koleksi foto bugil

  • Cerita Dewasa – Ayah dan Kakekku

    Cerita Dewasa – Ayah dan Kakekku


    462 views
    Cerita Dewasa – Ayah dan Kakekku
    Namaku Virni, saat ini usiaku 22 tahun. Aku merupakan anak pertama dari dua bersaudara, adikku laki-laki, usianya 2 tahun di bawahku. Kata orang aku orangnya cantik, kulitku putih bersih dengan bulu halus di seluruh tubuhku dan payudaraku berukuran 36B sedangkan tinggiku 165 cm. Kalau laki-laki lihat tubuhku, jakunnya naik-turun. Ini karena aku sering merawat tubuhku atas anjuran ibuku sendiri yang juga sangat cantik dan seksi. Karena kecantikankulah aku bermain nafsu seks dengan ayah dan kakekku sendiri.
    Awal kejadiannya di saat ibuku sakit kira-kira satu tahun yang lalu. Ibuku harus masuk rumah sakit karena kanker rahim yang dideritanya sejak melahirkan adikku. Sudah 2 bulan, ibuku di rumah sakit, karena kami hanya bertiga maka untuk menjaga ibu kami bergantian. Ayah, aku dan adikku. Malam itu aku sehabis makan malam, bersiap mau tidur, adikku berangkat ke rumah sakit untuk menggantikan ayahku menjaga ibu. Setelah adikku berangkat karena belum terlalu mengantuk, iseng aku ke kamar adikku, kutemukan buku-buku gambar porno punya adikku dan kubawa ke kamarku, setelah iseng melihat gambarnya aku mulai terangsang.
    Sekitar jam 10.00 malam, ayahku datang dari rumah sakit. Selesai makan, ayah mengunjungi kamarku.
    “Vir.. kamu sudah tidur..?” kata ayahku sambil mengetuk pintu kamarku.
    “Masuk.. Yah.. Vir belum tidur,” teriakku dari dalam kamar sementara aku sudah berbaring di tempat tidur.
    Pintu kamar terbuka, kulihat ayahku menatapku di depan pintu dari raut mukanya seakan mau menanggis.
    “Ayah.. kenapa.. Mama.. baik-baik aja khan? kataku sambil berusaha duduk di tempat tidur.
    Ayahku masuk ke kamarku lalu duduk di sampingku, dia memelukku sambil meneteskan air mata.
    “Ibumu makin parah saja sayang, rasanya Ibu tidak akan bertahan lama lagi kalau melihat kondisi ibumu,” tangis ayahku yang mambasahi dasterku.
    Aku pun mulai terisak.
    “Ayah.. kalau ada apa-apa sama Ibu, Ayah nggak perlu merasa kehilangan, Ayah harus pasrah, lagi khan ada kami berdua yang akan menemani Ayah.”
    Ayah menatapku lalu diciumnya keningku dan berkata,
    “Iya.. Ayah harus tegar yach.. Ayah sayang sama kamu berdua.”
    Lalu ayah mencium kedua pipiku, tetapi ketika akan berpaling secara tidak sengaja bibir ayahmenyentuh bibirku. Aku tiba-tiba ada perasaan aneh pada diriku, aku merasa terangsang lebih-lebih aku terbayang buku porno adikku yang tadi aku lihat. Kubalas kecupan ayahku, kukecup bibirnya dengan dalam dan lidahku kucoba masukkan ke mulut ayahku, ayahku yang agak gelagapan dan mulai terangsang, mengikuti dengan balasan lidahnya sehingga lidah kami bertautan. Rupanya ayahku makin terangsang, disibaknya selimut yang masih menutup tubuhku sehingga aku yangmemakai daster mulai digerayangi ayahku. Lidah kami masih bertautan membuat makin bergelora nafsu seks kami. Aku biarkan saja ketika tangan ayahku mulai merayap di paha putihku yang semakin naik sehingga menyentuh celana dalamku. Jari tengahnya mulai menggaruk vaginaku yang masih tertutup celana dalam. Aku mulai mengelinjang.
    Ayahku mulai menurunkan tali daster dari bahuku sehingga payudaraku yang mancung dengan puting berwarna kecoklatan kini terpampang di depan muka ayah. Aku terbiasa tidur hanya menggunakan daster dan CD saja, aku tidak pernah pakai BH. Ayahku mulai menelusuri leher jenjangku sampai ke payudara dengan mulutnya. Ketika putingku mulai digigitnya, aku semakin menggelinjang, “Ah.. ah.. sshh.. ah..” Karena aku sudah makin terangsang yang disebabkan oleh buku porno itu, aku menganggap ayahku adalah seorang lelaki yang harus memuaskan nafsu birahiku.
    Tanganku mulai ikut berkerja dengan memegangi batang ayahku yang masih bersembunyi di balik celana panjang. Kugosokkan tanganku pada celananya yang membuat ayahku semakin ganas menggigit putingku dan dasterku disibaknya sehingga CD-ku dengan satu tarik telah merosot yang membuat vaginaku yang setiap hari kurawat dengan baik terpampang jelas serta mengeluarkan bau yang sangat harum menyerbak di ruang tidurku.
    “Bau.. apa.. ini.. Vir? harum sekali,” tanya ayahku.
    “Bau dari vagina Virni, Ayah,” kataku.
    “Vir.. baunya harum sekali, Ayah suka baunya.”
    “Ayah, vagina Virni boleh kok kalau mau dijilatin, dimasukkin punya Ayah juga boleh,” kataku lagi.
    “Bener nih, Vir?” tanya ayahku.
    “Iya,” kataku.
    Dengan nafsunya dimana ayah yang sedang mengemut dan menggigit payudaraku langsung menurunkan tubuhnya sehingga sekarang vaginaku sudah tepat di depan muka ayahku. Lidahnya yang halus menyapu vaginaku. Dijilatnya vaginaku bagian luar. Aku mulai belingsatan. Aku makin bergelinjang ketika lidah ayahku menemukan biji klitorisku. “Ah.. ah.. ssh.. argh.. argh..” kataku sambil menggelengkan kepalaku. Rupanya ayahku senang memainkan klitorisku dengan lidahnya yang hampir 15 menit lamanya. Aku pun makin memuncak nafsuku dan meminta pada ayahku,
    “Ayah, bo.. boleh nggak kalau Virni nyoba.. batang kemaluan Ayah?”
    “Oh.. kamu mau?” tanya ayahku.
    “Iya Yah..” kataku lagi.
    Sementara lidah ayah masih di klitorisku, ayah melepas semua yang melekat di tubuhnya dan langsung menindihku sehingga batang kemaluan ayahku persis di depan hidungku, posisikami seperti angka 69. Batang kemaluan ayahku panjang, besar dan hitam, kira-kira 25 cm. Aku langsung berpikir ayah harus memuaskan diriku.
    Batang ayah yang besar, hitam dan panjang kucoba kumasukkan dalam mulutku, tetapi karena bibirku yang mungil batang itu hanya masuk kepalanya saja dan lidahku mulai menjilatinya. Ayahku mulai belingsatan. Hampir 15 menit aku jilat dan kuhisap batang kemaluan ayahku, ada sesuatu yang mendesak dari dalam vaginaku yang langsung keluar yaitu berupa cairan kental yangmembasahi vaginaku dan muka ayahku, tetapi ayah lebih dulu menangkap cairanku ke dalam lidahnya lalu ditelan ke mulut ayah. “Ah.. argh.. argh.. ssh.. Ayahh..” kataku sambil tubuhku ambruk, terlepaslah batang ayah dari mulutku. Ayahku berdiri dan berkata,
    “Vir.. boleh vaginamu Ayah tusuk sekarang?”
    “Iya.. Yah..” kataku lirih.
    Ayah lalu menindihku, batang kemaluan ayahku ditempelkan tepat di depan vaginaku. Jari ayahku mengorek vaginaku yang masih rapat sehingga aku jadi menggelinjang. “Ah.. ah.. ssh..”
    Setelah vaginaku agak lebar dan besar, batang kemaluan ayahku dicobanya untuk memasuki vaginamilikku. Karena masih agak sempit lubangnya maka baru kepala batang kemaluan ayah yang bisa masuk, ayah lalu memberi tekanan yang membuatku merem melek. “Vir.. sakit ya,” kata ayahku. “Ah.. nggak apa-apa koq.. Yah, nanti juga nggak sakit kalau batang kemaluan ayah sudah masuk semua.” Ayah pun kembali menekan batang kemaluannya ke vaginaku. Tapi karena batang kemaluan ayah yang memang besar sekali, pada tekanan yang ke-10 kalinya keluar-masuk, hanya bisa masuk setengahnya saja batang kemaluan ayah ke vaginaku. Aku pun menjerit,
    “Aaawww..”
    “Sakit yach.. Vir..” kata ayah.
    “Ah.. nggak Yah, terus.. Yah.. nekennya, biar vagina Vir.. jadi lebar!” kataku.
    Ayahku pun lalu menekan lagi batang kemaluannya keluar-masuk vaginaku.
    Ayah agak membungkuk sehingga payudaraku kembali jadi bulan-bulanan mulut dan lidah ayahku. Aku mengusap kepala ayahku yang menetek pada payudaraku dan menghujamkan batang kemaluannya di vaginaku, seperti mengelus anak kecil. Hampir satu jam aku mengikuti permainan nafsu buas ayahku yang membuatku orgasme. Cairan putih kental bercampur darah mendesak keluar dari vaginaku yang masih dihujam batang kemaluan ayah sehingga membasahi pahaku dan kakiku serta keringat yang mengucur deras dari pori-pori tubuhku. “Agh.. agh.. arg.. awww.. agh.. Vir.. keluar.. nih.. Yah.. agh.. ssh,” kataku dengan tubuh menggelepar seperti cacing kepanasandan lemaslah tubuhku. Sementara ayahku masih kuat berpacu dengan semakin cepat memasuk-keluarkan batang kemaluannya dari vaginaku yang sudah becek. Batang kemaluan ayah dicabutdari vaginaku.
    Badanku yang loyo diputar oleh ayahku dari terlentang sekarang tengkurap, posisi pantatku diangkat sehingga vaginaku kembali menantang lalu ditempelkan batang kemaluan ayahku pada vaginaku, lalu ditekannya supaya masuk kembali. Vaginaku yang masih becek dibersihkan oleh dasterku lalu jari ayah menusuk lagi ke vaginaku untuk melebarkan vaginaku agar memudahkan batang kemaluan ayah masuk. Kali ini batang kemaluan ayah bisa masuk ke dalam vagina semuanya sampai berasa di rahimku. Satu jam lamanya vaginaku disodok batang kemaluan ayah dari belakang yang membuatku orgasme kedua kalinya. “Argh.. argh.. aahh.. sshh.. agh.. Ayah.. nikmat sekali.. argh..” Basahlah batang kemaluan ayah oleh cairanku, tetapi 5 menit kemudian ayah sampai juga mencapai titik orgasmenya. “Vir.. Ayah.. juga.. mau.. keluar.. nih.. argh.. argh..” kata ayahku tersengal-sengal. “Yah.. keluarin aja di dalam rahim.. Vir..” pintaku pada ayah, dimana sebenarnya aku sudah setengah sadar karena kecapaian. “Crot.. crot.. ser.. ser.. argh.. argh..” suara cairan ayah yang menyembur deras ke vagianku disertai suaralenguhan ayah yang langsung ambruk di atas tubuhku. Aku merasakan kehangatan yang sangat di dalam vaginaku di saat cairan batang kemaluan ayah menyembur yang membuatku pun langsung tertidur.
    Jam 05.00 pagi aku terbangun dalam keadaan bugil yang sedang dipeluk ayahku yang masih tertidur. Aku lalu bangkit ketika melihat batang kemaluan ayahku yang loyo, aku mencoba menjilat sisa-sisa cairan yang rasanya agak manis asin, kujilat sampai habis dan ayahku terbangun. “Virni.. maafin Ayah yach, Ayah nggak sadar berbuat ini kepadamu, Ayah khilaf karena 5 bulan ayah tidak menyentuh Ibumu, maafin Ayah yach,” kata ayah. “Tidak apa-apa kok Yah.. Vir senang dapat memuaskan Ayah yang sudah 5 bulan tidak menyentuh Mama, Virnijuga senang sudah merasakan kehangatan Ayah, Vir juga senang dan menikmati saat batang kemaluan Ayah yang gede itu menyemburkan isinya di dalam vagina Vir, Vir jadi mau lagi kapan-kapan,” kataku dengan perasaan senang. Ayah sebenarnya agak bingung melihat Aku yang senang, tapi setelah itu ayah tersenyum dan memelukku dan menciumku. “Ya.. kapan-kapan lagi,” gumam ayahku.
    Dan memang setelah kejadian malam yang indah itu, setiap adikku ke rumah sakit untuk jaga mama, aku dan ayah pasti melakukan perbuatan berburu nafsu lagi. Hal itu terjadi hingga 3 bulan kemudian dan terhenti disaat mama meninggal dunia, sampai hari ke-7. Sejak kematian mamaku, kakekku, ayah dari mamaku yang tinggal di luar kota menginap di rumah kami, usia kakekku 63 tahun, dia seorang duda yang sudah 7 tahun ditinggal mati nenekku. Hari ini adalah hari ke-7 meninggalnya mama, saudara mama sedang sibuk untuk mengurus acara malam nanti, waktu itu jam 10.00 pagi, aku ada di kamarku, karena sudah 7 hari ayah tidak menyentuh nafsu birahiku, aku mencoba orgasme sendiri. Kuangkat rokku, vaginaku yang terbuka bebas karena aku tidak pakai CD sedang kumainkan dengan jariku, saking asyiknya mataku pun ikut kupejamkan, aku tidak tahu kalau kakekku sudah di dalam kamarku.
    “Vir.. kamu lagi ngapain? Kakek pinjam sarung yach, adikmu lagi pergi sih, jadi Kakek kesini.”
    Aku tersentak kaget, kubelalakan mataku dan buru-buru rokku kuturunkan menutupi vaginaku.
    “Ah.. Kakek ngagetin Vir aja nih, kenapa nggak ketuk pintu dulu.”
    “Kakek sudah ketuk pintu, tapi kamu lagi asyik, kayaknya jadi Kakek masuk aja, nggak taunya kakek melihat pemandangan yang indah,” kata kakek seakan menyangkal kataku.
    “Ah Kakek bisa aja,” kataku pucat pasi.
    “Vir.. boleh.. kakekmu melihatnya lagi punyamu.. sudah 8 tahun kakek tidah pernah melihatnya lagi.”
    Sebenarnya aku agak malu untuk memperlihatkannya pada kakekku, tapi karena sudah 7 hari ayah tidak menyentuhku dan aku lagi onani maka kuijinkan.
    “Boleh Kek!”
    Kuangkat rokku dan terpampanglah dengan jelas vagina milikku di depan kakekku yang langsung berkomentar.
    “Virni.. luar biasa sekali vaginamu, bagus banget bentuknya lagi mengeluarkan bau yang harum, wah.. wah.. wah, boleh Kakek memegangnya?” pinta kakekku.
    “Boleh.. Kek, malah tidak hanya memegang, kalau Kakek mau coba jilat juga boleh,” kataku yang mulai naik nafsuku.
    Dengan cepatnya kakek menundukkan badannya, saat itu juga vaginaku sudah tepat di depan muka kakekku, lidah kakekku langsung menjulur untuk menjilat vaginaku sementara pahaku sudah diraba dengan lembutnya oleh tangan kakek yang mulai keriput. Seperti anak muda, kakekku dengan cepat mengusap pahaku dan kedua jempol sudah ditempelkan ke vaginaku, bulu halus yang menutup vaginaku disibak dengan jempolnya dan dimasukkan ke dalam lubang vaginaku agar lebih lebar, kemudian lidah kakekku mulai menyapu bibir vaginaku yang membuatku panas dingin. “Aaahh.. aahh.. sshh.. aargh..” aku pun mulai berceracau ketika biji klitorisku tersentuhlidah dengan lembutnya. Klitorisku sudah mulai dijilat, dihisap dan digigit oleh kakekku, yang membuatku makin menggelinjang. “Aaawwhggh..” Pantatku kuangkat menahan rasa nikmat itu, mataku merem melek, sementara tanganku mengelus kepala kakekku yang sudah membotak, yang membuat kakekku makin rakus menjilat dan menggigit klitorisku. Kedua tangannya mulai merambah ke dalam kaos yang menutupi tubuhku. Ketika BH-ku terpegang langsung disobeknya sehingga payudaraku dan putingnya menjadi bulan-bulanan tangan kakekku. Tangannya meremas payudara sedangkan jarinya memelintirkan putingku.
    Hampir 15 menit berlalu yang tiba-tiba badanku mengejang dan sampailah aku pada puncak orgasme. Kutekan kepala kakekku di selangkanganku lalu keluarlah cairan kental yang membasahi vaginaku. “Argh.. argh.. sshh.. Kek.. Virni.. keluuarr niih.. argh.. sshh..” Tapi kakekku dengan cepat dan tangkas menangkap cairan kental yang keluar dengan derasnya dengan lidahnya yanglangsung menelannya. “Virni.. luar biasa.. klitorismu rasanya manis, tapi cairan kentalmu lebih manis lagi.. wahh.. Kakek jadi lebih segar sekarang ini,” kata kakekku sementara aku sudah terbaring lemas. “Vir.. boleh nggak.. kalau vaginamu dimasukkin oleh batang kemaluan Kakek?” tanya kakekku. Dengan setengah sadar kukatakan, “Boleh.. Kek..”
    Kakek dengan sigap melepaskan semua yang dipakainya hingga bugil lalu baju kaosku juga ditanggalkannya. Kulirik kakekku yang sudah agak membungkuk, naik ke tempat tidur. Direnggangkannya kakiku dan diangkatnya sedikit. Kakek menindihku, dipegangnya batang kemaluannya lalu ditempelkan pada bibir vaginaku yang masih agak becek, setelah itu dengan sekali hentakan batang itu masuk ke dalam vaginaku. “Bleess.. jeb.. jeb..” batang kemaluan kakekku langsung menusuk sampai ke dalam vaginaku yang sudah lebar sejak dimainkan ayahkutetapi batang kemaluan kakekku rasanya lebih besar dan lebih panjang dari punya ayahku.
    “Heehhkk,” aku menahan nafasku karena sembulan batang kemaluan kakekku ke dalam vaginaku yang berasa sampai ke dalam dadaku.
    “Kenapa Vir.. sakit.. yah?” tanya kakekku.
    “Ah.. nggak Kek.. nggak apa-apa, punya kakek gede banget sih, berapa sih.. Kek panjangnya?” tanyaku dengan tersengal.
    “Kamu.. pasti puas.. deh.. ini panjangnya 30 cm, nenekmu aja puas.. makanya ibumu punya enambersaudara,” kata kakekku membanggakan batang kemaluannya sendiri.
    “Tapi.. Vir.. memekmu.. luar biasa uueennaak buuangeett.. punya nenekmu.. mah kalah.”Dalam hatiku membenarkan bahwa batang kemaluan kakekku lebih enak dari punya ayahku. Dan benar juga perkiraanku rupanya selain lebih enak, lebih panjang, kakekku tenaganya tenaga kuda, hampir 4 jam lamanya aku menjadi bulan-bulanan kakekku.
    Setelah satu jam cara pertama, kami merubah posisi kami yaitu aku menungging, kakek menyodokkudari belakang, setelah satu jam posisi kami pun berubah lagi, kakek terlentang, aku naik di atasnya seperti naik kuda, posisi ini kami lakukan selama 2 jam. Setiap berubah posisi, aku pasti sampai orgasme, hingga aku 3 kali orgasme, kakekku hanya 1 kali itu pun pada posisiterakhir. Tubuhku sudah lemas sekali ketika posisi kami, aku di atas, kakek terlentang di bawah dimana aku sudah 3 kali dan kakekku akhirnya sampai juga puncak orgasmenya. “Vir.. argh.. argh.. Kakek.. nggak kuat lagi.. nigh.. Kakek mau keluar nih..” kata kakekku. Cepat-cepatkulepaskan vaginaku dari batang kemaluan kakekku yang langsung menyemburkan cairan kentalnya deras sekali, tapi batang itu sempat kutangkap dan kubimbing ke mulutku sehingga sebagian cairan kakekku sempat kutelan dan sebagian lagi membasahi mukaku oleh lendir kakekku.
    Kami pun langsung ambruk ketika kulihat jam menunjukkan pukul 14.00 siang. Ketika kami terbangun waktu sudah menunjukkan pukul 04.30 sore, kakekku langsung membersihkan sisa-sisa lendir di batangnya dan meninggalkanku yang masih tergeletak di tempat tidur. Sebelum kakekkupergi dia sempat mengatakan bahwa dia senang bisa memerawaniku dan ingin sekali bisa mengulanginya. Memang sejak saat itu, aku selalu melayani ayahku di saat adikku tidak di rumah dan melayani kakekku jika setiap akhir bulan kakekku mengunjungiku atau aku yang mengunjunginya.
    TAMAT
    tante toge# cerita dewasa# cewekkbispak# foto cewek bispak# foto janda#pamer memek# foto jablay# fotomanstrubuasi# abg bugil# foto bugil#foto bugil narsis# jilat toket# jilatpentil# jilat itil#hamil bugil# fotohamil bugil# pembatu pamer toket# pamertoket# pamer memek# ngentot gayakamasutra# foto kamasutra# cewekngangkang# memek ngangkang# toket pecun#toket di remas# memek abg# memek merahabg# abg bar# foto model bugil# bugil diranjang# malam terdahsya
  • Amoy digrepe waktu tidur

    Amoy digrepe waktu tidur


    1015 views
    Ayam kampus dapat order di hotel . Liat Mekinya Buat Kontol Gatel Kalau majikan perempuan tidur, dia datang dan peluk saya, dan mencoba mencium saya. Dia suruh saya, ‘Ayo goyang saya’ Waktu saya tanya, ‘Apa maksudnya? … Saya bilang tidak, dan saya kasih lihat foto suami dan anak saya. tante toge# cerita dewasa# cewekkbispak# foto cewek bispak# foto janda#pamer memek# foto jablay# fotomanstrubuasi# abg bugil# foto bugil#foto bugil narsis# jilat toket# jilatpentil# jilat itil#hamil bugil# fotohamil bugil# pembatu pamer toket# pamertoket# pamer memek# ngentot gayakamasutra# foto kamasutra# cewekngangkang# memek ngangkang# toket pecun#toket di remas# memek abg# memek merahabg# abg bar# foto model bugil# bugil diranjang# malam terdahsya
  • Memek ABG Cakep

    Memek ABG Cakep


    1243 views
    memek abg cakep, ceewek di kasih kontol, Cewek cakep di kasih kontol gede memekabg, cewek cantik di kasih kontol Cewek ABG Ngankang Pamer Bokong Montok · Cewek ABG Cantik Pamer Toket Mulus · Abg 17 tahun tante toge# cerita dewasa# cewekkbispak# foto cewek bispak# foto janda#pamer memek# foto jablay# fotomanstrubuasi# abg bugil# foto bugil#foto bugil narsis# jilat toket# jilatpentil# jilat itil#hamil bugil# fotohamil bugil# pembatu pamer toket# pamertoket# pamer memek# ngentot gayakamasutra# foto kamasutra# cewekngangkang# memek ngangkang# toket pecun#toket di remas# memek abg# memek merahabg# abg bar# foto model bugil# bugil diranjang# malam terdahsya
  • ABG Bar Filipina

    ABG Bar Filipina


    632 views
    ABG Bar Filipina
    ABG Bar Filipina lagi mandi bugil sambil tersenyum cantik ingin sekali di entot dengan kontol gede,memeknya ngak ada jembut sedikitpun tante toge# cerita dewasa# cewekkbispak# foto cewek bispak# foto janda#pamer memek# foto jablay# fotomanstrubuasi# abg bugil# foto bugil#foto bugil narsis# jilat toket# jilatpentil# jilat itil#hamil bugil# fotohamil bugil# pembatu pamer toket# pamertoket# pamer memek# ngentot gayakamasutra# foto kamasutra# cewekngangkang# memek ngangkang# toket pecun#toket di remas# memek abg# memek merahabg# abg bar# foto model bugil# bugil diranjang# malam terdahsya
  • Model Bugil Ranjang

    Model Bugil Ranjang


    394 views
    Model Bugil Ranjang
    Model Bugil Ranjang sedang asyik ingin di emut memeknya sambil mendesah, foto model labil ingin membeli hp dengan cara pose telanjang dan bugil tante toge# cerita dewasa# cewekkbispak# foto cewek bispak# foto janda#pamer memek# foto jablay# fotomanstrubuasi# abg bugil# foto bugil#foto bugil narsis# jilat toket# jilatpentil# jilat itil#hamil bugil# fotohamil bugil# pembatu pamer toket# pamertoket# pamer memek# ngentot gayakamasutra# foto kamasutra# cewekngangkang# memek ngangkang# toket pecun#toket di remas# memek abg# memek merahabg# abg bar# foto model bugil# bugil diranjang# malam terdahsya
  • Cerita Dewasa – Malam Terdahsyat

    Cerita Dewasa – Malam Terdahsyat


    516 views
    Cerita Dewasa – Malam Terdahsyat
    Cerita Dewasa – “Laptop, bahan materi, HP, dompet, rokok,,, OK clear!!” begitu kataku sambil merapikan isi ransel dan beranjak menuju garasi. Sampai di garasi, aku baru ingat kalau salah satu ban mobilku kempes sejak 3 hari yang lalu. Dan akhirnya, aku memutuskan pergi dengan motor meskipun sepertinya akan turun hujan.
    Malam ini aku ada janji dengan dosen pembimbing TA ku.
    Aku adalah seorang mahasiswa angkatan tua. Sudah 7 tahun aku kuliah sampai-sampai dosen pembimbing TA ku diganti karena harus melanjutkan study keluar negeri. Sisi baiknya, sang dosen pengganti adalah seorang wanita cantik yang mungkin usianya hanya terpaut 2-3 tahun dari umurku. Maklum lah, aku sendiri sudah berumur 25 tahun saat ini.
    Bu Chintya, begitulah kami biasa memanggilnya. Seorang wanita muda yang tak hanya cerdas dan penuh kharisma namun juga cantik dan modis. Beliau resmi mengajar di fakultas kami baru 1 semester. Tapi dengan berjuta keanggunan itu, tak heran jika beliau langsung dikenal & dikagumi oleh seluruh penghuni kampus.
    Minggu ini, Bu Chintya cuti sakit. kabarnya gejala thypus yang disertai maag. Suatu berita yang sangat buruk bagi kelas yang diajarnya, karena selama beliau cuti, tentu saja anak-anak tidak bisa bertatap muka dengan bu dosen yang katanya menjadi semangat belajar mahasiswa.
    Tapi hal ini lain bagi mahasiswa TA bimbingan Bu Chintya. Kemarin pagi Bu Chintya mengirimkan e-mail yang mempersilahkan seluruh mahasiswa bimbingannya mengirimkan pekerjaan masing-masing via e-mail, kemudian beliau menjadwalkan kami untuk bimbingan di rumahnya selama beliau cuti. Sungguh seorang dosen yang sempurna. Cantik, cerdas dan penuh integritas.
    ***
    “blok C3 nomer 21”, begitu aku membaca kembali sms yang berisi alamat Bu Chintya. Tak terasa aku telah sampai di perumahan Griya Pesona, dan tinggal 1 blok lagi aku telah sampai di kediaman beliau.
    “sebelah kiri jalan, gerbang merah maroon”, kataku dalam hati sambil memarkirkan motorku didepannya. Rumah itu tidak terlihat megah, tapi terlihat sangat rapi. Kombinasi warna lampu tamannya terlihat sangat menarik dimataku.
    Dan seolah tidak ingin membuang-buang waktu lagi, aku bergegas memencet bel dibalik gerbangnya.
    “selamat malam” begitu sambut sosok pemilik rumah yang sudah kukenal baik itu. Dan tak lama kemudian, kami sudah duduk berhadapan di ruang tamu yang ukurannya juga tidak terlalu luas.
    Malam itu Bu Chintya mengenakan atasan tanpa lengan berwarna hitam, dengan bawahan celana ketat berwarna abu-abu. Sungguh padu padan yang pas sekali, terlihat sexy tetapi tidak menyirnakan keanggunannya. Sangat cantik.
    “kamu tadi tidak kehujanan kan?” tanyanya membuka pembicaraan.
    “tidak Bu. Ibu sudah sehat?” kataku basa-basi
    “ah, saya sebenarnya juga tidak merasa sakit kok” jawabnya sambil tersenyum dan menyalakan netbook-nya.
    “Dhimas Perdana, HC04XXXXX, betul kan?” katanya sambil membuka file pekerjaanku, dan aku pun mengangguk meng-iya-kan.
    “nah, saya harus mengatakan kepadamu bahwa kamu selalu mengulang kesalahan yang sama. Sekarang kamu baca hasil pekerjaanmu dan silahkan bertanya kalau ada yang belum paham” katanya sambil memutar netbook berisi draft TA yang penuh coretan-coretan highlight itu kearahku
    “seperti yang sudah saya katakan kemarin, sebaiknya tulisanmu jangan bertele-tele. Gunakan sumber materi yang valid dan jangan menuliskan pendapatmu sendiri kedalam dasar teori. Kalau kamu ingin mengutip, blablabla…”
    Begitulah Bu Chintya menelanjangi hasil kerjaku seolah semua yang kukerjakan penuh kesalahan. Sekilas aku melirik wajah cantik yang penuh ekspresi itu, dan memang semua yang dikatakanya tidak salah.
    “maaf Bu, kalau mengenai paragraf ini, kira-kira yang salah bagian mana?” kataku sedikit memotong pembicaraannya sambil menghadapkan netbook itu kearahnya
    “nah, kalau yang ini mengenai penggunaan kalimatnya. Kalimat ini mengandung makna yang sama persis dengan bagian ini,” begitu katanya sambil menyorot beberapa kalimat dibawahnya
    “maaf bu, boleh saya duduk disitu, soalnya dari sini kurang jelas” begitu sahutku sambil menunjuk bangku panjang yang diduduki Bu Chintya
    “ya silahkan” katanya sambil menggeser posisi duduknya.
    Dan akhirnya malam itu kulewati dengan duduk bersanding Bu Chintya sambil mendengarkan ceramahnya.
    Malam minggu, hujan gerimis mulai turun, dan duduk bersanding Bu Chintya. “What a perfect weekend” begitu kataku dalam hati. Dan tentu saja kalimat-kalimat yang terdengar dari bibir tipis itu tidak sepenuhnya lagi kusimak. Aku lebih memperhatikan gerak bibirnya dari belakang sambil menikmati kecantikannya parasnya.
    “ada pertanyaan lagi?” katanya mengakhiri penjelasannya
    “ehm, tidak bu” jawabku cepat
    “kamu ini sebenarnya sudah paham, tapi kurang serius saja menulisnya. Tolong yang serius yak,, kasihan penelitianmu. Kabarnya TA ini sudah 4 semester tidak kamu kerjakan ya?”
    “hehe,, kan yang 1 tahun cuti Bu.. jawabku sekenanya”
    “apa bedanya??? Ya pokoknya saya harap semester ini kamu selesaikan. Kalau tidak, silahkan cari pembimbing lain saja” kata Bu Chintya dengan nada tegas.
    “ngomong-ngomong kamu mau minum apa? Saya buatkan kopi sambil nunggu hujan reda ya?” kata Bu Chintya sambil beranjak berdiri
    “What a super perfect weekend!! Sekarang malah acara ngopi bersama Bu Chintya ” begitu kataku dalam hati dengan polos.
    Dan satu hal lagi kusadari ketika Bu Chintya beranjak menuju dapur. Tampak jelas ketika beliau lewat didepan mataku, celana abu-abunya mencetak jelas belahan pantatnya.
    “masa’ Bu Chintya gak pake CD yak??” begitu kira-kira pikiran jorokku tiba-tiba muncul dan segera kutepis jauh-jauh. Beliau termasuk dosen yang kuhormati, so, sepertinya tidak pantas kalau aku berpikiran yang aneh-aneh seperti itu
    ***
    “Ngomong-ngomong, kamu asli mana dim?”.. tiba-tiba Bu Chintya sudah muncul lagi membuyarkan lamunanku. “Katanya kamu buka usaha konveksi ya?” lanjutnya sambil meletakkan cangkir kopi didepanku
    “Iya bu. Usaha clothing kecil-kecilan. Saya asli Surabaya Bu. Kalau Ibu asli mana?” kataku menanggapi.
    “Saya kecil di Medan, tapi sudah pindah sini sejak kuliah S1 dulu. Katanya usaha clothing kamu sudah kirim kemana-mana ya??? memang mahasiswa kalau sudah kenal duit biasanya jadi susah lulus.” sahutnya sambil tertawa kecil.
    Dan akhirnya malam itu kami lewati dengan pembicaraan-pembicaraan ringan tentang bisnis yang sedang kujalankan, tentang hobby kami, tentang keluargaku, tentang keluarga Bu Chintya, dll.
    Ternyata Bu Chintya adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Kedua kakak laki-lakinya sudah berumah tangga. Ayahnya adalah orang Medan, seorang pejabat militer dan ibunya seorang keturunan Belanda. Kedua orang tua Bu Chintya bercerai sejak beliau duduk di SMU, oleh karena itu, Bu Chintya memutuskan untuk tinggal sendiri di rumah ini, sejak beliau lulus SMU dulu.
    kumpulan Cerita ngentot | Cerita seks bergambar 2014 “Ngomong-ngomong, hujannya tambah deras dim, kamu tunggu disini dulu saja sampai reda. Saya mau masuk dulu sebentar” kata Bu Chintya sambil menengok kearah jam yang tergantung disudut ruangan
    “eh, sudah malam Bu. Sudah setengah 10. Mending saya nekat saja, daripada nanti tambah malam. Kayanya hujanya juga ndak bakal berhenti” begitu jawabku sambil melihat memasukkan laptopku
    “ya kalau hujanya ndak berhenti kamu nginep disini saja ndak pa pa” sahut Bu Chintya sambil tersenyum menirukan gaya bicaraku
    “ya kalau saya nginep nanti bisa dimasa tetangga Bu” begitu sahutku dengan nada bercanda
    “siapa yang mau ngeroyok kamu?” sahut Bu Chintya cepat.
    “Saya tidak bercanda kok dim. Kamu bisa disini dulu kalau kamu mau. Daripada kamu hujan badai nekat”. begitu sahut Bu Chintya. Jawabanya singkat, tapi cukup menegaskan bahwa dia tidak bercanda.
    “bagaimana? Kalau mau nekat hujan-hujan tidak apa-apa. Saya tidak bisa melarang kamu, tapi kalau mau nunggu hujan dulu juga tidak apa-apa.
    “eh, saya nunggu hujan dulu saja bu” jawabku sambil tetap merapikan laptopku.
    “OK, saya masuk dulu ya. Soalnya disini banyak angin. Nanti kalau hujannya belum reda silahkan istirahat disini, anggap saja rumah sendiri. Jangan lupa motormu dimasukkan” begitu kata Bu Chintya sambil tersenyum
    “iya Bu”, begitu jawabku singkat.
    ***
    Aku sendiri tidak habis pikir. Bagaimana bisa seorang Bu Chintya menawarkan aku untuk tidur disini. Biarpun aku tidur diteras sekalipun, apakah layak seorang mahasiswa sepertiku tidur dirumah seorang dosennya? Apakah ini suatu jebakan? Jangan-jangan ada konspirasi atau rencana khusus dari pihak kampus, atau apapun itu. Begitulah pikiranku muluk-muluk, dan ternyata hujan tak kunjung reda.
    Sementara hujan angin semakin deras, akupun memutuskan memasukkan motorku dan menutup pintu depan. Bukan karena aku memutuskan untuk menginap, tapi angin diluar tambah kencang dan air hujan tertiup masuk ke ruang tamu. “Nanti kalau reda baru balik deh” begitu kataku dalam hati
    Setelah menutup pintu, aku bergegas masuk kedalam mencari Bu Chintya, bukan pula karena aku ingin tidur dirumahnya, melainkan aku ingin ke toilet mencuci kaki sambil buang air kecil
    Ternyata Bu Chintya berada didalam kamarnya. Aku mendengar suara beliau menonton TV sambil tertawa kecil. Dan aku pun bergegas mendekat dan mengetuk pintu kamarnya yang memang terbuka.
    “Eh dimas, gimana? Jadi mau nginep? Masuk dim” sahut beliau sambil tetap menyimak TV-nya.
    Tubuhnya terbaring diatas spring bed yang cukup lebar, sementara selimut tebal yang tampaknya sangat hangat menutup hingga bahunya.
    “eh tidak Bu, saya mau ke toilet” begitu jawabku
    “ya silahkan” sahutnya cepat. “pakai yang didalam saja ya, soalnya yang diluar tidak ada sabunnya. saklarnya ada disamping pintu” lanjutnya sambil menunjuk ke salah satu sudut kamarnya
    Dengan sedikit canggung, akhirnya aku masuk dan pipis di kamar mandi di kamar Bu Chintya. Padahal tadi aku mau buang air di toilet belakang.
    Tidak enak kan kalau masuk rumah sampai ke belakang tanpa bilang. Rasanya agak rikuh juga buang air di kamar mandi Bu Chintya, apalagi yang punya kamar sudah berbaring nyaman ditempat tidurnya.
    “pintu depan sudah ditutup?” begitu tanyanya begitu aku keluar dari kamar mandi, sambil tetap menyimak tayangan TV yang tergantung disisi kanan kamar
    “ehm, sudah Bu” begitu jawabku canggung
    “ya sudah, itu acaranya bagus lho. Kalau kamu perhatikan bisa jadi masukan buat TA-mu” katanya sambil membesarkan volume TV
    “ini tentang budaya Jepang jaman PD 2, ini bisa jadi referensi blablabla..” begitu lanjutnya menerangkan. Aku sendiri hanya bisa melihat tayangan TV itu dari depan pintu kamar mandi, dan bingung harus bagaimana.
    Mati gaya banget lah
    “Heh, mau sampe kapan berdiri disitu?” Bu Chintya segera berseru dengan tanggap. Sepertinya beliau tahu kalau aku berdiri disitu dengan canggung.
    “ngapain bengong disitu??”, lanjutnya sambil menggeser posisi tidurnya.
    Dengan bahasa tubuh seperti itu, aku menangkap bahwa beliau menginginkan aku beranjak ke tempat tidurnya. Atau setidaknya, duduk disitu lah.
    Dan, dengan sedikit salah tingkah aku pun mendekat dan duduk diseberang tempat Bu Chintya berbaring. Tepatnya dibelakang Bu Chintya yang sedang asyik memperhatikan TV nya.
    Sesaat kami pun terdiam. Aku benar-benar merasa canggung berada disini. Aku juga tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana, aku benar-benar merasa aneh dan mati gaya. Aku berada dikamar Bu Chintya, seorang dosen yang menjadi idola di kampus, atau mungkin idola di universitas!!! ckckck
    “nih bantalmu” begitu kata Bu Chintya sambil mengulurkan sebuah bantal kepangkuanku. Tampaknya beliau tahu bagaimana aku merasa aneh dan tidak tahu harus bagaimana.
    Dan dengan bantal yang yang diulurkan padaku itu, aku malah tambah bingung harus bagaimana. Aku tambah salah tingkah dan tetap diam
    “kurang besar apa dim? atau kamu mau pakai bantal saya saja?” katanya sambil tertawa ringan dan menggeser bantal panjang berwarna putih yang menopang wajah cantiknya.
    “eh” aku tambah bingung dengan kalimat terakhirnya, dan aku masih tak bisa menyahut apa-apa, sekalipun aku tahu maksud beliau adalah mempersilahkan aku tiduran disitu
    “ehm, maksud Ibu, saya tidur disini?” kataku terbata. Seolah aku bingung mau menyahut apa
    “apa kamu mau tidur di garasi? Sepertinya kasur saya masih sisa banyak kalau cuma kamu tiduri” sahutnya sambil tersenyum
    Dan sekali lagi aku sangat tidak percaya dengan kata-katanya.
    Aku tidak percaya dengan telingaku sendiri. Namun aku tetap mengerti apa yang dimaksud dan segera berbaring sambil tetap menyaksikan tayangan TV yang tergantung didepan Bu Chintya.
    Sesaat kemudian, nampak acara TV yang kusaksikan dengan canggung itu hampir selesai, dan tiba-tiba suara Bu Chintya kembali memecah kecanggunganku “lampu besar saya matikan saja ya dim, saya tidak bisa tidur kalau terlalu terang”
    Dan tanpa banyak berkata lagi, beliau langsung beranjak turun dari tempat tidur, dan aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang kulihat.
    Dibalik selimut itu, Bu Chintya masih mengenakan atasan berwarna hitam yang tadi dikenakannya, tetapi ternyata beliau tidak lagi mengenakan celana abu-abunya.
    Sebagai gantinya, seutas tali G string hitam terselip diantara belahan pantatnya. Terlihat jelas pantat yang halus dengan paha yang mulus itu bergerak menuju pintu kamar, dimana saklar lampu berada.
    OMG!!! I can’t believe what i’ve see.
    Setelah mematikan lampu, Bu Chintya berjalan kearah tempatku berbaring, dan melewatiku yang ternganga dan sibuk mengalihkan pandangan.
    Beliau berjalan menuju kekamar mandi yang terletak tepat dibelakangku, tepatnya diatas kepalaku.
    Tampaknya beliau menggosok gigi, beliau sedang bersiap-siap untuk tidur.
    Bu Chintya hanya dengan G-string hitam menutupi bagian bawahnya, oh My God, I cant realized what I’ve see.
    Dan G-string itu menjawab misteri belahan pantat yang terlihat jelas dibalik celana abu-abu tadi. Ternyata Bu Chintya tadi mengenakan G-String didalamnya.
    Dan apakah aku bermimpi saat ini? Aku tidak tahu, aku tidak mau tahu. Dan dengan cepat aku menyusupkan kakiku dibalik selimut. Andaikan ini mimpi, sungguh aku berharap aku tidak terbangun dari tidurku.
    “Sebenarnya saya tidak suka celana jeans diatas tempat tidur dim” tiba-tiba Bu Chintya sudah berdiri lagi disamping tempatku berbaring, tepatnya disamping kepalaku.
    Tapi karena sudah terlanjur ya tidak apa-apa” begitu lanjutnya sambil berjalan mengelilingi tempat tidur, dan kembali menyusupkan kedua kaki jenjangnya kedalam selimut dan berbaring sambil memindah chanel televisi. Beliau tampak beberapa kali memindah saluran, tapi sepertinya tidak ada yang menarik baginya.
    Kini dia berbaring membelakangiku, menghadap sisi dimana televisi LCD 32” itu digantungkan. Dan dengan segenap jiwa, aku mencoba memberanikan diri membuka pembicaraan. Aku anggap saat ini sebagai sebuah mimpi, so, its free to me to speak up!!!
    “ehm, Ibu suka John Lennon?” begitu kalimat pembuka yang otomatis kuucapkan ketika melihat Bu Chintya berhenti memencet-mencet remotenya pada salah satu channel music
    “yakk, i love The Beatles, dan tolong berhenti memanggil saya Ibu” begitu ujarnya tegas
    “kalau nggak boleh panggil Ibu, terus saya harus panggil gimana ni bu?”
    “ya terserah kamu mau panggil gimana. Yang pasti disini kan bukan dikampus, kalau kamu panggil aku Ibu, kok kesannya aku ini sudah tua banget. Padahal, bisa jadi kamu lebih tua dari aku lho” begitu jawabnya bercanda
    “ya, nggak lah bu, saya ini kan masih mahasiswa, young teenager yang masih energik dan bersemangat”
    “whatever you say. Yang pasti aku kuliah S1 tahun 2001, so, paling kamu 3-4 tahun lebih muda. Itu juga kalau kamu SMUnya lancar.”
    “eh, saya SMUnya malah cuma 2 tahun bu”, jawabku berkelakar
    “jangan panggil aku Ibu,,, thats the point.” ujarnya kemudian
    “you can call me chintya, atau teman-teman dekatku biasa memanggil cinta”
    “eh, begitu ya cin,,” sahutku bergumam “canggung ah kalau panggil seperti itu, gimana kalau “kak” atau “mbak” atau gimana lah,, saya canggung bu, eh, mbak..”
    “kenapa nggak manggil tante saja!! biar puas sekalian. Kamu ini bikin aku merasa tua saja” jawab Bu Chintya ketus sambil tetap tertawa ringan
    “OK deh mbak, saya panggil cinta… Ngomong-ngomong, kalau saya disini, nggak ada yang marah apa mbak,, eh, cin?”
    “maksudmu, kamu bertanya apa aku tidak punya pacar,, begitu?” ujarnya sambil berbalik menghadap kearahku. Sorot matanya terlihat serius dan menatap tajam mataku
    “eh, ya bukan begitu mbak,,, eh, ya tapi mungkin bisa begitu maksudnya, atau,,,”
    aku jadi salah tingkah sendiri dengan pertanyaanku. Tampaknya aku juga salah bertanya
    “dimas, sepertinya kamu harus banyak belajar tentang wanita. Masa’ kamu bertanya seperti itu kepada perawan tua seperti saya?” lanjutnya sambil tetap menatap mataku
    “eh, bukan begitu maksud saya mbak,, eh,, saya cuma….”
    “nggak apa-apa kok, aku cuma merasa familiar dengan pertanyaanmu barusan. pertanyaanmu itu seperti pertanyaan papaku saja”: “kapan kamu nikah cin?? Ngga mungkin lah gadis cantiknya papa gak laku-laku??” sambungnya lagi dengan nada serius
    “eh” aku benar-benar tambah salah tingkah dengan ucapan beliau. Aku tidak bisa berkata apa-apa, dan memang sepertinya aku salah bertanya. Sorot matanya yang tajam itu seolah melucuti mentalku yang tiba-tiba hancur runtuh. Dia benar-benar menelanjangi mataku dengan wajah cantiknya yang sangat dekat dihadapanku, sangat-sangat dekat. Mungkin hanya berjarak 5cm dari hidungku. Dan aku benar-benar merasa terpojok dengan ucapannya
    Namun tiba-tiba dia tersenyum dengan senyuman yang sangat teduh dan menenangkan. Raut mukanya tiba-tiba berubah seolah mengatakan: “aku hanya bercanda, aku tidak marah kok”. Dan kami saling bertatapan sangat dalam.
    Sungguh aku terpesona dengan kecantikannya. Kecantikan khas seorang Indo yang menurutku tidak mungkin ditandingi oleh siapapun juga.
    Dan ditengah kekagumanku akan wajah menawan itu, tanpa berkata apa-apa, tiba-tiba dia memajukan kepalanya, dan dengan cekatan dia memagut bibirku. Aku benar-benar kaget dan tidak menyangka hal ini terjadi. Jantungku berdegup sangat kencang, darahku seakan mengalir sangat deras kearah kepala.
    Aku menyadari bahwa aku sedang bercumbu dengan idola dari segala idola. Aku dapat merasakan dengan jelas aroma nafasnya yang wangi, bibir basahnya yang menghisap pelan bibirku, dan lidahnya yang mulai bermain dirongga mulutku.
    Semakin lama, bibir kami terpaut semakin dalam, hingga tak sadar tanganku telah memeluk erat tengkuknya, dan kami tidak lagi berbaring berdampingan, melainkan aku telah berada diatasnya.
    Perlahan aku memberanikan diri untuk menggeser cumbuan bibirku, aku memberanikan diri mencumbu bagian leher hingga belakang telinganya, dan tampaknya dia sangat menikmatinya. Sungguh aku tak percaya dengan apa yang kulakukan. Sesaat aku menghisap daun telinganya perlahan, dan aku bisa membaui dengan jelas aroma wangi yang selama ini hanya terasa samar.
    Sungguh seorang wanita yang cantik dan spesial.
    “dim, boleh kubuka ini?” kata Chintya tiba-tiba sambil menyingkap kaos hitamku. Aku tidak menyahut dan menjawabnya dengan membuka kaos yang kukenakan.
    Dan tak lama kemudian, Chintya sudah asik memainkan dadaku dengan lidahnya yang hangat. Aku sungguh merasa melambung tinggi dengan permainan lidahnya, dan aku sengaja bergeser dan berbaring hingga Chintya lebih bebas mengexplore tubuhku.
    Dan tanpa dipersilahkan, Bu Chintya sudah telungkup menindih perutku. Mulutnya yang lembut tak henti-hentinya menjilat wilayah dadaku, dia terus melakukan ritual tersebut hingga lidahnya kembali menuju bibirku, dan sekali lagi kedua bibir itu berciuman erat. Dia kembali mencumbu erat bibirku, dan melanjutkan kecupanya hingga wilayah leher dan telingaku. Tanganku pun dengan sigap memeluk erat pinggulnya sambil mencumbu bagian bawah lehernya.
    “boleh tangan saya masuk Cin?” tanyaku sambil tetap menikmati permainan lidahnya. Kali ini jemariku sudah mulai berani menyusup melalui bagian bawah kaosnya dan meraba bagian punggungnya. Dapat kurasakan punggung yang halus itu bersinggungan dengan jariku
    Chintya pun menghentikan usapan lembut lidahnya di bagian belakang telingaku, dan berbisik pelan: “mau masuk kemana memangnya?”
    “eh,, mau masuk kesini, eh, mbak”, kataku gugup, sambil menghentikan jemariku yang tengah meraba bagian perutnya yang rata dan terawat.
    Dan, Chintya pun tidak menjawab pertanyaanku, dia hanya tersenyum cantik sambil menggenggam bagian bawah kaosnya, kemudian menyingkapnya keatas dengan cekatan.
    Yah, dia membuka penutup atas tubuhnya itu yang ternyata sudah tidak dilapisi bra didalamnya.
    Dan mataku kembali terbelalak ketika atasan itu tersingkap melewati bagian dadanya. Sebuah pemandangan yang terindah yang pernah kulihat. Sepasang gumpalan daging tersembul dibalik kaos itu, sangat halus dan lembut. Saking halusnya, dapat kulihat alur urat yang tersembunyi tipis dibalik kulitnya.
    Sungguh payudara terindah yang pernah kulihat.
    Ukurannya tidak terlalu besar, mungkin sekitar 34an, tetapi ukurannya sangat proporsional dengan tubuhnya, ditambah lagi dengan putingnya yang mungil berwarna coklat kemerahan menghiasi ujung-ujungnya. Sangat-sangat sempurna, im really speechless
    Saking kagumnya dengan payudara itu, aku tidak menyadari tangan nakalku sudah meraba lembut bagian bawah gumpalan daging itu,
    “eh,, boleh saya…”
    “sure..” katanya memotong kalimatku sambil kembali telungkup dan melumat bibirku.
    Mendapat perlakuan seperti itu, aku pun tak mau kalah.
    Seolah telah mendapat ijin, akupun melayangkan serangan-serangan yang lebih berani. Kedua tanganku segera meremas lembut payudara indah itu, dan permainan Chintya pun semakin mengganas.
    Dia tampaknya tidak memberikan kesempatan bagiku untuk memegang kendali. Bibir mungilnya semakin agresif, dia menorehkan cupang merah tipis didadaku, hingga menjelajahi perut bawahku sambil menyibak selimut yang masih sedikit menaunginya.
    Sangat-sangat liar, bahkan aku tidak kesampaian merasakan puting merah itu dengan bibirku.
    Sambil bibir mungilnya terus beraksi, dia menarik turun resliting celanaku, “no jeans in my bed” begitu bisiknya ditelingaku sambil tersenyum menggoda.
    Dan aku hanya bisa pasrah ketika ternyata Chintya tidak hanya berniat melucuti celana jeansku. Dia mencengkeram jeans berikut celana dalamku, menariknya turun dengan cekatan, dan melepaskanya dari kakiku hingga aku benar-benar dibuat bugil dihadapnya.
    Sekali lagi aku merasa bahwa aku sedang bermimpi, aku sedang bugil dihadapan idola kami semua.
    Sungguh aku tidak percaya, Chintya sedang mencumbu perut bagian bawahku, dengan pangkal pahaku yang terbuka lebar tanpa seuntai benang pun menutupinya. Sungguh terasa bagaikan mimpi, imajinasiku melayang jauh dan aku tidak pernah merasakan moment seindah ini, seorang wanita yang kupuja, sedang bermain-main dipangkal pahaku.
    Dan sekali lagi Chintya menunjukkan keajaiban lidahnya, kali ini serangannya diarahkan pada bagian bawah perutku.
    Yak, dia mencoba membunuhku dengan jilatan-jilatan maut dibawah sana. Dan tak lama kemudian, tangan kanannya memegang erat batang yang sudah berdiri tegak disana. Dan sambil menatap mataku dia mengecup bagian kepalanya, dan segera memasukkan batang itu kedalam mulutnya. Sungguh sekali lagi aku merasa terbang ke awan.
    Tidak seperti lumatan-lumatan yang pernah kurasa, lidah Bu Chintya benar-benar ajaib, dia benar-benar mampu memainkannya dibawah sana, just like a french kiss in my junior.
    Begitupun dia tidak perhenti disitu, setelah puas menghisap bagian batang, Bu Chintya menggeser mulutnya kebawah, dan inilah pertama kali aku merasakan sensasi rangsangan di bagian paling bawah sana. Chintya melumat habis pangkal bola-bolaku, dan melanjutkannya dengan mencumbu area sun hole-ku dengan liarnya.
    Dan tampaknya dia begitu menikmatinya. Dia melakukannya sambil terus memainkan bola-bolaku, sungguh suatu sensasi yang luar biasa.
    Sejenak, ingin rasanya aku membobolkan saja pertahananku dan mengaku kalah. Bibir Bu Chintya adalah bibir paling gila yang pernah kuhadapi. Namun aku masih bisa berpikir sehat. Aku segera menarik bagian pangkal pahaku itu dari cengkeramannya, dan segera memagut bibir ajaib itu dengan bibirku.
    Dengan cepat pula, kubaringkan Chintya karena kali ini aku ingin menguasai permainan. Aku pun segera berganti menunjukkan potensiku. Kembali kurangsang bagian leher Bu Chintya, kujilat perlahan, hingga turun sampai bagian payudara. Bagian yang sangat kunanti dari tadi. Kubenamkan mukaku diantara kedua payudara itu, sungguh payudara yang paling lembut yang pernah kurasakan.
    Tanganku pun tak mau kalah, kuremas payudara kanan dengan tangan kanan, sambil lidahku mulai bermain dengan puting kirinya. Bagaikan buah cherry yang sangat manis, aku mengulum lembut puting itu, sungguh rasanya sangat menggairahkan. Ini adalah puting paling sempurna yang pernah dirasakan bibirku.
    Merasa sudah menguasai keadaan, aku mulai memainkan ritme permainan. Sesaat kuhisap puting itu lebih dalam, sambil meremas payudara kanannya. Demikian aku bergantian bermain dengan kedua gumpalan menakjubkan itu. Sesaat aku mencoba menyentuh lembut lingkaran penyangga puting itu dengan telunjukku, sesaat pula dapat kurasakan puting itu mulai mengeras kencang disertai munculnya bulu-bulu halus yang berdiri diatas kedua bukit indah itu.
    Sungguh sepasang payudara yang sangat cantik, sangat indah dengan bintik2 bulu roma yang menghiasinya, aku jadi semakin bergairah melihatnya, dan akupun tak mau menyia-nyikan moment ini.
    Permainan bibirku mulai menjamah bagian perutnya yang rata. Sambil tangan kiriku tetap mencengkeram satu dari dua bukit indah itu, tangan kananku menekan bagian punggungnya perlahan. Tampaknya Bu Chintya benar-benar menikmati permainanku, dan akupun memberanikan diri mengexplore bagian bawah perutnya dengan lidahku. Yah, aku mengecup lembut belly buttonnya dan mencoba bermain sedikit lebih kebawah sana.
    Menanggapi perlakuanku, Bu Chintya tidak terlalu terlihat keberatan. Dia malah terlihat sangat menikmati dan sedikit membuka pangkal pahanya. Bahasa tubuhnya seolah memberiku ijin untuk beranjak ke bagian itu. Segera aku kembali menurunkan kepalaku. Kali ini aku mencumbu bagian dalam pahanya, tanganku pun sekarang sudah memegang erat kedua pinggulnya, dan akhirnya aku mulai berani mencium bagian segitiga G-string yang menutupi surganya.
    Sungguh suatu pengalaman yang tidak pernah akan kulupakan. Aku sedang menghirup bagian paling intim milik Bu Chintya, aku merasakan sensasi yang paling dahsyat yang pernah kurasakan selama ini.
    Gairahku semakin menggebu, dan akhirnya kuberanikan diri menyusupkan lidahku ke sela-sela bagian bawah segitiga cinta itu. Tangan kanan ku mencoba menyibak kain hitam itu, dan bibirku mulai mengecupnya perlahan, rasanya sungguh indah, agak terasa asin, tetapi aromanya sangat lembut. Sungguh-sungguh indah.
    Bu Chintya yang tampaknya sudah sangat pasrah itu akhirnya menyangga kepalaku dengan tangan kanannya. Tanpa berkata apa-apa, dia meraih tali pengait segitiga itu dengan tangan kirinya, dan dengan perlahan dia menurunkan G-String itu dengan tangan kirinya. Aku yang sedang dimabuk gairah pun segera tanggap, kubantu dia menurunkan segitiga bertali itu, dan melepaskannya dari kakinya yang jenjang.
    Dan dengan segera, seperti seorang anak kecil yang sedang dijamu dengan dengan sekotak permen lezat, aku pun segera kembali dengan daerah segitiga yang menakjubkan itu.
    Kini tubuh wanita pujaan itu telah benar-benar telanjang. Aku benar-benar takjub dengan keindahannya, lekuknya yang sempurna dibalut dengan kulit yang putih, tipis dan lembut. Ahh,, ternyata Bu Chintya yang kami puja selama ini tidak hanya pintar dan cantik, beliau sangat sempurna seutuhnya, sangat terawat.
    Bagian pangkal paha itu terihat sebagai bagian segitiga yang ditumbuhi dengan bulu-bulu lembut. Tampaknya Chintya sangat rajin mencukurnya. Pun begitu, tepat pada bagian bawahnya, terdapat sekatup bibir mungil berwarna merah muda. Pintu surga itu terlihat begitu rapi, hanya terlihat sebagai segaris lubang yang berwarna kemerahan.
    Tanpa diberi aba-aba, aku pun segera kembali menjamu segitiga cinta itu. Kali ini aku merasa sangat bebas, tidak ada lagi sehelai benang pun yang jadi penghalang. Aku mulai mengecup pelan bibir cantik dibawah bulu-bulu tipis itu, dan tampaknya Chintya sangat-sangat menikmatinya, dan akupun menikmatinya.
    Samar-samar mulai kurasakan aroma wangi yang sempurna, aroma yang mungkin dapat mengalahkan nikmatnya rasa sabu yang dulu sering kuhisap jaman SMU. Perlahan tapi pasti, aku memagut bagian itu dengan bibirku, lalu kembali kuhisap perlahan. Dengan sedikit keberanian, tanganku pun mulai turut meraba bagian itu. Kucoba membuka tangkupan dua bibir itu dengan jemariku, dan kulihat jelas liang berwarna merah muda yang begitu indah. Tampaknya sangat hangat dan nyaman didalam sana. Dan kembali aku memberanikan diri mengeksplore lubang itu dengan lidahku.
    Kali ini, kucoba memasukkan lidahku kedalamanya dengan bantuan kedua tanganku yang menyingkap pintu cinta itu. Kali ini, aku benar-benar merasakan aroma yang sangat memabukkan itu, sangat membangkitkan gairahku. Dan dengan segera, aku memainkan lidahku didalam sana, menghisap perlahan, kemudian menghisap kuat, demikian aku mencoba mencari ritme yang tepat dalam menangani bibir terindah ini.
    Aku mencoba memainkan lidahku dengan maksimal disini, sambil tangan kananku merangsang bagian klitoris Bu Chintya. Dan tampaknya dia sangat-sangat menikmatinya.
    Setelah sesaat bermain dengan ritmeku, aku mencoba mengubah pola serangan. Kali ini, bibirku menghisap lembut bagian klitorisnya. Disini lidahku pun turut bermain, kuhisap sambil sesekali menekan bagian itu dengan lidahku.
    Perlahan tapi pasti, aku kemudian memberanikan diri memasukkan telunjuk kananku yang dari tadi sudah memegang erat kulit berwarna kemerahan itu. Dan, ketika seluruh telunjukku tercelup didalamnya, Chintya tiba-tiba mencengkeram kepalaku dengan tangan kanannyanya yang sedari tadi menyangga kepalaku.
    Sejenak aku tiba-tiba tersadar, kali ini aku memasuki daerah privatnya tanpa mohon ijin terlebih dulu.
    Aku sedikit terkejut dan kembali gugup, secara reflek aku segera menarik keluar jariku dari lubang itu, tetapi dengan segera pula Bu Chintya memegang tanganku dengan tangan kirinya.
    Yak, dia mengijinkan jemariku bermain didalamnya, dan tanpa berkata apa-apa, dia membimbing jari nakal ini masuk kedalam miliknya yang sangat berharga itu.
    Sungguh aku dapat melihat raut wajah cantik itu yang kini sedang dibara gairah, aku melihat dia sangat menikmati permainanku, dan dengan sigap pula, aku merangsang kembali daerah klitorisnya dengan bibirku, sembari jemariku mencari-cari daerah G-spotnya didalam sana.
    Tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan area paling sensitif itu. Tak lama jariku bermain disana, Chintya semakin membuka lebar pangkal pahanya. Dia kini tidak hanya mendesah dan menatapku nakal. Bu Chintya sudah tidak malu-malu lagi untuk mengerang. Kaki jenjangnya sedikit ditarik keatas, dia sedikit melipat lututnya, suatu tanda bahwa dia sungguh terbuai dalam permainan jemariku.
    Pun demikian, aku pun semakin bergairah, aku semakin cepat menggerakkan jariku didalam sana, kutekan kuat pagian G-Spotnya sambil lidahku terus memainkan klitorisnya, jemari dan lidahku kini sudah masuk gigi 5. Aku semakin cepat dan liar bermain dengan lubang cinta itu.
    Namun tiba-tiba Chintya mengapit erat kepalaku dengan lututnya. Dia menjepit kuat kepalaku sambil tangan kanannya menekannya kedalam. Dan segera setelahnya, aku bisa merasakan tubuh itu terguncang, aku bisa merasakan, tubuhnya sedikit kejang, dan,, aku kembali kaget dibuatnya, seiring dengan teriakan yang keras, tiba-tiba dia menggelinjang hebat, jemariku merasakan ada kedutan hebat didalam sana,,, dan tidak putih bening kemukaku.
    Yess, dia sudah sampai… and she squirt in my face!!
    dan aku tidak bisa mengelak sama sekali, secara reflek aku meronta mencoba melepaskan kepalaku, tetapi cengkeraman pahanya terlampau kuat, dan sampai saat ini pula, paha lembut itu masih mencengkeram kuat kepalaku.
    Aku hampir tidak percaya dengan apa yang kualami, Bu Chintya mencapai puncak dan menyemprot mukaku dengan cairan cintanya memabukkan.
    Aku sangat terkejut, tetapi sebenarnya aku sangat menikmatinya. Pun begitu Bu Chintya yang sudah terkulai lemas, aku bisa melihat tubuhnya yang masih sedikit gemetar, wajahnya sangat-sangat erotis, sepertinya dia baru saja mengalami orgasme paling dahsyat yang pernah dirasakannya.
    ***Aku kemudian beranjak ke sudut ruangan berinisiatif mengambil beberapa lembar tissue, dan mengelap mukaku yang agak lengket,
    “kamu baik2 saja kan cin?” tanyaku sambil berbaring lagi disisinya
    “eh,, maaf ya dim, aku sendiri tidak terpikir kalau bakal sampai kaya gitu” tangannya dengan reflek menarik lembar tissue yang kupegang dan segera me-lap bagian pipiku yang ternyata masih sedikit basah.
    “tidak apa-apa kok, aku juga menikmatinya”
    “serius,, ini pertama kalinya sampai seperti itu, aku benar-benar tidak menyangka sampai seperti itu” jawab Chintya sambil memeluk aku erat.
    Dan akhirnya, malam itu kami melanjutkan sesi bimbingan TA dengan bercerita panjang lebar tentang keseharian kami, tentang keluarga kami, tentang kesibukan-kesibukan kami.
    Maklum, pada dasarnya aku dan Bu Chintya masih belum terlalu mengenal satu sama lain.
    “jadi, sekarang mamamu masih tinggal di Jakarta bersama suaminya yang baru itu?” tanyaku menanggapi cerita Chintya.
    “begitulah” jawabnya pelan.
    “ooh,, beliau punya anak lagikah?”
    “nggak sih,, cuma ada suatu hal yang dulu bikin aku nggak nyaman tinggal disana”
    “kenapa??”
    “well, si om bule itu hypersex.”
    “heh?? maniak gitu??”
    “yupss. dan aku pernah tinggal bersama mereka selama 2tahun”
    “haha.. yang kamu ceritakan waktu kamu SMU itu ya? Trus, apa hubungan antara hypersex dengan ketidaknyamananmu tinggal bersama mereka? Toh si om bule itu kan papa-mu, bukan suamimu?”
    “yahh,, masalahnya bukan cuma hypersex doang dim. dia juga orang naturist. Kalau dirumah mamaku sana, begitu masuk gerbang udah wajib bugil. Itu berlaku buat semua orang yang tinggal disitu.”
    “whatsss??? jadi kamu juga ikut2an nudis gitu??”
    “nggak cuma saya honeyy, disana dari sopir nyampe tukang kebon juga bugil semua.”
    “begitukah?? are u serious??”
    Aku seperti tidak tahu harus menjawab apa lagi. Tampaknya Chintya memang memiliki pengalaman yang luar biasa dalam hidupnya. Dia banyak bercerita tentang masa lalunya, dan tiba-tiba aku merasakan empati yang sangat dalam, sebuah perasaan seolah tidak terasa lagi ada jarak antara kami.
    Seolah seperti sepasang kekasih/sahabat yang sedang berbaring dan sharing berdua
    “uhm,, kembali ke masalahmu tadi Cin, emang kalo menurutmu kamu trauma dengan masa lalumu, lalu apa dampaknya di masa sekarang?” aku kembali bertanya mencoba mengenal dosenku itu lebih dekat.
    “well, kita bahas topik ini lain kali lagi saja ya dim, kamu belum dapet kan?” katanya sambil kembali memelukku mesra. Tampaknya dia belum ingin membahas sampai sejauh itu, dan akupun harus menghormatinya
    “kalau aku sih, asal kamu senang sudah bisa dibilang dapet kok cin. gue ikhlas” jawabku cengengesan
    “Dasar mulut buaya!! sekarang kamu sudah berani merayu saya…” sahutnya tersipu sambil mencubit lenganku keras-keras
    “Ehmn, Dim, kamu percaya sama aku kan?” lanjut Chintya sambil meraih laci disamping tempat tidur. Aku tidak menjawab dan hanya mengangguk kecil
    “okeey,, tangan kamu diikat dulu yaa,,” katanya sambil mengeluarkan seutas kain panjang dan mengikat kedua tanganku ke bagian atas tempat tidur. Aku mulai berpikir aneh-aneh, sejenak aku ingin menolak apa yang dilakukan Bu Chintya padaku. Tapi, aku penasaran juga dengan rencananya, so, ikuti saja deh,, hehe
    “aku mau diapain hon?”
    “diem ah,, trust me honey” jawabnya sambil kembali mengecup bibirku. Aku sendiri tidak bisa banyak bergerak dengan kedua tangan yang terikat erat diatas kepala, sedangkan tampaknya bibir maut itu akan kembali mengeksekusi titik-titik lemahku.
    Perlahan, Chintya menggeser kembali kecupannya kearah leherku, sedikit cupang panjang disana, dan kemudian turun kearah dada. Bagian ini tampaknya bagian yang paling disukainya, lidahnya yang lembut bermain dengan putingku, sambil kedua tangannya mimijit-mijit bagian samping dadaku. Di babak pertama ini aku sudah mulai bisa merasakan sensasi Chintya. Sebuah teknik-teknik yang baru kutemui dalam bercinta, diselimuti oleh paras yang sungguh-sungguh menggoda.
    Perlahan, dia kembali menggeser posisi bibirnya, kali ini kecupan-kecupan itu diarahkan kebagian samping dadaku, dan, dia bermain dengan ketiakku. Aku meronta keras, kukatakan padanya bahwa ini keterlaluan, “Geli banget Cin, kamu menyiksaku”,, begitu ujarku. Tapi tampaknya Chintya tidak peduli dan terus melancarkan aksinya.
    Dan ternyata teknik yang satu ini juga sangat mengerikan. Rasa geli yang perlahan berubah menjadi sebuah rangsangan yang mahadahsyat. Seiring dengan rabaan-rabaan tangannya yang sedikit memijit, Chintya benar-benar bak seorang sex machine yang istimewa.
    Selama beberapa saat Chintya menyiksaku, tampaknya dia sudah cukup puas dan berniat memulai permainannya di bagian bawah.
    “Sudah panas kan?” katanya sambil sambil tersenyum kecil dan memegang batangku yang sudah berdiri keras.
    Dan tanpa banyak bicara lagi, dimasukkannya batang itu kedalam mulutnya.
    Yah, Chintya segera mengulumnya dengan bersemangat, dan dia langsung memainkan ritme permainan oral terdahsyat yang pernah kurasakan. Sesekali setelah lidah hangatnya bermain lincah, dihisapnya batangku kuat-kuat, seolah dia ingin menyedot habis seluruh isinya.
    Sambil terus bermain-main dengannya, tangan Chintya meraih dua bantal disisi kiri tempat tidur,
    “diganjal bantal ya dim” katanya sambil menyusupkan dua bantal itu dibawah pantatku. Aku yang sudah merasa keenakan pun pasrah saja, kuangkat pantatku sesuai dengan apa yang diingininya, dan kini, posisiku agak berasa tidak nyaman, punggung dan pantatku terganjal oleh bantal yang tampaknya cukup tinggi. Aku agak heran sebenarnya apa rencana Chintya, tapi kembali lagi, aku pasrah saja.
    Chintya kemudian mengambil posisi tepat dbawah selakangku, dan kemudian kembali dia memasukan batangku ke bibir mungilnya, tangan kirinya memegang testikelnya dan tangan kanannya memegang pangkal batangku. Aku tidak bisa melihat terlalu jelas apa yang terjadi disana, tapi aku kembali merasakan sensasi yang luar biasa.
    Sejenak setelahnya, aku merasakan kepala penisku bersentuhan dengan bidang yang sangat hangat dan licin, saat itu pula kurasakan sensasi yang luar biasa diujung kemaluanku, sembari kudengar Chintya sedikit batuk-batuk dan mengeluarkan penisku dari mulutnya.
    Dan,, ternyata dia melakukan deep throat. Bu dosen satu ini memang gila, dan ini adalah pengalaman deep throat pertamaku. Dan malam ini Chintya memberiku deep throat tidak hanya sekali, melainkan berkali-kali.
    Sensasi rasanya benar-benar gila, sepertinya aku hampir ejakulasi dibuatnya.
    Sesi oral pun berakhir, saat ini Chintya kembali memeluk aku. Tubuhnya yang gemulai bergelayut mesra diatasku “sekarang menu utama yuk,,” begitu bisiknya memanja ditelingaku…
    Sambil tangan kirinya tetap memeluk leherku, Chintya meraih kembali senjataku dan mengarahkannya kebagian pangkal pahanya yang memang sudah berada tepat diatasnya.
    Yah, Chintya memasukkan kepala batangku kedalam lubang yang berhias bulu lembut itu, dan tak lama kemudian dengan sedikit menindihku, seluruh batangku telah bersemayam didalam lubang hangatnya.
    1001 rasa penasaran yang selama ini berkecamuk hilang sudah. Kini aku telah merasakan hangat dan nikmatnya liang itu. Sangat hangat dan rapat, bahkan jika batang kesayanganku itu bisa membauinya, kukira dia pun akan terkesima dengan aroma wanginya.
    Chintya pun memagut bibirku sambil sedikit menggoyangkan pinggulnya, tidak naik turun tetapi memutar perlahan. Wew, bahkan teknik goyanganya pun dahsyat, tidak banyak bergerak, tapi dapat kurasakan batangku dipijit dengan sempurna.
    Dan perlahan kusadari, sepertinya pijitan ini tidak hanya bermuara pada goyangan pinggul semata, tetapi tampaknya dinding-dinding kemaluan Chintya turut berperan. Lubang ini menggigit rapat dan dapat kurasakan sedikit berdenyut teratur, ini juga baru kali ini kurasakan.
    Hal ini kusadari ketika Chintya beranjak dan menjamuku dengan posisi duduk. Dengan senjataku yang masih tertancap disana, kurasakan pijitan-pijitan lembut itu walau Chintya tidak banyak menggerakan pinggulnya.
    Dan, aku tidak menyangka bahwa menit-menit kedepan adalah waktu yang tidak akan pernah kulupakan seumur hidupku. Mungkin bila aku bisa memutar balik waktu, aku akan selalu memutar menit-menit itu sambil mengaktifkan fitur slow motion.
    Dengan posisinya yang mendudukiku, Chintya kembali menggoyangkan pinggulnya.
    Kali ini tidak memutar maupun maju mundur, melainkan naik turun. Tubuhnya yang semampai itu seakan menduduki bantalan trampoline. Sekilas aku merasa miris dengan perlakuannya. Dengan sedikit berjongkok, Chintya menarik pangkal pahanya keatas hingga tiga perempat batang penisku keluar dari sarangnya, dan dengan cekatan pula dia menimpanya kembali. Yah, dia mengocok batangku dengan kencang dengan posisi pinggulnya yang naik-turun tajam itu.
    Jujur, aku sedikit takut kalau-kalau dia sedikit meleset dan mematahkan senjataku yang sangat berharga itu. Tapi, kekhawatiran itu segera sirna terhapus sensasi yang kembali kurasakan.
    Chintya memperlakukan senjata yang benar-benar berdiri keras itu seperti mainan, seperti dildo stainless yang tak punya jaringan syaraf, dan kali ini aku benar-benar ingin menyerah dan memuntahkan cairan cintaku, aku tak kuasa mengimbangi wanita cantik yang tiba-tiba menjadi sangat liar ini. Dapat kulihat jelas ekspresi mukanya saat ini, dia tidak hanya sekedar mencoba memuaskanku, dia kembali turn on, dan aku wajib mengimbanginya.
    Tapi semakin aku melihat wajah cantiknya, semakin ingin rasanya aku mengakhiri permainan ini. Whatever, aku memang tidak mampu melayaninya.
    Tapi tiba-tiba, Chintya mengakhiri gerakan naik turun yang dahsyat itu.
    Dia merebahkan tubuhnya, memeluk aku erat, sambil tetap mengocok kencang batangku dengan goyangan pinggulnya super cepat itu.
    Dan tentu saja pada akhirnya aku segera tewas dan mengakhiri pertahananku. Aku benar-benar tidak tahan dengan perlakuannya, dan kali ini aku benar-benar tak bisa berkutik dan harus menyerah kalah
    Chintya tengah memelukku erat sambil sambil mengggoyangkan pinggulnya maju-mundur dengan cepat saat batangku mulai kejang-kejang.
    Pinggul indah itu bergerak dengan kerasnya seolah penisku hanya mainan tak bernyawa.
    Dan seiring dengan dengan senjataku yang mulai muntah dan mengaku kalah, ritme goyangan Chintya perlahan-lahan mulai melambat, dan dapat kurasakan kembali cengeraman pahanya yang mulai bergetar, seiring dengan kedutan ringan yang memijit lembut kemaluanku yang masih tertanam didalamnya. Dan perlahan-lahan, lubang menakjubkan itu mencengkeram penisku sangat erat. Ternyata, Chintya pun mendapatkan orgasme untuk yang kedua kalinya…
    Yah, liang hangat itu seakan menyedot batangku dengan kerasnya seiring dengan bobolnya pertahananku.
    Dan kembali aku menangkap ekspresi muka cantik Chintya yang seolah mengatakan bahwa dia baru saja mendapatkan orgasme yang hebat.
    Selama beberapa saat tubuh indah itu bergetar lemah diatas tubuhku, dan tak lama kemudian sosok cantik itu benar-benar lemas tak berdaya.
    Perlahan-lahan, Chintya menggeser tubuhnya sambil melepaskan liang terindahnya dari kemaluanku dengan hati-hati.
    Tanpa berkata apa-apa, dia membaringkan tubuh indahnya disampingku, dan tak lama kemudian, idola dari segala idola itu sudah terbaring lelap disisiku
    Dan aku kembali terdiam seakan tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi. Aku hanya bisa termangu, mencoba meyakinkan diri bahwa apa yang terjadi malam ini bukanlah mimpi.
    Dalam hatiku, terbentu sebuah perasaan yang tidak bisa didefinisikan. Ada sebuah kepuasan yang tidak pernah tertandingi, bercampur rasa tidak percaya yang masih menghantui.
    Dan akhirnya aku hanya bisa terheran-heran sambil berusaha melepaskan tali yang masih mengikat erat tanganku.
    Sungguh malam terdahsyat yang pernah kualami.
    tante toge# cerita dewasa# cewekkbispak# foto cewek bispak# foto janda#pamer memek# foto jablay# fotomanstrubuasi# abg bugil# foto bugil#foto bugil narsis# jilat toket# jilatpentil# jilat itil#hamil bugil# fotohamil bugil# pembatu pamer toket# pamertoket# pamer memek# ngentot gayakamasutra# foto kamasutra# cewekngangkang# memek ngangkang# toket pecun#toket di remas# memek abg# memek merahabg# abg bar# foto model bugil# bugil diranjang# malam terdahsya
  • Cerita Dewasa – Masa SMA

    Cerita Dewasa – Masa SMA


    524 views

    Kenalin Nama saya Jenny gue sekarang masih sekolah gue mau cerita tentang pengalaman gue gue. tapi gue mau cerita dulu tentang diri gue. tinggi gue sih 169 cm dan berat gue sih sekitar 50 an (hampir 60Kg )dan badan gue sih ada yang bilang mirip sarah ashari, tapi kulit gue rada putih dan ukuran toket gue yang jauh lebih besar dari dia.

    ukuran toket gue termasuk besar untuk orang indonesia yaitu 38 c (gede kan). ukuran toket yang gede itu bisa ngebuat gue minder dan bisa juga ngebuat gue tampil PD
    gue minder kalau gue lagi pake seragam sekolah, soalnya temen temen gue ngga ada yang punya toket sebesar itu
    kalau ke sekolah gue ngga suka pake seragam yang ketat soalnya bisa jadi tontonnan para cowo.

    Di sekolah gue cukup aktif dalam kegitan olahraga, soalnya gue ikut tim voly di sekolah gue. kalau lagi latihan gue sih rada susah untuk nutupin toket gue yang gede itu. soalnya kalau gue lagi lari itu toket udah pengen jatuh.

    Pernah waktu gue masih di smp pas habis selesai olah raga gue mau ganti baju seragam di wc, karena waktunya mepet dengan pelajaran berikutnya, jadi gue tukeran bareng sama temen gue di wc bertigaan. waktu gue buka kaos olahraga temen temen gue semua baja bengong ngeliat toket gue yang gede itu.

    malah temen gue yang satu bilang itu toket apa melon
    gue sih bilang ngiri ya ngga punya elu engga segede itu. semuanya baja diem aja.
    di sma gue termasuk cewe yang disukai sama banyak cowo(baik itu sekelas maupun kakak kelas). tapi gue engga mau pusingin sama itu cowo.

    semenjak di sma gue mulai tau apa itu seks dan apa enaknya seks itu lewat temen kelas gue cewe yang suka pinjemin gue buku BF dan cara memuaskan diri sendiri.
    kalau gue masturbasi bisa pake segala cara yang penting gue puas dan nikmat.

    dari sebanyak cowo yang berusaha deketin gue ada cowo yang namanya andi yang nekat ngejar gue dimanapun gue berada. bisa dia telpon, atau nungguin gue sampai pulang sekolah dan mau nganterin gue pulang.

    sampai sampai temen temen(cewe) bilang udah dikejar kejar bukannya elu terima, eh malahan elu sia siakan aja.
    semenjak itu gue mulai perhatiin gerak gerik itu cowo.itu cowo sih engga jelek jelek banget dan engga ok ok bengat juga.

    lama kelamaan mulai gue tanggepin tindakan itu cowo.
    ngga lama dari itu dia malahan langsung nyatakan cintanya sama gue, terus gue bilang n’tar gue pikir dulu, gue suruh die nunggu jawaban dari gue seminggu.
    selama seminggu gue mulai gosip sama temen temen gue tentang itu cowo.

    ada yang “udah terima aja tawaran itu cowo,kan dia baik orangnya” dan ada juga yang bilang”dia kan engga ok tampangnya, elu engga sebanding sama dia jen kata temen gue”
    banyak pendapat dan masukan gue terima.
    akhirnya gue berpendirian untuk terima itu tawaran itu cowo.
    pas tepat seminggu itu cowo telpon gue dan meminta jawaban dari gue,

    teru gue bilang menurut elu tawan elu diterima engga”
    dia hanya diem aja engga bisa ngomong apa apa
    akhirnya gue menjawab juga tawaran tu cowo
    mendengar jawaban itu andi kebingungan mau ngomong apa?

    beberapa hari setelah itu gue mulai makin deket sama andi
    setiap hari di sekolah gue mulai berduaan sama si andi baik itu waktu pulang sekolah maupun sebelum masuk sekolah.
    pokoknya seperti dunia milik berdua aja

    pas malam minggunya gue diajak pergi nonton sama si andi
    o iya kalau gue kalau pake baju engga terlalu model model , yang penting ok sama badan gue
    waktu pergi nonton gue pake baju kaos ketat warna hitam dengan bra warna putih dan dipadukan dengan celana panjang
    andi datang ke rumah gue on time sesuai dengan janjinya yaitu jam 5

    gue langsung pergi ke salah satu mal yang cukup terkenal
    hampir semua cowo sewaktu gue jalan di mal memperhatikan toket gue yang gede itu bayangkan udah ukuran toket gede pake baju yang ketat dengan belahan yang cukup rendah gimana engga nenbuat cowo baja ngelirik
    samapai di sana gue jalan jalan dulu dan baru nonton
    andi memilih duduk yang rada mojok di atas.
    sewaktu nonton kadang kadang pala gue bersenderan dengan pundaknya andi dan dengan begitu toket gue yang gede itu bersentuhan dengan lengan andi
    mulanya sih andi diam saja tapi gue perhatikan di celananya ada sesuatu yang udah menonjol

    lama lama tangan andi mulai merangkul gue dan mulai meremas remah toket gue dari luar kaos gue
    eh ternyata tangannya adndi tidak tinggal diam dan berlanjut untuk mulai masuk ke dalam kaos gue.
    mulanya gue menepisnya eh lama lama gue jadi keenakan.
    akhirnya tangan andi mulai masuk ke dalam kaos gue dan meremas remas toket gue
    baru beberapa remasan ternyata si andi terdiam dan berbisik ke telingan gue
    dia bilang”toket elu gede banget sampai sampai tangannya die engga dapat meremas toket elu semuanya”
    gue engga jawab cuma tersenyum aja.
    sakin nafsunya andi ngebuat bra gue sudah engga karuan lagi

    mata gue udah makin merilik ke tonjolan yang ada di
    celananya dan tanpa minta ijin lagi gue langsung meremas remas barangnya andi dari luar celananya si andi hanya ternyum saja.
    tangan andi yang mulanya hanya satu tangan meremas toket gue eh ternyata sekarang malah yang satu tangan lagi meremah remah juga
    akibat remasan tangan andi di toket gue , menyebabkan gue mulai mengeluarkan suara mendesah desah keenakan.
    tiba tiba remasan andi berhenti dan berbisik ke gue untuk gue ngebuka bra nya soalnya andi udah engga tahan lagi.
    mulanya gue bilang gila ya lu masa gue buka bra gue disini
    akhirnya gue turutin jugaa kemauan si andi
    gue buka bra gue dan gue masukin ke dalam tas yang gue bawa.

    tangan gue sekarang udah mulai buka sereting celana andi secara pelahan lahan
    ternyata si andi udah sudah engga perduli lagi dengan gue ngebuka celana panjangnya
    malahan dia mulau ngebuka sereting celana panjang gue dan menggisik gosokkan tangannya di dekat memek gue.
    gue juga engga mau kalah gue keluarkan kontol si andi
    pas gue keluarken gue sempat terkejut ngeliat kontolnya yang panjang dan gede banget kaya orang bule punya yang di filem BF
    gue kira sih ada sekitar 20 centian.
    andi langsung menghentikan remas meremas sewaktu gue ngeluarin kontolnya
    dia bilang ngapain elu keluarin entar kalau diliat orang bisa gawat nih
    gue sih diem aja dan si andi langsung mamasukkan kontolnya lagi ke dalam celana dalemnya
    setelah itu andi kembali melakukan remas meremah baik itu toket gue atau memek gue dari luar
    mulut gue engga bisa diam dari desahan desahan akibat perbuatan andi
    dan gue sempat orgasme dan mengeluarkan cairan dari memek gue yang menyebabkan celana dalam gue basah.
    akhirnya gue dan andi bukannya nonton filem malahan bikin filem sendiri di bioskap
    setelah gue orgasme ternyata si andi masih remas remas
    eh ternyata filemnya udah habis dan andi cepet cepet tutup sereting celananya dan gue tutup sereting celana gue dan sambil merapikan kaos gue
    setelah lampu dinyalakan gue baru sadar bahwa bra yang gue copot belom gue pake lagi.
    wah gawat nih gimana ya gue tanya si andi
    si andi bilang udah engga usah pake aja , engga apa kok
    enaknya aja
    untung waktu itu gue pake kaos warna hitam jadi engga gitu ketara kalau engga pake bra
    gue sama andi tunggu sampai semua yang nonton bubar dan gue baru keluar, dan langsung ke wc untuk pake bra gue lagi.

    waktu ke wc sempat ngantri karena baru baja bubar jadi ke wc
    gue jadi malu soalnya puting susu gue ngejeplak di kaos ketat gue
    dan biasanya kalau cewe pake kaos ketat kan ngejeplak branya tapi gue engga ada
    setelah di wc gue cepet cepet peke bra gue lagi dan temuin andi lagi yang udah nunggu lama

    setelah itu gue baru makan sama andi dan jalan jalan
    sewaktu jalan jalan di suatu dep store gue ngeliat liat di bagian bra , mulanya si andi malu untuk temenin gue
    berkat gue paksa akhirnya dia mau juga.
    gue langsung pilih pilih bra yang seksi sambil gue tanya ke andi untuk menunjukan yang paling seksi.
    ternyata si andi milih yang lain dari yang gue kasih liat tadi
    pas gue tanya ukuran bra yang andi pilih , ternyata engga ada ukurannya untuk toket segede itu
    si andi sempat bingung dan berbisik ke gue “ukuran elu emang berapa sih?”
    gue bilang cuma 38 C
    si andi bengong mendengar ucapan gue itu
    akhirnya gue pilih satu bra dan cd yang satu set dan yang membelikan itu si andi
    sewktu selesai bayar dia berbisik ke gue besok kalau masuk ke sekolah elu pake ya
    gue hanya manggut manggut aja.
    dari sana gue sama andi pergi ke salah satu kafe
    setelah itu gue diantar si andi pulang
    dan sampai dirumah udah hampir jam sebelas malam.

    hari senin seperti biasanya gue pagi pagi berduaan sama si andi sebelum masuk sekolah
    waktu bertemu si andi, andi memperhatikan baju seragam gue terus
    gue jadi bingung terus gue tanya sama si andi
    emangnya ada yang aneh ya di diri gue
    si andi bilang”engga kok cuma gue mau ngeliat yang waktu sabtu gue beliin

    ooo bisik gue bra yang waktu itu
    sekarang gue lagi pake
    lalu si andi memperhatikan toket gue dengan bra gue yang warna pink dengan detail
    dia bilang makin gede aja toket elu pake bra ini
    gue hanya diem aja sambil mencubit si andi
    engga lama bel berbunyi
    seperti biasanya hari senin diawalin dengan upacara bendera
    dan semuanya berjalan seperti biasanya

    sewaktu pulang sekolah gue bilang sama si andi bahwa gue engga bisa pulang bareng soalnya ada latihan volly soalnya lagi mau tanding
    si andi bilang dia mau tunggu aja kan latihannya engga lama kan
    akhirnya si andi tunggu gue
    gue latihan seperti biasanya pake kaos yang longgar supanya toket gue yang gede itu engga jelas terlihat
    tapi yang berbeda dari biasanya kalau biasa gue lagi latihan gue pake bra yang khusus untuk olah raga
    tapi kali ini gue lagi engga pake
    gue jadi rada engga enak waktu latihan.
    baru sebentar latihan gue ijin sama guru olah raganya untuk pulang dengan alasan gue rada engga enak badan.
    akhirnya gue dikasih pulang dengan alasn tersebut.
    o’ ya guru olah raga gue itu orangnya rada genit sama cewe
    kadang kadang sengaja suka coel coel badan gue atau belaga engga sengaja nyenggol toket gue.

    ternyata si andi udah nunggu gue dari tadi di depan kelas
    gue bilang tunggu dulu ya gue mau banti baju dulu.
    dan si andi nungguin gue di depan wc

    setelah itu gue diantar sama si andi pulang.
    sampai di depan rumah gue suruh si andi untuk masuk dulu ke rumah gue.
    mulanya si andi engga mau dengan alasan engga enak kan ada nyokap elu
    terus gue bilang nyokap sama bokap gue lagi ke luar kota lusa baru pulang
    jadi dirumah gue cuma sama pembantu aja ade gue juga ikut sama bokap nyokap.
    akhirnya si andi mau masuk juga
    gue suruh andi untuk nunggu di ruang tamu sambil gue stel tv dan gue mau mandi dulu
    gue ke kamar untuk taruh tas dan ambil baju daster yang rada seksi
    langsung gue ke kamar mandi untuk mandi
    kamar mandi gue di luar kamar
    setelah selesai mandi gue bilang ke andi tunggu dulu ya gue mau ke kamar dulu
    ternyata si andi itu iseng engga bisa nunggu
    dia buka pintu kamar gue dan langsung masuk
    gue sempat terkejut ada yang masuk ke kamar gue sewaktu gue lagi nyisiran.
    ternyata si andi
    gue suruh andi untuk duduk aja di meja belajar gue sedangkan gue duduk di meja rias
    si andi terpesona ngeliat gue pake daster
    dan gue perhatiin di celana dia udah ada yang nonjol lagi
    andi terpesona ngeliat gue mungkin karena liat puting gue yang rada nonjol karena gue waktu itu engga pake bra
    kebiasaan gue kalau di rumah kadang kadang suka engga pake bra, terutama waktu udara lagi panas.
    kalau nyokap gue tau gue dingomelin soalnya nyokap bilang entar toket gue turun soalnya toket gue itu gede jadi harus ada yang menyangganya..
    tapi gue sering melanggarnya
    gue langsung duduk di ranjang sambil nyetel radio dan gue panggil andi untuk duduk di sebelah gue
    si andi langsung duduk di sebelah gue dan mulai merangkul gue
    mulanya sih ngerangkul akhirnya tangannya mulai meremas remas toket gue dari luar
    mata gue mulai merem melek dan mengeluarkan suara
    ternyata tangannya andi udah mulai masuk ke daloam dester gue dan menerawang untuk menemukan puting susu
    waktu si andi masukin tangannya ke dalam dester si andi terkejut barwa gue engga pake bra
    secara tiba tiba tangan andi yang satu mulai masuk ke daster gue bagian bawah untuk menemukan memek gue
    gue juga engga mau diam
    tangan gue mulai meremas remas kontol andi dari luar celana.
    dengan cepet gue ngebuka sereting celana seragam andi dan langsung gue tongolin kontolnya andi
    si andi tetap diam aja
    malahan andi mulai mau menurunkan daster gue
    setelah gue tinggal cd aja si andi mulai membuka pakaian seragamnya
    si andi sekarang lagi hisap toket gue sembil meremas remasnya.
    gue buka cd si andi dan langsung nongol kontolnya yang kaya monas itu
    gedenya bukan main
    sampai sampai gue pikir apa masuk ke memek gue
    gue mulai urut urut kontolnya andi dan andipun tak henti hentinya isap toket gue
    akhirnya gue ambil posisi 69 untuk bisa lebih enak isep kontolnya andi
    mulanya gue rada bingung untuk masukin kontol andi ke mulut gue karena ukurannya
    tapi dengan usaha yang keras gue berhasil memasukan kontolnyan ke mulut gue
    itupun engga semuanya aja mulut gue udah engga bisa bersuara lagi karena kepenuhan kontolnya andi
    sedangkan andi hisap memeknya gue sambil kadang kadang memasukan jari tengahnya ke memek gue
    karena gue udah ke enakan gue lepas emutan kontolnya andi
    dan gue mulai meremas remas toket gue sambil andi masih menghisap memek gue.
    engga lama gue makin mendesah ahhh ahhha.ahhh dan gue bilang cepetan di gue udah mau keluar nih
    si andi dengan cepat memasukan jari tengahnya
    andi ….. ayo cepetan masukinnya
    dan akhirnya pun memk gue banjir……
    si andi masih menghisap cairan yang keluar dari memek gue
    semuanya habis tak bersisa dihisap oleh andi.

    setelah itu si andi berubah posisi dengan gue kaki mengangkang di pinggir ranjang dan si andi udah siap untuk memasukkan kontolnya yang gede itu untuk masih ke memek gue
    setelah kontolnya andi udah deket dengan memek gue ternyata si andi tidak mau memasukkannya tapimalahan tangannya memainkan itl gue dan meremas remas toket gue lagi
    desahan gue mulai beraksi lagi
    dan gue bilang udah dong di masukin aja kontol elu gue udah engga tahan lagi
    ternyata si andi engga menghiraukan teriakan gue malahan dia tambah aktih memainkan itil gue itu
    dan akhhh akhhhhhh andi cepetan gue udah mau keluar lagi
    cairan pun udah membanjiri memek gue lagi
    setelah itu andi baru memegang kontolnya yang panjang itu untuk memasukkan ke memek gue
    ternyata engga bisa masuk ke memek gue yang kecil walaupun udah ada pelumasnya
    andi mulai memaksanya sedikit demi sedikit untuk dapat memasukkannya
    ternyata berhasil, tapi itupun baru masuk kepalanya aja ,
    baru masuk kepalanya aja memek gue udah sakit
    kaya ada barang gede yang mau masuk ke memek gue
    ternyata si andi pinter juga ,dia mulai memasukkan kontolnya sedikit demi sedikit kalau terhambat dia tarik lalu dimasukkan lagi
    gue masih menahan sakit
    aduh di sakit nih palahan lahan dong
    ternyata andi sudah bisa memasukkan kontolnya setengan bagian
    andi mulai mengentotkan gue walaupun kontolnya engga masuk semua
    gue pun udah mendesah desah keenakan
    ternyata sakin enaknya si andi dia lupa main enak aja kontolnya ditekan masuk semuanya ke memek gue
    itu membuat gue sakitnya bukan main dan membuat memek gue nyeri kesakitan
    gue suruh andi berhanti sebentar dengan posisi kontolnya andi masuk semua ke memeknya gue
    gue rada bangun sedikit untuk ngeliat keadaan memek gue
    ternyata memek gue itu udah rada melebar karena kontol andi yang gede itu
    setelah itu andi melanjutkan entotannya.
    desahan gue udah engga bisa berhanti keluar dari mulut gue
    dan gue bilang andi gue udah mau lagi nih
    si andi bilang kita sama sama aja
    gue bilang jangan dikeluarin di dalam ya entar bahaya
    si andi engga ngejawab hanya manggut aja dan makin mempercepat entotannya
    satu dua tiga
    akhirnya gue keluar lagiiii
    dan dibarengi dengan si andi mengeluarkan spermanya di dalam memek gue
    gue juga lupa untuk menarik kontolnya keluar.
    setelah itu badan ambruk di samping gue dengan kontol masih di dalam memek gue
    gue baru sadar bahwa si andi tadi keluarinnya di dalam memek gue.
    langsung gue bilang ke andi kok keluarinnya di dalam entar kalau hamil gimana
    andi bilang abis sakin enaknya gue lupa deh narik kontol gue keluar
    gue langsung pake daster tanpa cd dan bra untuk ke wc bersihin spermanya andi
    sampai di wc gue liat di bibir memek gue ada bercak bercak darah dan spermanya andi
    gue bersihin pake shower menyemprot di luar memek gue
    terasa perih memek gue kalau kena air.
    dan gue juga menyemprot ke dalam memek gue untuk mengeluarkan spermanya andi
    gue takut hamil
    setelah bersih gue kembali ke kamar
    dan gue liat si andi tertidur di ranjang gue
    dan dilantai ada sedikit darah dan sperma andi
    pas gue perhatiin ternyata darahnya ada yang terkena ranjang juga
    akhirnya gue tidur sama si andi dengan keadaan bugil total
    bangun bangun gue liat udah jam 7 malam gue bangunin andi dan berpakaian
    setelah itu andi minta ijin pulang tapi sebelum pulang dia mencium bibir gue dan berbisik kalau ada kesempatan mau lagi engga
    gue hanya diam aja
    setelah itu gue suruh pembantu gue untuk beresin kamar gue dan gue ke ruang makan untuk makan malam.
    setelah selesai makan gue ke kamar gue
    gue liat pembantu gue lagi beresin kamar

    pembantu gue tanya ke gue kok ada darah sih di lantai sama ranjang
    gue bilang aja itu darah mens
    untung dia percaya engga tanya tanya yang lain

    #memek bersih #memek polos #tante batam #sex paket hemat #foto bugiltante #pamer toket gede #foto ngak pakedaleman #bokong semok #foto bokongsemok #memek tembem #foto janda sexy #janda sexy #foto keadaan telanjang #model bugil #foto jilboob narsis #jilboob narsis #tokoet montok #jilbabngentot #istriku bugil

  • Foto Hot Jilbab Ngentot

    Foto Hot Jilbab Ngentot


    1112 views
    Foto Hot Jilbab NgentotFoto Hot Jilbab NgentotFoto Hot Jilbab NgentotFoto Hot Jilbab NgentotFoto Hot Jilbab NgentotFoto Hot Jilbab Ngentot #memek bersih #memek polos #tante batam #sex paket hemat #foto bugiltante #pamer toket gede #foto ngak pakedaleman #bokong semok #foto bokongsemok #memek tembem #foto janda sexy #janda sexy #foto keadaan telanjang #model bugil #foto jilboob narsis #jilboob narsis #tokoet montok #jilbabngentot #istriku bugil
  • Istriku Bugil Lagi

    Istriku Bugil Lagi


    1135 views
    Istriku Bugil LagiIstriku Bugil LagiIstriku Bugil LagiIstriku Bugil LagiIstriku Bugil Lagi #memek bersih #memek polos #tante batam #sex paket hemat #foto bugiltante #pamer toket gede #foto ngak pakedaleman #bokong semok #foto bokongsemok #memek tembem #foto janda sexy #janda sexy #foto keadaan telanjang #model bugil #foto jilboob narsis #jilboob narsis #tokoet montok #jilbabngentot #istriku bugil
  • Istriku bugil saat ditinggal sendiri

    Istriku bugil saat ditinggal sendiri


    834 views
    Istriku bugil saat ditinggal sendiriIstriku bugil saat ditinggal sendiriIstriku bugil saat ditinggal sendiriIstriku bugil saat ditinggal sendiriIstriku bugil saat ditinggal sendiriIstriku bugil saat ditinggal sendiri #memek bersih #memek polos #tante batam #sex paket hemat #foto bugiltante #pamer toket gede #foto ngak pakedaleman #bokong semok #foto bokongsemok #memek tembem #foto janda sexy #janda sexy #foto keadaan telanjang #model bugil #foto jilboob narsis #jilboob narsis #tokoet montok #jilbabngentot #istriku bugil
  • Pose ngangkang ABG Jilbab

    Pose ngangkang ABG Jilbab


    654 views
    Pose ngangkang ABG JilbabPose ngangkang ABG JilbabPose ngangkang ABG JilbabPose ngangkang ABG JilbabPose ngangkang ABG JilbabPose ngangkang ABG JilbabPose ngangkang ABG JilbabPose ngangkang ABG JilbabPose ngangkang ABG Jilbab #memek bersih #memek polos #tante batam #sex paket hemat #foto bugiltante #pamer toket gede #foto ngak pakedaleman #bokong semok #foto bokongsemok #memek tembem #foto janda sexy #janda sexy #foto keadaan telanjang #model bugil #foto jilboob narsis #jilboob narsis #tokoet montok #jilbabngentot #istriku bugil
  • Model Lesbi

    Model Lesbi


    316 views
    Model Lesbi Model LesbiModel LesbiModel LesbiModel LesbiModel LesbiModel Lesbi tante-tante model lesbi sedang ngemut memek dan telanjang bugil ingin di foto #memek bersih #memek polos #tante batam #sex paket hemat #foto bugiltante #pamer toket gede #foto ngak pakedaleman #bokong semok #foto bokongsemok #memek tembem #foto janda sexy #janda sexy #foto keadaan telanjang #model bugil #foto jilboob narsis #jilboob narsis #tokoet montok #jilbabngentot #istriku bugil