinggal.Tak lupa aku membawa oleh wat mereka terutama anaknya mas Rido,eh anakku lah buah perselingkuhanku dgn teh Aida.

    Setelah nyampe,aku tekan bel rumahnya dan bilang salam.

    Assalaamu’alaikum!!!.Tak berapa lama kemudian ada jawaban wa’alaikum salam dari dalam rumah kemudian pintu pun terbuka.

    Eh Vino,ayo masuk. Sambutnya ramah.
    Dari mana Vin? Bareng Nafisah? Tanya dia.
    O…h,habis dari Serpong teh,ada urusan bisnis.
    Nggak lah teh,Nafisah mah lagi di rumah.

    Setelah duduk di kursi,teh Aida bikinin aku minuman.Lalu sama-sama duduk dan ngobrol.

    Emang bisnis apaan Vin?
    Adalah,pokoknya lumayan kataku.
    Ni oleh-oleh wat Najif. Kataku sambil ngasih bungkusan.
    Ah gak usah repot-repot Vin.
    Gak jg teh,kan wat anakku.Jawabku sambil cengengesan.
    Teh Aida nyubit pahaku. A…w,sakit teh.
    Tadi Vino habis dari Serpong,terus nelpon mas Rido mo mampir,eh dia lagi ngajar katanya.Ya udah aku mampir kesini aja,toh dia jg nyuruh. Kataku sambil pindah duduk ke samping teh Aida.
    Sayang,aku kangen.Langsung kupeluk teh Aida dan kukiz pipinya.
    Vino,tenang dulu donk. Aduh,
    Vino dah kuangen banget teh.

    Tanpa menunggu basa basi dulu,aku langsung menyergap teh Aida.Dia sampe kewalahan loh.Langsung kupeluk dia sambil kuremas-remas teteknya dari balik gamisnya.

    Vin,nanti ada orang!Kata dia dgn nafas berat.
    Ah biarin teh.Kan mas Rido lagi ngajar ngedosenin.Tukasku.

    Tanpa menunggu lama,aku langsung menarik rok dia keatas.Kuremas vaginanya dari balik CD-nya.

    A….h,sshhh!Teh Aida mendesah dan mengerang.
    Pelan-pelan donk Vino. Kata Teh Aida.
    Vino dah gak kuat teh,kangen banget ma teteh.Dah lama kita gak ngentot sayang. Kataku sambil menarik dan melepas jilbab dan gamis dia.

    Setelah dia telanjang,aku membaringkan dia di sofa.Tanpa menunggu lama,aku langsung menjilati seluruh badan dia.Dgn terburu-buru aku pun melepas semua pakaianku.

    Kubuka kedua paha dia dan langsung aku menyerbu vaginanya.Kujilati vaginanya dan kusedot itilnya.

    A….h,mmmhh,sshhh,o….h,terus saya….ng! Teh Aida merintih dan mengerang mendapatkan serangan dari aku.

    Lalu,tanpa menunggu lama aku menindih dia dan mengarahkan penisku ke lobang vaginanya.Aku menggesek-gesek dulu sebentar,lalu zlep,blez. Penisku langsung ilang ditelan vagina teh Aida.

    A….h,nikmat banget. Vaginanya tetep sempit dan peret men. Maklum dia lahiran lewat cesar.

    Kudiamkan penisku sejenak merasakan kedutan dan remasan vagina teh Aida.Lalu aku mulai memompa penisku.Plok plok plok.Suara paha kami beradu.

    A…..h,ssshh,yg kenceng saya….ng!Teh Aida mengerang dgn keras merasakan nikmatnya sodokan penisku.

    Kami terus bergumul.Entah berapa kali teh Aida dapet orgasme.Yg jelas aku belum.

    Sekitar 15 menit kemudian,aku pun menyusul mau orgasme.Sayang,Vino mau dapet neh!A…h,terus sayang,yg kence…ng!Teh Aida berteriak kenceng.Aku pun semakin mempercepat sodokanku.A…h,o…h,saya….ng,Vino mo nyampe ne..h!Aku jg saya…ng!Lalu,se…r.Crot crot crot.Kontoku memuntahkan laharnya dgn banyak dalam vagina teh Aida.Teh Aida memelukku dgn erat.Kedua kakinya mengapit kuat di pinggangku.Kami menikmati sisa-sisa dari orgasme kami.Kami saling berpelukan dgn lemasnya.

    Sedang asyiknya kami begitu,tiba-tiba.

    “Astaghirulla….h!!!Tete….h!!!Lagi ngapain kalia….n???!!!.Kami terperanjat dan bangun.

    Kulihat di depan ada seorang cewek cantik berdandan akhwat sambil bertolak pinggang. Ampyu….n!Kacau deh!

    Ampyu….n, kiamat kubro ne. Teh Aida gak bisa ngapa-ngapain.Wajahnya merah padam.Dia bagaikan patung aja.

    Astaghfirullaah!Bener-bener gak nygka. Ternyata teteh lebih dari bintang. Kata si cewek berapi-api.

    Teh Aida gak ngejawab.Dia malah menangis.

    Hey kamu!Dasar bajingan,binatang kamu!!Katanya ke aku.
    Bener-bener kalian.Gak tahu malu. Katanya lagi.
    Maafin teteh de,teteh khilaf. Katanya sambil merangkul cewek itu.

    Ternyata dia adiknya teh Aida. Teteh gak tahu malu. Bener-bener binatang.

    Aisyah gak bakal maafin teteh.Katanya sambil mendorong Aida.

    Aku hanya melongok aja menyaksikan itu.Ya dah mati kutu waktu itu.

    Siapa itu? Kata si Aisyah sambil menunjuk ke arahku.
    Ampun ais,jangan bilang sapa-sapa.Teteh bener-bener khilaf,tadi dia memaksa teteh.
    Dia adik ipar mas Rido.Biadab kalian! Katanya lagi.

    Lalu Aisyah menuju ke arahku. Plak,plak.Pipiku kena tampar dia.

    Syetan kamu.Tega bener kamu ngotorin kakak iparmu sendiri.Timpalnya.

    Anjrit.Denger gitu aku panas jg.Enak banget dia bilang gitu.Aida lagi.Bilang dipaksa sama aku.Pas dia mau nampar aku lagi,langsung kutangkap tangannya.Kepalang tanggung dah.Fikirku.

    Eit,jangan gitu cantik.Tangan mu lembut banget ya.
    Syeta…n,lepasin tanganku.Kata dia sambil berusaha menarik tangannya pengen lepas.
    Hey cantik.Tanya kakakmu.Gue bermain sama-sama senang tau.
    Ibli…s,lepaskan tanganku.Katanya lagi.

    Fikiranku dah gelap.Dah kepalang tanggung.Mending kugarap sekalian.Fikirku.Langsung kutarik dia ke sofa.Dia berusaha terus ingin lepas.Tangan kirinya berusaha mencakar mukaku.Tapi apa daya men.Tenaga cewek.Gini-gini gue jg sabuk item karate sama taekwondo.

    Udah kutarik dan langsung kutindih dia.

    Syeta….n,lepasin aku jahannam.Dia teriak-teriak sambil berusaha ingin lepas.
    Udah diem cantik.Sebentar lagi kamu bakalan dapet yg enak.Timpalku.

    Tiba dia menggigit tanganku.

    Syetan.Sakit jg.Langsung aja dgn reflek kuhantam lehernya.
    A….kh.Dia pingsan men!Kubaringkan dia di sofa.
    Adik mu teh?Tanyaku sambil melirik teh Aida.

    Tiba-tiba plak,plak,Aida menampar mukaku,

    bajingan kamu Vino.Kata dia sambil menangis.
    Udah lah teh.Toh kita dah ketahuan.
    Iya,gara-gara kamu,hancur keluargaku.
    Gimana kalo dia bilang mas Rido?Isak Aida.
    Tenang aja sayang,Vino jamin gak bakal sampe ketahuan,tenang aja say.Aku tertawa ngehkeh ke teh Aida.
    Mau ngapain kamu Vino?Tanya teh Aida pas melihatku mendekat ke arah Aisyah adiknya yg terbaring pingsan di sofa.
    Hehehe,mau ngasih yg enak adikmu.Tiba-tiba teh Aida memegang dan menarik tanganku.
    Jangan Vino!Jangan kau rusak adikku.Kata teh Aida memohon dan menghiba.
    Sudah kamu diam aja.Kamu mau keluargamu hancur?Apa mau dia ngoceh dan ngomongin kita selingkuh?Bisa dipenjara kita nanti.Gua kagak apa-apa,tapi kamu!!Mau nama baik kamu sebagai ustazah hancur?Bentakku ke teh Aida.
    Tapi Vino,kata teh Aida.
    Sudah diam aja.Liatin,Vino jamin dia gak bakal ngoceh.Timpalku.

    Lalu aku duduk samping sofa.Kuperhatikan aisyah yg lagi terbaring pingsan.Amboy,cantik banget.Idungnya mancung.Bulu matanya brow,lentik banget.Wajahnya itu loh,cantik khas indo Arab persis kek kakaknya Aida.Bedanya dia masih langsing coz masih 20tahun.Kupandangi wajahnya yg cantik,lalu kucium bibirnya.Anjri…t,sege banget.

    Lalu kuambil HP dan siap merekam.

    Vino,mau ngapain kamu?Tanya Aida.Sudah kamu diam aja.
    Kamu mau ketahuan kalo kita selingkuh?Bentakku.
    Tenang aja.Aku gak bakal ngapa-ngapain adikmu.Jawabku.
    Kesini aja,bantuin aku.Mesti ngapain aku Vin?Timpal Aida.
    Udah,pegangin ne hp.Kamu rekamin aja.
    Vino mau nelanjangin dia wat direkam.Biar bisa ngancam dia supaya diam gak ngoceh ke orang-orang dan suami kamu.
    Vino,kamu janji ya gak bakal ngapa-ngapain adikku.Kata Aida.
    Iya,sudah kamu rekam aja.Timpalku.

    Ya karena mungkin fikiran Aida jg dah gelap,mau aja dia kusuruh ngerekam.Mungkin karena takut ketahuan dan imej dia yg ustazah takut hancur kali.Hehehehe.Jadi syetan jg dia mau bantuin gue ngegagahin adiknya.Lalu kutarik dan kulepas jilbabnya aisyah.

    Anjri….t,cantik banget euy dia tanpa jilbab.Rambutnya hitam panjang tapi ikal.Persis Salma Hayek euy.Aku sampe menelan ludah ngelihat leher dia yg jenjang.Kusuruh Aida untuk merekam setiap yg aku lakukan.Lalu aku melepas seluruh gamisnya dan sekarang Aisyah tinggal memakai BH dan Cd.

    Alama….k!Putih dan mulus banget kulitnya.Kuusap-usap seluruh tubuh dia.Begitu lembut dan licin.Pas kutarik BH nya,ambo…y,sekel banget brow. Teteknya bulet kek apel.Putingnya warna pink kecoklatan.Urat-urat hijau kelihatan saking putih kulit teteknya.Aida terus merekam setiap yg aku lakukan.Lalu aku mulai meremas dan menjilati teteknya Aisyah.Wa….h,nikmat betul.Ukurannya lumayan besar,34D.Kucupangi tetek dan lehernya.

    Lalu jilatanku terus turun ke perutnya. Wa….w,bener-bener lembut dan licin kulitnya.Aku memberi isyarat Aida supaya terus merekam.Kecupan dan jilatanku akhirnya sampe kebawah ke pangkal pahanya Aisyah.Sejenak kupandangi vagina Aisyah yg masih terbungkus CD warna krem.Gila,vaginanya tembem banget.Tampak jembutnya membayang di celdamnya.Lalu kucium dari luar.Mmmhh,vaginanya wangi banget men.Kuhirup aroma yg keluar dari vagina aisyah.Aida terus merekam setiap apa yg kulakukan sama adiknya yg lagi pingsan.

    Lalu aku menarik dan melorotkan CD Aisyah kebawah.Subhaanallaah!Begitu indhnya.Vaginanya diselimuti jembut yg tebal tapi tertata rapih.Mungkin dia rajin merawatnya.Sejenak aku pandangi vaginanya itu.Nafasku dah gak karuan.Tapi aku berusaha mengatur nafasku itu.

    Kuusap-usap pahanya yg putih lembut Wow,halus banget!Kuelus dan kuusap-usap.Licin banget.Betisnya penuh bulu-bulu halus.Lalu kujilatin mulai dari kakinya keatas.Rasanya nikmat banget.

    Kubuka dan kurenggangkan kedua paha Aisyah.Kini dihadapanku terpampang lobang kenikmatan Aisyah yg aku yakin belum terjamah lelaki manapun.Lobangnya berwarana pink kecoklatan berbalut bulu jembut hitam nan lebat.

    Sejenak aku pandangi.Lalu aku menyibak labia mayoranya.Anjri…t,lobangnya sempit banget.Pasti nikmat kalo penisku bisa bersarang didalamnya.Kuusap-usap dgn jariku.Dalam pingsannya sepertinya Aisyah merasakan nikmatnya vaginanya kuusapusap.
    Kumainkan dan kuplintir-p;intir itilnya.Jakunku dah naik turun.Nafasku terasa berat terbawa birahi.Lalu mulutku hinggap di lobang kenikmatan Aisyah.Kujilati lobangnya dgn lidahku.Terasa asin-sin gurih.Vaginanya wangi sabun sirih.Menambah gairahku tuk terus menjilatinya.

    Pas kusedot itilnya,tiba-tiba dari vagina Aisyah keluar cairan kentel berbau agak anyir dan rasanya asin-asin sepet.
    Mungkin dia dah orgasme walaupun dia pingsan.Kini vaginanya dah semakin basah oleh cairan yg habis kujilati.Lobang vaginanya yg merah merekah kini tampak mengkilat.Aku dah gak mikirin teh Aida ngerekam kegiatanku apa kagak.Yg jelas aku lagi terhanyut dalam kenikmatan menjilati vaginanya Aisyah.

    Waktu kukobel vaginanya dgn jariku,tampak pantat Aisyah bergerak-gerak.Seakan ikut mengimbangi jilatanku.
    Kemudian aku memindahkannya kebawah diatas karpet persia yg tebal dan lembut.
    Kulihat teh Aida yg merekam kegiatanku sepertinya ikut terlarut dan terhanyut.Sepertinya dia mau ikut.Tapi kubiarkan aja.
    Kuambil bantal dari sofa dan mengganjal pantatnya Aisyah.Kuremas pantatnya yg cukup semok.
    Kini aku dah bersiap,kuarahkan penisku tepat di lobang vagina Aisyah.

    Vino,kamu mau ngapain?Tanya teh Aida.

    Tenang aja sayang.Vino cuman menggesek-gesekannya doang.Jawabku.
    Terus aja rekam.Tambahku.

    Lalu aku mulai menggesek-gesek penisku.

    A….h,nikmat banget. Vagina Aisyah pun semakin basah dan licin aja. Terasa lobang vaginanya berkedut-kedut.

    Sambil menggesek-gesek penisku,aku meremas teteknya yg sekal.Sesekali aku menyedot putingnya.Lehernya yg jenjang habis kujilat dan kucupang.Begitu jg kedua payudara Aisyah.Tampak bekas berwarna merah hasil cupanganku.

    Aku gak peduli,walau teh Aida melarangku untuk memasukkan penisku kedalam vaginanya Aisyah.Aku terus berusaha menggesek-gesek penisku dan menekannya masuk pelan-pelan.

    Biar teh Aida gak curiga,kusuruh dia merekamku dari depan.

    Sapa yg tahan,kalo penis dah tepat diatas lobang vagina.Begitu jg aku.Secara perlahan,sambil menggesek-gesek penisku di vaginanya,aku jg menekan penisku biar bisa masuk.Gila,vaginanya sempit banget men.Beberapa kali penisku meleset.

    Tapi untungnya vagina Aisyah dah licin dan becek oleh cairan.Hingga sambil meremas dan menjilati teteknya Aisyah,tangan kiriku tetap membantu dan mengarahkan penisku supaya tepat di lobang vaginanya dan membantu penisku menerobos masuk.

    Kini penisku dah masuk sebatas helemnya.Gila,sempit banget.Dan terasa seperti ada yg menghalangi.Mataku merem melek merasakan kehangatan vagina Aisyah yg berkedut-kedut meremas-rems kepala penisku.Sambil mengalihkan perhatiannya teh Aida supaya dia terus merekam,aku berusaha terus menekan penisku supaya terus masuk.

    Secara perlahan tapi pasti,dgn menekan kuat pantatku kedepan,akhirnya penisku bisa masuk setengahnya.A…h,nikmat banget.Vaginanya terasa semakin meremas-remas penisku.Lalu dgn hentakan keras,akhirnya penisku berhasil masuk seluruhnya.Kudiamkan sejenak penisku didalam vaginanya. A…h,terasa penisku diremes-remes dan vagina Aisyah seperti menyedot kuat penisku.

    Aku dah gak peduli sama teh Aida.Kini aku mulai memompa keluar masuk penisku.Vino,kamu masukin ya?Tanya teh Aida.Aku gak jawab.Malah aku semakin kenceng memompa keluar masuk penisku.Mataku merem melek merasakan nikmatnya jepitan vagina Aisyah.Aku semakin kenceng menggenjot penisku.Gak ku dengar teriakkan teh Aida.Aku larut dalm nikmatnya ngentot vagina Aisyah yg perawan.

    Sekitar tujeh menitan lebih aku menggenjot penisku keluar masuk.Aku merasakan sesuatu akan keluar dari penisku.Maka aku semakin cepet dan kenceng memompa penisku.Dan sedetik kemudian diiringi erangan kenikmatanku,A….h,ser,creet creet creet.Penisku memuntahkan laharnya dgn banyak dalam liang kenikmatan Aisyah.

    Lalu aku ambruk lemas diatas tubuh Aisyah.Gak kuhiraukan teh Aida yg marah dan memukuli badanku.Aku masih merasakan sisa-sisa dari orgasmeku.

    Setelah penisku lemas dan keluar sendiri dari vagina Aisyah,aku terduduk lemas samping tubuh aisyah yg tertidur pingsan.

    Tiba-tib plak plak,teh Aida menampar kedua pipiku.

    Gila kamu Vino.Adikku kamu embat jg. Katanya sambil terisak dan emosi.Kubiarkan aja dia berceramah.

    Lalu kuhampiri dia dan kupeluk lalu kukiz.

    Sudahlah sayang.Toh semua dah terjadi.Teh Aida memukul-mukul tubuhku.

    Langsung aja kutindih dia.Dia berusaha berontak ingin lepas sampe hp yg tadi dipake merekan terlepas.Untung jatuh ke sofa.Sempat khawatir jg hp nya rusak.Gimana kalo rusak.Ntar rejamannya hilang.Lalu kutindih teh Aida diatas sofa.Tampak dia berontak.Tapi gak kupedulikan.Terus kuremas dan kukobel vaginanya.Walau penisku masih agak lin dan lemas,aku tetap merangsang teh Aida

    Kutindih teh Aida diatas sofa.Kuremas teteknya dan kukobel vaginanya.Tampak dia mulai terangsang.Langsung kulebarkan kedua pahanya,dan langsung kutusuk vaginanya dgn penisku.

    Aku gak memberi kesempatan jeda.Langsung kupompa dan kugenjot penisku dgn ritme cepat.Mendapat serangan cepat dan mendadak membuat teh Aida gelagapan.Tapi tusukan penisku sekarang membuatnya merem melek.Mulutnya gak berhenti merintih dan mengerang.

    Saya….ng,terus sayang,ena….k,a….h,mmmhh o…h.

    Pantat teh Aida bergoyang mengimbangi sodokan penisku.Badan kami dah basah oleh keringat.Entah berapa kali teh Aida mendapat orgasme.Sedang aku terus menggenjot vaginanya.Aneh jg aku lama sekali orgasme.Mungkin karena dah 2x maen sama teh Aida dan ngentot Aisyah.

    Teh Aida sampe ampun-ampunan karena dah gak kuat.Saya….ng,udah sayang.Teteh dah gak kuat.Namun aku terus menggenjot penisku.

    Saya…ng,kamu jaha….t,
    udah saya….ng.Teh Aida memohon-moon agar aku udahan.

    Tapi kubiarkan aja.Sekitar 20 menit aku menggentot vagina teh Aida.Terasa sesuatu mau keluar dari penisku.Maka aku semakin mempercepat sodokanku.Terdengar kecipak dan suara plok plok plok.Dan pada hentakan terakir.Seiring eranganku,

    a….kh,Vino nyampe te…h! Ser.Creet creet penisku memuntahkan laharnya.Gak sebanyak tadi waktu pertama ngentot sama teh Aida.Dan ngecrot banyak sekali pas ngentot vagina aisyah.Mungkin dah abiz kali.

    Aku jatuh lemas diatas tubuh teh Aida.Dia memelukku dgn erat.

    Setelah agak lama,aku mencabut penisku dan duduk di sofa samping teh Aida.

    Tiba-tiba teh Aida bangun,dan plak plak.Pipiku ditamparnya.

    Gila kamu Vino.Bener-bener bejat.Udah kakaknya,adiknya kamu embat jg.
    Udahlah sayang.Toh semuanya dah terjadi.Lagian kalo gak gitu,kita bakal ancur.Gimana kalo dia bilang mas Rido?Terus gimana kalo dia bilang ayah ibumu?Bisa ancur kita.Aku sih gak apa-apa.Tapi imej kamu yg ustazah gimana?Teh Aida akhirnya diam.
    Udah sayang,sekarang bantuin aku beresin adikmu.
    Mau kamu gimanain lagi Vino?Udah bantuin aja.Ambilin air anget sama anduk kecil.Kataku.

    Teh Aida akhirnya ke dapur menyiapkan air hangat.Pas dia lagi kedapur,aku ngeliatin tubuh aisyah yg lagi pingsan.Gila nafsuku bangkit lagi men.Maka aku langsung menindih dia.Pas kubuka pahanya,kulihat di selangkangannya ada bercak darah bercampur peju.Tanpa banyak cingcong,kuarahkan penisku yg udah bangun ke lobang vaginanya.Gak seperti pertama tadi,kini penisku dgn mudah masuk vagina aisyah.Slep,blez.A….h.Vaginamu enak banget aisyah.Beruntung sekali aku bisa ngentot vaginamu yg perawan.

    Pas aku lagi genjot vaginanya Aisyah,teh Aida dateng dari dapur dgn membawa sewadah air hangat dan handuk kecil.

    Vino,ngapain kamu?
    Udah sini sayang.Ayo gabung aja.
    Nggak ah.Bejat kamu Vino.
    Udah sayang ayo sini. Akhirnya teh Aida mau jg.Memang nafsu sex teh Aida sangat besar.Dia menaruh wadah dan handuk di meja.

    Lalu dia nyamperin kami.Sambil terus aku menggenjot vagina aisyah,aku melakukan frenckiss sama teh Aida.Vaginanya kukobel dgn tangan kananku.5menit kemudian,penisku mau keluar lagi.Memang vagina aisyah super sempit dan peret.Walau dia lagi pingsan,tapi penisku seakan diremas-remas dan disedot-sedot vaginanya.Beda sama vagina teh Aida yg udah turun mesin.Maka pada genjotan terakhir,penisku memuntahkan laharnya.Teh Aida pun mengejang tanda orgasme karena kobelanku divaginanya sangat cepat dan tepat di gispotnya.

    Setelah puas,aku dan teh Aida membersihkan tubuh aisyah dgn air hangat.Lalu kami memakaikan gamisnya dan jilbabnya dgn rapi.Aku dan teh Aida pun mandi bareng.Setelah itu kami pun sama-sama berpakaian.Lalu kami keruang tamu lagi tuk melihat Aisyah.
    Kulihat dia masih pingsan bro.Hantamanku tadi tepat di tengkuknya.Memang dulu pas belajar karate,aku berlatih cara melumpuhkan lawan.Kemudian aku memijit dia.Dan ketika minyak angin kuarahkan ke hidung aisyah,akhirnya dia siuman.

    Dia yg kududukkan di kursi menatap kami berdua.Tiba-tiba dia terbangun dan menuju ke arahku mau menamparku.Tetapi dia….

    Limbung dan hampir terjatuh.Beruntung aku cepat menangkap dia.

    Bajingan lepaskan aku.Najis aku kena tanganmu.Kata dia.
    Kenapa kamu cantik?Jangan marah-marah donk.Kataku sambil cengengesan.
    Kalian berdua binatang,syetan.Kata aisyah.

    Teh Aida nunduk dan diem.

    Awas,aku bakal ngomong sama mas Rido.Sama abi dan umi jg.Kata Aisyah mengancam.

    Siapa yg bejat sayang?Tanyaku sambil cengengesan.
    Kamu Vino.Bener-bener bejat kamu ya.Beraninya kamu merusak kakakku.
    A…h,kata siapa sayang.Tanya aja sama tetehmu.Apa mas Vino maksa.Timpalku sambil ketawa.

    Lalu aku mengambil hp dan membuka file rekaman tadi.

    Aisyah sayang,kalo kamu mau bilang sama mas Rido silahkan.Sama abi umi jg silahkan,tapi lihat dulu ini.Aku memperlihatkan rekaman tadi sama Aisyah.

    Tiba-tiba dia jatuh duduk karena lemas.Wajah dia pucat pasi.

    Aisyah sayang,apa kamu gak merasakan perih di vaginamu?Tanyaku sambil cengengesan.
    Udah,tinggal bilangin aja.Tapi kamu jg bakal ikutan loh.Aku balik mengancam.

    Lalu aku keluar rumah sebentar untuk menaruh hp di mobilku.Kemudian aku masuk lagi.Kulihat teh Aida terdiam.Sedang aisyah menangis sambil tangannya memukul-mukul sofa.

    Udah aisyah diam.Kamu jangan menangis.Awas kalo kamu macam-macam.Videonya akan mas Vino sebar.Semua orang bakal tahu.Terutama teman-temen kampusmu. Ancamku.
    Udah nurut aja.Tenang,mas Vino bakal tanggung jawab kalo kamu ada apa-apa.Tukasku.
    Tanya aja tetehmu.Mas Vino dah lama selingkuh ma dia.Bahkan keponakanmu bukan anaknya mas Rido.Dia darah daging mas Vino.Mendengar ini teh Aida diam menunduk.Aisyah terdiam kaget.
    Udah,sekarang ikutin aja kemauan mas Vino.Mas Vino jg tetep tanggung jawab ngurusin dan biayain teteh kamu.

    Kuhampiri Aisyah.Tampak air matanya berlinang.Teh Aida tetap diam dan membisu.Kutatap wajah dia.Tapi dia memalingkan mukanya.Tampak dia sangat marah dan benci.Tapi kupegang kepalanya dan kuusap-usap.Ku tatap matanya dan kupegang dagunya.

    Udah sayang,tenang aja.Mas Vino bakal tanggung jawab.Lagian mas Vino jg suka sama kamu.Asal kamu nurut,mau apa aja mas Vino kasih.Tapi kalo macem-macem,liatin aja.

    Lalu kukecup keningnya.Dia gak menghindar.Ya mungkin dia takut ancamanku.Teh Aida diem aja sambil ngeliatin kami.
    Lalu kupeluk aisyah dari samping.Dia tampak mau nolak,tapi kubisikin,

    inget ya Aisyah sayang,kamu harus nurut.Apa boleh buat.Gak ada pilihan lagi wat dia. Bahkan ku ancam,kalo mau bunuh diri jg silahkan.Tapi inget,kamu tahu jg kan hukumnya?Kataku sambil ketawa.

    Sekarang bukain pakaian mas Vino,cepa…t!Bentakku.Kini Aisyah bener-bener menuruti perintahku.Teh Aida cuman terisak melihat adiknya kuperlakukan begitu.Tapi dia gak bisa ngapa-ngapain.Gak punya kuasa men!

    Ketika kulihat jam dinding,gila dah pukul dua.Aku sempet kaget jg.Lalu aku bilang ke teh Aida.

    Sayang,telponin suamimu kapan dia pulang.Pura-pura aja mas Vino pengen ketemu.Teh Aida menuruti perintahku.

    Dgn nada bicara yg datar seakan tanpa dosa dia nlp mas Rido suaminya.Ternyata jawabannya dia gak bisa pulang cepat.Sebab di kampusnya ada rapat dan seminar.Paling tdk jg pulangnya jam 9/jam 10 malam.Dia minta sampein maaf sama aku karena gak bisa nemuin. Yes,yes,ye….s.Itulah yg kuharapkan.

    Setelah aisyah melepas pakaianku sehingga tinggal aku memakai CD,aku meminta dia duduk di samping kananku.Begitu jg,aku meminta Aida duduk disamping kiriku.Bener-bener kanan kiri oke gan.

    Aisyah,bukain CD mas Vino!Dgn agak ragu-ragu dia menarik CD Raiderku kebawah. Dia tampak terkejut melihat penisku yg gede dan berdiri tegak.

    Kenapa sayang,kamu suka ya?Dia diem aja.Lalu kusuruh dia ngemutin dan ngocok-ngocok penisku.

    Begitulah kawan,biar gak kepanjangan.Akhirnya Aisyah takluk jg.Kami akhirnya bisa bermain threesome sama kakak beradik.Setelah tahu nikmatnya ngentot,akhirnya Aisyah bermain sangat liar dan ganas.Dibarengin ganasnya permainan kakaknya teh Aida.Aku sampe kewalahan.Jam 6 sore kami berhenti bermain.

    Setelah puas,aku lalu pulang.Berikutnya,2 hari kemudian aku nelpon aisyah dan kami menghabiskan malam yg indah di villa daerah cibodas.Sekarang gak ada paksaan lagi waktu bercinta.Setelah satu bulan aku sempat khawatir kalo dia hamil.Eh ternyata tdk.Maka pada masa awal dia mens,aku menyuruhnya ikut suntik KB yg 3bulan.Biar gak was-as kalo maen.

    Selama hampir 2 tahun aku selingkuh sama kakak iparku teh Aida dan adiknya Aisyah.Setelah itu,aisyah dapat jodoh dan menikah setelah lulus.Dia dibawa suaminya pergi ke Batam.Sebelum dia menikah,kami bermain dulu sama dia sampe puas.Tentu di rumah kakaknya teh Aida.Dan kami maen bertiga.

  • Di hajar 4 cewek Haus Seks

    Di hajar 4 cewek Haus Seks


    353 views

    BONUS VIDEO BOKEP DAN FOTO BUGIL


    Cerita Sex Dewasa | Di hajar 4 cewek Haus Seks

    Cerita ini berawal dari perkenalanku dengan seorang wanita karir, yang entah bagaimana ceritanya wanita karir tersebut mengetahui nomor kantorku.

     160095_16Cerita Sex Dewasa | Di hajar 4 cewek Haus Seks – Siang itu disaat aku hendak makan siang tiba-tiba telepon lineku berbunyi dan ternyata operator memberitau saya kalau ada telepon dari seorag wanita yang engak mau menyebutkan namanya dan setelah kau angkat.

    “Hallo, selamat siang joko,” suara wanita yang sangat manja terdengar.
    “Helo juga, siapa ya ini?” tanyaku serius.
    “Namaku Karina,” kata wanita tersebut mengenalkan diri.
    “Maaf, Mbak Karina tahu nomor telepon kantor saya dari mana?” tanyaku menyelidiki.
    “Oya, aku temannya Yanti dan dari dia aku dapat nomor kamu,” jelasnya.
    “Ooo… Yanti,” kataku datar.

    Aku mengingat kisahku, sebelumnya yang berjudul empat lawan satu. Yanti adalah seorang wanita karir yang juga ‘mewarnai’ kehidupan sex aku.

    160095_08“Gimana kabarnya Yanti dan dimana sekarang dia tinggal?” tanyaku.
    “Baik, sekarang dia tinggal di Surabaya, dia titip salam kangen sama kamu,” jelas Karina.

    Sekitar 10 menit, kami berdua mengobrol layaknya orang sudah kenal lama. Suara Karina yang lembut dan manja, membuat aku menerka-nerka bagaimana bentuk fisiknya dari wanita tersebut. Saat aku membayangkan bentuk fisiknya, Karina membuyarkan lamunanku.

    “Hallo… Joko, kamu masih disitu?” tanya Karina.
    “Iya… Iya Mbak…” kataku gugup.
    “Hayo mikirin siapa, lagi mikirin Yanti yaaa?” tanyanya menggodaku.
    “Nggak kok, malahan mikirin Mbak Karina tuh,” celetukku.
    “Masa sih… Aku jadi GR deh” dengan nada yang sangat menggoda.
    “Joko, boleh nggak aku bertemu dengan kamu?” tanya Karina.
    “Boleh aja Mbak… Bahkan aku senang bisa bertemu dengan kamu,” jawabanku semangat
    “Oke deh, kita ketemuan dimana nih?” tanyanya semangat.
    “Terserah Mbak deh, Joko sih ngikut aja?” jawabku pasrah.
    “Oke deh, nanti sore aku tunggu kamu di Mc. Donald plasa senayan,” katanya.
    “Oke, sampai nanti joko… Aku tunggu kamu jam 18.30,” sambil berkata demikian, aku pun langsung menutup teleponku.

    Aku segera meluncur ke kantin untuk makan siang yang sempat tertunda itu. Sambil membayangkan kembali gimana wajah wanita yang barusan saja menelpon aku. Setelah aku selesai makan aku pun langsung segera balik ke kantor untuk melakukan aktivitas selanjutnya.

    Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, tiba saatnya aku pulang kantor dan aku segera meluncur ke plasa senayan. Sebelumnya prepare dikantor, aku mandi dan membersihkan diri setelah seharian aku bekerja. Untuk perlengkapan mandi, aku sengaja membelinya dikantin karena aku nggak mau ketemu wanita dengan tanpak kotor dan bau badan, kan aku menjadi nggak pede dengan hal seperti itu.

    160095_06Tiba di Plasa Senayan, aku segera memarkirkan mobil kijangku dilantai dasar. Jam menunjukkan pukul 18.15. Aku segera menuju ke MC. Donald seperti yang dikatakan Karina. Aku segera mengambil tempat duduk disisi pagar jalan, sehingga aku bisa melihat orang lalu lalang diarea pertokaan tersebut.

    Saat mataku melihat situasi sekelilingku, bola mataku berhenti pada seorang wanita setengan baya yang duduk sendirian. Menurut perkiraanku, wanita ini berumur sekitar 32 tahun. Wajahnya yang lumayan putih dan juga cantik, membuat aku tertegun, nataku yang nakal, berusaha menjelajahi pemadangan yang indah dipandang yang sangat menggiurkan apa lagi abgian depan yang sangat menonjol itu. Kakinya yang jenjang, ditambah dengan belahan pahanya yang putih dan juga montok dibalik rok mininya, membuat aku semakin gemas. Dalam hatiku, wah betapa bahagianya diriku bila yang aku lihat itu adalah orang yang menghubungiku tadi siang dan aku lebih bahagia lagi bila dapat merasakan tubuhnya yang indah itu.

    Tiba-tiba wanita itu berdiri dan menghampiri tempat dudukku. Dadaku berdetuk kencang ketika dia benar-benar mengambil tempat duduk semeja dengan aku.

    “Maaf apakah kamu Joko?” tanyanya sambil menatapku.
    “Iy… Iyaa… Kamu pasti Karina,” tanyaku balik sambil berdiri dan mengulurkan tanganku.

    Jarinya yang lentik menyetuh tanganku untuk bersalaman dan darahku terasa mendesr ketika tangannya yang lembut dan juga halus meremas tangaku dengan penuh perasaan.

    “Silahkan duduk Karina,” kataku sambil menarik satu kursi di depanku.
    “Terima kasih,” kata Karina sambil tersenyum.
    “Dari tadi kamu duduk disitu kok nggak langsung kesini aja sih?” tanyaku.
    “Aku tadi sempat ragu-ragu, apakah kamu memang Joko,” jelasnya.
    “Aku juga tadi berpikir, apakah wanita yang cantik itu adalah kamu?” kataku sambil tersenyum.

    160095_04Kami bercerita panjang lebar tentang apapun yang bisa diceritakan, kadang-kadang kami berdua saling bercanda, saling menggoda dan sesekali bicara yang ‘menyerempet’ ke arah sex. Lesung pipinya yang dalam, menambah cantik saja wajahnya yang semakin matang.

    Dari pembicaraan tersebut, terungkaplah kalau Karina adalah seorang wanita yang sedang bertugas di Jakarta. Karina adalah seorang pengusaha dan kebetulan selama 4 hari dinas di Jakarta.

    “Karin, kamu kenal Yanti dimana?” tanyaku.

    Yanti adalah teman chattingku di YM, aku dan Yanti sering online bersama. Dan kami terbuka satu sama lain dalam hal apapun. Begitu juga kisah rumah tangga, bahkan masalah sex sekalipun. Mulutnya yang mungil menjelaskan dengan penuh semangat.

    “Emangnya Yanti menikah kapan? Aku kok nggak pernah diberitahu sih,” tanyaku penuh penasaran.
    “Dia menikah dua minggu yang lalu dan aku nggak tahu kenapa dia nggak mau memberi tahu kamu sebelumnya,” Jawabnya penuh pengertian.
    “Ooo, begitu…” kataku sambil manggut-manggut.
    “Ini adalah hari pertamaku di Jakarta dan aku berencana menginap 4 hari, sampai urusan kantorku selesai,” jelasnya tanpa aku tanya.
    “Sebenarnya tadi Yanti juga mau dateng tapi berhubung ada acara keluarga jadi kemungkinan dia akan datang besok harinya dia bisa dateng,” jelasnya kembali.
    “Memangnya Mbak Karina menginap dimana nih?” tanyaku penasaran.
    “Kebetulan sama kantor sudah dipesankan kamar buat aku di hotel H…”jelasnya.
    “Mmm, emangnya Mbak sama siapa sih?” tanyaku menyelidik.
    “Ya sendirilah, Joko… Makanya saat itu aku tanya Yanti,” katanya
    “Tanya apa?” tanyaku mengejar.
    “Apakah punya teman yang bisa menemaniku selama aku di Jakarta,” katanya.
    “Dan dari situlah aku tahu nomor telepon kamu,” lanjutnya.

    160095_07Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 10.25 wib, dan aku lihat sekelilingku pertokoan mulai sepi karena memang sudah mulai larut malam. Dan toko pun sudah mulai tutup.

    “Jok.. Kamu mau anter aku balik ke hotel nggak?” tanyanya.
    “Boleh, masa iya sih aku tega sih biarin kamu balik ke hotel sendirian,” kataku.

    Setelah obrolan singkat, kami segera menuju parkiran mobil dan segera meluncur ke hotel H… Yang tidak jauh dari pusat pertokoan Plasa Senayan. Aku dan Karina bergegas menuju lift untuk naik ke lantai 5, dan sesampainya di depan kamarnya, Karina menawarkan aku untuk masuk sejenak. Bau parfum yang mengundang syaraf kelaki-lakianku serasa berontak ketika berjalan dibelakangnya.

    Dan ketika aku hendak masuk ternyata ada dua orang wanita yang sedang asyik ngegosip dan mereka pun tersenyum setelah aku masuk kekamarnya. Dalam batinku, aku tenyata dibohongi ternyata dia nggak sendiri. Karina pun memperkenalkan teman-temannya yang cantik dan juga sex yang berbadan tinggi dan juga mempunyai payudara yang besar dia adalah Miranda(36b) sedangkan yang mempunyai badan yang teramat sexy ini dan juga berpayudara yang sama besarnya bernama Dahlia(36b). Dan mereka pun mempersilahkan aku duduk.

    160095_01Tanpa dikomando lagi mereka pun perlahan-lahan memulai membuka pakaian mereka satu persatu, aku hanya bisa melotot saja tak berkedip sekali pun, tak terasa adik kecilku pun segera bangun dari tidurnya dan segera bangun dan langsung mengeras seketika itu juga. Setelah mereka telanjang bulat terlihatlah pemandangan yang sangat indah sekali dengan payudara yang besar, Karina pun langsung menciumku dengan ganasnya aku sampai nggak bisa bernafas karena serangan yang sangat mendadak itu dan aku mencoba menghentikannya.

    Setelah itu dia pun memohon kepadaku agar aku memberikan kenikmatan yang pernah aku berikan sama Yanti dan kawan-kawan. Setelah itu Karina pun langsung menciumku dengan garangnya dan aku pun nggak mau tinggal diam aku pun langsung membalas ciumannya dengan garang pula, lidah kamipun beraduan, aku mulai menghisap lidahnya biar dalam dan juga sebaliknya. Sedangkan Miranda mengulum penisku ke dalam mulutnya, mengocok dimulutnya yang membuat sensasi yang tidak bisa aku ungkapkan tanpa sadar aku pun mendesah.

    “Aaahhh enak Mir, terus Mir hisap terus, aaahhh…”

    Sedangkan Dahlia menghisap buah zakarku dengan lembutnya membuat aku semakin nggak tertahankan untuk mengakhiri saja permaianan itu. Aku pun mulai menjilati vagina Karina dengan lembut dan perlahan-lahan biar dia bisa merasakan permaianan yang aku buat. Karina pun menjerit keras sambil berdesis bertanda dia menikmati permainanku itu.

    Mirandapun nggak mau kalah dia menghisap payudaranya Karina sedangkan Dahlia mencium bibir Karina agar tidak berteriak ataupun mendesis. Setelah beberapa lama aku menjilati vaginanya terasa badannya mulai menegang dan dia pun mendesah.
    “Jok… Akuuu mauuu keeeluuuarrr.”

    160095_15Nggak beberapa lama keluarlah cairan yang sangat banyak itu akupun langsung menghisapnya sampai bersih tanpa tersisa. Setelah itu aku pun langsung memasukkan penisku ke dalam vagina Karina, perlahan-lahan aku masukkan penisku dan sekali hentakan langsung masuk semua ke dalam vaginanya yang sudah basah itu. Aku pun langsung menggenjotnya dengan sangat perlahan-lahan sambil menikamati sodokan demi sodokan yang aku lakukan dan Karina pun mulai mendesah nggak karuan.

    “Aaahhh enak Jok, terus Jok, enak Jok, lebih dalam Jok aaahhh, ssttt..”

    Membuat aku bertambah nafsu, goyanganku pun semakin aku percepat dan dia mulai berkicau lagi.

    “Aaahhh enak Jok, penis kamu enak banget Jok, aaahhh…”

    Setelah beberapa lama aku mengocok, diapun mulai mengejang yang kedua kalinya akupun semakin mempercepat kocokanku dan tak beberapa lama aku mengocoknya keluarlah cairan dengan sangat derasnya dan terasa sekali mengalir disekitar penisku. Akupun segera mencabut penisku yang masih tegang itu. Miranda segera mengulum penisku yang masih banyak mengalir cairan Karina yang menempel pada penisku, sedangkan Dahlia menghisap vaginanya Karina yang masih keluar dalam vaginanya dengan penuh nafsunya.

    Miranda pun mulai mengambil posisi, dia diatas sedangkan aku dibawah. Dituntunnya penisku untuk memasuki vaginanya Miranda dan serentak langsung masuk. Blesss… Terasa sekali kehangatan didalam vaginanya Miranda. Dia pun mulai menaik turunkan pantatnya dan disaat seperti itulah dia mulai mempercepat goyangannya yang membuat aku semakin nggak karuan menahan sensasi yang diberikan oleh Miranda.

    Dahlia pun mulai menghisap payudara Miranda penuh gairah, sedangkan Karina mencium bibir Miranda dengan garangnya, Miranda mempercepat goyangannya yang membuat aku mendesah.

    “Aaahhh enak Mir… Terus Mir… Goyang terus Mir… Lebih dalam lagi Mir… Aaahhh sssttt”

    Dan selang beberapa menit aku merasakan penisku mulai berdenyut,

    “Mir… Aku… ingiiin keeeluuuaaarrr”

    Seketika itu juga muncratlah air maniku didalam vaginanya, entah berapa kali munceratnya aku nggak tahu karena terlalu nikmatnya dan diapun masih mengoyang semakin cepat. Seketika itu juga tubuhnya mulai menegang dan terasa sekali vaginanya berdenyut dan selang beberapa lama keluarlah cairan yang sangat banyak sekali, aku pun langsung mengeluarkan penisku yang sudah basah kuyup ditimpa cairan cinta. Mereka pun berebutan menjilati sisa-sia cairan yang masih ada dipenisku, Dahlia pun langsung menjilati vaginanya Miranda yang masih mengalir cairan yang masih menetes di vaginanya. Akupun melihat mereka seperti kelaparan yang sedang berebutan makanan, setelah selang beberapa lama aku mulai memeluk Dahlia dan aku pun mulai mencium bibirnya dan mulai turun ke lehernya yang jenjang menjadi sasaranku yang mulai menari-nari diatasnya.

    “Ooohhh… Joko… Geeelli…” desah Dahlia.

    Serangan bibirku semakin menjadi-jadi dilehernya, sehingga dia hanya bisa merem melek mengikuti jilatan lidahku.

    Miranda dan Karina mereka asyik berciuman dan saling menjilat payudara mereka. Setelah aku puas dilehernya, aku mulai menurunkan tubuhnya sehingga bibirku sekarang berhadapan dengan 2 buah bukit kembarnya yang masih ketat dan kencang. Aku pun mulai menjilati dan sekali-kali aku gigit puntingnya dengan gigitan kecil yang membuat dia tambah terangsang lagi dan dia medesah.

    “Aaahhh enak sekali Jok… Terus Jok hisap terus Jok enak Jok aaahhh sssttt..”

    Dahlia pun membalasnya dengan mencium bibirku dengan nafsunya dan setelah itu turun ke pusar dan setelah itu dia mulai mengulum, mengocok, menjilat penisku didalam mulutnya. Setelah dia puas aku kembali menyerangnya langsung ke arah lubang vaginanya yang memerah dan disekelilingi rambut-rambut yang begitu lebat. Aroma wangi dari lubang kewanitaannya, membuat tubuhku berdesis hebat. Tanpa menunggu lama lagi, lidahku langsung aku julurkan kepermukaan bibir vagina.

    Tanganku bereaksi untuk menyibak rambut yang tumbuh disekitar selangkangannya untuk memudahkan aksiku menjilati vaginanya.

    “Sssttt… Jok… Nikmat sekali… Ughhh,” rintihnya.

    Tubuhnya menggelinjang, sesekali diangkat menghindari jilatan lidahku diujung clitorisnya. Gerak tubuh Dahlia yang terkadang berputar-putar dan naik turun, membuat lidahku semakin menghujam lebih dalam ke lubang vaginanya.

    “Joko… Gila banget lidah kamu…” rintihnya
    “Terus… Sayang… Jangan lepaskan…” pintanya.

    Paha Dahlia dibuka lebar sekali sehingga memudahkan lidahku untuk menjilatnya. Dahlia menggigit bibir bawahnya seakan menahan rasa nikmat yang bergejola dihatinya.

    “Oohhh… Joko, aku nggak tahan… Ugh…” rintihnya.
    “Joko cepet masukan penis kamu aku sudah nggak tahan nih,” pintanya.

    Perlahan aku angkat kaki kanannya dan aku baringkan ranjang yang empuk itu. Batang kemaluanku sudah mulai mencari lubang kewanitaannya dan sekali hentak.

    “Bleest..” kepala penisku menggoyang vaginanya Dahlia.
    “Aowww… Gila besar sekali Jok… Punya kamu,” Dahlia merintih.

    Gerakan maju mundur pinggulku membuat tubuh Dahlia mengelinjang hebat danm sesekali memutar pinggulnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa dibatang kemaluanku.

    “Joko… Jangan berhenti sayang… Oogghhh,” pinta Dahlia.

    Dahlia terus menggoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri seirama dengan penisku yang menghujam dalam pada lubang kewanitaannya. Sesekali Dahlia membantu pinggulnya untuk berputar-putar.

    “Joko… Kamu… Memang… Jagoo… Ooohhh,” kepalannya bergerak ke kiri dan ke kanan seperti orang triping.

    Beberapa saat kemudian Dahlia seperti orang kesurupan dan ingin memacu birahinya sekencang mungkin. Aku berusaha mempermainkan birahinya, disaat Dahlia semakin liar. Tempo yang semula tinggi dengan spontan aku kurangi sampai seperti gerakan lambat, sehingga centi demi centi batang kemaluanku terasa sekali mengoyang dinding vagina Dahlia.

    “Joko… Terus… Sayang… Jangan berhenti…” Dahlia meminta.

    Permainanku benar-benar memancing birahi Dahlia untuk mencapai kepuasan birahinya. Sesaat kemudian, Dahlia benar-benar tidak bisa mengontrol birahinya. Tubuhnya bergerak hebat.

    “Joko… Aakuuu… Kelluuuaaarrr… Aaakkkhhh… Goyang sayang,” rintih Dahlia.

    Gerakan penisku kubuat patah-patah, sehingga membuat birahi Dahlia semakin tak terkendali.

    “Jok… Ooo… Aaammmpuuunnn,” rintihnya panjang.

    Bersamaan dengan rintihan tersebut, aku menekan penisku dengan dalam hingga mentok dilangit-langit vagina Dahlia. Aku merasakan semburan cairan membasahi seluruh penisku.

    Dahlia yang sudah mendapat kedua orgasmenya, sedangkan aku masih berusaha untuk mencari kepuasan birahiku. Posisi Dahlia, sekarang menungging. Penisku yang masih tertancap pada lubang vaginanya langsung aku hujamkan kembali ke lubang vaginanya Dahlia.

    “Ooohhh… Joko… Kamu… Memang… Ahli…” katanya sambil merintih.

    Kedua tanganku mencengkeram pinggul Dahlia dan menekan tubuhnya supaya penisku bisa lebih menusuk ke dalam lubang vaginanya.

    “Dahlia… Vagina kamu memang enak banget,” pujiku.
    “Kamu suka minum jamu yaaa kok seret?” tanyaku.

  • DI PAKSA TAPI TAK TERLALU

    DI PAKSA TAPI TAK TERLALU


    1425 views

    sex yang tak terlalu di paksa tak terlalu dipaksa

     Maya duduk di atas ranjang. Hal ini terjadi lagi. Suara dengkuran Krisna menandakanbahwa dia tertidur dengan sangat lelapnya dan membiarkan Maya merenungi sendiri apayang tengah terjadi dalam kehidupan rumah tangganya. Setelah berjalan lima tahun, perkawinan mereka terasa mulai hambar. Selama empat tahun sebelumnya, kehidupanseksual mereka bias dikatakan sangat sempurna. Hubungan seks berlangsung hampirsetiap malam dalam seminggu hingga beberapa bulan belakangan. Sekarang hanya sekalidalam seminggu dan itupun berlangsung dengan amat cepat dan singkat dan selalumembuatnya tergantung. Maya berfikir apakah ini semua karena dirinya yang menjadipenyebabnya tapi dia sadar dalam usianya yang ke28 tahun sekarang ini bentuk tubuhnyamasih tetap sama tak ubahnya ketika berumur dua puluh. Hampir semua pria yangdikenalnya mengatakan kalau dia adalah sosok dambaan setiap lelaki normal. Dia bangkit dari ranjang tanpa membangunkan suaminya. Bahkan suaminya tak akanbangun jikalau dia bermaksud membangunkannya sekarang, kondisi suaminya selalukelelahan akhir-akhir ini. Dia berjalan melintasi kamar tidurnya masih dalam keadaantelanjang seusai persetubuhan yang berakhir dengan kekecewaan dengan suaminya. Cahaya bulan purnama menyinari kamar tidurnya hingga menjadikan seakan disiang hari. Dia berhenti di depan cermin memandangi tubuhnya untuk memastikan apakah bentuktubuhnya masih tetap seperti dalam angannya. Apa yang dilihatnya adalah sesosok wanitaberusia 28 tahun yang telah menikah selama 5 tahun dengan kekasihnya ketika kuliahdulu.

    Rambut hitamnya yang panjang dan lebat sama hitam dan lebatnya dengan rambutyang menutupi sekitar selangkangannya dan diteruskan dengan sepasang paha yangjenjang menopang semampai tubuh 167nya. Buah dadanya masih tetap kencang danmendongak angkuh, dan bongkahan pantatnya tetap bundar dan padat. Semua ituterbingkai dalam sosoknya yang seberat 50kg. Tidak, tak mungkin dirinya yangmenjadikan Krisna berpaling darinya setiap malamnya. Dia memikirkan Krisna. Mereka mulai pacaran di tahun terakhir kuliah dan segeramenikah begitu wisuda. Seks merupakan bagian yang besar dalam hubungan merekabahkan sebelum mereka menikah, dan semakin menjadi bagian yang lebih besar setelahkeduanya menikah. Krisna memang mempunyai pengalaman yang ëlebihí sebelumbertemu dengannya dan Maya sendiri masih ëgadisí sebelum bertemu dengan Krisna. Krisna mengajarkan semuanya pada Maya hingga menjadi sosok wanita seperti yangsekarang, dan Krisna masih tetap satu-satunya guru, kekasih, suami dan partner seks yangdimilikinya. Krisna adalah sosok dambaan semua teman wanitanya. Tinggi tubuhnyayang mencapai 190 membuatnya gagah ditambah rambut ikalnya dan sepasang mataelangnya. Kejantanannya sendiri cukup besar untuk memuaskan dahaga seksual Maya. Krisna mempunya pekerjaan yang menghasilkan uang yang cukup untuk memenuhisemua kebutuhan rumah tangganya dengan tanpa Maya susah payah bekerja. MemangKrisna menginginkan dia menjadi ibu rumah tangga dan mengurus semua kebutuhanrumah. Mereka memiliki sebuah rumah yang nyaman dengan halaman yang sangat luas.Get yours now!yang bias menampung sebuah kolam renang dan sekedar untuk berkuda. Benar-benarmemberikan mereka sebuah privasi yang berlebih dengan letaknya yang jauh dari pusatkota. Mereka sudah menempati rumah tersebut selama dua tahun. Satu-satunya orangyang tinggal dengan meraka hanyalah seorang penduduk setempat berusia hampir paruhbaya yang bekerja mengurus rumah mereka. Adik Krisna baru saja tinggal denganmereka beberapa bulan yang lalu. Ayah dan Ibu Krisna memutuskan untukmengontrakkan rumah mereka yang berada di pusat kota dan pindah di kampung halamanuntuk menghabiskan masa tua mereka. Adi, adiknya Krisna masih ingin tetap tinggal dikota ini untuk meneruskan sekolahnya. Adi bukan merupakan sebuah masalah diantara Maya dan Krisna.

     

    Masalah mereka sudahberawal jauh sebelum dia pindah dengan mereka. Maya suka dengan adik iparnyatersebut dan sangat setuju jika Adi tinggal bersama mereka. Adi sama sekali bukanmasalah dan dia bukan orang yang suka mencampuri terlalu dalam urusan orang lain. Adijuga merasa cocok dengan kakak iparnya dan mereka sering menghabiskan waktubersama untuk sekedar ngobrol ataupun berenang. Adi merupakan sebuah duplikat yanglebih muda dari kakaknya. Sukri, sang pengurus rumah, juga tinggal di rumah ini. Dia menempati sebuah rumahkecil yang terletak dekat dengan gudang, jauh di pekarangan belakang rumah mereka. Dia lahir dan tumbuh di tanah ini, dan ketika tanah ini dibeli Krisna dia meminta ijinuntuk tetap tinggal disini. Usianya hamper 40 tahun tapi alam membuatnya terlihat masihberusia 20an. Tubuhnya tinggi kekar dengan kulit sawo matang. Dia merasa senangbekerja mengabdi pada Krisna dan Maya. Terutama saat berada di dekat Maya ketikawanita ini berkuda dengan memakai celana jeans ketatnya. Dalam benaknya dia melihatMaya yang tanpa busana setiap kali berada di dekatnya. Strata sosial yang membedakanderajat mereka, ataupun Maya yang juga majikannya tak menghentikan fantasinya untukmenikmati keindahan tubuh wanita cantik ini di atas ranjang. Maya memandang kea rah tempat tidur dan Krisna masih terlihat lelap tidurnya. Dikenakannya kembali baju tidur sutra tipisnya yang beberapa saat lalu dipakainya untukmembangkitkan gairah suaminya agar bercinta dengannya. Itu merupakan sebuah bajutidur seksi yang sangat tipis dan tak mampu menyembunyikan bagian dalam tubuhtelanjangnya. Dia berjalan menuruni anak tangga dab keluar menuju beranda belakangyang mengarah ke kolam renang. Suasana malam musim panas ini terasa tenang dan damai di pinggir kolam renang. Mayasering berada di sekitar kolam renang ini saat malam hari untuk sekedar duduk-duduksantai melepaskan lelah dan terkadang juga berenang, dengan tanpa selembarpakaianpun. Krisna pernah mengingatkannya kalau mungkin saja Sukri melihatnya, tapiMaya tak peduli. Dia merasa bangga dengan bentuk tubuhnya dan tak merasa ada yangmembuatnya malu dengan keadaannya. Dia tak selalu beranang dalam keadaan telanjangtapi bikini yang dipakainya juga tak mampu berbuat banyak untuk menutupi keindahantubuhnya. Dan Maya juga tahu kalau Adi, adik iparnya itu juga suka memandangitubuhnya saat dia mengenakan bikini. Tapi Adi belum pernah melihatnya beranangtelanjang karena dia menghentikan kebiasaannya tersebut begitu adik iparnya menetap.Get yours now!bersama mereka. Pernah suatu malam Adi menemaninya berenang di malam hari setelahKrisna pergi tidur dan keduanya berenang bersama.. Pakaian tidur tipi situ membungkus tubuhnya semakin erat saat Maya merentangkankedua tangannya dan menghitung bintang bintang yang bertaburan menghiasi langithitam di atasnya. Dia baru beberapa menit berada di luar sini ketika di dengarnya suaramobil Adi memasuki carport.

    Dia tahu kalau seharusnya dia bergegas berdiri dan masukke dalam rumah sebelum adik iparnya masuk. Dia tidak telanjang tapi apa yang menutupitubuhnya tak bisa menutupi tubuhnya meskipun di bawah cahaya sinar rembulan. Diamerasa bimbang untuk berbuat apa hingga akhirnya waktu jadi terlambat saat mobil Adimulai memasuki tempat parker yang terletak di samping kolam renang tersebut. Adi keluar dari dalam mobil dan kemudian membanting pintunya dengan sangat keras. ìWah wah, kamu pasti sedang sangat marah ya sampai-sampai pintunya kamu bantingbegitu.î Adi terlonjak saking terkejutnya tak menyadari ada seseorang dibelakangnya di jamselarut ini. ìYa, mbak boleh bilang malam yang benar-benar sial.î Maya tahu kalau adikiparnya baru pulang dari kencan dengan kembang sekolahnya. Seorang gadis yangmenjadi rebutan dan kabar burung menceritakan kalau gadis tersebut bisa diajak tidurasal bisa menaklukkan hatinya, dan malam ini Adi mencoba peruntungannya. Merekaberdua pernah membicarakan tentang hal ini sebelumnya dan saat Adi akan keluar malamtadi, Maya juga mendoakan agar dia berhasil. Maya bangkit dari bangku yang didudukinya dan memberi isyarat pada Adi untukmendekat. ìKelihatannya kamu dan aku sedang sial malam ini. Duduklah sini danceritakan bagaimana kencanmu.î Adi baru saja akan duduk saat dia menyadari betapa tipisnya baju tidur yang dikenakankakak iparnya ini. Dia pernah melihatnya memakai bikini tapi payudara kakak iparnyajauh tampak lebih jelas dengan baju tidur tipis yang dikenakannya ini dibandingkan saatmemakai bikini. ìHey, mbak terlihat sangat cantik. Bagaimana mungkin mbak punyamasalah kalau pakai pakaian seperti ini?î Maya melipat kedua lengannya di depan dadanya. ìKamu jangan memandangiku sepertiitu.îìRasanya sulit setelah kencan sial malam ini.îìCeritakan padaku.îìMbak yang cerita lebih dulu apa yang sudah terjadi baru aku ceritakan apa yang terjadidengan kencanku.îìTak banyak yang bisa kuceritakan. Sudah kusiapkan dinner yang romantis dengan winedan lilin. Sudah susah-susah pergi ke salon biar kelihatan cantik. Pakai pakaian seksi.Get yours now!seperti ini dan apa yang kudapatkan? Abangmu malah pergi tidur meninggalkan aku, endof story.îìKalau mbak berdandan seksi seperti ini untuk aku pasti aku tak akan pergi tidur danmembiarkan mbak sendirian.îìAh, kamu hanya coba menghibur aku.î Adi duduk disamping kakak iparnya. Dia duduk merapat sangat dekat hingga bisadirasakan kehangatan tubuh kakak iparnya. ìCeritaku tidak lebih baik dari mbak. Kencandengan cewek yang jadi rebutan tapi hasilnya nol besar. Benar-benar malam yang palingsial minggu ini.î Maya menyandarkan kepalanya di bahu Adi. ìSepertinya kita berdua jadi pecundangmalam ini.î Lengan Adi bergerak melingkari bahu kakak iparnya dan merengkuhnya lebih merapatpadanya. ìAku tak tahu soal itu, tapi ini terasa sangat indah bagiku.î Tangannya bergerakke bawah dan singgah pada buah dada Maya. Maya tak menyingkirkan tangan Adi dari dadanya, dia hanya menatap jari-jari Adi yangmulai bergerak di dadanya dan kemudian memandangi wajah adik iparnya. ìApa kamubenar-banar baru berumur 18 tahun?îìAku cukup dewasa untuk merubah malam yang sebelumnya sial menjadi lebih baik.î Tangan Adi yang satunya mulai bergerak melepaskan tali yang mengikat baju tidur kakakiparnya.

     

    Segera saja dia menyibak gaun tidur itu hingga tubuh indah isteri abangnya initerpampang jelas tanpa penghalang lagi. Kedua telapak tangannya bergerak ke buah dadaMaya dan meremasnya dengan lembut hingga membuat putingnya mencuat menusuklembut telapak tangannya. Kedua tangannya terus memainkan kedua daging kenyaltersebut sambil matanya menelusuri perut Maya yang rata hingga menuju ke bawahselangkangan yang dihiasi rambut lebat. ìKamu cukup dewasa bagi abangmu yang akan membunuhmu kalau dia bangun.î Mayatak tahu apa yang membuat dirinya membiarkan adik iparnya ini berbuat seperti ini. Diasama sekali tidak berusa untuk mencegahnya. Adi sudah hamper 3 bulan tinggal bersamamereka dan dalam benak Maya sama sekali tak pernah terlintas pikiran yang berbauseksual terhadap adik iparnya, hingga sampai malam ini, dan sekarang dia berada hanyaberdua dengannya di pinggir kolam renang ini malam ini dalam keadaan telanjangseutuhnya dan suaminya sedang tertidur lelap di kamar tidur lantai atas Dan vaginanyasudah terasa sangat basah oleh gairah. Bibir Adi mulai bergerak turun menuju bibirnya. Maya mendekatkan bibirnya tanpadiminta. Bibir Adi menyentuh bibirnya dan mulutnya mulai membuka. Lidah adikiparnya menyentuh bibirnya dan Maya membuka mulut untuknya. Adik iparnya sangatmahir memainkan bibirnya dan dia merasakan ada sebuah perasaan yang sangat mirip.Get yours now!antara Adi dan suaminya. Maya mungkin tak pernah mempunya pikiran seksual terhadapadik iparnya ini tapi sudah lama Adi memendam hasrat ini dan saat ini dia benar-benarmemanfaatkan kesempatan akan kepasrahan kakak iparnya ini. Adi bisa mendengar lenguhan lirih Maya saat dia menciumnya. Maya mulaimenggerakkan pinggulnya dan lengannya bergerak meraih tubuh Adi agar kedua bibirmereka melumat semakin merapat. Adi menyadari kalau kakak iparnya tak akanmenolaknya malam ini dan mungkin saat ini adalah kesempatan terbaiknya untukmewujudkan impiannya selama ini. Malam ini Maya merasa telah dicampakkan olehsuaminya dikala gairahnya tengah menyala-nyala dan Adi akan segera menyantaphidangan yang masih hangat yang tersuguh di hadapannya . Sebelah tangan Adi bergerak turun ke bawah dan menelusuri kulit perut Maya yanglembut untuk menyentuh tepian vagina berbulu lebatnya. Kedua pahanya yang masihmerapat erat menahan gerakan jemari Adi. Jemari Adi terus menggerayangi perut bagianbawahnya disertai lidahnya yang menari dalam mulut Maya. Akhirnya kedua paha Mayamelemas dan mulai bergerak membuka. Jemari Adi langsung turun kea rah kelentitnya. Begitu kelentitnya tersentuh jemari Adi, kedua paha Maya membuka semakin lebar. Akhirnya Maya memberikan ruang seutuhnya pada Adi untuk berbuat sekehendak hatiterhadap daerah paling rahasia dari tubuhnya.

     

    Langsung saja jemari Adi melesak masukke dalam. Maya menjadi teramat sangat basah. Dia sedang berada dalam lingkaran perasaan yangmembuatnya kesulitan untuk membedakan yang sedang mengeksplorasi tubuhnya iniKrisna ataukah bukan. Keduanya terasa sangat sama hingga Maya merasa kalau yangsedang menyentuhnya saat ini adalah Krisna. Nafasnya semakin memburu cepat saat diamerasa tubuhnya direbahkan ke atas bangku malas ini. Adi merbahkan tubuh Maya dansekali lagi bibirnya menuju ke payudara Maya. Ciuman bibirnya menjalar bebas kesekujur tbuh kakak iparnya ini. Gaun tidurnya terbuka lebar dan Maya rebah dengankedua belah paha terpentang lebar saat jemari adik iparnya bergerak keluar masuk dalamvaginanya. Maya berada diperbatasan dari puncak kenikmatannya saat tiba-tiba Adimenghentikan aksinya. Kedua mata Maya yang semula terpejam rapat langsung terbuka menatap begitu Adiberhenti. Adi sedang membuka pakaian terakhir yang menutupi tubuhnya. Batangpenisnya mengacung dengan tegak dan keras, terayun-ayun saat dia berjalan mendekat kearahnya. Batang penisnya cukup besar dan panjang. Untuk pertama kalinya Mayamenyadari perbedaan di antara keduanyaÖìStop Adi! Apa yang kamu lakukan?îìAku akan membahagiakan mbak malam ini. Pikirkan saja betapa jauh lebih baiknyaperasaan kita berdua setelah semua kesialan yang kita dapat sebelumnya.îìJangan lakukan, please. Aku isteri abangmu dan kalau ini terjadi mungkin kita berduatak akan bisa menghentikannya.î.Get yours now!ìAku tak mungkin stop sekarang. Sudah sangat lama menginginkan mbak dan aku tahukalau abang sudah tak melakukan PRnya dengan benar.î Maya merapatkan keduapahanya untuk mencegahnya. ìAyolah mbak Maya buka untukku, aku tahu mbak pastimenginginkan juga seperti aku.î Adi menunduk dan mencium sebuah putting payudara Maya lagi. Lalu dia berpindah kemulutnya. Maya membuka mulut untuknya tanpa dipaksa. Adi menghentikan ciumannyauntuk berbisik pada Maya, matanya menatap lembut, ìBukalah untukku May,Ö Akuingin merasakan vaginamu meremas erat penisku saat kumasuki.î Lalu dia kembalimelumat bibirnya. Untuk pertama kalinya Adi memanggilnya tanpa panggilan mbak, sesuatu yang tak biasatapi itu jadi pemicu bagi Maya hingga kalah dalam pertempuran ini. Maya memangmenginginkan batang penis Adi memasuki tubuhnya.

    Sudah terlalu lama Maya tidakdisetubuhi sesai dambaannya. Saat ini ada seseorang yang ingin memuaskan dia sepertiapa yang pernah dilakukan suaminya dulu. Maya membuka pahanya. Sebelah pahanyamasih berada di atas bangu dan sebelahnya lagi ditariknya ke atas tubuhnya. Adi bergerakke depan dan batang penisnya dengan sendirinya menemukan jalan masuk. Denganperlahan didorngnya maju dan kepala penisnya menyeruak membelah bibir vagina Maya. Maya akhirnya melingkarkan kedua pahanya pada pinggang Adi dan tumitnya menancaperat pada pantat adik iparnya ini untuk menariknya masuk semakin dalam. Perlahan Adimulai mengisi vagina Maya melebihi apa yang pernah dirasakannya. Setiap kocokannyaAdi membawa mereka berdua semakin tinggi dan bertambah tinggi. Tak menunggu lebihlama Adi mulai menyentakkan penis kerasnya seutuhnya hingga ke dasar vagina kakakiparnya. Adi menghentakkannya dengan sangat keras tapi itulah yang didambakan Maya. Setiap kali Adi menarik keluar batang penisnya, kedua kaki menahannya seakan inginsegara melesakkannya ke dalam vaginanya kembali. Sama sekali tak terlintas dibenaknyakalu kini dia telah mengkhianati suaminya. Maya hanya meredakan dahaga batinnya dariapa yang beberapa bulan belakangan ini tak pernah diberikan oleh suaminya. Tak membutuhkan waktu yang lama bagi keduanya untuk meraih akhir. Adi memberikanpersetubuhan yang cepat, keras dan sedikit kasar pada Maya seperti apa yang belakanganini tak didapatkannya dari suaminya. Klimaks itu berada di puncak bukit di depan matadan mereka berdua saling bergegas mendakinya bersama. Dengan berbarengan keduanyamencapainya dan hanya mulut Adi yang segera melumat bibir isteri abangnyalah yangmencegah suara jeritan kenikmatan Maya agar tak membangunkan Krisna atau bahkanSukri. Semuanya sudah berakhir dan mereka berdua benar-benar merasa amat kelelahan. Dengan kepayahan Adi mengangkat tubuhnya yang menindih Maya. Batang penisnyayang melemas tercabut keluar dari vagina Maya yang terisi penuh sperma adik iparnyadan mulai meleleh keluar menuruni paha jenjangnya. Maya bangkit untuk duduk denganlemas dan Adi duduk di sampingnya, keduanya masih tanpa pekaian. Maya mulaimerasakan penyesalan dan Adi menyadari hal tersebut. ìJangan menyesali sesuatu yangterasa sangat indah. Tak mungkin ini sesuatu yang buruk.î Dia mendekat dan mencium.Get yours now!ujung bibir Maya. Maya menatapnya; ìApa benar kamu baru berumur 18?î Keduanyatertawa pelan dan Maya merasa jauh lebih baik. Maya berkata, ìSudah cukup kita menggunakan kesempatan untuk malam ini. Aku haruskembali ke kamar sebelum Krisna menyadari kalau aku tak ada di sampingnya. Kitaberdua sama-sama menginginkan ini terjadi malam ini dan aku rasa kita juga sudahmendapatkan apa yang kita mau.î Keduanya berjalan saling berpelukan menuju ke dalamrumah. Adi masih telanjang dan membawa pakaiannya di tangannya sedangkan Mayasudah mengenakan gaun tidurnya kembali.

    Di pintu belakang Adi memberi sebuahciuman selamat malam pada Maya, tak melepaskan ciumannya hingga Mayalah yangakhirnya menghentikannya. Dalam benak keduanya membayangkan kalau saja malam inihanya mereka berdua yang berada di rumah pastilah malam masih akan teramat panjang. Adi berjalan menuju kamarnya di lantai bawah dan Maya berjalan menaiki tanggamenuju kamarnya di lantai atas. Krisna sudah terjaga dan mendapati kalau dia sendirian. Di pikir isterinya sedang kekamar mandi dan segera kembali nanti. Dia kembali tidur tapi beberapa menit kemudianterbangun lagi. Maya masih belum kembali. Dia tahu kalau kadang-kadang isterinya sukaberenang malam-malam. Dia berjalan menuju ke jendela dan hal yang pertama kalidisaksikannya adalah isterinya, Maya yang sedang berciuman dengan Adi, adiknya diatas bangku di pinggir kolam renang. Cahaya bulan purnama membuatnya dapatmemastikan hal itu meskipun dalam keremangan malam. Reaksi pertamanya adalah inginlangsung turun ke sana dan menendang pantat adiknya. Tapi kemudian sesuatu itumenghantamnya, dia sadar kalau hal itu penyebabnya adalah karena salahnya sendiri. Diasadar kalau telah menampik setiap ajakan isterinya untuk bercinta beberapa bulanbelakangan ini. Dia tak menginginkannya, tapi dia sudah terlibat dalam hubungan yang rumit denganseorang wanita di kantornya dan dia tak mampu untuk menghentikannya. Susan berumurlebih tua darinya dan bahkan tidak berwajah lebih cantik dibandingkan Maya. Saat itu diasedang mabuk di acara pesta kantornya dan mereka berdua berakhir dalam persetubuhandi atas meja kerja kantornya. Susan seakan sebuah obat yang tak mampu dia tolak. Diamampu memberikan sesuatu yang lebih dengan vaginanya yang belum pernah diarasakan sebelumnya. Dia mengontrol otot vaginanya hingga seakan mampu memerahbatang penisnya dan hal tersebut tak dimiliki Maya. Sejak affair ini terjadi, Susan seakan tak pernah merasa terpuaskan. Dia menginginkanbersetubuh setiap waktu dan dimanapun tempatnya jika memungkinkan. Dan itulah yangmembuatnya selalu kelelahan saat pulang ke rumah. Jadi, ketika Krisna melihat adiknyasedang mencium isterinya dan mulai menyetubuhinya, yang mampu dilakukannya hanyamelihat. Dan yang lebih mengejutkannya adalah ternyata penisnya menjadi sangat ereksisaat melihat hal itu. Krisna bukanlah satu-satunya orang yang menyaksikan dengan menahan nafsuperselingkuhan antara Maya dan Adi. Sukri sudah melihat saat Maya keluar dari pintubelakang dan duduk di atas bangku itu. Dengan bersembunyi di kegelapan malam dia.Get yours now!sudah menanti kedatangan Maya, sebelumnya dia sudah pernah menyaksikan nyonyamajikannya itu berenang dengan telanjang, dan malam ini dia berharap hal itu terulangkembali. Dia menyaksikan saat Adi dating dan kemudian mulai menyetubuhi nyonyamajikannya yang cantik itu. Sejak pertama kali bertemu, Sukri sudah menginginkanMaya. Dia adalah wanita tercantik yang pernah dia temui. Meskipun dia sadar betapapundia mengharapkan, hal itu tak akan terwujud. Dan dengan kejadian yang dia saksikanmalam itu memberinya sebuah harapan untuk mewujudkan impiannya. Dengan hati riang Maya mengayunkan pinggul menapaki tangga menuju kamar tidurnya. Untuk pertama kali sejak beberapa bulan birahi dan vaginanya terpuaskan. Saat diamembuka pintu kamar dia mendapati Krisna di atas ranjang. Selimutnya sudah terlempardi atas lantai dan dia rebah dengan batang penis yang ereksi.

    ìWaktu aku bangun kamu tidak ada. Aku pikir kamu segera kembali dan aku inginmenuntaskan apa yang kita awali sebelumnya. Sorry, belakangan ini aku seringkecapekan dan mengabaikan kamu. Kemarilah dan ijinkan aku menebusnya.îìAku mau ke kamar mandi dulu.îìJangan, tak usah. Aku mungkin tak bisa menahan lebih lama lagi kalau kamu ke kamarmandi dulu.î Maya sadar jika dia menuruti kemauan suaminya untuk bercinta sekarang, Krisna akanmerasakan sperma adiknya di dalam vaginanya. Krisna tak memberinya kesempatanuntuk berpikir, dia berdiri merengkuh tubuh Maya kedalam pelukannya dan memberinyasebuah ciuman yang dalam sebelum merebahkannya ke atas ranjang. Segeradilepaskannya tali gaun tidur itu dan menyibaknya lebar hingga tubuh isterinyaterpampang jelas di hadapannya. Dia bergerak di antara paha Maya dan sedetikberikutnya penisnya merangsak masuk ke dalam vagina Maya yang baru saja disetubuhiAdi. Dengan mudah penisnya masuk ke dalam. ìKamu sangat basah malam ini. Aku akanmemanjakan dan memuaskanmu.î Krisna menyetubuhinya dengan keras dan cepatmembuat batang penisnya bergerak mengaduk sperma adiknya. Dia tahu penyebabkenapa Maya sangat basah dan bukannya hal itu membuatnya marah tapi sebaliknya. Batang penisnya terasa sangat keras dan dia ingin mengantarkan Maya ke puncak terlebihdahulu sebelum dia menyemburkan spermanya sendiri. Maya sangat bahagia dengan cara suaminya menyetubuhinya sekarang ini. Dia sukadengan foreplay yang panjang dan seksi saat bercinta tapi begitu penis suaminyamemasuki vaginanya dia ingin Krisna tak menyia-nyiakan waktu lebih lama lagi dansegera menyetubuhinya bukannya sekedar bercinta dengannya. Meskipun setelah barusaja melakukan hubungan seks yang panas dengan Adi, Maya masih menginginkan yanglebih lagi dari Krisna. Maya sadar kalau suaminya bisa merasakan sperma Adi di dalamvaginanya tapi selama Krisna tak tahu apakah itu, maka hal tersebut tak menjadi masalahbaginya. Bersama mereka berdua menggapai puncak kenikmatan..Get yours now!Krisna menyemburkan spermanya di dalam wanita yang sangat dicintainya ini seiringgemuruj orgasme yang sedang dirasakan Maya dan membuat dinding vaginanyamemerah setiap tetes cairan cinta dari suaminya. Hubungan seks ini terasa sangatmemuaskan bagi Krisna dan dia berfikir apakah ini karana dia baru saja menyaksikanadiknya sendiri menyetubuhi isterinya ini. Maya tak peduli apa yang menyebabkan ini jadi terasa sangat nikmat kembali dia hanyamerasa sangat bahagia karena Krisna sudah kembali seperti dulu lagi. Mungkin dia bisamenyetubuhi Adi kapanpun dia mau, tapi bagaimanapun juga dia tetap membutuhkansuaminya sendiri. Maya bangun kesiangan esok paginya. Krisna sudah berangkat kerja dan Adi sudah pergike sekolah. Samar-samar dia ingat saat Krisna memberinya ciuman sebelum berangkatkerja tadi. Dia berguling dan dapat merasakan sisa sperma yang keluar dari vaginanya. Setelah Krisna selesai malam tadi, Maya sudah tak punya tenaga lagi untukmembersihkan diri. Mandi adalah hal pertama yang paling ingin dia lakukan hari ini. Seusai mandi dan membersihkan diri di wajahnya masih terlukis sebuah senyum olehperistiwa semalam. Dia sadar kalau semestinya dia merasa bersalah dan menyesal tentangAdi tapi entah kenapa dia tak mampu untuk itu. Untuk pemuda berusia 18 tahun, Adisungguh memahami benar bagaimana caranya membahagiakan seorang wanita. Maya tak tahu apa yang terjadi pada Krisna. Setelah beberapa bulan belakanganberlangsung dengan hubungan seksual yang sangat sangat jarang sekali dan tanpa gairah, tiba-tiba saja dia berubah seakan tak pernah tercukupi semalam. Maya sungguh berharapapapun yang mengganggu pikiran suaminya selama ini sudah terselasaikan. Menjelang siang dia sudah selesai sarapan dan sekaligus membersihkan sisa piring kotoryang ditinggalkan oleh Krisna dan Adi di dapur dan bersiap untuk pergi ke kolam renang.

    Dia heran kenapa Pak Sukri belum kelihatan hari ini. Jika saja orang tua itu tidak kerjahari ini dia akan menikmati sinar matahari seutuhnya. Merasa tak pasti akan hal tersebut, akhirnya dia memutuskan untuk memakai bikini saja. Meskipun tetap saja bikini yangdikenakannya masih tak mampu menutupi seluruhnya tapi setidaknya dia tidak telanjangjika ternyata Pak Sukri datang agak siangan lagi. Maya sudah melihat bagaimana caralelaki yang sudah lama ditinggal mati isterinya itu melihat dirinya,ada suatu yangmembuatnya berdesir entah apa. Dia berenang beberapa putaran seperti yang biasa dilakukannya setiap pagi sebelumakhirnya naik dan rebahan di atas bangku santai yang dipakainya bersama Adi semalam. Tak mampu dicegahnya untuk memikirkan peristiwa dengan adik iparnya tersebut, danbagaimana dia merebahkannya di atas bangku ini dan memberikannya sebuahpersetubuhan yang sangat menggairahkan. Puting susunya menjad sangat keras ketikamembayangkannya. Dia tak tahu bagimana nanti menghadapi Adi setelah kejadiansemalam, tapi yang pasti dia tahu kalau mereka berdua harus berhati-hati kalau adaKrisna. Dia juga merasa jika Adi akan menginginkannya lagi dan Maya merasa kalau diajuga tak ingin menghentikan adik iparnya..Get yours now!Baru saja dia hampir terlelap saat ada sebuah bayangan menghamiprinya, membuatnyaterbangun dan saat dia membuka matanya dilihatnya Sukri sudah berdiri di sampingnya. Dengan cepat dia bangkit. ìOh, selamat pagi Pak Sukri, aku baru saja mau tertidur. Adakeperluan apa Pak?î Maya tahu biasanya orang ua ini jarang sekali masuk ke dalam arearumahnya kecuali untuk mengerjakan pekerjaannya. Ada sesuatu pancaran di matanyayang belum pernah dilihat Maya sebelumnya. Sebuah tatapan mata yang sering dilihatnyadari para lelaki yang menginginkannya. DIa bersukur telah memakai bikini tapi saat inidia berharap memakai yang lebih lagi. Handuk yang tadi dibawanya telah dijatuhkannyadipinggir kolam di sisi yang lain sebelum dia terjun ke kolam tadi. ìNyonya Maya, saya ingin bicara dengan anda.î Maya hendak berdiri dan berkata, ìBaiklah Pak Sukri, ada keperluan apa?î Tangan Sukri menahan bahu Maya agar tak berdiri. Ini mengejutkan Maya. Ini pertamakalinya orang tua ini menyentuhnya. Dia kembali duduk dan menatap matanya. Dia takingin orang tua ini tahu kalau dia merasa takut terhadapnya. ìSaya hanya ingin ketemu anda dan mebicarakan sebuah perundingan dengan andaîìPerundingan macam apa maksud anda?îìSaya tak tahu lagi harus bagaimana kecuali langsung menemui anda danmembicarakannya. Saya sudah memperhatikan anda sejak pertama kali anda pindahkemari. Anda adalah wanita tercantik yang pernah saya lihat. Saya sangat ingin bercintadengan anda setiap kali saya melihat anda. Saya sadar kalau itu hanya harapan yang sia- sia belaka hingga semalam. Kemudian saya melihat anda dan mas Adi dan saya tahukalau akhirnya tiba waktunya harapan saya itu akan terkabul.î Maya merasa seakan tubuhnya diguyur oleh air dingin. Lelaki paruh baya ini telahmelihatnya dengan Adi semalam dan kini dia menginginkan hal yang sama juga. Yangterlintas di pikirannya saat ini adalah segera lari dari sini dan menyingkir jauh-jauh. ìSaya tak mengerti maksud anda. Apa yang saya lakukan dengan Krisna atau Adi atupunorang lain adalah urusan saya.î Dia mencoba untuk berdiri lagi dan kembali Sukrimendorongnya duduk, kali ini dengan lebih keas lagi. ìSaya tahu kalau itu adalah urusan anda tapi bagaimana kalau Tuan Krisna tahu andasudah tidur dengan adiknya?î Maya tak mungkin dia membiarkan Krisna tahu tentang perbuatannya dengan Adi, Mayasadar kalu dia tak bisa berbuat apa-apa. Jika kejadiannya dengan pria lain dan bukannyadengan adik suaminya mungkin saja tak seburuk ini. Mungkin dia bisa menangis danmemohon ampun pada Krisna dan suaminya itu mungkin saja mau memaafkannya, tapitak mmungkin kalau kejadiannya dengan. ìAnda mau apa?î.Get yours now!ìSaya menginginkan anda, dan saya menginginkan anda seperti Adi mendapatkan andatadi malam. Anda menuruti dan saya akan melupakan apa yang telah saya lihatsemalam.îìDan kalau saya tidak melakukan apa yang anda mau apa yang bisa anda lakukan? Inihanya akan jadi sebuah cerita karangan anda saja.îìSaya sudah mengira kalau anda akan berkata seperti ini.

    Saya sudah menyiapkanbeberapa foto yang akan menjadi bukti cerita saya itu.î Sukri sadar kalau soal foto ituhanyalah karangannya saja, tapi dia yakin kalau Nyonya majikannya ini tak tahu akan halitu. Maya sadar kalu dia telah kalah. Dengan adanya foto tersebut tak mungkin dia biasmembantah tentang perbuatannya dengan Adi kepada Krisna. Wajahnya tertunduk danSukri tahu kalau wanita di hadapannya akan memberikan apa yang dia maus. ìKapan?îìSekarang, sudah terlalu lama aku menunggu. Berdiri dan segera masuk ke dalam rumah. Saat saya menikmati tubuh anda saya ingin melakukannya di atas kasur yang lembut danempuk agar bisa benar benar merasakan nikmatnya.î Sukri memberi tanda agar diaberdiri dan Maya mematuhinya. Dengan perlahan dia berjalan menuju ke dalam rumah. Sempat terlintas dibenaknya untuk lari dan mengunci pintunya tapi dia sadar kalau lelakidi belakangnya ini akan menceritakan semuanya kepada Krisna dan pernikahannya akan. Begitu memasuki rumah Sukri langsung menutup pintu dan sekaligus menguncinya. Maya berhenti tapi segera Sukri menggiringnya menuju kamar tidur. Maya bermaksudmelewati kamar tidurnya dan menuju ke kamar tamu. Sukri menghentikannya danberkata, ìTidak, saya ingin di ranjang anda. Saya ingin menyetubuhi anda di tempatsuami anda melakukannya setiap waktu.î Maya memasuki kamarnya. Ranjang itu telah dirapikannya dan seprei serta selimutnyasudah diganti dengan yang bersih setelah terpakai semalam. Sukri menarik selimutnyadan melemparkannya ke lantai. Kemudian dia rebah ke atas kasur empuk itu dengantangan di bawah kepalanya. Dia tahu kalau Maya tidak bias lari ke manapun lagi dan diaingin benar-benar menikmati waktunya bersama nyonya majikannya yang cantik ini. Diaberdiri dengan berkacak pinggang. ìLepaskan bajuku.î Maya sadar dia tak punya pilihan lagi. Dia mendekat. Diraihnya bagian bawah baju Sukridan mengangkatnya melewati kepalanya. Lelaki paruh baya ini jauh lebih tinggi darinyahingga membuat dia hampir menyentuh tubuhnya saat melepaskan baju itu. Mayamelemparkan baju tersebut ke atas kursi. Maya sudah pernah melihat tubuh Sukri yangkekar tanpa baju saat bekerja di kandang kudanya, dan dalam jarak sedkat ini dia semakinmelihat betapa Sukri memiliki bentuk tubuh yang besar dan tegap. ìSekarang, buka bikiniatas anda.î.Get yours now!Untuk sejenak Maya bimbang dan kemudian tangannya bergerak ke belakang tubuhnyauntuk melepaskan bikini atasnya. Dia melepasnya melewati bahunya dan berusahamenutupi. ìTurunkan tangan anda, saya ingin melihatnya dengan jelas.î Mayamelemparnya ke kursi menyusul baju Sukri dan sekarang dia berdiri di depa Sukridengan payudara yang terpampang tak berpenutup. ìKe sini.î Tangan Sukri tejulur kedepan dan menarik tubuh Maya mendekat. Maya berusaha untuk mundur tapi Sukrimencengkeramnya dengan erat. Maya sadar kalau dia harus mematuhi semua kemauanlelaki paruh baya ini. Batang penis Sukri mengeras dengan sempurna saat payudara Maya terpampangseutuhnya.

    Tak sabar dia untuk merasakan daging membusung itu dengan tangan danmulutnya. Sukri mundur sedikit sekedar untuk mempertimbangkan apa yang pertama kaliakan dilakukannya pada isteri majikannya ini. Dia ingin langsung menerkamnya tapi dialebih ingin kalau wanita ini yang merengek memohon padanya. ìMendekatlah, biarputing anda menyentuh dada saya.î Maya merasa tegang menyadari kontak yang sebentar lagi akan terjadi. Payudaranyasangatlah sensitif fan dia sadar kalau lelaki ini ingin membuatnya jadi terangsang. Diameyakinkan dirinya kalau dia tak akan membiarkan lelaki ini merasa puas telah dapatmenjadikan dirinya menikmati pemaksaan ini. Dia mendekat seperti yang dipinta Sukri. Putingnya hanya menggesek otot di dada Sukri, tapi tubuhnya bereaksi berlawanandengan kehendak pikirannya. Putingnya langsung mulai mengeras karena sentuhan itu. Sukri menatap ke bawah pada payudara putihnya yang baru saja bersentuhan dengandadanya yang coklat kehitaman. Dia sangat ingin melumat dengan mulutnya tapi diamencoba untuk sabar menunggu. ìBuka mata anda. Lihat saat susu anda menyentuh saya. Putingnya langsung mengeras. Saya tahu kalau anda ingin segera disetubuhi?îìTidak, aku ingin menghentikan ini.îìLepaskan celana saya.î Maya diam saja. ìSekarang, jangan sampai membuat saya menunggu.î Maya sedikit mundur untuk meraihsabuknya tapi Sukri menarik tubuhnya hingga merapat padanya. Maya sadar kalau lelakiparuh baya ini ingin agar putingnya tetap menggesek kulitnya saat dia melepaskancelananya. Setelah dia buka sabuk itu, kemudian diturunkannya celana dan celana dalamnyasekaligus itu melewati pinggang Sukri. Maya mengalami sedikit kesulitan saatmelakukannya karena gundukan keras diselangkangan Sukri, tapi akhirnya dia berhasilmelepaskannya. Batang penis Sukri terbebas lepas dari dalam celana dalamnya begitupenutupnya terbuka. Maya bisa merasakan daging keras tersebut menghantam kulitperutnya saat dia menurunkan celana Sukri. Maya harus membungkukkan tubuhnyauntuk melepasnya, gerakannya itu membuat putting dan payudaranya semakin mengeras. Ketika akhirnya Maya berhasil menurunkan celana Sukri hingga mata kakinya, btangpenis itu jadi menggesek payudaranya. Batang itu tepat di depan matanya kini dan dia.Get yours now!melihat dengan terperanjat akan batang penis terbesar yang pernah dilihatnya seumurhidupnya. Warnanya sangat gelap coklat keunguan. Bahkan ini lebih besar dan panjangdari penis Adi. Vaginanya langsung saja menjadi lebih basah dan keteguhan hatinyauntuk tak membiarkan dirinya larut di dalam gairah saat ini menjadi pudar. Sukri tetap menahan tubuh Maya agar terus menghimpitnya. Dapat dirasakannya kalauputting nyonya majikannya ini semakin bertambah keras saja. Sukri membungkuk untukmeraih pinggul Maya dan melepaskan bikini bagian bawahnya. Sebelum dia berlututuntuk melepaskan kain terakhir itu, tangan Sukri bergerak ke selangkangan Maya untukmeraba vaginanya. Hal tersebut mengakibatkan sebuah sengatan listrik bagi Maya saat tangan Sukrimenyentuh kelentitnya dan sekaligus memeriksa sudah sebasah apakah dia kini. Sukrisangat mengerti kalau tinggal selangkah lagi Maya akan memohon padanya untuk segeramenyetubuhinya. Sukri berlutut dan menarik lepas bikini bawah itu dan Maya melangkahkeluar dari pakaian terakhir yang dikenakannya tanpa disuruh lagi. Vaginanya yangberambut lebat itu tersuguh tepat di depan wajah Sukri dan dia tak menyia-nyiakanbarang sedetikpun untuk menikmati madu birahi yang sudah mulai meleleh turun di pahaMaya. Lidahnya menyentuh setiap titik sensitive di vagina itu yang dia tahu.

    Maya takmampu mencegah tangannya agar tak mendorong kepala Sukri agar semakin terbenamdalam selangkangannya. Maya ingin agar lidah lelaki paruh baya di bawahnya initerbenam sedalam-dalamnya saat jemarinya mempermainkan kelentitnya. Tak ayal lagipaha Maya mulai bergetar. Sukri berhenti lalu berdiri. ìApa nyonya sudah siap untuk naik ke ranjang sekarang?î Maya tak menjawab tapi reaksinya berbicara lebih keras dari jawaban yang mungkinkeluar dari dalam mulutnya. Dia naik ke atas ranjang dan memberi ruang untuk Sukri, dan Sukri segera menyusulnya dan bergerak di antara paha Maya. Birahi Maya setinggisaat bersama Adi kemarin malam. Dia ingin disetubuhi sebanyak-banyaknya. Dia takpeduli kalau ini adalah pengurus rumahnya yang akan memasukinya. Dia hanya inginagar vaginanya terisi penuh dan yang aada saat ini hanyalah lelaki paruh baya ini. Mayamembuka lebar-lebar kakinya untuk Sukri. Dia melihat Sukri hanya menatapi vaginanyayang berambut lebat dan dia segera menarik maju tubuh Sukri. Kepala penisnya langsungmenyentuh bibir vagina Maya dan salah satu tangan Maya langsung menggenggamnyauntuk menempatkan kepintu masuknya. Sukri tahu kalau Maya sudah dalam kekuasaannya sepenuhnya sekarang. Diamembiarkan Mayalah yang membimbing batang penisnya untuk masuk. Dapat diarasakan kehangatan dari vagina Maya di kepala penisnya dan dia sadar kalau dia akansegera mengalami sebuah pengalaman yang sangat tak mungkin dilepaskannya. Kepalapenisnya hanya baru masuk setengahnya kemudian dia menghentakkan pinggulnyahingga kepala penisnya merangsak masuk membaelah bibir vagina nyonya majikannyaini. Tak ada yang mampu menghentikannya memasukkan batang penis coklat tuanyayang besar itu ke dalam vagina wanita cantik yang kaya ini sekarang..Get yours now!Dia menaikkan kedua paha Maya ke atas bahunya agar membuka seutuhnya. Tanpa ragudia mengayun tanpa henti hingga ke dasar vagina Maya. Maya menjerit kesakitan saatpenis Sukri menyodoknya hingga ke mulut rahimnya. ìStop! Hentikan! Kamu akanmembunuhku! Keluarkan! Tidak, Jangan bergerak! Jangan bergerak sedikitpun!î Sukrimenghentikan gerakannya hingga Maya berhenti berteriak. Dia baru sadar kalau takseharusnya berbuat sangat kasar tapi dia tak mampu menahannya. Sekarang Maya memang sudah sangat mengharapkan batang penis besar dan panjang itudi dalam vaginanya tapi bukan dengan cara seperti ini. ìJangan bergerak kamu*******!î Dia mencoba mengambil nafas karena serangan brutal yang terjadi pada tubuhmudanya ini. Belum pernah ada seseorang yang menyakitinya seperti Sukri sekarang inidan bahkan rasa sakitnya melebihi ketika keperawanannya direnggut Krisna dulu. ìDiamsaja. Rasanya sangat sakit meskipun mau kamu cabut. Kena juga kamu mestimelakukannya dengan sangat kasar sekali? Kamu tahu kalau aku sudah siap untukmu tapikenapa kamu mesti sangat kasar? Kamu telah menyakiti aku.îìSaya minta maaf.îìMaaf persetan, tidak heran kamu mesti memaksa seorang wanita untuk melayanimu. Biarpun kamu punya penis yang hebat tapi kamu sangat tak tahu bagaimanamenggunakannya.îìSaya hanya tak mampu menahan diri. Saya sudah terlalu lama menginginkan hal initerjadi.îìDiam saja dulu sejenak. Rasa sakitnya sudah mulai berkurana sekarang.î

    Setelah rasa sakit tak terperi yang telah diberikan Sukri, perlahan rasa sakit itu mulaiberganti dengan sebuah rasa yang lebih membuai. Tubuh Sukri yang besar menindih danmenutupi seluruh tubuh Maya di bawahnya tapi itu sama sekali bukan sesuatu yangmengganggu perasaan Maya tapi sebaliknya. ìKalau kamu mau menyetubuhiku makalakukanlah dengan benar.î Maya menarik kepala Sukri ke payudaranya dan Sukri tahukalau Maya ingin agar dia mencium payudaranya itu. Kali ini dia benar-benar menikmatiwaktunya dengan menghisap putingnya perlahn secara bergantian. Kemudia dia naik kemulut Maya. Bibir Sukri menyentuh bibir Maya dan Maya membuka mulut untuknya. Lidah Sukri memasuki mulutnya dan lidah Mya bertemu dengan lidahnya, saling melilitdalam tarian lidah yang panas hingga vaginanya mulai terasa normal kembali. Dia inginagar Sukri bergerak perlahan hingga dia bisa menyesuaikan dengan ukurannya. Semuanya jadi berbalik sekarang. Tak ada lagi pihak yang dipaksa. Mayamenginstruksikan apa yang harus dilakukannya dan bagaiman dia menginnginkannyaterjadi. Tak lama kemudian Sukri mengocokkan batang penisnya keluar masuk ke dalamvagina Maya dan Mya mengimbangi setiap ayunan Sukri dengan goyangan pinggulnya. Sukri tak mampu bertahan lebih lama lagi. ìSaya tak bisa menahannya lagi, saya haruskeluar sekarang.î.Get yours now!ìAku juga sudah siap kalau kamu siap sekarang.î Sukri mulai bergerak dengan cepat dansemakin bertambah cepat. Maya bersamanya sepenuhnya, vaginanya kini terasa sangatnikmat karena terisi oleh batang penisnya yang tak menyisakan ruang sedikitpun. Akhirnya Sukri sampai pada batas akhirnya dia mengangkat pantat Maya merapatkanvaginanya hingga membuat seluruh batang penisnya terbenam ke bagian terdalam darivagina Maya. Sukri berhenti bergerak saat dia memberi Maya semburan spermanya. SaatSukri memuntahkan spermanya, beriringan pula datangnya dengan klimaks Maya yangmelandanya. Dapan panasnya itu seakan lelaki paruh baya ini tak berhenti berejakulasi. Setalah semuanya mereda Sukri masih berada di atas tubuh Maya menciptakan sebuahpemandangan yang kontras. Tubuh muda putih molek tertindih tubuh tua kekar berwarnacoklat tua. Sukri tiada henti melumat bibir dan payudara Maya. ìUntuk sesuatu yangawalnya buruk, ini lumayan hebat juga. Aku yakin kalau kamu tak pernah berpikir untukmenggunakan kondom?î kata Maya. Dari pancaran sinar matanya, Maya tahu kalau katakondom sangat jauh dari benak Sukri. Belum lama berselang, penis Sukri kembali mengearas. Kali ini dia sangat menikmatiwaktunya untuk merasakan setiap kenikmatan dari tubuh Maya. Itu menjadikan Mayamendapatkan hadiah klimaks berkali-kali sebelum akhirnya Sukri menyemburkanspermanya untuk yang kedua kalinya ke dalam vaginanya lagi. Mereka berdua bercinta, bersetubuh dan saling mengeksplorasi seluruh tubuh masing- masing dalam sisa waktu hari ini. Kontras warna diantara mereka malah semakinmembuat birahi keduanya terbakar. Hingga hampir tiba waktunya jam pulang Adi darisekolahnya saat terakhir sesi persetubuhan mereka hari ini. Keduanya saling mengertibahwa ini hanyalah awal dari banyak hari lagi nantinya bagi mereka berdua untukmengulangi pertarungan birahi mereka.

    Keduanya juga tahu hal ini adalah sebuah rahasiayang harus saling mereka simpan rapat-rapat. Kalau sampai Adi ataupun suaminya tahuakan hal ini maka habislah mereka berdua, Krisna akan menceraikan Maya dan tentu sajamengusir mereka berdua dari rumah ini. Maya baru saja selesai mandi dan merapikan kamar tidurnya saat Adi pulang. Sukrisudah lama kembali ke tempatnya dan melakukan pekerjaannya yang seharusnyadilakukannya pagi ini. Hal yang paling ingin dia dengar adalah jika Krisna tahu akanperistiwa ini dan jadi marah besar hingga memecatnya. Dia ingin berada di rumah inilebih lama lagi dan menikmati keindahan tubuh dari isteri Krisna yang putih mulus dancantik itu. Adi berusaha sebisanya agar bisa pulang ke rumah secepat-cepatnya agar punya waktuyang lebih bersama Maya sebelum abangnya pulang kerja. Dia masuk ke rumah tepatketika Maya keluar dari dalam kamar. Rambutnya masih basah sehabis mandi dan puttingpayudaranya nampak menrawang dibalik blouse yang dikenakannya. Celana pendek yangdipakainya sangat longgar dan pendek memperlihatkan paha jenjangnya yang putih. Ketika keduanya bertemu, Adi berhenti di depannya. Ada sesuatu yang kelihatan berbedadari diri Maya hari ini. Adi kira itu karena efek dari kejadian semalam bersamanya..Get yours now!Dia menatap Maya tepat di matanya sebelum kemudian meraihnya ke dalam pelukannya. Maya menahan tubuh Adi dengan tangannya, bukannya dia tidak ingin dipeluk adikiparnya ini, dia hanya tak ingin kalau Adi tahu bahwa dia baru saja habis bersama lelaki. Setidaknya tidak sekarang ini. ìStop Adi. Abangmu akan segera pulang dan dia tak bolehmenemukan kita seperti ini.îìDia baru pulang beberapa jam lagi. Apa kamu tidak suka dengan apa yang kita lakukansemalam?îìYa, aku sangat senang melakukannya dengan kamu meskipun seharusnya itu tak bolehterjadi. Kalau Krisna mendapati kita bersama kamu akan diusir dan mungkin aku akandiceraikan. Kita hanya butuh berhati-hati.î Adi tak suka ditolak tapi dia sadar kalau mereka harus berhati-hati. Dia hanya inginbersama kakak iparnya ini agar bis menikmati tubuh moleknya kembali. ìKapan kita biasbersama lagi?î Sura pintu mobil yang ditutup menyelamatkan dia dari pertanyaan Adi. Dia melepaskandiri dari pelukan Adi dan melangkah kea rah pintu. ìMasuk ke kamarmu, aku mau lihatsiapa yang datang.î Pintunya sudah terbuka terlebih dulu sebelum Maya sampai. Yang datang ternyata Krisnadan dia pulang kerja jauh lebih awal dari biasanya. Sepanjang hari ini dia terusmembayangkan tentang kejadian antara isteri dan adiknya semalam. Meskipun sebuahquickie dengan Susan di kantornya sudah mampu meredakan batang penisnya yangtegang terus, tapi dia tetap tak mampu menyingkirkan bayangan itu dari dalam kepalanya. Dia meminta ijin pada atasannya untuk pulang lebih awal hari ini. Dia ingin bersetubuhdengan isterinya sebelum adiknya pulang dari sekolah. ìAda apa kok abang pulang lebih awal?îìAku hanya ingin bersamamu sebelum Adi pulang.îìAbang terlambat, dia baru saja pulang dan sekarang sudah ada di dalam kamarnya. Abang kenapa sih kok tiba-tiba berubah seperti ini? Beberapa bulan belakangan abangsering terlalu capek terus untuk memperhatikan aku, lalu kemarin malam dan sekarangabang ingin cepat-cepat naik ke ranjang.î Krisna tak tahu harus menjawab bagaimana. ìMungkin nanti malam kita bisa pergi tidurlebih awal lagi.î Maya tersenyum sambil menggesekkan payudaranya ke dada suaminya dan merasakanpenis Krisna yang tegang dan menekan erat ke tubuhnya. Dia menurunkan tangan untukmembelainya. ìTetap pertahankan ini seperti ini dan kita pasti akan segera mendapatkanwaktu untuk mengurusnya nanti.î.Get yours now!Sisa hari ini berjalan normal seperti biasanya. Kedua penis kaka beradik ini terus tegangdisepanjang sore ini setiap kali dia berada di dekat salah satu dari mereka. Maya sanagatmenikmati efek yang dia hasilkan pada mereka berdua. Dia sama sekali tak mencegahjika salah satu dari mereka merabanya saat yang satunya tak melihat. Dia tahu kalau halitu akan semakin membakar birahi mereka berdua. Saat tiba waktunya untuk tidur Maya sudah siap untuk sebuah persetubuhan yangberikutnya lagi. Sekarang suaminya sudah tak akan tahu kalau vaginanya telah dipakaipenis Sukri yang besar siang tadi.

    Krisna langsung menerkamnya begitu merka sudahberada dalam kamar. Dengan cepat Krisna melucuti pakaian Maya. Dia merasa cembututelah membiarkan Adi menyasikan seluruh keindahan lekuk tubuh isterinya tapi dilainsisi hal itu semakin membakar gairahnya. Dia tak mengerti kenapa hal itu sangatmembuatnya terangsang. Menemukan keduanya bersetubuh kemarin malam membuatnyasangat ingin menyetubuhi isterinya lagi dan lagi. Maya tak tahu apa yang merubah suaminya tapi dia tak mau memusingkan hal tersebut. Dia sangat bahagia hubungan seks dianra merka sudah berubah panas seperti biasanyadan dia sudah sangat merindukannya beberapa bulan belakngan ini. Biarpun setelahpersetubuhan yang demikian hebatnya bersama Sukri siang hari tadi, tidaklah meredakangairahnya untuk suaminya. Dia juga tak tahu kenapa dirinya setelah mengalami seluruhpersetubuhan disepanjang hari ini, dia masih siap dan sangat menginginkan agarsuaminya mengisikan seluruh spermanya ke dalam vagina mudanya. Tiga orang lelakiberlainan selama kurang dari satu hari hanya semakin membuatnya menginginkan yanglebih lagi. Persetubuhan mereka sangat liar dan menggairahkan selayaknya ketika pertama kalimereka menikah dahulu. Dua kali Krisna membawanya ke puncak kenikmatan sebelumakhirnya dia sendiri mendapatkan klimaksnya. Maya merasa sangat kelelahan saatsuaminya selesai dan menggulingkan tubuh di sampingnya. Saat berangkat kea lammimpi dia adalah seorang wanita yang sangat terpuaskan. ***Maya terbangun keesokan harinya saat mentari mulai terbit, lalu mulai menyiapkansarapan untuk Krisna dan Adi. Senyum ceria selalu terukir di wajahnya saat dia memasakpagi ini. Dia merasa tak perlu bersusah payah berpakaian. Dia hanya mengenakanpakaian tidur pendek yang tak begitu mampu menyembunyikan kemolekan tubuhnya darimata lelaki. Senyum lebarnya tetap tekembang ketika kedua lelaki ini menyantapsarapannya membuat Krisna merasa sangat bahagia karena tahu bahwa dialah yangmembuat isterinya tersenyum manis pagi ini. Mereka berdua menghabiskan sarapannya kemudian Maya memberi ucapan selamat jalanbagi keduanya. Adi yang berangkat sekolah dan Krisna pergi ke kantor. Dia membariKrisna sebuah pelukan dan ciuman bibir singkat dan sebuah pelukan untuk Adi. Maya takmau memberi yang labeih pada Adi dengan keberadaan Krisna disamping mereka. Dapatdilihatnya pancaran kekecewaan di mata Adi saat dia berjalan keluar..Get yours now!Baru saja keduanya masuk ke dalam mobil masing masing untuk berangkat, Adimelompat keluar dan kembali lagi ke dalam rumah. ìBukuku ketinggalan.î Diamemasuki rumah saat Krisna keluar ke jalan. Krisna menerka-nerka apa rencana adiknya lalu dia menepikan mobilnya dan menunggu. Lima menit kemudian Adi lewat tanpa tahu akan keberadaannya. Krisna mengira-ngiraapa yang sudah merka lakukan saat adiknya kembali ke dalam rumah tadi. Penisnya jadimengeras memikirkan hal tersebut. Dia merasa agak kecewa saat adi lewat tadi dan disaatyang sama merasa lega karena tak ada yang terjadi diantara isteri dan adiknya. Disepanjang hari penisnya terus mengeras saat memikirkan isteri dan adiknya. Sekali lagidia berusaha menemui Susan untuk pelepasan beberapa menit. Dia tahu ini hanyalahmeunggu waktu bagi Susan utuk berpindah ke pelukan lelaki lain nantinya. Dia senangpada akhirnya hal ini akan segera berakhir. Hampir saja dia kehilangan isterinya hanyakarena tak mampu berkata tidak pada Susan. Ketika Adi kembali lagi ke dalam rumah dia memang punya maksud. Maya berbalik saatmelihat Adi kembali. ìAda yang ketinggalan?îìIni.î Langsung didekapnya tubuh Maya dan melumat bibirnya. Maya tak melawan danmembalasnya dengan membuka mulutnya untuk lidahnya yang mendesaknya.

    TanganAdi menelusup ke balik gaun tidur Maya untuk meremas payudara yang menanti di sana. Seperti kemarin malam, Maya membairkan saja Adi berbuat sesukanya. Dia sangatlahmenjaga kesetiaannya terhadap Krisna sebelum Adi mandapatinya di saat rapuh danSukri memanfaatkan hal tersebut keesokan harinya. Sekarang Maya menyambutperlakuan Adi terhadapnya dan tak berusaha untuk menghentikan hal tersebut. Walaupunsetelah kejadian kemarin malam tetap saja membuat birahinya bergolak saat tangan Adimenyentuh tempat dimana hanya Krisnalah yang pernah menyentuhnya hingga waktukemarin. Pada akhirnya Maya sadar kalau dia harus menghentikan Adi atau dia akan terlambatmasuk sekolah. ìKamu harus segera berangkat atau nanti terlambat.îìApa aku tak bias ijin dulu hari ini?îìTidak. Apa nanti kata abangmu kalau sampai dia tahu kamu tak masuk sekolah hanyauntuk menghabiskan waktu bersamaku? Kita pasti akan punya waktu bersama lagi nanti, aku janji.î Maka lima menit berikutnya Adi sudah kemblai keluar rumah untuk berangkat sekolah. Ketika dia melewati tempat di mana Krisna memarkirkan mobilnya, Adi merasa melihatmobil yang mirip dengan milik abangnya itu tapi dia tak begitu mempedulikannya. Perhatiannya hanya terfokus pada penisnya yang terus tegang dan janji Maya untukbersamanya lagi nanti. Sesungguhnya Maya merasa gembira kalau Adi bisa menemaninya sepanjang hari. Sekarang dia baru sadar betapa dirinya sangat cinta pada seks. Bulan-bulan tanpa seks.Get yours now!dengan Krisna membuatnya sangat sensitive jika mengenai hal yang berbau seks. Diasangat senang suaminya sudah kembali memperhatikan dirinya tapi disaat yang sama diajuga menyukai perhatian yang didapatkannya dari lelaki lain. Dia sadar kalu semestinyadia hentikan affairnya dengan dua lelaki tersebut tapi dia juga yakin kalau Sukri tak akanmau mendengarnya dan Adi sudah serasa seperti udara segar dalam nafasnya dengangairah mudanya. Dia harus ekstra hati-hati dengan ketiga lelaki ini. Maya menyelesaikan rutinitas paginya dan merasa terkejut dan kecewa saat takmendapati kedatangan Sukri. Dia mengharapkan lelaki paruh baya itu dating ke dalamrumah begitu suami dan adik iparnya pergi. Dia mengenakan celana jeans dan kaos milikKrisna yang diikatnkan di bawah payudaranya. Ini membuat dada membusungnyatercetak jelas dan mempertontonkan perut rata dan putihnya. Dia tahu kalau dia terlihatlebih dari cukup untuk menarik perhatian lelaki manapun, dan kemudian dia mengendaraikudanya menuju ke gudang. Sukri ternyata tidak berada di gudang dan mobil truck yang biasa digunakannya tidakada. Dia mencoba menyembunyikan kekecewaannya saat tak menemukan Sukri. Diasudah sangat siap bersetubuh biarpun itu diakuinya atau tidak. Dinaikinya kudanyakembali ke rumah. Ada sebuah sungai kecil yang mengalir membelah daerah perkebunannya dan bermuarapada sebuah danau kecil yang cukup dalam untuk dipakai berenang dan terletak ditempatyang cukup terlindungi dari pandangan. Airnya sangat jernih dan dingin menyegarkanhingga Maya tak mampu berendam di dalamnya untuk waktu yang lama.

    Dibawanyasebuah selimut yang diikatkan di belakang pelananya yang akan digunakannya untukberjemur di bawah sinar mentari. Dahulu dia merasa sedikit khawatir saat berjemur ditepian kolam renang atau di sini karena keberadaan Sukri. Kini dia merasa saatmenggelar selimut itu di atas rerumputan dan kemudian melepaskan seluruh pakaiannyahingga telanjang bulat, sekarang tak ada sedikitpun rasa takut atau kekahawatirantersebut. Maya menjatuhkan pakaiannya ke atas selimut dan berjalan dengan telanjang ke tepidanau. Dia selalu merasa sedikit takut saat melangkahkan kakinya pertama kali ke dalamair. Tapi begitu kakinya sudah menyentuh air dan sekujur tubuhnya sudah terjalarisensasi itu dia langsung menceburkan diri dan menyelam jauh ke bagian yang terdalam. Air yang dingin tersebut membuat kedua putting susunya langsung jadi mengeras dengancepat, dan dia sangat menyukai hal itu. Hal itu seperti layaknya efek dari sentuhan tanganseorang lelaki di dadanya. Dia hanya mampu bertahan selama satu menit di dalam air dan kemudian naik danmerebahkan tubuh telanjangnya di atas selimut. Kehangatan sinar mentari pagi dengansegera menghangatkan tubuhnya yang tengkurap. Maya suka bertelanjang di wawah sinarmentari dan di ruang terbuka, jika memungkinkan selalu dia pasti akan mengabaikanpakaiannya. Membayangkan jikalau Adi atupun Krisna melihatnya telanjang beginimembuatnya tersenyum dan belaian kehangatan sinar mentari membawanya ke dalambuaian mimpi..Get yours now!Dia terbangun oleh suara kudanya. Ia gulingkan tubuh tengkurap dan melihat Sukri diatss kudanya sendiri memandanginya. Tadinya dia berharap menemuka Sukri di gudangketika pertama kali mencarinya tapi sekarang dia senang mendapatinya berada di sini. Dia tak bergerak untuk menutupi tubuhnya. Suri sudah melihat seluruh bagian tubuhnyadan juga sudah merasakannya sebelumnya lagipula dia sudah siap untuk bercintadengannya kembali. Setelah rasa sakit yang dirasakannya pertama kali itu hilang Mayabegitu menikmati mendapati vaginanya terisi oleh penisnya yang pajang dan besar itudigerakkan keluar masuk dalam tubuhnya yang begitu menyambutnya. Saat Maya sama sekali tak berusaha menutupi tubuh telanjangnya itu, Sukri bergerakturun dari atas kudanya dan mengikatkan kudanya. Dia berjalan mendekati Maya dansegera melepaskan baju beserta celananya. Dia tak mengenakan celana dalam dan batangpennisnya berdiri dengan tegak dan pongah. Dia mulai rebah di samping tubuh Maya tapiMaya mencegahnya. ìKamu herus masuk ke air dulu t.îìTapi airnya sangat dingin sekali.îìAku tahu, aku baru saja masuk ke dalamnya. Kalau kamu menginginkanku, kamu harusmasuk ke dalam air dulu.î Maya tertawa senang saat Sukri melangkah ke tepian danau. Batang penisnya terayun di antara pahanya membuat Maya membayangkan saatmenatapnya, ini bukan untuk pertama kalinya, bagaimana mungkin dia bias memasukkanbenda besar itu ke dalam lubang vaginanya yang kecil. Sukri menginginkan Maya melebihi hari kemarin. Dia akan melakukan apapun yangdisuruhnya hanya untuk bias merasakan kembali kenikmatan tubuh molek wanita cantikini. Dia mulai melangkah ke dalam air yang dingin. Dia piker kalau tubuhnya akan segeramembeku. Dengan satu lompatan panjang dia menyelam. Tubuhnya muncul dari dalam air diiringi sebuah teriakan panjang. Rasanya memangtubuhnya segera membeku dan dia tak bias keluar dari dalam air itu dengan cukup cepat. Dia melompat dari dalam air begitu mencapai ke tepian dan berlari kea rah Maya. Mayamemandanginya dan mulai tertawa geli. ìApa yang anda tertawakan?îìLihat dirimu.î Ternyata air memberikan efek kebalikan pada penisnya dibandingkanyang terjadi terhadap putting payudara Maya. Batang penisnya yang semula berdiridengan tegak dan pongahnya kini melemas dan seakan benar-benar mati. ìKemarilah, rebahan di sampingku. Aku yakin ini bukan permanent kondisinya.î Sukri merebahkan tubuhnya di samping Maya.

    Kedua tubuh merka menjadi sebuahpemandangan yang sangat kontras, tubuh Sukri yang coklat kehitaman serta besar dantubuh Maya yang putih mulus rebah berdampingan di bawah sinar mentari pagi..Get yours now!Maya bergerak ke atas untuk mencium bibir Sukri dengan lembut. ìApa kali ini kamuakan melakukan dengan kasar seperti kemarin lagi?îìTidak, aku janji akan melakukannya dengan lembut kali ini.î Ciaman Maya berhenti dan dia bergerak menuruni tubuh Sukri, ciumannya menjalarisetiap bagian tubuh Sukri turun menuju ke batang penis yang ingin dia kembalikanseperti keadaannya sebelum masuk ke air tadi. Begitu bibir lembut Maya menyentuhnyasegera saja batang penis tersebut hidup kembali. Maya mulai memasukkanseluruhnya kedalam mulutnya. May sedikit khawatir akan mengenai giginya saat batang penis Sukrisemakin membesar keras di dalam hisapan mulutnya. Dia sadar kalau tak mungkinmenampung keseluruhannya jika batang penis ini dalam keadaan ereksi sepenuhnya tapidia ingin merasakannya mengembang besar di dalam mulutnya. Mulut hangat dan lidah lembutnya dengan cepat membangunkan penisnya seutuhnya. Namun begitu batang penis itu semakin bertambah besar, mulut Maya tak mampu lagimenampungnya. Pada akhirnya dia hanya mampu memasukkan separoh bagian daripanjang batang penis Sukri. Maya dan suaminya sangat suka melakukan oral seks, tapidia tak begitu suka kalau suaminya berejakulasi di dalam mulutnya dan membuatnyaharus menelan sperma. Tapi hari ini dia ingin merasakan seluruh rasa sperma Sukri danmembuatnya menghisap dan mengocok dengan cepat dan keras untuk membawa Sukri kebatas akhirnya. Maya tak khawatir jika Sukri tak mampu ereksi lagi, setelah kejadiankemarin dia tahu kalau lelaki paruh baya ini mampu melakukannya berulang kali tanpajeda. Sukri rebah dengan tangannya berada di bawah kepalanya dan memandangi mulut Mayayang naik turun disepanjang batang penisnya. Wajah cantiknya terlihat penuh denganbirahi saat mengoralnya dengan penuh nafsu. Skri menyaksikan batang penisnya yangcoklat kehitaman itu menghilang diantara bibir mungil Maya tersebut. Pemandangan itutak mampu di tahannya lebih lama lagi, tak lama lagi dia rasa akan segera keluar. ìSayahampir sampai. Kalau anda tak ingin mulut anda penuh sperma lebih baik anda berhentisekarang.î Maya senang saat Sukri memperingatkannya terlebih dulu dan bukannya lagsungmenyemburkan spermanya ke dalam mulutnya. Dia ingin agar Sukri tahu denganreaksinya bahwa diaingin agar Sukri keluar di dalam mulutnya, dia memepercepatgerakan mulutnya sambil tangannya memerainkan buah zakar Sukri dan sebagian batangpenis itu yang tak mampu dimasukkannya ke dalam mulutnya. Sukri tak mampu menahannya lebih lama lagi. Dia naikkan pinggangnya agar batangpeninya masuk ke dalam mulut Maya lebih banyak lagi saat spermanya menyemburderas. Maya menghisap dengan cepat begitu semburan pertamanya menghantam dindingtenggorokannya. Dengan cepat ditelannya karena dia ingin mendapatkan semuanya danbahkan sperma lelaki paruh baya ini terasa berbeda dengan suaminya. Ditelannya seluruhapa yang diberikan Sukri padanya sebelum akhirnya mengangkat mulutnya dari batangpenis itu dan mulai membersihkannya dengan menggunakan lidah..Get yours now!Batang penis Sukri masih tetap tegak mengeras ketika Maya mulai bergerak ke atas untukmencium bibirnya lagi. Sukri bias merasakan spermanya sendiri dari lidah Maya saatmereka saling melumat. Belum pernah dia membiarkan ada seorang perempuan yangmenciumnya setelah menghisap penisnya, Ternyata rasanya tidaklah seburuk apa yangdia bayangkan. Maya mengangkat kepalanya; ìKamu suka nggak?îìItu yang terbaik yang pernah saya dapatkan. Hampir sama nikmatnya dengan yang andapunya diantara paha anda.îìOh, jadi kamu suka dengan yang diantara pahaku?îìAnda sudah tahu jawabannya.îìLalu kenapa kamu tidah tiduran lagi dan biar aku beri kamu sesuatu yang pasti akansama-sama kita sukai.î Maya bergerak ke atas tubuh Sukri. Vaginanya tepat di depanwajah Sukri lalu direndahkannya tubuhnya hingga lidah Sukri menyentuh bibirvaginanya.

    Kemudin digesekkannya kelentitnya maju mudur ke lidah Sukri. Maya sudahbasah sebelum menghisap penis Sukri tadi dan cairannya kini turun membasahi hidunghinggga lidah Sukri. Maya bergerak ke belakang untuk meraih batang penis Sukri yagsekali lagi mengeras dengan sempurna. Diangkatnya selangkangannya dari hadapanwajah Sukri hingga bibir vaginanya yang telah basah kuyup kini tepat di hadapan kepalapenis Sukri. Maya sangat menikmati seluruh waktunya sekarang ini. Meskipun dengan Krisna, diabelum pernah merasa sebebas untuk melakukan dan menyuruh apa yang dia inginkanseperti saat bersama Sukri sekarang ini. Dengan kedua kakinya yang berada dikedua sisiSukri membuat bibir vaginanya merekah terbuka. Maya membimbing batang penis Sukrimenuju ke jalan masuknya dengan tangannya sambil menurunkan tubuhnya hinggavagina panasnya menelan batang penis Sukri tenggelam seluruhnya. Dibiarkannya berattubuh dan grafitasi bumi membawanya turun, turun, dan turun hingga pantatnyamenyentuh perut bagian bawah Sukri. Tidak seperti hari kemarin, penetrasi pertamadalam tubuhnya kali ini membawanya pada klimaks pertamanya. Maya hanay duduk di atas penis itu dengan diam saja menikmati gelombang-gelombangkecil dari banyanya orgasme kecil yang melandanya dengan vagina yang tersumpalpenuh oleh batang penis besarnya Sukri ini. Setelah dia pulih kembali kemudian diamembungkuk untuk memberi sebuah ciuman pada Sukri. Dia menyetubuhi mulut Sukridengan lidahnya sambil menaik turunkan vaginanya pada batang penis Sukri lagi. Oralanyang dilakukannya pada penis Sukri tadi menjadikan Sukri bias mampu menahanklimaksnya lebih lama lagi. Maya menindih tubuh Sukri dibawahnya dan vaginanya terus meremas batang penisnyadengan otot-otot vaginanya. Bersama Krisna dia bias mendapatkan klimaks beberapa kalidalam semalam tapi mereka harus jeda sejenak sebelum memulai babak yang baru lagi..Get yours now!Tapi itu tidak berlaku bersama Sukri, setiap klimaks meledak disusul dengan ledakanklimaks yang berikutnya secara berkesinambungan. Sukri tak bias mempercayai betapa besar hasrat isteri majikannya ini untuk bersetubuh. Dia merasa sangat menyeal kenapa tidak dari dulu saja melakukannya. Dindingvaginanya yang rapat sangat jauh lebih baik dibandingkan dengan milik para wanita yangpernah ditidurinya bahkan dibandingka denga mendiang isterinya. Sudah sangat lamasekali Sukri memimpikan untuk dapat menikmati tubuh seorang wanita kaya dari kotatapi dia selalu tak punya keberanian untuk mewujudkannya. Tapi sekarang, Maya sangatsangat jauh lebih hebat dan nikmat dibandingkan dengan semua bayangannya selama ini. Sukri menggulingkan tubuh Maya dari atas tubuhnya hingga rebah dengan tanpamencabut batang penisnya dari dalam vagina basah Maya. Maya mengaitkan kakinyamelingkari pinggang Sukri dan mengangkat vaginanya agar terlepas saat digulingkantubuhnya. Maya ingin membuka diriny seluruhnya agar lelaki paruh baya ini bisamenikmati semua yang dimilikinya. Payudaranya menempel erat di dada Sukri begitu diaingin sedekat-dekatnya menempel erat pada tubuh Sukri. Maya ingin sekujur tubuh Sukrimenyentuh tubuhnya. Tubuhnya serasa terbakar gelora api birahi yang menyala-nyaladiantara mereka. Batang penis Sukri dmengayun dengan cepat untuk membawanya padapuncak kenikmatan yang berikutnya bagi mereka berdua. Maya bisa merasakan betapa batang penis Sukri semakin mengembang saat dia bergeraksemakin cepat. Dia tahu kalau Sukri sudah hampir keluar dan dia ingin mencapainyabersama. Maka tangan dan kakinya semakin erat memeluk, membuat tubuhnya semakinbertambah merapat pada tubuh Sukri sambil mulutnya tiada henti menyuruh lelaki paruhbaya ini agar menyetubuhinya lebih cepat dan keras lagi.

    Kedua tubuh manusia berlainan jenis ini bergerak seirama mendaki puncak kenikmatanseksual hingga pada akhirnya Sukri menancapkan dengan keras dan jauh ke dalam vaginaMaya untuk terakhir kalinya dan menyemburkan spermanya. Semburan demi semburandengan derasnya tertumpah ke dalam rahim Maya. Dinding-dinding vaginanya meremasdengan kencang untuk memerah setiap tetes sperma dari batang penis Sukri ke dalamtubuh dahaganya. Tak hanya dahaga tetapi juga tubuh yang amat menanti. Dia inginmerasakan seluruhnya. Batang penisnya terkubur sangat dalam di vaginanya dan lidahnyamerangsak masuk ke dalam tenggorokan Maya. Maya menghisap lidahnya dengan rakusseperti dia menghisap batang penisnya sebelumnya. Sperma sukri berenang langsungmenuju rahimnya. Belakangan Maya merasa sangat bersyukur kerena sudahmengkonsumsi pil anti hamil sebelumnya karena kalau tidak dia pasti akan hamil. Tapisaat sekearang ini dia sama sekali tak peduli akan hal tersebut. Sebuah babak persetubuhan lagi mereka lakukan unuk hari ini sebelum mengakhirnyadengan menyelam ke dasar danau yang dingin bersama. Dan beriringin keduanya kembalike rumah dengan mengendarai kudanya masing-masing. Saat tiba di kandang kuda Mayamemandangi Sukri yang turun dan melepaskan pelana..Get yours now!ìSukri, kita harus berhati-hati. Kamu tahu apa yang akan terjadi jika seseorang tahutentang kita.îìSaya tahu, tapi saya tetap harus mendapatkan anda lagi.îìAku juga merasakan hal yang sama, tapi kita hanya bisa melakukannya kalau kitasedang sendiri. Aku sangat cinta suamiku dan tidak ingin kehilangan dia.îìBagaimana dengan anda dan Adi? Apa anda akan tetap berlanjut dengan Adi?îìAku belum tahu. Seharusnya aku tak membiarkan dia berhubungan seks denganku. Diasekarang tak akan mungkin menyerah begitu saja untuk bias bersamaku lagi. Aku rasa initak akan berlangsung lama. Dia akan segera mendapatkan seorang gadis yang tepat untukseumurannya dan kisahnya denganku hanya akan jadi sebuah cerita saja. Kamu juga akanmelakukan hal yang sama nanti. Kalian para lelaki semuanya sama, begitu kalian sudahmendapatkan yang kalian inginkan, maka kalian akan mulai mencari yang lain lagi.î Ketika Maya mengucapkan itu, untuk pertama kalinya ini terlintas di hatinya, bahwamasalah Krisna mungkin saja adalah wanita yang lain. Sukri memprotes kalau dia tak akan merasa bosan terhadap dia tapi dalam hatinya diaberkata kalau apa yang barusan dikatakan nyonya majikannya ini benar adanya. Tapiuntuk sekarang ini dia akan menikmati tubuh molek Maya selam dia bisa. Maya berlalu menuju ke rumah lau mandi di bawah guyuran air hangat untukmembersihkan sisa-sisa sperma Sukri dari tubuhnya. Dihapusnya semua sisa bukti dariperbuatannya dengan Sukri pagi ini. Selain bibir vaginanya yang masih berwarnakemerahan dan terasa sedikit panas serta putingnya yang masih mencuat keras, tak adalagi bukti tersisa yang memeprlihatkan hal tersebut. Dia membayangkan apa yang akandia lakukan dengan Adi. Dia belum mengatakan pada Sukri, tapi dia tidak bermaksudmenghentikan perbuatannya dengan adik iparnya itu. Maya merasa terkejut sendiri saatmenyadari kalau dirinya sekarang mesih menharapkan bersetubuh dengan adik iparnya, meskipun setelah sebuah persetubuhan yang demikian hebatnya bersama sukridisepanjang pagi barusan. Dia menginginkan ketiga lelaki tersebut. Entah bagaimana diamencoba membayangkan bagaimana caranya untuk mendapatkan kuenya dan sekaligusmenyantapnya juga. Sore itu Adi harus tinggal lebih lama di sekolahan dan Krisna juga terlambat pulang. Keduanya untuk sekali lagi sepertinya akan tiba di rumah dalam waktu tak terpaut jauh. Maya tahu kalau Adi pasti masih ada di sekolahnya, tapi Krisna baru saja menelephonekalau dia akan lembur sore ini. Ada beberapa perkerjaan yang harus dia selesaikansebelum pulang. Dan kerja lemburnya adalah bersama Susan di sebuah motel selama takkurang dari empat jam. Kembali lagi dia sangat lelah kondisinya sesampainya di rumah. Dia sudah berencana untuk menyudahi affairnya dengan Susan tetapi begitu penisnyaterkubur dalam vaginanya, kembali dia kalah. Meskipun dia sadar kalau dia kini tengahbermain dengan api, tapi seperti ngengat yang selalu mendekat dan siap untuk terbakar..Get yours now!Tiba waktunya untuk dinner, seperti malam sebelumnya Maya sangat memanfaatkansetiap detiknya untuk menggoda kedua lelaki tersebut. Dengan sangat terbuka diabermanja pada Krisna tapi pada Adi dia juga tak mengabaikannya.

    Hanya saja malam inireaksi Krisna sangat berbeda dengan malam kemarin. Mereka menyelesaikan makan malam dan kemudia menyaksikan TV sebelum akhirnyaAdi pergi ke lantai bawah menuju ke kamarnya sendiri. Maya dan Krisna segeramenyusul pergi ke kamar mereka sendiri, Krisna hamper tertidur lelap ketika Mayakeluar dari dalam kamr mandi. Dia kenakan gaun tidur transparan yang berarti dia lebihmengharapkan berintim mesra dengan suaminya daripada pergi tidur, tapi Krisna takmenyadari itu. Maya naik ke atas ranjang dan meringkuk disamping tubuh Krisna. Setelah beberapa saatternya Krisna ak bereaksi atas keberadaannya, Maya akhirnya bangkit dan duduk. ìAbang punya masalah apa malam ini?î Krisna hampir saja terlelap tapi dia berusaha untuk terjaga dan menjawab. ìHari yangpanjang dan berat di kantor.îìAbang punya hari yang berat dan panjang selama hamper tiga bulan belakangan.Apayang sebenarnya terjadi? Malam kemarin abang tidur terlebih dulu dan kemudianterbangun dan seakan tak terpuaskan dengan seks. Kemarin malam abang menjadi diriabang yang dulu, tapi malam ini abang kembali lelah danÖ aku ingin tahu apa yangsebenarnya terjadi bang. Apa abang punya wanita lain?î Krisna tak bisa berbohong lagi meskipun dia ingin. Ekspresi wajahnya telahmenceritakan semuanya. Maya beringsut ke tepian ranjang. ìSiapa dia?î Krisna benar-benar terjaga sekarang. Dalam kondisinya yang kelelahan dia tak mampumemikirkan sebuah alasanpun untuk menutup-nutupi. ìHanya seorang wanita di kantor. Dia tak berarti apa-apa bagiku.îìApa maksud abang dia tak berarti apa-apa? Abang sudah menidurinya tak kurang daritiga bulan lamanya dan itu masih tak berarti apapun?î Maya sekarang sudah berdiri disamping tempat tidur dan dengan mata melotot menatap Krisna. ìMaksudku semuanya sudah berakhir.îìKalau semuanya sudah berakhir, lalu dari mana saja abang malam tadi?îìAku ketemu dia dan mencoba untuk menyelesaikan semuanya.îìApa maksud abang mencoba menyelesaikan semuanya. Yang harusnya abang lakukanadalah melempar pelacur itu ke jalanan!î.Get yours now!ìItu memang yang mau aku lakukan, tapi dia ingin melakkukan sekali lagi untukperpisahan. Sekali berlanjut ke yang berikutnya dan berikutnya. Aku tak tahu apa yangdimilikinya, seakan dia memantraiku hingga aku tak bisa berhenti.îìSeperti apa dia? Apa dia begitu cantik sehingga abang tak bisa melupakannya?îìTidak, dia cukup menarik tapi dia sebenarnya tidak cantik. Dia setidaknya berumur 20tahun lebih tua dariku.îìWell, sangat jelas kalau wanita itu punya penggemar yang setia. Abang ingin bercerai?îìTIDAK! Abang cinta kamu. Abang tidak ingin kehilangan kamu. Aku tahu kalau yangkulakukan ini sangat salah dan sepertinya aku tak bisa menghentikan diriku. Tapi kamusendiri tak sepenuhnya suci. Aku melihat apa yang kamu lakukan dengan Adi malamitu.î Maya benar-benar tak mampu bicara. Suaminya sudah memergokinya bersetubuh denganadiknya dan dia tak membicarakan apapun tentang hal tersebut. Kemudian suaminyamenyetubuhinya dengan sangat lebih baik dibandingkan beberapa bulan belakangan ini. ìAku tahu kalau itu salah juga, tapi abang sudah pergi tidur meninggalkan akumenggantung dan kita sudah terlalu lama tak berhubungan seks dan aku telahmembiarkan dia berbuat telalu jauh. Kenapa abang tidak mengatakan sesuatu saat melihatkami?îìAwalnya aku ingin menghajar kalian berdua saat itu juga. Lalu aku merasa ada semacamgairah saat melihat kalian berdua. Kemudian kamu kembali ke kamar dan aku harussegera menyetubuhi kamu sendiri. Aku tak bisa menceritakan padamu begitu saja kalauaku sudah melihat kamu bersetubuh dengan adikku sendiri. Aku pasti seperti seoranglelaki aneh dan tak waras kalau membiarkan dan melihat ada lelaki lain menyetubuhikamu.îìAbang tahu kalau Adi baru saja menyetubuhiku tapi abang tetap saja menginginkanku?Bahkan abang tak mengijinkanku untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Abang tahu kenapa saat itu vaginaku sangat basah dan abang tetap menyetubuhiku.î Semua pembicaraan tentang Adi yang menyetubuhinya memberikan sebuah efekterhadap Krisna. Batang penisnya mulai menjadi keras dan hal tersebut tak luput dariperhatian Maya. ìSepertinya abang tetap suka ide tentang adik abang memasukkanbatang penisnya ke dalam vaginaku.î Krisna tak bisa menyembunyikan gairahnya dari Maya. ìAku tahu ada sesuatu yang salahdenganku tapi bayanganmu dan Adi bersama hanya semakin menggairahkanku. Bahkansekarang, saat aku sangat letih aku tak bisa mencegahnya.î Maya berjalan mendekati ranjang kembali dan duduk disamping suaminya. ìAbang inginbercinta, bukanÖ abang ingin bersetubuh sekarang?î.Get yours now!ìYa.î Krisna menarik isterinya ke dalam pelukannya dan menciumnya. Maya sukadengan cara suaminya berciuman dan selalu akan menyukai ciumannya. Dengan cepatMaya sudah rebah di atas ranjang itu dan Krisna bergerak menaiki tubuhnya.

    Mayamembentangkan kedua bahanya lebar dan membimbing batang penis Krisna ke pintumasuk vaginanya. Krisna memasukinya seperti yang dilakukannya ratusan kalisebelumnya, tapi kali ini terasa berbeda. Maya tahu kalu dia sudah berselingkuh dan faktakalau menyaksikannya bersetubuh dengan adiknya sendiri ternyata sangat membakarbirahinya. Krisna mengayun dengan perlahan dan lembut pada awalnya sambil meberi ciuman padapayudara dan bibir Maya. Bibirnya tengah menghisap putting susunya say Maya bertanyapadanya, ìApa abang ingin melihatku dengan Adi lagi?î Batang penisnya mengejat kerasdalam vagina Maya saat dia menanyakan hal tersebut. Sebelum Krisna mampumenjawabnya dia sudah berejakulasi di dalam Maya. Sperma Krisna menyembur didalam vaginanya memberi Maya klimaksnya sendiri sesaat berikutnya. ìAku anggap itu sebagai jawaban ya.îìYa, aku akan sangat suka sekali melihat kalian kembali. Jangan katakana pada Adi kalauaku ingin melihatnya menyetubuhimu. Dia akan menganggap aku gila.îìBagaimana jika aku tak bisa mengatur agar abang bisa melihat? Apakah tidak akan apa- apa kalau aku hanya akan menceritakan semua yang kami lakukan pada abang nantinya?îìAku lebih suka melihatnya sendiri tapi kalaupun hanya memungkinkan untukmendengarnya saja itu tak masalah.îìKalau aku melakukan itu semua apa abang akan meninggalkan wanitu itu? Aku tidaksuka abang menyetubuhi wanita selain aku.îìAku hanya bisa berjanji kalau aku akan berusaha sebisanya.î Maya menggulinkan tubuhnya turun dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandiuntuk membersihkan diri. Saat dia keluar, suaminya sudah setengah tertidur. Mayamembungkuk dan berbisik di telinga suaminya, ìAku rasa aku akan pergi mengechek siAdi. Anak muda yang malang itu mungkin merasa sudah diabaikan. Sampai jumpa lagibesok pagi.î Maya meninggalkan kamar itu tanpa sepatah kata dari suaminya yang sudahhamper terlelap. Batang penisnya mengeras kembali saat membayangkan isterinya yangpergi ke kamar adiknya. Sangat kelelahan dia akhirnya terlelap dengan kondisi batangpenis mengeras sempurna saat menyaksikan bayangan isterinya berjalan keluar darikamar dengan keadaan telanjang bulat hingga akhirnya benar-benar tertidur sepenuhnya. Maya merasa tak perlu mengenakan pakaian apapun karena dia tahu kalau tak lama lagiakan telanjang juga di kamar Adi nanti..Get yours now!Dia tak perlu mengetuk pintu kamar itu karena sudah agak terbuka dan kemudia diamendorongnya untuk masuk dan menyaksikan Adi yang terbaring di atas ranjangnya. Lampu tidur di atas bedsidenya masih menyala tapi dia sudah tertidur. Tubuhnya yanghanya ditutupi oleh sehelai boxer tak tertutupi oleh selimut. Maya bis melihat batangpenisnya yang cantik dari balik boxernya. Dia naik ke atas ranjang tanpa membangunkannya. Dilepaskannya batang penis itu darbalik boxernya. Dia membungkuk dan membawa batang cantik itu ke dalam mulutnya. Batang penis itu masih lemas dan terasa lembut serta hangat di dalam mulutnya dan diamembasahi seluruh bagiannya dengan lidahnya. Dengan cepat batang penis itu mulaimengeras dan sedetik kemudian segera mengeras kencang dan tegak. Maya menatap keatas dan Adi sedang memandanginya. Maya melepaskan batang penisnya dari mulutnya. ìBardiri dan cepat lepaskan boxermu.î Adi mengangkat pinggulnya dan menurunkanboxernya lepas melewati kakinya. ìAku hampir saja putus asa dan mengira kalau kamu tak akan kembali lagi padaku.îìAku sudah bilang kalau kita harus berhati-hati dan menunggu hingga kesempatan yangtepat dating. Abangmu kecapaian lagi malam ini dan pergi tidur dengan sangat nyenyak. Aku rasa dia tidak akan bangun sampai besok pagi. Kita punya waktu semalaman hanyauntuk kita berdua. Aku mau lihat apa kamu sehebat saat pertama kali dulu.î Mayabergerak ke atas dan memberinya sebuah ciuman, membuka mulutnya agar lidahnya bisabergerak menari diantara bibir Adi untuk mencari lidahnya. Adi merasa sangat bahagia mendapati Maya berada dalam pelukannya malam ini. Tubuhmoleknya menindih tubuhnya sendiri, tangannya bergerak ke payudaranya yang dengancepat digantikan oleh mulutnya. Jari tangannya meluncur ke bawah pada perut Mayauntuk bermuara pada rambut yang menghiasi bibir vaginanya. Maya menggulingkan tubuhnya dari atas tubuh Adi dan membiarkan adik iparnyaberbuat sekehendaknya terhadap tubunya. Maya suka bagaimana cara Adimemandanginya dan sentuhan tangan serta mulut adik iparnya ini pada tubuhnya. Mayamerasa sangat menginginkan agar Adi segera menjamahnya dan membenamkan batangpenis cantiknya jauh sedalam-dalamnya ke vaginanya.

    Sama seperti yang didapatnya dariSukri siang hari tadi dia ingin setiap lekuk tubuhnya terjamah. Dia merasa teramatbahagia karena mulai sekarang dia bisa menikmati persetubuhan dengan Adikapanpundia mau dengan restu suaminya. Dia harus segera menemukan cara agar bisamendapatkan keduanya disaat yang sama tanpa harus mengatakan pada Adi kalauabangnya ingin melihat mereka bersetubuh. Tapi malam ini dia hanya menginginkan Adiuntuk menyetubuhinya sebanyak yang dia mau dan dengan style apapun yang dia suka. Adi adalah type kebanyakan pemuda berumur 18 tahun lainnya. Batang penisnya tetapkeras sepanjang waktu dan sekarang dia sudah tahu kalau dia bisa menikmati tubuhmolek kakak iparnya kapanpun dia mau. Adi bergerak ke atas tubuh Maya dan Mayamembukakan pahanya untuknya. Dia melihat saat penisnya yang gemuk menemukanjalan masuknya sendiri dan dengan perlahan melesak masuk ke dalam vaginanya yang.Get yours now!menyambut. Sudah beberapa bulan belakangan ini Maya tak mendapatkan nafkah batinyang didambakannya. Sekarang dia mendapatkan pelepas dahaga kewanitaannya dariAdi, Sukri dan sekaligus dari suaminya hingga terpuaskan seutuhnya. Maya membuat dirinya rileks dan membiarkan Adilah yang berperan aktif mengerjaivaginanya dengan penis besarnya itu. Ini terasa sangat nikmat saat meresapi kenikmatandari batang penis muda dan keras milik Adi ketika dia mengocoknya keluar masuk dalamtubuhnya. Pelan namun pasti dia membawa Maya semakin tinggi dan bertambah tinggilagi hingga dia tak mampu menunggunya lebih lama lagi. Kedua kakinya melingkar padapinggul Adi dan kedua tangannya mengalungi lehernya merapatkan tubuh Adi. ìAyo, lebih cepat lagi,î bisiknya di telinga adik iparnya. ìLebih cepat, lebih cepat lagi, biarkanaku merasakan seluruh gairahmu dalam tubuhku.î Adi mengabulkan semua permintaanMaya dan mengocokkan dengan cepat dank eras batang penis kerasnya dalamcengkeraman hangat vagina isteri abangnya ini. Dan dengan cepat kemudian Adi tak mampu menahan deru kenimatan yang melandasekujur tubuhnya. Dia harus mengeluarkan madu birahinya dan dia mengatakannya padaMaya. ìAku sudah siap. Saat kamu mulai keluar nanti aku ingin kamu mendorongpenismu sedalam yang kamu mampu dan biarkan terkubur di dalamku. Aku inginmerasakan spermamu yang hangat menyiramku.î ADi mempercepat gerakannya danMaya bergerak mengimbanginya. Hingga tiba akhirnya klimaks itu diraihnya, Adimembenamkan seluruh batang penisnya sedalam dalamnya ke dalam cengkeramanvagina kakak iparnya. Tangannya berada di bawah pantat Maya untuk mengangkatvaginanya agar semakin merapat pada tubuhnya. Spermanya menyembur dengan sebuahtembakan keras berkali kali dan itu membuat Maya meraih klimaksnya sendiri bersamaAdi. Maya dapat merasakan setiap tetes sperma Adi saat menyembur, sperma yanghangat itu membuatnya tidak dalam periode mengkonsumsi obat pencegah kehamilanagar dia dapat merasakan setiap gerakan sperma adik iparnya yang hangat saat memasukirahimnya. Setelah gempuran puncak kenikmatan keduanya mereda, keduanya rebah di atas ranjangdengan saling berpelukan sambil berbincang. ìSekarang apa kamu menyesal temangadismu tak berhasil kamu dapatkan?îìTentu saja tidak, tak munkin dia bisa terasa senikmat dan sehebat kamu.îìAku juga merasa senang dia sudah mengecewakanmu. Aku bahagia akan apa yangsudah kita lakukan berdua.îìBagaimana dengan bang Krisna? Bagaimana jika dia tahu tentang kita?îìApa kamu pernah dengar tentang lelaki yang suka kalau isterinya dengan lelaki lain?îìAku pernah mendengarnya, tapi bagaimana bisa ada orang yang ingin isterinyabersetubuh dengan lelaki lain?î.Get yours now!ìAku rasa mereka ingin agar isterinya dapat merasakan kenikmatan yang lebih dari apayang bisa diberikan oleh satu lelaki saja dan disamping itu mereka juga merasakansebuah sensasi lain saat mengetahui hal tersebut.îìApa kamu pernah melakukannya dengan lelaki lain selan abang?îìKamu yang pertama bagiku selain dengan suamiku sendiri, dan sangat kebetulan sekalilelaki itu adalah adik dari suamiku sendiri. Aku tak pernah mengharapkan lelaki lainselain suamiku hingga kejadian malam itu. Kamu mendapatkanku di saat yang palingterlemahku dan aku merasa bersyukur kamu sudah melakukannya.î Maya merasa takperlu menceritakan kalu setelah malam itu dia juga bersetubuh dengan tukang kebunnyasetiap hari. ìAku juga bersyukur mendapatkanmu disaat itu.

    Aku hanya berharap agar abangkujangan sampai tahu.îìBagaimana kalau ternyata dia sudah tahu?îìAku mungkin akan diusir dari sini.îìBagaimana jika aku bisa membujuknya agar kamu boleh tetap berada di sini?îìBagaimana caramu bisa membujuk abang agar mengijinkanku tetap di sini sementaradia tahu tentang kita?îìApa kamu mau melakukannya denganku bersama bang Krisna di waktu yang sama?îìMaksudmu kita bertiga di waktu yang sama?îìYa, three some.îìAbang tak akan mau.îìJika aku bisa membujuknya apakah kamu akan bersedia melakukannya?îìGila, tentu saja mau, itu pasti akan menjadi hal paling hot uang pernah kulakukan.îë ìAku bisa tahu dengan batang penismu yang sudah mengeras laki saat ini, kalau kamusuka dengan ide itu. Aku akan mulai mencoba membujuk bang Krisna. Itu jalan agar kitabisa bersama terus kapanpun kita mau.î Percakapan itu membuat mereka siap kembali. Maya memutar tubuhnya dan mengambilbatang penis Adi untuk dimasukkan ke dalam mulutnya. Dia ingin sperma yangberikutnya keluar dalam mulut dan meluncur ke dalam tenggorokannya..Get yours now!Adi menatap vagina basah Maya yang berada tepat di atas wajahnya. Dia tak tahubagaimana rasanya menghisap spermnya sendiri dari vagina kakak iparnya. Dia takpunya banyak pilihan begitu Maya merendahkan vaginanya kea rah mulut Adi. Adimendapati kalau ternyata rasanya taklah seburuk bayangannya, Segera saj klimaksberikutnya mereka dapatkan dengan masing-masing permainan mulutnya. Maya menelanseluruh sperma yang diberikan batang penis Adi dan Adipun setiap tetes madu cinta darivagina Maya. Keduanya saling membersihkan kemaluannya masing-masing denganmenggunakan mulut sebelum kemudia memulai sebuah babak baru lagi. Sang mentari sudah hampir terbit saat Maya melangkah menuju ke kamar tidurnyakembali. Krisna sudah menantinya dengan batang penis yang sudah sangatlah keras, segera dibaringkannya Maya ke atas ranjang dan menghujamkan batang penisnya kedalam vaginanya yang sudah basah kuyup oleh begitu banyaknya sperma adiknya yangtertuang di dalamnya di sepanjang malam tadi. Saat Krisna menyetubuhinya dengansangat bergairah, Maya menceritakan secara detail apa yang telah terjadi dalam kamarAdi di lantai bawah tadi. Dan hal tersebut sungguh membuat birahi Krisna meroketmencapi batanya hingga sudah tak mampu lagi ditahannya spermanya menyembur keluarmembasahi vagina isterinya yang sudah teramat sangat basah itu. Maya tak meraihklimaksnya sendiri kali ini setelah begitu banyak puncak kenikmatan diraihnyasebelumnya bersama Adi, tapi dia merasa sangat bahagia dan damai berada dalampelukan suaminya tercinta saat ini. Dia merasa akan mendapatkan momen terindah dalamkehidupannya jika kedua lelaki ini bisa didapatkannya di saat yang bersamaan. *****Kedua lelaki ini bangun kesiangan keesokan harinya dan dengan bergegas mencobauntuk mengejar waktu agar tidak telambat ke sekolah maupun berangkat kerja. Sedangkan sabg wanita yang sudah terkuras selurh energi yang tersimapan dalamtubuhnya karena permainan birahi sepanjang malam tadi tetap tak beranjak darinikmatnya dekapan ranjang. Saat keduanya saling bertemu di dapur adalah momen yang paling membuat merekajengah dan kikuk. Adi merasa bersalah telah meniduri isteri abangnya tapi Krisnamengatakan padanya kalau Maya sudah menceritakan semuanya pada dia. ìRileks dik, Maya sudah menceritakan semuanya pada abang. Kelihatannya dia menginginkan kitaberdua, dia wanita yang hebat dan sepertinya membutuhkan kita berdua untukmembuatnya tetap bahagia. Setidaknya sampai kamu lululs sekolah. î Keduanyameninggalkan rumah dengan sura tawa bahagia mengiringi, tapi tak bisa disangkal lagikeduanya sudah tak sabar untuk menanti hari berganti malam agar mereka bisa bersamadengan Maya kembali. Waktu sudah menjelang saat makan siang ketika pintu kamar Maya terbuka. Sura pintuitu membangunkan Maya dari lelap tidurnya dan dia bangkit duduk di atas ranjangnya. Dia masih dalam keadaan telanjang bulat karena kejadian malam tadi. Ternyata yangdating Sukri untuk mengecek keadaannya.

    Dia menatap isteri majikannya tersebut yangduduk dia tas ranjang dalam keadaan selimut yang menutupi bagian pinggangnya ke.Get yours now!bawah. Payudara indahnya terpampang indah di depan mata Sukri dan Maya tak berusahasedikitpun untuk menutupinya dari pandangan Sukri. ìSaya pikir mungkin harus melihatkeadaan anda. Sekarang sudah hamper tengah hari dan anda belum keluar dari dalamkamar sekalipun. Apa anda baik-baik saja?î Maya memberi tanda padanya agar mendekat ke ranjang. Begitu Sukri sudah beradadekat dengannya, Maya menyibakkan selimut yang menutupi sisa bagian bawahtubuhnya hingga sekarang tubuh molek itu terpampang seutuhnya tanpa selembarkainpun menutupinya. ìBuka seluruh pakaianmu dan naiklah ke sini bersamaku.î Takperlu disuruh dua kali, Sukri bergegas melucuti seluruh pakaiannya dan bergabungdengan nyonya majikannya ke atas ranjang. ìSepertinya anda sangat sibuk tadi malam.îìMemang malam yang sangat sibuk tapi aku masih punya cukup untuk kamu. Kemarilahdan biarkan aku merasakan lagi batang penismu yang besar itu di dalam vaginaku.î Sukri tak bisa menunggu untuk segera menyetubuhinya kembali. Seperti suami dan adikiparnya, dia ingin merasakan batang penisnya dalam remasan kehangatan dinding vaginaMaya yang rapat. Sama sekali tak ada keraguan pada keduanya, Sukri inginmenyetubuhinya dan Maya ingin segera disetubuhi olehnya juga. Sukri benar-benarmenikmati dan memanfaatkan setiap detik dari waktu yang dia punya saat ini untukmemberikan Maya hadiah klimaks yang berkesinambungan berulang kali sebelumakhirnya dia tumpahkan sperma tuanya ke dalam vagina muda Maya. Maya teringatkemarin malam saat dia ingin malam itu tidak sedang dalam periode mengkonsumsi obatpencegah kehamilan agar sperma Adi dapat memasuki rahimnya hingga membuatnyahamil, namun sekarang dia merasa bersyukur karena dia dalam periodenya atau kalautidak dia pasti akan sangat kesulitan mencari alasan kenapa dia melahirkan bayi yang takmirip sama sekali dengan wajah suaminya tapi malahan wajah Sukri. Mereka berdua hanya rebah di atas ranjang setelah menuntaskan babaak-babakpersetubuhan di awal hari itu hingga siang hari berlalu, lalu keduanya bangkit untukmandi dan membersihkan diri. Keduanya berjalan menuju ke kolam renang dan berenangbersama sampai tiba waktunya menjelang Krisna dan Adi pulang. Maya sadar dia bisamengatur untuk mendapatkan suami dan adik iparnya bersamaan tapi sangat tidakmungkin mereka setuju jika Sukri ikut bergabung bersama mereka juga. Sukri faham kaludia harus tetap menjaga rahasia ini atau mereka akan berada dalam masalah besar. Diasudah merasa puas bisa menikmati kemolekan tubuh Maya saat siang harinya dan jikamalam tiba adalah waktu untuk majikan serta adik iparnya. Malam itu Maya, Adi, dan suaminya melakukan threesome yang pertama kalinya dalamkehidupan mereka. Pada awalnya semuanya terasa canggung bagi mereka tapi Mayaberhasil mengendalikan suasana. Dia melucuti pakaiannya dan membuat kedua lelaki itumengikuti tindakannya. Maya membuat keduanya rebah di atas ranjang, masing-masingdi kedua sisinya. Saat dia merebahkan tubuh telanjangnya diantara dua kakak beradik itu, tangannya meraih masing-masing batang penisnya. Begitu tangan halusnya mulai.Get yours now!bergerak memanjakan batang penisnya, kedua lalaki itu mulai merasa rileks dan larut kedalam suasana yang berhasil dibangun Maya. Krisna yang pertama kali bereaksi, dia menggeser tubuhnya kea rah Maya tapi tanpamembuat batang penisnya terlepas dari genggaman tangan isterinya, diraihnya sebelahpayudara Maya. Didekatkannya putting ranum itu pada mulutnya untuk dihisap hinggamembuatnya mengeras dan semakin memerah warnanya. Krisna melirik kea rah Adi danberkata, ìDia punya daging kenyal ini dua buah. Apa tak seharusnya kamu beri perhatianpada yang satunya?î Adi tak butuh dorongan lagi, langsung saja dia bekerja pada payudara Maya yang satunyadan tak lama kemudian mulutnya bergerak ke bawah menelusuri perutnya menuju padavagina Maya. Dia harus menepiskan tangan abangnya terlebih dulu untuk memberikanruang bagi lidahnya.

    Begitulah malam pertama itu berlangsung. Kedua lelaki itu menyentuh Maya seperti yangbelum pernah dia rasa sebelumnya. Keduanya membawa Maya pada titik puncak di manatak pernah terbayangkan dalam benak Maya sebelumnya. Maya sangat menyukai apayang bisa diberikan oleh kedua lelaki itu tapi saat ini terasa benar-benar dua kali lebihnikmat. Klimaks diikuti klimaks yang berikutnya menyusul setiap kali salah satu darimereka menyetubuhinya tanpa memberinya waktu jeda. Ketika mereka pada akhirnyasampai di tepi daya tahan tubuh masing-masing, ketiganya jatuh terlelap dalam kepuasandengan tubuh molek Maya terhimpit di antara pelukan kedua lelaki itu. Keesokan harinya Maya bangun yang palin awal, dia hanya butuh waktu sekejap untukbisa memahami sedang berada di mana dia. Dipandanginya kedua lelaki yang terbaringdisampingnya, begitu mirip. Benaknya melayang dalam lamunan, kurang dari satuminggu sebelumnya dia merasa ada yang salah dalam mahligai pernikahannya. Suaminyasudah tak menginginkan bercinta dengannya lagi, tapi sekarang dia mendapatkan semuakenikmatan seksual yang dia butuhkan dari keduanya, suaminya dan adik iparnya. Plussemua kepuasan seksual yang didaptnya juga dari Sukri yang kedua lelaki yang sedangterlelap disampinya itu tak mengetahuinya. Dia membayangkan apa yang akan mungkinbisa terjadi nantinya. Beberap bulan berikutnya semuanya tak berubah. Adi akhirnya pindah ke dalam kamarmereka. Setiap malamnya mereka berdua menggali semua kenikmatan seksual dari birahiMaya ataupun salah satunya yang hanya menyaksikan. Dan setiap harinya juga diisidengan petualangan seksual yang lain bersama Sukri. Maya merasa bahagia dengansemua permainan seks dengan mereka tapi ada kalanya dia harus berkata tidak padamereka agar bisa mengistirahatkan tubuhnya untuk beberapa hari. Ketiganya sungguhsangat memuaskan birahinya tapi juga membuatnya kewalahan. Maya tak pernahmembayangkan kalau dia akan mendapatkan kenikmatan seksual yang berlimpah lebihdari yang diimpikannya tapi wakti demi wakti semua itu didapatkannya. Hukum alam tak bisa dihindar, apapu juga pasti akan ada akhirnya. Adi yang pertamakali berlalu, dia akhirnya lulus sekolah dan pergi untuk melanjutkan ke jenjang kuliah..Get yours now!Dia masih tetap kembali ke rumah abangnya sesekali dan menghabiskan waktu bersamamereka. Dia tetap diterima oleh abang dan kakak iparnya. Sukri mengikuti beberapa minggu berikutnya. Seorang temannya menawarinya sebuahpekerjaan yang menjanjika di luar kota. Sebuah pekerjaan yang tak mungkin ditolaknyameskipun pilihannya harus meninggalkan Maya. Minggu-minggu terakhir kebersamaankeduanya dijadikan momen perpisahan yang tak terlupakan bagi keduanya, Maya tahukalau dia pasti akan merindukan lelaki paruh baya itu nantinya. Krisna akhirnya berpisah dengan Susan. Seks dengan Maya dan adiknya melebihi apayang didaptnya dari Susan. Setelah kepergian Adi, dia dan Maya masih melakukanhubungan seksual hamper tiap malamnya. Memang tetap terasa nikmat dan indah tapimasih tak bisa menyamai kenikmatan ketika kedua lelaki itu ada dan salingmemberikannya kepuasan. Krisna tak lama kemudian sudah menemukan wanita lainnyalagi. Perhatian Krisna mulai berkurang terhadapnya dan Maya tahu kalau suaminyamenemukan vagina muda yang baru untuk dia nikmatiÖ Kini Maya kembali padakeadaan sebelum Adi dan Sukri masuk ke dalam kehidupan seksnya. Dia dan Krisna mencoba beberpa kali untuk mencari pengganti Sukri tapi keberuntunganmasih belum berpihak pada mereka. Maya sedang bermalas-malasan menikmati waktunya berbaring di tepi kolam danmenikmati sentuhan sinar mentari dengan keadaan telanjang bulat sore itu. Sejak hanyadia seorang yang ada di rumah itu, kegiatan berjemur telanjangnya menjadi kegiatan yangrutin. Dia mendengar ada seseorang berteriak memanggil namanya, dia bangkit danmeraih handuk disampingnya untuk kemudian dililitkan pada tubuh moleknya. Diamelihat di depan gerbang ada seorang muda dengan kulit coklat tua dan tubuh tegapsedang berdiri memandanginya. ìAda perlu apa?îìNama saya Jaya dan paman Sukri yang menyuruh saya untuk datang ke sini menemuianda. Beliau bilang kalau anda sedang membutuhkan tenaga setelah kepergiannya.î Tanpa bertanya dia membuka pintu gerbang itu dan berjalan mendekati tempat Mayasedang duduk dengan hanya sebuah handuk saja yang menutupi tubuhnya.

    Apa yangterpampang di hadapan mMaya adalah sesosok lelaki berkulit galap berusia 20an dengantubuh tegap berotot dan sebuah tonjolan besar pada selangkangannya. ìKamu punya keahlian apa?îìTidak begitu banyak untuk urusan kebun ataupun rumah tapi bisa sangat diandalkanuntuk hal yang dibilang paman Sukri bahwa anda pasti lebih membutuhkan.î Diamelpaskan kaosnya melewati kepala dan disusul celanya juga. Mata maya segera terfokuske arah selangkangan anak muda dihadapannya ini, untuk memandangi dengan terpanapada sebuah batang penis yang bahkan lebih besar dari kepunyaan pamannya. Dan batangitu sudah berdiri tegak keras menunjuk ke arahnya..Get yours now!Maya menatap wajah Jaya lagi yang sedang mengamati lekuk tubuhnya tanpa berusahamenutup-nutupi saat dia sedang menatap takjub pada benda diantara pahanya. Mayamerenggut lepas handuk yang melilit tubuhnya. ìKelihatannya kamu punya peralatanyang tepat, kita lihat apa kamu tahu bagaimana cara menggunakannya dengan benar.î May membentangkan kedua pahanya dan tangannya terjulur ke depan untuk menariktubuh lelaki muda di hadapannya itu ke arahnya. Dia membimbingnya kea rah pintumasuk vaginanya, dan saat Jaya mulai memasukinya Maya berkata. ìPerlahan saja danjangan tergesa.

    Aku belum pernah merasakan yang sebesar ini.î Hari itu juga Jaya resmi bekerja di rumah itu dan malam harinya dia mulai memindahkanbarang-barangya untuk menempati bekas tempat Sukri. Dia sudah sibuk denganpekerjaan kebunnya saat Krisna berangkat bekerja. Sepanjang hari itu dia bekerja tanpalelah. Dia hanya berhenti untuk mengurus Maya sebelum Krisna pulang kembali. Krisna memutuskan kalau pemuda ini layak untuk bekerja menggantikan Sukri danmenetap di tempatnya. Tapi yang Krisna tak tahu adalah kenyataan bahwa pekerjaannyayang paling ternilai bagus bukanlah di kebun, mengurus kuda atupun lainnya melainkandisaat setelah Krisna pergi berangkat kerja setiap paginya. Pekerjaan kebun dan lainlainnyahanyalah menjadi semacam biaya yang mesti dikeluarkan Jaya untuk seorangwanita bertubuh molek dan vagina tercantik yang pernah ditemuinya. Tapi itumembuatnya menjadi seorang lelaki muda yang paling beruntung..Get yours now!

  • Dipatok 3 Burung

    Dipatok 3 Burung


    11 views

    Fela pulang kerja jalan kaki, jalanan cukup sepi, sementara suara guruh sesekali terdengar. Awan terlihat mendung dilangit malam itu.
    Cewek yang tingginya sekitar 170 cm, langsing, kakinya juga jenjang banget (Fela waktu itu pake rok yg rada mini) mempercepat jalannya.

    cerita-sex-dewasa-dipatok-3-burung

    Pukul 20:00 jalanan diluar rumah Fela, sepi jarang ada mobil yang lewat. Penduduk kota sudah tahu akan ada badai besar malam itu.

    Kelima berandal yang bertubuh kekar itu mengendap-endap memasuki pekarangan rumah. Mereka mau membalas cewek bertampang melankolis itu yang memergoki mereka mencuri minuman keras tadi,dengan melaporkan satpam. Mereka berencana berpesta memperkosa cewek itu habis-habisan sebagai balasannya.

    “Sssstttt…..hati-hati jangan berisik…..ayo sini….” Bisik Emilo sambil memberi aba-aba untuk segera maju bersembunyi dikebun rumah Fela yang penuh semak-semak.

    Sementara itu Fela tidak mengetahui kalau dirinya diikuti oleh para berandal sejak sepulang kerja tidak menaruh curiga. Cewek itu menyalakan kran air mandi, lalu menuju kekamarnya. Fela menyalakan lagu disco, sambil melepaskan baju kerjanya.

    Di kebun para berandal sudah mulai mengendap- endap sambil menyusun rencana untuk masuk ke dalam rumah. Edi dan Jack mendapat tugas mengawasi jalanan, sedangkan Emilo membuka pintu depan, Joe dan Billie mencari jalan masuk lewat belakang.

    Pada saat itu secara tidak sengaja Joe melewati jendela kamar Fela yang lagi membuka baju kerjanya. Roknya berada diatas ranjang, sementara Fela yang tubuhnya cuma terbungkus kemeja kerja dan celana dalam sambil berdisco membuka kancing kemejanya.

    Joe segera memanggil Billie untuk melihat pemandangan itu. Mereka menelan ludah melihat Fela yang meliuk-liuk merangsang menari disco. Ukuran dadanya yang sekitar 36B keliatan jelas banget belahannya ketika cewek itu sudah melepas kemejanya.

    “Wow, Joe…LOOK AT HER TITS….aku ingin segera mencicipi tubuhnya….” Bisik Billie tanpa melepaskan padangan matanya menatap tubuh Fela yang hanya mengenakan baju dalam.
    “He…he….he…sabar, Bill…nanti kita cicipi sama-sama, sampai pagi!” sahut Joe yang makin bernapsu melihat hal itu.

    Beberapa saat kemudian Fela beranjak menuju kekamar mandi. Sementara itu Emilo yang berhasil membuka pintu depan segera memberi aba-aba pada teman-temannya untuk masuk. Para berandal itu sudah memperhitungkan segalanya, mereka mengunci pintu dari dalam sehingga nanti mereka bebas bertindak.

    Kabel telpon sudah mereka putus, cewek itu tinggal sendirian dan lagi badai yang akan datang sangat menguntungkan rencana mereka. Dengan leluasa mereka masuk ke kamar cewek itu. Jack membuka kulkas, yang lain masuk ke kamar Fela. Edi memeriksa lemari pakaian Fela.

    “Hai….lihat apa yang kutemukan!” sambil menunjukkan barang temuannya. Joe segera menyahut celana dalam itu.

    “Hmmmmm….mmmm…” Joe mencium celana dalam

    “Ingat aku yang pertama bercinta dengannya!” sahutnya sambil tersenyum penuh arti. Para berandal itu tak sabar membayangkan apa yang akan mereka nikmati. Lalu mereka mengambil posisi untuk bersembunyi.

    Fela selesai mandi menuju keruang tengah. Tubuhnya hanya terbalut oleh baju dalam dan kemeja putih, duduk menikmati acara TV kabel.
    Waktu itu pukul 20:30, cewek itu tidak menaruh curiga bahwa ada orang lain dalam rumahnya. Tiba-tiba dari arah belakang salah seorang berandal maju mendekap tubuhnya. Fela terkejut dan segera berontak melepaskan diri.

    “EVER BEEN GANG RAPED BABY? DON’T KNOW WHAT YOU BEEN MESSIN! YOU STILL REMEMBER US DON’T YOU……” ejek Edi.

    Fela segera mengenali wajah itu menjadi ketakutan sekali, ia tak menyangka kalau para berandal itu benar-benar melaksanakan ancamannya.

    Joe maju menerkamnya tiba-tiba, cewek itu menjerit ketakutan ketika berhasil dipeluk. Ia meronta-ronta dan menendang Joe. Tanpa disadarinya tendangannya mengenai selangkangan Joe membuatnya meringis kesakitan dan melepaskan dekapannya.

    Fela segera melepaskan diri dan lari menuju pintu depan. Para berandal segera mengejarnya sambil menyorakinya. Dengan sekuat tenaga pintu depan itu berusaha dibuka, tetapi usahanya sia-sia.

    “Wooooo……woooooo……ha…ha…ha….ayo sayang, mau lari kemana kamu hah….ayo sini…ha…ha….ha…” Ejek para berandal yang mengejarnya dari belakang. Fela segera dikepung oleh para berandal. Mereka menyoraki ketidak berdayaannya.

    Fela didesak terus sampai merapat kedinding, Joe yang tadi meringis kesakitan mulai maju. Pada saat cewek itu hampir putus asa, ia berhasil berkelit dari kepungan berandal itu, lolos dan lari menuju ke dapur, Fela bermaksud lari lewat pintu belakang.

    Para berandal segera mengejarnya lagi. Nasib sial bagi Fela, begitu tangannya berhasil menyentuh gagang pintu, para berandal berhasil menangkapnya kembali. Rambut pirang Fela yang panjangnya sebahu terjambak, sehingga ia tidak bisa berbuat apa-apa.

    “Aaaahhhh….aammpun…aaah” hiba Fela, sementara para berandal tersenyum sinis memandangnya.

    “Sayang…. Kami akan memberimu pengalaman yang tak akan kau lupakan! kau tadi telah merusak acara pesta kami, sekarang kau harus membayarnya dengan tubuhmu yang indah itu……ha…ha..ha…, oya kau juga akan menyesal telah menendang punyaku, akan kujoblos kau sampai mampus! ” Joe maju dari kerumunan temannya.

    Fela tak berdaya, rambutnya dijambak sementara tangannya dilipat kebelakang. Dari dapur ia diseret menuju ruang tamu saat itu pukul 20:45. Disana ia dikelilingi oleh kelima berandal sambil didorong-dorong.Cerita Sex Dewasa

    “Sayang, kita akan berpesta denganmu!” seru Edi tak sabar sambil mendorong ke arah Billie.

    “Ha…..ha…ha…. kau tak akan bisa lolos kali ini….” Ejek Billie sambil mendekap tubuh Fela. Mereka berteriak-teriak membuat Fela makin ketakutan.

    “Kemarikan dia Bill….HEY BABE, I BET MY COCK WOULD FEEL REAL GOOD WARPED UP IN YOUR PUSSY!” seru Jack tak sabar, sambil mempraktekkan gaya bercinta penuh napsu

    Fela didorong ke arah Jack yang segera merangkul nya dari depan. Mulutnya segera mencari dada cewek itu, sementara pinggulnya bergerak maju mundur seakan sedang bercinta dengannya.

    “Wooooo…. Wooooou…..FUCK YOU GIRL, FUCK YOU…..” Jack menggerayangi cewek itu.

    “Aaaahhhh…….aaam…punnn….aahhh…..jaa…aa ahhhh!!!” jerit Fela ketakutan.

    Tiba-tiba dengan satu sabetan, tangan salah satu berandal merobek kemeja putih Fela, membuat cewek itu terpelanting. Emilo segera mendekap dari belakang. Sekarang tubuh Fela hanya mengenakan BH dan celana dalam saja, membuat mereka makin menjadi-jadi.

    “Ah…aahh…aahh!” jerit Fela ketika tangan Emilo yang mendekap tubuhnya dari belakang mulai menggerayangi pahanya yang putih mulus.

    “Kita akan memberimu pengalaman yang tak terlupakan, manis…ha…ha…ha…” bisik Emilo.

    Para berandal lainnya ikutan beraksi. Tangan Edi meremas remas buah dada Fela. Jack memburu kemaluan Fela, sementara Billie dan Joe buka baju dan celana panjang mereka sambil tertawa sinis. Tubuh para berandal itu terlihat begitu kekar dan berotot.

    “HEY, SOMEBODY GET BEHIND THE BITCH AND HOLD HER ARMS, I’M FUCKING HER FIRST!” Joe memberi aba-aba yang langsung disetujui teman-temannya. Cewek itu meronta-ronta di bopong kelima berandal itu keruang tengah.

    “Jack, Emilo, kau pegangi tangan dan kakinya, terlentangkan dia di meja ini” perintah Joe.
    Lonceng berdentang menunjukkan pukul 21:00. Disana Fela diterlentangkan di atas sebuah meja bundar. Masing-masing tangan dan kakinya dipegangi erat-erat oleh para berandal.

    Sinar lampu diatas meja membuat cewek itu silau, Fela hanya bisa melihat tubuh-tubuh kekar mengerubunginya dan tangan-tangan berotot meraba-raba dadanya, wajah sinis dan suara tawa para berandal mengejek ketidak berdayaannya.

    Lidah Joe menelusuri lehernya yang jenjang. Fela berontak berusaha melepaskan diri, tetapi apa daya tenaga seorang cewek dibanding dengan lima laki-laki yang kesetanan.

    Jack dan Edi memegangi kakinya, sementara tangan kanan dan kiri Fela dipegangi erat-erat oleh Emilo dan Billie. Joe mencumbunya dengan kasar dan penuh napsu, tangannya dengan liar meremas-remas buah dada Fela.

    “I CAN SEE THE NIPPLES POKING AT HER BRA!” kata Joe yang langsung disambut oleh tawa para berandal.

    “HEY, CUT THAT BRA OFF MAN. WHAT’S WRONG WITH YOU?” sahut Emilo sudah tidak sabar lagi.

    “Aaaah…..aaah….ooh…jangan…..aahkh!” jerit Fela ketika dengan satu hentakan kasar tangan Joe merobek BH yang dikenakannya.

    Para berandal makin seru menyorakinya. Mulut Joe segera melumat buah dada Fela yang sintal, sementara tangan kirinya masih meremas-remas buah dada sebelah kanan Fela.

    “Aaaaah….aaoooh…..ooooh…aahh …aaaahh…aaahhhhh….” desah Fela mengeliat-liat. Putingnya dijilati penuh napsu oleh lidah Joe.

    “Ha….ha….ha…. kau sungguh mengiurkan sayang!” tawa Billie menelan ludah tak sabar ingin segera menikmati gilirannya. Joe sekarang membuka celana dalamnya sendiri, penisnya yang hitam besar 10 inci itu terlihat tegak siap beraksi.

    “Kenyal sekali…..ha…ha…ha…”seru Joe sambil menerkam dan mulutnya menciumi buah dada cewek itu dengan buas.

    Tubuh Fela mengeliat-liat membusur, sementara buah dadanya diremas-remas sampai merah. Lidah Joe menelusuri buah dada Fela, lalu turun ke daerah perut dan menjilati pusarnya. Beberapa saat kemudian sambil tersenyum sinis, mata Joe memelirik kearah paha Fela.

    “Oooohhh….jangan…..aaahhhh….” hiba Fela ketakutan tidak berani membayangkan diperkosa oleh kelima berandal kekar dan berotot.

    Lalu tangan Joe mulai memelorot celana dalam Fela. Cewek itu berusaha mempertahankannya

    “Ha..ha…ha…percuma kau berontak manis!” ejek Joe ketika Fela berontak sekuat tenaga, tetapi Billie dan Emilo makin erat memegangi tangan Fela, perlahan- lahan celana dalamnya terlepas, rambut kemaluan Fela terlihat ketika celana dalam berwarna pink itu dari pinggul dilorot turun kepahanya dan akhirnya terlepas.

    “Cihuuuiiii……Ha…ha…ha….PARTY TIMES… ha…ha…ha….” Teriaknya sambil memutar-putar celana dalam itu, lalu dicium dalam-dalam menikmati aromanya dan dilemparkan kelantai. Mata Joe jelalatan memandangi Fela yang telanjang bulat terlentang diatas meja.

    Fela lemas karena ketakutan, ia tak berani membayangkan para berandal itu akan ‘menelan tubuhnya ramai-ramai’. Para berandal makin ramai menyorakinya, mata mereka jelalatan memandang setiap lekuk tubuh Fela. Emilo yang tadi memegangi tangan Fela digantikan oleh Billie.

    “Oooooh…..aaaahh….am…pun…..aaaah…jang… an…aaahh..” hiba tangis Fela.

    “Diam!….THERE’S GOING TO BE A BIG PARTY IN YOUR PUSSY TONIGHT…..Ha…ha…ha…kita lihat siapa yang paling hebat bercinta denganmu!” ejek Emilo mendekati Fela sambil mengeluarkan pisau lipat.

    Fela ketakutan ketika Emilo memainkan pisau itu diantara buah dadanya sambil tersenyum sinis memandang tubuhnya. Pisau itu bergerak kearah puting susunya dan diputar-putar mengelilingi belahan buah dada Fela yang naik-turun karena napasnya tak beraturan.

    Hal itu membuat para berandal benar-benar terangsang. Pisau itu terasa dingin di buah dada Fela, lalu pisau itu bergerak kearah perut cewek itu dan turun ke daerah bawah pusar cewek itu. Edi menyeringai penuh arti ketika mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Emilo dengan pisau lipatnya.

    “Ayo Milo, cukur sampai habis…..ha…ha…ha…ha…” seru Edi kegirangan.

    “Aaaahh…..ohhhh…jangan….aaah….” teriak Fela sambil berontak, tetapi para berandal itu makin mempererat pegangannya, sementara pisau lipat itu dengan buas mulai beraksi mencukur rambut kemaluannya.

    “Ha…ha….ha… kesempatan yang langka ini tak akan kami lewat begitu saja. Ayo manis berteriaklah semaumu, tak akan ada yang mendengarmu saat ini.” Ejek Joe sambil menerkam buah dada Fela,

    Diremasnya kuat-kuat membuat cewek itu mengerang kesakitan sementara Emilo mencukur rambut kemaluannya tanpa foam pelicin sehingga Fela merasa perih. Billie, Jack dan Edi yang memegangi kaki dan kedua tangan Fela tertawa melihat cewek itu meronta-ronta.

    “Aaaaaagggg….aaaaoooohh….ooooohhh…oohh.. .” desah Fela buah dadanya diremas-remas oleh Joe. Suara desahan itu membuat para berandal itu makin terangsang.

    Dengan buas pisau Emilo beraksi, dalam beberapa menit saja rambut kemaluan Fela telah tercukur habis. Daerah kulit bawah perut Fela yang tadinya ada rambut kemaluannya terlihat memerah. Emilo tersenyum puas,

    Joe segera maju sambil mementang kaki cewek itu lebar-lebar, sekarang ia berada diantara pahanya , memandang kemaluan Fela yang terlihat jelas karena rambut disekitar daerah itu habis tercukur.

    “Ha…ha…ha…buah dadamu sungguh lezat, NOW I’LL EAT YOUR PUSSY!” kata Joe sambil menjilatkan lidahnya sementara matanya melirik kearah kemaluan Fela.

    “Oooooh….lepas…kan….jang…an ..oooOOAAHH!” tangis Fela terhenti ketika Joe mulai menjilatinya. Lidah itu seakan menjulur panjang menjelajahi lorong vagina Fela. Tubuh cewek itu mengelinjang-gelinjang, sementara lidah Joe bergerak seperti cacing menggali lobang.

    “Oooooohhhhh…aaaauuuuoooo…oooouuu…aaaah. ..” Desis Fela sementara kepalanya hanya bisa menggeleng ke kiri dan kanan. Tubuh Fela bergetar, tangannya mengepal erat-erat, Emilo menciumi leher dan daerah sekitar ketiak, sambil tangannya mencubit puting susu cewek itu. Jack melepaskan kaki cewek itu, dan ikutan mencumbu perut Fela. Lidah Jack menjilati pusar cewek itu.

    “Uuuuuuhhhh….oooouuh…ooohhh…” suara desah Fela makin keras, ketika lidah Joe masuk makin dalam divaginanya.

    “Ha…ha…ha….percuma kau berontak sayang, mau tak mau kau akan menikmati pesta ini!” ejek salah satu berandal.

    Buah dada Fela memerah dan mengembang karena remasan tangan Emilo.

    Joe makin bersemangat, ketika vagina Fela mulai berlendir. Lidah itu menjelajah makin dalam bersamaan dengan pekik desah Fela. Emilo masih mengulum buah dada cewek itu.

    Putingnya disedot kuat-kuat, membuat cewek itu mengeliat menahan rasa nikmat dan sakit yang bercampur menjadi satu. Tanpa disengaja dari puting buah dada Fela keluar cairan putih seperti susu. Emilo lebih bersemangat lagi menyedoti cairan itu, sementara tangannya meremas-remas buah dada Fela agar keluar lebih banyak.

    “Uuuuggghhhh……uuuuuhhhh….uuuhhhh….aaauuuhh hhh….” desis Fela dengan napas tersedak-sedak.

    “Ha…ha…ha….ternyata tubuhmu menghianatimukan? Diam-diam kau menikmatinya……BITCH!!!!” ejek Emilo sambil menyedoti buah dada Fela, kanan-kiri.

    Lonceng berbunyi menunjukkan pukul 21:30. Rupanya para berandal itu senang bermain-main dengan tubuhnya dan berniat melakukan WARMING-UP sebelum memperkosanya.

    Fela hanya bisa mengeliat-liat dikerubuti para berandal yang kekar. Lidah Joe dengan lahapnya menjilati vagina Fela.

    Tidak puas hanya lidah, sekarang jari tangan Joe ikutan beraksi. Jari tengah dan telunjuk Joe masuk di lobang kemaluan cewek itu, diputar-putar seolah-olah mengaduk-aduk vagina Fela, sementara lidahnya ikut menjilati bibir kemaluan Fela.

    “Aaaauuuuhhhhh……uuuuuhhh…..aaahhhh” desah cewek itu makin keras, membuat para berandal itu tertawa mengejek ketidak berdayaannya. Jari tangan Joe menusuk masuk dan bermain-main dengan klitorisnya, membuat Fela mengelinjang-gelinjang.

    Mata Fela terpejam, kepalanya menggeleng ke kiri kanan, Jack menciumi pusarnya, tangan Emilo meremas-remas buah dadanya. Setelah puas bermain-main, Joe mementang kedua kaki Fela.

    “Joe mau pakai kondom?” tanya Billie. Joe menolak usul Billie.Cerita Sex Dewasa

    “NO WAY….Ha…ha…ha….I WANT TO FEEL SKIN TO SKIN…ok sekarang saatnya manis… NOW LETS SEE JUST HOW TIGHT YOUR CUNT IS!” Joe mengangkat pinggul Fela tinggi-tinggi.

    Penisnya sekarang digesek-gesekkan disekitar bibir kemaluan Fela berusaha menyibak belahannya. Mata cewek itu terbelalak kaget ketika merasakan kepala penis Joe yang besar dan hangat. Batang penis itu berdenyut-denyut dibibir kemaluannya.

    “Ohhh…ohhhh sekarang saatnya!” pikiran Fela melayang jauh ketika Joe mulai beraksi menindih tubuhnya.

    “Ayo Joe cumbu dia sampai mampus……Cihuuui!!!” para berandal itu memberi semangat.
    Joe merasakan rasa hangat yang mengalir pada kepala batang kemaluannya yang sudah menancap tepat pada pintu gua kenikmatan milik cewek itu.

    Joe menekan perlahan, seperempat dari bagian kepala kemaluannya mulai terbenam ….Fela menahan napas …. ditekan lebih dalam lagi …. separuh dari bagian kepala kemaluannya melesak masuk …. dengan lebih bertenaga Joe mendesak batang kemaluannya untuk masuk lebih dalam lagi.

    “Ayo Joe! sedikit lagi! Masukin saja semua! Biar dia rasain Joe!” Emilo menyoraki Joe sambil meremas-remas buah dada Fela.

    “AAAgggh!!!!” Pekik Fela merasakan sesuatu yang menyakitkan dipangkal pahanya ketika seluruh kepala kemaluan Joe sudah terbenam kedalam liang hangat miliknya, dengan satu hentakan yang kuat, penis Joe menyeruak masuk ke dalam vagina Fela membuatnya memekik kesakitan.

    Sementara badai diluar mulai turun dengan deras dimulailah pesta perkosaan itu. Fela terlentang diatas meja bundar diruang tengah, tangan dan kakinya dipegangi erat-erat oleh Billie dan Edi, buah dadanya dijilati, disedoti oleh Jack dan Emilo, sementara penis Joe mengoyak-koyak vaginanya dengan ganas.

    “Aaagh…..aaahh….ooooh….ooohh…” suara rintih Fela seiring dengan gerakan ayunan pinggul Joe yang kuat. Senti demi senti batang kemaluan Joe menelusur masuk menerobos keketatan liang kemaluan Fela yang sudah basah berlendir itu.

    Setiap ayunan Joe membuat tubuhnya mengelepar kesakitan karena penis yang besar itu berusaha masuk lebih dalam. Suara desahan Fela membuat para berandal itu makin bernapsu menikmati tubuhnya.

    “Ayo Joe…..genjot terus sampai mampus….. ha…ha…ha…” seru salah satu berandal.
    Joe merasakan begitu ketatnya ujung kemaluannya terjepit di dalam vagina Fela, selang beberapa saat penis itu terhenti menerobos keluar masuk.

    “CAN’T SEEM TO GET MY COCK DEEP ENOUGH INTO YOU BABY!” Joe mengatur posisi pinggulnya, “YOU SO DAMN TIGHT!.” kemudian dengan satu hentakan yang kuat membuat batang penis itu hilang tertelan kemaluan Fela.

    “AAAaaaaggggkkk!!” suara lolong histeris Fela ketika dengan satu hentakan kuat tanpa masalah penis itu beraksi lagi di liang vagina Fela yang berlendir, rupanya selaput perawan Fela robek.

    “Uuuugggghhhh…. SO YOU’RE STILL A VIRGIN? Ha…ha…ha….manis, kau tak akan melupakan pengalaman ini!” ejek Joe, Penis itu dengan mudah menerjang keluar masuk dengan cepat, sementara tubuhnya menghentak hentak barbar diatas Fela yang mendesah-desah tak berdaya.

    Kemaluan Fela terasa akan robek oleh desakan penis Joe yang menyeruak masuk keluar dalam-dalam seperti membor kilang minyak. Joe melengkuh-lengkuh nikmat, pinggulnya berayun-ayun memompa, penis itu keluar masuk.

    Kaki Fela terangkat tinggi diatas meja terayun-ayun seirama gerakan pinggul Joe menghujamkan keluar masuk batang penisnya yang dengan barbar beraksi divaginanya.

    Fela berharap ia dapat pingsan saat itu juga supaya tidak merasakan sakit yang tak terlukiskan itu. Para berandal itu menyanyikan lagu “ROW YOUR BOAT”.

    “Aaaahhh…aaaahh….ammm….pun….aahh…

    aaahh…aaahh….sakit..ahhhhh..aaaahhh….”jerit Fela. Pinggul Joe bergerak seperti pompa. Penis itu keluar masuk seiring desahan Fela.

    “Ayo Joe coblos terus, coblos…coblos…woooo…

    wooooo BABY….” teriak Emilo sambil menciumi dada cewek itu.

    “Delapan puluh delapan……delapan puluh sembilan….sembilan puluh…Ayo…” dengan semangat Edi menghitungi setiap hujaman penis Joe.

    “Aaaaahhh….wahhhhaaa….aaaah….uuuuh…

    uuugh….” pekik Fela, sementara Joe berayun-ayun diatas tubuhnya. Cewek itu hanya bisa terisak-isak. Suara petir menyambar di sela-sela badai.

    “YEAAAHHH. HOW’S IT FEEL, BABE, HOW’S IT FEEL WITH A REAL MAN’S BIG COCK IN YOUR BELLY? OOOOOOOOOOOOO YOU FEEL SO GOOD, SO HOT.” ejek Joe sambil memaksa Fela yang mendesah untuk melihat penisnya mengenjot keluar masuk lorong vaginanya.

    Fela bisa merasakan setiap inci dari otot dibatang penis Joe bergerak menelusuri lorong kemaluannya.
    “Uuuh…uuuh….uuaah…” lengkuh Joe, sudah sekitar setengah jam dia berayun-ayun diatas cewek itu, keringat membasahi tubuh keduanya, tetapi gerakan pinggulnya tetap ganas, penisnya menyodok-sodok dikemaluan Fela, tangannya menggerayangi pahanya dengan liar.

    Sementara itu Emilo membuka celana panjang dan celana dalamnya sendiri, penisnya panjang, (tetapi tidak sebesar Joe sekitar 8.7 inci) sudah tegak menegang.

    Jack masih asyik menyedoti puting buah dada Fela. Sesekali cewek itu berusaha memberontak, tetapi Edi dan Billie mempererat pegangannya. Joe melengkuh-lengkuh nikmat di atas tubuh Fela yang mengeliat-liat menahan berat tubuh Joe yang menindihnya.

    “Seratus enam puluh enam…… seratus enam puluh tujuh…..seratus enam puluh delapan…..ayo Joe taklukan dia….ha…ha…ha…” Edi menyemangati yang langsung diikuti oleh para berandal yang lain.

    “Seratus tujuh puluh tiga….seratus tujuh puluh empat…seratus tujuh puluh lima….” Para berandal yang lain ikutan menyemangati Joe.

    Tubuh dan buah dada Fela berguncang-guncang seirama dengan hentakan genjotan Joe yang makin liar. Vaginanya terasa terbakar oleh gesekan penis Joe yang buas.

    “Aaaaaaahhhh…..aaaaaa….aaaaaahh…..aahhhh…. ..ooooohhh” Fela melolong menahan sakit

    “Ayo…….ayo….seratus delapan puluh delapan…..seratus delapan puluh sembilan….seratus sembilan puluh….ha…ha…ha…” Edi memberi semangat.

    “Uuuuaah….uuuuuh….uuughh…tubuhmu nikmat sekali!” Joe mengejek Fela yang mengigit bibirnya menahan sakit. Pinggulnya maju mundur diantara selangkangan cewek itu. Jack dengan gemas mengigit puting buah dada Fela, sementara tangannya yang satu meremas- remas buah dada sebelah kanan.

    “Aaaaahh……uuuughhh…..uuughh…uuukkkh….ooo uuuughh…” rintih Fela, sementara gerakan Joe mulai pelan, tapi mantap.

    “Seratus sembilan puluh enam…..seratus sembilan puluh tujuh….” Semua berandal menyemangati Joe. Batang penisnya keluar masuk dengan barbar.

    “”I’M COMING, BABY!” lengkuh Joe.

    “OH GOD! NO, PLEASE ! NOOOOO!! NOO! DON’T COME INSIDE ME!!! NOOO, PLEASE!!!!…..AAAKKKHHHH!” kepala Fela terjengkang keatas, sementara terdengar suara lolong kesakitan ketika batang penis itu menghujam dalam-dalam divaginanya.

    Dengan satu hentakan kuat Joe mencapai klimax, penisnya menyemburkan sperma dalam lorong kemaluan Fela.

    “Uuuuuugggh…..ha…ha…ha….bagaimana?” ejek Joe sambil mencabut penisnya dengan perkasa.

    “kau akan digilir sampai pagi!!…..ha…ha…ha…NEXT!!!” seru salah satu berandal.

    Sementara itu kilat diluar menyambar-yambar, waktu itu pukul 22:25. Fela hanya bisa terisak-isak, Emilo maju sambil menyeringai. Tanpa perlawanan yang berarti, Emilo sudah berada di antara selangkangan cewek itu.

    “Ha…ha…ha…IS MY TIME TO RIDE, BABY I’M GONNA TAKE MY TIME AND FUCK YOU NICE AND SLOW. LET’S SEE HOW LONG I CAN KEEP MY DICK HARD IN THIS WONDERFULLY TIGHT CUNT OF YOURS. SEE HOW LONG I CAN KEEP YOU MOANS…..!” ejek Emilo, sementara batang penisnya dengan mudah masuk ke vagina Fela.

    “Cerita sex” Emilo memulai gerakannya, pinggulnya bergerak memutar, memastikan penisnya masuk penuh, lalu bergerak maju mundur perlahan tapi dalam. Pinggulnya berayun-ayun pelan dan mantap, diantara kedua paha Fela yang terbuka lebar, sambil meremas-remas buah dadanya.

    Kadang jari-jari tangan Emilo melintir-lintir puting susu cewek itu, tubuh Fela hanya bisa mengeliat-liat, sementara dari bibirnya yang terbuka terdengar suara erangan dan desah.

    Penis itu beraksi di vaginanya, pinggulnya diangkat ke antara pinggang Emilo yang maju mundur. Jack meninggalkan kerumunan menuju kulkas diruang makan. Joe duduk disofa, sambil melihat teman- temannya beraksi diatas tubuh Fela.

    Billie masih dengan erat memegangi tangan kanan dan kiri Fela, juga Edi yang memegangi kedua kaki Fela. Suara desah erangan cewek itu bagai musik merdu ditelinga mereka.

    Tubuh Fela basah kuyup karena keringat, sementara Emilo melengkuh-lengkuh nikmat.

    “Ooooooooohhhhhh…….uuuuuuhhhhh…..uuuhhhh…. .uuhhh…..

    ha…ha…ha….” suara Emilo, penisnya yang panjang tanpa ampun terus mengenjot kemaluan Fela. Buah dadanya dijadikan bual-bualan oleh Emilo.

    Giginya mengigiti putingnya dengan gemas, membuat Fela menjerit kesakitan. Terlihat bercak-bercak merah bekas cupangan disekitar leher dan dada ditubuh Fela.

    “Aaaahhh…..aaaaoooohhh….ooooohhhhhh…ooooohhh h…..” desah Fela merasakan penis Emilo menusuk keluar masuk divaginanya. Sudah sekitar lima belas menit Emilo beraksi, tubuh Fela berguncang- guncang seirama ayunan pinggul Emilo.

    Pukul 23.10. Kilat dan guntur bersahutan diluar, membuat jalanan bertambah sepi.

    “Hah…hah….hah……uuuggghhh…”lengkuh Emilo, sekarang ayunannya tidak perlahan seperti pertama, tetapi berirama cepat dan dalam. Vagina Fela terasa perih terbakar oleh gesekan penis Emilo.

    “Ha….ha…ha….. tunggu punyaku manis, YOU WILL LOVE IT!” seru Edi sambil mengolesi penisnya sendiri dengan selei sehingga kepala penis itu terlihat gilap dan lebih besar dari yang sebelumnya.

    “Uuuuuggghhhh…….uuuuuggghh…… uuuugggghhhh……”desah Fela pendek seirama keluar masuk penis Emilo di kemaluannya.

    Edi meremas-remas penisnya sendiri, sambil memandangi setiap lekuk tubuh Fela.

    “Ha…ha…ha….Ed, kau sudah tak sabar ya?……” tanya Billie sambil matanya terkagum melihat penis Edi yang makin besar, sehingga kepala penis itu seperti jamur.

    “Oooooohhhhhh….uuugggghhh…..oooohh……

    oooohh……..HERE I CAMEEE……!!!!” jerit klimax Emilo, penisnya menghujam dalam-dalam sambil menyemprotkan cairan putih.

    “Aaaaaaakkkkkhhhhhhh……oooohhh……” pekik Fela diantara lengkuhan nikmat Emilo.Cerita Sex Dewasa

    Emilo mencium kening Fela yang terlentang terengah-engah diatas meja.

    “FUCK YOU BABE!…..ha…ha..ha….” ejek Emilo sambil mencabut penisnya.

    Posisinya segera digantikan oleh Edi. Kepala penis yang besar itu digesek-gesekkan di antara paha Fela. Edi memandangi tubuh Fela yang sintal dan mulus basah oleh keringat.

    “LET’S GO TO HEAVEN, manis…ha…ha…ha….” Bersamaan dengan kata itu Edi menciumi buah dada Fela, sementara tangannya mengesek-gesekkan penisnya di bibir kemaluan cewek itu.

    Teriakan Fela tertelan badai yang ganas, pukul 23.45. Fela, meronta-ronta tubuhnya membusur digumuli Edi yang penuh napsu, sementara para berandal yang lain tertawa terbahak-bahak.

    Tangan Fela yang dipegangi oleh Billie,membuatnya tak bisa melawan, sehingga dengan leluasa Edi menciumi tubuhnya.

    Dari leher, lidah Edi terus menelusur turun ke buah dadanya, disedotnya kuat-kuat buah dada cewek itu, membuatnya mengerang kesakitan, lidahnya menjilati dengan lahap cairan yang keluar dari puting susu Fela.

    Tiba-tiba dengan hentakan yang kuat penis Edi menerobos masuk kemaluan cewek itu.

    “Aaaaakkkkkkkhhhhh…….”Diana berteriak kesakitan. Penis itu terus berusaha masuk penuh, Fela bisa merasakan kepala penis yang besar itu berusaha masuk lebih dalam di vaginanya.

    “Uuuuugggghhhhh…..sempit sekali….uuuuaahh…

    hhhaaaa….”seru Edi sambil terus mendorong masuk penisnya.

    “Ayo…..Ed,……ha….ha…ha….masukkan semuanya….biar mampus dia!” teriak Joe menyemangati Edi.

    Sekarang kepala penis itu sudah masuk, Edi diam sebentar merasakan otot vagina Fela yang berusaha menyesuaikan diri dengan penisnya. Dinding vagina Fela serasa meremas-remas penisnya, membuatnya lebih tegang.

    “Ha….ha…ha….kulumat kau, manis!” bisik Edi sambil mulai menggenjotkan penisnya dengan barbar. Joe menciumi leher Fela, Jack meremas-remas buah dadanya.

    Emilo meratakan olesan selai, sedangkan tangan Edi mementang pahanya agar lebih leluasa penisnya bisa maju mundur diliang kemaluan Fela.

    “Aaaahhhh……aaahhhhhh…..aaaggghhhh…

    aaahhhhh…” lolongan desah Fela digarap ramai-ramai. Suara desah dan erangan Fela terdengar bagai musik merdu ditelinga para berandal. Tanpa menghiraukan Fela yang sudah kelelahan, mereka terus berpesta menikmati tubuh cewek itu.

    Bagai menyantap hidangan lezat, mereka melahap dan menjilati tubuh Fela yang basah, mengkilat karena olesan selai dan keringat. Penis Edi menerobos keluar masuk dengan cepat, sementara disetiap hentakan tubuhnya terdengar erangan Fela menghiba kesakitan.

    Jack yang meremas-remas buah dadanya sekarang mulai menjilatinya penuh napsu, sedangkan putingnya disedoti agar keluar cairan seperti susu, Joe terus menciumi leher Fela yang jenjang.
    “Uuugggh…….uuuuggghhh……..aauughh…..

    uuugghhh….uuuuggghhh….” rintih Fela, sudah sekitar lima belas menit Edi berpacu dengan birahi, peluh membasahi tubuhnya. Edi melengkuh-lengkuh penuh napsu, menikmati setiap inci hujaman penisnya dilorong kemaluan Fela.

    “Haaah…..haaah….uuuggh…..bagaimana manis, asik bukan…..kau akan digilir sampai pagi…ha…ha…

    ha….Haah….haaah….” seru Edi sementara pinggulnya bergerak seperti memompa diantara kedua paha Fela. Buah dada cewek itu memerah diremas-remas dengan kasar oleh para berandal. Tubuh Fela berguncang-guncang dengan ganas seirama ayunan Edi.

    “He…he…he…..buah dadamu lezat sekali, ya…..kau akan membayarnya dengan tubuhmu sayang!” ejek Jack sambil menjilatkan lidahnya keudara sementara tangannya meremas-remas buah dada cewek itu dengan napsu.

    Fela hanya bisa terisak-isak sambil menahan sakit disekujur tubuhnya yang basah kuyup karena keringat dan selai. Penis Edi makin ganas menggenjot cewek itu.

    “Aaaauuh…..aaagggh……uuuuugggghhhh…

    uuuughhhhh….” pikik desah Fela. Vaginanya terasa panas dan perih oleh gesekan penis Edi yang barbar.

    Badai masih ganas, didekat lantai meja makan, terlihat BH dan celana dalam Fela berserakan sementara diatas meja Fela diperkosa dengan ganas oleh lima berandal yang kekar, tubuhnya dipentang dan dijilati penuh napsu.

    Buah dadanya dicengkram dan diremas-remas, lehernya diciumi, puting dan pusarnya dijilati, sementara Edi melengkuh-lengkuh nikmat, cewek itu hanya bisa merintih dan mendesah karena penis besar dan hitam beraksi menghentak-hentak barbar keluar masuk diantara selangkangannya.

    Waktu menunjukkan 24:16 Edi sudah hampir mencapai klimax, irama ayunan pinggulnya makin cepat tanpa perduli Fela yang terengah-engah kelelahan, Jack menggigit puting buah dadanya, membuat Fela mengerang kesakitan.

    “aakkkh….aaahh…ooooohhhh…” rintih Fela diantara lengkuh nikmat Edi.

    “Huuuh…uuuhhh…..uuuuhhh…..uhhhh….

    HUUAAAHHHH…..” jerit Edi mencapai klimax, dengan satu hujaman yang kuat, penisnya masuk hilang tertelan dilorong vagina Fela.

    “Aaaaakkkkhhhh….” jerit Fela tertahan, tubuh cewek itu mengeliat kejang, lalu lunglai, pingsan kelelahan, sementara penis itu menyemburkan banyak sprema dalam vaginanya. Peluh menetes dari tubuh Edi yang masih menindih cewek itu.

    “Ha…ha…ha….tubuhmu sungguh menggairahkan sekali…” Raut wajahnya terlihat puas, beberapa saat kemudian Edi mencabut penisnya, sambil mencium leher Fela yang masih pingsan. Jack siap-siap maju mengambil posisi.

    “Biarkan dia istirahat dulu, nggak enak kalau nggak ada perlawanan” Cegah Joe.

    “Kita beri dia obat perangsang saja!” usul Billie sambil tersenyum penuh napsu.

    “Jangan, kita simpan itu untuk yang terakhir” Joe duduk disofa.

    Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 24:40, Fela yang baru saja siuman dibopong ramai-ramai menuju kamarnya, disana cewek itu dilempar ke ranjang dan langsung diterkam oleh para berandal yang sekarang semuanya sudah telanjang bulat.

    Cewek itu berusaha berontak melarikan diri, tetapi dengan cekatan para berandal itu menerentangkan tubuh Fela.

    Cewek itu berteriak ketakutan ketika para berandal dengan buas menggumuli tubuhnya.

    “Aaaahhhh…..aampun…..aaaahhhh….”hiba Fela, sementara Edi dengan kasar mulai meremas-remas buah dada kanannya. Joe berusaha mencium bibirnya yang merah merekah. Emilo menjilati dan menyedoti puting sebelah kiri.

    “Aaaaduuuhh…aaaaawww…aaaahhh…..ja…ja….ngan…”teriakan Fela tak digubris.

    Jack maju mengambil posisi diantara kedua kakinya, tersenyum sinis sambil membungkuk menciumi leher cewek itu. Fela mengeliat-liat tak berdaya. Lidah Jack menelusur turun dari lehernya menuju perutnya Fela.

    “Aaaaaahhh…..le…paskan…..aaaahhh” jerit Fela ditengah kerubutan berandal. Jack mulai menjilati daerah pusar Fela.

    “Manis…tadi kulihat kau suka disco! bagaimana kalau sambil diputarkan lagu…hmmm?…
    disco…rock…atau metal?….OK metal saja!”

    Billie mengejek Fela. Beberapa saat kemudian terdengar lagu metal, membuat para berandal itu lebih bersemangat menikmati setiap lekuk tubuh Fela.

    “Ha…ha…ha…manis, kami masih belum puas!” ejek Jack. Billie membaca surat yang ditemukannya dimeja rias pinggir ranjang.

    Gumam Billie sambil melihat Fela yang mendesah-desah tak berdaya dijilati dan diciumi teman-temannya. Beberapa saat kemudian Billie naik keatas ranjang, berbaring disamping cewek itu.

    “Nah Fela sayang, ARE YOU READY TO LOSE YOUR VIRGINITY IN ANOTHER HOLE? kau benar-benar beruntung manis! kau pasti puas!” kata Billie sambil menjilat muka cewek itu yang menangis ketakutan.

    Billie merangkul tubuhnya dari samping dan digulingkan menghadapkan keatas terlentang sehingga posisinya sekarang dibawah Fela.

    “Hai….sayang pestanya dilanjutkan. Manis kau pikir tadi sudah yang paling sakit, tunggu yang ini kau akan rasain sakit yang sebenernya!” kata Emilo sambil menerkam gemas buah dadanya.

    “Dan sekarang kau dapat kehormatan manis BECAUSE I’LL TAKE YOUR ASS VIRGINITY!!” mata Fela terbelalak ketakutan.

    “Oooohhh….jang…aan…PLEASE!!!!” hiba Fela disela isak tangisnya.

    “Dianay kau akan merasakan sesuatu yang belum pernah kau bayangkan sebelumnya sayang!” ejek Billie.

    Cewek itu berusaha berontak sekuat tenaga, tapi kerubutan dan remasan dibuah dadanya membuatnya tak bisa berkutik.

    Fela didudukkan tepat diatas tubuh Billie, berandal itu mengarahkan penisnya yang tegak di lobang anus cewek itu dan segera dihujamkan dalam anus Fela tanpa pelumas sehingga membuatnya menjerit kesakitan.

    “AAAAKKKKKKKHHHHHH!!!!” lolong Fela, sementara penis Billie (10 inci) masuk penuh dalam anusnya, sekarang cewek itu dipaksa tidur terlentang. Jack diatas menindihnya sementara Fela meronta-ronta kesakitan, anusnya terasa sakit oleh batang penis Billie yang berada dibawahnya.

    Jack yang sudah puas menjilati perut Fela, sekarang mementang kedua paha Fela, mengarahkan penisnya (8 inci) ke lorong vagina cewek itu.

    Apa daya tenaga seorang cewek yang dikeroyok lima lelaki kekar, dengan mudah masing-masing tangan Fela diikat dengan tali BH dijeruji pilar ranjangnya agar tidak bisa berontak.

    Jack segera memasukkan penisnya ke vagina Fela yang masih meronta-ronta, sambil tertawa terbahak-bahak.Cerita Sex Dewasa

    “Ha….ha…ha…. sayang sekarang kau rasakan ini!” sambil berkata seperti itu, Jack dan Billie mulai menggoyangkan pinggul mereka.

    Penis Billie bergerak naik-turun dianus sedangkan penis Jack menyodok keluar masuk seirama nada metal yang makin bersemangat. Teriakan cewek itu tertelan oleh bunyi halilintar yang keras. Usaha Fela untuk berontak membuat ikatan ditangannya makin erat dan menyakitkan.

    Tubuh Fela meronta-ronta kesakitan, tanpa disadarinya gerakannya itu makin membuat Jack dan Billie yang memperkosanya makin terangsang.

    Tubuhnya mulai menggelinjang kesana kemari, pinggulnya bergerak-gerak ke kanan, kiri, memutar, sementara Billie yang dibawah mempertahankan kecepatan ritme keluar masuk batang penisnya dianus Fela. Suara kecipak akibat gesekan kemaluan mereka berdua semakin terdengar.

    Sodokan batang penis Billie dianus Fela membuat tubuh cewek itu meliuk-liuk tak beraturan dan semakin lama semakin bergerak naik seolah menantang kejantanan Jack.

    “Ha…ha…ha….Dianay kau suka ya? Nih akan kumasukkan lebih dalam lagi! HAAAHHHH!!!!” teriak Jack sambil bertumpu pada remasan tangannya dibuah dada cewek itu ia menyodokkan penisnya lebih dalam ke vagina Fela.

    “Oooooohhhh……aaahhh….aaahhhh…aahh…

    ampun…amp..aaaaahhh…aaahh!!!!” erang Fela kesakitan. Sementara kedua penis berandal itu mengkoyak-koyak vagina dan anusnya, begitu penuh nafsu, ganas dan liar.

    Melihat pemandangan itu dan terbakar oleh api birahi, para berandal lainnya sambil tertawa terbahak-bahak melihat ketidak berdayaan Fela, mereka meremas-remas penis mereka sendiri.

    “Ohhh….ha…ha…ha….bagaimana sayang, bagaimana rasanya….puas nggak? tenang pestanya masih lama….tunggu giliran kita…ha…ha…ha..” seru para berandal lainnya.

    Beberapa menit saja penis mereka sudah tegak tegang siap beraksi kembali. Ranjang berderit-derit seirama musik metal dan gerakan mereka yang barbar, Fela ditindih ditengah-tengah mereka yang menghentak-hentak berpacu dalam birahi.

    Baca Juga Cerita Sex Anak Kuliahan

    Gerakan Billie bagaikan dongkrak memaksa tubuh Fela mengelinjang keatas mengundang penis Jack masuk ke lorong vaginanya, sedangkan gerakan Jack yang seperti memompa dari atas menekan kebawah sehingga penis Billie masuk penuh, begitu seterusnya, membuat cewek itu terengah-engah menahan rasa sakit di anus dan vaginanya sekaligus. Billie menciumi leher, tengkuk, telinganya penuh napsu.

    “Uuuggh…uuggh…uuuughhh….” rintih Fela seirama ayunan kedua penis itu. Cewek itu bisa merasakan seakan-akan kedua penis itu saling bertemu dan bergesekan didalam perutnya, hanya berbeda lorong saja.

    Jack dan Billie melengkuh-lengkuh nikmat. Buah dadanya diremas-remas dengan kasar sekali oleh Jack. Fela merasakan kesakitan, tapi remasan dibuah dadanya membuatnya tetap tersadar. Para berandal yang lainnya bersorak-sorak menyemangati keduanya melahap tubuh Fela.

    Penis-penis mereka digesek-gesekkan di tubuh cewek itu. Waktu menunjukkan Pukul 01:20 sementara pesta perkosaan itu makin brutal terbawa napsu birahi para berandal.

    Badai diluar makin ganas dan guntur sesekali menggelegar menelan teriakan Fela. Joe menemukan lipstik dimeja rias dan dioleskan dengan paksa dibibir Fela.