TANTE

  • Adik Ipar yang Sopan Ternyata Mempunyai Sifat Sebagai Wanita Binal

    Adik Ipar yang Sopan Ternyata Mempunyai Sifat Sebagai Wanita Binal


    3366 views

    Adik Ipar yang Sopan Ternyata Mempunyai Sifat Sebagai Wanita Binal

    Cerita hot – Usiaku sudah hampir mencapai tiga puluh lima, ya… sekitar 3 tahunan lagi lah. Aku tinggal bersama mertuaku yang sudah lama ditinggal mati suaminya akibat penyakit yang dideritanya. Dari itu istriku berharap aku tinggal di rumah supaya kami tetap berkumpul sebagai keluarga tidak terpisah.

    Di rumah itu kami tinggal 7 orang, ironisnya hanya aku dan anak laki-lakiku yang berumur 1 tahun berjenis kelamin cowok di rumah tersebut, lainnya cewek. Jadi… begini nih ceritanya. Awal September lalu aku tidak berkerja lagi karena mengundurkan diri. Hari-hari kuhabiskan di rumah bersama anakku, maklumlah ketika aku bekerja jarang sekali aku dekat dengan anakku tersebut.

    Hari demi hari kulalui tanpa ada ketakutan untuk stok kebutuhan bakal akan habis, aku cuek saja bahkan aku semakin terbuai dengan kemalasanku. Pagi sekitar pukul 9 wib, baru aku terbangun dari tidur. Kulihat anak dan istriku tidak ada disamping, ah… mungkin lagi di beranda cetusku dalam hati.

    Saat aku mau turun dari tempat tidur terdengar suara jeritan tangis anakku menuju arah pintu. seketika itu pula pintu kamar terbuka dengan tergesanya. Oh… ternyata dia bersama tantenya Rosa yang tak lain adalah adik ipar ku, rupanya anakku tersebut lagi pipis dicelana. Rosa mengganti celana anakku, “Kemana mamanya, Sa…?” tanyaku.

    “Lagi ke pasar Bang” jawabnya “Emang gak diberi tau, ya?” timpalnya lagi. Aku melihat Rosa pagi itu agak salah tingkah, sebentar dia meihat kearah bawah selimut dan kemudian salah memakaikan celana anakku. “Kenapa kamu?” tanyaku heran “hmm Anu bang…” sambil melihat kembali ke bawah.

    “Oh… maaf ya, Sa?” terkejut aku, rupanya selimut yang kupakai tidur sudah melorot setengah pahaku tanpa kusadari, aku lagi bugil. Hmmm… tadi malam abis tempur sama sang istri hingga aku kelelahan dan lupa memakai celana hehehe….

    Anehnya, Rosa si adik ipar ku hanya tersenyum, bukan tersenyum malu, malah beliau menyindir “Abis tempur ya, Bang. Mau dong…” Katanya tanpa ragu “Haaa…” Kontan aja aku terkejut mendengar pernyataan itu. Malah kini aku jadi salah tingkah dan berkeringat dingin dan bergegas ke toilet kamarku.

    Dua hari setelah mengingat pernyataan Rosa kemarin pagi, aku tidak habis pikir kenapa dia bisa berkata seperti itu. Setahu aku tuh anak paling sopan tidak banyak bicara dan jarang bergaul. Ah… masa bodoh lah, kalau ada kesempatan seperti itu lagi aku tidak akan menyia-nyiakannya.

    Gimana gak aku sia-siakan, Tuh anak mempunyai badan yang sangat seksi, Kulit sawo matang, rambut lurus panjang. Bukannya sok bangga, dia persis kayak bintang film dan artis sinetron seksi. Kembali momen yang kutunggu-tunggu datang, ketika itu rumah kami lagi sepi-sepinya. Istri, anak dan mertuaku pergi arisan ke tempat keluarga almahrum mertua laki sedangkan iparku satu lagi pas kuliah. Hanya aku dan Rosa si adik ipar di rumah.

    Sewaktu itu aku ke kamar mandi belakang untuk urusan “saluran air”, aku berpapasan dengan Rosa yang baru selesai mandi. Wow, dia hanya menggunakan handuk menutupi buah dada dan separuh pahanya. Dia tersenyum akupun tersenyum, seperti mengisyaratkan sesuatu. Selagi aku menyalurkan hajat tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang menggedor.

    “Siapa?” tanyaku
    “Duhhhh… kan cuma kita berdua di rumah ini, bang” jawabnya.
    “Oh iya, ada apa, Sa…?” tanyaku lagi
    “Bang, lampu di kamar aku mati tuh”
    “Cepatan dong!!”

    “Oo… iya, bentar ya” balasku sambil mengkancingkan celana dan bergegas ke kamar Rosa si adik ipar ku .

    Aku membawa kursi plastik untuk pijakan supaya aku dapat meraih lampu yang dimaksud.

    “Sa, kamu pegangin nih kursi ya?” perintahku “OK, bang” balasnya.
    “Kok kamu belum pake baju?” tanyaku heran.
    “Abisnya agak gelap, bang?”
    “ooo…!?”

    Aku berusaha meraih lampu di atasku. Tiba-tiba saja entah bagaimana kursi plastik yang ku injak oleng ke arah Rosa. Dan… braaak aku jatuh ke ranjang, aku menghimpit Rosa si adik ipar ku ..

    “Ou…ou…” apa yang terjadi. Handuk yang menutupi bagian atas tubuhnya terbuka.
    “Maaf, Sa”
    “Gak apa-apa bang”

    Anehnya Rosa tidak segera menutup handuk tersebut aku masih berada diatas tubuhnya, malahan dia tersenyum kepadaku. Melihat hal seperti itu, aku yakin dia merespon. Kontan aja barangku tegang. Kami saling bertatap muka, entah energi apa mengalir ditubuh kami, dengan berani kucium bibirnya, Rosa hanya terdiam dan tidak membalas.

    “Kok kamu diam?”
    “Ehmm… malu, Bang”

    Aku tahu dia belum pernah melakukan hal ini. Terus aku melumat bibirnya yang tipis berbelah itu. Lama-kelamaan ia membalas juga, hingga bibir kami saling berpagutan. Kulancarkan serangan demi serangan, dengan bimbinganku Rosa mulai terlihat bisa meladeni gempuranku. payudara miliknya kini menjadi jajalanku, kujilati, kuhisap malah kupelintir dikit.

    “Ouhh… sakit, Bang. Tapi enak kok”

    “Sa… tubuh kamu bagus sekali, sayang… ouhmmm” Sembari aku melanjutkan kebagian perut, pusar dan kini hampir dekat daerah kemaluannya. Rosa si adik ipar ku tidak melarang aku bertindak seperti itu, malah ia semakin gemas menjambak rambutku, sakit emang, tapi aku diam saja.

    Sungguh indah dan harum memeknya Rosa, maklum ia baru saja selesai mandi. Bulu terawat dengan potongan tipis. Kini aku menjulurkan lidahku memasuki liang vaginanya, ku hisap sekuatnya sangkin geramnya aku.

    “Adauuu…. sakiiit” tentu saja ia melonjak kesakitan.
    “Oh, maaf Sa”
    “Jangan seperti itu dong” merintih ia
    “Ayo lanjutin lagi” pintanya
    “Tapi, giliran aku sekarang yang nyerang” aturnya kemudian Tubuhku kini terlentang pasrah. Rosa langsung saja menyerang daerah sensitifku, menjilatinya, menghisap dan mengocok dengan mulutnya.

    “Ohhh… Sa, enak kali sayang, ah…?” kalau yang ini entah ia pelajari dari mana, masa bodo ahh…!!

    “Duh, gede amat barang mu, Bang”
    “Ohhh….”
    “Bang, Rosa sudah tidak tahan, nih… masukin punya mu, ya Bang”

    “Terserah kamu sayang, abang juga tidak tahan” Rosa kini mengambil posisi duduk di atas tepat agak ke bawah perut ku. Ia mulai memegang kemaluanku dan mengarahkannya ke lubang vaginanya. semula agak sulit, tapi setelah ia melumat dan membasahinya kembali baru agak sedikit gampang masuknya.

    “Ouuu…ahhhhh….” … seluruh kemaluanku amblas di dalam goa kenikmatan milik Rosa.
    “Awwwh, Baaaang….. akhhhhh” Rosa mulai memompa dengan menopang dadaku. Tidak hanya memompa kini ia mulai dengan gerakan maju mundur sambil meremas-remas payudara nya.

    Hal tersebut menjadi perhatianku, aku tidak mau dia menikmatinya sendiri. Sambil bergoyang aku mengambil posisi duduk, mukaku sudah menghadap payudaranya.Rosa semakin histeris setelah kujilati kembali gunung indahnya.

    “Akhhhh… aku sudah tidak tahan, bang. Mau keluar nih. Awwwhhh??”

    “Jangan dulu Sa, tahan ya bentar” hanya sekali balik kini aku sudah berada diatas tubuh Rosa genjotan demi genjotan kulesakkan ke memeknya. Rosa terjerit-jerit kesakitan sambil menekan pantatku dengan kedua tumit kakinya, seolah kurang dalam lagi kulesakkan.

    “Ampuuuun…… ahhhh… trus, Bang”
    “Baaang… goyangnya cepatin lagi, ahhhh… dah mau keluar nih”

    Rosa tidak hanya merintih tapi kini sudah menarik rambut dan meremas tubuhku.

    “Oughhhhh… abang juga mau keluar, Zzhaa” kugoyang semangkin cepat, cepat dan sangat cepat hingga jeritku dan jerit Rosa membahana di ruang kamar.

    Erangan panjang kami sudah mulai menampakan akhir pertandingan ini.

    ” ouughhhhh…. ouhhhhhh”
    “Enak, Baaaangg….”
    “Iya sayang…. ehmmmmmm” kutumpahkan spermaku seluruhnya ke dalam vagina Rosa dan setelah itu ku sodorkan kontol ke mulutnya, kuminta ia agar membersihkannya.
    “mmmmmmuaaachhhhh…” dikecupnya punyaku setelah dibersihkannya dan itu pertanda permainan ini berakhir, kamipun tertidur lemas.

    Kesempatan demi kesempatan kami lakukan, baik dirumah, kamar mandi, di hotel bahkan ketika sambil menggendongku anakku, ketika itu di ruang tamu. Dimanapun Rosa si adik ipar ku siap dan dimanapun aku siap.

  • Menjalin Hubungan dengan Ibu Mertua yang Begitu Binal

    Menjalin Hubungan dengan Ibu Mertua yang Begitu Binal


    1055 views

    Menjalin Hubungan dengan Ibu Mertua yang Begitu Binal

    Cerita Hot – Perkenalkan dulu namaku iwan. Sudah satu minggu ini aku berada di rumah sendirian. Terus terang saja aku jadi kesepian juga rasanya. Kalau mau tidur rasanya kok aneh juga, kok sendirian dan sepi, padahal biasanya ada bapak,ibu,kk dan adek .

    Aku teringat peristiwa yang aku alami dengan ibu mertua kk-ku. Ibu mertua kk-ku memang bukan ibu kandung istrinya, karena ibu kandungnya telah meninggal dunia. Ayah mertua kk-ku kemudian kawin lagi dengan ibu mertua kk-ku yang sekarang ini dan kebetulan tidak mempunyai anak. Ibu mertua kk-ku ini umurnya sekitar 40 tahun, wajahnya ayu, dan tubuhnya benar-benar sintal dan padat sesuai dengan wanita idamanku.

    Buah dadanya besar sesuai dengan pinggulnya. Demikian juga pantatnya juga bahenol banget. Aku sering membayangkan ibu mertua kk-ku itu kalau sedang telentang pasti vaginanya membusung ke atas terganjal pantatnya yang besar itu.

    Hemm, sungguh menggairahkan. Peristiwa itu terjadi waktu malam dua hari sebelum hari perkawainan kk-ku dengan Riris. Waktu itu aku duduk berdua di kamar keluarga sambil membicarakan persiapan perkawinan kk-ku. Mendadak lampu mati.

    Dalam kegelapan itu, ibu mertua kk-ku (waktu itu masih calon) berdiri, saya pikir akan mencari lilin, tetapi justru ibu mertua kk-ku memeluk dan menciumi pipi dan bibirku dengan lembut dan mesra. Aku kaget dan melongo karena aku tidak mengira sama sekali diciumi oleh calon ibu mertua kk-ku yang cantik itu.

    Hari-hari berikutnya aku bersikap seperti biasa, demikian juga ibu mertua kk-ku. Pada saat-saat aku duduk berdua dengan dia, aku sering memberanikan diri memandang ibu mertuakk-ku lama-lama, dan dia biasanya tersenyum manis dan berkata, “Apaa..?, sudah-sudah, ibu jadi malu”.

    Terus terang saja aku sebenarnya merindukan untuk dapat bermesraan dengan ibu mertua kk-ku itu. Aku kadang-kadang sagat merasa bersalah dengan kk-ku, dan juga kaka ipar-ku yang baik hati. Kadang-kadang aku demikian kurang ajar membayangkan ibu mertua kk-ku disetubuhi ayah mertua kk-ku, aku bayangkan kemaluan ayah mertua kk-ku keluar masuk vagina ibu mertua kk-ku, Ooh alangkah…! Tetapi aku selalu menaruh hormat kepada ayah dan ibu mertua kk-ku. Ibu mertua kk-ku juga sayang sama kami, .

    Pagi-pagi hari berikutnya, aku ditelepon ibu mertuakk-ku, minta agar sore harinya aku dapat mengantarkan ibu menengok famili yang sedang berada di rumah sakit, karena ayah mertua kk-ku sedang pergi ke kota lain untuk urusan bisnis. Aku sih setuju saja. Sore harinya kami jadi pergi ke rumah sakit, dan pulang sudah sehabis maghrib. Seperti biasa aku selalu bersikap sopan dan hormat pada ibu mertuakk-ku.

    Dalam perjalan pulang itu, aku memberanikan diri bertanya, “tante, ngapain sih dulu tante kok cium iwan ?”.

    “Aah, kamu ini kok masih diingat-ingat juga siih”, jawab ibumertua kk-ku sambil memandangku.

    “Jelas dong buu…, Kan asyiik”, kataku menggoda.
    “Naah, tambah kurang ajar thoo, Ingat kk-mu lho iwan…, Nanti kedengaran juga bisa geger lho iwan “.

    “Tapii, sebenarnya kenapa siih tante…, iwan jadi penasaran lho”.

    “Aah, ini anak kok nggak mau diem siih, Tapi eeh…, anu…, iwan , sebenarnya waktu itu, waktu kita jagongan itu, ibu lihat tampangmu itu kok ganteng banget. Hidungmu, bibirmu, matamu yang agak kurang ajar itu kok membuat ibu jadi gemes banget deeh sama kamu. Makanya waktu lampu mati itu, entah setan dari mana, ibu jadi pengin banget menciummu dan merangkulmu. Ibu sebenarnya jadi malu sekali. Ibu macam apa aku ini,

    “Mungkin, setannya ya Tomy ini Bu…, Saat ini setannya itu juga deg-degan kalau lihat ibu mertua kk-ku. Ibu boleh percaya boleh tidak, kadang-kadang kalau saya lagi sama sendiri, malah bayangin tante lho. Bener-bener nih. Sumpah deh. Kalau tante pernah bayangin saya nggak kalau lagi sama om”, aku semakin berani.

    “aah nggak tahu ah…, udaah…, udaah…, nanti kalau keterusan kan nggak baik. Hati-hati setirnya. Nanti kalau nabrak-nabrak dikiranya nyetir sambil pacaran ama tante. Pasti tante yang disalahin orang, Dikiranya yang tua niih yang ngebet”, katanya.

    “Padahal dua-duanya ngebet lo tante. tante, maafin iwan deeh. iwan jadi pengiin banget sama tante lho…, Gimana niih, punya iwan sakit kejepit celana nihh”, aku makin berani.

    “Aduuh Toom, jangan gitu dong. tante jadi susah nih. Tapi terus terang aja iwan .., tante jadi kayak orang jatuh cinta sama kamu.., Kalau udah begini, udah naik begini, tante jadi pengin ngeloni kamu iwan …, iwan kita cepat pulang saja yaa…, Nanti diterusin dirumah…, Kita pulang ke rumahmu saja sekarang…, Toh lagi kosong khan…, Tapi iwan menggir sebentar iwan, tante pengen cium kamu di sini”, kata tante dengan suara bergetar.

    ooh aku jadi berdebar-debar sekali. Aku jadi nafsu banget. Aku minggir di tempat yang agak gelap. Sebenarnya kaca mobilku juga sudah gelap, sehingga tidak takut ketahuan orang. Aku dan ibu mertuakk-ku berangkulan, berciuman dengan lembut penuh kerinduan. Benar-benar, selama ini kami saling merindukan.

    “eehhm…, iwan,ibu kangen banget ma kamu”, bisik ibu mertuakk-ku.
    “aku juga bu”, bisikku.
    “iwan…, udah dulu iwan…, eehmm udah dulu”, napas kami memburu.
    “Ayo jalan lagi…, Hati-hati yaa”, kata ibu mertua kk-ku.
    “ibu penisku kejepit niih…, Sakit”, kataku.
    “iich anak nakal”, Pahaku dicubitnya.
    “Okey…, buka dulu ritsluitingnya”, katanya.

    Cepat-cepat aku buka celanaku, aku turuni celana dalamku. Woo, langsung berdiri tegang banget. Tangan kiri ibu mertua kk-ku, aku tuntun untuk memegang penisku.

    “Aduuh kamu. Gede banget pelirmu…, Biar ibu pegangin, Ayo jalan. Hati-hati setirnya”.

    Aku masukkan persneling satu, dan mobil melaju pulang. Penisku dipegangi ibu, jempolnya mengelus-elus kepala penisku dengan lembut. Aduuh, gelii… nikmat sekali. Mobil berjalan tenang, kami berdiam diri, tetapi tangan ibu terus memijat dan mengelus-elus penisku dengan lembut.

    Sampai di rumah, aku turun membuka pintu, dan langsung masuk garasi. Garasi aku tutup kembali. Kami bergandengan tangan masuk ke ruang tamu. Kami duduk di sofa dan berpandangan dengan penuh kerinduan.

    Suasana begitu hening dan romantis, kami berpelukan lagi, berciuman lagi, makin menggelora. Kami tumpahkan kerinduan kami. Aku ciumi ibu mertuakk-ku dengan penuh nafsu. Aku rogoh buah dadanya yang selalu aku bayangkan, aduuh benar-benar besar dan lembut.

    “Buu, aku kangen banget buu…, aku kangen banget”.
    “Aduuh iwan, ibu juga…, Peluklah ibu iwan, peluklah ibu” nafasnya semakin memburu.

    Matanya terpejam, aku ciumi matanya, pipinya, aku lumat bibirnya, dan lidahku aku masukkan ke mulutnya. Ibu agak kaget dan membuka matanya. Kemudian dengan serta-merta lidahku disedotnya dengan penuh nafsu.

    “Eehhmm.., iwan, ibu belum pernah ciuman seperti ini…, Lagi iwan masukkan lidahmu ke mulut ibu”

    Ibu mendorongku pelan, memandangku dengan mesra. Dirangkulnya lagi diriku dan berbisik, ” bawalah Ibu ke kamar…, Enakan di kamar, jangan disini”.

    Dengan berangkulan kami masuk ke kamar tengah yang kosong. Aku merasa tidak enak di tempat tidur aku. “Bu kita pakai kamar tengah saja yaa”.

    “Okey, Lebih bebas di kamar ini”, kata ibu mertuakk-ku penuh pengertian. Aku remas pantatnya yang bahenol.

    “iich.., dasar anak nakal”, ibu mertuakk-ku merengut manja.

    Kami duduk di tempat tidur, sambil beciuman aku buka pakaian ibu mertuaku. Aku sungguh terpesona dengan kulit ibuku yang putih bersih dan mulus dengan buah dadanya yang besar menggantung indah. Ibu aku rebahkan di tempat tidur. Celana dalamnya aku pelorotkan dan aku pelorotkan dari kakinya yang indah.

    Sekali lagi aku kagum melihat vagina ibu mertuakk-ku yang tebal dengan bulunya yang tebal keriting. Seperti aku membayangkan selama ini, vagina ibu mertua kk ku benar menonjol ke atas terganjal pantatnya yang besar. Aku tidak tahan lagi memandang keindahan ibu mertua kk-ku telentang di depanku.

    Aku buka pakaianku dan penisku sudah benar-benar tegak sempurna. Ibu mertua kk-ku memandangku dengan tanpa berkedip. Kami saling merindukan kebersamaan ini. Aku berbaring miring di samping ibu mertua kk-ku. Aku ciumi, kuraba, kuelus semuanya, dari bibirnya sampai pahanya yang mulus.

    Aku remas lembut buah dadanya, kuelus perutnya, vaginanya, klitorisnya aku main-mainkan. Liangnya vaginanya sudah basah. Jariku aku basahi dengan cairan vagina ibu mertua kk-ku, dan aku usapkan lembut di clitorisnya. Ibu menggelinjang keenakan dan mendesis-desis. Sementara pelirku dipegang ibu dan dielus-elusnya.

    Kerinduan kami selama ini sudah mendesak untuk ditumpahkan dan dituntaskan malam ini. Ibu menggeliat-geliat, meremas-remas kepalaku dan rambutku, mengelus punggungku, pantatku, dan akhirnya memegang penisku yang sudah siap sedia masuk ke liang vagina ibu mertua kk-ku.

    “Buu, aku kaangen banget buu…, aku kangen banget…, aku anak nakal buu..”, bisikku.

    ” …, ibu juga. sshh…, masukin …, masukin sekarang…, Ibu sudah pengiin banget …”, bisik ibu mertua kk-ku tersengal-sengal. Aku naik ke atas ibu mertuakk-ku bertelakn pada siku dan lututku.

    Tangan kananku mengelus wajahnya, pipinya, hidungnya dan bibir ibu mertua kk-ku. Kami berpandangan. Berpandangan sangat mesra. Penisku dituntunnya masuk ke liang vaginanya yang sudah basah. Ditempelkannya dan digesek-gesekan di bibir vaginanya, di clitorisnya. Tangan kirinya memegang pantatku, menekan turun sedikit dan melepaskan tekanannya memberi komando penisku.

    Kaki ibu mertua kk-ku dikangkangnya lebar-lebar, dan aku sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke vagina ibu mertua kk-ku. Kepala penisku mulai masuk, makin dalam, makin dalam dan akhirnya masuk semuanya sampai ke pangkalnya. Aku mulai turun naik dengan teratur, keluar masuk, keluar masuk dalam vagina yang basah dan licin. Aduuh enaak, enaak sekali.

    “Masukkan separo saja . Keluar-masukkan kepalanya yang besar ini…, Aduuh garis kepalanya enaak sekali”.

    Nafsu kami semakin menggelora. Aku semakin cepat, semakin memompa penisku ke vagina ibu mertua kk-ku. “Buu, aaku masuk semua, masuk semua buu”

    “Iyaa , enaak banget. Pelirmu ngganjel banget. Gede banget rasane. Ibu marem banget” kami mendesis-desis, menggeliat-geliat, melenguh penuh kenikmatan. Sementara itu kakinya yang tadi mengangkang sekarang dirapatkan.

    Aduuh, vaginanya tebal banget. Aku paling tidak tahan lagi kalau sudah begini. Aku semakin ngotot menyetubuhi ibu mertua kk-ku, mencoblos vagina ibu mertua kk-ku yang licin, yang tebal, yang sempit (karena sudah kontraksi mau puncak). Bunyinya kecepak-kecepok membuat aku semakin bernafsu. Aduuh, aku sudah tidak tahan lagi.

    “Buu aku mau keluaar buu…, Aduuh buu.., enaak bangeet”.
    “ssh…, hiiya iwan, keluariin iwan iwan, keluarin”.

    “Ibu juga mau muncaak, mau muncaak…, Teruss Kami berpagutan kuat-kuat. Napas kami terhenti. Penisku aku tekan kuat-kuat ke dalam vagina ibu mertua kk-ku.

    Pangkal penisku berdenyut-denyut. menyemprotlah sudah spermaku ke vagina ibu mertua kk-ku. Kami bersama-sama menikmati puncak persetubuhan kami. Kerinduan, ketegangan kami tumpah sudah. Rasanya lemas sekali. Napas yang tadi hampir terputus semakin menurun. Aku angkat badanku. Akan aku cabut penisku yang sudah menancap dari dalam liang vaginanya, tetapi ditahan ibu mertua kk-ku.

    “Biar di dalam dulu Ayo miring, kamu berat sekali. Kamu nekad saja…, masa’ orang ditindih sekuatnya”, katanya sambil memencet hidungku. Kami miring, berhadapan, Ibu mertua kk-ku memencet hidungku lagi, “Dasar anak kurang ajar…, Berani sama ibu mertua kk mu ya.., Masa ibunya dinaikin, Tapi …, ibu nikmat banget, ‘marem’ banget. Ibu belum pernah merasakan seperti ini”.

    “Buu, aku juga buu. Mungkin karena curian ini ya buu, bukan miliknya…, Punya bapaknya kok dimakan. Ibu juga, punya anak ya kok ya dimakan, diminum”, kataku menggodanya.

    “Huush, dasar anak nakal.., Ayo dilepas .., Aduuh berantakan niih Spermamu pada tumpah di sprei, Keringatmu juga basahi tetek ibu niih”.

    “Buu, malam ini ibu nggak usah pulang. Aku pengin dikelonin ibu malam ini. Aku pengin diteteki sampai pagi”, kataku.

    “Ooh jangan cah bagus…, kalau dituruti Ibu juga penginnya begitu. Tapi tidak boleh begitu. Kalau ketahuan orang bisa geger deeh”, jawab ibuku.

    “Tapi buu, aku rasanya emoh pisah sama ibu”.

    “Hiyya, ibu tahu, tapi kita harus pakai otak dong. Toh, ibu tidak akan kabur.., justru kalau kita tidak hati-hati, semuanya akan bubar deh”.

    Kami saling berpegangan tangan, berpandangan dengan mesra, berciuman lagi penuh kelembutan. Tiada kata-kata yang keluar, tidak dapat diwujudkan dalam kata-kata. Kami saling mengasihi, antara hubungan ibu dan anak, antara hubungan seorang pria dan seorang wanita, kami tulus mengasihi satu sama lain. Malam itu kami mandi bersama, saling menyabuni, menggosok, meraba dan membelai. Penisku dicuci oleh ibu mertuaku, sampai tegak lagi.

    “Sudaah, sudaah, jangan nekad saja. Ayo nanti keburu malam”.

    Hubungan malam itu sungguh sangat berkesan dalam hidupku. Hari-hari selanjutnya hubungan berjalan normal seperti biasanya. Kami saling menjaga hubungan baik. Kami menumpahkan kerinduan kami hanya apabila benar-benar aman. Tetapi kami banyak kesempatan untuk sekedar hubungan berciuman dan membelai.

    Kadang-kadang dengan berpandangan mata saja kami sudah menyalurkan kerinduan kami. Kami semakin sabar, semakain dewasa dalam menjaga hubungan cinta-kasih kami.

  • Cerita Panas Mbak Sari

    Cerita Panas Mbak Sari


    609 views

    Cerita Panas Mbak Sari

    Namaku Bagus, waktu itu aku masuh berumur 21 tahunan dan aku bekerja di salah satu perusahaan swasta. Aku datang dari sebuah kota di Jawa Barat. Karena saudara-saudaraku jauh dari tempat kerjaku, terpaksa aku harus mencari tempat kost yg dekat dgn tempat berkerjaku.

    aku mendapatkan tempat kost di wilayah kwitang, jakarta pusat. Lumayan sih tempatnya ngga jelek-jelek banget tp bisa nyenyak tidur, murah lagi sewanya, cuma ya kamar mBagusnya masih bareng-bareng dgn warga sekitar. Kebetulan yg punya kost adalah orangtuanya temen kerjaku.

    Tak terasa hampir 6 bulan sdh aku kost, makin banyak kenal juga aku dgn warga sekitar. Tp herannya kenapa aku susah kenalnya dgn tetangga samping rumah kostku. Kalo ketemu sih saling sapa cuma ngga pernah ngobrol, dia adalah istri seorang pegawai swasta juga, kalo dgn suaminya sih akrab, malah suka nongkrong dan ngobrol-ngobrol bareng ketika santai, sedangkan istrinya yg berwajah cantik yg kebetulah kelahiran daerah Jawa Tengah tdk begitu akrab, padahal kalo berpapasan….oooohhhhh pandangannya itu menjadi tanda tanya bagi insting nakalku….menusuk hati.

    Si istri tersebut bernama Sari, aku memanggilnya Mbak Sari, kegiatan sehari-harinya mengelola salon kecantikan yg tak jauh lokasinya dari tempat kostku. Hampir setiap berpapasan tatapan matanya tak pernah lepas dari pandanganku sampai aku malu sendiri dan kalah pandangan. Dia selalu memandang dgn senyumnya yg manis. Kebetulan memang orangnya hitam manis.

    Pada suatu hari aku pulang larut dari kerjaan, sekitar jam 11 malam, aku selalu melewati daerah kamar mBagus menuju ke kamar kost ku…. terkejut hatiku melihat sosok wanita jongkok sedang cebok.. krecek krecek… krecek bunyi airnya kala itu. Dia tak memperhatikan suasana sekitar dan tak tahu aku sedang mengamatinnya sambil pura-pura membetulkan tali sepatu………. dia langsung bangun dan membetulkan CD-nya setelah cebok. Dag dig dug jantungku melihat pantat mulusnya.

    “Eh..ada orang… kirain sepi”, terkejut dia ketika melihatku….
    “Eh mbaakkk” agak gugup aku,
    “tali sepatuku terlepas mbak… aku kira juga ngga ada orang”, kataku sambil menyeringai agak malu.
    “Hmmmm, betulin sepatu apa hmmmmm”, katanya kepadaku.

    Semakin malu aku dibuatnya..

    “Bagus, kamu ngeliatin mbak yah tadi”, katanya pelan.
    “Engga mbak, emang mbak lagi ngapain”, jawabku.
    “yg benneerrrr”, serunya lagi.
    “Emmm dikit mbak hehehehehehe” kataku sambil nyengir. Tak sadar si otong sdh mengeras, sehingga celana bagian depan menyembul.
    “Dasar kamu tuh yah”, katanya lagi sambil mencubit tanganku dan langsung masuk ke rumahnya.

    Setelah kejadian itu, malamnya aku ngga bisa tidur membayangkan bercinta dgn Mbak Sari. Tak tahan aku, akhirnya onani sambil membayangkan apa yg baru aku lihat beberapa jam yg lalu.

    Semakin hari semakin terbayang wajah Mbak Sari, tak tahan rasanya ingin menyentuh mbak Sari.

    Ketika malam tiba aku duduk santai di depan kamar kostku, aku berharap bertemu mbak Sari, sejam dua jam hingga 9 malam kala itu, terlihat mbak Sari turun dari taxi, berdebar rasa jantungku, memikirkan rencana bagai mana caranya bisa dekat denganya.

    Hampir sampai dia ke dekatku, aku berdiri pura pura mau jalan ke arahnya…. seperti biasa tatapan dan senyumnya yg menggoda menusuk hatiku..

    “Dari mana mbak, kok malam pulangnya” tanyaku.
    “Abis belanja perlengkapan, kebetulan jalannya padat jadi kemalaman deh”, jawabnya sambil tersenyum.

    Sambil berpapasan kuberanikan diri tuk menempelnya agak bertubrukan, …nyelllll terasa ada benda yg kenyal menyentuh sikutku… detik itu juga si otong pun tegang.

    “mmaaff mbak ngga sengaja”, kataku….
    “hehehe kamu tuh bisa aja, ngga papa kok Gus, ngga sengaja kan”, jawabnya sambil tersenyum dan melangkah menuju rumahnya.

    Ampuuunnnnnnnnn, makin bingunk aku dgn sikap mbak Sari, seolah olah meberi harapan padaku. Semakin liar imajinasiku terhadap mbak Sari. Semakin hari semakin senewen.

    Akhirnya pada suatu hari aku mempunya ide tuk bertemu langsung dgn Mbak Sari, dgn cara mendatangi salonnya, dgn alasan memotong rambut. Hari itu aku libur kerja, demi menjalankan misiku yg penuh gairah. Kudatangi salon mbak Sari sekitar jam sepuluh siang. Kebetulan dia bekerja sendiri tanpa asisten.

    “Siang Mbak Sari”, salamku terhadapnya.
    “Siang, eh Ada apa Gus, tumben kesini”, jawabnya.
    “Mau potong rambut mbak, dan terlalu panjang neh biar rapih aja”.
    “oowwhh, boleh tunggu yah”, kata mbak Sari.

    Waktu itu Mbak Sari mengenakn rok hitam dan kaos putih bak orang training, senyum dan pandangannya tdk berubah tetap menusuk hatiku.

    “Ayo Gus katanya mau potong rambut” tanya nya.

    Iya mbak, langsung aku duduk di kursi, dan mbak Sari siap memotong rambutku. Tak karuan rasa hatiku ketika mbak Sari mulai memotong rambutku. Berkeringat tubuhku,

    “kenapa Gus, gerah”, tanyanya.
    “Ngga Mbak Sari, ngga gerah kok”, jawabku.
    “Nah itu berkeringat” tanya Mbak Sari lagi sambil tersenyum.

    “Emmmm, aku berkeringat karena dekat dgn mbak Sari “, upsss kelepasan aku ngomong….
    “hihihihi mbak Sari ketawa geli, kenapa kok deket saya jadi gerah emangnya saya kompor” katanya lagi.

    Tak tahan dgn hasrat ku, kulepaskan penutup tubuhku yg dijadikan alas rambut. Kutarik mbak Sari ke bagian belakang… sini dulu bentar mbak… Bagusyyy, ada apa sih, kata mbak Sari tp tetap menuruti ajakanku.

    Setibanya di belakang, langsung kupeluk Erat Mbak Sari, ohh mbak ini yg aku harapkan dari mbak,

    “Gus, apa-apan sih kamu nanti takut ada orang nih” gumam mbak Sari.

    Tp tak kulepaskan pelukanku, semakin liar diriku, ku pegang pantatnya yg membuat aku tergila-gila setelah dia kencing dulu. Dia sedikit berontak dan malah terjatuh ke dipan tempat creambath, dan posisi kami sekarang berubah. Dia berada dibawahku sementara aku menindih. Kusingkapkan rok nya dan uuhhhhh terlihat sembulan indah yg terhalang CD tipis warna putih.

    Semakin jalang saja aku sambil menindih tangan kananku menyelinak ke CDnya. ku raba dan kuelus-elus memeknya….hmmm mulai basah oleh cairan kenikmatannya..

    “Gus kamu nih, pintunya masih terbuka biar aku tutup dulu pintunya” gumamnya dgn wajah yg mulai memerah.

    Takut itu hanya alasan akhirnya aku bilang, biar aku yg tutup pintunya, kalo mbak Sari yg tutup nanti malah kabur mbak. sebelum pergi menutup pintu, kupelorotkan dulu CD nya….oooohhh indahnya pemandangan ini, bulu memeknya tipis. Langsung aku bergegas menutup pintu yg hanya berjarak 3 meter dari belakang.

    Dgn penuh gairah aku bergegas menuju belakang, alangkah terkejutnya aku melihat mbak Sari tdk ada di tempat Creambath….. langsung aku sibak gorden penghalang dekat kamar mBagus belakang.

    Oh my god, lebih terkejut lagi mbak Sari ternyata malah sdh bugil sambil tersenyum padaku…..langsung saja aku menyergapnya, oohhh putingnya sdh berdiri dan langsung saja aku menghisapnya, ohhhh..ohhhh, mbak Sari menggeliat, tak kuhiraukan, bibirku menghisap terus putingnya yg mencuat, sementara tangan kiriku meremas-remas toket kirinya. Tangan kananku tak mau kalah… bergerilya di sekitar memeknya yg sdh basah.

    Begitu juga mbak Sari, dia tak mau kalah, tangannya memegang batang kont0lku dgn penuh perasaan…..

    15 menit kami melakukan pemanasan.

    “Mbak, aku mau masukin yah” pintaku dgn penuh nafsu..mbak Sari hanya mengangguk.

    Kutuntun mbak Sari ke tempat creambath, kuterlentangkna mbak Sari… oohhh memeknya mengangga, tanpa basa basi langsung saja kumasukan batang kont0lku… sleeeeeebbbbbb, mbak Sari sedikit tersentak sambil menyeringai…. sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp sleepp ooohhh sleepp sleepp sleepp ku keluar masukan kont0lku dlm memek mbak Sari……..

    “oooocccchhhhh Gus”, mbak Sari baru terdengar suara kerasnya…..
    “ssssttttt jangan keras-keras nanti kedengaran orang”, kataku.

    Kulanjutkan pergerakan ku, kulipat kaki mbak Sari keatas sehingga memeknya menyempit kugoyang kont0lku dgn penuh rasa….slekk slekk slekk slekk slekk kutahan dan ku putar kont0lku dlm memeknya…

    “mbbaakk bunggaaaa aku…oooocchhhh”

    Crooottt Crooottt Crooottt ooogghhh mbak Sari memeluku dgn eratt ooggghhh dia juga berteriak, ternyata dia juga merasakan ejakulasi. ooooh tubuh akmi berdua penuh basah kuyup oleh keringat. ku kecup bibir mbak Sari….

    “makasih mbak” kataku….
    “sama-sama Gus harusnya mbak yg berterima kasih….
    “loh kok”, tanyaku bingung.
    “begini Gus , aku ngga pernah mendapatkan kepuasan dari suamiku, selain dia ejakulasi dini, kont0lnya itu loh, kecil banget kealingan perutnya yg buncit. Makanya aku berterima kasih sama kamu karena sdh hampir 1 tahun mbak ngga ejakulasi dari ML. Cuppppppppph” katanya sambil mengecup bibirku.

    Berarti lain waktu bisa ML lagi dong mbak hehehehe….pintaku…

    “terserah kamu Gus”, mbak jadi suka sama kamu, lalu kami berdua berpelukan lagi dgn erat… dah dulu yah Gus, takut ada tamu… katanya.

    Aku langsung mengenakan pakaian dan mengelap keringat, setelah itu aku langsung pulang ke kost an dgn hati yg riang atas keberhasilanku bisa ML sama mbak Sari. Hampir ngga percaya semua itu akan terjadi dan ternyata memang mbak Sari membutuhkanku.

  • Cerita Panas Nonik Hot

    Cerita Panas Nonik Hot


    330 views

    Cerita Panas Nonik Hot

    Nonik namannya, dia istri teman kantorku yg usianya lebih tua 2 tahun dariku, dia sosok perempuan yg menarik, dgn tinggi badan 160 cm dan memiliki kulit yg bisa dibilang lebih putih daripada orang-orang Indonesia kebanyakan, tp dia bukanlah keturunan chinese

    Di kantor aku satu-satunya keturunan chinese, tinggi badan 172 cm dan tdk gemuk, yah, wajar lah. Di kantor ini aku menduduki jabatan sebagai wakil kepala akunting. Aku sebenarnya tergolong baru bekerja di perusahaan ini, sekitar 1 tahun dan aku sdh cukup akrab dgn salah satu pegawai yg bernama Herman. Aku pernah diajak berkunjung ke rumahnya di daerah Jakarta Utara. Disinilah awalnya perkenalan aku dgn Nonik.

    Pada pandangan pertama, aku memang sdh menyadari kecantikan Nonik namun pikiran itu aku buang jauh-jauh karena menyadari bahwa dia adalah istri teman aku. Pembicaraan di rumah Herman berlangsung cukup lama dan cukup akrab sekali. Herman tinggal bertiga dgn pembantunya dan istrinya. Aku sendiri sempat makan malam di rumah mereka.

    Ku akui, sambutan mereka di rumahnya benar-benar membuat aku merasa betah dan ingin berlama-lama terus disitu tp akupun akhirnya harus pulang jg ke rumah. Setelah pertemuan itupun sikap aku terhadap Herman dan sebaliknya pun biasa-biasa saja, tdk ada istimewanya. Sampai suatu minggu sore jam 3-an hp ku berdering , ternyata dari rumah Herman. Aku pikir Herman yg menghubungi karena perlu sesuatu, ternyata yg kedengaran adalah suara perempuan.

    “Halo, ini Ridwan ya?”, kata suara perempuan disana.
    “Ya benar, ini siapa ya?”, jawabku.
    “Aku Nonik, istri Herman. Masih inget ngga?”
    “Oh, iya, masih inget. Aku kira siapa..? ada apa ya Nik?”
    “Begini Wan, aku ingin ketemu dgn kamu. Boleh aku ke rumahmu? Kamu lagi sendirian di rumah?”
    “Boleh, dulu aku pernah ke rumah kamu, sekarang boleh aja kalian main ke rumah aku. Kalian datang berdua?”
    “Ngga, aku sendiri saja. Herman sedang pergi dgn temannya.”

    Sempet terkejut jg aku mendengar pernyataan itu. Ada maksut apa? Mau apa Nonik ke rumah aku sendirian sore-sore begini? pikiranku jadi campur aduk di otakku.

    “Halo..Ridwan halo.. haloo.. Ridwan, kamu masih disitu?”
    “Eh.. oh.. iya Nik.. Oke oke, kamu boleh ke rumahku kok sekarang. Aku cuman bingung aja mau siapin makanan apa buat kamu.”
    “Ngga usah repot-repot Wan, biasa aja. Aku berangkat sekarang yah.”

    Jarak rumahku dgn rumah Herman cukup jauh, rumahku di daerah Jakarta Barat sedangkan rumah Herman di Jakarta Utara. Perlu waktu sekitar 1 jam utk sampai ke rumahku jika dari Jakarta Utara.

    Aku tinggal sendiri di rumah dgn seorang pembantu yg tdk menginap, pembantuku ini hanya datang pada pagi dan sore Ridwan setelah aku pulang kerja dan pada Ridwan sabtu atau minggu, dia datang pagi Ridwan utk membersihkan rumah.

    Setelah bersih-bersih rumah seadanya, aku menunggu kedatangan Nonik sambil nonton acara tv. Sambil menunggu, pikiranku tdk bisa konsen ke TV. Banyak pikiran yg berkecamuk dlm otakku mengenai kunjungan Nonik yg sendirian ke rumahku. Sekitar 1 jam menunggu akhirnya terdengar suara mobil di depan rumah. Aku segera keluar utk melihat; ternyata memang Nonik yg datang seorang diri. Langsung saja aku persilahkan dia masuk, begitu melihat ada tamu, langsung saja anjingku pada ribut (kebetulan aku dirumah memelihara sepasang anjing jenis ukuran yg tdk bisa besar).

    “Ehh.. kamu punya anjing ya, lucu-lucu bangeet anjingnya”, kata Nonik sambil mendekati anjingku lalu mengelusnya.
    “Iya. Kamu suka anjing jg”
    “Suka banget”

    Kemudian aku persilahkan Nonik utk masuk dan duduk di ruang tamu sementara aku menyiapkan minuman utk dia.

    “Kamu kok tdk datang bersama Herman? Biasanya kemana-mana berdua melulu?”
    “Memangnya harus sama Herman terus kalau kemana-mana?”
    “Iya dong, apalagi kamu sekarang datang ke rumahku, kalau ketauan sama dia kan, ntar gimana jadinya nanti?”
    “Ah.. sdhlah, kayak begituan biar aku yg urus dgn Herman”, Kata Nonik lebih lanjut.
    “Gini Wan, aku ingin ngobrol sama kamu nih tentang bisnis.”

    Kami berduapun berbicara masalah bisnis, ternyata dia kerumahku utk berbicara soal bisnis baru yg akan dirintisnya dan meminta bagaimana pendapat aku dari segi akunting dan manajemennya. Pembicaraan tersebut berlangsung kurang lebih selama 1 jam. Sambil berbicara konsentraasiku agak terganggu karena duduk bersebelahan dgn Nonik dan hampir berdekatan. Kadang-kadang kalau sedang bicara bertatapan ingin sekali rasanya melumat bibirnya soalnya hanya berjarak sekitar 45 cm.

    Saat itu Nonik berpakaian cukup sederhana, hanya mengenakan kaos dan celana jeans. Namun aku suka sekali apabila melihat wanita yg berpenampilan seperti itu. Sedangkan aku sendiri tadinya hanya memakai celana hawaii dan kaos tp setelah kedatangan Nonik, aku langsung mengganti dgn celana panjang.

    Akhirnya pembicaraan mengenai bisnis pun bearkhir, kamipun bersandar lega di sofa yg kami dudukin. Sekarang otakku benar-benar sdh gak karuan deh, pengen sekali rasanya utk mencium Nonik tp bagaimana caranya? Otakku memutar dgn keras dan akhirnya aku mengambil keputusan utk mencoba menyenggol tubuhnya. Tanganku dgn sengaja aku bentangkan kedepan badan dia seakan-akan aku sedang meregangkan otot dan menyentuh tangannya.

    “Kamu lelah ya Wan setelah ngomongin bisnis?”, kata Nonik.
    “Iya nih, kalo dipijit enak nih kayaknya”, pancingku.
    “Sini aku pijitin”, kata Nonik sambil memegang punggungku.
    “Ntar dulu ah, mao muter musik dulu”

    Akupun mulai memutar musik, maksduku supaya suasananya nyaman. Kemudian aku mulai duduk membelakangi Nonik dan ia mulai memijit punggungku.

    “Gimana Wan? Enak ngga pijitanku?”, kata Nonik disamping telingaku.
    “Enaak Nik..”

    Akupun memalingkan wajah menghadap Nonik maksudnya ingin bicara sesuatu tp karena wajah kita berdekatan seperti itu, aku lupa tdk tau mau omongin apa. Situasi saat itu sempat hening sebentar, lalu entah siapa yg mulai, kamipun saling berciuman dgn penuh hasrat. Langsung aku membalikkan badan dan memeluk tubuh Nonik dan membaringkan dia di sofa. Nonik hanya diam saja diperlakukan seperti itu. Sepertinya dia menikmati ciuman ini. Aku tdk mendengar suara apapun dari Nonik, hanya..

    “Mmmmpphhhh.. ssstthhh.. sshhh..”

    Itulah yg terdengar pada waktu kami ciuman. Aku menciumi bibirnya dgn sangat lembut meskipun aku sebenarnya bernapsu banget. Dgn lembut aku mainkan lidahnya, bibirnya. Aku memainkan lidahku didlm mulutnya, kadang-kadang aku tarik lidahnya dgn gigiku saat ada di dlm mulutku. Sambil berciuman aku melihat matanya, ternyata dia menciumku sambil memeramkan matanya, sungguh pemandangan yg menambah laju birahiku.

    Aku terus menciumi bibirnya, kadang ciumanku lari ke kupingnya serta lehernya. Sengaja aku tdk terlalu napsu menciumi lehernya supaya tdk meninggalkan bekas yg bisa mencurigakan. Demikian jg dgn Nonik, ia menciumi seluruh wajah dan leherku dgn bibirnya, saat itu perasaan geli seakan-akan ingin memeluk Nonik erat-erat sungguh tak tertahankan.

    Sejenak kemudian kami mengehentikan akivitas kami karena handphone Nonik berbunyi,

    “Kamu angkat dulu deh telponya, siapa tahu Herman”, kataku sambil tersenyum.
    “Oke”, jawabnya tersenyum pula. -sex selingkuh-

    Lalu Nonik mengangkat telpon dan memang benar dari Herman suaminya. Begitu tau dari suaminya, aku langsung mendekati dia, maksudnya utk mendengarkan pembicaraan mereka dan membantu kalau-kalau Nonik tdk bisa jawab. Tp aku tiba-tiba berubah pikiran dan mendekati Nonik dan memeluk dia dari belakang sambil menyiumi telinganya.

    Nonik sempat berbalik dan memelototi aku tp aku tdk perduli. Aku tetap mendekati dia dan menjilati lehernya. Tangankupun mulai menyusup ke dlm kaosnya dan lebih dlm lagi menyusup ke dlm BH-nya. Akupun bisa menjamah putingnya. Begitu aku merasakan putingnya, aku pun mulai memainkannya dgn jari-jari tanganku.

    Sementara itu Nonik sdh tdk bisa mencegahku lagi, diapun mulai menikmatinya dan malahan dia membuka kaosnya dan duduk di sofa kembali. Semua itu dilakukan sambil ia berbicara dgn suaminya di telpon. Nonik memberikan alasan bahwa dia sedang jalan-jalan di sebuah gallery busana. Aku jg segera melepaskan baju dan celana panjangku.

    Ketika Nonik sdh duduk di sofa, akupun mulai menciumi tetenya, aku meremas-remas toket Nonik dgn napsu, aku jilatin putingnya dan kadang aku gigit putingnya dgn bibirku. Aku lalu melihat ke wajah Nonik.. wahh.. wajah yg pasrah tp dia masih melihat ke aku sambil memberi isyarat bahwa dia lagi telpon.

    Sebenarnya dia sdh tdk tahan lagi ingin melepas semuanya tp karena ia masih nelpon maka ia terpaksa menahan semua gejolak tersebut. Aku tau bahwa saat ini dia sedang berusaha sekuat tenaga utk tdk berteriak ataupun mendesah karena rangsanganku; yg Nonik bisa lakukan adalah menggeliat-geliat tdk keruan berbaring di atas sofa di bawah tubuhku.

    Ketika kemudian telpon sdh selesai, Nonik langsung mengeluarkan gejolak yg tertahan dari tadi,

    “Oohhhh.. Ridwaannnn..”, teriak Nonik.
    “Gila kamu ya Wan, itu tadi kan si Herman, kalau aku kebablasan tadi gimana coba?”, katanya memarahi tp dgn nada menggoda.

    Aku hanya tersenyum saja,

    “Tp kamu suka kan Nik?”
    “Iya sih..heheheheh”, lanjutnya tersenyum.

    Lalu kami pun melanjutkan kegiatan yg tertunda itu. Aku mulai membuka celana jeansku dan celana jeans Nonik beserta dgn CDya. Aku menciumi paha Nonik yg bagian kiri dan meremas pahanya yg kanan. Aku jilatin sambil terus bergerak bergerak ke bagian selangkangannya. Selama itu jg tubuh Nonik tdk bisa diam, selalu bergerak dan mendesah. Sampai akhirnya aku menjilati pas di meqinya Nonik. Aku terus melakukan kegiatan ini dgn penuh napsu, aku memainkan klitorisnya sambil kadang-kadang aku hisap dlm-dlm dan aku kulum dgn bibirku.

    Selama aku melakukan ‘serangan’ kepada Nonik, dia terus berteriak, mendesah, dan menekan kepalaku kuat-kuat seakan-akan tdk mau membiarkan kepalaku pindah dari selangkangannya. Suara yg ditimbulkan oleh Nonik membuat aku tambah bergairah dlm melakukan kegiatanku tersebut. Aku menjilati meqi Nonik makin liar, aku permainkan meqinya sampai dlm dgn lidahku dan jari-jari tanganku jg mulai masuk ke dalamnya sampai akhirnya.. aku merasakan kaki Nonik menjepit kepalaku dan tangannya menekan kepalaku sangat kuat serta pinggulnya terlihat menggelinjang dgn dahsyat.

    “Ooohhhh, Ridwannn, Aahhhhh”

    Ternyata Nonik sdh mencapai klimaksnya yg pertama dlm permainan ini. Aku melihat sebentar ke arah Nonik dan dia menatapku sambil tersenyum.

    “Kamu hebat Ridwan, aku suka banget”, katanya.
    “Masa sihh? Aku belum apa-apa nih”, jawabku sambil mencium bibirnya.
    “Aku maenin yah penismu?”,
    “Itu yg aku tunggu-tunggu sayang”, bisikku di telinganya

    Maka akupun segera mengambil posisi duduk bersandar di sofa dan dia perlahan mulai jongkok di hadapanku. Mula-mula ia mengelus penisku dgn tangannya, penisku dielus olehnya dari bijinya sampai ke ujung kepala penisnya. Lalu ia mulai menjulurkan lidahnya ke ujung penisku. Begitu lidahnya menyentuh penisku, aku merasa agak sedikit geli. Kemudian Nonik langsung memasukkan seluruh penisku ke dlm mulutnya.

    Wah, perasaanku saat itu benar-benar nikmat sekali, urat-urat penisku yg bergesekkan dgn bibir dan lidahnya memberikan suatu sensasi yg sulit utk diungkapkan dgn kata-kata. Saat itu yg bisa aku lakukan hanyalah menggeliat-geliat kenikmatan sambil membelai-belai rambutnya Nonik. Terkadang giginya Nonik menyentuh salah satu bagian penisku, sakit dikit sih, namun itu tdk mempengaruhi sensasi nikmat yg diberikan.

    Saat itu penisku benar-benar diberikan sensasi yg begitu dahsyat, titik-titik syaraf yg ada di seluruh penisku tdk ada yg tdk tersentuh oleh bibir dan lidahnya Nonik, benar-benar permainan yg membuat aku tdk dapat bertahan lama dan akhirnya aku mulai merasakan sesuatu yg mendorong dari dlm dan mengeluarkannya.

    “Ooohhhh..”

    Hanya itulah kata yg bisa keluar dari dlm mulutku saat semuanya tertumpah keluar. Akupun terbaring lemas namun terasa rilex banget dgn Nonik bersandar di dadaku. Tdk ada kata yg keluar dari mulut kami berdua saat itu. Setelah diam selama sekitar 10 menit, Nonik mulai meremas-remas penisku lagi sambil memandangku.

    “Kamu mau lagi ya Nik?”
    “Hmm..”, jawabnya sambil terus meremas penisku.

    Diberi rangsangan seperti itu, tdk berapa lama kemudian penisku sdh mulai kekar berdiri lebih tegak daripada tadi. Menurut pengalamanku dan cerita teman-teman, penis seorang lelaki akan lebih kekar pada ronde kedua daripada ronde pertama dan akan berlangsung lebih lama. Nonik terus meremas-remas dan mengelus penisku kemudian mengulumnya di dlm mulutnya. Akupun mulai mencari-cari daerah dada Nonik utk memainkan kembali tetenya. Begitu aku mendapatkannya, langsung aja aku membaringkan Nonik di sofa kembali dan melanjutkan mengulum puting susunya.

    “Oooccchhh..”, Nonik menjerit keras-keras ketika aku menggigit-gigit putingnya

    Rambutku diacak-acak olehnya dan dia mendekap erat-erat kepalaku di dadanya sehingga aku agak kesulitan utk bernapas. Setelah puas memainkan dadanya, akupun kembali turun ke selangkangannya. Pertama-tama aku mainkan bulu-bulu yg mengitari selangkangannya, aku jilatin bibir meqinya dan aku mainkan klitorisnya. Saat itu, Nonik sdh mendesah dan menggeliat-geliat tdk karuan. Aku sdh merasakan meqinya Nonik sdh basah lagi dan sepertinya dia akan mencapai klimaksnya kembali. Namun dgn segera aku menghentikan kegiatan menjilatku dan berdiri.

    “Kenapa Wan..?”, tanyanya lemas.
    “Ah, tdk”, jawabku tersenyum.

    Kemudian aku membuka selangkangannya dan mengarahkan penisku ke lubang itu. Mula-mula aku mengusap-usapkan ujung penisku ke bibir selangkangannya dan pelan-pelan aku masukkan penisku ke meqinya Nonik.

    “Ooohhhh.. Wan.. ayo..”, desah Nonik.
    “Aku masukkin yah yaangg..”, kataku.
    “Iyaah.. Ooocchh.. c’mon honey..”
    “Oke..”

    ‘Slleebbb..’ penisku langsung aku masukkan ke dlm meqi Nonik.

    “Ooocchhh..”, teriak Nonik.
    “Gimana sayang..?”, kataku sambil menciumi bibirnya.
    “Wann.. oocchhhhhhh.. yesshh.. terusinn..”

    Kemudian aku mulai menggerakkan penisku dlm meqinya, aku putar, aku goyang dgn berbagai macam cara, pendek kata aku mencoba utk memberikan kenikmatan pada Nonik dgn penisku itu.

    “Wann.. oohhhh.. nikmat bangett.. uhh..”, desah Nonik sambil memandangku
    “Enak yah Nik..?”
    “Iyah.. ohh.. goyang terus.. Wan..”,

    Kami melakukannya dgn penuh gairah, kadang aku mengambil posisi di atasnya menindih badannya sambil memegang telapak tangannya di telentangkan kiri kanan, kadang jg dia yg di atas menindih tubuhku dan aku mendekap dia erat-erat sambil meremas-meremas pantatnya dan dia terus bergoyang kadang berirama kadang tdk. Sampai akhirnya kami sama-sama merasakan ada sesuatu yg keluar dari diri kami masing-masing. Perasaan itu benar-benar merupakan sensasi yg luar biasa bagi kami berdua.

    Kamipun terbaring lemas di sofa itu, Nina berbaring didekapan dadaku. Pengalaman ini sungguh-sungguh diluar dugaanku sebelumnya ternyata aku telah mengkhianati temanku dgn meniduri istrinya dan mungkin jg pikiran Nonik sama dgnku bahwa ia sdh mengkhianati suaminya hanya karena selingan belaka.

    “Nik, kamu menyesal sdh ngesex dgnku?”, tanyaku padanya.
    “Sedikit sih ada perasaan menyesal, tp aku tau kok kalau Herman itu sering selingkuh di belakangku”, jawabnya lagi.
    “Jadi aku lakukan ini karena ingin membalasnya saja.”
    “Ohh begitu”

    Tdk kusangka sama sekali, Herman yg aku kenal sebagai orang yg baik ternyata sdh menyakiti istrinya beberapa kali.

    “Ridwan, kamu jangan marah ya dgn kelakuanku ini”
    “Tentu saja tdk”, jawabku tersenyum.
    “Lain waktu Kalau kamu butuh sesuatu aku siap mbantu kamu kok.”
    “Makasih ya”

    Waktu jglah yg memisahkan kami Ridwan itu, setelah membersihkan diri kemudian Nonik pulang meninggalkanku yg penuh dgn pikiran, apa yg akan aku lakukan? Apakah aku akan terus berhubungan dgn Nonik? Apakah aku akan berteman terus dgn Herman? Apakah yg akan terjadi kalau kami ketahuan Herman? Pusing aku memikirkan hal itu, akhirnya aku putuskan utk menjaNonik saja semuanya sesuai dgn alurnya nanti, namun yg pasti aku menikmati masa-masa bersama Nonik tadi sore.

    Dan akhirnya akupun pergi tidur dgn lelap malam itu memimpikan kejadian yg mungkin akan terjadi Ridwan-Ridwan berikutnya dgn Nonik atau dgn siapapun.

  • Cerita Panas Di Sepanjang Jalan Aku Horny

    Cerita Panas Di Sepanjang Jalan Aku Horny


    185 views

    Cerita Panas Di Sepanjang Jalan Aku Horny

    Perkanalkan aq Lukman laki-laki berusia 29 tahun dan sdh berkeluarga bahkan sdh memiliki seorang anak laki-laki 3 tahun. ketika aq mengantar istriku dlm rangka liburannya (dia seorang dosen) ke salah satu kabupaten di Banyumas sana dan aq sendiri bekerja sebagai “officer” di salah satu perusahaan PMA di Kota Surabaya. Sekembalinya aq dari Banyumas itu aq lewat jalur Wonosobo karena untuk ke arah Semarang lebih dekat. Saat bus berhenti di agen Temanggung teringatlah aq kenangan dgn mantan pacarku saat aq kuliah di Semarang dan karena kedua ortu nya tdk setuju akhirnya kami berpisah secara baik-baik.

    Namnya Erika gadis cantik dari desa di lereng gunung sumbing, Dan aq masih mengenang sebuah “French kiss” perpisahan kami di bentangan kebun teh itu dan berlanjut hingga mahkotanya yg terjaga selama ini diserahkan kepadaku. Diiringi mentari yg menyelimuti dirinya dgn kabut putih beriringan dgn desahan dan lenguhan di antara sejuknya udara kota itu. Ada sedikit tanda merah yg tertinggal di rok dalamnya sebelum aq meminta diri untuk meninggalkan semua yg ada di dirinya.

    “Maaf Mas apa masih ada kursi ini kosong?” tanya suara itu.

    Aq sangat terkejut. Oh Tuhan rupanya aq melamun cukup lama tadi itu, gumamku dlm hati. Belum habis rasa terkejutku aq tersentak ketika aq memalingkan kepada seraut wajah itu.

    “Ka..ka kaa.. mu.. Erikaa!” teriakku demikian pula gadis itu.
    “Masss.. Lukman..” saut Gadis itu yg ternyata adalah Erika dan ia tdk dapat membendung air matanya dan jatuhlah ia dlm pelukku.
    “Aq kangen sekali sama kamu Erika!” aq membuka perbincangan kami berdua.
    “Sama mas Aq juga kangen!” bisiknya sambil merebahkan pundaknya di bahuku.

    Entah siapa yg memulai tiba-tiba bibir kami hanyut dlm kemesraan karena Bus “Patas” yg kami tumpangi itu kebetulan tdk penuh bahkan beberapa kursi saja yg terisi. Aq yg sdh terangsang sekali karena seminggu belakangan ini tdk berhubungan badan dgn istriku. Kulumat bibirnya yg paling kusukai itu dan desahannya semakin menjadi saat ujung lidahku memainkan belakang kupingnya. Aq mengambil kedua pahanya dan aq tumpukan pada pahaku sementara kepalanya bersandar pada bantal. Tepat disela-sela pantatnya penisku yg dari tadi bangkit setengah tiang dan menyembul mendorong celana casual-ku.

    Tajut di lihat dgn penumpang lain, aq buru-buru menyumpali bibirnya dgn bibirku. Tanganku dibimbingnya menuju busungan dadanya (dia seorang Tae Kwon Do-in). Tanpa diperintah aq menelusupkan tanganku ke buah dadanya yg masihkenyal itu.

    “Aaakhh..” desahnya tertahan.
    “Mass! aq kangeen banget sama Mas Lukman,” bisiknya saat aq mulai mengecup mesra putingnya.
    “Oooukh.. Mass.. aq nggaak kuath!” bisiknya.

    Sementara aq mangambil bantal satu lagi dan kusandarkan di dekat jendela. Dia menarik rambutku amat kuat saat putingnya kugigit-gigit pelan. Sementara puting satunya kuplintir-plintir dgn telunjuk dan jempolku. Badanku mulai hangat, demikian pula tubuh Erika semakin menggelinjang tak karuan. Aq masih saja memberikan sensasi kenikmatan pada kedua putingnya dan ternyata itu merupakan titik didihnya dia.

    Sekitar empat menit kemudian,

    “ooogggghhhhhh Maass.. akuuuu maauu.. ss.. saamp..” desisnya saat aq menyudut kencang buah dadanya hingga tenggelam setengahnya di mulutku.

    Ia menggelinjang dan ia menggesek-gesekan kedua pahanya dan celana kulotnya mulai basah oleh cairan maninya. Sesaat kemudian kupelorotkan celana kulotnya serta celana dalam-nya dan Erika makin menggelepar hebat dan secepat kilat aq mencium rambut-rambut di bawah pusarnya, hhmm.. wangi sekali. Tiba-tiba kepalku ditekannya menuju lubang vaginanya dan aq bagai kerbau di congok menuruti saja apa yg ia inginkan. Kusibakkan bibir vagina-nya dan tersembullah klitorisnya yg kemerahan dan sekejap lalu kumainkan ujung lidahku di sana.

    Sementara jari tengahku memainkan liang kemaluannya. kutusuk pelan-pelan dan kukeluar-masukkan degan lembut. Erika semakin tak menguasai dirinya dan mengambil bantal untuk menutup mulutnya dan aq hanya mendengar suara desahan yg tak begitu jelas. Akan tetapi Erika bereaksi hebat dan tak lagi menguasai posisinya di pangkuanku. Batang kemaluanku yg sedari tadi tegang rasanya sia-sia kalau tdk aq sarangkan di lubang kemaluan waRika yg kukagumi itu. Aq mengangkat sedikit pinggulnya dan kubuka zipper lalu kukeluarkan batang kemaluanku, sementara aq mulai mengatur posisi Erika untuk kumasuki.

    “zleebbhhh!” dgn mudah kepala batang penisku masuk karena lubang vaginanya sdh basah dari tadi. Bersamaan itu Erika mengernyitkan dahinya dan mendesah,
    “Oooggghhhhhh.. Pelann dikit Yg.. mmmpphhhh.. aaagghhhh..” Erika menjerit lirih saat semua batang penisku menjejali rongga rahimya yg masih mampu memijit meski seorang “Putri”-nya telah keluar dari rahim itu.

    Rasanya begitu hot dan sensasional dan aq membisikkan padanya agar jangan menggoyangkan pantatnya. Kami rindu dan ingin berlama-lama menikmati moment kami kedua yg sangat indah, syahdu dan nikmat ini. Aq melipat pahaku dan aq melusupkan dibalik punggungnya agar dia merasa nyaman dan memaksimalkan seluruh batang penisku di rahimnya. Kurengkuh tengkuknya dan kulumat bibirnya dgn lembut bergantian ke belakang telinga dan lehernya yg jenjang.

    Tangan kiriku memberikan sentuhan di klitorisnya, ku pilin dan kugoyang ujung jariku di sana.

    “Aaagghhhhh.. Mass Lukmann.. aaakuuuu.. kanggeennn banggeettttt.. ” katanya terbata saat aq menciumi belakang lehernya.

    Tubuhnya mulai menggigil dan Erika diam sesaat merasakan pejalnya batang penisku menusuk rahimnya, wajahnya menahan sesuatu untuk diekspresikan. Aq merasakan bahwa ia sebentar lagi akan mendapatkan orgasmenya, lantas buru-buru kubisikkan ditelinganya.

    “Tumpahkan semua rindumu Sayang.. aq akan menyambutmu..” bisikku mesra.
    “Iii.. yyaaaaachhhh Masshh..” ia mulai memejamkan matanya untuk sensasi tersebut.

    Aq membantunya mempercepat tempo permainan ujung jariku di klitorisnya, sementara itu ujung lidahku juga tdk ketinggalan memutar-mutar putingnya dan sesekali menyedotnya lembut.

    Hampir 5 menit Erika mulai membuka bibirnya dan kedua matanya dibuka sayu menikmati kemesraan yg ada.

    “Ooogghhhh.. Ooogghhhh.. Ooogghhhh.. Mass.. mmmpphhhhh..” hanya itu yg ia ucapkan.

    Desahan-desahannya bikin aq semakin bernafsu menjelajahi seluruh tubuhnya dgn ujung lidahku dan ketika aq sampai pada ketiaknya buru-buru Erika menarik kepalaku. Ia lantas melumat bibirku kesetanan bagai tiada hari esok dan semenit kemudian berbisik,

    “Mmpphhhhhh.. Mass.. mmmpphhhhhhhh.. Erika mma.. mmauu..” lantas aq melumat bibirnya dan kulepas permainanku di klitorisnya.

    Tangan kiriku kutarik ke atas untuk menstimulasi puting kirinya dan ternyata usahaku tdk sia sia.

    “Ooooo.. oooggghhh.. oooggghhh.. oooggghhh.. oooggghhh..” desah Erika dlm erat dekapanku.
    “oooggghhh..niiiiik..maattttttt.. Sssayaannnggg..” bisiknya mengakhiri orgasmenya menandakan kepuasan dari cinta kami berdua.

    Lalu aq mengambil jaketku dan menutupi bagian pribadi kami yg sempat morat-marit. Meskipun batang penisku masih tertancap dlm-dlm akan tetapi aq tdk ingin mengakhirinya dgn ejakulasiku karena situasi saja yg tdk memungkinkan.

    “Auuwwww.. geli Mass..” desah Erika geli oleh denyutan batang penisku.
    “Baik Rika sayang.. aq akan menriknya..”

    Bersamaan itu,

    “Ooohhhhh,” Rika menjerit lirih kegelian.

    Kami pun tertidur bersama hingga sampailah kami di kota Atlas, kota yg penuh kenangan bagi kami berdua dan istriku tercinta.

    “Dik Rika sekarang tinggal dimana?” tanyaku sambil mengemasi bawaanku.

    Belum sempat Rika jawab Ponselku berdering rupanya dari istriku yg menanyakan tentang perjalananku.

    “Iya Maa.. aq udah sampai di Semarang dgn selamat,” jawabku singkat.
    “Awas kalau sampai mampir-mampir,” ancam istriku bercanda.
    “Siap, Boss,” lantas aq menutup pembicaraan itu.
    “Dari Istri Mas?” tanya Rika padaku.
    “Huummm,” aq malas menanggapi.

    Rika dan istriku adalah sama-sama bekas pacarku dan keduanya saling tahu tentang aq bahkan pribadi mereka masing-masing.

    “Eh Mas Lukman mau kemana sich?” selidik Rika.
    “Mau ke rumahmu,” jawabku enteng.
    “Ee.. ee..eeee Enak saja, ketahuan suamiku berabe lho.”
    “Aq serius lho,” desakku.

    Rika mengernyitkan dahinya lagi penuh tanda tanya.

    “Beneran nich,” sahutnya.
    “Iyaaaa Sayaangg..” jawabku sambil kukecup bibirnya dan kumainkan ujung lidahku di rongga mulutnya.
    “Aaakkh.. udah mass.. maunya yg anget teruss,” Rika menepis pelan pipiku.

    Lalu aq merangkul dia ke dlm pelukanku. Angan laki-lakiku pun mulai berimprovisasi dan aq telah menemukan retorika tepat untuk dia.

    “Rika aq khan belum puas melepas rindu ama kamu, kita lanjutin di Hotel yukk!” ajakku mengharap jawaban iya dari Rika.

    Tp Rika diam saja tak bergeming, sialan pikirku. Ketika kondektur berteriak bahwa bus telah sampai di sebuah halte, Rika menegakkan badannya isyarat bahwa ia akan turun maka aq membimbingnya (sebetulnya aq akan turun diterminal Terboyo). Lantas kami pesan taksi dan aq bilang pada supir untuk ke Garden Palace Hotel, saat itulah Rika hendak mengucapkan sesuatu. Buru-buru aq menepisnya dan memainkan ujung lidahku di belakang kupingnya.

    “Aq masih kangen Rika,” kataku berusaha untuk meyakinkannya.

    Singkatnya kami segera pesan kamar yg menghadap ke Semarang bawah. Setelah mLukman dan makan malam kami terlibat obrolan agak lama tentang masa lalu kami. Kunyalakan channel Video dan malam itu kebetulan di putar Blue XX. Aq menatap wajah Rika makin gelisah, mungkin ini perselingkuhan pertama bagi dia, meskipun bagiku ini merupakan yg pertama juga. Wajar ia takut suaminya dosa dan keinginannya untuk mendapatkan kehangatan dan kelembutan kasih dariku. Aq merangkul pundaknya.

    “Kamu Okee saja Rika?” tanyaku membuka pembicaraan kami.
    “I.. iiya.. Mas..” jawabnya.
    “Aq pijitin kamu yach,” kataku sambil menarik punggungnya membelakangiku.

    Aq memijit mulai dari kedua pundaknya, lengan, pinggul dan kembali ke lehernya.

    Saat jari-jariku menelusuri lehernya Rika mendesah lembut.

    “Okkkhhh..” desahnya.
    “Nikmat khan Yg?” tanyaku sambil mendekatkan bibirku ke belakang lehernya.
    “Aaakkhhh.. Mashh..” desahnya.

    Rupanya pancinganku berhasil, lantas aq pun tak menyia-nyiakan kesempatan kami berdua.

    Kali ini aq sdh dikuasai nafsu biarhiku, dgn cepat aq membalikkan tubuhnya menghadapku. Aq mulai menjelajahi seluruh tubuhnya dan satu persatu gaun tidur yg dikenakan kulepaskan dan kini di hadapanku sosok ibu muda yg putih bersih cantik seksi menunggu kehangatan dariku. Kulalap seluruh tubuhnya dgn lidahku. Rika memejamkan matanya dan hanya bisa mendesis melenguh dan mendesah. Tubunhya kini bagai bermuatan listrik beribu-ribu volt. Sumsum tulangnya menjadi nyeri dan permukaan kulitnya terasa geli dan harus disentuh.

    “Oookkkhhhh.. ennaakkkk.. teruss Mass..” teriaknya keras saat aq mulai menjilat klitorisnya dan memainkan ujung lidahku di sana.

    Lalu aq menelusupkan jari tengahku di liang vaginanya, ia tersentak sebetar lantas menggoyang-goyangkan pinggulnya pelan.

    “Mmpphhh.. ooogghhhh.. cepat Mas masukin aq..” pinta Rika.
    “Iyaaa Sayang..” kataku, lantas mengambil sikap untuk siap-siap menyetubuhinya.

    Kurengkuh tengkuknya, sementara mulutku asyik mengulum dua buah dada nikmatnya. Dan di bawah perut sana..

    “Zlebbhhh..” batang penisku masuk setengahnya.
    “Aaakkhhhh..” Rika mendongak.

    Dan satu hentakan lagi batang penisku memasuki dan menyumpal lubang vaginanya.

    “Aaakkhh.. Aaakkhh.. Aaakkhh.. sedot teruss Masshh.. bikin aq puas malam inii..” ceracau Rika tak beraturan.
    “Oookkhhh.. Oookkhhh.. mmpphh..” Rika mengguman merasakan tubuhnya hangat dan sela selangkangannya amat nikmat.

    Aq mulai menggejot perlahan dan seirama gerakan batang kemaluanku Rika mengimbangi dgn goyangan pinggulnya. Lima menit berlalu samapailah Rika pada puncak yg diinginkannya, Rika histeris memanggil-manggil namaku disela-sela desah nafasnya. Aq pun tak ingin menyia-nyiakan waktu itu dan kugenjot lebih keras lagi dan Rika semakin tak beraturan mengatur posisi orgasmenya.

    “Rikaa.. aq mau.. di dlm att.. tau..” tanyaku pada Rika.
    “Mmpphh.. aaakkhhhh.. ookkkhhh.. ookkkhhh..” Rika semakin dahsyat dan malah mempererat pelukannya.
    “ookkkhhh..” pekikku tertahan dan kepalaku mendongak mencurahkan birahiku di rahimnya.
    “Aauww.. ookkkhhh.. ookkkhhh.. Maass.. mmpphhhh..” Rika mencengkeram punggungku saat tetes demi tetes maniku menyembur dinding rahimnya.

    Kurebahkan diriku di samping Rika dan kuraih minuman segar lantas kuberikan pada Rika. Kami pun berpelukan mesra dan saling melepas perasaan rindu masing-masing dan malam beringsut, kami pun mengulangi lagi hingga pagi membangunkan kami berdua. Kuantar ia hingga station bus kota itu untuk menuju rumah kontrakannya di Semarang Barat. Aq sendiri melanjutkan perjalananku ke Surabaya dan aq kini kehilangan kontak denganya.

    Demikianlah kisahku sex ku dan aq membuka komentar dari para netter. Untuk para ibu muda dan tante-tante, aq membuka kesempatan untuk berkomentar.

  • Cerita Panas Mbak Wiwikku Di Dalam Bus Malam

    Cerita Panas Mbak Wiwikku Di Dalam Bus Malam


    347 views

    Cerita Panas Mbak Wiwikku Di Dalam Bus Malam

    Sebelumnya aku kasih tahu tentang aku. Aku adalah seorang karyawan disebuah perusahaan di Jakarta. Namaku sebut apa inug, umur 28tahun. Aku sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak. Awal kejadian perselingkuhan yang tak aku inginkan pada saat aku pulang ke jogja. Saat itu aku biasa ke yogyakarta memilih naik bus.

    Saat pukul 15.00 aku berangkat keagen bus Kramat Jati, karena pada tiket tertulis pukul 16.00 bus sudah berangkat. Tapi saat tiba pukul 16.00 bus belum datang dan akhirnya pukul 17.15 busnya datang aku pun langsung naik.

    Ternyata kursiku berada di urutan ke-2 dari belakang sebelah kanan. Dan disitu sudah terisi seorang cewek sekitar umur 30an tahun.

    Selama perjalanan cewek disampingku diam tak berbicara, akupun tidak menghiraukannya. Dan kuperhatikan dia sibuk sms. Waktu bus memasuki kota Cikampek aku mulai menyapa.
    “Tujuan mau kemana mbak?”dia agak kaget dengan sapaanku.
    “Jogja kalau kamu tujuan kemana?” dia balik tanya.
    “Saya juga kejogja, memang jogjanya turun mana mbak?”
    “di janti, trus ntar nyambung naik taksi ke malioboro” jawabnya singkat.
    “malioboronya mana mbak, sory mbak nanyaku detail banget ya?”
    “gak apa-apa, di hotel Natour Garuda, kalau adik jogjanya mana?”
    “Wah, kita satu arah mbak, saya daerah alun alun selatan jadi dari malioboro lurus apa gak jauh.”

    Hari mulai gelap lampu dalam bus tidak dihidupkan, mungkin karena kru bus dapat menggangu istirahat para penumpang.

    Bus executive yang aku naiki banyak fasilitasnya seperti bantal, selimut dan tisu yang terletak diatas aku duduk.
    “Nama Mbak siapa?, aku mulai bertanya lagi.
    “wiwik, kalau adik namanya siapa?” sambil dia julurkan tangannya.
    Aku menjabat tangannya dan menyebutkan namaku.
    “Aku Inug mbak, aku mau mudik mbak”.

    Dalam jabatan tangannya aku merasakan kehangatan yang luar biasa mungkin pengaruh dari dingin AC bus.

    Selama perjalanan kami sudah banyak bercerita, dari Tanya jawab tentang pekerjaan dia sampai pekerjaanku. Dan begitu juga dia bercerita tentang hidup di jogja lebih murah dari pada Jakarta.

    aku berinisiatip untuk banyak ngomong dan mengajak dia berbicara. Selama pembicaraan sepenuhnya aku menunjukkan sikap hormat dan santun padanya. Dia juga menaruh respek padaku karena sikapku itu. Dia pinjamkan majalah dan koran bacaannya padaku, dia juga tawarkan makanan atau minuman yang dia bawa. Aku terbiasa hanya minum air mineral saat bepergian begini. Sedangkan air yang ditawarkan adalah Coca-cola makanya aku menolak dengan halus.

    Dan akhirnya pukul 19.00 bus berhenti untuk makan malam dan para penumpang dapat kupon makan gratis.

    Aku dan mbak wiwik turun menuju restoran dan menukarkan kupon gratis makan malam. Kami duduk berdua sambil cerita. Tiba-tiba ditengah-tengah Suasana makan malam aku berkata:
    “Mbak cantik deh”
    dia terkejut terselek makanan
    “Maksudnya apa Dik?”
    “Iya mbak cantik, maaf mbak jangan berpikirkan yang negative terhadapku karena yang saya omongkan kenyataan.”
    Dia agak malu terlihat dari mukanya yg memerah dan menunduk.

    Kru bus memberitahukan kalau busnya sudah bersiap berangkat, kami pun bergegas menuju bus yang kami tumpangi.

    Sampai dalam bus aku sarankan mbak wiwik untuk pindah kesebelah yang dekat jendela, dia pun mengiyakan karena dia bisa lebih leluasa melihat keluar.

    Didalam bus aku memilih diam, Aku berselimut dan mencoba memejamkan mata. Malam semakin larut Aku mencoba memberanikan diri menggenggam tangannya, dia hampir menarik tangannya kalau saja aku tidak bilang,

    “Tangan Mbak dingin banget, nih. Mau nggak kalau aku pijat refleksi tangannya, nanti hangat, deh?”, aku cari seribu satu alasan yang selalu tepat untuk banyak berbuat padanya. Aku juga nggak tahu, kenapa dia pasrah saja saat tanganku meraih tangannya membawa ke pangkuanku untuk aku pijit-pijit. Aduh, mbak wiwik berteriak tertahan karena kesakitan, tetapi dengan cepat aku bilang dalam bisikkan, bahwa kalau mbakmerasakan sakit artinya bahwa memang sedang sakit. aku terangkan bahwa yang aku pijat itu adalah tombol-tombol saraf yang berhubungan dengan bagian di tubuh yang sedang kena sakit. Mbak wiwik bilang paru-paru dan punggungnya sedang tidak normal karena dingin atau mungkin karena lelahnya perjalanan. Aku dapat merasakan tubuh mbak wiwik langsung merinding dan bergetar mendengar suara bisikkanku tadi.

    mbak wiwik mulai sadar tidak seharusnya seperti ini, lalu ditarik tangannya. Aku pun sadar,
    “Maaf mbak saya Cuma pengen membantu mbak biar hangat.”
    Aku masih diam tak bicara. Tapi yang namanya godaan selalu apa ada.
    Tanganku mulai menyentuh pahanya dan mbak wiwik menyingkirkan tanganku dari pahanya.
    “Maaf dik.. aku sudah bersuami.”
    “Maaf mbak bukan maksudku.”
    Langsung aku putus pembicaraannya.
    “Dudahlah Dik, lebih baik adik tidur saja, mbak juga sudah ngantuk.”
    mbak wiwik pun terdiam, tapi aku tidak mau menyerah begitu saja mungkin rasa penasaranku terhadapnya.

    Tanganku mulai bergerak lagi tapi kali ini tanganku langsung merangkul dibelakang kepalanya. Dan memaksanya dalam pelukanku. Diapun kaget tapi apa daya tanganku jauh lebih kuat, Mbak wiwik tampaknya gak mau membuat keributan didalam bus yang penuh dengan penumpang. Akhirnya mbak wiwik dipelukanku dengan kusandarkan kepalanya dipundakku dan tanganku melingkar ditubuhnya.

    Sangat luar biasa kehangatan yang kurasakan saat itu, maafkan aku istrikuku aku telah melakukan perselingkuhan walau tidak berhubungan badan.

    Aku tidak berhenti disitu apa, aku mulai meraba payudaranya yang berukuran 34B. Dia mencoba melarangku tapi aku tidak mempedulikannya, aku mulai merasakan kenikmatan yg lain. Aku terus memijit-mijit panyudaranya, mbak wiwik mendesis, “akh.!!!”
    Aku terus memijit panyudaranya tanpa henti-henti.

    Akupun tidak merasa takut ketahuan penumpang lainya karena perbuatanku dibawah selimut bus.
    Aku mulai membuka kancing bajunya satu per satu. Dalam hati aku hanya bisa meminta maaf pada istriku, maafkan aku Ma….
    Kancing sudah terlepas semua aku mulai menurunkan BHnya sekarang payudaranya dapat terlihat dengan jelas oleh ku.
    “Susumu indah banget mbak, boleh gak aku hisap?”
    Mbak wiwik hanya diam tak bicara.
    Akupun mulai menundukan kepalaku kepayudaranya dan menghisapnya seperti bayi yang minum asi. Nikmat campur rasa bersalah pada saat itu sama istriku yang telah ku kianati cintanya.
    “Gimana mbak?” kataku
    “Terus Dik hisap trus!!!”
    Akh. Ogh… Dia hanya mendesis kenikmatan. Aku tidak mau berhenti disitu saja, aku mulai menurunkan resleting celana kainnya. aku menurunkan celana dalamnya dan aku masukkan jari-jariku ke dalamvaginanya.
    Mbak wiwik mendesah..
    “Akh.. Akh… ough.. Terus dik. Terus.. Oh…!!!”
    Aku terus mengobok-ngobok vaginanya dengan jariku dan menghisap panyudaranya. Dan akhirnya. Mbak wiwik orgasme.
    Sungguh fantastis….mbak wiwik mengerang dan menjambak rambutku saat orgasme. “Akhhhhh…!!!”

    Aku lalu duduk setelah tahu kalau mbak wiwik sudah orgasme.
    “MBak tolong gantian dong.”

    Aku menuntun tangannya kearah kontolku. Sebetulnya aku sudah sangat terangsang, kontolku udah tegang dari tadi tapi aku tidak mau terburu2 takutnya mbak wiwik jadi tersinggung dan tujuanku jadi gagal total, tetapi diluar dugaanku tangan mbak wiwik langsung memegang kontolku yg sudah dari tadi aku keluarkan dari celanaku, serasa ditimpa dan ditampar sebuah sensasi yang luar biasa saat tangannya yg halus menggenggam kontolku. Tangannya terasa hangat di kontolku dan kontolku serasa berdenyut2. aku mulai mendesah pelan,
    “Akhhhhh…!!!”

    “Tolong, mbak, sebentar saja, aku bener-bener tidak bisa menahan nafsu birahiku, tolong Mbak, biar aku terlepas dari siksaanku ini, tolon..ng.. tadi mbak sudah saya buat orgasme jadi gantian Mbak.”, Aku menghibadalam berbisik dan ternyata berhasil bisikanku bagaikan sihir yg membangkitkan nafsu birahinya dengan sensasi penuh pesona ini.

    Aku kembali bisikkan ke telinganya,
    “Kocok, mbak, aku pengin keluar cepet, nih”, sambil aku pegang tangannya untuk menuntun kocokkannya. Dan mbak wiwikpun terbawa larut dalam suasana, tangannya mulai mengocok kontolku.

    Telah beberapa saat aku mendesas dan merintih lirih, tetapi belum juga ejakulasiku datang. Bahkan kinimbak wiwik sendiri mulai terjebak dalam kisaran arus birahi sejak tanganku juga merabai payudaranya dan memainkan puting susunya. Mbak wiwik terbawa mendesah dan merintih pelan dan tertahan. Aku mengalami keadaan ekstase birahi. Mataku tertutup, khayalku mengembara, aku bayangkan alangkah nikmatnya apabila kontolku meruyak ke vaginanya. Ah, alangkah nikmatnya.., nikmat sekali .., nikmat sekali.., pikiranku sudah kemana-mana mungkin karena aku sudah terangsang banget.
    “Ayoo, dik, aku sudah capenih, keluarin cepeett…s”,
    Aku tersenyum, “Susah, mbak, kecualii…”,
    “Apaan lagi?”,
    “Kalau Mbak mau menciumi dan mengisepnya.”. Gila. Aku sudah gila. Aku spontan apa minta mbak wiwik untuk mengemut kontolku. Tt.. tet.. ttapi .. mungkin mbak wiwik kini yang lebih gila lagi. Mbak wiwik mengangguk saat mataku melihat matanya. Sesungguhnya sejak tadi saat tangannya menggapai kontolku kemudian merasakan betapa halus sentuhannya aku sudah demikian terhanyut untuk selekasnya bisa menyaksikan betapa mentakjubkan kontolku masuk dalam mulut mungilnya itu. Aku sudah demikian tergiring untuk selekasnya merasakan hangatnya kontolku dalam mulutnya, ingin merasakan bagaimana seandainya lidahnya menjilati kepala kontolku trus melumat-lumat dan mengisap-isap kontolku ini.

    Cahaya lampu Bus yang memang diredupkan untuk memberi kesempatan para penumpang bisa tidur nyenyak sangat membantu apa yang sedang berlangsung di kursi kami ini. Seakan-akan mbak wiwik tidur di pangkuanku, mbak wiwik bergerak telungkup menyusup ke dalam selimutku. Gelap, tetapi bibirnya langsung menyentuh kemudian mencaplok kontolku. Aku sudah masa bodo. Nafsuku sudah menjerat aku. Mbak wiwik mulai mengkulum kontolku, lidahnya bermain dan mulai memompakan mulutnya ke kontolku. Huuhh,.., sungguh aku langsung terhanyut dan bergelegak. Aku mengharapkan sperma dan air maniku cepat muncrat ke mulutnya.

    Aku sudah memikirkan kemungkinan untuk tidak sampai menjadi perhatian penumpang lainnya. Aku sendiri akhirnya demikian masa bodoh. Aku yang sudah demikian larut dalam kenikmatan yang tak mudah kutemui di tempat lain ini terus hanyut dalam keasyikan birahi dengan ****** dalam jilatan dan kuluman mbak wiwik. Aku merem melek setiap lidahnya menjulur dan menariknya kembali. Rasa hangat lidah dan mulutnya sangat terasa di kontolku.
    Dalam ruangan selimut yang demikian sempit itu kepala mbak wiwik bergerak aktif turun naik seiring keluar masuknya kontolku dalam mulutnya. Sementara tanganku sendiri aktif mengelusi di arah rambutnya, terkadang juga turun hingga ke pantatnya.

    “Ayoo, dik, aku sudah capenih, keluarin cepeett…s”,
    Aku jawab, “sebentar lagi mbak…..”

    Mbak wiwik terus melumat-lumat kontolku dengan penuh perasaan sambil tangannya juga ikut mengelusi batang kontolku yg kekar dan keras itu, sesekali lidah dan bibirnya menjilati batang kontolku hingga ke pangkal dan bijih pelerku dengan harapan bisa secepatnya merangsangku dan membuatku orgasme. Kontolku dimasukkan dalam-dalam kemulutnya hingga menyentuh tenggorokkannya. Aku mengerang, mendesah sambil bergumam meracau.

    Benar, tidak sampai 10 menit aku mulai merasakan sebuah kedutan yang sangat keras dalam kontolku, dan aku bisikan ke telinga mbak wiwik,

    ” Mbak Aku mau keluar….”
    Mbak wiwik semakin cepat melumat-lumat dan menghisap kontolku dan tidak berapa lama kurasakan orgasme yg sangat luar biasa, air maniku muncrat 6 sampai 7 kali kedalam mulut mbak wiwik, dan aku merasakan sensasi yg luar biasa ketika mbak wiwik langsung menelan semua air maniku dan terus mengisap dan menjilati sisa2 air maniku sampai terasa ngilu sekali.
    “Terima kasih, ya mbak”, kataku sambil membetulkan celanaku dan menarik tutup resluitingku.
    Akupun langsung mencium mulutnya dan masih kurasakan spermaku dalam mulutnya.

    Kami pun tertidur pulas, tanganku sambil memeluknya.
    Akhirnya pukul 05.30 bus sampai di janti dan kamipun turun.

    “mbak gimana kalau kita satu taksi biar irit biaya toh jalannya satu arah”
    “ok..!!” mbak wiwik pun mengiyakan
    Didalam Taksi aku dan mbak wiwik berdiam diri sambil membayangkan semalam didalam bus yang luar biasa.

    Akhirnya mbak wiwik turun depan hotel Natour Garuda. Lalu kami tukar nomor HP. Hari itu aku ber smsan ria bersama mbak wiwik. Dan pada hari ke-3 aku dapat sms dari mbak wiwik yg isinya bahwa tugasnya dijogja udah selesai dan rencana mau pulang ke jakarta.

    Dan selang 10 menit HPku berdering kembali, ternyata dari mbak wiwik.
    “Pagi dik. lagi dimana? Gimana pulang ke Jakarta bareng apa yach?”
    “Pagi juga mbak…, ok deh kita bareng pulangnya, nanti siang aku ke hotel natour deh, Mbak saya jemput ya kita jalan-jalan dulu keliling Jogja, itung-itung biar mbak tau Jogja”
    “ok dech aku tunggu ya”.

    Begitulah, Aku menjemput mbak wiwik di hotel, aku dan mbak wiwik akhirnya berangkat jalan-jalan.
    Setelah lebih satu jam kami berputar-putar disekitar jogja, mbak wiwik akhirnya mengajak istirahat di hotel tempat dia menginap.

    Kami mengobrol tertawa cekikikan sampai bercerita tentang kejadian dibus. Tiba-tiba mbak wiwik menarik tanganku sehingga aku terduduk di kasur, mbak wiwik yang saat itu sedang duduk ditepi tempat tidur. Tanpa berkata apa-apa dia langsung mencium bibirku.

    Aku sempat terkejut tapi aku juga membiarkan ketika bibir nya menempel kebibirku hingga beberapa saat. Dadaku semakin berdegub kencang ketika kurasakan bibir nya melumat mulutku. Aku tidak mau kalah, Lidahku menelusup kecelah bibirnya dan menggelitik hampir semua rongga mulutnya. Mendapat serangan mendadak itu mbak wiwik tampak antusias dan lebih semangat dalam melumat bibirku, saking dahsyatnya bulu tengkukku sampai merinding.

    Namun tiba-tiba timbul kesadaranku. Aku teringat istriku dirumah, Kudorong tubuh mbak wiwik supaya ia melepaskan pelukannya pada diriku.
    “mbak…, jangan mbak…, ini enggak pantas kita lakukan..! “, kataku terbata-bata.
    mbak wiwik memang melepas ciumannya dibibirku, tetapi kedua tangannya masih merangkul leherku dan buah dadanya menempel ketat di dadaku, Kontolku sangat tegang dan keras menempel diperut mbak wiwik.

    “Memang nggak pantas dik, taapi gimana lagi toh kamu yang memulai waktu di bus dan aku Cuma merespon apa”, Ujar mbak wiwik yang terdengar seperti desahan.

    Setelah itu mbak wiwik kembali mendaratkan ciuman. Ia menjilati dan menciumi seluruh wajahku, lalu merambat keleher dan telingaku. Namun perlahan tapi pasti nafsu birahi semakin kuat menguasaiku , Aku sudah sangat terangsang, bayang2 istriku berbaur dengan wajah mbak wiwik yg cantik, akhirnya pertahananku bobol aku sudah tidak peduli lagi, toh ini cuma sekali aku berselingkuh sebuah pembenarandalam hatiku.. Harus kuakui, mbak wiwik sangat pandai mengobarkan birahiku. Jilatan demi jilatan lidahnya keleherku benar-benar telah membuatku terbakar dalam kenikmatan.

    mbak wiwik sendiri tampaknya juga mulai terangsang. Aku dapat merasakan napasnya mulai terengah-engah. Sementara aku semakin tak kuat untuk menahan erangan. Maka aku pun mendesis-desis untuk menahan kenikmatan yang mulai membakar kesadaranku. Setelah itu tiba-tiba tangan mbak wiwik mulai membuka kancing bajuku. Satu demi satu pakaian yg aku pakai terlepas dari tubuhku sampai akhirnya tidak ada sehelai benangpun yg menempel dalam tubuhku alias bugil total. Akupun tidak mau kalah, baju yg dipakai mbak wiwik satu demi satu aku preteli sampai akhirnya kita berdua sudah telanjang semua. Tak ayal lagi, buah dada mbak wiwik yang berwarna putih bersih itu terbuka didepanku tanpa tertutup sehelai kainpun.

    Mbak wiwik tampak agak malu dia berusaha menutupi buah dadanya yg terbuka dengan mendekapkan lengan didadanya tetapi dengan cepat tanganku memegangi lengannya dan merentangkannya. Kemudian aku mulai mengusap dan meremas payudaranya sambil mulutku mengisap dan menjilati putingnya. Hampir 10 menit kami saling remas dan cium kemudian aku mengambil inisiatif mengangkat dan merebahkan tubuhku ditempat tidur. Tanpa membuang waktu, bibirku melumat salah satu buah dadanya sementara salah satu tanganku juga langsung meremas-remas buah dadanya yang lainnya. Bagaikan seekor singa buas aku menjilati dan meremasbuah dada yang kenyal dan putih itu.

  • Cerita Panas Ngentot Memek Tante Semok Aduhay

    Cerita Panas Ngentot Memek Tante Semok Aduhay


    274 views

    Cerita Panas Ngentot Memek Tante Semok Aduhay

    Perkenalan namaku Rendi.aku mau memperkenalkan jati diriku. Aku tinggal dikota S Jawa Tengah, tinggiku 169 cm dan berat badanku 52 kg. Aku saat ini kuliah disalah satu universitas ternama di Jateng. Saat ini akulangsung cerita pengalamanku saat aku masih duduk kelas 1 SMP tapi aku masih ingat betul ceritanya.Saat aku lulus di SD aku mendapat nilai yang sangat memuaskan. Seperti janji ayahku kalau nilaiku baik aku akan dikirim di luar kota yang pendidikannya lebih baik. Disana aku dititipkan dirumah pamanku, om Hari. Dia orang yang sangat kaya raya.

    Rumahnya sangat megah tapi terletak disebuah desa pinggir kota. Rumahnya terdapat dua lantai dan dilengkapi juga kolam renang yang lumayan besar. Om Hari orangnya sangat sibuk, dia mempunyai istri yang sangat cantik namanya Tante Reni, wajahnya mirip dengan Amara. Dia mempunyai anak yang masih kecil. Tante Reni rajin merawat tubuhnya, walapun dia sudah mempunyai satu anak tubuhnya tetap padat berisi ditunjang dengan payudara yang sangat montok kira kira 34B. Hal itu yang membuatku tertarik akan keindahan serta anugrah dari seorang wanita.Sesampainya dirumah Om Hari. Aku memasuki pintu rumah yang besar. Disana aku disambut oleh Om Hari dan istrinya. Om Hari menjabat tanganku sedangkan Tante menciumku. Aku agak sungkan dengan perlakuan seperti itu. Pembantu disana
    disuruh membawakan tasku dan mengantarkan sampai di kamarku.

    Aku mendapat kamar yang 3 kali lipat dari kamar tidurku dirumah. Setelah itu aku berkeliling rumah melihat kolam renang serta sempat melihat kamar mandi yang tak terbayang olehku. Disana terdapat tempat cuci tangan dengan cermin yang besar WC, bathup, dan dua
    shower yang satu dengan kaca buram sedangan yang satu dengan kain yang diputarkan membentuk 1/4 lingkaran (sorry aku nggak tahu namanya.

    Tempat itu masih dalam satu ruangan tanpa penyekat. Sore hari, aku duduk ditepi kolam. Om Hari datang menghampiriku dia bilang mau pergi keluar kota. Dia juga mohon maaf tidak bisa menemaniku. Kami pun mengantarkan sampai pagar rumah. Setelah itu aku kembali duduk menikmati suasana kolam renang. Tiba tiba dari belakang muncul sosok yang sangat menawan. Tante dengan baluatan piyama menghampiriku.

    “Ren kamu suka nggak ama rumah ini”
    “Suka banget Tante, kayaknya aku kerasan banget dengan rumah ini tiap sore bisa renang”
    “Kamu suka renang, yuk kita renang bareng, pas waktu ini udara sangat panas”

    Wahh kebetulan aku bisa renang ama Tante yang bahenol. Waktu bertemu pertama kali aku cuma bisa membayangkan bentuk tubuhnya waktu renang dengan balutan swimsuit. Tapi ketika dia berdiri. Dia membuka piyamanya. Kontan aku tersedak ketika dia hanya memakai Bikini yang sangat sexy dengan warna yang coklat muda.
    Model bawahannya G-string.

    “Huhuukk.. Aduh Tante aku kira Tante mau telanjang”
    “Enak aja kalau kamu, Om bilang kamu suka bercanda”
    “Tante nggak malu dilihatin ama satpam Tante, Tante pake bikini seperti ini”
    “Ihh ini sudah biasa Tante pake bikini kadang ada orang kampung ngintip Tante”
    “Benar Tante.. Tapi sayang aku lupa bawa celana renang”
    “Ah.. Nggak apa apa pake aja dulu celana dalam kamu. Nanti aku suruh bi’ Imah suruh beli buat kamu, yuk nyebur..” segera Tante menyeburkan dirinya. Dengan malu malu aku membuka bajuku tapi belum buka celana. Aku malu ama Tante. Lalu dia naik dari kolam. Dia memdekatiku

    “Ayo cepet.. Malu ya ama Tante nggak apa apa. Kan kamu keponakan Tante. Jadi sama dengan kakak perempuan kamu.”

    Waktu dia mendekatiku terlihat jelas putingnya menonjol keluar. Maklum nggak ada bikini pake busa. Aku melirik bagian payudaranya. Dia hanya tersenyum.

    Setelah itu dia kembali menarikku. Tanpa basa basi dengan muka tertunduk aku melorotkan celana dalamku. Yang aku takutkan kepala adikku kelihatan kalau lagi tegang menyembul dibalik celana dalamku. Setelah melepas celanaku langsung aku berenang bersama Tante.

    Setelah puas renang aku naik dan segera ke kamar mandi yang besar. Aku masuk disana ketika aku ingin menutupnya, tidak ada kuncinya jadi kalau ada orang masuk tinggal buka aja. Aku segera bergegas tempat dengan penutup kain. Aku tanggalkan semua yang tertinggal ditubuhku dan aku membilas dengan air dingin. Ketika hendak menyabuni tubuhku. Terdengar suara pintu terbuka, aku mengintip ternyata Tanteku yang masuk. Kontan aku kaget aku berusaha agar tidak ketahuan. Ketika dia membuka sedikit tempatku aku spontan kaget segera aku menghadap ke belakang.

    “Ehh.. Maaf ya Ren aku nggak tahu kalau kamu ada didalam. Habis nggak ada suara
    sih”

    Langsung segera wajahku memerah. Aku baru sadar kalau Tante sudah menanggalkan bikini bagian atasnya. Dia segera menutupinya dengan telapak tangannya. Aku tahu waktu tubuhku menghadap kebelakang tapi kepalaku lagi menoleh kepadanya.

    “Maaf.. Juga Tante.. Ini salahku” jawabku yang seolah tidak sadar apa yang aku lakukan. Yang lebih menarik telapak tangan Tante tidak cukup menutupi semua bagiannya. Disana terdapat puting kecil berwarna cokelat serta sangat kontras dengan besarnya payudara Tante.

    “Tante tutup dong tirainya, akukan malu”

    Segera ditutup tirai itu. Dengan keras shower aku hidupkan seolah olah aku sedang mandi. Segera aku intip Tanteku. Ternyata dia masih diluar belum masuk tempat shower. Dia berdiri didepat cermin. Disana dia sedang membersihkan muka, tampak payudaranya bergoyang goyang menggairahkan sekali. Dengan sengaja aku sedikit membuka tirai supaya aku dapat melihatnya. Aku bermain dengan adikku yang langsung keras. Kukocok dengan sabun cair milik Tante. Ketika aku intip yang kedua kali dia mengoleskan cairan disekujur tubuhnya. Aku melihat tubuh Tante mengkilap setelah diberi cairan itu. Aku tidak tahu cairan apa itu. Dia mengoleskan disekitar payudaranya agak lama. Sambil diputar putar kadang agar diremas kecil. Ketika sekitar 2 menit kayaknya dia mendesis membuka sedikit mulutnya sambildia memejamkan mata. Sambil menikmati pemandangan aku konsentrasikan pada kocokanku dan akhirnya.. Crot crot..

    Air maniku tumpah semua ke CD bekas aku renang tadi. Yang aku kagetkan nggak ada handuk, lupa aku ambil dari dalam tasku. Aku bingung. Setelah beberapa saat aku tidak melihat Tante di depan cermin, tapi dia sudah berada di depan shower yang satunya. Aku tercengang waktu dia melorotkan CDnya dengan perlahan lahan dan melemparkan CDnya kekeranjang dan masuk ke shower. Setelah beberapa kemudian dia keluar. Aku sengaja tidak keluar menunggu Tanteku pergi. Tapi dia menghampiriku.

    “Ren koq lama banget mandinya. Hayo ngapain didalam”

    Kemudian aku mengeluarkan kepalaku saja dibalik tirai. Aku kaget dia ada dihadapanku tanpa satu busanapun yang menempel ditubuhnya. Langsung aku tutup kembali.

    “Rendi malu ya, nggak usah malu akukan masih Tantemu. Nggak papalah?”
    “Anu Tante aku lupa bawa handuk jadi aku malu kalau harus keluar”
    “Aku juga lupa bawa handuk, udahlah kamu keluar dulu aja. Aku mau ambilkan handukmu.”

    Tante sudah pergi. Akupun keluar dari shower. Setelah bebrapa menit aku mulai kedinginan yang tadi adikku mengeras tiba tiba mengecil kembali. Lalu pintu terbuka pembantu Tante yang usianya seperti kakakku datang bawa handuk, akupun
    kaget segera aku menutupi adikku. Dia melihatku cuma tersenyum manis. Aku
    tertunduk malu. Setelah dia keluar, belum sempet aku menutup auratku Tanteku
    masuk masih tetap telanjang hanya aja dia sudah pake CD model g-string.

    “Ada apa Tante. Kok masih telanjang” jawabku sok cuek bebek padahal aku sangat malu ketika adikku berdiri lagi.
    “Sudah nggak malu ya.., anu Ren aku mau minta tolong”
    “Tolong apa Tante koq serius banget.. Tapi maaf ya Tante adik Rendi berdiri” Dia malah tertawa.”Idih itu sih biasa kalau lagi liat wanita telanjang” jawab Tante.
    “Begini aku minta Rendi meluluri badan Tante soalnya tukang lulurnya nggak datang”

    Bagai disambar petir. Aku belum pernah pegang cewek sejak saat itu. Pucuk dicinta ulam tiba.

    “Mau nggak..?
    “Mau Tante.”

    Segera dia berbaring tengkurap. Aku melumuri punggung Tante dengan lulur. Aku ratakan disegala tubuhnya. Tiba tiba handukku terlepas. Nongol deh senjataku, langsung aku tutupi dengan tanganku

    “Sudah biarin aja, yang ada cuma aku dan kamu apa sih yang kamu malukan.”

    Dengan santainya dia menaruh handukku kelantai.

    “Tubuh Tante bagus banget. Walaupun sudah punya anak tetap payudara Tante besar lagi kenceng”

    Aku berbicara waktu aku tahu payudaranya tergencet waktu dia tengkurap. Dan di hanya tersenyum. Aku sekarang meluluri bagian pahanya dan pantatnya.

    “Ren berhenti sebentar”

    Akupun berhenti lalu dia mencopot CDnya. Otomatis adikku tambah gagah. Aku tetap tak berani menatap bagian bawahnya. Setelah beberapa waktu dia membalikkan badan ke arahku. Lagi lagi aku tersedak melihat pemandangan itu.

    “Ren Adikmu lagi tegang tegangnya nih kayaknya sudah hampir keluar nih.”

    Lalu dia menyuruh aku mengolesinya dibagian payudaranya. Dia suruh aku supaya agak meremas remasnya. Aku pun ketagian acara itu disana aku melihat puting berwarna coklat muda lagi mengeras. Kadang kadang aku senggol putingnya atau aku sentil. Dia memekik dan mendesah seperti ulat kepanasan.

    “Ren terus remas.. Uhuhh remes yang kuat”
    “Tante kok jarang rambutnya dianunya Tante. Nggak kaya Mbak Ana” aku bertanya dan dia hanya tersenyum ketika tanganku beralih di daerah vagina.

    Ketika aku menyentuh vagina Tante yang jarang rambutnya. Aku gemetar ketika tanganku menyentuh gundukan itu. Belum aku kasih lulur daerah itu sudah basah dengan sendirinya. Aku disuruhnya terus mengusap usap daerah itu, kadang aku tekan bagian keduanya.

    “Ren pijatanmu enak banget.. Terus..”

    Setelah aku terus gosok dengan lembut tiba tiba Tante menegang. Serr serr, aku mencari sumber bunyi yang pelan tapi jelas. Aku tahu kalau itu berasal dibagian sensitif Tante. Lalu dia terkulai lemas.

    “Makasih ya atas acara lulurannya. Untung ada kamu. Ternyata kamu ahli juga ya”
    “Tentu Tante, kalau ada apa apa bisa andalkan Rendi”

    Lalu dia pergi dari kamar mandi itu. Aku memakai handuk untuk menutupi bagian tubuhku. Aku mengikutinya dari belakang. Ternyata dia berjalan jalan dirumah tanpa sehelai benang pun. Aku pun segera masuk ke kamar tidur yang dipersiapkan, tenyata ada pembantu yang tadi mengambilkan handuk sedang menata pakaianku ke dalam almari.

    “Den, Rendi, tadi kaget nggak ngeliat ibu telanjang” sebelum aku jawab.

    Dia memberitahukan kalau Tante itu suka telanjang dan memamerkan tubuhnya ke semua orang baik perempuan maupun laki laki tapi tidak berani kalau ada suaminya. Pembantu itu juga memberitahukan kejadian yang aneh dia sering renang telanjang dan yang paling aneh kadang kadang ketika dia menyirami bunga dia telanjang dada di depan rumah tepatnya halaman depan, padahal sering orang lewat
    depan rumah.

    “Sudah ganti sana CD ada didalam almari itu tapi kayaknya anunya den Rendi masih amatir” dia menggodaku.

    Setelah melewati beberapa hari akupun sering mandi sama Tante bahkan hampir tiap hari. Semakin dipandang tubuhnya makin oke aja. Itu semua pengalaman saya hidup dirumah Tante Reni yang aduhai. Tapi aku kecewa waktu aku meninggalkan rumah itu. Aku disana belum genap satu tahun. Karena harus balik lagi ke rumah karena ayah ibuku bekerja diluar kota dan aku harus tunggu bersama kakakku Ana.

  • Cerita Panas Terbaru Tante Yolla Suka Diajak ML

    Cerita Panas Terbaru Tante Yolla Suka Diajak ML


    250 views

    Cerita Panas Terbaru Tante Yolla Suka Diajak ML

    Pagi hari itu aku bangun pagi sekali, hari itu aku sedang libur sekolah karena seluruh kelas dipergunakan untuk Ebtanas. Karena nggak bisa tidur lagi, aku memutuskan untuk olah raga pagi. Biasa, untuk menjaga stamina tubuhku, aku selalu senam sendiri dirumahku, selain halaman belakang rumahku yg luas, papa juga menyediakan satu ruangan yg dilengkapi peralatan fitness.

    Aku mengenakan kaus ku yang paling enak dipakai, dan yg dapat menyerap keringat, kausku santai sekali, berlengan pendek sebatas pangkal lengan, dengan belahan dada yg rendah, sampai-2x gumpalan buah dadaku yg gempal itu nampak tersembul keluar bila meski aku sedang berdiri tegak, apalagi kalo menunduk…hihihi…, meskipun tanpa disanggah oleh BH pun bentuk buah dadaku tetap indah dan menantang. Untung kausku tidak ketat, karena kalau ketat bakal malah menonjolkan buah dadaku ini.

    aku nggak memakai BH karena aku agak gerah dgn BH ku yg mulai terlalu kecil itu, juga aku belum sempat untuk membeli BH baru dgn ukuran yg pas, sedang buah dadaku udah semakin besar, hanya dalam beberapa bulan saja, entah kenapa. Kupakai celana pendek yg agak ketat, saking pendeknya sampai-2x pada saat aku berdiri tegakpun, buah pantatku yg bulat itu nampak tersembul indah dan sexy. Bisa membayangkan? he..he..he..

    Selesai olah raga diruang olah raga, aku ambil sepedaku dan mulai bersepeda di kompleksku yg masih sepi itu. saat itu kurang lebih pukul 05.10 pagi, suasana masih agak dingin, masih gelap dgn penerangan lampu jalan. Di tikungan jalan, beberapa blok dari rumahku, ada pos hansip yg agak gelap karena bola lampunya yg mungkin hanya 20 watt saja. Disana ada seorang hansip yg sedang tidur-2x an, hansip itu terlihat masih muda sekali, menurutku kurang lebih baru berusia 19thn, mungkin, tubuhnya yg kurus itu terbungkus pakaian seragam hansip hijau dan terbalut sarung aja. wajahnya jelek sekali dengan giginya yg agak tonggos, matanya bundar besar tapi agak ngantuk.

    Timbul niat isengku untuk menggodanya, sambil bersepeda dari jauh kutarik kausku agar lebih kedepan, agar susuku lebih nampak jelas, karena sepedaku adalah sepeda balap, jadi aku harus menunduk apabila aku memegang setir nya. Jadi, ya bayangin sendiri gimana tampaknya… . Kuhentikan sepedaku didepan pos nya dan berpura-2x kecapaian.
    ‘pagi bang. koq tiduran bang? hayooo…nggak jaga yaa?’ sapaku. ‘eh…, pagi non’, sahutnya sambil menguap, dia bangkit duduk dan mengarahkan pandangannya kepadaku. Matanya tertumbuk pada susuku yg nampak jelas sekali disela-2x belahan kausku yg lebar itu, dia terbelalak.

    ehh, anu non, ketiduran…, capek…..’ katanya tergagap karena kaget dan matanya yg membelalak tetap tertuju pada dua gumpalan susuku itu, buah dadaku tergantung dan putingnya yg indah itu mencuat indah. ‘kenapa non? ada yg bisa dibantu?’ tanyanya.

    Aku menjawab, ‘anu bang, aku tadi terjatuh dan punggungku serta pantatku sakit sekali sekarang, bisa bantu pijit nggak bang?’ godaku. Dia memperhatikan aku dgn seksama, seperti orang yg sedang menilai-2x, wajah cantik, bahkan bisa dibilang cantik sekali, kulitnya juga putih bersih, mulus, keturunan chinese. tubuhnya masih kecil, tapi pinggulnya udah membentuk indah sekali, seperti gadis umur 20-an, pantatnya bulat sempurna, waah apalagi susu nya itu, daritadi dia memperhatikan susuku, itu susu bukan main indahnya, bergelantung dan putingnya mendongak dgn pongahnya. kulihat dia memperhatikan susuku terus.

    Sambil menengok kesekelilingnya, untuk melihat keadaan, dia berkata ‘mari non, duduk didalam sini, biar aku pijitin.’kuletakkan sepedaku dipinggir pos dan aku masuk kedalam pos ukuran 2 x 2 meter itu. Saat berdiri, kuperhatikan dia melihat puting susuku menonjol dari balik kausku, semakin menampakkan keindahan susuku, susuku yg gempal, bonggolnya yg besar, putih mulus, kulihat kontolnya udah ngaceng berat, wuaahh…asyikk pikirku mesum, aku mulai memikirkan ****** itu dalam genggamanku…, dan…. .

    Didalam pos, aku duduk disampingnya sambil membelakanginya, kuarahkan punggungku, dia dengan terampil mulai memijiti punggungku, tapi tidak lama. Dia mulai mengarahkan pijitannya ke bongkahan pantatku, katanya, ‘agak nungging dikit non, aku nggak bisa mijit kalo non duduk’ , aku merubah posisiku, kutunggingkan pantatku kearahnya, tapi dia bukannya memijit malah melorotkan celanaku, plus celana dalamku juga. Tanpa ba-bi-bu, dia mulai menciumi pantatku, diciuminya memekku yg terbuka itu dengan mulutnya
    ‘non pengen aku begini kan ….mmmhhh?’ katanya berani, aku cuman mendesis-2x nikmat ‘auuuhh….emmmh..ehhh, mmhhh…iya baanng, jilatin memekku ya baang…, aku lagi pengen banget niihhh…’, dia semakin berani memasukkan lidahnya kememekku, aku semakin geli dibuatnya.

    Dia bangkit sebentar, lalu… dengan sekali putar, dia padamkan satu-2xnya lampu didalam pos itu, khawatir ada yg lewat dan melihat kami didalam pos itu. Dia melanjutkan aksinya, sekarang dia mulai meremas-2x susuku yg dari tadi diincarnya, kausku dilepasnya dengan cepat, aku menjadi telanjang bulat, tanpa sehelai benangpun, didalam pos hansip, dipinggir jalan kompleks ku sendiri.

    Dia mulai melepasi pakaiannya sendiri, ternyata dia hanya memakai kemeja seragam, dibalik sarungnya dia tidak mengenakan apapun, terlihat olehku kontolnya yg udah ngaceng keras sekali, hitam, mengacung keatas, dengan otot-2xnya yg melingkar-2x, aku terkesima melihat ****** yg hitam itu.

    Dia membalik tubuhku dan ditelentangkan diatas dipan, dia berbaring miring di dipan dan kontolnya diarahkan kewajahku sambil wajahnya sendiri mengarah kememekku, dia menyuruhku menggengam kontolnya dan berkata ‘ayo non, kau masukkan kontolku kedalam mulut mu itu, jilati dan hisap, cicipi kontolku ini’, dia sendiri kembali mengaduk-2x memekku dan lubangnya dengan lidahnya. sambil kugenggam, aku masukkan kontolnya kedalam mulutku dan mulai mengemotnya, tanganku mengocok-2x kontolnya.

    aahhh..ahhhahhhh….ennaaakkk’ dia menikmati permainan lidahku. sementara memekku juga geli karena lidahnya kelihatannya dia nggak mau lama-2x, dia ingin permainan yg lebih dalam, tubuhku digendongnya, diangkat dan ditempelkan kedinding pos, tangannya menyanggah kedua kakiku dengan kedua lututku terlipat, kedua paha dan memekku terbuka lebar, dengan posisi tubuhku digendongnya seperti itu, diapun mulai menancapkan kontolnya kememekku, ‘ssslluuuppphhh…..addduuuhh…aduuhh baaaanng…enaak sekaliiii…terusss baaaang…terusssiinn…lebih dalaaaammm…, lebih dalaam lagii…’ teriakku nikmat, sambil menjepit pinggangnya dengan kakiku, kontolnya menancap dalam sekali dengan posisiku seperti itu, ‘aakkhhh…aduuh..memekmu enaak sekali nnooonnn…, seemmmpiiit.. bangeetthh…’ serunya sambil menambah kekuatan hujaman kontolnya.sementara kontolnya keluar masuk dengan kerasnya, tanganku memeluk kepalanya , kupeluk erat dan kusodorkan susuku untuk dilumatnya. Indah sekali pemandangan didalam pos itu, tubuhku didesaknya kedinding pos itu sambil kontolnya menancap dimemekku, mulutnya mengulum puting susuku sampai kemerah-2x an.‘ssppp…ssppphh…’ seluruh buah dadaku dijilatinya, putingku dilumatnya, digigiti dengan gemasnya, kelihatannya dia benar-2x mengagumi buah dadaku, mulutnya bergantian mengulum kedua susuku ini.

    Tidak lama kemudian dia mendesis ditelingaku, ‘aduuh…adduuhh.. aakkuu … mm ..aauu… keluarrrr nnnnooooo..oonn….’, aku juga tak mau ketinggalan, ‘hhkk…mmhh…sssshhh…aakkuu juggaa baaangg…jangan keluarin didalamm..yaa banng.. jangaan … didalam yyaaaaaa…. aaaaakkkhhhhh…’ aku keluarkan cairanku dengan kenikmatan yg luar biasa, tapi kelihatannya dia nggak ada niatan untuk mencabut kontolnya dari memekku, aku merasakan semburan pejuhnnya didalam memekku. ‘aaaakkkhhh…aakkkhhh…nnnhhh….hhkkk…udaahh keeluuaarr.. nooonn…’, aku melihat si hansip itu menikmati sekali semburan pejuhnya didalam memekku, dia kelihatan sangat menikmati tubuhku, dia tidak henti-2xnya meremas-2x buah dadaku yg gempal itu.

    Maapin abang ya non, tadi abang nggak sempat ngeluarin…, nggak apa-2x ya?’ tanyanya sambil mesem. Sial, kupikir. enak aja bilang nggak sempat, dasar. ‘iya udah deh… kan udah telanjur…’ sautku agak dongkol. Setelah itu, dia terbaring lemas tanpa sehelai benangpun ditubuhnya, sambil tangannya tetap menggenggan buah dadaku. kontolnya udah terjulai lemas, katanya ‘eemmhhh.. non, enak sekali memekmu itu, aku belum pernah merasakan memek anak gedongan yg kaya, keturunan lagi. kapan non bakal bersepeda pagi lagi?’, jawabku ‘hmm, enak yah? kontolmu itu juga enak bang, tapi aku nggak mau sering-2x beginian, ntar aku bisa hamil kalo pejuhmu selalu keluar didalam memekku ini…, gini aja, kalo aku pengen ngerasain kontolmu lagi, aku akan datang kesini lagi…, tapi lain kali kalo keluarin pejuhmu jangan didalam yah…’, ‘baik deh non, tapi keluarin nya dimana dong? habis lebih enak kalo keluarnya didalam, sambil goyang gitu…’ tanyanya tolol, ‘ya udah, lain kali keluarin pejuhmu didalam mulutku aja, biar aku nggak hamil, lagipula aku suka ngerasain pejuh didalam mulutku koq…’ jawabku enteng. si hansip muda itu hanya terbelalak dan kulihat kontolnya mulai ngaceng lagi. aku cepat-2x keluar dari pos itu. pikirku, lebih baik aku cepat-2x angkat kaki dari sini sebelum aku digarapnya lagi. bisa hamil gue.. akupun mengenakan kembali pakaianku dan melanjutkan bersepeda lagi. Seperti tidak pernah terjadi apa-2x. Dalam hati aku berpikir, andaikata dihitung, udah berapa ****** yg pernah masuk ke memekku ini, udah berapa orang yg telah menikmati tubuhku ini, aku makin pengen mencoba ******-2x yg lain, aku menikmati sekali ngentot dengan orang yg belum pernah aku kenal sebelumnya, bahkan yg namanya pun aku tidak tahu

  • Cerita Panas Tante Girang Horny Berat

    Cerita Panas Tante Girang Horny Berat


    249 views

    Cerita Panas Tante Girang Horny Berat

    Suasana rumah Tante Betty petang itu tetap lengang. Hanya tampak satu sepeda motor milik Randy serta suatu mobil Kijang terakhir yang baru saja memasuki garasi. Randy serta kakaknya, Susan, berlibur di rumah Tante Betty untuk mengisi liburan kenaikan kelas. Tante Betty sebagai wanita karier tidak jarang merasa kesepian sebab ia belum bersuami. Ia sangat bahagia jika ponakan-ponakannya berkunjung ke rumahnya, apalagi hingga menginap lama semacam yang diperbuat anak dari kakak pertama serta keduanya itu.

    Susan baru saja pulang dari rumah Nina saat waktu menunjukkan pukul 19:30. Menonton suasana rumah kosong ia segera masuk kamar. Matanya tampak sembab menandakan ia baru saja menangis. Meskipun jauh-jauh hari Susan telah merasakan perubahan sikap Ari, tetapi tetap saja kaget dengan keputusan kekasihnya itu untuk tidak meneruskan hubungan mereka lagi. Apalagi di telepon tadi, Ari yang berbicara bahwa mereka tidak tepat semacam dibuat-buat saja. Tapi Susan juga bukan gadis yang lemah. Baginya, tidak ada argumen baginya untuk menjadi gadis yang cengeng diusianya yang telah menginjak delapan belas. Pintu kamar Susan tiba-tiba saja terbuka. Kepala Randy timbul dari balik pintu sambil tersenyum. “Baru datang, Kak?”, tanya Randy sambil ngeloyor masuk walau kakaknya sedang berganti pakaian. Randy berlangsung acuh tidak acuh. “Iya..”, jawab Susan singkat. Pikirannya tetap sumpek dengan kejadian tadi siang. Segera saja direbahkan badannya di kasur seusai mengganti baju perginya dengan daster tipis. “Kok, lesu gitu.., Kenapa?”, Randy yang baru kelas dua SMP itu menghampiri Susan.

    Ia juga kemudian merebahkan badannya disamping kakaknya tersebut. Susan hanya diam saja seolah tidak mendengar pertanyaan adiknya. Matanya menerawang menonton langit-langit kamar. Randy pun akhirnya memperhatikan sepupunya tersebut. Susan terbukti sangatlah cantik. Kadang-kadang ia merasa lebih bahagia kalau Susan bukan saudaranya. Mungkin sebab tidak jarangkali ia tanpa sadar mengagumi tubuh Susan. Entah mengapa belakangan ini minatnya kepada wanita begitu meningkat. Ia bahkan suka sekali menonton-lihat pose wanita di majalah kosmopolitan milik kakaknya itu. Biasanya ia sehingga terangsang serta onani di kamar mandi. “Sret..”, Sepersekian detik posisi tangan Susan bergerak terbuktiku kepalanya sendiri serta tanpa ia sadari belahan baju di dadanya menjadi terbuka.

    Menonton faktor demikian Randy sehingga sedikit canggung. Ia kebingungan sekaligus menyukai pemandangan itu. Randy agak berdebar-debar ketika ia terus jelas menonton lekuk buah dada kakaknya yang tampak ranum serta indah. Apalagi tampak tonjolan puting di balik daster tipis itu. Batang penisnya terasa sedikit mengeras. Sebab dorongan hasratnya, Randy memberanikan diri perlahan-lahan mendekati tubuh Susan. Ia merangkul pinggang kakaknya tersebut. Merasakan sentuhan di tubuhnya, membikin rasa kecewa Susan terus mendalam. Air matanya mulai keluar serta ia segera membalikkan badan membelakangi adiknya. Ia tidak mau menangis di hadapan Randy. Posisi demikian membikin Randy dapat merangkul Susan dengan bebas dari belakang. “Kamu cantik deh.., malam ini..”, ucap Randy tanpa sadar. Susan pun hanya diam saja. Yang ia butuhkan saat ini hanyalah ada orang yang menyayanginya.

    Randy kemudian melingkarkan tangannya ke pinggang Susan. Gadis yang merasa sedang bersedih itu sedikit bergerak lebih mendekatkan badannya ke dalam pelukan Randy. Ia ingin ada orang yang menghiburnya disaat-saat seperti ini. Respon Susan ini membuat Randy berani menggerakan tangannya dengan lembut untuk menyentuh bagian bawah buah dada sepupunya. Susan hanya memejamkan mata saja. Posisi tubuh yang berhimpitan itu membuat pikiran Randy semakin tidak menentu. Apalagi batang penisnya yang berhimpitan dengan pantat Susan. Perlahan ia mulai meremas dengan halus buah dada sepupunya tersebut.

    Susan pun dalam keadaan sedang sedih menjadi merasa sangat tenang karena adiknya seperti mengerti kesedihannya. Ia tahan terhadap seorang sepupu. Ia juga membiarkan telapak tangan Randy membelai-belai buah dadanya yang memang tidak memakai beha. Belaian Randy pada bagian tubuhnya yang sensitif tersebut membuat jantung Susan sedikit berdebar-debar. Tapi ia segera menganggap wajar sentuhan kasih sayang sepupunya tersebut.

    Randy pun mulai berani menciumi bagian tengkuk leher Susan sambil memasukkan tangannya ke dalam daster Susan. Perasaan Susan menjadi sedikit tidak karuan. Ia mulai menyadari bahwa sentuhan sepupunya bukan lagi sentuhan kasih sayang, tapi di satu sisi ia amat menikmati sentuhan itu. Terutama remasan telapak tangan Randy terhadap puting susunya. Perasaan sedih yang sedang ia alami seperti berganti dengan keinginan untuk terus dibelai. Ia ingin menghentikan Randy, namun sentuhan itu membangkitkan perasaan lain dalam kesedihannya. Sentuhan-sentuhan halus itu membuat bulu tengkuknya berdiri. Buah dadanya pun menjadi agak mengeras oleh karena sentuhan dan remasan lembut tangan Randy. “Ran, mmh.., udah ah.., aku kegelian”, akhirnya Susan berusaha menyudahi aktivitas itu.
    “Ah, aku kan sayang sama kamu”, sahut Randy sambil sedikit ngos-ngosan. Ia masih saja merabai tubuh sepupunya. “Engh, badanku jadi lemas semua nih”, tanpa sadar Susan berucap sambil setengah merengek.

    Kemaluannya bagian bawah pun mulai terasa hangat dan lembab. Randy tidak menghiraukan perkataan sepupunya tersebut, ia masih terus meremas-remas payudara Susan. Malah ia mulai memasukkan satu tangannya ke dalam celana dalam sepupunya. Bulu-bulu halus di kemaluan Susan pun terasa di telapak tangan Randy. Iapun menyentuh bibir vagina sepupunya itu. Susan menggelinjang. Nafasnya mulai tidak terkontrol. Kesadarannya pun mulai hilang. Sekilas ia hanya menyadari bahwa ia sedang dicumbui oleh sepupunya sendiri. Kemaluannya sudah mulai berdenyut-denyut. Randy secara lembut namun penuh nafsu mulai merebahkan tubuh Susan. Kemaluannya seperti ingin membutuhkan sesuatu. Ditindihnya tubuh sepupunya dengan birahi yang mulai tidak terkontrol. Segera saja ia buka kancing daster sepupunya. Tampak dengan jelas kedua belah buah dada sepupunya yang indah itu dengan putingnya yang telah berdiri tegak. Ia langsung mengulumi puting buah dada sepupunya tersebut.

    “Ran.., ngmhhnghh.., udah dong.., sshh”, ucap Susan ketika sekilas kesadarannya datang. Namun Randy sudak asyik dengan aktivitas birahinya. Lidahnya mempermainkan puting susu sepupunya dengan penuh perasaan. Mata Susan terpejam dan tangannya membelai kepala Randy, merasakan kenikmatan jilatan-jilatannya. Randy akhirnya mulai tak sabar, ditariknya turun celana dalam sepupunya tersebut. Susan sudah benat-benar dikuasai nafsu. Ia tidak sadar ketika celana dalamnya terlepas. Randy pun segera memelorotkan celana pendeknya sendiri sampai batang penisnya terlihat tegak. Dikangkangkannya kedua kaki Susan dengan perlahan. Kemualuannya segera ia arahkan ke dalam pangkal paha Susan. “Sleep!”, Setengah detik kemudian kemaluan Randy mulai memasuki liang vagina Susan. Terasa hangat dan empuk. Sesaat Susan seperti tersadar apa yang sedang terjadi, namun kesadarannya langsung hilang ketika Randy mulai menggerakan pinggangnya naik turun.

    Napas Randy semakin ngos-ngosan tatkala tubuhnya mulai bergerak menindih tubuh sepupunya yang mulus itu. Buah dada Susan bergoyang-goyang karena gerakan sodokan Randy terhadap tubuhnya. Semuanya seperti tidak dapat dihentikan begitu saja. Kesadaran Susan pun telah musnah berganti kebutuhan untuk dicumbui. Ia akhirnya juga merespon gerakkan yang dilakukan sepupunya tersebut. Kemaluannya berdenyut-denyut ketika penis sepupunya terus bergerak dalam liang kemaluannya. Pinggangnya bergerak berputar-putar dan sambil merintih penuh rasa nikmat.

    “Ran.., nghh enghhnak.., enghh terusshhsshh”, rintih Susan dalam kenikmatan. Desahan Susan membuat nafsu Randy semakin menjadi-jadi. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa gadis yang sedang ia setubuhi adalah kakak sepupunya sendiri. Konsentrasi Randy hanyalah pada gerakan tubuhnya yang maju mundur. Batang penisnya seperti dipijit-pijit di dalam lubang kemaluan Susan. Ia semakin mempercepat gerakannya karena terasa sesuatu yang mendesak batang kemaluannya. “Engghh.., yang.., engghh lebihhss kerassh..sshh”, Susan mendesah merasa saat itu dirinya telah membubung tinggi.

    Randy semakin mempercepat gerakannya. Bunyi kecepak-kecepuk menjadi semakin berirama. Randy merasa kemaluannya seperti akan meledak. Gerakannya kini telah menjadi hentakan-hentakan. Susan masih terus memeluk erat tubuh sepupunya sambil matanya terus terpejam. “Esshh.., Ahh.., ahh..ampirr.., ashh”, Susan mendesah-desah. Ia merasa tubuhnya sudah hampir mencapai puncak. Gerakan tubuh keduanya menjadi sangat cepat. Tiba-tiba Randy menghentakkan badannya dengan keras dan lama ke dalam tubuh sepupunya. Kedua tubuh itu tampak bergetar. Tangan Susan pun memeluk tubuh Randy tak kalah eratnya. Keduanya telah sampai dipuncak kenikmatan.

    Adegan kedua sepupu itu tanpa disadari sebenarnya dilihat oleh Tante Betty dari balik pintu. Tante Betty benar-benar bingung dengan apa yang dilihatnya. Ia sebenarnya ingin segera memasuki kamar itu namun ia segera menyadari bahwa hal itu dapat memperburuk keadaan. Beberapa saat kemudian Tante Betty melihat keduanya tampak tertidur. Kedua ponakannya itu terkulai lemas dalam keadaan telanjang. Dengan perlahan ia memasuki kamar itu dan mendekati ranjang tempat dua ponakannya tertidur lelap.

    Ia mulai menatap wajah kedua ponakannya dengan rasa galau. Mungkin karena aku terlalu sibuk sehingga hal ini sampai terjadi ucapnya dalam hati. Dengan perlahan ia mulai menaiki kasur dan mendekatkan badannya pada tubuh Susan. Dipeluknya gadis ponakannya itu dengan penuh rasa kasih sayang. Melihat tubuh gadisnya yang sintal dengan buah dada yang ranum membuatnya tersadar bahwa Susan memang mungkin sudah saatnya dewasa. Benar-benar kesalahanku, keluhnya.

    Randy yang merasa ada orang datang mulai terbangun. Kelopak matanya terbuka perlahan dan tampak tantenya memakai daster biru membelakanginya. Lekuk tubuh tantenya tampak indah dalam keremangan kamar. Dalam keadaan setengah sadar, ia masih merasakan kenikmatan yang baru saja dilaluinya bersama Susan. Tak terasa beberapa saat kemaluannya menegang kembali.

    Kebutuhan yang mulai mendesak itu membuat Randy mulai salah tingkah. Tiba-tiba saja ia ingin menyentuh tubuh tantenya yang berada di hadapannya. Apalagi lekuk tubuh tantenya terlihat sangat indah. Namun ia sangat takut apabila tantenya marah. Maka iapun berpura-pura tidur dan memejamkan mata. Dalam keadaan yang mulai birahi kembali Randy memutar otaknya agar dorongannya tersebut terpuaskan. Maka dengan pura-pura dalam keadaan tidur Randy menggerakan badannya untuk dapat memeluk tubuh tantenya.

    Tante Betty yang merasa tubuh Randy bergerak segara membalikkan badan dan memeluk tubuh Randy. Buah dadanya yang hanya dibalut daster biru terasa menyentuh bagian muka Randy. Tante Betty pun mulai membelai kepala Randy dengan penuh kelembutan. Diperhatikan ponakan laki-lakinya dari atas kepala dan turun ke bawah. Pasti banyak yang naksir, ucap tante Betty dalam hati melihat kepolosan wajah ponakannya itu.

    Tiba-tiba wajah Tante Betty memerah. Tak sengaja matanya menyapu penis Randy yang agak menegang. Ia berusaha menenangkan diri bahwa yang dihadapannya adalah keponakannya sendiri. Namun jantungnya semakin berdebar-debar. Apalagi diusia yang telah memasuki usia tiga puluh tahun ini ia belum pernah disentuh laki-laki. Kebutuhan seksualnya selama ini ia alihkan dengan menyibukkan diri pada pekerjaan. Sebagai wanita matang, selama ini ia belum pernah melihat tubuh laki-laki dewasa dalam keadaan telanjang. Tubuh Randy pun juga mulai mekar di usia enam belas tahun itu. Tiba-tiba kepala tante Betty terasa agak berkunang-kunang.

    Tanpa sadar tangan Tante Betty mulai bergerak mendekati batang penis Randy. Dengan perlahan-lahan agar Randy tidak terbangun, Tante Betty mulai menyentuh batang penis Randy. Terasa hangat dan agak keras. Dibelai-belai batang penis itu dengan penuh kelembutan. Ia membayangkan andai saja batang penis itu mendesak-desak di lubang kemaluannya. Matanya mulai terpejam. Tanpa sadar tangannya yang sebelah meremas buah dadanya sendiri. Terasa ada cairan hangat mengalir di dalam kemaluannya. Mau tidak mau Tante Betty mengakui bahwa ia mulai terangsang setelah menyentuh batang penis Ponakannya.

    Tiba-tiba saja tangan Randy bergerak. Rasa kaget itu membuat Tante Betty menghentikan sentuhannya. Ia memejamkan mata sambil berbaring dalam keadaan memeluk ponakannya. Harapannya adalah Randy menganggapnya tidur. Merasakan apa yang baru saja dilakukan tantenya terhadap penisnya, Randy menjadi berani. Dibukanya ritsluiting atas daster tantenya. Tampak di depan matanya buah dada yang lebih besar dari kepunyaan Susan. Tampak pula tonjolan mungil puting Tante Betty yang berwarna merah kecoklat-coklatan. Randy sudah tidak sabar. Ia langsung mengulum puting susu tantenya yang sudah mulai menegang itu. Buah dada tantenya pun mulai terasa mengeras.

    Tante Betty kebingungan dengan apa yang dilakukan ponakannya itu. Sekilas hampir saja ia beranjak bangun. Seharusnya ia menegur yang dilakukan ponakannya itu. Tapi jangan-jangan ia tahu apa yang tadi kulakukan, pikir Tante Betty. Ia menjadi takut sendiri kalau hal itu benar-benar terjadi. Pasti bisa memalukan dirinya jika ponakannya melapor pada mamanya.

    Akhirnya dengan pasrah, Tante Betty tetap berpura-pura tidur. Apalagi sentuhan lidah Randy pada putingnya membawa kenikmatan yang luas biasa. Bahkan ia mulai menikmati sepenuhnya ketika kuluman Randy disertai gigitan kecil. Tante Betty pun mengigit bibir karena cumbuan ponakannya.

    “Ssshh..”, tanpa sadar Tante Betty mendesah penuh kenikmatan saat Randy mengulum puting buah dadanya.
    Ia pun memegangi kepala ponakannya dengan penuh kelembutan seperti tidak boleh membiarkan aktivitas itu berhenti. Kesadarannya mulai kabur dan seluruh sendi tubuhnya menjadi sangat lemas. Randy tahu bahwa tantenya berpura-pura tidur. Ia juga tahu kalau tantenya benar-benar menikmati semua yang dia lakukan pada tubuh tantenya itu. Hal ini semakin membangkitkan keberaniannya. Ia segera membuka daster Tante Betty sambil terus mengulum puting serta meremas-remas tubuh Tante Betty. Dijilatinya seluruh tubuh tantenya.

    “Enghh.., ahhng.., ahh.., nggssh”, Tante Betty mendesah tanpa mampu menahan apa yang dilakukan ponakannya tersebut. Tubuhnya seperti tidak mau berhenti dijilati. Saat ini dia hanya ingin terus disentuh dengan penuh kemesraan. Napas Randy mulai ngos-ngosan. Kebutuhannya untuk memuaskan dorongan kebutuhannya membuat ia segera membuka celana dalam Tante Betty. Pemandangan bulu-bulu halus di sekitar kemaluan tantenya membuat Randy semakin bernafsu. Diarahkan batang penisnya ke dalam selangkangan tante Betty.

    “Sleep!”, Batang Penisnya pun telah masuk ke dalam lubang kemaluan tantenya. Tante Betty merasakan tubuhnya dimasuki sesuatu yang terasa luar biasa enaknya. Matanya terpejam sangat dalam. Tubuhnya mulai merespon gerakan naik turun Randy. Nafasnya tidak teratur dipenuhi dengan dorongan nafsu yang mulai tinggi. “Aahh.., esshh.., ahh”, Tante Betty mulai mengerang kenikmatan.

    Ia pun memegangi pantat Randy untuk membantu gerakan naik turun. Mendengar suara desahan-desahan Susan pun terbangun. Ia sedikit terhenyak melihat tubuh tantenya dalam keadaan telanjang ditindih oleh Randy. Dilihatnya Randy dengan penuh nafsu menyetubuhi Tante Betty. Susan pun agak bingung bahwa Tantenya itu justru merepon dengan desahan-desahan. Tangan Randy memegangi paha Tante Betty dan pinggangnya terus bergerak di sela-sela selangkangan tantenya itu. Melihat adegan sepupu serta desahan tantenya dalam ruangan yang remang-remang ini membuat Susan mulai terangsang.

    Tanpa sadar Susan mendekati wajah tantenya itu. Diciumnya bibir Tante Betty. Tante Betty pun dalam keadaan yang sudah di awang-awang segera merespon ciuman itu dengan lumatan yang penuh birahi. Randy sudah asyik dengan aktivitas maju-mundur untuk meningkatkan kenikmatannya.

    “Eng.., ssh.., nikmat.., Ran”, desah Susan sambil disela-sela ciumannya dengan Tante Betty. Penis Randy terasa semakin tersedot-sedot.
    Suara kecepak kecepok menjadi semakin keras dan berirama sering dengan gerakan Penis Randy memasuki liang vagina Tante Betty.
    Susan semakin larut dengan permainan tante dan sepupunya itu. Vaginanya pun telah menjadi basah karena terangsang melihat adegan sepupu dan tantenya itu. Kepala Susan kemudian bergerak turun. Bibirnya mengulum puting dan tangannya meremas-remas buah dada tantenya.

    “Enghss.., enghh.., terusshhin.., engshh”, Tante Betty semakin merasa terbang di awang-awang. Gerakan Randy membuat vaginanya terasa sangat nikmat. Jilatan lidah Susan pada putingnya semakin membuat nafsunya menjadi-jadi. Nafasnya menjadi semakin tidak teratur. Cumbuan kedua ponakannya memenuhi kebutuhan seksualnya yang sudah tertahan belasan tahun. Tubuhnya pun ikut maju-mundur seiring dengan gerakan Randy. Ia pun semakin mempererat pelukannya pada Randy. Gerakan maju-mundur Randy diimbangi dengan gerakan bergoyang-goyang oleh Tante Betty.

    Aktivitas ini membuat ia merasa ada sesuatu yang mendesak. Tante Betty semakin mempercepat goyangannya. Ia memeluk Randy sangat erat sambil terus mengoyangkan pinggulnya dengan cepat. Tiba-tiba tubuh Tante Betty menegang dan vaginanya berdenyut-denyut seperti meledakkan sesuatu. Ia merasa tubuhnya hancur berkeping-keping dalam kenikmatan. “Ran.., ganti aku aja.., Tante udah lemas tuh”, ucap Susan tanpa malu-malu. Ia segera mengangkangkan kakinya. Nafsunya sudah memuncak dan harus dipenuh. Seluruh bagian tubuhnya seperti menuntut untuk dicumbui. Randy pun menarik penis dari kemaluan tantenya yang telah terkulai itu. Diarahkannya batang kemaluannya itu ke arah lubang kemaluan Susan yang telah mengangkang itu. “Sleep!”, Penisnya langsung terasa tersedot-sedot. Ditindihnya tubuh sepupunya itu. Mereka sudah dikuasai oleh birahi yang tak tertahankan. Kebutuhan itu saling memuaskan membuat tidak ada lagi kecanggungan diantara mereka. Randy menciumi buah dada Susan sambil pinggang melakukan gerakan naik turun. Susan melingkarkan tangannya pada punggung Randy.

    “Enghh terusshh.., Ran.., masukin terus.., enggsshh”, desah Susan sambil matanya masih terus terpejam. Dengan perlahan Randy menarik tubuh Susan agar duduk di atas pinggang Randy. Posisi ini semakin membuat penis Randy lebih bisa masuk lebih dalam lagi. Tangan Randy memegangi pantat sepupunya itu. Susan juga merasa vaginanya terisi lebih penuh oleh batang kemaluan Randy.

    Randy semakin merasa penisnya disedot-sedot oleh kemaluan sepupunya. Susan yang berada di atas tubuh Randy mulai menggerakkan bandannya. Keduanya telah larut dalam gerakan berirama. Randy semakin memperdalam gerakannya pada selangkangan sepupunya. Susan pun mencontoh gerakan tantenya dengan menggoyang-goyang pinggangnya.

    “Enghh.., terus.., Ran.., Enghh enaahkk”, mata Susan terpejam dan bibirnya mendesah.
    Randy terus menggerakan pinggangnya semakin cepat. Goyangan Susan pun menjadi samakin cepat pula. Kedua tubuh itu telah menyatu dalam kebutuhan yang tak tertahankan. Vaginanya terasa semakin berdenyut-denyut oleh sodokan-sodokan penis sepupunya itu.
    “Lebihh kerashh.., enghh lagi”, Susan merasakan tubuhnya akan meledak.

    Gerakan keduanya menjadi semakin cepat dan keras. Tiba-tiba saja tubuh keduanya menegang secara bersamaan tanda mereka mencapai puncak kenimatan bersamaan. Beberapa saat kemudian ketiganya sudah tertidur pulas dalam keadaan telanjang
    Peristiwa semalam tampaknya dianggap seperti tidak pernah ada oleh Tante Betty. Saat makan pagi, tante Betty tampak berusaha bersikap santai.

    “Ran, kamu mau kemana hari ini”, tanya Tante Betty sambil mengoleskan mentega pada roti tawarnya.
    Ia sudah mengenakan busana kerja. Blus krem dan rok span abu-abu. “Mungkin ke toko buku, ada novel Shedney Shieldon yang baru”, ucap Randy sambil berpura-pura membaca koran. Ia masih sungkan dengan Tante Betty mengingat apa yang dilakukannya semalam. Ia takut kalau sampai Tante Betty lapor ke mamanya. Bisa-bisa aku dibunuh oleh Papa, pikirnya. “Kalau gitu ini buat beli novelnya”, ucap Tante Betty sambil menyodorkan dua lembar uang lima puluh ribuan. Randy pun mendongakan kepalanya sambil terheran-heran. Dilihatnya Tante Betty mengangguk. Tanda ia harus menerima uang itu. “Makasih ya, Tante”, ucap Randy sambil menyorongkan badannya memeluk Tante Betty, Merekapun berangkulan erat. Tiba-tiba Tante Betty berbisik”, Yang tadi malem jangan kasih tau siapa-siapa ya, Ran”.
    “Iya, Tante”. Kemaluan Randy terasa mengeras.

    “Terus kalau Randy takut tidur sendirian, tidur di kamar Tante aja ya”, ucap Tante Betty dengan nada datar. Ia tidak mau Randy menangkap keinginannya. Namun bagi Randy kata-kata itu seperti undangan yang sangat jelas maksudnya. Randy pun sedikit melonggarkan pelukannya dan melihat wajah Tante Betty tampak agak memerah. Hasrat untuk melakukan aktivitas seperti semalam menggelegak dalam dirinya. Tanpa sadar diciumnya bibir Tante Betty. Pertama lembut namun kemudian semakin ganas. Kebutuhannya mulai tak tertahankan. Tante Betty sempat gelagapan dengan apa yang dilakukan oleh Randy. Ia tidak mengira Randy sudah berani terang-terangan. Namun sekian detik kemudian ia mulai membalas ciuman itu. Mereka saling melumat lidah dan menghisap. Ia bahkan membiarkan tangan Randy membuka kancing blusnya. Tangan Randy segera menyisihkan BH dan meremasi buah dadanya. Semakin lama buah dada itu terasa mengeras.

    “Sudah, Ran. Tante mau ke kantor”, ucap Tante Betty sambil berpura-pura tidak mau.
    Namun tampaknya Randy tidak peduli. Ia mulai menciumi leher tante Betty dengan lembut. Tangannya yang satu bahkan mulai mengangkat span abu-abu itu hingga celana dalam tante Betty terlihat. Tangan Randy pun mulai menggerayangi sesuatu yang ada di balik celana dalam itu.

    “Ash.., neghh, udah, Ran”, desah Tante Betty. Ia tidak ingin terlambat. Tender proyek dua M itu bisa hilang, pikir tante Betty. Namun apa yang dilakukan ponakannya ini benar-benar terasa nikmat. Akhirnya ia membalikkan badan dan segera menurunkan celana dalamnya. “Udah, Ran dari belakang aja”, ucap Tante Betty sunguh-sungguh. Rani, teman kantornya, pernah mengatakan kalau pria bersetubuh lewat belakang akan cepat ejakulasi. Paling tidak ia masih sempat merasakan persetubuhan dan tidak terlambat ke kantor.

    Kesempatan itu tidak disia-siakan Randy. Dipelorotkannya celana pendeknya. Batang penisnya tampak sudah sangat tegang. Perlahan diarahkannya penisnya ke vagina Tante Betty. “Slepp!”, Penis Randy mulai memasuki lubang kemaluan Tante Betty. Lututnya seperti hampir copot ketika penis itu masuk ke dalam lubang vagina Tante Betty. Tante Betty juga segera merasa lemas. Ia pun segera menahan badannya pada sandaran sofa. Posisinya seperti orang yang akan naik kuda.

    “Eenghh.., nikmat, terusshh”, desah Tante Betty sambil memejamkan mata. Randy memegangi pinggang tantenya dan terus menyodok-nyodokan penisnya ke vagina Tante Betty. Penisnya terasa seperti dipijat-pijat dan disedot-sedot. Ia kemudian ikut membungkukkan badan agar tangannya dapat meremas buah dada Tante Betty yang ranum menggantung.

    Gerakan mereka makin lama makin cepat. Tante Betty sudah tertelungkup di sandaran sofa dan Randy menyetubuhinya dari belakangnya. Kenikmatan itu semakin membuat ia lupa urusan kantornya.
    “Terusshh, Ran.., enakk”, desah Tante Betty.

    Beberapa saat kemudian Randy mempercepat gerakannya. Ia memeluk erat tubuh Tante Betty namun pinggangya masih melakukan gerakan maju-mundur. Tiba-tiba tubuhnya mengejang sambil penisnya disorongkan secara mendalam ke lubang kemaluan Tante Betty. Ia telah sampai di pucak kenikmatan.

    “Cret.., cret.., cret”, sperma Randy membasahi lubang kemaluan Tante Betty. Ia kemudian menarik penisnya dan segera menjatuhkan badannya ke sofa. Tante Betty segera menaikkan celana dalamnya dan merapikan blus serta rok mininya. Dilihatnya ponakannya memandang dengan mesra. Tampaknya kecanggungan diantara mereka sudah luntur dan berganti hubungan dua lawan jenis yang saling membutuhkan. Tante Betty pun mau tidak mau mulai mengakui bahwa ia tidak lagi melihat Randy sebagai ponakannya namun tak lain sebagai pria yang mampu memberikan kepuasan seksualnya.

    “Udah, ya Tante ke kantor dulu”, ucap Tante Betty sambil mendekati Randy.
    Mereka berciuman dengan mesra seperti seorang kekasih. Setelah melihat jam di dinding, Tante Betty segera beranjak ke garasi. Ia sudah terlambat sepuluh menit. Tak lama kemudian deru suara mobil pun berbunyi dan semakin lama semakin menghilang. Randy pun segera memakai celananya dan tertidur di sofa.

  • Cerita Panas Teteh Khilaf

    Cerita Panas Teteh Khilaf


    466 views

    Cerita Panas Teteh Khilaf

    Siang itu,aku habis pulang dari Serpong untuk urusan bisnis.Karena bakal lewat Pamulang,iseng-iseng aku telpon Mas Rido kakak iparku.Ya sekedar tanya kabar dan kalo bisa pengen mampir gitu.Aslinya pengen ketemu Teh Aida coz dah lama gak ketemu. Hehehe,sekedar ingin menyalurkan hasrat kalo ada kesempatan.

    Tapi mas Rido lagi gak ada di rumah.Dia lagi ngedosenin katanya.Tapi kalo mau mampir,dateng aja.Coz di rumah katanya ada teh Aida istrinya.Yes,yes,yeee….sssss!!!.Ini yg kuharapkan.Jadinya aku bisa ngesextenang bareng teh Aida.

    Sekitar 30 menit kemudian,aku nyampe di komplek perumahan tempat mas Rido dan teh Aida tinggal.Tak lupa aku membawa oleh wat mereka terutama anaknya mas Rido,eh anakku lah buah perselingkuhanku dgn teh Aida.

    Setelah nyampe,aku tekan bel rumahnya dan bilang salam.

    Assalaamu’alaikum!!!.Tak berapa lama kemudian ada jawaban wa’alaikum salam dari dalam rumah kemudian pintu pun terbuka.

    Eh Vino,ayo masuk. Sambutnya ramah.
    Dari mana Vin? Bareng Nafisah? Tanya dia.
    O…h,habis dari Serpong teh,ada urusan bisnis.
    Nggak lah teh,Nafisah mah lagi di rumah.

    Setelah duduk di kursi,teh Aida bikinin aku minuman.Lalu sama-sama duduk dan ngobrol.

    Emang bisnis apaan Vin?
    Adalah,pokoknya lumayan kataku.
    Ni oleh-oleh wat Najif. Kataku sambil ngasih bungkusan.
    Ah gak usah repot-repot Vin.
    Gak jg teh,kan wat anakku.Jawabku sambil cengengesan.
    Teh Aida nyubit pahaku. A…w,sakit teh.
    Tadi Vino habis dari Serpong,terus nelpon mas Rido mo mampir,eh dia lagi ngajar katanya.Ya udah aku mampir kesini aja,toh dia jg nyuruh. Kataku sambil pindah duduk ke samping teh Aida.
    Sayang,aku kangen.Langsung kupeluk teh Aida dan kukiz pipinya.
    Vino,tenang dulu donk. Aduh,
    Vino dah kuangen banget teh.

    Tanpa menunggu basa basi dulu,aku langsung menyergap teh Aida.Dia sampe kewalahan loh.Langsung kupeluk dia sambil kuremas-remas teteknya dari balik gamisnya.

    Vin,nanti ada orang!Kata dia dgn nafas berat.
    Ah biarin teh.Kan mas Rido lagi ngajar ngedosenin.Tukasku.

    Tanpa menunggu lama,aku langsung menarik rok dia keatas.Kuremas vaginanya dari balik CD-nya.

    A….h,sshhh!Teh Aida mendesah dan mengerang.
    Pelan-pelan donk Vino. Kata Teh Aida.
    Vino dah gak kuat teh,kangen banget ma teteh.Dah lama kita gak ngentot sayang. Kataku sambil menarik dan melepas jilbab dan gamis dia.

    Setelah dia telanjang,aku membaringkan dia di sofa.Tanpa menunggu lama,aku langsung menjilati seluruh badan dia.Dgn terburu-buru aku pun melepas semua pakaianku.

    Kubuka kedua paha dia dan langsung aku menyerbu vaginanya.Kujilati vaginanya dan kusedot itilnya.

    A….h,mmmhh,sshhh,o….h,terus saya….ng! Teh Aida merintih dan mengerang mendapatkan serangan dari aku.

    Lalu,tanpa menunggu lama aku menindih dia dan mengarahkan penisku ke lobang vaginanya.Aku menggesek-gesek dulu sebentar,lalu zlep,blez. Penisku langsung ilang ditelan vagina teh Aida.

    A….h,nikmat banget. Vaginanya tetep sempit dan peret men. Maklum dia lahiran lewat cesar.

    Kudiamkan penisku sejenak merasakan kedutan dan remasan vagina teh Aida.Lalu aku mulai memompa penisku.Plok plok plok.Suara paha kami beradu.

    A…..h,ssshh,yg kenceng saya….ng!Teh Aida mengerang dgn keras merasakan nikmatnya sodokan penisku.

    Kami terus bergumul.Entah berapa kali teh Aida dapet orgasme.Yg jelas aku belum.

    Sekitar 15 menit kemudian,aku pun menyusul mau orgasme.Sayang,Vino mau dapet neh!A…h,terus sayang,yg kence…ng!Teh Aida berteriak kenceng.Aku pun semakin mempercepat sodokanku.A…h,o…h,saya….ng,Vino mo nyampe ne..h!Aku jg saya…ng!Lalu,se…r.Crot crot crot.Kontoku memuntahkan laharnya dgn banyak dalam vagina teh Aida.Teh Aida memelukku dgn erat.Kedua kakinya mengapit kuat di pinggangku.Kami menikmati sisa-sisa dari orgasme kami.Kami saling berpelukan dgn lemasnya.

    Sedang asyiknya kami begitu,tiba-tiba.

    “Astaghirulla….h!!!Tete….h!!!Lagi ngapain kalia….n???!!!.Kami terperanjat dan bangun.

    Kulihat di depan ada seorang cewek cantik berdandan akhwat sambil bertolak pinggang. Ampyu….n!Kacau deh!

    Ampyu….n, kiamat kubro ne. Teh Aida gak bisa ngapa-ngapain.Wajahnya merah padam.Dia bagaikan patung aja.

    Astaghfirullaah!Bener-bener gak nygka. Ternyata teteh lebih dari bintang. Kata si cewek berapi-api.

    Teh Aida gak ngejawab.Dia malah menangis.

    Hey kamu!Dasar bajingan,binatang kamu!!Katanya ke aku.
    Bener-bener kalian.Gak tahu malu. Katanya lagi.
    Maafin teteh de,teteh khilaf. Katanya sambil merangkul cewek itu.

    Ternyata dia adiknya teh Aida. Teteh gak tahu malu. Bener-bener binatang.

    Aisyah gak bakal maafin teteh.Katanya sambil mendorong Aida.

    Aku hanya melongok aja menyaksikan itu.Ya dah mati kutu waktu itu.

    Siapa itu? Kata si Aisyah sambil menunjuk ke arahku.
    Ampun ais,jangan bilang sapa-sapa.Teteh bener-bener khilaf,tadi dia memaksa teteh.
    Dia adik ipar mas Rido.Biadab kalian! Katanya lagi.

    Lalu Aisyah menuju ke arahku. Plak,plak.Pipiku kena tampar dia.

    Syetan kamu.Tega bener kamu ngotorin kakak iparmu sendiri.Timpalnya.

    Anjrit.Denger gitu aku panas jg.Enak banget dia bilang gitu.Aida lagi.Bilang dipaksa sama aku.Pas dia mau nampar aku lagi,langsung kutangkap tangannya.Kepalang tanggung dah.Fikirku.

    Eit,jangan gitu cantik.Tangan mu lembut banget ya.
    Syeta…n,lepasin tanganku.Kata dia sambil berusaha menarik tangannya pengen lepas.
    Hey cantik.Tanya kakakmu.Gue bermain sama-sama senang tau.
    Ibli…s,lepaskan tanganku.Katanya lagi.

    Fikiranku dah gelap.Dah kepalang tanggung.Mending kugarap sekalian.Fikirku.Langsung kutarik dia ke sofa.Dia berusaha terus ingin lepas.Tangan kirinya berusaha mencakar mukaku.Tapi apa daya men.Tenaga cewek.Gini-gini gue jg sabuk item karate sama taekwondo.

    Udah kutarik dan langsung kutindih dia.

    Syeta….n,lepasin aku jahannam.Dia teriak-teriak sambil berusaha ingin lepas.
    Udah diem cantik.Sebentar lagi kamu bakalan dapet yg enak.Timpalku.

    Tiba dia menggigit tanganku.

    Syetan.Sakit jg.Langsung aja dgn reflek kuhantam lehernya.
    A….kh.Dia pingsan men!Kubaringkan dia di sofa.
    Adik mu teh?Tanyaku sambil melirik teh Aida.

    Tiba-tiba plak,plak,Aida menampar mukaku,

    bajingan kamu Vino.Kata dia sambil menangis.
    Udah lah teh.Toh kita dah ketahuan.
    Iya,gara-gara kamu,hancur keluargaku.
    Gimana kalo dia bilang mas Rido?Isak Aida.
    Tenang aja sayang,Vino jamin gak bakal sampe ketahuan,tenang aja say.Aku tertawa ngehkeh ke teh Aida.
    Mau ngapain kamu Vino?Tanya teh Aida pas melihatku mendekat ke arah Aisyah adiknya yg terbaring pingsan di sofa.
    Hehehe,mau ngasih yg enak adikmu.Tiba-tiba teh Aida memegang dan menarik tanganku.
    Jangan Vino!Jangan kau rusak adikku.Kata teh Aida memohon dan menghiba.
    Sudah kamu diam aja.Kamu mau keluargamu hancur?Apa mau dia ngoceh dan ngomongin kita selingkuh?Bisa dipenjara kita nanti.Gua kagak apa-apa,tapi kamu!!Mau nama baik kamu sebagai ustazah hancur?Bentakku ke teh Aida.
    Tapi Vino,kata teh Aida.
    Sudah diam aja.Liatin,Vino jamin dia gak bakal ngoceh.Timpalku.

    Lalu aku duduk samping sofa.Kuperhatikan aisyah yg lagi terbaring pingsan.Amboy,cantik banget.Idungnya mancung.Bulu matanya brow,lentik banget.Wajahnya itu loh,cantik khas indo Arab persis kek kakaknya Aida.Bedanya dia masih langsing coz masih 20tahun.Kupandangi wajahnya yg cantik,lalu kucium bibirnya.Anjri…t,sege banget.

    Lalu kuambil HP dan siap merekam.

    Vino,mau ngapain kamu?Tanya Aida.Sudah kamu diam aja.
    Kamu mau ketahuan kalo kita selingkuh?Bentakku.
    Tenang aja.Aku gak bakal ngapa-ngapain adikmu.Jawabku.
    Kesini aja,bantuin aku.Mesti ngapain aku Vin?Timpal Aida.
    Udah,pegangin ne hp.Kamu rekamin aja.
    Vino mau nelanjangin dia wat direkam.Biar bisa ngancam dia supaya diam gak ngoceh ke orang-orang dan suami kamu.
    Vino,kamu janji ya gak bakal ngapa-ngapain adikku.Kata Aida.
    Iya,sudah kamu rekam aja.Timpalku.

    Ya karena mungkin fikiran Aida jg dah gelap,mau aja dia kusuruh ngerekam.Mungkin karena takut ketahuan dan imej dia yg ustazah takut hancur kali.Hehehehe.Jadi syetan jg dia mau bantuin gue ngegagahin adiknya.Lalu kutarik dan kulepas jilbabnya aisyah.

    Anjri….t,cantik banget euy dia tanpa jilbab.Rambutnya hitam panjang tapi ikal.Persis Salma Hayek euy.Aku sampe menelan ludah ngelihat leher dia yg jenjang.Kusuruh Aida untuk merekam setiap yg aku lakukan.Lalu aku melepas seluruh gamisnya dan sekarang Aisyah tinggal memakai BH dan Cd.

    Alama….k!Putih dan mulus banget kulitnya.Kuusap-usap seluruh tubuh dia.Begitu lembut dan licin.Pas kutarik BH nya,ambo…y,sekel banget brow. Teteknya bulet kek apel.Putingnya warna pink kecoklatan.Urat-urat hijau kelihatan saking putih kulit teteknya.Aida terus merekam setiap yg aku lakukan.Lalu aku mulai meremas dan menjilati teteknya Aisyah.Wa….h,nikmat betul.Ukurannya lumayan besar,34D.Kucupangi tetek dan lehernya.

    Lalu jilatanku terus turun ke perutnya. Wa….w,bener-bener lembut dan licin kulitnya.Aku memberi isyarat Aida supaya terus merekam.Kecupan dan jilatanku akhirnya sampe kebawah ke pangkal pahanya Aisyah.Sejenak kupandangi vagina Aisyah yg masih terbungkus CD warna krem.Gila,vaginanya tembem banget.Tampak jembutnya membayang di celdamnya.Lalu kucium dari luar.Mmmhh,vaginanya wangi banget men.Kuhirup aroma yg keluar dari vagina aisyah.Aida terus merekam setiap apa yg kulakukan sama adiknya yg lagi pingsan.

    Lalu aku menarik dan melorotkan CD Aisyah kebawah.Subhaanallaah!Begitu indhnya.Vaginanya diselimuti jembut yg tebal tapi tertata rapih.Mungkin dia rajin merawatnya.Sejenak aku pandangi vaginanya itu.Nafasku dah gak karuan.Tapi aku berusaha mengatur nafasku itu.

    Kuusap-usap pahanya yg putih lembut Wow,halus banget!Kuelus dan kuusap-usap.Licin banget.Betisnya penuh bulu-bulu halus.Lalu kujilatin mulai dari kakinya keatas.Rasanya nikmat banget.

    Kubuka dan kurenggangkan kedua paha Aisyah.Kini dihadapanku terpampang lobang kenikmatan Aisyah yg aku yakin belum terjamah lelaki manapun.Lobangnya berwarana pink kecoklatan berbalut bulu jembut hitam nan lebat.

    Sejenak aku pandangi.Lalu aku menyibak labia mayoranya.Anjri…t,lobangnya sempit banget.Pasti nikmat kalo penisku bisa bersarang didalamnya.Kuusap-usap dgn jariku.Dalam pingsannya sepertinya Aisyah merasakan nikmatnya vaginanya kuusapusap.
    Kumainkan dan kuplintir-p;intir itilnya.Jakunku dah naik turun.Nafasku terasa berat terbawa birahi.Lalu mulutku hinggap di lobang kenikmatan Aisyah.Kujilati lobangnya dgn lidahku.Terasa asin-sin gurih.Vaginanya wangi sabun sirih.Menambah gairahku tuk terus menjilatinya.

    Pas kusedot itilnya,tiba-tiba dari vagina Aisyah keluar cairan kentel berbau agak anyir dan rasanya asin-asin sepet.
    Mungkin dia dah orgasme walaupun dia pingsan.Kini vaginanya dah semakin basah oleh cairan yg habis kujilati.Lobang vaginanya yg merah merekah kini tampak mengkilat.Aku dah gak mikirin teh Aida ngerekam kegiatanku apa kagak.Yg jelas aku lagi terhanyut dalam kenikmatan menjilati vaginanya Aisyah.

    Waktu kukobel vaginanya dgn jariku,tampak pantat Aisyah bergerak-gerak.Seakan ikut mengimbangi jilatanku.
    Kemudian aku memindahkannya kebawah diatas karpet persia yg tebal dan lembut.
    Kulihat teh Aida yg merekam kegiatanku sepertinya ikut terlarut dan terhanyut.Sepertinya dia mau ikut.Tapi kubiarkan aja.
    Kuambil bantal dari sofa dan mengganjal pantatnya Aisyah.Kuremas pantatnya yg cukup semok.
    Kini aku dah bersiap,kuarahkan penisku tepat di lobang vagina Aisyah.

    Vino,kamu mau ngapain?Tanya teh Aida.

    Tenang aja sayang.Vino cuman menggesek-gesekannya doang.Jawabku.
    Terus aja rekam.Tambahku.

    Lalu aku mulai menggesek-gesek penisku.

    A….h,nikmat banget. Vagina Aisyah pun semakin basah dan licin aja. Terasa lobang vaginanya berkedut-kedut.

    Sambil menggesek-gesek penisku,aku meremas teteknya yg sekal.Sesekali aku menyedot putingnya.Lehernya yg jenjang habis kujilat dan kucupang.Begitu jg kedua payudara Aisyah.Tampak bekas berwarna merah hasil cupanganku.

    Aku gak peduli,walau teh Aida melarangku untuk memasukkan penisku kedalam vaginanya Aisyah.Aku terus berusaha menggesek-gesek penisku dan menekannya masuk pelan-pelan.

    Biar teh Aida gak curiga,kusuruh dia merekamku dari depan.

    Sapa yg tahan,kalo penis dah tepat diatas lobang vagina.Begitu jg aku.Secara perlahan,sambil menggesek-gesek penisku di vaginanya,aku jg menekan penisku biar bisa masuk.Gila,vaginanya sempit banget men.Beberapa kali penisku meleset.

    Tapi untungnya vagina Aisyah dah licin dan becek oleh cairan.Hingga sambil meremas dan menjilati teteknya Aisyah,tangan kiriku tetap membantu dan mengarahkan penisku supaya tepat di lobang vaginanya dan membantu penisku menerobos masuk.

    Kini penisku dah masuk sebatas helemnya.Gila,sempit banget.Dan terasa seperti ada yg menghalangi.Mataku merem melek merasakan kehangatan vagina Aisyah yg berkedut-kedut meremas-rems kepala penisku.Sambil mengalihkan perhatiannya teh Aida supaya dia terus merekam,aku berusaha terus menekan penisku supaya terus masuk.

    Secara perlahan tapi pasti,dgn menekan kuat pantatku kedepan,akhirnya penisku bisa masuk setengahnya.A…h,nikmat banget.Vaginanya terasa semakin meremas-remas penisku.Lalu dgn hentakan keras,akhirnya penisku berhasil masuk seluruhnya.Kudiamkan sejenak penisku didalam vaginanya. A…h,terasa penisku diremes-remes dan vagina Aisyah seperti menyedot kuat penisku.

    Aku dah gak peduli sama teh Aida.Kini aku mulai memompa keluar masuk penisku.Vino,kamu masukin ya?Tanya teh Aida.Aku gak jawab.Malah aku semakin kenceng memompa keluar masuk penisku.Mataku merem melek merasakan nikmatnya jepitan vagina Aisyah.Aku semakin kenceng menggenjot penisku.Gak ku dengar teriakkan teh Aida.Aku larut dalm nikmatnya ngentot vagina Aisyah yg perawan.

    Sekitar tujeh menitan lebih aku menggenjot penisku keluar masuk.Aku merasakan sesuatu akan keluar dari penisku.Maka aku semakin cepet dan kenceng memompa penisku.Dan sedetik kemudian diiringi erangan kenikmatanku,A….h,ser,creet creet creet.Penisku memuntahkan laharnya dgn banyak dalam liang kenikmatan Aisyah.

    Lalu aku ambruk lemas diatas tubuh Aisyah.Gak kuhiraukan teh Aida yg marah dan memukuli badanku.Aku masih merasakan sisa-sisa dari orgasmeku.

    Setelah penisku lemas dan keluar sendiri dari vagina Aisyah,aku terduduk lemas samping tubuh aisyah yg tertidur pingsan.

    Tiba-tib plak plak,teh Aida menampar kedua pipiku.

    Gila kamu Vino.Adikku kamu embat jg. Katanya sambil terisak dan emosi.Kubiarkan aja dia berceramah.

    Lalu kuhampiri dia dan kupeluk lalu kukiz.

    Sudahlah sayang.Toh semua dah terjadi.Teh Aida memukul-mukul tubuhku.

    Langsung aja kutindih dia.Dia berusaha berontak ingin lepas sampe hp yg tadi dipake merekan terlepas.Untung jatuh ke sofa.Sempat khawatir jg hp nya rusak.Gimana kalo rusak.Ntar rejamannya hilang.Lalu kutindih teh Aida diatas sofa.Tampak dia berontak.Tapi gak kupedulikan.Terus kuremas dan kukobel vaginanya.Walau penisku masih agak lin dan lemas,aku tetap merangsang teh Aida

    Kutindih teh Aida diatas sofa.Kuremas teteknya dan kukobel vaginanya.Tampak dia mulai terangsang.Langsung kulebarkan kedua pahanya,dan langsung kutusuk vaginanya dgn penisku.

    Aku gak memberi kesempatan jeda.Langsung kupompa dan kugenjot penisku dgn ritme cepat.Mendapat serangan cepat dan mendadak membuat teh Aida gelagapan.Tapi tusukan penisku sekarang membuatnya merem melek.Mulutnya gak berhenti merintih dan mengerang.

    Saya….ng,terus sayang,ena….k,a….h,mmmhh o…h.

    Pantat teh Aida bergoyang mengimbangi sodokan penisku.Badan kami dah basah oleh keringat.Entah berapa kali teh Aida mendapat orgasme.Sedang aku terus menggenjot vaginanya.Aneh jg aku lama sekali orgasme.Mungkin karena dah 2x maen sama teh Aida dan ngentot Aisyah.

    Teh Aida sampe ampun-ampunan karena dah gak kuat.Saya….ng,udah sayang.Teteh dah gak kuat.Namun aku terus menggenjot penisku.

    Saya…ng,kamu jaha….t,
    udah saya….ng.Teh Aida memohon-moon agar aku udahan.

    Tapi kubiarkan aja.Sekitar 20 menit aku menggentot vagina teh Aida.Terasa sesuatu mau keluar dari penisku.Maka aku semakin mempercepat sodokanku.Terdengar kecipak dan suara plok plok plok.Dan pada hentakan terakir.Seiring eranganku,

    a….kh,Vino nyampe te…h! Ser.Creet creet penisku memuntahkan laharnya.Gak sebanyak tadi waktu pertama ngentot sama teh Aida.Dan ngecrot banyak sekali pas ngentot vagina aisyah.Mungkin dah abiz kali.

    Aku jatuh lemas diatas tubuh teh Aida.Dia memelukku dgn erat.

    Setelah agak lama,aku mencabut penisku dan duduk di sofa samping teh Aida.

    Tiba-tiba teh Aida bangun,dan plak plak.Pipiku ditamparnya.

    Gila kamu Vino.Bener-bener bejat.Udah kakaknya,adiknya kamu embat jg.
    Udahlah sayang.Toh semuanya dah terjadi.Lagian kalo gak gitu,kita bakal ancur.Gimana kalo dia bilang mas Rido?Terus gimana kalo dia bilang ayah ibumu?Bisa ancur kita.Aku sih gak apa-apa.Tapi imej kamu yg ustazah gimana?Teh Aida akhirnya diam.
    Udah sayang,sekarang bantuin aku beresin adikmu.
    Mau kamu gimanain lagi Vino?Udah bantuin aja.Ambilin air anget sama anduk kecil.Kataku.

    Teh Aida akhirnya ke dapur menyiapkan air hangat.Pas dia lagi kedapur,aku ngeliatin tubuh aisyah yg lagi pingsan.Gila nafsuku bangkit lagi men.Maka aku langsung menindih dia.Pas kubuka pahanya,kulihat di selangkangannya ada bercak darah bercampur peju.Tanpa banyak cingcong,kuarahkan penisku yg udah bangun ke lobang vaginanya.Gak seperti pertama tadi,kini penisku dgn mudah masuk vagina aisyah.Slep,blez.A….h.Vaginamu enak banget aisyah.Beruntung sekali aku bisa ngentot vaginamu yg perawan.

    Pas aku lagi genjot vaginanya Aisyah,teh Aida dateng dari dapur dgn membawa sewadah air hangat dan handuk kecil.

    Vino,ngapain kamu?
    Udah sini sayang.Ayo gabung aja.
    Nggak ah.Bejat kamu Vino.
    Udah sayang ayo sini. Akhirnya teh Aida mau jg.Memang nafsu sex teh Aida sangat besar.Dia menaruh wadah dan handuk di meja.

    Lalu dia nyamperin kami.Sambil terus aku menggenjot vagina aisyah,aku melakukan frenckiss sama teh Aida.Vaginanya kukobel dgn tangan kananku.5menit kemudian,penisku mau keluar lagi.Memang vagina aisyah super sempit dan peret.Walau dia lagi pingsan,tapi penisku seakan diremas-remas dan disedot-sedot vaginanya.Beda sama vagina teh Aida yg udah turun mesin.Maka pada genjotan terakhir,penisku memuntahkan laharnya.Teh Aida pun mengejang tanda orgasme karena kobelanku divaginanya sangat cepat dan tepat di gispotnya.

    Setelah puas,aku dan teh Aida membersihkan tubuh aisyah dgn air hangat.Lalu kami memakaikan gamisnya dan jilbabnya dgn rapi.Aku dan teh Aida pun mandi bareng.Setelah itu kami pun sama-sama berpakaian.Lalu kami keruang tamu lagi tuk melihat Aisyah.
    Kulihat dia masih pingsan bro.Hantamanku tadi tepat di tengkuknya.Memang dulu pas belajar karate,aku berlatih cara melumpuhkan lawan.Kemudian aku memijit dia.Dan ketika minyak angin kuarahkan ke hidung aisyah,akhirnya dia siuman.

    Dia yg kududukkan di kursi menatap kami berdua.Tiba-tiba dia terbangun dan menuju ke arahku mau menamparku.Tetapi dia….

    Limbung dan hampir terjatuh.Beruntung aku cepat menangkap dia.

    Bajingan lepaskan aku.Najis aku kena tanganmu.Kata dia.
    Kenapa kamu cantik?Jangan marah-marah donk.Kataku sambil cengengesan.
    Kalian berdua binatang,syetan.Kata aisyah.

    Teh Aida nunduk dan diem.

    Awas,aku bakal ngomong sama mas Rido.Sama abi dan umi jg.Kata Aisyah mengancam.

    Siapa yg bejat sayang?Tanyaku sambil cengengesan.
    Kamu Vino.Bener-bener bejat kamu ya.Beraninya kamu merusak kakakku.
    A…h,kata siapa sayang.Tanya aja sama tetehmu.Apa mas Vino maksa.Timpalku sambil ketawa.

    Lalu aku mengambil hp dan membuka file rekaman tadi.

    Aisyah sayang,kalo kamu mau bilang sama mas Rido silahkan.Sama abi umi jg silahkan,tapi lihat dulu ini.Aku memperlihatkan rekaman tadi sama Aisyah.

    Tiba-tiba dia jatuh duduk karena lemas.Wajah dia pucat pasi.

    Aisyah sayang,apa kamu gak merasakan perih di vaginamu?Tanyaku sambil cengengesan.
    Udah,tinggal bilangin aja.Tapi kamu jg bakal ikutan loh.Aku balik mengancam.

    Lalu aku keluar rumah sebentar untuk menaruh hp di mobilku.Kemudian aku masuk lagi.Kulihat teh Aida terdiam.Sedang aisyah menangis sambil tangannya memukul-mukul sofa.

    Udah aisyah diam.Kamu jangan menangis.Awas kalo kamu macam-macam.Videonya akan mas Vino sebar.Semua orang bakal tahu.Terutama teman-temen kampusmu. Ancamku.
    Udah nurut aja.Tenang,mas Vino bakal tanggung jawab kalo kamu ada apa-apa.Tukasku.
    Tanya aja tetehmu.Mas Vino dah lama selingkuh ma dia.Bahkan keponakanmu bukan anaknya mas Rido.Dia darah daging mas Vino.Mendengar ini teh Aida diam menunduk.Aisyah terdiam kaget.
    Udah,sekarang ikutin aja kemauan mas Vino.Mas Vino jg tetep tanggung jawab ngurusin dan biayain teteh kamu.

    Kuhampiri Aisyah.Tampak air matanya berlinang.Teh Aida tetap diam dan membisu.Kutatap wajah dia.Tapi dia memalingkan mukanya.Tampak dia sangat marah dan benci.Tapi kupegang kepalanya dan kuusap-usap.Ku tatap matanya dan kupegang dagunya.

    Udah sayang,tenang aja.Mas Vino bakal tanggung jawab.Lagian mas Vino jg suka sama kamu.Asal kamu nurut,mau apa aja mas Vino kasih.Tapi kalo macem-macem,liatin aja.

    Lalu kukecup keningnya.Dia gak menghindar.Ya mungkin dia takut ancamanku.Teh Aida diem aja sambil ngeliatin kami.
    Lalu kupeluk aisyah dari samping.Dia tampak mau nolak,tapi kubisikin,

    inget ya Aisyah sayang,kamu harus nurut.Apa boleh buat.Gak ada pilihan lagi wat dia. Bahkan ku ancam,kalo mau bunuh diri jg silahkan.Tapi inget,kamu tahu jg kan hukumnya?Kataku sambil ketawa.

    Sekarang bukain pakaian mas Vino,cepa…t!Bentakku.Kini Aisyah bener-bener menuruti perintahku.Teh Aida cuman terisak melihat adiknya kuperlakukan begitu.Tapi dia gak bisa ngapa-ngapain.Gak punya kuasa men!

    Ketika kulihat jam dinding,gila dah pukul dua.Aku sempet kaget jg.Lalu aku bilang ke teh Aida.

    Sayang,telponin suamimu kapan dia pulang.Pura-pura aja mas Vino pengen ketemu.Teh Aida menuruti perintahku.

    Dgn nada bicara yg datar seakan tanpa dosa dia nlp mas Rido suaminya.Ternyata jawabannya dia gak bisa pulang cepat.Sebab di kampusnya ada rapat dan seminar.Paling tdk jg pulangnya jam 9/jam 10 malam.Dia minta sampein maaf sama aku karena gak bisa nemuin. Yes,yes,ye….s.Itulah yg kuharapkan.

    Setelah aisyah melepas pakaianku sehingga tinggal aku memakai CD,aku meminta dia duduk di samping kananku.Begitu jg,aku meminta Aida duduk disamping kiriku.Bener-bener kanan kiri oke gan.

    Aisyah,bukain CD mas Vino!Dgn agak ragu-ragu dia menarik CD Raiderku kebawah. Dia tampak terkejut melihat penisku yg gede dan berdiri tegak.

    Kenapa sayang,kamu suka ya?Dia diem aja.Lalu kusuruh dia ngemutin dan ngocok-ngocok penisku.

    Begitulah kawan,biar gak kepanjangan.Akhirnya Aisyah takluk jg.Kami akhirnya bisa bermain threesome sama kakak beradik.Setelah tahu nikmatnya ngentot,akhirnya Aisyah bermain sangat liar dan ganas.Dibarengin ganasnya permainan kakaknya teh Aida.Aku sampe kewalahan.Jam 6 sore kami berhenti bermain.

    Setelah puas,aku lalu pulang.Berikutnya,2 hari kemudian aku nelpon aisyah dan kami menghabiskan malam yg indah di villa daerah cibodas.Sekarang gak ada paksaan lagi waktu bercinta.Setelah satu bulan aku sempat khawatir kalo dia hamil.Eh ternyata tdk.Maka pada masa awal dia mens,aku menyuruhnya ikut suntik KB yg 3bulan.Biar gak was-as kalo maen.

    Selama hampir 2 tahun aku selingkuh sama kakak iparku teh Aida dan adiknya Aisyah.Setelah itu,aisyah dapat jodoh dan menikah setelah lulus.Dia dibawa suaminya pergi ke Batam.Sebelum dia menikah,kami bermain dulu sama dia sampe puas.Tentu di rumah kakaknya teh Aida.Dan kami maen bertiga.

  • Cerita Panas Ngentot Tante Seksi Punya Si Bos

    Cerita Panas Ngentot Tante Seksi Punya Si Bos


    218 views

    Cerita Panas Ngentot Tante Seksi Punya Si Bos

    Namaku Eko ( kali ini nama asli). Aku tinggal di kota Mataram Lombok. Ceritaku ini terjadi pada tahun 2007 silam. Pada waktu itu aku kuliah di sebuah di salah satu Perguruan Tingi Swasta di Lombok. Aku ambil cuti kuliah untuk bekerja di sebuah radio swasta yang sudah terkenal di kota itu. Waktu itu aku bekerja sebagai kru produksi. Pekerjaannya sangat sederhana yaitu merekam lagu, membuat iklan radio, dan mempersiapkan segala hal yang sifatnya off-air. Pemilik radio itu namanya Bapak Wirata! Dia mempunyai istri yang sangat cantik. Aku biasa menyebutnya dengan Ibu Diah.

    Ibu Diah tingginya kira-kira 175cm, bahkan lebih tinggi dari suaminya. Ibu Diah bekerja di sebuah perusahaan swasta di Lombok. Sejak pertama kali bekerja di radio itu, aku udah jatuh cinta ama Ibu Diah untuk pertama kalinya. Ibu Diah ini sangat cantik, mungkin sensual. Tinggi kira-kira 170cm, Payudaranya tidak besar, sama sekali tidak besar. Tapi justru payudaranya yang kecil itu yang membuatku sangat penasaran. Aku selalu terobsesi dengan payudara yang kecil!hihihii..

    Suatu ketika ibu diah menyuruh aku ke rumahnya untuk memperbaiki komputernya yang rusak.Sesampai di dalam rumah aku tidak menemukan siapa pun. Dimana Mbak Diah, pikirku. Kulangkahkan kakiku ke ruang tengah. Kosong juga. Wah, di mana nih. Perlahan aku berjalan ke dapur sambil berharap ketemu dengan sang idola. Kalo udah pada tidur ya aku pulang aja. Sampai aku dikejuntukan oleh sepasang tangan yang melingkar dipinggangku dari belakang.
    “malam ini temenin Mbak ya”, terdengar bisikan di telingaku.

    Tanpa basa-basi aku segera memutar tubuhku dan di depanku telah berdiri Mbak Diah dengan paras yang sangat cantik. Wajah Mbak Diah persis di depanku. Hidungku nyaris bersentuhan dengan hidung Mbak Diah. Terasa hangat di wajahku ketika Mbak Diah menghembuskan nafas. Aku benar-benar dibuat terpesona. Mbak Diah sudah berganti pakaian dengan kimono warna pink. Matanya sayu menatapku. Entah keberanian dari mana yang mendorong wajahku sehingga bibirku mengecup lembut bibir Mbak Diah. Tidak ada perlawanan dari Mbak Diah. Bibirku terus bermain di bibir Mbak Diah beberapa lama. Kurasakan tangan Mbak Diah membuka lembut kemejaku. Aku mencoba melingkarkan tanganku di punggung Mbak Diah. Kuusap perlahan punggungnya sambil terus memainkan bibirku. Lidahku mulai menerobos masuk ke dalam mulut Mbak Diah. Bibir Mbak Diah lembut sekali, wangi dan itu membuatku semakin bernapsu.

    Lidahku semakin liar bermain. Kuciumi lagi bibirnya, hidungnya, matanya, keningnya, pipinya, dagunya. Dan semuanya terasa lembut. Napas Mbak Diah semakin memburu. Tanganku bergerak ke bawah mencari2 tali kimono. Setelah ketemu, kubuka talinya pelan. Ketika berhasil kulepaskan, kimono tersebut merosot jatuh ke lantai, Kumundurkan tubuhku dan nampaklah pemandangan yang sangat indah yang sering kubayangkan selama ini. Mbak sudah tidak memakai bra dan cd. Payudara yang selama ini hanya ada dalam imajinasiku kini terpampang jelas di hadapanku. Tampak puting yang kecil berwarna coklat dan merah muda pada ujungnya. Bener-bener sesuai ama selera dan harapaku. Payudaranya kecil, mungkin ukuran 34 a. Tapi aku suka banget ama yang segitu.

    “Eko Kenapa berhenti?”, ucapnya lirih seraya matanya yang sayu memandangku. Tanpa pikir panjang kuhampiri Mbak Diah dan berlutut di depannya. Aku membungkuk dan mencium lembut jari kaki sebelah kirinya sementara tangan kananku membelai lembut betis kanan Mbak Diah. Yang kudengar saat itu hanya lenguhan nikmat dari Mbak Diah. Kudongakkan kepalaku menatap Mbak Diah. Mbak Diah hanya menatapku sayu dengan nafas yang memburu. Kuarahkan perhatianku lagi ke bawah. Kuciumi lagi kaki kiri dan kanan berganti sementara tanganku mengusap lembut betisnya. Mbak Diah terus mendesis sampai suatu saat Mbak Diah hampir terduduk karena menahan kenikmatan dari ciuman dan belaian di betisnya.

    Aku bangkit dan kusandarkan tubuh Mbak Diah di tembok dapur dengan posisi tubuh berdiri. Aku berlutut lagi dan kini yang menjadi sasaranku adalah pahanya. Kuciumi pelan paha kanan Mbak Diah. Tangan kanan Mbak Diah mencengkeram tembok. Kuciumi terus mulai dr atas lutut sampai mendekati pangkal pahanya. Tercium aroma yang membuatku semakin mabuk asmara ketika menciumi sekitar pangkal paha. Mbak Diah berusaha mengatupkan pahanya tapi aku menahannya dengan kedua tangan supaya tetap terbuka. Ciumanku pindah ke paha yang kiri sementara tangan kananku bergerak ke atas ke wilayah perut dan mengusap pelan dengan ujung jariku. Mbak Diah semakin mendesis tidak karuan.

    “Oh… Eko… Shh… sh…”
    Ciumanku terus naik mendekati pangkal pahanya. Dengan gerakan sedikit menyentak kurenggangkan lagi paha Mbak Diah.
    Oughhh… Mbak Diah melenguh panjang menerima perlakuanku yang tiba2. Kupandangi sejenak gundukan di depanku. Jembutnya lebat sekali dan baunya wangi. Sambil tetap memegangi kedua lutut Mbak Diah, kujulurkan hidungku menyapu jembutnya. Tubuh Mbak Diah bergetar menerima sapuan hidungku. Tampak samar belahan daging dan kucoba menjilat pelan membelah hutan jembut yang lebat itu.

    “Ouhh… Eko…”, tangannya meraih rambuntuku dan menjambak pelan. Lidahku terus menjilat mencari-cari daging nikmat. Kurasakan ada cairan menempel dilidahku. Gurih terasa di muluntuku. Muluntuku pun mulai menghisap gundukan indah Mbak Diah.
    “oh… Sshh… Sshh… Eko… enak banget kooooo…”, desah Mbak Diah. Desahan itu membuatku semakin ganas. Kontolku sudah tegang dari tadi tapi aku ingin bermain dengan Mbak Diah. Hisapanku di memek Mbak Diah semakin liar. Sementara Mbak Diah meliuk-liuk menerima serangan di memeknya.
    “Eko.. Kamu kok pinter banget sih…”, kata Mbak Diah manja. Aku hanya tersenyum aja mendengarnya.

    Perlahan ciumanku naik ke perut Mbak Diah. Tidak lama di situ aku berniat untuk langsung menyerbu payudara Mbak Diah. Aku segera bangkit. Kupandangi sejenak payudara Mbak Diah yang sedari tadi belum kusentuh sama sekali. Lalu kupandangi wajah Mbak Diah, titik2 keringat bermunculan di keningnya. Kumajukan wajahku ke arah payudara Mbak Diah, tanpa mengalihkan pandangan dari matanya. Sampai di payudara yang sebelah kiri kukecup pelan putingnya. Mbak Diah mendongakkan wajahnya menerima sensasi kecil di putingnya. Kukulum puting payudara kiri Mbak Diah. Terasa hangat di dalam muluntuku. Mbak mulai mendesis lagi.

    “terusin kooooooo… terusin”,
    Aku semakin gencar mengulum puting payudara Mbak Diah. Sesekali kusedot dengan keras.
    “Ahh.!” Mbak Diah berteriak kecil.

    Aku melirik ke payudara yang sebelah kanan. Segera kuarahkan bibirku ke puting kanan. Perlakuanku beda kali ini. Aku menyerbu payudara kanan Mbak Diah dengan sangat liar sementara tangan kananku memegang dengan kuat payudara yang kiri. Menerima perlakuanku yang berubah drastis, Mbak Diah berteriak keras dengan menggoyangkan kepalanya kiri kanan. Keliaranku itu bertahan selama 10 menitan sementara kontolku sengaja kugesek-gesekkan ke memek Mbak Diah.

    Mbak Diah terus menerus meracau. Tidak jelas apa yang diucapkan. Aku sudah tidak tahan lagi. Segera kubalik tubuh Mbak Diah kupaksa untuk menungging. Mbak Diah menahan tubuhnya dengan tangan di tembok. Kuarahkan kontolku ke memek Mbak Diah. Pelan aku coba menerobos liang memek Mbak Diah. Agak susah juga mencari posisi lubang vagini Mbak Diah. Setelah beberapa saat akhirnya kontolku sudah berada dalam jepitan memek Mbak Diah.
    “Mbak…” aku menahan sebentar kontolku. Mbak Diah melenguh panjang.
    “ouhh…hss…koooooooooo…”

    aku segera menarik kontolku pelan sampai tersisa kepalanya dalam memeknya. Lalu kutusuk lagi dengan gerakan cepat. Mbak Diah lagi-lagi melenguh panjang. Kulakukan berulang kali sampai 15 menit. Tanpa berganti posisi aku percepat gerakanku. Tanganku kubiarkan bebas menggantung. Kontolku terus kupacu di dalam memek Mbak Diah. Sampai suatu ketika tubuh Mbak Diah mengejang hebat dan Mbak Diah melolong hebat merasakan orgasme pertamanya. Tubuh Mbak Diah bergetar beberapa saat. Aku harus menahan tubuhnya karena seperti mau terjatuh ke lantai. Sebenarnya aku juga sudah hampir sampai tapi sekuat tenaga aku bertahan. Aku tidak mau permainan ini cepat selesai.
    Kudiamkan sebentar kontolku di dalam memek Mbak Diah dan membiarkan Mbak Diah mengatur napasnya, menikmati orgasmenya.

    Beberapa saat kemudian, aku melanjuntukan lagi serbuanku ke memek Mbak Diah.
    “Oh…uh…oh…uh”, suara Mbak Diah keenakan.
    “Ko, enak banget”, tambahnya lagi. Tangan kirinya meraih tangan kiriku dan meletakkannya di payudaranya. Sensasi di dua wilayah sensitifnya membuatnya buk diah ga semakin ga karuan. Sodokanku di memeknya kupercepat sementara tanganku semakin kuat di payudaranya. Akhirnya, aku mengeluarkan senjataku yang terakhir. Tangan kananku yang bebas kuarahkan ke lubang anusnya. Kuludahi anusnya dan kuusap keras bagian anus Mbak Diah. Sekarang 3 bagian sensitifnya habis aku garap. Mbak Diah semakin menikmati permainanku. Kepalanya terayun-ayun menambah keseksiannya. Badannya terus terguncang-guncang menerima sodokan kontolku. Aku pun mulai kacau merasakan sensasi di kontolku.

    “Mbak, enak banget Mbak”, kataku?
    “heh…uh… terusin ko. Ahh…”
    Jariku mencoba menerobos ke liang anus Mbak Diah. Aku tidak berani terlalu dalam. Takut menyakiti Mbak Diah. Kontolku terus menghunjam di memek Mbak Diah. Sampai akhirnya aku merasakan gelombang sangat kuat yang siap menerobos keluar dari kontolku.
    “Mbak… Aku dah mo keluar Mbak… Mphhh…”
    Iiiiyyaaaa ko… mbak juga… aaayooo koooo…”
    Kupercepat gerakanku. Kontolku terus menerobos memek sampai akau tidak kuat lagi menahan gejolakku…
    Croot…croot…croot… Ah… Ah… Ah…
    Gerakan kontolku kuhentikan di dalam memek Mbak Diah. Dan tubuh Mbak Diah pun bergetar sangat hebat. Tangan kirinya mencengkeram tangan kiriku yang bermain di payudaranya dengan sangat kuat.
    “AHHH…ekooooo”, teriaknya memenuhi ruangan dapur.
    Kujatuhkan kepalaku ke punggung Mbak Diah. Kutarik kontolku pelan-pelan, dan kuhunjamkan lagi ke dalam memek Mbak Diah tapi dengan gerakan yang sangat pelan. kedua tanganku memegang lembut payudara Mbak Diah. Nikmat banget. Sumpah nikmat banget. Kuciumi pelan punggung Mbak Diah sementara Mbak Diah ga tahan menerima orgasmenya.

    Setelah beberapa saat, aku tetap membiarkan kontolku bertahan di dalam memek Mbak Diah. Lalu, pelan-pelan kutarik kontolku. Mbak Diah melenguh merasakan gesekan pelan di memeknya.
    “Mbak… Nikmat banget. Mbak cantik sekali”, bisikku pelan.
    “Eko… Kamu hebat. Hhh…mbak nggak ngira kamu mau ama mbak”, katanya sambil membalikkan tubuhnya dan kini duduk terkulai lemas di lantai.
    Aku tersenyum aja mendengarnya.
    “Kapan-kapan, kalo mbak pengen, Eko mau ya nemenin Mbak lagi?”
    “Mmmmm… Siap Mbak! Apapun buat Mbak!”, jawabku sambil tersenyum manis.

    this is the fisrt my sex story with Tante Diah, istri bosku. Setelah hari itu, selama empat hari aku nemenin Mbak Diah tiap malam. Ga jadi nyesel deh, Pak Wir banyak ijinnya. Ijin terus aja Pak wirrrrr… Setiap bosku keluar kota aku selalu menemani Mbak Diah dan memberinya kepuasan. Demikian juga Mbak Diah memberiku pengalaman, dan sensasi sex luar biasa kepadaku! @ pak wirata sorry ya bos saya sudah mengentot istri sexy anda!hihihihii

  • Cerita Panas Bosku Yang Menggairahkan

    Cerita Panas Bosku Yang Menggairahkan


    323 views

    Cerita Panas Bosku Yang Menggairahkan

    Sdh 2 tahun aku bekerja di perusahaan swasta ini. Aku bersyukur, karena prestasiku, di usia yg ke 25 ini aku sdh mendapatkan posisi penyelia. Atasanku seorang perempuan berusia 28 tahun. Walaupun cantik, tapi banyak karyawan yg tdk menyukainya karena selain keras, sombong dan terkadang suka cuek. Namun sebagai bawahannya langsung aku cukup mengerti beban posisi yg harus dipikulnya sebagai pemimpin di perusahaan ini. Kalau karyawan lain ketakutan dipanggil menghadap sama Bu Monic, aku malah selalu berharap dipanggil. Bahkan sering aku mencari-cari alasan untuk menghadap keruangan pribadinya.

    Sebagai mantan model body Bu Monic masih terliht bagus diusia kepala 4 ini. Parasnya yg cantik tanpa ada garis-garis ketuaan membuatnya tak kalah dgn abg. Saking seringnya aku mengahadap keruangannya, aku mulai menangkap ada sinyal-sinyal persahabatan yg terlontar dari mulut dan gerak-geriknya. Tak jarang kalau aku baru masuk ruangannya Bu Monic langsung memuji penampilanku. Aku bangga juga mulai bisa menarik perhatian Bu Monic. Mudah-mudahan bisa berpengaruh di gaji hehehehehehe nyari muka nih.

    Sampai pada suatu ketika, lagi-lagi ketika aku dipanggil mengahadap keruanganya kulihat raut wajah Bu Monic tegang dan kusut. Aku memberanikan diri untuk peduli,

    “Ibu hari ini kok kelihatan kusut? apa lagi ada masalah?”, sapaku sembari menuju kursi didepan mejanya.
    “Iya nih Zal, aku lagi stres, udah urusan kantor banyak, dirumah mesti berantem sama suaminya kusut deh”, jawabnya ramah, sudut bibirnya terlihat sedikit tersenyum.
    “Justru itu aku memanggilmu karena aku lagi kesel. Kenapa ya setiap lagi kesel terus ngeliat kamu aku jadi tenang”, tambahnya menatapku dalam.

    Aku terhenyak diam, terpaku. Masak sih Bu Monic bilang begitu? Batinku.

    “Rizal,ditanya kok malah bengong”, Bu Monic menyenggol tanganku.
    “Eeehhhh nggak, abisnya kaget dgn kata-kata Ibu kayak tadi. Aku kaget dibilang bisa bikin tenang seorang wanita cantik”, balasku gagap.
    “Zal nanti temenin aku makan siang di Hotel (***) ya.. Kita bicarain soal promosi kamu. Tapi kita jangan pergi bareng ,nggak enak sama orang-orng kantor. kamu duluan aja, kita ketemu disana”, kata Bu Monic.

    Aku semakin tergagap, tak menygka akan diajak seperti ini.

    “Baik Bu”, jawabku sambil keluar dari ruangannya.

    Setelah membereskan berkas-berkas, pas jam makan siang aku langsung menuju hotel tempat janji makan siang. Dalam mobilku aku coba menyimpulkan promosi jabatan apa yg akan di berikan Bu Monic kepadaku. Seneng sih, tapi juga penuh tanda tanya. Kenapa harus makan siang di hotel? Terbersit dipikiranku, mungkin Bu Monic butuh teman makan, teman bicara atau mudah-mudaha teman tidur.. Huuffftt mana mungkin Bu Monic mau tidur dgnku. Dia itu kan kelas atas sementara aku cuma seorang karyawan biasa. Aku kesampingkan pikiran jorok.

    Sekitar 30 menit aku menungu di lobby hotel tiba-tiba seorang bellboy menghampiriku. Setelah memastikan namaku dia mempersilahkanku menuju kamar 113, katanya Bu Monic menunggu di kamar itu. Aku menurut aja melangkah ke lift yg membawaku ke kamar itu. Ketika kutekan bel dgn perasaan berkecamuk penuh tanda tanya berdebar menunggu sampai pintu di bukakan dan Bu Monic tersenyum manis dari balik pintu.

    “Maaf ya Zal aku berubah pikiran dgn mengajakmu makan di kamar. Mari.. kita bincang-bincang kamu mau pesen makan apa?”, kata Bu Monic sambil menarik tangan membawaku ke kursi. Aku masih gugup.
    “Nggak usah gugup gitu dong”, ujar Bu Monic melihat tingkahku.
    “Aku sebetulnya nggak percaya dgn semua ini .aku nggak nygka bisa makan siang sana Ibu seperti ini. Siapa sih yg nggak bangga diundang makan oleh wanita secantik Ibu?”, ditengah kegugupanku aku masih sempat menyempilkan jurus-jurus rayuan.

    Aku tau pasti pujian kecil bisa membangkitkan kebanggan.

    “Ahh bisa aja kamu Zal, emangnya aku masih kelihatan cantik”, jawab Bu Monic dgn pipi memerah. Ihh persis anak ABG yg lagi dipuji.
    “Iya Bu, sejujurnya aku selama ini mendambakan untuk bisa berdekatan dgn Ibu, makanya aku sering mencari-cari alasan untuk masuk keruangan Ibu”, kataku polos.
    “Aku sdh menduga semua itu soalnya aku perhatikan kamu sering nyari-nyari alasan menghadap aku. Aku tau itu.
    “Bahkan kamu sering curi-curi pandang kan?”, ditembak seperti itu aku jadi malu juga.

    Memang aku sering menatap Bu Monic disetiap kesempatan, apa lagi kalau sedang rapat kantor. Rupanya tingkahku itu diperhatikannya.

    Kami saling berpandangan. Lama kami berhadapan, aku di tempat duduk sedangkan Bu Monic dibibir tempat tidur. Dari wajahnya terlihat kalau wanita ini sedang kesepian, raut mukanya menandakan kegairahan. Perlahan dia berdiri dan menghampiriku. Masih tetap berpandangan, wajahnya semakin dekat.. dekat.. aku diam aja dan hup.bibirnya menyentuh bibirku. Kutepis rasa gugup dan segera membalas ciumannya. Bu Monic sebentar menarik bibirnya dan menyeka lipstik merahnya dgn tisu. Lalu tanpa dikomando lagi kami sdh berpagutan.

    “Pesen makannya nanti aja ya Zal”, katanya disela ciuman yg semakin hot.

    Wanita cantik betinggi 165 ini duduk dipangkuanku. Sedikit aku tersadar dan bangga karena wanita ini seorang boss ku, duduk dipangkuanku. Tangan kirinya melingkar dileherku sementara tangan kanan memegang kepalaku. Ciumannya semakin dalam, aku lantas mengeluarkan jurus-jurus ciuman yg kutau selama ini. Kuhisap lidahnya dgn lidahku. Sesekali ciumanku menggerayg leher dan belakang telinganya. Bu Monic melolong kegelian.

    “Zal kamu lihai sekali ciumannya, aku nggak pernah dicium seperti ini sama suamiku, bahkan akhir-akhir ini dia cuek dan nggak mau menyentuhku”, cerocos Bu Monic curhat.

    Aku berpikir, goblok banget suaminya tdk menyentuh wanita secantik Bu Monic. Tapi mungkin itulah kehidupan suami istri yg lama-lama bosan, pikirku.

    Bu Monic menarik tangaku. Kutau itu isyarat mengajak pindah ke ranjang. Namun aku mencegahnya dgn memeluknya saat berdiri. Kucium lagi berulang-ulang, tangaku mulai aktif meraba payudaranya. Bu Monic menggelinjang panas. Blasernya kulempar ke kursi, kemeja putihnya kubuka perlahan lalu celana panjangnya kuloloskan. Bu Monic hanya terdiam mengikuti sensasi yg kuberikan. Wow, aku tersentak melihat pemandangan didepanku. Kulitnya putih mulus, pantatnya berisi, bodynya kencang dan ramping. CD merah jambu sepadan warna dgn BH yg menutupi payudara yg walaupun tdk besar tapi sangat menggairahkan.

    “Bu Monic benar-benar wanita tercantik yg pernah kulihat”, gumamku.

    Bu Monic kemudian mengikuti aksiku tadi dgn mulai melucuti pakaian yg kukenakan. Namun dia lebih garang lagi karena pakaianku tanpa bersisa, polos. Penisku yg sedari tadi tegang kini seakan menunjukkan kehebatannya dgn berdiri tegak menantang Bu Monic.

    “Kamu ganteng Zal”, katanya seraya tanganya meraup penisku dan ahh bibir mungilnya sdh mengulum.

    Oh nikmatnya. Sentuhan bibir dan sapuan lidahnya diujung penis ku bener-bener membuat sensasi dan membuat nafsu memuncak.

    Aku nggak tahan untuk berdiam diri menerima sensasi saja. Kudorong tubuhnya keranjang, kuloloskan CD dan Bra-nya. Sambil masih tetap menikmati jilatan Bu Monic, aku meraih buah dada miliknya dan kuremas-remas. Tanganku merayap keselangkangannya. Jari tengahku menyentuh klitorisnya dan mulai mengusap, basah. Bu Monic tersentak. Sesekali jari kumasukkan kedalam meqinya. Berusaha membuat sensasi dgn menyentuh G-spot-nya.

    Atas inisiatifku kami bertukar posisi, gaya 69. Jilatan lidahnya semakin sensasional dgn menulur hingga ke pangkal kemaluanku. Dua buah bijiku dikulumnya Bener-bener nikmat. Gantian aku merangkai kenikmatan untuk Bu Monic, kusibakkan rambut halusnya dan kusentuh bibir meqinya dgn ujung lidah. Dia mengelinjang. Tanpa kuberi kesempatan untuk berpikir, kujilati semua susdut meqinya, klitorisnya kugigit-gigit. Bu Monic menggelinjang liar dan,

    “Aku mau keluar Zal.. sdh nggak tahan”, katanya disela rintihan.

    Tubuhnya mengejang dan tiba-tiba terhemmpas lemas, Bu Monic orgasme.

    Aku bangga juga bisa membuat wanita secantik ini puas hanya dalam 5 menit jilatan.

    “Nikmat Zal, aku bener-bener nafsu sama kamu. Dan ternyata kamu pintar muasin aku, terima kasih ya Zal”, ujarnya.
    “Jangan terima kasih dulu Bu, ini belum apa-apa, nanti Rizal kasih yg lebih dahsyat”, sahutku.

    Kulihat mata bu Monic berbinar-binar.

    “Bener ya Zal, puasin aku, sdh setahun aku nggak merasakan orgasme, suamiku sdh bosan kali sama aku”, bisiknya agak merintih lirih.

    5 menit kemudian kugiring tubuh Bu Monic duduk diatas pinggulku. Batang Penisku kumasukkan ke dalam meqinya dan slebb,lancar karena sdh basah. Tanpa dikomando Bu Monic sdh bergerak naik turun. Posisi ini bikin aku tambah bernafsu karena aku bisa menatap tubuh indah putih bersih dgn wajah yg cantik, sepuasnya. Lama kami bereksplorasi saling merangsang. Terkadang aku mengambil posisi duduk dgn tetap Bu Monic dipangkuanku. Kupeluk tubuhnya kucium bibirnya.

    “Ahh nimat sekali Zal”, ntah sdh berapa kali kata-kata ini diucapkannya.

    Penisku yg belum terpuaskan semakin bergejolak disasarannya. Kemudian aku mengubah posisi dgn membaringkan tubuh Bu Monic dan aku berada diatas tubuh mulus. Sambil mencium bibir indahnya, kumasukkan batang penisku ke meqinya. Pinggulku kuenjot naik turun. Kulihat Bu Monic merem-melek menahan kenikmatan. Pinggulnya juga mulai bereaksi dgn bergoyang melawan irama yg kuberikan. Lama kami dalam posisi itu dgn berbagai variasi, kadang kedua kakinya kuangkat tinggi, kadang hanya satu kaki yg kuangkat. Sesekali kusampirkan kakinya ke pundakku. Bu Monic hanya menurut dan menikmati apa yg kuberikan. Mulutnya mendesah-desah menahan nikmat.

    Tiba-tiba Bu Monic mengerang panjang dan

    “Zal, aku udah mau keluar lagi, aku bener-bener nggak tahan”, katanya sedikit berteriak.
    “Aku juga mau keluar nih.. bareng yuk”, ajakku.

    Dan beberapa detik kemudian kami berdua melolong panjang

    “Aaahhhhhh..”.

    Kurasakan maniku menyemprot dalam sekali dan Bu Monic tersentak menerima muntahan lahar panas penisku. Kami sama sama terkulai lemas.

    “Kamu hebat Zal, bisa bikin aku orgasme 2 kali dalam waktu dekat”, katanya disela nafas yg tersengal.

    Aku hanya bisa tersenyum bangga.

    “Bu Monic nggak salah milih orang, aku hebat kan?” kataku berbangga yg dijawabnya dgn ciuman mesra.

    Setelah istirhat sebentar Bu Monic kemudian menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dgn shower. Dari luar kamar mandi yg pintunya nggak tertutup aku menadang tubuh semampai Bu Monic. Tubuh indah seperti Bu Monic memang sangat aku idam-idamkan. Aku yg punya kecenderungan sexual Udipus Comp-lex bener-bener menemukan jawaban dgn Bu Monic. Bosku ini bener-bener cantik, maklum mantan model. Tubuhnya terawat tanpa cela. Aku sangat beruntung bisa menikmatinya, batinku.

    Penisku tanpa dikomando kembali menegang melihat pemandangan indah itu. Perlahan aku bangun dari ranjang dan melangkah ke kamar mandi. Bu Monic yg lagi merem menikmati siraman air dari shower kaget ketika kupeluk. Kami berpelukan dan berciuman lagi. Kuangkat pantatnya dan kududukkan di meja toalet. Kedua kakinya kuangkat setengah berjongkok lalu kembali kujilati meqinya. Bu Monic kembali mendesah.

    Ada sekitar 5 menit keberi dia kenikmatan sapuan lidahku lantas kuganti jilatanku dgn memasukkan penisku. Posisiku berdiri tegak sedangkan Bu Monic tetap setengah berjongkok di atas meja. Kugenjot pantatku dgn irama yg pasti. Dgn posisi begini kami berdua bisa melihat jelas aktifitas keluarmasuknya batang penis dalam meqi, dua-duanya memerah tanda nikmat.

    Setelah puas dgn posisi itu kutuntun Bu Monic turun dan kubalikkan badannya. Tangannya menumpu di meja sementara badannya membungkuk. Posisi doggie style ini sangat kusukai karena dgn posisi ini aku ngerasa kalau meqi bisa menjepit punyaku dgn mantap. Ketika kujebloskan batang penisku, uupps Bu Monic terpekik. Kupikir dia kesakitan, tapi ternyata tdk.

    “Teruskan Zal, nikmat banget.. ohh.. kamu hebat sekali”, bisiknya lirih.

    Ada sekitar limabelas menit dalam posisi kesukaanku ini dan aku nggak tahan lagi mau keluar.

    “Bu.. aku keluar ya”, kataku.
    “Ayo sama-sama aku juga mau keluar”, balasnya disela erangan kenikmatannya.

    Dan.. ohh aku lagi-lagi memuncratkan sperma kedalam meqinya yg diikuti erangan puas dari Bu Monic. Aku memeluk kencang dari belakang, lama kami menikmati sensasi multi orgasme ini. Sangat indah karena posisi kami berpelukan juga menunjang. Kulihat dicermin kupeluk Bu Monic dari belakang dgn kedua tanganku memegang buah dadanya sementara tangannya merangkul leherku dan yg lebih indah, aku belum mencopot batang penisku.. ohh indahnya.

    Usai mandi bersama kamipun memesan makan. Selesai makan kami bergegas kembali kekantor dgn mobil sendiri-sendiri. Sore hari dikantor seperti tdk ada kejadian apa-apa. Sebelum jam pulang Bu Monic memanggilku lewat sekretarisnya. Duduk berhadapan sangat terasa kalau suasananya berubah, tdk seperti kemarin-kemarin. Sekarang beraroma cinta.

    “Zal, kamu mau kan kalau di kantor kita tetep bersikap wajar layaknya atasan sama bawahan ya. Tapi kalo diluar aku mau kamu bersikap seperti suamiku ya”, katanya tersenyum manja.
    “Iya Bu cantik”, sahutku bergurau.

    Sebelum keluar dari ruangannya kami masih sempat berciuman mesra.

    Sejak itu aku resmi jadi simpanan bos ku. Tapi aku menikmati karena aku juga jatuh cinta dgn wanita cantik idaman hati ini. Sdh setahun hubungan kami berjalan tanpa dicurigai siapapun karena kami bisa menjaga jarak kalau di kantor.