SELINGKUH

  • Karena Ban Meletus

    Karena Ban Meletus


    4 views

    Wah! Segarnya udara desa! kataku dalam hati. Matahari sore menyinari wajahku yang tampan dan tak berjerawat. Telah lama aku menunggu kesempatan untuk berkelana ke desa-desa yang masih belum banyak dikunjungi orang-orang kota.
    Aku adalah seorang programmer yang bekerja di Amerika. “Dorr!” Terdengar suara letusan dan dengan terpaksa aku menghentikan mobilku. Ternyata ban mobilku meletus. Kiri kanan tidak ada satu orang pun. Malam telah menjelang dan matahari telah tenggelam di balik pegunungan di sebelah Barat. Dengan berat hati aku berjalan kaki dan meninggalkan mobilku di sana. Memang hari sialku. Ban serep yang biasa kusimpan di dalam bagasi lupa kubawa.

    cerita-sex-dewasa-karena-ban-meletus-473x1024

    Baru berjalan beberapa langkah, terdengar suara sepeda motor dari belakang. Sepeda motor itu dikemudikan oleh seorang kakek-kakek. Sepeda motor itu berhenti seketika saat melihatku.

    “Excuse me, may I know how long is it to the nearest village?” Sapaku ramah, aku takut dia tidak mengerti bahasa Inggrisku yang kurang lancar ini.
    “Loe orang Indo ya?” tanya kakek itu.
    “Kakek juga dari Indonesia?” tanyaku penasaran.
    “Duduklah di belakang, gue bonceng ke rumahku. Tak jauh kok.” Jawabnya dengan tawa kecil.

    Aku duduk berboncengan dengan kakek itu. Setelah melewati lahan-lahan yang berwarna kuning emas akhirnya kami sampai di sebuah rumah kuno dari kayu.

    “Ini adalah rumahku. Mari masuk.” kata kakek tersebut mempersilakanku.

    Sewaktu memasuki rumah itu, bulu kudukku mulai berdiri.

    “Anna, buatkan dua gelas kopi, kita ada tamu nih.” kata kakek tersebut menyuruh seseorang.

    Dari arah dapur muncul seorang bidadari, wajahnya cantik, badannya seksi, dan dia memakai baju yang super ketat. Setelah menuangkan dua gelas kopi dia masuk ke dapur dan menyibukkan diri.

    “Anak muda, siapa namamu?” kata kakek tersebut ramah.
    “Oh maaf, namaku Alvin. Aku bekerja untuk IBM. Tadi banku meletus..”
    “Anak muda, malam ini kamu tidur di kamar Anna saja, sebab kamar Anna satu-satunya yang ada dua ranjang.”
    “Maaf, boleh saya tahu nama kakek?”
    “Ho ho ho.. Namaku Dayat, dua tahun yang lalu aku dan cucuku, Anna, berimigrasi ke sini. Kelihatannya kamu ada minat dengan cucuku ya?”

    Aku tersentak kaget, bagaimana dia tahu?

    “Itu sudah biasa anak muda, kalau saya masih seumur denganmu mungkin sudah saya ajak kawin dia.”
    “Pak Dayat, saya mohon diri, saya mau tidur dulu.”
    “Silakan, tapi jangan keluar dari rumah ini setelah tengah malam, sebab terlalu bahaya.”
    “Terima kasih atas semuanya, boleh saya tahu kamarnya yang mana Kek?”
    “Kamar di pojok kanan.”

    Setelah itu kakek tersebut masuk ke kamar di pojok kiri.Cerita Sex Dewasa

    Aku masuk ke kamar dan ternyata kamar itu tidak ada orang. Dua buah ranjang yang dimaksud kakek tersebut masih rapi dan berdampingan. “Wah, malam ini bisa main deh”, pikiran nakalku mulai bekerja. Aku terbaring di sebelah kanan ranjang dan sibuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa kulakukan. Dalam waktu singkat, batang kemaluanku mulai menjadi keras.

    Tiba-tiba saja, pintu kamar dibuka dan Anna memasuki kamar. Dia pasti mengira aku telah tertidur lelap, sebab dengan pelan-pelan dia berjalan ke arah lemari bajunya sambil melepas pakaiannya satu persatu. Ternyata dia tidak memakai BH ataupun celana dalam. Payudaranya berdiri dengan kencang, dan bulu kemaluannya di potong pendek-pendek. Badannya yang aduhai semakin indah di bawah sinar bulan purnama.

    Setelah memakai piyamanya dia tidur di sebelahku. Tangannya yang mulus mengelus pipiku sambil berbisik, “Loe suka apa yang loe lihat barusan nggak?” Aku tersentak kaget. Jadi tadi dia ganti baju di depanku dengan sengaja. Tangannya mulai turun dan memegang kejantananku yang sekeras baja.

    “Nakal juga loe, dari tadi diam aja.” Dia membalikkan badanku dan mulai menciumi wajahku.

    Mulai dari keningku, kemudian hidung, dan akhirnya mulutku. Aku membalas ciumannya dan akhirnya kami French Kissing. Lidah kami bertemu dan bergelut. Badan kami mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa permainan ini akan menjadi menarik.

    Tanganku mulai membuka baju piyamanya. Tanpa melepaskan French Kiss kami, dia membuang bajunya ke tanah. Tangan nakalku mulai memainkan payudaranya yang indah. Tangannya mulai melepaskan kemejaku dan tak lama kemejaku juga menyusul di tanah.

    Ciuman kami terlepas untuk mengambil nafas. Nafas kami mulai menjadi berat dan kami bergerak menurut insting kami. Aku mulai menciumi lehernya dan terus turun ke arah payudaranya. Aku menciumi payudaranya dan menjilati puting susunya. Setelah lumayan puas dengan payudaranya, aku menurunkan celana piyamanya. Tanganku mulai bermain di liang kewanitaan Anna. Aku memasukkan satu jari dan merasakan liang kewanitaannya membasah. Anna juga tak kalah ganasnya. Dia melepaskan sabuk dan celana jeans-ku. Celanaku menyusul baju dan celana kami di tanah. Celana dalamku juga menyusul.Cerita Sex Dewasa

    Aku pun tidak mau buang-buang waktu lagi. Kujilati liang senggamanya dan klitorisnya. Langsung saja dia mengerang dengan penuh kepuasan. Sambil terus menjilati klitorisnya, aku memasukkan dua jari ke liang senggamanya. Tanganku yang satunya menemukan payudaranya dan mulai memelintir ringan puting susunya. Dia mengerang dengan gembira dan cairannya mulai tumpah dan dia pasti telah mendapat orgasme yang keras. Aku tidak peduli, dengan ganas kudorong maju mundur jemariku dan dengan keras kujilati klitorisnya. Tepat juga dugaanku, dia mendapat multiple orgasme.

    Batang kejantananku yang sejak tadi keras dan online siap-siap kumasukkan ke lubang cintanya. Tetapi dia menarikku dan membaringkan tubuhku di ranjang.

    “Tenang aja..” katanya dengan suara yang merdu.

    Setelah itu, dia langsung mengulum batang kemaluanku dan dia langsung menaruh liang cintanya di atas wajahku. Langsung saja kujilati. Dalam posisi 69 ini, kami saling memuaskan satu sama lainnya. Tak lama, aku merasa air maniku akan keluar.

    “Anna, I’m cumming..” desahku diiringi dengan semprotan air maniku yang maha dahsyat dan langsung ditelan dengan mesra oleh Anna dan setelah orgasme yang keras itu, kurasakan Anna mencapai puncak orgasme seperti yang kualami tadi.

    Baca Juga Cerita Sex BH HItam

    Kami sangat kecapaian dan berbaring sebentar. Rupanya Anna masih hot. Dia mulai memegang-megang batang kemaluanku dan genggamannya mulai bergerak naik turun. Batang kemaluanku yang offline langsung saja berdiri tegap. Anna duduk mengkangkang dan mengendarai batang kemaluanku. Badannya naik turun berirama. Tanganku memainkan puting susunya yang mulai mengeras dalam peganganku. Dia mulai mengerang dan berteriak,

    “Enak..!” Pinggulku juga turut bergerak naik mengikuti irama Anna.

    Tanda-tanda ejakulasi mulai muncul dan irama kami semakin lebih cepat.

    “Ooh.. ooh..” Kami berdua mengerang bersamaan dan akhirnya aku merasakan otot-otot liang kewanitaannya mengeras dan cairan cintanya tumpah ke atas batang kemaluanku.

    Pada saat itu juga batang kemaluanku menembakkan cairan nikmatnya ke dalam liang kewanitaannya yang sempit itu.

    Kami berpakaian kembali. Kami berdua tidur berpelukan sampai besok paginya. Pagi harinya, aku melihat Pak Dayat sedang melihat beberapa orang pemuda desa yang sedang memperbaiki ban mobilku dan setelah selesai, saya langsung pergi dari desa itu meninggalkan kenangan yang tak terlupakan.

  • Pemuasku

    Pemuasku


    8 views

    Pengalaman nyata ini terjadi kurang lebih 19 tahun yang lalu. Panggil saja aku Wita (nama samaran). Saat
    itu usiaku 24 tahun dan sudah mempunyai 2 anak yang masih balita. Untuk mengisi waktu aku bekerja sebagai
    salah satu manager pada perusahaan yang berkantor di kawasan Kebayoran Baru. Banyak orang mengatakan
    diriku cantik. Dengan tinggi badan 161 cm, berat badan 48 kg aku masih kelihatan seperti gadis remaja.

    cerita-sex-dewasa-pemuasku
    Sejak masih remaja nafsu seksku memang sangat tinggi. Keperawananku telah direnggut oleh mantan pacar
    pertamaku, saat aku masih berusia 17 tahun. Semasa pacaran dengan suamiku yang sekarang, sebut saja
    namanya Zali, kami berdua telah sering melakukan hubungan seks. Untungnya hubungan seks yang cukup kami
    berdua lakukan sebelum menikah itu tidak sampai membuahkan hasil. Aku bersyukur walau Zali mendapatkan
    diriku yang sudah tidak perawan lagi, ia tetap bertanggung jawab menikahiku.

    Kecintaan suami terhadap kedua orang tuanya, menyebabkan kami sekeluarga tinggal di rumah mertua. Di
    rumah mertua juga masih tinggal 4 orang adik ipar, dimana 2 diantaranya adalah adik ipar laki-laki yang
    sudah dewasa. Pekerjaan yang digeluti suami, menyebabkan suamiku sering melakukan tugas dinas ke luar
    kota.

    Pada suatu hari, sekitar di bulan Mei, suamiku mendapat tugas ke daerah untuk jangka waktu 2 bulan.

    Beberapa hari sebelum keberangkatannya, tanpa diduga ia bertanya kepadaku,

    “Mam, seandainya Papa pergi untuk waktu yang cukup lama, apakah Mama tahan nggak ngeseks?”

    Aku terkejut mendengar pertanyaan suamiku itu,

    “Nggak lah Pa..”

    Namun suamiku tetap mendesakku, dan selanjutnya berkata,

    “Papa nggak keberatan kok jika Mama mau selingkuh dengan pria lain, asalkan Mama mau dan pria itu sehat,
    Papa mengenalnya dan Mama jujur.”

    Aku menjawab,

    “Mana mungkin lah Pa, siapa sih yang mau sama aku.”

    Kemudian suamiku menawarkan beberapa nama antara lain bosku, teman-teman prianya dan terakhir salah satu
    adik kandungnya (sebut saja namanya Ary, usianya lebih muda satu tahun dariku). Walaupun aku mencoba
    mengelak untuk menjawabnya, ternyata suamiku tetap merayuku untuk berselingkuh dengan pria lain.

    Pada akhirnya ia menawarkan aku untuk berselingkuh dengan Ary. Terus terang, Ary memang adik iparku yang
    paling ganteng bahkan lebih ganteng dari suamiku. Selain itu, Ary sering membantuku dan dekat dengan
    kedua anakku. Perasaanku agak berdebar mendengar tawaran ini dan saat itu pikiranku tergoda dan
    mengkhayal jika hal ini benar-benar terjadi.

    Kemudian aku mencoba mencari tahu alasan suami menawarkan adiknya, Ary, sebagai pasangan selingkuhku.
    Tanpa kuduga dan bak halilintar di tengah hari bolong, suamiku bercerita bahwa sebelumnya tanpa
    sepengetahuanku ia pernah berselingkuh dengan adik kandungku yang berusia 19 tahun saat adikku tinggal
    bersama kami di kota M. Pengakuan suamiku itu menimbulkan kemarahanku. Kuberondong suamiku dengan
    beberapa pertanyaan, kenapa tega berbuat itu dan apa alasannya.

    Dengan memohon maaf dan memohon pengertianku, suamiku memberikan alasan bahwa hal itu dilakukan selain
    karena lupa diri, juga sebenarnya untuk menebus kekecewaannya karena tidak mendapatkan perawanku pada
    malam pengantin. Aku mencoba menanggapi alasannya,

    “Kenapa Papa dulu mau menikahiku..” Suamiku hanya menjawab bahwa ia benar-benar mencintaiku.

    Mendengar alasan tersebut, aku terdiam dan dapat menerima kenyataan itu, walau yang agak kusesalkan
    kenapa ia lakukan dengan adik kandungku. Selanjutnya suamiku berkata, “Itulah Mam mengapa Papa menawarkan
    Ary sebagai teman selingkuh Mama, tak lain sebagai penebus kesalahan Papa dan juga agar skor menjadi 1-
    1,” sambil ia memeluk dan menciumiku dengan penuh kasih sayang.

    Aku mencoba merenung, dan dalam benakku muncul niat untuk melakukannya. Pertama, jelas aku menuruti
    harapan suami. Kedua, kenapa kesempatan itu harus kusia-siakan, karena selain ada ijin dari suami, juga
    akan ada pria lain yang mengisi kesepianku, lebih-lebih dapat memenuhi kebutuhan seksku yang selalu
    menggebu-gebu dan sangat tinggi. Sempat kubayangkan wajah Ary yang selama ini kuketahui masih perjaka.
    Ketampanannya yang ditunjang oleh fisiknya yang tegap dan gagah. Kubayangkan tentunya akan sangat
    membahagiakan diriku.Cerita Sex Dewasa

    Bermodalkan khayalan ini kuberanikan berkata kepada suamiku,

    “Boleh aja Pap, asal Ary mau..” Mendengar perkataanku tersebut, suamiku langsung memelukku dan akhirnya
    kami berdua melanjutkan permainan seks yang sangat memuaskan.

    Sehari setelah suamiku berangkat ke luar kota, aku mulai berpikir mencari strategi bagaimana mendekati
    Ary. Selain memancing perhatian Ary di rumah, kutemukan jalan keluar yaitu minta tolong dijemput pulang
    dari kantor. Waktu kerja di kantorku dibagi dalam dua shift, yaitu shift pagi (08:00 – 14:30) dan shift
    siang (14:30 – 21:00). Rute pengantaran selalu berganti-ganti, karenanya jika aku mendapat giliran
    terakhir, pasti sampai rumah agak terlambat. Hal ini aku keluhkan kepada kedua mertuaku.

    Mendengar keluhanku ini, kedua mertuaku menyarankan agar setiap kali pulang dari dinas siang, tidak perlu
    ikut mobil antaran, nanti Ary yang akan disuruh menjemputku. Hatiku begitu gembira mendengar saran ini,
    karena inilah yang kutunggu-tunggu untuk lebih dekat pada Ary. Sampai kedua kali Ary datang menjemputku
    dengan motornya, sikapnya padaku masih biasa-biasa saja, walau dalam perjalanan pulang di atas motor,
    kupeluk erat-erat pinggangnya dan sekali-kali sengaja kusentuh penisnya.

    Suatu hari, pembantu dirumah terserang penyakit. Karena aku dinas siang, mertuaku menyuruhku membawanya
    ke rumah sakit bersama Ary. Sambil menunggu giliran pembantuku dipanggil dokter, aku dan Ary mengobrol.
    Dalam obrolan itu, Ary menanyakan beberapa hal antara lain berapa lama suamiku dinas di luar kota, dan
    apa aku tidak kesepian ditinggal cukup lama. Pertanyaan terakhir ini cukup mengejutkan diriku, dan
    bertanya sendiri dalam hati apa maksudnya.

    Tanpa sungkan aku memberanikan diri menjawab untuk memancing reaksinya.

    “Yakh sudah tentu kesepian donk Ri, apalagi kalau lama tidak disiram-siram.” sambil aku tersenyum genit.

    Entah benar-benar lugu atau berpura-pura, Ary menanggapinya,

    “Apanya yang disiram-siram..” Kujawab saja,
    “Masa sih nggak ngerti, ibarat pohon kalau lama nggak disiram bisa layu kan..” Ary hanya terdiam dan
    tidak banyak komentar, namun aku yakin bahwa Ary tentunya mengerti apa yang kuisyaratkan kepadanya.

    Selesai urusan pembantuku, kami semua kembali ke rumah. Seperti biasa jam 14:00 aku sudah dijemput
    kendaraan kantor. Sekitar jam 16:00 aku menerima telepon dari Ary.

    Selain mengatakan akan menjemputku pulang, ia juga menyinggung kembali kata-kataku tentang ‘siram
    menyiram’. Kukatakan padanya,

    “Coba aja terjemahkan sendiri..” Sambil tertawa di telepon, Ary berkata,
    “Iya deh nanti Ary yang siram..”

    Tepat jam 21:00, Ary sudah datang menjemputku dengan motornya. Dalam perjalanan, kutempelkan tubuhku
    erat-erat dengan melingkarkan tanganku di pinggangnya. Aku mencoba memancing reaksi Ary dengan
    menyentuhkan jari-jari tanganku ke penisnya. Kurasakan penisnya menjadi keras.

    Saat berada di depan Taman Ria Remaja Senayan, Ary membelokan motornya masuk. Aku sedikit kaget, dan
    mencoba bertanya,

    “Ri, kok berhenti di sini sih..?” Ary menjawab,
    “Nggak apa-apa kan, sekali-kali mampir cuci pemandangan, sekalian ngobrol lagi soal siram-siraman.” Aku
    mengangguk dan menjawab,
    “Iya boleh juga Ri..”

    Setelah parkir motor, tanpa sungkan, Ary menggandeng pinggangku sambil berjalan, dan aku tak merasa risih
    mendapat perlakuan ini. Setelah berhenti sebentar membeli dua cup coca cola dan popcorn, sambil
    bergandengan aku dibawa Ary ke tempat yang agak gelap dan sepi. Dalam perjalanan, kulihat beberapa
    pasangan yang sedang asyik masyuk bercinta, yang mebuat nafsu seksku naik.

    Setelah mendapat tempat yang strategis, tidak ada orang di kiri kanan, kami berdua duduk bersebelahan
    dengan rapat. Kemudian Ary membuka pembicaraan dengan kembali mengulangi pertanyaannya.

    “Berapa lama Mas Zali tugas di luar kota.?” Kujawab,
    “Yah.. katanya sih 2 bulanan, memang kenapa Ri?
    “Apa Wita nggak akan kesepian begitu cukup lama ditinggal Mas Zali?” kata Ary.
    “Yah tentunya normal dong kesepian, apalagi nggak disiram-siram.” kuulangi jawaban yang sama sambil
    kupandang wajah Ary dengan ekspresi menggoda.

    Tiba-tiba Ary meletakkan tangannya di pundakku dan dengan beraninya menarik wajahku. Kemudian ia mencium
    pipi dan melumat bibirku dengan penuh nafsu. Diriku seperti terbang, kulayani lumatan bibirnya dengan
    penuh nafsu pula. Sambil berciuman, dengan lirih Ary bertanya,

    “Oh Wita sangat cantik, boleh nggak Ary mengisi kesepian Wita?”

    Sebagai jawaban kubisikkan di telinganya,Cerita Sex Dewasa

    “Oh.. Ri, boleh saja, Wita memang kesepian dan butuh orang yang dapat memuaskan..”

    Sambil berciuman, tangan Ary membuka kancing bajuku dan memasukkan tangannya di balik kutangku sambil
    meremas-remas buah dadaku dan memilin-milin puting susuku. Tubuhku menggelinjang menahan rangsangan
    tangannya. Kemudian tangannya terus turun ke bawah, dari balik rokku dan celana dalamku yang sudah basah,
    ia memasukkan jari-jari tangannya mempermainkan klitorisku.

    Nafsuku semakin naik, dengan lirih aku mengerang,

    “Oh.. oh Ri, aduh Ary pinter sekali.. oh.. puaskan Wita Ri.. Oh..” Dengan semangat Ary mempermainkan
    vaginaku sambil kadang-kadang ia melumat bibirku.

    Tubuhku terasa terbang menikmati permainan jari-jari tangannya di vaginaku. Kurasakan satu dan akhirnya
    dua jari Ary masuk ke dalam lubang vaginaku.

    “Oh.. Ri.. aduh.. enaknya Ri.. oh terus Ri..” aku mengerang menahan kenikmatan.

    Mendengar eranganku, kedua jari tangan Ary makin mengocok lubang vaginaku dengan gerakan yang sangat
    merangsang.

    Dan akhirnya, beberapa menit kemudian karena tak tahan, aku mencapai orgasme.

    “Oh Ri, aagh.. Wita keluar Ri..” Kujilati seluruh permukaan wajah Ary dan kulumat bibirnya dengan nafsuku
    yang masih tinggi.

    Ary masih tetap memainkan kedua jarinya di dalam vaginaku. Begitu hebatnya permainan kedua jari tangan
    Ary yang menyentuh daerah-daerah sensitif di dalam lubang vaginaku, membuatku orgasme sampai tiga kali.

    Kelihatannya Ary begitu bernafsu dan saat itu ia mengajakku bersetubuh.

    “Wita.. boleh nggak Ary masukkan lontong Ary ke dalam apem Wita?”

    Walau aku sebenarnya juga menginginkannya, namun aku khawatir dan sadar akan bahaya kalau ketahuan satpam
    Taman Ria.

    Kujawab saja, “Jangan di sini Ri, bahaya kalau ketahuan satpam, nanti di rumah saja ya Yang..”

    “Benar nih jangan bohong ya.. dan bagaimana caranya?” tanya Ary.

    Kujawab saja,

    “Nanti kamar nggak dikunci, masuk aja Ri, yang penting jangan ketahuan orang rumah.”

    Akhirnya Ary setuju dengan tawaranku itu. Mengingat waktu sudah menunjukkan jam 22:10 kami berdua sepakat
    pulang. Sebelum meninggalkan tempat, sambil berdiri kami berdua berpelukan erat, saling melumat bibir dan
    lidah. Sambil bergandengan mesra, tanpa khawatir kalau ada orang yang kenal melihatnya, kami berdua
    berjalan menuju parkir motor. Dalam perjalanan pulang, kupeluk erat tubuh Ary, sambil jari-jari tangan
    kananku membelai dan meremas-remas lontongnya dari balik celananya.

    Sesampainya di rumah, selesai mandi kukenakan daster tidurku tanpa celana dalam, dan kusemprotkan parfum
    di tubuhku, siap menanti pria yang akan mengisi kebutuhan seksku. Kulihat kedua anakku sudah tidur pulas.
    Kemudian kira-kira jam 23:30 kumatikan lampu kamar dan kurebahkan tubuhku di tempat tidur terpisah dari
    tempat tidur anak-anakku. Sambil tidur-tidur ayam, kunantikan Ary masuk ke kamarku. Sekitar jam 01:00,
    kulihat pintu kamar yang sengaja tidak kukunci secara perlahan dibuka orang. Kulihat Ary dengan sarung
    masuk.

    Setelah ia menutup kembali pintu kamar dan menguncinya, ia menuju tempat tidurku dan langsung menindih
    tubuhku dan menciumi wajah serta bibirku. Sambil menciumiku, tangannya menggerayangi vaginaku. Ary
    berkata, “Wah sudah siap nih ya.. nggak pakai celana dalam..” Tak berapa lama Ary mengangkat dasterku dan
    mempermainkan klitorisku dan sesekali memasukkan jarinya ke lubang vaginaku, membuatku melayang dan
    vaginaku cepat banjir.

    Ternyata Ary juga sudah siap dengan tidak memakai celana dalam. Digesek-gesekannya lontongnya yang sudah
    mengeras di pahaku sambil jari-jari tangannya mempermainkan vaginaku. Kubalas gerakan Ary dengan
    meremas-remas dan mengocok lontongnya. Nafsuku semakin naik, begitu juga Ary karena nafasnya terdengar
    semakin memburu.

    Sambil tersengal-sengal, ia melenguh,

    “Oh.. oh.. Wita.. Ary sudah nafsu.. Wita haus kan.. Ary masukkan ya..” Aku pun sudah tidak tahan,
    “Oh Ri.. masukkan cepat lontongnya.. Wita sudah nggak tahan.. Ohh Ri..”

    Kemudian,

    “Slep..” kurasakan lontong Ary yang lebih besar dan panjang dibandingkan lontong suamiku itu masuk dengan
    mudah masuk ke dalam lubang vaginaku yang sudah benar-benar basah itu.

    Kurasakan lontongnya sampai menyentuh dinding vaginaku yang terdalam.

    “Oh.. Ri.. aduh enaknya Ri.. oh gede Ri..” aku merintih, sambil kupeluk erat tubuh Ary.

    Kudengar pula rintihan Ary sambil menurun-naikkan lontongnya di dalam vaginaku.

    “Oh.. oh.. agh.. Wita, enak sekali apem Wita.. oh.. aagh..” Dari cara permainannya, aku merasakan Ary
    belum berpengalaman dalam hal seks dan kelihatannya baru pertama kali ia berbuat begini.

    Mungkin karena begitu nafsunya kami berdua kurang lebih 10 menit menikmati hujaman lontong Ary, aku sudah
    mau mencapai orgasme.

    “Oh.. agh.. aduh Ri.. cepatkan tusukannya Ri.. Wita mau keluar.. oh..aagh..” Kurasakan Ary pun sudah mau
    orgasme. “Oh.. agh.. Mbak, Ary juga mau keluar.. oh.. aaghh..” Tak lama kemudian, berbarengan dengan
    keluarnya spermaku, kurasakan semburan sperma yang keluar dari penis Ary yang masih perjaka, keras dan
    berkali-kali memenuhi lubang vaginaku.

    Kami berdua berpelukan erat merasakan kenikmatan yang tiada taranya ini. Kubisikkan di telinga Ary,

    “Terima kasih Ri, Mbak puas sekali..” Ary pun berbisik,
    “Aduh Wita, baru pertama kali ini Ary rasakan enaknya apem.. Wita puas kan..” tambahnya.

    Kemudian, Ary mencabut lontongnya dari dalam lubang vaginaku. Aku berusaha menahannya karena aku ingin
    nambah lagi. Ary berbisik,Cerita Sex Dewasa

    “Besok-besok aja lagi, sekarang Ary harus keluar.. takut ada orang yang bangun..” Setelah mengecup kening
    dan pipiku, Ary permisi keluar. Kubisikkan di telinganya,
    “Hati-hati ya Ri.. jangan sampai ketahuan orang lain..” Walaupun belum begitu puas, tapi hatiku bahagia
    bahwa Ary akan mengisi kesepian dan memenuhi kebutuhan seksku selama suami di luar kota.

    Dalam hati aku pun mengucapkan terima kasih kepada suamiku atas ijinnya dan pilihannya yang tepat.

    Setelah kejadian pertama ini, hubungan seksku dengan adik suamiku ini terus berlanjut. Sayangnya hal ini
    kami berdua lakukan di rumah, karena saat itu memang tidak pernah terpikir untuk main di luar misalnya di
    Motel. Saking puasnya menikmati permainan seks dari Ary, aku lupa akan jadwal kalender KB yang selama ini
    kugunakan. Sedangkan setiap kali Ary menyetubuhiku, spermanya selalu ditumpahkan di dalam vaginaku.

    Aku sendiri memang tidak menginginkan sperma Ary ditumpahkan di luar, karena justru merasakan semburan
    dan kehangatan sperma Ary di dalam vaginaku, merupakan suatu kenikmatan yang luar biasa. Akibatnya
    setelah beberapa kali melakukan hubungan, aku sempat terlambat 6 hari datang bulan (mens). Hal ini
    kuceritakan kepada Ary, saat kami mengobrol berdua di paviliun. Khawatir benar-benar hamil, kuminta Ary
    mengantarku ke dokter untuk memeriksakannya. Pada mulanya Ary tidak setuju, dan ingin mempertahankan
    kehamilanku. Aku tidak setuju dan tetap ingin menggugurkannya.

    Keesokan paginya dengan diantar Ary, aku memeriksakan diri ke suatu rumah sakit bagian kandungan.
    Ternyata hasil pemeriksaan tidak bisa keluar hari itu juga, dan harus menunggu tiga hari. Sampai dua hari
    setelah pemeriksaan dokter, ternyata mens-ku masih belum datang. Aku tidak sabar dan khawatir jika
    ternyata aku benar-benar hamil. Hal ini kuutarakan kepada Ary dan kuminta ia membantu membelikan satu
    botol bir hitam untukku. Keesokan harinya, Ary menyerahkan bir hitam itu kepadaku, dan malamnya kuminum.
    Tiga hari setelah minum bir hitam tersebut, mens-ku datang.

    Setelah mens-ku selesai sekitar 7 hari, aku dan Ary melanjutkan lagi hubungan seks seperti biasanya.
    Praktis selama dua bulan ada 18 kali aku dan Ary berhasil melakukan hubungan seks yang memuaskan dengan
    aman tanpa ketahuan keluarga di rumah. Keinginan untuk melakukannya setiap hari sulit terlaksana,
    mengingat situasi rumah yang tidak memungkinkan.

    Dari sekian kali hubungan seksku dengan Ary, seingatku ada tiga kali yang benar-benar sangat memuaskan
    diriku. Selain kejadian yang pertama kali, hubungan seksku dengan Ary yang sangat memuaskan adalah
    sewaktu kami berdua melakukan di suatu siang hari dan saat malam takbiran. Kejadian di siang hari itu,
    yaitu saat aku selesai mandi dan bersiap-siap berhias diri mau pergi ke kantor. Saat itu kedua mertuaku
    dan adik-adik iparku yang lain sedang tidak ada di rumah. Yang ada hanya Ary, yang kebetulan sudah pulang
    dari kantornya, karena hari Jumat. Kedua anakku asyik bermain dengan pengasuhnya.

    Tanpa sepengetahuanku, saat aku memakai make-up, tiba-tiba Ary masuk kamarku yang tidak terkunci. Setelah
    menutup pintu kembali dan menguncinya, dari belakang ia memelukku, melepaskan handuk yang membungkus
    tubuhku, sehingga aku dalam posisi telanjang bulat. Diciumnya pundak belakangku, sambil tangannya
    memainkan kedua payudaraku, dan turun mempermainkan vaginaku. Akibatnya, aku tak tahan dan vaginaku cepat
    basah. Segera kubalikkan tubuhku dan kupeluk serta kulumat bibir Ary dengan penuh nafsu. Kemudian kubuka
    reitsleting celananya dan kutanggalkan celana panjang dan celana dalamnya. Kemudian aku jongkok di
    hadapannya, sambil meremas, menjilati, dan mengulum lontongnya dalam mulutku.

    Setelah kurasakan lontongnya semakin keras, kudorong tubuh Ary duduk di tepi tempat tidur. Kemudian aku
    berdiri membelakanginya, dan setengah jongkok kupegang dan kuarahkan lontongnya masuk ke dalam lubang
    kewanitaanku yang sudah basah itu. Kuturun-naikkan dan kuputar pinggulku untuk merasakan nikmatnya
    lontong Ary yang telah masuk seluruhnya dalam lubang vaginaku.

    Sambil bergoyang itu, aku merintih dan berdesah,

    “Oooh.. aaghh..” Ary tak mau ketinggalan, ia membantu menurun-naikkan pinggulku dan kadang-kadang
    meremas-remas kedua buah dadaku.

    Kurang lebih tiga menit dengan posisi ini, terasa aku sudah mau orgasme. Kupercepat gerakan turun naik
    dan goyangan pinggulku, dan saat itu Ary merintih,

    “Oh.. oh.. Wita, Ary mau keluar.. oh..”

    Akhirnya berbarengan dengan keluarnya spermaku, kurasakan lontong Ary menyemprotkan spermanya dengan
    keras memenuhi lubang vaginaku. Tubuhku terasa terbang merasakan semprotan yang hangat dan nikmat itu.
    Kemudian kukeluarkan lontong Ary dari lubang vaginaku. Kulihat masih cukup keras. Dengan penuh nafsu
    kujilati, kuhisap lontong Ary yang masih basah diselimuti campuran sperma kami berdua.

    Tak berapa lama kemudian lontong Ary kembali keras. Kemudian kuminta Ary menyetubuhiku dari belakang.
    Dengan menopangkan kedua tanganku di atas meja hias dan posisi menungging, kusuruh Ary memasukkan
    lontongnya ke dalam lubang vaginaku dari belakang. Betapa nikmatnya kurasakan lontong Ary menghunjam
    masuk ke dalam lubang vaginaku, kemudian sambil meremas-remas kedua buah dadaku, Ary mempercepat tusukan
    lontongnya.

    Dari cermin yang berada di hadapanku, kulihat gerakan dan ekspresi wajah Ary yang sedang mempermainkan
    lontongnya di dalam lubang vaginaku. Situasi ini menambah naiknya birahiku.

    Kurang lebih tiga menit merasakan tusukan-tusukan lontongnya, aku tak tahan ingin orgasme lagi. Aku
    merintih,

    “Aduh.. oh.. agh.. Ri, tembus Ri.. aagh.. Wita mau keluar lagi, cepatkan Ri.. oh.. aaghh..” Ternyata Ary
    pun mau keluar.

    Ia pun merintih,

    “Oh.. augh.. Wita, Ary juga mau keluar.. aduh.. Wita.. bareng ya.. oh..” Beberapa saat kemudian, secara
    bersamaan aku dan Ary mencapai orgasme. Kurasakan kembali semprotan sperma Ary yang hangat dan nikmat
    lubang vaginaku.

    Setelah itu, kami berdua berpelukan dengan mesra. Aku berkata,

    “Nakal ya..” Ary mencium pipi dan keningku kemudian pamit keluar.

    Kemudian aku pun keluar ke kamar mandi untuk membasuh vaginaku. Jam 14:00, jemputan mobil dari kantorku
    datang. Malamnya sesuai janji via telepon, kembali Ary masuk ke kamarku dan menyetubuhiku secara
    terburu-buru, karena khawatir ada yang memergoki. ceritasexdewasa.org Walau dalam keadaan terburu-buru, persetubuhanku dengan
    Ary yang dilakukan setiap dini hari itu, cukup memuaskan, karena paling tidak setiap bersetubuh itu aku
    bisa orgasme minimal satu kali dan merasakan semprotan sperma Ary di dalam vaginaku.

    Selanjutnya, persetubuhanku dengan Ary yang benar-benar memuaskan dan menyebabkan aku lemas tak berdaya
    adalah saat malam takbiran. Pada malam itu, aku menginap di rumah orang tuaku. Sesuai janji via telepon
    Ary datang menjengukku. Kami berdua duduk mengobrol merayakan takbiran di rumah. Kedua orang tuaku
    menyuruhku menawarkan bir kepada Ary. Selesai acara TV, ayahku pergi keluar rumah dan ibuku masuk tidur.
    Kini di ruang tamu, tinggal aku dan Ary duduk berdua ngobrol sambil menikmati bir sepuas-puasnya. Karena
    pengaruh bir, kurasakan nafsu seksku mulai naik.

    Kemudian aku pamit sebentar, melihat kedua anakku sekalian mengecek Ibuku. Aku mengganti bajuku dengan
    daster dan kutanggalkan celana dalamku. Setelah kuketahui ibuku sudah pulas tidur dan keadaan aman, aku
    kembali ke ruang tamu, duduk di sebelah Ary. Tak lama kemudian Ary sudah memelukku, menciumiku sambil
    bertanya apa ibuku sudah tidur. Mengetahui ibuku sudah tidur, Ary mulai menggerayangi vaginaku dengan
    jari-jari tangannya sambil melumat bibirku.

    Aku menggelinjang dan merintih,

    “Oh.. Ri.. enak sekali.. Ri.. oh terus Ri..” Aku tak mau kalah dan kuremas-remas lontongnya dari luar
    celana yang membuat lontongnya semakin keras.

    Kemudian kusuruh Ary berdiri, kubuka reitsleting celana panjangnya dan sekaligus celana dalamnya. Kulihat
    dan rasakan lontong Ary lebih keras dan besar dari biasanya.

    “Aduh.. wow.. kok lebih keras dan besar Ri lontongnya?” Ary berterus terang bahwa sorenya ia minum jamu
    kuat laki-laki sebagai persiapan untuk memuaskan diriku.

    Kuhisap, kujilati dan kukulum lontongnya dengan penuh nafsu. Karena tak tahan lagi, kudorong tubuh Ary
    duduk di sofa. Aku duduk di atas pangkuannya. Kemudian kupegang dan arahkan lontongnya ke dalam vaginaku.

    “Wow.. aduh Ri.. gede banget dan enak Ri, lontongnya.. aduh.. oohh..” aku mengerang.

    Sambil kulumat bibirnya, kunaik-turunkan pinggulku agar dapat merasakan gerakan, tusukan dan denyutan
    lontong Ary. Sekitar dua menit kugoyang, akhirnya aku mencapai orgasme karena tak tahan merasakan lontong
    Ary yang lebih keras dan besar dari biasanya. Kemudian kami berdua merubah posisi dengan doggy style.
    Kurang lebih tiga menit, lagi-lagi aku tidak tahan dan orgasme untuk yang kedua kalinya. Setelah
    beristirahat sebentar, kami berdua merubah posisi dengan berdiri. Lontong Ary masih keras dan ia belum
    keluar sama sekali. Lagi-lagi, mungkin karena pengaruh bir dan nafsu yang menggebu, aku mencapai orgasme
    yang ketiga kalinya.Cerita Sex Dewasa

    Dengan masih mempertahankan lontongnya yang keras dan panjang di dalam vaginaku, Ary menggendongku masuk
    ke kamar tidurku. Direbahkan tubuhku di kasur di atas lantai yang sudah kusiapkan. Masih kurasakan
    nikmatnyan dan orgasmeku yang keempat kalinya saat Ary menyetubuhiku dengan posisi di atas. Setelah itu
    aku tak ingat lagi dan menyerah pasrah menerima tusukan-tusukan lontong Ary.

    Mungkin lebih dari 10 kali aku mencapai orgasme, dan aku tak tahu berapa kali Ary keluar. Saat terbangun
    kira-kira jam 5 pagi, terasa kepuasan yang amat sangat pada diriku walau kakiku rasanya gontai dan lemas.
    Kurasakan juga kehangatan sperma Ary yang masih ada di dalam vaginaku. Tak disangka selingkuhku di malam
    takbiran dengan Ary adik suamiku adalah yang terakhir, karena beberapa hari kemudian, suamiku sudah
    kembali ke rumah.

    Sekembalinya suami di rumah, malam harinya suami mengajakku bersetubuh. Sambil bersetubuh, suami bertanya
    apakah jadi selingkuh dengan Ary. Karena memang sudah diijinkannya, aku berterus terang mengaku. Pada
    mulanya suamiku agak marah, mungkin tersinggung, tapi akhirnya ia memaafkanku. Sejak saat itu hubunganku
    dengan Ary praktis terputus. Namun, Ary masih mencoba mendekatiku dan berusaha mengajakku untuk
    berhubungan lagi. Hal itu ia lakukan beberapa kali via telepon saat suamiku ke kantor. Walau sebenarnya
    aku sendiri masih menginginkannya, namun ajakan Ary tersebut terpaksa kutolak. Selain suasana rumah
    memang tidak memungkinkan, aku juga khawatir jika suamiku akan marah karena ia belum mengijinkan lagi.

    Peristiwa perselingkuhanku dengan adik ipar atas saran dan ijin suami menjadi pengalaman yang manis
    sampai saat ini. Lebih dari itu, jika suami mengungkit-ungkit lagi masalah ini dan minta aku
    menceritakannya kembali, bukannya marah yang kudapat darinya, malah sebaliknya kasih sayang yang makin
    besar.

    Baca Juga Cerita Sex Karena Jarang Di Gauli

    Setiap kali akan meniduriku, untuk merangsang dirinya, suamiku selalu meminta aku untuk menceritakan
    kembali pengalaman selingkuhku dengan adiknya itu. Ia kerap bertanya posisi apa saja yang aku dan Ary
    lakukan saat berhubungan seks, berapa kali aku klimaks, bagaimana rasanya vaginaku menerima semburan
    sperma Ary dlsb.

    Untuk membahagiakannya, kuceritakan semuanya secara jujur. Setiap kali mendengar ceritaku itu, nafsu seks
    suamiku semakin meningkat dan ia meminta aku mempraktekannya kembali dengan menganggap dirinya sebagai
    Ary. Terus terang, gairah seksku pun semakin meningkat saat harus membayangkan dan mempraktekan kembali
    cara-cara hubungan seksku dengan Ary.

    Ternyata perselingkuhan tidak selalu merusak keharmonisan rumah tangga. Mungkin ada benarnya jika orang
    menerjemahkan arti kata ‘selingkuh’ sebagai ‘selingan indah keluarga utuh

  • Istri Bossku

    Istri Bossku


    5 views

    Aku bekerja di Semarang, ditengah lingkungan orang-orang Chinese yang kebanyakan perempuan. Aku berumur
    35 tahun tetapi belum menikah dan sudah punya pacar yang jauh tempatnya. Istri bossku itulah yang
    merenggut keperjakaanku.

    cerita-sex-dewasa-istri-bossku
    Suaminya affair dengan seorang perempuan marketing dari Jakarta. Memang aku kalau melihat istri bossku,
    aku jadi kasihan. Walau sudah punya 3 anak tapi kulihat akhir-akhir ini makin tambah seksi terutama
    kedua buah dadanya yang membesar.

    Aku tahu dia ikut fitness rutin dan body building di salah satu sanggar senam. Mungkin untuk mengimbangi
    WIL suaminya yang memang sangat seksi dan suaranya kalau telepon, minta ampun, merdu sekali. Makanya
    bossku sampai klepek-klepek.

    Bossku orangnya kasar, selalu menang sendiri dan otoriter pada istrinya. Tidak malu dia memarahi
    istrinya di depan karyawannya. Tapi anehnya aku cukup dipercaya. Itu dibuktikan ketika bossku suka
    cerita soal keluarganya, anak-anaknya juga. Aku yang paling dipercaya boleh masuk di rumah, bahkan di
    ruang pribadinya. Wah, hebat sekali. Kapan aku punya kamar begini, tempat tidur yang luks dan enak
    sekali.

    Aku bekerja di kantor, di bagian ekspor dan komputer. Soal komputer aku paling pandai. Komputer inilah
    yang membuatku lebih dekat dan mendekati wanita yang paling cakep dan seksi di kantorku. Terus terang
    aku sekarang punya affair dengan manager keuangan, paling cantik dia di kantorku. Seksi? Bolehlah. Tapi
    aku sangat ingin menikmati seks dengan Cik Sasa.

    Wuah, aku suka membayangkan menggumuli tubuhnya yang seksi. Apalagi kalau aku melihat dari belakang.
    Paling membuatku tidak tahan. Habis, Cik Sasa punya pantat yang aduhai sangat merangsangku. Apalagi
    kalau dia memakai celana panjang. Wuah.. kejantananku ini tegang minta ampun sampai maksimum (15 cm
    dengan diameter 3.5 cm). Aku suka membayangkan melakukan senggama dengannya dari belakang dengan
    menungging.

    Aku juga ingin menikmati seks dengan adik ipar istri bossku, Cik Nina. Aku terobsesi menikmati tubuhnya
    yang sangat seksi. Adik ipar bossku ini lebih seksi segalanya dibandingkan Cik Sasa dan Ima (manager
    keuangan). Kalau ke kantor.. wah selalu berpakaian seksi dan ketat. Tubuhnya yang memang berbodi gitar,
    buah dadanya besar, ukuran 36 kali.

    Wah aku ngiler kalau dia menemuiku dan bicara soal internet dan komputer. Aroma tubuh dan polah
    tingkahnya sangat menantangku. Aku juga ingin menikmati tubuh Cik Nia. Cik Nia karyawan di bagian
    pemasaran. Aku baru sampai pegang-pegangan tangan saja dengan Cik Nia. Rambutnya sebahu, aku paling suka
    dengan kedua buah dadanya yang besar juga.

    Dengan Ima, aku baru sampai pegang paha dan cubit bagian atas buah dadanya dan dia diam saja atau
    membalas manja kalau kami naik mobil. Dengan Cik Sasa, aku baru sampai pada tahap pegang-pegang tangan
    dan pinggang ketika aku mengoreksi pakaiannya yang seksi (padahal aku pengen memegang pinggang dan
    tubuhnya) tiga minggu lalu. Cik Sasa adalah peragawati di kantorku. Tapi bak durian runtuh, aku malah
    bisa menikmati tubuh istri bossku yang tak pernah kuduga.

    Dengan kekasihku sekarang, aku belum pernah melakukan hubungan seks. Paling bercumbu sampai aku
    telanjang dan dia tinggal CD-nya saja. Kuharap ini kekasihku yang terakhir. Terus terang aku ingin
    menikahinya. Makanya aku tahan seksku padanya sampai pernikahan nanti.

    Dua bulan lalu, kira-kira jam 9 malam, aku ditelepon istri bossku untuk menemuinya di hotel Santika.
    Dari suaranya, pasti ada masalah dengan suaminya. Hampir jam 10 malam aku baru sampai di lobby hotel.
    Dari lobby, aku kontak Cik Ling dan menyarankan aku lewat lift dari basement dan langsung masuk ke
    kamarnya. Aku turun ke bawah (basement) dan dari sana aku dengan lift naik ke lantai 6. Aku memencet bel
    kamarnya dan dibuka oleh Cik Ling sendiri yang memakai kaos dengan bukaan rendah dan celana pendek.

    Wah, aku terkesiap melihat bukaan dadanya yang makin montok sehingga membuatku berpikir yang bukan-bukan
    dengannya. Di kantor, kalau aku menghadapnya (Cik Ling juga direktur keuangan) aku seolah dibiarkannya
    melihat belahan dadanya. Bukannya ditutup (mestinya bisa) dengan blasernya, tapi blaser diregakkan saja
    dan dibuka lagi seolah membiarkan kedua belahan dadanya untuk kunikmati. Belahannya putih agak
    kecoklatan dengan leher panjang. Wah.. aku menelan ludahku sendiri.Cerita Sex Dewasa

    Aku dipersilahkannya masuk dan duduk.

    “Dimana koh Edward(suaminya), Cik..” kataku.
    “Ooo suamiku ke Jakarta,” katanya.
    “Ada apa sih Cik kok malam-malam begini?” Tanyaku.

    Cik Ling mengambil dua minuman coke dan mematikan TV kemudian duduk di kursi (dia menariknya ke arah
    tempat tidur) agak mengahadapku. Cik Ling menerahkan Coke padaku dan aku minum hampir setengahnya. Cik
    Ling mulai gelisah dan aku bertanya lagi, “Ada apa Cik?”. Dengan menahan tangis Cik Ling menceritakan
    WIL suaminya yang di Jakarta. Cik Ling memang sudah tahu perselingkungan suaminya itu.

    Tadi sebelum ke Jakarta, Cik Ling pesan agar Ko Edward hati-hati.

    “Kurang apa sih aku ini,” katanya.
    “Aku istri baik, memberikan padanya 3 anak.”

    Cik Ling menikah sangat muda dengan 3 anak. Anak yang bungsu sudah kelas 1 SD. “Aku juga ikut senam dan
    membuat tubuhku tambah seksi,” katanya melanjutkan sambil menangis. “Sejak suamiku punya WIL, aku
    dibiarkannya merana dua tahun terakhir ini,” lanjutnya sambil menangis.

    Aku terpaku mendengar itu semua, tidak tahu apa yang harus kukerjakan. Apalagi ketika dia tambah
    menangis keras. Kedua tangannya menutup wajahnya yang tertunduk. Wah, untung ruangannya kedap dan
    terkunci. Lalu kutarik kursiku dan duduk lebih dekat dengannya, di depannya.

    “Cik,” kataku memecah kesunyian.
    “Cik Ling sabar ya? Pasti ini akibat Puber ke dua,” kataku.

    Aku memberanikan memegang pundaknya dan kepalanya. Cik Ling terdiam mendengar perkataanku seolah
    membenarkan. Ko Edward usianya 45 tahun, Cik Ling 37 tahun usianya. Jadi kupikir puber kedua setelah
    membaca buku psikologi yang pernah kupelajari.

    Cik Ling memandangiku sebentar dan kemudian meledak tangisnya dan ya ampun, dia merebahkan kepalanya di
    pahaku. Aduh, mati aku. Aku nggak bisa menahan sesuatu yang bergerak mengeras di balik celanaku. Kuelus
    lagi kepalanya dan beberapa nasehat meluncur dari mulutku sementara pikiranku macam-macam. Apalagi aku
    bisa melihat belahan pungungnya (karena pakai kaos rendah).

    “Kok nggak pakai BH,” batinku. Kuraba kepala dan pundaknya, kulihat tangisnya mereda walau belum selesai
    benar.

    Karena aku tidak tahan dengan birahi di dadaku, aku telusurkan saja tanganku ke arah punggungnya yang
    terbuka bagian atas. Aku saat itu sudah sangat sengaja melakukannya dengan takut-takut. Oh my God, Cik
    Ling diam saja ketika aku melakukannya. Kuelus leher belakang, kepala belakangnya dan kuberanikan
    mengangkat kepalanya dengan memegang kedua pipi dan telinganya dari samping.

    “Cik Ling,” kataku sambil mata kami berpandangan.

    Kuambil sapu tanganku dan kuusap air mata di wajahnya. “Bibirnya bagus sekali,” pikirku. Ini kali
    pertama aku melihatnya sedekat ini, apalagi dia adalah direktur keuanganku. Kami berpandangan dan ya
    ampun, dia memejamkan matanya dan membuka sedikit mulutnya. Aku ingat kekasihku kalau kami mau bercumbu,
    dia pejamkan matanya dan bibirnya dibuka sedikit.

    Kasihan Cik Ling, aku pikir pastilah suaminya sudah lama sekali tidak menjamahnya, menyetubuhinya.
    Karena kesempatan itu datang, kuraih saja bibir Cik Ling. Kukecup beberapa kali sebelum akhirnya aku
    mengulum bibirnya dan Cik Ling membalasnya. Oh God, aku dapat durian runtuh malam ini. Pikiranku sudah
    dipenuhi dengan birahi dan ingin menikmati tubuh Cik Ling di Hotel Santika malam ini. Ahh, lembut sekali
    bibirnya, kami menikmatinya dan lidahnya, lidahku menari-nari. Kutelusuri lehernya yang panjang dengan
    mulutku sementara tanganku memegangi tangannya, meremasnya. Ahh, Cik Ling kegirangan menyambut
    cumbuanku. Dia pasrah.

    Apalagi ketika tanganku mulai merambati pinggang dan menggapai kedua bukitnya, kuelus dari luar kaosnya
    yang tanpa BH itu. Aku menikmati sementara mulutku menelusuri lehernya dan turun lagi memutari dada
    atasnya. Cik Ling mendesah-desah dan mendesis kegirangan. Lalu kami berdekapan, kutuntun Cik Ling ke
    arah tombol musik yang tersedia dan kuraih chanel yang tersdia di hotel. Kami berdekapan lama sambil
    berdiri mengikuti irama musik instrument.

    “Aku milikmu Jo, malam ini.” kata Cik Ling memecah kesunyian.

    Aku dipanggilnya dengan Jo, seperti yang biasa dia lakukan di kantor. Dia berkata begitu sambil
    tangannya melepas celanaku, bajuku dan semua yang melekat padaku. Aku telanjang di depannya. Didekapnya
    aku, diraba dan elusnya batang kejantananku yang sudah mengejang keras. Jantungku serasa lepas. Lalu
    kami bercumbuan lagi. Aku membalikkan tubuhnya dan kucumbui Cik Ling dari belakang. Mulutku menelusuri
    lehernya, punggungnya, pipinya, telinganya dan dilingkarkannya tangan Cik Ling di kepalaku, kulumat
    bibirnya.

    Tanganku meremas kedua bukitnya dengan lembut dan membuat gumpalan itu makin mengeras. Cik Ling
    menggeliatkan tubuhnya, melengkung ke depan. Ahh, pemandangan yang indah kulihat. Kulepas kaos merahnya
    dan betapa indahnya kulihat buah dada Cik Ling, masih kencang dan cukup besar, puntingnya berwarna
    coklat sangat ranum dan membuatku lebih terangsang untuk memetik kedua buah dadanya yang siap panen dan
    kunikmati dengan mulutku.Cerita Sex Dewasa

    Kubiarkan Cik Ling menikmati sensasi-sensasi yang kustimulasikan pada tubuhnya. Cik Ling membiarkan aku
    meremasi lembut kedua buah dadanya. Kulihat Cik Ling memejam dan menggeliat-geliat melengkung ke depan.
    Aku ingin menelanjanginya. Kuraih celana pendeknya dan kulorotkan ke bawah, Cik Ling melepas sendiri.
    Aku sekarang melihat gundukan pink di balik celana dalamnya. Kuraba gundukan itu dan Cik Ling bertambah
    menikmati dengan desah dan geliatnya. Kustimulasi dengan kedua tanganku sesaat dan akhirnya tanganku
    kumasukkan ke celana dalamnya, kulepaskan dan sekarang aku benar-benar melihat Cik Ling telanjang di
    dekapanku.

    “Basah Cik,” kataku.
    “Iya, aku sudah nggak tahan Jo. Aku sangat menikmati cumbuanmu sampai sekarang, dan aku ingin kau
    membuatku terpuaskan Jo. Ayo lakukanlah..” Pinta Cik Ling dengan manja padaku.
    “Tapi Cik.. aku..” aku ingin katakan bahwa aku belum pernah melakukannya pada wanita.

    Gelora birahi di dadaku memuncak dan batang kejantananku sudah tidak tertahankan lagi. Cik Ling kupeluk
    erat dan membiarkan kepalanya bersandar di dada kiriku. Ahh, manja sekali Cik Ling ini, pikirku. Kukecup
    pipinya, dahinya. Kukecup telinganya dan Cik Ling sangat menikmati sensasi gelora seks yang kulakukan
    padanya. Kubalikkan tubuhnya lagi dan Cik Ling berhadapan denganku. Aku mencumbuinya lagi.

    Dibiarkannya mulutku menelurusi leher dan dadanya. Aku hampir tidak tahan menahan geliat tubuhnya.
    Apalagi ketika aku sampai di dadanya. Ahh, aku sangat menikmati kedua buah dadanya. Kuputar lembut dan
    membuat Cik Ling membusungkan dadanya sehingga aku semakin leluasa. Lenguhan, desahan dan geliatnya
    makin membuat birahiku meledak-ledak. Kupaguti bergantian kedua buah dadanya. Kukulum kedua puntingnya
    bergantian dan membuat tubuh Cik Ling makin menggeliat dan akhirnya aku tidak kuat lagi menahan
    tubuhnya, kubiarkan terjatuh di tempat tidur.

    Kubiarkan Cik Ling makin ke tengah tempat tidur, aku memandangi tubuhnya yang indah. Cik Ling membuat
    gerakan-gerakan yang menandakan letupan birahinya sehingga membuatku sangat terangsang. Apalagi ketika
    dibukanya kedua kakinya dengan diangkat pahanya. Betapa menggairahkan. Kulihat gundukan hitam di puncak
    selangkangannya. Malam ini, pastilah akan menjadi malam pertamaku menyetubuhi wanita dan Cik Ling lah
    yang akan membuatku tidak perjaka lagi. ceritasexdewasa.org Ini tekadku malam ini. Aku ingin memberinya kesan dan sensasi
    yang mendalam tentang diriku.

    Kudekati tubuh Cik Ling dari samping. Tangannya menarikku. Kucumbui Cik Ling lagi. Aku mencumbuinya dari
    atas ke bawah dengan tubuhku merambat di atasnya. Kunikmati kedua bukitnya dengan leluasa dan tanganku
    menggapai kedua kakinya menelusuri liang senggamanya, membuat Cik Ling menggeliat mendesah lagi.
    Kutelusuri perutnya akhirnya aku sampai di liang senggamanya.

    “Oh, wangi sekali,” pikirku.

    Tapi belum sempat aku bertindak lebih lanjut, diraihnya batang kejantananku dan dikulumnya. Aku mendesis
    kenikmatan. Disedotnya batang kejantananku hingga masuk penuh di mulutnya. Ohh, ini pertama kali mulut
    wanita mengulum batang kejantananku. Betapa nikmatnya sampai aku hanya bisa berkata “Ooohh Cik.. ahh..”
    dan pinggulku tergoyang-goyang mengikuti sensasi yang Cik Ling berikan melalui batang kejantananku.

    “Oooh Cik, saya nggak kuat, mau keluar Cik,” kataku.

    Tapi tak ada sahutan. Yang ada hanya hisapan dan kuluman yang makin membuat batang kejantananku
    mengeras. Aku mencoba menahan diri dengan menikmati liang senggamanya dengan mulutku. Akhirnya aku tidak
    tahan dan kumuntahkan sperma hangatku penuh di dalam mulut Cik Ling. Aku terdiam.. inikah namanya
    orgasme? Kulihat Cik Ling sangat menikmati dengan apa yang baru saja terjadi.

    “Thanks ya Cik,” kataku. Dia hanya tersenyum tipis dan memelukku.

    Kucumbui lagi Cik Ling dan aku sangat suka menikmati kedua buah dadanya dengan putingnya yang ranum. Hal
    ini membuat Cik Ling bergelinjang kenikmatan. Kalau mulutku memaguti dan menggulumi yang kiri, tangan
    kananku meremas lembut yang kiri, begitu sebaliknya. Aku seperti bayi yang menikmati ASI dari samping.
    Kulihat gerakan kakinya yang merangsangku. Lalu sambil mulutku mengulum buah dadanya, kujulurkan
    tanganku menggapai liang senggamanya. Cik Ling makin menikmati permainanku ini. Kuelus liang senggama
    dan sekitarnya, membuat gerakan kakinya membuka lebar, semakin lebar menantiku menyetubuhinya.

    Kurasakan liang senggamanya yang makin membasah dan akhirnya ketika kedua kakinya masih mengangkang, aku
    bergerak dan berada diantara kedua kakinya. Kupandangi liang senggamanya dan kunaikkan kaki kirinya, aku
    menciumi pahanya lembut menukik ke bawah dan akhirnya aku mencumbui liang senggamanya. Kepalaku
    diremas-remas dan ditekannya, kudengar geliat dan desahnya makin menjadi-jadi. Kedua kakinya terbuka
    lebar di depanku. Aku sangat menikmati liang senggamanya. Ini kali pertama aku mencumbui liang senggama
    wanita. Aku mulai merasakan cairan dan membuatku makin terangsang dan Cik Ling memintaku agar aku segera
    menyelesaikannya.

    Ditaruhnya kedua kakinya di pundakku dan batang kejantananku yang sudah kembali menegang kutuntun
    memasuki liang senggamanya. Kumasukkan sedikit demi sedikit dan kuputarkan di seputar liang senggama Cik
    Ling yang membuatnya melenguh kenikmatan sejadi-jadinya. Aku memasukkan lagi dan lebih dalam lagi dan
    akhirnya tertanam penuh di liang senggama Cik Ling. Kupegangi kedua tangannya, aku diam sejenak
    merasakan sensasi kenikmatan di sekeliling batang kejantananku, lalu kugoyangkan lembut sementara
    mulutku menikmati kedua puting susunya bergantian.

    Aku terus menggoyang lembut di seputar dinding kemaluannya. Aku merasakan Cik Ling mau orgasme.
    Kupercepat goyanganku dan kudengar suara teriakan tertahan, tubuh Cik Ling mengejang dan menjepit batang
    kejantananku kuat-kuat. Seketika itu aku merasakan spermaku mau keluar lagi. Akhirnya aku menikmati saat
    akhir yang sangat menggairahkan. Cik Ling mencapai orgasme, juga aku. Aku merasakan sangat kenikmatan.
    Aku tidak perjaka lagi.Cerita Sex Dewasa

    “Thanks ya Cik,” kataku.

    Kukatakan itu ketika aku mengecup telinganya, bibirnya, dahinya dan menelusuri lehernya juga dadanya
    yang meninggalkan warna kemerahan. Tangannya masih agak menggelepar di kanan kiri seperti pelepasan.

    “Cik, ini kali pertama aku menyetubuhi wanita,” kataku melanjutkan. Cik Ling tersentak dan aku
    meyakinkannya.
    “Cik Ling lah yang merenggut keperjakaanku malam ini,” kataku sambil mengecup dahi dan pipinya.

    Aku dipeluknya erat lagi dan aku membalasnya.

    Malam itu aku tidur di hotel sampai pagi dengan kehangatan tubuh Cik Ling di pelukanku. Rasanya tubuh
    Cik Ling menjadi selimut hangat buatku. Pagi-pagi aku pulang ke rumah dan masuk kerja seperti biasanya
    walau aku merasa ngantuk. Tapi aku minum obat penguat agar tidak ngantuk dan terbukti cukup kuat menahan
    rasa kantukku. Apalagi juga dengan kedatangan Cik Ling. Senyumnya sungguh beda. Aku suka. Dan lagi-lagi
    aku sangat tertarik dengan kedua buah dadanya yang pagi itu nampak lebih mempesona buatku. Cik Ling
    sepertinya bangga. Aku diteleponnya dari ruangannya dan berkata terima kasih dan senang karena dapat
    membuatku tidak perjaka lagi.

    “Gila!” Pikirku. Pengalaman dengan Cik Ling membuatku makin terobsesi menikmati tubuh gadis dan istri
    orang di kantorku. Aku ingin menikmati tubuh Cik Sasa. Aku ingin menyetubuhi Ima, Nia dan Cik Nina adik
    ipar Cik Ling.

    BAca JUga Cerita Sex Kakak Kelasku

    Gila! Ketika aku menulis tulisan ini, aku sudah makin jauh dengan Nia. Dia istri Mas Budi. Aku ingin
    menikmatinya. Dan sudah kurencanakan di hotel dekat dengan rumahnya. Aku sudah belikan dia daster hitam
    untuk dipakai nanti dan dia menerimanya dengan suka hati. Ada hotel berbintang disana.

    Sementara dengan Cik Ling, aku masih terus berhubungan. Yang paling gila adalah aku menyetubuhinya di
    rumahnya sendiri, di sofa di ruang multimedia. Dia memanggilku ke sana saat suaminya ke luar negeri dua
    minggu lalu. Karena memang aku pandai komputer dan multimedia. Jadi Cik Ling memakai alasan itu. Aku
    menyetubuhinya berkali-kali dan Cik Ling mengajariku berbagai posisi. Aku suka posisi dogy style,
    padahal sudah kurencanakan mau kuterapkan nanti untuk Cik Sasa.. entah kapan, tapi menjanjikan.

  • Getaran Cinta

    Getaran Cinta


    2 views

    Tara adalah seorang Ibu rumah tangga, yang cukup santun, cantik dan pandai, dia seorang karyawati
    menengah yang sukses adapun suaminya Nico sangat religius dan agak kaku; malah dapat digolongkan sangat
    tradisionil jalan berpikirnya.

    cerita-sex-dewasa-getaran-cinta-668x1024
    Kehidupan Tara menjadi berubah dengan segala prubahan zaman serta kariernya, dimana dia bekerja disebuah
    hotel berbintang 5 di suatu property di kota besar dibagian dunia ini.

    Dengan penampilan Tara yang manis, ramah, pandai juga sexy, Tara menjabat sebagai ‘Event Coordinator
    Manager’, adalah suatu bagian yang memang cukup sibuk, di dunia ‘Hospitality Industry’ dan sering dia
    harus bekerja sampai larut malam.

    Didalam kehidupan social diHotel ada sebuah motto yang tak tertulis bahwa semua orang seharusnya bantu
    membantu, apa bila orang pernah tidak membantu satu bagian lain, otomatis suatu ketika dia akan kena
    batunya sendiri karena tidak akan diperlakukan baik bila dia mendapat kesukaran dikemudian hari.

    Motto ini dipegang teguh oleh Tara, sejak kepindahaannya dari lain perusahaan, yang benar-benar berbeda
    nafas dan warna usahanya; namun dengan cepat Tara bisa mengikuti jalur permainannya.

    Namun tak mengherankan juga, cara kehidupan yang begitu erat di property Hotel itu akhirnya mereka juga
    saling menjalin kasih diantara mereka, entah itu orang dari Front house dengan Back house, manager
    dengan waitress nya, ataupun chef dengan front office officernya; walaupun, ada tertulis bahwa mereka
    tidak boleh saling melecehkan pegawai, dalam arti pelecehan apapun termasuk sexuality.

    Banyak pegawai menyebutkan bahwa Tara adalah seorang yang sexy, menawan dan ramah, dengan kulit ‘fair’
    rambut panjang serta ‘grooming’ selalu terjaga, tidak terlalu menyolok dalam berdandan, juga ringan
    tangan. Mungkin hal ini karena dia dari Indonesia, yang terkenal dengan ramah tamah dan berbudi bahasa
    halus.

    Suatu saat pegawai Hotel dihebohkan dengan kejadian adanya pemerkosaan dan pembunuhan sebelah kanan
    gedung property Hotel, dilakukan oleh orang lokal yang memang tampang dan cara kehidupannya agak
    menyeramkan bagi yang menemuinya, namun jumlah mereka tidak banyak, dan makin memudar.

    Dengan peristiwa itu, banyak wanita pekerja Hotel itu harus di’escort’ sampai ketempat parkir atau pun
    tempat pemberhentian bis dimana dia harus mengambil jalur bis menuju ke rumahnya masing2 di malam hari,
    oleh siapa saja yang bertugas malam itu, bagian front office yang laki-laki, terutama Security.

    Tak berbeda dengan Tara, diapun mendapat perlakuan yang sama karena sering kali dia harus selesai jam
    22:00 atau 22:30. dimana kadang dia hanya naik bis saya menuju ke suburb dimana dia tinggal.

    Disuatu malam, karena Hotel memang sedang sibuk sekali Tara harus pulang malam, Tara menelephone pada
    suaminya yang sudah dirumah.

    “Nic, kerjaan aku belum selesai tuh, mungkin aku sampai agak malam karena harus keluarin leaflets dan
    brochures ini besok pagi?”
    “Biar deh aku naik bus aja ntar kamu jemput di halte bis aja ya?”
    “Uchh aku juga lagi nyiapin presentasi buat besok nih Tar, udah deh bila aku udah ngantuk ya sampai
    ketemu ditempat tidur aja ya”, jawab Nico.
    “OK deh soalnya aku belum tahu sampai jam berapa aku selesai, I love you”
    “OK I love you too, anak-anak udah pada belajar kok mereka udah mo pada bobo, udah ya muuacch!” kata
    Nico.
    “Ya udah sampai nanti, Mmmuuachh”, sambut Tara dengan agak rasa kesal.Cerita Sex Dewasa

    Tara meletakkan telephonenya dan mulai bekerja kembali menyelesaikan pekerjaannya yang menuntut
    penyelesaian malam itu.

    Jam 20:00 dia turun keKantin untuk makan malam, banyak pria yang menayakan akan keberadaannya dan
    menawarkan untuk panggil aja bila butuh escort. Tarapun menjawab dengan ramah dan santai, sambil
    memikirkan akan makan apa yang ada dikantin, karena kadang membuat dia bosan juga makanan ala Hotel yang
    itu-itu juga, terasa kurang rasa, tidak seperti di rumah makan Indonesia atau di warung makan biasa.
    Akhirnya dia cuma makan cumi yang digoreng pakai tepung dengan sayur mayur dan sedikit nasi goreng yang
    memang tinggal sedikit.

    Tara tak menghiraukan lingkungannya selama makan, karena ingin cepat kembali kepekerjaannya dan pulang
    tak terlalu malam, rupanya ada seorang yang memperhatikan tingkah lakunya yang agak serius setengah
    resah.

    “Banyak kerja Tara?”
    Tarapun menoleh karena kaget rasanya sangat familiar dengan suara itu.
    “Oh ya, kok kamu Harry, kok makan sini sih, bukannya kamu harusnya udah pulang tadi 2 jam yang lalu.”
    “Ya sama aku juga terjerat kerja nih besok ada Press Release”, kata “Deputy Executive Managing
    Director” ini menerangkan.

    Selesai kerja, Tara pergi kebawah menuju keFront Office untuk minta “escort”, kemudian seorang
    ditugaskan untuk mengantarnya sampai kehalte bis menunggu sampai dia naik bis.

    Namun tiba-tiba Harry menyahut dari belakang, “Biar saya saja yang mengantar Tara”
    Maka Tarapun jadi tidak enak hati dan menjawab, “Gak usah deh Harry biar Peter aja yang menantarku,
    keluargamu menunggumu”

    “Ya OK deh Peter, antar Tara kepemberhentian bis, jangan kamu pulang bila dia belum naik bis ya”,
    godanya.

    Sampai dirumah, Nico telah mengorok diperaduannya, melihat anak- anaknya udah lelap, kelihatan sangat
    suci sekali wajahnya dalam tidur nyenaknya. Cepat Tarapun membersihkan diri dan masuk ke quilt menyusul
    Nico tidur di malam spring yang agak sejuk itu. Mendekap Nico dari belakang, berusaha melupakan
    kekesalannya terhadap Nico yang selalu agak masa bodoh.

    Segera terjatuhlah Tara tertidur, namun belum pulas sekali; Nico merasa bahwa istrinya telah berada
    disampingnya, segera dia membalik dan melucuti pakaian Tara, juga dirinya sendiri. Segera dia memasukkan
    kemaluannya kedalam vagina Tara.

    Walaupun Tara agak capek dari kerja masih terpejam matanya, dia tak dapat mengelak perilaku suaminya
    yang memang tanpa permisi dan basa basi bila ingin menyalurkan syahwatnya, pun pula tanpa “warming up”
    dan cumbuan; Nico langsung menancapkan kemaluannya dan memompanya sepuasnya, bagaikan sebuah mesin sex
    yang lagi di”switch on”, semua getaran badan Nico terasa dibadan Tara.

    Belum juga Tara merasa mencapai pendakian birahinya, Nico telah sangat memburu nafsunya dan deru
    nafasnya tak terelakkan, kemudian keluarlah air many Nico dalam rahim Tara , creet, cret, cret. Tarapun
    menjadi kaget, karena dia masih belum separoh jalan menuju ke puncak pendakiannya dan masih harus
    berkonsentrasi akan rasa gesekan penis Nico dalam relung kenikmatannya, namun Nico telah KO, dan lunglai
    di dadanya.

    Betapa jengkel dan kecewa hati Tara, akan perlakuan suaminya yang selalu tak pernah memberikan
    kesempatan untuk berexpresi dan mendapatkan kenikmatan bila mereka membuat cinta. Namun Tara harus
    menerimanya dengan diam, karena telah beribu kali dia utarakan untuk berbicara mengenai hal yang satu
    ini, namun Nico, menjawabnya dengan masa bodoh seolah, memang itu tanggung jawab wanita, sebagai
    pelampyas nafsu suami titik.

    Esoknya, Tara kembali bekerja dengan tekunnya, memang kebetulan kamar kerja Tara berada agak pojok dan
    ngak banyak orang lalu lalang karena memang kegiatannya yang membutuhkan ketenangan, dalam menghadapi
    para langganannya. Tiba-tiba pintu terbuka tanpa ketukan, ternyata, Harry yang masuk, kontan kaget Tara
    akan kehadirannya, karena biasanya bila orang masuk tentu mengetuk pintu terlebih dahulu. Matanya agak
    sayu dan langsung menutup pintu kamar dan berkata,Cerita Sex Dewasa

    “Tara, kau tentu tahu bahwa aku menyukaimu, bukan saja pinggul dan dadamu yang indah, namun perilakumu
    meruntuhkan imanku.”
    “Kudambakan kelembutan wanita seperti kau, dan aku tahu, kau akan mengimbangi deru cinta dan nafsuku
    Tara”, berkata begitu sambil menatap mata Tara yang masih agak terperanjat namun juga sebagai kejutan,
    karenanya darahnya berdesir kencang sewaktu tangan Harry menggapai tanggannya, dan meremasnya halus.

    Ditariknya tangan Tara lembut dengan tangan kirinya dan tangan kanannya menggapai leher Tara dan
    menariknya mendekat di mukanya, dalam sekejap bibir Harrypun telah menempel dibibir Tara dengan
    hangatnya. Terasa, hangat dan bergetar bibir Tara menerima kenyataan indah ini, sesaat Harry mendorong
    lidahnya dan memainkannya dirongga mulutnya dengan aktif, sambil sesekali menekan dan menghisap liurnya.

    Jantung Tara berdegup kencang, dan darah berdesir, keringat mulai membasah, menerima kenikmatan.
    Hangatnya dekapan yang tak disangka-sangka, membuat tubuhnya bergetar dan menggeridik bulu kuduknya,
    dalam berpangutan hangat ini. Akan tetapi, dirasakannya ada suatu halangan kenikmatan mereka, karena
    mereka berciuman terpisahkan antara meja tulis selebar 90 sentimeter.

    Maka bergesarlah Harry kearah balik meja dimana Tara berdiri, dan langsung mendekatkan dirinya pada Tara
    dan mendekapkan tangannya dipunggung Tara, kemudian merambatkan tangannya memegang leher dibalik rambut
    Tara yang panjang sebahu. Diraba dan dielusnya leher Tara dengan lembut, sambil bibirnya terus memangut
    bibir Tara yang hangat.

    Hampir lupa Tara bila dia dalam keadaan dinas; terhenyaklah mereka ketika telephone berdering, serta
    merta Tara mendorong pelan Harry, mengangkat telp dan menjawabnya setelah sesaat dikuasainya diri dan
    emosinya sendiri.

    “Event coordinator office, Tara speaking”

    Ternyata yang telepon dari graphic designer bicara mengenai design yang telah Tara setujui akan langsung
    di cetak, dan Tara menyetujuinya.

    Setelah selesai pembicaraan dengan graphic designer, Harrypun terus memegang tangan Tara lagi, dan
    mengatakan,

    “Tara, jangan lari dariku lagi please, aku mencintaimu”
    “Akan kuatur kebahagian kita bersama, will you accept this please”

    Tara tak kuasa menjawab, hanya anggukan kepala dengan mata tak berkedip memandang Harry, seolah cahaya
    kuat yang mempunyai daya tarik yang besar menyedot dirinya hampir dia tak akan bisa melepasnya. Maka
    Harry pun menegaskan sekali lagi.

    “Tara, aku ngak puas dengan anggukanmu, katakan bahwa kau juga merasakannya!”

    Akhirnya Tarapun berkata, “Ya Harry, akupun merasakannya dan akan kucoba memenuhi tuntutan jiwaku”

    “Kuharap kau sabar Harry, atas kebingunganku ini, namun tak kupungkiri aku mencintaimu juga”

    Harry segera menggapai tangan Tara sekali lagi dan mengelusnya sambil mengecup bibir, kemudian
    meninggalkan ruangan untuk mengadakan “Press Release”.

    Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12:15 siang dan terasa Tara butuh mengisi perutnya yang sudah
    mulai merengek minta dipenuhi, dan diapun meninggalkan ruangan menuju ke kantin. Tara tak banyak
    bercanda dengan sejawatnya, hanya sekedar basa basi dan ketawa menyegarkan suasana. Sekembali Tara
    keruang kerjanya, didapatinya surat tertutup yang ternyata dari Harry.

    “Tara, temui aku jam 8 malam di paviliunku room 1431, thank you for your acceptance.”

    Terasa berdesir darah menjadi cepat mengalir, terhentaklah jantungnya bagaikan halilintar menjambar
    dirinya, tak kuasa menahan deru detak jantung yang semakin mengencang, bingung rasanya apa yang akan
    diperbuat nanti malam, dalih apa yang akan disusunnya untuk memberitahu Nico suaminya. Segera Tara
    memutuskan menelphone Marrisa ‘Executive Secretary’ di’executive Offce’, memberitahukan bahwa dia ada
    appointment dokter siang itu dan akan kembali ke Hotel jam 4 sore untuk meneruskan kerjaannya, yang
    menurut agendanya dia akan selesai dimalam hari. Marrisa menjawab bahwa dia akan mencatat semua pesan-
    pesan yang masuk dari telephone untuknya.

    Kepergian Tara sebetulnya hanya akan menjenguk Nico dikantornya dan sambil minum kopi bersamanya
    sejenak, kemudian dia pulang bersama Nico untuk bertemu dengan anak-anak, hampir satu setengah jam Tara
    bermain dengan anak-anaknya, Tara kembali keHotel lagi dan bekerja kembali. Sore jam 6 dia minta room
    service” untuk mengirim secangkir kopi kekantornya dan sedikit kue supaya Tara dapat menghemat jam
    kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya hari itu.

    Tepat jam 19:50 malam Tara berajak dan menutup pintu menuju ke atas lantai 14 no 31, dimana Harry sudah
    menunggu nya.

    Setelah dia memencet tombol bel Harrypun membuka pintu, seraya mepersilahkan Tara masuk ke dalam
    Paviliunnya.

    Kaget bukan kepalang ketika berhadapan dengan Harry, karena Harry hanya mengenakan jas kamar dan
    menalikan sabuknya tidak kencang, jadi sebagian paha atasnya yang berbulu kelihatan. Segera Harrypun
    menyadari keadaan dan merangkul, membimbing Tara kedalam sambil membetulkan jas kamarnya.

    Segera, berkatalah Harry, “Tara kamu lelah, releks aja ya bersamaku disini, jangan kau hiraukan
    penampilanku, saat ini, telah kusiapkan dinner untuk kita berdua, maukah kau menemaniku malam ini?”

    Tara menjawab, “Saya yakin ini bukan sebuah order dari atasanku, namun aku datang untuk memenuhi
    komitmenku kepadamu, ya kita akan bersama beberapa saat malam ini.”

    Serta merta Harry menggapai dagu Tara dan segera menempelkan bibir hangatnya kepada Tara dengan penuh
    kasih dan emosinya.

    Tara pun tak tinggal diam dan segera menyambut sapuan lidah Hari dan menyedotnya dengan keras air liur
    Harry, dililitkannya lidahnya menyambut lidah Harry dengan penuh rasa getaran birahi, serasa dia bisa
    menghilangkan sekejap semua kekecewaan bathinnya akan sikap Nico suaminya.

    Setelah puas meraka bertautan merekapun berajak untuk makan malam. Selama makan malam, mereka bukan
    hanya menceritakan pengalaman indah dalam perkawinannya, namun juga kekecewaan dan himpitan dalam rumah
    tangga mereka masing-masing. Sesekali tangan mereka saling mengelus dan meremas; tak terasakan lilin
    telah hampir tinggal separoh batang, habis terbakar oleh bara yang romantis dan syahdu. Hampir jam 21:00
    mereka selesai makan, Harrypun kemudian masuk dan mengambil jas tidur wanita yang biasa disediakan untuk
    tamu VIP, bahan dari silky warna kuning lembut pastel dan katanya,

    “Tara, ganti ini yuk, nanti pakaian kerja kamu kusut loh”
    “Boleh nggak kubukakan pakaianmu, sayang”
    “Boleh Harry, tentu sekalian kau akan menyayangiku kan?”
    “Ya Tara, gimana kalau kita pindah di kamar tidur saja”, seraya digendongnya Tara dari ruang makan ke
    kamar tidur dan direbahkannya tubuh molek itu di kasur.

    Segera, Harrypun membalik badannya dan menuju ke Audionya memasang satu set lagu-lagu klasik,
    “Serenade”, Hofstetter ciptaan Haydn, ceritasexdewasa.org “Waltz of the Flowers” dari Peter Tchaikovsky dan” The four
    Season: “Spring” dari Vivaldi, dimana lagu-lagunya lembut namun ceria penuh gairah; sangat cocok untuk
    musim spring, dimana saatnya setiap insan sedang enak-enaknya membuat cinta, karena dunia pernuh warna
    dan hangatnya pas, nyaman sekali untuk semua insan didunia.

    Kembali Harry membalikkan badannya ke Tempat tidur, ternyata Tara telah ganti pakaian dengan jas
    tidurnya dengan tidak ditalikan sabuknya, terlihatlah bra yang transparan dengan “push up bra
    style”warna pastel, memberikan kesan seakan payudara Tara hampir tumpah meluap keluar lebih dari
    sepertiganya. Tangan kiri Tara mengelus-elus payudara yang sebelah kiri yang masih dibalut bra,
    sedangkan tangan kanannya membelai “pussy”nya yang menyembul mendesak CDnya, karena Tara memang
    mengenakan celana “mini high cut style”.

    Melihat pemandangan yang mempersona itu, segera Harrypun menghampiri Tara dengan deburan darah dan
    nafsunya, langsung menyambar bibir Tara yang lembut dan hangat, dilumatnya bibirnya dan didorongnya
    lidahnya untuk mencari lawannya didalam rongga mulut yang tak begitu besar itu. Dan didalam sana
    ternyata sambutan hangat, agak liar telah siap menari bersamanya didalam dan bertautlah keduanya dengan
    penuh nafsu birahi.

    Getaran jantung serta desiran darah Tara mengantarnya sampai kepintu kenikmatan yang tiada berujung,
    sementara tangan kanan Harry otomatis mendarat disembulan hangat payudara sebelah kanan Tara yang segar;
    dielusnya lembut, diselusupkan tanganya dalam bra yang hanya 2/3 menutupinya dan dikeluarkannya buah
    dada Tara, ditekan, dicarinya puntingnya kemudian dipilin halus seraya ditariknya pelan. Dengan
    perlakuan ini Tarapun melepas ciuman Harry dan mendesah, mendesis, menghempaskan kepalanya kekiri dan
    kekanan.

    Selepas tautan kedua bibir hangat itu, Harry menyapu dagu dan leher Tara, hingga Tarapun meracau
    menerima dera kenikmatan ini.

    “Harry, getaran dalam tubuhku mendera sukmaku Harry, kenapa kudapatkan ini darimu bukan dari Nico”
    “Harry, hantarkan aku mencapai awang-awang bersamamu, berikan aku kesempatan untuk menikmati bara
    cintaku denganmu Harry.”
    “Aaachh shheesstt, aachh aachh”

    Harrypun melepas kegiatan mulutnya.

    “Tara, aku telah khawatir tadi bila kau akan lari dariku, telah lama kudambakan ini denganmu, aku
    mencitaimu Tara.”
    “Mengapa baru kali ini aku bisa menggapaimu, jangan lagi kau pergi dariku”

    Tangan Harry pun segera membuka kaitan branya yang ada di depan, dengan sekali pijitan jari telunjuk dan
    Ibu jari sebelah kanan Harry, segeralah dua buah gunung kembar indah itu menyembul keluar menikmati
    kebebasan alam yang indah. Segera ditempelkannya bibir hangat Harry pada buahdada Tara sebelah kanan,
    disapu dan dijilatnya sembulan daging segar itu, secepat itu juga merambatlah lidahnya pada puting
    coklat muda keras, segar menentang keatas. Dikulumnya puting itu dengan buasnya, sesekali digigit halus
    dan ditariknya dengan gigi Harry. Adapun reaksi Tarapun semakin mengila, mengerang dan melenguh, sambil
    mengangkat badannya seraya melepaskan Jas tidurnya berserta bra yang telah dibuka Harry dan
    dilemparkannya dikursi dekat tempat tidur tersebut.Cerita Sex Dewasa

    Harry segera menyadari keadaan, dengan giat penuh nafsu Harry menyedot buahdada Tara yang sebelah kiri,
    tangan kanannya meraba dan menjalar kebawah sampai dia menyentuh CD Tara dan berhenti digundukan nikmat
    yang penuh menentang segar keatas, segera dirabanya kearah vertical, dari atas kebawah, yang ternyata
    ditemuinya sudah basah lembab, tanda cairan birahi tara telah tak tahan menahan dera kenikmatan dari
    perlakuan Harry. Segera Harrypun menurunkan CD Tara tersebut, mendorongnya dengan kaki kirinya sampai
    jatuh ke karpet. Adapun tangan kanan itu segera mengelus dan memberi sentuhan rangsangan pada memek
    Tara, yang dibagian atasnya ditumbuhi bulu halus terawat dan dipangkasnya adapun dibagian belahan memek
    dan dibagian bawahnya bersih dan mulus tiada berambut, rangsangan Harry ini semakin tajam dan hebat
    hingga Tara meracau.

    “Harry touch me please, touch me..”
    “Harry make me fly, I want to fly with you darling, please.”

    Harry segera membuka belahan gundukan tebal memek Tara, dengan dua jari telunjuk dan jari tengah dibantu
    dengan Ibu jari nya untuk menyentuh lebih dalam lagi mencari klitoris Tara; kemudian disapunya dengan
    telunjuknya ke atas dan kebawah. Tarapun mengerang-erang kuat tak bisa terkontrol.

    Adapun mulut Harrypun segera menjalar kebawah menyambut klitoris yang telah hangat dengan sentuhan jari
    telujuknya lalu dijulurkan lidahnya menggatikan kegiatan jari tangannya, disapunnya klitoris yang
    semakin membesar dan keras itu, ditekannya dengan penuh nafsu, bagai serigala yang sedang yang
    mendambakan kenikmatan daging rusa atau kembing muda, ataukah sang lebah yang ingin menghisap madu surga
    dunia bersama Tara; sedang kegiatan tangan kanan Harry tetap melanglang buana dalam lorong kenikmatan
    Tara menari didalam rongga yang gelap; Tarapun mengelinjang dan teriak tak tahan menahan orgasmenya yang
    akan semakin mendesak mencuat bagaikan merapi yang ingin memuntahkan isi buminya; sambil terengah-engah
    Tara mendorong pantatnya naik, seraya tangannya memegang kepala Harry dan menekannya kebawah sambil
    meracau.
    “Harry, fuck me darling, please fuck me with your tongue”

    Harry pun memindahkan tangannya dari relung kenikmatan Tara dan digantikannya dengan lidah yang kuat dan
    digerakkannya keluar masuk diantara lembah kenikmatan dan relungnya; Tarapun menjerit menerima ledakan
    Orgasmenya yang pertama, magmanya pun meluap menyemprot keatas hidung Harry yang mancung.

    “Harry aku keluaarr, aacchh Harry memekku berdenyut kencang, kiss me please kiss me darling..”
    dan.. mengejanglah Tara beberapa waktu sambil tetap meracau.
    “Harry kau jago sekali memainkan lidahmu dalam memekku darling, Please kiss me, acch ini permainan indah
    Harry baru kali ini aku benar mendapatkannya”

    Harry segera bangkit mendekap erat, diatas dadanya Tara yang dalam keadaan oleng menyambut getaran
    orgasmenya; diciumnya mulut Tara dengan kuatnya, yang disambutnya oleh Tara dengan tautan garang,
    menyerang lidah Harry dalam rongga mulutnya yang indah. Tergoleklah Tara tak berdaya sesaat, Harrypun
    mencumbunya dengan mesra sambil tangannya mengelus-elus seluruh tubuh Tara yang halus, seraya memberikan
    kecupan hangat didahi, pipi dan matanya yang terpejam dengan penuh cinta; dibiarkannya Tara menikmati
    sisa-sisa kenikmatan orgasmenya yang hebat, juga memberi kesempatan menurunnya nafsu yang ia rasakan,
    kemudian katanya,

    “Harry kau memberikan aku kebahagiaan, tak pernah aku merasakan sentuhan laki-laki yang nikmat seperti
    ini.”
    “Dengan Nico, aku lebih hanya menjalankan kewajibanku, mempersembahkan badanku untuknya, dan tak
    mempunyai hak untuk menikmatinya.”, dengan perasaan getir yang dalam Tara mengucapkannya.
    “Sudahlah, jangan kau ucapkan lagi, kita nikmati saja kebersamaan kita berdua, tak ingin rasanya
    keindahan ini terganggu dengan kekecewaan yang melintas di benak kita masing-masing.”

    Dengan sentuhan dan belaian Harry, Tara terbangkit gairah nafsunya lagi, segera dia bangkit, di
    dorongnya pelah badan Harry yang berada diatasnya, direbahkannya badan Harry disampingnya. Tara
    menundukkan kepalanya di pipi Harry, dicium dijilatinya pipinya, menjalar kekupingnya, dimasukkannya
    lidahnya kelobang kuping Harry, sehingga Harrypun meronta menahan gairahnya; kemudian jilatan Tara turun
    kebawah sampai dipunting susu kiri Hari yang berambut, dibelainya dada Harry yang penuh dengan rambut
    kecil, sedang tangan kanannya memainkan puting yang sebelah kiri. Menggelinjang Harry mendapat sentuhan
    yang menyengat dititik rawannya yang merambatkan gairahnya itu, iapun mengerang, dan mendesah.

    Kegiatan Tarapun semakin memanas dengan diturunkannya sapuan lidahnya sembari tangan Tara merangkak ke
    perut dan dimainkannya lubang pusar Harry sedikit ditekan kebawah dan kesamping, terus dilepaskannya dan
    dibelainya perut bawah Harry akhirnya sampai kekemaluan Harry yang sudah mengeras namun masih terbalut
    dc wana biru gelap. Kemudian dibuka, dielus lembut dengan jemari lentiknya batang kemaluan Harry, yang
    menentang ke atas berwarna kemerahan, kontras dengan kulit Harry yang putih, kepalanya pun telah
    berbening air birahi.

    Melihat keadaan yang sudah sangat menggairahkan tersebut, tak sabarlah Tara; segera menempelkan bibir
    hangatnya kekepala kontol Harry dengan penuh gelora nafsu, disapunya kepala kontol dengan cermat,
    dihisapnya lubang air seninya, hingga membuat Harry memutar-mutar kepalanya kekiri-kekanan dan
    mendongkak dongkakkan kepalanya menahan kenikmatan yang sangat indah tiada tara, adapun tangannya
    menjambak Tara.

    “Tara kekasihku, dera nikmat darimu tak tertahankan, kuingin memilikimu seutuhnya Tara”
    “Tara please berikan ini ditiap menit di kehidupanku jangan kau lari dariku sayangg, jangan kau lari
    dariku Tarraa”

    Tarapun tidak menjawabnya, hanya lirikan matanya sambil mengedipkannya satu kearah Harry yang sedang
    kelojotan, sukmanya terbang melayang ke alam raya oleh hembusan cinta birahi yang tinggi, diiringi lagu
    “The four Season: Spring” dari Vivaldi.

    Adapun tangan Tara memijat dan mengocoknya dengan ritme yang pelan dan semakin cepat, serta lidahnya pun
    menjilat seluruh permukaan kepala kontol tersebut, temasuk dibagian urat yang sensitive bagian atas
    sambil dipijat-pijatnya dengan penuh nafsu birahinya.

    Sadar akan keadaan Harry yang semakin mendaki puncak kenikmatanya, dan dia sendiripun telah terangsang,
    denyutan memeknya telah mempengaruhi deburan darah ditubuhnya, dia lepaskan kuluman kontol Harry dan
    segera dia memposisikan dirinya diatas Harry menghadap dikakinya, dan dimasukkannya kontol tegang Harry
    dalam relung nikmatnya, segera diputar memompanya naik turun sambil tekan pijatnya dengan otot vagina
    sekuat tenaganya, ritme gerakannyapun ditambah sampai ke kecepatan maksimal.

    Harrypun teriak, sementara Tarapun berfocus menikmati dera gesekan kontol Harry, yang menggesek G-
    spotnya berulang kali, menimbulkan dera kenikmatan nan indah sekali. Tangan Harrypun tak tinggal diam
    diremasnya pantat Tara yang bulat montok indah, dan dielus-elusnya anusnya, sambil menikmati dera
    goyangan Tara pada kontolnya akhirnya mereka berdua berteriak..

    “Tara aku tak kuat lagi.. berikan kenikmatan lebih lagi Tara, denyutan di ujung kontolku sudak tak
    tertahankan.”
    “Kau pandai seperti kuda binalku, kau liar sekali Tara, kau membuatku melayang Tara, aku mau keluar!”

    Lalu disuruhnya Tara memutar badannya menghadap pada dirinya dan dibalikkannya Tara posisi tidur dibawah
    bersandarkan bantal tinggi dan menaikan kedua kakinya dibahunya, Harrypun bersimpuh di depan memek Tara,
    sambil mengayun dan memompa kontolnya dengan ritme yang cepat dan kuat, karena tak tahan lagi Harry akan
    denyutan diujung kontol yang semakin mendesak seolah mau meledak.Cerita Sex Dewasa

    “Tara, please, let me release my valve, I am cumming, pleasee..”
    “Tunggu Harry, orgasmeku juga mau datang sayang, kita sama-sama”

    Akhirnya Creet, creet, creet, tak tertahankan bendungan Harry jebol memuntahkan spermanya di vagina
    Tara, adapun bersamaan Tarapun mendengus dan meneriaknan erangan nikmatnya; segera disambarnya bibir
    Harry, dikulumnya dengan hangat dan disodorkannya lidahnya dalam rongga mulut Harry, seraya didekapmya
    badan Harry yang sama mengejang, basah badan Harry dengan peluh menyatu dengan peluhnya, terkulailah
    Harry didada Tara, sambil menikmati denyutan vagina Tara, yang kencang menyambut Orgasmenya yang sangat
    nikmat, selama ini belum pernah ia rasakan.

    Dibelainya rambut Tara dengan penuh kasih dan sayang, dikecupnya dahinya.

    “Honey, Thank you, I love you so much, I want to grow old with you, please don’t go away from me, you
    make me a’live again.?

    Mereka bangun dan digendongnya Tara dikamar mandi dan di mandikannya Tara dibawah shower dan disabuninya
    dengan lembut sebagai tanda terima kasihnya dimalam itu. Segera berpakaian mereka kembali, kemudian
    dihantarkannya Tara kerumah suaminya.

    Ditemuinya Nico telah lelap di tempat tidur kembali dengan tenang dan damai, secepatnya tara berganti
    pakaian tidur, dan menyusul suaminya masuk dalam quiltnya dan mendekap Nico.

    Karena nikmatnya permainan cinta malam itu, Tara bermimpi indah, bersama Harry semalaman.

    *****

    Sejak kejadian malam itu di pavilliun Harry, Tara selalu mendambakan belaian Harry dan ingin selalu
    merasakan kemaluannya yang menggeliat di dalam vaginanya, bila teringat hal itu Tara selalu menelan
    ludahnya dan tak jarang dia melamun sejenak dalam kesibukannya, segera terhenyak bila telephone
    berdering ataupun tersadar bila ia diburu dengan tanggung jawabnya.

    Jum’at malam ada sebuah event untuk sebuah Oil Company yang akan merayakan “Hari Jadi” perusahaan
    tersebut, pesta ini mengikut sertakan sebagian besar staffnya, jadi memang agak besarlah event yang akan
    diaturnya untuk malam nanti.

    Pagi-pagi dia sudah ke field, ruang pesta, dan menyiapkan segala sesuatunya, kontak dengan dapur,
    mengenai makanan yang akan bergulir untuk nanti malam. Suasana Hotel masih sepi belum banyak pegawai
    mulai masuk terutama ‘waiters’nya; Tara ada di ruang ruang pesta sendirian, di pantry mencheck untuk
    terakhir kalinya; tiba-tiba Harry telah mendekapnya dari belakang dan mendaratkan ciumannya dileher Tara
    seraya menelusuri dagu dan bersarang di bibir lembut Tara.

    “Selamat Pagi gadisku, kuingin memuaskanmu disini, nikmatilah sayang kehadiranku.”

    Secepat itu juga dinaikkannya Tara diatas “pantry”, bagaikan kilat di perosotkannya CD Tara, kemudian
    mulut Harry telah bersarang di gundukan nikmat Tara. Tara yang telah biasa dengan perilaku suaminya,
    maka dia juga bisa menerima perlakuan Harry ini, maka Tara hanya menghisap nafas dalam-dalam dan
    menahannya sebentar dan dihembuskannya perlahan-lahan; Namun tentu saja dengan Harry mendapatkan sensasi
    yang lain dan memang dia mengharapkannya perlakuan semacam ini ditiap detik nafas dan hidupannya yang
    baru.

    Dinikmatinya rasa indah di bawah sana sambil menggelepar dan mengerang. Clitorisnya pun merasa semakin
    membesar dan vaginanya berdenyut kencang tak tertahankan. Tanpa dia sadari tangannya sendiri menggapai
    payudaranya dibawah blazernya dan di remasnya, beberapa saat kemudian ditelusupkannya tangannya kedalam
    bluse dan dirabanya puntingnya dan dipelintirnya sendiri, nikmat sekali rasanya seakan membuatnya
    melayang-layang.

    Setelah puas Harry menjilatin dan mengentot vagina Tara dengan lidahnya, berdirilah dia dan menarik
    retsleting celana panjangnya dan dikeluarkannya kemaluannya dari lubang CDnya.

    “Tara, kukunci pintu besar itu jangan kuatir, kita making love disini Okay?”
    “Harry lakukanlah, entoti aku dengan gaya dan nafsu birahimu, aku akan menikmatinya”

    Harrypun tersenyum dan menusukkan kontol yang tegang dan perkasa itu kedalam vagina Tara yang sudah
    membasah melelehkan air nikmatnya, karena menahan birahinya.

    Sambil berdiri Harry mengentot, memompa kontolnya kuat-kuat dan penuh birahi, sesekali badannya
    dibungkukkannya, untuk menggapai wajah Tara yang tersenyum manis selama di entotnya. Geregetan rasa
    Harry melihat wajah yang manis dan penuh gelora cinta di depan matanya. Tara sangat menikmati hujaman
    kontol Harry dan sambil berkata,

    “Harry, terus sayaang puaskan daku, ingin aku mati bersamamu dalam keadaan kau entoti aku begini.”
    “Enak Harry enak sekali teruskan.. nikmat batang kontolmu menghentak-hentak ubunku Harryy, ngiluu
    Harry!”

    Segera diangkatnya tubuh Tara.

    “Tara pompa kontolku naik turun, kau tentu pandai mengerjakan buat sukmaku melayang bersamamu Taraa”,

    Segera Tara digendong menghadapnya dengan kedua kakinya di pinggang nya, serta tanggan Harry memegang
    pinggang Tara. Segera dikocoknya badan Tara naik-turun, dan Tarapun ikut aktive melakukan permintaannya
    sambil terus berfucus pada kenikmatan gesekan kontol Haryy, yang membuatnya gilu geli menhujam seluruh
    tubuhnya hingga bergetar.

    “Harry boleh aku keluaar?”
    “Ya gadisku kita sama-sama, memekmu hangat menjepit, memilin kuat kontolku, kontolku berdenyut mau
    keluar spermaku sayang, Oooh kau gadis nakalku.. kau binall!”

    Dan orgasmelah mereka berdua dengan rasa bahagia meliputi mereka.

    Kemudian diletakkannya tubuh Tara di pantry kembali, sambil melepaskan kontol Harry, digesernya badan
    Tara sejajar dengan pinggir pantry, kemudian disodorkannya dimulut Tara, segara Tara mengerti maksudnya
    dikulum dan dihisapnya kontol tegang itu sampai bersih kembali. Cepat-cepat mereka membersihkan diri di
    “wash basin” di”pantry” itu, segera mereka merapikan baju mereka. Harry mendekap Tara, mencium kening
    pipi dan mulutnya, sambil mengatakan:

    “Kau sempurna, gadisku, kita nikmati hidup ini dengan sebaik-baiknya, seindah matahari bersinar setiap
    hari..”
    “Adakah kamu menikmati permainan kita tadi Tara?” maukan kau menikmatinya ditiap kesempatan ada?”
    “Ya Harry saya bahagia, dan menikmatinya ngentot denganmu darling”

    Dikecupmya Tara sekali lagi dan mengucapkan selamat kerja, kemudian ditinggalkannya Tara meneruskan
    pekerjaannya. Adapun Tara sendiri merasa bahagia, nikmat, seolah ringan dalam tubuhnya, karena birahinya
    tersalurkan baik dengan orang yang dia cintai, dia lalu mengerjakan pekerjaannya dengan suka cita.

    Selang dua hari kemudian, dipagi hari, jam 7 pagi Tara sudah ada dikantornya, Tara mendapatkan SMS dari
    Harry, dimana Tara memang sangat mengharapkannya.

    “Datanglah ke lantai 9, aku sedang mencek kamar VIP untuk siang ini, bawa set brochures yang untuk kamar
    914, Housekeepernya kelupaan.”

    Segera datanglah Tara kelantai 9 dan memberikan nya ke Harry, yang bertemu dilorong dekat kamar
    penyimpanan Linen Hotel.

    Begitu melihat Tara datang, segera Harry membuka kedua lenggannya dan menyambutnya dengan dekapan dan
    ciumannya dibibir hangat Tara. Sadar akan keadaan, segera dibawanya Tara kekamar linen tersebut segera
    dilanjutkannya melumat bibir Tara, sambil tangan kirinya meraba pantatnya yang penuh, dan memerosotkan
    CD dan stokingnya, ditariknya dengan kakinya supaya turun terus ke lantai.

    Segera setelah itu, tanggannya pindah ke depan menggapai gundukan vagina Tara yang sudah menunggu
    kenikmatan ciptaan tangan Harry. Tangan Tarapun tak tinggal diam, dan dibukanya retsleting celana Harry
    dan segera diturukannya semua termasuk celana dalam Harry secepat kilat.

    “Tara, kita sambut pagi ini dengan ceria matahari pagi ya, Kita making love disini, para ‘Housemaid’
    belum datang, tenang saja kita OK.”

    Tara meminta Harry untuk memindahkan kursi ini ke pintu, maka dilakukannya perintah Tara, untuk
    memindahkan sebuah kursi didepan pintu. Dan dibukanya baju Tara semua dan juga Tara membuka baju Harry,
    hingga mereka telajang bulat, tak selembar benangpun melekat pada tubuh mereka. Harry memposisikan
    dirinya berdiri berhadapan dengan Tara, kaki Tara sebelah kiri mengait kaki kanan Harry dan sebaliknya
    Kaki kiri Harry mengait kaki kanan Tara, segera Harry menyelipkan penisnya dalam vagina Tara, sambil
    tangan kiri mereka memegangi kaki kiri mereka yang menepel di pantat mereka masing-masing.

    Harry mengayun pantatnya kuat-kuat dan Tarapun menjepit, dan mengerakkan vaginanya mengimbangi ayunan
    Harry, kenikmatan mereka daki bersama, dengan dengausan dan erangan kecil-kecil dari mulut mereka
    terlepaskan, dan dengan sepenuh tenaga, Harry melaksanakan tugasnya dengan sempurna, hingga Tara
    mengerang kuat mendapat orgasmenya. Tara merangkul Harry kuat-kuat sambil memangut, dan menghisap liur
    Harry dengan garang penuh nafsu birahi.

    Setelah reda emosi dan getaran seluruh tubuh Tara, dilepaskannya semua posisi itu dan Harrypun minta
    Tara menungging dengan berpegangan ditiang teroli linen yang terbuat dari kayu yang kuat dan besar itu.
    Maka ditusukkannya penis merah Harry divagina Tara dari belakang, dan digoyang-goyangkan berulangkali
    untuk mendapatkan posisi yang nikmat untuk Tara, reaksi tarapun segera merintih menikmati goyangan
    tersebut, dengan goncangan penis Harry yang menggesek G-spotnya didalam sana, seolah ada sesosok tubuh
    yang kuasa menarik dorong sukma nya dari ubun-ubun, Tara pun mencengkeram tiang kayu itu sambil meracau
    tak menentu.

    Kemudian dengan ayunan pasti penuh nafsu birahi dihujamkannya penis tegang Harry itu berualang-ulang
    pada Vagina Tara, terasa Vagina Tara melelehkan cairan kenikmatannya membuat derap penis Harry semakin
    lincah menari didalam relung nikmat Tara.Cerita Sex Dewasa

    Sungguh, nikmat yang dirasakan Tara, diapun mendongak-dongakkan kepalanya sambil meracau.

    “Harry, enaak, Haarry teruskan aku sedang mendaki bersamamu sayang.”
    “Hunjam memekku keras-keras, layangkan aku ke angkasa, biarkan aku mendapatkan orgameku yang indah lagi
    Harry!”

    Harrypun semakin giat mendapat seruan Tara, di hentakkannya lebih keras kontol yang keras itu di relung
    nikmat Tara dan akhirnya iapun merasakan denyutan kepala kontolnya tak tertahankan lagi.

    “Tarra aku dataang, nikmatilah ini, siapkah kau menerimanya?”
    “Ya Harry, aku sudah siap, membungkuklah dan cium punggungku dan remas susuku Harry”
    “Cepat lakukanlah aku akan orgasme aacchh sshhtt, Harry enak sekali aku sampai juga Harryy..”

    Cepat otomatis, Hary membungkuk dan menciumi punggung Tara, meremas-remas payudara Tara dengan gairahnya
    yang memuncak.

    “Tarra, achh aku keluarr, adduhh enak Tara!”

    Sesudah selesai mereka orgasme, lunglailah mereka di kursi duduk dan saling berpangkuan.

    Jam menunjukkan jam 8:20 am, telah 1 jam 20 menit mereka bermain cinta di kamar linen lantai 9 tersebut;
    segera, diraihnya lipatan handuk dari tumpukannya di troli kayu tersebut dan di bersihkannya badanya
    dengan handuk itu, kemudian berpakain sebaik-baiknya dan mereka berpelukan kembali mengucapkan selamat
    bekerja, lalu mereka membuang handuk kotornya ke tube, supaya jatuh ke ruang linen di basement, kemudian
    mereka berpisah.

    Tara cepat kekamar mandi wanita di lantai 3 dan cepat-cepat membersihkan badannya di bawah shower,
    menyabun tubuhnya dan di elus-elus lembut memeknya, sambil tersenyum sendiri mengenang nikmatnya ngentot
    dengan Harry, terlupakanlah sedikit pedih kehidupan yang ada dihatinya, hidup bersama suaminya Nico.
    Dibilasnya dibawah shower tubuhnya, segera setelah itu berpakaian, kemudian membetulkan “grooming” wajah
    dan rambutnya.

    Segera dia kembali keruang kerja dikantornya, jam menunjukkan 8:50am, segera Tara memulai pekerjaannya
    hingga selesai. Adapun Harry berlaku sama hanya dia menuju ke Pavilliunnya dan mandi lagi sebentar dan
    turun ketinggkat 5 di kantor Executive Office dan menunaikan kerja nya kembali dengan aman dan damai.
    Hari itu sangat indah baginya dan harapannya untuk ngentot dengan Tara selalu menjadi obsesinya disetiap
    harinya.

    Event week end mendatang ada penyelenggaraan ‘Grand Prix’ di kota itu, Hotel penuh dari pertengahan
    minggu sebelumnya, sebagian staff dapur dan para waiter/waitress dikonsentrasikan kelapangan diweek end
    itu, dengan membuka dua tenda atas nama Hotel disekitar lapangan pacuan itu; karena banyak para
    Businesman/woman, dan paraa Celebreties menyaksikan balap mobil Formula 1 itu. Sebagian besar lagi para
    waitres/waitress dikonsentrasikan untuk event malam hari di restaurant-restaurant diproperty hotel,
    adapun siang hari memang agak lengang suasana di Hotel. Karena Kebetulan ‘General Manager’nya tugas
    turun kelapangan, maka Harry ditugaskan incharge didalam property Hotel tersebut.

    Kesibukan Tara sudah agak menurun, karena biasanya kesibukan Tara memuncak sebelum event berlangsung.
    Saat yang indah itu, dimanfaatkan mereka berdua saling mengirim SMS, Harrypun datang kekantor kerja
    Tara, yang berada di pojok itu, segera ia mengunci pintu kantornya dan diraihnya Tara dengan buasnya
    kemudian dilucutinya baju bawahnya, semua tanpa kecuali, dan diangkatnya Tara dimeja kerjanya lalu
    didudukkanya diatas meja kerja, segera dijilatinya memek hangatnya dengan lahapnya.

    Tara memejamkan matanya, sambil berpegangan kepala Harry menahan serentetan kenikmatan dan denyutan
    memeknya yang sangat luarbiasa sensasinya; maka digoyangkannya pantatnya sambil duduk, mengharapkan dera
    dan tusukan lidah Harry untuk segera menggapai dinding dalam rahimnya, Tara mendorong-dorong kepala
    Harry supaya masuk jauh kedalam selangkangannya. Sambil mengerang, ia menjepit kepala Harry karena dia
    mendapat Orgasmenya di pagi itu. Harry bangun dari selangkangan Tara setelah Tara mulai merenggangkan
    selangkangannya dan segera mendekapnya, diciuminya Tara dengan nafsunya yang membara bersama asmaranya
    menutupi semua perasaan yang ada di pagi itu.

    Setelah Tara pulih kembali, dibiarkan dia merebahkan dirinya di meja kerjanya, selang beberapa menit,
    segera diturunkannya celana Harry, sambil berdiri dijulurkannya kontol tegangnya pada klitoris Tara,
    dimainkannya lagi klitoris itu dengan kontolnya, hal ini menimbulkan gairah Tara kembali menyelubungi
    tubuhnya. Setelah Tara menggeliat dan melelehkan getah bening memeknya, Harrypun menusukan kontolnya
    dalam Vaginanya, segera dipompanya dengan ritme pelan dan kemudiaan cepat, di tariknya lagi, diam
    sejenak dan dihujamkannya lagi dengan kuat.

    Tara belingsatan dan mendongkak-dongkak kembali dan digoyang-goyangkannya kepalanya kekiri dan kekanan
    sambil giginya menggigit bibir bawahnya dengan kuat untuk menahan dera nikmat yang sangat dia inginkan
    tiap harinya. Sampai akhirnya Harry mengatakan akan mencapai ejakulasinya, ingin mereka menuangkan
    sama-sama, dan mereka selesaikan kenikmatan itu dengan sempurna, muncat tiga kali sperma dalam rahim
    Tara, segera dicabutnya kontol Harry, diputarnya badan Tara kepinggir meja dan disodorkannya kontol
    Harry kemulut Tara, segera Tara membuka mulutnya dan dikulumnya kontol Harry yang tegang merah, sedang
    memuncratkan spermanya langsung dalam tenggorokannya, segera ditelannya semua sperma itu, lalu
    dijilatinya kontol Harry dengan penuh kasih sayang. Setelah selesai session itu, mereka segera merapikan
    diri dan bekerja kembali.

    Jam 11 siang, Tara telephone Marissa mengatakan akan ke dokter lagi, dan Marissa pun akan menolongnya
    mencatat pesan untuk Tara. Namun sebetulnya Tara hanya naik ke tinggkat 14 kamar No 31, di Paviliun
    Harry, disana Harry telah menunggu nya, setelah Harry berpesan ke Marissa bahwa dia akan pergi
    kelapangan balap selama 3 jam, kontrol keadaan di sana.

    Segera setelah Tara Masuk ke Paviliun, tak sabar lagi Harry menggendong tara di kamar mandi dan melepas
    semua bajunya, untuk mandi bersama. Setelah mereka telanjang dimasukkannya Tara dalam bathtub, Harry
    berdiri dipinggir bathtub, di mintanya Tara menyepong dan mengelus-elus kontolnya, maka di elusnya buah
    zakar Harry lalu dikulum, dijilatnya dengan lidah nakal Tara, dimain-mainkannya dalam mulutnya, Harry
    mengerang kuat-kuat sambil matanya dipejamkan. Kemudian dirambatkannya lidah Tara kebatang kontol Harry,
    sambil menyapu dan menyedot seluruh batang kontol Harry, tangan Tara memilin dan memainkan buah zakarnya
    yang mengecil.

    “Tara, kamu nakal, kamu menggodaku, kulumlah Tara kepala penisku itu, mainkanlah dengan lidah yang nakal
    itu..”

    Diturutinya kemauannya, di kulumnya kepala Panis Harry, dan dimainkannya lidahnya dilingkaran kepala
    Panis yang menyembul itu.

    “Aaacchh Tara, manisku, kau jalang, kau binal.. kau gadisku, kau milikku Taraa, kau selalu memuaskanku
    Tarra..”

    Tara pun melepaskan kulumannya, dan minta dicium mulutnya dengan mulut lembutnya Harry.

    “Harry kiss me darling, I need you always, I want to be with you always darling.”

    Ditariknya pelan Harry kedalam air dan segera menduduki kontol yang keras itu dan menyelipkannya dalam
    vaginanya, sambil dia mendongkakkan kepala kearah belakang diayunkannya badannya, memompa penis Harry,
    dan Harry, memegang pinggang dan punggung belakang Tara menjaga supanya tak terbalik jatuh ke belakang.
    Sebagai, dewi amor sedang mengamuk Tara melonjak-lonjak memompa penis tegangnya Harry hingga pendakian
    birahinya mencapai puncaknya dan Tarrapun orgasme lagi.

    Harry mengangkat Tara, dibalikkannya badan Tara supaya dia tiduran menungging releks dalam bathtub,
    kemudian dia tusuk dan pompa memek Tara dari belakang sambil Harry menekuk lututnya dalam air tersebut.
    Tara mengerang lagi, diiringi dengusan nafas Harry yang memburu, terus penis Harry menghujam dan menari
    didalam relung nikmatnya Tara dengan bebasnya, erangan dan raugan mereka berdua tak bisa dihindarkan dan
    akhirnya mereka mencapai orgasmenya yang kesekian kalinya dihari yang indah itu.

    Mereka mandi bersama dan menguyur badan bersama, setelah puas mereka mengeringkan badan mereka dan
    beranjak ke tempat tidur. Melihat badan Tara yang masih telanjang itu, Harry ingin mencumbunya lagi,
    didorongnya Tara ketempat tidur, dan direbahkannya dia, dengan kaki masih menjutai dipinggir tempat
    tidur. Dimasukkannya lagi kontolnya walau belum tegang sepenuhnya, dan digoyang-goyangkannya terus
    menerus, sampai benar-benar keras, didalam liang vagina Tara, kemudian dihujamkannya kencang-kencang
    kontol buas itu pada memek Tara yang kenyal, sempit menghimpit dan berdenyut di dalam.

    “Tara biarkan aku biadab, menuruti nafsu binatangku kepadamu, kaupun akan merasa bahagia dengan
    perlakuanku ini, katakan bila kau tak menyukainya.”
    “Harry lakukanlah, kau wild dan aku menyenanginya, kuingin kontolmu nyelip disana terus dimanapun aku
    pergi, dari pagi sampai petang, akan ku pilin dan kupijit dengan denyutan memekku terus menerus Harry!”
    “Harry aku bosan memakai dcku akan kuganti pakai kontolmu saja didalam sana untuk menutupi memekku”

    Harry memejamkan matanya, sambil menjawab, “Heemm, Tara, kau benar-benar binaall!”

    Baca JUga Cerita Sex Perampok Sadis

    Tara, merasakan keindahkan making love dengan Harry, sukmanya menari, seiring deburan darah dan detup
    jantungnya setiap kali ia mendapatkan hujaman kontol Harry; ngilu, geli, seribu rasa ada dalam tubuhnya
    seakan ia melayang-layang dialangit yang biru tiada berbatas; hingga sampai saatnya terasa ia akan
    orgasme lagi.

    “Harry aku siap, magma didalam akan segera meledak Harry, berikan spermamu didalam sana”
    “Okey Tarra, aku dattaangg segera”

    Ddan Creett, creet, creet, sempurnalah pergumulan mereka disiang hari itu. Maka robohlah Harry di badan
    Tara, dengan penuh peluh di badan dan kepalanya..

    Mereka tertidur selama 1.5 jam, kemudian mereka membersihkan diri lagi, berpakaian kembali. Tara keluar
    dari Paviliun Harry dengan sebelumnya mengecup bibirnya mengucapkan selamat siang dan selamat kerja
    lagi.

    Hari itu Tara pulang sore, karena merasa capek sekali seharian ngentot bersama Harry, dijalan dia
    membeli makanan kesukaan Nico dan anak-anak. Sesampai dirumah mereka makan malam dan main dengan anak-
    anak sebentar, dan setelah bercakap-cakap dengan Nico, dibahasnya semua masalah rumah tangga sehari itu,
    kemudian menyuruh anak-anak tidur. Sedang Nico menggandeng Tara masuk kedalam kamar dan meminta jatahnya
    yang dua hari tidak didapatkannya dari Tara.

    Dalam hati Tara mengeluh, “Mati aku hari ini, sekian kali aku harus mengentot, memekku sudah terasa
    lelah sekali”, namun sekali lagi ini kewajiban, tak bisa ditolaknya permintaan Nico.

    Segera, Nico melucutinya, dan merebahkan Tara di tempat tidurnya, secepat itu juga Nico menghunjam memek
    Tara, mulailah “mesin sex” tersebut menderu sejalan dengan derap birahi Nico.

    Puas Nico, menghujam tanpa perasaan dari depan, dibalikkannya Tara supaya menungging, dan di hujamkannya
    kontol ngaceng Nico dari belakang, tak lama kemudaian dia sudah memuncratkan sperma birahinya di dalam
    rahim Tara, tanpa harus mengimbangi perasaan Tara, dalam usahanya mendaki birahinya untuk sama-sama
    menikmati cinta suami istri yang sedang memadu kasih, dengan cara yang terdalam, yakni ngentot.

    Kembali kecewa dalam hati Tara, dan benar-benar kesal akan perilaku Nico, yang selalu sepihak dalam
    menunaikan tugasnya sebagai suami. Sedih sekali perasaan Tara, namun sekali lagi dia tidak bisa mengelak
    dan protes kepada Nico suaminya. Esoknya, Tara kembali bekerja, dia mendapat e-mail dari sebuah
    perusahaan Garment dari designer terbaik di negeri itu, dimana mereka akan mengadakan pameran dan
    peragaan dalam Hotelnya, kira-kira 10 hari mendatang. Tara segera menyiapkan segala sesuatunya untuk
    penyelenggaraan pameran dan peragaan pakaian elite ini.

    Setiap sore Tara harus tinggal sampai agak larut, menyusun brochures dan undangan kepada orang-orang
    yang pantes diundang dan penyelenggaraannya. Harrypun harus juga mendorong dan mendukung usaha Tara
    dalam hal ini, maka kebersamaan mereka tak ada yang mencurigai. Sering Tara tinggal di Paviliunnya, dan
    mencari tanda tanggannya Harry; bila Harry bilang mau mengerjakannya di pavilliun, dan Tarapun harus
    datang, walau akhirnya mereka berdua selalu melampyaskan hasrat birahinya di paviliun itu.

    Di suatu hari Sabtu, Tara mengatakan ke Nico bahwa dia akan masuk kerja, ada kerjaan yang tidak selesai.
    Namun setelah dia kerja sejam di kantornya, Harry memanggilnya. Setelah Tara berada di Paviliunnya,
    sambil minum teh bersama, Harry mengeluarkan amplop tak tertutup diberikannya kepada Tara.

    “Tara, aku sangat mencintaimu, aku ingin juga sedikit memiliki cinta kepada anak-anakmu”
    “Ini tanda cintaku pada anak-anakmu, karena aku tentunya tak bisa memeluk dan menggapainya, Depositkan
    uang ini untuk sekolah anak-anakmu”
    “Jangan sekali-kali kau pakai, kau akan mendapatkan bagiannya sendiri dariku”Cerita Sex Dewasa

    Terperanggah Tara akan kata-kata Harry, dan melelehlah air matanya.

    “Harry, apa artinya semuanya ini, akankah kau meninggalkan aku?”
    “Tara, Jangan kau berburuk sangka padaku, kau adalah gadis binalku selamanya.”
    “Tak akan kutinggalkan dirimu akan selalu kuusahakan yang terbaik untukmu, untuk kita selalu saling
    memiliki”, maka diciumnya bibir Tara dan dihapusnya air matanya.

    Kembali mereka berpangutan, dan diteruskan seharian ngentot berdua diruang tamu setelah minum teh, di
    dapur sambil memasak, karena Harry dan Tara senang memasak.

    Mereka mempunyai tekad menjalani cinta dan kebahagian mereka, mereka tuai dalam “Rumah Besar” sambil
    melupakan kepedihan hidup dalam keluarganya masing-masing, sampai waktu dan umur memisahkan mereka.

  • Photographic Memory

    Photographic Memory


    2 views

    cerita-sex-dewasa-photographic-memory-681x1024

    Cerita Sex Dewasa | Orang-orang di sekitarku selalu memuji ingatanku sebagai ingatan paling tajam yang pernah dimiliki seorang manusia. Istilah jaman sekarang, ‘photographic memory’. Aku begitu mudah mengingat segala hal yang pernah aku alami atau bahkan sekadar aku lihat dan aku dengar.
    Misalnya saja, poster kampanye calon walikota yang sekilas saja kulihat di pinggir jalan. Aku bisa ingat warna latar belakangnya, motif bajunya, bahkan semua kata yang ada dalam poster itu dari atas hingga bawah. Semua. Ingatan tajam itu memang kumiliki sejak lahir, meski kedua orang tuaku biasa-biasa saja.

    Mereka jadi kebingungan ketika aku menanyakan perihal ingatan superku.

    “Mungkin ini mukjizat Tuhan,” jawab Ayah, dan
    “Kamu tidak diciptakan dengan ingatan seperti itu kalau tidak ada tujuannya. Yang penting kamu harus menggunakannya untuk kebaikan,” jawab Ibu.

    Pelajaran dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi kulahap dengan mudah dan kumuntahkan kembali ketika ujian. Ranking tertinggi dan predikat magna cum laude melekat di memorabilia pendidikan yang pernah kujalani. Perusahaan-perusahaan besar berlomba-lomba memburuku dan menawarkan gaji selangit. Akhirnya aku mendarat pada sebuah perusahaan minyak dan gas bumi asing sebagai asisten kepala riset dan teknologi. Pretty cool, huh?

    Namun ingatan ini bukanlah tanpa cacat. Ada satu momen pada 7 tahun yang lalu, ketika masih duduk di bangku SMA, yang sama sekali tak bisa kuingat. Momen itu melibatkan sepatu kecil di kamarku yang kini tinggal sebelah. Entah kenapa bisa seperti itu. Ayah dan Ibu selalu bungkam ketika kutanyakan kejadian tersebut. Mereka hanya menjawab ‘mungkin satunya jatuh dan hilang” lalu buru-buru mengganti topik pembicaraan. Rumah ini tak pernah punya pembantu dan aku anak tunggal, jadi tak ada orang lain yang bisa kutanyai lagi. Aku harus puas dengan jawaban itu selama bertahun-tahun.

    Sampai hari ini. 10 yang lalu, lelaki paruh baya yang masih terlihat tampan itu berusaha menggapai tombol bel rumah yang tak terjangkau tangannya yang mungil. Aku yang kebetulan melihat karena hendak berangkat ke kantor, menanyakan tujuannya dengan ramah. Tapi alih-alih menjawab, laki-laki itu hanya menatap wajahku lekat-lekat, entah apa yang dicarinya di situ.

    “Maaf, bapak ini mau cari siapa?” tanyaku lagi.

    Beliau masih tak menjawab. Akhirnya, karena jengkel kutinggalkan saja dia di depan pagar. Barulah beliau memanggilku dan meminta maaf.

    “Saya ingin bertemu orang tuamu. Kau anak dari Bapak dan Ibu Roestam kan?”

    “Iya. Bapak ini siapa?” tanyaku dengan nada waspada bercampur ingin tahu.

    Seumur-umur, belum pernah kulihat wajahnya di antara deretan teman dan kolega orang tuaku, sehingga aku harus waspada.

    “Panggil saja Pak Ustad,” jawab beliau sambil membetulkan peci warna hitam yang dikenakannya.
    “Siapa, Nang?” rupanya Ibu mendengar percakapan kami.
    “Pengen ketemu ibu, namanya Pak Ustad.” jawabku sambil membukakan pagar.

    Ibu mengernyit mendengar nama itu, seperti habis melihat kotoran anjing di kebun. Lebih-lebih setelah bertatapan muka langsung dengan laki-laki itu. “Mau apa kamu ke sini?” tanya ibu tanpa basa-basi. Aku ikut memasang sikap defensif dan siap-siap mengusir Pak Ustad yang ternyata kedatangannya tak dikehendaki oleh Ibu.

    “Tenang, Bu. Saya cuma ingin menagih janji.” jawab beliau tenang.

    Dapat kulihat tak ada perubahan ekspresi ketika bercakap-cakap dengan Ibu.

    “Tak ada janji di antara kita. Itu cuma akal-akalanmu saja!”
    “Saya bawa surat itu, lho! Ada tanda tangan ibu juga.” jawab Pak Ustad sambil mencari sesuatu dari tas jinjing coklat tua yang dibawanya.
    “Masuk saja, jangan di sini. Tak enak kalau dilihat tetangga. Danang, kamu bukannya harus berangkat ke kantor?” kata ibuku.
    “Tapi, Bu, apa aku harus memanggil polisi? Atau beliau disuruh pulang saja?” tanyaku mulai gusar.
    “Tak apa. Ibu bisa menanganinya sendiri.” jawaban yang singkat lugas, dan tegas, mengusirku dengan halus.

    Aku menghela napas lalu segera berangkat dengan mobil sedan keluaran tahun 1995 milik Ayah. Dari spion dapat kulihat Ibu masih berdiri di pagar, mengawasiku untuk benar-benar pergi ke kantor.

    Menjelang malam, aku baru bisa pulang. Salahkan kerjaan yang menumpuk dan beberapa rekan kerja yang cuti secara bersamaan. Aku mendapati Ayah dan Ibu tengah bercakap serius dengan volume yang nyaris seperti bisikan. Begitu halus dan pelan. Suara lemari ruang tamu yang tak sengaja kutendang, segera mengalihkan perhatian mereka kepadaku. Pandangan mereka tak kumengerti, campuran antara takut, kalut dan sedih.

    Ayah lebih dulu membuka suara setelah berhasil menguasai diri. “Duduk sini, Nang. Ada yang harus kami sampaikan padamu.”

    “Serius amat sih. Ada hubungannya ama si bapak yang tadi ke sini?”
    “Sayangnya iya. Sebelumnya kami mau minta maaf karena selama ini nggak jujur sama kamu. Sebetulnya, kamu…” Ibu tak sanggup meneruskan kata-katanya.

    Ayah yang lebih tegas, segera mengambil alih.

    “Kamu bukan anak kami. Kamu anak Pak Ustad yang kami ambil dan kami asuh selayaknya anak kami.”Cerita Sex Dewasa

    Cangkir yang kupegang langsung jatuh begitu mendengar kata-kata itu. Ya, seperti di film atau sinetron-sinetron. Ibu buru-buru mengambil sapu dan membereskan pecahan gelas itu, sementara aku masih memandang Ayah dengan tatapan tak percaya.

    Beliau lalu melanjutkan ceritanya. “Ingat sepatu kecil di kamarmu yang tinggal sebelah? Itu adalah hadiah dari Pak Ustad saat datang pertama kali ke rumah ini, untuk mengambilmu.”

    ”Kenapa cuma sebelah?”
    ”Kami menolak ia mengambilmu. Kami terlalu sayang kepadamu, Nang. Jadi kami melawan. Sebelum mengusir Pak Ustad dan mengunci pintu, ibu melemparkan sepatu itu. Namun cuma sebelah, yang satunya tetap kamu pegang, sampai sekarang.” ujar Ibu sembari mengusap pipinya yang berlinang air mata.
    “Jadi ini semua ada hubungannya dengan ingatanku yang hilang tentang hari itu?”

    Ayah menghela napas sejenak sebelum mulai menjawab.

    “Iya. Kamu begitu terguncang mengetahui kalau cuma anak angkat, sama seperti saat ini. Ingatanmu melawan, dan akhirnya… semua memorimu malah hilang. Sepertinya kamu sangat tidak bisa menerima hal ini sehingga berusaha untuk mengenyahkan dari pikiran. Namun ternyata, ingatanmu malah hilang semua. Ingatan di hari itu. Semua hilang.”
    “Lalu, kenapa sekarang tidak?”
    ”Mungkin karena kamu telah cukup dewasa. Kamu sudah bisa berpikir secara lebih kalem dan bijaksana. Mungkin benar kata Pak Ustad, inilah saatnya bagi kita untuk berpisah.”

    Aku mengangguk.

    “Ijinkan aku bertemu Pak Ustad. Aku ingin tahu jati diriku yang sebenarnya.” jawabku menahan gentar.

    Jauh di lubuk hatiku, ada ketakutan tersendiri.

    “Kami tak ingin berpisah denganmu, Nang!” kata ibu.
    “Tak akan, Bu. Percaya padaku!” kupeluk mereka berdua.

    Minggu berikutnya, dengan berbekal alamat dari ibu, aku mulai mencari rumah Pak Ustad, orang tua kandungku. Kukira bakal gampang, namun ternyata cukup sulit juga. Letaknya di pinggiran kota, bahkan hampir ke perbatasan propinsi.

    Setelah cukup lama berputar-putar, tanya sana tanya sini, capek dan lelah, namun tetap tidak bisa kutemukan juga. Mengeluh jengkel, akupun berhenti di depan sebuah warung kecil. Mau beli jus. Terlihat beberapa jenis buah segar dipajang di bagian depan warung. Sangat cocok untuk membasahi kerongkonganku yang kering.

    Kulihat seorang perempuan tengah nungging membelakangiku. Kelihatannya ia sedang menata barang dagangannya. Busananya serba tertutup. Ia memakai gamis panjang sampai mata kaki. Tetapi justru itu menariknya. Perempuan ini memakai gamis dari bahan halus berwarna biru muda. Kelihatan juga ia berjilbab biru tua. Jilbabnya panjang. Ujungnya sampai ke pinggulnya. Pada posisi menungging gitu, bagian muka jilbabnya jatuh sampai ke lantai. Dari celah jilbab di bawah lengannya, terlihat tonjolan payudaranya yang menggelantung indah.

    Namun yang pertama menarik perhatianku justru pantatnya. Dari belakang terlihat bundar. Di bundaran itulah terlihat cetakan garis celana dalamnya. Entah mengapa aku jadi tertarik mengamati terus gerakan pantat perempuan itu. Sekitar lima menitan aku pandangi. Yang malah mmebuatku jadi ingin mengelus dan meremasnya.

    Akhirnya, perempuan itu menyadari kehadiranku. Ia menoleh ke belakang dan terkejut. “Eh, mau beli apa, dik?” katanya di tengah keterkejutan.

    Aku lebih terkejut lagi. Ternyata, perempuan ini sangat cantik. Usianya memang tidak muda lagi. Mungkin sudah sekitar empat puluh tahunan. Tapi wajahnya itu lho yang bikin aku nggak bosan memandanginya. Putih, amat putih malah, bersih dan lembut.

    ”Anu, bu. Mau beli jus.” aku berlagak memilih-milih buah sambil terus menerus mencuri kesempatan memandang wajahnya.

    Sesekali kuajak dia untuk ngobrol. Suaranya juga lembut, selembut wajahnya. Pikiranku mulai kotor. Membayangkan rintihannya ketika memeknya kutembus batang kontolku. Ah, entah kenapa aku jadi seperti ini. Mungkin karena pengaruh fisik dan pikiranku yang kelelahan.

    Dari ngobrol itulah kutahu bahwa dia seorang ibu dengan 3 anak. Kaget juga aku waktu tahu dia sudah punya tiga anak. Tidak menyangka aja, wanita secantik dan semolek dia. Suaminya kerja dan baru pulang sore. Anak-anaknya sedang sekolah.

    “Jadi ibu sendirian nih?” komentarku.
    “Iya, dik. Sebentar lagi anak-anak juga pulang,” jawabnya tanpa curiga.

    Aku masih asyik dengan bayangan tubuh telanjangnya ketika ide jahat melintas begitu saja. Itu terjadi ketika kulihat sebilah pisau pengupas buah yang tergeletak. Cepat sekali itu terjadi.

    “Aduh, bu… saya kok kebelet pipis ya. Bisa numpang ke belakang nggak?” kataku, mulai menjalankan rencana jahatku.
    “Eh… gimana ya?” katanya ragu. Aku tahu ia ragu, karena ia sendirian di dalam rumah.
    “Gimana nih… udah nggak tahan, bu,” kataku sambil demonstratif meremas selangkanganku di hadapannya. Kulihat wajahnya langsung memerah.
    “Eh, tapi tunggu sebentar ya… kamar mandinya berantakan. Saya rapikan sebentar,” sahutnya sambil bergegas ke dalam.

    Aku langsung menutup pintu warung dan menguncinya. Lalu, kuambil pisau dan menyusul perempuan tadi. Sekilas kulihat ia keluar dari kamar mandi dan menaruh sebuah bh kotor ke mesin cuci.

    “Gimana, bu, udah nggak tahan nih,” kataku lagi sambil meremas selangkanganku dan melangkah ke arahnya.

    Ibu itu kelihatan jengah karena melihatku ada di dalam rumah.

    “Eh… sudah, silakan,” katanya dengan wajah menunduk.

    Karena menunduk itulah, ia kaget betul waktu aku berhenti di depannya. Ia mengangkat wajahnya dan seketika terlihat pucat waktu kuacungkan pisau ke arah perutnya.

    “Sst… jangan melawan!” kataku setengah berbisik.

    Ia tampak sangat ketakutan. Tangannya segera terangkat. Kusuruh ia berbalik menghadap tembok. Kedua tangannya kemudian kuturunkan dan kuikat dengan bh yang kuambil dari mesin cuci. Lalu, kuputar tubuhnya hingga menghadapku.

    “Jangan… tolong, jangan apa-apakan saya…” katanya dengan suara gemetar.
    “Jangan takut, saya cuma mau senang-senang sedikit,” kataku sambil menjulurkan tangan ke dada kanannya yang tertutup jilbab lebar.
    ”Auw! Jangan!” Ibu itu memekik kecil. Wow! Payudaranya terasa kenyal dan mantap.
    “Ibu pake bh ya?” kataku sambil mencubit putingnya dari luar jilbab. Ia terus menggeliat-geliat.
    “Siapa nama ibu?” kataku sambil memencet putingnya agak keras.
    “Aduh! Aduh! Rosita… aduh, jangan keras-keras!” ia merintih-rintih.

    Kulepaskan jepitanku pada putingnya. Tetapi kini tanganku mulai merayap ke perutnya yang ramping. Terus turun ke pusarnya dan akhirnya berhenti di depan selangkangannya. Kuremas-remas gundukan lubang kewanitaannya.

    “Ohhh… jangan! Jangan!” bu Rosita menggeliat-geliat.
    “Jangan takut, bu… saya cuma mau main-main sebentar.” kataku lalu berlutut di hadapannya.

    Tanganku kemudian masuk ke balik gamisnya. Menyusuri kulit tungkainya yang mulus. Lalu perlahan kutarik turun celana dalamnya. Perempuan itu mulai terisak. Apalagi, kini kupaksa kedua kakinya merenggang. Kuangkat bagian bawah gamisnya sampai ke pinggang. Wow! indah sekali. Memeknya mulus tanpa rambut. Gemuk dan celahnya terlihat rapat. Tak sabar kuciumi lubang kewanitaan cantik itu.

    Bu Rosita terisak, memohon-mohon agar aku melepaskannya. Ia pun menggeliat-geliat menghindar. Tetapi, mulutku sudah begitu lekat dengan pangkal pahanya. Kujilati sekujur permukaan memeknya sampai basah kuyup. Lidahkupun berusaha menerobos di antara celah lubang kewanitaannya. Agak sulit pada posisi seperti itu. Maka, kugandeng ia ke sofa yang ada di ruangan itu. Setengah kubanting tubuhnya ke atas sana. Ibu itu menjerit-jerit kecil ketika dengan pelan kutarik gamisnya. Sampai akhirnya, tak ada sehelai kainpun kecuali bh dan jilbabnya.

    Kupandangi tubuh yang putih mulus itu. Kedua kakinya menjuntai ke tepi sofa. susunya berguncang-guncang ketika ia menangis. Dengan penuh nafsu kucengkeram kedua susunya dengan kedua tanganku, lalu kuciumi kedua putingnya. Sesekali kugigit-gigit benda mungil itu.Cerita Sex Dewasa

    “Jangan berteriak keras-keras ya. Cukup mendesah-desah saja. Kalau ibu berteriak terlalu keras, nanti ada yang dengar,” kataku sambil menjepit puting kanannya, menariknya ke atas dan menempelkan lidahku ke sisinya.

    Bu Rosita tampak ketakutan dan menggigigit bibirnya.

    Aku kemudian melorot turun. Wajahku tepat di hadapan selangkangannya. Kuangkat paha perempuan itu hingga terentang lebar, lalu kudorong ke arah tubuhnya. Kini tubuhnya melengkung dan pangkal pahanya terangkat ke arah wajahku. Perlahan, lidahku menjilat alur lubang kewanitaannya dari bawah ke atas.

    “Eungghhhhh…” terdengar bu Rosita mengerang.

    Tak sabar, aku menguakkan bibir memeknya dengan jemariku. Lebar-lebar sampai terlihat bagian dalam lubang memeknya yang merah muda dan lembab. Jantungku berdegup kencang. Baru kali ini aku melihat dari dekat bagian dalam lubang kewanitaan. Lebih berdebar lagi, karena lubang kewanitaan yang satu ini milik seorang perempuan alim berjilbab lebar!

    Tiba-tiba bu Rosita membuka mulut dan kemudian diteruskan oleh rabaan dan lama-kelamaan tangannya berlanjut ke arah selangkanganku. Dan tiba-tiba saja ia sudah memelukku, dengan cepatnya bu Rosita mencium bibirku dengan liarnya. Maka akupun tak kalah bernafsunya, aku balas dengan liar pula.

    Dan bu Rosita terus menciumi leherku dan terus turun ke bawah mencoba membuka bajuku. Ketika bajuku terlepas, tiba-tiba saja ada tangan yang membuka celanaku termasuk celana dalamku. Maka langsung saja alat vitalku yang telah tegang sedari tadi keluar dari sarangnya. Dan seketika itu juga langsung diremas dengan liarnya oleh sebuah tangan halus. Ketika kulihat, ternyata bu Rosita yang melakukannya. Dengan ganasnya ia memijiti batang penisku.

    Tanpa melepas jilbabnya, langsung saja bu Rosita memegang alat vitalku dan diarahkan ke lubang kewanitaannya yang ternyata sudah basah sedari tadi. Setelah pas, maka diturunkan pantatnya perlahan-lahan hingga akhirnya…

    Bless!!!

    “Aah…” desah bu Rosita saat batang besarku menusuk lubang senggamanya, memenuhinya hingga ke bagian yang terdalam.

    Sementara dia asyik menaik-turunkan pantatnya diatasku, maka aku tarik bh-nya ke atas dan aku jilati susunya yang bulat besar dengan penuh nafsu.

    “Ahh… enak, dik! Terus… ohh…” desahnya.
    “Ahh… ohh… jilat putingku! Ohh…” ia meracau ketika puncak susunya aku pelintir dengan menggunakan lidah.

    Sementara itu, juga aku gesekkan jari tengahku ke biji klitorisnya yang menonjol indah hingga membuat bu Rosita meracau dan semakin kuat meliuk-liukkan badannya yang sintal.

    “Ohh… enak, dik!” rintihnya.

    Setelah berada dalam posisi seperti itu selama kurang lebih lima menit, akhirnya bu Rosita menggenjot tubuhnya semakin cepat dan mengerang,

    “Ahh… ibu dapet, dik… ahh… ahh..,” desahnya dan seketika itu pula tubuhnya melemas dan menggelimpang di sampingku.

    Aku pun menggeliat menahan nikmat hisapan lubang kewanitaannya. Aku lalu turun dari sofa dan kembali memasukkan batang kemaluanku ke lubang kewanitaannya. Kali ini aku yang berada di atas. Bu Rosita menanggapi seranganku dengan kembali menggoyangkan pinggulnya naik turun dan kadang memutar, sementara susunya yang besar ia sodorkan ke mulutku, yang langsung kujilat dan kuhisap-hisap dengan penuh nafsu.

    Setelah 5 menit, kembali tubuh bu Rosita mengejang sambil ia berteriak, “Ahh… ibu dapet lagi… ahh!” Terasa sekali cairanya mengalir deras membahasi batang kemaluanku dan seketika itu pula tubuhnya melemas dan menggelimpang.

    Selang beberapa saat, ternyata bu Rosita sudah fit lagi. Rupanya ia tipe wanita yang bersyahwat besar. Didorongnya tubuhku hingga jatuh ke sofa, lalu ia tindih. Kembali aku disusuinya. Sementara aku sibuk menjilati putingnya yang kini terasa semakin basah, bu Rosita perlahan menurunkan pinggulnya dan, bless! Kembali alat vitalku masuk ke lubang kewanitaannya.

    “Ahh… uhh… mentok, dik!” desahnya sambil mulai menggoyangkan pinggul.

    Untuk yang ketiga ini, aku tidak ingin ketinggalan lagi. Selain sudah lelah, aku juga takut anak bu Rosita pulang sewaktu-waktu. Jadi aku segera berkonsentrasi. Kugenjot pantatku keluar masuk di kewanitaan Bu Rosita dengan begitu cepat. Terasa sempit sekali lubang kewanitaannya meski sudah melahirkan tiga orang anak.

    “Ahh… terus, dik… enak… ohh… lebih dalam lagi…” racaunya.

    Maka aku membalik posisi, kini dia yang berada di bawah, berbaring di sofa dengan posisi kaki berada di bahuku. Dengan posisi seperti itu, membuatku semakin leluasa melakukan tusukan dan hujaman.

    “Dik, ibu keluar lagi… ohh…” desah bu Rosita dengan tubuh terkejang-kejang.

    Namun aku tidak peduli, aku terus menggenjot tubuh sintalnya karena aku sendiri juga mengejar klimaks. Terus kutusukkan penisku ke lorong kewanitaannya sambil kuremas-remas juga buah dadanya yang berukuran 36D.

    Tubuh bu Rosita sudah benar-benar melemas. Melihat kondisinya yang seperti itu, aku jadi tidak tega. Tanpa berniat menahan lebih lama lagi, akupun menggeram, “Bu, aku juga mau keluar… di dalem ya?” pintaku.

    Ia mengangguk tanpa suara.

    Baca JUga Cerita Sex Oral Sex

    Akhirnya, sambil menusukkan penisku dalam-dalam, akupun ejakulasi. Terasa deras sekali semprotan air maniku di lubang kewanitaannya. Kembali tubuh bu Rosita terkejang-kejang saat menerimanya.

    Kami masih berpelukan erat saat tak sengaja mataku menatap sebuah potret kecil berbingkai kayu di atas lemari. Foto yang ada disana sedikit mengguncang ingatan fotografisku. Laki-laki itu sepertinya kukenal! Belum sempat aku bertanya, sebuah benda lain juga menghantam pikiranku.

    Benda itu… kenapa aku tidak melihatnya sedari tadi? Rupanya terlalu menuruti nafsu membuat pikiranku jadi tumpul. Lekas aku mengambilnya.

    ”Itu hadiah buat anak sulung ibu. Kami berpisah sejak lahir, ia diadopsi orang kota. Rencananya 7 tahun lalu mau ibu ambil, namun ternyata gagal. Hanya sepatu itu yang bisa mengingatkan ibu kepadanya.” kata bu Rosita.

    Ya Tuhan! Kuambil sepatu yang cuma sebelah itu dengan hati terguncang. Aku telah menemukan orang tua kandungku. Dan tanpa sengaja, aku juga telah menyetubuhinya!

  • Surat Kenikmatan

    Surat Kenikmatan


    5 views

    cerita-sex-dewasa-surat-kenikmatan
    Cerita Sex Dewasa | Pada suatu pagi aku menerima sepucuk surat. Ternyata surat itu dari sahabatku jonny yang tinggal di Manado. Isinya dia mengundangku datang ke sana untuk berkangen-kangenan. Maklum telah puluhan tahun kami terpisah jauh. jonny di Minahasa, Sulawesi Utara dan aku tetap di Malang, Jawa Timur.
    Dalam suratnya, jonny menceritakan pula tentang keadaan irvan ( nama samaran, sahabat kami pula) di Tewah. Katanya, ia juga kangen padaku.

    Yah, sesungguhnya aku pun juga kangen pada mereka. Kami adalah 3 sahabat karib, yang dulu tak pernah terpisahkan. Lahir di kampung yang sama, tahun yang sama pula. Tak heran orang kampung menjuluki “Three Brothers”. Cuma bedanya, jonny dan irvan sukses di kariernya. Kini jonny menjadi Kepala Cabang Dealer Mobil/Motor di Minahasa dan irvan menjadi pedagang antar pulau dan tinggal di Tewah. Sedang aku tidak. Tak banyak yang bisa dilakukan anak petani macam aku ini.

    Sayangnya, setelah 10 tahun menikahi gadis Minahasa, jonny belum juga dikaruniai anak. Beda denganku yang harus pontang-panting menghidupi isteri dan keempat anakku. Kalau saja jonny tidak membantu, mungkin aku sudah tidak sanggup. Itulah yang membuatku terharu. Meski sudah makmur dan terpisah oleh lautan, mereka masih memperhatikanku.

    Kembali ke surat jonny. Ada satu hal penting yang disampaikannya, yaitu minta bantuanku. Tanpa menjelaskan apa yang dimaksudkannya. Aku pun bingung, apa yang bisa kuperbuat untuk membantu orang sekaya jonny?

    Dengan uang yang dikirimkannya, aku pun berangkat memenuhi undangannya. Istriku harus tinggal, untuk menjaga rumah dan anak-anak yang harus sekolah. Kepadanya aku pamit untuk waktu barang satu dua minggu.

    Lalu, setelah 5 hari 5 malam berlayar, aku pun sampai di tujuan. Di situ aku sudah dijemput oleh jonny dan istrinya. Begitu kapal bersandar, mataku menangkap sepasang tuan dan nyonya melambai-lambaikan tangan. “Nduutt.., Genduutt..!!” Teriak mereka. jonny masih tetap memanggil dengan julukanku dan bukan namaku. Dulu semasa kecil, aku memang paling gendut dibanding jonny Dan irvan.

    Begitu turun dari kapal, kami saling berpelukan tanpa canggung. Kurasakan mereka memang rindu sekali padaku. Acara kangen-kangenan berlanjut sampai di rumah. Rumah jonny besar, sedang dipugar dan mirip rumah pejabat. Apakah karena hal ini ia memanggilku ke sini? Entahlah. Praktis seharian kami tak menyinggung soal kedatanganku, karena keasyikan saling berkisah selama kami berpisah.

    Maka pada malam kedua itulah, sehabis makan malam, jonny dengan istrinya arum memanggilku ke ruang tamu. Mulailah mereka membicarakan soal “bantuan” itu.

    “Kira-kira apa yang bisa kubantu, apakah mengerjakan rumahmu ini?” tanyaku.

    Kulirik, jonny menggelengkan kepala.

    “Begini Ndut, kamu kan tahu kami sudah 10 tahun menikah, tapi belum juga diberi momongan. Masalahnya, menurut dokter, aku ini memang mandul. Jadi kami sepakat untuk minta tolong kamu. Itu sebabnya kami mengundangmu datang kemari,” tutur jonny, panjang-lebar.

    Tapi aku masih bingung dengan ucapannya itu, hingga kuminta ia menjelaskan lagi.

    “Jelasnya, kami ingin sekali punya anak walau seorang. Tapi kutahu pasti dari dokter bahwa aku tidak bisa membuahi istriku karena aku mandul. Maka kuminta bantuanmu untuk menggantikan diriku agar kami bisa punya anak,” tuturnya lagi dengan jelas.
    “Hah.. apa? Aku harus menggantikan dirimu agar bisa memberikan anak kepadamu,” tanyaku, penasaran.

    “Yah.. begitulah maksudku,” jawabnya, membuat aku kian tak mengerti.
    “Lalu dengan cara bagaimana aku menggantikanmu? Kamu kan tahu bahwa aku ini bukan ‘Deddy Coubuzier’ atau dukun.

    Apakah aku bisa melaksanakan permintaanmu itu Sem?” ucapku.

    “Ah kamu ini memang nggak tahu atau pura-pura nggak tahu. Begini, kamu ini memang bukan seorang dukun dan permintaanku ini tidak ada kaitannya dengan perdukunan. Yang kuminta adalah, kesediaanmu menggantikan diriku sebagai suami dari istriku, untuk membuahi rahim istriku agar kami bisa punya anak. Sudah? Jelas tidak?” ucap jonny merinci, dan nampak agak kesal juga melihat kebodohanku.

    “Oh begitu maksudmu. Tapi benarkah ucapanmu itu? Dan apakah arum menyetujuinya?” tanyaku meyakinkan, seraya memberi pertimbangan agar jonny mengadopsi anak saja.

    Menurut mereka, semula memang berniat untuk mengadopsi anak.

    “Tapi sebaik-baiknya mengadopsi anak, masih lebih baik punya anak dari rahim istriku sendiri. Dan ini kalau bisa.. ya kan sayang?” ucap jonny.
    “Ya Mas Ndut, kami sudah berunding sebelumnya. Dan demi keinginan kami, aku rela menyerahkan tubuhku untuk dibuahi Mas Ndut..” ucap arum pelan.

    Kini aku paham maksud mereka. Tapi aku tak segera menjawab, mendadak terpampang buah simalakama di mataku. Bila kuterima, ah.. itu berarti aku harus melanggar pagar ayu. Apalagi ini istri sahabat sendiri. Dan bila kutolak, jonny pasti kecewa. Itu yang pertama. Yang kedua, aku terlanjur datang jauh-jauh dari Jawa. Dan ketiga mengingat budi dan jasanya yang kuterima selama ini, kapan lagi aku bisa membalasnya.Cerita Sex Dewasa

    Tapi jonny terus mendesakku.

    “Yah.. bagaimana ini ya. Sem, kuterima atau tidak permintaanmu ini?” kataku.
    “Sudahlah Ndut, kuharap kamu bersedia membantuku. Nggak usah risau, kami pun tak ada perasaan apa-apa atas bantuanmu,” ucap jonny meyakinkan.

    Aku pun tanpa sadar berucap, “Yah baiklah. Tapi bagaimana nanti kalau gagal?” tanyaku.

    “Seandainya gagal, itu bukan kesalahanmu. Nanti kami akan senantiasa berdoa semoga keinginan kami ini dikabulkan,” ucap jonny dengan arif.

    Selanjutnya dengan kesepakatan dan restu bersama, aku diminta untuk memulai malam itu juga. Begitu mendengar kesediaanku mereka permisi hendak mempersiapkan kamar tengah. jonny sendiri nampaknya pindah ke kamar depan. Bantal dan perlengkapan tidur lainnya dibawanya ke depan.

    Tepat pukul 22:00 WITA, aku dipersilakan arum masuk ke kamar tengah yang sudah bersih, indah dan harum. Terasa berat kakiku melangkah, hingga jonny dan arum membimbingku masuk. Habis itu, jonny pun keluar, meninggalkan aku dan arum berdua di kamar.

    “arum, apakah kamu yakin aku bakal bisa memberi anak nantinya..?” tanyaku.
    “Mas Ndut, secara pribadi aku yakin kamu bakal bisa memberi anak untukku nantinya.” ucapnya manja.
    “Aku tidak tega tubuhku yang kotor ini nantinya akan ‘mengobok-obok’ tubuhmu yang mulus itu.”
    “Mas Ndut, aku kan sudah bilang ini demi keinginan kami berdua. Jadi tubuhku yang mulus ini kuserahkan padamu Mas.

    Ayo dekatlah kemari Mas Ndut. Tak usah malu-malu, aku siap bertempur Mas..” ucapnya lagi sambil menarik tanganku ke pembaringan.

    Sayup-sayup kudengar pintu jendela depan ditutup dan dikunci.

    “Lho siapa yang menutup pintu dan jendela di luar sana itu Sar?” tanyaku, sembari duduk di bibir ranjang.
    “Oh itu pasti Mas jonny sendiri kok Mas Ndut,” jawabnya, seraya menjelaskan bahwa 2 pembantunya terpaksa dipulangkan agar rencana ini berjalan mulus.
    “Oh begitu!” ucapku.
    “Mas Ndut aku sudah nggak tahan nich?” ucapnya sambil membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya yang mulus itu.

    Tubuhnya yang mulus dengan susunya yang begitu montok dan vaginanya yang menantang. Panas dingin aku memandangnya. Lutut ini gemetar dan tubuhku meriang bak kena setrum listrik 1000 watt. Aku yang biasa melihat istriku bugil, kini jadi lain.

    Di rumah aku biasa tidur dengan beralaskan tikar. Kini aku berhadapan dengan ranjang mewah beraroma wangi, plus tubuh mulus tergolek di atasnya. Tapi badanku terus menggigil seperti terjangkit malaria berat. Eh, arum tiba-tiba bangun menghampiriku dan melepaskan seluruh pakaianku yang sejak tadi belum kubuka. Aku cuma terbengong-bengong saja. Lalu..

    “Sekarang.. coba Mas Ndut berbaring..” ucapnya sambil mendorong tubuh telanjangku.

    Aku menurut saja. Penisku segera menegang ketika merasakan tangan lembut arum mulai beraksi.

    “Wah.. wahh.. besar sekali penismu, Mas Ndut.” tangan arum segera mengusap-usap penis yang telah mengeras tersebut.

    Segera saja penisku yang sudah berdenyut-denyut itu masuk ke mulut arum. Ia segera menjilati penisku itu dengan penuh semangat. Kepala penisku dihisapnya keras-keras, hingga membuatku merintih keenakan.

    “Ahh.. ahh.. ohh..” aku tanpa sadar merintih merasakan nikmat sesaat.

    Menyadari keringatku yang mengucur dengan deras sehingga menimbulkan bau badanku yang kurang sedap, buru-buru aku mendorong kepala arum yang masih mengulum penisku itu untuk pamit mau mandi dulu. Lalu, kuguyur badanku dengan segala macam sabun dan parfum yang ada di situ kugosokkan agar badanku harum. ceritasexdewasa.org Tiga kran yang ada di situ kubuka semua dan kurasakan mana yang berbau sedap, kupakai untuk menyegarkan badan. Bukankah sebentar lagi aku mesti melayani sang putri bak bidadari?! Mungkin sudah terlalu lama aku di kamar mandi, terdengar arum mengetuknya. Begitu pintu kubuka, ah. arum berdiri dengan tubuh montoknya.

    Ohh.. Seandainya yang pamer aurat di depanku itu istriku aku tak akan menanti lama-lama pasti langsung kudekap dia. Tapi dia adalah istri sahabatku.”Malaria”-ku yang sempat sembuh waktu mandi tadi, kini kumat lagi. Cepat-cepat aku masuk lagi dan menguncinya. Di dalam kamar mandi aku bimbang bagaimana sebaiknya, kulaksanakan atau kubatalkan saja?Cerita Sex Dewasa

    Akhirnya malam itu terpaksa gagal. Hingga pukul lima pagi aku masih belum berani melakukannya. Melihat arum bak bidadari turun dari kahyangan, memang membuatku tergiur. Tapi ketika berhadapan dengannya nyaliku jadi ciut.

    Esoknya rupanya arum melapor pada suaminya. Dan aku ditegur jonny.

    “Ndut, kenapa tidak kamu laksanakan? Bukankah sudah kami katakan.” ucapnya.

    Aku cuma diam saja. Agar tidak kecewa lagi, malam ini tekadku akan kulipatgandakan untuk melakukannya.

    Pukul 22.00 WITA, jonny meninggalkan kami berdua di ruang tamu. Sejurus kemudian,

    “Ayo Mas Ndut kita tidur yuk,” ucap arum manja sembari meraih tanganku dan ditariknya ke kamar.

    Setelah mengunci pintu kamar, dia menyuruhku duduk di tepi ranjang dan jari-jarinya yang lentik mulai memijat pundakku. Aneh, setelah dipijat aku menjadi lebih rileks. Dia sorongkan wajahnya dekat sekali dengan wajahku dan tiba-tiba bibir kami sudah merapat dan saling menghisap. Lama juga kami berciuman dan juga saling memilin lidah sementara tangan kami saling membelai dan mengusap.

    Kami masih duduk berhadapan. Lalu arumlah yang mulai membuka semua pakaianku. Dia kecup leherku turun ke bawah ke dada dan ke puting dadaku. Sampai disini, dia menjulurkan lidahnya dan putingku dijilat-jilat. penisku langsung menegang, sangat keras dan semakin keras karena diremas-remas olehnya.

    Singkat kata, kami pun sudah bertelanjang bulat dan aku pun segera menindih badannya yang kenyal dan padat. Karena ada sisa kegugupan, maka aku langsung coba memasukkan penisku ke dalam vaginanya.

    “Tunggu, pelan-pelan saja Mas Ndut,” bisiknya sambil mengelus kepala kemaluanku di depan lubangnya.

    Pelan-pelan sekali. Lalu tugasnya kuambil alih dan kulanjutkan menyentuh dan menggosokkan kepala penisku itu. Pelan dan pelan sekali. Terasa olehku lubangnya semakin basah dan licin. Tiba-tiba..

    “Slepp..” masuklah penisku ke dalam sangkarnya.

    Aku mulai menggenjot perlahan-lahan. Naik turun, naik turun. Sementara itu bibir kami berdua tetap bertaut. Saling kecup, saling hisap. Tangan arum mengusap-usap punggungku terkadang turun ke bawah ke pantat dan jarinya mempermainkan lubang pantatku, geli campur enak. Tanganku sibuk mengelus kepalanya dan rambutnya. Semua kami lakukan dengan pelan dan lembut.

    Setiap aku hampir sampai ke puncak, arum selalu memelukku erat-erat sehingga aku tidak bisa bergerak. Tepatnya, kami berdua diam tak bergerak sambil saling peluk dan penisku tertanam dalam di kemaluannya. Setelah agak reda kembali aku memompa naik turun.

    Selang beberapa saat, arum ganti di atas. Rupanya dia amat menyenangi posisi ini. Ganti sekarang dia yang memeluk dan menciumiku sementara pantatnya bergoyang dan berputar dengan penisku tertancap di dalam kemaluannya. Semakin lama semakin semangat. Sampai akhirnya ia pun mengejang dan mulutnya berdesis-desis dan kepalanya bergoyang-goyang liar ke kiri dan ke kanan, kupeluk dia dan kutekan pantatnya sehingga sampailah ia pada puncak kepuasannya.

    Lemaslah tubuh arum dan dia menciumi seluruh wajahku sambil mengucapkan, “Terima kasih ya Mas? Mas telah melakukan tugas dengan baik.. aku sungguh tidak menyangka Mas bisa membuatku melayang sampai ke langit yang ke-tujuh.. (ucapnya sambil mengecup bibirku, terus tangannya memegang penisku yang menurut dia jauh lebih besar dan panjang dari punya jonny)”.Cerita Sex Dewasa

    Selesai tugasku maka aku pun membalikkan badannya dan ganti aku di atas. Kuangkat kedua kakinya dan kubelitkan di kedua pahaku lalu kumasukkan penisku dan kukocok perlahan-perlahan untuk makin lama makin cepat dan akhirnya menyemburlah air maniku ke dalam lubang vagina arum. arum memeluk tubuhku erat-erat dan kami pun berciuman lama. Sempat sekitar sepuluh menit kami diam tak bergerak dalam posisi aku di atas badannya dan tubuh kami tetap jadi satu bersambung dari bawah.

    Tak terasa ‘pekerjaan’ yang kulaksanakan ini sudah menginjak malam ke dua belas.

    “Mas Ndut, sebenarnya menurut perhitungan saya, haid saya sudah lewat 7 hari yang lalu,” kata arum pada suatu malam setelah kami kelelahan.

    Tapi jonny masih belum yakin istrinya hamil. Aku dimintanya ‘bersabar’ barang sepuluh hari atau dua minggu lagi. Bersamaan dengan itu, ia mengirimkan uang belanja untuk istriku dan anak-anakku.

    Hingga pada suatu hari, terhitung hampir sebulan aku di sana. jonny membawa istrinya ke dokter ahli kandungan. Tak berapa lama mereka pun pulang dengan wajah yang cerah. Berhasil!

    “Oh Ndut, istriku hamil!” katanya gembira.

    Baca Juga Cerita Sex Tantangan

    Kiranya ‘pekerjaanku’ tak sia-sia. Kusarankan pada mereka untuk menjaga kandungan arum, hingga kelak si jabang bayi lahir. Aku sendiri, sudah kangen pada keluargaku di kampung. Maklum, hampir sebulan aku meninggalkan mereka. Tapi aku berjanji kepada jonny, bersedia diundang lagi seandainya hasilnya gagal. jonny pun tak keberatan melepaskanku pulang. Kebetulan dua hari lagi ada kapal berangkat ke Surabaya. Sorenya mereka belanja oleh-oleh untuk keluargaku di rumah. Aduh bukan main senangnya hati mereka. Setelah itu aku pun berangkat naik kapal pulang ke kampung.

    Singkat cerita, sesampainya di rumah kukatakan pada istriku bahwa aku diminta menyelesaikan bangunan rumahnya. Dan istriku percaya saja. Tapi dalam hati, aku merasa berdosa kepadanya.

    Delapan bulan kemudian aku menerima surat dari jonny bahwa ‘anaknya’ telah lahir, wanita, cantik lagi, dan diberinya nama Ratih.

    “Ah syukurlah,” gumamku.

    Begitulah yang terjadi. Rahasia ini masih kusimpan demi ketenangan keluargaku. Tapi satu hal yang tak dapat kupungkiri, bahwa darah dagingku pun terpisah di sana. Disatu sisi aku bangga dapat membahagiakan sahabatku dan membalas budinya.

  • Melihat Istriku Selingkuh

    Melihat Istriku Selingkuh


    6 views

    Karena aku suami yang setia saat istriku sedang ada tugas seminar diluar kota aku temani dia selama 3 hari di hotel berbintang kami mendapat kamar yang double beds , istriku yang ditunjuk sebagai wakil dosen di universitasnya harus siap jadi selama 2 hari itu istriku bangun pagi jam 7 untuk siap siap memberikan informasi pada khayak yang datang.
    Istriku memang cantik dan mempunyai body yang bahenol saat itu dia mengenakan blazer yang ketat sehingga payudaranya menjulang keluar agak terlihat putting yang mengecap di blazernya istriku yang sudah berumur 36 tahun masih bahenol apalagi ditambah memakai hak tinggi saat dia berjalan uhh sungguh seksi sekali.

    cerita-sex-dewasa-melihat-istriku-selingkuh

    Sering aku berpikiran buruk agar istriku menyeleweng dan aku dapat menemuinya dengan mengintip bagaimana saat istriku “digarap” lelaki tua. Istriku memang pernah cerita kalau salah satu mahasiswanya di kelas yang berada di luar kota pernah “mempermainkan” daerah sensitifnya di selangkangannya, sehingga istriku tak berani berdiri lama-lama di kelas dan duduk di meja pengajar yang ditutup oleh taplak meja saja.

    “Mas nanti nggak usah dijemput karena sudah disediakan angkutan oleh panitia. Mas, capai tidur saja, kalau mau pijit saja, biar nanti malam tambah ‘greng’,tapi jangan dipijit cewek lho” kata istriku .
    “Yah, cari tukang pijit kakek kakek, sekalian mijit mijit anumu ?.” kataku berseloroh

    “Biar, selain memijit juga menyuntik iniku,” kata istriku tertawa sambil menunjuk selangkangannya

    “Bener ?”kataku

    “Boleh kan, mas? tanya istriku

    “Kau memang pingin to, dik?” tanyaku

    “Ya, aku pingin mas,” kata istriku vulgar menatapku dengan tajam

    “Boleh, kan?” kata istriku merayu

    “Kalau kau suka dan senang ?” jawabku

    Sesampai di penginapan, aku minta resepsionis untuk mencarikan tukang pijit. Sampai aku makan siang, barulah muncul tukang pijit itu, orangnya tua memakai ikat kepala dan membawa tas kulit kumal, berbaju hitam, dan celana komprang selutut, dia menyuruhku memakai sarung.

    “Siapa namanya, pak,” aku bertanya saat tukang pijit mulai memijitku.

    “Orang memanggil saya, Mbah Himan, mas,” katanya Menurut ceritanya, dia ahli pijit urat dan bisa membuat lelaki tambah greng dan dia mampu memperbesar kemaluan laki laki dan segudang cerita lainnya, bahkan ada cerita Mbah Himan yang membuatku bergidik, yaitu kalau dia bisa membangkitkan gairah seorang wanita tanpa menyentuh.

    Dia bahkan pernah membuat salah satu istri pejabat jauh- jauh datang dan menginap di rumahnya di desa untuk minta dipuaskan.
    Mbah Himan terus memijit dan akhirnya aku disuruh bersandar di tempat tidur dan menyuruh menyingkapkan sarungku dan kurasakan kesakitan pada saat aku dipijit batang kemaluanku dan beberapa saat kemudian kulihat batang kemaluanku membesar dan kudengar pintu dibuka, Mbah Himan cepat-cepat menutup sarungku, kulihat istriku masuk.

    “Simpananmu, mas?”tanyanya berbisik saat melihat istriku.

    “Istri saya, mbah,”kataku

    “Ah, jangan bohong, perempuan ini bisa “dipakai”,”katanya.

    Belum sempat aku menjawab.Cerita Sex Dewasa

    “Aku juga bisa membuat mas tak berkutik,”katanya dan aku meringis kesakitan saat kurasakan perut kebawah seperti mengejang dan aku tak dapat bergerak.

    “Sudah pijatnya, mas,”kata istriku

    “Belum, jeng,” Mbah Himan yang menjawab.

    “Kenalkan ini istri saya, Mbah Himan,”kataku.

    “Bener to, jeng?katanya.

    “Lho, iya mbah kan hotel ini nggak boleh bawa-bawa, memang apa mbah melihat saya oang yang nggak bener” kata istriku sambil menjulurkan tangan kanannya untuk bersalaman dengan Mbah Himan

    “Saya istrinya,” istriku memperkenalkan diri mendekati Mbah Himan yang duduk di pinggir ranjangku.

    “Saya, Mbah Himan,”katanya dan tangannya bersalaman dengan tangan istriku.

    “Heeh ?”kudengar istriku mendesis lirih.

    “Saya kira jeng wanita simpanan kang mas ini,”kata Mbah Himan.

    “Wah, kebetulan saya bawa surat nikah, mbah,”kata istriku mengambil surat nikah dari tasnya dan menyodorkan setengah membungkuk dan kulihat mata Mbah Himan langsung tertuju di blaser kuning istriku yang berleher rendah dan Mbah Himan menatap tajam gundukan daging payudara istriku bagian atas.

    “Jeng, pijet ya,” kata Mbah Himan

    “Saya, nggak biasa dipijat ?.”kata istriku terputus

    “Nggak Mbah Himan nggak perlu megang?.”katanya sambil berdiri dan menuju ranjang satunya, aku tak dapat berbuat apa apa saat istriku merebahkan dirinya di kasur empuk itu tanpa melepas sepatu tumit tingginya.

    Cerita Dewasa -Mbah Himan duduk dipinggir ranjang pantatnya bersebelahan dengan pantat bahenol istriku yang rebahan. Kulihat Mbah Himan membuka telapak tangannya dan hanya segenggam jaraknya dari tubuh istriku bergerak diatas tangan kanan istriku, tangan kirinya dan kedua betis istriku.

    “Gimana jeng, enak”tanya Mbah Himan

    “Waah, kok bisa ya nggak nyentuh rasanya seperti dipijit “kata istriku

    “Enak kan jeng,” Mbah Himan bertanya lagi

    “Ya ?”kata istriku

    “Ya apanya?”tanya Mbah Himan

    “Enak rasanya..”kata istriku “Jeng,

    Siapa namanya?”tanya Mbah Himan

    “Yati, mbah?”jawab istriku

    “Jeng Yati, tadi enak, kan?tanya Mbah Himan lagi

    “Iya, mbah enak,” kata istriku

    “Kalau ini nggak enak Jeng Yati, tapi nikmat..”kata Mbah Himan

    Kulihat Mbah Himan mengembangkan telapak tangannya diatas kedua payudara istriku dan “Mbaaaah ?”istriku mendesah saat Mbah Himan menutup telapak tangannya dan membuka lagi seolah Mbah Himan tengah meremas remas payudara montok istriku.

    “Mbaaah jangaaan, mbaaah,” istriku mendesis dan kedua tangan istriku menekan dibawah ketiaknya sehingga kedua payudara montoknya semakin menggelembung dari balik blaser nya.

    “ooh mbbaaaaah ?

    ”istriku merintih ketika tangan Mbah Himan semakin cepat membuka menutup meremas dari jauh kedua payudara montok istriku yang masih terbalut blaser kuningnya. “Hhhheeeggghhhhhh ??”istriku mendesah saat salah satu tangan Mbah Himan seolah memelintir puting susu istriku dan tampak jelas kedua puting susu istriku tersembul dari balik blaser nya.

    “maaas mbaaaah Demooooo tolooong maaass heeqqhhhh ?..”rintih istriku dan tersentak saat tangan Mbah Himan sepertinya memelintir sambil menarik kedua puting susu istriku. Mbah Himan semakin lama semakin menguasai istriku dan rupanya istriku hanya bisa mendesis dan mendesah oleh perlakuan Mbah Himan.

    “Ayo buka kancingnya,”perintah Mbah Himan Istriku yang mengerang “Ngaaaaak mauuuu mbaaaah ?.engaaaaak ??.” istriku seperti ada yang menarik tubuhnya dan terduduk di ranjang walaupun mulutnya menolak tapi kedua tangannya membuka satu kancing blaser kuningnya dan aku tertegun saat istriku melepas kaitan BHnya di belakang dan menarik BHnya sendiri hingga tali talinya terputus.Cerita Sex Dewasa
    “Ayo mbah haus,” kata Mbah Himan. istriku membuka tiga kancing blaser nya dan dengan sendirinya kedua payudara montok istriku dimana kedua puting susunya yang menegang tersembul keluar dari blaser kuningnya.

    “Aku haus Jeng Yati, aku dari tadi capek mijit kangmasmu, tapi gak dikasih minum, aku pingin minum,”kata Mbah Himan sambil seolah mengusap kedua payudara istriku yang langsung mengerang “mbaaah ??.. ngaaaaak mauuuuuuu ?.”

    Tapi istriku memegang paayudara kanannya bagian bawah dan menyodorkan ke mulut Mbah Himan dan Mbah Himan langsung mencaplok payudara kanan istriku yang disodorkan ke mulutnya. “Mbaaaaaah akuuuuu kooook oooohhhh rasanyaaaa air susukuuuu mau keluaaaar ?.mbaaaaah ??.”dan bunyi “srep srep” kudengar mulut Mbah Himan menyedot nyedot payudara kanan istriku yang mengeluarkan air susu.

    Mbah Himan menarik tubuh istriku hingga turun dari ranjang dan istriku kini berdiri menyorongkan badannya di depan Mbah Himan yang duduk di ranjang karena tangan kiri Mbah Himan memeluk punggung istriku sedangkan tangan kanan Mbah Himan meremas remas payudara kiri istriku

    “Maaaas akuuu koook jadiiii beginiiiii??..”desis istriku “oooooh enaaak mbaaaaaah??.”rintih istriku dan kedua tangan istriku memeluk kepala Mbah Himan yang mengenakan ikat kepala.
    Rupanya sedotan Mbah Himan pada payudara kanan istriku begitu kuat dan cepat hingga beberapa menit saja air susu payudara kanan istriku pun habis dan Mbah Himan langsung melahap payudara kiri istriku dan kembali suara “srep srep” terdengar lagi saat Mbah Himan dengan ganasnya menyedot air susu payudara kiri istriku yang terus mengerang tak karuan.

    Begitu ganasnya Mbah Himan menyedot air susu payudara kiri istriku, istriku pun menekan kepala Mbah Himan ke dadanya hingga ikat kepala Mbah Himan terlepas dan kulihat kepala botak berambut jarang itupun tampak, gilanya istriku memeluk kepala Mbah Himan.

    Tampak kedua mata istriku terpejam mendapat perlakuan ganas Mbah Himan pada payudara kiri istriku dan Mbah Himan menghentikan sedotannya saat air susu istriku habis.

    “Nikmat kan Jeng Yati,”tanya Mbah Himan Istriku hanya diam dan menoleh padaku kemudian mendesis kembali saat telapak tangan kanan Mbah Himan di depan selangkangan istriku.

    Tangan kanan Mbah Himan seolah menggosok selangkangan istriku sehingga istriku berjinjit karenanya. Rupanya Mbah Himan mempermainkan istriku dan Mbah Himan membiarkan istriku terus berjinjit jinjit sementara selangkangan istriku terangkat angkat ke atas sementara tangan kirinya meraih tas kulit kumalnya dan kudengar dari selangkangan istriku berbunyi

    “cek cek cek” menandakan lendir vagina istriku sudah keluar. “Mbaaaah sudaaaaah mbaaaaah ampuuuun jangaaan teruuuskannn hghghgh ?.”desis istriku dan tubuh istriku limbung dan Mbah Himan memeluk istriku dan mendudukan istriku di samping kiri Mbah Himan.

    Kini istriku yang sudah lunglai tengah duduk dipeluk tangan kiri Mbah Himan, ceritasexdewasa.org kepala istriku bersandar dibahu kiri Mbah Himan, kedua payudara montoknya keluar dari blaser kuningnya, sementara kedua kakinya yang bersepatu hak tinggi terkangkang lebar, sehingga celana dalam sutera putihnya tampak.
    Tangan kanan Mbah Himan meraih bungkusan putih itu dan aku begitu ngeri dan jijik melihat sesuatu entah apa namanya, sesuatu sebesar batang kemaluan orang dewasa seperti ulat hijau mempunyai gurat gurat melingkar seperti sekrup dan mempunyai seperti duri duri di sana sini.

    Bungkusan di tangan kanan Mbah Himan didekatkan pada selangkangan istriku dan pluk benda itu melompat di paha kiri istriku yang langsung menjerit tertahan.
    “Apa mbaaah ?..”erang istriku dan Mbah Himan menyingkap rok span hitam elastis istriku dan begitu melihat sesuatu yang merambat dipaha kirinya, istriku langsung lunglai dipelukkan Mbah Himan.

    “Lihat Jeng Yati,”katanya sambil memaksa istriku melihat benda yang merayap ke selangkangan nya. “Glek” kudengar istriku menelan ludah

    “Apaa ini yang merayaap mbaaaah jangaaan ?.mbaaaah ? ampuuun ? ” rintih istriku menghiba.

    Mbah Himan bukannya mengambil benda itu, tapi malah menundukkan kepala istriku agar bisa melihat sedang apa benda yang semakin mendekati selangkangan istriku dan Mbah Himan meyingkap celana dalam sutera istriku ke kanan sehingga bulu bulu kemaluan istriku yang lebat terlihat.

    Benda itu mendengus dan tampak olehku asap seluar dari liang berbibirnya menyembur bulu bulu kemaluan istriku yang langsung memejamkan kedua matanya dan mendesis

    “Mmmmpppppfffzzzzzz ??.” Tiba ?tiba benda itu mematuk ke bagian atas kemaluan istriku dan “Itiiiilkuuuuuu mbaaaaaah ?..”meluncur kata kata istriku seperti seorang pelacur saat lubang berbibir benda itu melahap kelentit istriku.

    “Mbaaah ? ooohh ?.. hgggghhhh ?. mmmmmppppffzzzz?,”istriku merintih rintih dan pantat bahenolnya berguncang tangan kirinya meremas sprei dan tangan kanan istriku memeluk pinggang Mbah Himan kencang.

    Keringat istriku mengucur deras nafasnya menderu deru menahan nafsu birahinya Rupanya benda itu semakin ganas mengulum dan menyedot nyedot kelentit istriku sehingga tubuh istriku benar benar bergetar hebat, tangan kiri istriku meremas sprei ranjangnya hingga

    “mmmmppppffzzzz akuuuuuuu ngaaaaaak tahaaaaaan mbaaaaaah ?. akuuuuuu keluaaaaaar ??..”erang istriku dan pantat bahenol istriku tersentak sentak dan kedua kakinya mengejang lurus terkangkang mencapai orgasme di sore hari itu.
    Mbah Himan membiarkan istriku sampai nafasnya tenang dan kemudian menegakkan tubuh istriku yang lunglai berdiri dan memeluk istriku dari belakang dimana kedua payudara istriku keluar dari blaser kuningnya dan rok spannya tersingkap sampai diperutnya.

    Mbah Himan menuntun istriku ke ranjangku. Kulihat benda itu membujur sepanjang bibir vagina istriku dan Mbah Himan memelorotkan celana dalam sutera istriku sampai di lututnya. Aku hanya dapat menelan ludah saat benda itu mulai bergerak seperti gerakan mengempot bibir vagina istriku yang langsung mendesis desis

    “hhhheggggghhhhh enaaaaak enaaaaak maaaas akuuu dikempoooot ?.ennnaaaaak hhhhhghghghghg ?.”Pantat bahenol istriku bergoyang ke kiri kenan dan ke atas merasakan kenikmatan empotan benda itu pada bibir vaginanya.

    Tak lama kemudian desis istriku semakin keras dan “itiiiilkuuuuuuu ?.eehehghghghgghhh eeeempiiiiikuuuu ?. maaaas akuuuu keluaaaar ??”kembali untuk kedua kalinya pantat bahenol istriku tersentak sentak begitu kerasnya saat orgasme keduanya berlangsung.

    Mbah Himan tetap memegang tubuh istriku yang lemas dengan tangan kirinya di perut istriku, sementara tangan kanannya menarik paha kanan istriku hingga berdiri terkangkang.

    Kulihat benda ulat itu tetap mengulum kelentit istriku dan tiba tiba ekor ulat itu mengacung ke atas dan tangan kanan Mbah Himan langsung membuka lebar bibir vagina istriku yang basah dan ulat itupun melingkarkan bagian ekornya saat Mbah Himan membuka lebar-lebar Akupun merinding aaat ekar ulat itu menempel di bibir vagina istriku yang terbuka itu dan “Eeeeegggghhhhhh ?. `istriku mendesah saat ujung ekor ulat itu merambat menembus liang vagina istriku.

    “Mbaaaaah jangaaaaaan eeehhhgggggghhhhh ?..”istriku mendesah keras saat ekor ulat itu semakin dalam menusuk liang vagina istriku.

    Secara refleks istriku membuka kedua kakinya dan tubuhya menyorongkan tubuhnya ke depan sehingga kedua payudara montok istriku yang menggantung segera ditangkap oleh tangan kanan Mbah Himan dan meremas remas payudara istriku, sedangkan tangan kirinya yang menopang tubuh istriku ikut ikutan meremas remas payudara istriku.

    Tubuh istriku mengelinjang tak karuan menerima tiga sengatan birahi sekaligus, dimana kedua payudaranya secara bergantian di remas remas tangan mbah Himan, sedangkan kelentitnya dikulum dan disedot sedot mulut ulat itu dan liang vagina istriku dijejali tubuh ulat yang berbulu seperti duri dan bergurat di tubuh ulat itu.

    Pantat istriku menungging nungging dan kedua tangan istriku ke belakang memegang kencang pinggul Mbah Himan yang menggesek gesekkan selangkangannya ke pantat istriku.

    “Ngngnghhhhhh ?.. mbaaaaahhh ?..zzzzzzzz eeeeeccchhhhhhh ? enaaaaaaaak ?.. xxzzzz ? heeeh ? mmmmmpppffzzzzz ?..” istriku mendesis desis tak karuan, sekali kali gerakan pinggulnya maju mundur dengan cepatnya.

    “Akuuuuuuu nggaaaak heh heh keluuuaaaaaaaaaaaaar ?? ngngngngngng ?..”istriku mengerang saat orgasme ketiganya dan tubuh istriku terhuyung ke depan dan tersungkur di lantai, sedangkan kedua kakinya menekuk kedua lututnya menopang tubuhnya yang bersimba peluh di lantai, sehingga posisi istriku menungging.
    Istriku benar-benar tak kuasa karena baru kali ini istriku orgasme lebih dari dua kali dan kulihat Mbah Himan yang menopang tubuh istriku mengikuti arah tubuh istriku tersungkur di belakang tubuh istriku dan melihat istriku menungging,

    Mbah Himan langsung membuka kedua bulatan pantat bahenol istriku sehingga anus istriku terlihat. Mbah Himan semakin membuka pantat istriku dan anus istriku pun terbuka dan tanpa jijik Mbah Himan menjilati anus istriku yang membuat tubuh istriku berkelejot dan tersentak,

    “Mbaaaah jangaaaaaan anuuuusskuuuuu ?..heeeeghghgh ?..oooh .. oooh ? enaaaaak ?..zzzzzzccccchh ??.” istriku mengerang erang tak karuan tubuhnya seolah menggigil dan pantat istriku seolah disengat oleh listrik ribuan volt goyangannya menggetarkan pantat bahenolnya.

    “Uuuuuummmpppppffffzzzz ??”istriku melenguh saat Mbah Himan menjulurkan lidahnya menembus masuk lubang anus istriku dan kepala Mbah Himan maju mundur mengeluar masukkan lidahnya yang panjang ke dalam anus istriku.Cerita Sex Dewasa

    Erangan istriku semakin kencang dan tubuh nya bergetar hebat menerima rangsangan di lubang anusnya, kelentit dan liang vaginanya bersamaan, sehingga desisan istriku seolah seperti orang yang menangis tersedu sedu merasakan nikmatnya rangsangan Mbah Himan dan ulat yang menyumpal liang vaginanya.

    “Ngngngngccchhhhhhhheeehhhhhhhhh ???”istriku mengigit bibirnya matanya terpejam dan kedua tangannya tergenggam erat dan “Wwwwwuuuuooooooooogggghhhhhh ??..’istriku mengerang dan pantat bahenolnya tersentak sentak saat mencapai orgasmenya yang ke empat dan tubuh istriku tengkurap dan tersungkur di lantai.

    Hanya pantat bahenol istriku yang sekali kali bergetar hebat dan tubunya tak kuasa bergerak dan nafas istriku masih memburu, kedua matanya tertutup, mulutnya masih mendesis desis lemah menikmati kenikmatan baru dimana ketiga serangan birahi di daerah paling sensitif istriku di serang dengan gencarnya.

    Tiba tiba Mbah Himan memelorotkan celana pendek komprang hitamnya dan tersembullah batang kemaluannya yang sudah menegang kaku sebesar lampu TL 40 watt dan mempunyai ujung seperti jamur besar itupun di pegang oleh tangan kanannya dan menarik kedua pangkal paha depan istriku.

    Sehingga istriku menungging kembali dan kedua tangannya kembali membuka kedua bulatan pantat bahenol istriku sehingga lubang anus istriku menganga kembali dan Mbah Himan meludahi lubang anus istriku dan lidahnya menjulur lagi menerobos masuk ke lubang anus istriku.

    Mbah Himan terus meludahi dan mengeluar masukkan lidahnya hingga benar-benar penuh ludah Mbah Himan. Mbah Himan memegang batang kemaluannya kembali dan “Zzzzzzaaaaangaaaaaaan mbbbaaaaahhh aaammmpppfffuuunn heeeeegghhhhhh ?”desis istriku lemah saat Mbah Himan dengan tenaganya yang masih greng itu menekan kepala jamur penisnya ke lubang anus istriku.

    Istriku mengerang dan mengernyitkan dahinya dan “Mmmmmpppfpff ??.” pantat istriku bergetar lagi saat ulat itu mulai merangsang kelentit dan liang vagina istriku dan “Heeeeeeccccccgggghhhh ??”istriku melenguh saat kepala jamur batang kemaluan Mbah Himan perlahan tapi pasti melesak ke lubang anus istriku.

    “Amppuuuuuucccccchhhhhh ?.ampuuuuuun mbaaaaaah saaaakkkiiiii eeeeeeeh ?.. “pantat istriku bergetar lagi, rupanya setiap Mbah Himan menekan penisnya ke lubang anus istriku, ulat yang menyumpal di liang vagina istriku bergetar dan mulut ulat itu menyedot kelentit istriku bersaamaan sehingga batang kemaluan Mbah Himan semakin lama semakin dalam di lubang anus istriku.

    Begitu batang kemaluan Mbah Himan masuk seluruhnya di lubang anus istriku, Mbah Himan pun mulai menarik kembali dan memasukkan kembali batang kemaluannya di dalam lubang anus istriku dan suara “slep slep slep” semakin lama semakin cepat terdengar dan tubuh istriku kedepan ke belakang mengikuti genjotan pantat Mbah Himan mengeluar masukkan batang kemaluannya di lubang dubur istriku.
    “Mbbbbbaaaaah akuuuuuu ??.” rintih istriku

    “Akuuuu jugaaaa jeng Yatiiiiii ??.” erang Mbah Himan semakin cepat menggenjot batang kemaluannya di lubang vagina istriku

    ”istriku mengerang lirih dan Mbah Himan menghujam batang kemaluannya dalam dalam ke lubang anus istriku yang mengalami orgasme ke lima dan tangan Mbah Himan menarik pangkal paha istriku hingga pantat Mbah Himan menyodok nyodok pantat bahenol istriku karena air manimya muncrat di dalam anus istriku dan bunyi “preeeet preeeet” seperti orang buang angin terdengar dari lubang anus istriku dan rupanya air mani Mbah Himan keluar dari tekanan lubang anus istriku yang tersumpal oleh batang kemaluan Mbah Himan yang cukup besar itu.

    Mereka kemudian menggelepar dan tersungkur bersamaan tubuh tua renta itu menindih tubuh sintal istriku yang benar benar lunglai melayani lelaki tua itu. Keduanya pun tertidur karena kelelahan.

    Sekitar pukul tujuh malam, istriku terbangun dan langsung mandi keramas. Istriku mengenakan stelan blaser dan rok span coklat muda malam itu dan kulihat istriku tanpa mengenakan BH dan celana dalamnya berhias diantara dua ranjang berdiri di depan cermin.

    Mbah Himan tak lama kemudian bangun dan mandi. Begitu istriku selesai berhias, Mbah Himan pun selesai mandinya tanpa menggunakan apapun sehingga batang kemaluannya yang sebesar lampu TL 40 watt dan ujungnya yang seperti jamur besar itu sudah menegang kaku.

    Mbah Himan mendekati istriku dari belakang dan memeluk tubuh istriku, tangan kirinya langsung meremas payudara kiri istriku, sedang tangan kanan Mbah Himan langsung menelusuri perut istriku dan kemudian menyingkap rok span istriku bagian depan dan menyusupkan tangan kanannya menggerayangi selangkangan istriku.

    Tak lama kemudian bunyi kecepak “cek cek cek” di selangkangan istriku pun terdengar dan istriku mulai mendesis desis

    “Heeeeh heeeh heeeeh mbaaaaah ???” Pantat bahenol istriku pun mulai menungging nungging dan tangan kiri Mbah Himan membuka resleting rok span istriku dan menariknya ke atas, kedua kaki istriku semakin terkangkang karena tangan kanan Mbah Himan semakin gencar mengocok dan mengelus bibir vagina istriku yang semakin basah yang menimbulkan suara kecepak yang semakin keras di selangkangan nya.
    Tangan kiri Mbah Himan mendorong tubuh istriku ke depan sehingga tubuhnya bertumpu di meja rias dan punggung istriku sejajar dengan kepalanya yang mendekati cermin meja rias.

    Mbah Himan kemudian memegang pangkal batang kemaluannya yang menegang kaku dan dari belakang mengarahkan ujung batang kemaluannya yang seperti jamur ke liang vagina istriku dan rintihan istriku pun terdengar
    “Mbaaaaah jaaaanggggggg ?. uuuppppppffff besaaaar mbaaaaah oooooh maaas ?. akuuu disetubuhi mbaaah ?.ooooh maaass mekaaaar membesaaaaar hheghghghgh sesaaak liang kuuuu maaaaas ??.ooooh menjuluuuuur ke dalam liaaangkuuu eeeeh eh eh eh akuuu ngaaaak kuaaaat maaaas akuuu keluaaaaaarrr ??..ngngngngngngngng ?..”istriku mengerang dengan hebatnya,pantat bahenolnya tersentak sentak sehingga batang kemaluan Mbah Himan secara otomatis amblas seluruhnya ke dalam liang vagina istriku.

    “Mmmmmppppfffffff kok membesssaaaaar ?.. oooooh ?.. semakiiin dalaaaaam maaaas ?..maaaas hheeeeghhh ?. mekaaaaaar ?.. ffffff ?. akuuuu mmmmmmngngngngngngngng ??.”istriku kembali mencapai orgasmenya ke dua malam itu atau ke tujuh sejak siang tadi disetubuhi Mbah Himan.

    Tubuh istriku limbung dan Mbah Himan memeluk istriku yang sempoyongan karena lutut istriku tak kuat menahan berat tubuhnya sendiri karena tenaga istriku terkuras melayani nafsu syahwat lelaki tua itu yang terus mengenjot menyetubuhi istriku tanpa ampun.

    Baca Juga Cerita Sex Live Show

    Tubuh istriku pun terjatuh di ranjangku dan posisi kakinya di kepalaku sehingga terlihat jelas batang kemaluan Mbah Himan tengah menyumpal liang vagina istriku yang tertelungkup.

    “Mbaaaaah aku diboooooooor ???” rintih istriku dan kulihat Mbah Himan tanpa mengenjot pantatnya, batang kemaluannya terlihat dengan jelas membesar mengecil dan rupanya memanjang memendek seperti mata bor melubangi kayu.

    “Mbaaaaaah akuuuuu keluaaaaar lagiiiiiiii ??”rintih istriku mencapai orgasme yang ketiga malam itu dan batang kemaluan Mbah Himan terus mengebor liang vagina istriku, dan istriku merintih berkali kali.

    Selanjutnya istriku terus menerus mengerang dan orgasme ke 4 kalinya, Mbah Himan menyetubuhi istriku sampai pagi dan entah berapa kali istriku mengalami orgasme, sehingga keesokkan paginya istriku sulit berjalan, kata istriku bibir vaginanya membengkak, hingga dengan terpaksa istriku tak memakai celana dalamnya pada hari ke dua seminar itu.

  • Gadis Manis

    Gadis Manis


    12 views

     Saya adalah seorang fotografer yang bekerja di sebuah majalah wanita. Selama ini
    saya sering memotret model tapi mereka semua mengenakan busana lengkap dengan
    mode terakhir. Sewaktu ribut – ribut soal pornografi dan pornoaksi beberapa waktu
    yang lalu di kantor kami juga terjadi perdebatan seru, saya termasuk yg
    menganggap biasa saja tentang soal itu.
    Salah seorang temen kantor (sebut saja namanya Sita) menanyakan pada saya,

    cerita-sex-dewasa-gadis-manis

    “…(sorry nama saya harus disensor…) apakah kamu pernah memotret model bugil?”
    Terus terang saya belum pernah jadi saya jawab dengan mantap,
    “Belum mbak, emang kenapa?”
    “Aku nggak ngerti kenapa ya ada orang yang mau dipotret begitu”, jawabnya.

    Sita orangnya manis, berjilbab dan sudah berkeluarga. Usianya baru 27 tahun,
    punya anak baru berumur 1 tahun. Dia juga salah satu editor andalan perusahaan
    kami. Boleh dibilang dia adalah primadona di kantor kami. Saya coba iseng-iseng
    tanya meminta Mbak Sita untuk dipotret tanpa busana (gila ya…? kalo dia marah …
    atau dia mau trus kalo ketahuan suaminya bisa bubar….!!! Padahal pacar sendiri
    aja belum pernah difoto bugil…).

    So, saya to the point aja,

    “Ehmm … Mbak Sita mau nggak kalo saya potret tanpa busana, tapi ini bukan porno
    lho, saya buat yang artistik”.

    Dan ternyata dia mau, saya sendiri tidak menyangka jawabannya,

    ”Betul nih, aku mau dong tapi dengan syarat, muka dan tanda-tanda fisik aku
    disamarkan atau ketutup. Pokoknya orang lain nggak boleh tau itu fotoku”,
    ujarnya.

    Saya sendiri kaget setengah mati mendengar jawabannya, tapi udah kepalang basah
    saya bilang,

    ”Oke, jadi kapan mbak Sita bisa punya waktu….”. “Gimana kalo nanti malam setelah
    meeting redaksi”, katanya.

    Saya setuju. So… the moment came… Selepas meeting, kami ke ruangan dia sambil
    membawa perlengkapan foto.

    “Mau dimana mbak…? Di studio aja ya, supaya nggak usah pasang lighting lagi”,
    tanya saya.

    Kebetulan di kantor kami ada sebuah ruangan di sudut yang dijadikan studio foto.

    “Boleh, yuk kita kesana…”, kata Sita sambil berjalan menuju studio.

    Sesampainya di studio saya menyiapkan lampu dan perlengkapan lain, sementara itu
    saya melirik dia mulai buka kerudung, atasan dan celana panjangnya. Setelah
    ngelepas bra dan CD, Sita diam sebentar.. mikir kayaknya,

    “Jadi nggak ya…, nggak deh, nggak jadi aja…” katanya.

    Saya nggak coba bujuk cuma bilang.Cerita Sex Dewasa

    “Ya udah…., kalo memang belum siap sih lain kali aja, atau memang dibatalkan
    aja”.

    Sita diam sejenak terus dia pake lagi bra dan CDnya. Saya sih tidak masalah, bisa
    melihat tubuh telanjang Sita saja sudah anugerah besar. Ternyata dibalik
    kerudungnya selama ini tubuhnya masih sangat menarik.

    “Ya sudah mbak, kalo gitu saya pulang aja ya…”, saya pamit pada Sita.

    Eh tapi ternyata dia malah merasa nggak enak,”ng…. sorry…aku nggak enak sama kamu
    karena udah janji…” katanya.

    “Sebenarnya aku nggak apa – apa kok… cuma malu aja telanjang didepan kamu,
    apalagi biasanya aku pake kerudung”.

    Akhirnya bra dan CD yang udah kembali dipake dia buka lagi.

    “Tapi … janji nggak kelihatan mukanya ya…” pinta Sita. “Iya deh mbak, saya janji
    …”, saya jawab sekenanya karena hati saya berdegup keras melihat tubuhnya yang
    telanjang itu

    Akhirnya pemotretan jadi dilakukan. Awalnya cuma beberapa jepretan, saya coba
    arahkan dia untuk berpose

    “Mbak, tangan kirinya diangkat kebelakang kepala… oke bagus….trus kakinya dibuka
    sedikit…”. Sita menurut semua arahan saya, sampai akhirnya dia mau juga difoto
    seluruhnya dan tampak muka.
    “Mbak… udah bagus posenya, difoto seluruh badan ya… oke sekarang mukanya
    menghadap kamera…”

    Saya sudah lupa sama janji pada Sita untuk tidak memperlihatkan mukanya tapi dia
    sendiri kemudian bilang,

    “Yah… keliatan deh mukanya, tapi udah kepalang deh… terusin aja… nggak apa-apa
    kok. Tapi awas kalo nggak bagus…”.

    Malah akhirnya dia mau difoto abis – abisan dan saya coba tanya apakah Sita mau
    berpose ‘hardcore’,

    “Kalo posisi ML mau kan ya mbak…”. Sita agak kaget,
    “Sama siapa … emang ada siapa lagi diluar…kalo sama kamu nanti siapa yang
    motret”.
    “ya sama saya tentunya mbak, abis sama siapa lagi… mau saya panggilkan Ucup”,
    saya sebut nama office boy kantor.

    “Gila ah… nggak mau kalo sama dia…mending sama kamu…”, Sita protes.
    “Iya deh mbak…nanti saya pake tripod, timer dan remote…jadi bisa ditinggal. Cuma
    meskipun nggak sampe ‘keluar’ tapi ‘masukinnya’ beneran ya supaya kelihatan
    natural”, saya berkilah (terus terang ini pertama kalinya buat saya, sama pacar
    sendiri aja belum pernah)
    “Iya deh…tapi kalo udah nggak tahan cepet keluarin di luar ya”, kata Sita.
    “Mudah – mudahan lho, soalnya saya belum pernah nih…”, saya berterus terang.
    “Wah… aku merawanin kamu dong …”, kata Sita lagi. Saya set kamera saya dan
    mendekati Sita.

    Vaginanya sudah basah sewaktu saya coba pegang,

    “Udah basah kok…jadi nggak akan sakit”, Sita meyakinkan saya.

    Saya buka retsleting membuka celana dan mengeluarkan penis yang sedari tadi sudah
    tegang. Akhirnya penis saya masuk juga ke dalam vaginanya. ceritasexdewasa.org Terasa nikmat sekali,
    sambil menggoyangkan pinggul Sita mendesah lirih. Kami melakukannya sambil setiap
    kali saya nyalakan remote untuk mengambil gambar kami.

    Setelah berganti beberapa posisi, mengambil puluhan foto dan memory saya habis
    pemotretan kami akhiri… tapi kenikmatan yang saya rasakan tidak mau saya lewatkan
    begitu saja. Kami terus bergoyang sampai akhirnya penis saya akan mengeluarkan
    sperma… Buru – buru saya mau cabut dan tapi dia tahan

    “jangan sekarang… aku lagi …. terusin dulu…”, pinta Sita sambil mencengkeram
    pantat saya.

    Akhirnya saya nggak bisa tahan lagi, penis saya berdenyut – denyut dan pancaran
    sperma ke dalam vaginanya.

    “Gila enak banget mbak Sita …”, saya kecup bibirnya, dia cuma diam sepertinya
    malu dan bersalah banget… saya juga jadi ikut ngerasa salah…
    “Maaf ya mbak…mustinya nggak sampe keterusan…”, saya meminta maaf
    “Nggak apa – apa… aku juga yang nggak bisa nahan…”, Sita berkata lirih.
    “Sini aku bersihkan dulu penis kamu…”, Sita mengambil tissue dan menjilati
    seluruh penis saya.

    Setelah itu dia mengelap dengan tissue,

    ”Kalo nggak dibersihin dulu nanti jadi lengket, kasihan kamu kan pulangnya
    jauh..”

    Akhirnya saya memakai kembali celana, kemudian mengambil kamera dan mengeluarkan
    memorynya. Sita masih telanjang dengan posisi terlentang di karpet, sementara
    kedua kakinya terbuka lebar.

    “Mbak, saya ambil memory satu lagi ya…nanti sambil pake bajunya saya foto lagi”,
    saya bergegas ke meja saya untuk mengambil memory cadangan.

    Tapi sewaktu akan kembali ke studio, saya merasa ingin kencing, sehingga saya
    mampir dulu ke toilet. Sewaktu kembali saya melihat pintu studio masih terbuka
    (saya lupa menutupnya…) dan saya intip ternyata Sita masih dalam posisi yang sama
    dan memejamkan matanya menikmati apa yang baru terjadi.

    Saya mengambil beberapa foto termasuk close up vaginanya yang melelehkan sperma
    saya, lalu keluar dari studio membiarkan dia beristirhat. Sewaktu keluar saya
    melihat si Ucup sedang membersihkan ruangan. “Cup…kamu jangan masuk studio dulu
    ya”, saya memberitahu Ucup.Cerita Sex Dewasa

    “Kenapa pak, emang Bu Sita masih di situ…”, tanya Ucup polos.
    “Lho kok kamu tahu tadi ngintip ya…”,saya agak kaget mendengannya.
    “Tadi waktu bapak keluar dari studio dan ke toilet, saya sempat masuk kedalam mau
    membersihkan tapi saya lihat Bu Sita lagi telanjang disitu ya saya keluar lagi,
    tapi sebelumnya saya sempat pegang tetek dan itunya, Bu Sita cuma mendesah…”,
    kata Ucup
    “Ibu Sita lihat kamu…”,tanya saya.
    “Kayaknya sih nggak soalnya merem dan nggak bergerak lagi”, jawabnya.
    “Yah sudah… ini duit 50 ribu, kamu jangan bilang siapa-siapa ya”, perintah saya.
    “Oke boss…tapi kalo boleh saya berkomentar, body Ibu Sita bagus banget ya pak…
    kalo saya punya istri kayak dia pasti tiap hari udah saya kerjain, wong begitu
    saja saya udah basah kok”, Ucup berkomentar sambil cengar-cengir.
    “Yah sudah, kamu pulang aja…besok datang agak pagi buat terusin bersih-bersih”.

    Sita saya bangunkan, dan sambil memakai baju saya terus mengambil foto. Setelah
    selesai Sita bilang,

    Baca Juga Cerita Sex Nafsu Tante Etty

    ”Aku bisa difoto dengan pakaian lengkap begini dong, yang cantik ya… tapi
    setidaknya aku pernah punya “foto nude” , meski cuma sekali… “. Aku mengambil
    sekitar 30 foto Sita dengan mengenakan Jilbab.

    Menurutku dia malah lebih terlihat menarik dengan pakaian seperti itu.

    Setelah itu kami pulang, Sita menganggap hal itu seperti tidak pernah terjadi.
    Malah foto – foto itu nggak pernah dia tanyain apalagi dilihat… malu kali ya,
    padahal hubungan saya dengan dia masih baik-baik…

  • Pembantu Muda Yang Panass

    Pembantu Muda Yang Panass


    5 views

    Sebulan ini kami kerepotan soalnya yang biasanya membersihkan rumah pulang kampung, aku telepon dia untuk balik lagi kesini katanya sudah tidak bisa karena dia menjaga orang tuanya yang sudah tua di kampungnya, sedikit pusing juga tidak ada pembantu dirumah.

    cerita-sex-dewasa-pembantu-muda-yang-panass

    Tapi memang nasib sedang mujur atau beruntung tak lama kemudian satu hari orang tua mendapatkan penggantinya, sebut saja nama Sania dia berasal dari desa Jawa tengah dia tamatan SD wajahnya yang lugu tapi memberi khas wajah desa yang oriental di usianya yang masih 18 tahun wajahnya begitu cantik.

    Awalnya istri aku tidak setuju akan pembantu ini karena dia tau kalau suaminya kadang kumat menjelma menjadi buaya darat hehe, tapi dengan segala cara aku meyakinkan istriku dengan berbagai alasan yang masuk akal.

    Sudah sebulan Sania menjadi pembantu dirumah aku, dia cukup gesit melakukan semua pekerjaannya dari ngepel, mencuci pakain, membantu memasak dan lain sebagainya, hampir satu minggu ini aku amati terus pekerjaan sungguh teliti dia jika melakukan sesuatunya, tapi lama kelamanaan wajah Sania semakin cantik.
    Sehingga aku melihat bodynya yang seksi bibirnya yang sensual, dagunya yang lancip membuat aku betah dirumah, saat itu di bulan Agustus 2015 tepatnya hari Sabtu karena memang di kerjaanku kalau sabtu dan minggu libur aku sengaja unutk bangun ebih awal dari hari sebelumnya, dan istriku kalau hari sabtu belum tentu libur karena dia bekerja di bidang jasa.

    Aku putuskan untuk langsung mandi biar fresh aku baru ingat kalau uair PAM di tempat ku ini sudah empat hari ini mati, yang biasanya aku mandi di kamar mandi dalam terpaksa aku mandi di kamar mandi satunya, saat keluar dari kamar aku mendengar suara air yang mengacur siapa lagi kalau bukan Sania, ceritasexdewasa.org dia sedang mandi di belakang penampungan air PAM.
    Kamar mandi ke dua pun aku lihat ternyata belum ada airnya jadi aku terus berjalan menuju dapur untuk mendidihkan air untuk membuat kopi biar segar, karena letak dapur dan penampunga air pam bersebelahan hanya terutup pintu aku iseng aja unutk mengintip Sania yang sedang mandi dan Waooooww tubuhnya bugil telanjang.

    Tak disangka dia sedang asyk menyabuni tubuhnya aku lihat payudaranya yang tidak begitu besar tai menantang terlihat putingnya yang coklat masih keras dan kencang membikin rodalku yang di dalam celana langsung menunjukan kejantananya.

    Sayangnya karena dia mandinya jongkok, meqinya nggak begitu keliatan bro, selesai mandi doi pakai handuk sambil deg-deg an takut ketahuan Aku keluar dari dapur menuju ruang tamu dan tanpa sepengetahuan doi.
    Aku ikutin dari belakang menuju kamarnya, dan Aku intip lagi ohh… ternyata dia punya kebiasaan kalo mo Subuhan gak pake apa-apa cuma jubah luar aja(tau kan maksud Aku) yg nutupin seluruh badannya.

    Pagi hari itu juga Aku gak nahan, sambil ngebayangin si Sania, Aku paksa istri Aku ngelayanin sampai 2 kali hahaha …gak kuat bro.

    Hari-hari selanjutnya Aku jadi rajin bangun pagi dan walau PAM udah lancar lagi, tp Aku masih bisa ngintip Sania dikamarnya sehabis dia mandi.
    Kebiasaan ngintip itu, bikin menambah ngeres otak Aku, dan keinginan mo menyetubuhi Sania makin bertambah besar.

    Hari itu mungkin hari Naas bagi Sania, tp hari beruntung buat Aku bro… hari itu hari Minggu pagi buta, Bini Aku sepulang kerja hari sabtu ada acara di kantornya sampai malam, akhirnya bilang nggak pulang ke rumah, dia pulang ke rumah orang tuanya yang nggak begitu jauh dari kantornya.

    Kesempatan neh, setan & iblis mulai main-main di otak Aku. seperti biasa, Sania bangun pagi terus langsung mandi, kali ini Aku nggak ngintip dia mandi.

    Tapi langsung masuk ke kamarnya, sambil deg-deg an nunggu dia selesai mandi yang ditunggu akhirnya datang juga…(kayak acara di TV ). pas dia lagi buka handuk tanpa bra bre bro lagi dengan tenaga yang dipinjemin setan, Aku langsung peluk dan Aku cium, doi gelagepan dan tentunya kaget bukan kepalang.

    “hhp..hppp” Sania berusaha untuk berontak tapi tau sendiri Setan ma Iblis udah nurunin ilmunya ma Aku, jadi doi gak bisa apa2 hehehe, mula-mula Sania Aku ancam, bahwa Aku udah punya photo bugilnya dan akan Aku sebarin ke kampungnya kalo dia nggak mau diem (padahal sih bohong, mana berani Aku moto doi, ketahuan bini berabe hehehe…) dan juga Aku ancam kalo dia gak mo nurut Aku bisa keras ma dia, dan Aku janji kalo dia nurut Aku akan tambah gajinya, akhirnya dengan terpaksa doi Nurut.

    “Pak… saya mau diapain”

    “sttt diem aja … pokoknya kamu taunya enak..”

    “Jangan perkosa saya pak!” kata Sania memelas

    “Siapa yang mau perkosa kamu, saya nggak akan perkosa kamu kok…saya cuma pengen cium aja”kata Aku untuk berusaha nenangin dia.

    Karena Aku udah yakin Sania gak berontak lagi, mulai bibir Aku yang dari tadi melahap ganas bibirnya, menjelajah kesekitar buah dadanya yang putih mulus dan bagai buah mangga mengkel itu.

    Sekitar agak lama juga Aku nyiumin dan menghisap buah dada dan putingnya Sania, sambil tangan Aku membelai belai lembut bibir vaginanya yang ditumbuhi bulu tidak begitu lebat.

    “Pak.. jangan pak… saya belum pernah begini” ujar Sania, walau begitu tubuhnya mulai bereaksi.

    “Udah tenang aja gak papa kok…” jari tanganku mulai masuk pelan-pelan di sekitar bibir vaginanya puting susunya bertambah tegang.
    “Pakk..jangannn.” namun tanngannya berkata lain, tangannya memegangi kepalaku yang asyik menyedot dan memainkan putting susunya, seakan didekapnya, tidak mau dilepaskan

    Setelah puas dengan buah dadanya aku dorong dia ke tempat tidur dan mulailah menjelajah vaginanya uhh.. bersih bro vaginanya (ye..abis mandi, gimana gak bersih. dengan gemas Aku lahap dan Aku isep bibir meqinya, kadang Aku sedot. Sania meracau gak jelas

    “ehmmm pakk…teruss..pak” sudah banyak cairan bening memenuhi rongga meqinya, dan lidah Aku terus bermain di dalam meqinya sambil tangan Aku berusaha untuk membuka celana Aku sendiri.

    Mr. P Aku udah tegang dari tadi, setelah Aku lihat Sania udah horny banget, pelan pelan Aku pasang pengaman di Mr. P Aku dan Aku tempelin Mr.P Aku ke Miss V nya perlahan-lahan Aku masukin, ternyata walau udah banyak cairan susah juga Bro…maklum perawan hehehe…, kirain reaksi Sania nggak mau, ternyata karena udah horny kali ya, dia malah Bantu ngepasin Punya Aku ke Ms. V nya.Cerita Sex Dewasa

    “Pak…sakit pak, perihh…”

    “iya sakit sedikit, ntar juga enaknya banyak”

    Akhirnya dengan perjuangan keras bobollah keperawanan Sania, beserta lumatan bibir Aku ke bibirnya yang seksi itu, Mr. P Aku maju mundur tak kenal lelah,
    “Gimana sekarang udah enak kan?”

    “Hhee.. ehh….”

    Beberapa menit kemudian.

    “Pak .. eh.. Pak….saya…saya mau Pipis “ sambil merem melek akhirnya kakinya mengejang dan tangannya mencegkeram pundak Aku keras banget.
    Sania mencapai orgasme, mungkin untuk yang pertama kalinya. Dan Aku lihat dia lemas, tapi Aku gak perduli Aku kocok terus Mr. P Aku di dalam meqinya yang udah banyak cairan bercampur darah.

    “Ampun pak…ampunn…Sania capek”

    “Sebentar lagi sayang…” nggak sadar Aku ngomong sayang biasanya cuam ke bini,
    Tidak lama berselang Aku juga mencapai Orgasme.

    “Surt… Bapak juga dah mau keluar nehhh…”

    “Ehmmm… crot..crot”

    Seluruh badan Aku lemas, dan Aku rebah disamping Sania yang kelihatan menangis.

    Baca Juga Cerita Seks Jebakan

    “Pak… Sania takut nih”

    “Tenang…kamu gak bakalan hamil kok, dan nggak bakalan ada yang tahu…”

    Hari berganti hari, perbuatan kayak gini Aku ulang setiap ada kesempatan dan Sania dengan rela sekarang ngelayanin Aku, dan yang pasti Aku selalu siap pakai pengaman demi keamanan Rumah tangga Aku juga tentunya.
    Gaji yang Aku janjiin juga nggak lupa Aku tepatin, jadi lah Sania pengasuh yang multi fungsi, bisa ngasuh anaknya dan Bapaknya.

  • Ngeseks Dengan Sahabat Bokap

    Ngeseks Dengan Sahabat Bokap


    7 views

    Hai para pembaca cerita dewasa perkenalkan namaku Bica aku wanita umur 28 tahun kata orang tubuhku proposional dari tinggiku 169 cm dan berat badanku 56 kg ukuran payudaraku 36B didukung dengan wajah cantikku berkulit putih, memang aku dulu sering jadi SPG dalam acara pameran mobil jadi bisa dibayangkan secara singkat tentang diskripsiku.
    Aku sudah mempunyai suami namanya Roni umurnya lebih tua dari aku 2 tahun, sementara ditahun ini kami memang sepakat untuk menunda momongan dulu, kalau masalah seks kehidupan kami baik baik saja, Suamiku bisa dibilang Hypersex malah bisa jadi dalam sehari minta jatah 3 kali.

    cerita-sex-dewasa-ngeseks-dengan-sahabat-bokap

    Dan cerita ini berawal dari kesuksesan Roni bekerja di kantornya dan mendapat kepercayaan dari sang atasan yang sangat baik. Kepercayaan ini membuat dia sering harus bekerja overtime, pada awalnya aku bisa menerima semua itu tetapi kelamaan kebutuhan ini harus dipenuhi juga dan itulah yang membuat kami sering bertengkar karena kadang Roni harus berangkat lebih pagi dan lewat tengah malam baru pulang.
    Dan mulailah cerita ini ketika Roni mendapat tanggung jawab untuk menangani suatu proyek dan dia dibantu oleh rekan kerjanya Faiz dari luar kota. Pertama diperkenalkan Faiz langsung seperti terkesima dan sering menatapku, hal itu membuatku risih.

    Faiz cukup tampan gagah dan kekar. Karena tuntutan pekerjaan dan efisiensi, kantor Roni memutuskan agar Faiz tinggal di rumah kami utk sementara. Dan memang mereka berdua sering bekerja hingga larut malam di rumah kami.

    Faiz tidur di kamar persis di seberang kamar kami. Sering di malam hari aku berpamitan tidur matanya yang nakal suka mencuri pandang diantara sela-sela baju tidur yang aku kenakan. Aku memang senang tidur bertelanjang agar jika Roni datang bisa langsung bercinta.

    Pernah suatu saat ketika pagi hari kami aku dan Roni bercinta di dapur waktu masih pagi sekali dengan posisiku duduk di meja dan Roni dari depan, tiba-tiba Faiz muncul dan melihat kami, dia menempelkan telunjuk dimulutnya agar aku tidak menghentikan kegiatan kami, karena kami sedang dalam puncaknya dan Roni yang membelakangi Faiz dan aku juga tidak tega menghentikan Roni.

    Akhirnya ku biarkan Faiz melihat kami bercinta tanpa Roni sadari hingga kami berdua orgasme. Dan aku tahu Faiz melihat tubuh telanjangku ketika Roni melepaskan penisnya dan terjongkok di bawah meja.

    Setelah kejadian itu Faiz lebih sering memperhatikan tiap lekuk tubuhku. Sampai suatu waktu ketika pekerjaan Roni benar2 sibuk sehingga hampir seminggu tidak menyentuhku. Di hari Jum’at kantor tempat Roni bekerja mengadakan pesta dinner bersama di rumah atasan Roni.

    Rumahnya terdiri dari dua lantai yang sangat mewah di lantai 2 ada semacam galeri barang2 antik. Kami datang bertiga dan malam itu aku mengenakan pakaian yang sangat seksi, gaun malam warna merah yang terbuka di bagian belakang dan hanya dikaitkan di belakang leher oleh kaitan kecil sehingga tidak memungkinkan memakai BH.

    Bagian bawahpun terdapat sobekan panjang hingga sejengkal di atas lutut, malam itu saya merasa sangat seksi dan Faiz pun sempat terpana melihatku keluar dari kamar. ceritasexdewasa.org Sebelum berangkat aku dan Roni sempat bercinta di kamar dan tanpa sepengetahuan kami ternya Faiz mengintip lewat pintu yang memang kami ceroboh tidak tertutup sehingga menyisakan celah yang cukup untu melihat kami dari pantulan cermin, sayangnya karena letih atau terburu-buru mau pergi Roni orgasme terlebih dahulu dan aku dibiarkannya tertahan.

    Dan Faiz mengetahui hal itu. Malam itu ketika acara sangat ramai tiba-tiba Roni dipanggil oleh atasannya untuk diperkenalkan oleh customer. Roni berkata padaku untuk menunggu sebentar, sambil menunggu aku ke lantai 2 untuk melihat barang2 antik, di lantai 2 ternyata keadaan cukup sepi hanya 2-3 orang yang melihat-lihat di ruangan yang besar itu.
    Aku sangat tertarik oleh sebuah cermin besar di pojokan ruangan, tanpa takut aku melihat ke sana dan mengaguminya juga sekaligus mengagumi keseksian tubuhku di depan cermin, tanpa ku sadari di sampingku sudah berada Faiz .

    “Udah nanti kacanya pecah lho..cakep deh..!”, canda Faiz

    “Ah bisa aja kamu BFaiz”,balasku tersipu.

    Setelah berbincang2 di depan cermin cukup lama Faiz meminta tolong dipegangkan gelasnya sehingga kedua tanganku memegang gelasnya dan gelasku.

    “Aku bisa membuat kamu tampak lebih seksi”,katanya sambil langsung memegang rambutku yang tergerai dengan sangat lembut.

    Tanpa bisa mengelak dia telah menggulung rambutku sehingga menampak leherku yang jenjang dan mulus dan terus terang aku seperti terpesona oleh keadaan diriku yang seperti itu. dan memang benar aku terlihat lebih seksi.
    Dan saat terpesona itu tiba-tiba tangan Faiz meraba leherku dan membuatku geli dan detik berikutnya Faiz telah menempelkan bibirnya di leher belakangku, daerah yang paling sensitif buatku sehingga aku lemas dan masih dengan memegang gelas Faiz yang telah menyudutkanku di dinding dan menciumi leherku dari depan.

    “Faiz apa yang kamu lakukan..lepaskan aku Faiz..lepas..!”,rontaku tapi Faiz tahu aku tidak akan berteriak di suasana ini karena akan mempermalukan semua orang.

    Faiz terus menyerangku dengan kedua tanganku memegang gelas dia bebas meraba buah dadaku dari luar dan terus menciumi leherku, sambil meronta-ronta aku merasakan gairahku meningkat, apalagi saat tiba-tiba tangan Faiz mulai meraba belahan bawah gaunku hingga ke selangkanganku.

    “Faizz..hentikan Faiz aku mohon..tolong Faiz..jangan lakukan itu..”,rintihku, tapi Faiz terus menyerang dan jari tengah tangannya sampai di bibir vaginaku yang ternyata telah basah karena serangan itu.

    Dia menyadari kalau aku hanya mengenakan G-string hitam dengan kaitan di pinggirnya, lalu dengan sekali sentakan dia menariknya dan terlepaslah G-stringku. Aku terpekik pelan apalagi merasakan ada benda keras mengganjal pahaku.

    Ketika Faiz sudah semakin liar dan akupun tidak dapat melepaskan, tiba-tiba terdengar suara Roni memanggil dari pinggir tangga yang membuat pegangan himpitan Faiz terlepas, lalu aku langsung lari sambil merapikan pakaian ku menuju Roni yang tidak melihat kami dan meninggalkan Faiz dengan G-string hitamku.

    Aku sungguh terkejut dengan kejadian itu tapi tanpa disadari aku merasakan gairah yang cukup tinggi merasakan tantangan melakukan di tempat umum walau dalam kategori diperkosa.

    Ternyata pesta malam itu berlangsung hingga larut malam dan Roni mengatakan dia harus melakukan meeting dengan customer dan atasannya dan dia memutuskan aku untuk pulang bersama Faiz.

    Tanpa bisa menolak akhirnya malam itu aku diantar Faiz, diperjalanan dia hanya mengakatakan

    “Maaf Bica..kamu sungguh cantik malam ini.” Sepanjang jalan kami tidak berbicara apaun. Hingga sampai dirumah aku langsung masuk ke dalam kamar dan menelungkupkan diri di kasur, aku merasakan hal yang aneh antara malu aku baru saja mengalami perkosaan kecil dan perasaan malu mengakui bahwa aku terangsang hebat oleh serangan itu dan masih menyisakan gairah.

    Tanpa sadar ternyata Faiz telah mengunci semua pintu dan masuk ke dalam kamarku, aku terkejut ketika mendengar suaranya’,

    “Bica aku ingin mengembalikan ini”‘ katanya sambil menyerahkan G-stringku berdiri dengan celana pendek saja, dengan berdiri aku ambil G-stringku dengan cepat, tapi saat itu juga Faiz telah menyergapku lagi dan langsung menciumiku sambil langsung menarik kaitan gaun malamku, maka bugilah aku diahadapannya.Cerita Sex Dewasa

    Tanpa menunggu banyak waktu aku langsung dijatuhkan di tempat tidur dan dia langsung menindihku.

    Aku meronta-ronta sambil menendang-nendang?

    ”Faizz..lepaskan aku Faiz..ingat kau teman suamiku Faiz..jangan..ahh..aku mohon”, erangku ditengah rasa bingung antara nafsu dan malu, tapi Faiz terus menekan hingga aku berteriak saat penisnya menyeruak masuk ke dalam vaginaku, ternyata dia sudah siap dengan hanya memakai celana pendek saja tanpa celana dalam.

    “Ahhhh?Faizz..kau..:’ Lalu mulailah dia memompaku dan lepaslah perlawananku, akhirnya aku hanya menutup mata dan menangis pelan..clok..clok..clok..aku mendengar suara penisnya yang besar keluar masuk di dalam vaginaku yang sudah sangat basah hingga memudahkan penisnya bergerak.

    Lama sekali dia memompaku dan aku hanya terbaring mendengar desah nafasnya di telingaku, tak berdaya walau dalam hati menikmatinya. Sampai kurang lebih satu jam aku akhirnya melenguh panjang

    “Ahhh?..” ternyata aku orgasme terlebih dahulu, sungguh aku sangat malu mengalami perkosaan yang aku nikmati.

    Sepuluh menit kemudian Faiz mempercepat pompaannya lalu terdengar suara Faiz di telingaku “Ahhh..hmmfff?” aku merasakan vaginaku penuh dengan cairan kental dan hangat sekitar tiga puluh deti kemudian Faiz terkulai di atasku.

    “Maaf Bica aku tak kuasa menahan nafsuku..”bisiknya pelan lalu berdiri dan meninggalkanku terbaring dan menerawang. hinga tertidur Aku tak tahu jam berapa Roni pulang hingga pagi harinya. Esok paginya di hari sabtu seperti biasa aku berenang di kolam renang belakang Roni dan Faiz berpamitan untuk nerangkat ke kantor.
    Karena tak ada seorang pun aku memberanikan diri untuk berenang tanpa pakaian. Saat asiknya berenang tanpa disadari, Faiz ternyata beralasan tidak enak badan dan kembali pulang, karena Roni sangat mempercayainya maka dia izinkan Faiz pulang sendiri.

    Faiz masuk dengan kunci milik Roni dan melihat aku sedang berenang tanpa pakaian. Lalu dia bergerak ke kolam renag dan melepaskan seluruh pakaiannya, saat itulah aku sadari kedatangannya,

    “Faizz..kenapa kau ada di sini?” tanyaku,

    “Tenang Bica suaimu ada di kantor sedang sibuk dengan pekerjaannya”, aku melihat tubuhnya yang kekar dan penisnya yang besar mengangguk angguk saat dia berjalan telanjang masuk ke dalam kolam

    “Pantas sajaku semalam vaginaku terasa penuh sekali”‘pikirku.

    Aku buru-buru berenang menjauh tetai tidak berani keluar dr dalam kolam karena tidak mengenakan pakaian apapun juga. Saat aku bersandar di pingiran sisi lain kolam, aku tidak melihat ada tanda2 Faiz di dalam kolam.
    Aku mencari ke sekeliling kolam dan tiba-tiba aku merasakan vaginaku hangat sekali, ternyata Faiz ada di bawah air dan sedang menjilati vaginaku sambil memegang kedua kakiku tanpa bisa meronta.

    Akhirnya aku hanya bisa merasakan lidahnya merayapai seluruh sisi vaginaku dan memasuki liang senggamaku..aku hanya menggigit bibir menahan gairah yang masih bergelora dari semalam. Cukup lama dia mengerjai vaginaku, nafasnya kuat sekali pikirku.

    Detik berikutnya yang aku tahu dia telah berada di depanku dan penisnya yang besar telah meneyruak menggantian lidahnya?

    “Arrgghh..” erangku menahan nikmat yang sudah seminggu ini tidak tersentuh oleh Roni. Akhirnya aku membiarkan dia memperkosaku kembali dengan berdiri di dalam kolam renang.

    Sekarang aku hanya memeluknya saja dan membiarkan dia menjilati buah dadaku sambil terus memasukan penisnya keluar masuk.

    Bahkan saat dia tarik aku ke luar kolam aku hanya menurutinya saja, gila aku mulai menikamti perkosaan ini, pikirku, tapi ternyata gairahku telah menutupi kenyataan bahwa aku sedang diperkosa oleh teman suamiku.

    Dan di pinggir kolam dia membaringkanku lalu mulai menyetubuhi kembai tubuh mulusku..”Kau sangat cantik dan seksi Bica..ahh” bisiknya ditelingaku.

    Aku hanya memejamkan mata berpura-pura tidak menikmatinya, padahal kalau aku jujur aku sangat ingin memeluk dan menggoyangkan pantatku mengimbangi goyangan liarnya. Hanya suara eranggannya dan suara penisnya maju mundur di dalam vaginaku, clok..clok..clep..dia tahu bahwa aku sudah berada dalam kekuasaannya.

    Beberapa saat kemudian kembali aku yang mengalami orgasme diawali eranganku

    “Ahhh..” aku menggigit keras bibirku sambil memegang keras pinggiran kolam,

    “Nikmati sayang?”demikian bisiknya menyadari aku mengalami orgasme. Sebentar kemudian Faiz lah yang berteriak panjang,

    “Kau hebat Bica..aku cinta kau..AAHHH..HHH” dan aku merasakan semburan kuat di dalam vaginaku.

    Gila hebat sekali dia bisa membuatku menikmatinya pikirku. Setelah dia mencabut penisnya yang masih terasa besar dan keras, aku reflek menamparnya dan memalingkan wajahku darinya. Aku tak tahu apakah tamparan itu berarti kekesalanku padanya atau karena dia mencabut penisnya dari vaginaku yang masih lapar.

    Setelah Roni pulang herannya aku tidak menceritakan kejadian malam lalu dan pagi tadi, aku berharap Roni dapat memberikan kepuasan padaku.

    Dengan hanya menggenakan kimono dengan tali depan aku dekati Roni yang masih asik di depan komputernya di dalam kamar, lalu aku buka tali kimonoku dan kugesekan buah dadaku yang besar itu ke kepalanya dari belakang, berharap da berbalik dan menyerangku.

    Ternyta yang kudapatkan adalah bentakannya “Bica..apakah kamu tak bisa melihat kalau aku sedang sibuk?

    Jangan kau ganggu aku dulu..ini untuk masa depan kita” teriaknya keras.

    Aku yakin Faiz juga mendengar teriakannya. Aku terkejut dan menangis, lalu aku keluar kamar dengan membanting pintu, lalu aku pergi ke pinggir kolam dan duduk di sana merenung dan menahan nafsu.

    Dari kolam aku bisa melihat bayangan di Roni di depan komputer dan lampu di kamar Faiz. Tampak samar-samar Faiz keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Karena di luar gelap tak mungkin dia melihatku.
    Tanpa sadar aku mendekat ke jendelanya dan memperhatikan Faiz mengeringkan tubuh. Gila kekar sekali tubuhnya dan yang menarik perhatianku adalah penisnya yang besar dan tegang mengangguk-angguk bergoyang sekanan memanggilku.
    Aku malu sekali mengagumi dan mengaharapkan kembali penis itu masuk ke dalam vaginaku yang memang masih haus.

    Perlahan aku membelai-belai vaginaku hingga terasa basah, akhirnya aku memutuskan untuk memintanya pada Faiz, dengan hati yang berdebar kencang dan nafsu yang sudah menutupi kesadaran, aku nekat masuk ke dalam kamar Faiz dan langsung mengunci pintu dari dalam.

    Faiz sangat terkejut “Tyas..apa yang kamu lakukan?”, aku hanya menempelkan telunjuk di bibirku dan memberi isyarat agar tidak bersuara karena Roni ada di kamar seberang.

    Langsung aku membuka pakaian tidurku dan terpampanglah tubuh putih mulusku tanpa sehelai benagpun di hadapannya, Faiz hanya terperangah dan menatap kagum pada tubuhku. Faiz tersenyum sambil memperlihatkan penisnya yang semakin membesar dan tampak berotot.

    Dengan segera aku langsung berlutut di hadapannya dan mengulum penisnya, Faiz yang masih terkejut dengan kejadian ini hanya mendesah perlahan merasakan penisnya aku kulum dan hisap dengan nafsuku yang sudah memuncak.

    Sambil mulutku tetap di dalam penisnya aku perlahan naik ke atas tempat tidur dan menempatkan vaginaku di mulut Faiz yang sudah terbaring, dia mengerti maksudku dan langsung saja lidahnya melahap vaginaku yang sudah sangat basah, cukup lama kami dalam posisi itu, terinat akan Roni yang bisa saja tiba-tiba datang aku langsung mengambil inisiatif untuk merubah posisi dan perlahan duduk di atas penisnya yang sudah mengacung tegang dan besar panjang.

    Perlahan aku arahkan dan masukan ke dalam lubang vaginaku, rasanya berbeda dengan saat aku diperkosanya, perlahan tapi pasti aku merasaskan suatu sensasi yang amat besar sampai akhirnya keseluruhan batang penis Faiz masuk ke dalam vaginaku

    “Ahh..sssfff..Braaam!” erangku perlahan menahan suara gairahku agar tidak terdengar, aku merasakan seluruh penisnya memenuhi vaginaku dan menyentuh rahimku.

    Sungguh suatu sensasi yang tak terbayangkan, dan sensasi itu semakin bertambah saat aku mulai menggoyangkan pantatku naik turun sementara tangan Faiz dengan puasnya terus memainkan kedua buah dadaku memuntir-muntir putingku hingga berwarna kemerahan dan keras

    “ahh..ahh..” demikian erangan kami perlahan mengiringi suara penisnya yan keluar masuk vaginaku clok..clok..clok? Tak tahan dengan nafsunya mendadak Faiz duduk dan mengulum buah dadaku dengan rakusnya bergantian kiri kanan bergerak ke leher dan terus lagi.Cerita Sex Dewasa

    Aku sungguh tak dapat menahan gairah yang selama ini terpendam. Mungkin karena nafsu yang sudah sangat tertahan atau takut Roni mendengar tak kuasa aku melepaskan puncak gairahku yang pertama sambil mendekap erat Faiz dan menggigit pundaknya agar tidak bersuara.

    Kudekap erta Faiz seakan tak dapat dilepaskan mengiringi puncak orgasmeku. Faiz merasakan penisnya disiram cairan hangat dan tahu bahwa aku mengalami orgasme dan membiarkanku mendekapnya sangat erat sambil memelukku dengan belaian hangatnya.

    Selesai aku orgasme sekiat 30 detik, Faiz membalikan aku dengan penisnya masih tertancap di dalam vaginaku. Faiz mulai mencumbuku dengan menjilati leher dan putingku perlahan, entah mengapa aku kembali bernafsu dan membalas ciumannya denga mesra, lidah kami saling berpagutan dan Faiz merasakan penisnya kembali dapat keluar masuk dengan mudah karena vaginaku sudah kembali basah dan siap menerima serangan berikutnya.

    Dan Faiz langsung memompa penisnya dengan semangat dan cepat membuat tubuhku bergoyang dan buah dadaku bergerak naik turun dan sungguh suara yang timbul antara erangan kami berdua yang tertahan derit tempat tidur dan suara penisnya keluar masuk di vaginaku kembali membakar gairahku dan aku bergerak menaik turunkan pantatku untuk mengimbangi Faiz.

    Dan benar saja 10 menit kemudian aku sampai pada puncak orgasme yang kedua, dengan meletakan kedua kakiku dan menekan keras pantatnya hingga penisnya menyentuh rahimku. Kupeluk Faiz dengan erat yang membiarkan aku menikmati deburan ombak kenikmatan yang menyerangku berkali-kali bersamaan keluarnya cairanku.
    Kugigit bibirku agar tidak mengeluarkan suara, cukup lama aku dalam keadaan ini dan anehnya setelah selesai aku berada dalam puncak ternyata aku sudah kembali mengimbangi gerakan Faiz dengan menaik turunkan pantatku.

    Saat itulah kudengar pintu kamarku terbuka dan detik berikutnya pintu kamar Faiz diketuk Roni, “Faizz..kau sudah tidur?”, demikian ketuk Roni.

    Langsung saja Faiz melepaskan pelukannya dan menyuruhku bersembunyi di kamar mandi. Sempat menyambar pakaian tidurku yang tergeletak di lantai aku langsung lari ke kamar mandi dan mengunci dari luar.

    Sungguh hatiku berdebar dengan kerasnya membayangkan apa jadinya jika aku ketahuan suamiku. Faiz dengan santai dan masih bertelanjang membuka pintu dan mengajak Roni masuk, Roni sempat terkejut melihat Faiz telanjang,

    ”Sedang apa kamu Faiz” tanpa curiga dengan tempat tidur yang berantakan yang kalau diperhatikan dari dekat ada cairan kenikmatanku.

    Faiz hanya tersenyum dan mengatakan,”Mau tau aja..”

    Dasar Roni dia langsung membicarakan suatu hal pekerjaan dan mereka terlibat pembicaraan itu. Kurang lebih sepuluh menit mereka berbicara dan sepuluh menit juga hatiku sungguh berdebar-debar tapi anehnya dengan keadaan ini nafsuku sungguh semakin menjadi-jadi.

    Setelah Roni keluar, Faiz kembali mengunci pintu kamar dan mengetuk kamar mandi perlahan,”Bica buka pintunya..sudah aman”.

    Begitu aku buka pintunya Faiz langsung menarik aku dan mendudukanku di meja dekat kamar mandi, langsung saja dibukanya kedua kakiku dan bless penisnya kembali memenuhi vaginaku.

    “Ahhh..ahh..” erangan kami berdua kembali terdengar perlahan sambil terus menggoyangkan pantatnya maju mundur Faiz melahap buah dadaku dan putingku.

    Sepuluh menit berlalu dan goyang Faiz semakin cepat sehingga aku tahu dia akan mencapai puncaknya, dan akupun merasakan hal yang sama

    “Faizz lebih cepat sayang aku sudah hampir keluar..” desahku

    “Tahan sayang kita bersamaan keluarnya”, dan benar saja saat kurasakan maninya menyembur deras dalam vaginaku aku mengalami orgasme yang ketiga dan lebih hebat dari yang pertama dan kedua, kami saling berpelukan erat dan menikmati puncak gairah itu bersamaan.

    “Faizzz..,” desahku tertahan.

    “Ahhh Bica..kau hebat..” demikian katanya.

    Akhirnya kami saling berpelukan lemas berdua, sungguh suatu pertempuran yang sangat melelahkan. Saat kulirik jam ternyata sudah dua jam kami bergumul.

    “Terima kasih Faiz..kau hebat..” kataku dengan kecupan mesra dan langsung memakai pakaian tidurku kembali dan kembali ke kamarku. Roni tidak curiga sama sekali dan tetap berkutat dengan komputernya dan tidak menghiraukanku yang langsung berbaring tanpa melepas pakaianku seperti biasanya karena aku tahu ada bekas ciuman Faiz di sekujur buah dadaku.

    Malam itu aku merasa sangat bersalah pada Roni tapi di lain sisi aku merasa sangat puas dan tidur dengan nyenyaknya. Esoknya seperti biasa di hari Minggu aku dan Roni berenang di pagi hari tetapi mengingat adanya Faiz.

    Kami yang biasanya berenang bertelanjang akhirnya memutuskan memakai pakaian renag, aku syukuri karena hal ini dapat menutupi buah dadaku yang masih memar karena gigitan Faiz. Saat kami berenang aku menyadari bahwa Faiz sedang menatap kami dari kamarnya.

    Dan saat Roni sedang asyik berenang kulihat Faiz memanggilku dengan tangannya dan yang membuat aku terkejut dia menunjukan penisnya yang sudah mengacung besar dan tegang. Seperti di hipnotis aku nekat berjalan ke dalam.

    ”Ron aku mau ke dalam ambil makanan ya..!” kataku pada Roni, dia hanya mengiyakan sambil terus berenang, Roni memang sangat hobi berenang bisa 2 jam nonstop tanpa berhenti.
    Aku dengan tergesa masuk ke dalam dan menuju kamar Faiz. Di sana Faiz sudah menunggu dan tak sabar dia melucuti pakain renangku yang memang hanya menggunakan tali sebagai pengikatnya.

    “Gila kamu Faiz..bisa ketahuan Roni lho,” protesku tanpa perlawanan karena aku sendiri sangat bergairah oleh tantangan ini. dan dengan kasar dia menciumi punggungku sambil meremas buah dadaku

    “Tapi kamu menikmatinya khan?!,” goda Faiz sambil mencium leher belakangku.

    Dan aku hanya mendesah menahan nikmat dan tantangan ini. Yang lebih gila Faiz menarikku ke jendela dan masih dari belakang dia meremas-remas buah dadaku dan meciumi punggung hingga pantatku,

    “Gila kau Faiz, Roni bisa melihat kita,” tapi anehnya aku tidak berontak sama sekali dan memperhatikan Roni yang benar-benar sangat menikamti renangnya.

    Di kamar Faiz pun aku sangat menikmati sentuhan Faiz.

    “Bica kamu suka ini khan?” tanyanya sambil dengan keras menusukan penisnya ke dalam vaginaku dari belakang.

    “AHH..Faiz..” teriakku kaget dan nikmat, sekarang aku berani bersuara lebih kencang karena tahu Roni tidak akan mendengarnya.

    Langsung saja Faiz memaju mundurkan penisnya di vaginaku.

    ”Ahh.. Faiz lebih kencang..fuck me Faiz..puaskan aku Faiz..penismu sungguh luar biasa..Faiz aku sayang kamu..” teriakku tak keruan dengan masih memperhatikan Roni.

    Faiz mengimbangi dengan gerakan yang liar hingga vaginaku terasa lebih dalam lagi tersentuh penisnya dengan posisi ini,

    ”Bicaa..khhaau hhebat..” desahnya sambil terus menekanku, kalau saja Roni melihat sejenak ke kamar Faiz maka dia akn sangat terkejut meilhat pemandangan ini, istrinya sedang bercinta dengan rekan kerjanya.

    Ternyata kami memang bisa saling mengimbangi, kali ini dalam waktu 20 menit kami sudah mencapai puncak secara bersamaan

    “Teruuus Faiz lebih khheeenncang..ahhhh aku keluar Faizzz”, teriaku.

    “Aaakuu juga Bicaa..nikkkkmat ssekali mmmeemeekmu..aahhhhh.” teriaknya bersamaan dengan puncak kenikmatan yang datang bersamaan.

    Setelah itu aku langsung mencium bibirnya dan kembali mengenakan pakaian renangku dan kembali berenang bersama Roni yang tidak menyadari kejadian itu.

    Setelah itu hari-hari berikutnya sungguh mendatangkan gairah baru dalam hidupku dengan tantangan bercinta bersama Faiz.

    Pernah suatu saat ketika akhirnya Roni mau bercinta denganku di suatu malam hingga akhirnya dia tertidur kelelahan, aku hendak mengambil susu di dapur dan karena sudah larut malam aku nekat tidak mengenakan pakaian apapun.

    Baca Juga Cerita Seks Tante Montok

    Saat aku membungkuk di depan lemari es sekelebat ku lihat bayangan di belakangku sebelum aku menyadari Faiz sudah di belakangku dan langsung menubruku dari belakang.

    Penisnya langsung menusuk vaginaku yang membuatku hanya tersedak dan menahan nikmat tiba-tiba ini. Kami bergumul di lantai dapur lalu dia mengambil kursi dan duduk di atasnya sambil memangku aku,

    “Faizz kamu nakal” desahku yang juga menikmatinya dan kami bercinta hingga hampir pagi di dapur. Sungguh bersama Faiz kudapatkan gairah terpendamku selama ini.

    Akhirnya ketika proyek kantor Roni selesai Faiz harus pergi dari rumah kami dan malam sebelum pergi aku dan Faiz menyempatkan bercinta kembali.

  • Adik Ipar Yang Galau

    Adik Ipar Yang Galau


    13 views

    Namaku benny, sudah 1 tahun aku menikah dengan istriku ana. Istriku memiliki satu adik yang bernama putri yang tinggal dengan ibu mertuaku. Ayah istriku sudah lama meninggal sejak istriku masih kecil. Pekerjaanku adalah seorang freelancer yang lebih sering melakukan pekerjaan di rumah. Hanya kadang-kadang aku keluar untuk menemui clientku.
    Seperti hari-hari biasa siang itu aku bekerja di rumah, tiba-tiba aku mendengar pintu depan dibuka dan terdengar suara tv dinyalakan. Hmmmmm pasti adik iparku lagi si putri. Putri memang sering datang kerumahku, sehingga sering langsung masuk rumah tanpa permisi.

    cerita-sex-dewasa-adik-ipar-yang-galau
    Aku keluar dari ruang kerjaku dan melihat putri menonton tv dengan wajah cemberut. Tangannya sibuk memencet-mencet remot, entah mau menonton apa. Yang pasti dia sedang dalam mood yang tidak baik.

    “Berantem lagi sama ibu ?” tanyaku ke putri.

    Memang sudah sering kali putri mengungsi ke rumahku kalau sedang berseteru dengan dengan ibu mertuaku.

    “Iya” jawab putri ketus.
    “Masih masalah yang sama ?” tanyaku lagi.
    “Ya begitu deh…” jawab putri singkat.

    Putri dan ibu mertuaku memang sering berseteru dengan masalah yang sama yaitu nikah. Setelah aku menikah dengan istriku, ibu mertuaku berharap adik iparku segera menyusul untuk menikah. Apalagi jarak usia istriku dengan putri cuma 1 tahun, tentu aja setelah aku dan ana menikah 1 tahun, ibu mertuaku sangat berharap putri segera menikah juga.

    Cuma masalahnya… selama ini putri tidak tertarik dengan laki-laki. Yap, rahasia ini sudah jadi pengetahuan umum antara putri, ibu mertuaku, ana dan aku. Putri yang selalu berpenampilan tomboy itu tidak pernah dekat dengan laki-laki, jadi jangankan menikah, punya pacar saja setahuku tidak pernah. Yang ada putri punya beberapa teman dekat wanita yang agak tidak wajar tingkat kedekatannya. Bahkan dia sempat membawa teman dekatnya yang bernama dina kerumahku.

    Aku duduk disebelah putri menemaninya menonton tv. “Ya bagaimana lagi put, namanya orang tua pasti harapannya ya kayak ibu itu” kataku ke putri. Putri cuma merengut mendengar omonganku.

    Putri sering datang kerumahku untuk curhat. Walaupun aku cuma kakak iparnya, putri lebih sering cerita ke aku karena cuma aku yang bisa mendengarkan cerita dia soal pacar dan nikah ini. Kalau dengan istri atau ibu mertuaku, pasti ujung-ujungnya bertengkar. Tapi sebenarnya selama ini aku cuma pendengar pasif aja sih.

    “Tapi kan abang tau sendiri aku bagaimana” kata putri menjawab omonganku.
    “Iya abang ngerti, tapi solusinya bagaimana ? Kamu sama ibu berantem terus. Umur kamu juga makin dewasa, enggak bisa selamanya kayak begini kan ?” kataku.
    “Ya abang enggak ngerti sih, aku ya begini, enggak tertarik sama cowok. Mau dipaksa bagaimanapun juga enggak akan suka” jawab putri meninggi.Cerita Sex Dewasa

    Sebenernya aku ngerti banget. Sudah banyak sekali buku dan artikel yang aku dan istriku baca untuk menghadapi keadaan putri ini. aku ngerti sekali bahkan komunitas dokter juga seakan sudah lepas tangan untuk kasus penyuka sejenis ini, tapi kita masih di indonesia. Tidak ada orang tua yang mau anaknya menjadi penyuka sejenis. Semua orang tua berharap anaknya menikah dan punya anak.

    “Sorry banget ya put, apa kamu bener-bener yakin kamu lesbian ?” aku bertanya karena ada beberapa kasus ada wanita yang cuma mengalami fase beberapa waktu untuk menyukai sesama tapi setelah fase itu lewat bisa kembali normal.
    “Yakin lah” jawab putri memerah. Memang pertanyaanku tadi agak sensitif.
    “Maaf lagi ya, kamu dah pernah nyoba pacaran sama sama cowok ?” tanyaku hati-hati

    putri terdiam lama. “Dulu sih bang pernah”. jawab putri pelan

    “Nah dulu bisa, kenapa sekarang enggak bisa” tanyaku sambil tertawa sedikit untuk mencairkan suasana.
    “Enggak sesederhana itu bang” jawab putri masih kesal
    “Dulu kenapa bisa pacaran, si dia ganteng ya ?” tanyaku masih dengan nada bercanda.
    “Iya sih..” jawab putri agak malu-malu

    Aku sebenarnya tidak mau memaksa putri. Tapi demi kebaikan ibu mertuaku, dengan fakta putri pernah pacaran dengan laki-laki, aku berharap putri bisa mencoba lagi dekat laki-laki, atau….. dalam pikiran nakal,aku berharap minimal putri biseksual sehingga masih bisa nikah…. ha.ha..maksa sih.

    “Ya sekarang cari aja yang ganteng lagi, mungkin kamu bisa jadian” kataku menyederhanakan, walau aku tau pasti tidak sesederhana itu.
    “Aku dah pernah coba dekat lagi dengan cowok bang, aku juga enggak mau kayak gini terus. Tapi bagaimana lagi, aku ngerasa hambar” jawab putri
    “Aku juga capek bang kayak gini terus, aku juga pengen normal, tapi aku cuma merasa hambar ke cowok” jawab putri hampir menangis

    aku terdiam. Memang sulit sih.. pikiranku macam-macam membayangkan putri menjalani hubungan dengan laki-laki dengan terpaksa, apalagi sampai menikah..

    “Maaf ya, abang sih berharap kamu bisa coba lagi dekat dengan laki-laki, cuma untuk memastikan…. siapa tau setelah dekat dengan laki-laki yang tepat, hati kamu bisa terbuka untuk menikah” kataku
    “Atau mungkin kamu nyoba itu dulu sama laki-laki biar tau enak apa enggak” kataku sambil tertawa..Cerita Sex Dewasa
    “Nyoba apa ?” tanya putri bingung.
    “Udah ah enggak usah dibahas lagi, lagian abang masih banyak kerjaan” kataku masih tertawa sambil beranjak ke ruang kerjaku lagi.
    “Nyoba apaan bang ? Yeiy ngomong enggak jelas” tanya putri lagi sewot.

    Aku yang sudah berjalan ke ruang kerjaku cuma tertawa saja melihat putri sewot.

    Malam harinya, saat aku dan istriku sudah diatas ranjang hampir tertidur, teleponku berbunyi menandakan ada sms masuk. Dengan malas aku mengambil handphoneku dan melihat ternyata sms berasal dari putri.

    “Dari siapa bang” tanya istriku dengan mata masih terpejam.
    “Putri” jawabku
    “Berantem lagi dia sama ibu ?” tanya istriku.
    “Mungkin” jawabku.

    Istriku memang sudah hapal, putri sering sms ke aku kalau sedang bertengkar dengan ibu. Agak aneh sih putri lebih dekat ke aku daripada ke istriku yang kakaknya. Tapi kalau melihat betapa miripnya watak istriku dengan ibunya, jadi terlihat wajar putri dekat ke aku kalau sedang bertengkar dengan ibu.
    Aku membuka sms putri, sedang istriku langsung menarik selimut untuk melanjutkan tidur

    “Yang tadi siang maksudnya apa bang ?” isi sms putri

    Aku terdiam sebentar.

    “Ping” sms putri berikutnya masuk
    “Sudah enggak usah dibahas lagi, cuma bercanda tadi” jawabku berharap putri tidak melanjutkan pertanyaanya.
    “Maksudnya jorok ya ?” sms putri datang lagi.
    “hehe” jawabku singkat.
    “Ih abang… serius abang nyuruh aku untuk ML sama cowok ?” sms putri lagi
    “hehe sorry, sudah lupain aja ya. Abang enggak serius tadi” jawabku

    lama tidak ada jawab dari putri. Sesaat aku menduga putri tidak melanjutkan perbincangan kami.

    “Menurut abang kalau aku ML sama cowok bisa normal lagi gitu ?” sms putri datang setelah aku teridur sebentar.
    “Maaf put, enggak seharusnya aku bilang gitu ke kamu. Itu ide gila aja. Jangan dianggap serius” jawabku

    kembali tidak ada jawaban dari putri untuk beberapa lama

    “Kalau memang bisa ngebuat aku normal lagi, mungkin aku mau” sms putri
    “Gila kamu, sudah itu ide gila. jangan dilanjutin” sms aku
    “Lagian kamu masih perawan, sayang banget. Lebih baik perawan kamu diberi ke pasangan kamu nanti” sms aku lagi.
    “Perawan ? Hmmmmm….” jawab sms putri

    aku sedikit bingung dengan jawaban putri

    “Maksudnya ?” tanya ku lewat sms

    lama putri tidak menjawab.

    “Jangan bilang siapa-siapa ya bang, aku sebenernya sudah enggak perawan” jawab putri lewat sms
    “Kamu dah pernah ML sama cowok ?” tanyaku terkejut
    “Belum sih, tapi aku dah pernah nyoba dildo” jawab putri semakin mengagetkan ku.

    lama aku berfikir untuk menjawab apa.

    “Sebenernya sayang sih… tapi kalau kamu dah pernah nyoba dildo, ya ML sama cowok enggak jauh beda lah, Enak kan ?” jawabku
    “Tapi…” jawab putri terputus
    “Aku nyobanya sama cewek bang, sama dina yang aku kenalin ke abang dulu. Jadi yang aku rasain begituan sama cewek” jawab putri gamblang

    aku menarik nafas panjang. Aku tidak menduga putri sudah sejauh itu pengalamannya. Aku sungguh tidak tau harus berkata apa lagi.

    “Jadi bagaimana bang, aku perlu nyoba ML sama cowok ?” tanya putri lewat sms

    Kepalaku pusing bagaimana menjawabnya. Sungguh informasi baru ini terlalu mengagetkanku.

    “Bang ?” tanya putri lagi.
    “Sorry put, abang enggak tau sih. Tadi cuma bercanda aja, eh kamu nanggapin serius” jawabku setelah lama berfikir
    “Iya putri tau ini ide gila, tapi mungkin berhasil bang. Putri juga pengen normal kayak yang lain” jawab sms putri.
    “Mungkin kalau putri dah ML sama cowok jadi tau enaknya, mungkin putri bisa buka hati ke cowok”. lanjut putri lagi

    Aku cuma menarik nafas panjang

    “Tapi masalahnya, putri bisa nyoba itu sama siapa ? Putri enggak punya temen cowok sekarang”

    Setelah lama berfikir aku menjawab “Sebenernya abang masih kaget put sama omongan kamu. Tapi kalau kamu memang mau coba, ya seharusnya sama cowok yang menurut kamu bisa dilanjutin ke tingkat pernikahan. Enggak seharusnya kamu melakuin itu sama sembarangan cowok”

    “Tapi aku bener-bener enggak punya temen cowok yang deket bang” jawab putri
    “Hmmmm…” aku menjawab singkat karena tidak mau ikut campurCerita Sex Dewasa

    Setelah lama tidak ada pesan, sms putri masuk lagi. “Atau sama abang aja nyobanya bagaimana ?”

    “Gila kamu, aku ini suami kakakmu tau” jawabku dengan marah
    “Tapi abang kan yang tau banget aku, dan aku dah percaya abang” jawab sms putri

    Tiba-tiba istriku bangun. “Bahas apaan sih bang, kok smsnya banyak banget” tanya istriku.

    “Oh biasa si putri habis berantem” jawabku agak gagap.
    “Udah suruh putri tidur aja” kata istriku kemudian membalik badannya untuk melajutkan tidurnya.
    “Sudah ya put, besok deh dilanjutin lagi pembicaraannya” sms aku ke putri.

    Aku menaruh handphoneku untuk tidur. Tapi sebelumnya aku menghapus beberapa sms pembicaraanku dengan putri. Kalau istriku tau, bisa ngamuk-ngamuk dia.

    Esok harinya putri datang kerumahku jam 1 siang. Seperti biasa dia langsung masuk dan menonton TV. Aku tau dia pasti ingin melanjutkan pembicaraan semalam. Tapi aku juga ragu untuk melanjutkan. Sehingga untuk beberapa saat aku tetap melanjutkan pekerjaanku di ruang kerja. Tapi akhirnya aku keluar juga menemui putri di ruang keluarga. Bagaimanapun pasti akan diteruskan suatu saat kan ?

    “Dah makan put ?” tanyaku sewaktu keluar dari ruang kerja dan duduk di samping dia.

    putri cuma menjawab dengan anggukan. akhirnya kami berdua hanya saling diam. Putri terlihat sekali menghindar pandangan mata dari aku. Matanya fokus ke televisi dengan sesekali melihat ke handphonenya.

    Jujur semalam aku sulit tidur karena membayangkan putri. Walaupun selama menikah aku tidak pernah selingkuh dari isriku, tapi sebelum menikah aku punya beberapa pengalaman nakal. Setelah aku menikah, kadang aku membayangkan untuk mencoba lagi perempuan lain selain istriku. Apalagi tiba-tiba ada wanita yang menawarkan diri. Ya walau dengan alasan yang sedikit nyeleneh.

    Walaupun tomboy, putri termasuk wanita yang cantik. Wajahnya sangat mirip dengan istriku, tapi dengan wajah yang lebih segar karena lebih muda. Tubuhnya pun lebih tinggi semampai, jauh lebih ramping dari istriku. Kekurangganya cuma 1, kulitnya sedikit lebih hitam dibandingkan istriku. Wajar lah aku susah tidur membayangkan sensasi putri dengan semua keadaan ini.

    Setelah beberapa lama akhirnya aku membuka pembicaraan.

    “Kamu yakin pengen mencoba itu ?” tanyaku.

    putri cuma menjawab dengan seyum kecil.

    “Aku ini suami kakakmu loh” kataku lagi. Aku agak heran dengan diriku sendiri. Rencananya aku ingin menghindar, tapi aku malah berbicara seperti ini. Kelihatan sekali kalau aku juga mau. he..he..
    “Malah dari itu, aku yakin abang akan bisa jaga rahasia kan” kata putri dengan sedikit senyum menggoda

    Kami terdiam beberapa saat.

    “Hmm.. kalau begitu ayo kita ke kamar aja” kataku sedikit bergetar.

    Agak kagok aku mengajak adik iparku sendiri ke kamar tidur.

    Putri segera bangkit, dia menunggu aku yang mengunci pintu depan terlebih dahulu. Kemudian putri mengikutiku masuk ke kamar. Aku pun tidak lupa untuk mengunci pintu kamar, walaupun dirumah cuma ada kami berdua.

    “Kamu duduk aja di tempat tidur put” kataku mempersilakkan.

    Putri kemudian duduk dengan sedikit malu-malu. Putri yang memakai kaus dan celana jeans itu seperti mengkerut duduk diujung tempat tidurku. Aku pun duduk disebelahnya. Karena kagok akhirnya kami terdiam beberapa saat.

    “Dah siap ?” tanyaku. Putri menjawab dengan anggukan.
    “Mungkin kita mulai dengan kissing dulu” kataku menyarankan. Putri tidak menjawab, tapi menghadapkan tubuhnya ke hadapanku.

    Aku kemudian mendekatkan muka ku ke wajahnya, secara perlahan aku kecup bibirnya. Putri secara refleks menghindar.

    “Maaf… maaf..” kata putri. Putri pun kembali memajukan tubuhnya sehingga aku bisa mengecup bibirnya lagi.

    Terlihat putri agak sulit menerima ciumanku. Wajar menurutku, lagi pula selama ini dia tidak pernah mengalami ciuman dari laki-laki.

    Setelah beberapa lama putri mulai agak rileks dan mencoba menikmati ciuman dari aku. Melihat putri agak rileks, aku memeluk tubuhnya agar ciuman kami bisa lebih dalam. Sesekali aku membelai-belai tubuh dan rambutnya sambil terus mencium bibirnya dengan intens.

    Aku melihat putri sudah terbawa dengan permainan french kiss kami. Dengan perlahan aku membimbinganya untuk terlentang ditempat tidur. Tidak sulit aku memposisikan putri untuk terlentang ditengah ranjang dengan aku masih terus mencium bibirnya dengan posisi badan disamping putri.

    Tangan kananku mencoba untuk memegang payudara putri. Dengan cepat putri menahan tanganku. Dengan perlahan aku sisihkan tangannya kesamping, tapi dengan cepat tangannya kembali menahan tanganku. Tapi setelah 3 kali mencoba, tangan putri tidak menahan lagi walaupun tangannya menggegam tanganku. Lagi pula telapak tanganku sudah diatas payudaranya.

    Payudara putri tidak terlalu besar, tapi cukup enak untuk digenggam. Satu payudara penuh bisa masuk ke dalam genggamanku. Perlahan aku meremas payudaranya. Kenyal layaknya gadis yang belum menikah. Setelah puas meremas payudara, aku mencoba untuk memegang putingnya. Ah sial, pakaian dan bra menyulitkan aku untuk memegang putingnya.

    Secara perlahan aku masukan tanganku dari bawah baju menuju payudaranya lagi, kuulangi lagi meremas-remas payudaranya, kali ini hanya terhalang bra.

    Setelah beberapa saat aku melepaskan ciumanku dan berkata “Branya dilepas ya”. Putri tidak menjawab, hanya mengangkat tubuhnya supaya tanganku bisa menjangkau kait branya. Dengan sekali jalan aku lepaskan kait bra putri. aku sudah terlalu pengalaman melepas bra hasil pengalamanku dengan istriku

    Kait bra putri sudah terlepas, tapi bra belum dibuka. Sekarang aku menjangkau langsung payudara putri dari bawah kain bra sambil terus mencium bibirnya. Putri sedikit melenguh saat aku memainkan putingnya.

    Setelah puas memainkan payudara kiri dan kanan, aku mencoba membuka kancing dan resleting celananya. Ada sedikit perlawanan dari putri sedikit, tapi setelah kancing dan resleting terbuka, putri memangkat pinggulnya untuk memudahkan aku untuk membuka celananya.

    Aku membelai celana dalamnya, terutama diatas garis vaginanya. Terasa ada sedikit lembab di celana dalam itu. Perlahan aku belai-belai segaris dengan garis vagina. Terasa celana dalamnya makin basah. Beda dengan istriku yang tidak pernah sebegitu basah sampai membasahi celana dalam.Cerita Sex Dewasa

    “Bajunya aku buka ya” kataku sambil menarik bajunya keatas. Putri mengganguk kecil dan merubah posisi untuk mempermudah aku membuka baju dan bra-nya sekaligus.

    Segera aku juga membuka baju dan celanaku sehingga kami berdua hanya memakai celana dalam.

    Kemudian aku memposisikan badanku diatasnya, dengan perlahan aku meneruskan ciumanku dengan posisi badanku diatas badan putri. Ciumanku aku variasikan ke telinga dan leher putri. Tidak lupa tanganku juga terus memainkan payudara kiri dan kanan.

    Penisku yang sudah sangat tegang menggesek vagina putri walaupun masih terhalang dengan celana dalam. Tapi terasa gesekan penisku ditanggapi dengan gerakan pinggul putri.

    Kemudian aku turun ke dadanya untuk menjilati dan menghisap payudara dan puting putri. Suara lenguhan putri mulai terdengar. Puas menghisap puting putri, aku turun kebawah lagi untuk membuka celana dalam putri. Mengerti dengan maksudku, putri mengangkat pinggulnya untuk memudahkan aku membuka celana dalamnya.

    Aku melebarkan paha putri sehingga aku dengan mudah melihat vaginanya. Vagina putri masih sangat mungil. Hanya terlihat satu garis dengan rambut tipis mengelilinginya. Kalau memang putri baru mencoba memasukkan dildo beberapa kali, pasti vagina ini masih sangat sempit.

    Aku melebarkan bibir vagina putri untuk melihat klitoris. Klitoris putri tergolong kecil, tapi masih terlihat dengan mudah. Aku mulai menjilati klitoris putri dibarengi dengan tanganku memainkan puting payudaranya. Lenguhan putri makin menggila. Kepalanya sesekali kekiri dan kekanan. Sesekali kepalanya terdongak saat aku menghisap klitorisnya.

    “Bang… bang.. bang…” lenguhan putri sesekali memanggilku
    “Akh….” tubuh putri menegang sambil pahanya mengatup keras. Putri sudah mencapai orgasmenya.
    “Udah dulu bang sebentar.” kata putri sambil terengah-engah…

    Aku segera memposisikan diri untuk rebahan di samping dia.

    “Kok aku dibuat keluar bang, kan belum itu” tanya putri
    “Ya tenang aja, habis ini kita lanjutin lagi” kataku sambil membelai-belai tubuhnya.

    Setelah putri agak tenang, aku kembali mencium bibir putri sambil terus membelai-belai tubuhnya. Terasa birahi putri mulai naik lagi.

    Aku mencoba memegang vagina-nya untuk mengecek, ternyata masih sangat basah sisa orgasmenya tadi. aku sempat mengelap sedikit vaginanya.

    Segera aku melebarkan kakinya dan menempatkan diriku diatas tubuh putri. Otomatis penisku sudah menjurus langsung ke vaginanya.

    “Aku masukin ya” tanyaku ke putri
    “Pelan-pelan bang” kata putri terdengar sedikit takut

    Aku mengarahkan penisku ke vaginanya, kugesek-gesek sedikit kepala penisku searah dengan garis vagina putri. Terasa sangat basar vaginanya.

    Kemudian aku dorong perlahan penisku masuk ke vagina putri. Walaupun memang sudah tidak perawan, tapi terasa vaginanya sangat sempit. Aku jadi teringat awal-awal ML-ku dengan istriku. Sempit, peret.

    Putri menggigit bibirnya sewaktu penisku mulai masuk mengisi vaginanya. Tampang putri tersebut sangat menggodaku sehingga penisku makin keras. Setelah penisku masuk keseluruhan, aku mulai menarik penisku sedikit untuk didorong kembali masuk kedalam vagina putri.

    “Akh…akh…akh…” lenguhan putri setiap kali penisku masuk secara total kedalam vaginanya.

    Teringat akan istriku, aku mencoba untuk mengocok dengan irama dangkal-dangkal-dangkal-dalam separti gerakan favorit istriku. Ternyata hasilnya tidak jauh beda. Putri semakin melenguh dengan keras.

    “Akh..akh..akh…bang..akh..ak hh..” lenguhan putri sambil sesekali memanggilku. Lenguhan itu semakin menyemangati aku untuk melakukan penetrasi ke vaginanya.

    aku sengaja hanya memakai posisi missionary karena ini ML pertama putri, sebaiknya tidak usah posisi aneh-aneh.

    Aku ambil bantal kemudian aku selipkan dibawah pinggul putri sehingga vaginanya makin menantang keatas. Kemudian aku masukkan penisku dengan posisi tubuhku tegak. Penisku terasa menggaruk-garuk bagian atas vaginanya.

    Putri makin meracau menikmati penetrasi penisku. Kemudian tiba-tiba dia merenggut tubuhku dan memelukku dengan erat. tubuhnya terasa bergetar dan kakinya merenggut erat pinggulku.

    “Aduh bang,aku keluar lagi” kata putri terengah-engah

    Aku yang belum puas kemudian memposisikan putri lagi dibawah, aku melakukan penetrasi dengan cepat. keluar, masuk, keluar masuk. aku mengejar untuk bisa ejakulasi secepatnya sebelum vagina putri kering. Sudah 2 kali dia orgasme, pasti sudah sangat kelelahan

    Dengan tidak banyak bicara akhirnya aku merasakan dorongan di penisku untuk melakukan ejakulasi. Aku dorong dalam-dalam penisku ke dalam vagina putri dan melepaskan spermaku dengan kuat.

    “ah…ah..” nafasku terengah-engah setelah melepaskan spermaku.Kemudian aku rebahan disamping putri. Putri yang sudah mulai pulih kemudian mengelap vaginanya dari sperma dan cairan vagina.

    Setelah itu dia langsung memakai bajunya dan bersiap-siap pergi.

    Baca Juga Cerita Seks Godaan Maut

    “Buru-buru sekali” kataku. aku biasanya berbaring sambil bermesraaan setelah ML dengan istriku.
    “Takut kakak pulang” kata putri sambil membenahi rambutnya

    aku melihat jam, baru jam 4, tapi memang agak riskan sih, takutnya istriku tiba-tiba pulang cepat dari kantornya.

    “Aku pulang dulu ya bang” kata putri pamit.
    “Trus bagaimana ?” tanyaku..

    ‘Nanti malem aja lewat sms” putri tersenyum kemudian keluar dari kamar.

    aku yang masih kelelahan akhirnya kembali rebahan.

    “Gimana put hasilnya ?” smsku keputri pada malam harinya setelah istriku tidur.
    “Hasil apa ” jawab putri menggoda
    “Enak gak gituan sama cowok” tanyaku to the point
    “He..he..he.. enak sih, tapi….” jawab putri menggantung
    “Tapi apa ? Jadi mau mencoba sama cowok lagi ?” tanyaku
    “Mau sih, tapi…” jawab putri menggantung lagi
    “Tapi apa ?” tanyaku penasaran..
    “Tapi aku perlu diyakinkan beberapa kali lagi ” jawab putri nakal

    setelah itu aku beberapa kali ML dengan putri. Putri sendiri mengaku masih berhubungan dengan dina. Mungkin putri masuk ke kategori biseks.

    Setelah beberapa lama putri akhirnya mengenalkan calon suaminya ke ibu, ana dan aku. Tapi….walaupun dia sudah punya calon suami, kadang-kadang kami masih melanjutkan perselingkugan kami.

  • Gerobak Sayur

    Gerobak Sayur


    7 views

    Adalah warto seorang pria lajang asli banyumas yang berprofesi sebagai seorang penarik gerobak sayur disebuah pasar tradisional dibilangan jakarta selatan. Berperawakan sedang ukuran rata-rata, tinggi tidak, pendek tidak, jelek nggak, cakeppun ngga, kulit sawo matang cenderung hitam agak berminyak, karena profesi sebagai penarik gerobak postur tubuh menjadi ideal tanpa fitness, maklum seorang penerik gerobak lebih banyak menggunaka otot ketimbang otak, sehingga secara tidak sengaja otot akan terbangun dengan sendirinya.
    Jam kerja warto jam 3 sore hingga jam 12 malam melayani para pedagang-pedagang pasar membawa barang dagangan atau pembeli membawa pulang barang belanjaan. Dari sekian banyak langganan warto ada seorang pedagang sayuran dan bumbu dapur bernama narti yang begitu dekat dengan warto karena kebetulan pangkalan gerobak warto berada didepan counter atau tepatnya lapak dagangan mbok narti. Hubungan bisnis mereka tergolong dekat sampai-sampai pembayaran ongkos gerobak dibayar bulan oleh mbok narti.

    cerita-sex-dewasa-gerobak-sayur

    Mbok narti berasal dari salah satu desa di indramayu, kulitnya hitam berwajah manis, dengan tinggi sedang tetapi memiliki sepasang buahdada ideal yang sering membuat mas warto melihat dengan sudut matanya, ukuran cukup mantap sekitar 34 atau 35. Telah bersuami bernama mas tarsica yang tinggal dikampung mengurus sawah dan bebek hasil berjualan narti di kota. Narti pun menyadari kalau Warto sering melirik kepadanya, tetapi dia tidak begitu mempedulikan bahkan cenderung semakin berani mengekspos bagian-bagian tubuhnya yang dapat mengundang hasrat birahi Warto, malah kadang tatapan Warto dan Narti seringkali bertemu yang akhirnya mereka saling senyum tanpa mengerti arti kejadian tersebut.

    Pada suatu pagi Warto mendapat telpon dari pamannya di kampung yang mengabarkan bahwa bude Sakem membutuhkan biaya untuk berobat karena sakit. Bude Sakem adalah orang yang menbesarkan Warto ketiga dia ditinggal oleh orang tuanya transmigrasi ke Lampung. Warto memang dekat dengan budenya yang satunya ini karena ia ingin membalas jasa budenya. Warto bingung karena saat ini ia tidak memiliki uang. Uang dikantong hanya cukup untuk makan nanti siang.

    Dalam kebingunganya Warto teringat relasinya dipasar yah Narti, ia akan mencoba meminjam uang kepadanya, atau paling tidak ia mencoba meminta bayaran gerobak dimuka sehingga ia dapat segera mengirim uang tersebut kebudenya yang sedang sakit di kampung. Bergegas ia menuju rumah petakan Narti yang terletak di belakang pasar tempat ia berdagang. Kontrakan Narti merupakan rumah petakan kumuh terbuat dari tripleks dan dicet apadanya, rapat dan berhimpatan satu dengan lainnya. Petakan ini memang kebanyakan dihuni oleh sesama pedagang dipasar.

    Tidak berapa lama Warto tiba dipetakan Narti, suasana petakan sepi karena jam segini sekitar jam 9 sampai jam 11 kebanyakan penghuni pergi ke pasar induk kramat jati untuk membeli barang dagangan. ceritasexdewasa.org Warto sedikit cemas, jangan-jangan Narti juga pergi belanja ke pasar induk. Dengan ragu-ragu Warto mencoba mengetuk pintu petakan Narti, sepi tidak terdengar jawaban, kembali Warto menjadi ragu apakah Narti ada di petakan. Ia kembali mencoba mengetuk pintu, tidak juga ada jawaban, ketika Warto mulai merasa putus asa, terdengar suara penghuni sebelah petakan, seorang nenek tua, ibu dari seorang pedagang di pasar yang juga Warto kenal mengatakan bahwa Narti sedang mandi di MCK dekat musola sekitar 25 meter dari petakan Narti.

    ”Tunggu aja di dalam mas, mbak Narti sebentar lagi juga selesai” ujar nenek tetangga Narti.
    ”Baik nek, tak tunggu disini aja” jawab Warto dengan logat jawanya yang dihaluskan karena menghormati nenek.

    Dengan perasaan galau Warto menunggu Narti, tidak begitu lama Warto menunggu terlihat Narti tergopong berjalan setengah berlari sambil menutupi bagian dadanya yang nampak tercetak dua bukit kembar karena Narti tidak menggunakan handuk melainkan menggunakan daster tidurnya yang telah tipis apalagi setengah basah kena air ketika ia mandi di MCK tadi.

    ”Weh ada mas Warto, ada apa mas tumben kesini, ada perlu sama aku” Narti nyerocos sambil tetap bejalan menuju pintu petakannya
    ”Ya.. mbak.. aku ada perlu nih” Narti menyuruh Warto masuk kepetakannya, karena ia tidak enak bicara diluar, ia berpikir tidak mungkin mas Warto pagi-pagi begini kepetakannya kalau tidak ada perlu apalagi Narti melihat wajah Warto tampak sedih.
    ”Ada apa Mas, sepertinya lagi sedih nih” tanya Narti
    ”Aku butuh uang Mbak budeku dikampung sakit, beliau minta aku mengirim uang untuk biaya berobat”, mata Warto tidak lepas dari cetakan dada yang amat jelas didada Narti.

    Dasar, wong lagi bingung kok matanya tetap ke ”susuku” pikir Narti.

    ”Sakit apa” Narti mencoba menyakinkan, dengan tidak berusaha lagi menutupi cetakan susunya seperti tadi saat ini berlari dari MCK menuju petakannya.

    Pikirnya toh mas Warto sering juga menatapnya pada saat ini berdagang.

    ”Saya nggak tau, tapi mereka meminta saya mengirim uang untuk berobat, mba boleh saya minta bayaran gerobak untuk bulan depan mbak” dengan setengah menunduk Warto mengungkapkan maksudnya kepada Narti.
    ”Mas Warto butuh berapa” tanya Narti
    ”Ya sejumlah bayaran upah saya aja, mba, 185 ribu” jawab Warto dengan masih tetap menunduk.
    ”Sebentar ya mas” Narti beranjak ke balik hordeng biliknya, entah apa yang akan dilakukan Warto bertanya-tanya.Cerita Sex Dewasa

    Sejenak Warto dapat menilik benda-benda yang ada di petakan Narti, sebuah termos, 2 buah gelas kaca yang sudah tidak bening lagi, sebuah kasur butut dan radio kecil serta sebuah changer hp masih menempel di stop kontak. Dan apa itu, sebuah BH dan celana dalam yang rendanya mulai terurai benangnya milik Narti tergantung di jemuran di dalam petakan, mungkin malu kalau di jemur di luar. Warto mengenali BH tersebut karena sering digunakan oleh Narti.

    ”Ini mas 200 ribu, aku buletin uangnya, sekalian aku membantu mas yang lagi ketimpa musibah, mudah-mudahnya bude Sakem cepat sembuh” suara Narti mengejutkan Warto yang sedang browsing sekitang petakan Narti.
    ”Aduh terima kasih mbak” mata Warto bersinar-sinar karena Narti berkenan menolongnya.
    ”Uang ini saya titipkan pada Yanto, tukang ketoprak tetangga kampungku yang kebetulan nanti sore akan pulang kampung”.
    ”Ya sudah cepat sana, nanti keburu Yanto tidak ada” ucap Narti
    ”Tanpa ba-bi-bu Warto segera kerumah Yanto, situkang ketoprak yang akan pulang kampung.
    ”Yan… ini aku titip buat bude Sakem yang sedang sakit 190 ribu rupiah, yang 10 ribu untuk nambahin ongkos kamu, sekalian salam dan katakan aku belum bisa pulang ”

    Adalah menjadi kebiasaan dilingkungan Warto, saling menitip uang apabila ada seorang kerabat, tetangga kampung atau teman yang akan pulang kampung. Warto juga telah beberapa kali dititipi oleh Yanto. Memang mereka tidak mengenal adanya transfer uang lewat bank.

    ”Baik nanti aku sampaikan To… wis kamu ndak usah bingung, semoga nggak ada apa-apa” ucap Yanto.

    ”Terima kasih To..hati-hati ya.” Warto berucap sambil permisi kepada sahabatnya yang telah berkenan menerim titipan uang darinya untuk bude yang sedang sakit dikampung.

    Kembali terbayang wajah bude Sakem, wajah yang teduh dan rela mengurus dan menganggapnya sebagai anak, wajah yang penuh kedamaian. Bagiamana budenya mengajarnya setiap malam, bagaiamana budenya menemani saat ia makan, semua kembali terbayang. Tapi karena faktor usia, saat ini beliau sedang tergolek lemah di kampung.

    Tiba-tiba ingatannya kembali ke Narti, ia belum mengucapkan apapun kepadanya apalagi terima kasih setelah ia menjadi dewa penolong baginya. Warto kembali menuju petakan Narti, untuk mengucapkan terima kasih atas pertolongan yang telah ia berikan.

    Tidak berapa lama Warto telah tiba dimuka petakan Narti, Warto langsung menyeruak masuk tanpa mengetuk lebih dulu. Terbelalak Warto melihat pemandangan yang nampak di dalam, saat itu Narti sedang mengeringkan badannya dengan daster tipis sebagai pengganti handuk. Narti hanya menggunakan handuk untuk menutupi kemaluannya, sedangkan dua buah bukit kembarnya tertutup BH warna putih cenderung sudah menjadi cream yang tampaknya tidak dapat menampung isinya. Warto tidak pernah membayangkan kalau payudara Narti begitu indahnya besar, putih dan masih seperti orang belum bersuami, mungkin karena jarang disentuh oleh suaminya

    Mereka berdua terkesima, Warto terbelalak menyaksikan pemandangan tersebut sedangkan Narti hanya diam seribu basa karena tidak tau apa yang harus dilakukannya.

    Tiba-tiba kedua mata mereka saling bertemu satu dengan yang lainnya, saling bertatapan dengan tetap tanpa suara, saat itu naluri sebagai manusia yang bicara, Warto mendekat sementara Narti masih tetap diam tanpa bahasa, sementara bibir Warto mulai mendekat bahkan dekat sekali ke kening Narti.
    .
    Narti merasakan hembusan birahi Warto, akhirnya ia merasakan sebuah ciuman lembut mendarat dikeningnya, ia memejamkan mata tak tau harus menikmati atau apa yang harus dilakukan sementara, karena lembutnya kecupan Warto, birahinyapun mulai terusik, apalagi setelah kecupan Warto turun ke pipi kemudian terus turun menelusur hingga sampai pada bibirnya.

    Hangat sekali kecupan Warto, kecupan yang memang telah lama tidak ia rasakan, lidah Warto lincah bermain di dalam mulutnya yang mau tidak mau mengundang hasratnya untuk melayani permainan lidah dan bibir Warto.

    Tangan kanan Warto mulai menelusuri bagian belakang Narti yang memang tidak terbungkus apa-apa hanya seutas tali BH yang masih menggantung disana, diusapnya lembut pinggung dan pantat Narti, kemudian tangan kirinya mulai menelusur diperut Narti sehingga menimbulkan sensasi yang tidak terkira bagi pemiliknya

    Ehhhh…………..Narti berguman menikmati usapan dan belaian serta kecupan bibir Warto, ditambah lagi tangan kiri Warto semakin mendekati dua bukit kembar miliknya yang masih terbungkus BH, sensasi yang dirasakan semakin nikmat. Tangan kanan Warto naik dari pantat menuju pengait tali BH Narti dan dengan sentuhan halus, BH itu sudah terlepas dan meluncur turun sampai tertahan oleh handuk penutup kemaluan Narti.

    Tampaklah oleh Warto dua bukit kembar milik Narti yang kini bebas menggantung tanpa penghalang. Warto semakin bersemangat dari semula mengusap, membelai kemudian kini sudah sampai pada tahap meremas, apa saja yang ia remas pantat, perut, pinggul hingga payudara Narti tidak luput dari remasannya. Hal ini semakin memuat Narti tidak berdaya, ia benar-benar dimabuk nafsu yang dibangkitkan oleh Warto seorang penarik gerobak langganannya. Ia tidak ingat lagi suaminya dikampung, ia lupa segalanya.

    Sedikit demi sedikit Warto mendorong tubuh Narti ke arah kasur butut milik Narti yang hanya menurut saja oleh dorongan tubuh Warto hingga ia menurunkan tubuhnya dan duduk dikasur. Warto mengikuti gerakan Narti menuju tempat tidur mulutnya kini bermain lincah memainkan puting susu Narti. Seakan tidak puas hanya mengecup dan mengisapnya tanggan kirinyapun ikut membantu meremas-remas bukit kembar milik Narti.

    Dengan dorongan Warto kini tubuh Narti sudah tergolek dikasur tanpa penutup dada hanya handuk yang tidak mampu lagi menutupi kemaluannya karena tersingkap oleh gesekan-gesekan tubuh mereka.

    Kebiasaan Narti, sehabis mandi ia hanya menggunakan handuk sebagai penutup barang miliknya yang paling berharga tanpa celana dalam, sedangkan bagian dada hanya dibungkus BH (mending BH-nya bagus). Kebiasaan berpakaian seperti ini kerap ia lakukan sambil beraktivitas di petakannya.

    Kebiasaan seperti ini memudahkan Warto untuk melakukan aksinya. Kembali ia mengecup bibir Narti yang memang sudah menunggu aksi Warto berikutnya. Gejolak birahi yang dirasakan segera menghempas segalanya. Statusnya sebagai istri dari Tarsica seorang petani dan pemelihara bebek di kampung tidak lagi ia ingat. Apalagi tangan kanan Warto mulai membuka handuk lusuh satu-satunya yang masih ia kenakan sebagai penutup kemaluannya.

    Dengan sekali tarik, tampaklah oleh Warto kemaluan Narti dihadapannya, rambut kemaluan yang tebal berwarna hitam tampak acak-acakan tak terawat menutupi bibis vagina milik Narti. Pantulan cahaya matahari yang menerobos lewat celah dinding petakan Narti membantu memberikan penerangan bagi Warto untuk sejenak mengamati kemaluan Narti. Ia kagum dengan Narti kemaluan Narti yang tampak menonjol persis kue apem yang adonananya sempurna.

    Narti agak risik melihat Warto memandang vaginanya seperti hendak melihat seluruhnya, tak habis akal tangan Narti mengapai tonjolan diselangkangan Warto yang memang sejak tadi menuntuk untuk dijamah, sejenak Warto terhenyak sejenak ketika tangan Narti mendarat dikemaluannya, namun hal itu tidak terlalu lama, karena kenikmatan dan sensasi yang ia rasakan amatlah menghanyutkan, apalagi Narti mulai mencoba memasukkan tangannya kedalam celana Warto. Warto tak sabar segera ia memelorotkan celana sekaligus CD-nya, agar kenikmatan yang ia rasakan semakin terasa. Kaos berlambang salah satu Caleg Partai tertentu yang ia gunakan juga tak luput ia lepaskan.Cerita Sex Dewasa

    Tampaklah oleh Narti tubuh hitam, kekar karena sering menarik gerobak sayur milik Warto mengkilap karena keringat dan torehan cahaya matahari. Belum hilang rasa kagum Narti terhadap kekekaran tubuh Warto, ia merasakan sesuatu menyentuh kemaluannya, yah tangan Warto mulai mengusap rambut kemaluan Narti yang tidak mengyangka bahwa seorang penarik gerobak mempunyai gaya bercinta yang romantis tidak seperti suaminya dikampung, cek-ecek-ecek sudah boro-boro ada pemanasan, terlalu terburu-buru, maklum katanya ia harus melihat aliran air disawah, apakah bendungan yang ia buat dapat mengalir keseluruh bagian sawahnya dengan sempurna. Jangankan orgasme bagi Narti terkadang terangsang pun belum. Lain halnya dengan Warto yang rada sabaran dalam memacu birahinya.

    Tidak puas hanya dengan membelai Warto mulai menusuk-nusukan jari manisnya kevagina Narti yang telah basah oleh cairan birahinya, hangat dan licin yang dirasakan Warto. Ehh…ehh…Narti meracau merasakan kenikmatan sentuhan tangan Warto ke dalam kelaminnya. Warto terus beraksi hingga ia tak tega melihat Narti meracau tidak menentu, mengelengkan kepalanya kekanan dan kekiri karena nikmatnya, apalagi tangan Narti beraksi dikemaluan Warto mulai tidak menentu kadang mengusap kadang menggosok kadang memencet.

    Disamping itu birahi Wartopun telah meninggi, akhirnya entah siapa yang memulai Warto yang semangat menindih tubuh Narti, atau Narti yang tak sabar menarik tubuh Warto untuk segera menindih dan memasukkan alat kelaminnya kedalam kemaluannya. Tangan Narti tetap dikemaluan Warto untuk segera membimbingnya menuju lubang vaginanya, Sejenak Warto menggosok-gosokkan kemaluan miliknya ke vagina Narti.

    Narti mengangkat pantatnya tinggi-tinggi, Warto menusukkan kemaluannya… blesss…blesssssssssssss…Narti menggit bibir merasakan kenikmatan kemaluan Warto meluncur kekemaluannya yang memang telah lama tidak dijamah oleh suaminya karena ia lama tak pulang kampung. Biasanya sebulan dua kali atau tiga kali ia pulang, tapi sudah dua bulan ini ia belum dapat pulang kampung, karena pasar sedang ramai menjelang pemilu.

    Hampir seluruh kemaluan Warto membenam di vagina Narti, sejenak mereka terdiam, masing-masing merasakan nikmatnya bersenggarama. Bagi Warto ini adalah kenikmatan yang tak terhingga yang pernah ia rasakan, karena selama ini paling-paling hanya sabun mandi, tetapi karena telah beberapa kali menonton film biru bersama-teman sesama penarik gerobak, atau pengalaman mengintip tetangga disekitar tempat ia mengontrak rumah dan karena nalurinya ia dapat menjalankan peran dengan baik.

    Selang beberapa saat mulailah Warto menaik-turunkan tubuhnya menindih tubuh Narti, bunyi kecipak karena beradunya kelamin mereka dan dengusan nafas keduanya semakin menambah sensasi bagi mereka. Suasana pagi menjelang siang, dimana matahari nampak mulai meninggi semakin menambah suhu didalam petakan Narti dan sekaligus menambah gejolak birahi mereka. Memang seputar petakan Narti pada jam-jam seperti ini terasa lebih sepi, karena sebagian besar anak-anak sedang bergelut dengan kegiatan sekolah, sementara orang tua mereka yang kebanyakan para pedagang dipasar, sedang belanja barang daganganya, paling-paling hanya beberapa anak yang belum sekolah yang tinggal dirumah atau sperti nenek tadi yang memberi tahu Warto bahwa Narti ada di dalam petakannya.

    Mas…mas..mas… ehm..ehh..ehh desahan Narti semakin tidak menentu, hal ini semakin memacu birahi Warto, dari pelan kemudian sedang kemudian cepat secara berulang-ulang Warto menghujamkan kelaminnya kedalam vagina Narti. Uhg..uhg..mba..mba..Warto mulai menimpali desahan Narti diiringi dengan dengus nafasnya laksana banteng ketaton.

    Terasa oleh Warto Narti mengangkat tubuhnya semakin tinggi dan gerakan kepalanya kekiri dan kekanan semakin cepat ditambah lagi dengan desahannya yang semakin tidak menentu, menandakan puncak birahinya akan segera tercapai. Mas…mas..aku..aku..ahhhhhhhhh. akhirnya meletuslah lahar birahi kenikmatan Narti. Kedua tangganya menarik kencang tubuh Warto agar menghimpit tubuhnya sambil menjerit perlahan menandakan kenikmatan yang tiada terkira.

    Sementara Warto juga mulai merasakan hasratnya akan segera terpenuhi, dengan kecepatan maksimal ia mamacu menaikturunkan tubuhnya menindih tubuh Narti yang nampak tak berdaya setelah mengalami orgasme. Keringat mengucur deras hari tubuh hitamnya eh..eh..ehhhhh aku keluar mba…ahhhh. Tak terbayangkan nikmat yang dirasakan Warto, terasa dari ujung jari kaki sambil keubun-ubun ia rasakan, sejenak ia terdiam dengan tetap menindih tubuh Narti yang juga ikut menikmati semburan sperma Warto di rahimya. Nafas Warto tidak menentu, seluruh tenaganya terkuran diakhir permainan tadi.

    Keduanya nampak terkulai lemas, setelah menikmati permainan mereka, Narti nampak terdiam sementara Warto tidak tau apa yang harus ia ucapkan. Akhirnya keduanya tertidur dengan tubuh masih telanjang tanpa sehelai benangpun.

    Narte…Narte….Narte…sayup-sayup Narti mendengan seorang memanggil namanya, antara sadar dan tidak sadar sperti bermimpi. Narte…Narte….Narte kembali terdengan suara panggilan dengan logat Batak yang kental, keduanya terbangun Narti tersentak begitu juga dengan Warto.

    Setelah berulang kali barulah Narti bangun membuka pintu petakan tempat tinggalnya, dengan pakaian sekenanya, yaitu kain jarik panjang yang biasa digunakan untuk membawa dagangannya, rupanya si Butet yang datang hendak menagih uang cicilan yang harian utang Narti kepadanya. Butet layaknya bank keliling dipasa tempat Narti berdagang, ia meminjamkan sejumlah uang kepada para pedangan dan dicicil setiap hari, minggu atau bulan tergantung perjanjian, jangan tanya soal besaran bunga, pasti lebih besar dari bank, tapi para pedangan lebih suka ke si Butet ketimbang ke Bank, karena prosedur mudah, cepat dan tidak perlu KTP, KK dan Slip Gaji (he..he.. pengalaman kredit di bank nih).

    Ia menyodorkan uang Rp. 15.000 kepada si Butet.

    ”Siang-siang begini rupanya tidur kau” seru Butet masih dengan logat yang Batak yang kental.

    Narti hanya tersenyum sambil kembali menutup pintu, meninggalkan kebingunan Butet.

    ”Bah…malas kali kau rupanya” omel Butet.

    Lain hal dengan Narti, sejenak ia kembali ketempat mereka bertempur tadi, dikasur tipisnya tidak lagi ia temui Warto, tetapi hanya sebuah kaos kucel dan kusut berlambang caleg masih, kemanakah gerangan Warto. Belum hilang kebingungan Narti, Warto muncul dari belakang lemari plastik bergambar kembang yang sudah bolong disana-sini milik Narti. Rupanya Warto bersembunyi disana saat tadi si Butet datang, ia takut kalau-kalau butet melihatnya sedang berada di patakan Narti, pasti kacau urusan.

    Narti memandang Warto yang muncul dari balik belakang lemari dengan pakaian setengah telajang dan menyadari kondisi tubuhnya yang masih tanpa mengenakan penutup kecuali jariknya. Barulah ia sadar akan apa yang terjadi, ia telah menghianati suami, telah menyerahkan sesuatu yang seharunya hanya ia berikan kepada suaminya tidak kepada Warto, menunduk ia sambil menangis.

    Sementara Warto tidak tau apa yang harus dilakukan,

    ”maafkan aku mbak…maafkan aku, hanya itu yang keluar dari mulut Warto. Narti masih saja tertunduk sambil menangis, keduan tangannya diletakkan diatas pahanya. ”Kamu nggak salah Warto, aku yang salah”. Keduanya kembali terdiam.

    Warto mencoba kembali menbangun kekakuan suasana dengan mendatangi Narti dan membelai rambutnya, lembut sekali warto melakukan itu, berulang-ulang tangannya mengusap rambut Narti, pundak dan belakang tubuh Narti yang duduk menggeloso dilantai.Cerita Sex Dewasa

    ”aku minta maaf mba” sekali lagi Warto berucap lirih.

    Narti menjatuhkan kepalanya didada Warto sambil mengangkap kepalanya dan berucap sama sperti yang ia ucapkan tadi.

    ”Kita sama-sama bersalah Warto” tambahnya.

    Seksi sekali bibir Narti saat mengucapkan itu dimata Warto, ingin sekali ia mengecup bibir seksi itu, tapi ia masih ragu karena Narti masih menenteskan air mata. Sementara belaian tangan warto di kepala pundak dan belakang tubuhnya kembali mengusik birahi Narti yang memang sudah lama tidak tersentuh suaminya. Setan terus menggoda membisikkan kata-kata birahi kepada keduanya.

    Akhirnya Warto tak tahan dengan suasana dengan yakin ia mengecup bibir Narti, apalagi ia merasakan ada reaksi di bibir dan tubuh Narti, Warto semakin berani usapan pada tubuh bagian belakang belakang sampai kebelakang telinga, mau tidak mau membangkitkan kembali hasrat seksual Narti, ia sedikit beringsuk kekiri meluruskan tubuhnya hingga berhadap-hadapan dengan Warto sambil tetap menerima rangsangan dari bibir Warto, tangannya mulai mencari apa yang seharusnya ia lakukan, mencari sesuatu diselangkangan Warto yang memang sudah kembali terbangun dan siap beraksi.

    Tegang dan keras serta mengkilap dibagian kepala sesaat ia mencuri pandang saat Warto mengecup bibirnya. Warto agak terkejut dan sedikit mengangkat pantatnya manakala tangan Narti menyentuh kelaminnya. Kini kecupannya tidak lagi di bibir Narti tetapi sudah kepipi kemudian turun keleher dan sampailah pada bagian atas dada Narto, terus turun diantara dua bukit kembar milik Narti, tangan kirinya menggapai buah dada Narti sebelah kiri sementara mulutnya mengecup halus puting susu Narti sebelah kanan sambil menjilat dan mengigit secara lembut.

    Narti mendorong tubuhnya kemuka sementara tangan kirinya merapatkan kepala Warto dan menyodor kedua payudaranya. Tenggelam wajah Warto di dada Narti, sementara tangan Narti semakin keras mengenggam penis Warto sambil turus menaik-turunkan tangannya mengusap dan mengocok penis Warto. Beberapa lama aksi ini mereka lakukan, hingga akhirnya terdengar suara Narti

    “mas…mas…mas Warto sekarang, aku nggak tahan”. Narto menrorong tubuh Narti ke kasur tipis dengan kepalanya tetap payudara Narti, yang mengikuti gerakan Warto menidurinya.

    Penis Warto yang sudah menegang maksimal sementara vagina Narti telah basah kuyup sejak sesekali tangan Warto menjamahnya, mudah bagi Warto memasukkan penisnya ke vagina Narti, hangat ia rasakan menjalar dibatang kelaminnya. Sejenak berhenti, kemudian maju dan mundur secara berirama Warto menggenjot Narti. Sementara Narti begitu menikmatinya, kain jarik menutup tubuhnya tadi sudah tak tahu entah kemana, nikmat sekali ia rasakan sodokan Warto dikelaminnya, terus…terus…terus…ahh..ahh, ia mendesah tak teratur.

    Baca Juga Cerita Sex Tante Horny

    Birahi yang dibangkitkan Warto melalui penis, kecupan pada bibir dan payudara serta usapan pada belakang telinga dan bisikan-bisikan mesra yang diucapkan Warto membuat Narti semakin mendekati puncak kenikmatan, ahh..ahh..ahhh..aku mau ssssaampaai..terusssss, makin tidak karuan ucapan Narti. Hingga akhirnya meledaklah birahi Narti diiringi dengan semakin maksimalnya hujaman-hujaman penis Warto yang juga akan sampai pada puncaknya.

    Ahhhhhhh ….bersamaan mereka mencapai hasrat birahinya, nafas kedua memacu tak karuan sementaram keringat mengucur dari kedua tubuh mereka, Warto masih menindih tubuh Narti, ketika ia sadar bahwa ia harus segera bekerja manarik gerobak sayurnya, sementara Narti juga tersadar bahwa ia harus segera kelapak dagangnya. Akhirnya waktu menghentikan pertempuran mereka sebelum keluar dari petakan Narti, Warto masih sembat mengecup bibir dan mengusap payudara Narti. Sementara Narti terseyum sambil memegang kedua payudaranya menyuguhkan kepada Warto seakan menantang.

    Sejak kejadian itu mereka, beberapa kali kembali mengulanginya setiap ada kesempatan, kadang di petakan Narti, kadang ditempat Warto, bahkan mereka pernah melakukannya di rel kerata api dilakang pasar tengan tetap berpakaian.

    Pernah suatu ketika hasrat Narti begitu menggebu, kebetulan pasar sudah mulai sepi karena sudah jam 1 dini hari, ia mengirim pesan pendek kepada Warto untuk segera menjumpainya ditempat ”biasa”…..