PERAWAN

  • ADIK IPARKU YANG CANTIK

    ADIK IPARKU YANG CANTIK


    6275 views

    adik piar ku yang cantik aku entot saat telanjang

    Aku hidup bahagia bersama istri dan ke-2 anak-anaku, laki2 dan perempuan walopun akuhanya pegawai rendahan di suatu instansi pemerintah di kota B. Kami menempati rumahtipe 45, cicilan rumah BTN, yang kemudian di renov secara sederhana sehinggamempunyai 3 kamar tidur yang berukuran tidak terlalu besar.

     

    Suatu hari, di tahun 1992, kami kedatangan ibu mertua bersama adik ipar saya yangpaling kecil, sebut saja Neng, baru lulus SLA. Atas permintaan ibu mertua, untuksementara ikut kami sambil mencari pekerjaan. Perbedaan umur Aku dan Neng cukupjauh, sekitar 10 tahun. Karena kami dari daerah Jawa Barat, Neng memanggilku dengansebutan Aa (yang artinya kakak laki2).

    Sementara belum mendapatkan pekerjaan, Neng mengikuti berbagai kursus, BahasaInggris, Komputer, Akutansi, dan atas ijin serta perintah istriku, Aku kebagian untukantar jemput menggunakan motor ëbekjulí ku. Bekjul maksudnya motor bebek 70 cc. Mungkin karena nasib baik atau memang wajah Neng cukup cantik, tidak sampaiseminggi, Neng mendapat tawaran pekerjaan sebagai pelayan toko yang cukup bonafidedenga pembagian kerja, seminggu bagian pagi dan seminggu kebagian malam, demikiansilih berganti. dan kalau kebagian kerja malam, aku bertugas untuk menjemputnya, biasanya toko tutup pukul 21.00 dan pegawai baru bisa pulang sekitar 21.30. Perjalanandari toko ke rumah tidak begitu jauh, bisanya ditempuh sekitar 30 menitan. Neng anaknya manja, mungkin karena bungsu, setiap kali di bonceng motor, apalagi kalomalam pulang kerja, dia akan memelukku dengan erat, mungkin juga karena hawa malamyang dingin.

    Entah sengaja atau tidak, payudaranya yang sudah cukup besar akanmenempel di punggungku. Hal ini selalu terjadi setiap kali aku menjemput Neng pulangkerja malam, tapi yang heran, kelihatannya Neng tidak ada rasa bersalah ataupun rikuhsedikitpun setiap kali payudara nempel di punggungku, mungkin dianggapnya hal inisuatu konsekuensi logis bila berboncengan naik motor. Akulah yang sering berhayal yangtidak-tidak, seringkali dengan sengaja motor kukemudikan dengan kecepatan rendah, kadangkala sengaja mencari jalan yang memutar agar bisa merasakan gesekan-gesekannikmat di punggungku lebih lama. Pada suatu malam, seperti biasanya Aku menjemput Neng pulang kerja malem, sampairumah sekitar pukul 22.15 dan seperti biasanya istriku yang membukakan pintu. Setelahmembukakan pintu istriku akan kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur.

    Malam ituaku tidak langsung tidur, aku ke dapur, memanaskan air untuk membuat kopi karenaberniat untuk menonton pertandinga sepak bola di TV, kalau tidak salah saat itukesebelasan paforitku main, Brazil. Saat aku keluar dari dapur, secara bersamaan Nengjuga keluar dari kamar mandi, sehingga kami sama berada di lorong depan kamar mandi, entah apa penyebabnya, malam itu kami sama-sama berhenti dan saling pandang tanpasepatah katapun keluar dari mulut kami masing-masing.Tiba-tiba ada suatu dorongan, secara cepat aku rangkul dan aku kecup bibirnya selamabeberapa detik. Setelah itu Neng melepaskan diri dari rangkulanku dan dengan tergesamasuk ke kamarnya. Aku kembali ke ruang tengah untuk melihat pertandingan bola, tapiperasaanku kacau, tidak konsen pada acara di TV. Saat itu ada perasaan takutmenghantuiku, takut Neng ngadu ke istriku, bisa-bisa perang dunia ke tiga.

    Saat pikiranku kacau, aku dikejutkan suara peluit dari dapur yang menandakan air telahmendidih, bergegas aku ke dapur untuk membuat kopi. Kembali aku keruang tengansambil membawa secangkir kopi yang nikmat sekali, tetapi tetap saja pikiranku kacau. kok bisa-bisanya tadi aku mengecup bibir Neng??????Dalam kegalauan perasaanku, kembali dikejutkan dengan suara lonceng yangmenunjukkan pukul 23.30. Saat itu aku melihat kamar Neng lampunya masih nyala, yangmenandakan penghuninya belum tidur, karena aku tau Neng selalu mematikan lampunyaapabila tidur. Terpikirkan olehku, harus memastikan bahwa Neng tidak marah olehulahku tadi dan berharap istriku tidak sampai tau insiden tersebut. Dengan pelahan, aku buka kamarku untuk melihat istriku, ternyata dia sudah pulas, tergambar dari dengkurannya yang halus disertasi helaan nafar yang teratur. Denganpelahan kututup kembali pintu kamar dan secara pelahan pula kubuka pegangan pintukamar Neng, ternyata tidak dikunci, pelahan tapi pasti pintu kubuka dan kudapati Nengduduk di atas tempat tidur sambil memeluk bantal menghadap tembok. Perlahan akudekati, tiba-tiba Neng menoleh kearahku, kulihat matanya merah berkaca-kaca, akubertambah khawatir, Neng pasti marah dengan kelakuanku tadi. Diluar dugaan, Nengberdiri mendekatiku dan tiba-tiba memelukku dengan erat sambil kembali menangis lirih. Tambah bingung aku dibuatnya, kemudian utnuk memastikan apa yang terjadisebenarnya, dengan pelahan dan hati-hati aku raih mukanya dan aku tengadahkan, ìKamu marah?î, pertanyaan konyol tiba-tiba keluar dari mulutku. Tanpa kata-kata, Nengmenjawab dengan gelengan kepala sambil tajam menatapku. Kami beradu pandang, danentah dorongan dari mana, secara pelahan kudekatkan bibirku ke bibirnya, ketika tidakada usaha tolakan dari Neng, dengan lembut kembali kukecup bibirnya.

    Setelah beberapalama, terasa ada reaksi dari Neng, rupanya dia juga menikmati kecupan tersebut. Akhirnya kecupan ini berlangsung lebih lama dan kami saling memeluk dengan erat, saling mengeluarkan emosi yang kami sendiri tidak tau bagaimana menggambarkannya. Tetapi kemesraan ini harus segera diakhiri, sebelum dipergoki oleh isi rumah yang lain, terutama istriku. Segera aku keluar kamar, kembali keruang tengah untuk melanjutkanmelihat sepak bola yang ternyata sudah berakhir dengan skor yang tidak aku ketahui. Akhirnya TV kumatikan dan aku masuk kekamarku untuk tidur dengan perasaan yangsangat bahagia. Hubungan kami tambah erat dan tambah mesra, setiapkali ada kesempatan kejadianmalam itu selalu kami ulangi, dan tentunyanya makin hari kualitasnya makin bertambahmesra.Suatu hari, aku pulang kerja lebih awal dan kudapati di rumah hanya ada adikku Nengdan pembantu. Pembantuku anak perempuan lulusan SMP yang tidak melanjutkansekolah karena biaya, rumahnya tidak jauh dari rumahku, jadi pagi-pagi datang dan sorehari pulang. Badan pembantuku termasuk bongsor, kulitnya sawo matang dengan mukayang cukup manis untuk ukuran pembantu.

    Kembali kepokok cerita, rupanya istriku sedang pergi dengan ke 2 anakku, berdasarkansurat yang diditipkan ke Neng, sedang berkunjung ketempat Tante yang katanya sedangmengadakan syukuran. Seperti biasanya, sore itu sekitar pk 16.00 pembantuku ijin pulang, maka tinggallah kamiberdua, aku dan Neng, sementara istri dan anak-anakku masih dirumah tante. Tanpa dikomando, rupanya kami sama-sama memendam kerinduan, sepeninggalpembantu, setelah pintu depan dikunci, kami saling berpelukan dengan erar danberpagutan untuk menumpahkan perasaan masing-masing. Setelah beberapa lama kamiberpagutan sambil berdiri, secara perlahan aku menuntun Neng sambil masih berpelukanke arah kamar dan melanjutkan pergulatan di atas tempat tidur. abibir kami saling berpagutan sambil saling sedot dan saling menggelitik menggunakanlidah, tanganku mencoba meraba payudaranya dari balik kaos yang dipakai, rupanyaulahku sangat mengejutkan, ssstttttÖÖ.. sssttt Ö. sssstttt, terdengar erangan sepertiorang kepedasan pada saat aku permainkan putingnya. Aku tambah agresip, kuangkat kaos yang dipakainya, telihatlah payudaranya yang masihditutupi beha tipis, dengan tergesa aku singkap beha-nya dan dengan rakus aku kecup danaku permainkan dengan lidah putingnya. Akibatnya sangat luar biasa, ssstttt Ö.. ooohhhÖ.. uuuhh Ö.ssstttt ,,, demikian rintihanpanjang Neng,

    hal ini terjadi karena belum pernah ada laki-laki yang menjamah, ternyataakulah laki-laki pertama yang mencium bibirnya dan pembermainkan payudaranya. Pakaian kami makin awut-awutan, aku berharap istriku tidak pulang cepat. kamimelanjutkan kemesaraan, kali ini aku kembali mencium bibirnya sambil meremas-remaspayudara dan sesekali mempermainkan putingnya. kali ini aku memesrai Neng sambilmenindih badannya, perlahan tapi pasti aku berusaha menggesekkan adik kecilku yangsudah sangat keras ke kemaluannya yang rupanya juga sudah mulai lembab. Kembali terdengar eranga-erangan nikmat, ssssttt ÖÖÖ uuuhhh Ö.. ooohhhh ÖÖuuuh. Bibir dengan cekatan menyedot payudaranya silih berganti sambil menggesekkan adikkecilku yang sudah sangat keras ke kemaluannya, kami masih sama-sama pakai baju. Neng pakai bawahan dan kaos, aku masih memakai pakain kerja. Aku makin bernafsu, aku singkap bawahan Neng sehingga nampak celana dalamnyayang sudah lembab kemudian kembali aku gesek-gesekan adik kecilku sambi tidak henti- hentinya mengecup payudara dan mempermainkan putingnya.Erangan-erangan panjang kembali terdengan dan tiba-tiba Neng memeluku dengan sangat erat dan terdengar erangan panjang uuuuhhhhÖÖÖÖ.. uuuuuuuuhhhhÖÖ. uuuuuuhhhhhhhÖ.. aduuuuuuuuhhÖÖ. rupanya Neng mengalami orgasme, mungkinini adalah orgasme yang pertama yang pernah dialaminya.

    Lama-lama cengekeramanNeng makin mengendur dan lepas seiiring dengan selesainya orgasme tadi. Aku????belum tersalurkan, tapi merasakan kebahagiaanya yang amat sangat karena telah berhasilmembuat Neng yang sangat kusayang bisa mendapatkan orgasme yang ternyata barudialami saat itu dan merupakan orgasme yang pertama. Sejak kejadian itu, maksudnya sejak Neng mendapatkan orgasme yang pertama, kamiselalu mencari-cari kesempatan untuk mengulanginya. Tetapi kesempatannya tidakmudah, karena kami tidak mau menanggung resiko sampai kepergok oleh istriku.

    Pada suatu malam, sekitar pukul 23.00, saat aku berada dalam kamar bersama istriku, terdengar suara pintu kamar sebelah terbuka, dan terdengar langkah-langkah halusmenuju kamar mandi, aku dapat menebak dengan pasti bahwa itu adalah Neng yang adakeperluan ke kamar mandi, kuperhatikan istriku sudah tertidur dengan nyenyak yangditandai dengan dengkuran halus yang teratur. Dengan sangat hati-hati, aku buka pintukamar sehalus mungkin dengan harapan tidak ada suara yang dapat menyebabkan istrikuterbangun, lalu dengan perlahan pula pintu kututup kembali dan secara pelahan akumenuju lorong yang menghubungkan ke kamar mandi. Aku berdiri di lorong sambilmemperhatikan pintu kamarku bagian bawah, kalau-kalau ada lintasan bayangan yangmenandakan istriku bangun, sementara telingaku tidak lepas mendengarkan apa yangterjadi di kamar mandi. Tidak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, dan benar dugaanku, Neng keluar darikamar mandi dengan memakai baju tidur warna kuning kesukaannya. Baju tidur yangdipakai adalah model terusan dengan bukaan di bagian dada dan bagian bawah sebataslutut. ìNgapain A berdiri di situî tegur Neng memecah kesunyian, ìNungguin kamuî jawabku. Tanpa dikomando, kuraih lengannya dan wajah kami saling mendekat, tak ayal lagi kamiberpagutan melampiaskan kerinduan kami. Beberapa saat kemudian kami melepaskanpagutan sambil tersengal. ìA, Neng pengen Öî bisiknya lirih di telingaku. Aku maklum apa yang diinginkan Neng, kembali kukecup bibirnya sambil kuremas halus payudaranya, rupanya Neng kali initidak memakai beha.

    Aku buka satu kancing baju tidurnya, dan nongolah payudaranyayang putih disertai tonjolan coklat kemerahan. Tak ayal lagi, bibirku berpindah kepayudaranya dengan disertai sedotan dan gigitan-gigitan lembut pada tonjolan halus yangcoklat kemerahan itu. î Sssstttttt ÖÖ uuuhhî terdengar desahan-desahan halus, menandakan Neng mulaiterangsang. Tanganku turun, meraba pinggang, terus turun lagi, lagi dan sampailahkegundukan di bawah pusar, kuusap halus sambil kadang meremas sampai jari tengahku menemui lekukan di balik baju tidur dan celana dalam. î uuuhhh Ö. uuuhhh î rupanyarabaan itu menambah rangsangan. ìA, pengen Ö.î kembali bisikan lirih di telingaku, kemudian aku jongkok sehinggakemaluan Neng tepat di mukaku, Kuangkat rok baju tidur, terlihat celana dalam warnaputih yang tipis dan agak lembab, dengan bernafsu aku mulai menjilati kemaluan Nengyang masih dibungkus celana dalam. î uuuhhh Ö.ssstttt Ö.. uuhhuuî kembali terdengarerangan-erangan kenikmatan yang menambah nafsuku makin bergejolak. Kucoba menyingkap celana dalamnya, terlihatlah gumpalah daging yang ditumbuhi bulu- bulu halus. Untuk pertama kali aku melihat langsung kemaluan Neng, aroma khas mulaitercium, tanpa membuang waktu aku mulai mencium gundukan daging yang sangatmenimbulkan minat itu, sampai akhirnya aku menemukan lekukan yang lembabberwarna kemerah-merahan.

    Aku makin semangat menjilat-jilat lekukan yang sudahsangat lembab itu. ìuuhhh Ö.. aaahhhhh Ö.sssttt Ö. uuuhhhhhî suara erangan makinkeras dan terasa rambutku dipegang dengan keras dengan gerakan menekan. Hal inisemakin membuat nafsuku berkobar-kobar dan makin inten lidahku menjilati lekukan itu, keluar – masuk, ke kiri – kana, ke atas – bawah, demikian berulang ulang sampai padasuatu saat terasa jambakan pada rambutku makin keras disertai himpitan kaki dikepalaku. ìUuuuuuuuhhhhhhh Ö.. aaaaaahhhhhhh Ö.. uuuuhhhhhî terdengan erangan panjangdisertai keluarya cairan yang cukup banyak membasahi mulut dan mukaku. Mukakuterasa dihimpit keras sekali sampai-sampai kesulitan untuk bernafas. ìUuuhhhhhhhhhhh Ö. aaahhhhhhhhhhî kembali erangan panjang terdengar disertaidengan himpitan dan gerataran yang khas, menandakan orgasme telah dicapai oleh Nengdisertai semprotan cairan yang cukup banyak membasahi mukaku. Aku peluk dengankuat kakinya disertai himpitan dan tekanan mukaku ke kemaluan Neng, karena akumaklum hal seperti inilah yang diinginkan wanita pada saat mencapai puncakorgasmenya. Beberapa lama kemudian, mulai mengendur himpitan pada mukaku, sampai akhirnyatenang kembali. Aku berdiri dan ku peluk Neng dengan mesra ìTerima kasih ya Aîterdengar bisikan di telingaku. Kejadian-kejadian ini terus kami ulangi kalau ada kesempatan, tapi karena niatku yangtidak ingin merusak adiku sendiri, sampai akhirnya Neng menemukan jodoh dan menikahmasih dalam keadaan perawan.

    Demikian sebagian pengalamanku dengan adik iparkuyang cantik.

  • ARYANI GADIS DESA

    ARYANI GADIS DESA


    1149 views

    aryani hebat saat bersetubuh

    Aryani, Gadis DesaDitulis pada Februari 14, 2008 oleh indostoriesNamaku Roni, masih single, sekarang eksekutif di salah satu perusahaan ternama diJakarta. Aku mau cerita mengenai pengalaman pertamaku berhubungan dengan seoranggadis ketika baru naik ke kelas 3 SMA. Dalam perbincangan dengan teman-teman sekelas terutama cowok-cowok, sering kamiberbagi pengalaman seru masing-masing. Dari para sahabatku, cuma aku seorang yangmasih perjaka. Yang lainnya sudah masuk golongan pemanah. Ada yang nyikatpembantunya, pacarnya, dan ada juga yang melakukannya dengan wanita pro. Sedangaku ? Pacarku seorang yang tekun menjalani agama. Kalau bertamu ke rumahnya sajaselalu ada orang lain yang menemani entah ayah, ibu atau saudara kandungnya. Kesempatan yang ada cuma saat pamit ketika ia mengantarkan ke luar rumah. Itupanhanya ciuman di pipi saja. Main dengan yang pro aku tidak punya cukup keberanian. Pembantu ? Pembantuku STW berkain kebaya, dan sama sekali tidak menarik. Suatu hari sepulang ke rumah setelah latihan band dengan teman-temanku, aku berteriakmemanggil bik Minah pembantuku agar menyiapkan makanan. ìBik Minah pulang kekampungnya, dijemput adiknya tadi pagi, karena salah satu ponakannya akan dinikahioleh seorang cukup terpandang di desanya. Nah rupanya akan ada pesta besar-besaran dikampung. Mungkin bulan depan bik Minah baru balik, î kata ibuku. ìTapi nggak usahkhawatir, Aryani anak bik Minah yang membantu kita selama bik Minah tidak ada, kebetulan ini kan musim liburan sekolah.

    ì Tak lama ada seseorang yang datang membawakan makanan. Aku tidak memperhatikankarena kupikir anaknya bik Minah pasti kurang lebih sama dengan ibunya. Tapi ketikaaku menoleh, ya ampun, ternyata manis juga anak ini. Kulitnya bening, wajahnya polosdengan bibir tipis agak kemerahan, rambut dikepang kuda. Ukurannya sedang-sedangsaja. Mungkin kalau dipermak sedikit orang tidak akan menyangka ia cuma anakpembantu. Tak lama ibuku berteriak dari ruang depan, mengatakan bahwa ia akan pergi kepertemuan wanita sampai malam. Di rumah tinggal aku dan Aryani. ìYani, sini temenin aku ngobrol sambil aku makan, î kataku ketika melihat Aryanimelintas. ìKamu sekolah kelas berapa Yan ?ìSMP kelas 3, mas. Tapi tidak tahu tahun depan apa bisa melanjutkan ke SMA, î katanyapolos. ìDi kampung sudah punya pacar apa belum ? Atau apa malah sudah dilamar ? î tanyakulagi.!ìBelum mas, sungguh !î jawab Aryani. ìKalau mas sendiri, pasti sudah punya pacar ya?îìGadis kota mana mau sama aku, Ya ? î kataku mulai mengeluarkan rayuan gombal. ìLagipula aku sukanya gadis yang masih polos seperti kamu. ììAh mas, bisa saja, î katanya malu-malu, ìAku kan cuma anak seorang pembantu. ììYan, aku sudah selesai makan. Nanti setelah beres-beres kamu temenin aku ke ruangatas ya. Soalnya aku kesepian, bapak dan ibu baru pulang malam hari, î kataku sambilbergegas naik ke lantai atas sambil mikir gimana ya bisa ngadalin si Aryani. Kutunggu-tunggu Aryani tidak naik-naik ke lantai atas. Akhirnya dia datang juga, rupanya habis mandi, karena tercium wangi sabun luks.

    Segera kusuruh ia dudukmenemaniku nonton VCD. Sengaja kuputar film pinjeman temanku yang biasanyakuputar kalau bapak/ ibu tidak di rumah. Kupilih yang tidak terlalu vulgar, supaya Aryanijangan sampai kaget melihatnya. Adegan yang ada paling cuma percintaan sampai diranjang tanpa memperlihatkan dengan detail. Rupanya adegan-adegan itu membuat Aryani terpengaruh juga, duduknya jadi tidak bisadiam. ìMas. sudah ya nontonnya, aku mau ke bawah, î katanya. ìTunggu dulu, Yan, aku mau ngomong, î kataku yang telah dapat ide untuk menjeratnya, ìKamu takut tidak bisa melanjutkan sekolah apa karena biaya ? Kalau cuma itu, soalsepele, aku akan membantumu, asal ÖîìAsal apa mas, î katanya bersemangat. ìAsal kamu mau membantu aku juga, î kataku sambil pindah ke dekatnya. Segera kuraihtangannya, kupeluk dan kucium bibirnya. Aryani sangat kaget dan segera berontaksambil menangis. ìYani, kamu pikir aku akan memperkosamu ? î kataku lembut. ìAku cuma mau supayakamu bersedia menjadi pacarku. ìIa membelalak tidak percaya. Sebelum ia sempat mngucapkan apa-apa kuserbu lagi, tapikali dengan lebih lembut kukecup keningnya, lalu bibirnya. Kugigit telinganya, dankuciumi lehernya. Aryani terengah-engah terbawa kenikmatan yang belum pernahdialami sebelumnya. Ingin rasanya segera kurebahkan dan kutiduri, tapi akal sehatkumengatakan jangan terburu-buru.

    Menikmati kopi panas harus ditiup-tiup dulu sebelumdireguk. Kalau langsung bisa lidah terbakar dan akhirnya malah tidak dapat apa-apa. Perlahan-lahan dari menciumi lehernya aku turun ke bagian atas dadanya, dan kubukakancing dasternya dari belakang tanpa setahunya. Tetapi ketika akan kuturnkan dasternyaia tersadar dan mau protes. Segera kubuka baju kaos t-shirt ku sambil mengatakan udara!sangat panas. Ia tersipu melihat dadaku yang bidang, hasil rajin fitness. ìYan kamucurang sudah lihat dadaku, sekarang biar impas aku juga mau lihat kamu punya dong. ììAh jangan mas, malu, î katanya sambil memegang erat bagian depan dasternya. ìBajunya doang yang dibuka, Yan. kalau malu behanya nggak usah, î kataku sambilmenyerbunya lagi dengan ciuman. Yani tergagap dan kurang siap dengan serbuankusehingga aku berhasil membuka dasternya. Segera kuciumi bagian seputar payudaranyayang masih tertutup beha berwarna hitam. ìAduh mas, mhm, enak sekali, î katanya sambil menggelinjang. Tangankupun bergerilyamembuka pengait behanya. Tetapi ketika kulepaskan ciumanku karena hendak membuka behanya ia kembali tersadardan protes, î lho mas janjinya behanya tidak dibuka, ì Tanpa menjawab segera kuserbu payudaranya yang tidak besar tetapi sangat indahbentuknya, dengan puting yang kecil berwarna coklat muda. Kukulum payudarakanannya sambil kuemut-emut.

    Ia tidak dapat berkata-kata tetapi menjerit-jerit keenakan. Terdengar alunan suara erangan yang indah, î mph, ehm, ahhh, ë dari bibirnya yangmungil. Jemariku segera mulai menjelajah selangkangannya yang masih tertutup CDyang juga berwarna hitam. Rupanya hebat sekali rangsangan demi rangsangan yangAyryani terima sehingga mulai keluar cairan dari MQ-nya yang membasahi CDnya. ìOh mas, oh mas, mph, enak sekali, î lenguhnya. Tanpa disadarinya jariku sudahmenyelinap ke balik CD-nya dan mulai menari-nari di celah kewanitaannya. Jarikuberhasil menyentuh klitorisnya dan terus kuputar-putar, membuatnya badannyagemetaran merasakan kenikmatan yang amat sangat. Sengaja tidak kucolok, karena itubukan bagian jariku tetapi adik kecilku nanti. ìAhhh !î jerit Aryani, dibarengi tubuhnya yang mengejang. Rupanya ia sudah mencapaiklimaksnya. Tak lama tubuhnya melemas, setelah mengalami kenikmatan pertama kalidalam hidupnya. Ia terbaring di sofa dengan setengah telanjang, hanya sebuah CD yangmenutupi tubuhnya. Segera aku berdiri dan melepaskan celana panjang serta CD-ku, pikirku ia masih lemas, pasti tidak akan banyak protes. ìLho mas, kok mas telanjang. Jangan mas, jangan sampaiterlalu jauh, î katanya sambil berusaha untuk duduk. ììYan, kamu itu curang sekali. Kamu sudah merasakan kenikmatan, aku belum. kamusudah melihat seluruh tubuhku, aku cuma bagian atas saja, î kataku sambil secepat kilatmenarik cd-nya. ìMas, jangan ! î protesnya sambil mau memertahankan CD-nya, tetapi ternyata kalahtangkas dengan kecepatan tanganku yang berhasil melolosi CD-nya dari kedua kakinya. Terlihatlah pemandangan indah yang baru pertama kali kulihat langsung. MQ-nya masih  , dan baru ditumbuhi sedikit bulu-bulu jarang. Adik kecilku langsung membesardan mengerasSegera kuciumi bibirnya kembali dan kulumat payudaranya. Aryani kembali terangsang. Lalu sambil kuciumi lehernya Kunaiki tubuhnya. Kubuka kedua kakinya dengan keduakakiku, ìmas, jangan, oh !î katanya. Tetapi tanpa memperdulikan protesnya kulumatbibirnya agar tidak dapat bersuara.

    Perlahan-lahan torpedoku mulai mencari sasarannya. Ah, ternyata susah sekali memasukkan burung peliaraanku ke sangkarnya yang baru. Bolak-balik meleset dari sasarannya. Aku tidak tahu pasti di mana letaknya sang lubangkenikmatan. ìMas, jangan, aku masih perawan, î protes Aryani ketika berhasil melepaskan bibirnyadari ciumanku. ìJangan takut sayang, aku cuma gesek-gesek di luar saja, î kataku ngegombal sambilmemegang torpedo dan mengarahkannya ke celah yang sangat sempit. Ketika tepat di depan gua kewanitaannya, kutempelkan dan kusegesk-gesek sambil jugakuputar-putar di dinding luar MQ-nya. ìMas, mas, mphm, oh, uenak sekali, î katanyapenuh kenikmatan.

    Kurasakan cairan pelumasnya mulai keluar kembali dan membasahihelmku. Lalu mulai kepala helmku sedikit demi sedikit kumasukkan ke dalam MQ-nya denganmenyodoknya perlahan-lahan, ìAw mas, sakit ! Tadi katanya tidak akan dimasukkan, î protes Aryani, ketika kepala helmku mulai agak masuk. ìNggak kok, ini masih di luar. Udah nggak usah protes, nikmatin aja, Yan !î kataku setengah berbohong sambil terusbekerja. Sempit sekali lubangnya si Yani, sehingga susah bagiku untuk memasukkan torpoedokuseluruhnya. Wah kalau begini terus, jangan-jangan si otong sudah muntah duluan di luar, pikirku. Sambil sedikit demi sedikit memaju-mundurkan torpedoku, kugigiti telinganyadengan gigitan kecil-kecil. Tiba-tiba kugigit telinganya agak keras, Yani terpekik, ìAw !î Saat itu dengan sekuat tenagaku kusodok torpedoku yang berhasil tenggelam semuanyadi MQ-nya Aryani. Gerakan pantatku semakin menggila memaju-mundurkan torpedoku di dalam MQAryani. Tetapi tidak kutarik sampai kelaut, takut susah lagi memasukkannya.

    Rupanyarasa sakit yang dialami Aryani tergantikan dengan rasa nikmat. Yang keluar dari bibirmungilnya hanyalah suara ah, uh, ah, uh setiap kali ku maju mundurkan torpedoku, menandakan ia sangat menikmati pengalaman baru ini. Torpedoku semakin menegang. Keringat bercucuran dari tubuhku, Akupun melngalamikenikmatan yang selama ini hanya kuimpikan. Sekitar selangkanganku terasa ngilu. Rupanya aku sudah mendekati klimaks. Gerakan pantatku semakin cepat, terasa jepitanMQ perawan desa ini semakin kencang juga. Empuk sekali rasanya setiap kali torpedokuterbenam di dalamnya. Terasa hampir meledak torpedoku, siap memuntahkan lahar!panasnya ke dalam surga kenikmatan Aryani. Dengan sekut tenaga kubenamkantorpedoku sedalam-dalamnya dan crot, crot, cort ! Air maniku muncrat ke dalam rahimAryani, Terdengar lenguhan panjang dari bibir mungil Aryani.

    Rupanya kami mencapai orgasme bersamaan. Tubuhkupun jatuh terbaring di atas tubuhnya penuh dengan kenikmatan. Kami berdua terbaring tak berdaya. Tubuh lemas, tetapi masih terasa kenikmatan yang sampai ke ubun-bubun!

  • BERCINTA DENGAN PERAWAN

    BERCINTA DENGAN PERAWAN


    2012 views

    PERAWAN MEMANG MENGGODA

    Shanti baru saja selesai menyapu lantai. Dan sekarang ia berniat mencuci piring kotor. Iaberjalan masuk kedalam dapur dan mendapati Mbak Tuti sedang membenahi peralatandapur. Pada jam seperti ini restoran tempat mereka bekerja sudah sepi. Hari ini giliranShanti yang harus pulang lambat karena ia harus merapikan restoran untuk buka nantimalam. Begitulah keadaan restoran dikota kecil, pagi buka sampai jam 3 sore lalu tutupdan buka kembali jam 7 malam. Shanti tahu ia tak akan sempat pulang karena ia harusbekerja merapihkan tempat itu bersama Tuti. Shanti adalah seorang gadis yang cantik dan ramah. Usianya sudah 17 tahun dan ia takdapat lagi meneruskan sekolahnya karena orang tuanya tidak mampu. Wajahnya oval dansangat bersih, kulit gadis itu kuning langsat.

    Mata Shanti bersinar lembut, bibirnyakemerahan tanpa lipstik. Shanti mempunyai rambut yang panjang sampai dadanya, berwarna hitam, tubuhnya seperti layaknya gadis kampung seusianya. Buah dada Shantimembusung walaupun tidak dapat dikatakan besar namun Shanti memiliki pantat yangindah dan serasi dengan bentuk tubuhnya. Pendek kata Shanti seorang gadis yang sedangtumbuh mekar dan selalu dikagumi setiap pemuda dikampungnya. Tuti seorang wanita yang sudah berusia 32 tahun. Ia seorang janda ditinggal ceraisuaminya. Sudah 3 tahun Tuti bercerai dengan suaminya karena laki-laki itu main giladengan seorang pelacur dari Jawa Tengah. Tuti bertubuh montok dan bahenol. Semuanyaserba bulat dan kencang, wajahnya cukup manis dengan rambut sebahu dan ikal. BibirTuti sangat menggoda setiap laki-laki, walaupun hidungnya agak pesek. Kulit Tutiberwarna coklat tua karena ia sering ke pasar dan ke sawah sebagai buruh tani kalausedang musim tanam atau panen. Tuti dulunya adalah seorang pelacur daerah Tretes, Jawa Timur.

    Dulu uang begitu gampang diperoleh dan laki-laki begitu gampang dipeluknya, sampaiakhirnya hukum karma membuat ia menjanda karena sesama teman seprofesinya juga. Banyak orang dikampung yang diam-diam mengetahui sejarah kelam Tuti dan banyakjuga yang mencoba hendak memanfaatkan dia. Tapi selama ini Tuti terlihat sangat cuekdan sinis terhadap orang-orang yang menggodanya. Buah dada Tuti besarnya bukanmain, sering ia merasa risih dengan miliknya sendiri. Tapi ia tahu buah dadanya menjadibuah-bibir baginya. Dan sedikit banyak ia juga bangga dengan buah dadanya yang besardan kenyal itu. Tuti juga memiliki pantat yang besar dan indah, nungging sepertimeminta.. Tubuh Tuti sering menjadi mimpi basah para pemuda dikampungnya. ìShan, kamu sudah punya pacar belum?î Tiba Tuti berjongkok didepan Shanti dan mulaimembantu gadis itu mencuci piriong-piring kotor. Shanti terkikik dan menggeleng. ìBelum tuhîìLho? Gadis secantik kamu pasti banyak yang naksirî kata Tuti sambil memandangShanti. Shanti tertawa lagi. ìPayah.?? semuanya mikir kesitu meluluî Jawab Shanti.ìMemang.?? laki-laki itu kalau melihat perempuan pikirannya langsung ingin ngeweî kata Tuti tanpa merasa risih berkata kasar. ìAh Mbak, jangan suka ngomong gitu ahî timpal Shanti. ìKan nggak ada yang dengar iniî Jawab Tuti.

    Mereka terdiam lama. ìMbak.. î suara Shanti menggantung. Tuti terus mencuci. ìMmm?î Jawab wanita itu. ìNgg..îì Ngomong aja susah banget sihî Tuti mulai hilang sabar. Shanti menunduk. ìNgg.. Anu.. Ngewe itu enak nggak sih?î Akhirnya keluar juga. Tuti memandang gadisitu. ìYaa.. Enaak banget Shan, apalagi kalo yang ngewein kita pinterî jawab Tuti seenaknya. ìMaksud Mbak?î Shanti penasaran. ìIya pinter.. Bisa macam-macam dan punya kontol yang keras!î kata Tuti sambilterkikik. Shanti merah padam mendengarnya. Tapi gadis itu makin penasaran. ìBisa macam-macam apa sih, Mbak?î tanya Shanti. Tuti memandangnya sambil menimbang. Ah.. Toh nanti gadis kecil ini harus tahu juga. Dan Shanti sungguh cantik sekali, sekilas mata Tuti tertumbuk pada posisi Shanti yangsedang berjongkok. Tuti melihat gadis itu mengangkang dan terlihat celana dalam gadisitu berwarna coklat muda. ìMacam-macam seperti tempik kita diciumin, dijilat bahkan ada yang sampai maungemut tempik kita lohh..î jawab Tuti. Entah kenapa Tuti merasa sangat terangsang dengan jawabannya dan darahnya mendidihmelihat selangkangan Shanti yang bersih serta mulus. ìIdiih.. Jorok ihh.. Kok ada yang mau sih?î Shanti sekarang melotot tak percaya. ìLho.. Banyak yang doyan ngemut memek Shan. Ngemut kontol juga enak banget kokîjawab Tuti masih terus melihat selangkangan Shanti.

    ìAstaga.. Masak anunya lelaki diemut?î Shanti merasa aneh dan jantungnya berdebar, iamerasa ada aliran aneh menjalar dalam dirinya. Gadis itu tidak mengerti bahwa iaterangsang. ìOh enak banget Shan, rasanya hangat dan licin, apalagi kalo ehm.. Ehmm.. ììKalo apa Mbak?î Shanti makin penasaran. Tuti merasa melihat bagian memek Shantiyang tertutup celana dalam krem itu ada bercak gelap, tapi Tuti tidak yakin. ìYaa.. Malu ahh..!î Tuti sengaja membuat Shanti penasaran. ìAyo doong Mbakî rengek Shanti. Tuti sekarang yakin bahwa memek gadis itu sudah basah sehingga terlihat bercak gelapdi celana dalamnya. Tuti sendiri merasa sangat terangsang melihat pemandangan itu. ìKalo pejuhnya menyembur dalam mulut kita, rasanya panas dan asin, lengket tapi enakbanget!î bisik Tuti didekat telinga Shanti. Shanti membelalakkan matanya. ìApa itu pejuh?î tanyanya. Tuti merasa tidak tahan. ìPejuh itu seperti santan yang sering bikin memek kita basah lhoî Jawab Tuti. Ia melihatbagian memek Shanti makin gelap, wah gadis ini banjir, pikir Tuti. ìIdiihh amit-amit, jorok banget sihîìLho kok jorok? Laki-laki juga doyan banget sama santan kita,

    apalagi kalo memek kitaharum, tidak bau terasiîìIdiihh Mbak saru ah!îìTapi aku yakin memek kita pasti wangi, soalnya kita kan minum jamu terusîìUdah ah, lama-lama jadi saru nihî kata Shanti. Tuti tertawa. ìKamu udah banjir yaa?î goda Tuti. Shanti memerah, buru-buru ia merapatkan keduakakinya. ìAhh.. Mbaakk!!î Tuti tersenyum melihat Shanti melotot. ìNggak usah malu, aku sendiri juga basah nihî Kata Tuti.Ia lalu membuka kakinya sehingga Shanti bisa melihat celana dalam putih dengan bercakgelap di tengah, Shanti terbelak melihat bulu-bulu kemaluan Tuti yang mencuat keluardari samping celana dalamnya, lebat sekali, pikirnya. ìIhh.. Mbak jorok nihî desis Shanti. Tuti terkekeh. ìMau merasakan bagaimana tempik kamu diemut?î bisik Tuti. Shanti berdebar. ìNgaco ah!îìAku mau emutin punya kamu, Shan?î Tuti mendekat. Shanti buru-buru bangun danmundur ketakutan. Tuti tertawa. ìKamu akan bisa pingsan merasakannyaî bisik Tuti lagi. ìOgah ah.. Udah deh.. Jangan nakut-nakutin akhhî Shanti mundur mendekati pintukamar mandi dan Tuti makin maju. ìNggak apa-apa kok.. Cuman diemut aja kok takut?îìMasak Mbak yang ngemut?îìIya.. Supaya kamu tahu rasanyaîìMalu ahh..îìNggak apa-apaa..î Tuti mendekat dan Shanti terpojok sampai akhirnya pantatnyamenyentuh bibir bak mandi. Dan Tuti sudah meraba pahanya. Shanti merinding dan roknya terangkat ke atas, Shantimemejamkan matanya. Tuti sudah berjongkok dan mendekatkan wajahnya ke memekShanti yang tertutup celana dalam.

    Tuti mencium bau memek Shanti, dan Tuti puas sekalidengan harumnya memek Shanti. Dulu ia sering melakukan hal-hal seperti ini, malahpernah ia bermain-main bersama 4 pelacur sekaligus untuk memuaskan tamunya. Tubuh Shanti gemetar dan seluruh bulu kuduknya meremang, gadis itu merasa suhutubuhnya meningkat dan perasaannya aneh. Tuti mulai menciumi memek Shanti yangmasih tertutup. Pelan-pelan tangannya menurunkan celana dalam Shanti dan Tutiterangsang melihat cairan lendir bening tertarik memanjang menempel pada celana dalamgadis itu ketika ditarik turun. Tuti menjulurkan lidahnya memotong cairan memanjang itudan lidahnya merasakan asin yang enak sekali. Memek Shanti sungguh indah sekali, tidakterlihat bibir kemaluannya bahkan bulu-bulunya pun masih halus dan lembut.Tuti mencium dan mulai melumat memek Shanti. Gadis itu mengerang dan menggeliatliatketika lidah Tuti menjalar membelai liang memeknya. Shanti benar-benar shockdengan kenikmatan aneh yang dirasakannya, ada perasaan geli dan jijik, tapi ada perasaannikmat yang bukan alang kepalang. Gadis itu merasakan keanehan yang belum pernahdirasakan sebelumnya. Bulu kuduknya berdiri hebat tatkala lidah Tuti menyapu dindingmemeknya, Shanti menggeliat-liat menahan perasaan nyeri nikmat bagian bawahperutnya. ìAahh.. Mbak.. Uuuhh.. Ssshh.. Ja.. Jangan mb.. Mbbak! Ji.. Jijikhh.. Aahhî Tuti tidak memperdulikan rintihan dan erangan Shanti. Lidahnya bergumul danmenembus liang memek Shanti dengan lembut, Tuti tahu Shanti masih perawan dan iatak ingin merusak keperawanan Shanti, lidahnya hanya menjulur tidak terlalu dalam, namun Tuti sudah dapat merasakan cairan asin hangat yang mengalir membasahilidahnya dan Tuti mengendus-endus bau khas memek Shanti dengan sangatmenikmatinya.

    Tuti perlahan-lahan menyelipkan jari-jarinya kesela-sela bokong Shanti, dengan lembut dan dibelai-belainya liang anus Shanti, dan Shanti sedikit tersentak tapikemudian menggelinjang geli, tapi Shanti membiarkan dirinya pasrah terhadap Tuti. Iapercaya sepenuhnya pada Tuti dan sekarang ia benar-benar merasakan kenikmatan yangselama ini belum pernah ia rasakan bahkan dalam mimpipun! ìEnak Shan?î desah Tuti dengan mulut berlumuran lendir Shanti. Shanti memandang kebawah dan mengangguk, tubuhnya bergetar hebat, ia tak menyadari bahwa itu yangdinamakan klimaks kenikmatan seorang perempuan. Tuti merasakan liang memeknyaberdenyut dan ia meraba serta menusuk-nusukkan jarinya sendiri keliang memeknya danmerasakan cairan licin membasahi jarinya. Ia merintih dengan wajah tersuruk diselangkangan Shanti, lidahnya kini menjulur dan membelai liang dubur Shanti danmembuat gadis itu terlonjak-lonjak kegelian serta terpana mendapatkan perlakuan yangtidak pernah dibayangkannya. Shanti merasa liang duburnya ditekan-tekan oleh bendalunak dan sesekali terselip masuk kedalam dan ia akan terlonjak kaget bercampur geli, tapi lebih banyak merasakan kenikmatannya. Entah bagaimana awalnya, tapi kenyataannya Shanti dan Tuti telah saling memelukdalam keadaan telanjang bulat dilantai kamar mandi. Tuti mencium mulut Shanti, mulanya gadis itu menolak tapi permainan jari-jemari Tuti diitilnya membuat gadis itumabuk kepayang dan kepalanya dipenuhi nafsu berahi yang memuncak dashyat. Tutimelumat mulut Shanti dengan penuh nafsu, Shanti membalasnya dengan malu-malu tapimereka berdua memang saling melumat juga akhirnya.

    Terdengar bunyi mulut merekaketika lidah mereka saling mengait dan saling menghisap. Shanti berkelojotan berkali- kali dan Tuti merasakan memeknya berdenyut-denyut nikmat, ia membayangkan Shantimenjilati dan mengemuti kemaluannya. Perlahan-lahan Tuti mulai menjilati leher gadis itu dan terus menciumi ketiak Shanti, gadis itu menggelinjang kenikmatan dan makin mengerang keras ketika Tuti mulaimenghisap puting tetek Shanti. Perlahan Tuti menggeser posisinya sehingga Shanti dapatmembelai memeknya, tapi gadis itu hanya menggeliat saja. Tuti tidak sabar, diambilnyatangan Shanti dan ditaruhnya di memeknya, Shanti mulai membelai dengan canggung. Ketika jarinya tidak sengaja masuk keliang memek Tuti, segera saja wanita itumemajukan pinggulnya dan memompa jari Shanti. Shanti mulai mengerti dan ia mulaimemainkan itil Tuti dan membuat wanita itu terlonjak-lonjak nikmat. Lalu perlahan Tuti sudah mengangkangi Shanti dan ia menciumi memek Shanti kembali, lidahnya kembali menggumuli liang kemaluan gadis itu. Shanti kembali merasakanterjangan gelombang kenikmatan manakala memeknya digumuli Tuti, Shantimembiarkan wajahnya basah karena cairan memek Tuti berjatuhan, menetes danmembentuk lendir panjang, tapi Shanti tidak berani menjilat lendir yang jatuh dibibirnya. Ia memandang liang memek wanita itu dengan heran. Memek Tuti dengan bibir tebalkehitaman, bulu kemaluan yang lebat bukan main tapi tidak menutupi liang itu. Shantimelihat memek Tuti lain dengan miliknya. Dan memek itu makin turun sehingga nyarismenyentuh hidungnya.

    Shanti mencium bau memek Tuti dan dirasakannya sama baunyadengan memeknya. Shanti menjerit tertahan ketika mencapai klimak, tanpa sadar ia menarik bokong Tutisehingga wajahnya terbenam dalam memek wanita itu, Shanti gelap mata, ia menjulurkanlidahnya dan menggumuli liang penuh lendir bening itu. Shanti bahkan menghisap lendiritu seperti kelaparan. Shanti mengemut itil Tuti yang besar dan menonjol. Tubuh Tutikaku seperti kayu dan bergetar hebat, pinggulnya kejang-kejang merasakan orgasme yangluar biasa ketika itilnya dihisap dan dijilat Shanti. Tuti menjerit keras dan ia menekan memeknya sehingga ia dapat merasakan hidungShanti terselip dibelahan liang memeknya dan ia menggoyang-goyangkan pinggulnyamaju mundur dan dirasakannya itilnya bergesekan dengan hidung Shanti dan gadis itumalah menambahkan kenikmatan Tuti dengan menjulurkan lidahnya sehingga setiap kaliTuti memajukan atau memundurkan pinggulnya selalu bergesekan dengan lidah sertahidung Shanti. Tuti berkelojotan hebat sekali, ia meliuk-liuk seperti menahan nyeri, matanya berputar sehingga menampakan putihnya saja dan mulutnya mengeluarkandesahan kenikmatan. ìShantii!! Aaarrgghh!!î Tuti merasakan bagian bawah perutnya nyeri dan ngilu. Orgasme yang ternikmat yang pernah dirasakannya sejak ia meninggalkan duniahitamnya. Shanti merasa puas karena berhasil membuat Tuti menjerit-jerit minta ampunkarena kenikmatan. Shanti merasa, ternyata ia suka sekali dengan rasa dan bau memekTuti. Ia berpikir apakah memeknya juga seenak itu. Ia merasakan hangatnya liang memekTuti dan ia merasakan kasarnya bulu-bulu kemaluan Tuti kala menggesek diwajahnya.

    Shanti tersenyum lemah karena lelah. Tuti ambruk diatas tubuhnya dan Shanti membiarkan, dan gadis itu iseng membukapantat Tuti dan memperhatikan liang anus Tuti. Shanti melihat liang dubur Tuti sepertibintang berwarna kehitaman dan sangat indah. Shanti penasaran, ia mencium sertamengendus liang itu.. Tidak berbau apa-apa. Tuti diam saja membiarkan Shanti berbuatsesukanya. Shanti menjulurkan lidahnya dan menyentuh liang dubur Tuti denganperlahan, kemudian ia menempelkan hidungnya lagi dan merasakan kehangatan liang itu. Dan Shanti mulai menekan-nekan lidahnya ke liang itu dan membuat Tuti menggelinjanggeli. ìAduh Shan, enak.. Terus Shan.. Jilat.. Jilat terus.. Ya.. Ya.. Aaakkhh..î Tuti merasakan lidah Shanti kaku menusuk liang duburnya. Tuti bangkit lalu berjongkokdiatas wajah Shanti dan ia mulai menurun naikkan bokongnya sehingga lidah Shanti yangkaku dirasakannya menembus sedikit kedalam liang duburnya. Tuti menggeram pelan.. Shanti merasakan perasaan aneh ketika lidahnya melesak masuk kedalam liang duburTuti, ia menyukai permainannya itu dan merasa senang dengan apa yang diperbuatnya. Lidahnya tidak merasakan apa-apa, yang dirasakan cuma perasaan anehnya saja. Tuti tidak ingin Shanti terus melakukan untuknya. Ia menggulingkan Shanti sehinggagadis itu terlentang, lalu kedua kakinya diangkat oleh Tuti sehingga liang dubur gadis itumencuat keatas wajahnya. Dijilatnya liang dubur Shanti dengan rakus, lalu setelah licinoleh air liurnya dimasukkannya jarinya kedalam liang itu. Shanti menggigit bibir, iamerasa mulas tapi sekaligus nikmat.

    Kemudian dilihatnya Tuti mengeluarmasukkan jarinya lalu setelah beberapa lama Tutimenjilati jari itu dengan nikmat, bahkan lidahnya terbenam jauh kedalam liang duburnya. Shanti mengeluh, belum pernah itu membayangkan apalagi merasakan perbuatan sepertiitu, gadis itu mabuk kepayang dan sangat terangsang dengan perbuatan Tuti. Ia merasaseolah-olah Tuti adalah pembersihnya, Shanti memejamkan mata dan merasakanmemeknya berdenyut mengeluarkan cairan. Tuti benar-benar tergila-gila dengan perbuatannya itu, ia tidak pernah menjilat liangdubur pria dan ia tak pernah ingin, tapi liang dubur Shanti begitu merangsang, begitulembut dan begitu nikmat. Tuti tidak mau membayangkan apa yang biasa keluar darilubang itu, ia cuma ingin merasakan lidahnya terjepit diliang itu dan bagaimana rasanya. Ia tahu Shanti gadis yang sangat bersih, sama dengan dirinya. Tuti tidak kuatir dengan halitu. Yang diinginkannya saat ini hanyalah membuat Shanti betul-betul puas dan dewasa. Tuti kemudian memompa liang memek Shanti dengan lidahnya dan membuat gadis itumeraung-raung serta kejang-kejang. ìMbaakk.. Sudah mbaakk.. Ampuunn.. Ooohh!!î Shanti sudah tidak kuat lagi menanggung kenikmatan yang datangnya bertubi-tubimelanda tubuh dan perasaannya. Ia menjambak rambut Tuti dan berusaha membuatwajah itu jauh dari memeknya. Dan akhirnya mereka berbaring lelah dilantai kamarmandi. Tuti memandang Shanti.. ìBagaimana? Sudah mau pingsan keenakan belum?î tanya Tuti.

    Shanti membukamatanya dan memandang wanita itu. ìBisa gila aku Mbak.. Aahh benar-benar bisa gila!î Desah Shanti. Tuti tersenyum. ìMau lagi?îìJangan! Bisa semaput benaran aku nanti.. ììYa sudah tak mandikan yuk!î Kata Tuti. Mereka bangkit dan kemudian saling memandikan. Sejak itu Shanti mengetahui apa yangharus dilakukannya jika berahinya datang melanda. Kejadian pertama itu membuatnyatahu apa sebenarnya yang dapat membuatnya nikmat dan puas. Shanti belajar banyak dariTuti. Dan ia memuja wanita itu. Malam itu Shanti tidak dapat memejamkan matanya, ia teringat perbuatannya denganTuti. Terbayang olehnya perbuatan Tuti terhadap dirinya, Shanti merasa seluruh buluditubuhnya berdiri dan ia merasa agak demam. Ia mengeluh karena merasa ingin sekalimengulangi lagi dengan wanita itu. Shanti bangun dan berjalan kemeja kecil tempat iabiasa merias diri. Dikamar sebelah terdengar suara-suara aneh, itu kamar Supriati, temansesama kostnya. Shanti mencoba mendengar, antara kamar dengan kamar hanya dibatasi dinding papantipis. Shanti kadang suka kesal dengan Supriati yang bekerja di pabrik karena wanita itusuka menendang-nendang dalam tidurnya dan itu membuat Shanti kaget setengah matiditengah malam.

    Tapi suara sekarang lain, bukan suara yang keras, suara yang samar- samar dan sepertinya ada suara lain, Shanti menempelkan telinganya dan ia mendengarsuara rintihan Supriati. Shanti berdebar, ini malam minggu.. Biasanya pacar wanita itusuka datang menginap. Sedang apa mereka?Shanti berjingkat keluar kamar. Di luar sepi sekali, sekarang sudah jam 1 pagi, pastiSupriati sedang berasyik-asyik dengan pacarnya. Shanti tegang, ia berjalan k ebalikkamar Supriati yang bersebelahan dengan ruang televisi. Shanti tahu disana dindingnyatidak sampai atas dan dinding itu yang menyekat kamar Supriati. Pelan-pelan Shanti naikkeatas bangku, lalu naik lagi keatas lemari pendek dan ia berjongkok disana. Ia raguhendak berdiri, takut terlihat, tapi keingin tahuannya membuatnya nekad. Dan pelan- pelan kepalanya menyembul dan pandangannya menatap ke dalam kamar Supriati. Penerangan kamar itu agak redup tapi Shanti bisa melihat dengan jelas Supriati sedangditindih oleh pacarnya! Supriati mengerang sambil menggeliat-geliat menggoyangpinggulnya, kedua kakinya terlipat dan menekan pantat pacarnya. Pacarnya menggenjotSupriati dengan cepat. Shanti merasa meriang, matanya terbelalak dan tubuhnya gemetar. Laki-laki itu sedang meremas buah dada Supriati dan wajah mereka menempel satu samalainnya. Mereka sedang berciuman dengan liar. Supriati menggumam dan melihat tanganSupriati meremas-remas pantat pacarnya dengan keras. Shanti terangsang sekali, belumpernah ia melihat pemandangan orang yang sedang bersetubuh dan sekarang ia merasaaneh, ia merasa perutnya ngilu dan dengkulnya gemetar tak keruan.

    Pacar Supriati berteriak tertahan dan mengangkat bokongnya. Shanti melihat tanganSupriati masuk kebawah dan terlihatlah kontol yang besar sekali didalam genggamanSupriati dan kontol itu menyemburkan cairan putih ke perut Supriati. Supriati mengocokkontol pacarnya dengan cepat dan laki-laki itu nafasnya mendengus-dengus hebat dengantubuh bergetar. Shanti merinding melihat benda yang besar dan panjang seperti itu,Shanti ngeri melihat kontol yang begitu besar, ia tahu bahwa itu besar sekali karenasebelumnya Shanti belum pernah membayangkan kontol dapat membesar dan sepanjangitu! Shanti merosot turun dengan lutut lemas, ia berjingkat kembali masuk kedalamkamarnya lalu merebahkan diri diranjang.
    Mengerikan sekali kontol lelaki, pikirnya. Mana mungkin benda sebesar itu muat dimemeknya? Shanti merinding membayangkanlubang memek Supriati yang pasti luar biasa besar. Dan Shanti akhirnya terlelap. Seminggu lewat sudah dan Shanti bingung memikirkan Tuti. Wanita itu tidak masukseminggu sejak pergumulan mereka. Nanti sore ia akan menanyakan pada pemilikwarung mengapa Tuti tidak masuk. Selama seminggu ini Shanti tidak bergairan dalampekerjaan, memeknya basah terus kalau mengingat Tuti atau mengingat pemandanganadegan Supriati dengan pacarnya. Shanti tidak bersemangat, apalagi sehari-hari temantemannyaselalu bergunjing mengenai laki-laki dan mereka tidak segan-seganmembicarakan hal-hal yang paling pribadi dan selalu berakhir dengan cekikikan panjang. Shanti merasa terkucil karena teman-taman lainnya semua sudah menikah dan usiamereka jauh diatasnya, sehingga mereka selalu terdiam kalau Shanti mendekat, padahalia ingin sekali turut mendengar gunjingan mereka. Shanti lebih banyak menghabiskanwaktunya dengan menyibukkan diri didapur membantu pemilik restoran. Malam itu Shanti merasa tidak bersemangat bekerja, hatinya sedih memikirkan Tuti.

    Iasudah menanyakan pada majikannya dan ternyata Tuti telah berhenti bekerja karenamendapatkan pekerjaan di Jakarta. Shanti diam-diam menangis memikirkan Tuti yangtega meninggalkannya tanpa pesan sedikitpun. Akhirnya Shanti hanya pasrah danmenjelang tutup restoran ia pulang kekostnya yang berada tidak jauh dari tempatnyabekerja lalu masuk kedalam kamarnya dan menangis kembali memikirkan Tuti. Iamenangis sampai akhirnya terlelap dan bermimpi bertemu dengan Tuti dan wanita itumembelai rambutnya dengan sayang, Shanti menyusup dalam ketiak Tuti dan menangissesunggukan, wanita itu mengucapkan kata-kata hiburan padanya dan gadis itu menangismakin keras.. *****Tidak terbayangkan oleh Shanti ketika memandang wajah wanita itu didepan pinturestoran. Tubuh Shanti bergetar dan jantungnya berdebar keras sekali. Air matamengambang dipelupuk matanya yang indah. Bibir Shanti terbuka dengan mata terbukaseolah melihat hantu. Wanita itu berjalan masuk dan tersenyum padanya.. Sudah setahunlewat sejak kepergiannya dan Shanti merasa waktu setahun berlalu seperti siput, tiadamalam tanpa tangisan dan tiada hari ceria lagi selama setahun itu baginya dan kini wanitaitu berdiri dihadapannya dan sungguh cantik bukan main!Wanita itu mendekat dan Shanti tiba-tiba saja sudah menghambur dalam pelukannya.

    Semerbak wangi tercium oleh Shanti, wanita itu membelai rambutnya sambil memelukerat tubuhnya. Shanti merasakan debar jantungnya menghantam dada wanita itu. Tangisan sedih terdengar dari dalam pelukan Tuti. Wanita itu merasakan aliran hangatjatuh dari matanya. Ia berusaha menahan air matanya tapi mengalir juga setetes dan jatuhdirambut Shanti.ìMbak.. Oh..î Shanti tak kuasa berbicara. Ia menyusupkan wajahnya makin dalamdipelukan Tuti. ìShan, sudah lama sekali yaa..î Bisik Tuti. Shanti mengangguk-angguk. Shantimerasakan lembutnya buah dada Tuti dan ia tidak ingin melepaskan pelukannya. ìAku rindu sekali Mbak.. Ja.. Jangan pergi lagi..î Suara tercekat dari Shanti membuatTuti sangat terharu. Dadanya terasa sesak dan ia ingin menjerit tapi kedewasaannyamembuatnya bertahan. ìAku juga rindu Shan, sudah, sudah..î Wanita itu mendorong Shanti pelan danmembawanya duduk disalah satu kursi. Restoran itu sedang sepi sekali dan Tuti memang sudah mengamatinya sejak satu jamyang lalu. Ia tidak ingin ada orang yang dikenalnya melihatnya datang denganpenampilan seperti itu, apalagi bermobil.
    ìMbak cantik sekali..î Bisik Shanti, ia menatap Tuti kagum. Tuti memang terlihat cantik dan menawan, make up wajahnya tipis sehingga kehalusankulitnya terlihat nyata, matanya masih seperti dulu, bersinar nakal dan genit, bibirnyayang penuh juga makin terlihat merangsang. Shanti menelan ludah, ia melihat pakaianTuti yang sangat indah, ia melihat potongan tubuh Tuti yang juga tidak berubah, montokdan kencang. Hidung peseknya tidak terlihat lagi dan penampilan keseluruhan wanita itumembuat Shanti rindu bukan main. ìKamu kelihatan makin cantik dan matang Shan..î Bisik Tuti lalu dibelainya pipi Shantiyang kemerahan. Kulit gadis itu masih betul-betul halus sekali, jari Tuti merayap menyentuh bibir Shanti, Shanti membiarkan jari Tuti menyentuh bibirnya, ia membuka mulutnya dan menjilat jariitu, jantungnya berdegup, Tuti membiarkan jarinya dihisap oleh Shanti. ìAku rindu sekali Shan dan aku kesini untuk mengajak kamu ikut akuî Kata Tuti. Shantiterkejut. ìKemana?î Tanya Shanti. Tuti tertawa. ìIkut saja aku, pokoknya kamu akan hidup enak dengankuî Kata Tuti. Shanti memandang wanita itu, hatinya gundah, apa yang harus dilakukannya? Apakahmemang ia akan hidup lebih enak? Tapi kalau sekali ini ia tidak ikut dengan Tuti makakemungkinan wanita itu tidak akan menemuinya kembali, Shanti sungguh bingung.

    ìJangan kuatir Shan, aku nggak bakalan menelantarkan kamu. Justru aku selalu ingatsama kamu, makanya aku nggak tahan lagi untuk mengajak kamu ikut dengankuî KataTuti sambil membelai tangan Shanti. ìLagipula kamu dan aku sudah seperti.. Seperti.. Kekasih..î Suara Tuti berbisik danbibirnya bergetar.Shanti ingin sekali memangut bibir wanita itu tapi ia agak jengah. Ia menunduk saja. Kemudian dirasakannya belaian tangan Tuti dibawah meja menjamah pahanya danmengelus serta meremas lembut pahanya, Shanti merinding, ia ingin merintih tapi iahanya menatap saja wanita itu. Tuti memandangnya sendu dan bibirnya terbuka. ìBaiklah Mbak.. Ka.. Kapan kita berangkat?î Bisik Shanti bergetar. ìBesok kamu temui aku dihotel M, malam ini aku tinggal disanaî Jawab Tuti. ìJangan membawa barang terlalu banyak, nanti aku belikan disanaî Shanti mengangguk. Gadis itu memandang Tuti, ia haus sekali akan belaian wanita itu, tapi Shanti tahu Tutitidak dapat berlama-lama, lagipula sepertinya wanita itu bukan lagi Tuti yang dulu. ìJaga diri kamu baik-baik, Shan.. Sampai besokî Bisik Tuti. Shanti merasa pahanya diremas oleh Tuti dan wanita itu bangkit sambil tersenyum. Shanti memandang kepergian Tuti dan ia merasa ada sesuatu yang terbang meninggalkanjiwanya.

    Tuti menghilang dalam mobil dan pergi meninggalkan halaman restoran itu. *****Shanti memandang pemilik restoran, seorang pria berusia pertengahan. Restoran sudahsepi karena sudah agak malam dan teman-teman Shanti juga sudah pulang, beberapayang tinggal dibelakang restoran telah masuk dan mungkin sudah tidur. Shanti sengajamemilih waktu setelah semuanya telah sepi, karena ia ingin pamit dan meminta upahnyaselama bekerja disana pada sang pemilik restoran. Perjanjiannya memang begitu, semuakaryawan wanita hanya dapat mengambil upahnya enam bulan sekali atau sewaktu iaingin berhenti. Dan sekarang Shanti hendak berhenti karena besok ia sudah akan diJakarta. ìMengapa kamu tolol sekali hendak ikut dengan sundal itu?î Sergah Pak Mohan denganwajah mengeras dan kelihatannya marah betul. Shanti membisu, tubuhnya tegang karenatakut. ìKamu tidak tahu dia itu jadi lonte disana? Hah?î Desis laki laki itu.Ia memandang Shanti dan terus memandang gadis yang menunduk diam itu. Matanyatertumbuk pada seonggok daging yang membusung di dada Shanti yang ditutupi kaustipis kumuh berwarna putih kekuningan. Pak Mohan terkesiap merasakan berahinya tibatibamemuncak melihat keremajaan gadis itu, laki-laki itu menahan napas dan menelanludah, matanya tidak lepas dari dada Shanti dan mulutnya terkunci. Shanti tidak tahumajikannya memandangnya seperti seekor serigala yang sedang menatap domba yang takberdaya. ìBaik, kamu boleh keluar dari sini dan sekarang kamu ikut aku untuk mengambiluangmu!î Suara serak Pak Mohan terdengar aneh di telinga Shanti, tapi gadis itu merasalega karena tidak ada lagi nada kemarahan dalam suara itu.Ia mengikuti laki-laki itu menuju kebelakang terus kebelakang berlawanan dengan messtempat tinggal para karyawan restoran. Shanti tahu ia menuju kantor Pak Mohan, atautepatnya tempat biasa Pak Mohan membereskan bon-bon dan beristirahat kalau sedangcapek.

    Rumah majikannya itu jauh dari sini jadi ia suka berleha-leha diruang itu kalausedang capek melayani tamu. Pak Mohan menyalakan lampu kamar dan Shanti disuruh duduk di dipan yang biasaditiduri oleh laki-laki itu. Shanti duduk dan Pak Mohan berjalan mendekatinya, tiba-tibatangan laki-laki setengah baya itu terjulur dan meremas teteknya dengan keras, Shantimenjerit tertahan dan beringsut kesudut, ketakutan. ìKamu mau uang kamu khan? Kamu akan ke Jakarta khan? Dan kamu toh akan jadi lontejuga nanti, sekarang kamu layani aku dululah, dan kamu akan menjadi lebih pengalamannantiî bisik Pak Mohan dekat sekali dengan wajahnya. Shanti mencium bau rokokmenyembur dari mulut laki-laki itu, sehingga membuatnya ia ingin muntah. ìSaya akan menjerit pak.. Jangan pak.. Malu!î bisik Shanti. Pak Mohan menerkamShanti dengan tiba-tiba dan Shanti terhimpit oleh tubuh laki-laki itu, Shanti membukamulutnya hendak menjerit, tapi tangan Pak Mohan dengan sigap menutup mulutnya. Shanti terbelalak, ia benar-benar kalah tenaga dengan laki-laki itu, yang ternyata kuatsekali. ìSekali kamu bersuara, maka kamu tidak akan bisa menemui sanak saudaramu lagi, kamubisa tunggu mereka semua di neraka!î Desis Pak Mohan, wajahnya sungguh kejamsekali, membuat gadis itu merasa takut setengah mati. Perasaannya mengatakan percuma melawan laki-laki itu, ia akan sangat menyesal nanti. Lagi pula siapa yang tidak takut dengan Pak Mohan? Hanya sang isteri yang baik padakaryawan, sedangkan laki-laki ini sudah terkenal suka judi dan membuat onar. Shantimenangis tanpa suara, ia takut sekali, dan sekarang ia merasakan tubuhnya digerayangioleh tangan lelaki itu. ìIkuti apa yang aku suruh, maka kamu akan mendapatkan uangmu dan yang pentingkamu akan selamat dan bisa jadi lonte di Jakarta, mengerti?î Ancam Pak Mohan, Shantimenggigit bibir menahan sakit ketika teteknya kembali diremas oleh laki-laki itu, iacepat-cepat menganggukkan kepalanya dalam bisu. Pak Mohan menarik kaki Shanti sehingga gadis itu terlentang di dipan kayu yangberalaskan tikar. Kemudian Shanti melihat Pak Mohan dengan gugup melepaskanpakaiannya. Shanti memejamkan matanya ketika melihat kontol Pak Mohan bergoyang- goyang seperti ketimun. Ketika ia membuka matanya kembali, Shanti melihat Pak Mohansudah duduk disampingnya dan tangannya mulai menarik kaus Shanti, gadis itu tidakbergerak. Tiba-tiba pipinya ditampar oleh Pak Mohan, Shanti menjerit pelan merasakan pipinyapanas, tamparan yang tidak begitu keras tapi sangat menyakitkan hatinya. Shantimengangkat tubuhnya membiarkan kausnya lolos begitu saja dan kemudian membiarkanjuga roknya diloloskan dengan mudah oleh Pak Mohan. Shanti bisa merasakan napaspanas membara dari hidung laki-laki itu, Pak Mohan berusaha menciumnya tapi Shantimemalingkan wajah, tapi laki-laki itu memaksa dan Shanti terpaksa membiarkan bibirnyadikulum mulut laki-laki itu, Shanti merasa mual.. ìPegang ini, awas jangan macam-macam kamu!î bentak Pak Mohan. Tangan Shantidituntun untuk menggenggam kontol Pak Mohan. Shanti merasa jijik, kontol yang tidakbegitu besar dan dalam keadaan layu, keriput dan hitam. ìKocok!î perintah Pak Mohan. Shanti belum pernah melakukannya. Ia meremas-remaspelan, kenyal dan licin seperti berlendir, Shanti merasa jijik. ìKocok seperti ini goblok!î desis laki-laki itu sambil mengocok kontolnya sendiri. Shantiberusaha menurutinya dan Shanti sedikit terkejut mendapati kontol itu bangun perlahan.

    Pak Mohan tidak sabar, ia harus cepat-cepat karena sang isteri menantinya dirumah. Iamenyodorkan kontolnya kemulut Shanti, gadis itu menghindar. ìSialan kamu! Cepat hisap dan jilat! Atau kubunuh kau!î bentak Pak Mohan sepertikalap. Shanti menggenggam kontol laki-laki itu dengan tangan gemetar, dipandangnyabenda yang lembek dan setengah tegang, ia memejamkan matanya dan sebelum sempatberbuat sesuatu, dirasakannya benda itu menerobos masuk kedalam mulutnya danbergerak maju mundur. Shanti ingin muntah tapi ia ketakutan. Laki-laki itu memompa mulut Shanti dengantergesa-gesa, dari mulutnya keluar lengkuhan-lengkuhan aneh dan tiba-tiba Shantimendengar Pak Mohan mengerang tertahan lalu mulutnya tiba-tiba terasa asin dan penuhdengan cairan lengket dan berbau aneh. Shanti menahannya supaya tidak tertelan, ia mualsekali, ia berpikir itu pasti yang dikatakan Tuti sebagai pejuh. Jijik sekali, pikirnya. Shanti memejamkan matanya erat-erat dan membiarkan kontol Pak Mohan terus bergerakmaju mundur dan makin pelan. Lalu benda itu ditarik keluar dari mulutnya. Dan Shantisegera memuntahkan cairan kental itu, ia memandang Pak Mohan yang kelelahan denganperasaan benci bukan main. ìHhh.. Bagus.. Memang punya bakat lonte kau! Ini uangmu dan ini bayaran pertama buatseorang lonte!î Desis Pak Mohan lalu melemparkan lembaran-lembaran uang kewajahShanti. Shanti terkulai tak berdaya dan Pak Mohan bergegas hendak keluar tapi sebelumnyasekali lagi laki-laki itu meremas teteknya dan Shanti terbelalak kesakitan.

    Sekejabkemudian bayangan laki-laki tua itu sudah lenyap dari pandangannya. Shanti menangispelan, ia tidak berani lebih keras, ia malu dan takut terdengar oleh teman-teman yangtinggal di seberang tempat ini. Lalu pelan-pelan gadis itu bangun, ia meraba teteknya danmeringis nyeri, lalu ia memungut uang-uang yang jatuh berserakan. Dihitungnya dan ia merasa senang juga menerima lebih dari yang diperkirakannya, iamenerima kelebihan dua puluh ribu rupuah! Jumlah yang lumayan untuknya. Shantidengan jijik mengusap cairan mani yang menempel di dadanya dengan BHnya. Iamelepaskan benda itu dan memutuskan tidak akan memakainya. Ia memakai rok dankausnya lalu berjingkat-jingkat keluar dari kamar itu. Diluar gelap dan kelam, sunyi, entah sudah jam berapa sekarang. Shanti berjingkat masuk kedalam kamar mandi, rumah kostnya sudah sepi dan ia tidakingin membangunkan semua penghuninya. Ia mulai membersihkan badannya dan iamenggosok teteknya kuat-kuat, ia tak peduli nyeri yang ditimbulkan, ia hendakmelenyapkan jejak remasan Pak Mohan. Shanti menangis tanpa suara, ia tidakmenyangka malam terakhir merupakan malam jahanam baginya. Ia berkumur danmenusuk-nusuk kerongkongannya sampai muntah, ia tak peduli mulutnya terasa pahitdan ia terus hendak mengeluarkan semuanya, ia tak yakin apakah tadi cairan Pak Mohantertelan atau tidak dan ia tidak ingin cairan itu berada diperutnya. Shanti menggosok giginya berkali-kali dan akhirnya dengan pelan ia masuk kedalamkamarnya. Ia telah mencuci bersih BHnya dan pakaiannya juga, ia akan meninggalkanpakaian itu disini saja. Lalu Shanti berbaring berusaha untuk tidur.. Diam-diam iabersyukur dirinya masih perawan, entah mengapa laki-laki keparat itu tidakmenyetubuhinya, Shanti menghela napas dalam lelap. *****ìIni kamar kamu Shan, suka?î bisik Tuti sambil memandang gadis itu. Shanti ter-nganga tidak dapat berkata apa-apa. Keletihan berjam-jam dalamperjalanannya dengan Tuti seakan lenyap begitu saja. Kamar yang untuknya sangat luas, ia membadingkan mungkin 3 kali dari kamar kostnya di kampung. Luar biasa, ranjangnyabesar dengan sprei putih bersih, ada radio kaset disamping ranjang lalu ada meja rias danShanti heran melihat ada kamar mandi dalam kamar tidur, ia belum pernah tahu mengapaada orang yang membuat kamar mandi dalam kamar tidur. Sangat membuang uangsekali, pikirnya.

    Tapi gadis itu sudah dapat membayangkan betapa nikmatnya denganfasilitas seperti itu, kapan saja ia ingin mandi, ia tidak usah lagi mengantri sambilmenimba air, oh menyenangkan sekali, batinnya. ìAda air panasnya lho Shan..î kata Tuti. Shanti memandang wanita itu dengan penuh sayang. Ia memeluk Tuti dan berterimakasih padanya dengan air mata mengalir. ìKamu berhak mendapatkannya sayang..î bisik wanita itu. ìIndah sekali Mbak! Bagaimana aku harus membalas semua ini?î kata Shanti dengansuara serak. Tuti tersenyum, lalu ia memanggil supir yang membawa mereka tadi untuk memasukkanbarang-barang Shanti. Shanti sangat kagum dengan rumah Tuti. Besar, bersih, mewahdan berkesan anggun sekali. Tembok-temboknya dicat dengan warna kuning beras, indahbukan main. Ruang tamu yang besar dengan lantai marmer dan perabotan yang menurutgadis itu tentu sangat mahal harganya, lalu ruang makan dengan meja makan yang besarlengkap dengan kursi-kursi berderet, tirai-tirai yang mewah seperti membuang-buangkain saja. Kemudian Shanti melihat ruang keluarga yang luar biasa besarnya, dengan TVyang juga seperti layar bioskop, seprangkat sofa yang besar pula menghias ruangan itu. Ada kolam renang dipekarangan belakang, kolam yang besar bukan main, Shanti tidakdapat membayangkan berenang di kolam itu, ia belum pernah berenang dikolam renang, ia hanya pernah berenang disungai. ìKamu istirahat saja dulu Shan. Nanti sore baru kita ngobrol-ngobrol lagiî kata Tuti. Lalu ia berjalan keluar kamar meninggalkan Shanti. Gadis itu duduk di atas ranjang, wahempuk sekali! Ia tersenyum sendiri membayangkan nasibnya, sungguh beruntung sekaliia disayangi seperti itu oleh Tuti. Ia merebahkan dirinya lalu dalam sekejab ia sudahterlelap.. Shanti terbangun oleh belaian Tuti. Jari-jemari Tuti membelai pipinya, Shanti memegangtangan Tuti kemudian menciumnya dengan lembut. ìTerima kasih Mbakî bisiknya. Tuti tersenyum. ìAh tidak apa-apa sayang, aku memang selalu teringat akan kamu dan akhirnya akunggak tahan lagi. Aku berkata pada suamiku bahwa aku tidak dapat merasakan keriangantanpa kamu Shanî kata Tuti. Shanti mengecup lagi tangan yang membelainya. ìKok Mbak kawin nggak bilang-bilang sih?î tanya Shanti.

    Tuti tertawa.Ia mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir gadis itu dengan lembut. Tuti rindu sekalidengan hembusan napas Shanti dan ia sudah tidak tahan ingin merasakan lidah sertamulut gadis itu. Sudah lama ia rindu pada Shanti, selama ini ia selalu melayani ísuamiínya dengan baik. Dan sang ísuamií juga kelihatan sangat sayang padanya, makaitu ia memberanikan diri untuk meminta ijin mengajak gadis itu tinggal dengannya. Tutimenceritakan semuanya kepada ísuaminyaí dan tak disangka ísuaminyaí sangatmenyetujui.. ìJadi kamu suka bermain dengan cewek juga?î tanya ísuaminyaí, yang sebetulnya adalahlaki-laki yang bernama Rahman dan selama ini memelihara hidup Tuti dan diam-diammereka melangsungkan pernikahan tanpa sepengetahuan isteri pertama laki-laki itu. Tutimengangguk, ia pasrah jika Rahman meledak marah dan mendampratnya. Tapi yang ialihat hanya pandangan terpesona saja. ìYa Mas, aku selalu teringat kepadanya, aku sangat mencintainya Masî Jawab Tuti. ìJadi selama ini kamu tidak cinta padaku?î Tanya Rahman menyelidik. ìAku mencintaimu melebihi segalanya, semuanya kuberikan dan semuanya kulakukan. Tapi selama Mas tidak denganku, aku sering merasa sepi dan..îìDan apa?îìDan membayangkan gadis ituî Tuti menjawab terus terang. ìBoleh saja kamu ajak gadis itu, aku akan sangat senang sekali kalau..î Rahman tidakmeneruskan kata-katanya. Tuti tersenyum. Ia tahu apa yang dipikirkan Rahman.ìAku akan mencobanya sayy.. Aku juga ingin sekali kalau kamu bisa menikmatikeperawanan gadis ituî bisik Tuti. Rahman lega dan merasa tegang sendiri membayangkan ia digumuli oleh dua wanita, wah tentu lebih luar biasa, selama ini saja ia sudah sangat puas dengan pelayanan Tutiyang sampai kemanapun belum pernah dirasakannya. Tutinya yang begitu hebat diatasranjang, didalam kamar mandi, dimanapun dan kapanpun ia membutuhkannya, wanita ituselalu akan membuatnya terkulai dalam lautan kenikmatan. ìMbak.. Kok melamun?î bisikan Shanti menyadarkan lamunan Tuti. Wajahnya dekat sekali dengan Shanti dan gadis itu rupanya menanti dari tadi. Tutitertawa geli lalu tiba-tiba ia memangut bibir Shanti dan melumatnya. Shanti terengah- engah membalas lumatan gadis itu. Ia merasa tangan Tuti mengelus-elus buah dadanyadan ia pun membalas, ia meremas-remas tetek Tuti dengan gemas dan membuat wanitaitu merintih-rintih, tak dibutuhkan waktu lama untuk membuat mereka berdua berbugilria dalam pergumulan panas. Shanti tidak tahu bahwa dilangit-langit kamar ada sebuah bintik hitam sebesar uanglogam. Dan semua kejadian di kamar itu dapat disaksikan dari lantai dua rumah itu. Diruang kerja Rahman! Dan sekarang Rahman sedang menahan napas memandangkearah layar besar didalam ruang kerjanya.

    Tubuhnya tegang dan dirasakan dagingdicelananya membengkak. Ia bisa melihat Tuti melucuti pakaian Shanti dan ia bisamelihat bagaimana wanita itu menggerayangi tubuh Shanti dengan penuh nafsu. Rahman tersengal-sengal menahan nafsu, ia melihat Shanti memangut tetek Tuti danmenyedotnya seperti bayi, dan Tuti dengan kalap menyuruk keselangkangan Shanti danmulai menggumuli memek gadis itu dengan mulutnya. Rahman tak kuasa menahannya, iajuga ingin merasakan bau memek gadis itu dan bagaimana lendir gadis itu lumer dalammulutnya, lendir perawan! Ia mengendap-endap turun dan menghampiri kamar Shanti, ruangan sepi sekali dan dibukanya pintu itu, dilihatnya wajah Shanti sedang ditindih olehbagian bawah tubuh Tuti dan Tuti asyik menjilat-jilat memek Shanti, Rahman dapatmelihat dengan jelas bagian dalam memek gadis itu yang kemerahan dan berkilat karenalendir.Ia merangkak masuk dan dengan sebelah tangannya ia mengambil celana dalam Shantiyang tergeletak diujung ranjang. Rahman membawa benda itu kewajahnya danmenciumnya, oohh.. Nikmat sekali baunya, bau pesing bercampur dengan bau khasmemek seperti punya Tuti, Rahman menjilat bercak kuning dicelana dalam itu danmerasakan rasa asin, ia menjilat terus sampai bercak itu menjadi licin dan berubahmenjadi lendir. Tapi ia takut ketahuan, ia segera melemparkan benda itu dan merangkakmundur keluar dari ruangan. Semuanya dilakukan tanpa mereka mengetahuinya, Rahmanberdebar-debar membayangkan kapan Tuti dan Shanti akan siap melayaninya bersama- sama.ìAduh Mbaakk, aku keluar lagi Mbak.. Aduh duh..î Shanti berkelojotan, memeknyaterangkat dan menekan-nekan wajah Tuti, Tuti tidak mau kalah dan mengulek memeknyadengan goyangan yang membuatnya merasa hendak kencing. ìShaan.. Mati aku Shan.. Ooohh.. Terus Shan, terus!î desah Tuti dan Shantimempercepat tusukan lidahnya dalam memek Tuti, ia menghujamkan mulutnya danlidahnya menjulur dalam sekali, berkelana disekitar dinding memek wanita itu dan Shantimerasakan cairan masuk ke dalam mulutnya dengan mudah, Shanti tidak peduli bahwaitu adalah air kencing yang keluar sedikit dari memek Tuti karena gadis itu membuatnyaseperti gila dan entah mengapa ia merasa ingin kencing terus setiap Shanti menjalarkanlidahnya didalam memeknya. Tuti merasa pinggangnya nyeri karena menahan nikmat yang membuatnya tanpa sadarmeliuk-liuk seperti ular, apalagi dirasakannya lubang anusnya ditusuk-tusuk juga olehjari-jemari gadis itu, ternyata gadis itu sekarang pandai sekali memuaskan dirinya. Tutijuga tidak mau kalah dan ia membuat Shanti berguling sehingga gadis itu sekarang yangberada diatasnya dan dengan leluasa Tuti menjilati cairan bening yang jatuh dari liangmemek Shanti, cairan lengket dan hangat terasa asin itulah yang selalu dirindukan Tuti. Enak bukan main rasanya dan Tuti seperti gila menghisap lubang memek gadis itu, lidahnya dengan kaku memasuk kedalam memek Shanti dan membuat gadis itumengerang, kadang malah Shanti tersentak kesakitan karena lidah Tuti masuk terlaludalam dan Tuti cepat-cepat mengeluarkan lidahnya, ia lupa bahwa gadis itu masihperawan dan ia ingin Rahman yang memerawani gadis ini, kalau bisa nanti malam. ìMbakhh.. Aah.. Enak sekali Mbak.. Aaa.. Keluar lagi Mbak.. Aduuhhî Shantimengerang panjang dan Tuti merasakan cairan bening makin banyak masuk kedalammulutnya. Tuti menggosok-gosokkan hidungnya di lubang anus Shanti, ia merasa terangsang sekalimelihat liang itu dan dijilatinya lubang anus Shanti, Tuti memasukkan jari telunjuknya, membuat Shanti mengerang lagi. Lalu dikocok-kocoknya telunjuk itu di dalam anusShanti. Gadis itu tersentak-sentak sambil merintih, Shanti merasa mulas tapi ada perasaannikmatnya juga. Ia mengejan agar jari Tuti lebih mudah masuk kedalam anusnya, Shantimerasa enak sekali dan ia merasa memeknya banjir besar. Sedangkan Tuti dengan lahapmenjilati lubang anus Shanti dan bahkan ia menjilati jarinya yang baru keluar dari dalamanus Shanti, ia mencium bau yang baginya enak sekali dan ia menghisap jari itu. Shanti melakukan hal serupa, ia memasukkan jarinya dan buat Tuti yang sudah terbiasa, kocokkan jari-jari Shanti di dalam anusnya membuatnya orgasme. Apalagi Shanti dengantanpa jijik menjilat anusnya dan menusuk-nusuk lubang itu dengan lidahnya, Tutimerasakan kenikmatan yang membuat tubuhnya panas dan gemetar. Dengan rintihanpanjang Tuti mencapai orgasme lagi dan terkulai lemas. Shanti juga lemas diatas tubuhTuti.

    Mereka merasa rindu mereka telah terobati sementara dan Shanti diam-diam memohonagar kejadian seperti ini terus akan terjadi, ia tak ingin kehilangan Tuti lagi, ia tak akankuasa hidup tanpa wanita yang dapat membuatnya merasakan kenikmatan seperti ini. Shanti menyusukkan kepalanya disela-sela ketiak Tuti, ia sangat merindukan kejadianseperti ini dimana ia merasa terlindungi dan Shanti sangat suka sekali bau ketiak Tutiyang sedang berkeringat dan dengan bernafsu Shanti menjilati keringat yang membasahibulu-bulu ketiak wanita itu. Shanti mengendus dalam dan menikmati bau khas yangsangat disukainnya, bau khas ketiak wanita kampung, tapi baginya bau ketiak Tutisungguh merangsang. Tuti cekikikan kegelian karena jilatan lidah Shanti tapi ia merasa nafsunya bangkitkembali. Tuti memandang lidah Shanti membelai ketiaknya dan menjilati keringatnyadengan lahap, ia terangsang sekali melihat bagaimana gadis itu menghisap-hisap buluketiaknya yang lebat, seperti dikeramas saja, pikirnya. Tuti menarik wajah Shanti danmelumat mulutnya, dirasakan bau ketiaknya ada dimulut Shanti dan Tuti melumat habismulut Shanti, gadis itu pasrah membiarkan lidah Tuti menjalar dan menyelusup kemanasuka.Ia merasa jari-jari Tuti mengocok-ngocok didalam liang memeknya dan memeknya licinsekali karena banjir, wanita itu tidak menusuk terlalu dalam dan Shanti merasa nyamansekali. Tuti membawa jari-jarinya yang berlumuran lendir itu kemulutnya dan kemulutShanti dan mereka menjilati lendir itu dengan lahap seolah-olah itu adalah tajin yangbiasa dimakan bayi. Mereka saling berpelukan dengan mesra dan terlelap dalamrengkuhan kenikmatan. *****Ketika bangun, hari sudah senja dan mereka mandi sama-sama dalam kamar Shanti. Tutimengangumi tubuh Shanti yang benar-benar sedang ranum, matang dan sangat indah, semuanya mulus tanpa cacat. Bulu kemaluannya yang halus, buah dadanya dengan putingmerah muda sangat kontras dengan tubuhnya. Tubuhnya sendiri memang masih padatdan serba kencang, tapi ia tak dapat menghindari kegemukan di perutnya, padahal iasudah senam mati-matian, mungkin inilah karena umur, pikirnya. Sebaliknya Shantisangat iri melihat tetek Tuti yang begitu besar dan kenyal, walaupun puting susunya jugabesar dan kehitaman tapi Shanti tahu banyak sekali laki-laki dikampungnya yang tergila- gila ingin menikmati tubuh Tuti. ìMbak teteknya besar sekali, kapan aku bisa punya tetek sebesar itu?î Kata Shanti, Tutitertawa terkekeh-kekeh. ìIni dulu salah urus, sebenarnya tetekku dulu tidak sebesar ini, tapi ada gara-gara digosokdengan minyak bulus jadi gede kayak giniî Jawab Tuti. Ia tak memberitahu Shanti bahwadulu germonyalah yang menyuruhnya menggosok teteknya dengan minyak itu. ìMemang bisa?îìEntahlah, tapi kupikir gara-gara itu sihî mereka terkikik. ìSelesai mandi nanti kita kekamarku yukî ajak Tuti. ìAh nanti ada suami Mbakî jawab Shanti. ìAh mungkin dia pulang malam hari iniî jawab Tuti. Ia tak mau Shanti mengetahuirencananya.ìWah kamar Mbak hebat sekali!î seru Shanti kagum melihat kemewahan kamar Tuti. Tuti tertawa dan mengajak gadis itu duduk diatas ranjang besar. ìHeh kamu mau nonton film?î tanya Tuti. Shanti menggeleng. ìFilm?îìIya film yang hebat dehî kata Tuti lalu berjalan ke lemari TV yang terletak pas dikakiranjang. Tuti memasukkan sesuatu ke dalam kotak alat dan kembali duduk bersama Shanti. Iamemeluk Shanti dan gadis itu membalas pelukannya. Tiba-tiba Shanti melotot ketikamelihat adegan dalam film itu. Ia melihat dua wanita sedang disetubuhi oleh beberapalelaki. Ia melihat kedua wanita itu sedang disetubuhi sambil menghisap kontol prialainnya. Shanti menahan napas, jantungnya berdebar kencang, tubuhnya meriang danhangat.

    Tuti merasa gadis itu gemetar. ìLho.. Kok.. Kok.. Ih Mbak! Idiihh besar sekali Mbak!î desis Shanti. Tuti diam. ìJijik Mbak.. Aduh jijik sekali!î seru gadis itu tatkala melihat salah seorang pria itumenyemprotkan air mani kedalam mulut sang wanita dan wanita itu dengan lahapmenjilatnya sambil merengek-rengek manja. Shanti teringat malam jahanamnya dengan Pak Mohan, ternyata ada wanita yang sukasekali dengan itu. ìOh enak sekali Shan, wah rasanya luar biasa!î kata Tuti.Ia membelai tengkuk Shanti. Shanti bergidik melihat wanita itu kembali menjilati kontolyang baru keluar dari memeknya dan kontol itu dengan ganas menyemburkan cairankental kedalam mulutnya lagi. ìAduuhh.. Geli amat. Kok mau sih.. î Suara Shanti bergetar, diam-diam ia merasa adaperasaan aneh merambati tubuhnya. Ia merasa berahinya naik dengan cepat, apalagi Tutimembelai-belai tengkuknya. ìMbak! Gila ihh!î Shanti melotot melihat laki-laki lain menusuk lubang pantat wanita itudan laki-laki lainnya lagi menusuk dari bawah dan dimulut wanita itu tetap tertusuksebuah kontol hitam. Semua lubang ditubuh wanita itu telah terisi. ìWah itu yang paling enak Shan, kamu harusnya merasakan bagaimana memek kamudimasuki kontol Shan.. Enaknya luar biasa!î Desis Tuti. Wanita itu juga merasa terangsang. Ia melirik ke pintu yang dibiarkan tidak terkunci. Ditelevisi terlihat adegan dua wanita itu saling memangut kontol hitam dan mereka salingmenjilat dan menyuapi satu sama lain. Shanti mendesah, ia merasa meriang sekali danmemeknya banjir besar, Shanti merasa terangsang bukan main melihat bagaimana keduawanita itu saling membagi air mani laki-laki itu dan laki-laki itu bergantian memompamulut wanita-wanita itu. ìMbaakk.. Aduh Mbak.. Nggak tahan akuî Bisik Shanti manja sambil menatap Tuti. Tutimelumat bibir gadis itu.ìNafsu yaa..?î Bisiknya. Shanti mengangguk lalu menyurukkan wajahnya ke ketiak Tutilagi. Tiba-tiba pintu terbuka dan.., ìWah ada tamu nih?î Suara besar dan berat menyengatShanti. Ia melompat berdiri dan membenahi roknya yang tersingkap. Tuti tersenyummanis pada laki-laki itu. ìOh Mas, lho kok sudah pulang? Ini kenalkan keponakanku Shantiî Kata Tuti sambilmendorong Shanti mendekat kepada laki-laki tinggi besar itu. Laki-laki yang bertampangseram dengan brewok di wajahnya. ìIni suamiku Shan, kamu panggil saja Oom Rahmanî Kata Tuti. ìOh Haloo! Wah aku tidak menyangka keponakan kamu cantik beginiî Kata Rahmansambil menjabat tangan Shanti. Shanti tersipu menundukkan wajahnya. Rahman dudukdiatas ranjang dan membuka sepatunya, matanya menatap televisi. ìLho kok putar film begitu?î Tanyanya berpura-pura. Tuti tersenyum, Shanti tidak beranimemandang, ia malu bukan main. ìYa iseng saja, lagian aku ingin kasih tahu Shanti bagaimana punya laki-laki itu lho!î Kata Tuti manja sambil membantu melepaskan dasi Rahman. ìMbaakk.. î Shanti melotot. ìLho? Nggak apa-apa kok Shan. Mas Rahman orangnya sangat terbuka kok. Lagian kamisudah biasa dengan adegan-adegan seperti di film ituî kata Tuti sambil menarik Shantisupaya mendekat. Kemudian ia memeluk Shanti dan mencium mulutnya. Shanti merasa malu denganperlakuan Tuti tapi ia juga tak ingin menghindar, ia takut Tuti marah. Malah sekarangTuti meremas buah dadanya dengan perlahan. ìMbaakk.. Malu ahî rengek Shanti. ìAh tidak apa-apa kok Shan, Oom sudah biasa kokî kata Rahman sambil menelan ludah.Ia merasa lidahnya kaku dan sepertinya ia sudah merasakan cairan memek Shanti lumerdimulutnya. Lalu Tuti membuka celana Rahman dan sekaligus memelorotkan celanadalamnya, maka meloncat keluar kontol yang sudah agak tegang. Shanti menutupmulutnya melihat kontol yang lumayan besar dan panjang itu. Wajahnya bersemu merah, ia tidak dapat berkata apa karena malu, ia ingin lari tapi ia takut Tuti tersinggung. ìNih lihat ini Shan. Ini yang namanya kontol enak..î bisik Tuti sambil mengocok pelankontol Rahman dan Shanti bisa melihat ada lendir bening di kepala kontol itu sepertilendir memeknya.

    Lalu ia terbelalak melihat Tuti dengan lahap mengulum kontol itu, bahkan Shantibingung melihat kontol itu lenyap dalam mulut Tuti. Dan Rahman mendengus-dengussambil memompanya dalam mulut wanita itu. Shanti gemetar menyaksikan pemandanganyang tidak pernah dibayangkannya. Sungguh mengerikan, pikirnya. Apakah begituenaknya sampai Tuti mau menghisap kontol itu demikian dengan lahapnya?ìMau cobain Shan? Enak banget..î Tuti menarik gadis itu supaya berlutut juga.Rahman berdiri dan tersenyum pada Shanti. Ia menyodorkan kontolnya yang sudah agakkeras itu. Tuti mengambil tangan Shanti dan dipaksanya tangan itu menjamah kontolsuaminya. Shanti berusaha menahan tangannya dengan setengah hati. Ia bingung dangundah, ia merasa memeknya seperti hendak meledak karena berahi yang memuncak tapiia juga malu dan ia tak ingin berselingkuh dengan suami Tuti, tapi sekarang malah Tutimemaksanya menjamah daging yang seperti dodol itu. ìNggak apa-apa Shan, suamiku milik kamu juga kok..î bisik Tuti. Kemudian Shanti merasakan daging itu di tangannya, lumayan besar dan kenyal, adalendir bening keluar dari ujung kontol Rahman, dan Tuti mengusap lendir itu danmemasukkannya ke mulut Shanti, Shanti merasa jijik, tapi ia hanya merasakan asinseperti pejuh Pak Mohan. Lalu Tuti mendekatkan mulut Shanti sambil menekankepalanya supaya mendekati kontol Rahman. Dan entah bagaimana Shanti pasrah sajaketika kontol itu sudah dalam mulutnya dan bergerak maju mundur. Shanti merasadaging itu hangat dalam mulutnya dan memang kalau dirasa-rasakan enak sekali, sepertimengemut es krim tapi tidak dingin melainkan hangat, hanya sesekali lidahnyamerasakan asinnya lendir yang jatuh dalam mulutnya. Tuti juga ikut mengemut kontolRahman dan sesekali kedua wanita itu saling melumat dan meremas. ìMmhh.. Enak sekali Mas.. Ayo.. Cepat keluarkan.. Aku sudah tak tahan lagi Mas!î Desah Tuti, tangannya dan tangan Shanti berebut mengocok kontol Rahman. Bola mata Rahman terbalik dan mulutnya meleguh nikmat seperti kerbau. Kontolnyasungguh keras bukan main dalam maianan kedua perempuan itu. Ia merasakanbagaimanapun jilatan dan kocokan Tuti jauh lebih luar biasa daripada Shanti. Memang iatak salah memilih gundik, Tuti memang sungguh luar biasa. Dan Rahman menyadariselama ini ia belum pernah bisa tahan lebih dari 3 menit kalau Tuti sudah mengeluarkankeahlian mulut dan tangannya, apalagi kalau kontolnya sudah dalam cengkraman memekwanita itu, maka tak ayal lagi ia akan menyerah sebelum hitungan kedua puluh, padahaldengan isteri tuanya ia tidak pernah bisa keluar dan benar-benar tidak pernah bisaejakulasi!Walau bagaimanapun sang isteri melayaninya tetap saja ia tidak dapat puas, bahkankadang-kadang kontolnya menciut kembali sehingga harus dirangsang lagi. Tapi kalaudengan Tuti, dipegang sebentar saja kontolnya sudah seperti paku baja, terus digoyangsebentar saja, kontolnya sudah meletuskan lahar panasnya, tapi Tuti dapat dengan cepatmembangunkan kembali meriamnya walaupun baru meledak. Rahman bersyukur denganTuti, ia tak merasa sayang sedikitpun mengeluarkan uang luar biasa besarnya untukmembuat wanita itu mencintainya. ìOouughh.. Aku.. Aku.. Mau keluar sayy!!î seru Rahman sambil berkelojotan. Kontolnya dikemot oleh Tuti sedemikian rupa sehingga membuat seluruh otot tubuhnyangilu menahan gelombang nikmat yang akan segera melanda. Tuti mengeluarkan kontolRahman dan segera dimasukkannya ke dalam mulut Shanti, gadis itu membiarkan kontolitu menerobos masuk kedalam mulutnya dan ia mengocoknya dengan bibirnya, lidahnyaberusaha menjilat kontol yang keluar masuk dalam mulutnya itu. Sementara Tuti mengemuti pelir Rahman dengan keahliannya, tiba-tiba Rahmanmengeluarkan leguhan keras, tubuhnya kaku dan wajahnya tegang bukan main, mulutnyaternganga sedangkan matanya terbelalak dan berputar ketika kontolnya menyemburkancairan pejuh panas ke dalam mulut Shanti, tubuhnya kejang dan ia membiarkankontolnya diam dalam mulut gadis itu, Tuti dengan sigap mengurut dan mengocok batangkontolnya, biasanya Tuti akan terus mengocok kontol itu dengan mulutnya sampaiRahman berkelojotan seperti orang sekarat, tapi ia tahu Shanti baru pertama kali danbelum tahu bagaimana membuat seorang laki-laki mengalami ejakulasi dashyat yangdapat membuatnya mati kaku. Jadi Tuti membantu dengan mengurut batang kontolRahman dan membuat laki-laki itu menggeram dashyat seperti singa. Shanti merasa mulutnya penuh dengan cairan lengket, ia tak ingin menelannya jadi iamengeluarkan dari sela-sela bibirnya walaupun ia tahu sebagian sudah tersembur masukke dalam kerongkongannya.

    Jantungnya berdebar melihat Tuti dengan lahap menjilatisetiap lelehan pejuh yang keluar dari mulutnya. ìTelan Shan.. Enak kok.. Mmhh.. Sllrrpp.. Mmmhh..î Tuti menjilati cairan kentalkeputihan itu. Dan Tuti dengan cepat menelanjangi Shanti, sehingga Shanti benar-benarberlutut tanpa selembar benangpun ditubuhnya dan wanita itu juga sudah telanjang bulatdan bahkan kini Tuti berdiri dan menyodorkan memeknya pada Shanti. Shanti hendak berpindah menggumuli memek Tuti tapi Rahman masih membiarkankontolnya dalam mulut gadis itu. Shanti mengeluarkan kontol Rahman dan menjilatipejuh yang menempel disana, ia mengemut kontol Rahman, sekarang ia merasa sukadengan rasanya, ternyata untuk menjadi biasa cepat sekali apalagi kalau memang ternyataenak. Memek Tuti digesek-gesek di wajah Shanti dan Shanti menyelipkan hidungnya di memekTuti serta mengendusnya, hhmm nikmat sekali baunya, pikir Shanti. Ia menjulurkanlidahnya dan mengorek-ngorek liang memek Tuti yang sudah licin dan banjir. Tangankanan Shanti sibuk mengocok kontol Rahman, tapi kontol itu lemas tidak bangunkembali. Rahman meringis kesakitan karena kocokan Shanti yang tidak berpengalaman, mulutnya sedang dilumat oleh Tuti, ia tidak mau melepaskan lumatan Tuti hanya untukmeringis, karena semua yang diberikan Tuti padanya adalah istimewa, dan belum pernahseumur hidupnya Rahman mendapatkan wanita seperti Tuti. Pelan-pelan mereka beringsut dan akhirnya mereka bertiga bergumul di ranjang. Rahmansibuk melumat mulut Shanti, ternyata gadis itu masih tidak berpengalaman sama sekali, lumatan bibirnya masih jauh dibanding Tuti. Tapi kontolnya sudah tegang seperti bajakembali karena Tuti yang mengocoknya. ìMau cobain rasanya memek Shanti Mas?î desis Tuti.Rahman mengangguk, ia mengidam-idamkannya dan dari tadi sore serta ia jugamemimpikannya. Tuti menyuruh Shanti memberikan memeknya tapi Shanti malu, Tutimenariknya sehingga pelan-pelan Shanti bergeser sampai tubuhnya di atas Rahman dania menungging diatas wajah Rahman. Tuti mendorong pantat Shanti supaya turun danpelan-pelan Shanti menurunkan pantatnya, tiba-tiba ia mengerang ketika lidah kasarRahman dan berewoknya menyapu memeknya yang sempit menimbulkan sensasi yangtidak terkirakan nikmatnya. Shanti merasa orgasme padahal belum diapa-apakan. Sekarang ia meliuk-liuk seperti penari ular ketika lidah Rahman menjelajahi bibirmemeknya dan menyapu itilnya dengan kasar. Geli dan nikmat bukan main.

    Tuti melihat lendir memek Shanti berjatuhan seperti tirai air terjun dan ia bersamaRahman menjilati lendir itu, sesekali ia meludah kedalam mulut Rahman dan laki-laki itusegera menikmati air liurnya. Tuti menjilati liang anus Shanti dari atas dan lidahnyamenusuk-nusuk lubang itu dengan ganas. Shanti mengerang, merintih, menjerit histeriskarena gelombang orgasme melandanya tanpa ampun membuat perutnya mulas sertamembuatnya ingin kencing. Shanti merasakan memeknya benar-benar disedot olehRahman sehingga mengeluarkan suara keras, lalu ia merasa air kencingnya keluar sedikit, ia malu dan berharap Rahman tidak menyadarinya. Tapi Rahman tahu, Tuti pun tahubahwa Shanti sampai terkencing-kencing saking nikmatnya. ìAyo Shan kencing saja Shan.. Mmmhh.. Enak sekali kencing kamuî gerang Rahmansambil memainkan itil Shanti dengan lidahnya. Shanti tidak berdaya, dan ia tak kuasamenahannya lagi, ia hanya punya pilihan menderita karena menahan kencing ataumenerima kenikmatan yang sedang diambang perasaannya. ìAduh nggak kuat! Aaakkhh.. Mbaakk!î Shanti merengek sambil mengocok kontolRahman yang licin karena lendir. Air seninya menyemprot keluar dari lubang kencingnya, memancar menyemprot wajahRahman dan Tuti. Panas dan berbau pesing, Tuti memejamkan matanya dan membukamulutnya sehingga air kencing Shanti masuk kedalam mulutnya dan keluar lagi jatuhkedalam mulut Rahman. Mereka meminum air kencing Shanti yang masih perawan, airkencing yang tidak banyak dan kekuningan tapi sensasinya membuat Rahman melayang, ia merasakan asin dan pahit ketika air kencing gadis itu membasahi tenggorokannya. Tutimalah dengan liar dan lahap meminum dan menjilati air kencing yang jatuh membasahiwajah Rahman kemudian membasahi ranjang mereka, untung Tuti sudah menjaga-jaga, tadi sore ia sudah memasang karpet karet dalam sprei, ia yakin akan terjadi permainandashyat malam ini dan sekarang terbukti. Rahman sangat menyukai cairan memek Shanti, ada bau khas seperti punya Tuti tapi iatetap berpendapat cairan memek Tuti lebih enak dan lebih asin serta kental dan baunya- pun lebih keras daripada punya perawan ini. Rahman merasa kontolnya sudah tak sabarlagi ingin mencari korban, Tuti ingin mengulumnya tapi ia menghindar, ia tidak akanbertahan lama jika dikulum oleh Tuti dan itu membuat Tuti terkikik kegelian.ìTakut? Hi hi hi..î Rahman tersenyum kecut dengan brewok yang berlumuran lendirmemek Shanti.Ia menarik Tuti agar menggantikan Shanti. Tuti beringsut. Ia berbisik pada Shanti, gadisitu menggeleng. ìCoba saja Shan, enak bukan main. Memang pertama-tama akan perih tapi kamu akansegera merasa enak..î kata Tuti. Shanti diam dan ia pasrah ketika Tuti pelan-pelan membaringkannya terlentang diatasranjang yang besar itu. Rahman bangun dan menggumulinya, teteknya dikulum oleh lakilakiitu, tapi remasan Rahman ternyata lembut dan menimbulkan berahi. Padahal tadiShanti melihat bagaimana laki-laki itu mengulum tetek Tuti, membuat wanita itumeringis. Tapi terhadap dirinya Rahman lembut sekali bahkan Shanti merasa enak sekaliteteknya disedot-sedot seperti itu. Lalu ia melihat kebawah dan dilihatnya Tutimerenggangkan pahanya lalu memegang kontol Rahman yang sudah keras seperti kayu. Perlahan-lahan kontol itu turun, tapi sebelum menyentuh memeknya ia melihat Tutimenyelomoti kontol itu sebentar dan itu membuat Rahman menjerit seperti tersentak, wanita itu terkekeh-kekeh senang, lalu Tuti mulai menempelkan kepala kontol Rahmankebibir memek Shanti yang sudah banjir hebat. Pelan-pelan kontol itu mulai masuksesenti demi sesenti sampai terdengar raungan Shanti. ìAaakkhh.. Sakiitt.. Uuuhh Mbaakk.. Ampuunn..î Shanti merintih keras ketika kontolRahman mendesak terus, ia berkelojotan sambil berontak. Lalu ia merasa lega ketika kontol itu diam dan pelan-pelan memompa tapi tidak turunlagi, gadis itu meriang mendapati kenikmatan melandanya dengan pompaan yangdiberikan Rahman. Shanti mendesis-desis seperti orang kepedasan. Tuti memainkan itilShanti membuat Shanti kejang-kejang, lalu Rahman kembali menusuk, kali ini dengancepat dan keras. ìAduuhh.. Ampuunn!! Sakiitt!! Mati aku mbaakk!!î teriak Shanti histeris ketikamerasakan lubang memeknya seolah-olah robek dan meledak, perih bukan main danpanas merayapi tubuhnya. Matanya terbelalak, keringatnya keluar sebesar butian jagung. Jari-jarinya mencakarpunggung Rahman, tapi sang kontol sudah tertanam dalam memek Shanti dan Rahmanmulai mengangkat perlahan diiringi jeritan Shanti, gadis itu hendak pingsan, sakit sekali, setiap kali laki-laki itu menusuk atau mencabut dirasakannya kenyerian disekelilingmemek dan perutnya. ìTahan Shan, nanti kamu akan keenakanî bisik Tuti.

    Setelah beberapa saat, apa yang dikatakan Tuti ternyata benar. Shanti merintih danmengerang karena kenikmatan. Rahman merasakan hal yang sama pada kontolnya. Iamerasa kontolnya seperti diremas dan dicengkram oleh gadis itu, Rahman benar-benarmerasa beruntung, setua ini ia masih mendapatkan perawan! Rahman menghisapi tetekShanti bergantian dan ia merasakan pentil kecil itu keras dalam mulutnya. Rahman merasa menang karena ia membuat Shanti menjerit dan berteriak histeris terusmenerus tatkala gadis itu mendapatkan orgasmenya, dengan Tuti ia tidak pernah menang, memang dulu pertama kali Tuti menjerit-jerit seolah-olah orgasme tapi akhirnya Rahmantahu itu hanya pura-pura saja, Tuti hanya bisa orgasme kalau memek dan liang anusnyadijilati atau dikocok dengan sesuatu, seperti kontol-kontolan yang bergetar atau dildokaret yang berbuku-buku dan Rahman melarang Tuti memberikan rintihan palsu sewaktumereka sedang bersetubuh, ia tak ingin kepalsuan dan dengan ksatria ia mengakui tidakdapat mengalahkan Tuti, selalu saja ia yang terjerambab kalah. ìOommhh.. Aduh Mbak, aku nggak sanggup lagi Mbaak!î Shanti mengeluh, tubuhnyabersimbah peluh dan ia merasa melayang karena lautan kenikmatan yang terusmelandanya. Tuti tidak mau mendengarkannya karena wanita itu juga sedang dilanda nafsu yang luarbiasa, ia menyurukkan kepalanya dan menjilati liang anus Rahman lalu beberapa saat jikaingin keluar ia mencabut kontolnya dan Tuti segera menyelomotinya dengan kasarsupaya laki-laki itu tidak orgasme lalu Tuti akan menyuruk kememek Shanti danmenjilati cairan yang menggenang bercampur dengan darah perawan gadis itu sampaibersih, ia juga menjilati cairan yang mengalir ke liang anus Shanti, ia menghisap danmenelan cairan itu dengan penuh nafsu, baru Rahman memasukkan kembali kontolnyadan memompa Shanti kembali. Tuti juga mencapai orgasme karena merasa terangsangdengan ulahnya, ia merasa seperti binatang, ia merasa seperti budak yang harusmembersihkan semua cairan berahi Rahman dan Shanti dan itu membuatnya sangatterangsang. Lalu Tuti mengatur posisi Shanti, ia menyuruh gadis itu menungging dan Rahmanmenyetubuhinya dari belakang, sedangkan Tuti menyurukkan tubuhnya kebawah Shantidan mengemut itil gadis itu sementara Rahman memompa dengan irama pelan. Kali iniShanti terbelalak dan gemetaran karena kenikmatan yang datang jauh lebih dashyatdaripada tadi. Mulut Shanti keluar erangan, ia merasakan itilnya diputar-putar didalammulut Tuti dan ia merasakan daging yang menyesakkan liang memeknya sepertimembuatnya ingin kencing lagi, ia menjerit-jerit histeris dengan tubuh berkelojotanseperti gadis yang tengah sekarat. Dan Shanti seperti gila membenamkan wajahnyakeselangkangan Tuti, lidahnya dengan liar mengorek-ngorek liang memek wanita itu danmenjilati cairan kental yang berlumuran disana. Mulut Shanti terasa asin dan tubuhnyaterasa lengket oleh keringat. ìSudah Oom.. Ampun.. Aduh.. Nggak kuat lagi akuu!î jerit Shanti dan ia terkulaimenindih tubuh Tuti. Rahman mencabut kontolnya dan dari dalam memek Shanti mengalir cairan encer beningbanyak sekali. Tuti dengan lahap menjilati cairan itu bahkan Rahman tak segan-seganmenjilati liang anus Shanti dengan penuh nafsu. Kontolnya yang keras bagi baja itumasih tegak perkasa menunggu sesuatu yang dapat dipasaknya. Tuti meremas kontolRahman sambil menghisap memek Shanti. Kemudian Tuti cepat-cepat mencegahRahman ketika laki-laki itu hendak mengarahkan kontolnya keliang anus Shanti.

    Rahmansadar dan buru-buru mengurungkan niatnya. Tuti tidak dapat membayangkan bagaimanaShanti menerima tusukan kontol Rahman diliang duburnya, pasti gadis itu akan meraungraungkesakitan luar biasa. ìSekarang giliran aku manis..î desis Tuti. Lalu ia tidur terlentang dan mengangkat keduakakinya terlipat ke wajahnya sehingga memek dan liang anusnya menghadap keatas. Shanti segera menyelomoti liang memek Tuti dengan rakus. Ia mengocok memek Tutidengan jarinya dan membuat wanita itu berkelojotan, Tuti dapat orgasme bila denganShanti karena ia sangat menikmati waktunya dengan gadis itu. Shanti mulai menjilatiliang anus Tuti sedangkan wanita itu menyelomoti kontol Rahman. Tuti menyelomotidengan kasar, ia membiarkan sesekali kontol Rahman mengenai giginya dan Rahmansenang karena wanita itu tidak akan membuatnya keluar dengan cepat. Ia tahu keinginanTuti, ia tahu Tuti ingin dipompa dan Rahman senang sekali. Kontolnya tidak lemaskarena ia sangat terangsang melihat keliaran Shanti melumat liang anus Tuti denganrakus, Rahman sekarang makin bersyukur mendapatkan dua perempuan yang punyanafsu besar, semula ia tidak menyangka gadis muda itu akan mudah didapatkan, ternyatamemang Tutilah yang memegang peranan. ìJilat dalamnya Shan, .. Oooh bersihkan.. Terus.. Aduh enak sekali Shan.. Emut terusShanî desis Tuti, Shanti menusuk-nusukan lidahnya di liang anus wanita itu dan sesekalilidahnya terjepit sampai dalam, kemudian ditusuk-tusukannya dan membuat Tutitersentak-sentak. Kemudian Shanti melihat Rahman mendekati dan mengarahkan kontolnya. Tapi Shantikaget ketika kontol Rahman pelan-pelan menusuk keliang anus Tuti. Shanti memandangTuti, dan wanita itu mengedipkan matanya. Tuti mengejan sedikit dan blup! KontolRahman melesak masuk kedalam liang itu. Shanti terpana ketika melihat Rahmanmengayun maju mundur memompa liang anus Tuti, pompaan yang berirama dan adalendir yang keluar bersama pompaan kontol Rahman. ìShan, jilat Shan.. Ooohh.. Terus.. Aaakkhh..î Tuti merasa orgasme ketika melihatdengan tanpa merasa jijik Shanti menjilati lendir yang keluar dari liang anusnya danbahkan Rahman mencabut kontolnya dan Shanti seperti sudah tahu langsung menghisapdan menyelomoti kontol itu. Shanti sama sekali tidak jijik karena kalau itu liang anus Tuti, apapun diminta Tuti iaakan melakukannya karena Shanti sadar bahwa yang dikatakan Tuti selalu benar. Shantimerasakan cairan asin dan berbau tapi ia menikmatinya. Bahkan beberapa kali iamemaksa kontol Rahman dicabut supaya ia bisa menghisap dan membersihkan cairanlengket keputihan itu. Rahman beberapa kali sudah ingin meledak karena berahi yangmencapai puncak tapi untung setiap kali ada Shanti yang membuatnya mengurungkanledakan laharnya dan ia tersenyum senang pada Tuti, sedangkan Tuti sudah lebih dari duakali orgasme karena perbuatan Shanti didepan matanya daripada pompaan kontolRahman di duburnya.Ia menarik Shanti dan memaksa melumat mulut gadis itu, Shanti membuka mulutnya danmembiarkan cairan keputihan yang baru saja dijilat di liang anus Tuti mengalir jatuhkedalam mulut Tuti. Tuti merintih dan menikmati cairan itu, kemudian mereka salingmembelit dan melumat. Tuti menggoyang berirama dan membuat Rahman menggerungseperti binatang terluka. ìAaarrgghh.. Gilaa!!î teriak Rahman. ìCepat, cepat!î teriak Tuti sambil mendorong Shanti. Seperti sudah mengetahui apa yang harus dilakukannya Shanti segera menyurukkanwajahnya dan sedikit terlambat ketika Rahman memuntahkan pejuhnya didalam anusTuti tapi laki-laki itu memaksa mencabutnya dan Shanti segera menangkap denganmulutnya.

    Rahman memompanya dalam mulut Shanti seperti orang kesetanan dan cairanyang keluar seperti tidak ada habis-habisnya, Shanti kali ini menelan cairan itu, sebagiandisekanya dengan tangannya kemudian disodorkan kepada Tuti dan wanita itu menjilatcairan itu dengan lahap. Rahman berkelojotan seperti akan putus nyawanya, mulutnya mengeluarkan suara sepertiorang sekarat. Ia benar-benar puas. Shanti menyelomoti kontolnya dengan ahli sekarang. Ia bisa merasakan jalaran lidah gadis itu menyapu permukaan topi bajanya dan keleherkontolnya yang paling peka, membuatnya melayang-layang dalam perasaan aneh yangmembuat tubuhnya panas meriang. Setelah agak lama Rahman tumbang diatas ranjang. ìAku bisa gila..î desahnya. Rahman memandang Shanti yang sedang menjilati cairan pejuh di anus Tuti, ia bahkanmengorek-ngorek liang anus Tuti dengan lidahnya dan itu membuat Tuti menjerit-jeritkenikmatan dan kegelian, tapi Shanti seperti kesetanan dengan perbuatan joroknya. Shanti tidak peduli apa yang dijilatnya, ia hanya merasa ada sensasi aneh denganmelakukannya, ia merasa hebat dan ia merasa terangsang bukan main dengan apa yangdiperbuatnya. Shanti betul-betul pembersih, ia membuat liang memek dan anus Tuti berkilat karenajilatannya. Tak ada setetes-pun lendir disana kecuali bekas jilatan-jilatan lidahnya. Shantipuas dengan pekerjaannya. Ia memandang Tuti dengan penuh cinta ketika wanita itumenurunkan kakinya. Tuti merasa kakinya hendak copot karena pegal dan perutnyakeram, tapi ia tersenyum letih pada Shanti. Ia membelai kepala gadis itu kemudianmereka saling melumat dan berpelukan dalam senyap, sementara Rahman dengan mulutter-nganga mendengkur seperti babi. ìAku cinta sama Mbakî bisik Shanti. Tuti tersenyum lembut. ìAku juga mencintaimu Shan, kamu segalanya buatkuî bisiknya.ìJangan tinggalkan saya Mbakî Tuti menggeleng dalam diam. Tidak akan, pikirnya. Tidak akan pernah! Shanti menyusupkan kepalanya di payudara Tuti dan tidur lelapdalam kelelahan.. *****ìWah segar sekali kamu kelihatannya?î kata Tuti sambil duduk disamping Shanti. Gadis itu sedang melamun diteras belakang rumah Tuti sambil memandang kolamrenang. Shanti terkejut sebentar tapi tersenyum manis. Wajahnya bersih dan segar, rambutnya yang panjang dibiarkan terurai dan pagi itu Shanti benar-benar cantik sekali. Ia memakai daster warna kuning dengan bunga-bunga kecil di bagian dada. ìWah Mbak juga kelihatan cantik sekali!î seru Shanti. Tak lama kemudian seorang wanita tua yang dikenal dengan mbok Iyem menaruh kopisusu dan roti panggang di meja kecil dihadapan mereka. ìMelamunin semalam ya?î bisik Tuti setelah pembantunya pergi. Shanti mencubit perutTuti, membuat wanita itu tekikik geli. ìAaahh Mbak! Malu nih..î rengek Shanti. Tuti tertawa lagi. ìKok malu? Itu biasa kok, semua orang juga pasti melakukannyaî kata Tuti sambilmenyerahkan kopi susu kepada gadis itu. ìTapi kan nggak kayak semalam Mbak. Aku malu dan risih sama Mbak..î kata Shanti.Ia menghirup kopi susunya. Tuti tersenyum sambil minum juga. ìAku kan sudah bilang, buat aku sama sekali nggak apa-apa. Malah aku senang sekalikamu juga merasakan kesenangan dengankuî jawab Tuti. ìTetap aku merasa malu, sebab itu kan suami MbakîìJangan berkata seperti itu, yang aku inginkan cuma kebahagiaan dan kesenangan kitaberdua Shan. Rahman memang sangat mencintaiku, dan aku juga sangat mencintainya, tapi aku juga sangat mencintaimu, kamu kan tahu itu?îìTapii.. Ah pokoknya entah bagaimana aku nanti kata orang. Bersetubuh dengan suamiorang dan bersama pula!îìAh mana orang yang tahu? Sudahlah, pokoknya aku merasa sangat bahagiaî kata Tuti. Tuti membelai rambut Shanti. ìApakah kamu tidak bahagia?îìAku bukan main bahagianya Mbak dan aku juga bingung bagaimana aku harusberterima kasih pada semua kebaikan Mbakî jawab Shanti. ìJangan berkata begitu sayang, aku malah takut kamu menjadi marah padaku karenakejadian semalam keperawananmu hilangî kata Tuti sambil memandang Shanti. ìAh buatku tidak masalah Mbak, yang penting enaakk.. Hi hi hiî Shanti merasa lucusendiri, ia sama sekali tidak peduli dengan keperawanannya, masa bodo, pikirnya. Akumalah merasa aneh dan sangat ketagihan.. ìMasih sakit?î tanya Tuti.

    Shanti menggeleng. ìNggak, cuma tadi pagi perih waktu mau kencing. Mbak tidurnya enak sekali ya, tapi kokOom Rahman udah menghilang sepagi itu?î tanya Shanti. ìOh itu mah biasa Shan. Bisnisnya terlalu banyak dan seringnya malah jam dua pagisudah pergi kalau mau keluar negeriî kata Tuti. ìWah enak dong ya, Mbak pasti sudah sering keluar negeriîìYah hanya ke Singapura dan Malaysia saja, lainnya belum ada kesempatanî jawab Tutitertawa. ìNanti juga pada saatnya kita akan bisa pergi bersama-samaî lanjutnya. ìWah tadi pagi mulutku baunya bukan main Mbak! Semalam ketiduran padahal belumgosok gigiî kata Shanti sambil cekikikan. Tuti tertawa juga. ìAku juga! Uekh, aku pengen muntah saja tadi pagi, hi hi hi..î Tuti membuat wajahnyaterlihat lucu. ìTapi sekarang sudah nggak lagi kan?î lanjutnya sambil membuka mulutnya danmendekatkan pada Shanti. Shanti mencium mulut Tuti dan melumatnya. ìMmmhh.. Sedaapp..î desisnya. ìUdah ah, ntar kelihatan sama si Mbok bisa pingsan dia melihat kita ciuman beginiî kataTuti. Mereka tertawa. ìApakah kamu nggak merasa jijik dengan perbuatan kita semalam?î tanya Tuti ingintahu. Shanti memandangnya sambil menggeleng. ìEntahlah, aku malah kepengen lagi Mbak. Padahal tadi pagi aku berpikir betapamenjijikkannya perbuatan kita semalam, tapi mengapa aku merasa aneh dan terangsangsetiap kali membayangkannya?î Shanti memang merasa bingung. Tadi pagi ia merasa risih dan malu sekali mendapati dirinya bangun dari tidur dengantubuh telanjang bulat diatas tubuh Tuti. Dan ia ingin muntah mendapati mulutnya bausekali, tubuhnya berbercak-bercak putih seperti kerak dan ia yakin itu pejuh atau lendirTuti atau bahkan miliknya sendiri. Tapi anehnya ia malah tersenyum waktu itu dan merasa jantungnya berdebar ketikamembersihkan kerak-kerak itu dan merasakan kerak itu menjadi lendir kembali sewaktukena air. Ia malah mencicipinya lagi sambil membayangkan apa yang dilakukannyasemalam. Mungkin kalau menurut adat kampung perbuatannya semalam sudah termasukkatagori gila atau perempuan laknat, bersetubuh dengan suami orang, menciumi anussesama jenis bahkan menjilatinya, oh itu sungguh bisa menimbulkan masalah yang luarbiasa besarnya jika diketahui orang tuanya. Untung orang tuanya berada jauh sekali darisini. ìHeh! Melamun lagi!î seru Tuti. ìOh eh.. Ih Mbak ngagetin melulu!îìMikirin apa lagi?î tanya Tuti. ìMikirin semalam kok Mbak mau saja sih ditusuk di pantat?î tanya Shanti. Tutimengerling pura-pura marah. ìKamu ini jorok ya, pagi-pagi sudah ngomong gituan..îìAaahh.. Ayo dong Mbakî rengek Shanti. Tuti mencubit pipi gadis itu.ìYa mau saja, wong buatku enak sekali kokî jawab Tuti. ìLho? Kan sakit Mbak?îìNdak lagi, malah aku sering sekali ngecret kalo dientot pantatkuî jawab Tuti seenaknya. ìDulu pertama kali memang sakit, tapi lama-lama malah enak, seperti mau berak rasanya. Rasanya mulas sewaktu kontol masuk kedalam sanaîìAstaga! Mbak ih, jorok..îìEnaakk.. Kan kamu dulu yang mulaiin ngomong jorokî Tuti tersenyum genit. ìSekali-kali aku pengen juga dientot di sana Mbakî kata Shanti tiba-tiba. ìNanti juga kesampaian, dan kamu bisa ketagihan nanti. Apalagi kalau kita dientot daridepan dan belakang, wah rasanya semua laki-laki jadi budak nafsu kita. Kita bisa matikeenakan Shan!î kata Tuti. Shanti melotot. ìGila! Masak ditusuk dari depan dan belakang?î Tuti baru mendengarnya lagi. ìIya, dulu sekali aku pernah dientot 6 laki-laki Shan. Satu menusuk pantatku sambilnungging, sedangkan aku mengentoti kontol laki-laki dibawahku dengan memekku danmulutku dientot dua kontol, dan dua kontol lagi mengentoti ketekku, wah aku merasaseperti mesin pejuh Shan, mereka semua menyemburkannya dimulutku, dipantatku, dimemekku, di ketekku, di tetekku, di perut, di kaki, di paha, di wajah serta di rambutku!î Cerita Tuti kebablasan. Shanti tegang sekali sehingga napasnya memburu. Ia terkejut mendapati Tuti begituberpengalaman dengan laki-laki. ìEmang dulu Mbak.. ììYa aku dulu pelacur Shan. Pelacur idaman setiap laki-laki, bukan sombong, tapipenghasilanku dulu besar sekali. Karena aku selalu memuaskan setiap laki-laki dan akuselalu menuruti apa yang mereka inginkan. Kamu akan tahu laki-laki itu punya fantasiyang gila Shan. Mereka kebanyakan membayangkan kita-kita ini seperti binatangpeliharaan mereka..î cerita Tuti lagi. Shanti tegang mendengarkan. ìDan kebetulan aku juga maniak seks, jadi aku juga merasa enak sekali, nafsu berahikubesar sekali Shan. Dulu aku begitu menghayati pekerjaanku, bayangkan saja, sudahdientot enak dapat uang pula!î lanjut Tuti. ìMbak hebat sekali! Aku tidak pernah membayangkan Mbak jadi pelacur lho!î seruShanti. ìSsstt.. Pelan-pelan dong, kedengaran orang mati aku!î desis Tuti. Mereka tertawa. ìTapi ada juga nggak enaknya, tapi umumnya aku puas dengan apa yang kuhasilkan duludan sekarang lebih enak lagi.

    Mendapatkan suami kaya dan gadis cantik seperti kamuyang..î Tuti menggantung kalimatnya. ìYang apa?îìAh nggak jadi deh..îìAaahh ayo doongg..îìYang siap dientot dan mengentot!î bisik Tuti.Shanti menjerit sambil mencubiti Tuti, mereka saling cubit mencubit sambil cekikikan. Tuti memang merasa bersyukur bukan main dengan keadaannya sekarang, tapi Shantijuga sangat bersyukur dengan apa yang didapatnya sekarang. Jadi kurang apa lagi?ìEhh Mbak, nanti malam kalo Oom Rahman pulang kita lakukan hal yang semalamyuukk..?î kata Shanti memecahkan lamunan Tuti. ìAhh.. Kamu masa sih tadi malam belum puas??îìAaahh.. Ayo doongg.. Mbak khan Shanti mau ngobain dientot lewat anus, seperti Mbaksemalam?îìMemangnya kamu udah siap dientot di pantat?? tanya Tuti meragukan perkataanShanti.îìAku khan mau nyobain Mbak, abis Shanti lihat semalam Mbak sangat keenakkansihh..?îìShan apa kamu engga takut sama kontolnya Oom Rahman? Khan kontolnya OomRahman besar sekali. Nanti anusmu bisa jebol lohh..!!?î kata Tuti meyakinkankesungguhan Shanti. ìEngga aku sama sekali engga takut, masa kontol itu di anus Mbak bisa masuk di anusShanti engga bisa??îìYaa bisa sihh.., tapi pertama-tama musti sedikit dipaksakan, dan lagi waktu pertama kalimasuk wahh.. Sakitnya bukan main lohh..?îìTapi abis itu enak khan Mbak??îìIya sih, yaa kurang lebih sama lah waktu kamu kesakitan semalam, malahan bisa lebihsakit ke anus?îìPokoknya Shanti mau nyoba, tapi Mbak ajarin yaa..!!î Shanti memohon ke Tuti. ìYaa udah bersiaplah nanti malam?î Waktu terus berlalu, akhirnya malam-pun tiba. Shanti dan Tuti keduanya menungguiRahman di ruang tamu. Mereka duduk-duduk disana sambil makan kue-kue kecil. Akhirnya pada jam 9.20 terdengar suara klakson mobil. ìShan itu Oom Rahman pulang?î teriak Tuti. ìAyu Mbak kita kedepan membukakan pintu?î kata Shanti sambil beranjak dariduduknya. Lalu Tuti pun mengikutinya dari belakang. Setelah Rahman memarkir mobilnya digarasi, Tuti menutup pagar, lalu mereka bertiga masuk kedalam. Ketiganya langsungmenuju ke kamar yang sudah disiapkan oleh Tuti. Sesampainya disana Rahman langsung mencopot pakaiannya, terus ia beranjak ke kamarmandi untuk mandi. Sementara itu Shanti menunggunya dengan hati berdebar-debar. Sambil menunggu Rahman mandi, Tuti menyetel film biru. Shanti semakin terangsangmelihat adegan-adegan pada film tersebut. Ia merasakan itilnya berdenyut-denyut, putingsusunya mengeras. Melihat perubahan wajah dari gadis tersebut, Tuti yang sangatberpengalaman langsung saja melumat bibir gadis itu.Perlahan-lahan Tuti mulai melepaskan pakaian Shanti. Gadis itu malah ikut membantumengangkat pantatnya ketika Tuti melepaskan pakaiannya. Lalu setelah ia melepaskanpakaian gadis itu, ia-pun segera melepaskan pakaiannya. Akhirnya mereka berduatelanjang diatas ranjang tanpa mengenakan sehelai benang-pun. Bibir mereka salingmelumat, tangan mereka saling meraba bagian-bagian sensitif, sehingga membuat merekalebih terangsang. Pada saat rangsangan mereka mencapai puncaknya, tiba-tiba Rahman keluar dari kamarmandi dengan lilitan handuk yang menutupi kemaluannya. Segera saja kedua perempuantersebut menyambut Rahman, mereka melepaskan handuk yang melilit di pinggangnya, lalu Shanti dengan rakus langsung mengemut kontol laki-laki tersebut. Sementara itu Tutisibut menjilati buah zakarnya. Lalu Tuti mengajak mereka semua pindah keranjang. Kemudian Rahman mencium belakang telinga Shanti dan lidahnya bermain-main didalam kupingnya. Hal ini menimbulkan perasaan yang sangat geli, yang menyebabkanbadan Shanti mengeliat-geliat. Mulut Rahman berpindah dan melumat bibir Shantidengan ganas, lidahnya bergerak-gerak menerobos ke dalam mulut gadis itu danmenggelitik-gelitik lidahnya. ìAaahh.., hmm.., hhmmî, terdengar suara menggumam dari mulut Shanti yang tersumbatoleh mulut Rahman. Mulut Rahman sekarang berpindah dan mulai menjilat-jilat dari dagu Shanti turun keleher, kepala gadis belia itu tertengadah ke atas dan badan bagian atasnya yang terlanjangmelengkung ke depan, ke arah Rahman, payudaranya yang kecil mungil tapi bulatkencang itu, seakan-akan menantang ke arah lelaki setengah baya tersebut. Laki-laki itu langsung bereaksi, tangan kanannya memegangi bagian bawah payudaragadis tersebut, mulutnya menciumi dan mengisap-isap kedua puting itu secara bergantian. Mulanya buah dada Shanti yang sebelah kanan menjadi sasaran mulutnya. Buah dadaShanti yang kecil mungil itu hampir masuk semuanya ke dalam mulut Rahman yangmulai mengisap-isapnya dengan lahap. Lidahnya bermain-main pada puting buah dadaShanti yang segera bereaksi menjadi keras.

    Terasa sesak napas Shanti menerimapermainan Rahman yang lihai itu. Badan Shanti terasa makin lemas dan dari mulutnyaterus terdengar erangan, ìSsshh.., sshh.., aahh.., aahh.., sshh.., sshh.., aduh Mbak aku engga kuat, sshh.., enaak.. Oomî, mulut Rahman terus berpindah-pindah dari buah dada yang kiri, ke yang kanan, mengisap-isap dan menjilat-jilat kedua puting buah dadanya secara bergantian. BadanShanti benar-benar telah lemas menerima perlakuan ini. Matanya terpejam pasrah dankedua putingnya telah benar-benar mengeras. Sementara itu Tuti terus bermain-main dipaha Shanti yang mulus itu dan secara perlahan-lahan merambat ke atas dan, tiba-tibajarinya menyentuh bibir kemaluan Shanti. Segera badan Shanti tersentak dan, ìAaahh.., oohh.., Mbaak..!î.Mula-mula hanya ujung jari telunjuk Tuti yang mengelus-elus bibir kemaluannya. MukaShanti yang ayu terlihat merah merona dengan matanya yang terpejam sayu, sedangkangiginya terlihat menggigit bibir bawahnya yang bergetar. Kedua tangan Tuti memegangkedua kaki gadis itu, bahkan dengan gemas ia mementangkan kedua belah pahanya lebarlebar.Matanya benar-benar nanar memandang daerah di sekitar selangkangan Shantiyang telah terbuka itu. Nafas perempuan itu terdengar mendengus-dengus memburu. Shanti merasakanbadannya amat lemas serta panas dan perasaannya sendiri mulai diliputi oleh suatusensasi yang mengila, apalagi melihat tubuh Rahman yang besar berbulu dengankemaluannya yang hitam, besar yang pada ujung kepalanya membulat mengkilat denganpangkalnya yang ditumbuhi rambut yang hitam lebat terletak diantara kedua paha yanghitam gempal itu. Sambil memegang kedua paha Shanti dan merentangkannya lebarlebar,Tuti membenamkan kepalanya di antara kedua paha Shanti. Mulut dan lidahnyamenjilat-jilat penuh nafsu di sekitar kemaluan gadis belia tersebut yang yang masih rapat, tertutup rambut halus dan tipis itu. Shanti hanya bisa memejamkan mata, ìOoohh.., nikmatnya.., oohh!î, Shanti mengumandalam hati, sampai-sampai tubuhnya bergerak menggelinjang-gelinjang kegelian. ìOoohh.., hhmm!î, terdengar rintihan halus, memelas keluar dari mulutnya. ìMbaakk.., aku tak tahan lagi..!î, Shanti memelas sambil menggigit bibir. Sungguh Shanti tidak bisa menahan lagi, dia telah diliputi nafsu birahi, perasaan nikmatyang melanda di sekujur tubuhnya akibat serangan-serangan mematikan yang dilancarkanTuti dan Rahman yang telah bepengalaman itu. Namun rupanya mereka berdua itu tidakpeduli dengan keadaan Shanti yang telah orgasme beberapa kali itu, bahkan merekaterlihat amat senang melihat Shanti mengalami hal itu. Tangannya yang melingkari keduapantat Shanti, kini dijulurkan ke atas, menjalar melalui perut ke arah dada dan mengelus- elus serta meremas-remas kedua payudara Shanti dengan sangat bernafsu. Menghadapiserangan bertubi-tubi yang dilancarkan Rahman dan Tuti ini, Shanti benar-benar sangatkewalahan dan kamaluannya telah sangat basah kuyup. ìMbaakk.., aakkhh.., aakkhh!î, Shanti mengerang halus, kedua pahanya yang jenjangmulus menjepit kepala Tuti untuk melampiaskan derita birahi yang menyerangnya, dijambaknya rambut Tuti keras-keras. Gadis ayu yang lemah lembut ini benar-benar telah ditaklukan oleh permainan Tuti danlaki-laki setengah baya yang dapat sangat membangkitkan gairahnya. Tiba-tiba Tutimelepaskan diri, kemudian bangkit di depan Shanti yang masih tertidur di tepi ranjang, ditariknya Shanti dari atas ranjang dan kemudian Rahman disuruhnya duduk ditepiranjang. Kemudian kedua tangan Tuti menekan bahu Shanti ke bawah, sehingga sekarangposisi Shanti berjongkok di antara kedua kaki berbulu lelaki tersebut dan kepalanya tepatsejajar dengan bagian bawah perutnya. Shanti sudah tahu apa yang diinginkan kedua orang tersebut, namun tanpa sempatberpikir lagi, tangan Rahman telah meraih belakang kepalanya dan dibawa mendekatikontol laki-laki tersebut. Tanpa melawan sedikitpun Shanti memasukkan kepala penisRahman ke dalam mulutnya sehingga kontol tersebut terjepit di antara kedua bibir mungilShanti, yang dengan terpaksa dicobanya membuka mulut selebar-lebarnya, Lalu Shantimulai mengulum alat vital Rahman dalam mulutnya, hingga membuat lelaki itu meremmelek keenakan. Benda itu hanya masuk bagian kepala dan sedikit batangnya saja ke dalam mulut Shantiyang kecil, itupun sudah terasa penuh benar. Shanti hampir sesak nafas dibuatnya. Kelihatan ia bekerja keras, menghisap, mengulum serta mempermainkan batang itukeluar masuk ke dalam mulutnya. Terasa benar kepala itu bergetar hebat setiap kali lidahShanti menyapu kepalanya. Sementara itu Tuti sibuk menjilati buah peler laki-lakitersebut. Kadang lidahnya menyapu anus suaminya itu. Beberapa saat kemudian Rahman melepaskan diri, ia mengangkat badan Shanti yangterasa sangat ringan itu dan membaringkan di atas ranjang dengan pantat Shanti terletakdi tepi ranjang, kaki kiri Shanti diangkatnya agak melebar ke samping, di pinggirpinggang lelaki tersebut.

    Kemudian Rahman mulai berusaha memasuki tubuh Shanti. Tangan kanan Rahman menggenggam batang penisnya yang besar itu dan kepalapenisnya yang membulat itu digesek-gesekkannya pada klitoris dan bibir kemaluanShanti, hingga Shanti merintih-rintih kenikmatan dan badannya tersentak-sentak. Rahmanterus berusaha menekan kontolnya ke dalam kemaluan Shanti yang memang sudah sangatbasah itu, akan tetapi sangat sempit untuk ukuran penis Rahman yang besar itu. Pelahan-lahan kepala penis Rahman itu menerobos masuk membelah bibir kemaluanShanti. Ketika kepala penis lelaki setengah baya itu menempel pada bibir kemaluannya, Shanti merasa kaget ketika menyadari saluran vaginanya ternyata panas dan basah. Kemudian Rahman memainkan kepala penisnya pada bibir kemaluannya yangmenimbulkan suatu perasaan geli yang segera menjalar ke seluruh tubuhnya. Dalam keadaan seperti itu, dengan perlahan Rahman menekan pantatnya kuat-kuat kedepan sehingga pinggulnya menempel ketat pada pinggul Shanti, rambut lebat padapangkal penis lelaki tersebut mengesek pada kedua paha bagian atas dan bibir kemaluanShanti yang makin membuatnya kegelian, sedangkan seluruh batang penisnya amblas kedalam liang vagina Shanti. Dengan tak kuasa menahan diri, dari mulut Shanti terdengar jeritan halus tertahan, ìAduuh!, oohh.., aahhî, disertai badannya yang tertekuk ke atas dan kedua tangan Shantimencengkeram dengan kuat pinggang Rahman. Perasaan sensasi luar biasa bercampursedikit pedih menguasai diri Shanti, hingga badannya mengejang beberapa detik. Melihat keadaan itu, dengan sigap Tuti langsung menuju ke payudara gadis itu. Dikulumnya payudara Shanti yang sebelah kiri dengan mulutnya, lidahnya sibukmenyentik-yentik putingnya yang telah keras dan runcing itu. Sementara tangannya yangkanan sibuk memilin-milin puting susu yang sebelah kiri. Shanti semakin menggeliat. Kemudian Tuti pun berpindah ke puting sebelahnya. Perasaannya campur aduk, antarapedih dan nikmat.Rahman cukup mengerti keadaan Shanti, ketika dia selesai memasukkan seluruh batangpenisnya, dia memberi kesempatan kemaluan Shanti untuk bisa menyesuaikan denganpenisnya yang besar itu. Shanti mulai bisa menguasai dirinya. Beberapa saat kemudianRahman mulai menggoyangkan pinggulnya, mula-mula perlahan, kemudian makin lamasemakin cepat. Seterusnya pinggul lelaki setengah baya itu bergerak dengan kecepatantinggi diantara kedua paha halus gadis ayu tersebut. Shanti berusaha memegang lengan pria itu, sementara tubuhnya bergetar dan terlonjakdengan hebat akibat dorongan dan tarikan penis lelaki tersebut pada kemaluannya, giginya bergemeletuk dan kepalanya menggeleng-geleng ke kiri kanan di atas ranjang. Shanti mencoba memaksa kelopak matanya yang terasa berat untuk membukanyasebentar dan melihat wajah lelaki itu yang sedang menatapnya, dengan takjub. Shantiberusaha bernafas dan.. ìOoomm.., aahh.., oohh.., sshhî, erangnya sementara pria tersebut terus menyetubuhinyadengan ganas. Shanti sungguh tak kuasa untuk tidak merintih setiap kali Rahman menggerakkantubuhnya, gesekan demi gesekan di dinding liang vaginanya, sungguh membuatnyamelayang-layang dalam sensasi kenikmatan yang belum pernah dia alami. Setiap kaliRahman menarik penisnya keluar, Shanti merasa seakan-akan sebagian dari badannyaturut terbawa keluar dari tubuhnya dan pada gilirannya Rahman menekan masukpenisnya ke dalam vaginanya, maka clitoris Shanti terjepit pada batang penis lelaki itudan terdorong masuk kemudian tergesek-gesek dengan batang penis lelaki tersebut yangberurat itu. Hal ini menimbulkan suatu perasaan geli yang dahsyat, yang mengakibatkanseluruh badan Shanti menggeliat dan terlonjak, sampai badannya tertekuk ke atasmenahan sensasi kenikmatan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Lelaki tersebut terus menyetubuhi Shanti dengan cara itu. Sementara tangannya yang laintidak dibiarkan menganggur, dengan terus bermain-main pada bagian vagina Tuti danmenarik-narik klitorisnya, sehingga membuatnya menggeliat-geliat menahan nikmat. Shanti bisa melihat bagaimana batang penis yang hitam besar dari lelaki itu keluar masukke dalam liang kemaluannya yang sempit. Shanti selalu menahan nafas ketika benda itumenusuk ke dalamnya. Kemaluannya hampir tidak dapat menampung ukuran penis Rahman yang super besar itu. Shanti menghitung-hitung detik-detik yang berlalu, ia berharap lelaki itu segera mencapaiklimaksnya, namun harapannya itu tak kunjung terjadi. Ia berusaha menggerakkanpinggulnya, akan tetapi paha, bokong dan kakinya mati rasa. Tapi ia mencoba berusahamembuat lelaki itu segera mencapai klimaks dengan memutar bokongnya, menjepitkanpahanya, akan tetapi Rahman terus menyetubuhinya dan tidak juga mencapai klimaks.

    Lalu tiba-tiba Shanti merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya, rasanya sepertiada kekuatan dahsyat pelan-pelan bangkit di dalamnya, perasaan yang tidak diingininya, tidak dikenalnya, keinginan untuk membuat dirinya meledak dalam kenikmatan. Shantimerasa dirinya seperti mulai tenggelam dalam genangan air, dengan gleiser di dalamvaginanya yang siap untuk membuncah setinggi-tingginya. Saat itu dia tahu dengan pasti, ia akan kehilangan kontrol, ia akan mengalami orgasme yang luar biasa dahsyatnya. Jari-jarinya dengan keras mencengkeram sprei ranjang, ia menggigit bibirnya, dankemudian terdengar erangan panjang keluar dari mulutnya yang mungil, ìOooh.., ooh.., aahhmm.., sstthh!î. Gadis ayu itu melengkungkan punggungnya, kedua pahanya mengejang serta menjepitdengan kencang, menekuk ibu jari kakinya, membiarkan bokongnya naik-turun berkali- kali, keseluruhan badannya berkelonjotan, menjerit serak dan.., akhirnya larut dalamorgasme total yang dengan dahsyat melandanya, diikuti dengan suatu kekosonganmelanda dirinya dan keseluruhan tubuhnya merasakan lemas seakan-akan seluruhtulangnya copot berantakan. Shanti terkulai lemas tak berdaya di atas ranjang dengankedua tangannya terentang dan pahanya terkangkang lebar-lebar dimana penis hitambesar Rahman tetap terjepit di dalam liang vaginanya. Selama proses orgasme yang dialami Shanti ini berlangsung, memberikan suatukenikmatan yang hebat yang dirasakan oleh Rahman, dimana penisnya yang masihterbenam dan terjepit di dalam liang vagina Shanti dan merasakan suatu sensasi luarbiasa, batang penisnya serasa terbungkus dengan keras oleh sesuatu yang lembut licinyang terasa mengurut-urut keseluruhan penisnya, terlebih-lebih pada bagian kepalapenisnya setiap terjadi kontraksi pada dinding vagina Shanti, yang diakhiri dengansiraman cairan panas. Perasaan Rahman seakan-akan menggila melihat Shanti yangbegitu cantik dan ayu itu tergelatak pasrah tak berdaya di hadapannya dengan kedua pahayang halus mulus terkangkang dan bibir kemaluan yang kemerahan mungil itu menjepitdengan ketat batang penisnya yang hitam besar itu. Tidak sampai di situ, beberapa menit kemudian Rahman membalik tubuh Shanti yangtelah lemas itu hingga sekarang Shanti setengah berdiri tertelungkup di pinggir ranjangdengan kaki terjurai ke lantai, sehingga posisi pantatnya menungging ke arah lelakitersebut. Kemudian Shanti merasakan Rahman menjilati liang anusnya dari atas danlidahnya menusuk-nusuk lubang itu dengan ganas. Shanti mengerang, merintih, menjerithisteris karena gelombang orgasme melandanya tanpa ampun membuat perutnya mulas. Payudara Shanti yang menggantung itu tidak didiamkan. Segera saja Tuti tidur dibawahShanti kemudian menyusu pada payudara gadis itu. Gadis itu semakin merasakan nikmatyang tak terbayangkan. Rahman melanjutkan kegiatannya itu dan sekarang dia melihat pantat gadis itu danbagian anus Shanti sudah basah dengan ludahnya, sementara dengan ibu jarinya yangtelah basah dengan ludah, mulai ditekan masuk ke dalam lobang anus Shanti dan diputar- putar di sana. Shanti terus mengeliat-geliat dan mendesah. ìJaannggaann jaannggaan.. Aaadduuhh.. Aadduuhh.. Saakiitt.. Saakiitt..!î akan tetapiRahman tidak menanggapinya dan terus melanjutkan kegiatannya.Selang sesaat setelah merasa cukup membasahinya, Rahman sambil memegang dengantangan kiri penisnya yang telah tegang itu, menempatkan kepala penisnya tepat di tengahliang masuk anus Shanti yang telah basah dan licin itu. Kemudian Rahman membukabelahan pantat Shanti lebar-lebar. ìAaaduhh, janggaann! Sakkiit! Aaammpuunn, aammppuunn! Aagkkh.., Sakiitt.. Mbaakk..î Rahman mulai mendorong masuk, kemudian ia berhenti dan membiarkankontol itu terjepit dalam anus Shanti. ìTahan Shan, nanti kamu akan keenakanî bisik Tuti. ìMemang pertama-tama sakit, tapi nanti akan enak, tahan yaa.. Sayang..!î Sementara itu Shanti menjerit-jerit dan menggelepar-gelepar kesakitan. Segera saja Tutiberalih ke klitoris gadis itu, lalu diemutnya klitoris gadis itu, sementara tangannya iagunakan untuk mengocok di vagina Shanti agar rasa sakitnya hilang. ìAduuh.. Sakkiit.. Oomm..î ketika kontol itu mulai masuk lagi anusnya. ìTenang sayang nanti juga enggak sakitî jawab Rahman sambil terus melesakkan bagiankontolnya kepalanya sudah seluruhnya masuk ke pantat Shanti. ìAduuhh.. Sakiitt..î jerit Shanti. Bersamaan dengan itu kontol Rahman amblas dalam lobang anusnya yang sempit. ìTenang Shan, nanti enak deh.. Aku jadi ketagihan sekarangî kata Tuti sambil mengelusrambut kemaluannya dan menggosok klitorisnya. ìTuuh.. Kan sudah masuk tuh.. Enak kan nanti pantatmu juga terbiasa kok kayakpantatku iniî kata Tuti. Shanti diam saja. Ternyata sakit kalo dimasukan melalui anus, pikirnya. Rahman mulaimengocok kontolnya di pantat Shanti. ìPelan-pelan, Oomm.. Masih sakitî kata Shanti pada Rahman. ìIya sayang enaakk.. Niihh.. Seempiitt..î kata Rahman. Tuti yang berada di bawah sibuk menyedot klitorisnya dengan mulutnya dan mengocokliang vaginanya dengan tangannya, sehingga membuat Shanti semakin menggelinjangnikmat. Shanti meronta-ronta, sehingga semakin menambah gairah Rahman untuk terusmengocok di anusnya. Shanti terus menjerit, ketika perlahan seluruh penis hitam besarRahman masuk ke anusnya. ìAaauugghh..! Saakkiit..!î jerit Shanti ketika Rahman mulai bergerak pelan-pelan keluarmasuk anus Shanti. Akhirnya dengan tubuh berkeringat menahan sakit, Shanti terkulai lemas tertelungkup diatas badan Tuti kelelahan. Secara berirama Rahman menekan dan menarik penisnya darilobang anus Shanti, dimana setiap kali Rahman menekan ke bawah, penisnya semakinterbenam ke dalam lobang anus gadis itu.

    Benar-benar sangat menyesakkan melihat penisbesar hitam itu keluar masuk di anus Shanti. Terlihat kedua kaki Shanti yang terkangkangitu bergetar-getar lemah setiap kali Rahman menekan masuk penisnya ke dalam lobanganusnya. Dalam kesakitan itu, Shanti telah pasrah menerima perlakuan lelaki tersebut. Tak lama kemudian mereka bertukar posisi, sekarang Rahman duduk melonjor di ranjangdengan penisnya tetap berada dalam lobang anus Shanti, sehingga badan Shanti tertidurterlentang di atas badan Rahman dengan kedua kakinya terpentang lebar ditarik melebaroleh kedua kaki Rahman dari bawah dan Tuti mengambil posisi di atas Shanti untukmenjilati vaginanya. Tuti mulai mengocok tangannya keluar masuk kemaluan Shanti, yang sekarang semakinbasah saja, cairan pelumas yang keluar dari dalam kemaluan Shanti mengalir ke bawah, sehingga membasahi dan melicinkan lobang anusnya, hal ini membuat penis Rahmanyang sedang bekerja pada lobang anusnya menjadi licin dan lancar, sehingga denganperlahan-lahan perasaan sakit yang dirasakan Shanti berangsur-angsur hilang digantidengan perasaan nikmat yang merambat ke seluruh badannya. Shanti mulai dapat menikmati penis besar laki-laki tersebut yang sedang menggaraplobang anusnya. Perlahan-lahan perasaan nikmat yang dirasakannya melingkupi segenapkesadarannya, menjalar dengan deras tak terbendung seperti air terjun yang tumpah deraske dalam danau penampungan, menimbulkan getaran hebat pada seluruh bagiantubuhnya, tak terkendali dan meletup menjadi suatu orgasme yang spektakulermelandanya. Setelah itu badannya terkulai lemas, Shanti terlentang pasrah seakan-akanpingsan dengan kedua matanya terkatup. Melihat keadaan Shanti itu semakin membangkitkan nafsu Rahman, lelaki tersebutmenjadi sangat kasar dan kedua tangan Rahman memegang pinggul Shanti dan lelakitersebut menarik pinggulnya keras-keras ke belakang dan ìAduuh.. Aaauugghh..!î keluhShanti merasakan seakan-akan anusnya terbelah dua diterobos penis laki-laki itu yangbesar itu. Kedua mata Shanti terbelalak, kakinya menggelepar-gelepar dengan kuatnyadiikuti badannya yang meliuk-liuk menahan gempuran penis Rahman pada anusnya. Dengan buasnya Rahman menggerakkan penisnya keatas bawah dengan cepat dan keras, sehingga penisnya keluar masuk pada anus Shanti yang sempit itu. Rahman merasapenisnya seperti dijepit dan dipijit-pijit sedangkan Shanti merasakan penis lelaki tersebutseakan-akan sampai pada dadanya, mengaduk-aduk di dalamnya, di samping itu suatuperasaan yang sangat aneh mulai terasa menjalar dari bagian bawah tubuhnya bersumberdari anusnya, terus ke seluruh badannya terasa sampai pada ujung-ujung jari-jarinya. Shanti tidak bisa menggambarkan perasaan yang sedang menyelimutinya, akan tetapibadannya kembali serasa mulai melayang-layang dan suatu perasaan nikmat yang tidakdapat dilukiskan terasa menyelimuti seluruh badannya. Hal yang dapat dilakukannya pada saat itu hanya mengerang-erang, ìAaahh.. Ssshhoouusshh!î sampai suatu saat perasaan nikmatnya itu tidak dapat dikendalikan lagi serasamenjalar dan menguasai seluruh tubuhnya dan tiba-tiba meledak membajiri keluar berupasuatu orgasme yang dasyat yang mengakibatkan seluruh tubuhnya bergetar tak terkendalidisertai tangannya yang menggapai-gapai seakan-akan orang yang mau tenggelammencari pegangan. Kedua kakinya berkelejotan. Dari mulut Shanti keluar suatu erangan, ìAaaduhh.. Laagii.. Laagii.. Oohh.. Ooohh..î Halini berlangsung kurang lebih 20 detik terus menerus. Sementara itu lelaki itu terus melakukan aktivitasnya, dengan memompa penisnya keluarmasuk anus. Tuti yang sedari tadi mengocok kemaluan gadis itu menjadi sangatterangsang melihat ekspresi muka Shanti dan tiba-tiba Tuti merasakan bagian dalamvagina Shanti mulai bergerak-gerak melakukan pijitan-pijitan kuat pada jari-jarinya. Gerakan kaki Shanti disertai goyangan pinggulnya mendatangkan suatu kenikmatan padapenis lelaki tersebut, terasa seperti diurut-urut dan diputar-putar.

    Tiba-tiba Rahman merasakan sesuatu gelombang yang melanda dari di dalam tubuhnya, mencari jalan keluar melalui penisnya yang besar itu, dan terasa suatu ledakan yang tibatibamendorong keluar, sehingga penisnya terasa membengkak seakan-akan mau pecahdan.. ìAaaduuh..!î secara tidak sadar tangannya mencengkram erat badan Shanti dan pinggulRahman terangkat ke atas, pinggulnya mendorong masuk penis terbenam habis ke dalamlobang anus Shanti, sambil menyemburkan cairan kental panas ke dalam lobang anusgadis itu. Menerima semburan cairan kental panas pada lobang anusnya, Shanti merasakan suatu sensasi yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, hanya reaksi badannya yang bergetar-getar dan ekspresi mukanya yang seakan-akan merasakan suatu kengiluan yangtak terbayangkan, diikuti badannya yang tergolek lemas, tanpa dapat bergerak. Shantiterlena oleh kedahsyatan orgasme yang dialami dan diterimanya dari mereka berdua

  • CERITA SEX TENTANG ANANDA

    CERITA SEX TENTANG ANANDA


    1257 views

    ananda oh ananda slalu dengan sex

     OhÖ! Tidak!î. Ananda menutup mulut dengan tangannya, matanya membesar dua kaliukuran biasanya. Setelah beberapa gelas wine dan canda tawa berlalu, dia inginmendengar yang ëlebihí lagi. Aku ceritakan padanya kisahku tentang petualangan sexkuyang terakhir dengan beberapa pria. Sedikit cerita singkat tentang latar belakang tetanggaku yang imut, Ananda. Dia berumur28 tahun, tinggi, berambut hitam panjang dengan penampilan yang menarik dankebetulan sama sepertiku, belum mempunyai anak. Waktu pertama kali kenal dengannya, Ananda cenderung tertutup dan pendiam. Tak heran kalau aku sebelumnya tak tahu kalaudia sebenarnya adalah tetanggaku sendiri, soalnya dia bisa dikatakan tak pernah keluarrumah kalau tidak ada urusan penting kecuali pergi ke Gereja tentunya. Akumengenalnya saat ada acara di kantor suamiku yang melibatkan para Istri dan Suamikaryawannya. Kedua Suami kami sama-sama bekerja di perusahaan swasta tetapi padabagian yang berlainan. Dari perkenalan pertama itulah kemudian kami semakin bertambah akrab, aku jadi tahukebiasaan kebiasaannya, apa yang dia suka dan dibencinya. Dan dari situlah aku pahamkalau dia mempunyai rasa ketertarikan yang tinggi saat aku berbicara soal sex, meskipunwajahnya sering jadi bersemu kemerahan karenanya. Percakapan kami sore ini, yang telah dipengaruhi oleh beberapa gelas wine mengarahpada hal sex, atau pada deskripsi yang lebih sempit, kekurangan dalam kehidupansexnya. Meskipun dia sangat-sangat naif, dalam hal ini sangat mengejutkan, ternyataAnanda lebih tertarik dari apa yang kuduga sebelumnya. Selalu bertanya dengan rasaingin tahu yang sangat besar tentang bagaimana rasanya menjalani apa yang disebutnyadengan istilah ëpesta liarí. Telah dia ceritakan padaku seluruh kehidupan sexualnya, termasuk masa sekolah hingga bersuami (yang tak lebih dari hanya sekitar ciuman saja). Sex yang normal saja, mungkin hanya sekali dalam seminggu dengan menu utama taklebih dari persetubuhan yang biasa saja. Aku sangat yakin bahwa dia belum pernahmengalami orgasme pada kehidupan sex-nya.

    Setelah dia menceritakan padaku tentangitu semua, aku memutuskan untuk mengajaknya bergabung dalam petualangan sex-ku. Dengan wajah yang merona merah karena malu, dia memintaku untuk menceritakansemuanya dari awal. ìSetelah suamiku berangkat kerjaî, aku mengawalinya, ìAda teman suamiku yangëberkunjungí ke rumah dan bertanya padaku apakah bisa singgah sejenak untuksekedarÖ yah, kamu pasti sudah bisa menduga apa yang terjadi kemudian kan?î. ìDia datang saat suamimu tak di rumah?î tanyanya. Dia kelihatan sangat terkejut dan itumembuatku ingin tertawa saja.Keteruskan ceritaku padanya, setelah beberapa jam kemudian teman suamiku itumenelpon dua temannya untuk diajak bergabung. ìKamu bersetubuh dengan tiga orang sekaligus pada waktu yang sama?!î Kata persetubuhan yang keluar dari mulutnya benar benar mengejutkanku. Aku tertawadan bilang padanya itu semua tak pernah direncanakan sebelumnya, itu terjadi begitusaja. Mungkin saja karena kami sudah telalu bergairah dan aku sendiri memenuhi pikiranmereka dengan hal-hal yang membuat mereka terangsang. Aku menceritakan padaAnanda secara detail tentang orgasme yang kudapat, dan tentang betapamenggairahkannya tubuh tubuh mereka, khususnya dengan Rai. ìDalam tiga puluh lima tahun kehidupanku, belum pernah aku menjumpai penis sepertipunyanya Rai.î kataku. Wajahnya makin memerah, nafasnya berubah jadi berat sewaktukuceritakan dengan rinci tentang pengalamanku. ìRai benar-benar sangat membuatku tergila-gila, sosok pejantan perkasa yang akan selalumemberimu kepuasan abadiî kataku padanya. ìPenisnya yang paling besar dan kerasyang pernah kulihat. Kepala penisnya sangat besar bisa menyemprotkan sperma dengankuat dan sangat indahî. Ananda tak mampu mengucapkan sepatah kata. Aku lihat situasi ini menyiksanya dengankenikmatan, dan aku tahu hal ini sangat tabu baginya.

    Mengetahui dia tak pernah benar- benar terpuaskan dalam hidupnya, aku bersumpah kalau sekarang dia telah orgasme tanpamenyentuh dirinya sendiri. ìYang benerÖ, kamu sangatÖ sangat nakalî dia mengambil nafas. ìAku tak akanpernah bisa melakukan hal itu pada Paulusî. katanya menjelaskan. Aku tertawa seraya bilang padanya, ìBukan untuk Paulus, kamu perlu memperhatikandirimu sendiriî. pengaruh situasi membuatku lebih mudah untuk mengatakannya. ìKamu tahu Nanda, selangkanganku sudah jadi sangat basah hanya dengan menceritakansemua ini padamuî. Aku menggodanya. Dari mulutnya terdengar lenguhan lirih, kedua kakinya bergerak maju mundur denganpelan diatas kursinya. Setelah beberapa pertanyaan lagi, aku katakan padanya kalau akuharus segera pulang dan membiarkannya mempertimbangkan usulanku untuk lebihmemberi perhatian pada kebutuhan dirinya sendiri. Aku mempunyai dua hal yang haruskukerjakan, pertama melepaskan gairah dalam vaginaku dan kedua, menelpon. Akuorgasme tiga kali sore itu, orgasme terakhir kuperoleh hanya dengan membayangkanwajah Ananda yang sedang mengalami orgasme lewat permainan mulutku padavaginanya. *****Aku tidak melihat dan mendengar kabarnya selama seminggu ini. Aku pikir dia telahkembali pada kebiasaanya dan bergaul dengan teman-temannya yang alim untukmenghapus pikirannya dari dosa yang kutebarkan padanya. Aku menelponnya pada Sabtukemudian dan menanyakan apakah dia dapat membantuku merapikan beberapa hal yangsulit. Saat aku menemuinya di depan pintu rumahku, dia kelihatan malu-malu. ìMasuklahî sambutku, ìAkan kutuangkan segelas minuman untuk mengusir grogimuî. Awalnya dia hendak menolak minuman yang kusuguhkan padanya, yah, memang ísedikitberalkoholí sih. Dan memang dia belum pernah meminumnya selama ini. Tetapi setelahaku bujuk, akhirnya dia mau meminumnya juga. Dia hanya diam saja hingga gelas ketigayang kemudian membuatnya jadi lebih terbuka. Dia kelihatan begitu manis waktumenanyakan apakah aku pernah bertemu Rai lagi. ìMaunya sih begituî ku lanjutkan ìTapi James sedang dalam perjalanan kemarisekarangî dia kelihatan terkejut. Tangannya nampak gemetar menghabiskan sisa minumannya, ìSedang kemari? James?Pria pertama yang kamu ceritakan padaku itu ?î. ìYaî, aku tertawa ìDia pasti akan tiba sebentar lagiî. Benar saja tak lama setelah kata terakhirku, terdengar bunyi bell dan James masukdengan membawa sebotol anggur, memelukku, dan memandang dengan cermat padaAnanda. Setelah sedikit ngobrol-ngobrol, Ananda sudah bisa akrab dengan James. ìAku menceritakan tentang kisah kita pada Ananda, Jamesî kami berdua dikejutkan olehsuara gelas yang djatuhkan Ananda.

    ìOh tidakÖ, aku jadi sangat maluî kata Ananda. ìJangan sayang, itu adalah hal yang indah, kita sama-sama dewasa dan kitamenikmatinya, bukan begitu Yanna ?î kata James menjelaskan. ìTentu sajaî jawabku sambil menuju ke pintu karena terdengar belnya berbunyi. Setelahkembali lagi pada mereka aku berkata, ìAnanda, ini Rai, Rai, ini Anandaî. ìApa yang sedang kalian rencanakanî tanyanya. Keduanya mengangkat bahu dan bertanya padaku, ìYanna ?î. ìKita semua adalah teman yang sedang berkumpul menikmati senja yang indah iniî kataku. Aku tak tahu bagaimana atau kapan semua ini berawal, tapi yang jelas suasana menjadibertambah hangat dan menggairahkan. James belakangan bersumpah padaku kalauAnandalah yang pertama kali berusaha mendekatinya. Kita duduk pada meja minum didapur, James dan Ananda pada sisi yang satu, sedangkan aku dan Rai di sisi yang satunyalagiGalas yang ada dalam tanganku hampir saja terjatuh karena terkejut saat Ananda bertanyapada James ìBagaimana bisa lebih dari satu orang pria melakukannya dengan seorangwanita?î. Rai tertawa dan bilang padanya kalau kita akan senang sekali menunjukkancaranya pada Ananda. Aku menjadi sangat terangsang karena situasi ini. Rai menyuruhkuuntuk memandang ke seberang meja, mata Ananda terpejam rapat, nafasnya memburu. James telah bergeser lebih mendekat pada Ananda, akhirnya kami sadar kalau tangannyabergerak maju mundur dengan pelan di bawah meja. ìYa Nandaî ucapku. James terus melanjutkan manipulasinya atas vagina Ananda dengan jarinya, tangan yangsatunya lagi telah menyusup dibalik baju Ananda, menyentuh payudaranya. Jamesmenutup mulut Ananda dengan ciuman yang dalam. Sedangkan tangan Rai telah beradadalam rokku untuk mencumbu vaginaku yang telah basah. ìAyo kita pindah ke ruang kelurgaî usulku. James menghentikan ciumannya dan menariktangannya dari dalam rok Ananda. Ananda terlihat sangat mempesona, payudaranyabergerak turun naik seirama dengan nafasnya, orgasmenya sudah hampir dekat. Kamiberjalan menuju ke ruang keluarga. Rai segera melucuti pakaianku, sementara kamiberdua melihat James melepaskan atasan Ananda melewati kepalanya. Dia mengenakansetelan bra dan celana dalam biru muda yang cocok sekali dengan warna kulitnya, vaginanya tercetak jelas dibalik celana dalamnya yang telah berubah warnanya menjadibiru tua karena basah.

    Aku telah telanjang dan berlutut untuk melepaskan celan Rai danmembebaskan penisnya yang sudah amat tegang. Aku berhenti sejenak untuk menyaksikan payudara Ananda yang terlepas dari bra nya, begitu kencang, penuh dan puting besar yang telah keras. Nafasku terhenti dan nafsukumelonjak tinggi begitu James menarik turun celana dalam Ananda yang telah basahdengan pelan-pelan. Kami sama sama telanjang sekarang. Rambut kemaluanku yangselalu kucukur rapi membentuk huruf ëVí, sedangkan milik Ananda walaupun masihëalamií tapi tetap terlihat lebat dan indah. Tangan James segera bergerak mencumbui klitoris Ananda, mengexpose lebih luas labiamajoranya. Penis Rai yang ereksi penuh tercetak jelas pada celana yang masihdikenakannya. Kami berdua terpaku memandang Ananda yang terlihat begitu sexy kalaJames mendudukkannya bertumpu pada kedua lututnya. James menurunkan celanya, penisnya terlontar keluar, mengacung ke atas ke bawah tepat di depan wajah Ananda. ìOhÖtidak, punyamu sungguh besarî, gumam Ananda sambil menggenggam penisJames. James memang memiliki penis yang indah, yang paling menonjol adalah bentukkepala penisnya yang besar yang akan terasa menakjubkan saat itu menembus dalamvaginamu. Tapi dibandingkan dengan milik Rai, punya James tidaklah seberapa.ìJilatî, perintah James. Ananda kelihatan ragu ragu untuk membuka mulutnya. Jamesbergerak sedikit ke atas membuat Ananda mengangkat sedikit pantat indahnya untukselanjutnya tak mau jauh dari penis di hadapannya. Aku benar benar menjadi terbakarsaat Ananda tetap terpaku lalu aku mulai mengendus vaginanya dari belakang, dan mulaimenjilati dari klitoris hingga lubang anusnya yang rapat. Rai bergerak ke belakangku danmelesakkan kepala penisnya yang besar ke dalam vaginaku. Aku begitu bernafsu menjilati vagina Ananda, terpacu oleh lenguhannya yang tertahanpenis James yang memenuhi rongga mulutnya. Penis Rai terasa penuh dalam vaginaku. Rai yang melihatku begitu bernafsu menjilati vagina Ananda menjadikannyamenghentakkan pinggulnya dengan seluruh kekuatannya, membuat wajahku menamparipantat Ananda. Selang beberapa waktu kemudian ìOhhhhÖ.Rai, AkuÖî, Ananda menggeram seiringorgasmenya mengaliri lidahku. Aku mengangkat wajaku dari vaginanya. Begitu diamenoleh ke belakang, seulas senyuman terkembang di wajahnya. ìYanna, ternyata kamu yang melakukannya?î tanyanya terkejut. Aku hanya mampu menjawab, ìYa, sayangî seiring Rai yang menyetubuhiku takhentinya dengan bebas dari belakang. Vaginaku coba beradaptasi dengan ukurannya, orgasmeku mulai merangkak, kepalaku terayun begitu Rai mulai melepaskan spermanyadalam diriku. Gerakan pinggangnya begitu dalam dan cepat. Rai mencabut penisnya dari tubuhku, dia menyemprotkan sisa sperma terakhirnya padavaginaku yang terbuka dan diatas perutku.

    Nafasnya yang memburu laksana seekorbanteng di arena matador, melepaskan tekanan birahinya yang baru saja meledak. Jamessekarang berada di belakang Ananda dan mulai melesakkan batang penisnya padavaginanya. Ananda meringis kesakitan, memohon pada James untuk begerak pelan saat Jamesmendorong dengan cepat seluruh batang penisnya menyeruak dalam vagina Ananda. James mulai bergerak pelan, tangannya mencengkeram pinggul Ananda danmenggerakkannya berlawanan dengan ayunan pinggangnya sendiri, mengubur batangpenisnya dalam vaginanya yang rapat. Ekspresi yang tergambar pada wajah Jamessungguh tak terkira, dia menggeram melampiaskan perasaan yang menggempur dirinya. Rai memposisikan dirinya hingga penisnya tepat di hadapan wajah Ananda. Diamenggerakkan kepala Ananda sampai menyentuh penisnya yang basah berkilat olehcampuran sperma kami. Ananda mulai bergerak menjilati batangnya, menjilati cairankudan sperma Rai. Aku langsung mempermainkan vaginaku dengan jemariku karenanya. Penis Rai mulai membesar begitu dia melihat temannya yang sibuk menyetubuhi Anandadari belakang. Ananda mengocok penis Rai dengan kedua belah telapak tangannya, lalumencoba membuka lebar lebar mulutnya agar muat menampung kepala penis Rai. Jamesbenar benar menikmati apa yang tengah dirasakannya, memukuli bongkahan pantatAnanda, mendorong pantatnya lebih ke depan lagi dan lagi agar penisnya bisa menyeruaklebih ke dalam vagina Ananda lagi. Serangan dua orang pria dari depan dan belakang yang baru saja beberapa waktu laludikenalnya, tak ayal lagi menjadikan Ananda seperti sebuah Rollercoaster yang dengankecepatan tinggi bergerak naik, naik dan naik menuju ke puncak kenikmatanpersetubuhan baru dalam hidupnya. Ananda meneriakkan orgasmenya seirama denganbunyi becek yang keluar dari vaginanya. Tubuhnya terlihat menegang kaku dalambeberapa detik, matanya terpejam rapat, kepalanya mendongak keatas meresapi setiapledakan orgasme yang didapatnya. Wajah dan tubuhnya yang telah basah oleh keringatmenjadi semakin basah dan berkilat oleh lampu dalam ruangan ini. Adegan dan suasanaini tak terbandingkan meskipun oleh film peraih puluhan Piala Oscar!!!Kepala James mendongak ke atas dan mulai mengosongkan sperma yang memenuhikantung bolanya ke dalam vagina Ananda. Kepala Ananda terlempar menjauh dari penisRai begitu James untuk yang terakhir kalinya mendorong batang penisnya ke dalamvaginanya dan menghabiskan sisa spermanya.

    Aku meraih orgasmeku sendiri bersamaanwaktu James menarik penisnya keluar dari vagina Ananda, sebuah lubang merah jambunan basah dan dihiasi dengan rambut kemaluan yang hitam pekat. Sperma Jamesperlahan meleleh keluar dari vaginanya. Ananda rebah kecapaian diatas lantai, matanyaterpejam, tubuhnya berguling terlentang, pahanya terlihat masih bergetar perlahanmenikmati sisa getaran kenikmatan yang ada. Rai mengambil bantalan sofa dan menempatkannya dibawah pantat Ananda. MataAnanda terbuka memandangnya. ìJangan, tak mungkin aku dapat manampungmuî. Rai tak mengacuhkannya, dia memegang kedua kaki Ananda dan menempatkannyadiatas pundaknya, kemudian mulai memposisikan penisnya mengarah ke vaginanya yangsudah basah kuyup itu. ìTidak, janganî dia merintih begitu Rai mulai mendorong penisnya memasukivaginanya.îOhÖnggghhhÖ, dia merobekkuî . Rai tak bergeming, tetap bergerak. Rintihan Ananda berubah menjadi racauan begitu Raimenggerakkan masuk keluar separuh batang penisnya. Penis Rai terlihat basah olehsperma James karenanya. Mata Ananda terpejam rapat, dia gigit bibirnya kuat kuat. Aku mendekatkan vaginaku ke wajah Ananda, memandang sperma dari vaginaku yangjatuh menetes pada pipinya dan mulai menggesekkan vaginaku pada mulut dan dagunya. Dengan bantuan James, Rai mengangkat kaki Ananda, membentangkannya lebar lebardan mulai mengerjai vagina Ananda. Kedua buah zakarnya terayun ayun menghantampantat Ananda. Sedangkan vaginaku melumuri wajah naifnya dengan cairanku dansperma Rai. Segera saja aku merasakan gerakan lidahnya pada vaginaku begitu akumengesksploitasi wajahnya. Beberapa waktu kemudian aku berhenti menggunakanlidahnya untuk memuaskanku dan duduk menyaksikan Rai memberinya persetubuhanyang selama ini didambanya. Suara dan baunya sungguh sangat menakjubkan saat Rai menggerakkan batangnyamenembus vagina Ananda berulang kali. Akhirnya Rai berteriak kalau dia tak sangguplagi menahan lahar spermanya yang akan keluar. Ditariknya penisnya keluar, dan mulaimengocok penisnya dengan tangannya sendiri diatas vagina Ananda. Aku segeramendekat dan meraihnya ke mulutku. Tembakan spermanya mengguyur tenggorokankuseiring denyutan demi denyutan yang mengosongkan kantung spermanya. Aku menatap Ananda, rambut kemaluannya yang hitam pekat dan bibir kemaluannyayang kemerahan terlumuri oleh sperma Rai yang tak tertampung dalam mulutku. Kutanyakan padanya apakah dia menyukai apa yang baru saja didapatkannya, jawabannya hanya ìOhÖnikkmatî. *****Aku mengisi kembali gelas anggur kami. Ananda bangkit dan duduk menyilangkankakinya, cairan yang mengalir keluar dari dalam vaginanya dengan cepat membasahikarpet.

    James yang baru saja menyaksikan temannya yang telah memberikan padaAnanda sebuah persetubuhan terhebat dalam hidupnya, masih saja mengocok batangpenisnya dengan pelan dan berkata ìMasih ada satu hal yang kuinginkan darinyaî. Perlahan dia mendekati Ananda sambil terus mengocok penisnya. ìBuka mulutmu, sekarangî, katanya. Meskipun merasakan kekuatannya belum pulih benar, Ananda mulai menghisap habisbatang penis James dalam mulutnya. Dengan kedua tangan James memegangi belakangkepala Ananda, James menggerakkan kepalanya berlawanan dengan gerakanpinggangnya sendiri. James menahan kepala Ananda agar tidak melepaskan penisnya saatdia menggeram orgasme. Jakunnya terlihat jelas naik turun saat dia memenuhi mulutAnanda dengan semburan spermanya hingga ada yang meleleh keluar dari samping celahmulutnya. Untuk beberapa saat keheningan merajai ruangan ini. Hanya suara nafas yang mulaimereda saja yang terdengar lirihÖAnanda bangkit berdiri dan mulai mengenakan pakaiannya diatas kedua belah kaki yangmasih gemetaran, celana dalamnya yang semula telah kering segera saja menjadi basahkembali seiring dengan warnanya yang berubah agak gelap karena cairan yang keluardari vaginanya. Sambil mengenakan gaunnya, dia mengatakan kalau dia harus segerapulang, dia sedang menunggu telephone dari suaminya. Para pria berbaring diatas lantai, beristirahat sejenak setelah menyirami bukit birahiAnanda yang tandus. Beberapa menit setelah Ananda berlalu dan meredakan nafas yangmemburu, kualihkan perhatianku pada para pria.ìBoys, hadiah telah kalian terima, sudah puas kan?, Ayo, cepat bawa senjata kaliankemari dan urus aku!î. *****ìKalau Paulus mengetahuinya, ohÖ mati aku!!!î seru Ananda. ìBerjanjilah padaku kalauini akan selalu menjadi rahasia antara kamu dan aku,î teriaknya. ìTentu saja Nanda, jangan gusar gitu dongî kataku sambil membelai rambutnya. ìGusar? Kamu bilang gusar? Benar.. Yanna, aku merasa seperti seorang pelacur. Akumempunyai affair dibelakang suamiku dengan bukan hanya satu, tapi dengan dua orangpria dan kamu!î katanya, menpis tanganku menjauh dari rambutnya. Kini sudah satu minggu setengah sejak terakhir kalinya aku bertemu dan bicara denganAnanda. Aku tahu dia pasti malu atau katakanlah merasa bersalah setelah melakukanhubungan sex untuk pertama kalinya diluar ikatan perkawinannya. Dan itu merupakanpertama kali baginya dan sangat menakjubkan!. Aku telah ëmembagií penis yang paling mengagumkan dari apa yang ku miliki setahunbelakangan ini dengan nama Rai dan James. Dengan tanpa sepengetahuan Ananda danberdasar kesetiaan mereka, itu adalah sebuah rencana yang tak mungkin diskenario lebihbaik lagi. Paulus, suami Ananda sedang pergi ke luar kota beberapa hari untuk keperluanGereja. Rai dan James mampir ke tempatku. Mereka menjumpai aku dan Ananda yangsedang berjemur di pinggir kolam renang. Ananda seperti biasanya, sangat naif saatmereka mendekat tapi sangat anggun, mempesona, tinggi dengan rambut hitam pekat, dan figur yamg mangagumkan. Kemudian pada sore harinya mereka datang ëberkunjungí. Obrolan hanyalah seputarbagaimana caranya agar mereka dapat menikmati keindahan tubuh Ananda sepuaspuasnya. Hanya dengan memikirkannya saja telah membuatku basah dan ingin segeramendapatkan penyalurannya.

    Sepanjang malam itu aku aku memperoleh rangkaianpersetubuhan yang dahsyat dari mereka berdua. Mereka dengan bercanda menyampaikanpadaku bahwa mereka akan membunuhku bilamana aku tidak membantu mereka untukmendapatkan Ananda. Kombinasi antara penis keras mereka dan mulit orgasme yangsudah tak terhitung lagi membuatku berjanji untuk melakukan apa saja yang merekaminta. Pada hari kepergian suamiku dalam tugas luar kota berikutnya, mereka datang lagi. Kaliini mereka membawa seorang teman baru lagi, Jay. Jay adalah seorang Ambon yangpernah mereka janjikan dulu. Aku tahu Rai dan James telah memanfaatkanku, tetapi apayang kudapatkan dari mereka berdua benar benar dapat memuskan kebutuhan biologisku. Rai adalah seorang pria yang sangat mencengangkan dengan penis berurat kerasnyasedangkan James tak sekeras Rai, tetapi dia mempunya kepala penis yang lebih besar. Aku menikmati mereka berdua karena ukuran tak begitu penting bagiku, yang pentingmereka dapat secara rutin mengisi kehampaan vaginaku diluar percintaan dengansuamiku sendiri tentunya. Aku tak mempunyai masalah dalam urusan ranjang dengan suamiku, kehidupan sex kamicukup panas. Tapi persetubuhan yang menyeluruh dan penuh dari mereka membuatkuselalu memperoleh ledakan multi orgasme berbeda dari apa yang kudapat dari suamiku. Mereka berdua selalu bilang padaku bahwa gadis gadis seumuran mereka tidak dapatmemuaskan mereka seperti yang kulakukan. Mereka sadar kalau vaginaku adalah milikmereka dan membawa seorang teman baru untukku adalah cara mereka menunjukkan halitu. Tak perlu dikatakan lagi, aku memperoleh persetubuhan yang panas malam itu. Jay pamit lebih dulu sedangkan dua penis kesayanganku ëmenginapí sampai pagi, menyetubuhiku lagi dan lagi hingga mereka pergi berselang hanya sepuluh menitsebelum kepulangan suamiku. Sekujur tubuhku penuh dengan sperma yang merekatumpahkan barkali-kali. Ranjang penuh noda dan basah karena sperma. Aku taruhspreinya ke mesin cuci dan segera mandi membersihkan tubuhku saat suamiku datang. Kamar tidur kami penuh dengan aroma sex dan terjadilah lagi, aku orgasme di dalammulut suamiku dan memberinya menu cairan asin dari vaginaku.

    Kembali pada AnandaÖìAku tak percaya telah membiarkan mereka melakukan semua ini terhadapkuî gumamAnanda. ìDan aku tak sanggup menatap langsung ke matamu setelah apa yang telahterjadi antara kitaî sambungnya lagi. Aku tahu apa yang diperlukan dalam percakapan iniÖ sebotol anggur. Satu jam berlalusetelah aku menjadi seorang pendengar yang setia dan selalu mengisi gelasnya jika telahkosong. Dapat kukatakan dari arah percakapan ini setelah waktu terus berlalu, bahwa diadi sini tidak untuk mengungkapkan betapa jalangnya dirinya tetapi lebih kepada alasanyang lain lagi!!!Akhirnya dia bertanya î Apakah kamu sudah ketemu sama mereka lagi sejak itu?î. ìOh, belumî kataku berbohong, ìOhÖ. sayang.., aku sangat gelisah dalam dua hari ini,î dia menambahkan, wajahnyajadi memerah. ìAku tak pernah menyangka kalau ada yang begitu besar dan keras,î katanya dengan menghindari menyebutkan ëkataí itu. ìBisa aku tanya hal yang sangatpribadi Yanna?î. Aku mengangguk dan bilang padanya bahwa dia dapat bertanya padaku segalanya. ìApakah kamuÖ bisexual?. Apa kamu sering melakukannya dengan wanita?î. Aku tertawa kecil dan mengatakan padanya kalau aku tidak menganggap demikian, tidakdalam perasaan yang sesungguhnya, tapi, ku katakan padanya bahwa melihat dirinyadalam suasana yang menggairahkan seperti kala itu menyebabkan semua itu terjadibegitu saja. Setelah beberapa gelas anggur lagi, aku bertanya kepadanya î Jujur saja, kamumenikmati sore itu bukan?î. ìMaksudku, itulah kenapa kamu berada disini sekarang, benar bukan?î sebelum dia dapatmenjawab, aku menambahkan ìKamu mendapatkan orgasme sedikitnya selusin denganRai dan James dan sekali saat melakukannya denganku. Sekarang katakan padaku dengansejujur-jujurnya, itu semua adalah kegiatan sexual yang selama ini kamu impikanbukan?î. Pengaruh anggur telah bekerja. Nafasnya menjadi berat dan putingnya tercetak jelas padaatasan ketatnya. Dia menganggukkan kepalanya. Rambut hitam panjangnya tergeraimenutupi payudaranya yang penuh. Aku lebih menyudutkannya lagi dengan kembali mengingatkan dia akan bagaimanabergairahnya James kala menyetubuhinya, dan bagaimana penis keras Rai telahmengantarkannya pada orgasme yang berkepanjangan sore itu. ìCeritakan padaku Ananda, kamu dapat menceritakan segalanyaîìKita berbagi rahasiaî. ìKatakan padaku bagaimana kau menyukainya, bagaimana kau membutuhkannya,î akumendesaknya. ìSumpahÖ, Öya!!!î akhirnya dia mengakuinya. ìAku memang menyukainya, akumelakukan masturbasi pagi dan malam dalam mingu mingu terakhir. Semua ini begitutabu dan penuh dosa. Aku merasa begitu menginginkannya dan sangat inginmelakukannya lagi!î. Aku begitu terkejut mendengarkan seorang Nyonya yang begitu alim, lugu dan tertutupakhirnya menjadi sangat ëterbukaí. ìMaksudku, apa mereka suka melakukannya dengankuî tanyanya.

    ìOh yaî, aku meyakinkannya. ìAku sangat yakin kalau kamu serasa bagaikan seorangperawan bagi merekaî. ìMaksudku, aku tak ingin mereka menganggap aku seorang yang,Ö kamu tahu, akusama sekali tak punya pengalaman dalam hal iniî. katanya. Aku tertawa lagi dan mengatakan padanya kalau mereka akan rela melewati rintanganapapun hanya untuk dapat menikmati vaginanya yang rapat itu lagi. Wajahnya kembalibersemu merah dan bertanya padaku bagaimana aku bisa bersama mereka sepanjangwaktu. Kukatakan padanya bahwa mereka adalah pasangan bercintaku dalam setahunbelakangan ini dan vaginaku tak bisa menampung penisnya Rai waktu pertama kali, tapisekarang Rai dapat memasukkannya dengan lancar ìTapi bagaimana dengan suamimu?î tanyanya keheranan. ìApakah dia tak merasakanperbedaannya dalam dirimu?î. ìDia tak pernah menanyakan hal itu, tapi aku tahu dia pasti tak merasakannya. Begini, dia tetap rutin menggauliku, dan tebak hari apa biasanya dia melakukannya?î. ìOh.. sayangkuÖ,î Ananda terperanjat, tangannya menutupi mulutnya. ìKamu sungguhnakal sekali!î. ìApakah mereka,.. mmmÖ maksudku para pria mau datang hari ini, mungkin sekedaruntuk minum secangkir kopiî. dengan cepat dia bertanya. ìYa, pasti mereka mau,î kataku. ìTapi suamiku Teddy akan pulang sekitar jam empatsore nantiî. aku mengamati reaksinya, wajahnya tertunduk dengan mata menatap lantai. ìTapi kita bisa datang ke rumahmu dan aku tinggal menulis pesan untuk suamiku kalauaku sedang pergi belanja atau arisan apalah sama kamu. Bukankah katamu suamimusedang keluar kota untuk beberapa hari sekarang ini?î kataku menghiburnya. ìOh ya, tentu kita bisa melakukannyaî jawabnya dengan nada gembira. î Apa kamu akanmenelpon mereka?î. Dia benar-benar tak sabar dan ingin segara melakukannya. Tak mungkin lagi untukmenolaknyaÖìAku akan menelpon mereka sekarang,î kataku, melihatnya duduk dikursi. Tangannyameremas pegangan kursi dengan kuat. *****Ananda segara pulang ke rumahnya untuk mandi. Aku melakukan hal yang sama danmengatakan padanya akan langsung menelponnya begitu Rai dan James tiba nanti. Akutak sabar untuk melihat reaksinya nanti saat melihat Jay datang bersama kami. Para pria datang kira-kira satu jam kemudian. Kami membuat sedikit rencana untukíaksií nanti. James dan aku akan datang duluan dan Rai beserta Jay menyusul sejam kemudian. Kami berangkat ke rumah Ananda dan mendapat sambutan yang hangat, dia kemudianmemintaku untuk membantunya di dapur. Roknya yang lebar dan panjang berayun kedepan dan belakang di sela sela pinggangnya saat aku mengikutinya dari belakang. ìMana Raiî tanyanya.ìDia akan segera datang, kira-kira sejaman lagi dehî kataku padanya ìDia tertahan olehpekerjaannyaî. Ananda menuangkan anggur yang kubawakan dari rumah untuk kami, tentu saja dirumahnya tak mungkin ada persediaan anggur.

    Suaminya tak akan mengijinkan hal itu. Kami pergi ke ruang keluarga dan mengobrol di sana. Setelah lebih dari 45 menitan, akuminta pada Ananda untuk menunjukkan suasana rumahnya pada James. Aku dapatmendengarnya saat dia menunjukkan ruang bawah tangga dan mereka berdua menaikitangga untuk melihat kamar tidur utama. Seperti yang direncanakan, aku menemui Rai dan Jay sebelum mereka membunyikan bel. ìMereka di atasî kataku menjelaskan, ìSudah lebih dari 45 menit yang laluî. Kami bergandengan dan bergelak pelan layaknya pencuri berjalan keatas menuju kekamar tidur utama. Pintunya tidak dikunci dan sedikit terbuka sehingga kami dapatmenyaksikan pemandangan paling sexy yang ku saksikan hari ini. Ananda sedang bertumpu pada kedua siku dan lututnya di ujung tempat tidur, pantatnyamendongak tinggi, desahannya terdengar pelan. Roknya tersingkap hingga pinggang, kepalanya membelakangi kami, rata dengan kasur. Celana dalamnya tergeletak begitusaja pada lantai di dekat tempat tidur. James berlutut, wajahnya terkubur dalam pantatAnanda, menjilat dengan kuat pada klitorisnya yang basah hingga lubang anusnya. Aroma sexual memenuhi seluruh ruangan. Dan yang lebih tabu lagi, semua itudilakukannya di rumahnya sendiri, bahkan diatas ranjang yang pastinya selalu dijagakesuciannya oleh Sang Suaminya !!!Rupanya Ananda telah berubah menjadi seseorang yang berbeda sama sekali saat sisi ëgelapnyaí terkuak. Dia telah mempersetankan segala aturan dan larangan yang selamaini mendoktrinnyaÖìWuu-huuî teriak Rai ìSaatnya pestaî Ananda segera bangkit menyingkirkan James dari vaginanya. Kepalanya menatap luruske arah kami dan menatap kami bertiga satu persatu. ìOh sayangkuÖî katanya. ìAnanda, ini Jay teman baru kitaî aku menjelaskan padanya. ìDia hitam sekaliî. ìYa, dia seorang Ambonî sambungku. ìWaahÖ apa nih yang sedang dilakukan James?Kelihatannya menggairahkan bagikuî. ìApa Nyong Ambon mencumbu vagina?î aku tanya pada Jay dengan pandanganmenggoda.ìItu salah satu favoritku sayangî jawabnya kembali. Dengan cepat kulepaskan pakaianku kemudian menarik rok Ananda melewati kepalanyamemperlihatkan payudaranya yang kini berayun bebas. ìWah, Ananda nggak pake BHhari iniî kataku, mengagumi putingnya yang sudah mengeras karena terangsang. James menarik Ananda ke posisi semula dan aku bergabung dengan mereka bersamaandengan Jay yang menjelajahi belahan pantatku dengan lidahnya dan mulai mencumbuivaginaku. Rai tak mau menyia-nyiakan waktu dan langsung mengincar bibirku, menyodorkan penisnya yang baru setengah ereksi ke bibirku. Dalam posisi seperti ini akudapat memasukkan seluruh bagian penisnya ke dalam mulutku, dan erangan kenikmatankeluar dari mulutnya menyuarakan apa yang tengah dirasakannya. Teriakan Ananda jadi bertambah keras, aku tahu letupan orgasme akan segeramenyongsongnya dan aku segera mempermainkan putingnya dengan jariku begitu diamencapai orgasme pertamanya di wajah James.

    Dia sungguh sangat cantik saat sedangdilanda orgasme!!! Kepala ranjang menjadi bergoyang maju mundur begitu Jamesmemompa vaginanya dengan penisnya. Kulepaskan mulutku dari penis Rai dan memberisemangat pada James agar menyetubuhi jiwa dan raganya. Ini membuat James menjadilebih terbakar lagi gairahnya, dan memuji Ananda betapa ketat dan basah vaginanya dandia akan segera mengisinya dengan sperma panasnya. Setelah beberapa menit, diaberteriak dan melepaskan spermanya dalam vagina Ananda. Aku mengarahkan kepala Ananda pada batang penis Rai dan dia mulai menjilatinya keatas dan ke bawah. Aku menghampiri James yang sedang berbaring istirahat di tepiranjang dan segera membersihkan penisnya dari sisa spermanya yang bercampur dengancairan kewanitaan Ananda menggunakan mulutku. Jay langsung memanfaatkan situasi iniuntuk segera melesakkan penis hitamnya ke vagina Ananda. Dia kelihatan seperti akan protes pada awalnya saat penis hitam Jay menerobos masuk kedirinya dan langsung mengerang begitu penis Jay telah menyentuh dinding rahimnya. Jaysegera membuat gerakan memacu, mengocok vaginanya yang segera saja mengantarkanAnanda pada gerbang orgasme keduanya, sebuah klimaks yang panjang. Wajahnyamengekspresikan perpaduan antara rasa sakit dan kenikmatan tiada tara. Seiring dengan Ananda yang tengah menikmati ledakan orgasmenya, aku tarik Jay daritubuh Ananda, penis hitam panjangnya nampak berkilat berkilauan oleh cairan Ananda. Rai menarik Ananda, memeluknya dalam dekapan dadanya. Menghisap dan menggigitputing Ananda kemudian menempatkan penisnya dalam vagina Ananda yang telahkosong. Ananda menurunkan pantatnya perlahan memasukkan penis Rai yang ukurannyamasih terlalu besar baginya, hingga akhirnya dapat tertampung masuk seluruhnya. Diamulai menaik turunkan pantatnya diatas tubuh Rai. Lenguhan nikmatnya bergema diseluruh sudut kamar. Rai memegang erat pinggangnya menarik turun tubuhnya, beradudengan tubuhnya sendiri hingga mengeksposs belahan pantat Ananda pada Rai.Aku mengambil Baby Oil dari kamar mandi Ananda dan melumurkannya pada batangpenis Jay. Jay memposisikan dirinya di belakang Ananda dan mulai memaksakanpenisnya untuk masuk dalam lubang anus Ananda yang masih perawan. Dia berteriakmemohon jangan dan tidak berulang ulang, mencoba melepaskan diri dari penis Jay dibelakangnya. Rai mendekapnya erat dalam pelukannya, tangannya melingkar erat di pinggang Ananda. Jay kini mulai dapat memasukkan kepala penisnya ke dalam lubang anus Ananda danmenekan perlahan lebih ke dalam. Ananda nyaris berteriak keras begitu Jay akhirnyaberhasil memasukkan seluruh batang penisnya ke dalam lubang anusnya. Bersamaandengan penis Rai di dalam vagina Ananda, Jay mulai mengayun maju mundur penisnyadalam lubang anus Ananda dengan variasi dangkal dalam menyebabkan Anandalangsung mendongakkan kepalanya ke atas. Jay menggeram hebat begitu spermanyamenyembur dalam anus Ananda. James tiba-tiba menggantikan posisi Jay dan segera meggasak kembali lubang anusAnanda, sperma Jay meleleh keluar dari lubang anus Ananda begitu James melesakkanpenisnya ke dalam. Dia juga tak sanggup bertahan lama dan dalam menit berikutnyamenanamkan penisnya dalam dalam, mencengkeram dan memukul bongkahan pantatAnanda, menariknya rapat-rapat menempel erat dengan tubuhnya.

    Pinggangnya bergerakcepat maju mundur mengiringi pengisian lubang anus Ananda dengan spermanya lebihbanyak lagi. Rai mengeluarkan penisnya dan mengincar lubang anus Ananda sebagai pelepasanterakhir juga. Untuk 10 menit ke depan Rai menggoyang Ananda dari belakang. Akumendekati Ananda dan menarik rambutnya ke belakang membuat wajahnya menengadahkeatas. Langsung kuberi dia ciuman yang panjang dan dalam. Kemudian menyodorkanvaginaku ke depan wajah, hidung dan mulutnya. Kupegang kepalanya danmendekatkannya pada bibir vaginaku, melingkarkan kedua pahaku pada lehernyamemaksanya untuk membenamkan mulut dan lidahnya lebih dalam lagi pada vaginakudengan tanganku yang mengendalikannya dari belakang kepalanya. Dan meledaklah orgasmeku. Reflek ku himpit kuat kuat kepalanya dengan kedua belahpahaku, menekan ke depan pantatku agar semakin dalam wajahnya tenggelam dalamvaginaku. Aku menggeram hebat. Tubuhku mengejang ngejang untuk beberapa saat, lalulemas menyelubungiku. Ananda segera menarik kepalanya dari jepitan kedua pahakuseperti orang yang kehabisan nafas, Rai mendekatkan kepalanya ke arah vaginaku danlangsung menghisap habis cairan kenikmatanku, membuat wajahnya belepotankarenanya. Jay dan James mengocok batang penis mereka saat Rai berteriak bahwa orgasmenyasudah dekat di dalam lubang anus Ananda. Rai menarik keluar penisnya dari anusAnanda dan segera mengocoknya di depan wajah Ananda. Teriakan Rai mengiringitembakan spermanya pada wajah, pipi dan mulut Ananda yang terbuka menunggu.Detik berikutnya Jay sudah berada diantara paha Ananda dan bersiap untuk memasukkanbatang penisnya dalam vagina Ananda yang sudah sangat basah. Berdiri di ujung tempattidur, dia memegangi kedua tumit kaki Ananda dan mulai menggoyang Ananda kembali. Bibir tengah vaginanya mencengkeram erat sekeliling batang penis Jay seiring tiaphentakan, kelentitnya ikut tedorong masuk begitu Jay menekan masuk penisnya. OrgasmeAnanda berkesinambungan, Jay menggeram keenakan.

    James kemudian melumuripayudara dan perut Ananda dengan spermanya. Jay tidak mengendorkan gerakannya sampai pada saat penisnya terasa akan meledak olehdorongan spermanya, dan akhirnya meyirami rahim Ananda dengan guyuran spermapanasnya. Ananda berbaring terlentang dengan kaki yang masih terpentang lebar. Spermamelumuri sekujur tubuhnya, dan meleleh keluar dari kedua lubang bawahnya. Para priamengoles oleskan penis mereka yang basah pada wajah Ananda. Sedangkan aku jugatelah mendapatkan lagi orgasmeku sendiri dengan permainan jari tanganku. Aku pandangi Ananda, lalu mulai menjilat dan mengisap membersihkan sekujurtubuhnya dari sisa-sisa sperma. Tangannya membelai rambutku saat aku membersihkansperma para pria yang masih tertinggal pada vaginanya. Aku kenakan kembali pakaianku secepat aku melepasnya tadi dan bilang pada merekakalau aku tak dapat tinggal lebih lama lagi dan harus segera pulang karena suamikusedang ada di rumah sekarang. Aku terbangun keesokan harinya, segera ke rumah Ananda begitu suamiku berangkat kekantor. Aku harus mencari tahu tentang semua kejadian semalamÖ

  • DI PAKSA TAPI TAK TERLALU

    DI PAKSA TAPI TAK TERLALU


    1425 views

    sex yang tak terlalu di paksa tak terlalu dipaksa

     Maya duduk di atas ranjang. Hal ini terjadi lagi. Suara dengkuran Krisna menandakanbahwa dia tertidur dengan sangat lelapnya dan membiarkan Maya merenungi sendiri apayang tengah terjadi dalam kehidupan rumah tangganya. Setelah berjalan lima tahun, perkawinan mereka terasa mulai hambar. Selama empat tahun sebelumnya, kehidupanseksual mereka bias dikatakan sangat sempurna. Hubungan seks berlangsung hampirsetiap malam dalam seminggu hingga beberapa bulan belakangan. Sekarang hanya sekalidalam seminggu dan itupun berlangsung dengan amat cepat dan singkat dan selalumembuatnya tergantung. Maya berfikir apakah ini semua karena dirinya yang menjadipenyebabnya tapi dia sadar dalam usianya yang ke28 tahun sekarang ini bentuk tubuhnyamasih tetap sama tak ubahnya ketika berumur dua puluh. Hampir semua pria yangdikenalnya mengatakan kalau dia adalah sosok dambaan setiap lelaki normal. Dia bangkit dari ranjang tanpa membangunkan suaminya. Bahkan suaminya tak akanbangun jikalau dia bermaksud membangunkannya sekarang, kondisi suaminya selalukelelahan akhir-akhir ini. Dia berjalan melintasi kamar tidurnya masih dalam keadaantelanjang seusai persetubuhan yang berakhir dengan kekecewaan dengan suaminya. Cahaya bulan purnama menyinari kamar tidurnya hingga menjadikan seakan disiang hari. Dia berhenti di depan cermin memandangi tubuhnya untuk memastikan apakah bentuktubuhnya masih tetap seperti dalam angannya. Apa yang dilihatnya adalah sesosok wanitaberusia 28 tahun yang telah menikah selama 5 tahun dengan kekasihnya ketika kuliahdulu.

    Rambut hitamnya yang panjang dan lebat sama hitam dan lebatnya dengan rambutyang menutupi sekitar selangkangannya dan diteruskan dengan sepasang paha yangjenjang menopang semampai tubuh 167nya. Buah dadanya masih tetap kencang danmendongak angkuh, dan bongkahan pantatnya tetap bundar dan padat. Semua ituterbingkai dalam sosoknya yang seberat 50kg. Tidak, tak mungkin dirinya yangmenjadikan Krisna berpaling darinya setiap malamnya. Dia memikirkan Krisna. Mereka mulai pacaran di tahun terakhir kuliah dan segeramenikah begitu wisuda. Seks merupakan bagian yang besar dalam hubungan merekabahkan sebelum mereka menikah, dan semakin menjadi bagian yang lebih besar setelahkeduanya menikah. Krisna memang mempunyai pengalaman yang ëlebihí sebelumbertemu dengannya dan Maya sendiri masih ëgadisí sebelum bertemu dengan Krisna. Krisna mengajarkan semuanya pada Maya hingga menjadi sosok wanita seperti yangsekarang, dan Krisna masih tetap satu-satunya guru, kekasih, suami dan partner seks yangdimilikinya. Krisna adalah sosok dambaan semua teman wanitanya. Tinggi tubuhnyayang mencapai 190 membuatnya gagah ditambah rambut ikalnya dan sepasang mataelangnya. Kejantanannya sendiri cukup besar untuk memuaskan dahaga seksual Maya. Krisna mempunya pekerjaan yang menghasilkan uang yang cukup untuk memenuhisemua kebutuhan rumah tangganya dengan tanpa Maya susah payah bekerja. MemangKrisna menginginkan dia menjadi ibu rumah tangga dan mengurus semua kebutuhanrumah. Mereka memiliki sebuah rumah yang nyaman dengan halaman yang sangat luas.Get yours now!yang bias menampung sebuah kolam renang dan sekedar untuk berkuda. Benar-benarmemberikan mereka sebuah privasi yang berlebih dengan letaknya yang jauh dari pusatkota. Mereka sudah menempati rumah tersebut selama dua tahun. Satu-satunya orangyang tinggal dengan meraka hanyalah seorang penduduk setempat berusia hampir paruhbaya yang bekerja mengurus rumah mereka. Adik Krisna baru saja tinggal denganmereka beberapa bulan yang lalu. Ayah dan Ibu Krisna memutuskan untukmengontrakkan rumah mereka yang berada di pusat kota dan pindah di kampung halamanuntuk menghabiskan masa tua mereka. Adi, adiknya Krisna masih ingin tetap tinggal dikota ini untuk meneruskan sekolahnya. Adi bukan merupakan sebuah masalah diantara Maya dan Krisna.

     

    Masalah mereka sudahberawal jauh sebelum dia pindah dengan mereka. Maya suka dengan adik iparnyatersebut dan sangat setuju jika Adi tinggal bersama mereka. Adi sama sekali bukanmasalah dan dia bukan orang yang suka mencampuri terlalu dalam urusan orang lain. Adijuga merasa cocok dengan kakak iparnya dan mereka sering menghabiskan waktubersama untuk sekedar ngobrol ataupun berenang. Adi merupakan sebuah duplikat yanglebih muda dari kakaknya. Sukri, sang pengurus rumah, juga tinggal di rumah ini. Dia menempati sebuah rumahkecil yang terletak dekat dengan gudang, jauh di pekarangan belakang rumah mereka. Dia lahir dan tumbuh di tanah ini, dan ketika tanah ini dibeli Krisna dia meminta ijinuntuk tetap tinggal disini. Usianya hamper 40 tahun tapi alam membuatnya terlihat masihberusia 20an. Tubuhnya tinggi kekar dengan kulit sawo matang. Dia merasa senangbekerja mengabdi pada Krisna dan Maya. Terutama saat berada di dekat Maya ketikawanita ini berkuda dengan memakai celana jeans ketatnya. Dalam benaknya dia melihatMaya yang tanpa busana setiap kali berada di dekatnya. Strata sosial yang membedakanderajat mereka, ataupun Maya yang juga majikannya tak menghentikan fantasinya untukmenikmati keindahan tubuh wanita cantik ini di atas ranjang. Maya memandang kea rah tempat tidur dan Krisna masih terlihat lelap tidurnya. Dikenakannya kembali baju tidur sutra tipisnya yang beberapa saat lalu dipakainya untukmembangkitkan gairah suaminya agar bercinta dengannya. Itu merupakan sebuah bajutidur seksi yang sangat tipis dan tak mampu menyembunyikan bagian dalam tubuhtelanjangnya. Dia berjalan menuruni anak tangga dab keluar menuju beranda belakangyang mengarah ke kolam renang. Suasana malam musim panas ini terasa tenang dan damai di pinggir kolam renang. Mayasering berada di sekitar kolam renang ini saat malam hari untuk sekedar duduk-duduksantai melepaskan lelah dan terkadang juga berenang, dengan tanpa selembarpakaianpun. Krisna pernah mengingatkannya kalau mungkin saja Sukri melihatnya, tapiMaya tak peduli. Dia merasa bangga dengan bentuk tubuhnya dan tak merasa ada yangmembuatnya malu dengan keadaannya. Dia tak selalu beranang dalam keadaan telanjangtapi bikini yang dipakainya juga tak mampu berbuat banyak untuk menutupi keindahantubuhnya. Dan Maya juga tahu kalau Adi, adik iparnya itu juga suka memandangitubuhnya saat dia mengenakan bikini. Tapi Adi belum pernah melihatnya beranangtelanjang karena dia menghentikan kebiasaannya tersebut begitu adik iparnya menetap.Get yours now!bersama mereka. Pernah suatu malam Adi menemaninya berenang di malam hari setelahKrisna pergi tidur dan keduanya berenang bersama.. Pakaian tidur tipi situ membungkus tubuhnya semakin erat saat Maya merentangkankedua tangannya dan menghitung bintang bintang yang bertaburan menghiasi langithitam di atasnya. Dia baru beberapa menit berada di luar sini ketika di dengarnya suaramobil Adi memasuki carport.

    Dia tahu kalau seharusnya dia bergegas berdiri dan masukke dalam rumah sebelum adik iparnya masuk. Dia tidak telanjang tapi apa yang menutupitubuhnya tak bisa menutupi tubuhnya meskipun di bawah cahaya sinar rembulan. Diamerasa bimbang untuk berbuat apa hingga akhirnya waktu jadi terlambat saat mobil Adimulai memasuki tempat parker yang terletak di samping kolam renang tersebut. Adi keluar dari dalam mobil dan kemudian membanting pintunya dengan sangat keras. ìWah wah, kamu pasti sedang sangat marah ya sampai-sampai pintunya kamu bantingbegitu.î Adi terlonjak saking terkejutnya tak menyadari ada seseorang dibelakangnya di jamselarut ini. ìYa, mbak boleh bilang malam yang benar-benar sial.î Maya tahu kalau adikiparnya baru pulang dari kencan dengan kembang sekolahnya. Seorang gadis yangmenjadi rebutan dan kabar burung menceritakan kalau gadis tersebut bisa diajak tidurasal bisa menaklukkan hatinya, dan malam ini Adi mencoba peruntungannya. Merekaberdua pernah membicarakan tentang hal ini sebelumnya dan saat Adi akan keluar malamtadi, Maya juga mendoakan agar dia berhasil. Maya bangkit dari bangku yang didudukinya dan memberi isyarat pada Adi untukmendekat. ìKelihatannya kamu dan aku sedang sial malam ini. Duduklah sini danceritakan bagaimana kencanmu.î Adi baru saja akan duduk saat dia menyadari betapa tipisnya baju tidur yang dikenakankakak iparnya ini. Dia pernah melihatnya memakai bikini tapi payudara kakak iparnyajauh tampak lebih jelas dengan baju tidur tipis yang dikenakannya ini dibandingkan saatmemakai bikini. ìHey, mbak terlihat sangat cantik. Bagaimana mungkin mbak punyamasalah kalau pakai pakaian seperti ini?î Maya melipat kedua lengannya di depan dadanya. ìKamu jangan memandangiku sepertiitu.îìRasanya sulit setelah kencan sial malam ini.îìCeritakan padaku.îìMbak yang cerita lebih dulu apa yang sudah terjadi baru aku ceritakan apa yang terjadidengan kencanku.îìTak banyak yang bisa kuceritakan. Sudah kusiapkan dinner yang romantis dengan winedan lilin. Sudah susah-susah pergi ke salon biar kelihatan cantik. Pakai pakaian seksi.Get yours now!seperti ini dan apa yang kudapatkan? Abangmu malah pergi tidur meninggalkan aku, endof story.îìKalau mbak berdandan seksi seperti ini untuk aku pasti aku tak akan pergi tidur danmembiarkan mbak sendirian.îìAh, kamu hanya coba menghibur aku.î Adi duduk disamping kakak iparnya. Dia duduk merapat sangat dekat hingga bisadirasakan kehangatan tubuh kakak iparnya. ìCeritaku tidak lebih baik dari mbak. Kencandengan cewek yang jadi rebutan tapi hasilnya nol besar. Benar-benar malam yang palingsial minggu ini.î Maya menyandarkan kepalanya di bahu Adi. ìSepertinya kita berdua jadi pecundangmalam ini.î Lengan Adi bergerak melingkari bahu kakak iparnya dan merengkuhnya lebih merapatpadanya. ìAku tak tahu soal itu, tapi ini terasa sangat indah bagiku.î Tangannya bergerakke bawah dan singgah pada buah dada Maya. Maya tak menyingkirkan tangan Adi dari dadanya, dia hanya menatap jari-jari Adi yangmulai bergerak di dadanya dan kemudian memandangi wajah adik iparnya. ìApa kamubenar-banar baru berumur 18 tahun?îìAku cukup dewasa untuk merubah malam yang sebelumnya sial menjadi lebih baik.î Tangan Adi yang satunya mulai bergerak melepaskan tali yang mengikat baju tidur kakakiparnya.

     

    Segera saja dia menyibak gaun tidur itu hingga tubuh indah isteri abangnya initerpampang jelas tanpa penghalang lagi. Kedua telapak tangannya bergerak ke buah dadaMaya dan meremasnya dengan lembut hingga membuat putingnya mencuat menusuklembut telapak tangannya. Kedua tangannya terus memainkan kedua daging kenyaltersebut sambil matanya menelusuri perut Maya yang rata hingga menuju ke bawahselangkangan yang dihiasi rambut lebat. ìKamu cukup dewasa bagi abangmu yang akan membunuhmu kalau dia bangun.î Mayatak tahu apa yang membuat dirinya membiarkan adik iparnya ini berbuat seperti ini. Diasama sekali tidak berusa untuk mencegahnya. Adi sudah hamper 3 bulan tinggal bersamamereka dan dalam benak Maya sama sekali tak pernah terlintas pikiran yang berbauseksual terhadap adik iparnya, hingga sampai malam ini, dan sekarang dia berada hanyaberdua dengannya di pinggir kolam renang ini malam ini dalam keadaan telanjangseutuhnya dan suaminya sedang tertidur lelap di kamar tidur lantai atas Dan vaginanyasudah terasa sangat basah oleh gairah. Bibir Adi mulai bergerak turun menuju bibirnya. Maya mendekatkan bibirnya tanpadiminta. Bibir Adi menyentuh bibirnya dan mulutnya mulai membuka. Lidah adikiparnya menyentuh bibirnya dan Maya membuka mulut untuknya. Adik iparnya sangatmahir memainkan bibirnya dan dia merasakan ada sebuah perasaan yang sangat mirip.Get yours now!antara Adi dan suaminya. Maya mungkin tak pernah mempunya pikiran seksual terhadapadik iparnya ini tapi sudah lama Adi memendam hasrat ini dan saat ini dia benar-benarmemanfaatkan kesempatan akan kepasrahan kakak iparnya ini. Adi bisa mendengar lenguhan lirih Maya saat dia menciumnya. Maya mulaimenggerakkan pinggulnya dan lengannya bergerak meraih tubuh Adi agar kedua bibirmereka melumat semakin merapat. Adi menyadari kalau kakak iparnya tak akanmenolaknya malam ini dan mungkin saat ini adalah kesempatan terbaiknya untukmewujudkan impiannya selama ini. Malam ini Maya merasa telah dicampakkan olehsuaminya dikala gairahnya tengah menyala-nyala dan Adi akan segera menyantaphidangan yang masih hangat yang tersuguh di hadapannya . Sebelah tangan Adi bergerak turun ke bawah dan menelusuri kulit perut Maya yanglembut untuk menyentuh tepian vagina berbulu lebatnya. Kedua pahanya yang masihmerapat erat menahan gerakan jemari Adi. Jemari Adi terus menggerayangi perut bagianbawahnya disertai lidahnya yang menari dalam mulut Maya. Akhirnya kedua paha Mayamelemas dan mulai bergerak membuka. Jemari Adi langsung turun kea rah kelentitnya. Begitu kelentitnya tersentuh jemari Adi, kedua paha Maya membuka semakin lebar. Akhirnya Maya memberikan ruang seutuhnya pada Adi untuk berbuat sekehendak hatiterhadap daerah paling rahasia dari tubuhnya.

     

    Langsung saja jemari Adi melesak masukke dalam. Maya menjadi teramat sangat basah. Dia sedang berada dalam lingkaran perasaan yangmembuatnya kesulitan untuk membedakan yang sedang mengeksplorasi tubuhnya iniKrisna ataukah bukan. Keduanya terasa sangat sama hingga Maya merasa kalau yangsedang menyentuhnya saat ini adalah Krisna. Nafasnya semakin memburu cepat saat diamerasa tubuhnya direbahkan ke atas bangku malas ini. Adi merbahkan tubuh Maya dansekali lagi bibirnya menuju ke payudara Maya. Ciuman bibirnya menjalar bebas kesekujur tbuh kakak iparnya ini. Gaun tidurnya terbuka lebar dan Maya rebah dengankedua belah paha terpentang lebar saat jemari adik iparnya bergerak keluar masuk dalamvaginanya. Maya berada diperbatasan dari puncak kenikmatannya saat tiba-tiba Adimenghentikan aksinya. Kedua mata Maya yang semula terpejam rapat langsung terbuka menatap begitu Adiberhenti. Adi sedang membuka pakaian terakhir yang menutupi tubuhnya. Batangpenisnya mengacung dengan tegak dan keras, terayun-ayun saat dia berjalan mendekat kearahnya. Batang penisnya cukup besar dan panjang. Untuk pertama kalinya Mayamenyadari perbedaan di antara keduanyaÖìStop Adi! Apa yang kamu lakukan?îìAku akan membahagiakan mbak malam ini. Pikirkan saja betapa jauh lebih baiknyaperasaan kita berdua setelah semua kesialan yang kita dapat sebelumnya.îìJangan lakukan, please. Aku isteri abangmu dan kalau ini terjadi mungkin kita berduatak akan bisa menghentikannya.î.Get yours now!ìAku tak mungkin stop sekarang. Sudah sangat lama menginginkan mbak dan aku tahukalau abang sudah tak melakukan PRnya dengan benar.î Maya merapatkan keduapahanya untuk mencegahnya. ìAyolah mbak Maya buka untukku, aku tahu mbak pastimenginginkan juga seperti aku.î Adi menunduk dan mencium sebuah putting payudara Maya lagi. Lalu dia berpindah kemulutnya. Maya membuka mulut untuknya tanpa dipaksa. Adi menghentikan ciumannyauntuk berbisik pada Maya, matanya menatap lembut, ìBukalah untukku May,Ö Akuingin merasakan vaginamu meremas erat penisku saat kumasuki.î Lalu dia kembalimelumat bibirnya. Untuk pertama kalinya Adi memanggilnya tanpa panggilan mbak, sesuatu yang tak biasatapi itu jadi pemicu bagi Maya hingga kalah dalam pertempuran ini. Maya memangmenginginkan batang penis Adi memasuki tubuhnya.

    Sudah terlalu lama Maya tidakdisetubuhi sesai dambaannya. Saat ini ada seseorang yang ingin memuaskan dia sepertiapa yang pernah dilakukan suaminya dulu. Maya membuka pahanya. Sebelah pahanyamasih berada di atas bangu dan sebelahnya lagi ditariknya ke atas tubuhnya. Adi bergerakke depan dan batang penisnya dengan sendirinya menemukan jalan masuk. Denganperlahan didorngnya maju dan kepala penisnya menyeruak membelah bibir vagina Maya. Maya akhirnya melingkarkan kedua pahanya pada pinggang Adi dan tumitnya menancaperat pada pantat adik iparnya ini untuk menariknya masuk semakin dalam. Perlahan Adimulai mengisi vagina Maya melebihi apa yang pernah dirasakannya. Setiap kocokannyaAdi membawa mereka berdua semakin tinggi dan bertambah tinggi. Tak menunggu lebihlama Adi mulai menyentakkan penis kerasnya seutuhnya hingga ke dasar vagina kakakiparnya. Adi menghentakkannya dengan sangat keras tapi itulah yang didambakan Maya. Setiap kali Adi menarik keluar batang penisnya, kedua kaki menahannya seakan inginsegara melesakkannya ke dalam vaginanya kembali. Sama sekali tak terlintas dibenaknyakalu kini dia telah mengkhianati suaminya. Maya hanya meredakan dahaga batinnya dariapa yang beberapa bulan belakangan ini tak pernah diberikan oleh suaminya. Tak membutuhkan waktu yang lama bagi keduanya untuk meraih akhir. Adi memberikanpersetubuhan yang cepat, keras dan sedikit kasar pada Maya seperti apa yang belakanganini tak didapatkannya dari suaminya. Klimaks itu berada di puncak bukit di depan matadan mereka berdua saling bergegas mendakinya bersama. Dengan berbarengan keduanyamencapainya dan hanya mulut Adi yang segera melumat bibir isteri abangnyalah yangmencegah suara jeritan kenikmatan Maya agar tak membangunkan Krisna atau bahkanSukri. Semuanya sudah berakhir dan mereka berdua benar-benar merasa amat kelelahan. Dengan kepayahan Adi mengangkat tubuhnya yang menindih Maya. Batang penisnyayang melemas tercabut keluar dari vagina Maya yang terisi penuh sperma adik iparnyadan mulai meleleh keluar menuruni paha jenjangnya. Maya bangkit untuk duduk denganlemas dan Adi duduk di sampingnya, keduanya masih tanpa pekaian. Maya mulaimerasakan penyesalan dan Adi menyadari hal tersebut. ìJangan menyesali sesuatu yangterasa sangat indah. Tak mungkin ini sesuatu yang buruk.î Dia mendekat dan mencium.Get yours now!ujung bibir Maya. Maya menatapnya; ìApa benar kamu baru berumur 18?î Keduanyatertawa pelan dan Maya merasa jauh lebih baik. Maya berkata, ìSudah cukup kita menggunakan kesempatan untuk malam ini. Aku haruskembali ke kamar sebelum Krisna menyadari kalau aku tak ada di sampingnya. Kitaberdua sama-sama menginginkan ini terjadi malam ini dan aku rasa kita juga sudahmendapatkan apa yang kita mau.î Keduanya berjalan saling berpelukan menuju ke dalamrumah. Adi masih telanjang dan membawa pakaiannya di tangannya sedangkan Mayasudah mengenakan gaun tidurnya kembali.

    Di pintu belakang Adi memberi sebuahciuman selamat malam pada Maya, tak melepaskan ciumannya hingga Mayalah yangakhirnya menghentikannya. Dalam benak keduanya membayangkan kalau saja malam inihanya mereka berdua yang berada di rumah pastilah malam masih akan teramat panjang. Adi berjalan menuju kamarnya di lantai bawah dan Maya berjalan menaiki tanggamenuju kamarnya di lantai atas. Krisna sudah terjaga dan mendapati kalau dia sendirian. Di pikir isterinya sedang kekamar mandi dan segera kembali nanti. Dia kembali tidur tapi beberapa menit kemudianterbangun lagi. Maya masih belum kembali. Dia tahu kalau kadang-kadang isterinya sukaberenang malam-malam. Dia berjalan menuju ke jendela dan hal yang pertama kalidisaksikannya adalah isterinya, Maya yang sedang berciuman dengan Adi, adiknya diatas bangku di pinggir kolam renang. Cahaya bulan purnama membuatnya dapatmemastikan hal itu meskipun dalam keremangan malam. Reaksi pertamanya adalah inginlangsung turun ke sana dan menendang pantat adiknya. Tapi kemudian sesuatu itumenghantamnya, dia sadar kalau hal itu penyebabnya adalah karena salahnya sendiri. Diasadar kalau telah menampik setiap ajakan isterinya untuk bercinta beberapa bulanbelakangan ini. Dia tak menginginkannya, tapi dia sudah terlibat dalam hubungan yang rumit denganseorang wanita di kantornya dan dia tak mampu untuk menghentikannya. Susan berumurlebih tua darinya dan bahkan tidak berwajah lebih cantik dibandingkan Maya. Saat itu diasedang mabuk di acara pesta kantornya dan mereka berdua berakhir dalam persetubuhandi atas meja kerja kantornya. Susan seakan sebuah obat yang tak mampu dia tolak. Diamampu memberikan sesuatu yang lebih dengan vaginanya yang belum pernah diarasakan sebelumnya. Dia mengontrol otot vaginanya hingga seakan mampu memerahbatang penisnya dan hal tersebut tak dimiliki Maya. Sejak affair ini terjadi, Susan seakan tak pernah merasa terpuaskan. Dia menginginkanbersetubuh setiap waktu dan dimanapun tempatnya jika memungkinkan. Dan itulah yangmembuatnya selalu kelelahan saat pulang ke rumah. Jadi, ketika Krisna melihat adiknyasedang mencium isterinya dan mulai menyetubuhinya, yang mampu dilakukannya hanyamelihat. Dan yang lebih mengejutkannya adalah ternyata penisnya menjadi sangat ereksisaat melihat hal itu. Krisna bukanlah satu-satunya orang yang menyaksikan dengan menahan nafsuperselingkuhan antara Maya dan Adi. Sukri sudah melihat saat Maya keluar dari pintubelakang dan duduk di atas bangku itu. Dengan bersembunyi di kegelapan malam dia.Get yours now!sudah menanti kedatangan Maya, sebelumnya dia sudah pernah menyaksikan nyonyamajikannya itu berenang dengan telanjang, dan malam ini dia berharap hal itu terulangkembali. Dia menyaksikan saat Adi dating dan kemudian mulai menyetubuhi nyonyamajikannya yang cantik itu. Sejak pertama kali bertemu, Sukri sudah menginginkanMaya. Dia adalah wanita tercantik yang pernah dia temui. Meskipun dia sadar betapapundia mengharapkan, hal itu tak akan terwujud. Dan dengan kejadian yang dia saksikanmalam itu memberinya sebuah harapan untuk mewujudkan impiannya. Dengan hati riang Maya mengayunkan pinggul menapaki tangga menuju kamar tidurnya. Untuk pertama kali sejak beberapa bulan birahi dan vaginanya terpuaskan. Saat diamembuka pintu kamar dia mendapati Krisna di atas ranjang. Selimutnya sudah terlempardi atas lantai dan dia rebah dengan batang penis yang ereksi.

    ìWaktu aku bangun kamu tidak ada. Aku pikir kamu segera kembali dan aku inginmenuntaskan apa yang kita awali sebelumnya. Sorry, belakangan ini aku seringkecapekan dan mengabaikan kamu. Kemarilah dan ijinkan aku menebusnya.îìAku mau ke kamar mandi dulu.îìJangan, tak usah. Aku mungkin tak bisa menahan lebih lama lagi kalau kamu ke kamarmandi dulu.î Maya sadar jika dia menuruti kemauan suaminya untuk bercinta sekarang, Krisna akanmerasakan sperma adiknya di dalam vaginanya. Krisna tak memberinya kesempatanuntuk berpikir, dia berdiri merengkuh tubuh Maya kedalam pelukannya dan memberinyasebuah ciuman yang dalam sebelum merebahkannya ke atas ranjang. Segeradilepaskannya tali gaun tidur itu dan menyibaknya lebar hingga tubuh isterinyaterpampang jelas di hadapannya. Dia bergerak di antara paha Maya dan sedetikberikutnya penisnya merangsak masuk ke dalam vagina Maya yang baru saja disetubuhiAdi. Dengan mudah penisnya masuk ke dalam. ìKamu sangat basah malam ini. Aku akanmemanjakan dan memuaskanmu.î Krisna menyetubuhinya dengan keras dan cepatmembuat batang penisnya bergerak mengaduk sperma adiknya. Dia tahu penyebabkenapa Maya sangat basah dan bukannya hal itu membuatnya marah tapi sebaliknya. Batang penisnya terasa sangat keras dan dia ingin mengantarkan Maya ke puncak terlebihdahulu sebelum dia menyemburkan spermanya sendiri. Maya sangat bahagia dengan cara suaminya menyetubuhinya sekarang ini. Dia sukadengan foreplay yang panjang dan seksi saat bercinta tapi begitu penis suaminyamemasuki vaginanya dia ingin Krisna tak menyia-nyiakan waktu lebih lama lagi dansegera menyetubuhinya bukannya sekedar bercinta dengannya. Meskipun setelah barusaja melakukan hubungan seks yang panas dengan Adi, Maya masih menginginkan yanglebih lagi dari Krisna. Maya sadar kalau suaminya bisa merasakan sperma Adi di dalamvaginanya tapi selama Krisna tak tahu apakah itu, maka hal tersebut tak menjadi masalahbaginya. Bersama mereka berdua menggapai puncak kenikmatan..Get yours now!Krisna menyemburkan spermanya di dalam wanita yang sangat dicintainya ini seiringgemuruj orgasme yang sedang dirasakan Maya dan membuat dinding vaginanyamemerah setiap tetes cairan cinta dari suaminya. Hubungan seks ini terasa sangatmemuaskan bagi Krisna dan dia berfikir apakah ini karana dia baru saja menyaksikanadiknya sendiri menyetubuhi isterinya ini. Maya tak peduli apa yang menyebabkan ini jadi terasa sangat nikmat kembali dia hanyamerasa sangat bahagia karena Krisna sudah kembali seperti dulu lagi. Mungkin dia bisamenyetubuhi Adi kapanpun dia mau, tapi bagaimanapun juga dia tetap membutuhkansuaminya sendiri. Maya bangun kesiangan esok paginya. Krisna sudah berangkat kerja dan Adi sudah pergike sekolah. Samar-samar dia ingat saat Krisna memberinya ciuman sebelum berangkatkerja tadi. Dia berguling dan dapat merasakan sisa sperma yang keluar dari vaginanya. Setelah Krisna selesai malam tadi, Maya sudah tak punya tenaga lagi untukmembersihkan diri. Mandi adalah hal pertama yang paling ingin dia lakukan hari ini. Seusai mandi dan membersihkan diri di wajahnya masih terlukis sebuah senyum olehperistiwa semalam. Dia sadar kalau semestinya dia merasa bersalah dan menyesal tentangAdi tapi entah kenapa dia tak mampu untuk itu. Untuk pemuda berusia 18 tahun, Adisungguh memahami benar bagaimana caranya membahagiakan seorang wanita. Maya tak tahu apa yang terjadi pada Krisna. Setelah beberapa bulan belakanganberlangsung dengan hubungan seksual yang sangat sangat jarang sekali dan tanpa gairah, tiba-tiba saja dia berubah seakan tak pernah tercukupi semalam. Maya sungguh berharapapapun yang mengganggu pikiran suaminya selama ini sudah terselasaikan. Menjelang siang dia sudah selesai sarapan dan sekaligus membersihkan sisa piring kotoryang ditinggalkan oleh Krisna dan Adi di dapur dan bersiap untuk pergi ke kolam renang.

    Dia heran kenapa Pak Sukri belum kelihatan hari ini. Jika saja orang tua itu tidak kerjahari ini dia akan menikmati sinar matahari seutuhnya. Merasa tak pasti akan hal tersebut, akhirnya dia memutuskan untuk memakai bikini saja. Meskipun tetap saja bikini yangdikenakannya masih tak mampu menutupi seluruhnya tapi setidaknya dia tidak telanjangjika ternyata Pak Sukri datang agak siangan lagi. Maya sudah melihat bagaimana caralelaki yang sudah lama ditinggal mati isterinya itu melihat dirinya,ada suatu yangmembuatnya berdesir entah apa. Dia berenang beberapa putaran seperti yang biasa dilakukannya setiap pagi sebelumakhirnya naik dan rebahan di atas bangku santai yang dipakainya bersama Adi semalam. Tak mampu dicegahnya untuk memikirkan peristiwa dengan adik iparnya tersebut, danbagaimana dia merebahkannya di atas bangku ini dan memberikannya sebuahpersetubuhan yang sangat menggairahkan. Puting susunya menjad sangat keras ketikamembayangkannya. Dia tak tahu bagimana nanti menghadapi Adi setelah kejadiansemalam, tapi yang pasti dia tahu kalau mereka berdua harus berhati-hati kalau adaKrisna. Dia juga merasa jika Adi akan menginginkannya lagi dan Maya merasa kalau diajuga tak ingin menghentikan adik iparnya..Get yours now!Baru saja dia hampir terlelap saat ada sebuah bayangan menghamiprinya, membuatnyaterbangun dan saat dia membuka matanya dilihatnya Sukri sudah berdiri di sampingnya. Dengan cepat dia bangkit. ìOh, selamat pagi Pak Sukri, aku baru saja mau tertidur. Adakeperluan apa Pak?î Maya tahu biasanya orang ua ini jarang sekali masuk ke dalam arearumahnya kecuali untuk mengerjakan pekerjaannya. Ada sesuatu pancaran di matanyayang belum pernah dilihat Maya sebelumnya. Sebuah tatapan mata yang sering dilihatnyadari para lelaki yang menginginkannya. DIa bersukur telah memakai bikini tapi saat inidia berharap memakai yang lebih lagi. Handuk yang tadi dibawanya telah dijatuhkannyadipinggir kolam di sisi yang lain sebelum dia terjun ke kolam tadi. ìNyonya Maya, saya ingin bicara dengan anda.î Maya hendak berdiri dan berkata, ìBaiklah Pak Sukri, ada keperluan apa?î Tangan Sukri menahan bahu Maya agar tak berdiri. Ini mengejutkan Maya. Ini pertamakalinya orang tua ini menyentuhnya. Dia kembali duduk dan menatap matanya. Dia takingin orang tua ini tahu kalau dia merasa takut terhadapnya. ìSaya hanya ingin ketemu anda dan mebicarakan sebuah perundingan dengan andaîìPerundingan macam apa maksud anda?îìSaya tak tahu lagi harus bagaimana kecuali langsung menemui anda danmembicarakannya. Saya sudah memperhatikan anda sejak pertama kali anda pindahkemari. Anda adalah wanita tercantik yang pernah saya lihat. Saya sangat ingin bercintadengan anda setiap kali saya melihat anda. Saya sadar kalau itu hanya harapan yang sia- sia belaka hingga semalam. Kemudian saya melihat anda dan mas Adi dan saya tahukalau akhirnya tiba waktunya harapan saya itu akan terkabul.î Maya merasa seakan tubuhnya diguyur oleh air dingin. Lelaki paruh baya ini telahmelihatnya dengan Adi semalam dan kini dia menginginkan hal yang sama juga. Yangterlintas di pikirannya saat ini adalah segera lari dari sini dan menyingkir jauh-jauh. ìSaya tak mengerti maksud anda. Apa yang saya lakukan dengan Krisna atau Adi atupunorang lain adalah urusan saya.î Dia mencoba untuk berdiri lagi dan kembali Sukrimendorongnya duduk, kali ini dengan lebih keas lagi. ìSaya tahu kalau itu adalah urusan anda tapi bagaimana kalau Tuan Krisna tahu andasudah tidur dengan adiknya?î Maya tak mungkin dia membiarkan Krisna tahu tentang perbuatannya dengan Adi, Mayasadar kalu dia tak bisa berbuat apa-apa. Jika kejadiannya dengan pria lain dan bukannyadengan adik suaminya mungkin saja tak seburuk ini. Mungkin dia bisa menangis danmemohon ampun pada Krisna dan suaminya itu mungkin saja mau memaafkannya, tapitak mmungkin kalau kejadiannya dengan. ìAnda mau apa?î.Get yours now!ìSaya menginginkan anda, dan saya menginginkan anda seperti Adi mendapatkan andatadi malam. Anda menuruti dan saya akan melupakan apa yang telah saya lihatsemalam.îìDan kalau saya tidak melakukan apa yang anda mau apa yang bisa anda lakukan? Inihanya akan jadi sebuah cerita karangan anda saja.îìSaya sudah mengira kalau anda akan berkata seperti ini.

    Saya sudah menyiapkanbeberapa foto yang akan menjadi bukti cerita saya itu.î Sukri sadar kalau soal foto ituhanyalah karangannya saja, tapi dia yakin kalau Nyonya majikannya ini tak tahu akan halitu. Maya sadar kalu dia telah kalah. Dengan adanya foto tersebut tak mungkin dia biasmembantah tentang perbuatannya dengan Adi kepada Krisna. Wajahnya tertunduk danSukri tahu kalau wanita di hadapannya akan memberikan apa yang dia maus. ìKapan?îìSekarang, sudah terlalu lama aku menunggu. Berdiri dan segera masuk ke dalam rumah. Saat saya menikmati tubuh anda saya ingin melakukannya di atas kasur yang lembut danempuk agar bisa benar benar merasakan nikmatnya.î Sukri memberi tanda agar diaberdiri dan Maya mematuhinya. Dengan perlahan dia berjalan menuju ke dalam rumah. Sempat terlintas dibenaknya untuk lari dan mengunci pintunya tapi dia sadar kalau lelakidi belakangnya ini akan menceritakan semuanya kepada Krisna dan pernikahannya akan. Begitu memasuki rumah Sukri langsung menutup pintu dan sekaligus menguncinya. Maya berhenti tapi segera Sukri menggiringnya menuju kamar tidur. Maya bermaksudmelewati kamar tidurnya dan menuju ke kamar tamu. Sukri menghentikannya danberkata, ìTidak, saya ingin di ranjang anda. Saya ingin menyetubuhi anda di tempatsuami anda melakukannya setiap waktu.î Maya memasuki kamarnya. Ranjang itu telah dirapikannya dan seprei serta selimutnyasudah diganti dengan yang bersih setelah terpakai semalam. Sukri menarik selimutnyadan melemparkannya ke lantai. Kemudian dia rebah ke atas kasur empuk itu dengantangan di bawah kepalanya. Dia tahu kalau Maya tidak bias lari ke manapun lagi dan diaingin benar-benar menikmati waktunya bersama nyonya majikannya yang cantik ini. Diaberdiri dengan berkacak pinggang. ìLepaskan bajuku.î Maya sadar dia tak punya pilihan lagi. Dia mendekat. Diraihnya bagian bawah baju Sukridan mengangkatnya melewati kepalanya. Lelaki paruh baya ini jauh lebih tinggi darinyahingga membuat dia hampir menyentuh tubuhnya saat melepaskan baju itu. Mayamelemparkan baju tersebut ke atas kursi. Maya sudah pernah melihat tubuh Sukri yangkekar tanpa baju saat bekerja di kandang kudanya, dan dalam jarak sedkat ini dia semakinmelihat betapa Sukri memiliki bentuk tubuh yang besar dan tegap. ìSekarang, buka bikiniatas anda.î.Get yours now!Untuk sejenak Maya bimbang dan kemudian tangannya bergerak ke belakang tubuhnyauntuk melepaskan bikini atasnya. Dia melepasnya melewati bahunya dan berusahamenutupi. ìTurunkan tangan anda, saya ingin melihatnya dengan jelas.î Mayamelemparnya ke kursi menyusul baju Sukri dan sekarang dia berdiri di depa Sukridengan payudara yang terpampang tak berpenutup. ìKe sini.î Tangan Sukri tejulur kedepan dan menarik tubuh Maya mendekat. Maya berusaha untuk mundur tapi Sukrimencengkeramnya dengan erat. Maya sadar kalau dia harus mematuhi semua kemauanlelaki paruh baya ini. Batang penis Sukri mengeras dengan sempurna saat payudara Maya terpampangseutuhnya.

    Tak sabar dia untuk merasakan daging membusung itu dengan tangan danmulutnya. Sukri mundur sedikit sekedar untuk mempertimbangkan apa yang pertama kaliakan dilakukannya pada isteri majikannya ini. Dia ingin langsung menerkamnya tapi dialebih ingin kalau wanita ini yang merengek memohon padanya. ìMendekatlah, biarputing anda menyentuh dada saya.î Maya merasa tegang menyadari kontak yang sebentar lagi akan terjadi. Payudaranyasangatlah sensitif fan dia sadar kalau lelaki ini ingin membuatnya jadi terangsang. Diameyakinkan dirinya kalau dia tak akan membiarkan lelaki ini merasa puas telah dapatmenjadikan dirinya menikmati pemaksaan ini. Dia mendekat seperti yang dipinta Sukri. Putingnya hanya menggesek otot di dada Sukri, tapi tubuhnya bereaksi berlawanandengan kehendak pikirannya. Putingnya langsung mulai mengeras karena sentuhan itu. Sukri menatap ke bawah pada payudara putihnya yang baru saja bersentuhan dengandadanya yang coklat kehitaman. Dia sangat ingin melumat dengan mulutnya tapi diamencoba untuk sabar menunggu. ìBuka mata anda. Lihat saat susu anda menyentuh saya. Putingnya langsung mengeras. Saya tahu kalau anda ingin segera disetubuhi?îìTidak, aku ingin menghentikan ini.îìLepaskan celana saya.î Maya diam saja. ìSekarang, jangan sampai membuat saya menunggu.î Maya sedikit mundur untuk meraihsabuknya tapi Sukri menarik tubuhnya hingga merapat padanya. Maya sadar kalau lelakiparuh baya ini ingin agar putingnya tetap menggesek kulitnya saat dia melepaskancelananya. Setelah dia buka sabuk itu, kemudian diturunkannya celana dan celana dalamnyasekaligus itu melewati pinggang Sukri. Maya mengalami sedikit kesulitan saatmelakukannya karena gundukan keras diselangkangan Sukri, tapi akhirnya dia berhasilmelepaskannya. Batang penis Sukri terbebas lepas dari dalam celana dalamnya begitupenutupnya terbuka. Maya bisa merasakan daging keras tersebut menghantam kulitperutnya saat dia menurunkan celana Sukri. Maya harus membungkukkan tubuhnyauntuk melepasnya, gerakannya itu membuat putting dan payudaranya semakin mengeras. Ketika akhirnya Maya berhasil menurunkan celana Sukri hingga mata kakinya, btangpenis itu jadi menggesek payudaranya. Batang itu tepat di depan matanya kini dan dia.Get yours now!melihat dengan terperanjat akan batang penis terbesar yang pernah dilihatnya seumurhidupnya. Warnanya sangat gelap coklat keunguan. Bahkan ini lebih besar dan panjangdari penis Adi. Vaginanya langsung saja menjadi lebih basah dan keteguhan hatinyauntuk tak membiarkan dirinya larut di dalam gairah saat ini menjadi pudar. Sukri tetap menahan tubuh Maya agar terus menghimpitnya. Dapat dirasakannya kalauputting nyonya majikannya ini semakin bertambah keras saja. Sukri membungkuk untukmeraih pinggul Maya dan melepaskan bikini bagian bawahnya. Sebelum dia berlututuntuk melepaskan kain terakhir itu, tangan Sukri bergerak ke selangkangan Maya untukmeraba vaginanya. Hal tersebut mengakibatkan sebuah sengatan listrik bagi Maya saat tangan Sukrimenyentuh kelentitnya dan sekaligus memeriksa sudah sebasah apakah dia kini. Sukrisangat mengerti kalau tinggal selangkah lagi Maya akan memohon padanya untuk segeramenyetubuhinya. Sukri berlutut dan menarik lepas bikini bawah itu dan Maya melangkahkeluar dari pakaian terakhir yang dikenakannya tanpa disuruh lagi. Vaginanya yangberambut lebat itu tersuguh tepat di depan wajah Sukri dan dia tak menyia-nyiakanbarang sedetikpun untuk menikmati madu birahi yang sudah mulai meleleh turun di pahaMaya. Lidahnya menyentuh setiap titik sensitive di vagina itu yang dia tahu.

    Maya takmampu mencegah tangannya agar tak mendorong kepala Sukri agar semakin terbenamdalam selangkangannya. Maya ingin agar lidah lelaki paruh baya di bawahnya initerbenam sedalam-dalamnya saat jemarinya mempermainkan kelentitnya. Tak ayal lagipaha Maya mulai bergetar. Sukri berhenti lalu berdiri. ìApa nyonya sudah siap untuk naik ke ranjang sekarang?î Maya tak menjawab tapi reaksinya berbicara lebih keras dari jawaban yang mungkinkeluar dari dalam mulutnya. Dia naik ke atas ranjang dan memberi ruang untuk Sukri, dan Sukri segera menyusulnya dan bergerak di antara paha Maya. Birahi Maya setinggisaat bersama Adi kemarin malam. Dia ingin disetubuhi sebanyak-banyaknya. Dia takpeduli kalau ini adalah pengurus rumahnya yang akan memasukinya. Dia hanya inginagar vaginanya terisi penuh dan yang aada saat ini hanyalah lelaki paruh baya ini. Mayamembuka lebar-lebar kakinya untuk Sukri. Dia melihat Sukri hanya menatapi vaginanyayang berambut lebat dan dia segera menarik maju tubuh Sukri. Kepala penisnya langsungmenyentuh bibir vagina Maya dan salah satu tangan Maya langsung menggenggamnyauntuk menempatkan kepintu masuknya. Sukri tahu kalau Maya sudah dalam kekuasaannya sepenuhnya sekarang. Diamembiarkan Mayalah yang membimbing batang penisnya untuk masuk. Dapat diarasakan kehangatan dari vagina Maya di kepala penisnya dan dia sadar kalau dia akansegera mengalami sebuah pengalaman yang sangat tak mungkin dilepaskannya. Kepalapenisnya hanya baru masuk setengahnya kemudian dia menghentakkan pinggulnyahingga kepala penisnya merangsak masuk membaelah bibir vagina nyonya majikannyaini. Tak ada yang mampu menghentikannya memasukkan batang penis coklat tuanyayang besar itu ke dalam vagina wanita cantik yang kaya ini sekarang..Get yours now!Dia menaikkan kedua paha Maya ke atas bahunya agar membuka seutuhnya. Tanpa ragudia mengayun tanpa henti hingga ke dasar vagina Maya. Maya menjerit kesakitan saatpenis Sukri menyodoknya hingga ke mulut rahimnya. ìStop! Hentikan! Kamu akanmembunuhku! Keluarkan! Tidak, Jangan bergerak! Jangan bergerak sedikitpun!î Sukrimenghentikan gerakannya hingga Maya berhenti berteriak. Dia baru sadar kalau takseharusnya berbuat sangat kasar tapi dia tak mampu menahannya. Sekarang Maya memang sudah sangat mengharapkan batang penis besar dan panjang itudi dalam vaginanya tapi bukan dengan cara seperti ini. ìJangan bergerak kamu*******!î Dia mencoba mengambil nafas karena serangan brutal yang terjadi pada tubuhmudanya ini. Belum pernah ada seseorang yang menyakitinya seperti Sukri sekarang inidan bahkan rasa sakitnya melebihi ketika keperawanannya direnggut Krisna dulu. ìDiamsaja. Rasanya sangat sakit meskipun mau kamu cabut. Kena juga kamu mestimelakukannya dengan sangat kasar sekali? Kamu tahu kalau aku sudah siap untukmu tapikenapa kamu mesti sangat kasar? Kamu telah menyakiti aku.îìSaya minta maaf.îìMaaf persetan, tidak heran kamu mesti memaksa seorang wanita untuk melayanimu. Biarpun kamu punya penis yang hebat tapi kamu sangat tak tahu bagaimanamenggunakannya.îìSaya hanya tak mampu menahan diri. Saya sudah terlalu lama menginginkan hal initerjadi.îìDiam saja dulu sejenak. Rasa sakitnya sudah mulai berkurana sekarang.î

    Setelah rasa sakit tak terperi yang telah diberikan Sukri, perlahan rasa sakit itu mulaiberganti dengan sebuah rasa yang lebih membuai. Tubuh Sukri yang besar menindih danmenutupi seluruh tubuh Maya di bawahnya tapi itu sama sekali bukan sesuatu yangmengganggu perasaan Maya tapi sebaliknya. ìKalau kamu mau menyetubuhiku makalakukanlah dengan benar.î Maya menarik kepala Sukri ke payudaranya dan Sukri tahukalau Maya ingin agar dia mencium payudaranya itu. Kali ini dia benar-benar menikmatiwaktunya dengan menghisap putingnya perlahn secara bergantian. Kemudia dia naik kemulut Maya. Bibir Sukri menyentuh bibir Maya dan Maya membuka mulut untuknya. Lidah Sukri memasuki mulutnya dan lidah Mya bertemu dengan lidahnya, saling melilitdalam tarian lidah yang panas hingga vaginanya mulai terasa normal kembali. Dia inginagar Sukri bergerak perlahan hingga dia bisa menyesuaikan dengan ukurannya. Semuanya jadi berbalik sekarang. Tak ada lagi pihak yang dipaksa. Mayamenginstruksikan apa yang harus dilakukannya dan bagaiman dia menginnginkannyaterjadi. Tak lama kemudian Sukri mengocokkan batang penisnya keluar masuk ke dalamvagina Maya dan Mya mengimbangi setiap ayunan Sukri dengan goyangan pinggulnya. Sukri tak mampu bertahan lebih lama lagi. ìSaya tak bisa menahannya lagi, saya haruskeluar sekarang.î.Get yours now!ìAku juga sudah siap kalau kamu siap sekarang.î Sukri mulai bergerak dengan cepat dansemakin bertambah cepat. Maya bersamanya sepenuhnya, vaginanya kini terasa sangatnikmat karena terisi oleh batang penisnya yang tak menyisakan ruang sedikitpun. Akhirnya Sukri sampai pada batas akhirnya dia mengangkat pantat Maya merapatkanvaginanya hingga membuat seluruh batang penisnya terbenam ke bagian terdalam darivagina Maya. Sukri berhenti bergerak saat dia memberi Maya semburan spermanya. SaatSukri memuntahkan spermanya, beriringan pula datangnya dengan klimaks Maya yangmelandanya. Dapan panasnya itu seakan lelaki paruh baya ini tak berhenti berejakulasi. Setalah semuanya mereda Sukri masih berada di atas tubuh Maya menciptakan sebuahpemandangan yang kontras. Tubuh muda putih molek tertindih tubuh tua kekar berwarnacoklat tua. Sukri tiada henti melumat bibir dan payudara Maya. ìUntuk sesuatu yangawalnya buruk, ini lumayan hebat juga. Aku yakin kalau kamu tak pernah berpikir untukmenggunakan kondom?î kata Maya. Dari pancaran sinar matanya, Maya tahu kalau katakondom sangat jauh dari benak Sukri. Belum lama berselang, penis Sukri kembali mengearas. Kali ini dia sangat menikmatiwaktunya untuk merasakan setiap kenikmatan dari tubuh Maya. Itu menjadikan Mayamendapatkan hadiah klimaks berkali-kali sebelum akhirnya Sukri menyemburkanspermanya untuk yang kedua kalinya ke dalam vaginanya lagi. Mereka berdua bercinta, bersetubuh dan saling mengeksplorasi seluruh tubuh masing- masing dalam sisa waktu hari ini. Kontras warna diantara mereka malah semakinmembuat birahi keduanya terbakar. Hingga hampir tiba waktunya jam pulang Adi darisekolahnya saat terakhir sesi persetubuhan mereka hari ini. Keduanya saling mengertibahwa ini hanyalah awal dari banyak hari lagi nantinya bagi mereka berdua untukmengulangi pertarungan birahi mereka.

    Keduanya juga tahu hal ini adalah sebuah rahasiayang harus saling mereka simpan rapat-rapat. Kalau sampai Adi ataupun suaminya tahuakan hal ini maka habislah mereka berdua, Krisna akan menceraikan Maya dan tentu sajamengusir mereka berdua dari rumah ini. Maya baru saja selesai mandi dan merapikan kamar tidurnya saat Adi pulang. Sukrisudah lama kembali ke tempatnya dan melakukan pekerjaannya yang seharusnyadilakukannya pagi ini. Hal yang paling ingin dia dengar adalah jika Krisna tahu akanperistiwa ini dan jadi marah besar hingga memecatnya. Dia ingin berada di rumah inilebih lama lagi dan menikmati keindahan tubuh dari isteri Krisna yang putih mulus dancantik itu. Adi berusaha sebisanya agar bisa pulang ke rumah secepat-cepatnya agar punya waktuyang lebih bersama Maya sebelum abangnya pulang kerja. Dia masuk ke rumah tepatketika Maya keluar dari dalam kamar. Rambutnya masih basah sehabis mandi dan puttingpayudaranya nampak menrawang dibalik blouse yang dikenakannya. Celana pendek yangdipakainya sangat longgar dan pendek memperlihatkan paha jenjangnya yang putih. Ketika keduanya bertemu, Adi berhenti di depannya. Ada sesuatu yang kelihatan berbedadari diri Maya hari ini. Adi kira itu karena efek dari kejadian semalam bersamanya..Get yours now!Dia menatap Maya tepat di matanya sebelum kemudian meraihnya ke dalam pelukannya. Maya menahan tubuh Adi dengan tangannya, bukannya dia tidak ingin dipeluk adikiparnya ini, dia hanya tak ingin kalau Adi tahu bahwa dia baru saja habis bersama lelaki. Setidaknya tidak sekarang ini. ìStop Adi. Abangmu akan segera pulang dan dia tak bolehmenemukan kita seperti ini.îìDia baru pulang beberapa jam lagi. Apa kamu tidak suka dengan apa yang kita lakukansemalam?îìYa, aku sangat senang melakukannya dengan kamu meskipun seharusnya itu tak bolehterjadi. Kalau Krisna mendapati kita bersama kamu akan diusir dan mungkin aku akandiceraikan. Kita hanya butuh berhati-hati.î Adi tak suka ditolak tapi dia sadar kalau mereka harus berhati-hati. Dia hanya inginbersama kakak iparnya ini agar bis menikmati tubuh moleknya kembali. ìKapan kita biasbersama lagi?î Sura pintu mobil yang ditutup menyelamatkan dia dari pertanyaan Adi. Dia melepaskandiri dari pelukan Adi dan melangkah kea rah pintu. ìMasuk ke kamarmu, aku mau lihatsiapa yang datang.î Pintunya sudah terbuka terlebih dulu sebelum Maya sampai. Yang datang ternyata Krisnadan dia pulang kerja jauh lebih awal dari biasanya. Sepanjang hari ini dia terusmembayangkan tentang kejadian antara isteri dan adiknya semalam. Meskipun sebuahquickie dengan Susan di kantornya sudah mampu meredakan batang penisnya yangtegang terus, tapi dia tetap tak mampu menyingkirkan bayangan itu dari dalam kepalanya. Dia meminta ijin pada atasannya untuk pulang lebih awal hari ini. Dia ingin bersetubuhdengan isterinya sebelum adiknya pulang dari sekolah. ìAda apa kok abang pulang lebih awal?îìAku hanya ingin bersamamu sebelum Adi pulang.îìAbang terlambat, dia baru saja pulang dan sekarang sudah ada di dalam kamarnya. Abang kenapa sih kok tiba-tiba berubah seperti ini? Beberapa bulan belakangan abangsering terlalu capek terus untuk memperhatikan aku, lalu kemarin malam dan sekarangabang ingin cepat-cepat naik ke ranjang.î Krisna tak tahu harus menjawab bagaimana. ìMungkin nanti malam kita bisa pergi tidurlebih awal lagi.î Maya tersenyum sambil menggesekkan payudaranya ke dada suaminya dan merasakanpenis Krisna yang tegang dan menekan erat ke tubuhnya. Dia menurunkan tangan untukmembelainya. ìTetap pertahankan ini seperti ini dan kita pasti akan segera mendapatkanwaktu untuk mengurusnya nanti.î.Get yours now!Sisa hari ini berjalan normal seperti biasanya. Kedua penis kaka beradik ini terus tegangdisepanjang sore ini setiap kali dia berada di dekat salah satu dari mereka. Maya sanagatmenikmati efek yang dia hasilkan pada mereka berdua. Dia sama sekali tak mencegahjika salah satu dari mereka merabanya saat yang satunya tak melihat. Dia tahu kalau halitu akan semakin membakar birahi mereka berdua. Saat tiba waktunya untuk tidur Maya sudah siap untuk sebuah persetubuhan yangberikutnya lagi. Sekarang suaminya sudah tak akan tahu kalau vaginanya telah dipakaipenis Sukri yang besar siang tadi.

    Krisna langsung menerkamnya begitu merka sudahberada dalam kamar. Dengan cepat Krisna melucuti pakaian Maya. Dia merasa cembututelah membiarkan Adi menyasikan seluruh keindahan lekuk tubuh isterinya tapi dilainsisi hal itu semakin membakar gairahnya. Dia tak mengerti kenapa hal itu sangatmembuatnya terangsang. Menemukan keduanya bersetubuh kemarin malam membuatnyasangat ingin menyetubuhi isterinya lagi dan lagi. Maya tak tahu apa yang merubah suaminya tapi dia tak mau memusingkan hal tersebut. Dia sangat bahagia hubungan seks dianra merka sudah berubah panas seperti biasanyadan dia sudah sangat merindukannya beberapa bulan belakngan ini. Biarpun setelahpersetubuhan yang demikian hebatnya bersama Sukri siang hari tadi, tidaklah meredakangairahnya untuk suaminya. Dia juga tak tahu kenapa dirinya setelah mengalami seluruhpersetubuhan disepanjang hari ini, dia masih siap dan sangat menginginkan agarsuaminya mengisikan seluruh spermanya ke dalam vagina mudanya. Tiga orang lelakiberlainan selama kurang dari satu hari hanya semakin membuatnya menginginkan yanglebih lagi. Persetubuhan mereka sangat liar dan menggairahkan selayaknya ketika pertama kalimereka menikah dahulu. Dua kali Krisna membawanya ke puncak kenikmatan sebelumakhirnya dia sendiri mendapatkan klimaksnya. Maya merasa sangat kelelahan saatsuaminya selesai dan menggulingkan tubuh di sampingnya. Saat berangkat kea lammimpi dia adalah seorang wanita yang sangat terpuaskan. ***Maya terbangun keesokan harinya saat mentari mulai terbit, lalu mulai menyiapkansarapan untuk Krisna dan Adi. Senyum ceria selalu terukir di wajahnya saat dia memasakpagi ini. Dia merasa tak perlu bersusah payah berpakaian. Dia hanya mengenakanpakaian tidur pendek yang tak begitu mampu menyembunyikan kemolekan tubuhnya darimata lelaki. Senyum lebarnya tetap tekembang ketika kedua lelaki ini menyantapsarapannya membuat Krisna merasa sangat bahagia karena tahu bahwa dialah yangmembuat isterinya tersenyum manis pagi ini. Mereka berdua menghabiskan sarapannya kemudian Maya memberi ucapan selamat jalanbagi keduanya. Adi yang berangkat sekolah dan Krisna pergi ke kantor. Dia membariKrisna sebuah pelukan dan ciuman bibir singkat dan sebuah pelukan untuk Adi. Maya takmau memberi yang labeih pada Adi dengan keberadaan Krisna disamping mereka. Dapatdilihatnya pancaran kekecewaan di mata Adi saat dia berjalan keluar..Get yours now!Baru saja keduanya masuk ke dalam mobil masing masing untuk berangkat, Adimelompat keluar dan kembali lagi ke dalam rumah. ìBukuku ketinggalan.î Diamemasuki rumah saat Krisna keluar ke jalan. Krisna menerka-nerka apa rencana adiknya lalu dia menepikan mobilnya dan menunggu. Lima menit kemudian Adi lewat tanpa tahu akan keberadaannya. Krisna mengira-ngiraapa yang sudah merka lakukan saat adiknya kembali ke dalam rumah tadi. Penisnya jadimengeras memikirkan hal tersebut. Dia merasa agak kecewa saat adi lewat tadi dan disaatyang sama merasa lega karena tak ada yang terjadi diantara isteri dan adiknya. Disepanjang hari penisnya terus mengeras saat memikirkan isteri dan adiknya. Sekali lagidia berusaha menemui Susan untuk pelepasan beberapa menit. Dia tahu ini hanyalahmeunggu waktu bagi Susan utuk berpindah ke pelukan lelaki lain nantinya. Dia senangpada akhirnya hal ini akan segera berakhir. Hampir saja dia kehilangan isterinya hanyakarena tak mampu berkata tidak pada Susan. Ketika Adi kembali lagi ke dalam rumah dia memang punya maksud. Maya berbalik saatmelihat Adi kembali. ìAda yang ketinggalan?îìIni.î Langsung didekapnya tubuh Maya dan melumat bibirnya. Maya tak melawan danmembalasnya dengan membuka mulutnya untuk lidahnya yang mendesaknya.

    TanganAdi menelusup ke balik gaun tidur Maya untuk meremas payudara yang menanti di sana. Seperti kemarin malam, Maya membairkan saja Adi berbuat sesukanya. Dia sangatlahmenjaga kesetiaannya terhadap Krisna sebelum Adi mandapatinya di saat rapuh danSukri memanfaatkan hal tersebut keesokan harinya. Sekarang Maya menyambutperlakuan Adi terhadapnya dan tak berusaha untuk menghentikan hal tersebut. Walaupunsetelah kejadian kemarin malam tetap saja membuat birahinya bergolak saat tangan Adimenyentuh tempat dimana hanya Krisnalah yang pernah menyentuhnya hingga waktukemarin. Pada akhirnya Maya sadar kalau dia harus menghentikan Adi atau dia akan terlambatmasuk sekolah. ìKamu harus segera berangkat atau nanti terlambat.îìApa aku tak bias ijin dulu hari ini?îìTidak. Apa nanti kata abangmu kalau sampai dia tahu kamu tak masuk sekolah hanyauntuk menghabiskan waktu bersamaku? Kita pasti akan punya waktu bersama lagi nanti, aku janji.î Maka lima menit berikutnya Adi sudah kemblai keluar rumah untuk berangkat sekolah. Ketika dia melewati tempat di mana Krisna memarkirkan mobilnya, Adi merasa melihatmobil yang mirip dengan milik abangnya itu tapi dia tak begitu mempedulikannya. Perhatiannya hanya terfokus pada penisnya yang terus tegang dan janji Maya untukbersamanya lagi nanti. Sesungguhnya Maya merasa gembira kalau Adi bisa menemaninya sepanjang hari. Sekarang dia baru sadar betapa dirinya sangat cinta pada seks. Bulan-bulan tanpa seks.Get yours now!dengan Krisna membuatnya sangat sensitive jika mengenai hal yang berbau seks. Diasangat senang suaminya sudah kembali memperhatikan dirinya tapi disaat yang sama diajuga menyukai perhatian yang didapatkannya dari lelaki lain. Dia sadar kalu semestinyadia hentikan affairnya dengan dua lelaki tersebut tapi dia juga yakin kalau Sukri tak akanmau mendengarnya dan Adi sudah serasa seperti udara segar dalam nafasnya dengangairah mudanya. Dia harus ekstra hati-hati dengan ketiga lelaki ini. Maya menyelesaikan rutinitas paginya dan merasa terkejut dan kecewa saat takmendapati kedatangan Sukri. Dia mengharapkan lelaki paruh baya itu dating ke dalamrumah begitu suami dan adik iparnya pergi. Dia mengenakan celana jeans dan kaos milikKrisna yang diikatnkan di bawah payudaranya. Ini membuat dada membusungnyatercetak jelas dan mempertontonkan perut rata dan putihnya. Dia tahu kalau dia terlihatlebih dari cukup untuk menarik perhatian lelaki manapun, dan kemudian dia mengendaraikudanya menuju ke gudang. Sukri ternyata tidak berada di gudang dan mobil truck yang biasa digunakannya tidakada. Dia mencoba menyembunyikan kekecewaannya saat tak menemukan Sukri. Diasudah sangat siap bersetubuh biarpun itu diakuinya atau tidak. Dinaikinya kudanyakembali ke rumah. Ada sebuah sungai kecil yang mengalir membelah daerah perkebunannya dan bermuarapada sebuah danau kecil yang cukup dalam untuk dipakai berenang dan terletak ditempatyang cukup terlindungi dari pandangan. Airnya sangat jernih dan dingin menyegarkanhingga Maya tak mampu berendam di dalamnya untuk waktu yang lama.

    Dibawanyasebuah selimut yang diikatkan di belakang pelananya yang akan digunakannya untukberjemur di bawah sinar mentari. Dahulu dia merasa sedikit khawatir saat berjemur ditepian kolam renang atau di sini karena keberadaan Sukri. Kini dia merasa saatmenggelar selimut itu di atas rerumputan dan kemudian melepaskan seluruh pakaiannyahingga telanjang bulat, sekarang tak ada sedikitpun rasa takut atau kekahawatirantersebut. Maya menjatuhkan pakaiannya ke atas selimut dan berjalan dengan telanjang ke tepidanau. Dia selalu merasa sedikit takut saat melangkahkan kakinya pertama kali ke dalamair. Tapi begitu kakinya sudah menyentuh air dan sekujur tubuhnya sudah terjalarisensasi itu dia langsung menceburkan diri dan menyelam jauh ke bagian yang terdalam. Air yang dingin tersebut membuat kedua putting susunya langsung jadi mengeras dengancepat, dan dia sangat menyukai hal itu. Hal itu seperti layaknya efek dari sentuhan tanganseorang lelaki di dadanya. Dia hanya mampu bertahan selama satu menit di dalam air dan kemudian naik danmerebahkan tubuh telanjangnya di atas selimut. Kehangatan sinar mentari pagi dengansegera menghangatkan tubuhnya yang tengkurap. Maya suka bertelanjang di wawah sinarmentari dan di ruang terbuka, jika memungkinkan selalu dia pasti akan mengabaikanpakaiannya. Membayangkan jikalau Adi atupun Krisna melihatnya telanjang beginimembuatnya tersenyum dan belaian kehangatan sinar mentari membawanya ke dalambuaian mimpi..Get yours now!Dia terbangun oleh suara kudanya. Ia gulingkan tubuh tengkurap dan melihat Sukri diatss kudanya sendiri memandanginya. Tadinya dia berharap menemuka Sukri di gudangketika pertama kali mencarinya tapi sekarang dia senang mendapatinya berada di sini. Dia tak bergerak untuk menutupi tubuhnya. Suri sudah melihat seluruh bagian tubuhnyadan juga sudah merasakannya sebelumnya lagipula dia sudah siap untuk bercintadengannya kembali. Setelah rasa sakit yang dirasakannya pertama kali itu hilang Mayabegitu menikmati mendapati vaginanya terisi oleh penisnya yang pajang dan besar itudigerakkan keluar masuk dalam tubuhnya yang begitu menyambutnya. Saat Maya sama sekali tak berusaha menutupi tubuh telanjangnya itu, Sukri bergerakturun dari atas kudanya dan mengikatkan kudanya. Dia berjalan mendekati Maya dansegera melepaskan baju beserta celananya. Dia tak mengenakan celana dalam dan batangpennisnya berdiri dengan tegak dan pongah. Dia mulai rebah di samping tubuh Maya tapiMaya mencegahnya. ìKamu herus masuk ke air dulu t.îìTapi airnya sangat dingin sekali.îìAku tahu, aku baru saja masuk ke dalamnya. Kalau kamu menginginkanku, kamu harusmasuk ke dalam air dulu.î Maya tertawa senang saat Sukri melangkah ke tepian danau. Batang penisnya terayun di antara pahanya membuat Maya membayangkan saatmenatapnya, ini bukan untuk pertama kalinya, bagaimana mungkin dia bias memasukkanbenda besar itu ke dalam lubang vaginanya yang kecil. Sukri menginginkan Maya melebihi hari kemarin. Dia akan melakukan apapun yangdisuruhnya hanya untuk bias merasakan kembali kenikmatan tubuh molek wanita cantikini. Dia mulai melangkah ke dalam air yang dingin. Dia piker kalau tubuhnya akan segeramembeku. Dengan satu lompatan panjang dia menyelam. Tubuhnya muncul dari dalam air diiringi sebuah teriakan panjang. Rasanya memangtubuhnya segera membeku dan dia tak bias keluar dari dalam air itu dengan cukup cepat. Dia melompat dari dalam air begitu mencapai ke tepian dan berlari kea rah Maya. Mayamemandanginya dan mulai tertawa geli. ìApa yang anda tertawakan?îìLihat dirimu.î Ternyata air memberikan efek kebalikan pada penisnya dibandingkanyang terjadi terhadap putting payudara Maya. Batang penisnya yang semula berdiridengan tegak dan pongahnya kini melemas dan seakan benar-benar mati. ìKemarilah, rebahan di sampingku. Aku yakin ini bukan permanent kondisinya.î Sukri merebahkan tubuhnya di samping Maya.

    Kedua tubuh merka menjadi sebuahpemandangan yang sangat kontras, tubuh Sukri yang coklat kehitaman serta besar dantubuh Maya yang putih mulus rebah berdampingan di bawah sinar mentari pagi..Get yours now!Maya bergerak ke atas untuk mencium bibir Sukri dengan lembut. ìApa kali ini kamuakan melakukan dengan kasar seperti kemarin lagi?îìTidak, aku janji akan melakukannya dengan lembut kali ini.î Ciaman Maya berhenti dan dia bergerak menuruni tubuh Sukri, ciumannya menjalarisetiap bagian tubuh Sukri turun menuju ke batang penis yang ingin dia kembalikanseperti keadaannya sebelum masuk ke air tadi. Begitu bibir lembut Maya menyentuhnyasegera saja batang penis tersebut hidup kembali. Maya mulai memasukkanseluruhnya kedalam mulutnya. May sedikit khawatir akan mengenai giginya saat batang penis Sukrisemakin membesar keras di dalam hisapan mulutnya. Dia sadar kalau tak mungkinmenampung keseluruhannya jika batang penis ini dalam keadaan ereksi sepenuhnya tapidia ingin merasakannya mengembang besar di dalam mulutnya. Mulut hangat dan lidah lembutnya dengan cepat membangunkan penisnya seutuhnya. Namun begitu batang penis itu semakin bertambah besar, mulut Maya tak mampu lagimenampungnya. Pada akhirnya dia hanya mampu memasukkan separoh bagian daripanjang batang penis Sukri. Maya dan suaminya sangat suka melakukan oral seks, tapidia tak begitu suka kalau suaminya berejakulasi di dalam mulutnya dan membuatnyaharus menelan sperma. Tapi hari ini dia ingin merasakan seluruh rasa sperma Sukri danmembuatnya menghisap dan mengocok dengan cepat dan keras untuk membawa Sukri kebatas akhirnya. Maya tak khawatir jika Sukri tak mampu ereksi lagi, setelah kejadiankemarin dia tahu kalau lelaki paruh baya ini mampu melakukannya berulang kali tanpajeda. Sukri rebah dengan tangannya berada di bawah kepalanya dan memandangi mulut Mayayang naik turun disepanjang batang penisnya. Wajah cantiknya terlihat penuh denganbirahi saat mengoralnya dengan penuh nafsu. Skri menyaksikan batang penisnya yangcoklat kehitaman itu menghilang diantara bibir mungil Maya tersebut. Pemandangan itutak mampu di tahannya lebih lama lagi, tak lama lagi dia rasa akan segera keluar. ìSayahampir sampai. Kalau anda tak ingin mulut anda penuh sperma lebih baik anda berhentisekarang.î Maya senang saat Sukri memperingatkannya terlebih dulu dan bukannya lagsungmenyemburkan spermanya ke dalam mulutnya. Dia ingin agar Sukri tahu denganreaksinya bahwa diaingin agar Sukri keluar di dalam mulutnya, dia memepercepatgerakan mulutnya sambil tangannya memerainkan buah zakar Sukri dan sebagian batangpenis itu yang tak mampu dimasukkannya ke dalam mulutnya. Sukri tak mampu menahannya lebih lama lagi. Dia naikkan pinggangnya agar batangpeninya masuk ke dalam mulut Maya lebih banyak lagi saat spermanya menyemburderas. Maya menghisap dengan cepat begitu semburan pertamanya menghantam dindingtenggorokannya. Dengan cepat ditelannya karena dia ingin mendapatkan semuanya danbahkan sperma lelaki paruh baya ini terasa berbeda dengan suaminya. Ditelannya seluruhapa yang diberikan Sukri padanya sebelum akhirnya mengangkat mulutnya dari batangpenis itu dan mulai membersihkannya dengan menggunakan lidah..Get yours now!Batang penis Sukri masih tetap tegak mengeras ketika Maya mulai bergerak ke atas untukmencium bibirnya lagi. Sukri bias merasakan spermanya sendiri dari lidah Maya saatmereka saling melumat. Belum pernah dia membiarkan ada seorang perempuan yangmenciumnya setelah menghisap penisnya, Ternyata rasanya tidaklah seburuk apa yangdia bayangkan. Maya mengangkat kepalanya; ìKamu suka nggak?îìItu yang terbaik yang pernah saya dapatkan. Hampir sama nikmatnya dengan yang andapunya diantara paha anda.îìOh, jadi kamu suka dengan yang diantara pahaku?îìAnda sudah tahu jawabannya.îìLalu kenapa kamu tidah tiduran lagi dan biar aku beri kamu sesuatu yang pasti akansama-sama kita sukai.î Maya bergerak ke atas tubuh Sukri. Vaginanya tepat di depanwajah Sukri lalu direndahkannya tubuhnya hingga lidah Sukri menyentuh bibirvaginanya.

    Kemudin digesekkannya kelentitnya maju mudur ke lidah Sukri. Maya sudahbasah sebelum menghisap penis Sukri tadi dan cairannya kini turun membasahi hidunghinggga lidah Sukri. Maya bergerak ke belakang untuk meraih batang penis Sukri yagsekali lagi mengeras dengan sempurna. Diangkatnya selangkangannya dari hadapanwajah Sukri hingga bibir vaginanya yang telah basah kuyup kini tepat di hadapan kepalapenis Sukri. Maya sangat menikmati seluruh waktunya sekarang ini. Meskipun dengan Krisna, diabelum pernah merasa sebebas untuk melakukan dan menyuruh apa yang dia inginkanseperti saat bersama Sukri sekarang ini. Dengan kedua kakinya yang berada dikedua sisiSukri membuat bibir vaginanya merekah terbuka. Maya membimbing batang penis Sukrimenuju ke jalan masuknya dengan tangannya sambil menurunkan tubuhnya hinggavagina panasnya menelan batang penis Sukri tenggelam seluruhnya. Dibiarkannya berattubuh dan grafitasi bumi membawanya turun, turun, dan turun hingga pantatnyamenyentuh perut bagian bawah Sukri. Tidak seperti hari kemarin, penetrasi pertamadalam tubuhnya kali ini membawanya pada klimaks pertamanya. Maya hanay duduk di atas penis itu dengan diam saja menikmati gelombang-gelombangkecil dari banyanya orgasme kecil yang melandanya dengan vagina yang tersumpalpenuh oleh batang penis besarnya Sukri ini. Setelah dia pulih kembali kemudian diamembungkuk untuk memberi sebuah ciuman pada Sukri. Dia menyetubuhi mulut Sukridengan lidahnya sambil menaik turunkan vaginanya pada batang penis Sukri lagi. Oralanyang dilakukannya pada penis Sukri tadi menjadikan Sukri bias mampu menahanklimaksnya lebih lama lagi. Maya menindih tubuh Sukri dibawahnya dan vaginanya terus meremas batang penisnyadengan otot-otot vaginanya. Bersama Krisna dia bias mendapatkan klimaks beberapa kalidalam semalam tapi mereka harus jeda sejenak sebelum memulai babak yang baru lagi..Get yours now!Tapi itu tidak berlaku bersama Sukri, setiap klimaks meledak disusul dengan ledakanklimaks yang berikutnya secara berkesinambungan. Sukri tak bias mempercayai betapa besar hasrat isteri majikannya ini untuk bersetubuh. Dia merasa sangat menyeal kenapa tidak dari dulu saja melakukannya. Dindingvaginanya yang rapat sangat jauh lebih baik dibandingkan dengan milik para wanita yangpernah ditidurinya bahkan dibandingka denga mendiang isterinya. Sudah sangat lamasekali Sukri memimpikan untuk dapat menikmati tubuh seorang wanita kaya dari kotatapi dia selalu tak punya keberanian untuk mewujudkannya. Tapi sekarang, Maya sangatsangat jauh lebih hebat dan nikmat dibandingkan dengan semua bayangannya selama ini. Sukri menggulingkan tubuh Maya dari atas tubuhnya hingga rebah dengan tanpamencabut batang penisnya dari dalam vagina basah Maya. Maya mengaitkan kakinyamelingkari pinggang Sukri dan mengangkat vaginanya agar terlepas saat digulingkantubuhnya. Maya ingin membuka diriny seluruhnya agar lelaki paruh baya ini bisamenikmati semua yang dimilikinya. Payudaranya menempel erat di dada Sukri begitu diaingin sedekat-dekatnya menempel erat pada tubuh Sukri. Maya ingin sekujur tubuh Sukrimenyentuh tubuhnya. Tubuhnya serasa terbakar gelora api birahi yang menyala-nyaladiantara mereka. Batang penis Sukri dmengayun dengan cepat untuk membawanya padapuncak kenikmatan yang berikutnya bagi mereka berdua. Maya bisa merasakan betapa batang penis Sukri semakin mengembang saat dia bergeraksemakin cepat. Dia tahu kalau Sukri sudah hampir keluar dan dia ingin mencapainyabersama. Maka tangan dan kakinya semakin erat memeluk, membuat tubuhnya semakinbertambah merapat pada tubuh Sukri sambil mulutnya tiada henti menyuruh lelaki paruhbaya ini agar menyetubuhinya lebih cepat dan keras lagi.

    Kedua tubuh manusia berlainan jenis ini bergerak seirama mendaki puncak kenikmatanseksual hingga pada akhirnya Sukri menancapkan dengan keras dan jauh ke dalam vaginaMaya untuk terakhir kalinya dan menyemburkan spermanya. Semburan demi semburandengan derasnya tertumpah ke dalam rahim Maya. Dinding-dinding vaginanya meremasdengan kencang untuk memerah setiap tetes sperma dari batang penis Sukri ke dalamtubuh dahaganya. Tak hanya dahaga tetapi juga tubuh yang amat menanti. Dia inginmerasakan seluruhnya. Batang penisnya terkubur sangat dalam di vaginanya dan lidahnyamerangsak masuk ke dalam tenggorokan Maya. Maya menghisap lidahnya dengan rakusseperti dia menghisap batang penisnya sebelumnya. Sperma sukri berenang langsungmenuju rahimnya. Belakangan Maya merasa sangat bersyukur kerena sudahmengkonsumsi pil anti hamil sebelumnya karena kalau tidak dia pasti akan hamil. Tapisaat sekearang ini dia sama sekali tak peduli akan hal tersebut. Sebuah babak persetubuhan lagi mereka lakukan unuk hari ini sebelum mengakhirnyadengan menyelam ke dasar danau yang dingin bersama. Dan beriringin keduanya kembalike rumah dengan mengendarai kudanya masing-masing. Saat tiba di kandang kuda Mayamemandangi Sukri yang turun dan melepaskan pelana..Get yours now!ìSukri, kita harus berhati-hati. Kamu tahu apa yang akan terjadi jika seseorang tahutentang kita.îìSaya tahu, tapi saya tetap harus mendapatkan anda lagi.îìAku juga merasakan hal yang sama, tapi kita hanya bisa melakukannya kalau kitasedang sendiri. Aku sangat cinta suamiku dan tidak ingin kehilangan dia.îìBagaimana dengan anda dan Adi? Apa anda akan tetap berlanjut dengan Adi?îìAku belum tahu. Seharusnya aku tak membiarkan dia berhubungan seks denganku. Diasekarang tak akan mungkin menyerah begitu saja untuk bias bersamaku lagi. Aku rasa initak akan berlangsung lama. Dia akan segera mendapatkan seorang gadis yang tepat untukseumurannya dan kisahnya denganku hanya akan jadi sebuah cerita saja. Kamu juga akanmelakukan hal yang sama nanti. Kalian para lelaki semuanya sama, begitu kalian sudahmendapatkan yang kalian inginkan, maka kalian akan mulai mencari yang lain lagi.î Ketika Maya mengucapkan itu, untuk pertama kalinya ini terlintas di hatinya, bahwamasalah Krisna mungkin saja adalah wanita yang lain. Sukri memprotes kalau dia tak akan merasa bosan terhadap dia tapi dalam hatinya diaberkata kalau apa yang barusan dikatakan nyonya majikannya ini benar adanya. Tapiuntuk sekarang ini dia akan menikmati tubuh molek Maya selam dia bisa. Maya berlalu menuju ke rumah lau mandi di bawah guyuran air hangat untukmembersihkan sisa-sisa sperma Sukri dari tubuhnya. Dihapusnya semua sisa bukti dariperbuatannya dengan Sukri pagi ini. Selain bibir vaginanya yang masih berwarnakemerahan dan terasa sedikit panas serta putingnya yang masih mencuat keras, tak adalagi bukti tersisa yang memeprlihatkan hal tersebut. Dia membayangkan apa yang akandia lakukan dengan Adi. Dia belum mengatakan pada Sukri, tapi dia tidak bermaksudmenghentikan perbuatannya dengan adik iparnya itu. Maya merasa terkejut sendiri saatmenyadari kalau dirinya sekarang mesih menharapkan bersetubuh dengan adik iparnya, meskipun setelah sebuah persetubuhan yang demikian hebatnya bersama sukridisepanjang pagi barusan. Dia menginginkan ketiga lelaki tersebut. Entah bagaimana diamencoba membayangkan bagaimana caranya untuk mendapatkan kuenya dan sekaligusmenyantapnya juga. Sore itu Adi harus tinggal lebih lama di sekolahan dan Krisna juga terlambat pulang. Keduanya untuk sekali lagi sepertinya akan tiba di rumah dalam waktu tak terpaut jauh. Maya tahu kalau Adi pasti masih ada di sekolahnya, tapi Krisna baru saja menelephonekalau dia akan lembur sore ini. Ada beberapa perkerjaan yang harus dia selesaikansebelum pulang. Dan kerja lemburnya adalah bersama Susan di sebuah motel selama takkurang dari empat jam. Kembali lagi dia sangat lelah kondisinya sesampainya di rumah. Dia sudah berencana untuk menyudahi affairnya dengan Susan tetapi begitu penisnyaterkubur dalam vaginanya, kembali dia kalah. Meskipun dia sadar kalau dia kini tengahbermain dengan api, tapi seperti ngengat yang selalu mendekat dan siap untuk terbakar..Get yours now!Tiba waktunya untuk dinner, seperti malam sebelumnya Maya sangat memanfaatkansetiap detiknya untuk menggoda kedua lelaki tersebut. Dengan sangat terbuka diabermanja pada Krisna tapi pada Adi dia juga tak mengabaikannya.

    Hanya saja malam inireaksi Krisna sangat berbeda dengan malam kemarin. Mereka menyelesaikan makan malam dan kemudia menyaksikan TV sebelum akhirnyaAdi pergi ke lantai bawah menuju ke kamarnya sendiri. Maya dan Krisna segeramenyusul pergi ke kamar mereka sendiri, Krisna hamper tertidur lelap ketika Mayakeluar dari dalam kamr mandi. Dia kenakan gaun tidur transparan yang berarti dia lebihmengharapkan berintim mesra dengan suaminya daripada pergi tidur, tapi Krisna takmenyadari itu. Maya naik ke atas ranjang dan meringkuk disamping tubuh Krisna. Setelah beberapa saatternya Krisna ak bereaksi atas keberadaannya, Maya akhirnya bangkit dan duduk. ìAbang punya masalah apa malam ini?î Krisna hampir saja terlelap tapi dia berusaha untuk terjaga dan menjawab. ìHari yangpanjang dan berat di kantor.îìAbang punya hari yang berat dan panjang selama hamper tiga bulan belakangan.Apayang sebenarnya terjadi? Malam kemarin abang tidur terlebih dulu dan kemudianterbangun dan seakan tak terpuaskan dengan seks. Kemarin malam abang menjadi diriabang yang dulu, tapi malam ini abang kembali lelah danÖ aku ingin tahu apa yangsebenarnya terjadi bang. Apa abang punya wanita lain?î Krisna tak bisa berbohong lagi meskipun dia ingin. Ekspresi wajahnya telahmenceritakan semuanya. Maya beringsut ke tepian ranjang. ìSiapa dia?î Krisna benar-benar terjaga sekarang. Dalam kondisinya yang kelelahan dia tak mampumemikirkan sebuah alasanpun untuk menutup-nutupi. ìHanya seorang wanita di kantor. Dia tak berarti apa-apa bagiku.îìApa maksud abang dia tak berarti apa-apa? Abang sudah menidurinya tak kurang daritiga bulan lamanya dan itu masih tak berarti apapun?î Maya sekarang sudah berdiri disamping tempat tidur dan dengan mata melotot menatap Krisna. ìMaksudku semuanya sudah berakhir.îìKalau semuanya sudah berakhir, lalu dari mana saja abang malam tadi?îìAku ketemu dia dan mencoba untuk menyelesaikan semuanya.îìApa maksud abang mencoba menyelesaikan semuanya. Yang harusnya abang lakukanadalah melempar pelacur itu ke jalanan!î.Get yours now!ìItu memang yang mau aku lakukan, tapi dia ingin melakkukan sekali lagi untukperpisahan. Sekali berlanjut ke yang berikutnya dan berikutnya. Aku tak tahu apa yangdimilikinya, seakan dia memantraiku hingga aku tak bisa berhenti.îìSeperti apa dia? Apa dia begitu cantik sehingga abang tak bisa melupakannya?îìTidak, dia cukup menarik tapi dia sebenarnya tidak cantik. Dia setidaknya berumur 20tahun lebih tua dariku.îìWell, sangat jelas kalau wanita itu punya penggemar yang setia. Abang ingin bercerai?îìTIDAK! Abang cinta kamu. Abang tidak ingin kehilangan kamu. Aku tahu kalau yangkulakukan ini sangat salah dan sepertinya aku tak bisa menghentikan diriku. Tapi kamusendiri tak sepenuhnya suci. Aku melihat apa yang kamu lakukan dengan Adi malamitu.î Maya benar-benar tak mampu bicara. Suaminya sudah memergokinya bersetubuh denganadiknya dan dia tak membicarakan apapun tentang hal tersebut. Kemudian suaminyamenyetubuhinya dengan sangat lebih baik dibandingkan beberapa bulan belakangan ini. ìAku tahu kalau itu salah juga, tapi abang sudah pergi tidur meninggalkan akumenggantung dan kita sudah terlalu lama tak berhubungan seks dan aku telahmembiarkan dia berbuat telalu jauh. Kenapa abang tidak mengatakan sesuatu saat melihatkami?îìAwalnya aku ingin menghajar kalian berdua saat itu juga. Lalu aku merasa ada semacamgairah saat melihat kalian berdua. Kemudian kamu kembali ke kamar dan aku harussegera menyetubuhi kamu sendiri. Aku tak bisa menceritakan padamu begitu saja kalauaku sudah melihat kamu bersetubuh dengan adikku sendiri. Aku pasti seperti seoranglelaki aneh dan tak waras kalau membiarkan dan melihat ada lelaki lain menyetubuhikamu.îìAbang tahu kalau Adi baru saja menyetubuhiku tapi abang tetap saja menginginkanku?Bahkan abang tak mengijinkanku untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Abang tahu kenapa saat itu vaginaku sangat basah dan abang tetap menyetubuhiku.î Semua pembicaraan tentang Adi yang menyetubuhinya memberikan sebuah efekterhadap Krisna. Batang penisnya mulai menjadi keras dan hal tersebut tak luput dariperhatian Maya. ìSepertinya abang tetap suka ide tentang adik abang memasukkanbatang penisnya ke dalam vaginaku.î Krisna tak bisa menyembunyikan gairahnya dari Maya. ìAku tahu ada sesuatu yang salahdenganku tapi bayanganmu dan Adi bersama hanya semakin menggairahkanku. Bahkansekarang, saat aku sangat letih aku tak bisa mencegahnya.î Maya berjalan mendekati ranjang kembali dan duduk disamping suaminya. ìAbang inginbercinta, bukanÖ abang ingin bersetubuh sekarang?î.Get yours now!ìYa.î Krisna menarik isterinya ke dalam pelukannya dan menciumnya. Maya sukadengan cara suaminya berciuman dan selalu akan menyukai ciumannya. Dengan cepatMaya sudah rebah di atas ranjang itu dan Krisna bergerak menaiki tubuhnya.

    Mayamembentangkan kedua bahanya lebar dan membimbing batang penis Krisna ke pintumasuk vaginanya. Krisna memasukinya seperti yang dilakukannya ratusan kalisebelumnya, tapi kali ini terasa berbeda. Maya tahu kalu dia sudah berselingkuh dan faktakalau menyaksikannya bersetubuh dengan adiknya sendiri ternyata sangat membakarbirahinya. Krisna mengayun dengan perlahan dan lembut pada awalnya sambil meberi ciuman padapayudara dan bibir Maya. Bibirnya tengah menghisap putting susunya say Maya bertanyapadanya, ìApa abang ingin melihatku dengan Adi lagi?î Batang penisnya mengejat kerasdalam vagina Maya saat dia menanyakan hal tersebut. Sebelum Krisna mampumenjawabnya dia sudah berejakulasi di dalam Maya. Sperma Krisna menyembur didalam vaginanya memberi Maya klimaksnya sendiri sesaat berikutnya. ìAku anggap itu sebagai jawaban ya.îìYa, aku akan sangat suka sekali melihat kalian kembali. Jangan katakana pada Adi kalauaku ingin melihatnya menyetubuhimu. Dia akan menganggap aku gila.îìBagaimana jika aku tak bisa mengatur agar abang bisa melihat? Apakah tidak akan apa- apa kalau aku hanya akan menceritakan semua yang kami lakukan pada abang nantinya?îìAku lebih suka melihatnya sendiri tapi kalaupun hanya memungkinkan untukmendengarnya saja itu tak masalah.îìKalau aku melakukan itu semua apa abang akan meninggalkan wanitu itu? Aku tidaksuka abang menyetubuhi wanita selain aku.îìAku hanya bisa berjanji kalau aku akan berusaha sebisanya.î Maya menggulinkan tubuhnya turun dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandiuntuk membersihkan diri. Saat dia keluar, suaminya sudah setengah tertidur. Mayamembungkuk dan berbisik di telinga suaminya, ìAku rasa aku akan pergi mengechek siAdi. Anak muda yang malang itu mungkin merasa sudah diabaikan. Sampai jumpa lagibesok pagi.î Maya meninggalkan kamar itu tanpa sepatah kata dari suaminya yang sudahhamper terlelap. Batang penisnya mengeras kembali saat membayangkan isterinya yangpergi ke kamar adiknya. Sangat kelelahan dia akhirnya terlelap dengan kondisi batangpenis mengeras sempurna saat menyaksikan bayangan isterinya berjalan keluar darikamar dengan keadaan telanjang bulat hingga akhirnya benar-benar tertidur sepenuhnya. Maya merasa tak perlu mengenakan pakaian apapun karena dia tahu kalau tak lama lagiakan telanjang juga di kamar Adi nanti..Get yours now!Dia tak perlu mengetuk pintu kamar itu karena sudah agak terbuka dan kemudia diamendorongnya untuk masuk dan menyaksikan Adi yang terbaring di atas ranjangnya. Lampu tidur di atas bedsidenya masih menyala tapi dia sudah tertidur. Tubuhnya yanghanya ditutupi oleh sehelai boxer tak tertutupi oleh selimut. Maya bis melihat batangpenisnya yang cantik dari balik boxernya. Dia naik ke atas ranjang tanpa membangunkannya. Dilepaskannya batang penis itu darbalik boxernya. Dia membungkuk dan membawa batang cantik itu ke dalam mulutnya. Batang penis itu masih lemas dan terasa lembut serta hangat di dalam mulutnya dan diamembasahi seluruh bagiannya dengan lidahnya. Dengan cepat batang penis itu mulaimengeras dan sedetik kemudian segera mengeras kencang dan tegak. Maya menatap keatas dan Adi sedang memandanginya. Maya melepaskan batang penisnya dari mulutnya. ìBardiri dan cepat lepaskan boxermu.î Adi mengangkat pinggulnya dan menurunkanboxernya lepas melewati kakinya. ìAku hampir saja putus asa dan mengira kalau kamu tak akan kembali lagi padaku.îìAku sudah bilang kalau kita harus berhati-hati dan menunggu hingga kesempatan yangtepat dating. Abangmu kecapaian lagi malam ini dan pergi tidur dengan sangat nyenyak. Aku rasa dia tidak akan bangun sampai besok pagi. Kita punya waktu semalaman hanyauntuk kita berdua. Aku mau lihat apa kamu sehebat saat pertama kali dulu.î Mayabergerak ke atas dan memberinya sebuah ciuman, membuka mulutnya agar lidahnya bisabergerak menari diantara bibir Adi untuk mencari lidahnya. Adi merasa sangat bahagia mendapati Maya berada dalam pelukannya malam ini. Tubuhmoleknya menindih tubuhnya sendiri, tangannya bergerak ke payudaranya yang dengancepat digantikan oleh mulutnya. Jari tangannya meluncur ke bawah pada perut Mayauntuk bermuara pada rambut yang menghiasi bibir vaginanya. Maya menggulingkan tubuhnya dari atas tubuh Adi dan membiarkan adik iparnyaberbuat sekehendaknya terhadap tubunya. Maya suka bagaimana cara Adimemandanginya dan sentuhan tangan serta mulut adik iparnya ini pada tubuhnya. Mayamerasa sangat menginginkan agar Adi segera menjamahnya dan membenamkan batangpenis cantiknya jauh sedalam-dalamnya ke vaginanya.

    Sama seperti yang didapatnya dariSukri siang hari tadi dia ingin setiap lekuk tubuhnya terjamah. Dia merasa teramatbahagia karena mulai sekarang dia bisa menikmati persetubuhan dengan Adikapanpundia mau dengan restu suaminya. Dia harus segera menemukan cara agar bisamendapatkan keduanya disaat yang sama tanpa harus mengatakan pada Adi kalauabangnya ingin melihat mereka bersetubuh. Tapi malam ini dia hanya menginginkan Adiuntuk menyetubuhinya sebanyak yang dia mau dan dengan style apapun yang dia suka. Adi adalah type kebanyakan pemuda berumur 18 tahun lainnya. Batang penisnya tetapkeras sepanjang waktu dan sekarang dia sudah tahu kalau dia bisa menikmati tubuhmolek kakak iparnya kapanpun dia mau. Adi bergerak ke atas tubuh Maya dan Mayamembukakan pahanya untuknya. Dia melihat saat penisnya yang gemuk menemukanjalan masuknya sendiri dan dengan perlahan melesak masuk ke dalam vaginanya yang.Get yours now!menyambut. Sudah beberapa bulan belakangan ini Maya tak mendapatkan nafkah batinyang didambakannya. Sekarang dia mendapatkan pelepas dahaga kewanitaannya dariAdi, Sukri dan sekaligus dari suaminya hingga terpuaskan seutuhnya. Maya membuat dirinya rileks dan membiarkan Adilah yang berperan aktif mengerjaivaginanya dengan penis besarnya itu. Ini terasa sangat nikmat saat meresapi kenikmatandari batang penis muda dan keras milik Adi ketika dia mengocoknya keluar masuk dalamtubuhnya. Pelan namun pasti dia membawa Maya semakin tinggi dan bertambah tinggilagi hingga dia tak mampu menunggunya lebih lama lagi. Kedua kakinya melingkar padapinggul Adi dan kedua tangannya mengalungi lehernya merapatkan tubuh Adi. ìAyo, lebih cepat lagi,î bisiknya di telinga adik iparnya. ìLebih cepat, lebih cepat lagi, biarkanaku merasakan seluruh gairahmu dalam tubuhku.î Adi mengabulkan semua permintaanMaya dan mengocokkan dengan cepat dank eras batang penis kerasnya dalamcengkeraman hangat vagina isteri abangnya ini. Dan dengan cepat kemudian Adi tak mampu menahan deru kenimatan yang melandasekujur tubuhnya. Dia harus mengeluarkan madu birahinya dan dia mengatakannya padaMaya. ìAku sudah siap. Saat kamu mulai keluar nanti aku ingin kamu mendorongpenismu sedalam yang kamu mampu dan biarkan terkubur di dalamku. Aku inginmerasakan spermamu yang hangat menyiramku.î ADi mempercepat gerakannya danMaya bergerak mengimbanginya. Hingga tiba akhirnya klimaks itu diraihnya, Adimembenamkan seluruh batang penisnya sedalam dalamnya ke dalam cengkeramanvagina kakak iparnya. Tangannya berada di bawah pantat Maya untuk mengangkatvaginanya agar semakin merapat pada tubuhnya. Spermanya menyembur dengan sebuahtembakan keras berkali kali dan itu membuat Maya meraih klimaksnya sendiri bersamaAdi. Maya dapat merasakan setiap tetes sperma Adi saat menyembur, sperma yanghangat itu membuatnya tidak dalam periode mengkonsumsi obat pencegah kehamilanagar dia dapat merasakan setiap gerakan sperma adik iparnya yang hangat saat memasukirahimnya. Setelah gempuran puncak kenikmatan keduanya mereda, keduanya rebah di atas ranjangdengan saling berpelukan sambil berbincang. ìSekarang apa kamu menyesal temangadismu tak berhasil kamu dapatkan?îìTentu saja tidak, tak munkin dia bisa terasa senikmat dan sehebat kamu.îìAku juga merasa senang dia sudah mengecewakanmu. Aku bahagia akan apa yangsudah kita lakukan berdua.îìBagaimana dengan bang Krisna? Bagaimana jika dia tahu tentang kita?îìApa kamu pernah dengar tentang lelaki yang suka kalau isterinya dengan lelaki lain?îìAku pernah mendengarnya, tapi bagaimana bisa ada orang yang ingin isterinyabersetubuh dengan lelaki lain?î.Get yours now!ìAku rasa mereka ingin agar isterinya dapat merasakan kenikmatan yang lebih dari apayang bisa diberikan oleh satu lelaki saja dan disamping itu mereka juga merasakansebuah sensasi lain saat mengetahui hal tersebut.îìApa kamu pernah melakukannya dengan lelaki lain selan abang?îìKamu yang pertama bagiku selain dengan suamiku sendiri, dan sangat kebetulan sekalilelaki itu adalah adik dari suamiku sendiri. Aku tak pernah mengharapkan lelaki lainselain suamiku hingga kejadian malam itu. Kamu mendapatkanku di saat yang palingterlemahku dan aku merasa bersyukur kamu sudah melakukannya.î Maya merasa takperlu menceritakan kalu setelah malam itu dia juga bersetubuh dengan tukang kebunnyasetiap hari. ìAku juga bersyukur mendapatkanmu disaat itu.

    Aku hanya berharap agar abangkujangan sampai tahu.îìBagaimana kalau ternyata dia sudah tahu?îìAku mungkin akan diusir dari sini.îìBagaimana jika aku bisa membujuknya agar kamu boleh tetap berada di sini?îìBagaimana caramu bisa membujuk abang agar mengijinkanku tetap di sini sementaradia tahu tentang kita?îìApa kamu mau melakukannya denganku bersama bang Krisna di waktu yang sama?îìMaksudmu kita bertiga di waktu yang sama?îìYa, three some.îìAbang tak akan mau.îìJika aku bisa membujuknya apakah kamu akan bersedia melakukannya?îìGila, tentu saja mau, itu pasti akan menjadi hal paling hot uang pernah kulakukan.îë ìAku bisa tahu dengan batang penismu yang sudah mengeras laki saat ini, kalau kamusuka dengan ide itu. Aku akan mulai mencoba membujuk bang Krisna. Itu jalan agar kitabisa bersama terus kapanpun kita mau.î Percakapan itu membuat mereka siap kembali. Maya memutar tubuhnya dan mengambilbatang penis Adi untuk dimasukkan ke dalam mulutnya. Dia ingin sperma yangberikutnya keluar dalam mulut dan meluncur ke dalam tenggorokannya..Get yours now!Adi menatap vagina basah Maya yang berada tepat di atas wajahnya. Dia tak tahubagaimana rasanya menghisap spermnya sendiri dari vagina kakak iparnya. Dia takpunya banyak pilihan begitu Maya merendahkan vaginanya kea rah mulut Adi. Adimendapati kalau ternyata rasanya taklah seburuk bayangannya, Segera saj klimaksberikutnya mereka dapatkan dengan masing-masing permainan mulutnya. Maya menelanseluruh sperma yang diberikan batang penis Adi dan Adipun setiap tetes madu cinta darivagina Maya. Keduanya saling membersihkan kemaluannya masing-masing denganmenggunakan mulut sebelum kemudia memulai sebuah babak baru lagi. Sang mentari sudah hampir terbit saat Maya melangkah menuju ke kamar tidurnyakembali. Krisna sudah menantinya dengan batang penis yang sudah sangatlah keras, segera dibaringkannya Maya ke atas ranjang dan menghujamkan batang penisnya kedalam vaginanya yang sudah basah kuyup oleh begitu banyaknya sperma adiknya yangtertuang di dalamnya di sepanjang malam tadi. Saat Krisna menyetubuhinya dengansangat bergairah, Maya menceritakan secara detail apa yang telah terjadi dalam kamarAdi di lantai bawah tadi. Dan hal tersebut sungguh membuat birahi Krisna meroketmencapi batanya hingga sudah tak mampu lagi ditahannya spermanya menyembur keluarmembasahi vagina isterinya yang sudah teramat sangat basah itu. Maya tak meraihklimaksnya sendiri kali ini setelah begitu banyak puncak kenikmatan diraihnyasebelumnya bersama Adi, tapi dia merasa sangat bahagia dan damai berada dalampelukan suaminya tercinta saat ini. Dia merasa akan mendapatkan momen terindah dalamkehidupannya jika kedua lelaki ini bisa didapatkannya di saat yang bersamaan. *****Kedua lelaki ini bangun kesiangan keesokan harinya dan dengan bergegas mencobauntuk mengejar waktu agar tidak telambat ke sekolah maupun berangkat kerja. Sedangkan sabg wanita yang sudah terkuras selurh energi yang tersimapan dalamtubuhnya karena permainan birahi sepanjang malam tadi tetap tak beranjak darinikmatnya dekapan ranjang. Saat keduanya saling bertemu di dapur adalah momen yang paling membuat merekajengah dan kikuk. Adi merasa bersalah telah meniduri isteri abangnya tapi Krisnamengatakan padanya kalau Maya sudah menceritakan semuanya pada dia. ìRileks dik, Maya sudah menceritakan semuanya pada abang. Kelihatannya dia menginginkan kitaberdua, dia wanita yang hebat dan sepertinya membutuhkan kita berdua untukmembuatnya tetap bahagia. Setidaknya sampai kamu lululs sekolah. î Keduanyameninggalkan rumah dengan sura tawa bahagia mengiringi, tapi tak bisa disangkal lagikeduanya sudah tak sabar untuk menanti hari berganti malam agar mereka bisa bersamadengan Maya kembali. Waktu sudah menjelang saat makan siang ketika pintu kamar Maya terbuka. Sura pintuitu membangunkan Maya dari lelap tidurnya dan dia bangkit duduk di atas ranjangnya. Dia masih dalam keadaan telanjang bulat karena kejadian malam tadi. Ternyata yangdating Sukri untuk mengecek keadaannya.

    Dia menatap isteri majikannya tersebut yangduduk dia tas ranjang dalam keadaan selimut yang menutupi bagian pinggangnya ke.Get yours now!bawah. Payudara indahnya terpampang indah di depan mata Sukri dan Maya tak berusahasedikitpun untuk menutupinya dari pandangan Sukri. ìSaya pikir mungkin harus melihatkeadaan anda. Sekarang sudah hamper tengah hari dan anda belum keluar dari dalamkamar sekalipun. Apa anda baik-baik saja?î Maya memberi tanda padanya agar mendekat ke ranjang. Begitu Sukri sudah beradadekat dengannya, Maya menyibakkan selimut yang menutupi sisa bagian bawahtubuhnya hingga sekarang tubuh molek itu terpampang seutuhnya tanpa selembarkainpun menutupinya. ìBuka seluruh pakaianmu dan naiklah ke sini bersamaku.î Takperlu disuruh dua kali, Sukri bergegas melucuti seluruh pakaiannya dan bergabungdengan nyonya majikannya ke atas ranjang. ìSepertinya anda sangat sibuk tadi malam.îìMemang malam yang sangat sibuk tapi aku masih punya cukup untuk kamu. Kemarilahdan biarkan aku merasakan lagi batang penismu yang besar itu di dalam vaginaku.î Sukri tak bisa menunggu untuk segera menyetubuhinya kembali. Seperti suami dan adikiparnya, dia ingin merasakan batang penisnya dalam remasan kehangatan dinding vaginaMaya yang rapat. Sama sekali tak ada keraguan pada keduanya, Sukri inginmenyetubuhinya dan Maya ingin segera disetubuhi olehnya juga. Sukri benar-benarmenikmati dan memanfaatkan setiap detik dari waktu yang dia punya saat ini untukmemberikan Maya hadiah klimaks yang berkesinambungan berulang kali sebelumakhirnya dia tumpahkan sperma tuanya ke dalam vagina muda Maya. Maya teringatkemarin malam saat dia ingin malam itu tidak sedang dalam periode mengkonsumsi obatpencegah kehamilan agar sperma Adi dapat memasuki rahimnya hingga membuatnyahamil, namun sekarang dia merasa bersyukur karena dia dalam periodenya atau kalautidak dia pasti akan sangat kesulitan mencari alasan kenapa dia melahirkan bayi yang takmirip sama sekali dengan wajah suaminya tapi malahan wajah Sukri. Mereka berdua hanya rebah di atas ranjang setelah menuntaskan babaak-babakpersetubuhan di awal hari itu hingga siang hari berlalu, lalu keduanya bangkit untukmandi dan membersihkan diri. Keduanya berjalan menuju ke kolam renang dan berenangbersama sampai tiba waktunya menjelang Krisna dan Adi pulang. Maya sadar dia bisamengatur untuk mendapatkan suami dan adik iparnya bersamaan tapi sangat tidakmungkin mereka setuju jika Sukri ikut bergabung bersama mereka juga. Sukri faham kaludia harus tetap menjaga rahasia ini atau mereka akan berada dalam masalah besar. Diasudah merasa puas bisa menikmati kemolekan tubuh Maya saat siang harinya dan jikamalam tiba adalah waktu untuk majikan serta adik iparnya. Malam itu Maya, Adi, dan suaminya melakukan threesome yang pertama kalinya dalamkehidupan mereka. Pada awalnya semuanya terasa canggung bagi mereka tapi Mayaberhasil mengendalikan suasana. Dia melucuti pakaiannya dan membuat kedua lelaki itumengikuti tindakannya. Maya membuat keduanya rebah di atas ranjang, masing-masingdi kedua sisinya. Saat dia merebahkan tubuh telanjangnya diantara dua kakak beradik itu, tangannya meraih masing-masing batang penisnya. Begitu tangan halusnya mulai.Get yours now!bergerak memanjakan batang penisnya, kedua lalaki itu mulai merasa rileks dan larut kedalam suasana yang berhasil dibangun Maya. Krisna yang pertama kali bereaksi, dia menggeser tubuhnya kea rah Maya tapi tanpamembuat batang penisnya terlepas dari genggaman tangan isterinya, diraihnya sebelahpayudara Maya. Didekatkannya putting ranum itu pada mulutnya untuk dihisap hinggamembuatnya mengeras dan semakin memerah warnanya. Krisna melirik kea rah Adi danberkata, ìDia punya daging kenyal ini dua buah. Apa tak seharusnya kamu beri perhatianpada yang satunya?î Adi tak butuh dorongan lagi, langsung saja dia bekerja pada payudara Maya yang satunyadan tak lama kemudian mulutnya bergerak ke bawah menelusuri perutnya menuju padavagina Maya. Dia harus menepiskan tangan abangnya terlebih dulu untuk memberikanruang bagi lidahnya.

    Begitulah malam pertama itu berlangsung. Kedua lelaki itu menyentuh Maya seperti yangbelum pernah dia rasa sebelumnya. Keduanya membawa Maya pada titik puncak di manatak pernah terbayangkan dalam benak Maya sebelumnya. Maya sangat menyukai apayang bisa diberikan oleh kedua lelaki itu tapi saat ini terasa benar-benar dua kali lebihnikmat. Klimaks diikuti klimaks yang berikutnya menyusul setiap kali salah satu darimereka menyetubuhinya tanpa memberinya waktu jeda. Ketika mereka pada akhirnyasampai di tepi daya tahan tubuh masing-masing, ketiganya jatuh terlelap dalam kepuasandengan tubuh molek Maya terhimpit di antara pelukan kedua lelaki itu. Keesokan harinya Maya bangun yang palin awal, dia hanya butuh waktu sekejap untukbisa memahami sedang berada di mana dia. Dipandanginya kedua lelaki yang terbaringdisampingnya, begitu mirip. Benaknya melayang dalam lamunan, kurang dari satuminggu sebelumnya dia merasa ada yang salah dalam mahligai pernikahannya. Suaminyasudah tak menginginkan bercinta dengannya lagi, tapi sekarang dia mendapatkan semuakenikmatan seksual yang dia butuhkan dari keduanya, suaminya dan adik iparnya. Plussemua kepuasan seksual yang didaptnya juga dari Sukri yang kedua lelaki yang sedangterlelap disampinya itu tak mengetahuinya. Dia membayangkan apa yang akan mungkinbisa terjadi nantinya. Beberap bulan berikutnya semuanya tak berubah. Adi akhirnya pindah ke dalam kamarmereka. Setiap malamnya mereka berdua menggali semua kenikmatan seksual dari birahiMaya ataupun salah satunya yang hanya menyaksikan. Dan setiap harinya juga diisidengan petualangan seksual yang lain bersama Sukri. Maya merasa bahagia dengansemua permainan seks dengan mereka tapi ada kalanya dia harus berkata tidak padamereka agar bisa mengistirahatkan tubuhnya untuk beberapa hari. Ketiganya sungguhsangat memuaskan birahinya tapi juga membuatnya kewalahan. Maya tak pernahmembayangkan kalau dia akan mendapatkan kenikmatan seksual yang berlimpah lebihdari yang diimpikannya tapi wakti demi wakti semua itu didapatkannya. Hukum alam tak bisa dihindar, apapu juga pasti akan ada akhirnya. Adi yang pertamakali berlalu, dia akhirnya lulus sekolah dan pergi untuk melanjutkan ke jenjang kuliah..Get yours now!Dia masih tetap kembali ke rumah abangnya sesekali dan menghabiskan waktu bersamamereka. Dia tetap diterima oleh abang dan kakak iparnya. Sukri mengikuti beberapa minggu berikutnya. Seorang temannya menawarinya sebuahpekerjaan yang menjanjika di luar kota. Sebuah pekerjaan yang tak mungkin ditolaknyameskipun pilihannya harus meninggalkan Maya. Minggu-minggu terakhir kebersamaankeduanya dijadikan momen perpisahan yang tak terlupakan bagi keduanya, Maya tahukalau dia pasti akan merindukan lelaki paruh baya itu nantinya. Krisna akhirnya berpisah dengan Susan. Seks dengan Maya dan adiknya melebihi apayang didaptnya dari Susan. Setelah kepergian Adi, dia dan Maya masih melakukanhubungan seksual hamper tiap malamnya. Memang tetap terasa nikmat dan indah tapimasih tak bisa menyamai kenikmatan ketika kedua lelaki itu ada dan salingmemberikannya kepuasan. Krisna tak lama kemudian sudah menemukan wanita lainnyalagi. Perhatian Krisna mulai berkurang terhadapnya dan Maya tahu kalau suaminyamenemukan vagina muda yang baru untuk dia nikmatiÖ Kini Maya kembali padakeadaan sebelum Adi dan Sukri masuk ke dalam kehidupan seksnya. Dia dan Krisna mencoba beberpa kali untuk mencari pengganti Sukri tapi keberuntunganmasih belum berpihak pada mereka. Maya sedang bermalas-malasan menikmati waktunya berbaring di tepi kolam danmenikmati sentuhan sinar mentari dengan keadaan telanjang bulat sore itu. Sejak hanyadia seorang yang ada di rumah itu, kegiatan berjemur telanjangnya menjadi kegiatan yangrutin. Dia mendengar ada seseorang berteriak memanggil namanya, dia bangkit danmeraih handuk disampingnya untuk kemudian dililitkan pada tubuh moleknya. Diamelihat di depan gerbang ada seorang muda dengan kulit coklat tua dan tubuh tegapsedang berdiri memandanginya. ìAda perlu apa?îìNama saya Jaya dan paman Sukri yang menyuruh saya untuk datang ke sini menemuianda. Beliau bilang kalau anda sedang membutuhkan tenaga setelah kepergiannya.î Tanpa bertanya dia membuka pintu gerbang itu dan berjalan mendekati tempat Mayasedang duduk dengan hanya sebuah handuk saja yang menutupi tubuhnya.

    Apa yangterpampang di hadapan mMaya adalah sesosok lelaki berkulit galap berusia 20an dengantubuh tegap berotot dan sebuah tonjolan besar pada selangkangannya. ìKamu punya keahlian apa?îìTidak begitu banyak untuk urusan kebun ataupun rumah tapi bisa sangat diandalkanuntuk hal yang dibilang paman Sukri bahwa anda pasti lebih membutuhkan.î Diamelpaskan kaosnya melewati kepala dan disusul celanya juga. Mata maya segera terfokuske arah selangkangan anak muda dihadapannya ini, untuk memandangi dengan terpanapada sebuah batang penis yang bahkan lebih besar dari kepunyaan pamannya. Dan batangitu sudah berdiri tegak keras menunjuk ke arahnya..Get yours now!Maya menatap wajah Jaya lagi yang sedang mengamati lekuk tubuhnya tanpa berusahamenutup-nutupi saat dia sedang menatap takjub pada benda diantara pahanya. Mayamerenggut lepas handuk yang melilit tubuhnya. ìKelihatannya kamu punya peralatanyang tepat, kita lihat apa kamu tahu bagaimana cara menggunakannya dengan benar.î May membentangkan kedua pahanya dan tangannya terjulur ke depan untuk menariktubuh lelaki muda di hadapannya itu ke arahnya. Dia membimbingnya kea rah pintumasuk vaginanya, dan saat Jaya mulai memasukinya Maya berkata. ìPerlahan saja danjangan tergesa.

    Aku belum pernah merasakan yang sebesar ini.î Hari itu juga Jaya resmi bekerja di rumah itu dan malam harinya dia mulai memindahkanbarang-barangya untuk menempati bekas tempat Sukri. Dia sudah sibuk denganpekerjaan kebunnya saat Krisna berangkat bekerja. Sepanjang hari itu dia bekerja tanpalelah. Dia hanya berhenti untuk mengurus Maya sebelum Krisna pulang kembali. Krisna memutuskan kalau pemuda ini layak untuk bekerja menggantikan Sukri danmenetap di tempatnya. Tapi yang Krisna tak tahu adalah kenyataan bahwa pekerjaannyayang paling ternilai bagus bukanlah di kebun, mengurus kuda atupun lainnya melainkandisaat setelah Krisna pergi berangkat kerja setiap paginya. Pekerjaan kebun dan lainlainnyahanyalah menjadi semacam biaya yang mesti dikeluarkan Jaya untuk seorangwanita bertubuh molek dan vagina tercantik yang pernah ditemuinya. Tapi itumembuatnya menjadi seorang lelaki muda yang paling beruntung..Get yours now!

  • KEPERAWANAN IBU GURU KU

    KEPERAWANAN IBU GURU KU


    2042 views

    KEPERAWANAN IBU GURU HAL TERINDAH

    Kejadian ini tepatnya ketika aku masih duduk dibangku SMA. Sedang teman kencanku adalah seorang guru seni lukis di SMA-ku yang masih terbilang baru dan masih lajang. Saat itu umurku masih mengijak 17-18 tahun. Sedang guru lukisku itu adalah guru wanita paling muda, baru 25 tahun. Semula aku memanggilnya Bu Guru, layaknya seorang murid kepada gurunya. Tapi semenjak kami akrab dan dia mengajariku making love, lama-lama aku memanggilnya dengan sebutan Mbak. Tepatnya, Mbak Citra. Mau tahu ceritanya?

     Sore itu ada seorang anak kecil datang mencari ke rumah. Aku diminta datang ke rumah Mbak Citra, tetangga kampungku, untuk memperbaiki jaringan listrik rumahnya yang rusak. “Cepat ya, Mas. Sudah ditunggu Mbak Citra,” ujar anak SD tetangga Mbak Citra. Dalam hati, aku sangat girang. Betapa tidak, guru seni lukis itu rupanya makin lengket denganku. Aku sendiri tak tahu, kenapa dia sering minta tolong untuk memperbaiki peralatan rumah tangganya. Yang jelas, semenjak dia mengajaku melukis pergi ke lereng gunung dan making love di semak-semak hutan, Mbak Citra makin sering mengajakku pergi. Dan sore ini dia memintaku datang ke rumahnya lagi. Tanpa banyak pikir aku langsung berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Maklum, rumahnya terbilang cukup jauh, sekitar 5km dari rumahku. Setibanya di rumah Mbak Citra, suasana sepi. Keluarganya tampaknya sedang pergi.Betul, ketika aku mengetuk pintu, hanya Mbak Citra yang tampak. “Ayo, cepet masuk. Semua keluargaku sedang pergi menghadiri acara hajatan saudar di luar kota,” sambut Mbak Citra sambil menggandeng tangganku. Darahku mendesir ketika membuntuti langkah Mbak Citra. Betapa tidak, pakaian yang dikenakan luar biasa sexy, hanya sejenis daster pendek hingga tonjolan payudara dan pahanya terasa menggoda. “Anu, Bud… Listrik rumahku mati melulu. Mungkin ada ada kabel yang konslet. Tolong betulin, ya… Kau tak keberatan kan?” pinta Mbak Citra kemudian.

    Tanpa banyak basa-basi Mbak Citra menggandengku masuk ke ruang tengah, kemudian masuk ke sebuah kamar. “Nah saya curiga jaringan di kamar ini yang rusak. Buruan kau teliti ya. Nanti keburu mahrib.” Aku hanya menuruti segala permintaannya. Setelah merunutu jaringan kabel, akhirnya aku memutusukan untuk memanjat atap kamar melalui ranjang. Tapi aku tidak tahu persis, kamar itu tempat tidur siapa. Yang jelas, aku sangat yakin itu bukan kamarnya bapak-ibunya. Celakanya, ketika aku menelusuri kabel-kabel, aku belum menemukan kabel yang lecet. Semuanya beres. Kemudian aku pindah ke kamar sebelah. aku juga tak bisa menemukan kabel yang lecet. Kemudian pindah ke kamar lain lagi, sampai akhirnya aku harus meneliti kamar tidur Mbak Citra sendiri, sebuah kamar yang dipenuhi dengan aneka lukisan sensual. Celakanya lagi, ketika hari telah gelap, aku belum bisa menemukan kabel yang rusak. Akibatnya, rumah Mbak Citra tetap gelap total. Dan aku hanya mengandalkan bantuan sebuah senter serta lilin kecil yang dinyalakan Mbak Citra. Lebih celaka lagi, tiba-tiba hujan deras mengguyur seantero kota. Tidak-bisa tidak, aku harus berhenti. Maunya aku ingin melanjutkan pekerjaan itu besok pagi. “Wah, maaf Mbak aku tak bisa menemukan kabel yang rusak. Ku pikir, kabel bagian puncak atap rumah yang kurang beres.

    Jadi besok aku harus bawa tangga khusus,” jelasku sambil melangkah keluar kamar. “Yah, tak apa-apa. Tapi sorry yah. Aku…. merepotkanmu,” balas Mbak Yanti. “Itu es tehnya diminum dulu.” Sementara menunggu hujan reda, kami berdua berakap-cakap berdua di ruang tengah. Cukup banyak cerita-cerita masalah pribadi yang kami tukar, termasuk hubunganku dengan Mbak Citra selama ini. Mbak Citra juga tidak ketinggalan menanyakan soal puisi indah tulisannya yang dia kirimkan padaku lewat kado ulang tahunku beberapa bulan lalu. Entah bagiamana awalnya, tahu-tahu nada percakapan kami berubah mesra dan menjurus ke arah yang menggairahkan jiwa. Bahkan, Mbak Citra tak segan-segan membelai wajahku, mengelu telingkau dan sebagianya. Tak sadar, tubuh kami berdua jadi berhimpitan hingga menimbulkan rangsangan yang cukup berarti untukku. Apalagi setelah dadaku menempel erat pada payudaranya yang berukuran tidak begitu besar namun bentuknya indah dan kencang. Dan tak ayal lagi, penisku pun mulai berdiri mengencang. Aku tak sadar, bahwa aku sudah terangsang oleh guru sekolahku sendiri! Namun hawa nafsu birahi yang mulai melandaku sepertinya mengalahkan akal sehatku.

    Mbak Citra sendiri juga tampaknya memiliki pikiran yang sama saja. Ia tidak henti-hentinya mengulumi bibirku dengan nafsunya. Akhirnya, nafsuku sudah tak tertahankan lagi. Sementara bibirku dan Mbak Citra masih tetap saling memagut, tanganku mulai menggerayangi tubuh guru sekolahku itu. Kujamah gundukan daging kembar yang menghiasi dengan indahnya dada Mbak Citra yang masih berpakaian lengkap. Dengan segera kuremas-remas bagian tubuh yang sensitif tersebut. “Aaah… Budi… aah…” Mbak Citra mulai melenguh kenikmatan. Bibirnya masih tetap melahap bibirku. Mengetahui Mbak Citra tidak menghalangiku, aku semakin berani. Remasan-remasan tanganku pada payudaranya semakin menjadi-jadi. Sungguh suatu kenikmatan yang baru pertama kali kualami meremas-remas benda kembar indah nan kenyal milik guru sekolahku itu. Melalui kain blus yang dikenakan Mbak Citra kuusap-usap ujung payudaranya yang begitu menggiurkan itu. Tubuh Mbak Citra mulai bergerak menggelinjang. “Uuuuhhh… Mbak…..” Aku mendesah saat merasakan ada jamahan yang mendarat di selangkanganku. Penisku pun bertambah menegang akibat sentuhan tangan Mbak Citra ini, membuatku bagian selangkangan celana panjangku tampak begitu menonjol. Mbak Citra juga merasakannya, membuatnya semakin bernafsu meremas-remas penisku itu dari balik celana panjangku. Nafsu birahi yang menggelora nampaknya semakin menenggelamkan kami berdua, sehingga membuat kami melupakan hubungan kami sebagai guru-murid. “Aaauuhh… Bud… uuuh…..” Mbak Citra mendesis-desis dengan desahannya karena remasan-remasan tanganku di payudaranya bukannya berhenti, malah semakin merajalela. Matanya terpejam merasa kenikmatan yang begitu menghebat.

    Tanganku mulai membuka satu persatu kancing blus Mbak Citra dari yang paling atas hingga kancing terakhir. Lalu Mbak Citra sendiri yang menanggalkan blus yang dikenakannya itu. Aku terpana sesaat melihat tubuh guru sekolahku itu yang putih dan mulus dengan payudaranya yang membulat dan bertengger dengan begitu indahnya di dadanya yang masih tertutup beha katun berwarna krem kekuningan. Tetapi aku segera tersadar, bahwa pemandangan amboi di hadapannya itu memang tersedia untukku, terlepas itu milik guru sekolahku sendiri. Tidak ingin membuang-buang waktu, bibirku berhenti menciumi bibir Mbak Citra dan mulai bergerak ke bawah. Kucium dan kujilati leher jenjang Mbak Citra, membuatnya menggelinjal-gelinjal sambil merintih kecil. Sementara itu, tanganku kuselipkan ke balik beha Mbak Citra sehingga menungkupi seluruh permukaan payudara sebelah kanannya. Puting susunya yang tinggi dan mulai mengeras begitu menggelitik telapak tanganku. Segera kuelus-elus puting susu yang indah itu dengan telapak tanganku. Kepala Mbak Citra tersentak menghadap ke atas sambil memejamkan matanya. Tidak puas dengan itu, ibu jari dan telunjukku memilin-milin puting susu Mbak Citra yang langsung saja menjadi sangat keras. Memang baru kali ini aku menggeluti tubuh indah seorang wanita. Namun memang insting kelelakianku membuatku seakan-akan sudah mahir melakukannya. “Iiiihh….. auuuhhh….. aaahhh…..” Mbak Citra tidak dapat menahan desahan-desahan nafsunya. Segala gelitikan jari-jemariku yang dirasakan oleh payudara dan puting susunya dengan bertubi-tubi, membuat nafsu birahinya semakin membulak-bulak. Kupegang tali pengikat beha Mbak Citra lalu kuturunkan kebawah.

    Kemudian beha itu kupelorotkan ke bawah sampai ke perut Mbak Citra. Puting susu Mbak Citra yang sudah begitu mengeras itu langsung mencelat dan mencuat dengan indahnya di depanku. Aku langsung saja melahap puting susu yang sangat menggiurkan itu. Kusedot-sedot puting susu Mbak Citra. Kuingat masa kecilku dulu saat masih menyusu pada payudara ibuku. Bedanya, tentu saja payudara guru sekolahku ini belum dapat mengeluarkan air susu. Mbak Citra menggeliat-geliat akibat rasa nikmat yang begitu melanda kalbunya. Lidahku dengan mahirnya tak ayal menggelitiki puting susunya sehingga pentil yang sensitif itu melenting ke kiri dan ke kanan terkena hajaran lidahku. “Oooh…. Buuuuuuuud” desahan Mbak Citra semakin lama bertambah keras.

    Untung saja rumahnya sedang sepi dan letaknya memang agak berjauhan dari rumah yang paling dekat, sehingga tidak mungkin ada orang yang mendengarnya. Belum puas dengan payudara dan puting susu Mbak Citra yang sebelah kiri, yang sudah basah berlumuran air liurku, mulutku kini pindah merambah bukit membusung sebelah kanan. Apa yang kuperbuat pada belahan indah sebelah kiri tadi, uperbuat pula pada yang sebelah kanan ini. Payudara sebelah kanan milik guru sekolahku yang membulat indah itu tak luput menerima jelajahan mulutku dengan lidahnya yang bergerak-gerak dengan mahirnya. Kukulum ujung payudara Mbak Citra. Lalu kujilati dan kugelitiki puting susunya yang tinggi. Puting susu itu juga sama melenting ke kiri dan ke kanan, seperti halnya puting susu payudaranya yang sebelah kiri tadi. Mbak Citra pun semakin merintih-rintih karena merasakan geli dan nikmat yang menjadi-jadi berbaur menjadi satu padu. Seperti tengah minum soft drink dengan memakai sedotan plastik, kuseruput puting susu guru sekolahku itu. “Buuuddd….. Aaaahhhhh…..” Mbak Citra menjerit panjang. Lidahku tetap tak henti-hentinya menjilati puting susu Mbak Citra yang sudah demikian kerasnya. Sementara itu tanganku mulai bergerak ke arah bawah. Kubuka retsleting celana jeans yang Mbak Citra kenakan. Kemudian dengan sedikit dibantunya sambil tetap merem-melek, kutanggalkan celana jeans itu kebawah hingga ke mata kaki. Tubuh bagian bawah Mbak Citra sekarang hanya dilindungi oleh selembar celana dalam dengan bahan dan warna yang seragam dengan behanya. Meskipun begitu, tetap dapat kulihat warna kehitaman samar-samar di bagian selangkangannya.

    Ditunjang oleh nafsu birahi yang semakin tinggi, tanpa berpikir panjang lagi, kulepas pula kain satu-satunya yang masih menutupi tubuh Mbak Citra yang memang sintal itu. Dan akhirnya tubuh mulus guru sekolahku itu pun terhampar bugil di depanku, siap untuk kunikmati. Tak ayal, jari tengahku mulai menjamah bibir memek Mbak Citra di selangkangannya yang sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu tipis kehitaman walaupun belum begitu banyak. Kutelusuri sekujur permukaan bibir memek itu secara melingkar berulang-ulang dengan lembutnya. Tubuh Mbak Citra yang masih terduduk di sofa melengkung ke atas dibuatnya, sehingga payudaranya semakin membusung menjulang tinggi, yang masih tetap dilahap oleh mulut dan bibirku dengan tanpa henti. “Oooohhh….. Budddyyyy….. Iiiihhh….. Buuud…..!” Jari tengahku itu berhenti pada gundukan daging kecil berwarna kemerahan yang terletak di bibir memek Mbak Citra yang mulai dibasahi cairan-cairan bening. Mula-mula kuusap-usap daging kecil yang bernama klitoris ini dengan perlahan-lahan.

    Lama-kelamaan kunaikkan temponya, sehingga usapan-usapan tersebut sekarang sudah menjadi gelitikan, bahkan tak lama kemudian bertambah lagi intensitasnya menjadi sentilan. Klitoris Mbak Citra yang bertambah merah akibat sentuhan jariku yang bagaikan sudah profesional, membuat tubuh pemiliknya itu semakin menggelinjal-gelinjal tak tentu arahnya. Melihat Mbak Citra yang tampak semakin merangsang, aku menambah kecepatan gelitikanku pada klitorisnya. Dan akibatnya, klitoris Mbak Citra mulai membengkak. Sementara memeknya pun semakin dibanjiri oleh cairan-cairan kenikmatan yang terus mengalir dari dalam lubang keramat yang masih sempit itu.

    Puas menjelajahi klitoris Mbak Citra, jari tengahku mulai merangsek masuk perlahan-lahan ke dalam memek guru sekolahku itu. Setahap demi setahap kumasukkan jariku ke dalam memeknya. Mula-mula sebatas ruas jari yang pertama. Dengan susah payah memang, sebab memek Mbak Citra memang masih teramat sempit. Kemudian perlahan-lahan jariku kutusukkan lebih dalam lagi. Pada saat setengah jariku sudah amblas ke dalam memek Mbak Citra, terasa ada hambatan. Seperti adanya selaput yang cukup lentur. “Aiiihh… Bud…” Mbak Citra merintih kecil seraya meringis seperti menahan rasa sakit. Saat itu juga, aku langsung sadar, bahwa yang menghambat penetrasi jari tengahku ke dalam memek Mbak Citra adalah selaput daranya yang masih utuh. Ternyata guru sekolahku satu-satunya itu masih perawan. Baru aku tahu, ternyata sebandel-bandelnya Mbak Citra, ternyata guru sekolahku itu masih sanggup memelihara kehormatannya. Aku sedikit salut padanya. Dan untuk menghargainya, aku memutuskan tidak akan melanjutkan perbuatanku itu. “Bud….. Kok distop…..” tanya Mbak Citra dengan nafas terengah-engah. “Mbak, Mbak kan masih perawan. Nanti kalo aku terusin kan Mbak bisa…..” Mbak Citra malah menjulurkan tangannya menggapai selangkanganku. Begitu tangannya menyentuh ujung penisku yang masih ada di dalam celana pendek yang kupakai, penisku yang tadinya sudah mengecil, sontak langsung bergerak mengeras kembali. Ternyata sentuhan lembut tangannya itu berhasil membuatku terangsang kembali, membuatku tidak dapat membantah apapun lagi, bahkan aku seperti melupakan apa-apa yang kukatakan barusan. Dengan secepat kilat, Mbak Citra memegang kolor celana pendekku itu, lalu dengan sigap pula celanaku itu dilucutinya sebatas lutut. Yang tersisa hanya celana dalamku. Mata Mbak Citra tampak berbinar-binar menyaksikan onggokan yang cukup besar di selangkanganku. Diremas-remasnya penisku dengan tangannya, membuat penisku itu semakin bertambah keras dan bertambah panjang.

    Kutaksir panjangnya sekarang sudah bertambah dua kali lipat semula. Bukan main! Semua ini akibat rangsangan yang kuterima dari guru sekolahku itu sedemikian hebatnya. “Mbak….. aku buka dulu ya,” tanyaku sambil menanggalkan celana dalamku. Penisku yang sudah begitu tegangnya seperti meloncat keluar begitu penutupnya terlepas. “Aw!” Mbak Citra menjerit kaget melihat penisku yang begitu menjulang dan siap tempur. Namun kemudian ia meraih penisku itu dan perlahan-lahan ia menggosok-gosok batang ‘meriam’-ku itu, sehingga membuat otot-otot yang mengitarinya bertambah jelas kelihatan dan batang penisku itu pun menjadi laksana tonggak yang kokoh dan siap menghujam siapa saja yang menghalanginya. Kemudian Mbak Citra menarik penisku dan membimbingnya menuju selangkangannya sendiri. Diarahkannya penisku itu tepat ke arah lubang memeknya. Sekilas, aku seperti sadar. Astaga! Mbak Citra kan guru sekolahku sendiri! Apa jadinya nanti jika aku sampai menyetubuhinya? Apa kata orang-orang nanti mengetahui aku berhubungan seks dengan guru sekolahku sendiri? Akhirnya aku memutuskan tidak akan melakukan penetrasi lebih jauh ke dalam memek Mbak Citra. Kutempelkan ujung penisku ke bibir memek Mbak Citra, lalu kuputar-putar mengelilingi bibir gua tersebut. Mbak Citra menggerinjal-gerinjal merasakan sensasi yang demikian hebatnya serta tidak ada duanya di dunia ini. “Aaahhh….. uuuhhhh…..” Mbak Citra mendesah-desah dengan lembut sewaktu aku sengaja menyentuhkan penisku pada klitorisnya yang kemerahan dan kini kembali membengkak. Sementara bibirku masih belum puas-puasnya berpetualang dipayudara Mbak Citra itu dengan puting susunya yang menggairahkan. Terlihat payudara guru sekolahku itu dan daerah sekitarnya basah kuyup terkena jilatan dan lumatanku yang begitu menggila, sehingga tampak mengkilap.

    Aku perlahan-lahan mulai memasukkan batang penisku ke dalam lubang memek Mbak Citra. Sengaja aku tidak mau langsung menusukkannya. Sebab jika sampai kebablasan, bukan tidak mungkin dapat mengoyak selaput daranya. Aku tidak mau melakukan perbuatan itu, sebab bagaimanapun juga Mbak Citra adalah guru sekolahku, darah dagingku sendiri! Mbak Citra mengejan ketika kusodokkan penisku lebih dalam lagi ke dalam memeknya. Sewaktu kira-kira penisku amblas hampir setengahnya, ujung “tonggak”-ku itu ternyata telah tertahan oleh selaput dara Mbak Citra, sehingga membuatku menghentikan hujaman penisku itu. Segera saja kutarik penisku perlahan-lahan dari Citrang surgawi milik guru sekolahku itu. Gesekan-gesekan yang terjadi antara batang penisku dengan dinding lorong memek Mbak Citra membuatku meringis-ringis menahan rasa nikmat yang yang tak terhingga. Baru kali ini aku merasakan sensasi seperti ini. Lalu, kembali kutusukkan penisku ke dalam memek Mbak Citra sampai sebatas selaput daranya lagi dan kutarik lagi sampai hampir keluar seluruhnya. Begitu terus kulakukan berulang-ulang memasukkan dan mengeluarkan setengah batang penisku ke dalam memek Mbak Citra. Dan temponya pun semakin lama semakin kupercepat. Gesekan-gesekan batang penisku ke memek Mbak Citra semakin menggila. Rasanya tidak ada lagi di dunia ini yang dapat menandingi kenikmatan yang sedang kurasakan dalam permainan cintaku dengan guru sekolahku sendiri ini. Kenikmatan yang pertama dengan kenikmatan berikutnya, disambung dengan kenikmatan selanjutnya lagi, saling susul-menyusul tanpa henti. Tampaknya setan mulai merajalela di otakku seiring dengan intensitas gesekan-gesekan yang terjadi di dalam memek Mbak Citra yang semakin tinggi. Kenikmatan tiada taranya yang serasa tidak kesudahan, bahkan semakin menjadi-jadi membuat aku dan Mbak Citra menjadi lupa segala-galanya. Aku pun melupakan semua komitmenku tadi. Dalam suatu kali saat penisku tengah menyodok memek Mbak Citra, aku tidak menghentikan hujamanku itu sebatas selaput daranya seperti biasa, namun malah meneruskannya dengan cukup keras dan cepat, sehingga batang penisku amblas seluruhnya dalam memek Mbak Citra. memeknya yang amat sempit itu berdenyut-denyut menjepit batang penisku yang tenggelam sepenuhnya. “Aaaauuuuwwww…..” Mbak Citra menjerit cukup keras kesakitan.

    Tetapi aku tidak menghiraukannya. Sebaliknya aku semakin bernafsu untuk memompa penisku itu semakin dalam dan semakin cepat lagi penetrasi di dalam memek Mbak Citra. Tampaknya rasa sakit yang dialami guru sekolahku itu tidak membuat aku mengurungkan perbuatan setanku. Bahkan genjotan penisku ke dalam lubang memeknya semakin menggila. Kurasakan, semakin cepat aku memompa penisku, semakin hebat pula gesekan-gesekan yang terjadi antara batang penisku itu dengan dinding memek Mbak Citra, dan semakin tiada tandingannya kenikmatan yang kurasakan. Hujaman-hujaman penisku ke dalam memek Mbak Citra terus-menerus terjadi sambung-menyambung. Bahkan tambah lama bertambah tinggi temponya. Mbak Citra tidak sanggup berbuat apa-apa lagi kecuali hanya menjerit-jerit tidak karuan. Rupa-rupanya setan telah menguasai jiwa kami berdua, sehingga kami terhanyut dalam perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh dua guru dan murid. “Aaaah….. Budi….. aaahhh…..” Mbak Citra menjerit panjang. Tampaknya ia sudah seakan-akan terbang melayang sampai langit ketujuh. Matanya terpejam sementara tubuhnya bergetar dan menggelinjang keras. Peluh mulai membasahi tubuh kami berdua.

    Kutahu, guru sekolahku itu sudah hampir mencapai orgasme. Namun aku tidak mempedulikannya. Aku sendiri belum merasakan apa-apa. Dan lenguhan serta jeritan Mbak Citra semakin membuat tusukan-tusukan penisku ke dalam memeknya bertambah menggila lagi. Mbak Citra pun bertambah keras jeritan-jeritannya. Pokoknya suasana saat itu sudah gaduh sekali. Segala macam lenguhan, desahan, ditambah dengan jeritan berpadu menjadi satu. Akhirnya kurasakan sesuatu hampir meluap keluar dari dalam penisku. Tetapi ini tidak membuatku menghentikan penetrasiku pada memek Mbak Citra. Tempo genjotan-genjotan penisku juga tidak kukurangi. Dan akhirnya setelah rasanya aku tidak sanggup menahan orgasmeku, kutarik penisku dari dalam memek Mbak Citra secepat kilat. Kemudian dengan tempo yang tinggi, kugosok-gosok batang penisku itu dengan tanganku. Tak lama kemudian, cairan-cairan kental berwarna putih bagaikan layaknya senapan mesin bermuncratan dari ujung penisku. Sebagian mengenai muka Mbak Citra. Ada pula yang mengenai payudara dan bagian tubuhnya yang lain. Bahkan celaka! Ada pula yang belepotan di jok sofa yang diduduki Mbak Citra. Ditambah dengan darah yang mengalir dari dalam memeknya, menandakan keperawanan guru sekolahku itu berhasil direnggut olehku. Dan akhirnya karena kehabisan tenaga, aku terhempas begitu saja ke atas sofa di samping Mbak Citra. Tubuh kami berdua sudah bermandikan keringat dari ujung rambut ke ujung kaki. Aku hanya mengenakan kaus oblong saja, sedangkan Mbak Citra telanjang Bulat tanpa selembar benangpun yang Menutupi tubuhnya.

  • CERITA DEWASA KURENGGUT KEPERAWANAN PACAR KU

    CERITA DEWASA KURENGGUT KEPERAWANAN PACAR KU


    3607 views

    Hari ini aku libur kuliah dan aku bebas sampai malam, jam 7 pagi ini aku udah mandi dan berencana untuk bermain di tempat pacarku Ayu, sekitar pukul 9 pagi aku sudah sampai di rumahnya dan kebetulan Ayu juga libur hari ini aku pencet bel rumahnya, Ayu pun membuka pintunya .

     “Lho kok sepi si say” pada kemana , tanyaku. “Mama Lagi ke pasar adikku udah berangkat ke sekolah” “Duduk dulu ya, aku mau pake baju dulu nih, soalnya habis mandi buru-buru ada bel bunyi dan aku yakin pasti kamu yang datang, jadinya cuman sempet pake handuk sama kaos aja”. “Pasti belum pake baju dalam ya ? tebakku sambil senyum.
    “Ih dasar cowok, pikirannya yang ngeres-ngeres aja, ” tapi suka kan …hi hi hi.
    Sambil berjalan ke kamarnya, aku lihat pinggul dan pantat pacarku ini benar-benar aduhai, betisnya putih apalagi pahanya pasti lebih ok dan yang paling memabukkan adalah buah dadanya yang ranum dan montok, kaos ketatnya membungkus payudara indah tanpa bh itu dengan sempurna, memperlhatkan lekukan dada wanita yang sempurna. Kebayang waktu kenalan dulu, wih tangannya putih sekali dan mulusnya ampun, banyak cowok yang suka sama dia, tapi namanya cinta nggak bisa diboongin. “Sorry ya agak lama, nih kopi kesukaanmu mas “, aku agak kaget juga.
    “Eh, makasih ya?!” kataku sambil kaget dan agak konak lihat pakaiannya, Ayu cuma make celana pendek tipis batik yogya dan kaos tipis ketat coklat muda tanpa lengan dengan belahan kaos rendah yang memperlihatkan belahan dadanya yang putih dan montok.
    “Aku minum ya, wah masih panas sekali’ kataku sambil megangin mulutku yang kepanasan, Ayu ketawa ” makanya kira-kira ya kalau mau minum tiup dulu donk, mas”. “Wah lihat nih, lidahku sampai merah gini, mesti diobatin nih kalau nggak bisa dioperasi”, kataku.
    “Aduh kacian, sini ibu guru lihat dulu” kata Ayu sambil duduk disampingku dan memegang mulutku, aku diam dan memperlihatan lidahku yang kepanasan, sementara kuhirup wangi tubuhnya yang habis mandi, hmm.
    Kudekatkan dudukku pada tubuh Ayu, sambil tangannya melihat-lihat lidahku, tanganku memeluk pinggulnya dari samping sambil kulirik belahan dadanya yang putih, montok menantang dan menggairahkan itu.

    Sambil kupeluk tubuhnya, kurasakan kehangatan tubuh dan payudaranya yang montok membuat kontolku bangkit dan mulai membesar dengan cepat, hingga menyesakkan celana yang kupakai, “idih, kok sampai merah gini” kata Ayu, tiba-tiba mulutku dilumat olehnya dan tanpa menunggu lagi sambil tetap kupeluk tubuhnya akaupun gantian memgulum, melumat dan mencium bibir seksinya dengan penuh gairah, satu hal yang kusuka dari pacarku, meskipun dia orangnya pendiam kalau urusan lumat melumat dia jadi sangat ahli sekali, dan lumatan bibir seksinya sungguh sangat menggairahkan.
    Tiba-tiba Ayu mengangkat pantatnya dan duduk diatas pangkuanku, bongkahan pantatnya terasa sangat hangat kenyal dan menekan kontolku yang sudah mengeras, “Ih adikku sudah berdiri, katanya sambil menggoyangkan pantatnya diatas kontolku”.
    Kulihat matanya sudah mulai nanar dan sedikit berair, pandangannya mulai agak sayu, kemudian aku mulai beralih menciumi leher putihnya dan sedikit jilatan dibelakang telinga,kelihatannya salah satu titik rangsangnya ini sangat menggairahkan nafsu seks-nya.
    Lebih kebawah lagi, kuraba dari luar bongkahan payudaranya sudah sangat mengeras dan lebih membesar dari biasanya, pelan kuangkat kaosnya dan sepasang penutup BH-nya, payudara yang putih dan montok itupun menyembul dari dalam BH hitam yang dipakainya, sangat kontras sekali dengan dadanya yang sangat putih dan montok itu.
    Kuciumi dengan rakus payudara montok itu dan kujilati dengan lidahku, sampai akhirnya ke titik pusat dadanya, putting susunya yang sudah tegak seperti penghapus pensil di ujung, kujilati putting susunya dan ternyata titik inipun sangat mempengaruhi gairahnya, terlihat kedua tangannya dilepas dari pelukannya dan tangannya memegang dan menarik rambut panjangnya kebelakang sambil mulutnya mendesis seperti orang kepedasan.

    Tiba-tiba tubuhnya menggelinjang kuat sekali dan memeluk tubuhku erat sekali sambil digoyang-goyangkan pantatnya diatas tegakku dan akupun terasa dikeliilingi daging nikmat, dari sepasang dadanya yang montok dan ranum serta dibawah bongkahan pantatnya yang nggak kalah montok dan padat.
    Sejenak dia terdiam sambil tetap memelukku dan dia menggelendot manja diatas pangkuanku, “Mas, kita kemarku yuk, takut di ruang tamu ada yang masuk, lagian disana kan lebih leluasa, tapi aku minta digendong ya ..? pintanya manja.
    Sambil tangannya memelukku, akupun menggendong tubuhnya yang ramping dan montok itu ke kamarnya yang lumayan jauh dari ruang tamu. Setelah menaruh Ayu diatas kasur, kuhampiri tape disamping tempat tidurnya dan kusetel lagu Forever In Love-nya Kenny G yang sampai saat ini menjadi lagu kenangan kami berdua. Dalam ketegangan kontolku dan nafsu yang sudah naik, kuhampiri Ayu, Kucium lembut bibirnya dan seluruh wajahnya mulai dari keningnya, jidat, matanya yang terpejam, hidung dan akhirnya kukecup dan akhirnya kulumat bibir seksinya.
    Tanganku tak tinggal diam mulai dari kaos dan BHnya kubuka perlahan dan celana dalam hitam kecilnya yang menutupi lembah dan jembut halusnya, sambil terpejam Tangan Ayu meraih kancing dan resluting celanaku dan didapatinya kontolku yang sudah tegak berdiri, kubantu melepas baju yang kukenakan sehingga kita berdua telanjang bulat dan hanya celana dalam Ayu yang masih dipakainya.
    Tiba-tiba tubuhku didorongnya, “berdiri dulu sayang, katanya, akupun turun dari tempat tidur dan Ayu pun duduk ditepi tempat tidur dan sambil membelai kontolku yang sudah sangat tegang.

    “Aku belum pernah lihat titit lelaki dewasa, tetapi punyamu besar sekali mas, sampai-sampai tanganku rasanya mantap sekali memegangnya, boleh aku belai sayang?”. “Tentu, belai ciumi dan manjakan rodal besar ini sayang.”, kataku.

    Kontolku sebenarnya nggak terlalu besar ya kira-kira pernah kuukur pakai penggaris panjangnya 15 cm dan bonggolnya sebesar pepsodent ukuran jumbo, yah perfectable size-lah menurut ukuran pacarku. Sejak pertama kali mengenal oral sex hingga hari ini, Ayu menunjukkan antusias yang sangat tinggi dengan kontolku, matanya sempat terbelalak saat pertama melihat dan memegang kontolku yang sudah ereksi. Apalagi saat pertama kali melakukan “karaoke”, istilahku jika ingin di-oral-sex sama pacarku, cara memperlakukan kontolku benar-benar istimewa, saat kutanya emangnya sudah pernah karaoke ya, pacarku marah besar, bagaimana mungkin jawabnya, ciuman bibir aja baru dengan kamu , dan akupun teringat first kiss buatku dan buat dia benarbenar berkesan, habis sama-sama baru sekali itu sih.
    Sambil duduk dipingggir kasur kubuka pahaku sehingga kontolku yang sudah ereksi terlihat menantang seperti tugu monas, Ayu jongkok dibawah sambil membelai perlahan kontolku, jari jemarinya menari-nari sepanjang kontolku mengikuti urat-uratnya yang menonjol sambil sesekali meremas dengan gemas, kulihat payudara Ayu sangat menantang dan sesekali kuremas juga susunya. Dari pangkal kontolku, dekat anus, tiba-tiba Ayu menjulurkan lidahnya dan menjilat-jilat bonggol kontolku, jilatan itu kemudian berpindah keatas mengikuti batang kontolku, hingga akhirnya kepala kontolku dijilat dan disedot perlahan-lahan. Kurasakan aliran darah mengalir keras disepanjang urat kontolku, dan ketegangannya mungkin sudah mencapai 100%, kepalanya membesar seperti helm tentara, warnanya kemerah-merahan dan berdenyut-denyut nikmat sekali.
    Sampai akhirnya batang kontolku mulai dilumat dan dimasukkan ke dalam mulutnya, perlahanlahan hingga kurasakan menyentuh ujung tenggorokannya, sementara masih tersisa sekitar 5 cm. “Masukkan semuanya dong, pintaku, “Gimana mau masuk lagi, kontolmu terlalu panjang buat mulutku, katanya sambil melepaskan kulumannya.
    Akhirnya keluar masuk kontolku dimulutnya, wah rasanya nikmat sekali, mungkin seperti ini rasanya bersenggama, pikirku, kami memang selama ini belum pernah melakukan persetubuhan hingga memasukkan kontolku ke dalam vaginanya, yah hanya sekedar berbugil sambil menjilat dan mengulum alat kelamin dan orgasme tanpa melakukan senggama. Suasana pagi yang sejuk, karena jendela kamar yang terbuka ditambah alunan instrumen Kenny.G membuat kami sama-sama terbuai dan lupa dengan segala sesuatunya.
    Sambil kujamah payudaranya, Ayu kutarik dan kurebahkan di atas tempat tidur, wajahnya benarbenar merangsang, matanya berbinar.
    Bibirnya memerah dan payudara sangat kencang dan memadat dengan putting susu yang mengeras. Seperti diawal aku mulai menciumi wajah dan bibirnya kemudian aku turun kebawah, kuciumi dan kujilati mulai dari jari-jemarinya yang putih mulus hingga ke betis indahnya, sambil kubelai dan kusentuh paha mulusnya, tanpa terasa aku menyentuh CD hitamnya dan perlahan kuturunkan dan kulepaskan, Ayu diam dan hanya mendesah-desah menahan kenikmatan itu. Sampai di pahanya kubelai dan kuciumi paha mulusnya seinchi demi seinchi kelihatan sekali dia begitu terangsang, sebelum sampai ke pangkal pahanya, aku naik dan mulai menjilati dadanya.

    Payudara yang putih dan mulus itu kuremas sambil mulai kujilati melingkar hingga sampai ke putingnya kujilati dan kusedot penuh nafsu, Kulihat pinggul dan pantat Ayu bergerak dan menggelinjang tak karuan menahan kenikmatan jilatan, sedotan dan remasanku. Kujilati kebawah lagi dan sampai ke perut Ayu yang sangat mulus dan akhirnya hingga ke bukit indah yang ditumbuhi rumput hitam yang halus dan sangat kontras dengan kemulusan tubuhnya. Kusibakkan bulu-bulu halus yang menutupi vagina pacarku, terlihat bibir vaginanya masih tertutup rapat, namun terlihat disitu ada cairan disekelilingnya, ternyata dia sudah mulai basah.

    Kubuka sedikit dan terlihat kelentitnya berwarna merah jambu, kecil, menonjol dan kelihatan membasah, kuraba perlahan, Ayu melenguh keras dan menggoyangkan dan mengangkat pantatnya, Kuraba perlahan dengan jari telunjukku dan akhirnya mulai kujilati dengan ujung lidahku, kembali terdengar erangan dan lenguhannya merasakan nikmat yang luar biasa. “Mas, tolong aku sayang, masukkan penis besarmu ke vaginaku, aku sudah tak tahan lagi menahan kenikmatan ini, pintanya sambil setengah menangis.
    ” jangan sayang, kita belum boleh melakukan ini, toh nanti kita juga akan menikah, kataku masih sadar, meskipun aku jiga sudah tidak kuat lagi menahan nafsuku.
    “Biarlah mas, aku rela mmberikan perawanku untukmu sayang, aku sangat mencintaimu dan aku takut kehilangan dirimu, kata Ayu, sambil mulai menarik kontolku ke arah vaginanya yang membasah. Kontolku yang sudah agak menurun, mulai bangkit lagi begitu menyentuh bibir vagina Ayu, sangat tegang dan begitu membesar.
    Dengan masih deg degan akhirnya sedikit demi sedikit kumasukkan batang kontolku ke dalam vaginanya, saat kucoba menyelipkan kepala kontolku ke mulut vaginanya rasanya peret dan sulit sekali. Kulihat Ayu sedikit meringis dan membuka mulutnya dan sedikit menjerit, “aaah” ,namun akhirnya kepala kontolku sudah mulai masuk dan mulai kurasakan kehangat vaginya, perlahan kumasukkan seinchi demi seinchi, pada centimeter ke 3 menuju ke 4, Ayu tiba-tiba berteriak dan menjerit, ” aduh mas sakit sekali, katanya, seperti ada yang menusuk dan nyerinya sampai ke perut”, katanya.

    “Aku cabut aja ya ?” ” Jangan, biarkan dulu kutahan rasa sakit ini, aku yang sudah merasa kenikmatan yang luar biasa dan sedikit demi sedikit mulai kumasukkan lagi batang kontolku.
    Kulihat Ayu meneteskan air mata, namun tiba-tiba dia menggoyangkan pantatnya dan tentunya akhirnya kontolku hampir seluruhnya masuk, kenikmatan yang belum pernah kurasakan, kontolku serasa digigit bibir yang kenyal, hangat, agak lembab dan nikmat sekali.
    Akhirnya kamipun mulai menikmati hubungan badan ini, ” mas rasa sakitnya sudah agak berkurang, sekarang keluar masukkan kontolmu mas, rasanya nikmat sekali.
    Perlahan aku mulai menggoyang batang kontolku keluar masuk ke vagina Ayu, kulihat tangannya diangkat dan memegang erat-erat kepalanya dan akhirnya menarik sprei tempat tidurnya, sementara pahanya dia kangkangin lebar-lebar dan mencari-cari pinggulku, hingga akhirnya kakinya melingkar di pantatku dan seolah meminta kontolku untuk dimasukkan dalam-dalam ke vaginanya.
    Beberapa kali ayunan, akhirnya aku agak yakin dia sudah tidak begitu merasakan sakit di vaginanya, dan kupercepat goyangan kontolku di vaginanya.
    Ayu berteriak-teriak dan tiba merapatkan jepitan kakinya di pantatku, kepala menggeleng-geleng dan tangannya menarik kuat-kuat sprei tempat tidurnya, mungkin dia mau orgasme, pikirku.
    Tiba-tiba tangannya memelukku erat-erat dan kakinya makin merapatkan jepitannya di pantatku, kurasakan payudara besarnya tergencet dadaku, rasanya hangat dan kenyal sekali, aku diam sejenak dan kubenamkan kontolku seluruhnya di dalam vaginanya.
    ”Oh, mmmas aku keluar…. Ahhhhhhhhhhhhh ….ahhhhhhhhhhhhh…. ahhhhhhhhhhh, Aku merasakan nikmat yang amat sangat, kontolku berdenyut-denyut, rasanya aliran darah mengalir kencang di kontolku, dan aku yakin kontolku sangat tegang sekali dan begitu membesar di dalam vagina Ayu, sepertimya aku juga akan mengeluarkan air kejantananku.
    Kubuka sedikit jepitan kaki Ayu dipantatku, sambil kubuka lebar-lebar paha Ayu, kulihat ada cairan kental berwarna kemerah-merahan dari vagina Ayu, kontolku rasanya licin sekali dialiri cairan itu, dan akhirnya dengan cepat aku kayuh kontolku keluar masuk dari vagina Ayu, nikmat sekali rasanya.
    Ada mungkin delapan sampai sembilan kayuhan kontolku di vagina Ayu, tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yang akan meledak dari dalam kontolku dan akhirnya …. Crooot …croooot ….crooot …crooot.
    Kontolku yang sudah kucabut dari dalam vagina Ayu, kudaratkan di atas perut mulusnya dan semburan air kejantananku muncrat sampai ke rambut, pipi, sebagian mulutnya, payudara dan diatas perut Ayu, kuurut-urut batang kontolku dan tetesan air maniku berjatuhan di atas jembut halus kekasihku.
    Aku merebahkan diri disamping tubuh mulus Ayu, kupeluk dia sambil kubelai rambutnya, Ayu terpejam, diam dan tiba-tiba dari ujung kedua belah matanya yang terpejam menetes air mata.

    Kuseka air matanya dan kupeluk dia erat-erat, dan dia memelukku juga, ” Mas, hari ini aku sudah persembahkan kesucianku untukmu, sesuatu yang berharga yang kumiliki telah kuberikan padamu, aku nggak mau kehilangan dirimu dan tak akan kulupakan seumur hidupku peristiwa indah hari ini … Aku sangat mencintaimu mas”.

    Ayu bangun dari rebahannya, mengambil saputangan dan membersihkan bercak dari sela-sela vaginya yang telah bercampur dengan cairan kenikmatannya, saputangan biru itu berbercak merah, memenuhi hampir setengah lembar saputangan biru itu. “Saputangan ini akan kusimpan selamanya, sebagai tanda buat cinta kita, mas” Aku terdiam, kemudian kubelai rambut indahnya, kukecup keningnya dan kukatakan, aku telah kau berikan sesuatu yang berharga darimu, keperawananmu membuktikan cinta sucimu, aku juga sangat mencintaimu, kuambil keperawananmu dengan keperjakaanku, dan tak kan kulupakan hari ini selama hidupku”. Dalam keadaan sama-sama bugil, kupeluk tubuh Ayu, kehangatan tubuhnya mengalir ke setiap pori-pori dan diapun meraskan hal yang sama, ” tahun depan aku sudah lulus, selanjutnya aku akan melamarmu dan kita akan menikmati cinta kita selamanya, aku mencintaimu Dea”. ” Mas, aku bangga memilikimu, lelaki sepertimu yang memang aku idamkan selama ini”.
    Keringat yang mengalir di badanku diseka Ayu dengan handuk dan dia membersihkan kontolku dengan handuk basah, akupun jadi terangsang lagi, ” Ih, si Adik kok bangun lagi, kamu benar-benar perkasa mas”, aku tersenyum, sebenarnya aku masih ingin melakukan sekali lagi tapi jam sudah menunjukkan jam 11.30, aku takut kalau tibatiba mamanya pulang.

    Kugandeng tangan Ayu dan membawanya ke kamar mandi dan dibawah guyuran shower kamar mandinya kita mandi bersama, saling menyabuni dan bercanda bersama, Kontolku menjadi tegang saat mandi dan Ayu sempat memasturbasi kontolku yang sudah tegang dengan busa sabun, tangannya yang halus sangat lincah mengocok batang kontolku, sekitar lima menitan air maniku sempat keluar lagi dan muncrat sampai ke atas seperti air mancur, Ayu tertawa puas, menciumiku dan melanjutkan mandi sampai selesai.

    Selesai mengeringkan badan, rambutku dikeringkan Ayu dengan hairdryernya, kupakai bajuku dan kitapun kembali ngobrol di ruang tamunya, ngopi, ngobrol dan bercanda sambil bermesraan menikmati hari indah itu

     

  • CERITA DEWASA ADIK TEMAN KU YANG  AKU SIKAT JUGA

    CERITA DEWASA ADIK TEMAN KU YANG AKU SIKAT JUGA


    3825 views

    Pada waktu itu aku kelas 3 SMA.. Sebut saja namaku David. Disekolah si aku tergolong cowok yang ganteng dan digemari para cewek.. Mengapa tidak, aku yang tingginya 175cm, hidung mancung, kulit putih,trus pandai bermain Basket. Pada waktu itu aku sangat dekat dengan teman aku sebut saja namanya Revin. Kami berteman sangat dekat sekali. Karena kami berteman dari kami masih SMP sampai SMA pun kami bersama-sama. Suatu hari aku bermain kerumahnya Revin. Sesampai di rumah revin aku di kejutkan oleh sesosok cewek cantik yang tidak lain adalah adik temanku Revin. Sebut saja namanya Dinda. pada saat itu Dinda terlihat sangat manis sekali. karena pakaian yang di kenakannya terlalu minim,dan kebetulan sekali Dinda pada saat itu Dinda sedang membersihkan halaman rumah. Kuperhatikan mukanya yang manis,putih, tinggi mungkin 160cm. bisa di katakan Dinda adalah cewek tercantik di sekolahnya. Sejenak kuperhatikan buah dadanya yang montok dan bodynya yang aduhai montok itu yang membuat nafasku tak beraturan.

    Aku sangat kaget melihat Dinda. karena setiap kali aku bermain ke rumahnya revin jarang sekali aku melihat Dinda. pada saat itu Dinda berumur 14 tahun. pada saat aku masuk rumah revin, Dinda menegurku.”eh kakak David” sejenak aku terdiam, dan berfikir dalam hati ” tumben – tumbennya Dinda menegurku” aku pun membalasnya “eh Dinda, Revinnya ada nga…?” “oh kakak, ada tuh di dalam sedang mandi mungkin. bentar ya Dinda panggilin. Kakak David duduk aja dulu di teras.” aku pun langsung duduk diteras. Tiba-tiba Dinda keluar “Kakak David bentar ya,kakakku lagi mandi tuh. Katanya aku temenin kakak David dulu.” akupun sangat senang, mengapa tidak, aku bisa mengobrol dengan adik teman aku yang cantik. aku pun mulai memperhatikan Dinda dari ujung kakinya sampai kepalanya. Memang cantik benar adik temanku ini gumamku. kulitnya yang mulus dan putih, trus aku pun melihat pahanya yang putih semakin membuat nafasku tak beraturan. Tiba-tiba Dinda tersenyum dan menegurku “kakak David kok lihatin Dinda trus..?” akupun kaget lalu kujawab saja dengan nada yang kecil “oh itu soalnya Dinda cantik sih…. trus Dinda sekarang udah kelas berapa…?” Dinda pun menjawabnya ” kelas 3 SMP ka.” “oh kelas 3 SMP ya….!” kami berdua pun mengobrol sampai akhirnya Revin pun keluar. “Oi Vid maap yah lama soalnya air kerannya macet jadi harus ngambil air di tetangga ni.” dengan sedikit kesal sih,aku pun menjawab ” nga apa-apa soalnya kan ada adik kamu tuh yang temanin aku ngobrol.” Kami berdua pun berangkat karena kami harus menghadiri acara ulang tahunnya temen sekelas kami. Tapi aku sangat sedikit menyesal. Karena kapan lagi aku bisa mengobrol sama adik temanku ini.
    Pada suatu hari akhirnya aku bisa mengobrol sama adik temanku dan dimulai dari situlah kejadiannya..

    Pada saat itu aku berencana pergi ke rumah Revin mau bikin tugas,karena sudah kelas 3 jadi tugas yang diberikan sangatlah banyak. Jadi aku berencana untuk membuat tugas dirumahnya Revin. Sesampainya di rumah Revin, akupun mengetuk pintu rumahnya. Yang keluar ternyata adiknya Revin yaitu Dinda. Kulihat Dinda yang sedang memakai celana pendek dan baju yang hanya se utas tali. ketika kutanya tentang Revin dan tujuanku kerumahnya, Revinnya nga ada, kebetulan sekali,pada saat itu orang tua Revin sering keluar kota untuk urusan bisnis,sedangkan Revin sedang keluar sama pacarnya. Akupun langsung menghubungi Revin. Dan ternyata Revin pulangnya sedikit kemalaman. sedangkan pada waktu itu jam masi menunjukkan pukul 15:30. Revin menyuruh adiknya untuk menemani aku sampai Revin pulang dari kencannya. Adiknya hanya setuju-setuju saja.

     

    Akupun disuruh masuk sama Dinda,karena berhubung Dinda lagi sedang menonton Film Korea. Akupun menemani Dinda menonton Film Korea. Tiba-tiba dalam film tersebut ada adegan saling berciuman. Serentak Dinda pun malu. Trus waktu aku melihat mukanya yang merah, aku pun langsung mengajak ngobrol. “Dinda pernah ciuman nga seperti di film itu….?” kulihat wajahnya tambah merah, bisa dikatakan seperti kepiting rebus. Dindapun hanya menggelengkan kepala. Akupun senang mengetahuinya. Kulihat bibirnya yang berwarna merah muda, yang keliatan sekali masih belum di sentuh oleh laki-laki. akupun coba memancing untuk mengetahui apakah Dinda mau ciuman denganku atau tidak, jika tidak aku akan pasrah dengan keaadan ini. “Dinda mau ga coba ciuman kek di film…?” Wajah Dinda memerah, dan hanya berkata “Malu kak, soalnya Dinda nga pernah Ciuman.” akupun kebingungan, aku pun mencoba mendekati Dinda perlahan-lahan. Kemudian aku membisikkan ketelinganya ” Ga usah malu kan cuman kita berdua. kakak kamu sedang pergi,sedangkan orang tua kamu sedang keluar kota.”
    Kemudian kudekapkan bibirku kebibir Dinda. kupikir Dinda bakalan menjauhin bibirnya, ternyata tidak malahan Dinda membalas ciuman saya.tak disangka bibirnya Dinda halus trus lembut juga. kami berduapun saling berciuman selama 10menit. Tiba-tiba nga di sengaja Dinda menyentuh anuku yang sedang lagi dalam keadaan tegak lurus ke atas. Sontak Dinda kaget karena menyentuh aloku. Gimana aloku ga mo tegap melihat Dinda yang begitu seksi dan bibirnya yang lembut. “maap ka Dinda nga sengaja beneran kok” akupun menjawab dengan nada yang sopan”oh nga apa-apa kok”.

     

    Akupun berpikir bagaimana caranya agar Dinda bisa menyentuh lagi dan memainkan aloku ini. Aku pun memberanikan diri ” Dinda mau coba pegang anuku ga….?” wah tidak disangka Dinda tidak menolaknya… akupun langsung membuka celanaku. kulihat Dinda sedikit malu dan kaget dengan menutup setengah wajahnya karena melihat aloku yang berukuran 20Cm dan berdiameter 5cm. Kemudian akupun mengambil tangannya dan menyentuhnya ke aloku. Wah serasa di surga. mengapa Tidak, ternyata bukan cuma bibirnya saja yang lembut dan halus, tapi tangannya juga. kulihat Dinda sedikit keasikan memainkan aloku. Kemudian sambil Dinda memainkan Aloku, aku mencium bibirnya kembali.
    Aku pun sedikit-sedikit coba menyentuh dadanya yang menonjol. Kemudian aku pun coba memasukkan tanganku kedalam bajunya dan ternyata Dinda tidak memakai Bra. Waktu kuremas buah dadanya udah mengeras yang tandanya Dinda pun menikmatinya. Tak dihitung lagi aku langsung memainkan buah dadanya yg berukuran sekitar 34 A. Dan juga tak Lupa aku memainkan putingnya yang masih mekar itu.
    “Ah… Ah… Ah.. Ah…. enak ka… Ah… Ah…” Kulihat Dinda semakin keenakan.. akupun langsung membuka bajunya. kali ini aku melihat sesuatu yang sangat di luar pikiran saya. yaitu putingnya yang masih berwarna merah muda yang pengen sekali aku melumatnya.
    Akupun tak menyianyiakan kesempatan yang begitu beruntung ini.
    “Din coba donk masukkan ke mulut Dinda “
    “ takut kha”… ” takut kenapa..?..”
    “ Nga apa-apa, dah to dicoba dulu …” pintaku
    “ Rasanya gimana kha … ?” tanyanya
    “ Dah to di coba nanti kan tahu rasanya ..”
    Lalu dengan sedikit ragu dia mengarahkan ujung aloku ke mulutnya, mula-mula bibirnya yang lembut itu menempel di ujung aloku, kemudian dia membuka sedikit bibirnya lalu kepala aloku sudah masuk ke mulutnya, lalu dilepas lagi dan berkata “ Kok asin ya kha “ tanyanya, “ Iya nga apa-apa memang rasanya begitu. Selanjutnya dimasukkannya lagi aloku ke mulutnya sedikit demi sedikit, dengan pelan-pelan aku membantu mendorong agar aloku bisa masuk semua di mulutnya. Lalu ku gerak-gerakkan sehingga aloku maju mundur di mulutnya, dan dia juga mulau mengimbangi dengan memaju mundurkan mulutnya. “ Din … enak sekali Din …” aku merasa keenakan aloku di emut Dinda … ketika ujung aloku berada di bibirnya; “ Din disedot dong alonya “ …. aku meminta dia untuk menyedot dan ternyata walaupun belum pengalaman sedotannya enak sekali …

     

    Pada saat itu akupun pengen ngerasain vaginanya.. karena aku belom pernah melihat yang real.. biasanya aku melihat yang begituan lewat internet atau nga lewat DVD or Hp teman. akupun coba memasukkan tanganku ke celana mininya. dan tak disangka ternyata waktu aku menyentuh Vaginanya telah basah. Itu pertanda Dinda menikmati nya selama ini.. Akupun langsung membuka Celananya.. setelah aku membuka celananya, terlihat jelas Cd nya yg sudah basah. Tak kusiasiakan kesempatan ini.. aku langsung membuka Cdnya.. Yang tampak disana adalah vagina yang halus dan basah. akupun coba memasukkan jari telunjukku ke vaginanya. tak disangka,ternyata Dinda masih perawan tulen, takkan kubiarkan keperawanannya di ambil orang lain. kemudian aku coba memainkan jari telunjukku ke lobang vaginannya.
    “Ah…. sakit ka.. ah.. ah… sakit.. ka..”

     

    Akupun makin bersemangat memainkan jari telunjukku. Aku hanya diam sambil mempercepat sedotan mulut dan gesekkan jari tanganku di kedua daerah sensitifnya, lalu. “Ahhh. ahhh. mmmmmhgh.” secara tiba-tiba Dinda mengejang sambil tubuhnya terangkat tinggi keatas,yang tandanya Dinda mau Orgasme. Akupun dengan cepatnya menggoyangkan tanganku… Tiba-tiba Dinda Orgasme. Itu kurasakan karena ada sesuatu cairan yang panas. “Din kamu orgasme ya…?” Dindapun menjawab dengan wajah yang malu ” ia ka aku orgasme,makasih ya ka….!!”kulihat Dinda mulai lemas. ketika aku melihat Dinda orgasme akupun ingin orgasme juga tapi aku ingin merasakan vaginanya.. “Din kamu kan udah orgasme,ka belum ni. Dinda maukan bantu kakak orgasme…? ” ia kak nanti Dinda bantu.. trus Dinda musti ngapain..?” mendengar itu akupun gembira… nafasku lebih tak beraturan… “Aku pengen rasain aloku di masukin ke vagina Dinda…!!! bisa nga…?” “takut ka sakit” “tenang aja kakak nanti akan pelan-pelan kok.”

    Akupun langsung menyuruh Dinda bergaya Dogystyle. Pelan-pelan kumasukkan.. sedikit sulit untuk memasukkannya,karena Dinda masi perawan jadi vaginanya masih tertutup lobang yang kecil.. Tapi karena vaginanya sudah basah, akupun coba-coba memasukkannya dengan perlahan-lahan sampai masuk 1/3 aloku. Pada saat aloku masuk sepenuhnya,Kumulai mengenjot-enjot vaginanya sampai vaginanya mengeluarkan darah bercampur maninya… “ah.. ah.. ah.. sakit.. ah… sakit.. kha.. “sakit… cuman kata-kata itu yang kudengar keluar dari mulutnya. Mendengar suaranya yang lembut aku lebih cepat mengenjot vaginanya… kemudian aku membaringkannya dengan kedua kakinya di dadaku.. akupun mulai mengenjotnya dengan cepat.. Tiba-tiba Dinda menyempitkan kakinya yang pertanda Dinda mau orgasme untuk yang kedua kali… “khaa,,, khaa.. Dinda mau pipisss… ahh… enak kha,,, tapi Dinda mau pipis nih…. udah ga tahan kha…” Mendengar kata itu aku semakin bergairah dan mempercepat enjotan ku.. “Sabar Din… kita keluarin sama-sama…kha juga udah mau keluar nhi.. sabar yah..” mendengar itu Dinda pun berusaha untuk menahan nya… Akupun langsung mengenjotnya dengan cepat. “Din kakak udah mau keluar ni.. Din gimana..?” “Dinda juga udah mau keluar…” “crott… crottt… crottt… crottt…” kamipun orgasme bersamaan,tapi aku menumpahkannya di atas perut Dinda..

     

    Kemudian aku memeluk Dinda sambil mencium keningnya. “Din aku sayang sama kamu” “Aku juga sayang sama kakak. sebenarnya aku sudah meyukai kakak waktu Dinda kelas 1 SMP..” kami jadian pada saat itu. Setelah itu kami membersihkan diri kami masing-masing.. Tak berapa lama kakaknya Dinda datang. Tapi kami berdua hanya diam-diam saja seperti tidak terjadi apapun. Karena berhubung orang tua Revin nga ada,Revin meminta aku untuk menemaninya tidur dengan nya malam ini..
    Tanpa banyak basa basi aku langsung menerimanya.. Kulihat wajah Dinda juga senang. Pada malam harinya waktu Revin tidur aku menggunakan kesempatan dalam kesempitan.. Kami berdua pun melakukan kejadian yang serupa waktu sore tadi.

  • cerita dewasa pegawai bank yang sexy dan cantik

    cerita dewasa pegawai bank yang sexy dan cantik


    5538 views

    Sinta, seorang wanita muda berusia 25 tahun, dengan langkah gontai menembus kerumunan para peserta jalan sehat yang masih terus mondar-mandir kesana kemari dengan ramai menunggu hasil pengumuman door prize undian. Sejak tadi malam, kondisi badan Sinta memang sedang kurang fit, namun karena ia telah berjanji dengan temannya untuk mengikuti acara ini, ia pun memaksakan diri untuk mengikuti acara ini. Berbeda dengan hari kemarin yang terus menerus dirundung hujan, Kota Jakarta hari ini benar-benar terbasuh dengan terik mentari yang begitu dahsyat. Akibat perubahan cuaca yang begitu ekstrim ini, dapat dipastikan kondisi tubuh Sinta kian bertambah parah. Untuk mengistirahatkan diri, ia pun terduduk sejenak di pinggiran trotoar di sekitar lapangan tempat berkumpulnya peserta jalan sehat. Tas punggung yang hanya berisi barang seadanya itu, ia sampirkan di sampingnya.

    Sinta adalah seorang supervisor call center bank swasta terkemuka di indonesia. Ia adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Hari ini ia memakai setelan kaus dan celana training berwarna ungu yang memanjang hingga ke mata kakinya yang terbungkus kaus kaki berwarna krem yang agak transparan. Selain itu ia juga menali rambutnya gaya ekor kuda , sehingga tampak lehernya yang putih dan jenjang. Wajahnya bulat dihiasi dengan poni rambut, kulitnya kuning langsat, bola matanya hitam tajam. Tampak begitu manis walaupun dengan mimik yang lesu seperti itu. Hidungnya yang sedikit mancung nampak begitu mempesona. Sesaat ia mengeluarkan lidahnya dan menjilati bibir bawahnya, ia tampak kehausan.

    Tanpa ia sadari, seorang lelaki bertubuh gempal telah mengawasinya sejak awal acara jalan sehat. Lenggak-lenggok tubuh Sinta di balik baju sportinya telah mampu membuat darah muda lelaki berusia 20 tahunan itu menggelegak. Tejo namanya, Ia hanya cleaning service di gedung tempat Sinta bekerja. Jabatannya hanya sebagai pegawai biasa yg kerjanya bersih-bersih kantor, ia ikut gerak jalan ini karena ajakan rekan kerjanya yang lain dan ia mendengar Sinta ikut serta. Selama ini Tejo memendam rasa tertarik pada Sinta tapi segan karena perbedaan status yang mencolok. Namun kali ini, kemolekan body pegawai bank yang memang aduhai ini, ditambah dengan wajahnya yang mempesona, membuat rasa haus dan lapar Tejo hilang seketika. Berkali-kali ia meneguk liurnya sendiri memandang Sinta dari belakang. Perlahan ia mendekati Sinta dan menyapanya, “Kenapa Mbak, tampangnya pucat begitu? Mau diambilkan air?“

    “Eemmm, tak usah Mas. Nanti biar saya cari minum sendiri“ jawab Sinta sekenanya.

    “Nggak apa-apa Mbak, sebentar ya” Secepat kilat Tejo si pria muda itu telah kembali dari tempat pembagian air minum. Ia membawa dua botol Aqua sekaligus, satu untuk dirinya dan satu untuk Sinta, yang telah menggoda imannya.

    “Terima kasih banyak ya Mas” Tanpa persetujuan Sinta terlebih dahulu, Tejo langsung duduk tepat di samping pegawai bank cantik tersebut. Sinta pun menjadi sedikit risih dibuatnya. Ia sedikit menggeser pantatnya ke arah berlawanan. Karena merasa tidak enak sudah diambilkan minum, ia pun membiarkan lelaki itu duduk bersebelahan dengannya walaupun tetap dengan menjaga jarak. Karena ia telah demikian haus, ia pun menenggak air minum itu hingga setengah botol. Entah mengapa mendadak kepala Sinta menjadi pusing. Matanya berkunang-kunang, pandangannya kabur dan tenaganya melemah.

    Terdengar cekikikan dari mulut Tejo. Ternyata pria muda itu telah mencampurkan sesuatu di minuman Sinta sebelum ia menyantapnya. Dengan santainya ia mengalungkan tangannya ke leher Sinta dan menarik tubuh molek si pegawai bank yang cantik itu ke dalam pelukannya. Orang-orang masih sibuk lalu-lalang mengikuti menunggu pengumuman door prize undian. Walaupun ada orang melihat Tejo yang memeluk Sinta, mereka hanya menyangka kalau mereka adalah sepasang kekasih, karena umur keduanya tidak terpaut begitu jauh, selain itu karena akting Tejo yang meyakinkan. Apalagi wajah Sinta yang demikian lemah membuat para peserta lain tak berani mengganggu pasangan itu.

    Sinta merasa geli merasakan usapan-usapan tangan kasar Tejo di pipinya. Ia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Tubuhnya terasa lemah dan kaku. Ia merasa bingung akan apa yang terjadi padanya. Setelah minum air mineral tadi, kesadarannya terasa tertahan. Ia tidak bebas menggerakkan anggota badannya padahal ia masih dapat melihat dan merasakan segala sesuatu di sekelilingnya. Keringat semakin deras membasahi wajah dan kaus yang dikenakannya. Hampir-hampir pegawai bank nan molek itu basah kuyup oleh keringatnya sendiri.

    Melihat hewan buruannya telah begitu jinak di pelukannya, Tejo malah makin bernafsu. Kemaluan yang sudah beberapa bulan tidak dipakai itu kini berontak dengan dahsyat dari balik celana panjangnya. Bau keringat Sinta yang semakin menyengat membuat gelegak birahi Tejo makin meletup-letup. Ia membayangkan dirinya menyetubuhi pegawai bank cantik dan menawan itu dengan liar hingga Sinta bergetar hebat dibuatnya. Ia dekap tubuh indah itu lebih erat dan diciuminya bau keringat Pegawai bank yang merangsang itu. Ditempelkannya hidungnya di pipi Sinta dan sesekali Tejo mengeluarkan lidahnya dan menjilati wajah Sinta. Sinta pun hanya bisa meringis dan menikmati perlakuan Tejo pada dirinya.

    “Akkhhh …” terdengar sedikit lenguhan Sinta begitu pelan namun telah cukup membuat denyut nadi Tejo berdenyut-denyut. Pegawai bank yang kini makin basah bermandikan keringat itu, campuran dari keringat bekas mengikuti acara jalan sehat dan keringat dingin akibat dijamah oleh Tejo, itu terlihat begitu gelisah. Tubuhnya yang basah menjadi makin menggiurkan bagi pria muda yang tengah meraba-raba tubuhnya. Kegiatan mereka makin mendapat perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Tejo sedikit khawatir dengan hal itu, ia pun memikirkan jalan agar bisa menikmati tubuh Sinta dengan lebih leluasa.

    Tejo pun memutuskan untuk membawa Sinta ke sebuah tempat sepi, mumpung pegawai bank nan menawan itu masih dalam pengaruh bayang-bayang campuran obat bius dan obat perangsang yang tadi diberikannya. Dengan cepat ia melepas pelukannya pada Sinta dan bergegas mengambil motor bebeknya yang diparkir tak jauh dari situ. Ia pun membimbing Sinta untuk berdiri dari trotoar dan mengajaknya untuk naik motor bersamanya. Dengan lembut Tejo membisikkan sesuatu di telinga Sinta, “Sayang, bila kau ingin merasakan kenikmatan yang jauh lebih indah dari ini, ikutilah kata-kataku. Sekarang naiklah ke motor ini dengan membonceng padaku”

    Layaknya seorang kerbau yang dicocok hidungnya, Sinta pun menuruti semua yang diperintahkan Tejo. Ia merasakan adanya dorongan yang begitu dalam dari dirinya untuk merasakan kembali sentuhan dan belaian seorang Tejo. Ia merasakannya seperti gairah. Mungkin ini adalah efek dari obat perangsang yang diberikan oleh Tejo tadi. Sinta yang tadinya merupakan seorang pegawai bank yang anggun, menawan, cantik, dan santun kini telah tergila-gila dengan perbuatan cabul Tejo. Setelah Tejo naik motor pun, Sinta dengan pasrah menurutinya dan duduk menyamping sambil memeluk pinggang Tejo dengan erat.

    Merasakan hal tersebut, Tejo begitu girang. Selama perjalanan ia hanya memakai tangan kanan untuk menarik gas dan mengerem, sementara tangan kirinya terus mengelus-elus tangan perawan nan cantik yang melingkari pinggangnya. Sinta telah begitu jauh terperosok ke dalam jebakan yang dibuat Tejo. Mereka berdua begitu dilanda birahi yang menggebu-gebu di atas motor tua itu. Mereka sudah sama-sama tidak sadar untuk melampiaskan nafsunya masing-masing. Tanpa sadar tangan Sinta pun dengan lembut mengelus-elus bagian perut Tejo membuat pria muda itu belingsatan dibuatnya. Untung rumah kontrakan Tejo tidak begitu jauh sehingga 10 menit kemudian mereka telah sampai.

    Begitu sampai di dalam rumah, Tejo langsung menyiapkan segalanya. Pintu rumah ia kunci, motor ia masukkan, dan Sinta ia baringkan di atas kasur rumah kontrakannya. Kini hidangan lezat telah menantinya di atas ranjang itu dengan gairah yang menggelora.

    Tejo pun langsung membuka kaus dan celana panjangnya. Tinggal celana dalam saja yang tersisa ia pakai. Ia terlihat begitu sangat bernafsu dengan wanita yang tengah tergolek lemas di hadapannya. Ia pun merangkak di atas wanita itu dan membelai wajah Sinta yang cantik itu. “Siapa namamu manis?”

    “Sinta, Mas” jawab Sinta sambil menggigit bibir bawahnya. Ia juga tampak telah begitu tegang dengan Tejo yang telah menanggalkan busananya. Ia sadar semua ini sudah tidak bisa ditolak lagi. Pergolakan batin terus berlomba di dalam hatinya. Ia begitu bingung untuk memilih lari, karena raganya mengatakan sebaliknya. Baru kali ini ia diperlakukan seperti ini, dan baru kali ini seorang pria menanggalkan busana di hadapannya dan mendekatinya hingga begitu dekat di atas ranjang.

    “Nama yang bagus, Sayang. ”

    “Terima Kasih, Mas” Tejo pun menurunkan jari-jemarinya ke bawah menuju bagian buah dada Sinta yang menggunung. Besarnya ia taksir sekitar ukuran 36C. Sinta memang mempunyai ukuran payudara yang lebih besar dari teman-teman sesama pegawai bank. Bisa dibilang ialah pegawai bank terseksi di antara rekan kerjanya. Sebenarnya itu bukan masalah di kalangan rekan kerjanya, tapi setelah bertemu orang seperti Tejo yang begitu menggilai payudara besar, Sinta sadar bahwa itu adalah bahaya besar.

    Perlahan Tejo meremas-remas payudara yang masih tertutup kaus Sinta itu dengan nafsu yang begitu menggebu. Ia merasakan puting di payudara Sinta yang sebelah kanan, puting itu telah begitu tegang sehingga nampak menonjol dari balik kausnya. “Kamu udah horny yah say?”

    Sinta hanya diam saja diperlakukan seperti itu, ia tak mampu menyangkal bahwa ia telah takluk dalam dekapan pria muda yang lebih layak menjadi adiknya itu. Ia pun tetap diam ketika tangan Tejo mampir ke ujung celama panjangnya dan menariknya perlahan ke atas. Tangan yang kasar itu pun dengan lancangnya menjamah betis dan paha mulus Sinta yang belum pernah dilihat sekalipun oleh lelaki lain. Tangan itu bergerak naik turun sehingga membuat Sinta akhirnya mengeluarkan desahan yang begitu menggairahkan, “Aaaahhhh … “

    Tejo begitu senang mendengarnya. kemaluannya pun semakin keras dan tegang. Ia makin berani mengerjai pegawai bank nan cantik itu dengan menurunkan celana dalam Sinta ke bawah. Ia pun kini mengelus-elus lembut kemaluan yang sudah tidak tertutup apa-apa lagi itu dari balik celana panjang yang masih terpasang. Tejo memang belum berniat melepas pakaian Sinta, ia makin terangsang dengan mengerjai Sinta dalam keadaan masih lengkap berpakaian sporty.

    Tejo pun mendekati wajah sang pegawai bank nan anggun tersebut. Bibir mereka telah begitu dekat. Sinta pun dapat merasakan bau badan Tejo yang begitu tak sedap, tapi entah kenapa Sinta pun ikut mendekatkan bibirnya yang indah itu ke bibir pria yang sama sekali tidak dikenalnya itu. Tejo membelai mesra rambut Sinta dan memagut bibir sang pegawai bank dengan lembut dan penuh nafsu serta gairah. Pria muda itu pun semakin berani dengan mengeluarkan lidahnya agar dijilat oleh Sinta. Sinta pun tanpa malu menyambutnya dengan gairah yang tidak kalah besarnya. Persetubuhan serasa tinggal menunggu waktu bagi mereka berdua.

    Sambil memagut bibir indah nan seksi itu, tak lupa Tejo pun meremas-remas payudara Sinta dari kausnya. Bergantian dari kanan ke kiri dan sesekali memelintir putingnya. Sinta pun merasakan sensasi yang begitu menakjubkan.

    Serasa tak ada waktu lagi, dengan buasnya Tejo melumat bibir suci nan menawan milik seorang pegawai bank ternama itu. Sinta, sang pegawai bank rupawan, kini sedang berpacu dengan gairah dan birahinya sendiri. Campuran dari obat perangsang yang diminumkan saat menunggu pengumuman door prize undian tadi dan jamahan yang terus dilakukan Tejo membuat jantungnya berdenyut begitu cepat. Ia seperti lupa rasa bencinya pada laki-laki sudah ia rasakan sejak lama. Padahal dalam setiap kesempatan, ia selalu menghindari hubungan cinta dengan laki-laki karena trauma pernah dikhianati mantan tunangannya yang sangat ia cintai. Tapi kini Sinta tampak malah meminta tubuhnya sendiri untuk dijamah oleh lelaki bejat seperti Tejo yang sedari tadi telah menanggalkan pakaiannya.

    Sinta meletakkan tangannya di punggung Tejo. Dielus-elusnya punggung pria muda yang telah mengundang birahi jalangnya untuk keluar itu. Tejo pun makin panas merasakan elusan sang pegawai bank idaman itu di bagian tubuhnya yang cukup sensitive. Namun ia tak mau kehilangan tempo, ia akan berusaha memancing gairah Sinta agar ia bertingkah lebih binal lagi. Ia ingin Sinta tak hanya menyerahkan keperawanannya namun juga bisa merasakan puncak kenikmatan dunia darinya, siapa tahu nanti Sinta menjadi ketagihan dan mau menjadi pemuas nafsu seksual dirinya yang sewaktu-waktu bisa meledak. Apalagi ia sudah jarang menikmati tubuh bibinya karena ngak enak mengkhianati kepercayaan pamannya dan bibinya terlalu banyak selingkuhan jadi memeknya ngak seret lagi.

    Sehingga selepas SMU ia memilih tinggal sendiri dan berkerja sebagai cleaning service sambil kuliah di dekat tempatnya bekerja. Sesekali memang ia masih berkunjung ke rumah pamannya untuk mendapat uang saku tapi ia selalu berusaha menghindari ajakan bibinya untuk selingkuh. Memang sesekali ia masih meladeni godaan bibinya tapi jauh menurun drastis daripada saat ia masih menumpang di rumahnya pamannya. Kadang-kadang Tejo dan rekan kerjanya juga main dengan kenalan mereka yang bisa dipakai tapi jarang yang bisa memuaskan Tejo.

    “Sebentar ya Mbak,” Tejo dengan nekat memasukkan tangannya yang hitam legam ke kaus ungu Sinta. Tangan Tejo pun langsung bergerilya di daerah itu. Payudara Sinta yang besar dan sensitive itu diremasnya dari balik kausnya. Sinta pun mendesah ringan sebelum kausnya disingkap hingga diatas dada dan tubuhnya resmi dimasuki oleh tangan nakal Tejo.

    “Mass, ohhh, geli mas” begitulah erangan Sinta ketika Tejo mulai intens meremas-remas payudara pegawai bank muda yang begitu ranum itu. Segaris senyum menempel di bibir mesum Tejo ketika Sinta menekan kepalanya begitu kencang ke arah payudaranya sendiri. “Ufhhh, ampunn Mas …. !”

    Tanpa pikir panjang lagi, Tejo langsung memasukkan kepalanya ke balik kaus ungu Sinta. Disingkapnya pakaian terusan Sinta, kemudian dengan perlahan ia mengeluarkan payudara Sinta yang telah begitu membuncah dari bra krem yang masih menempel di tubuhnya. “Mbak, toketnya ca’em banget … warnanya pink, lagi tegang gitu, ukurannya berapa sih?” Ledek Tejo sambil terus meremas-remas dan memainkan putting payudara Sinta.

    Ucapan kotor Tejo semakin membangkitkan birahinya. Satu persatu pertahanan keimanannya telah runtuh. Mimik wajahnya yang biasanya penuh keanggunan kini perlahan berubah menjadi begitu erotis dan merangsang. “Iya mas, ukurannya 36C … ohhh, enak mas diremes gitu”

    “Ohh, Mbak cantik suka yah? Kenapa gak bilang tadi waktu di monas, kan bisa sekalian mas entot di sana?” Jawab Tejo makin berani.

    “Apa mas? Entot ?? ahh …” Sinta lemas begitu Tejo mengucapkan kata-kata kotor itu. Ia sadar kalau dirinya sudah di ambang birahi, dan Tejo pun sudah tidak tahan untuk melepaskan gairahnya. Ia pun memperbaiki posisi berbaringnya agar Tejo bisa lebih mudah menyetubuhi dirinya. Ia telah benar-benar kehilangan akal sehatnya.

    Merasakan geliat tubuh indah yang ada dalam dekapannya, Tejo pun ikut bergeser hingga wajahnya tepat berada di atas payudara Sinta. “Liat deh Mbak, toketnya dah penuh neh, Mas kurangin sedikit yah susunya …” Ujar Tejo sambil menyibak sedikit kaus Sinta hingga ia bisa melihat payudaranya sendiri.

    “Ahh Mas …” Sinta pun mendesah ketika bibir Tejo mulai menyentuh putting payudaranya. Seketika selembar lidah nan panas dan kasar menjulur keluar dan menggerayangi payudara Sinta yang begitu mulus, belum terjamah seorang pria pun. Sinta pun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya menahan desakan birahi yang begitu menggebu. Erangannya sudah tak bisa dibendung, matanya memejam menunggu ledakan gairah dari dalam tubuh seksinya.

    Tejo melakukannya dengan begitu perlahan-lahan. Ia ingin ini menjadi sesuatu yang tak akan ia lupakan seumur hidup. Kapan lagi kan, bisa menyetubuhi seorang pegawai bank cantik seperti Sinta ini. Dengan ganasnya Tejo mengulum putting payudara Sinta mulai dari yang sebelah kiri, kemudian berlanjut ke payudara sebelah kanan.

    “Ahhh, Mas. Geli banget …”

    “Mbak suka kan, kalo suka Mas kulum terus yah.” Tejo sudah tidak segan-segan lagi mengatakan kata-kata cabul di hadapan Sinta. Dan respon Sinta pun bukannya berusaha memberontak, tapi malah seakan membuka pintu lebar-lebar bagi Tejo untuk merobek keperawanannya di sebuah rumah yang terkesan sedikit kumuh itu.

    “Iya, Mas. Suka.” Mendengar kata-kata itu, Tejo pun menganggapnya sebagai sebuah izin untuk melakukan hal yang lebih jauh. Ia pun melepaskan kulumannya di payudara Sinta sang pegawai bank manis, dan kemudian diikuti lenguhan panjang Sinta yang menandakan kekecewaannya akan perlakuan Tejo itu. Dengan langkah cepat, Tejo langsung turun ke bagian bawah tubuh Sinta dan kemudian menarik perlahan celana panjang Sinta.

    Ternyata Sinta masih memakai celana dalam, celana dalam itu berwarna biru muda dan terbuat dari bahan yang tipis. “Mas buka ya Mbak, celana dalamnya.” Sinta yang telah dilanda birahi yang benar-benar menggelegak itu pun hanya mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya.

    Dengan sekali tarik, celana dalam itu pun terlepas dari tempatnya. Selain karena bahannya yang tipis dan kekuatan Tejo, Sinta pun ikut memberikan sedikit bantuan dengan mangangkat bokongnya untuk memudahkan Tejo. Ia seperti telah pasrah, bahkan malah benar-benar menginginkan untuk disetubuhi untuk pertama kalinya oleh Tejo.

    Dalam sekejap, betis dan paha mulus Sinta pun terpampang dengan jelas di hadapan Tejo. Bagian bawah tubuh indah pegawai bank itu benar-benar putih terawat. Mungkin karena tak pernah terkena sinar matahari langsung atau memang Sinta sengaja merawat bagian bawah tubuhnya tersebut. Selama ini para kekasih lesbinya selalu kagum dengan keindahannya, tapi kini seorang pria muda sedang memandanginya tanpa sehelai pun pembatas.

    Tejo semakin merasa takjub melihat Sinta dalam keadaan telanjang bagian bawah badannya. Sungguh, laki-laki ini tidak pernah menyangka kalau sore ini akan melihat kemulusan badan Sinta yang selama ini ia perhatikan dari jauh. Pertama kali Tejo melihat Sinta, pria ini memang sudah tergetar dengan kecantikan wanita berkulit putih ini walaupun sebenarnya Tejo juga punya beberapa kenalan wanita, tapi tidak apa-apanya apabila dibandingkan Sinta.

    “Mbak, pahanya mulus banget sih, Mas elus-elus yah?” Sebuab pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban. Tejo langsung mulai menjamah bagian terlarang dari seorang pegawai bank yang cantik seperti Sinta.

    Namun Sinta sendiri pun tidak melakukan perlawanan dan malah menyodorkan paha dan betis indahnya untuk dinikmati sang penjantan muda itu. “Iya Mas. Sinta selalu perawatan di salon. Ahhh, Mas, Udah yah, Sinta malu”

    Sebuah penolakan yang tampaknya tak berarti mengingat Sinta tak berusaha sedikitpun untuk menutupi bagian terlarang yang sudah terbuka lebar dan siap untuk dinikmati. Tejo langsung meraba-raba paha putih itu dan menjilat-jilat betis Sinta yang mulus. “Hmm, Mbak Sinta bener-bener kayak bidadari yah. Orangnya cantik, tubuhnya indah banget pula”

    “Ahh, ahhh, Mas … “ Desahan Sinta pun akhirnya keluar begitu saja tanpa mampu ia bendung.

    “Ada apa Mbak? Udah gak tahan yah …” Tejo pun tak mau berbasa-basi lagi, ia pun langsung mengangkangi bagian pinggul pegawai bank yang manis tersebut. Dengan bersemangat, ia pun menggesek-gesekkan kontolnya di memek Sinta, yang tampaknya sudah basah oleh lendir gairah itu.

    “Akhhh, geli banget Mas,” Sinta pun merasakan sensasi yang benar-benar baru dan luar biasa. Dalam kehidupan cintanya, ia tidak pernah berhubungan cinta dengan lawan jenis, apalagi menyentuh kemaluan lawan jenisnya. Namun kini, seorang pria muda tengah mengangkanginya, sambil menggesek-gesekkan kontolnya ke memek Sinta, membuaat Sinta benar-benar hilang akal. Ia pun hanya bisa pasrah ketika Tejo melepas kausnya, hingga payudaranya yang besar dan indah itu pun telah terpampang dan siap untuk dinikmati.

    Tejo pun terkesiap dengan apa yang ada di hadapannya. Sinta, seorang pegawai bank cantik dan jelita yang berstatus sebagai supervisor, kini sedang mengerang dan mendesah dengan banal di hadapannya. Dilihatnya kemaluan sang pegawai bank yang tanpa bulu sehingga dapat terlihat dengan jelas olehnya di mana letak klitoris dan lubang kelamin suci sang wanita. Memek Sinta ternyata telah berdenyut-denyut kencang tanpa bisa dikontrol si empunya, tanda bahwa empunya sedang mengalami gejolak birahi yang luar biasa.

    Tanpa memikirkan apa-apa lagi, Tejo langsung mendorong penisnya ke dalam memek suci Sinta . Diperlakukan seperti itu, Sinta tambah bergairah dan sedikit berteriak, “Ahhhhh, Massss ….” Tangannya menggenggam ujung seprei tempatnya berbaring sekarang, tempatnya dikerjain oleh seorang pria seperti Tejo yang sedang mengangkangi keperawanannya.

    “Mbak, toketnya nganggur tuhh, Mas remes-remes yahh …”

    “Ohhh, ohhh, tolong Mas, jangan lanjutkan ini … kasihani saya” Tampaknya Sinta telah berangsur-angsur sadar dari efek obat perangsang yang telah diminumnya. Namun sayangnya itu semua telah terlambat, dan keperawanannya telah di ujung penis Tejo.

    “Tanggung, Mbak, dikit lagi masuk neh. Sekali Mbak ngerasain kontol Tejo, pasti minta nambah deh nanti,” Tejo cekikikan ketika merasakan selaput dara pegawai bank itu telah berada tepat di depan kontolnya. Dengan menambah kekuatan remasan pada payudara Sinta, sehingga membuat Sinta sedikit menggelinjang, Tejo pun memusatkan konsentrasinya pada memek Sinta dan … “Akhhhhh, memek Mbak Sinta memang mantap …. Akhhhhh”

    “Akhhhhh, Masss …” Merasakan selaput daranya telah jebol, Sinta pun belingsatan. Rangsangan yang diberikan Tejo kepadanya begitu hebat. Bukannya berontak, Sinta memilih untuk melanjutkan persetubuhan ini sampai akhir, ia merasakan semuanya sudah terlanjur baginya. Selain itu ia tidak mengira kalau persetubuhan dengan lelaki ternyata sangat nikmat sekali.

    Tejo merupakan lelaki yang berpengalaman dalam masalah seks. Ketika merasakan aliran darah merembes di sela-sela kontolnya dan dinding vagina Sinta, Tejo pun sedikit menarik kontolnya keluar dari sarang yang hangat itu. Sinta pun terkesiap dan berusaha memasukkan kembali burung nakal Tejo kembali ke dalam tubuh seksinya. Mimik wajah Sinta telah berubah menjadi begitu binal dan jalang. Namun rambut yang dikuncir ekor kuda serta poni rambutnya nampak rapi tetap menghiasi paras manis dan cantik khas pegawai bank ini. Tejo benar-benar tak tahan akan mangsanya kali ini. Ia pun kehilangan control dan langsung menyambar bibir Sinta dengan bibirnya.

    Sekitar 15 menit lamanya Tejo menyetubuhi Sinta dengan posisi konvensional. Dengan buas ia melumat bibir dan lidah Sinta. Sinta pun tak kalah liar membalas kuluman bibir pria muda itu. Sementara itu, kontol Tejo terus mengocok vagina Sinta tanpa henti. Sinta pun membantu sang pejantan dengan mengangkat pinggulnya yang gemulai itu menjemput kontol Tejo yang berukuran dua kali ukuran normal ini. Dua insan berbeda jenis kelamin dan status social itu tampak menikmati persetubuhan terlarang itu. Sinta dengan tanpa malu mendesah-desah kenikmatan ditindih mesra oleh Tejo yang kekar dan gempal itu.

    “Ahhh, Ahhh, Ahhh, Mass, enakk Mas, enakk, Ohhh, Ohhh …”

    “Enakk ya Mbak, Ahhh, Ahhh, memek Mbak Sinta legit banget, Akhh, Tejo mau keluar Mbak …”

    “Ahh, iya Mas, kontolnya enakk Mas … Apanya yang mau keluar mas?”

    “Spermaaa Mbak, Pejuu Tejo …”

    Tiba-tiba Sinta bagai tersambar petir. Ia sadar betul bila sperma Tejo sampai masuk ke dalam rahimnya, maka besar kemungkinan ia akan hamil dan mengandung anak Tejo. Ketika terpikir hal itu, Sinta pun hendak berontak, Tapi saat itu juga ia mengalami orgasme. Cukup lama sekali Sinta menahan nafsunya karena sibut dikejar target menggaet nasabah untuk program asuransi. Kini tiba-tiba ada penis yang memasuki memeknya, apalagi memang dia dalam keadaan birahi tinggi, akibat pengaruh obat perangsang serta pemainan Tejo yang sudah cukup berpengalaman, dan sudah hampir klimaksnya, maka ketika Tejo menghujamkan penisnya dalam-dalam, maka Sinta mencapai orgasme yang begitu hebat yang belum pernah dirasakannya sebelumnya.

    Tejo merasa dirinya di surga ketujuh. Kini kontolnya sudah ambles masuk ke memek sinta. Dirasakannya liang senggama Sinta menjadi begitu sempit meremas batang kontolnya. Dinding liang senggama Sinta basah oleh cairan kewanitaan dan terasa seperti pipa lembut yang menjepit keras kontolnya. Apalagi sekarang Sinta sedang orgasme.

    Tejo dapat merasakan pinggul Sinta yang sedikit bergetar seperti menggigil, sementara dinding lubang kencing Sinta berdenyut-denyut meremas kontolnya seakan ingin menyedot habis isi kontolnya. Tejo terus mengaduk lubang memek Sinta dengan lembut dan membuat Sinta makin terbuai. Lalu, dengan geraman panjang, ia menusukkan kontolnya sejauh mungkin ke dalam kemaluan pegawi bank yang seksi ini.

    “Ohhh …mmhhh …enghhh”desah Sinta ketika sekali cairan kemaluannya menyembur menyiram penis Tejo yang sedang mengaduk aduk kemaluannya.

    Sinta yang masih dibuai gelombang kenikmatan, kembali merasakan sensasi aneh saat bagian dalam lubang memeknya gantian disembur cairan hangat mani dari penis Tejo yang terasa banyak membanjiri lubang lubang memeknya. Sinta kembali merintih, saat perlahan Tejo menarik keluar kontolnya yang lunglai.

    Sementara hujan diluar turun dengan deras disertai dengan Guntur. Rupanya Tejo belum puas setelah menyebadani badan montok wanita yang selama ini diperhatikan dari jauh tersebut. Sesaat kemudian Tejo meremas remas buah dada Sinta yang menegang seperti dua buah gunung kembar.

    “mas sudah mas… aku lelah banget” pinta Sinta sambil menoleh ke Tejo
    “satu ronde lagi aja mbak… tanggung nih..” kata Tejo sambil meremas buah dada pegawai bank tersebut. Lidah Tejo kini menyapu leher Sinta. Sinta menggelinjang karena perasaan geli bercampur nikmat, apalagi jilatan lidah Tejo itu terkadang disertai cupangan-cupangan yang membuat lututnya lemas. Kedua tangannya tetap meremas rambut Tejo. Lidah Tejo kini menyusuri dadanya. Tejo menjilat belahan dada Sinta yang seperti lembah kecil sambil sesekali mencupang daerah itu juga. Kemudian tanpa membuang waktu Tejo kemudian melucuti BH masih yang dipakai Sinta dan dengan rakus melahap payudara kanan Sinta sambil tangan kanannya meremas payudara Sinta yang sebelah kiri. Sinta makin menanjak birahinya ketika dirasakannya lidah Tejo memutar-mutar di puting payudaranya dan diselingi dengan hisapan mulut. Terkadang mulut Tejo menyedot pinggir payudara Sinta, bagian bawah payudara Sinta, bagian atasnya, pokoknya setiap jengkal dada kanannya dijelajahi oleh lidah dan mulut Tejo sehingga kini di sana-sini terlihat bekas cupangan. Nasib yang sama juga dialami oleh payudara kirinya. Tejo menyerang payudara kirinya dengan buas dan terkadang terlihat seakan Tejo sedang makan buah atau makanan nikmat karena mata Tejo itu merem melek.

    Puas dengan payudara Sinta kini perhatiannya pindah ke selangkangan, Matanya melotot buas ketika memperhatikan lubang memek Sinta yang tampak membukit. Gundukan di tengah selangkangan yang tampak menonjol membuat penis Tejo terasa kian keras menegang oleh birahi dan Tejo tak tahan mengulurkan tangannya meremas-remas bukit kemaluan yang montok milik Sinta. Sinta tersentak ketika tangan Tejo meremas-remas bagian selangkangannya yang masih berlepotan mani Tejo, darah perawan dan cairan kewanitaannya, namun pengaruh obat perangsang sex yang diminumnya membuat Sinta ini hanya bisa mendesah.

    Badan Sinta ini hanya menggeliat-geliat saat selangkangannya diremas remas oleh tangan Tejo tanpa jemu. Mulutnya mendesah-desah dengan ekspresi yang membuat libido Tejo kembali semakin terangsang. Tejo terkekeh melihat gelinjangan pegawai bank muda yang cantik ini saat bagian selangkangannya diremas-remas. Puas meremas-remas tonjolan bukit kemaluan sinta tersebut, mata Tejo kembali memandang Sinta yang terlentang di atas kasur ini dari ujung kepalanya yang masih tampak manis dengan rambut poni yang masih tertata rapi dan rambut yang dikuncir ekor kuda.

    Sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan dan muncul sebuah sensasi sendiri saat Tejo berhasil melihat bagaimana kemaluan wanita cantik seperti Sinta. Tangan dan penis Tejo memang telah merasakan kekenyalan bukit kemaluan Sinta, saat meremas-remas dan kemudian memasukinya sebelumnya. Tetapi ketika melihat bentuknya pada saat terlentang dalam keadaan telanjang ternyata sangat merangsang birahi. Tejo memperhatikan muka Sinta yang terlentang di depannya, muka ayu itu terlihat semakin ayu menggemaskan.

    Muka Sinta tersebut memperlihatkan ekspresi wanita yang tengah terlanda birahi. Tejo menyeringai sejenak sebelum kemudian kembali membenamkan mukanya di tengah selangkangan Sinta yang terasa hangat. Hidungnya mencium bau kewanitaan Sinta yang segar dan wangi, jauh sekali perbedaannya dibanding bau kewanitaan kenalan Tejo. Tejo semakin mendekatkan mukanya ke arah bukit kemaluan Sinta, bahkan hidungnya telah menyentuh kelentit pada kemaluan Sinta. Dengan nafas yang terengah-engah menahan birahi, lidahnya terjulur menjilati kelentit yang menonjol di antara bibir kemaluan Sinta. Saat lidahnya mulai menyapu kelentit Sinta, tiba-tiba pinggul Sinta ini menggelinjang dibarengi desahan pegawai bank yang cantik ini.

    “Ahh…ahhhhh..ahhh”desah Sinta yang membuat libido Tejo semakin menggelegak.
    Tejo semakin bernafsu menjilati dan menciumi bukit kemaluan Sinta yang semakin becek oleh cairan kemaluannya. Setiap kali lidahnya menyapu permukaan kemaluan Sinta atau bibir Tejo menciumnya dengan penuh nafsu, wanita berkulit putih ini menggelinjang dan mendesah- desah penuh birahi. Lidah dan bibir Tejo seakan berebut merambah sekujur permukaan bukit kemaluan Sinta .
    “Ouhhhh….Mbak Sinta……”desis Tejo melihat lagi gundukan bukit kemaluan Sinta yang makin basah akibat aksi Tejo.

    Bibir kemaluan Sinta terlihat merekah kemerahan dengan kelentit menonjol kemerahan semakin menawan dengan putihnya bukit kemaluan pegawai bank tersebut. Tejo melihat kemaluan Sinta sudah basah oleh persetubuhan sebelumnya, bahkan ketika Tejo menguakkan bibir kemaluan pegawai bank ini cairan kenikmatannya yang bercampur dengan darah keperawanan dan sperma Tejo jatuh menetes membasahi kasur. Tejo menjadi sangat terangsang melihat hal ini. Dengan birahi yang kian menggelegak lidah Tejo menyapu kemaluan telanjang di antara paha wanita cantik ini. Tejo merasa paha Sinta bergetar lembut ketika lidahnya mulai menjalar mendekati selangkangan pegawai bank lebar ini. Sinta menggeliat kegelian ketika akhirnya lidah Tejo sampai di pinggir bibir kemaluannya yang telah terasa menebal. Ujung lidah Tejo menelusuri lepitan-lepitan di situ, menambah becek kemaluan yang memang telah basah itu.

    Terengah-engah Sinta mencengkeram kasur menahan nikmat yang tiada tara. Sinta menggelinjang hebat ketika lidah dan bibir Tejo menyusuri sekujur kemaluan ibu muda ini. Mulut pegawai bank ini mendesah-desah dan merintih-rintih saat bibir kemaluannya di kuak lebar-lebar dan lidah Tejo terjulur masuk menjilati bagian dalam kemaluannya. Bahkan ketika lidah Tejo menyapu kelentit Sinta yang telah mengeras itu, kemudian di teruskan dengan menghisapnya dengan lembut Sinta merintih hebat. Badannya mengejang sampai punggungya melengkung bagaikan busur panah membuat dadanya yang montok membusung.

    11

    “Ahhhhh….ahhhhhh….ahhhhh”rintih Sinta dengan jalangnya disertai badan yang menggelinjang.
    Kembali cairan kenikmatan membasahi kemaluan pegawai bank ini, hal ini lidah dan bibir Tejo makin liar menjilati di daerah paling pribadi milik Sinta yang kini sudah membengkak kemerahan. Gundukan kemaluan yang putih kemerah- merahan itu menjadi berkilat-kilat basah dan bulu-bulu kemaluan pegawai bank ini pun menjadi basuh kuyup oleh jilatan Tejo. Lidah Tejo menyusuri belahan kemaluan yang telah membengkak lantas ke sekujur permukaan kemaluan yang membukit montok hingga ke sela-sela kedua pahanya, kemudian menyusuri ke bawah hingga ke belahan pantat yang tampak montok.

    Tejo menjadi semakin gemas melihat belahan pantat Sinta yang terlihat sebagian, sehingga dengan bernafsu Tejo membalikkan badan pegawai bank yang terlentang menjadi tengkurap. Mata Tejo melotot liar melihat pemandangan indah setelah pegawai bank lebar tersebut tengkurap. Pantat pegawai bank yang montok dan telanjang tampak menggunung menggiurkan. Tejo terengah penuh birahi memandang kemontokan pantat bundar Sinta yang putih mulus itu. Dengan gemas Tejo meremas-remas bukit pantat Sinta tersebut dengan tangan lantas Tejo mendekatkan mukanya pada belahan pantat pegawai bank tersebut . Lidahnya terjulur menyentuh belahan pantatnya kemudian dengan bernafsu Tejo mulai menjilati belahan pantatnya yang putih mulus tersebut. Sinta mendesah-desah dengan badan menggelinjang menahan birahinya, saat lidah Tejo menyusuri belahan pantatnya hingga belahan kemaluannya yang kemerahan. Belahan pantat mulus Sinta yang putih dalam sekejap menjadi basah berkilat oleh jilatan lidah Tejo.

    Kemudian bibir dan lidah Tejo secara bergantian menyusuri sekujur pantat montok Sinta tersebut. Tangannya juga menguak belahan pantat Sinta dan selanjutnya lidahnya menyapu daerah anus dan sekitarnya yang membuat Sinta tersebut mengerang penuh birahi. Puas menikmati pantat Sinta yang montok, Tejo kembali menelentangkan pegawi bank yang cantik ini. Mata Tejo terarah pada sepasang payudara montok yang seperti gunung hendak meletus. Tangan Tejo dengan lincah jari-jari tangannya meremas remasbuah dada Sinta yang tegak bagai gunung kembar tersebut.

    Buah dada Sinta nampak sangat montok dan indah. Buah dada yang putih mulus dengan puting susu yang kemerahan membuat Tejo tak sabar untuk meremas dan menyedot putting susunya. Sedetik kemudian, payudara pegawai bank ini telah berada dalam mulut Tejo yang menyedot dengan nafsu secara bergantian. Puting susu yang telah tegak mengeras tersebut di hisap dan diremas-remas membuat Sinta terpekik kecil menahan kenikmatan birahinya. Payudara Sinta yang putih mulus itu dalam sekejap basah oleh liur Tejo. Tejo sudah tak tahan menahan nafsunya.

    Tejo tidak menyangka kalau saat ini Tejo berhasil menelanjangi wanita yang selama ini ia kagumi. Birahinya sudah menggelegak di ubun-ubun dengan penis yang tegang mengeras. Tejo melihat pegawai bank ini mempunyai badan yang indah dan terlihat masih kencang.Tejo menyusuri keindahan badan telanjang wanita muda ini dari muka hingga ke kakinya. Kemudian mata Tejo kembali menatap kemaluan Sinta yang indah itu, tangan Tejo kembali terulur menjamah bagian kewanitaan pegawi bank yang telanjang ini. Tejo merasakan kewanitaan Sinta berdenyut liar, bagai memiliki kehidupan tersendiri. Warnanya yang merah basah, kontras sekali dengan warna putih bukit kemaluannya. Dari jarak yang sangat dekat, Tejo dapat melihat betapa lubang kewanitaan wanita muda tersebut membuka-menutup dan dinding-dindingnya berdenyut-denyut, sepertinya jantung Sinta telah pindah ke bawah. Tejo juga bisa melihat betapa otot-otot di pangkal paha Sinta menegang seperti sedang menahan sakit.

    Begitu hebat puncak birahi melanda Sinta, sampai dua menit lamanya perempuan yang menggairahkan ini bagai sedang dilanda ayan. Ia menjerit tertahan , lalu mengerang, lalu menggumam, lalu hanya terengah-engah. Batang kejantanan Tejo segera terlihat tegak bergerak-gerak seirama jantungnya yang berdegup keras. Sinta masih menggeliat-geliat dengan mata terpejam, menampakkan pemandangan sangat seksi di atas kasur ini.

    Tangan Sinta ini mencengkram kasur bagai menahan sakit, kedua pahanya yang indah terbuka lebar, kepalanya mendongak menampakkan ekspresi muka menggairahkan, rambut ekor kudanya yang kini menjuntai ke kanan dan kiri, sementara wajahnya yang sedang berkonsentrasi menikmati puncak birahi. Tejo menempatkan dirinya di antara kedua kaki Sinta, lalu mengangkat kedua pahanya, membuat kemaluan Sinta semakin terbuka.

    Sesaat kemudian dengan cepat penis Tejo yang tegang segera melesak ke dalam badan Sinta melalui lubang memeknya. Tejopun segera menunaikan tugasnya dengan baik, mendorong, menarik kejantanannya dengan cepat. Gerakannya begitu ganas dan liar, seperti hendak meluluh-lantakkan badan Sinta yang sedang menggeliat-geliat kegelian itu. Tak kenal ampun, batang penis Tejo menerjang-nerjang, menerobos dalam sekali sampai ke dinding belakang yang sedang berkontraksi menyambut orgasme. Wanita cantik ini merintih dan mengerang penuh kenikmatan. Tejo mengerahkan seluruh tenaganya menyebadani wanita yang cantik ini. Otot-otot bahu dan lengannya terasa menegang dan terlihat berkilat-kilat karena keringat. Pinggang Tejo bergerak cepat dan kuat bagai piston mesin-mesin di pabrik.

    Suara berkecipak terdengar setiap kali badannya membentur badan Sinta, di sela-sela desah dan erangan Sinta. Sinta merintih dan mengerang begitu jalang merasakan kenikmatan yang ganas dan liar. Seluruh badannya terasa dilanda kegelian, kegatalan yang membuat otot-ototnya menegang. Kewanitaannya terasa kenyal menggeliat-geliat, mendatangkan kenikmatan yang tak terlukiskan. Dengan mata merem melek, Sinta mengerang dan merintih penyerahan sekaligus pengesahan atas datangnya puncak birahi yang tak terperi. Tejo merasakan batang kejantanannya bagai sedang dipilin dan dihisap oleh sebuah mulut yang amat kuat sedotannya. Tejo tak mampu menahan lagi, Kenikmatan yang didapatkan dari jepitan kemaluan wanit cantik ini tidak mungkin dilukiskan. Dengan geraman liar Tejo memuncratkan seluruh isi kontolnya dalam lubang memek Sinta, bercipratan membanjiri seluruh rongga kewanitaan wanita cantik yang sedang megap-megap dilanda orgasme. Sinta mengerang merasakan siraman birahi panas dari ujung penis Tejo ke dalam dasar kemaluannnya. Tejo merasakan jepitan Sinta kian ketat berdenyut-denyut pada batang kontolnya dan cairan kewanitaan wanita cantik ini terasa mengguyur batang kontolnya yang datang bergelombang. Tejo menggeram liar disusul Sinta yang mengerang dan mengerang lagi, sebelum akhirnya terjerembab dengan badan bagai lumat di atas kasur.

    Tejo menyusul roboh menimpa badan motok Sinta yang licin oleh keringat itu. Nafas Tejo tersengal-sengal ditingkahi nafas Sinta yang juga terengah bagai perenang yang baru saja menyelesaikan pertandingan di kolam renang. Badan Tejo lunglai di atas badan telanjang Sinta yang juga lemas.
    “Oh, nikmat sekali. Betul-betul ganas…” kata Sinta akhirnya, setelah ia berhasil mengendalikan nafasnya yang memburu.

    “bagaimana mbak Sinta… nikmat kan? Bagaimana jika sekali lagi mbak…” ujar Tejo sambil terengah-engah sementara kedua tangan sibuk meremas – remas buah dada Sinta.

    “jangan mas… aku dah gak kuat… kapan-kapan lagi aja mas” sahut Sinta diantara nafasnya yang memburu. Sementara badannya sudah bagaikan kehilangan tulang.

    Tetapi Tejo yang tengah asyik meremas-remas payudara Sinta seolah tak mendengar keluhan Sinta, Tejo justru tersenyum buas sambil tangan kanannya bergerak mengelus-elus paha dan kemaluan Sinta yang berlepotan sperma. Diperlakukan seperti itu Sinta hanya bisa pasrah, matanya merem melek sementara badannya sudah tak berdaya.

    Tejo menjadi tak tahan. Laki – laki ini segera menindih Sinta yang tengah pasrah. Sinta sempat melirik penis besar Tejo sebelum penis besar dan panjang itu mulai melesak ke dalam lubang memeknya untuk yang ketiga kalinya. Wanita cantik ini mengerang dan merintih kenikmatan saat dirasakannya penis Tejo menyusuri lubang memeknya kian dalam, dan wanita ini terpaksa kembali membuka pahanya lebar-lebar untuk menerima sodokan penis yang besar dan panjang seperti milik Tejo. Tak berapa lama kemudian, Tejo menaik turunkan pantatnya diatas kemaluan Sinta. Kini Tejo mulai menggerak-gerakkan kontolnya naik-turun perlahan di dalam lubang kamaluan wanita cantik yang hangat itu. Lubang yang sudah sangat becek itu berdenyut- denyut, seperti mau melumat kemaluannya. Rasanya nikmat sekali. Tejo mendekatkan mulutnya menciumi muka ayu Sinta. Tangan Tejo juga menggerayangi payudara putih mulus yang sudah mengeras bertambah liat itu. Diremas- remasnya perlahan, sambil sesekali dipijit-pijitnya bagian putting susu yang sudah mencuat ke atas. Pinggul wanita cantik yang besar ini ikut bergoyang-goyang sehingga Tejo merasakan kenikmatan di dalam selangkangannya. Sementara lubang memeknya sendiri semakin berlendir dan gesekan alat kelamin kedua manusia lain jenis ini itu menimbulkan bunyi yang seret-seret basah.

    “Prrttt… prrrttt… prrttt.. ssrrrtt… srrrttt… srrrrttt… ppprttt… prrrttt…”
    penis besar Tejo memang terasa sekali, membuat kemaluan Sinta seperti mau robek. Lubang memek wanita berusia 25 tahun ini menjadi semakin membengkak besar kemerah-merahan seperti baru melahirkan. Membuat syaraf-syaraf di dalam lubang senggamanya menjadi sangat sensitif terhadap sodokan kepala penis laki – laki ini. Sodokan kepala penis itu terasa mau membelah bagian selangkangannya. Belum lagi urat-urat besar seperti cacing yang menonjol di sekeliling batang kemaluan Tejo membuat Sinta merasakan nikmat yang luar biasa. Meski agak pegal dan nyeri karena sudah ketiga kalinya disebadani oleh Tejo tapi rasa enak di kemaluannya lebih besar. Lendirnya kini makin banyak keluar membanjiri kemaluannya, karena rangsangan hebat pada wanita cantik ini. Ketika Tejo membenamkan seluruh batang kemaluannya,Sinta merasakan seperti benda besar dan hangat berdenyut- denyut itu masuk ke rahimnya. Perutnya kini sudah bisa menyesuaikan diri tidak mulas lagi ketika saat pertama tadi laki – laki ini menyodok- nyodokkan kontolnya dengan keras.

    Sinta kini mulai menuju puncak orgasme. Lubang memeknya kembali menjepit-jepit dengan kuat penis Tejo. Kaki wanita cantik ini diangkat menjepit kuat pinggang Tejo dan tangannya mencengkram kasur. Dengan beberapa hentakan keras pinggulnya, Sinta memuncrakan cairan dari dalam lubang memeknya menyiram dan mengguyur kemaluan Tejo disertai erangan panjang penuh kenikmatan. Setelah itu Sinta terkulai lemas di bawah badan berat Tejo. Kaki wanita cantik tersebut mengangkang lebar lagi pasrah menerima tusukan-tusukan kemaluan Tejo yang semakin cepat. Tanpa merasa lelah Tejo terus memacu kontolnya dan sesekali menggoyang-goyangkan pinggulnya. Sepertinya ia ingin mengorek-ngorek setiap sudut kemaluan wanita cantik ini. Suara bunyi becek makin keras terdengar karena lubang memek Sinta itu kini sudah dibanjiri lender kental yang membuatnya agak lebih licin. Sinta mulai merasakan pegal di kemaluannya karena gerakan Tejo yang bertambah liar dan kasar. Badannya ikut terguncang-guncang ketika Tejo menghentak-hentakkan pinggulnya dengan keras dan cepat.

    “Plok.. plokk… plok.. plookk…
    crrppp… crrppp… crrrppp… srrrpp… srrppp…” Bunyi keras terdengar dari persenggamaan ketiga kalinya oleh Tejo dan Sinta .
    “Mas Tejo….. ouhhh pelan, …!” desis Sinta sambil meringis kesakitan.
    Kemaluannya terasa nyeri dan pinggulnya pegal karena agresivitas Tejo yang seperti kuda liar. Akhirnya Tejo mulai mencapai orgasme. Dibenamkannya muka Tejo pada buah dada Sinta dan ditekankannya badannya kuat-kuat sambil menghentakkan pinggulnya keras berkali-kali membuat badan Sinta ikut terdorong. Muncratlah air mani dari kontolnya mengguyur rahim dan kemaluan pegawai bank tersebut. Karena banyaknya sampai-sampai ada yang keluar membasahi permukaan kasur. Sinta dari tadi diam, terdengar pelan isak tangisnya terdengar sementara hujan masih turun dengan derasnya. Tejo cuma menggumam, menenggelamkan kepalanya di antara dua payudara Sinta yang lembut. Begitu gelombang kenikmatan berlalu, kesadaran kembali memenuhi ruang pikiran wanita cantik ini. Sinta hanya bisa terlentang tak berdaya, meskipun hanya sekedar memakai pakaiannya kembali. Melihat tersebut Tejo tersenyum puas namun tiba-tiba sebuah rencana masuk ke pikiran bejat Tejo. Tejo kemudian bangkit berdiri memakai pakaiannya kembali dan pergi ke kamar mandi. Beberapa saat kemudian kekuatan Sinta sudah mulai pulih, tapi Sinta jadi bingung karena celana dalam dan BHnya hilang

    “BH dan celana dalammu tak cuci di kamar mandi mbak, habis kotor kepakai ngelap sepermaku tadi. Mbak Sinta tak beli makanan jadi aku keluar dulu ya….” Ujar Tejo sambil tersenyum. Tak lama sesudah mandi ia tampak keluar rumah untuk membeli sesuatu.

    Setelah memastikan Tejo sudah keluar rumah, Sinta minum air yang ada di gelas dekat kasur dan memakai pakaiannya walaupun tanpa celana dalam dan BH, sehingga tampaklah cetakan pantat dan buah dadanya, dengan gontai Sinta berjalan ke kamar mandi untuk mengambil celana dalam serta BHnya dan mandi karena jarum jam menunjukkan pukul 3.00 sore.

    Bagian tiga : Di kamar mandi itu

    Setelah mandi badan Sinta nampak segar, namun tiba-tiba pakaian yang disampirkan di pintu jatuh di sisi luar. Ketika ia membuka pintu untuk mengambilnya, Tejo yang sudah menunggu tidak ingin membuang kesempatan emas itu. Dengan sigapnya ia meyerobot masuk, tangan Sinta ditarik dan tubuhnya disandarkan ke tembok. “Mbak.. aku masih ingin menikmati keindahan tubuhmu.. Pasti Mbak Sinta sudah segar kembali.. Nah sekarang tiba saatnya kita lanjutkan kembali..”

    Mendengar itu Sinta kaget setengah mati. Ia tidak menyangka bahwa Tejo masih belum puas. “Tapi Mas.., Sinta sudah capek nih.., lagian tadi kan sudah.., masa Mas tega pada Sinta?”

    “Oh.., jangan kuatir Mbak.., cuma sebentar kok.. aku masih pengen sekali lagi..”, kata Tejo. “Ja.., jangan Mas.., tolong jangan.., Sinta masih capek..”, jerit Sinta. “To.., tolong.., tolong..!”, tampak Sinta berusaha meronta-ronta karena tangan Tejo mulai meremas-remas payudaranya yang berukuran besar. Dan dengan sekali hentakan, BH Sinta barusan dipakai sudah lepas dan dilempar keluar. Walau sudah berusaha mendorong dan menendang tubuh gempal itu, namun nafsu Tejo yang sudah demikian buas terus membuatnya bisa mencengkeram tubuh mulus Sinta yang kini hanya mengenakan celana dalam dan terus menghimpitnya ke tembok WC itu.

     

    Karena merasa yakin bahwa ia sudah tidak bisa lari lagi dari sana, Sinta hanya bisa pasrah. Sekarang mulut Tejo sudah mulai menghisap-hisap puting susunya yang besar. Persis seperti bayi yang baru lahir sedang menyusu ke ibunya. Mulut Tejo juga kadang mengecup dan mengenyot payudara Sinta yang bermandikan peluh dan sekarang, bermandikan ludah Tejo juga. Sehingga payudara mulus Sinta makin penuh bekas-bekas merah akibat cupangan dari persetubuhan yang sebelumnya dan yang barusan dicupang Tejo. Jilatan kini sudah sangat melebar hingga ketek dan leher Sinta, cupangan dan sedotannya juga makin kencang, sehingga menimbulkan bunyi kecipokan yang keras dan bekas cupang dimana-mana. Gairah dalam diri Sinta tiba-tiba muncul dan bergejolak, tampaknya obat perangsang yang dicampurkan Tejo ke air minum yang diminum Sinta mulai bereaksi. Dengan sengaja diraihnya batang kemaluan Tejo yang sudah berdiri dari tadi. Dan dikocok-kocokknya dengan pelan. Memang penis itu amat besar dan panjang. “Wah, tadi enak banget waktu ngisi memekku.., ngak ngira dimasukin kontol sebesar ini ngak sakit sama sekali tapi malah bikin ketagihan..”, pikir Sinta dalam hati.

    Sementara itu tangan Tejo pun melepaskan celana dalam biru muda yang dikenakan Sinta… Dan Tejo pun ikut membuka semua pakaiannya.., hingga kini keduanya sama-sama dalam keadaan tanpa busana selembar benangpun. Tejo mengangkat kaki kanan Sinta ke pingggangnya lalu dengan perlahan ia memasukkan batang kemaluannya ke memek Sinta. Bles.., bless.., jebb.., setengah dari penis itu masuk dengan sempurna ke memek wanita yang barusan kehilangan keperawanannya itu. Sinta terbeliak kaget merasakan penis itu kembali masuk memeknya. Tejo terus saja mendorong maju batang kemaluannya sambil mencium dan melumat bibir Sinta yang seksi itu. Sinta tak mau kalah. Ia pun maju mundur menghadapi serangan Tejo. Jeb.., jeb.., jebb..! Penis yang besar itu keluar masuk berkali-kali.. Sinta sampai terpejam-pejam merasakan kenikmatan yang tiada taranya tubuhnya terasa terbang ke awang-awang kini ia sudah kecanduan penis ajaib Tejo…

    Sepuluh menit kemudian, mereka berganti posisi. Sinta kini berpegangan ke bagian atas kloset dan pantatnya di hadapkan ke Tejo. Melihat pemandangan menggairahkan itu, tanpa membuang-buang waktu lagi Tejo segera memasukkan batang kemaluannya dari arah belakang kemaluan Sinta.., bless.., bless.., jeb.., jebb..! Tejo dengan asyik melakukan aksinya itu. Tangan kanannya berusaha meraih payudara Sinta sambil terus menusukkan penis supernya ke kewanitaan Sinta.

    “Mas duduk aja sekarang di atas kloset ini.., biar sekarang gantian Sinta yang aktif..”, kata Sinta di tengah-tengah permainan mereka yang penuh nafsu. Tejo itu pun menurut. Tanpa menunggu lagi, Sinta meraih penis yang sudah 2 kali lebih keras dan besar itu, untuk segera dimasukkan ke liang kenikmatannya. Ia pun duduk naik turun di atas penis ajaib itu. Sementara kedua mata Tejo terpejam-pejam merasakan kenikmatan surgawi itu. Kedua tangannya meremas-remas gunung kembar Sinta. “Ooh.., oh.., ohh..”, erang Sinta penuh kenikmatan.

    Penis itu begitu kuat, kokoh dan keras. Walau sudah berkali-kali ditusukkan ke depan, belakang, maupun dari atas, belum juga menunjukkan akan menyemburkan cairan putih kentalnya, sementara Sinta sudah orgasme beberapa kali. Melihat itu, Sinta segera turun dari pangkuan Tejo itu. Dengan penuh semangat ia meraih penis itu untuk segera dimasukkan ke mulutnya. Dijilatnya dengan lembut kemudian dihisap dan dipilin-pilin dengan lidahnya… oooh.., oh.., oohh.., kali ini ganti Tejo yang mengerang karena merasakan kenikmatan. Lima belas menit kemudian, wajah Tejo tampak menegang dan ia mencengkeram pundak Sinta dengan sangat erat.. Sinta menyadari apa yang akan terjadi.., tapi ia tidak menghiraukannya.., ia terus saja menghisap penis ajaib itu.., dan benar.., crot.., crot.., crott..! Semburan air mani masuk ke dalam mulut seksi Sinta tanpa bisa dihalangi lagi. Sinta pun menelan semua mani itu termasuk menjilat yang masih tersisa di penis Tejo itu dengan lahapnya…

    Sejak peristiwa di rumah kontrakan itu, mereka tidak henti-hentinya berhubungan intim di mana saja dan kapan saja mereka bernafsu.., di mobil, di hotel, di rumah Sinta. Sinta kini mulai meninggalkan dunia lesbinya karena sekarang ada Tejo yang selalu sukses membawanya merasakan surga dunia. Sebaliknya Tejo juga ngak pusing lagi kalau lagi sange karena ada memek Sinta yang peret, wangi, halal dan aman.

  • cerita ngentot dengan kakak sepupu

    cerita ngentot dengan kakak sepupu


    57871 views

    Kisahku bersama kakak sepupuku tapi ini pas aku masih baru masuk kuliah dia juga kuliah tapi belum lulus ketika itu dan itu pertama kali aku menyetubuhinya. Kakak sepupuku ini namanya Winda, bodinya manteb banget toket kira-kira 36 C.

    Aku sebenernya kalo bukan saudara udah ku embat ni kakakku walopun jarak umurku sekitar 6 tahunan.
    Awal mula ceritanya aku memutuskan berlibur ke rumah nenekku untuk beberapa minggu dengan alasan lagi mau minggu tenang ujian biasanya kan aku kerumah nenek mungkin hanya waktu lebaran. Ternyata waktu itu si Winda juga liburan kesana jadilah kami berdua dirumah nenek kami. Nenek kami itu tinggal disebuah desa sendirian karena kakek sudah meninggal lama di desa itu nenek juga tinggal jauh dari tetangga. Aku sampai di nenek lebih dulu siang dan kakakku sampai disana sorenya. Sesampai disana kakakku bener-bener aduhai bikin kontol ngaceng,gimana gak ngaceng kalo di pake kaos ketat yang nonjolin toketnya yang besar itu.

    “udah lama ngga datengnya” kata Winda

    “ya siang tadi lah mbak,berangkat habis subuh soalnya aku” jawabku

    “udah mandi sana Sar, cepet mandi cepet istirahat” kata nenekku

    “Iya nek,bentar lagi nunggu keringetnya kering..nanti malah masuk angin” jawab Winda

    Gak lama kemudian si Winda berangkat mandi dan nenek katanya pamit mau ke tetangga mau pesen kue camilan. Setelah nenek berangkat aku langsung ke kamar mandi dengan ide kotorku buat ngintip tubuh Winda yang bugil lagi mandi. Kebetulan kamar mandi di rumah nenekku itu memang ada lubang di pintu kamar mandinya yang memang sengaja dibuat tapi sampai sekarang aku juga gak tahu fungsinya buat apa. Kalo aku sih buat ngintip kakakku ini aja,Hehehehe….

     

    Pas aku ngintip aku nggak lupa kunci pintu kalau nenek dateng jadi tahu. Mataku mulai mengintip ternyata dia baru lagi buka udah mau buka BH,aduh jadi ngaceng ni kontol ngebayangin kalo toket itu aku kenyot-kenyot. Satu persatu mulai lepas sampai akhirnya celana dalam yang terakhir dan tampaklah memeknya kakakku ini yang bulu jembutnya tercukur rapi. Mungkin Kakakku ini rajin merawat memeknya dan terbayang gimana wangi dan rasa memeknya gimana rasanya. Biar bisa terus terbayang akhirnya kuambil Hpku dan kurekam semua adegan mandinya. Kusudahi ngerekamku mungkin sudah cukup pikirku buat bayangin kakakku. Dan gak lama kemudian nenekku ternyata datang pas aku sudah selesai ngintip kakakku yang mandi.

    “Mbakmu dimana? Belum selesai mandinya?” tanya nenekku

    “Belum nek” jawabku

    Akhirnya kakakku itu selesei juga mandinya,dan segera masuk kamar untuk ganti baju. Sementara itu aku bantu nenekku masak buat makan malam. Selesei ganti baju dia segera bantu masak juga,tertegun aku ngeliat dia pake daster tipis panjangnya pun gak sampe selutut. Gak konsen masak jadinya apalagi pas duduk dibawah kadang-kadang keliatan paha mulusnya dan terawang juga dalemannya.
    Jam 7 kami bertiga bersama makan malam,dan cerita masing-masing kuliah kami ke nenek. Selesai makan lanjutlah kami bertiga nonton tv bersama. Nenek yang mungkin capek dengan kegiatannya seharian segera masuk kamar dan tidur. Jadi tinggal aku sama kakakku Winda, kami berdua cerita-cerita sambil kucuri-curi pandang pahanya yang mulus karena baru kusadari dan dia gak sadari kalau rok.nya tersingkap.

    Dia cerita kalau banyak masalah jadi kuliahnya pun malas-malasan, mulai dari masalah sama bapaknya juga pacarnya. Baru tahu aku kalo dia sering dimarahi, dihina bahkan dilecehkan bapaknya walaupun gak sampai disetubuhi terus sama pacarnya yang baru putus karena selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Lebih parahnya lagi selingkuhnya pas dia main ke kontrakan sahabatnya ternyata pacarnya lagi ngentot sama sahabatnya itu dan akhirnya saat itu juga dia putus dan malas ke kampus buat ketemu sama sahabat juga mantan pacarnya itu.

    “Sabar ya mbak, sebaiknya tetep kamu jalani kuliahmu jangan hiraukan asalahmu sama sahabatmu sm mantanmu itu” kataku

    “iya sih, kalau yang sama mantanku itu mungkin salahku juga. Terus sama bapakku itu aku juga takut,takut sendiri juga takut ngomong ibu” jawabnya

    “iyaa mbak kamu jaga diri aja kalau dirumah,terus ngomong-ngomong kalau sama pacarmu kok km ngerasa salah sih mbak?”

    “sebenernya sih itu salahku karena aku gak mau diajak ML sama dia,tapi aku belum siap…walaupun…” jawab Winda
    “walaupun apa mbak?” tanyaku kepo, hehehe

    “walaupun pingin banget buat gituan,eh sorry jadi cerita aneh2 gini…udah deh aku ngantuk mau nyusul nenek tidur” jawabnya

    Akhirnya dia masuk kamar nenekku dan nyusul nenekku buat tidur memang dia tidur sama nenek biasanya, mungkin dia capek perjalanan tadi. Tapi aku sendiri masih belum ngantuk jadi kuterusin nonton TV. Sambil kubuka hasil rekaman tadi ngintip Winda mandi,ternyata body.nya menggiurkan banget. Pantes aja mantannya pingin banget buat ngentot sama dia, gini aja aku udah pingin banget buat coli.

    Sambil mikirin kata-kata si Winda tadi pingin ngentot kenapa yaa. Sejam kemudian aku baru berasa ngantuk akhirnya aku masuk kamar buat tidur. Pagi harinya aku bangun tapi udah agak siang sekitar jam 9 dan keadaan rumah sepi kulihat kedapur gak ada orang kebelakang rumah gak ada tapi di meja makan ada masakan. Akhirnya aku ke ruang tengah buat nonton TV tapi sebelum TV aku nyalain terdengar seperti suara desahan dari kamar nenekku. Ku intip akhirnya,pelan pelan kudekati pintu kamar nenekku dan kubuka. Ternyata kakakku Winda lagi masturbasi dan bajunya dan BH sudah keangkat ngeremesin toketnya sedangkan satunya lagi mainin itilnya. Gak lama kemudian aku balik lagi keluar dan kututup pintunya juga sambil pura-pura cari-cari orang rumah.

    “mbak…mbak…nekkk…pada dimana sih?” teriakku

    “apasih?? Aku dikamar kok, nenek lagi arisan koperasi sambil lanjut ke kota ada acara nikahan tetangga yang acaranya di kota” jawab kakakku sambil keluar dari kamar

    “oalah…pantes sepi amat ni rumah” kataku

    “Itu kalau mau mau sarapan udah disiapin sama nenek tadi” kata kakakku

    “Beres mbak..masih belum laper kok” kataku

    Akhirnya nonton TV berdua aku sama kakakku itu, sambil kutanya-tanya lagi yang masalah semalem.

    “Mbak pingin ngentot yaa? Semalem waktu cerita katanya pingin” tanyaku dengan penuh keberanian

    “Eh kamu kok tanyanya gitu sih tiba-tiba? Kamu aneh-aneh aja sih” jawabnya

    “Udah deh mbak jangan boong, tadi aku juga liat kamu lagi masturbasi” kataku sambil mendekatkan dudukku di dekat dia

    “Jadi kamu tadi ngintip aku yaa?” jawabnya sambil mukanya memerah

    Langsung setelah jawaban itu kusergap dan kucium dia,lumatan bibirnya sungguh menawan. Mmhhhh mmmhhh….desahan yang keluar dari bibirnya.

    “Sudahlah mbak, aku siap buat muasin kamu… aku mau kok ngentot sama kamu” kataku sambil ciuman sama dia

    “iyaa ngga, ajari aku yaa puasin akuu.. mmhhhh… mmmhhhhhh” itu jawaban yang keluar dari mulutnya

    Langsung lebih semangatlah aku, kuciumi dia sambil tanganku ngeremesin toketnya yang montok. Kuciumi dia mulai kening,pipi,bibir,dan lehernya.

    Akhirnya kuajak dia pindah kekamarku, biar lebih aman sebelumnya kukunci pintu rumah biar nanti aman tidak ada orang yang masuk. Langsung aja setelah dikamar kuciumi kulucuti juga bajunya sekarang tanganku juga mulai ngobel memeknya.

    Aacchhhh aaacchhhhh….ouuggghhhhhh desahanya semakin keras.

    Aku melepaskan BH dan celana dalam dan dilanjut menjilati memeknya.

    Aacchhh…oouugghhhh…ouuugghhhhh.

    Kami melakukan kegiatan itu kira-kira 1/2 jam. Lama juga. Pokoknya aku melakukannya dengan sangat pelan, biar dia juga lebih menikmati.

    “Mbak…aku masukin yaa??” kataku

    “iyaa cepet masukin tapi…pelan-pelan yaa? Mbak masih perawan” kata Mbak Winda

    “Wuah… Yakin kamu mbak kasih perawanmu buat aku?” tanyaku

    “iyaa cepet gih masukin… aku udah gak tahan… achhhh… acchhhh” jawabnya sambil mendesah karena tanganku ngobel-ngobel memeknya

    Akhirnya kukangkangin pahanya dan pelan-pelan kumasukin kepala kontolku ke memeknya. Pelan-pelan dan sedikit-sedikit kutekan kepala penisku, terus dan terus….

    “Ahh…. sakit ngga….” kata Mbak Winda.

    Akhirnya blesss… dan masuklah semua batang kemaluanku diiringi sedikit teriakan kecil Mbak Winda…aaacchhhhhhhhhhhhhhhhhh…. disaat itu kuliat Mbak Winda meneteskan sedikit air matanya.

    Kubiarkan kontolku nancep sebentar didalem memeknya sebelum ku pompa karena kasian pada kakakku yang perawannya pecah dan kulihat memang darahnya mengalir di memek juga batang kontolku.

    “Tenang mbak,aku akan puasin kamu… ini mungkin sedikit sakit tapi juga bakal enak juga akhirnya” kataku
    “iyaa adekku Angga… ayoooo sayang sodok aku sekarang…puasin aku” kata dia

    Langsung aja kupompa kontolku… slebbbb…. sllebbbb… sslleeebbbb… kupompa dengan sekuat tenaga. Selain itu toketnya aku remas jilati biar dia tambah terangsang.

    15 menit kemudian dia orgasme. “aacchhhhh aku keluar Angga sayang” kata Winda
    Sambil menunggu dia kembali lagi tenaganya kusuruh dia ngulum kontolku. Dia ternyata sangat jago ngulum kontol dikeluar masukin sampai di deepthroat juga ni kontol. Ternyata dia jago karena dia memang hanya sebatas blowjob kalau sama mantannya dulu. 5 menit di blowjob aku udah gak sabar aku suruh Mbak Winda nungging,dan kujilati sebentar memeknya biar basah dan kumasukkan lagi kontolku. Langsung tancap gas kupompa kontolku…sambil kuremas-remas toket yang selalu jadi idamanku ini. Memek kakakku bener-bener enak banget rapet bangettttt…..

     

    Gak lama ni kontol udah kerasa mau muntah aja. Dan kulihat sepertinya kakakku ini juga mau orgasme lagi. “Tahan ya Mbak, aku juga udah mau keluar”, kataku. Kira-kira setelah menyetubuhinya sekitar 15 menit. Lama-lama si Winda sudah tidak tahan, aku juga sudah tidak tahan. Spermaku sudah siap menembak. Akhirnya aku dan Winda sama-sama sampai klimaksnya. Tapi pas dia orgasme langsung kutarik batang kontolku dan kukeluarin spremaku di punggungnya. Aku langsung dekap tubuhnya, kucium bibirnya, sambil kuucap terimakasihku ke dia.

    “Terima kasih sayang, aku puas ngentot sama kamu” kataku dengan berani ku panggil sayang

    “Iya sama-sama sayang, makasih juga sudah ngajari dan muasin aku…kapan-kapan lagi yaa!” jawabnya

    Dengan semangat ku jawab “Beres mbakku Sayang, ayo udah beres-beres nanti keburu kalau ada nenek dateng”
    Kami pun bebersih bersamaan dan kami mandi bersama. Dikamar mandi nafsuku naik lagi jadi kuentot lagi kakakku dan kami pun orgasme bebarengan lagi. Dan langsung lanjut mandi atau saling mandiin tepatnya.

    Setelah mandi kami sarapan bareng padahal jam sebenernya udah nunjukkin sekitar jam 1. Dan gak lama kemudian nenek dateng. Kami pura-pura gak terjadi apa-apa,selama di rumah nenek aku sering quick Sex dengan kakakku curi-curi kesempatan dari nenekku. Hubungan itu sering berlanjut sampai sekarang dan entah tak tau kapan akan berakhir walaupun aku sekarang sudah punya pacar.

     

  • cerita ngewek di kampus saat ospek

    cerita ngewek di kampus saat ospek


    19932 views

    Seperti yang terjadi pada setiap perguruan tinggi, di universitasku setiap tahunnya terdapat mahasiswa baru dan sudah menjadi tradisi kami bahwa akan ada acara penggojlokan (pemloncoan) sebagai alat untuk para mahasiswa baru agar dapat bersosialisasi dengan mahasiswa lainnya dan untuk pengakraban.

    Kebetulan aku menjadi anggota panitia sekaligus koordinator bidang perlengkapan. Acara pemloncoan berlangsung selama 2 minggu, satu minggu berada di lingkungan kampus dan berikutnya selama 4 hari 3 malam berada di luar kampus tepatnya di tempat perkemahan, kami biasa menyebutnya malam pengakraban (makrab).

    Makrab kali ini benar-benar menyenangkan karena banyak mahasiswi baru cewek yang cantik-cantik. Maklum karena semua fakultas makrabnya dilebur menjadi satu sehingga fakultas-fakultas dengan mayoritas cewek seperti program sekretaris dan bisnis juga psikologi ikut jadi satu bagian.

    Singkatnya aku sudah mengincar setidaknya 5 cewek yang menurutku paling menarik diantara semua mahasiswa baru. Salah satu dari cewek tersebut adalah Leony, angkatan 2003 fakultas sekretary. Wajahnya putih bersih dan kulitnya mulus putih, bahenol abis deh pokoknya. Makrab mengambil tempat di sebuah bumi perkemahan di dekat lereng gunung, dan karena saat itu acara makrab kami sedikit lebih cepat daripada acara-acara serupa milik universitas lain maka saat kami datang ke tempat makrab, tempat itu sangat sepi dan nampaknya hanya kami saja yang menggunakan tempat itu sekalipun kadang tampak beberapa anak pramuka SMP di beberapa spot tertentu tapi jumlahnyapun sedikit.

     

    Bagian utara adalah sebuah gunung dengan hutan yang sangat lebat dan sebelah timur merupakan lereng yang didasarnya terdapat sungai yang hebatnya sungai itu masih bersih, mungkin karena tidak adanya pemukiman penduduk didekat tempat ini. Pemukiman penduduk terdekat kurang lebih satu kilometer selatan dari tempat kami makrab.

    Malamnya setelah semua tenda telah berdiri, kami para panitia dan koordinator berkumpul untuk technical meeting dengan ketua koordinator dan setelah itu dilanjutkan dengan makan malam. Karena aku koordinator perlengkapan yang notabene punya banyak anak buah maka pekerjaanku sangatlah santai, aku sering meluangkan waktu untuk berjalan dari satu tenda ke tenda yang lain hanya untuk mengecek siapa tahu ada gadis cantik. Dan benar saja tidak sampai satu jam aku berkeliling, aku sudah bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Amanda, anak psikologi. Kami mengobrol sebentar sambil berbasa basi aku goda-goda dia sedikit. Entah karena aku panitia dan dia junior atau karena hal lain, nampaknya dia enjoy saja aku godain.

    Jam 10 malam sudah, saat untuk melakukan pembagian tugas malam, di tiap tenda dipilih seorang ketua regu untuk mengambil tugas yang akan dikerjakan dan harus dikumpulkan pada pagi harinya. Malam itu semua sibuk mengerjakan tugas masing-masing. Saat itu aku sedang jalan-jalan menyusuri sungai yang juga merupakan tempat kami mengambil air bersih. Samar-samar kudengar langkah beberapa orang mendekat, iseng-iseng aku bersembunyi untuk mengagetkan mereka. Ternyata itu adalah sekelompok anak SMU dan dilihat lebih lanjut sepertinya mereka anak kelas 3 . Sementara itu dari sisi lain sungai dibalik bebatuan muncul 2 orang gadis peserta makrab. Aku mengenal salah satunya, yup dia adalah Leony, salah satu idola angkatan 2003.

    Urung niatku untung mengagetkan mereka saat aku melihat ketiga anak SMP tersebut mendekati Leony dan temannya, yang akhir-akhir ini baru kuketahui namanya adalah Ratna. Dengan cepat anak SMU yang bertubuh jangkung segera mendekap Ratna sementara dua yang lain yang berambut cepak dan yang berbadan kurus segera mendekap Leony.

    Apa-apaan ini? Mau apa kalian? seru Leony keras. Lepaskan! Kalo nggak gua teriak. Ratna tak mau kalah meneriaki mereka. Dengan cepat si jangkung membungkam mulut Ratna dengan kain setangan leher pramuka nya sementara Leony ditindih tangan dan kakinya oleh kedua anak yang lain. Maaf mbak, tapi kita-kita sudah gak tahan. Mbaknya tadi pas mandi bodynya keren banget sih. kata seorang anak yang berambut cepak. Ternyata mereka sudah lama mengintip Leony dan Ratna mandi. Ugh . Ratna berusaha untuk melepaskan diri namun sia-sia karena walaupun si jangkung yang mendekapnya tidaklah gede-gede amat namun dia tetap cowok yang bertenaga lebih dari cewek.

     

    Aku tidak begitu jelas mendengar apa yang mereka bicarakan karena mataku terfokus pada pemandangan luar biasa dimana Ratna dengan liarnya dugumuli oleh si jangkung dan akhirnya lepas juga kausnya dan juga celana pendeknya. Sementara Leony sudah tanggal celana pendeknya. Tak sampai beberapa menit kedua dara cantik ini sudah bugil. Kupikir mereka akan segera memperkosa kedua gadis ini namun pemikiranku benar-benar salah. Sementara si jangkung menindih Ratna dan si cepak menindih Leony, si kurus yang akhirnya kutahu bernama Bambang hanya menduduki kaki Leony dan melakukan mansturbasi sambil meremas-remas bagian tubuh Leony. Hal yang sama dilakukan oleh kedua temannya.

    Sialan! Apa-apaan iani ? pikirku. Aku segera keluar dari persembunyianku dan membuat semua orang itu kaget. Hah ampun mas. kata si Bambang. Mereka ketakutan karena aku muncul sambil membawa parang terhunus. Parang itu sengaja aku gunakan terus untuk berjaga-jaga dan membabat ilalang dan nampaknya dapat menciutkan nyali ketiga orang bocah ini. Kak panitia, tolong saya. isak Ratna. Leony pun ikut menimpali, Mereka mau memperkosa kita kak, tolong rintihnya sambil kedinginan.

    Ampun kak. pinta si jangkung yang ternyata bernama Rudi. Sesaat aku memandang tubuh kedua gadis ini. Jujur saja nafsuku saat itu sudah diujung ubun-ubun. Kalian goblok yah? bentakku kepada ketiga anak SMP itu. Ngapain ngerjain cewek kalo cuman buat onani? Dasar goblok! bentakku lagi. Mereka bertiga kaget melihat reaksiku dan Leony dan Ratna lebih kaget lagi.

     

    Aku segera menyingkirkan Bambang dari kaki Leony dan menyuruhnya membantu Rudi memegangi Ratna. Sana loe! Ini cewek dah lama gua taksir, enak aja lo maen sembarangan. seruku sambil menduduki paha Leony yang putih mulus itu. Kak kakak gimana sih? Kenapa nggak bantuin kita? isak Leony. Lah ini juga dah aku bantuin non. kataku sambil tersenyum.

    Segera kusuruh ketiga bocah itu untuk melapas baju mereka semua, Nanggung kalau cuman onani, ga ada seninya dodol. Mending perkosa sekalian. seruku pada mereka. Tapi mas, ntar kalau ketahuan bisa bahaya. si cepak menjawab takut-takut. Gua ada kamera digital, kalau dah selesai tinggal jepret aja, dijamin ga bakalan ngadu mereka. kataku sambil meyeringai. Seolah tak percaya dengan apa yang baru saja kuucapkan, Leony dan Ratna berteriak namun tak lama karena dengan setangan leher pramuka segera kami bungkam mulut kedua dara ini.

    Montok juga kamu Ny. kataku pelan sambil meremas buah dadanya. Sementara kami semua sudah telanjang bulat segera mulai mengerjai kedua cewek ini. Aku gesek-gesekkan penisku kemulut vagina Leony dan dia tak dapat berkata apa-apa karena mulutnya tersumpal dan hanya dapat bergumam tak jelas. Segera kulesakkan batang kejantananku kedalam liang senggamanya. Sesaat Leony mendongak tersentak dan matanya membelalak menahan rasa sakit. Gila, gede amat punya mas. celetuk si cepak yang bernama Bimo itu. Heh .kalian ngapain diem aja? Tuh ada cewek satu lagi nganggur. kataku. Dalam hati bangga juga aku dibilang berpenis gede karena aku melihat kemaluan ketiga anak SMP itu jelas jauh dibawahku. Setidaknya hanya separuh milikku panjang dan besarnya. Oh enak nih .kenyal. Aku masukin ya mbak. kata Bambang kepada Ratna sambil membimbing penisnya kearah vagina Ratna yang bersih dari rambut itu, nampaknya dia rajin mencukurnya. Dan bleshhhh .dalam beberapa hunjaman saja penis milik si Bambang segera masuk semuanya kedalam vagina Ratna.

    Hmmm ..achhh .ohhhh. racau Bambang sambil menggenjot Ratna. Darah keperawananpun mengalir deras keluar dari liang kewanitaan Ratna seiring dengan pompaan penis Bambang. Kulihat mereka masih canggung saat melakukan persenggamaan dengan gadis.

    Kulihat Leony sudah lemas karena sudah kuhajar liang senggamanya selama duapuluh menitan. Darah segar perawan dan cairan-cairan kewanitaannya keluar luber bersama dengan cairan dari penisku. Memekmu dihajar darimanapun juga nikmat Ny. kataku. Air mata mulai membasahi pipinya. Kubalik posisinya menjadi doggy style dan semakin kupercepat dorongan penisku masuk ke liang vaginanya yang putih bersih itu. Vagina yang tadinya putih berubah kemerahan karena gesekan dan cipratan darah perawannya tadi. Clok .clok clok. suara benturan penisku dan bibir vaginanya semakin jelas terdengar dan menarik perhatian ketiga anak yang lain. Mereka nampak terpana melihat permainan panasku dengan Leony yang selalu berubah-ubah gaya. Kulihat Bambang sudah tidak kuat menahan dirinya lagi dan sambil memeluk erat Ratna, dia mempercepat sodokannya. Mbak aku keluar nih. serunya dan segera dia cabut batang kemaluannya dan disodorkan penis itu keperut Ratna. Crottt ctottt! entah berapa semburan sperma yang keluar dari ujung penis itu menumpahi perut dan pusar Ratna.

    Melihat temannya selesai, Rudi segera ambil posisi. Kali ini dia membalik tubuh Ratna, nampaknya dia terinspirasi pada gaya permainan doggy style milikku. Sementara batang kemaluankupun bergetar dahsyat. Segera kupercepat goyangan pinggulku dan kubuka sumpalan mulut Leony dan kucium dia dalam-dalam sambil memperdalam sodokan penisku didalam vaginanya dan selang beberapa detik keluarlah cairan cinta itu memenuhi seluruh ruangan liang senggamanya. Crott ..croottttt crottt .crottt! keluar dengan sangat banyak, bahkan jauh lebih banyak daripada saat aku berhubungan dengan pacarku.

    Selama satu setengah jam kami berempat bergantian mengerjai kedua gadis ini. Ratna aku kerjai dengan posisi berdiri dengan menyandarkan tubuhnya pada batu kali. Kami bercinta didalam air sungai yang mengalir. Ini kali pertamanya aku bercinta didalam air. Benar-benar sensasi yang luar biasa. Rasa dingin diluar namun hangat membara didalam. Sementara aku mengerjai Ratna, Leony diperkosa tiga orang sekaligus. Baik vagina, mulut dan anusnya di masuki penis secara bersamaan dan mereka mengocok disaat bersamaan pula. Benar-benar pemandangan yang sangat hebat batinku. Tuh, temenmu di entotin tiga bocah langsung. kataku ke Ratna yang menggigil kedinginan dan terisak-isak.

    Neh kontol gue. Emut dong! perintahku kepada Ratna secara paksa. Aku paksa dia mengoral penisku yang menegang dari dalam air. Kontan dia gelagapan dan tersedak. Lalu kubalik tubuhnya dan kuperkosa dia dari belakang. Sepuluh menit kemudian aku merasa akan segera mencapai klimaks. Aku dah mau keluar nih. Keluarin di muka lo yah. kataku. Kupercepat goyanganku dan kucabut dengan cepat lalu kuarahkan kewajah Ratna dan muncratlah cairan putih kental itu membanjiri wajahnya yang manis itu. Sementara itu kulihat ketiga bocah SMP itu sudah selesai mengerjai Leony. Tubuh dara cantik itu belepotan sperma dimana-mana. Segera kuambil kamera digital dan aku portet tubuh telanjang mereka. Sebagai pengaman agar mereka tidak lapor kesiapapun mengenai hal ini atau bakal disebarkan semua foto-foto ini.

    Begitulah malam pertama makrabku yang indah. Malam itu aku mendapat tubuh 2 dara cantik dari fakultas sekretary. Benar-benar malam yang indah.

    Malam kedua makrab diisi dengan acara mencari jejak. Tentu saja tidak serius-serius amat karena ini hanya untuk melatih kekompakan dan meningkatkan rasa persaudaraan saja antar peserta. Rutenya tidak jauh-jauh banget hanya saja banyak jalan memutar sehingga terasa jauh.

    Singkatnya aku bertugas sebagai pengawas saja jika-jika ada anggota yang pingsan atau mendapat masalah di jalan. Aku bersama seorang temanku bernama Joni, nama lengkapnya Joni Everrat. Namanya sangat aneh menurutku, tapi maklum orang tuanya yang pria adalah keturunan orang Amerika Latin sehingga menamai anaknyapun tidak mau nama yang normal-normal saja.

     

    Aku dan Joni menggunakan rute kecil yang berada dekat dengan rute makrab. Dingin nih Di. Bosen gua kalau sepi gini. kata Joni padaku. Beh! Kita tugas bro, lo mau ntar dimaki-maki sama si Johan ketua panitia kalau sampai ada yang ilang? sahutku pelan. Iye seh, tapi bosen abis neh bro. By the way ntar kalau ada yang nyasar kita kerjain yuk biar seru. Biar tambah nyasar hahahahaha tawanya, syukur lah dalam hatiku berkata akhirnya dia sudah ga menggerutu lagi bosan aku mendengarnya.

    Sekitar satu jam setelah kami nongkrong di tempat persembunyian, ada suara beberapa anak mendekat. Ada 6 orang anak disitu, setelah habis makrab aku baru tahu nama mereka adalah: Antony, Silvia, Rasti, Iman, Nugroho dan Ashanti. Gie! panggil Antony kepada Nugroho yang panggilannya Nugie. Apaan? sahut Nugie. Gila neh. Lo yakin ini bener jalannya? sahut Antony lagi. Nugie menyahut, Lah, mana gua tahu. Gua khan bukan panitia. Lagian semua tandanya bikin kepala gua puyeng nih. Mana didepan ada perempatan pula. ****** nih panitia-panitia, ngerjain kita semua nih. umpatnya berkepanjangan.

    Silvia menengahi, Sudah-sudah! Ga ada gunanya kalian semua nih cowok-cowok. Gini aja, kita bagi regu menjadi 3. Trus kita lihat jalan didepan buntu atau kagak, kalau sudah yakin dengan jalan didepan baru kita balik ke perempatan ini lagi. Gimana?
    Iman yang dari tadi diam menjawab, Masuk akal nih, gua setuju. Lah, ntar yang cewek-cewek gimana dong? Aku ogah jalan sendirian ma cewek, ntar kalau kenapa-kenapa bisa gawat. kata Rasti. Silvia menyahut, OK! Tiap regu terdiri dari satu cewek dan satu cowok. Lalu merekapun berpencar. Anthony bersama dengan Ashanti, Silvia bersama Nugie, Iman bersama Rasti.

    Dilihat dari arah yang mereka tuju, sudah jelas bagi aku dan Joni bahwa arah yang dituju Nugroho dan Silvia adalah jalan menuju kepuncak gunung. Jelas mereka tak akan sampai di tempat perkemahan sebelum sadar dan itu bakalan lama karena lingkungan jalannya benar-benar menipu mata para pendaki pemula. Sementara itu Antony dan Ashanti menempuh jalan yang nantinya akan buntu karena dibatasi sungai, yang jalannya hanya bisa dilalui oleh orang-orang yang bisa berenang saja dan aku yakin Ashanti tak akan pernah mau. Hanya Iman dan Rasti yang berhasil memilih jalan.

    Bro! Lo denger gak tadi mereka ngomong apa? kata Joni. Emang napa seh? sahutku. Belagu tuh anak-anak kemaren sore. serunya dan kulihat dia benar-benar jengkel dengan ucapan si Nugie. Aku tersenyum padanya, Lah terus mau ngapain lagi? Kita khan panitia, masak mau marahin mereka. Ga pada tempatnya. sahutku lagi.

    Joni lalu mengikuti Anthony dan Ashanti pergi. Hoi, mau kemana loe? tanyaku pada Joni. Udah ikut aja bro. Gua pengin tahu ngapain mereka pilih jalan buntu ini, jelas-jelas arahnya melenceng keluar dari arah perkemahan. ujarnya. benar juga batinku, ngapain mereka mau pilih jalan itu.

    Tak lama kemudian aku dan Joni sudah mencapai jalan buntu yang dilewati sungai itu. Alirannya tidak deras-deras banget tapi kedalamnya hampir satu setengah meter, mau tak mau buat orang jeri juga bagi mereka yang tidak bisa berenang.

    Ssssttt! Tuh denger! Joni berbisik sambil membuat tanda diam dimulutnya. Dan benar saja aku melihat Anthony dan Ashanti sedang bercumbu di atas sebuah batu kali yang lebar dan lempeng. Pas bener nyari tempatnya? Gua berani tebak, mereka pasti sudah melihat kalau ada tempat asik disini pas waktu santai tadi siang. Gila tuh cewek, pahanya mulus coi, toketnya juga gede putih dan mulus. kata Joni sambil menelan ludahnya. Bah! Sialan, malam-malam gini malah bermesum ria. gerutuku. Kerjain yuk? kata Joni sambil senyum-senyum. Ntar! Kita liat dulu aja mereka mau ngapain. sahutku.

    Sssshhh achhh sshhh .achhhhh!!! Ton, kalau temen-temen liat gimana? Ashanti mencoba bicara ditengah gelora nafsunya. Anthony sambil terus menciumi lehernya dan meremas buah dada gadis cantik itu hanya tersenyum dan mempreteli seluruh pakaian gadis itu dan pakaiannya sendiri. Hanya dalam beberapa detik mereka sudah bugil dan permainan bertambah panas karena Anthony dengan batang kemaluan yang sudah membesar itu segera melakukan penetrasi ke liang vagina Ashanti.

    Say, aku masukin yah. kata Anthony pada gadis itu yang ternyata merupakan kekasihnya sejak di SMU kelas 3. Iya deh honey. Kita main cepetan yah, takut kalau ada yang tahu. ucap Ashanti disela-sela desahan kenikmatannya.

    Achhh terus ..te .te .rus .sayang .honey .ochhhh h! racau Ashanti saat penis Anthony menerobos liang senggamanya dan mulai digoyangkan pinggulnya naik turun. Laksana lokomotif, dia menggenjot tubuh kekasihnya itu diatas batu kali. Ahhh ..ohhh ahhhhh . racau Ashanti semakin menjadi-jadi saat kekasihnya semakin liar menyodokkan penisnya kedalam vaginanya. Enak yah say? canda Anthony ditengah-tengah goyangannya yang semakin cepat. Achhhh ..ahhhhhhhhhhhhhhh!!! racauan Ashanti berubah menjadi sebuah suara yang cukup keras. Nampaknya dia sudah mencapai orgasmenya yang pertama. Sementara itu Anthoni hanya senyum-senyum saja, dilanjutkannya penetrasinya dengan sodokan-sodokan yang mulai melemah lalu medadak menjadi liar kembali. Penis berukuran kurang lebih 13-15 sentimeter itu benar-benar membuat lubang vagina Ashanti yang putih bersih itu menjadi kemerah merahan karena efek gesekan yang sangat cepat. Clap, clap, clap, clap. bunyi saat penis milik Anthony menjarah liang kewanitaan Ashanti kekasihnya itu. Tak lama kemudian baru dia mencabut batang kejantanannya dan mengocoknya diatas perut kekasihnya dan, Crottt, crot, crottt! keluarlah semua spermanya dan membasahi perut gadis putih itu bahkan pusarnyapun tertutup cairan mani yang putih kental itu.

    Say, kamu bener-bener lihai bercinta sekarang. kata Anthony sambil mengecup bibir gadisnya. Ashanti yang lemas hanya dapat tersenyum.

    Srakkkk . suara semak-semak terinjak oleh Joni yang keluar dari persembunyian. Sepasang burung madu itupun kaget dan mencoba menutupi tubuh mereka dengan pakaian, tapi apa daya karena Joni sudah merengut pakaian mereka yang berjatuhan di bebatuan dan melemparkannya kesungai kecuali pakaian dalam sang cewek dan beberapa barang seperti dompet dan handphone. Hilang sudah semua pakaian mereka berdua.

    Mau apa lo? bentak Anthony lantang menutupi kagetnya dan juga perasaan takut. Bah! Bocah kemaren sore belagu. Mau cari mati lo hah? Malam-malam makrab malah dibuat *******. seru Joni lebih lantang. Ton Ashanti bersembunyi dibalik tubuh kekasihnya guna menutupi tubuhnya yang telanjang bulat dan dia terisak-isak.

    Akupun keluar dari semak-semak, Heh kalian! Apa kalian gak tau aturan disini? seruku pada sepasang kekasih itu. Disini kalau mau bersenang-senang kagak boleh sendirian. tambahku.

    Anthony menjauh dan berusaha untuk mecari alat buat menutupi tubuhnya. Mau apa kalian? serunya kali ini tidak selantang yang tadi. Aku tersenyum sambil melihat body Ashanti yang telanjang itu, Gua cuman mau cewek lo aja buat malam ini. tandasku padanya. Hah! Apaaaa? Anthony kaget namun aku yakin dia sudah memikirkan kemungkinan itu sebelumnya. Kalau kagak mau juga ga apa apa seh. Cuman cewek lo bakalan jadi bulan-bulanan disini karena dia bakalan pulang telanjang bulat karena celana dalam dan bra nya bakalan kami buang kesungai. seruku.

    Anthony berusaha menyerang Joni dengan harapan dapat merebut barang kekasihnya namun aku juga sigap dengan segera aku memukul tengkuk pria itu hingga dia pingsan. Lalu kami mengikat Anthony di sebuah pohon besar agak jauh dari tempat kami bertemu mereka sambil membawa paksa Ashanti yang bugil dan kedinginan.

    Nah. Kalau disini ntar kalau temen-temen lo pada balik nyariin gak bakalan ada yang nemuin lo. kataku pada Ashanti Lo kalau kedinginan ngapain pakai acara ******* malem-malem dihutan? lanjutku sambil mencium paksa bibirnya. Luar biasa lembut, gadis cantik ini benar-benar membuatku terpesona. Ampun kak. Saya minta pakaian dalamnya lagi, saya nggak akan bilang siapa-siapa soal ini asal saya dilepasin kak. katanya padaku sambil berlinangan air mata. Beh! Emang lo masih perawan apa? Anggap aja ngelayanin kami sama aja ngelayanin cowok lo. seru Joni sambil mempreteli bajunya. Menurut undian aku lebih dulu yang dapat jatah.

    Segera setelah aku melepaskan bajuku, aku segera menindih cewek bahenol ini dan mulai melakukan penetrasi. Sambil kuciumi payudara dan leher juga bibirnya aku berkata, Gua jamin, pelayanan gua lebih memuaskan daripada cowokmu itu.

    Jangan kak. Ampun! Kak janga ..an ..achhhhhh .achhhhhhhhh !!! ucapannya berubah menjadi rintihan saat penisku menerobos liang kemaluannya. Tak butuh waktu lama hingga seluruh penisku yang panjangnya 18 senti itu masuk semua kedalam vagina Ashanti. Sekarang enak khan? Penis gua lebih gedean khan dari punya cowok lo? kataku pelan sambil memulai sodokan-sodokan penisku kearah dalam vaginanya.

    Ach, ohhh, achhh, ochhh, jangan kak! Ahhhh ohhh Ashanti mulai tak terkendali, nampaknya walaupun dia ingin menolak tetapi dia tetap merasakan kenikmatannya. Tak sampai sepuluh menit dia mencapai orgasme keduanya malam ini. Achhhh, kak ahhhh! serunya diiringi tubuhnya yang mengejang kuat dan tanpa sadar tangannya menekan bahuku. Heheh! Ternyata menikmati juga yah? ejek Joni pada Ashanti.

    Lalu kupercepat gerakan sodokanku, kali ini kurubah gaya menjadi woman on top sehingga dia bisa bergoyang lebih bebas dan dengan gaya ini dia orgasme untuk ketiga kalinya. Cairan cinta dari vaginanya bercampur dengan cairan pelumas yang keluar dari batang kejantananku menimbulkan bunyi-bunyian yang berkesan becek saat kedua kelamin kami berbenturan.

    Kemudian kuakhiri petualanganku malam ini dengan doggy style dimana di kuposisikan menghadap kekasihnya yang masih pingsan dan kusuruh dia mendesah seliar mungkin. Tak lama kemudian aku merasakan spermaku akan keluar. Say, aku keluarin didalam yah. kataku padanya namun tak ada jawaban. Crot, crot, crot, crottt! spermaku menyemprot liang vaginanya setidaknya 4 sampai 5 kali.

    Selang 2 menitan Ashanti langsung disuruh jongkok oleh Joni dan dimembersihkan vagina cewek itu dengan air sungai. Bah! Tercemar sudah. serunya sambil terkekeh. Lalu tanpa aba-aba lagi dia langsung menyodokkan penisnya kedalam vagina Ashanti yang sudah lemas itu dengan posisi doggy style.

    Ach, ach, ohhh! Ashanti kembali meracau tidak karuan. Saat itu kekasihnya bangun dari pingsan dan melihat betapa liarnya Joni menggenjot kekasihnya. Nih liat! Cewekmu aduhai bener bodynya, goyangannya juga mantap. kata Joni pada Anthony sambil memperliar sodokannya sehingga kadang membuat Ashanti mengaduh kesakitan. Ahhh, yes, ohhh .yessss! kali ini giliran Joni yang meracau tak karuan. Aku segera ambil posisi, Kalau kamu mau pakaian dalam kamu balik, kamu harus mengoral penis gua dulu. Nih! kataku sambil menyodorkan batang kejantananku yang mengeras lagi kedepan bibir mungilnya yang menurutku sangat seksi.

    Dia lalu membuka bibirnya perlahan dan mulai memasukkan penisku kedalam mulutnya. Ahhh, gitu dong dari tadi. seruku sambil memaju mundurkan pinggangku mengerjai mulut Ashanti gadis manis ini. Tak lama kemudian Joni mempercepat goyangannya dan langsung meremas buah dada Ashanti dengan keras hingga gadis ini mengaduh keras. Ahhh gua keluar nih. Memek lo emang legit abis Shan, kalau jadi lonte dah bakalan laris lo. Joni berkata sambil melakukan sodokan pamungkasnya yang mendalam dan keluarlah seluruh cairan haram itu didalam vagina Ashanti. Gadis ini hanya bisa menutup mata namun tak lama dia terpaksa harus membuka matanya karena aku berejakulasi saat penisku dioral mulutnya. Dia mencoba melepaskan penisku namun gagal dan akhirnya harus menerima sebagian besar maniku keluar dimulutnya.

    Setelah puas, aku dan Joni berpakaian dan memberikan pakaian dalam Ashanti tapi sebelumnya aku kembali menggunakan kamera digitalku untuk memotret mereka berdua dalam kondisi telanjang bulat. Kalau lo pada buka mulut, foto-foto ini bakalan gua kirimin kesemua relasi kalian and tentu saja keseluruh kampus dan keluarga kalian. Ngerti! bentakku. Udah! Ayo pergi! Dah puas gua ngentotin tuh anak baru. kata Joni sambil ngeloyor pergi. Sebelum aku pergi aku berbisik pada Ashanti, Lain kali kalau kamu butuh kepuasan, cari saja aku. OK? bisikku.

    Kejadian itu merupakan kejadian yang sangat berkesan, karena aku bisa memperoleh tubuh cewek angkatan baru ketigaku. Lalu aku dan Joni segera pergi kearah Silvia dan Nugie pergi. Ceritanya cukup seru juga.

    Setelah menempuh setidaknya satu jam perjalanan, aku dan Joni memutuskan untuk berhenti mencari Silvia dan Nugie. Tapi benar-benar takdir, aku dan Joni mendengar ada suara ribut-ribut didekat kami dan kamipun mencari arah suara tersebut. Hmmm, tuh mereka berdua. Malah perang sendiri. kata Joni padaku.

    Anak baru emang ga berguna semua, nyari jalan saja pakai berantem. ucapku. Kami berdua lalu mendekati kedua anak itu. Mereka kaget tapi lega dan senang melihat ada panitia didekat mereka. Untung ada kakak panitia. kata Nugie pada Silvia. Silvia ini tidak begitu cantik paras wajahnya, namun dia sangat modis cara berpakaiannya dan body nya itu yang aduhai, jauh lebih seksi daripada Ashanti yang padahal menurutku sudah cukup seksi.

    Kami berencara untuk turun gunung namun ternyata jalan yang kami lalui tadi tertutup kabut. Bener-bener deh! Tadi waktu diatas ga ada kabutnya kok dibawah sekarang ada. gerutu Joni lagi. Aneh juga, baru kali ini ada yang beginian. Kalian juga sih pake acara naik gunung, dah tahu perkemahannya di kaki gunung. kataku kesal. Seolah mengakui kesalahan mereka, kedua bocah itu diam. Akhirnya kami berempat harus menunggu sampai kabut hilang karena jalan yang dilalui ada beberapa bagian yang curam dan jarak pandang hanya 2 meter didepan.

    Dah! Kita diam disini dulu saja sampai kabut ilang. kataku sambil duduk disebuah potongan ranting kayu yang besar yang nampaknya jatuh dari sebuah pohon. Joni terdiam lalu angkat bicara, Jangan! Gue kayaknya masih inget ada tempat persinggahan disini, pos buat para pendaki. Kami lalu mencari pos tersebut dan ternyata Joni benar dan letaknya tidak jauh dari tempat kami berdiri tadi.

    Pos berukuran 5×5 meter yang sederhana sekali, hanya terdapat sebuah tempat tidur dari semen yang bisa digunakan buat tidur, duduk ataupun bersantai sambil menaruh bawaan. Malam semakin larut dan kabut diluar pos semakin tebal saja. Karena hanya membawa lampu senter multifungsi tanpa membawa oncor, obor atau sebagainya maka hawa dingin semakin merajalela.

    Anjing! Dingin abis disini. Mana kaga ada perapian pula. Nugie mulai menyumpah serapahi keadaan. Aku melihat Silvia mulai mendekatiku dan berbagi jaket gunung bersamaku. Maklum diantara kami berempat, akulah yang menggunakan jaket gunung paling tebal, tapi jujur saja suasana dingin sudah biasa bagiku karena aku lahir didaerah pegunungan juga. Hih! Dingin, dingin banget. Silvia kini mulai berani memeluk tanganku. Kurasakan tonjolan menyentuh lengan atas tanganku. Dada Silvia yang cukup besar, 36B setidaknya menurut tebakanku menyentuh tanganku. Disuasana sedingin ini sebuah kehangatan merupakan surga.

    Hmm! Silvia. panggilku padanya dan dia menoleh. Dia terkejut karena tanganku sudah memasuki jaket dan baju kausnya bahkan sudah melewati himpitan branya dan menyentuh buah dadanya yang montok itu. Kakak! Kakak apa-apaan sih? bentaknya padaku namun tak berpengaruh bahkan aku semakin berani mereka payudaranya kali ini menggunakan kedua tanganku. Kamu tau nggak Silv, di cuaca sedingin ini kehangatanlah yang penting. Dari pada aku mati beku mending kita bekrja sama. aku beralasan. Tanpa di komando lagi, Joni segera memegangi kedua tangan Silvia dari belakang sementara aku membuka bra nya. Kali ini dada Silvia tidak tertutupi bra lagi walaupun dia masih mengenakan jaket dan kaus. Tak hanya itu, aku langsung memelorotkan celana jeansnya dan juga celana dalamnya. Setelah tubuh bawahnya telanjang dia baru dapat berteriak. Hentikan! Kalian sudah pada gila! Apa-apaan ini? Jangan macam-macam. serunya namun tak ada gunanya. Bahkan Nugie yang dari tadi bengong jadi ikut bereaksi meremas-remas payudara Silvia. Sementara mulutku mencumbu bibirnya dengan french kiss. Nampaknya mau tak mau dia pasrah juga melihat dirinya dikerumuni tiga pria dan semuanya berebutan untuk merangsang diri mereka dengan tubuhnya yang akhirnya berbalik merangsang diri Silvia sendiri.

    Tak menunggu lama segera aku pasang posisi, Jangan khawatir Silvi, yang penting kenikmatannya kok dan kehangatan kita semua. kataku sambil membuka resleting celana jeansku dan segeralah batang kejantananku mengacung tegak seolah menantang dinginnya malam berkabut itu. Gila! Gede amat. tanpa sadar Nugroho berceletuk dan ditanggapi dingin oleh aku dan Joni.

    Blessshhh. Segeralah batang penisku itu menerobos masuk kedalam vagina Silvia. Achh, sakit mas. Silvia mulai terbata-bata. Kala itu baru kepala penisku yang bisa masuk. Kamu masih perawan yah Sil. aku tersenyum melihat dia menahan rasa sakit namun tak sanggup memberikan perlawanan. Dan dalam selang satu sampai dua menit akhirnya seluruh batang kemaluanku berhasil sukses melesak masuk kedalam liang kewanitaan Silvia.

    Ah, achhh, ahhh. Silvia mulai mengejang menahan sensasi kenikmatan dan menahan rasa perih di liang senggamanya. Ukuran vaginanya memang lebih kecil dari semua cewek yang pernah kutiduri dan ditambah ukuran penisku yang cukup lumayan itu membuat terasa sangat seret dan sulit saat akan penetrasi.

    Benar-benar situasi yang luar biasa dimana Silvia yang hanya menggunakan atasan dan diriku yang masih berpakaian lengkap ini bersenggama di sebuah ruangan yang dingin berkabut. Karena kondisi maka aku memilih doggy style sehingga tidak perlu terlalu ribet. Tiap sodokan demi sodokan dari penisku membuat kedua payudara sang dara ini berguncang hebat. Achhh, mas, ahhh, ahhhh hentikan mas achhh. racaunya ditengah goyangan mautku. Bener mau berhenti? godaku padanya sambil senyum-senyum. Sambil meremas-remas payudaranya dari belakang, aku benar-benar mencapai kepuasan yang tiada tara. Gadis bertubuh molek ini akhirnya dapat aku garap dengan seekstrim ini. Dua puluh menti kemudian aku mencapai klimaksku dan ku semprotkan seluruh cairan kemaluanku didalam vaginanya. Saking banyaknya hingga ada tetesan yang keluar.

    Setelah diriku, Joni lalu kemudian Nugroho juga melampiaskan hasrat terpendam mereka ketubuh Silvia dan sama sepertiku mereka menggunakan doggy style. Sperma-sperma yang memenuhi liang kewanitaan Silvia seolah menjadii saksi kebrutalan tiga pria dalam satu malam yang dingin. Banyak sekali pose saat Silvia disodok yang terekam kameraku. Enak yah Sil? Nyari kehangatan sambil nyari kenikmatan. kataku padanya. Kalau kamu ntar mau ******* lagi, bisa ngomong ke aku OK Sil. aku manambahi.

    Setelah kurang lebih pukul 4 pagi, kabut mulai hilang dan kami berempat berani untuk turun. Malam itu selama kurang lebih 2 sampai 3 jam kami mengerjai Silvia dari segala sisi. Setidaknya aku sudah berejakulasi dirahim, anus dan dadanya. Begitu juga dengan dua orang yang lain, bahkan Nugie lebih rakus karena dia memaksa Silvia melayaninya hingga 5 kali. Entah sudah berapa banyak sperma yang memasuki rahim Silvia waktu itu. Malam itu selain mendapatkan servis dari Ashanti, aku juga memperoleh servis dari Silvia plus keperawanannya. Rekorku sepertinya melebihi rekor Yusak temanku dalam hal memerawani cewek.

    Hari ketiga waktu sore hari tiba, banyak peserta makrab yang menyiapkan acara mereka masing-masing karena tiap-tiap regu diharuskan menampilkan sebuah atraksi hiburan yang akan digunakan pada malam api unggun. Malamnya saat acara api unggun dimulai, suasana sangat meriah dan tidak ada lagi acara bentak-bentak dari para senior. Semuanya membaur menjadi satu baik senior maupun junior. Aku, aku memilih menyendiri di salah satu tenda panitia. Terus terang aku cukup lelah dengan aktifitas pagi waktu itu dimana kelompok tugasku diberikan tugas untuk menyiapkan keperluan dan perlengkapan untuk acara api unggun.

    Saat aku mendekati salah satu tenda panitia dari bagian dokumentasi, aku mendengar ada suara orang bercakap-cakap, setidaknya ada 3 orang disana. Kudengar samar-samar dan aku mulai dapat memastikan kalau suara itu adalah suara Joni dan Anwar temanku sementara suara satu lagi adalah suara perempuan yang aku tidak kenal. Tapi itu bukan yang membuatku terkejut, karena yang membuatku sangat terkejut adalah suara-suara yang muncul dari mulut ketiga orang itu.

    Jangan kak! Saya benar-benar nggak sengaja kok. kata si cewek yang ternyata bernama Ivone. Gak sengaja gimana? Jelas-jelas kamu bawa benda ginian ditas kamu, emangnya benda seperti ini isa masuk dewe? bentak Anwar dengan logat jawanya.

    Terdengar suara tangis kecil dan sesenggukan dari sang cewek. Aku segera masuk untuk mengetahui apa yang terjadi dan kudengar dari penuturan kedua rekanku itu bahwa bocah yang bernama Ivone ini ternyata membawa minuman keras Jack Daniels dan juga beberapa linting rokok berisi ganja.

    Sinting! Kamu pikir ini tempat apaan? bentakku. Emosi juga kumelihat ada junior yang berani bertingkah jauh diambang batas seperti gadis ini. Gadis berkulit putih ini hanya bisa terdiam. Ivone adalah gadis keturunan cina, tinggi tubuhnya 165 an dan berambut panjang lurus di cat warna merah dipinggirnya.

    Saya menyesal kak. Tolong jangan dilaporin. pintanya setengah merayu walaupun tangisnya masih juga keluar. Heh, dia pake acara merayu pula. ejek Anwar pada Ivone sambil duduk yang lalu pergi keluar untuk mecari udara diluar tenda. Aku lihat tubuh Ivone cukup bagus dan wajahnya juga lumayan karena didukung kulitnya yang putih bersih. Hng! Emangnya kamu mau ngerayu kami pake cara apaan? kataku padanya sambil melirik kearah buah dadanya. Saat itu dia memakai kaus lengan pendek dengan lingkar leher cukup besar sehingga dari lingkar leher kausnya dapat terlihat dadanya saat dia merunduk.

    Nampaknya Ivone cukup tanggap akan hal tersebut dan dia segera membuka kausnya hingga terlihat payudaranya yang dibalut bra berwana krem. Kakak boleh lihat tubuh Vony tapi jangan lapor tentang rokoknya sama minumannya. Please yah kak, ntar aku bisa dikeluarin. pintanya memelas. Joni menimpali, Lo bukan cuman bakal dikeluarin tapi juga dipenjara. Kita-kita bisa saja ngomong kalau lo mau mengedarkan ganja itu di lingkungan kampus. serunya pada dara tersebut.

    Sambil meletakkan tas cangklongku aku perlahan mendekati dia, Kamu, kalau cuman bisa buka segini ga ada gunanya. Ga setimpal. Kalau mau buka semuanya! seruku padanya. Akhirnya walau dengan enggan akhirnya dia mau mencopot seluruh pakaiannya didepan kami berdua. Payudara putihnya segera menjadi pemandangan utama dan ukurannya cukup besar sekitar 36B, belum lagi pusarnya yang ditindik membuat dia semakin seksi saja.

    Wah, kalau gini baru kita-kita bisa berpikir jernih tentang masalah lo. Joni terkekeh sambil menjulurkan tangannya memegang-megang payudara Ivone. Tapi dikebaskan tangan Joni oleh tangan Ivone. Sialan! Lo mau gua laporin apa? bentak Joni tidak terima. Namun suasana saat itu terhenti saat ada seseorang yang masuk yang ternyata adalah Anwar.

    Dia terkejut dan tak dapat melepaskan pandangannya dari tubuh bugil Ivone, Gila, apa-apaan neh? Kok jadi gini? Anwar bingung. Selang beberapa detik kemudian ada panggilan dari radio komunikasi kami dari HT salah satu teman kami diluar, isinya adalah buat Joni untuk segera datang keacara api unggun karena dia kebagian tugas mengabadikan acara tersebut dengan handycam panitia. Segera kusuruh Joni keluar walalaupun enggan tapi hal tersebut agar tidak membuat kecurigaan dikubu panitia.

    Sekarang tinggal kita bertiga. kataku pelan sambil membuka celanaku dan segera terpampang penisku yang sudah lama ereksi karena melihat tubuh telanjang Ivone. Kak, jangan! Tadi khan katanya cuman mau lihat. Bukan yang lain kak. kata Ivone patah-patah karena gugup. Anwar masih bengong dari tadi baru bisa menguasai dirinya, Di! Kowe sudah edan yah? Ntar kalau yang lain kesini bisa mampus kita. katanya panik dengan logat lucunya itu. Aku hanya meringis sambil menyergap Ivone yang mencoba berontak. Kupegang kedua tangan dara tersebut sementara kedua pahanya kutekan dengan kakiku sehingga tak dapat bergerak lagi.

    Von, sekarang kamu harus buat aku senang kalau tidak aku laporin semua barang bukti ini ke temen-temen panitia yang laen. Gak enak lho dipenjara bertahun-tahun apalagi buat gadis muda kayak kamu. Dipenjara bisa jadi bulan-bulanan. kataku menakut-nakutinya dan berhasil, dia menjadi minder ketakutan akan akibat yang mungkin terjadi jika aku melaporkan semuanya.

    Kuciumi mulutnya yang tipis itu sambil kuremas-remas payudaranya yang putih mulus itu. Kujilat dan kuhisap-hisap puting susunya sehingga mengeras dan sedikit demi sedikit dia sudah mulai merasakan kenikmatan cumbuanku. Vaginanya mulai basah dan saat inilah yang kutunggu. Kuarahkan penisku kearah bibir vaginanya dan segera kudorong melewati labia minora tersebut.

    Ach, ahhh !!! rintihnya pelan saat batang kejantananku melesak kedalam vaginanya. Ahhh, nikmat sekali. kataku pelan sementara dia hanya membisu dan membuang muka kesamping. Dari saat aku memasukkan penisku hingga saat aku mulai memompa batang kemaluanku itu, aku dapat merasakan kalau dia sudah pernah berhubungan dengan pria lain. Tak ada darah dan kesulitan memasukkannya tidak sesusah saat bersama dengan gadis yang masih perawan.

    Kugenjot semakin cepat sambil kuangkat kedua pahanya dan kusandarkan di pundakku sementara dia berbaring pasrah menerima hunjaman-hunjaman penisku di liang kemaluannya. Ahhh, achh, ohhh rintihnya pelan. Selama sepuluh menit aku hajar vaginanya dengan posisi itu dan karena tempat yang sempit aku enggan berpindah posisi. Ahh, aku mau keluar nih. Keluarin mana nih? kataku padanya. Dia hanya menjawab pasrah, Terserah kakak mau dikeluarin dimana.

    Ahhh, ahhh !!! aku mengerang cukup keras sebelum aku menegang dan penisku menyemburkan cairan sperma yang cukup banyak didalam vaginanya. Crot, crott, crottt, crottt .!!! Sekarang liang vaginanya dipenuhi cairan putih kental yang akhirnya sebagian besar mengalir keluar dari dalam liang senggama Ivone melalui bibir vaginanya. Aku lalu memakai celanaku lagi dan duduk agak jauh dari Ivone.

    Kamu nggak mau nyobain nih cewek? kataku pada Anwar yang dari tadi cuman tertegun menonton permainan panasku dengan Ivone. Akhirnya dia juga ambil bagian. Dengan sigap dia copot semua pakaiannya dan langsung mengarahkan penisnya yang berwana coklat kehitaman itu kearah bibir vagina Ivone yang putih kemerahan yang masih belepotan sperma itu, tapi nampaknya temanku itu tak peduli lagi.

    Ahhh, ahhh, akhirnya hilang juga perjakaku. Kentu ma cewek cina lagi. Ngimpi juga gak pernah aku. katanya padaku. Aku hanya tersenyum melihat kelakuan polos temanku itu. Batang kemaluan yang berwarna gelap itu kontras sekali dengan liang memek Ivone yang putih kemerahan. Setiap kali penis Anwar menyodok dalam vagina Ivone, gadis itu bergetar keras sambil mendesah entah desahan sakit atau kenikmatan.

    Ahhh, keluarin didalam yah non. kata Anwar dan benar saja hanya dalam waktu lima menit dia ******* dengan gadis itu dia langsung mencapai klimaksnya. Sekali lagi cairan sperma milik seorang pria membanjiri liang senggama Ivone. Setelah itu kami berdua menyuruhnya mengoral penis kami hingga kami berejakulasi diwajah dan mulutnya.

    Sekitar dua jam kemudian, Joni datang bersama tiga orang panitia yang lain. Semuanya pria dan semuanya menjadi horny saat melihat tubuh telanjang Ivone yang lemas karena melayani aku dan Anwar tanpa henti. Seakan kerasukan setan, keempat rekanku itu mencopot celana mereka masing-masing dan menggagahi Ivone secara bergantian. Kali ini bukan cuma vagina dan mulutnya yang dihajar dengan sumpalan penis, tapi juga lubang anusnya yang disodomi oleh keempat temanku ini. Benar-benar brutal sekali, karena sempat aku melihat saat vagina Ivone dijejali dua penis sekaligus. Saat itu dia menangis keras namun segera dibungkam oleh salah seorang dari mereka. Sekitar jam 12 malam tepat saat acara api unggun mendekati selesai, mereka berempat selesai mengerjai Ivone dan meninggalkannya dengan tubuh belepotan sperma baik dimulut, payudara, perut, paha, punggung bahkan anusnya, terlebih di liang kewanitaannya dibanjiri oleh sperma dari 6 orang pria berbeda. Karena terlalu banyak hingga meluber keluar. Malam itu Ivone lolos dari jerat hukum tetapi dia masuk kedalam jerat kami para panitia. Benar-benar malam yang menyenangkan.

     

  • ngecrot di dalem memek sempit

    ngecrot di dalem memek sempit


    7357 views
    BONUS GAMBAR HOT DAN CERITA SEX
    Koleksi Cerita Panas Terbaru 2016

    Catatan Penulis ‘Cerita Panas Terbaru 2016’:
    Mohon maaf sebelumnya jika tulisan nubi ini masih banyak kekurangan disana-sini, sebab nubi masih belajar. Nubi akan sangat senang menerima saran dan kritikan apalagi jika disertai dengan “ijo-ijo” dari para suhu disini agar nubi semakin giat lagi belajar tulis-menulis, tanpa banyak kata lagi, nubi persilahkan untuk menikmati tulisan nubi ini

    Kali ini kami akan membagikan lagi cerita panas terbaru 2016 untuk sobat semua. Walau hanya hasil copas, tetapi cerita panas terbaru 2016 ini merupakan salah satu cerita terbaik karia seorang penulis yang benar-benar jenius. Berikut adalah cerita panas terbaru 2016 berjudul “ketika cinta bersemi di pasar Induk” tersebut!

    Koleksi Cerita Panas Terbaru 2016 – Ketika Cinta Bersemi di Pasar

    Seks bukanlah hal baru bagiku, pengalamanku sejak dari bangku sekolah, kuliah dan sampai saat sekarang ini sudah tak terhitung berapa kali aku melakukan hubungan seks. Mulai dengan pacar-pacarku, teman sekolah atau kuliah, hingga mama muda yang kukenal dari jejaring sosial bahkan wanita penjaja seks dari kelas teri hingga menengah pun tak terhitung dengan jari. Apalagi sekarang ini bisnis yang kurintis juga berkembang pesat yang membuat tingkat percaya diriku semakin besar dalam soal seks, selain wajahku yang memang ganteng dan tutur kata yang pintar mengambil hati wanita atau ini memang sudah jalan hidup yang memang harus kulalui, meskipun memang terasa menyenangkan bagiku… hehehe …

    Sebelum kulanjutkan tentang kisahku ini, perkenalkan … Namaku Kelik, usiaku 24 tahun dan aku bisa dibilang seorang pengusaha muda sukses. Mohon maaf jika aku terlalu berlebihan dalam mendeskripsikan diri, tapi begitulah kenyataannya, apalagi bila dibandingkan dengan sebayaku di kampungku Semanu, sebuah kota kecamatan di bagian timur Kabupaten Gunungkidul D.I.Yogyakarta. Apa yang kuraih sampai dengan saat ini bisa dibilang lebih dari cukup. Selain bisnis jual-beli hewan ternak dan kendaraan bermotor, belum lama ini aku juga menggeluti bidang distribusi hasil bumi yang disuplay dari sorang cukong di daerah Solo dan kudistribusikan di Gunungkidul. Hingga kadang dalam satu minggu aku harus beberapa kali ke pasar induk untuk mengantar pesanan kacang hijau atau kedelai ke beberapa penjual hingga ahkirnya kisah yang akan aku bagi ini pun terjadi.

    Sore itu aku menyempatkan diri mampir di warung angkringan tak jauh dari pasar setelah selesai mengantar kedelai, suasana begitu lengang meski biasanya di siang hari tempat ini sangat ramai dengan angkutan pedesaan yang ‘nge-tem’ menunggu penumpang dan disinilah awal mula kisah …

    “Mas, sudah tidak ada angkutan ya?” Seorang nenek datang mendekat dan bertanya kepada kami, karena disitu ada aku dan bapak penjual angkringan …

    “Sudah gak ada mbah…” si bapak penjual langsung menjawab. (Semua percakapan ini terjadi dengan menggunakan bahasa Jawa, namun karena alasan kebhinekaan maka saya ubah dengan bahasa Indonesia dengan tanpa mengurangi arti sebenarnya,-red).

    “lah itu mas?” (si nenek menunjuk ke arah mobil pikapku).

    “oh, itu mobilnya mas-nya ini mbah, orang jajan kok, bukan ngetem mbah’ jawab si penjual angkringan.

    “aduh, saya kemalaman kalau begitu” si nenek bergumam sediri dengan bahasa tubuh yang menunjukkan kebigugan ditambah kecemasan.

    “Lah simbah ini rumahnya mana? kok bisa sampai kemalaman memangnya dari mana? (si penjual angkringan kebali bertanya dengan berempati kepada si nenek).

    “saya Gedangsari Nglipar mas, tadi saya jual pisang hasil dari halaman di rumah, sekalian lihat keadaan pasar” jawab si nenek.

    Gedangsari adalah sebuah nama desa, dan Nglipar adalah sebuah kota kecamatan terletak di sebelah barat daya kabupaten Gunungkidul, sedangkan perlu diketahui aku berasal dari sebuah desa di kecamatan Semanu yang terletak di sebelah timur Gunungkidul.

    Kumpulan Cerita Panas Terbaru 2016 | Sekilas kuperhatikan si Nenek, meskipun sudah tua dan mungkin usianya sudah diatas 60 tahun tapi badannya langsing, bahkan masih lumayan tegap dibalik kebaya dan kain jariknya. (kain jarik atau jarit adalah kain yang biasa digunakan sebagai bawahan wanita Jawa yang biasanya dari kain batik,-red) meskipun kulitnya sudah berkeriput. Entah kenapa aku malah menawarkan diri untuk mengantarkan si nenek. jika dipikir dengan itung-itungan mungkin bisa dibilang konyol.

    Bagaimana tidak, arah rumah si nenek selain jauh juga bertolak belakang dengan arah rumahku, belum lagi soal waktu, solar dan lain sebagainya. kalau yang kuantarkan seroang anak gadis SMA atau ibu-ibu muda tentu bukan hal yang rugi bagiku. jujur, bukan rasa iba sebenarnya, tapi karena aku memang tidak ada acara lagi dan tidak ingin untuk segera pulang ke rumah. Yah … siapa tau juga nanti ada rejeki untuk anak soleh, entah si nenek punya anak perawan yang bisa dipacari dan banyak sekali ‘mungkin’ yang berputar di otakku.

    “Mari mbah saya antar …” aku pun menawarkan diri dan segera membayar gorengan dan wedang jahe kepada bapak penjual angkringan yang melongo keheranan dengan tawaranku pada si nenek.

    “Terima kasih ya mas … bla … bla …” Si nenek berkali-kali mengucapkan kata-kata yang sebagian juga aku tak terlalu jelas artinya karnena seperti beliau bergumam sendiri

    Kami pun sudah diatas mobil dan meninggalkan bapak penjual angkringan, di perjalanan kuketahui bahwa nama si nenek adalah Mbah Suliyem (aku teruskan ceritaku ini dengan memanggilnya ‘mbah’ saja karna aku memang tidak biasa dengan istilah ‘nenek’, dan aku rasa pembaca juga sudah pasti paham,-red). Di perjalanan aku jadi tahu bahwa mbah Suliyem tinggal sendirian, suaminya sudah meninggal sedangkan anak perempuan satu-satunya merantau di Jakarta dan bekerja sebagai seorang PRT, dan masih banyak lagi hingga ahkirnya kami sampai pada percakapan kunci dari semua ini …

    “Mas, terima kasih ya sudah mau antar simbah pulang, sekali lagi simbah berterima kasih pada mas … tapi simbah cuma punya ini mas …”

    Mbah Suliyem sedikit memalingkan tubuhnya membelakangiku dan kemudian berbalik sambil menyodorkan selembar uang lima ribu rupiah. Aku menelan senyum melihatnya dan seketika itulah kebejatanku muncul, aku segera menepikan kendaraanku yang kebetulan juga saat itu kami sudah berada si kawasan hutan Bunder yang terkenal angker. Entah karena setan penghuni tetap di tubuhku atau ada setan outsorching lewat, aku menarik dompet dan mengambil selembar uang Lima puluh ribuan.

    “uangnya disimpan saja mbah, saya ikhlas kok nganterin simbah … ini malah saya ada uang buat simbah tapi uang ini ada syaratnya… “

    “syarat apa mas?” Mbah Suliyem tampak kebingungan meskipun saat itu juga dia menerima uangku.

    “simbah boleh ambil uang itu kalau simbah mau kocokin kontolku?”

    Aku memang sudah menghitung resiko dengan perbuatanku ini, kalaupun terjadi penolakan, kecil kemungkinannya untuk menjadikan maslah buatku. Selain mbah Suliyem yang sudah tua, beliau juga pasti tidak berpikiran untuk melaporkanku pada pihak yang berwajib ataupun orang lain karena mungkin akan sangat merepotkan dan menjadi aib bagi beliau sendiri. Selain itu frekuensinya datang ke pasar pun tidak berkala, hanya pada saat ada panen pisang di halaman rumahnya yang bisa dijual.

    Mbah suliyem tampak kebingungan dan semakin gelisah sambil melihat-lihat keadaan yang sepi di kanan-kiri karena banyak sekali pepohonan besar.

    “Mas ini kok aneh-aneh sih, simbah sudah tua dan tempat ini sangat angker mas., ayo kita jalan lagi…”

    “jawab dulu mbah, mbah mau kocokin kontolku atau simbah kembalikan uangku dan turun disini, ini sudah lumayan dekat dengan rumah mbah dan saya lebih baik putar balik dan pulang”.

    Mbah Suliyem tak menjawab dan beberapa saat kami berdua terdiam, keadaan sangat sepi, bahkan aku sendiri pun sebenarnya juga merasa ngeri jika harus berlama-lama disini.

    “ayo mas, kita jalan lagi…” mbah Suliyem ahkirnya mengawali pembicaraan kami setelah beberapa saat kami berada dalam keadaan yang sama-sama gelisah. Aku pun memelorotkan celana kolorku sebelum mulai menginjak pedal gas.

    “lho mas, mas mau apa, kenapa celananya dipelorotkan disini?”

    Kata “Disini” yang diucapkan mbah Suliyem adalah lampu hijau yang dapat aku simpulkan bahwa beliau bersedia, tapi aku khawatir jika mbah suliyem tidak paham dengan perjanjian kami tadi, atau justru berniat untuk ingkar … hehehe meskipun kulihat beliau sedikit melirik kontolku yang sudah tegak dan besar.

    “Terus mau dimana mbah? ya sudah ayo kita jalan…” aku menutup perdebatan dengan tetap kolorku masih di lutut.

    “Kita jalan ya mbah” aku menarik tangan mbah Suliyem yang terasa kaku dan berat karena ada penolakan darinya, meski tenagaku lebih kuat pada ahkirnya …. karena jarak yang masih berjauhan, kulepaskan tangannya lalu menyisipkan tangan kiriku ke belakang pinggang kirinya dan menariknya agar lebih dekat denganku. Raut mukanya tampak kaku dan menatap ke kaca depan meski saat kembali kubimbing tangannya agar menggenggam batang kontolku yang seperti pisang ambon ini beliau tidak berontak.

    Setelah tangannya sudah mulai akrab dengan kontolku, aku pun kembali memegang stir dan menginjak pedal gas dan melanjutkan perjalanan ke rumah mbah Suliyem.

    Cerita Panas Terbaru 2016 bagian II

    Tangan mbah Suliyem masih menggenggam batang kontolku dan aku pun mulai membawa mobil pikap kesayanganku perlahan menyusuri jalanan sepi yang memberlah hutan angker ini. Ingin rasanya aku berhenti dan mengajak mbah Suliyem untuk melakukan hal yang lebih lagi, namun berbagai pertimbangan membuatku mengurungkan niat dan mencoba untuk menikmati sensasi genggaman tangannya yang memang kering dan bertekstur kasar. Sesekali kulepaskan tangan kiriku dari kemudi untuk membimbing tangannya agar bersedia meakukan gerakan naik turun mengocok kontolku yang semakin tegang dan keras.

    “ayo dong mbah … kocok mbah …” aku mulai merajuk seiring dengan akal sehatku yang mulai hilang.

    Mbah Suliyem tak bergeming, hanya menatapku kemudian kembali menatap ke arah depan sambil sesekali menggerakan tangannya naik-turun mengocok kontolku dengan ogah-ogahan, karna kadang tangannya berhenti bergerak meski tetap menggenggam kontolku.

    Tak terasa hingga kami pun keluar dari area hutan Bunder dan sudah tampak satu-dua rumah penduduk di kanan kiri jalan. Kepalaku semakin pening, nafsu yang sudah di ubun-umbun ditambah tangan mbah Suliyem yang merenggang dan kemudian melepaskan gengamannya. kali ini aku mencoba bersabar dan mengontrol emosiku, selain detak jantung dan nafsu yang aku coba kendalikan.

    Kutepikan pikapku dan menaikkan kembali celana kolor pada tempat semestinya sambil kulihat wajah mbah Suliyem yang menunjukan perasaan lega. mungkin dalam pikirannya, tugas dan amanat yang sudah diembannya selesai, tapi itu tidak berlaku buatku. Setelah mesin kumatikan, kubuka laci dashboard dan kuambil tas pinggang tempat aku biasa menyimpan uang hasil penjualan, lalu kuambil dua bundel uang pecahan senilai dua ratus ribu. Saat aku mengambil dua bundelan uang itu, aku memang sengaja memperlihatkan bundelan-bundelan uang lainnya di depan mbah Suliyem.

    “Mbah, tadi jual pisang dapet uang berapa?’

    “memangnya kenapa mas …?” mbah suliyem balik bertanya sambil melirik ke arah tumpukan uang didalam tasku.

    “Dapet berapa mbah?” aku kembali bertanya dengan gerakan menutup bibir tas dan seolah hendak memindahkan tas berisi uang agar jauh dari pandangannya.

    “Simbah tadi jual setengah tandan pisang karena setenghnya buat persediaan maka simbah, dapet uang nya sedikit mas, tiga puluh lima ribu, tapi ini uang buat beli beras sebulan…” mbah Suliyem sedikit terperangah dan kembali memalingkan wajahnya ke kaca depan sambil menjawab pertanyaanku.

    “Tadi kan simbah sudah saya kasih lima puluh ribu, ini saya tambah lagi dua ratus ribu buat simbah, silahkan ambil uangnya mbah, lumayan buat disimpan … ” Kuraih tangan mbah Suliyem dan kuberikan bundelan uang pecahan duaratus ribu kepadanya, sebagian dari hasil penjualan kedelai tadi sore di pasar. Bukan masalah besar bagiku dengan uang itu, karena sekali mengantar 1 ton kedelai impor ke salah satu penjual di pasar aku mendapatkan keuntungan bersih kurang lebih satu juta rupiah. Belum lagi dari hasil usahaku yang lain, dari ternak, dari penjualan isi ulang LPG dan usahaku lainya, belum lagi jika besok ada permintaan hasil bumi dari pedagang lain di pasar.

    “Uang sebanyak ini buat apa mas…?

    “Uang itu buat simbah, buat simpanan kalau ada kebutuhan mendadak mbah, simbah boleh simpan asal saya boleh entotin simbah silahkan disimpan, gimana?”

    “Mas, simbah ini sudah tua …. Apa yang mas harapkan dari simbah? Di luar sana banyak gadis perawan yang bisa mas nikahin dan mas bisa entotin setiap hari…” Mbah Suliyem kemudian diam terpaku meski bundelan uang yang kuberikan masih dalam genggamannya.

    Cerita Panas Terbaru 2016 | Kami berdua sama-sama diam tapi mataku kembali memandanginya untuk meyakinkan apakah tawaranku perlu kulanjutkan, atau sebaiknya kuminta kembali uangku dan mengurungkan kegilaan ini. Rasa penasaranku yang begitu kuat pada mbah Suliyem ternyata mendorongku untuk tetap melanjutkan misi gila ini. Kuambil kembali tas uangku dan kuambil lima lembar uang lima puluh ribu rupiah, kuhitung di depan mbah Suliyem semua uang yang sudah aku berikan kepadanya.

    “Mbah, ini saya tambah lagi mbah, semuanya lima ratus ribu rupiah, buat simbah, silahkan ambil dan simpan asal saya boleh entotin simbah atau kembalikan semua uang saya dan kita lupakan semua ini.”
    Aku menyelipakan lembaran uang itu ke genggaman tangan mbah Suliyem yang masih memegang bundelan uang yang sebelumnya kutawarkan padanya.

    “Mas ini memang sudah gila rupanya…”

    “Terserah simbah, silahkan ambil atau kembalikan”.

    “Ayo jalan mas, yang penting kita sampai rumah dulu…”. Mbah Suliyem berusaha mengahkiri perdebatan kami di jalan.

    Kali ini aku sudah pasrah dan kurasa memang tidak ada yang perlu diperdebatkan, apalagi setelah kulihat alroji ‘swiss army-ku’ sudah menunjukkan jam sembilan malam. Yang pasti setelah aku mulai menjalankan kembali “L-sapek” pikep kesayanganku , mbah Suliyem masih saja menggenggam uang itu.

    Tak berapa saat kami sudah tiba di daerah Gedangsari, namun rumah mbah Suliyem ternyata masih masuk jauh dari jalanan aspal, sekilas kami melewati persawahan dan perkebunan dan ahkirnya sampai di depan rumahnya. Meskipun jauh didalam kampung, rumah mbah Suliyem tergolong masih lumayan layak meski bangunannya semi permanen. Halaman rumah yang sekaligus dijadikan kebun cukup luas.

    “ya ini gubug simbah … ayo duduk dulu mas …” Kulihat keceriaan wajah mbah Suliyem saat ia menawarkanku untuk turun dan singgah ke rumahnya.
    “Iya mbah… ” kulihat kembali mbah Suliyem yang kesusahan mencari handle pintu mobil dan lucunya, uang penawaranku pada saat itu juga diselipkan di balik kain stagen (stagen = semacam korset atau ikat pinggang dari kain,-red). Aku pun berkata dalam hati; “Ok mbah, aku ikuti apapun rencanamu…” Karena dengan keadaan saat itu, aku justru punya pikiran buruk terhadap mbah Suliyem, bagaimana dengan nasib uang dan penawaran?, tapi apapun iyang terjadi, aku harus dapat memeknya atau uangku harus kembali bagaimanapun caranya.

    Setelah dibukakan pintu dan aku dipersilahkan masuk, mbah Suliyem ijin untuk membersihkan diri di belakang, dan tak beberapa saat setelah aku duduk di kursi ruang tamunya, satu dua orang tetangga mulai datang ke rumah mbah Suliyem.

    “Sial, ada apa lagi ini…” gumamku dalam hati.

    Para tetangga menanyakan keberadaan dan keadaan mbah Suliyem kepadaku karena mereka terkejut ada kendaraan roda empat yang datang dan parkir di rumah mbah Suliyem.Tak biasanya ada kendaraan yang datang ke desa, apalagi parkir di halaman rumah mbah Suliyem. Aku sedikit lega karena kedatangan mereka hanyalah untuk tahu keadaan mbah Suliyem. Aku kemudian menjelaskan bagaimana ceritanya hingga aku bisa datang ke rumah mbah Suliyem. Apalagi tak selang berapa lama, mbah Suliyem datang dan menjelaskan hal yang sama.

    Para tetangga pun ahkirnya lega setelah mengetahui maksud kedatanganku dan mereka justru sangat berterima kasih kepadaku. Mbah suliyem juga menjelaskan pada para tetangga bahwa aku sudah berbaik hati menolongnya dan diperkenankan untuk menginap karena sudah larut malam, mbah Suliyem merasa iba jika aku harus pulang saat itu juga. Para tetangga ternyata punya pikiran yang sama, apalagi saat itu aku memang berusaha untuk bertutur kata dan bersikap se-sopan mungkin kepada mereka, meski soal identitasku memang aku memilih untuk berbohong. Toh mbah Suliyem sudah tua, mungkin mereka pikir jika pemuda seganteng dan sopan nan baik hati sepertiku pasti tidak akan punya niat macam-macam … TET-TOT …

    Setelah puas berbincang dan beramah-tamah, para tetangga pun pamit dan mempersilahkanku untuk beristirahat. Setelaj mengantar para tetangga sampai luar rumah, aku bergegas masuk kembali kedalam mobil untuk mengambil perlengkapan perangku.

    Perlengkapan perangku yang memang sengaja kusimpan dalam boks P3K yang tadinya berfungsi sebagai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, kini beralih Pertolongan Pertama Pada Kengacengan hehehe … memang seperti itulah adanya, selain kondom, obat perangsang, aku juga selalu membawa botol baby oil atau gel pelumas merk “d*rex”, dan yang kuperlukan saat ini hanyalah gel pelumas dan baby oil. Kuambil keduanya, kukunci pintu dan segera kembali kedalam rumah.

    Mbah Suliyem ternyata sudah mempersiapkan kamar anak perempuannya sebagai tempat tidurku saat aku masih berada di luar rumah tadi, setelah aku masuk rumah dan mengunci pintu depan, mbah Suliyem keluar dari kamar dan mempersilahkan aku untuk beristirahat.

    “Silahkan mas, mas tidur di kamar anak saya, sudah selesai saya bersihkan…”

    “Tapi mbah, gimana degan perjanjian kita tadi?”

    Mbah Suliyem tidak menjawab dan raut mukanya berubah sedikit gugup. Tanpa menunggu jawabanya, aku berjalan mendekat ke arahnya, kupegang kedua lengannya dengan lembut, kuusap pelan-pelan-pelan lalu ak beralih ke arah dada-nya, kedua payudaranya jelas sudah kendor, namun aku tetap merasa penasaran hingga kubuka kancing kebayanya. Mbah Suliyem hanya diam, tak berontak dengan kelakuanku padanya dibawah sinar lampu neon 5 watt sebagai penerang ruang utama di rumahnya. Perlahan kulepas baju kebayanya, ia tetap tak bergeming.

    Bahka saat kukecup bibirnya yang sudah tak ada lagi kelembutan yang tersisa. Aku mulai menelanjanginginya, kulepaskan beha hitam yang menutupi kedua payudara mbah Suliyem yang hanya berupa kulit menggantung. Anganku pun tak hanya berhenti disitu, aku juga lepaskan stagen da kain jariknya otomatis melorot sehingga tampaklah pangkal pahanya yang ditumbuhi bulu-panjang namun sudah mulai jarang, Mbah Suliyem ternyata tidak memakai celana dalam, namun aku sudah tidak peduli akan hal itu, yang kupedulikan saat ini adlah seorang nenek dengan tubuh elanjang bulat di depanku. Mbah Suliyem tak berusaha menutupi bagian-bagian vital tubuhnya sehingga aku lebih leluasa untuk menikmatinya. Kontolku semakin mengeras dan akupun juga melucuti pakainku hingga kami sama-sama berdiri telanjang bulat di ruang tengah rumahnya.

    Perlahan kubelai kulit lengannya yang sudah kering keriput, kuusap hingga ke punggungnya lalu tanganku mengarah kebawah ke bagian putting payudaranya. Mbah Suliyem tak bereaksi, entah apa yang dirasakannya, aku tak peduli. Kuraih tangannya dan kubimbimbing masuk kedalam kamar. Sampai di dalam kamar kupeluk ia dari belakang dan kembali kumainkan kedua putingnya sambil kontolku kugesekkan ke belahan pantatnya.

    Kubalik badan mbah Suliyem dan aku menunduk untuk kembali melumat bibirnya. Aku memang tidak mengharapkanbalasan dari bibirnya yang sedari tadi hanya terkunci rapat. Perlahan mbah suliyem kubaringkan diatas dipan kayu didalam kamar anaknya yang berlanai tanah. Kisibakkan kedua pahanya sementara aku masih dalam keadaan berdiri sambil kuelus gundukan tulang diatas memeknya.

    “Mas, kontolmu jangan dimasukkan ke memekku ya … memekku sudah kering, apalagi kontolmu juga besar sekali..” Mbah Suliyem tiba-tiba membuka bibirnya dn memecahkan suasana sayhdu malam itu.

    “Gak usah khawatir mbah, dicoba-pelan-pelan ya mbah…”

    Mbah Suliyem tak menjawab seketika aku berjalan keluar kamar dan mengambil botol baby Oil yang sudah kusiapkan. Aku kembali berada di hadapannya, kubuka kembali kedua pahanya dan perlahan kuteteskan baby oil ke bagian memeknya … Kuusap perlahan lipatan-lipatan kulit yang sudah berwarna senada dengan kulitnya yang sawo matang itu. Sejengkal demi sejengkal kujelajahi lipatan memeknya untuk mencari lubang surgawinya, meskipun saat itu nafsuku sudah benar-bener memuncak, aku sadar bahwa aku perlu bersabar agar malam indah yang kulalui bersama mbah Suliyem ini berjalan lancar dan tidak berujung petaka.

    Kuselipkan jari telunjukku yang sudah berlumur baby oil secara perlahan ke dlam rongga vaginanya yang sedilit demi sedikit mulai lemas dan elastis. Aku benar-benar menikmati hal ini detik demi detikin hgga kuputuskan untuk melumuri kontolku dengan baby oil. Sesekali kupandangi wajah mbah Suliyem sambil perlahan kutempelkan ujung kontolku ke mulut memeknya.

    “ssssh…” mbah Suliyem hanya berdesis sambil raut mukanya seperti menahan rasa perih. Mungkin karena Kontolku yang terlalu besar ini membuat memeknya kaget, aku tak peduli meskipun tetap kulakukan dengan hati-hati. Mulanya hanya sebagian ujung kepala kontolku yang kumasukan dan kulakukan dengan gerakan maju mundur, sesekali kuteteskan baby oil di gundukan memeknya hingga mengalir dan mengenai ujung kontolku. Bagai melakukan senggama dengan seorang gadis perawan, namun sensasi ini masih saja kunikmati dengan sabar.

    Seseikali kulepaskan ujung kontolku dari lubang memeknya, sekedar rehat bahkan aku sempat juga menyalakan sebatang rokok agar aku bisa sedikit rileks. Kumasukan kembali ujung kepala kontolku yang sudah kuberi tambahan baby oil, kali ini perlahan kutambah kedalaman penetrasi kontolku kedalam memek mbah Suliyem. Kini seluruh kepala kontolku sudah ditelan oleh mulut memeknya yang memang sudah lebih merenggang. Perlahan kumasukan lebih dalam dengan kecepatan gerkan yang kutambah meski tidak signifikan hingga ahkirnya …

    “mbaaaah …. CROT … CROT … CROT .. Crot … cret …”
    aku memekik meski dengan suara yang tertahan saat kontolku berkedut kurang lebih lima kali.
    “… sssshhhh …”

    saat kucabut seluruh kontolku dari liang kewanitaan mbah Suliyem, cairan putih kental dan pekat pun ikut megalir keluar, bahkan volumenya lumayan banyak saat itu. Mbah Suliyem pun tampak lega saat kulihat setela aku selesai berejakulasi> entah apakah beliau juga merasakan kepuasan, atau karena penderitaannya sudah berahkir, yang penting mbah Suliyem masih tetap bernafas dan itu membuatku lega.

    Aku lalu kembali mengenakan pakaian sebelum memutuskan untuk tidur. Tentu saja setelah memastikan keadaan mbah Suliyem yang masih bisa bangun dari ranjang dan berjalan masuk ke dalam kamarnya. (tamat)

    Nah begitulah akhir dari cerita panas terbaru 2016 ini. Pantengin terus blog ini untuk membaca cerita panas terbaru 2016 lainnya yang tak kalah bikin konak.