• Istri Berselingkuh Saat Mudik Lebaran – Cerita Sex

    Istri Berselingkuh Saat Mudik Lebaran – Cerita Sex


    4 views

    Istri Berselingkuh Saat Mudik Lebaran Sabtu, Juni 25th, 2016 – Cerita Selingkuh

    Cerita sex terbaru – setelah sebelumnya ada Ngentot Cewek Cantik yang Baru Kukenal, kini ada cerita seks bergambar Istri Berselingkuh Saat Mudik Lebaran. selamat membaca dan menikmati.

    berikut ini adalah kisah perselingkuhan istriku saat kami pulang mudik. Sejak berkeluarga dan tinggal di Bogor aku selalu sempatkan pulang mudik lebaran menengok orang tua dan mertuaku di Yogyakarta setiap hari raya Idul Fitri. Biasanya kami mudik seminggu sebelum hari raya lebaran, agar kami bisa puas merayakan idul fitri di sana.

    Istri Berselingkuh Saat Mudik Lebaran

    Perselingkuhan Istriku Saat Mudik Lebaran

    Tahun ini aku dan istriku (dik rena namanya yang biasa aku panggil) terpaksa pulang mudik berdua saja. Anak-anakku punya acara sendiri bersama teman-temannya yang susah aku pengaruhi untuk ikut menemani kami untuk pulang mudik lebaran. Ya, sudah. Aku tidak suka memaksa mereka. Ketiganya sedang beranjak dewasa dan harus bisa belajar mengambil keputusan sendiri.

    Menjelang masuk kota Kroya jam menunjukkan pukul 2 siang saat aku merasa agak demam. Tubuhku melemah dan kepalaku mulai terasa pusing. Sambil berpesan agar menyupirnya tidak usah buru-buru, istriku memberi obat berupa puyer anti masuk angin yang selalu dia bawa saat bepergian jauh. Sesudah aku meminumnya, rasa tubuhku agak lumayan dan pusingku sedikit berkurang. Tetapi tetap saja tidak senyaman kalau tubuh sedang benar-benar sehat. Menjelang masuk gerbang desa Redjo Legi menuju rumahnya Pak Lik, aku merasakan sakitku tak tertahankan lagi. Kupaksakan terus jalan pelan-pelan hingga tepat jam 5 sore, mobilku memasuki halaman rumah Pak Lik yang seperti biasanya, menyambut kami dengan sepenuh kehangatan.

    Ketika dia tahu aku sakit, dia panggil embok-embok di kampungnya yang biasa mijit dan kerokan. Suatu kebiasaan orang Jawa kalau sakit, tubuhnya dikerok dengan mata uang logam untuk mengeluarkan anginnya. Ketika sakitku tidak juga berkurang, dengan ditemani istriku, Pak Lik mengantarkanku pergi ke dokter yang tidak jauh dari rumahnya. Dalam perjalanan ke sana, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Tak urung tubuh kami bertiga pun menjadi basah. Untungnya jarak kami dengan klinik dokter itu sudah dekat, sehingga kami bisa cepat berteduh di sana. Tanpa khawatir pakaian kami menjadi basah kuyup karenanya.

    Dari dokter itu, aku diberi obat dan disuruh banyak istirahat. Selesai berobat, ternyata hujan masih tetap deras di luar sana. Agak lama menunggu, Pak Lik menjadi tak sabar. Dia berinisiatif untuk pulang duluan, bermaksud menjemput kami dengan mobilku. Aku dan istriku kompak keberatan dengan rencananya itu. Meskipun klinik sang dokter tidak begitu jauh dari rumah Pak Lik, sekitar 5 kiloan, kami merasa sangat tidak enak hati. Kami merasa telah banyak merepotkannya sejak kedatangan kami tadi. Pak Lik yang baik hati itu tetap bersikeras, hingga akhirnya kami mengalah.

    Aku memperhatikan kepergiannya dengan perasaan khawatir bercampur kagum. Perasaan khawatir muncul karena aku tidak ingin paman kesayanganku itu jatuh sakit karena hujan-hujanan. Sedangkan kekagumanku timbul melihat sosoknya saat ini. Kemeja kausnya yang basah kuyup oleh air hujan, membuat tubuhnya yang atletis itu tercetak jelas. Ketika pandanganku menoleh ke samping, aku bisa melihat pancaran kekaguman yang sama tersiar dari wajah istriku. Dik Rena segera mengubah arah pandangannya begitu tahu aku memperhatikannya.

    Dalam perjalanan pulang, tak sengaja aku melirik ke arah istriku. Kuperhatikan wanita itu tak lepas-lepasnya mengagumi Pak Lik secara diam-diam. Apalagi saat menjemput kami, Pak Lik hanya mengenakan kaos singlet tipis dan celana jeans biru ketat. Seketika itu juga aku merasa cemburu dan tidak nyaman dengan tingkah istriku itu.

    Sepulangnya dari dokter, lagi-lagi Pak Lik membuatku takjub atas kebaikan hatinya. Dibantu istriku, Pak Lik merepotkan dirinya dengan menyediakan makan malam untuk kami bertiga. Waktu makan malam itu kami pakai untuk mengobrol dan bersenda gurau penuh keakraban, melepas kerinduan. Ketika kami menanyakan di mana anak-anaknya, dengan senyuman ramahnya yang khas, Pak Lik menjawab bahwa kedua anaknya masih memiliki kesibukan di kotanya masing-masing. Kesibukan itulah yang membuat mereka tidak bisa pulang mudik tahun ini. Seusai makan malam, istriku menyuruhku meminum obat. Tak lama aku langsung diserang kantuk yang luar biasa. Rupanya dokter telah memberikan obat tidur padaku bersamaan dengan obat demamnya. Akupun langsung tertidur pulas.

    Sekitar pukul 10 atau 11 malam, tidak begitu pasti, aku dibangunkan oleh suara berisik amben bambu, disertai suara desahan dan lenguhan halus dari kamar sebelah. Kantukku masih sangat terasa. Aku meraba-raba istriku tetapi tak kutemukan dia berbaring di sampingku. Aku menduga mungkin perempuan itu sedang buang hajat di kamar mandi belakang. Di rumah Pak Lik, kamar-kamarnya memang tidak dilengkapi lampu. Cahaya dalam kamar cukup didapat dari imbas lampu besar di ruang tamu. Ruangan yang berbatasan dengan ruang keluarga itu, membuat cahayanya dapat tembus ke ruangan-ruangan lain di dalam rumahnya. Suara amben yang terus mengganggu telingaku, ditambah suara desahan dan lenguhan yang semakin keras, memaksaku mengintip ke celah dinding di samping kananku.

    Apa yang kemudian kulihat di sana langsung memukul diriku. Akupun menjadi terpana kepalaku yang pusing karena sakit langsung kambuh seketika. Aku kembali terkapar dengan jantungku yang berdegup cepat. Benarkah sepasang manusia yang sedang asyik bergumul setengah bugil itu Pak Lik dan Dik Rena? Benarkah istriku telah tega mengkhianatiku? Benarkah Pak Lik yang kebaikan hatinya sedang menggauli istriku saat ini? Perempuan yang seharusnya dianggap sama dengan keponakannya juga?

    Apakah kekuranganku Dik Rena? Karena kesibukan kerja yang selalu merampas waktuku, membuatmu merasa berhak untuk menerima kenikmatan seksual dari orang lain? Termasuk dari pamanku sendiri?  Ataukah Pak Lik yang sudah 4 tahun menduda yang memulainya terlebih dahulu? Dia merayumu dan kamupun tak mampu menolaknya? Lelaki tua yang macho seperti diakah lelaki idamanmu?

    Sejuta pertanyaan yang aku tidak mampu menjawabnya karena semakin menambah pusing kepalaku. Sementara suara berisik dari amben itu menjadi semakin tak terkendali. Rintihan halus istriku dan desahan berat Pak Lik juga terdengar semakin jelas di telingaku. Aku tak mampu bangun karena obat yang kuminum tadi dapat membuatku limbung kalau tidak ada yang menolongku. Aku hanya mampu mengintip dari celah dinding itu, tak mampu lebih jauh mencegah tindakan tak senonoh dari pasangan laknat tersebut.

    Di sana kulihat Pak Lik sedang asyik mengayun-ayunkan kontolnya, yang ukurannya membuatku takjub, ke lubang memek istriku. Dia melakukannya sambil menciumi bibir istriku penuh nafsu. Sialan! Kenapa bisa-bisanya saat ini aku merasa takjub pada kontol pamanku sendiri? Kepada lelaki tua yang jelas-jelas telah mengkhianati diriku dengan menggauli istriku? Tetapi memang kuakui, kontol pamanku itu pasti akan membuat lelaki mana saja yang melihatnya jadi iri.
    Selain gede, panjang dan kelihatan keras, kontol itu dihiasi dengan urat-uratnya yang bersembulan di sekujur batangnya. Kepalanya yang bagaikan topi helm para tentara dan bentuk batangnya yang melengkung ke atas, membuat kontol cokelat muda itu terlihat sempurna di mataku.

    Sementara itu sambil tetap berpelukan, tangan istriku terus memeluk kepala Pak Lik. Perempuan binal itu tampaknya berusaha memastikan agar bibir-bibir mereka tetap saling berpagutan. Saling melumat dan menghisap. Suara kecupan saat bibir yang satu terlepas dari bibir yang lain terdengar terus beruntun. Di bawah sana, ayunan kontol Pak Lik yang semakin dalam menghujam memek istriku, membuat ambennya terdengar semakin berisik.

    “Pak Lik, Pak Lik, enaakk Pak Lik.. teruss Pak Lik.. oocchh.. hhmm.. Pak Lik..”

    Duh, rintihan istriku yang begitu menikmati birahinya, membuat kepalaku seakan terpukul-pukul palu. Darah yang naik ke kepalaku, membuat pusingku semakin menghebat. Sementara di kamar sana, desahan Pak Lik sendiri tidak kalah hebatnya. Sebagai lelaki sehat yang telah menduda selama 4 tahun, tentu kandungan libidonya sangat menumpuk. Bukan tidak mungkin dialah pelakunya. Dia merayu istriku karena dia tahu aku tidak akan mudah terbangun karena obat demam yang kutelan ini.

    ”Ssshhh… oohhh… oohh… enakkee, memekmu Dikkhh…” ujar Pak Lik.
    ”Aahh… sshhh… yaahh… terusshh… Pak… lagihhh… ooohh.. oohhh… lebihh… keraasshhh….” balas istriku.

    Kulihat buah dada istriku yang besar dan ranum, dengan pentilnya yang tegak mengacung, sudah terbongkar dari balik kausnya. Itu pasti ulah nakal Pak Lik sebelumnya. Dia membetotnya keluar untuk dilumati, dihisap, dan diremas-remas. Kedua pentil susu istriku itu pastilah sudah basah kuyup oleh lumuran ludah pamanku. Istriku tampak sangat sensual saat dia memegang erat kepala Pak Lik dan meremasi rambutnya. Ketiak-ketiak itu pastilah sudah merasakan jilatan lidah pamanku, yang sejak tadi aktif bergentayangan menebar nikmat. Kembali aku ambruk ke ambenku.

    Rasa pusing di kepalaku sangat menyakitkan, tanganku berusaha memijit-mijit kepalaku sendiri untuk mengurangi rasa sakitnya. Tetapi setiap kali aku mendengar suara erotis dari pasangan mesum itu, akupun tergoda untuk kembali mengintip lubang dinding di sampingku.

    Kulihat kontol Pak Lik terasa semakin sesak saja menembus memek istriku. Dia tarik keluar pelan dengan dibarengi desahan beratnya dan rintihan nikmat istriku, kemudian mendorongnya masuk kembali dengan desahan yang berulang. Dia lakukan itu berulang-ulang, desahan nikmat dari keduanya juga terdengar berulang. Kemudian kulihat tusukan kontol Pak Lik semakin dipercepat. Mungkin kegatalan birahi mereka terasa semakin menjadi-jadi.

    Tak lama kulihat Pak Lik tidak lagi melumati bibir istriku. Dia turun dari amben dan menarik pelan pinggul istriku ke pinggiran ambennya. Lalu dia mengangkat salah satu tungkai kaki istriku sehingga menyentuh bahunya yang bidang. Dengan cara itu rupanya Pak Lik ingin bisa lebih dalam menusukkan kontolnya ke memek istriku. Akibatnya kenikmatan luar biasa melanda istriku. Dia meremas-remas sendiri susu-susunya. Kepalanya yang rambutnya telah acak-acakan, terus bergoyang ke kanan dan ke kiri, menahan nikmat yang tak terhingga.

    Melihat itu hatiku menjadi semakin panas. Mereka benar-benar biadab. Mereka sudah tidak lagi memperhitungkan aku, suami sahnya dan keponakannya yang kini berada di kamar sebelah, tengah tergeletak karena sakit yang membuatku merasa hampir mati.

    Tiba-tiba selintas pikiran hinggap di kepalaku. Oh begitu rupanya…..

    Aku jadi paham sekarang penyebab peristiwa terkutuk ini. Sebelum kami makan malam bersama tadi, kami sempat bersalin pakaian terlebih dahulu. Berbeda denganku yang langsung menggantikan pakaianku yang basah dengan pakaian cadangan, istriku menyempatkan diri untuk mandi sejenak. Nah di rumah Pak Lik, letak kamar mandi dekat dengan dapur, hanya dibatasi satu ruangan kosong multi fungsi. Saat istriku pergi mandi, Pak Lik memang sedang berada di dapur untuk menyiapkan makan malam. Aku pikir mungkin inilah awal dari peristiwa itu. Istriku yang memang suka dengan Pak Lik, sengaja mandi tanpa mengunci pintunya rapat-rapat. Tentu saja bagi lelaki yang lama menduda seperti Pak Lik, pancingan istriku itu bagaikan rejeki nomplok. Pamanku mungkin memakai kesempatan itu untuk mengintip istriku mandi secara leluasa.

    Ketika aku kembali mengintip, tahu-tahu keduanya sudah berganti posisi. Kali ini pamanku sudah berbaring di atas amben kembali, sementara istriku berada di atas tubuhnya, asyik menungganginya. Pak Lik tampak asyik meremasi pantat istriku, sementara istriku asyik bergerak naik-turun sambil meremasi payudaranya sendiri.

    Tak lama gerakan mereka mulai berubah lagi. Keduanya bergerak semakin liar. Masih dengan istriku menunggangi tubuhnya, pamanku bangkit dan langsung membenamkan wajahnya di gunung kembar istriku. Di sana dia sibuk menyusui payudara istriku bergantian, yang kanan dan yang kiri. Mendapat serangan yang menggila itu, istriku tampak semakin histeris. Desahan birahinya terdengar semakin keras, membuat siapapun yang mendengarnya menjadi sangat terangsang. Sementara di bawah sana, kontol pamanku tampak semakin mengkilat saja. Berhiaskan lendir birahi istriku, kontol itu keluar-masuk memek istriku dengan cepatnya, membuat suara ambennya semakin keras terdengar.

    Keduanya pun sudah bugil kini, Tiada lagi kaus putih yang membungkus tubuh pamanku menyajikan pemandangan yang mengagumkan dari tubuh kekar berotot lelaki berusia setengah abad, yang mengkilat oleh keringatnya. Begitu juga kaus tank-top hijau dan celana dalam Dik Rena istriku yang tadi masih tersampir di salah satu kakinya, sudah hilang entah ke mana. Membuat lekak-lekuk di tubuh sintalnya terlihat semakin jelas. Sekarang keduanya tampak sangat seksi dan sangat serasi! Sesuatu yang aku benci sekali mengakuinya!!!

    Pompaan kontol pamanku di memek istriku, suara beradunya paha dengan paha, desahan berat Pak Lik dan rintihan nikmat tak berkeputusan istriku membuat simfoni erotis yang terdengar sangat indah di malam yang dingin dan sunyi ini. Kalau tadi pompaan kontol Pak Lik tampak cepat, sekarang kulihat gerakan mengayunnya semakin diperlambat. Rupanya pamanku sedang mempraktekkan teknik bercintanya yang baru. Sekitar tiga atau empat kali pompaan biasa, dia membuat satu hentakan keras dan bertenaga. Tampaknya dia berusaha membuat kontolnya lebih dalam lagi menembus memek istriku. Begitu dia lakukan berkali-kali. Tentu saja istriku semakin histeris dibuatnya.

    Istriku seakan tidak mau kalah dengan Pak Lik. Sambil memeluk leher pamanku yang kokoh, dia putar-putar pinggulnya secara liar, memainkan kontol lelaki tua yang sejak tadi aktif memompa memeknya. Desahan berat pamanku terdengar semakin keras dan tak berkeputusan merasakan nakalnya pantat dan pinggul istriku saat memainkan ”tongkat saktinya“. Jeleknya Dik Rena, teknik seperti itu tak pernah dia praktekkan kepadaku saat kami bercinta. Benar-benar setan wanita itu!!!

    Kusaksikan saat ini, mereka sudah sangat lupa diri. Kenikmatan nafsu birahi telah menghempaskan mereka ke sifat-sifat hewaniah yang tak mengenal lagi rasa malu, sungkan, iba, hormat dan harga diri. Mereka sudah hangus terbakar oleh nafsu birahi yang menggelora. Menjadi budak nafsu setan yang bergentayangan di dalam diri mereka sendiri. Aku terbatuk-batuk dan mual. Pusing kepalaku langsung menghebat. Sementara racauan penuh nikmat yang dari mulut keduanya terdengar tak berkeputusan dan semakin keras.

    Dengan suara yang sengaja kukeraskan aku mengeluarkan dahakku ke ember yang telah disediakan, disusul dengan muntah-muntah benaran. Aku berharap dengan tindakanku itu segalanya pasti berhenti. Mereka akan bergegas menolong diriku. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Suara amben itu justru terdengar semakin berisik. Sehingga kini ada dua sumber berisik di dalam rumah ini. Suara manusia yang sedang tergeletak kepayahan di kamar ini dan suara erotis manusia, berkejar-kejaran dalam nafsu setan di kamar itu.

    Aku tahu mereka dalam keadaan tanggung. Puncak nikmat sudah dekat dan nafsu birahi untuk memuntahkan segalanya sudah di ubun-ubun. Mereka pasti berpikir, biarkan saja aku menunggu di sini. Membiarkan aku sendiri dengan gelisah, pusing, campur sakit hati akibat dikhianati. Edannya, tak lama aku justru terpengaruh oleh mereka.

    Kontolku yang ukuran panjang dan diameternya hanya setengah dari kontol Pak Lik telah terbangun dari tidurnya. Walaupun pusing di kepalaku masih tetap menghebat, kontolku berdiri dengan tegangnya, terangsang oleh desahan erotis yang sangat memukau dari kamar sebelah. Aku berusaha mati-matian untuk meredam kontolku yang terus menegang gara-gara suara erotis itu, sebelum akhirnya aku kembali tergoda untuk mengintip kembali. Aku ingin tahu sejauh mana pamanku itu bisa memuaskan Dik Rena istriku itu.

    Saat kembali aku mengintip, keduanya sedang berancang-ancang untuk berubah posisi lagi. Rupanya gairah seksual yang menggebu-gebu membuat stamina mereka seakan tiada batasnya. Masih dengan pamanku berbaring di atas amben, istriku segera memutar tubuhnya. Kepalanya mengarah ke selangkangan Pak Lik, sedangkan selangkangannya dia arahkan ke kepala pamanku. Oooo… rupanya mereka ingin saling menjilati kemaluan lawan mainnya, posisi 69.

    Kembali desahan berat dan rintihan nikmat terdengar saling bersahutan. Wajah Dik Rena tampak timbul tenggelam di antara selangkangan pamanku, begitu pula sebaliknya. Dalam posisi ini mereka terlihat saling berlomba memberikan kepuasan dalam menikmati kemaluan pasangannya. Hisapan, jilatan dan kocokan tangan istriku di kontol pamanku beradu cepat dengan jilatan, hisapan, dan tusukan jari-jari kekar Pak Lik di memek Dik Rena.

    Posisi cabul yang baru itu sontak membuat hatiku tambah panas saja. Dik Rena selalu menolak perintahku untuk mengulum kontolku dengan berbagai alasan. Sebaliknya terhadap pamanku, dia melakukannya dengan senang hati. Lihatlah itu… betapa intensnya dia menjalari batangan kaku dan kekar milik pamanku dengan lidahnya… Betapa semangatnya dia menyedot-nyedot ’helm tentara‘nya… Betapa tekunnya dia menghisap-hisap ’kantung menyan’ Pak Lik… Betapa wajahnya sangat menikmati kegiatan cabulnya itu.

    Sebaliknya Pak Lik seakan tidak mau kalah. Dia tak hanya menjilat, menghisap dan menusukkan jari-jarinya ke lubang memek istriku saja. Pak Lik juga turut menjilati lubang anus istriku sambil sesekali jari-jarinya yang kasar menusuk lubangnya. Membuat erangan nikmat keduanya, terdengar semakin keras bersahut-sahutan. Sekali lagi aku hanya bisa merutuk melihat kenyataan itu. Sungguh bangsat pasangan laknat itu!!!

    Adegan seru itu tidak berlangsung lama. Begitu dirasanya puas, mereka berganti posisi lagi. Masih di atas amben, keduanya segera memposisikan diri. Tak lama mereka sudah kembali bergoyang-goyang. Mereka bercinta dalam gaya anjing di kamar itu. Hanya saja bukan lubang memek istriku lagi yang menjadi sasaran keganasan kontol Pak Lik, melainkan lubang anus Dik Rena.

    Kulihat istriku tampak termehek-mehek merasakan betapa nikmatnya lubang anusnya dijejali kontol sebesar itu. Memang ada sedikit bayangan rasa pedih di wajah cantiknya, tetapi perempuan binal itu justru menyemangati Pak Lik agar lebih liar lagi dalam memompa anusnya.

    ”Aaahhhsss… aahhhsss…. aaahhhsss… Teeerrruussshhh… Paakkk… Eennnaaakkkhhhh…“
    ’’Hhhoohhhh… hhhooohhhh… Diiikkksss…. Diikkksss… apaanyaahhh… yaanngghh… hhhooohhh… ooohhh… Ennaaakkkhhh…?“ pancing pamanku.
    “Ittuuhhh… ooohhh…. aaahhhsss… kooonnntttooolll… Paakkkhhh… Liiikkkhhhsss… Eennnaaakkhhh…“ sahut Dik Rena.
    “Mmaassaaahhh sssiiihhh caannnttiikkkhhh… Ennnaaakkkhhh… aahhh… betuuulllsss… ennnaaakkkhhh… kontoolllsshhhkkuuu… iiinnniiihhhh?“ ujar Pak Lik dengan terus menyodok anus istriku tanpa ampun.
    “Aaahhhsss… ooohhh… aaahhhsss… bbbeeennnaaarrrkkkhhh… aaakkkhhh… aaahhh…
    Eennnaaakkkhhh…. sssuumpppaaahhh…“ balas istriku dengan matanya yang merem melek keenakan.

    Kuakui lubang anusnya masih perawan, karena Dik Rena selalu menolak kalau anusnya dientot olehku. Bangsat!!! Hanya itulah ungkapan yang pantas mewakili kekesalan hatiku saat ini kepada Dik Rena.

    Gerak dan ayun pasangan laknat itupun sampai di puncaknya dalam posisi ini. Ketampanan wajah Pak Lik dan kecantikan wajah istriku menjadi jelas terlihat. Desahan berat pamanku bersahut-sahutan dengan erangan histeris istriku, merasakan nikmatnya anal seks itu. Rambut Dik Rena yang indah dijadikan tali kekang oleh tangan kanan Pak Lik. Sementara tangan kirinya, memegangi pinggul istriku sambil aktif mengocok lubang memeknya dengan jari-jemarinya. Sedangkan kedua tangan istriku mencengkram pinggiran amben itu dengan erat.

    ”Pppaakkk… Liiikkkhhh… ooohhh… terusshhh… Paakkk… eennnaaakkk… Paaakkkk…”
    ”Ooohhh… Dddiiikkk… Ooohhh… ooohhhh… aaannnuuusss… mmmuuhhh… eeennnaaakkk… banggeeetttt… ”
    ”Ooohhh… terussshhh… aaahhh… terussshhh… Paaakkk… Leebiiihhh… Keraassshhh… Aaahhhh… Aaahhh… Laaggiiihhhh…. ”

    Ketika ejakulasi mereka akhirnya hadir, suara-suara di rumah ini benar-benar gaduh. Aku yang muntah-muntah tanpa henti dengan suaraku seperti seekor babi yang sedang disembelih bercampur dengan suara histeris Pak Lik bersama istriku, meraih orgasme mereka secara beruntun, diakhiri ejakulasi yang datang hampir bersamaan. Untuk sesaat suara amben masih terdengar berisik untuk kemudian reda dan sunyi, berganti dengan suara-suara kecupan bibir, suara pujian saling memuja, dan suara nafas yang tersengal-sengal. Sementara di sebelah sini aku masih mengeluarkan suara dari batukku disertai dengan rasa mau muntah yang keluar dari tenggorokanku.

    Tak lama istriku muncul di pintu. Dipegangnya kepalaku.
    ’Ah, kok semakin panas mas, obatnya diminum lagi ya?’ katanya.

    Kemudian dengan kuat tangannya meringkus kepalaku dan memaksakan obat cair itu masuk ke mulutku. Aku terlampau lemah untuk menolaknya. Saat jari-jarinya memencet hidungku, aku yang mengalami kesulitan nafas, terpaksa menelan habis seluruh obat yang disuapkannya ke dalam rongga mulutku. Kemudian disuruhnya aku minum air hangat. Sebelum air itu habis kuteguk aku sudah kembali jatuh tertidur pulas. Praktis aku tidak punya alibi sedikitpun atas apa yang selanjutnya terjadi di rumah ini hingga 6 jam kemudian saat aku terbangun.

    Jam 9 pagi esoknya aku terbangun lemah. Pertama-tama yang kulihat adalah dinding di mana aku mengintai selingkuh istriku dengan Pak Lik. Aku marah pada dinding itu. Kenapa begitu banyak lubangnya sehingga aku bisa mengintip. Aku juga marah pada diriku sendiri, kenapa aku yang sakit ini masih-masihnya tergoda untuk mengintip ke dinding itu. Menyaksikan istriku yang sedang asyik menanggung nikmat, digojlok secara brutal oleh pamanku. Tapi saat aku ingin teriak karena teringat peristiwa semalam, Dik Rena muncul di pintu kamar. Pandangan matanya terasa sangat lembut dan perhatian. Dia mendekat dan duduk di ambenku. Dia ganti kompres di kepalaku dengan elusan tangannya yang lembut sambil berkata,

    “Mas Roso (begitu dia memanggilku) semalaman mengigau terus. Panas tubuhnya tinggi. Aku jadi takut dan khawatir. Pak Lik bilang supaya aku ambil air dan kain untuk mengompres kepala Mas Roso”

    Mendengar mulutnya menyebut ‘Pak Lik’ yang aku ingat betul sama persis nada dan pengucapannya saat dia asyik bergelut dengan pamanku semalam, seketika itu darahku mendidih. Tanganku seketika mencekal blusnya. Aku ingin sekali menampar wajahnya yang cantik itu. Tetapi senyum teduhnya kembali hadir di bibirnya.

    “Hah, apa lagi mas, apa lagi yang dirasakan, sayang?” ucapnya lembut tanpa prasangka apapun atas perlakuan kasarku barusan, menatapku dengan air mukanya yang anehnya tampak tetap suci bersih.

    Langsung didih darahku surut. Aku tak mampu melawan kelembutan sikap dan senyumnya yang menawan itu. Kutanyakan padanya di mana Pak Lik sekarang, dengan bola mata berbinar Dik Rena menjawab pamanku sedang berada di sawahnya. Hari ini giliran dia untuk membuka pematang agar air sungai mengalir ke sawahnya. Dia juga bilang agar aku banyak istirahat saja dulu. Dia sudah menelepon orang tua di Yogya dari HPku, mengabarkan bahwa aku sakit dan akan istirahat dulu di Redjo Legi selama 3 hari ke depan. Rupanya demamku sangat parah sehingga aku harus dirawat di Redjo Legi selama 3 hari penuh. Kemudian dia beranjak dan kembali dengan sepiring bubur sum-sum, aku disuapinya.

    Aku jadi berpikir apa yang sesungguhnya terjadi tadi malam. Apakah panas tubuhku yang sangat hebat, telah membawaku ke alam mimpi? Sampai-sampai aku mengigau sepanjang malam sebagaimana kata istriku, ataukah perselingkuhan Pak Lik dengan istriku itu memang benar-benar sebuah kenyataan? Kembali kepalaku berputar-putar rasanya. Istriku kembali mencekokiku dengan obat yang dibawanya. Akupun kembali tertidur.

    Sebelum aku terlelap benar, istriku dengan penuh kasih memeluk kepalaku. Dia mengelus-elus kepalaku sambil mendekatkannya ke dadanya. Pada saat itu aku merasakan semburat aroma yang lembut menerjang ke hidungku. Aroma yang sangat kukenal, aroma ludah dan sperma lelaki yang telah mengering. Aroma itu menguar dari payudaranya dan bagian lain tubuhnya. Obat tidurku tak memberi kesempatan padaku untuk melek lebih lama. Aku kembali pulas tertidur.

    Selanjutnya selama 3 hari ke depan, setiap malam aku selalu benar-benar terlelap, sehingga tak lagi tahu apa yang sedang terjadi di antara mereka, Pak Lik dan istriku, selama sisa hari-hari itu. Saat berpamitanpun, aku tidak melihat tanda-tanda mencurigakan itu dari wajah keduanya saat mereka sedang berpamitan. Keduanya berpisah secara sewajarnya.

    Sampai kini, 6 bulan sesudah peristiwa itu, aku tetap tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Apakah peristiwa mesum itu hanyalah khayalanku belaka atau memang benar-benar terjadi? Aku tidak mempunyai alibi apapun untuk mempertanyakan keinginan tahuanku pada istriku. Juga tidak punya keberanian untuk itu karena aku sangat khawatir akan kehilangan dirinya.  Tamat by ngentot69.com – Cerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita Panas Indonesia, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep Seru

    • cerita istri selingkuh dengan paman
    • cerita seks perselingkuhan istriku
    • cerita ngentot waktu lebaran
    • cerita dewasa istri ketahuan selingkuh
    • cerita mesum istriku yang binal

    Bagikan Ke: Google +

    Istri Berselingkuh Saat Mudik Lebaran

    by: | Rating: 5

    Related Posts

  • Cum Swappers (Third Degree Films)

    Cum Swappers (Third Degree Films)


    13 views

    Cum Swappers (Third Degree Films)

    KUMPULAN VIDEO NGENTOT BARAT EROPA

    video porno full movie dengan kwalitas hd dan durasi yang panjang menjadikan anda semangat dan bergairah kembali, selamat menikmati sajian video ngentot barat/eropa terbaru

    video ngentot, video ngentot orang barat, video ngentot eropa, video ngentot amerika, video ngentot bule, video ngentot full movie, video ngentot barat semi, video ngentot telanjang, video ngentot panjang

  • Niece Incest Remains Of Sunburn Mark

    Niece Incest Remains Of Sunburn Mark


    10 views

    Niece Incest Remains Of Sunburn Mark

    KUMPULAN VIDEO NGENTOT ASIA

    video porno full movie dengan kwalitas hd dan durasi yang panjang menjadikan anda semangat dan bergairah kembali, selamat menikmati sajian video ngentot asia terbaru

    video ngentot, video ngentot asia, video ngentot jepang, video ngentot china, video ngentot thailand, video ngentot full movie, video ngentot asia semi, video ngentot telanjang, video ngentot panjang

  • EXPELLED OFFICIAL TRAILER

    EXPELLED OFFICIAL TRAILER


    171 views

    Video title from youtube: EXPELLED OFFICIAL TRAILER

    Video description: Pre-order now at http://bit.ly/1u3JWNI !! Felix (Cameron Dallas) is a legendary prankster who gets expelled from his high school and, with the help of his fr…

    Video Rating in Youtube: 4 / 5

    This video post create by WPRobot Youtube Campaigne based on keyword: Movies Trail

  • Boneka Dari India

    Boneka Dari India


    21 views

    Saya seorang mahasiswa di Malang punya pengalaman menarik tentang seks meski saya bukan yang paling ganteng diantara teman-teman saya, tampangku paling imut.
    Salah satu kisahnya begini.., kami berkenalan waktu semester 3, pertemuan kami tak sengaja, waktu itu saya menemani teman cowok saya saat main-main ke kost pacarnya, kebetulan pacar teman saya tuh juga ada temannya yang sedang main ke sana (cewek), so kami berkenalan, cewek itu manis sekali, bodi-nya ok banget! Namanya Leila Deol seorang cewek keturunan India, wajahnya mirip dengan artis India kesukaan saya, Amisha Patel.

    cerita-sex-dewasa-boneka-dari-india-1024x683

    Kulitnya kuning langsat namun tampak sehat terawat, payudaranya besar dan montok sekali melebihi payudara cewek Indonesia, terlihat begitu montok dan padat. Melihat dia, saya langsung suka. Saat saya dan teman saya mau pulang saya tanya alamatnya. Untungnya dia kost di dekat kost pacar teman saya. Wow, saya merasa beruntung sekali, tidak perlu jauh-jauh kalau mau ngejar dia.

    Setelah 1 minggu mengejar dia, saya akhirnya bisa menjadikan dia pacar saya. Saat pacaran sering saya ajak dia ke rumah kontrakan saya, maklum saya sendirian aja di rumah itu, so saya terus menggoda dia saat saya bawa Leila untuk kali pertama ke sana, saya puji dia sambil saya ciumin pipi dan bibirnya.

    “Hmmmmm kamu tuh, manis banget deh Leil”, kata saya sambil menciumi belakang telinganya.
    “Hihihi.. gombal!” Leila tersenyum sambil menundukkan wajahnya.

    Dia tampak kegelian, saya teruskan membuat dia kegelian sambil terus merayu dia, saya ingin sekali menaklukannya.

    Saya lantas menyusun cara untuk mencicipi Leila. Lusanya hati sabtu sore setelah kami nonton bioskop saya ajak dia ke kontrakan saya dan saya lakukan seperti kemarin tapi saya lingkarkan lengan saya ke bahunya sambil tangan saya sengaja senggol-senggolkan ke dadanya yang besar. Dia cuek saja, saya teruskan untuk sedikit menekan-nekan dadanya, rupanya dia merasa kalau saya sengaja.Cerita Sex Dewasa

    “Nakalnya kamu ini”, ucapnya pelan sambil menatap saya sambil tersenyum.
    “Kenapa, kamu marah yach?” kata saya sambil menjilati leher belakangnya.
    “Ehmm hihihi geli, nakal!” kata Leila sambil memalingkan wajahnya.

    Saya makin berani, saya pegang langsung dadanya, eh dia diam aja, wah kebetulan, saya tak perlu lagi merasa sungkan sama dia. Saya pegang dada kirinya dengan tangan kiri saya dan sebentar-sebentar saya remas-remas lalu saya putarkan jari jempol saya tepat di atas puting buah dadanya.

    “Ehh..h” Leila memejamkan matanya sambil menggigit bibirnya kegelian.
    “Badan kamu, padet berisi yach Leil” puji saya agar dia membiarkan saya berbuat lebih jauh.

    Tangan saya lalu masuk ke dalam baju hemnya dan menerobos masuk ke dalan BH-nya, dada besarnya terasa hangat dan sedikit mengeras. Saya buka bajunya, dia membuka matanya sambil kedua tangannya memegangi tangan saya yang akan membuka bajunya. Saya memaksakan tangan saya untuk terus membuka bajunya dan dia terus memegang tangan saya namun tak berkata apa-apa. Saya lemparkan baju atasnya dan BH-nya jauh dari sofa duduk di ruang tamu. Saya puaskan menikmati buah dadanya yang besar dan menantang, kulitnya yang kuning langsat terasa sangat halus. Puas saya pegang, saya langsung menjilati dadanya.

    “Ohh..h! Leila terkejut, namun dia membiarkan saya menjilati dadanya dan lidah saya mulai memainkan puting dadanya yang mulai menegang, sesekali saya katubkan bibir saya dan agak saya tarik puting dadanya, Leila hanya mendesah dan memejamkan matanya.
    “Ja..ngan” cegah dia saat saya merogoh ke dalam celana kulotnya.

    Saya diam saja, saya batalkan menggerayangi liang kewanitaannya. Saya lanjutkan lagi untuk menjilati buah dadanya yang halus dan hangat, saya menggeser duduk saya hingga saya leluasa menikmati kesintalan tubuhnya. Saat dia terlena oleh rangsangan saya, segera tanganku beraksi dan berhasil. Secara kebetulan tangan saya berhasil pula masuk ke celana dalamnya, segera saya mainkan jari saya di sela liang surganya yang terasa berbulu jarang-jarang tapi pendek dan lembut.

    “Ha..aghh!” Leila terkejut sekali saat saya memainkan liang kenikmatannya.

    Dia sedikit meronta. Segera saya cumbu dia, saya ciumi bibirnya yang merah merekah, dia hanya bisa mendesah dan menyerah, lama saya cumbui dia, makin lama desahan dan nafasnya makin cepat, saya merasa cukup merangsangnya. Secepat kilat saya memegang celananya dan melepaskannya.

    “ja..ngan” cegah Leila. Tapi saya cuek saja saya pelorotkan kulotnya beserta celana dalamnya, lalu saya campakkan jauh dari kami.

    Saya langsung membuka baju dan celana, lalu saya tidur di atasnya. Tubuhnya terasa makin hangat dan nafasnya memburu, saya cumbu dia. Beberapa lama kemudian saya bangun dari tubuhnya.

    “Aku cuci dulu yach” pamit saya seraya memungut bajunya agar dia tidak memakainya dan segera saya pergi ke kamar mandi.

    Saya cuci bersih-bersih penis saya. Saat saya kembali saya lihat Leila duduk di kursi sambil melihat saya, ia tersenyum malu, manisnya dia saat tersenyum malu, membuat saya makin bernafsu. Leila berdiri dan berjalan ke arah saya, ia berjalan melenggok begitu seksinya.

    “Aku ke kamar mandi dulu yach” pamit Leila, saya mengangguk saja.

    Cerita Sex Dewasa

    Beberapa saat ia keluar dari kamar mandi, saya mencegatnya di depan pintu kamar mandi, segera saya menggandeng tangannya dan saya ajak ke kamar atas. Kami masuk ke kamar dan segera saya rebahkan dia di atas ranjang. Saya cumbui dia dengan penuh beringas, saya nikmati dengan lidah tiap centi di kulit tubuhnya, dadanya makin mengeras saat saya jilat-jilat.

    “Aa..hh”, desah Leila saat saya katupkan bibir saya dan saya benamkan wajah saya di dadanya yang montok sambil saya tekan ke segala arah.

    Dia kegelian saat saya menjilati samping badannya. Dia beringsut sedikit, saya pegang tubuhnya dan saya hisap kulitnya kuat-kuat, ia tampak kegelian dan tampak menikmatinya. Saya jilat turun hingga perutnya dan saya sedot pusarnya dan lidah saya beraksi mengorek pusarnya kuat-kuat. Leila meggeliat-geliat geli, ia tersenyum menahan geli.

    “Emmhh.. Oooh” Leila mendesah menggigit bibirnya menahan rangsangan di perutnya.

    Saya turun ke liang kewanitaannya. Ah.. harumnya, ia mencuci bersih vaginanya, saya suka vaginanya yang bersih itu. Saya singkapkan liang senggamanya dan dengan lidah saya jilat dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan, sesekali saya tarik dengan menyedot bibir kemaluannya, makin saya beringas makin Leila menggeliat, saya tambah buas dan merasa bernafsu.

    “aa..ghh, Ooogh..oghh” Leila mendongakkan kepalanya, tangannya memegangi kepala saya, tubuhnya menggeliat dan pinggulnya bergerak turun naik.

    Ahh, dia sangat terangsang rupanya. Setelah agak lama saya sudahi dan saya duduk di sampingnya.

    “Karaoke’in aku dong Leil!” pinta saya.

    Leila segera memegang batang kemaluan saya, ia menjilati batang kenikmatan saya, terasa hangat mulutnya, ia menyedot dan menggelitik biji peler saya. Saya geli tapi saya suka gayanya. Saya rebahkan tubuh saya dan saya biarkan dia memuaskan saya, dia masukkan penis saya dalam mulutnya, wajahnya maju mundur dan menyedot sangat kuat, saya kegelian sekali dan hanya bisa mendesah nikmat. Beberapa lama kemudian saya tidak tahan ingin memainkan dia, saya duduk dan merebahkan Leila.

    Saya masukkan batang kemaluan saya ke sela liang kenikmatannya, hangatnya liang kewanitaannya. Leila menatap saya, dari matanya tampak nafsu seksnya memuncak, ia pasrah saja saat saya membuka liang senggamanya dan memasukkan batang kemaluan saya, saya gerakkan di sekitar lubang kewanitaannya untuk merangsangnya, setelah cukup terkena cairan pelicinnya saya masukkan batang kenikmatan saya pelan ke dalam liang kewanitaannya.

    “Ooohh!” Leila memejamkan matanya sambil merintih penuh gairah.

    Pelan saya tarik batang kemaluan saya dan saya benamkan setengahnya ke dalam liang kewanitaannya, saya rangkul bahunya agar dia tidak sampai berontak, saya masuk keluarkan makin cepat ke liang senggama Leila, namun tidak saya masukkan seluruhnya, saya putar-putar pinggul saya sehingga batang kemaluan saya menggesek-gesek seluruh dinding dalam kewanitaannya.

    “Emmhh.. aa..hh” Leila meggerakkan pinggulnya ke atas dan ke bawah, ia tak terkendali lagi rupanya.
    “Kamu hot sekali Leil..” Puji saya sambil saya jilati leher dan telinganya.

    Ia memejamkan matanya, saya menarik batang kenikmatan saya agak keluar dan saya benamkan seluruhnya, mentok ke dalam liang senggamanya, berulang-ulang.

    “Ooogh..h! aaghh. aagh!” Leila merintih keras.

    Leila merangkul punggung saya dan menciumi bibir saya kuat sekali, ia merintih-rintih, pinggulnya ikut turun naik, ia memejamkan matanya rapat-rapat, wajahnya tampak tegang. Saya segera menahan kakinya dengan lengan saya, disandarkan ke belakang lututnya, saya berdiri di atas lutut saya dan saya genjot dia dengan cepat dan dalam, tubuhnya terguncang-guncang.

    “Jlab! Jlab!” saya genjot dia dengan sekuat tenaga, dia makin rapat memejamkan matanya, wajahnya menggeleng ke kiri dan ke kanan, tampak tegang sekali.
    “Aagh.!! Uuugh!! Uuurghh!” Leila merintih keras.Cerita Sex Dewasa

    Terasa liang kenikmatan Leila berdenyut-denyut, ia merintih-rintih tak karuan, saya merasa batang kemaluan saya agak panas, saya terus mengenjot makin kuat dan cepat, saya remas-remas dadanya sambil sesekali saya sedot kuat dadanya, ia hanya merintih pasrah. Saya akhirnya tak tahan lagi, batang kemaluan saya terasa nikmat. Saya segera manarik batang kemaluan saya yang basah oleh cairan pelicinnya yang banyak membasahi batang kemaluan saya dan liang kewanitaannya, Saya gesekkan batang kemaluan saya di antara kedua buah dadanya yang besar. Leila mendekap kedua dadanya, menggencet batang kenikmatan saya yang maju mundur di sela buah dada momtoknya.

    “Crot..! Cro.t!” sperma saya akhirnya keluar, disertai sensasi kenikmatan di batang kemaluan dan leher saya terasa dingin sekali, lega dan sangat nikmat.
    “Auch.!” Leila menjerit, sebagian dari sperma saya muncrat di bibir dan pipinya.

    Kami kelelahan dan saya rebahan di sampingnya, ia mengambil tisu di sebelah ranjang dan membersihkan sperma saya di wajahnya. Saya tersenyum padanya dan dibalas dengan senyumannya yang manis.

    Baca Juga Cerita Sex Anita

    “Kamu puas.?” Tanya saya.
    “He’eh..” Jawabnya pelan sambil memeluk saya.
    “Kamu kok mau sich main sama saya?” Tanya saya menggoda Leila.
    “Nggak tau yach, liatin kamu bikin aku nafsu aja, kamu padahal gak ganteng tapi juga gak jelek, kamu cute dan keliatan hot sich kalo berduaan.” puji Leila, kepala ini rasanya mau meledak saja, GR saya jadinya.

    Namun kami harus berpisah pada saat kami jalan 3 bulan, karena perbedaan agama dan bangsa, Leila memberitahu orang tuanya tentang saya, sayapun sebaliknya memberitahu orang tua tentang Leila, saya terpukul oleh keputusan orang tua saya terlebih orang tuanya yang melarang kami melanjutkan hubungan karena perbadaan tersebut. Akhirnya Leila dipindahkan oleh orang tuanya ke Jakarta dan masuk universitas swasta di sana.

    Saya tetap di Malang, saya menerima perpisahan kami, dan sesekali saya main ke Jakarta. Kini dia sudah punya cowok yang sebangsa dengannya, namun dia tetap seperti dulu terhadap saya. Saat saya ke Jakarta menemui dia dan saya mengajaknya ke hotel tempat saya menginap untuk sekedar mengenang masa lalu kami, Leila bercerita tentang dirinya dan cowoknya yang sekarang. Saya juga bercerita padanya bahwa setelah berpisah dengannya saya terus memburu cewek-cewek yang saya suka, Leila tersenyum saja saat saya bercerita.

    gambar bikini hot

    gambar bikini hot

    foto toket gede

    foto toket gede

    foto tetek gede sexy

    foto tetek gede sexy

    foto bugil bulat

    foto bugil bulat

    foto memek sexy

    foto memek sexy

    foto pemain film porno

    foto pemain film porno

  • Gotta Love The Plump Mio Fell Saddle Volleyball

    Gotta Love The Plump Mio Fell Saddle Volleyball


    12 views

  • ARYANI GADIS DESA

    ARYANI GADIS DESA


    1149 views

    aryani hebat saat bersetubuh

    Aryani, Gadis DesaDitulis pada Februari 14, 2008 oleh indostoriesNamaku Roni, masih single, sekarang eksekutif di salah satu perusahaan ternama diJakarta. Aku mau cerita mengenai pengalaman pertamaku berhubungan dengan seoranggadis ketika baru naik ke kelas 3 SMA. Dalam perbincangan dengan teman-teman sekelas terutama cowok-cowok, sering kamiberbagi pengalaman seru masing-masing. Dari para sahabatku, cuma aku seorang yangmasih perjaka. Yang lainnya sudah masuk golongan pemanah. Ada yang nyikatpembantunya, pacarnya, dan ada juga yang melakukannya dengan wanita pro. Sedangaku ? Pacarku seorang yang tekun menjalani agama. Kalau bertamu ke rumahnya sajaselalu ada orang lain yang menemani entah ayah, ibu atau saudara kandungnya. Kesempatan yang ada cuma saat pamit ketika ia mengantarkan ke luar rumah. Itupanhanya ciuman di pipi saja. Main dengan yang pro aku tidak punya cukup keberanian. Pembantu ? Pembantuku STW berkain kebaya, dan sama sekali tidak menarik. Suatu hari sepulang ke rumah setelah latihan band dengan teman-temanku, aku berteriakmemanggil bik Minah pembantuku agar menyiapkan makanan. ìBik Minah pulang kekampungnya, dijemput adiknya tadi pagi, karena salah satu ponakannya akan dinikahioleh seorang cukup terpandang di desanya. Nah rupanya akan ada pesta besar-besaran dikampung. Mungkin bulan depan bik Minah baru balik, î kata ibuku. ìTapi nggak usahkhawatir, Aryani anak bik Minah yang membantu kita selama bik Minah tidak ada, kebetulan ini kan musim liburan sekolah.

    ì Tak lama ada seseorang yang datang membawakan makanan. Aku tidak memperhatikankarena kupikir anaknya bik Minah pasti kurang lebih sama dengan ibunya. Tapi ketikaaku menoleh, ya ampun, ternyata manis juga anak ini. Kulitnya bening, wajahnya polosdengan bibir tipis agak kemerahan, rambut dikepang kuda. Ukurannya sedang-sedangsaja. Mungkin kalau dipermak sedikit orang tidak akan menyangka ia cuma anakpembantu. Tak lama ibuku berteriak dari ruang depan, mengatakan bahwa ia akan pergi kepertemuan wanita sampai malam. Di rumah tinggal aku dan Aryani. ìYani, sini temenin aku ngobrol sambil aku makan, î kataku ketika melihat Aryanimelintas. ìKamu sekolah kelas berapa Yan ?ìSMP kelas 3, mas. Tapi tidak tahu tahun depan apa bisa melanjutkan ke SMA, î katanyapolos. ìDi kampung sudah punya pacar apa belum ? Atau apa malah sudah dilamar ? î tanyakulagi.!ìBelum mas, sungguh !î jawab Aryani. ìKalau mas sendiri, pasti sudah punya pacar ya?îìGadis kota mana mau sama aku, Ya ? î kataku mulai mengeluarkan rayuan gombal. ìLagipula aku sukanya gadis yang masih polos seperti kamu. ììAh mas, bisa saja, î katanya malu-malu, ìAku kan cuma anak seorang pembantu. ììYan, aku sudah selesai makan. Nanti setelah beres-beres kamu temenin aku ke ruangatas ya. Soalnya aku kesepian, bapak dan ibu baru pulang malam hari, î kataku sambilbergegas naik ke lantai atas sambil mikir gimana ya bisa ngadalin si Aryani. Kutunggu-tunggu Aryani tidak naik-naik ke lantai atas. Akhirnya dia datang juga, rupanya habis mandi, karena tercium wangi sabun luks.

    Segera kusuruh ia dudukmenemaniku nonton VCD. Sengaja kuputar film pinjeman temanku yang biasanyakuputar kalau bapak/ ibu tidak di rumah. Kupilih yang tidak terlalu vulgar, supaya Aryanijangan sampai kaget melihatnya. Adegan yang ada paling cuma percintaan sampai diranjang tanpa memperlihatkan dengan detail. Rupanya adegan-adegan itu membuat Aryani terpengaruh juga, duduknya jadi tidak bisadiam. ìMas. sudah ya nontonnya, aku mau ke bawah, î katanya. ìTunggu dulu, Yan, aku mau ngomong, î kataku yang telah dapat ide untuk menjeratnya, ìKamu takut tidak bisa melanjutkan sekolah apa karena biaya ? Kalau cuma itu, soalsepele, aku akan membantumu, asal ÖîìAsal apa mas, î katanya bersemangat. ìAsal kamu mau membantu aku juga, î kataku sambil pindah ke dekatnya. Segera kuraihtangannya, kupeluk dan kucium bibirnya. Aryani sangat kaget dan segera berontaksambil menangis. ìYani, kamu pikir aku akan memperkosamu ? î kataku lembut. ìAku cuma mau supayakamu bersedia menjadi pacarku. ìIa membelalak tidak percaya. Sebelum ia sempat mngucapkan apa-apa kuserbu lagi, tapikali dengan lebih lembut kukecup keningnya, lalu bibirnya. Kugigit telinganya, dankuciumi lehernya. Aryani terengah-engah terbawa kenikmatan yang belum pernahdialami sebelumnya. Ingin rasanya segera kurebahkan dan kutiduri, tapi akal sehatkumengatakan jangan terburu-buru.

    Menikmati kopi panas harus ditiup-tiup dulu sebelumdireguk. Kalau langsung bisa lidah terbakar dan akhirnya malah tidak dapat apa-apa. Perlahan-lahan dari menciumi lehernya aku turun ke bagian atas dadanya, dan kubukakancing dasternya dari belakang tanpa setahunya. Tetapi ketika akan kuturnkan dasternyaia tersadar dan mau protes. Segera kubuka baju kaos t-shirt ku sambil mengatakan udara!sangat panas. Ia tersipu melihat dadaku yang bidang, hasil rajin fitness. ìYan kamucurang sudah lihat dadaku, sekarang biar impas aku juga mau lihat kamu punya dong. ììAh jangan mas, malu, î katanya sambil memegang erat bagian depan dasternya. ìBajunya doang yang dibuka, Yan. kalau malu behanya nggak usah, î kataku sambilmenyerbunya lagi dengan ciuman. Yani tergagap dan kurang siap dengan serbuankusehingga aku berhasil membuka dasternya. Segera kuciumi bagian seputar payudaranyayang masih tertutup beha berwarna hitam. ìAduh mas, mhm, enak sekali, î katanya sambil menggelinjang. Tangankupun bergerilyamembuka pengait behanya. Tetapi ketika kulepaskan ciumanku karena hendak membuka behanya ia kembali tersadardan protes, î lho mas janjinya behanya tidak dibuka, ì Tanpa menjawab segera kuserbu payudaranya yang tidak besar tetapi sangat indahbentuknya, dengan puting yang kecil berwarna coklat muda. Kukulum payudarakanannya sambil kuemut-emut.

    Ia tidak dapat berkata-kata tetapi menjerit-jerit keenakan. Terdengar alunan suara erangan yang indah, î mph, ehm, ahhh, ë dari bibirnya yangmungil. Jemariku segera mulai menjelajah selangkangannya yang masih tertutup CDyang juga berwarna hitam. Rupanya hebat sekali rangsangan demi rangsangan yangAyryani terima sehingga mulai keluar cairan dari MQ-nya yang membasahi CDnya. ìOh mas, oh mas, mph, enak sekali, î lenguhnya. Tanpa disadarinya jariku sudahmenyelinap ke balik CD-nya dan mulai menari-nari di celah kewanitaannya. Jarikuberhasil menyentuh klitorisnya dan terus kuputar-putar, membuatnya badannyagemetaran merasakan kenikmatan yang amat sangat. Sengaja tidak kucolok, karena itubukan bagian jariku tetapi adik kecilku nanti. ìAhhh !î jerit Aryani, dibarengi tubuhnya yang mengejang. Rupanya ia sudah mencapaiklimaksnya. Tak lama tubuhnya melemas, setelah mengalami kenikmatan pertama kalidalam hidupnya. Ia terbaring di sofa dengan setengah telanjang, hanya sebuah CD yangmenutupi tubuhnya. Segera aku berdiri dan melepaskan celana panjang serta CD-ku, pikirku ia masih lemas, pasti tidak akan banyak protes. ìLho mas, kok mas telanjang. Jangan mas, jangan sampaiterlalu jauh, î katanya sambil berusaha untuk duduk. ììYan, kamu itu curang sekali. Kamu sudah merasakan kenikmatan, aku belum. kamusudah melihat seluruh tubuhku, aku cuma bagian atas saja, î kataku sambil secepat kilatmenarik cd-nya. ìMas, jangan ! î protesnya sambil mau memertahankan CD-nya, tetapi ternyata kalahtangkas dengan kecepatan tanganku yang berhasil melolosi CD-nya dari kedua kakinya. Terlihatlah pemandangan indah yang baru pertama kali kulihat langsung. MQ-nya masih  , dan baru ditumbuhi sedikit bulu-bulu jarang. Adik kecilku langsung membesardan mengerasSegera kuciumi bibirnya kembali dan kulumat payudaranya. Aryani kembali terangsang. Lalu sambil kuciumi lehernya Kunaiki tubuhnya. Kubuka kedua kakinya dengan keduakakiku, ìmas, jangan, oh !î katanya. Tetapi tanpa memperdulikan protesnya kulumatbibirnya agar tidak dapat bersuara.

    Perlahan-lahan torpedoku mulai mencari sasarannya. Ah, ternyata susah sekali memasukkan burung peliaraanku ke sangkarnya yang baru. Bolak-balik meleset dari sasarannya. Aku tidak tahu pasti di mana letaknya sang lubangkenikmatan. ìMas, jangan, aku masih perawan, î protes Aryani ketika berhasil melepaskan bibirnyadari ciumanku. ìJangan takut sayang, aku cuma gesek-gesek di luar saja, î kataku ngegombal sambilmemegang torpedo dan mengarahkannya ke celah yang sangat sempit. Ketika tepat di depan gua kewanitaannya, kutempelkan dan kusegesk-gesek sambil jugakuputar-putar di dinding luar MQ-nya. ìMas, mas, mphm, oh, uenak sekali, î katanyapenuh kenikmatan.

    Kurasakan cairan pelumasnya mulai keluar kembali dan membasahihelmku. Lalu mulai kepala helmku sedikit demi sedikit kumasukkan ke dalam MQ-nya denganmenyodoknya perlahan-lahan, ìAw mas, sakit ! Tadi katanya tidak akan dimasukkan, î protes Aryani, ketika kepala helmku mulai agak masuk. ìNggak kok, ini masih di luar. Udah nggak usah protes, nikmatin aja, Yan !î kataku setengah berbohong sambil terusbekerja. Sempit sekali lubangnya si Yani, sehingga susah bagiku untuk memasukkan torpoedokuseluruhnya. Wah kalau begini terus, jangan-jangan si otong sudah muntah duluan di luar, pikirku. Sambil sedikit demi sedikit memaju-mundurkan torpedoku, kugigiti telinganyadengan gigitan kecil-kecil. Tiba-tiba kugigit telinganya agak keras, Yani terpekik, ìAw !î Saat itu dengan sekuat tenagaku kusodok torpedoku yang berhasil tenggelam semuanyadi MQ-nya Aryani. Gerakan pantatku semakin menggila memaju-mundurkan torpedoku di dalam MQAryani. Tetapi tidak kutarik sampai kelaut, takut susah lagi memasukkannya.

    Rupanyarasa sakit yang dialami Aryani tergantikan dengan rasa nikmat. Yang keluar dari bibirmungilnya hanyalah suara ah, uh, ah, uh setiap kali ku maju mundurkan torpedoku, menandakan ia sangat menikmati pengalaman baru ini. Torpedoku semakin menegang. Keringat bercucuran dari tubuhku, Akupun melngalamikenikmatan yang selama ini hanya kuimpikan. Sekitar selangkanganku terasa ngilu. Rupanya aku sudah mendekati klimaks. Gerakan pantatku semakin cepat, terasa jepitanMQ perawan desa ini semakin kencang juga. Empuk sekali rasanya setiap kali torpedokuterbenam di dalamnya. Terasa hampir meledak torpedoku, siap memuntahkan lahar!panasnya ke dalam surga kenikmatan Aryani. Dengan sekut tenaga kubenamkantorpedoku sedalam-dalamnya dan crot, crot, cort ! Air maniku muncrat ke dalam rahimAryani, Terdengar lenguhan panjang dari bibir mungil Aryani.

    Rupanya kami mencapai orgasme bersamaan. Tubuhkupun jatuh terbaring di atas tubuhnya penuh dengan kenikmatan. Kami berdua terbaring tak berdaya. Tubuh lemas, tetapi masih terasa kenikmatan yang sampai ke ubun-bubun!

  • Down The Throat 3 XXX

    Down The Throat 3 XXX


    20 views

    Down The Throat 3 XXX

    KUMPULAN FILM BOKEP BARAT EROPA

    film porno full movie dengan kwalitas hd dan durasi yang panjang menjadikan anda semangat dan bergairah kembali, selamat menikmati sajian film bokep barat/eropa terbaru

    film bokep, film bokep orang barat, film bokep eropa, film bokep amerika, film bokep bule, film bokep full movie, film bokep barat semi, film bokep telanjang, film bokep panjang

    film bokep, film bokep orang barat, film bokep eropa, film bokep amerika, film bokep bule, film bokep full movie, film bokep barat semi, film bokep telanjang, film bokep panjang

  • Pink Pussy Cats 3

    Pink Pussy Cats 3


    15 views

    Pink Pussy Cats 3

    KUMPULAN FILM NGENTOT BARAT EROPA

    film porno full movie dengan kwalitas hd dan durasi yang panjang menjadikan anda semangat dan bergairah kembali, selamat menikmati sajian film ngentot barat/eropa terbaru

    film ngentot, film ngentot orang barat, film ngentot eropa, film ngentot amerika, film ngentot bule, film ngentot full movie, film ngentot barat semi, film ngentot telanjang, film ngentot panjang

  • Bibiku Keenakan Diperkosa Saat Tertidur Pulas – Cerita Sex

    Bibiku Keenakan Diperkosa Saat Tertidur Pulas – Cerita Sex


    10 views

    kisah Bibiku Keenakan Diperkosa Saat Tertidur Pulas. selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan cerita sex bergambar yang hot dan di jamin seru meningkatkan nafsu birahi seks ngentot.

    Bibiku Keenakan Diperkosa Saat Tertidur Pulas

    Bibiku Keenakan Diperkosa Saat Tertidur Pulas

    Hari itu aku main kerumah bibiku karena ada keperluan tertentu. kuketuk pintu rumah bibiku dan karena dirumah tidak ada yang menjawab, akupun langsung masuk kedalam rumahnya karena pintu rumah tidak terkunci. kucari cari bibiku hingga kekamarnya karena pintunya terbuka. waktu masuk kamar kulihat bibiku sedang tertidur pulas tidak memakai selimut. karena biarpun kamar bibiku memakai AC, tapi kelihatan AC-nya diatur agar tidak terlalu dingin.

    Posisi tidur bibiku telungkup dan hanya memakai baju daster putih dengan terusan rok warna kuning yang tipis. Dasternya sudah terangkat sampai di atas perut, hingga terlihat CD mini yang dikenakannya berwarna biru muda, sehingga terlihat belahan kemaluan bibi yang ditutupi oleh rambut hitam halus kecoklat-coklatan.

    Buah dada bibiku yang tidak terlalu besar tapi padat dan montok itu terlihat samar-samar di balik dasternya yang tipis, naik turun dengan teratur.Walaupun dalam posisi telentang, tapi buah dada bibi terlihat mencuat ke atas dengan puting payudaranya yang coklat muda kecil.

    Melihat pemandangan yang menggairahkan itu aku benar-benar terangsang hebat hingga kepikiran untuk memperkosa bibiku sendiri. Dengan cepat kemaluanku langsung bereaksi menjadi keras dan berdiri dengan gagahnya, siap tempur. Perlahan-lahan aku jongkok di samping tempat tidur dan tanganku secara hati-hati kuletakkan dengan lembut pada belahan kemaluan bibi yang mungil itu yang masih ditutupi dengan celana dalam.

    Perlahan-lahan tanganku mulai mengelus-elus kemaluan bibiku dan juga bagian paha atasnya yang benar-benar licin putih mulus dan sangat merangsang.Terlihat bibi agak bergeliat dan mulutnya agak tersenyum, mungkin bibi sedang mimpi, sedang becinta dengan paman. Aku melakukan kegiatanku dengan hati-hati takut bibi terbangun.

    Perlahan-lahan kulihat bagian CD bibi yang menutupi kemaluannya mulai terlihat basah, rupanya bibi sudah mulai terangsang juga. Dari mulutnya terdengar suara mendesis perlahan dan badannya menggeliat-geliat perlahan-lahan. Aku makin tersangsang melihat pemandangan itu. Cepat-cepat kubuka semua baju dan CD-ku, sehingga sekarang aku bertelanjang bulat. Penisku yang 19 cm itu telah berdiri kencang menganguk-angguk mencari mangsa.

    Akupun mulai membelai-belai buah dadanya, dia masih tetap tertidur saja. Aku tahu bahwa puting dan klitoris bibiku tempat paling suka dicumbui, aku tahu hal tersebut dari film-film bokep bibiku. Lalu tanganku yang satu mulai gerilya di daerah vaginanya. Kemudian perlahan-lahan aku menggunting CD mini bibi dengan gunting yang terdapat di sisi tempat tidur bibi. Sekarang kemaluan bibi terpampang dengan jelas tanpa ada penutup lagi.

    Perlahan-lahan kedua kaki bibi kutarik melebar, sehingga kedua pahanya terpentang. Dengan hati-hati aku naik ke atas tempat tidur dan bercongkok di atas bibi. Kedua lututku melebar di samping pinggul bibi dan kuatur sedemikian rupa supaya tidak menyentuh pinggul bibi. Tangan kananku menekan pada kasur tempat tidur, tepat di samping tangan bibi, sehingga sekarang aku berada dalam posisi setengah merangkak di atas bibi.Tangan kiriku memegang batang penisku. Perlahan-lahan kepala penisku kuletakkan pada belahan bibir kemaluan bibi yang telah basah itu. Kepala penisku yang besar itu kugosok-gosok dengan hati-hati pada bibir kemaluan bibi.

    Terdengar suara erangan perlahan dari mulut bibi dan badannya agak mengeliat, tapi matanya tetap tertutup. Akhirnya kutekan perlahan-lahan kepala kemaluanku membelah bibir kemaluan bibi. Sekarang kepala kemaluanku terjepit di antara bibir kemaluan bibi. Dari mulut bibi tetap terdengar suara mendesis perlahan, akan tetapi badannya kelihatan mulai gelisah. Aku tidak mau mengambil resiko, sebelum bibi sadar, aku sudah harus menaklukan kemaluan bibi dengan menempatkan posisi penisku di dalam lubang vagina bibi.

    Sebab itu segera kupastikan letak penisku agar tegak lurus pada kemaluan bibi. Dengan bantuan tangan kiriku yang terus membimbing penisku, kutekan perlahan-lahan tapi pasti pinggulku ke bawah, sehingga kepala penisku mulai menerobos ke dalam lubang kemaluan bibi.Kelihatan sejenak kedua paha bibi bergerak melebar, seakan-akan menampung desakan penisku ke dalam lubang kemaluanku.

    Badannya tiba-tiba bergetar menggeliat dan kedua matanya mendadak terbuka, terbelalak bingung, memandangku yang sedang bertumpu di atasnya. Mulutnya terbuka seakan-akan siap untuk berteriak. Dengan cepat tangan kiriku yang sedang memegang penisku kulepaskan dan buru-buru kudekap mulut bibi agar jangan berteriak.

    Karena gerakanku yang tiba-tiba itu, posisi berat badanku tidak dapat kujaga lagi, akibatnya seluruh berat pantatku langsung menekan ke bawah, sehingga tidak dapat dicegah lagi penisku menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan bibi dengan cepat. Badan bibi tersentak ke atas dan kedua pahanya mencoba untuk dirapatkan, sedangkan kedua tangannya otomatis mendorong ke atas, menolak dadaku. Dari mulutnya keluar suara jeritan, tapi tertahan oleh bekapan tangan kiriku.”Aauuhhmm.. aauuhhmm.. hhmm..!” desahnya tidak jelas.

    Kemudian badannya mengeliat-geliat dengan hebat, kelihatan bibiku sangat kaget dan mungkin juga kesakitan akibat penisku yang besar menerobos masuk ke dalam kemaluannya dengan tiba-tiba.Meskipun bibi merontak-rontak, akan tetapi bagian pinggulnya tidak dapat bergeser karena tertekan oleh pinggulku dengan rapat.

    Karena gerakan-gerakan bibi dengan kedua kaki bibi yang meronta-ronta itu, penisku yang telah terbenam di dalam vagina bibi terasa dipelintir-pelintir dan seakan-akan dipijit-pijit oleh otot-otot dalam vagina bibi. Hal ini menimbulkan kenikmatan yang sukar dilukiskan.Karena sudah kepalang tanggung, maka tangan kananku yang tadinya bertumpu pada tempat tidur kulepaskan. Sekarang seluruh badanku menekan dengan rapat ke atas badan bibi, kepalaku kuletakkan di samping kepala bibi sambil berbisik kekuping bibi.

    “Bii.., bii.., ini aku Eric. Tenang bii.., sshheett.., shhett..!” bisikku.

    Bibiku masih mencoba melepaskan diri, tapi tidak kuasa karena badannya yang mungil itu teperangkap di bawah tubuhku. Sambil tetap mendekap mulut bibi, aku menjilat-jilat kuping bibi dan pinggulku secara perlahan-lahan mulai kugerakkan naik turun dengan teratur.Perlahan-lahan badan bibi yang tadinya tegang mulai melemah.Kubisikan lagi ke kuping bibi,

    “Bii.., tanganku akan kulepaskan dari mulut bibi, asal bibi janji jangan berteriak yaa..?”Perlahan-lahan tanganku kulepaskan dari mulut bibi.Kemudian Bibi berkata,

    “Riic.., apa yang kau perbuat ini..? Kamu telah memperkosa Bibi..!”Aku diam saja, tidak menjawab apa-apa, hanya gerakan pinggulku makin kupercepat dan tanganku mulai memijit-mijit buah dada bibi, terutama pada bagian putingnya yang sudah sangat mengeras.Rupanya meskipun wajah bibi masih menunjukkan perasaan marah, akan tetapi reaksi badannya tidak dapat menyembunyikan perasaannya yang sudah mulai terangsang itu.

    Melihat keadaan bibi ini, tempo permainanku kutingkatkan lagi.Akhirnya dari mulut bibi terdengar suara, “Oohh.., oohh.., sshh.., sshh.., eemm.., eemm.., Riicc.., Riicc..!”Dengan masih melanjutkan gerakan pinggulku, perlahan-lahan kedua tanganku bertumpu pada tempat tidur, sehingga aku sekarang dalam posisi setengah bangun, seperti orang yang sedang melakukan push-up.Dalam posisi ini, penisku menghujam kemaluan bibi dengan bebas, melakukan serangan-serangan langsung ke dalam lubang kemaluan bibi.

    Kepalaku tepat berada di atas kepala bibi yang tergolek di atas kasur. Kedua mataku menatap ke bawah ke dalam mata bibi yang sedang meram melek dengan sayu. Dari mulutnya tetap terdengar suara mendesis-desis. Selang sejenak setelah merasa pasti bahwa bibi telah dapat kutaklukan, aku berhenti dengan kegiatanku. Setelah mencabut penisku dari dalam kemaluan bibi, aku berbaring setengah tidur di samping bibi.

    Sebelah tanganku mengelus-elus buah dada bibi terutama pada bagian putingnya.

    “Eehh.., Ric.., kenapa kau lakukan ini kepada bibimu..!” katanya.Sebelum menjawab aku menarik badan bibi menghadapku dan memeluk badan mungilnya dengan hati-hati, tapi lengket ketat ke badan.

    Bibirku mencari bibirnya, dan dengan gemas kulumat habis. Woowww..! Sekarang bibi menyambut ciumanku dan lidahnya ikut aktif menyambut lidahku yang menari-nari di mulutnya.Selang sejenak kuhentikan ciumanku itu.Sambil memandang langsung ke dalam kedua matanya dengan mesra, aku berkata, ”

    Bii.. sebenarnya aku sangat sayang sekali sama Bibi, Bibi sangat cantik lagi ayu..!”Sambil berkata itu kucium lagi bibirnya selintas dan melanjutkan perkataanku, “Setiaap kali melihat Bibi bermesrahan dengan Paman, aku kok merasa sangat cemburu, seakan-akan Bibi adalah milikku, jadi Bibi jangan marah yaa kepadaku, ini kulakukan karena tidak bisa menahan diri ingin memiliki Bibi seutuhnya.”

    Selesai berkata itu aku menciumnya dengan mesra dan dengan tidak tergesa-gesa.Ciumanku kali ini sangat panjang, seakan-akan ingin menghirup napasnya dan belahan jiwanya masuk ke dalam diriku. Ini kulakukan dengan perasaan cinta kasih yang setulus-tulusnya. Rupanya bibi dapat juga merasakan perasaan sayangku padanya, sehingga pelukan dan ciumanku itu dibalasnya dengan tidak kalah mesra juga.

    Beberapa lama kemudian aku menghentikan ciumanku dan aku pun berbaring telentang di samping bibi, sehingga bibi dapat melihat keseluruhan badanku yang telanjang itu.”Iih.., gede banget barang kamu Ricc..! Itu sebabnya tadi Bibi merasa sangat penuh dalam badan Bibi.” katanya, mungkin punyaku lebih besar dari punya paman.Lalu aku mulai memeluknya kembali dan mulai menciumnya.

    Ciumanku mulai dari mulutnya turun ke leher dan terus kedua buah dadanya yang tidak terlalu besar tapi padat itu. Pada bagian ini mulutku melumat-lumat dan menghisap-hisap kedua buah dadanya, terutama pada kedua ujung putingnya berganti-ganti, kiri dan kanan.Sementara aksiku sedang berlangsung, badan bibi menggeliat-geliat kenikmatan. Dari mulutnya terdengar suara mendesis-desis tidak hentinya.

    Aksiku kuteruskan ke bawah, turun ke perutnya yang ramping, datar dan mulus. Maklum, bibi belum pernah melahirkan. Bermain-main sebentar disini kemudian turun makin ke bawah, menuju sasaran utama yang terletak pada lembah di antara kedua paha yang putih mulus itu.Pada bagian kemaluan bibi, mulutku dengan cepat menempel ketat pada kedua bibir kemaluannya dan lidahku bermain-main ke dalam lubang vaginanya.

    Mencari-cari dan akhirnya menyapu serta menjilat gundukan daging kecil pada bagian atas lubang kemaluannya. Segera terasa badan bibi bergetar dengan hebat dan kedua tangannya mencengkeram kepadaku, menekan ke bawah disertai kedua pahanya yang menegang dengan kuat.

    Keluhan panjang keluar dari mulutnya, “Oohh.., Riic.., oohh.. eunaakk.. Riic..!”Sambil masih terus dengan kegiatanku itu, perlahan-lahan kutempatkan posisi badan sehingga bagian pinggulku berada sejajar dengan kepala bibi dan dengan setengah berjongkok. Posisi batang kemaluanku persis berada di depan kepala bibi. Rupanya bibi maklum akan keinginanku itu, karena terasa batang kemaluanku dipegang oleh tangan bibi dan ditarik ke bawah. Kini terasa kepala penis menerobos masuk di antara daging empuk yang hangat.

    Ketika ujung lidah bibi mulai bermain-main di seputar kepala penisku, suatu perasaan nikmat tiba-tiba menjalar dari bawah terus naik ke seluru badanku, sehingga dengan tidak terasa keluar erangan kenikmatan dari mulutku.Dengan posisi 69 ini kami terus bercumbu, saling hisap-mengisap, jilat-menjilat seakan-akan berlomba-lomba ingin memberikan kepuasan pada satu sama lain.

    Beberapa saat kemudian aku menghentikan kegiatanku dan berbaring telentang di samping bibi. Kemudian sambil telentang aku menarik bibi ke atasku, sehingga sekarang bibi tidur tertelungkup di atasku. Badan bibi dengan pelan kudorong agak ke bawah dan kedua paha bibi kupentangkan.

    Kedua lututku dan pantatku agak kunaikkan ke atas, sehingga dengan terasa penisku yang panjang dan masih sangat tegang itu langsung terjepit di antara kedua bibir kemaluan bibi.Dengan suatu tekanan oleh tanganku pada pantat bibi dan sentakan ke atas pantatku, maka penisku langsung menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan bibi. Amblas semua batangku.”Aahh..!” terdengar keluhan panjang kenikmatan keluar dari mulut bibi.Aku segera menggoyang pinggulku dengan cepat karena kelihatan bahwa bibi sudah mau klimaks.

    Bibi tambah semangat juga ikut mengimbangi dengan menggoyang pantatnya dan menggeliat-geliat di atasku. Kulihat wajahnya yang cantik, matanya setengah terpejam dan rambutnya yang panjang tergerai, sedang kedua buah dadanya yang kecil padat itu bergoyang-goyang di atasku.Ketika kulihat pada cermin besar di lemari, kelihatan pinggul bibi yang sedang berayun-ayun di atasku. Batang penisku yang besar sebentar terlihat sebentar hilang ketika bibi bergerak naik turun di atasku. Hal ini membuatku jadi makin terangsang.

    Tiba-tiba sesuatu mendesak dari dalam penisku mencari jalan keluar, hal ini menimbulkan suatu perasaan nikmat pada seluruh badanku. Kemudian air maniku tanpa dapat ditahan menyemprot dengan keras ke dalam lubang vagina bibi, yang pada saat bersamaan pula terasa berdenyut-denyut dengan kencangnya disertai badannya yang berada di atasku bergetar dengan hebat dan terlonjak-lonjak.

    Kedua tangannya mendekap badanku dengan keras.Pada saat bersamaan kami berdua mengalami orgasme dengan dasyat. Akhirnya bibi tertelungkup di atas badanku dengan lemas sambil dari mulut bibi terlihat senyuman puas.”Riic.., terima kasih Ric. Kau telah memberikan Bibi kepuasan sejati..!”Setelah beristirahat, kemudian kami bersama-sama ke kamar mandi dan saling membersihkan diri satu sama lain.

    Sementara mandi, kami berpelukan dan berciuman disertai kedua tangan kami yang saling mengelus-elus dan memijit-mijit satu sama lain, sehingga dengan cepat nafsu kami terbangkit lagi. Dengan setengah membopong badan bibi yang mungil itu dan kedua tangan bibi menggelantung pada leherku,

    kedua kaki bibi kuangkat ke atas melingkar pada pinggangku dan dengan menempatkan satu tangan pada pantat bibi dan menekan, penisku yang sudah tegang lagi menerobos ke dalam lubang kemaluan bibi.”Aaughh.. oohh.. oohh..!” terdengar rintihan bibi sementara aku menggerakan-gerakan pantatku maju-mundur sambil menekan ke atas.Dalam posisi ini, dimana berat badan bibi sepenuhnya tertumpu pada kemaluannya yang sedang terganjel oleh penisku, maka dengan cepat bibi mencapai klimaks.

    “Aaduhh.. Riic.. Biibii.. maa.. maa.. uu.. keluuar.. Riic..!” dengan keluhan panjang disertai badannya yang mengejang, bibi mencapai orgasme, dan selang sejenak terkulai lemas dalam gendonganku.Dengan penisku masih berada di dalam lubang kemaluan bibi, aku terus membopongnya. Aku membawa bibi ke tempat tidur.

    Dalam keadaan tubuh yang masih basah kugenjot bibi yang telah lemas dengan sangat bernafsu, sampai aku orgasme sambil menekan kuat-kuat pantatku. Kupeluk badan bibi erat-erat sambil merasakan airmaniku menyemprot-nyemprot, tumpah dengan deras ke dalam lubang kemaluan bibi, mengisi segenap relung-relung di dalam memeknya.

    Sejak saat itu bibiku jadi ketagiahan ngentot denganku, kadang kami melakukannya didapur, kamar mandi, dan lebih gilanya lagi kami melakukannya secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan paman didalam rumah bibi sendiri walaupun saat paman sedang berada dirumah.

  • Ngentot Ibu Sahabatku Yang Janda Jablay – Cerita Sex

    Ngentot Ibu Sahabatku Yang Janda Jablay – Cerita Sex


    7 views

    Ngentot Ibu Sahabatku Yang Janda Jablay Senin, Oktober 10th, 2016 – Cerita Dewasa, Cerita Selingkuh

    Cerita Sex Terbaru – setelah sebelumnya ada Cerita Seru Ngentot Dua Pembantu Cantik, kini ada cerita seks bergambar Ngentot Ibu Sahabatku Yang Janda Jablay. selamat membaca dan menikmati.

    Perkenalkan namaku Raka lahir dikota Bandung 30th yg lalu berasal dari keluarga baik-baik dan Ketika SMP aku punya seorang sahabat Tono…oohhh iyaa…. saya skrng tinggal dikota Jakarta karena kebetulan mendapatkan pekerjaan di sana. Kejadian ini terjadi kira2 7th yg lalu tanggalnya aku lupa tapi yg pasti saat itu malam minggu ketika sahabatku pergi wakuncar sedangkan aku menunggu dirumahnya karena kebetulan aku jomblo hehehe….saat itu di rumah sahabatku hanya ada aku dan ibu sahabatku Tono,aku tau persis kebiasaan ibu sahabatku ini hampir setiap malam dipijat oleh pembantunya karena kebetulan pembantunya saat itu pulang kampung jadi keadaan rumah sepi.

    Ngentot Ibu Sahabatku Yang Janda Jablay

    Cerita Ngentot Ibu Sahabatku Yang Janda Jablay

    Perlu diketahui ibu sahabatku ini sekarang kira2 berumur 42th status janda,Ketika itu kira2 jam 21.00 wib saya dan ibu sahabatku sdg menonton acara televisi dan sambil ngobrol ngalor-ngidul entah mengapa tiba2 aku menawarkan jasa utk memijatnya..”tante..apa nggak pegel2 badan.?Kan biasanya klo yg biasa dipijat sehari ngga dipijat aja pegel2 ..?? “trus ia menjawab “emang sih kepengen nih dipijat tapi spa yg mo mijat kan si mbo lg pulang kampung..?apa Raka mau mijitin tante?saat itu langsung aku jawab “bleh kalo tante mau..”lalu ibu sahabatku tengkurep dikasur lipat depan televisi dan aku mulai memijat kakinya.

    “Raka ternyata pijitan KM enak jg..”ujarnya“Mungkin karena dulu suka disuruh mijit sama ibu ato bapak dirumah “jelasku.Tanpa aku sadari kalo tanganku sdg mijat pahanya, ini baru aku sadari setelah merasakan desah nafasnya seperti tidak beraturan mungkin dia sdh lama tidak tersentuh tangan laki2 setelah ditinggal mati suaminya melihat itu naluri lelakiku bangkit apalagi pahanya mulus lalu aku pura2x sambil nonton dan mengajak ngobrol tapi tanganku memijat terus naik sampai akhirnya menyentuh cdnya dan aku mendengar dia mendesah.

    ”Sssshh…ssshh..hhmmm…”lalu aku memberanikan diri menyentuh vagina&dia tidak menolak malah mendesah lbh keras”uuukkkh…”aku yakin ibu sahabatku terangsang akibat pijatanku selain itu ibu sahabatku sdah lama tidak pernah terjamah tangan pria.aku dpt melihat dengan jlas raut wajahnya yg sdg menikmati permainan tanganku divagina“ookkhh…Raka“dia mendesah sambil menyebut namaku tanpa pikir panjang lg aku balikan badannya lalu aku cium bibirnya kemudian dia membalasnya dengan penuh gairah…aku dan dia berciuman sambil aku memainkan lidahku didlm mulutnya begitupun sebaliknya dia membalas denga penuh nafsu kami telah terbakar nafsu birahi.Lalu aku membuka satu persatu pakaian yg dia kenakan kebetulan hanya pakai daster jd tidak terlalu sulit utk membuka pakaiannya setelah kita berdua sama2 bugil lalu aku jilat vaginanya terasa asin karena memang dia sdh basah sssrruuff…aku jilatin klitotisnya dia hanya mendesah dan melenguh“aaakkh…..Raka…uuuugghh..enaaak…tante nga tahaan nih..”ujarnya tak selang brp lama dia menekan kepalaku kearah vaginanyadia& melebarkan kakinya dia orgasme“aaakkhh…Raka….tante nga kuaaat“dia mengangkat pantatnya setelah itu aku merakan kalo dia lemas lalu aku menyodorkan penisku kemulutnya tanpa diperintah dia langsung mengulum penisku“aaakkkkhhh tante enaaak…”ternyata ia sangat pintar memainkan lidahnya seluruh batang penis dikulumnya dengan lembut lalu dia menjilat biji serta pantatku dia jilat membuat aku kelojotan menahan kenikmatan yg aku peroleh dari ibu sahabatku“hhmm…ooogghh..taanttee..”

    Hanya itu yg sanggup aku ucapkan.Lalu aku tarik badannya setelah itu aku rebahkan sambil aku jilat putingnya yg telah mengeras aku arahkan penisku keliang vaginanya trasa sempit walau diusianya sekitar 37th ketika kejadian itu tpi vaginanya tidak trasa longgar atau mungkin karena kepala kontol yg lumayan bsar walau penisku ukurannya standar skitar 15cm tapi modelnya gemuk dan helmnya besar…aku mulai memasukan penisku kevaginanya terlihat ia meringis mnahan nikmat ato sakit ktika kepala kontolku mulai memasuki vaginanya…”oookkhh…Raka enaaakk….truuss say..”ia meracau lalu aku sodok lbh dlm lg…”ooogghh tante Raka juga enaakk…..aaagghh..”balasku sambil trus memompa penis di vaginanya.Setelah kira2x 5 mnt aku memompa ibu sahabatku dengan gaya mulai konvensional tiba2x dia mempererat pegangan kepunggungku,aku tau kalo dia mau orgasme“Raka tante mau sampe…”lalu aku trus memompanya dan tiba dia memperarat pelukan dan mencium bibirku…

    ”ooogghh Rakai..tante keluar”lalu aku trus memompanya sambil berciuman hangat kira2x 10mnt kmudian stelah aku lakukan dengan berbagai gaya serta aku pangku dia karena memang badannya yg kecil pd saat posisi konvensional aku merasakan kl aku akan kluar..”aaarrgghh…tante..Raka mau keluar didlm ato luar?”ujarku“ooorghh Raka didlm aja..tante jg sm mau kluar “balasnya…lalu aku mempercepat gerakanku dan ibu sahabatku mempererat pelukannya dan “aaaaaaarrrrgggh….tantee….”ujarku “ooorrgghh adi tante juga keluar “… itu yang kita ucapkan saat menikmati orgasme bersama. ( baca juga : Cerita Dewasa Ngentot Ibu Temanku )

    Sesaat setelah itu kami berdua lemas terkulai tetapi penisku masih terbenam di dalam vaginanya lalu kami berdua berciuman“tante..Raka sayang tante” ujarku lalu ibu sahabatku menjawab ‘ tante juga sayang Raka….tapi Raka harus janji kejadian ini jangan sampai bocor”…”iya tante pasti akan Raka jaga….”ujarku. Setelah itu kmi berdua merapikan baju masing2 karena takut sahabatku pulang dari wakuncarnya setelah bersih 2x kita berdua nonton tv sambil berpelukan layaknya 2 sejoli yg sedang dimabuk asmara sambil sekali2 berciuman. TAMAT

    by ngentot69.comCerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita Panas Indonesia, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep Seru 2017

    Bagikan Ke: Google +

    Ngentot Ibu Sahabatku Yang Janda Jablay

    by: | Rating: 5

    Related Posts

  • Amoy digrepe waktu tidur

    Amoy digrepe waktu tidur


    63 views
    Ayam kampus dapat order di hotel . Liat Mekinya Buat Kontol Gatel Kalau majikan perempuan tidur, dia datang dan peluk saya, dan mencoba mencium saya. Dia suruh saya, ‘Ayo goyang saya’ Waktu saya tanya, ‘Apa maksudnya? … Saya bilang tidak, dan saya kasih lihat foto suami dan anak saya. tante toge# cerita dewasa# cewekkbispak# foto cewek bispak# foto janda#pamer memek# foto jablay# fotomanstrubuasi# abg bugil# foto bugil#foto bugil narsis# jilat toket# jilatpentil# jilat itil#hamil bugil# fotohamil bugil# pembatu pamer toket# pamertoket# pamer memek# ngentot gayakamasutra# foto kamasutra# cewekngangkang# memek ngangkang# toket pecun#toket di remas# memek abg# memek merahabg# abg bar# foto model bugil# bugil diranjang# malam terdahsya